Home Blog Page 695

Semarak Gema Muharram SMP Bina Insani, dari Lomba Dai Cilik sampai Santunan Yatim

0

Bogordaily.net — Merayakan Tahun Baru Islam 1447 H, SMP Bina Insani menggelar kegiatan Gema Muharram 1447 H/ 2025 M. Kegiatan yang melibatkan Komite Sekolah (PABBI), Pengurus OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) itu digelar di Sekolah SMP Bina Insani, Bogor, 31 Juli 2025 sampai 1 Agustus 2025.

Acara yang mengusung tema “ Meriahkan Bulan Muharram, Sebarkan Cinta Wujudkan Asa” itu dihadiri oleh Tim Akademik Bosowa School; Kepala Sekolah SMP Bina Insani, Haposan Andy Citra M.Pd.; para guru SMP Bina Insani; Ketua Komite Sekolah (Parents Association Bosowa Bina Insani/ PABBI) SMP Bina Insani, Rohana; serta undangan, yakni 142 anak yatim dan pendamping. Total peserta yang hadir (kelas VII, VIII dan IX) serta anak yatim berjumlah 477 orang.

Adapun rangkaian kegiatannya sebagai berikut:

Kamis, 31 Juli 2025:
Kegiatan Lomba:
• Cerdas Cermat Islami.
• Adzan.
• Qoriah dan Sari Tilawah.
• Paduan Suara.
• Poster Digital.

Jumat, 1 Agustus 2025:
• Kajian Islami, dengan penceramah Ustadz Marhali, M.Pd.I.
• Penampilan Dai Cilik Terfavorit.
• Penampilan Qoriah dan Sari Tilawah Terfavorit.
• Penampilan Paduan Siara Religi Terfavorit.
• Santunan Anak Yatim.

“Kegiatan Gema Muharram ini diadakan dengan tujuan mempererat tali persaudaraan serta harmonisasi dalam meningkatkan ilmu , iman dan takwa,” kata Ketua Panitia dari OSIS dan MPK SMP Bina Insani, M. Faris Taaousa.

Penanggung Jawab (PIC) kegiatan, Eni Ratna menambahkan, dalam kegiatan Gema Muharram ini Panitia menerima dana sebesar Rp43.753.109. Dana tersebut berasal dari orang tua siswa Rp42.753.109, dan PABBI SMP Bina Insani Rp1.000.000.

“Dana tersebut kami salurkan kepada 142 anak yatim dari Bogor dan sekitarnya,” ujarnya.

Adapun santunan itu berupa:
• Paket senilai Rp 75.000,- yang berisi: 1 pak buku tulis, 1 buku gambar, tempat pensil, penggaris, pensil warna, pulpen, teh biotol, 1 tempat makan dan tumbler, serta buku Juz ‘Amma.
• Uang tunai Rp 200.000,-.
• Kupon jajan Rp 40.000.

Kepala Sekolah SMP Bina Insani, Haposan Andy Citra M.Pd., mengatakan, kegiatan Gema Muharram, yang antara lain diisi dengan santunan yatim, sangat penting untuk melatih kepedulian siswa.

“Alhamdulillah kegiatan gema Muharam SMP Bina Insani yang ke-28 tahun, yakni 1447 H/ 2025 M, diselenggarakan pada tanggal 31-1 Agustus 2025, berjalan sesuai rencana kerja sekolah,” kata Haposan Andy Citra M.Pd.

Ia menambahkan, kegiatan ini mendorong siswa untuk berorganisasi dan menanamkan nilai empati dan peduli kepada siswa. Juga, kegiatan ini kami hubungkan dalam konteks pembelajaran Kokulikuler, yang didalamnya terpadat 5 mata pelajaran yang d libatkan yaitu: PAI, PKN, Bahasa Indonesia, IPS dan SB (seni budaya).

Kegiatan Gema Muharram ini juga melibatkan Yayasan Bosowa Bina Insani/ Bosowa School, PABBI dan orang tua untuk ikut berpartisipasi dalam berinfaq.

“Alhamdulillah atas dukungan para orang tua, acara berjalan sesuai yang diharapkan panitia. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan kelancaran keberkahan rezeki dan Ilmu yang bermanfaat kepada peserta didik , serta terima kasih kepada Yayasan BBI, orang tua siswa, bapak ibu guru, juga Panitia dari OSIS dan MPK,” ujar Haposan Andy.

Ia menambahkan, semula pihaknya menargetkan jumlah penerima santunan 100 anak yatim. “Ternyata realisasinya mencapai 142 anak yatim. Ini mengangetkan sekaligus membahagiakan bagi kami,” ujarnya.

Ketua PABBI SMP Bina Insani, Rohana menyatakan terima kasih kepada Yayasan Bosowa Bina Insani/ Bosowa School yang selalu mendukung kegiatan PABBI. Termasuk kegiatan Gema Muharram 1447 H/ 2025 M.

“Kami pun berterima kash kepada Pengurus OSIS dan MPK yang menjadi pelaksana acara ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Kepala Sekolah dan Dewan Guru SMP Bina Insani atas kerja sama yang sangat baik dalam menyukseskan rangkaian kegiatan PABBI selama ini,” kata Rohana.

Dalam kesempatan ini, Panitia sengaja mengundang 142 anak yatim dan pendampingnya untuk hadir langsung di Sekolah SMP Bina Insani guna menghadiri acara pemberian santunan.

“Kami sengaja mengundang adik-adik semua untuk ikut merayakan Tahun Baru Islam 1447 H di Sekolah SMP Bina Insani. Teriring doa, semoga kalian kelak menjadi orang-orang yang sukses dan bertakwa kepada Allah,” ujar Rohana.

Head of Islamic Studies Bosowa School, Ustadz Asep Sumarsana S.Ag., mengungkapkan program Gema Muharram 1447 H/ 2025 M diadakan oleh sekolah-sekolah yang bernaung di bawah bendera Bosowa School di tiga kota. Yakni, Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor, Sekolah Bosowa Al azhar Cilegon (SBAC) di Cilegon, serta Bosowa Schooll Makassar (BSM) dan Sekolah Alam Bosowa (SAB) di Makassar.

“Melalui kegiatan Gema Muharram ini, kita semua berharap mendapat berkah dari Allah SWT. Seperti ditegaskan dalam salah satu hadits Nabi Muhammad SAW, ketika beliau ditanya tentang perbuatan apakah yang dicintai oleh Allah SWT? Beliau menjawab: membantu orang-orang yang membutuhkan (termasuk menyantuni anak yatim), dan menjawab salam,” ujar Ustadz Asep Sumarsana.

Tak lupa Ustadz Asep mendoakan seluruh anak yatim yang diundang dalam kegiatan santunan yatim dalam rangka Gema Muharram 1447 H tersebut.

“Semoga semua anak yatim yang hari ini diundang untuk menghadiri acara Gema Muharram 1447 H di SMP Bina Insani kelak menjadi generasi yang berkualitas dan berkah. Aamiin,” ujarnya.

Dalam Kajian Islami, Ustadz Marhali S.Pd.I menceritakan kisah pada zaman Rasulullah SAW masih hidup. Ketika itu, pada salah satu momentum Idul Fitri, anak-anak berkumpul. Mereka semua bergembira karena mengenakan pakaian baru dan menikmati makanan yang lezat. Namun ada 1 anak yang kelihatan sedih dan menangis.

Ketika ditanya oleh Rasulullah, ternyata anak itu merupakan anak yatim. Rasul menanyakan kepadanya, maukah ia mempunyai ayah angkat yang bernama Muhammad dan saudara angkat yang bernama Fatimah.

Anak yang semula tidak tahu bahwa sosok laki-laki yang menghampirinya adalah Rasulullah SAW mengiyakan. Ia lalu dibawa ke rumah Rasulullah, dimandikan, diberi pakaian yan terbaik dan makanan yang lezat.

Ia pun berkumpul kembali bersama dengan teman-temannya dengan sangat gembira, sehingga mengejutkan teman-temannya.

Ustadz Marhali lalu mengutip hadits Nabi yang menyatakan, “Aku dan orang yang memelihara anak yatim akan berada di surga seperti ini,” lalu Nabi Muhammad ﷺ merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya.

“Kesimpulan dari kisah ini adalah betapa besar pahala dan keutamaan menyantuni anak yatim dalam Islam. Orang yang senang membahagiakan anak yatim dicintai oleh Rasul, dan di surga nanti surganya berdekatan dengan Rasul bahkan berada di surga yang sama,” ujar Ustadz Ustadz Marhali. ***

 

Dari Wilayah Kepulauan, UMKM Ini Berhasil Jadi Pemasok Program MBG dengan Dukungan Pembiayaan BRI

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan pelaku UMKM hingga ke wilayah kepulauan. Salah satu penerima manfaat pembiayaan produktif BRI adalah Jane Katang, pelaku usaha asal Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.

Jane merupakan pemilik usaha sembako Aiko Maju, yang kini menjadi pemasok bahan baku untuk dapur umum dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jane sebelumnya telah menjalankan usaha percetakan dan rumah makan. Dalam pengembangan usahanya, ia mendirikan unit sembako bernama Aiko Maju. Seiring bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Siau, Aiko Maju berkesempatan berpartisipasi sebagai pemasok bahan baku untuk mendukung operasional dapur umum yang melayani ratusan sekolah di wilayah tersebut.

Jane menuturkan bahwa keterlibatannya dalam rantai pasok program MBG berkembang seiring meningkatnya kebutuhan di lapangan.

“Awalnya saya hanya menyuplai bahan pokok seperti beras dan telur, tapi kebutuhan terus bertambah. Karena itu saya inisiatif ajukan KUR ke BRI, supaya usaha saya bisa memenuhi permintaan dan program tetap jalan,” ujarnya.

Melalui dukungan dari BRI, Aiko Maju kini menjadi pemasok untuk dapur umum MBG yang beroperasi di wilayah Siau, menjangkau lebih dari 2.400 siswa dari 154 sekolah mulai dari PAUD hingga SMA dan SMK.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan seperti BRI mampu menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Jane menambahkan bahwa tantangan memasok bahan pangan di wilayah kepulauan tidak hanya soal jarak, tetapi juga soal keterbatasan komoditas segar. Salak memang sudah dapat diperoleh dari Siau, namun kebutuhan akan jenis buah lainnya tetap harus dipenuhi dari luar pulau.

“Buah-buahan banyak saya datangkan dari Kota Manado karena belum semua tersedia di sini. Tantangannya, kalau telat sedikit bisa rusak, jadi saya harus benar-benar perhitungkan jadwal kapal dan daya tahan stok. Ini jadi bagian dari tanggung jawab saya supaya dapur bisa terus berjalan dan anak-anak tetap dapat gizi lengkap. Sementara untuk bahan baku lain seperti sayur dan ikan, saya belanjakan langsung dari pasar Siau,” ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan bahwa komitmen BRI dalam memperkuat peran UMKM tidak hanya diwujudkan melalui pembiayaan, tetapi juga melalui keikutsertaan aktif dalam mendukung program-program pemerintah yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

“Program MBG membutuhkan rantai pasok yang mampu menjamin kesinambungan suplai dengan jumlah dan standar yang memadai. Usaha Aiko Maju menunjukkan bahwa pelaku UMKM dapat menjawab tantangan tersebut secara profesional, bahkan dalam kondisi geografis yang menantang. Dukungan terhadap Aiko Maju merupakan contoh nyata dari strategi BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung keberhasilan program strategis,” pungkas Hendy. ***

Kementerian UMKM Fasilitasi Usaha Mikro Bandung Masuk Rantai Pasok Program MBG

0

Bogordaily.net — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Deputi Bidang Usaha Mikro memfasilitasi 18 pengusaha mikro terkurasi untuk bertemu para Kepala Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Kepala Yayasan Mitra Dapur SPPG di wilayah Cileunyi Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik dalam acara bertajuk Temu Mitra: Perluasan Keterlibatan UMKM dalam Program MBG yang digelar di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa (PPYD) Alkasyaf, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (1/8) menegaskan upaya ini menjadi langkah konkret perluasan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas.

“UMKM memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program MBG sebagai bagian dari upaya mencetak generasi Indonesia yang sehat dan unggul,” kata Riza Damanik.

Forum ini mempertemukan UMKM hasil pendampingan intensif selama tiga bulan yang telah menghasilkan produk terkurasi. Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani komitmen kemitraan antara kepala SPPG atau yayasan mitra dapur dengan para peserta UMKM supplier terkurasi di kawasan Bandung Raya.

Riza Damanik menjelaskan melalui program ini, UMKM akan terlibat di tiga titik utama ekosistem MBG, yakni sebagai pemasok bahan baku (hulu), penyedia jasa boga di dapur SPPG (dapur), serta pengelola limbah makanan (hilir).

“UMKM harus memanfaatkan peluang ekonomi MBG dengan terus menjaga kualitas produk dan meningkatkan manajemen usahanya,” ungkap Riza.

Lebih jauh, Kementerian UMKM juga menegaskan komitmennya melalui empat pilar dukungan utama, yakni peningkatan kapasitas manajemen usaha, fasilitasi akses permodalan dan pembiayaan, dukungan legalitas dan perlindungan usaha, serta peningkatan produktivitas melalui digitalisasi, kemitraan rantai pasok, dan perluasan pasar.

Sebagai contoh konkret keberhasilan model kemitraan MBG, turut disampaikan hasil kunjungan Menteri UMKM ke CV ST Jaya Mandiri, UMKM mitra dapur SPPG yang berhasil meningkatkan omzet hingga Rp1,8 miliar per tahun dan membuka lapangan kerja bagi 15 ibu rumah tangga di sekitarnya.

“Temu Mitra ini juga bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk membuka akses pasar dan memperkuat peran UMKM dalam ekosistem pangan bergizi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Riza.

Dengan semangat kolaborasi, Kementerian UMKM berharap kegiatan ini menjadi titik tolak lahirnya lebih banyak SPPG Ramah UMKM yang memperkuat ekonomi rakyat, dari desa hingga kota, dan mendorong pengusaha mikro naik kelas melalui partisipasi aktif dalam program Makan Bergizi. ***

Mahasiswa KKN UIKA Bogor Ajak Siswa SDIT Ar-Rohmaniyah Berkreasi dengan Eco Print

0

Bogordaily.net – Kegiatan edukatif dan ramah lingkungan digelar oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Bertempat di SDIT Ar-Rohmaniyah, Kelompok 3 KKN dari Kelurahan Mekar Wangi mengajak siswa-siswi kelas 3 Imam Hanafi untuk belajar dan berkreasi melalui teknik eco print.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat, 1 Agustus 2025 ini mengusung tema “Belajar Kreatif dengan Eco Print.” Sejak pagi, suasana kelas tampak semarak dengan antusiasme siswa yang penasaran dengan kegiatan ini.

Mahasiswa KKN membekali para siswa dengan pengetahuan dasar tentang eco print, yaitu teknik mencetak motif alami dari daun dan bunga ke atas kain tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

Mahasiswa KKN UIKA Bogor Ajak Siswa SDIT Ar-Rohmaniyah Berkreasi dengan Eco Print. (Istimewa/bogordaily.net).

Mereka juga mengenalkan alat dan bahan yang digunakan, seperti totebag putih polos, daun segar, palu kayu, air panas, dan cairan cuka atau tawas untuk fiksasi warna.

Proses dimulai dengan menyusun daun dan bunga di atas kain, lalu melipat kain tersebut sebelum dipukul perlahan menggunakan palu. Hasilnya, pigmen alami dari daun menempel membentuk motif yang unik dan artistik.

Bagian paling seru adalah saat anak-anak memukul kain dengan semangat. Kelas pun dipenuhi tawa dan kekaguman saat mereka melihat hasil motif alami yang tercetak di kain.

“Seru banget kak, aku mau coba lagi di rumah,” ujar salah satu siswa dengan wajah gembira sambil menunjukkan hasil karyanya.

Wali kelas 3 Imam Hanafi, Evi, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini.

“Anak-anak senang sekali. Ini kegiatan yang membuka wawasan, melatih kreativitas, dan tentu saja mempererat hubungan siswa dengan alam,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, wali kelas, dan mahasiswa KKN.

Hasil karya eco print dibawa pulang oleh siswa sebagai bentuk apresiasi dan bukti kreativitas mereka kepada orang tua.

Mahasiswa KKN UIKA Bogor berharap kegiatan ini dapat meninggalkan kesan mendalam dan mendorong anak-anak untuk lebih peduli pada lingkungan.

“Kami senang bisa berbagi ilmu sederhana yang bermanfaat. Semoga mereka semakin berani berkarya dan mencintai alam,” ucap salah satu mahasiswa saat menutup kegiatan.

Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor terus berkomitmen untuk berkontribusi positif di tengah masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan pelestarian lingkungan sejak usia dini.***

Ibnu Galansa

Perkuat Ekosistem Pendidikan dan Kesehatan, Sinar Mas Land Dukung Program Inovasi Riset dari Monash University Indonesia

0

Bogordaily.net – Sinar Mas Land melalui Digital Hub terus memperkuat perannya sebagai katalisator inovasi dengan mengembangkan ekosistem di bidang pendidikan dan kesehatan bersama sejumlah partner strategis.

Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan terhadap program Monash Velos Accelerator dari Monash University Indonesia dalam acara bertema “Innovation Across Borders”, yang berlangsung pada Kamis (31/7) lalu di Green Office Park (GOP) 9, BSD City.

Acara ini sukses diikuti 100 peserta, terdiri dari para profesional di bidang riset, tenaga kesehatan, hingga perusahaan yang berfokus pada inovasi dan organisasi penelitian klinis.

Velos bukan sekadar inkubator atau akselerator, melainkan sebuah platform sekaligus fasilitator kolaborasi antara peneliti, klinisi, startup, investor, serta pembuat kebijakan.

Tujuannya adalah menciptakan dampak nyata melalui inovasi riset maupun komersialisasi yang mampu mentransformasikan sistem layanan kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Velos juga menjadi penghubung bagi industri untuk mengakses riset dan uji klinis dari Monash University dan mitra-mitranya di sektor kesehatan. Program ini bekerja sama dengan Victorian Heart Institute & Hospital di Monash Technology Precinct, yang didukung lebih dari 110 peneliti dan 700 anggota aktif dengan fokus pada penyakit kardiovaskular, metabolik, ginjal, diabetes, dan lainnya.

Professor Matthew Nicholson, Monash University Indonesia Pro Vice-Chancellor & President mengatakan program Monash Velos Accelerator merupakan wujud nyata komitmen Monash University Indonesia dalam membangun ekosistem inovasi yang terhubung secara global, serta menjembatani dunia riset, industri, dan pendidikan.

“Kami percaya inovasi yang berdampak lahir dari kolaborasi berbagai keahlian yang disatukan oleh tujuan yang sama. Melalui kerja sama dengan Sinar Mas Land dan jaringan riset global, kami mempersiapkan para pemimpin masa depan dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadirkan solusi nyata di bidang kesehatan maupun sektor lainnya, demi kemajuan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Irawan Harahap, CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land mengatakan pendidikan dan kesehatan adalah fondasi penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat di BSD City dan sekitarnya.

Melalui dukungan terhadap program Monash Velos Accelerator, Sinar Mas Land berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya inovasi dan terobosan di bidang kesehatan, sekaligus mendorong pengembangan pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga di kancah global.

Kolaborasi dengan Monash University Indonesia akan semakin memperkuat peran Digital Hub dalam memperkaya ekosistem di kawasan D-HUB Special Economic Zone (SEZ), BSD City sebagai pusat pendidikan, teknologi, dan kesehatan bertaraf internasional.

“Inisiatif ini sejalan dengan visi kami untuk membangun komunitas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan solusi nyata dalam menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.

Rangkaian acara Monash Velos Accelerator terdiri dari sesi pemaparan materi dan diskusi panel yang menghadirkan pakar industri kesehatan, pendiri startup, serta peneliti terkemuka. Tiga pembicara utama dalam sesi paparan materi adalah:

  • Professor Stephen Nicholls (Program Director, Monash Heart, Intensive Care and the Victorian Heart Hospital, Monash Health, Director Monash Velos Accelerator & Director Victorian Heart Institute, Monash University), with the topic “Enabling Innovations Across Borders.”
  • Abraham Auzan (Executive Director of Rabu Biru Foundation, Monash University Alumni), yang membawakan topik “Innovation Success Across Borders”.
  • Agustine Gunawan (Senior VP, Alodokter, and Monash University Alumni), yang membawakan topik “Health Tech Ventures: Challenges and Opportunities”.

Selain pemaparan materi, ada juga sesi diskusi panel dari sejumlah pembicara, di antaranya Professor Derek Chew (Service Director, Victorian Heart Hospital, Monash Heart & Director of Cardiac Informatics Research, Victorian Heart Institute, Monash University), Robby Hertanto (CEO Increase Laboratorium Indonesia), Charlie Hartono (AVPN Indonesia Country Director), Mulyawan Gani (Chief Transformation & Data Officer Sinar Mas Land), dan Adithia Kwee (Founder Kaiser Clinic).

Diskusi ini membahas berbagai topik strategis, mulai dari tantangan dan peluang sektor health tech di Indonesia, tren inovasi kardiovaskular di kawasan Asia Pasifik, serta potensi kolaborasi antara startup dan institusi riset global bertajuk “Next 5 Years in Cardiovascular Disease (CVD) Innovations”.

Semangat kolaboratif dalam Monash Velos Accelerator sejalan dengan upaya Sinar Mas Land dalam membangun ekosistem inovatif di Indonesia, yang sejak 2016 telah diwujudkan melalui transformasi digital dan pengembangan kawasan seperti Digital Hub di BSD City.

Sejak hadir pada 2016, Digital Hub dikembangkan menjadi pusat inovasi yang mengintegrasikan ekosistem startup, perusahaan multinasional, institusi pendidikan, serta pelaku di bidang teknologi, kesehatan, dan pendidikan.

Kini, Digital Hub bertransformasi menjadi business enabler yang dirancang untuk mendukung investasi, baik dari pelaku lokal maupun internasional di berbagai proyek Sinar Mas Land di Indonesia. Dikelilingi pusat inovasi seperti Digital Hub, Techpolitan, hingga institusi pendidikan ternama, BSD City menawarkan lingkungan yang mendukung pembelajaran maupun pengembangan karier.

Dari sisi akses, Monash University Indonesia memiliki jalur langsung menuju gerbang Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A & 1B, Tol Jakarta – Serpong yang terintegrasi dengan Tol JORR 1, Tol JORR 2 (Bandara Soekarno Hatta – Kunciran – Serpong – Cinere – Cimanggis – Cibitung – Cilincing), Tol Japek dan Tol Jagorawi.

Mobilitas dari/ke Monash University Indonesia pun juga didukung dengan beragam pilihan transportasi umum mulai dari free shuttle bus BSD Link, feeder bus BSD City, dan kereta commuter line melalui Stasiun Cisauk di kawasan Intermoda BSD City.

Ke depannya, konektivitasnya juga akan semakin optimal dengan hadirnya jalur tambahan kereta commuter line melalui Stasiun Jatake yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2025. (*)

 

Sambut Bulan Kemerdekaan, Swiss-Belcourt Bogor Hadirkan Paket “Merdeka Escape”

0

Bogordaily.net – Swiss-Belcourt Bogor mempersembahkan paket Istimewa “Merdeka Escape”, sebagai penghormatan kepada semangat kemerdekaan Indonesia.

Promo ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman dan bernilai tambah bagi tamu yang ingin merayakan bulan kemerdekaan dengan penuh gaya dan keceriaan.

Merdeka Escape, promo 15% diskon untuk setiap pemesanan kamar melalui website, berlaku hingga tanggal 30 September 2025, sudah termasuk dengan sarapan pagi untuk 2 orang.

Promo ini berlaku untuk semua tipe kamar yang ada, mulai dari Superior Room, Junior Suite, Family Suite dan Executive Suite.

Marcom Manager Swiss-Belcourt Bogor, Rangga Cipta Bentala  ingin mengajak masyarakat untuk merayakan semangat kemerdekaan dengan cara yang berbeda, melalui pengalaman menginap yang menyenangkan.

“Dengan promo ini, kami berharap dapat memberikan pilihan menginap yang terjangkau namun tetap berkualitas,” katanya.

Hotel yang memiliki 225 kamar dengan 16 lantai ini memiliki fasilitas yang terbilang cukup lengkap, mulai dari kolam renang dewasa, kolam renang anak, restaurant & lounge, tempat untuk kegiatan pertemuan dengan kapasitas yang bisa menampung hingga 1000 orang, sarana kegiatan olahraga, kids playground dan juga kids club yang biasa diadakan di setiap akhir pekan dengan berbagai aktifitas anak.

Semua informasi terkini terkait promosi Swiss-Belcourt Bogor dapat Anda lihat di website swiss-belhotel.com atau Anda dapat menghubungi kami langsung melalui WhatsApp reservasi di nomor +62 811 8902 558. ***

Ketika TKA Digunakan Secara Bijak, Hasilnya Bisa Mendorong Perubahan

0

Bogordaily.net – Sistem pendidikan Indonesia membutuhkan instrumen yang objektif untuk menilai capaian akademik siswa. Tes Kemampuan Akademik (TKA) hadir menjawab kebutuhan ini.

Secara yuridis, filosofis, historis, dan sosiologis, keberadaan TKA penting karena memberikan standar evaluasi yang adil bagi semua siswa tanpa memandang asal sekolah.

TKA bukan sekadar alat ukur, melainkan bagian dari upaya untuk membangun kepercayaan terhadap sistem evaluasi capaian belajar yang selama ini terasa timpang antar-sekolah.

Selama ini, seleksi masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi banyak bergantung pada rapor. Padahal, nilai rapor kerap tidak bisa dibandingkan secara objektif antar-sekolah. Nilai 90 di satu sekolah bisa berbeda makna dengan nilai serupa di sekolah lain.

Ketidakseragaman ini menyulitkan perguruan tinggi maupun sekolah lanjutan dalam melakukan seleksi. TKA hadir untuk menutup celah tersebut.

Dengan instrumen nasional yang terstandar, hasil TKA memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kemampuan siswa. Ia berfungsi sebagai instrumen pengendali mutu yang memacu perbaikan berkelanjutan di satuan pendidikan.

Data Kementerian Pendidikan menunjukkan adanya disparitas capaian akademik antarwilayah dengan deviasi nilai hingga 20 poin. Dengan adanya TKA, kesenjangan ini dapat ditekan. Siswa di Papua dan Aceh memiliki tolok ukur yang sama dengan siswa di Jakarta atau Bandung. Artinya, potensi terbaik dari seluruh pelosok negeri dapat terlihat tanpa tereduksi oleh keterbatasan standar lokal.

TKA sebagai Ruang Kolaborasi dan Kepemilikan Bersama

Pendidikan adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah pusat, daerah, dan stakeholder lainnya. Karena itu, keberlanjutan dan partisipasi lintas sektor dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua merupakan keharusan.

Aspek positif lain dari kebijakan TKA adalah pendekatan kolaboratifnya. Untuk tingkat SMA/SMK, soal disusun oleh kementerian. Namun, di tingkat SD dan SMP, pemerintah pusat berbagi tanggung jawab dengan pemerintah daerah.

Ini bukan sekadar teknis pembuatan soal, tetapi upaya meningkatkan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan evaluasi pendidikan yang bermutu.

Kolaborasi ini penting karena menumbuhkan rasa kepemilikan bersama. Selama ini, dominasi pusat dalam berbagai kebijakan pendidikan sering menimbulkan jarak dengan daerah.

Dengan dilibatkan sejak awal, pemerintah daerah tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga bagian dari perancang kebijakan. Pada saat yang sama, pusat mendapatkan masukan berharga dari perspektif lokal sehingga instrumen TKA lebih inklusif dan kontekstual.

Hasilnya, kebijakan tidak lagi terasa sebagai perintah sepihak, melainkan sebagai karya bersama. TKA dengan demikian menjadi instrumen yang memperkuat desentralisasi pendidikan sekaligus menjaga standar nasional.

Data Badan Pusat Statistik (2023) mencatat bahwa angka partisipasi murni (APM) SMA/SMK nasional berada di angka 60,2%. Namun, di beberapa daerah tertinggal, angka ini masih di bawah 50%. Dengan adanya TKA, potensi siswa dari daerah 3T tetap dapat teridentifikasi.

Siswa yang unggul secara akademik memiliki peluang lebih besar untuk bersaing, meski berasal dari sekolah dengan keterbatasan sarana.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadikan TKA lebih dari sekadar tes. Ia adalah simbol bahwa mutu pendidikan hanya bisa dicapai bila semua pihak bekerja bersama.

TKA sebagai Katalis Perubahan Budaya Belajar

Selain sebagai instrumen evaluasi, TKA memiliki peran strategis dalam mengubah budaya belajar. Selama ini, sebagian besar siswa terbiasa dengan model ujian berbasis hafalan. Data Kemendikbudristek tahun 2023 menunjukkan 67% siswa SMA/SMK masih mengandalkan hafalan, sementara hanya 33% yang terbiasa dengan soal berbasis penalaran.

Format TKA yang mengedepankan literasi, numerasi, dan penalaran logis mendorong perubahan pola belajar. Siswa tidak hanya mengejar nilai rapor, tetapi juga dituntut memahami konsep dan berpikir kritis. Bagi sekolah, hasil TKA bisa menjadi cermin integritas. Jika nilai ujian sekolah sejalan dengan TKA, maka kualitas evaluasi internalnya sehat. Namun, jika terjadi kesenjangan besar, itu menjadi alarm untuk memperbaiki metode pembelajaran.

Lebih dari sekadar alat seleksi, TKA berpotensi menjadi katalis peningkatan mutu ujian sekolah. Guru tetap berperan utama dalam menentukan kelulusan, karena TKA tidak bersifat wajib. Namun, data TKA memperkuat peran guru dengan memberikan perspektif yang lebih objektif.

Tentu saja, berbagai kekhawatiran publik perlu diperhatikan. Salah satunya adalah potensi TKA dianggap sebagai “Ujian Nasional” gaya baru. Karena itu, komunikasi publik yang jelas sangat penting. Penegasan bahwa TKA tidak menentukan kelulusan harus terus disampaikan.

Kekhawatiran lain adalah ketimpangan akses. Murid dengan fasilitas lengkap lebih siap menghadapi TKA dibandingkan mereka yang terbatas. Untuk itu, pemerintah harus menyiapkan dukungan memadai, seperti bank soal gratis, bimbingan teknis bagi guru, dan pemerataan infrastruktur digital.

Dengan demikian, TKA benar-benar berfungsi sebagai instrumen keadilan, bukan sumber ketimpangan baru.
Selama empat tahun terakhir, sistem pendidikan kita sudah mengenal dua instrumen evaluasi: Asesmen Nasional yang mengukur kinerja sistem, serta penilaian guru untuk capaian individu. TKA hadir untuk melengkapi keduanya, menjembatani skala makro dan mikro.

Penutup

Ketika digunakan secara bijak, TKA dapat menjadi lebih dari sekadar alat seleksi. Ia berfungsi sebagai cermin evaluasi pendidikan nasional, membuka ruang kolaborasi lintas sektor, sekaligus katalis perubahan budaya belajar di sekolah.

Dengan standar nasional yang objektif, TKA mampu mengungkap potensi siswa dari berbagai pelosok negeri. Dengan kolaborasi pusat dan daerah, ia memperkuat rasa kepemilikan bersama terhadap kebijakan pendidikan.

Dengan desain soal yang mendorong penalaran, ia memicu pergeseran paradigma belajar menuju generasi yang kritis dan adaptif.

Jika dilaksanakan dengan komunikasi publik yang jernih, dukungan infrastruktur yang merata, serta keberlanjutan program strategis, TKA dapat menjadi instrumen penting dalam mencetak generasi unggul. ***

Penulis: Thoriq Anshorullah, Pengamat Ekonomi dan Pendidikan Mahasiswa Jabodetabek Raya

Lucky Cell Buka Promo Unik, Khusus Warga Bernama Agus Dapat Diskon 50% selama Agustus 2025!

0

Bogordaily.net – Memperingati Bulan Kemerdekaan RI ke-80, salah satu brand retail mobile shop Lucky Cell membuka promo unik selama Agustus 2025.

Lucky Cell memberi diskon harga 50% untuk all produk accesoris handphone dengan batasan diskon maksimal Rp25 ribu untuk semua outlet cabang Lucky Cell yang tersebar di 10 unit bisnis.

Lucky Cell berdiri sejak 2009 dengan basis utama market di Jakarta Timue. Tak hanya di Ciracas, saat ini Lucky Cell telah mengembangkan pangsa pasar hingga memiliki 10 titik retail penjualan di antaranya Lucky Cell Cibubur, Cilangkap, Cipayung, Lubang Buaya, Condet, Buaran, Cileungsi, Depok dan Sawangan.

“Sebagai salah satu brand retail One Stop Mobile Service Solution, kami berkomitmen memberi pelayanan terpadu kepada pengunjung. Ramah harga, ramah anak dan pastinya lokasi yang mudah dijangkau,” ujar Fredy, Direktur Utama Lucky Cell Group, Jumat (1/8/2025).(*)

Satu Dekade Festival Merah Putih, Dedie Rachim: Spirit Kebangsaan

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya satu dekade Festival Merah Putih (FMP) yang telah menjadi ikon kebangsaan di Kota Bogor.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Opening Ceremony FMP tahun 2025 di Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Jalan R.A. Fadhillah, Kemang, Kabupaten Bogor.

Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan FMP yang akan berlangsung selama satu bulan penuh dari 1 Agustus hingga 31 Agustus.

Dedie Rachim menyebut, festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata dari cinta tanah air dan penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan.

“Hari ini kita kembali mengukir sejarah, kita kembali mengulang kejayaan para pendahulu kita yang sudah menanamkan nilai-nilai spirit kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme, yang bermula dari Kota Bogor. Alhamdulillah, itu direpresentasikan dengan Festival Merah Putih,” tuturnya.

Dedie Rachim juga mengatakan bahwa FMP ini termasuk salah satu festival kebangsaan langka di Indonesia.

Kota Bogor telah menyelenggarakannya dari tahun 2015 dan menjadikan festival ini sebagai festival untuk memberikan penghormatan penuh kepada Merah Putih selama satu bulan.

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh partisipasi masyarakat dalam rangka menyambut bulan kemerdekaan dengan mengibarkan Merah Putih selama satu bulan penuh di rumah mereka masing-masing sebagai bentuk cinta kepada tanah air.

“Kita ramaikan festival Merah Putih ini, dengan mengibarkan bendera Merah Putih setiap hari selama bulan Agustus dan kita dukung kegiatan festival ini,” ujar Dedie Rachim.

Senada dengan itu, Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana, Brigjen TNI Faisol Izzudin Karimi, menyampaikan bahwa Festival Merah Putih merupakan inisiatif masyarakat yang kemudian mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mewariskan semangat perjuangan dan patriotisme dari para pejuang bangsa kepada generasi penerus,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku UMKM, siswa, dan keluarga besar di wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor untuk turut hadir dan menyemarakkan rangkaian kegiatan FMP. ***

Muhammad Irfan Ramadan

LinkUMKM, Platform Digital BRI Yang Telah Dimanfaatkan 12,9 Juta UMKM Untuk Naik Kelas

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmen dalam mendorong UMKM naik kelas di Indonesia. Melalui platform digital LinkUMKM, BRI menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang menyeluruh, mulai dari pemetaan kapasitas usaha hingga pendampingan dan pelatihan berbasis kebutuhan.

LinkUMKM dirancang sebagai jawaban atas tantangan utama pengusaha UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka.

Sejak diluncurkan, platform ini tumbuh menjadi pusat pemberdayaan digital bagi UMKM, yang kini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 12,9 juta UMKM di seluruh Indonesia.

Salah satu fitur unggulan dalam platform ini adalah Self-Assessment Naik Kelas, alat bantu skoring digital yang membantu UMKM mengetahui kelas usahanya secara lebih objektif.

Dengan mengetahui hasil skoring, UMKM dapat mengikuti pelatihan yang tepat sasaran sesuai modul yang direkomendasikan.

Melalui LinkUMKM, pengusaha UMKM juga berkesempatan mendapatkan berbagai akses pembinaan, informasi, serta dukungan untuk mendorong bisnisnya naik kelas.

Hingga akhir Juni 2025, tercatat lebih dari 9,9 juta UMKM telah melakukan menggunakan fitur skoring digital melalui LinkUMKM untuk mengenali posisi usahanya mulai dari kategori UMKM tradisional, berkembang, hingga modern.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa LinkUMKM merupakan wujud konkret komitmen BRI dalam memberdayakan UMKM secara sistematis dan berkelanjutan.

“LinkUMKM kami kembangkan sebagai solusi digital yang menyeluruh. Tidak hanya memetakan posisi UMKM, tetapi juga mengarahkan langkah pengembangan melalui pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM,” ujar Akhmad.

“Transformasi UMKM bukan proses instan. Tapi dengan pendekatan berbasis data dan dukungan teknologi, kami memastikan setiap UMKM memiliki peluang yang sama untuk naik kelas,” tambahnya.

Tidak hanya menyediakan fitur Self-Assessment Naik Kelas untuk memetakan tingkat kesiapan usaha, LinkUMKM juga menghadirkan beragam fitur pendukung yang saling terhubung. Salah satunya adalah UMKM Smart, yang memberikan rekomendasi pengembangan spesifik berdasarkan hasil skoring mandiri pengusaha.

Selain itu, tersedia fitur Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bisnis yang mempertemukan UMKM dengan para mentor dan coach professional.

Selain itu juga terdapat fitur Etalase, yaitu etalase digital yang memperluas akses pemasaran produk UMKM ke segmen pasar yang lebih luas. Platform ini juga terhubung langsung dengan jaringan Rumah BUMN untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM.

LinkUMKM juga menyediakan fitur Komunitas sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antar UMKM. Tak kalah penting, melalui kanal Media, LinkUMKM menyajikan berbagai informasi inspiratif, berita terkini, dan infografis edukatif yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha mikro.

Pengusaha UMKM juga dapat mengikuti pelatihan daring maupun luring di LinkUMKM dengan materi pelatihan yang disusun berbasis kebutuhan nyata, lebih dari 690 modul pembelajaran tersedia untuk mendukung penguatan soft dan hard competency.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pengusaha mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kelas dan kondisi usahanya. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih tepat sasaran, aplikatif, dan berdampak langsung pada kemajuan bisnis.

“Melalui LinkUMKM, BRI tidak hanya mendampingi pengusaha mengenali kapasitas dirinya, tetapi juga menyediakan jalur pertumbuhan yang nyata dari tradisional, menjadi berkembang, dan menuju modern.

Dengan fondasi ini, UMKM Indonesia dapat semakin tangguh menghadapi tantangan zaman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Akhmad. ***