Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 697

Inilah Hadiah Indonesian Idol 2025 yang Diraih Shabrina Leanor Sang Juara

0

Bogordaily.net – Hadiah Indonesian Idol 2025 tidak sekadar angka dan kendaraan mewah. Ia adalah cerita tentang mimpi yang ditebus dengan tenggorokan serak, air mata jatuh diam-diam di balik panggung, dan malam-malam sunyi yang hanya ditemani cermin dan bayangan diri.

Dan malam itu, panggung besar Indonesian Idol 2025 membuktikan satu hal: suara memang bisa mengubah hidup. Nama yang keluar sebagai pemenang adalah Shabrina Leanor.

Indonesian Idol bukan program biasa. Ini bukan hanya soal kompetisi menyanyi. Seperti ditulis oleh Erwan Juhara dalam Cendekia Berbahasa (2005:143), program ini adalah adaptasi dari Pop Idol Inggris dan American Idol Amerika, yang tujuannya jelas: menjadikan orang biasa sebagai bintang.

Indonesia telah menyerap konsep itu sejak 2004. Namun tiap musimnya selalu membawa rasa baru. Musim ini—tahun 2025—memunculkan satu nama besar: Shabrina Leanor.

Di malam bertajuk Result & Reunion, yang digelar Senin malam, 19 Mei 2025, pukul 21:15 WIB dan disiarkan langsung di RCTI, dua nama bersaing ketat: Fajar Noor dan Shabrina Leanor.

Malam itu mereka tidak hanya bernyanyi, mereka membuka diri, memperlihatkan luka, harapan, dan cinta pada musik yang terlalu dalam untuk dijelaskan dengan kata.

Tamu-tamu istimewa pun datang. Ada Andi Rianto bersama Magenta Orchestra. Ada Afgan, Lomba Sihir. Lagu-lagu seperti Sang Dewi, Lesung Pipi, hingga Bawalah Cintaku menggema seperti puisi raksasa yang ditulis bersama-sama oleh semua insan musik Indonesia.

Lalu datanglah pengumuman itu. Nama Shabrina menggema. Suaranya, ekspresinya, dan perjalanan panjangnya membawanya ke posisi puncak.

Dan tentu saja, hadiah Indonesian Idol 2025 pun resmi menjadi miliknya: uang tunai Rp150 juta, satu unit mobil, serta—yang tak tertulis—sejuta peluang baru.

Runner-up, Fajar Noor, tidak kalah berkilau. Ia membawa pulang Rp100 juta dan sebuah sepeda motor. Tapi yang paling penting, keduanya kini menjadi nama baru dalam kamus industri musik Indonesia.

Hadiah Indonesian Idol 2025 memang terdengar mewah. Tapi yang lebih mahal adalah prosesnya. Mungkin ini yang tidak kita lihat di TV: keraguan yang harus ditelan, panggilan yang ditolak demi latihan, dan komentar pedas yang harus dijadikan cambuk.***

Pegawai Bawa Kabur Uang Setoran dan Motor, Mitra Andalan Business Grup Alami Kerugian

0

Bogordaily.net – Salah satu mitra dari Andalan Business Grup, Muhammad Ardi, mengaku mengalami kerugian setelah pegawainya membawa kabur uang setoran dan satu unit sepeda motor.

Kejadian ini terjadi pada Sabtu, 17 Mei 2025, sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Raya Wangun, Ciawi, Kabupaten Bogor.

Pelaku yang diketahui bernama Gita Rianda, atau kerap disapa Ucok, merupakan teman dari korban sendiri.

Ia diduga membawa kabur uang setoran hasil penjualan ayam sebesar kurang lebih Rp 2 juta, serta sepeda motor Yamaha Fino dengan nomor polisi F 2059 FDQ.

“Pelaku membawa kabur uang hasil dagang dan sepeda motor saya. Sampai saat ini belum ada kabar,” ujar Muhammad Ardi kepada Bogordaily.net melalui sambungan telepon, Selasa 20 Mei 2025.

Setelah menyadari kejadian tersebut, Ardi telah mencoba mencari pelaku dengan mendatangi kediaman dan keluarga Gita Rianda di wilayah Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor. Namun, keberadaan pelaku masih belum diketahui.

Muhammad Ardi berharap agar pelaku segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia juga berencana melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian agar segera ditindaklanjuti secara hukum.***

Ibnu Galansa

Gus Abdul Somad Hadiri Harlah Fatayat NU ke-75 Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Harlah Fatayat NU ke-75 Kabupaten Bogor berlangsung sederhana tapi hangat di Gedung Korpri, Cibinong, Minggu pagi, 18 Mei 2025.

Tak ada panggung tinggi. Tapi ada yang penting: Gus Abdul Somad hadir. Ketua PCNU Kabupaten Bogor yang baru dilantik itu datang menghadiri.

Menyalami satu per satu kader Fatayat NU yang sudah duduk rapi. Ramah. Santai. Tanpa protokoler panjang.

“Ini bukan sekadar perayaan. Ini pengingat bahwa perjuangan perempuan muda NU masih panjang,” kata Gus Abdul Somad.

Harlah Fatayat NU kali ini memang jauh dari kesan megah. Tapi justru di situlah letak kekuatannya.

Doa bersama, potong tumpeng, dan obrolan hangat antar kader menjadi inti acara. Tidak banyak bicara. Lebih banyak aksi.

Hadir juga tokoh muda NU Achmad Ubaidillah, cucu keturunan kelima dari ulama besar Mama Falak Pagentongan.

Ia duduk berdampingan dengan Gus Abdul Somad. Sama-sama menikmati suasana—yang lebih mirip pengajian keluarga besar daripada acara organisasi nasional.

“Fatayat ini benteng NU yang tidak banyak bicara, tapi banyak kerja,” ujar seorang kader.

Gus Abdul Somad mengingatkan agar Fatayat tetap aktif dalam bidang-bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan. Terutama untuk perempuan muda di desa-desa.

“Kalau Fatayat kuat, NU kuat,” ucapnya.

Dan memang benar. Dalam Harlah Fatayat NU ke-75 ini terlihat bahwa organisasi perempuan muda NU tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang.

Banyak dari mereka yang kini bergerak di bidang UMKM, parenting, hingga digitalisasi dakwah.

Tak ada sorotan kamera besar. Tapi ada kekuatan yang nyata: semangat kader perempuan NU yang tidak mau berhenti hanya sebagai pelengkap.

Acara berakhir. Tidak ada musik. Tidak ada selebritas. Tapi semua pulang dengan rasa cukup.

Karena Harlah Fatayat NU ke-75 bukan tentang seremonial. Tapi tentang siapa yang tetap mau bergerak, meski tanpa sorotan.

Dan Gus Abdul Somad ada di tengah-tengah mereka. Menyaksikan. Mendukung. Dan terus berjalan bersama.***

Bosowa MoU dengan UNJ Bangun Labschool di Bekasi

0

Bogordaily.net – Bosowa Corporindo melalui Bosowa Education melakukan tanda tangan nota kesepahaman dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk pembangunan sekolah Labschool di wilayah Bekasi. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan pendidikan di dalam Bosowa Education

Penandatanganan dilakukan oleh CEO Bosowa Corporindo, Bapak Subhan Aksa, didampingi DIC Bosowa Education Bapak Asrul Hidayat dan Rektor UNJ, Bapak Prof. Dr. Komaruddin, M.Si., di Gedung Rektorat Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Senin (19/5/2025).

Dalam sambutannya, Bapak Subhan Aksa menyampaikan terima kasih kepada Rektor UNJ beserta jajarannya, atas kerja sama yang akan berlangsung ini. Beliau menegaskan bahwa Bosowa senantiasa berkomitmen dalam mencerdaskan generasi bangsa melalui pengembangan pendidikan berkualitas.

“Bosowa turut berkontribusi dalam membangun dan mencerdaskan generasi bangsa dengan mengembangkan Bosowa Education yang saat ini memiliki empat sekolah, dua di Makassar, satu di Bogor, dan satu di Cilegon, serta dua institusi pendidikan tinggi, yakni Universitas Bosowa dan Politeknik Bosowa,” ujar Bapak Subhan dalam sambutannya.

Bapak Subhan menambahkan, kerja sama dengan UNJ merupakan titik terang bagi Bosowa Education untuk semakin menunjukkan komitmennya dalam dunia pendidikan. Rencananya, pembangunan sekolah Labschool akan berlokasi di wilayah Bekasi, yang akan menjadi pengembangan baru bagi Bosowa Education di masa mendatang.

Sementara itu, Rektor UNJ, Prof. Dr. Komaruddin, M.Si., juga menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Beliau berharap, melalui kolaborasi ini, Labschool bersama Bosowa dapat memberikan manfaat nyata dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.

“Sekolah Labschool UNJ memang banyak diminati masyarakat. Pendirian sekolah ini bukan hanya demi kemajuan pendidikan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata untuk anak bangsa,” tutupnya.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi awal dari sinergi yang lebih luas dalam pengembangan mutu pendidikan di Indonesia, baik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah maupun pendidikan tinggi. ***

Mengajar dengan Hati: Perjalanan Seorang Guru Sekolah Luar Biasa Menghadapi Tantangan

0

Bogordaily.net – Di sebuah sudut kota yang tak terlalu ramai, berdirilah sebuah Sekolah Luar Biasa BCD Depok yang menjadi rumah kedua bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Di balik pintu kelas yang sederhana, seorang guru bernama Ibu Ica menjalani hari-harinya dengan penuh cinta dan kesabaran. Baginya, mengajar bukan sekedar profesi, melainkan panggilan hati yang mengajarkan arti ketulusan dan perjuangan tanpa henti.

Ibu Ica bukanlah sosok yang lahir dari keluarga guru, bahkan beliau tidak mengambil jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) atau Pendidikan Khusus, namun semangat yang membara untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus membawanya menapaki jalan yang penuh liku.

Setiap pagi, ia datang lebih awal, menyiapkan alat bantu belajar dan menyusun rencana pengajaran yang tak hanya mengandalkan buku, tapi juga sentuhan personal yang membuat murid-muridnya merasa dihargai dan dicintai.

“Tentu pertama kali mengajar itu tidak mudah, karena saya bukan dari ahli, tapi perlahan ada titik dimana mereka dan saya sudah klop dan sudah ketemu dari hati ke hati,” ujar Bu Ica.

Mengajar anak-anak dengan kebutuhan khusus bukan perkara mudah. Ada tantangan besar dalam memahami bahasa tubuh mereka, mengenali kebutuhan emosional, dan menyesuaikan metode belajar yang berbeda-beda.

Ibu Ica sering kali harus menjadi pendengar yang sabar, sahabat yang menguatkan, dan guru yang tak kenal lelah mencoba berbagai cara agar setiap anak bisa berkembang sesuai potensinya.

Fakta menunjukkan bahwa guru sekolah luar biasa menghadapi tekanan psikologis dan fisik yang jauh lebih berat dibandingkan guru pada umumnya. Selain keterbatasan fasilitas, mereka juga harus berjuang melawan stigma sosial yang masih melekat pada anak-anak berkebutuhan khusus.

Namun, Ibu Ica menolak menyerah. Baginya, setiap anak adalah anugerah yang patut diperjuangkan, bukan beban yang harus ditanggung.

Ia sering berbagi cerita tentang bagaimana seorang murid yang awalnya sulit berkomunikasi, perlahan mulai membuka diri dan menunjukkan bakatnya di bidang seni musik.

“Anak anak disini digali keahliannya, bakat, dan kesukaan mereka itu apa karena walaupun mereka keterbelakangan dalam fisik atau mental tapi pasti ada kelebihan yang harus dikembangkan di dalam diri mereka,” tambah Ibu Ica.

Momen itu bukan hanya kebahagiaan bagi murid tersebut, tapi juga kemenangan bagi Ibu Ica yang telah berjuang tanpa lelah.

Cerita perjuangan Ibu Ica adalah cermin dari banyak guru luar biasa di seluruh negeri yang mengajar dengan hati. Mereka mengajarkan kita bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tapi juga tentang membangun rasa percaya diri, harapan, dan cinta pada diri setiap anak.

Di balik tantangan yang ada, ada kisah-kisah penuh inspirasi yang layak kita dengar dan apresiasi.

Akhirnya, perjalanan Ibu Ica mengingatkan kita bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

Dengan guru-guru seperti Ibu Ica, dunia pendidikan menjadi lebih manusiawi dan inklusif. Mengajar dengan hati bukan hanya sebuah pilihan, tapi juga sebuah misi mulia yang mampu mengubah kehidupan banyak generasi ke depan. ***

 

Cemarkan Sungai di Citeureup, Perusahaan Ini Kena Sanksi DLH Kabupaten Bogor

Bogordaily.net – Warga Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor dibuat resah oleh fenomena mencurigakan yang terjadi pada aliran sungai di wilayah mereka.

Air sungai yang biasanya jernih kini berubah menjadi warna oranye pekat, diduga kuat akibat cemaran limbah industri atau pembuangan liar yang tidak bertanggung jawab.

Keresahan warga terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial dan kemudian dilaporkan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dimana dalam video tersebut, terlihat jelas perubahan warna mencolok pada air sungai, memicu kekhawatiran serius soal dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak, ke beberapa industri di wilayah Citeureup, pada Senin 19 Mei 2025.

Hal tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat dan viralnya informasi di media sosial terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di wilayah Citeureup,

Kepala Bidang Penegakan Hukum Lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3 (PHLPLB3) DLH Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana menyampaikan bahwa, inspeksi ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan guna menanggapi berbagai aduan masyarakat, termasuk dari tokoh masyarakat Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup.

Inspeksi dilakukan bersama tim dari Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), Unit Reskrim Polsek Citeureup, aparat Pemerintah Desa Tarikolot, serta perwakilan laboratorium dan tokoh masyarakat.

“Kami melakukan penelusuran dari hulu ke hilir aliran yang diduga tercemar. Salah satu lokasi yang kami periksa adalah PT Harapan Mulya, perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan bak sampah dengan aktivitas pengecatan menggunakan powder coating berwarna oranye, hitam, hijau, dan biru,” kata Gantara Lenggana.

Menurutnya, dari hasil inspeksi, ditemukan adanya saluran pembuangan (outfall) yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Kemudian, tim segera melakukan tindakan berupa penyegelan lokasi, penutupan (grouting) saluran limbah, serta pemasangan garis PPLH. Pengambilan sampel badan air penerima di titik upstream dan downstream juga dilakukan untuk analisis laboratorium yang hasilnya akan diterima dalam 14 hari ke depan.

Selain PT Harapan Mulya, tim juga memeriksa CV Karya Erat. Namun tindakan penutupan hanya dilakukan di PT Harapan Mulya karena ditemukan indikasi kuat adanya pelanggaran.

Ia menegaskan bahwa, pada hari Senin mendatang, pihak perusahaan akan dipanggil untuk dilakukan Berita Acara Pengawasan (BAP). Jika terbukti melanggar, sanksi administratif berupa paksaan pemerintah dan denda akan diberikan.

“Apabila pelaku usaha tidak menunjukkan itikad baik, maka akan dilanjutkan dengan sanksi pidana sesuai dengan Undang-Undang Lingkungan Hidup, menggunakan prinsip ultimum remedium,” jelasnya.

Lebih lanjut, DLH mengimbau seluruh pelaku usaha agar senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku, mengelola limbah B3 sesuai dengan dokumen lingkungan yang dimiliki, dan bekerja sama dengan pihak ketiga yang berizin resmi untuk pengumpulan, pemanfaatan, dan pengolahan limbah.

“Kami tidak melarang operasional perusahaan, namun kami tegaskan bahwa pembuangan limbah ke media lingkungan yang tidak sesuai aturan adalah pelanggaran serius. Ini bukan hanya tugas DLH atau aparat, tapi tanggung jawab kita bersama,” ungkap Gantara Lenggana.***

Albin Pandita

Diduga Tercemar Limbah Industri, Sungai di Citeureup Berwarna Oranye, Warga Lapor ke Dedi Mulyadi

Bogordaily.net – Fenomena langka dialami warga Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, di mana sungai atau kali di wilayah mereka diduga tercemar limbah industri.

Dalam video yang beredar dan diunggah ulang Instagram @bogordailynews nampak aliran sungai atau kali berwarna oranye. Kondisi sungai pun dilaporkan ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Pak Dedi, tuh ada pembuangan limbah, air kali tiba-tiba jadi orange,” kata si pembuat video yang kini viral.

Dari video, terlihat jelas perubahan warna mencolok pada air sungai, memicu kekhawatiran serius soal dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan sekitar.

Warga merasa khawatir hal tersebut akan berdampak buruk untuk anak-anak, mengingat air sungai yang kondisinya sudah tidak layak lagi digunakan.

Warga berharap laporan ini segera direspons oleh pemerintah setempat, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup hingga ke tangan Bupati Bogor, Rudy Susmanto dengan melibatkan tim investigasi independen untuk menelusuri sumber pencemaran.

Selain penindakan terhadap pihak yang terbukti bersalah, warga juga meminta adanya upaya pemulihan kualitas air sungai dan edukasi rutin kepada pelaku industri maupun masyarakat agar kejadian serupa tak terulang.

Pihaknya juga berharap, Dedi Mulyadi turun tangan langsung agar sungai di wilayah Citeureup itu bisa kembali bersih.

Langkah nyata dari pihak berwenang sangat dinantikan. Tidak hanya untuk mengatasi dampak jangka pendek, tetapi juga demi menjaga keberlangsungan hidup dan hak atas lingkungan yang sehat bagi masyarakat Citeureup dan sekitarnya.***

BAZNAS Kota Bogor Bangun Silaturahmi Bersama Komunitas Mahasiswa dalam Penguatan Program

0

Bogordaily.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor menerima kunjungan silaturahmi dari Persatuan Bogor Bersatu di Kantor BAZNAS Kota Bogor.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kasat Intel Polresta Bogor Kota dan Polsek Bogor Timur, dan menjadi ajang penguatan sinergi dalam manajemen serta tata kelola program dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Wakil Ketua III BAZNAS Kota Bogor, Romdoni, S.Ag., menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan momentum strategis untuk mempererat hubungan antara BAZNAS dan komunitas masyarakat. Hal ini penting dalam rangka penguatan pengelolaan dan penyaluran dana ZIS agar semakin tepat sasaran dan memberi dampak luas.

“Dana hibah yang diterima dari Pemerintah Kota Bogor diperuntukkan untuk insentif pimpinan, biaya administrasi umum, serta anggaran sosialisasi dan edukasi. Sedangkan dana zakat yang dikumpulkan dari para muzaki dan munfiq disalurkan melalui lima program unggulan: Bogor Sehat, Bogor Cerdas, Bogor Peduli, Bogor Dakwah, dan Bogor Berkah,” jelas Romdoni.

Pertemuan ini juga membahas potensi peningkatan distribusi zakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjamin transparansi pengelolaan kepada publik.

Wakil Ketua IV lainnya, Hussen As-Solah, S.Ag., M.E., menambahkan bahwa BAZNAS Kota Bogor sebagai lembaga non-struktural berkomitmen menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Secara normatif, BAZNAS Kota Bogor terikat dengan regulasi yang mengharuskan audit berkala oleh kantor akuntan publik. Ini adalah bagian dari upaya membangun kepercayaan publik dan para muzaki,” ungkap Hussen.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas sinergi dengan berbagai pihak.

“Melalui silaturahmi ini, kita harap dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya zakat serta memperkuat kolaborasi antar-stakeholder demi terciptanya program-program yang berdampak nyata bagi Kota Bogor,” pungkasnya. ***

Dianggap Meresahkan, Polisi Amankan 10 Juru Parkir Liar dan Pengamen Jalanan di Bogor

Bogordaily.net – Polres Bogor bersama TNI dan Satpol-PP Kabupaten Bogor berhasil mengamankan 10 orang juru parkir liar dan pengamen jalanan yang dianggap sering membuat keresahan warga, pada Senin 19 Mei 2025.

Plt Kasi Humas Polres Bogor, IPDA Yulista Mega Stefani, menjelaskan bahwa, pengamanan orang-orang yang mengganggu ketertiban umum tersebut dilakukan di wilayah Kecamatan Cibinong, Sukaraja dan kawasan industri wilayah Sentul.

“Dari hasil razia pada hari ini kita berhasil mengamankan 10 orang yang berprofesi sebagai juru parkir liar dan pengamen jalanan atau anak punk,” kata Ipda Yulista kepada wartawan, Senin 19 Mei 2025.

Ia menjelaskan, 10 orang itu langsung diangkut ke Mako Polres Bogor untuk diserahkan ke dinas sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor agar dilakukan pembinaan.

“Kami bawa ke mako Polres untuk didata dan karena tidak ada unsur pidananya kami serahkan ke Dinsos untuk dilakukan pembinaan,” jelasnya.

“Dari yang kami amankan itu dianggap meresahkan masyarakat,” tambah Yulista.

Selain itu, Ia mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor untuk tidak segan melapor ke pihak kepolisian jika ada orang atau kelompok yang mengganggu ketertiban umum.

“Kami Polres Bogor mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bogor apabila mengalami intimidasi atau gangguan keamanan agar segera melaporkan ke Polres Bogor,” ujarnya.***

Albin Pandita

Disdukcapil Kota Bogor Imbau Masyarakat Lebih Waspada Kasus Penipuan Digital

0

Bogordaily.net – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan pegawai instansi tersebut.

Modus yang digunakan oleh pelaku penipuan ini cukup mengkhawatirkan, yakni dengan menyebarkan tautan palsu yang mengarahkan warga untuk mengunduh aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Dalam pesan yang beredar melalui WhatsApp, pelaku mengaku sebagai petugas pendataan Disdukcapil dan meminta korban untuk menginstal aplikasi IKD melalui link yang diberikan.

Dalam pesan yang beredar melalui WhatsApp, pelaku mengaku sebagai petugas pendataan Disdukcapil dan meminta korban untuk menginstal aplikasi IKD melalui link yang diberikan.

Tak jarang, pelaku juga melakukan panggilan video untuk meyakinkan korban dengan berpura-pura menjadi petugas resmi Disdukcapil.

Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menghubungi warga secara langsung melalui pesan WhatsApp.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengunduh aplikasi dari link yang dikirimkan oleh pihak yang tidak dikenal.

“Kami ingin menegaskan bahwa aplikasi IKD resmi hanya bisa diunduh melalui PlayStore dan App Store. Jangan mudah percaya pada pesan yang mencurigakan, terutama yang meminta pengunduhan aplikasi melalui tautan pribadi,” ujar Ganjar,

Menurut Ganjar, ada dua cara resmi untuk mengaktivasi aplikasi IKD yang pertama, dengan datang langsung ke kantor Disdukcapil Kota Bogor atau kantor kecamatan di seluruh wilayah Kota Bogor, dan kedua, secara daring melalui Zoom setelah melakukan konfirmasi dengan petugas resmi.

Jika menerima pesan atau panggilan yang mencurigakan, masyarakat diminta untuk segera mengabaikannya dan melaporkannya ke kantor Disdukcapil atau pihak berwenang.

“Jika ada yang mencurigakan, segera konfirmasi ke kami melalui Layanan Chat WhatsApp Sampurasun Dukcapil di Nomor 081290003271. Jangan sembarangan klik link atau memberikan data pribadi,” jelas Ganjar

Kasus penipuan ini semakin meresahkan, mengingat sejumlah korban yang telah terlanjur mengunduh aplikasi palsu mengalami kerugian signifikan.

Setelah mengklik tautan yang diberikan pelaku, ponsel korban diduga terinfeksi malware yang memberikan kontrol penuh kepada pelaku atas perangkat tersebut.

Akibatnya, aplikasi mobile banking korban dapat diakses dan saldo rekening mereka terkuras habis. ***

Muhammad Irfan Ramadan