Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 706

Jejak Memo Hermawan yang Serukan “Walk Out” Karena Tersinggung Sama KDM

0

Bogordaily.net – Memo Hermawan viral dan jadi perbincangan setelah serukan “walkout” saat rapat paripurna di gedung DPRD Jawa Barat.

Pagi itu, Jumat 16 Mei 2025, Gedung DPRD Jawa Barat tiba-tiba terasa lebih panas dari biasanya. Bukan karena cuaca. Tapi karena suasana. Karena kata-kata. Karena ego.

Memo Hermawan berdiri. Lalu bicara. Satu dua kalimat. Lalu… mengajak keluar. Bukan jalan-jalan. Tapi keluar dari ruang sidang. Dari rapat paripurna.

Suaranya keras. Isinya jelas: ia dan seluruh Fraksi PDIP harus walk out. Harus meninggalkan ruangan.

Dan mereka pun berdiri. Satu per satu. Dipimpin Memo. Diikuti Doni Maradona Hutabarat. Dan termasuk Wakil Ketua DPRD Jabar dari PDIP, Ono Surono.

Satu fraksi keluar. Tanpa gaduh. Tanpa sorak. Tapi cukup untuk menggetarkan ruang dewan yang selama ini terasa penuh basa-basi.

Apa yang terjadi?

Sehari sebelumnya, ada Musrenbang. Ada Dedi Mulyadi. Ada pernyataan yang—menurut mereka—merendahkan martabat lembaga DPRD.

Pernyataan itu menohok. Tidak langsung menyebut nama, tapi cukup dalam menusuk harga diri.

“Kalau gubernur tidak butuh pendapat DPRD, ya tidak usah bahas Raperda di sini!” begitu kira-kira Doni membuka interupsi, sesaat setelah sidang dimulai.

Lalu Memo menyambung. “Kalau tidak ada klarifikasi dari Gubernur, tidak usah lanjut. Marwah DPRD harus dijaga. Harus ada etika antarlembaga. Ini Trias Politika, bukan one man show.”

Dan hari itu, sidang yang semula akan membahas pandangan fraksi tentang Raperda, berubah menjadi panggung protes terbuka.

Antara eksekutif dan legislatif. Antara Memo dan Gubernur.

Lalu siapa Memo Hermawan?

Ia lahir di Garut. Tahun 1953. Nama yang sudah lama bergema di dunia politik lokal Jawa Barat.

Dulu pernah jadi Wakil Bupati. Lalu Bupati Garut. Gantikan Agus Supriadi yang terjerat kasus korupsi. Ia tidak terseret. Ia justru menyelesaikan periode itu.

Kini ia kembali—di kursi DPRD Jabar. Dua periode. Duduk sebagai Ketua Fraksi PDIP. Tapi masih seperti dulu: keras, tidak suka basa-basi, dan tidak takut berbeda suara.

Ia mungkin tahu: walk out tidak menyelesaikan masalah. Tapi hari itu, ia ingin mengirim pesan.

Bahwa harga diri lembaga ini tidak untuk ditawar. Tidak untuk dikecilkan. Bahkan oleh seorang Gubernur.

Dan sidang pun terus berjalan. Tanpa Fraksi PDIP.

Tapi dengan satu catatan sejarah: bahwa pernah, satu Memo bisa membuat satu fraksi memilih keluar. Demi harga diri.***

Belum Usai Hebohnya Fantasi Sedarah, Kini Muncul Lagi Grup Facebook Suka Duka

0

Bogordaily.net – Setelah dihebohkan dengan kemunculan Fantasi Sedarah, kini muncul grup Facebook lainnya yakni ‘Suka Duka’ yang sama-sama memuat konten-konten tidak pantas.

Grup ini menuai kecaman keras dari warganet karena dinilai serupa dengan kasus viral sebelumnya, yaitu grup ‘Fantasi Sedarah’ yang dikenal menyebarkan konten menyimpang terkait hubungan keluarga kandung.

Kemunculan grup ini pun memperkuat keresahan publik tentang lemahnya pengawasan dan moderasi konten di platform media sosial, khususnya Facebook.

Konten Menyimpang di Grup Facebook ‘Suka Duka’ Keberadaan grup ‘Suka Duka’ dengan anggota mencapai lebih dari 41,9 ribu orang menjadi sorotan setelah salah satu pengguna akun @laviencapri mengunggah tangkapan layar percakapan dari grup tersebut.

Dalam percakapan itu, terdapat unggahan tidak senonoh dari akun Facebook bernama Rama Raka, yang membuat banyak warganet marah dan merasa jijik.

Reaksi Keras Netizen

Salah satu unggahan yang memicu kemarahan warganet adalah unggahan dari akun Facebook bernama Rama Raka yang menulis pada grup tersebut:

“Hubungan intim dengan ibu kandung itu dilarang, tetapi itu yang paling nikmat.”

Ucapan tersebut langsung menuai kecaman. Akun Twitter @Brainrot_anuela menanggapi dengan keras.

“Benci banget dari dulu sama orang yg kek ginian,apa mereka gak bisa nahan nafsu mereka kah? Bayangin,orang tua mereka yg sudah ngebesarin mereka dari bayi berharap jadi anak yg bener tapi karena kebanyakan nonton bok*p jadi tolol,najis g*blok gini. Ga banget deh.”

Banyak netizen mendesak pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah hukum terhadap grup ini. Beberapa dari mereka bahkan langsung melaporkan grup ‘Suka Duka’ ke akun resmi @DivHumas_Polri dengan harapan agar kasus ini ditangani secara serius.

“@DivHumas_Polri Pak, tolong dong ditindak ini terkait FB. Pelecehan seksual begini,” tulis salah satu netizen.

Kemkomdigi Bertindak Tegas

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah mengambil langkah tegas dalam menanggapi munculnya grup kontroversial di media sosial Facebook ‘Fantasi Sedarah’.

“Grup itu memuat konten fantasi dewasa anggota komunitas terhadap keluarga kandung, khususnya kepada anak di bawah umur,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar.

Usai viral, Kemkomdigi langsung melakukan pemblokiran terhadap enam grup konten negatif tersebut.

“Kemkomdigi dengan sigap menindaklanjuti aduan masyarakat dan telah melakukan pemutusan akses terhadap enam grup Facebook,” katanya.

Selain melakukan pemblokiran konten negatif, Kemkomdigi juga melakukan koordinasi dengan Platform Meta sebagai induk Facebook atas penyebaran paham yang bertentangan dengan norma tersebut.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Meta untuk melakukan pemblokiran atas grup komunitas tersebut,” ujarnya. ***

 

Usai Viral Tarif Parkir Alun-Alun Empang, Polsek Bogor Selatan Limpahkan Kasus ke Satgas Saber Pungli

Bogordaily.net – Setelah keluhan masyarakat terkait tarif parkir yang tidak wajar di kawasan Alun-Alun Empang, Bogor, viral di media sosial, Polsek Bogor Selatan langsung melakukan koordinasi bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika).

Kapolsek Bogor Selatan, AKP Sonson Sudarsono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghimpun berbagai keterangan dari saksi dan warga sekitar guna memperjelas situasi yang terjadi.

Menurut AKP Sonson, pihaknya ingin memastikan bahwa proses penyelesaian masalah ini berjalan secara kondusif tanpa menimbulkan keresahan baru di masyarakat

“Kami dari Polsek Bogor Selatan telah mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi termasuk warga sekitar, agar persoalan ini menjadi lebih jelas dan terang benderang,” ujar AKP Sonson, Jum’at 16 Mei 2025.

Langkah ini dilakukan agar permasalahan dapat diselesaikan secara kondusif tanpa menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Untuk itu, musyawarah lintas instansi pun digelar di kantor Kecamatan Bogor Selatan. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Muspika, mulai dari camat, koramil, lurah, perwakilan RS UMMI, DKM Masjid hingga ketua RT dan RW.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan harapan agar pengelolaan parkir di kawasan Alun-Alun Empang dapat lebih tertata dan melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal secara positif.

“Kami juga mengusulkan agar kegiatan perparkiran di sana dikoordinasikan secara resmi dengan pihak-pihak terkait,” tambah AKP Sonson.

Rapat Lintas Intansi

Untuk memperkuat langkah penyelesaian, digelar rapat lintas instansi di kantor Kecamatan Bogor Selatan. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Muspika, mulai dari camat, koramil, lurah, perwakilan RS UMMI, pengurus DKM Masjid, serta ketua RT dan RW setempat.

Forum ini bertujuan agar seluruh pihak dapat memberikan pandangan dan masukan mengenai pengelolaan parkir di kawasan Alun-Alun Empang secara lebih tertib dan terstruktur.

AKP Sonson juga menyampaikan harapannya agar pengelolaan parkir tidak hanya mengutamakan keuntungan pribadi, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal secara positif.

Tak hanya itu, Ketua Tim Satgas Saber Pungli Kota Bogor, AKBP Indra Ranu Dikarta, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti setiap laporan yang diterima dari masyarakat.

“Setiap ada pengaduan dari masyarakat, pasti akan kami dalami. Kami mengapresiasi langkah cepat Polsek Bogor Selatan dalam menangani kasus ini,” tegas AKBP Indra.

Awal Mula Kasus Viral

Kasus ini mencuat setelah warga melaporkan tarif parkir yang dianggap tidak masuk akal melalui media sosial. Video dan foto yang menggambarkan biaya parkir tinggi tersebut langsung menuai kritik tajam dari masyarakat.

Tidak sedikit warganet yang menilai praktik pungutan liar ini perlu segera dihentikan agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan pengunjung.

Polsek Bogor Selatan kemudian memutuskan untuk melimpahkan kasus ini kepada Satuan Tugas Saber Pungli Kota Bogor guna melakukan penyelidikan lebih mendalam.

Dengan adanya pelimpahan kasus ini ke Satgas Saber Pungli, diharapkan ada solusi jangka panjang yang dapat memastikan tarif parkir di kawasan Alun-Alun Empang lebih transparan dan tidak lagi merugikan pengunjung.

Pemerintah setempat juga akan turut serta dalam pengawasan agar masyarakat tidak merasa terbebani dengan biaya parkir yang tidak wajar.

(Ibnu Galansa)

 

Ig Ida Nurhayati Sekdes di Lamongan Diserbu Netizen 

0

Bogordaily.net – Akun IG  Ida Nurhayati Sekdes di Lamongan mendadak jadi buruan warganet.

Bukan karena kontennya menginspirasi. Tapi karena skandal yang menggelegar dari sebuah desa kecil bernama Kendalkemlagi di Lamongan.

Ya, sebuah desa yang mungkin tak banyak orang tahu sebelumnya.

Tapi sejak akun IG @cat.warrior.lamongan mengunggah kisah kelam dua perangkat desa itu, nama Iwan Fanani dan Ida Nurhayati langsung viral.

Bukan viral karena prestasi. Tapi karena dugaan perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Ini seperti drama. Tapi bukan di televisi. Ini nyata. Di desa. Di sekitar kita.

Konon, akun IG Iwan Fanani dan Ida Nur Hayati langsung jadi buruan. Dicari-cari netizen.

Entah untuk dibully, atau sekadar ingin melihat wajah dua sosok yang kini disebut-sebut sebagai “duo b4ngs*t” — begitu kata si pengunggah @cat.warrior.lamongan. Kasar? Ya. Tapi begitu ekspresi netizen hari ini.

Unggahan itu tak cuma soal perselingkuhan. Tapi juga menyebut KDRT. Disebutkan, sang istri Iwan Fanani babak belur. Di depan umum. Ada saksi. Ada luka. Dan ada kemarahan kolektif.

Yang menarik — dan agak menakutkan — adalah bagaimana warga yang menyebar kisah ini justru diancam balik.

Katanya, ada DM berisi surat dari pengacara. Disuruh minta maaf. Kalau tidak, katanya, akan dibawa ke jalur hukum. Warga biasa dilawan hukum. Mengerikan, bukan?

Dan seolah belum cukup, nama baru muncul: Khotimatus Sa’adah. Disebut sebagai kakak dari Iwan Fanani.

Ikut bersuara, ikut mencari siapa saja yang menyebarkan kabar soal adiknya. Entah untuk membela, atau menekan. Tidak jelas. Tapi yang pasti, akun-akun yang mengunggah kisah ini mulai diburu.

Ya media sosial hari ini bisa mengangkat siapa saja jadi viral. Tapi juga bisa menjatuhkan.

Bisa membongkar rahasia. Bisa membuka aib. Bahkan bisa mengubah nasib.

Dan kini, akun IG Iwan Fanani dan Ida Nurhayati jadi simbol: bahwa kekuasaan kecil di desa pun bisa tergelincir oleh skandal besar. Bukan karena tidak tahu aturan. Tapi mungkin karena merasa tak akan ketahuan.

Padahal, di era sekarang, tidak ada yang benar-benar bisa disembunyikan.***

Pembuat Grup Facebook Fantasi Sedarah Dikuliti Netizen. Siapa Dia?

0

Bogordaily.net – Pembuat Grup Facebook Fantasi Sedarah itu kini sedang diburu. Bukan polisi. Tapi warganet. Mereka geram. Mereka tersinggung. Mereka marah.

Secepat itu algoritma media sosial menyingkap apa yang semula sembunyi. Nama grupnya mencolok: Fantasi Sedarah. Tempat para penyimpang berkumpul.

Bukan sembunyi di lorong gelap, tapi justru terang-terangan di Facebook.

Begitu nama grup itu muncul di X—dulu Twitter—dan kemudian viral di TikTok, mulailah perburuan dilakukan.

Siapa sebenarnya pembuat Grup Facebook Fantasi Sedarah itu? Kenapa bisa ada ribuan orang yang tergabung di dalamnya?

Angkanya mengejutkan. 26.964 anggota. Seakan-akan ini komunitas yang resmi. Bukan sekadar segelintir penyimpang.

Mereka aktif. Mereka mengirim tulisan. Bahkan foto. Tak sedikit yang melecehkan anak-anak di bawah umur. Saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Tak tega.

Alhasil,  warganet mendadak jadi detektif. Di X, akun @tanyarlfes pertama kali mengungkapkan ini.

Dari sana, meledaklah ke mana-mana. Seruan untuk report massal mulai muncul. Tak hanya grupnya. Tapi juga akun-akun yang terlibat. Apalagi sebagian besar pakai identitas palsu.

Namun tetap, ada satu yang paling dicari: Identitas pembuat Grup Facebook Fantasi Sedarah.

Siapa dia?

Itulah pertanyaan yang sampai sekarang belum bisa dijawab. Facebook belum bicara. Belum merespons.

Tapi tekanan makin kuat. Karena ini bukan hanya soal penyimpangan. Ini soal moral. Soal anak-anak.

Tapi angka dan fakta tidak bisa dibantah. Grup seperti itu bukan sekadar harus dihapus. Harus diusut. Harus dihentikan sampai ke akarnya.

Karena, bagaimana bisa 26 ribu orang begitu leluasa membangun “dunia” seperti itu? Di tengah semua regulasi. Di tengah semua sensor. Jawabannya satu: karena semua lengah.***

Masih Jumat Berkah! Klaim Saldo Gratis Rp199.000 via Link DANA Kaget Hari Ini, Cukup Klik Sekali

0

Bogordaily.net – Masih suasana Jumat berkah, saldo DANA gratis hingga Rp199.000 melalui tautan link DANA kaget hari ini bisa Kamu dapatkan dan langsung cair ke dompet elektronik.

Tak perlu khawatir soal biaya, karena saldo ini bisa diklaim secara cuma-cuma aias gratis  oleh siapa saja yang beruntung mengakses tautan sebelum kehabisan kuota.

Fitur DANA Kaget semakin populer di kalangan pengguna karena menawarkan kemudahan dalam berbagi saldo secara instan.

Link DANA Kaget banyak dicari karena menawarkan kesempatan mendapatkan saldo gratis tanpa perlu melakukan top up.

Selain itu, proses klaimnya sangat mudah, hanya membutuhkan beberapa langkah cepat. Namun, karena jumlah saldo terbatas, pengguna dituntut bergerak cepat sebelum kuota habis.

Hanya dengan satu tautan, siapa pun dapat ikut menikmati rezeki berupa uang gratis tanpa perlu syarat yang merepotkan. Namun, ada satu hal penting yang harus diperhatikan, siapa cepat dia dapat.

Apa Itu DANA Kaget?

DANA Kaget adalah fitur unggulan dalam aplikasi DANA yang memungkinkan pengguna berbagi saldo kepada banyak orang melalui tautan khusus.

Biasanya, link ini dibagikan oleh pengguna DANA Premium, komunitas online, atau pihak yang ingin berbagi kebahagiaan, seperti perusahaan dalam event promosi.

Begitu link DANA Kaget dibagikan, siapa pun yang mengaksesnya terlebih dahulu akan mendapatkan saldo sesuai dengan nominal yang ditentukan oleh pembuat link.

Saldo yang diterima bisa bervariasi, mulai dari Rp1 hingga ratusan ribu rupiah, bergantung pada total dana yang dibagikan.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis dari DANA Kaget

Karena jumlah saldo yang tersedia terbatas, pengguna harus bertindak cepat agar tidak kehabisan kesempatan. Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk mendapatkan saldo gratis dari DANA Kaget:

1. Cari Link DANA Kaget yang Dibagikan

Link DANA Kaget biasanya dibagikan di grup WhatsApp komunitas, akun media sosial, atau forum online. Pastikan hanya mengakses link dari sumber terpercaya agar terhindar dari upaya penipuan.

2. Login ke Aplikasi DANA

Pastikan akun DANA Anda aktif dan sudah masuk ke aplikasi. Jika belum, segera unduh aplikasi DANA dari Google Play Store atau App Store dan lakukan pendaftaran.

3. Klik Link dan Tunggu Proses

Klaim Klik link yang Anda temukan, dan tunggu hingga sistem DANA memproses klaim saldo. Jika beruntung, saldo akan langsung masuk ke akun DANA Anda.

4. Cek Saldo di Aplikasi DANA

Untuk memastikan keberhasilan klaim, buka aplikasi DANA dan periksa saldo di menu utama. Jika saldo bertambah, berarti Anda berhasil mendapatkan DANA Kaget.

Untuk menghindari risiko, selalu periksa keaslian link yang dibagikan, dan jangan pernah memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak dikenal.

Untuk itu segera klaim saldo DANA gratis Rp199.000 Anda hari ini dan nikmati kemudahan bertransaksi digital.

Disclaimer:  Nominal saldo yang ditampilkan mungkin berbeda dengan yang Anda dapatkan. Pastikan untuk memeriksa ketentuan pada masing-masing link yang Anda klaim.

 

Biasa Mangkal di Cibinong Bogor, 4 PSK Pengidap HIV Kena Razia dan Diangkut Satpol PP

0

Bogordaily.net – 4 PSK pengidap HIV kena razia dan diangkut Satpol PP Kabupaten Bogor.

Suasana malam di Cibinong, Kabupaten Bogor, saat itu mendadak riuh oleh langkah para petugas gabungan. Satu per satu pintu kamar kontrakan diketuk, lalu didobrak.

Hasilnya: sebelas perempuan yang diduga terlibat prostitusi online digiring ke markas Satpol PP.

Malam itu, angka dan kenyataan tak kalah mengejutkan—empat dari mereka dinyatakan positif mengidap HIV.

Operasi ini digelar Kamis malam (15/5), bagian dari razia penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Bogor bersama unsur Garnisun dan kepolisian.

Sasaran mereka: kamar-kamar indekos yang terindikasi menjadi lokasi transaksi prostitusi digital, berbasis aplikasi perpesanan instan seperti Michat.

“Dari hasil kegiatan pekat tadi malam, kami mengamankan 11 wanita yang diduga tuna susila. Dari pendalaman lebih lanjut, empat orang di antaranya terkonfirmasi mengidap HIV/AIDS dan kini dalam pemantauan pendamping HIV,” ujar Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Anwar Anggana.

Empat titik disisir petugas malam itu. Di satu kontrakan di daerah Ciriung, empat perempuan terjaring. Di Pabuaran, tiga lainnya.

Tiga perempuan dan satu pria diduga pelanggan diamankan dari lokasi lain, sementara seorang perempuan ditemukan di kontrakan sekitar kawasan Puri. Seluruhnya dibawa ke Mako Satpol PP untuk proses pendataan.

Di luar itu, tujuh wanita lain yang hasil tes HIV-nya negatif kini dirujuk ke Balai Rehabilitasi Sosial SPRTS di Sukabumi.

“Mereka langsung dikirim Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut,” kata Anggana.

Selain para perempuan yang diduga PSK daring, operasi razia PSK di Bogor itu juga menyita 535 botol minuman keras berbagai merek—bukti lain bahwa malam di Cibinong tak hanya menyimpan sunyi, tapi juga geliat gelap yang tak pernah benar-benar tidur.***

Ijab Kabul Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier Dinilai Tidak Sah, Begini Kata Pihak Penghulu

0

Bogordaily.net – Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier yang berlangsung pada Rabu, 7 Mei 2025, masih terus menjadi sorotan publik. Momen bahagia pasangan ini mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial akibat perdebatan seputar keabsahan ijab kabul yang dilakukan oleh Maxime Bouttier.

Munculnya berbagai pandangan dari tokoh agama turut memanaskan perdebatan mengenai sah atau tidaknya pernikahan tersebut.

Perbincangan ini pertama kali dipicu oleh pernyataan ustaz Yusuf Mansur melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa ada jeda dalam pengucapan ijab kabul oleh Maxime yang memunculkan keraguan di kalangan masyarakat.

Menurut Yusuf Mansur, jeda tersebut memunculkan tanda tanya besar apakah pernikahan itu sah secara hukum Islam.

“Tanggal 7 Mei 2025 Haji Maxime dan Hajjah Luna Maya nikah tuh, ramai orang ada yang membahas sisi fikihnya karena ada jeda di ijab kabul, apakah kemudian jeda itu menjadikan pernikahannya menjadi tidak sah?” kata Yusuf Mansur dalam keterangan Instagram.

Namun, ia juga menambahkan bahwa jika dilihat lebih teliti, kemungkinan ijab kabul tersebut tetap sah.

“Kalau dilihat ulang, ya, nggak gimana-gimana dan nggak terlalu, ya, insyaallah sah. Kita harus berbaik sangka. Insyaallah, mereka punya pengetahuan yang cukup untuk mengatakan bahwa ijab kabulnya adalah sah,” lanjutnya.

Tanggapan MUI dan Pihak Penghulu

Namun, tidak semua pihak setuju dengan pandangan Yusuf Mansur. Komisi Dakwah MUI, melalui Rahmat Zailani Kiki, memberikan klarifikasi mengenai hal tersebut.

Menurutnya, meskipun terdapat jeda tiga detik saat Maxime mengucapkan ijab kabul, hal itu masih dalam batas wajar dan tidak menyalahi aturan fikih.

“Saya sudah melihat dua kali videonya dan saya lihat komentar ustaz tersebut keliru. Di video tersebut, ustaz itu bilang jedanya tiga detik dan dianggap menyalahi ketentuan,” kata Rahmat, dilihat dari tayangan YouTube Intens Investigasi.

“Apabila dilihat dari Maxime, dia kemudian tidak langsung melakukan kalimat ijab dan ada durasi untuk dia tahan selama tiga detik maka itu sah. Karena waktu menahan sudah cukup, untuk menahan nafas dan menelan ludah, itu bisa tiga detik,” tandasnya.

Selain soal ijab kabul, pernikahan Maxime dinilai sah karena ada penghulu yang menentukan sah atau tidaknya pernikahan tersebut.

“Yang dilakukan Maxime itu sah, karena ada penghulu dan penghulu yang menentukan juga, dia melihat dan menyaksikan. Penghulu itu bukan sebatas mencatat, tetapi dia juga ahli agama dan paham tentang fikih. Penghulu juga memberikan buku nikah sebagai tanda pernikahan yang sah,” bebernya.

Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Akhmad Adi Wijaya, penghulu yang menikahkan Luna Maya dan Maxime Bouttier. Ia menyatakan bahwa jeda yang dilakukan Maxime masih dalam batas kewajaran dan tidak mengganggu keabsahan pernikahan.

“Menurut saya pribadi, jedanya Maxime kemarin (ijab kabul) masih dalam batas kewajaran. Bahkan sempat menjadi polemik ini, sempat diviralkan, beliau sudah menghitung tiga detik itu kan. (Tiga detik) itu masih dalam batas kewajaran,” kata Adi.

Dengan adanya pernyataan dari MUI dan penghulu, perdebatan seputar ijab kabul pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier diharapkan dapat mereda. Penghulu menegaskan bahwa selama tidak ada jeda yang diselingi kegiatan lain, ijab kabul tersebut tetap sah. ***

Apresiasi Nasabah Loyal, BRI Serahkan Hadiah BRImo FSTVL 2024 kepada Para Pemenang

0

Bogordaily.net – Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas nasabah sekaligus momentum untuk mendorong penggunaan Super Apps BRImo, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyerahkan hadiah utama kepada para pemenang terpilih dari berbagai daerah di Indonesia melalui seremoni penyerahan hadiah utama BRImo FSTVL 2024, yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada Rabu (15/5).

BRImo FSTVL merupakan program loyalitas BRI yang diperuntukkan bagi pengguna aplikasi BRImo. Program ini menjadi bentuk penghargaan bagi nasabah yang aktif bertransaksi dan meningkatkan saldo tabungannya. BRI mendorong nasabah untuk memaksimalkan penggunaan BRImo dalam memenuhi kebutuhan finansial sehari-hari, mulai dari transaksi pembayaran hingga layanan investasi dan pembukaan produk digital lainnya.

Program BRImo FSTVL 2024 telah berlangsung selama enam bulan, yakni sejak 1 Oktober 2024 hingga 31 Maret 2025. Selama periode tersebut, jutaan nasabah dari seluruh Indonesia ambil bagian dan berkesempatan meraih lebih dari 100.000 hadiah langsung serta ribuan hadiah undian eksklusif. Di antara hadiah utama yang diberikan adalah 5 unit mobil BMW 520i M Sport, 20 unit Hyundai Creta, 50 unit Vespa Primavera, 75 unit Samsung Galaxy Z Fold6, dan 1.000 tabungan emas masing-masing senilai Rp5 juta.

Pada acara puncak, sebanyak 10 pemenang hadir secara langsung untuk menerima hadiah secara simbolis, terdiri dari lima orang pemenang BMW 520i M Sport dan lima orang pemenang Hyundai Creta. Mereka berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Padang, Palembang, Malang, hingga Jayapura, mencerminkan luasnya jangkauan layanan BRI di seluruh Nusantara.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa program ini bukan hanya ajang apresiasi, tetapi juga bagian dari strategi besar BRI untuk mendorong inklusi keuangan melalui digitalisasi layanan perbankan.

“Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh nasabah atas loyalitasnya. BRImo FSTVL adalah wujud nyata upaya BRI dalam menghadirkan manfaat langsung sekaligus memperluas penggunaan layanan digital di masyarakat dari berbagai lapisan,” ujar Hendy.

BRI memastikan seluruh proses pengundian dilakukan secara transparan, akuntabel, dan diawasi oleh pihak berwenang. Daftar lengkap pemenang dapat diakses melalui laman resmi bbri.id/brimofstvl. BRI juga menegaskan bahwa program ini tidak dipungut biaya dan mengimbau nasabah untuk berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan undian BRI.

Melalui BRImo FSTVL, BRI kembali mempertegas perannya sebagai bank nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah. Ke depan, BRI akan terus menghadirkan program-program loyalitas yang berdampak nyata dan mempererat hubungan jangka panjang dengan nasabah di seluruh Indonesia.

Hingga akhir Maret 2025, tercatat pengguna super app BRImo telah mencapai 40,28 juta user, atau meningkat 20,26% yoy. Sementara dari sisi jumlah dan nilai transaksi, pada Triwulan I 2025 BRImo melayani 1,2 miliar transaksi finansial, naik 25,5% YoY dengan volume sebesar Rp1.599 triliun atau meningkat 27,79% YoY.***

Kasus DBD di Kota Bogor Meningkat, RSUD Tangani 148 Pasien

Bogordaily.net – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor mengalami lonjakan yang cukup signifikan pada periode awal hingga pertengahan Mei 2025.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor melaporkan bahwa saat ini terdapat 148 pasien DBD yang tengah mendapatkan perawatan intensif.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kota Bogor, dr. Andy Prianto, mengungkapkan bahwa pada bulan Januari 2025, jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUD Kota Bogor mencapai 55 orang.

Namun, pada pertengahan Mei, angkanya meningkat drastis menjadi 148 pasien. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi peningkatan jumlah kasus seiring musim hujan yang masih berlangsung.

“Sementara hingga pertengahan Mei 2025 sudah ada 148 kasus DBD yang dirawat di RSUD Kota Bogor,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kota Bogor, dr. Andy Prianto, Jumat 16 Mei 2025.

Ia menambahkan bahwa kasus DBD biasanya meningkat pada awal tahun, terutama saat musim hujan.

BPJS Untuk Pasien DBD

RSUD Kota Bogor hingga saat ini masih memfasilitasi perawatan pasien DBD melalui layanan BPJS Kesehatan. Menurut dr. Andy, pasien masih bisa mengklaim BPJS untuk pelayanan kelas 1, 2, maupun 3.

“Saat ini masih bisa mengklaim BPJS untuk pelayanan kelas 1,2 atau pun 3. Ke depan juga masih bisa, kami belum menerima informasi adanya kebijakan penyakit DBD tidak bisa difasilitasi BPJS,” jelasnya

Pasien yang memerlukan rawat inap karena DBD akan difasilitasi dengan ketentuan tertentu, seperti trombosit berada di bawah 100.000 serta terdapat tanda-tanda perdarahan di bawah kulit.

Sementara itu, pasien dengan trombosit di atas 150.000 biasanya cukup menjalani rawat jalan dengan pemantauan ketat.

“Trombositnya masih di atas 150 ribu pasien masih bisa dirawat jalan sembari diobservasi dan dicek ulang,” ujar Andy.

Menghadapi lonjakan kasus DBD, Andy mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Genangan air yang tidak segera dikeringkan bisa menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penyebaran DBD.

“Musim hujan masih berlangsung, masyarakat harus waspada dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Jangan sampai terlambat mengambil tindakan preventif,” tegasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)