Home Blog Page 717

Peringati Hari Anak Nasional, BRI Peduli Dukung Pendidikan Karakter Anak lewat Kegiatan Agroedukasi bagi Siswa SD

0

Bogordaily.net – Mencerdaskan anak bangsa bukan semata-mata tanggung jawab lembaga pendidikan formal. Banyak cara lain yang bisa ditempuh seperti melalui pendekatan yang menanamkan nilai-nilai moral, membentuk karakter, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan integritas sejak usia dini.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2025, BRI turut ambil bagian dalam memberikan dukungan nyata terhadap pendidikan karakter anak-anak Indonesia melalui kegiatan “Anak Negeri Dalam Aksi Lestarikan Nusantara”.

Melalui BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI mengajak siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Kota Kulon Garut untuk mengikuti kegiatan argoedukasi di Klaster Usaha Ganitri (Garut Benih Tani Lestari) di Taman Teknologi Pertanian, Kab. Garut, Provinsi Jawa Barat.

Klaster Usaha Ganitri merupakan sebuah lembaga ekonomi petani hortikultura dataran tinggi yang berlokasi di Kecamatan Cikajang dan Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.  Klaster ini terbentuk atas empat Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) yaitu Gapoktan Cikandang Agro, Gapoktan Margamulya Tani, Gapoktan Gapesa Jaya dan Gapoktan Sahabat Tani.

Saat ini tercatat terdapat 350 petani yang bergabung di Kluster Usaha Ganitiri dengan luas wilayah operasional ±100 ha, dengan wilayah meliputi, Desa Cikandang, Desa Margamulya, Desa Simpang dan Desa Sukawargi. Klaster Usaha Ganitiri membudidayakan berbagai jenis sayuran hortikultura dataran tinggi dengan komoditas unggulan “kentang” yang dikelola dari hulu ke hilir, dari mulai perbenihan, budidaya dan pengolahan pasca panen.

Di Klaster usaha Ganitiri, siswa/i SDN 7 Kota Kulon Garut diberikan edukasi budidaya klaster unggulan, edukasi smart integrated farming, edukasi diversifikasi produk turunan klaster unggulan serta kegiatan permainan tradisional dalam rangka menumbuhkan rasa kepimmpinan bagi anak-anak.

Dalam edukasi budidaya klaster unggulan dan smart integrated farming, para siswa dibekali pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan serta hasil pertanian yang berkualitas. Dalam edukasi diversifikasi produk turunan klaster unggulan, para siswa dibekali pengetahuan tentang pengolahan hasil tani berupa pengolahan kentang menjadi makanan yang lezat dan bergizi.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRI senantiasa mengambil peran dalam memajukan pendidikan dan kecerdasan anak-anak Indonesia. Upaya mencerdaskan kehidupan anak bangsa tidak hanya dilakukan melalui jalur pendidikan formal di sekolah, tetapi juga melalui berbagai pendekatan lain yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, dan menumbuhkan integritas sejak dini.

“Ini merupakan persembahan dari BRI bagi anak-anak Indonesia. Dengan kegiatan yang diikuti oleh para siswa SDN 7 Kota Kulon Garut harapannya para siswa bisa mendapatkan pembelajaran tambahan yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, dan menumbuhkan integritas sejak dini dan di sisi lain mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi fokus utama dari Pemerintah” ungkapnya.

Di samping itu, Teten Rustandi selaku Ketua Klaster Ganitiri menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan sekaligus mengedukasi tentang pentingnya dunia pertanian sejak dini kepada anak-anak.

“Siswa  dikenalkan tentang bagaimana proses benih kentang menjadi siap tanam di lahan pertanian serta mendapatkan pengalaman memanen kentang langsung. Ini sangat berguna tentunya, bagi siswa sejak dini dan kami dari Kelompok Usaha juga mendapatkan kesempatan yang berharga karena memberikan edukasi atau ilmu kepada anak-anak sejak dini”, imbuhnya.

Sementara itu, Sri Asdianwati selaku Kepala Sekolah SDN 7 Kota Kulon Garut menambahkan, kegiatan agroedukasi sangat relevan diberikan kepada anak-anak sejak dini karena pada usia tersebut anak-anak sedang berada dalam masa pembentukan karakter, kebiasaan, dan rasa ingin tahu yang tinggi.

“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh BRI untuk bisa melibatkan siswa/i kami dalam kegiatan agroedukasi ini. Tentunya, lewat kegiatan ini , siswa/i kami sangat terbantu dalam proses belajar di luar pendidikan formal di sekolah. Proses menanam, merawat, dan memanen memberi pengalaman nyata tentang ketekunan dan hasil usaha” imbuhnya.

Di SDN 7 Kota Kulon Garut, BRI Peduli juga menyalurkan berbagai bantuan perbaikan sarana dan pra sarana sekolah seperti perbaikan ruang guru, penambahan ruang kelas serta bantuan peralatan tulis bagi para siswa. Bantuan ini diharapkan dapat membantu membantu menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang layak dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. ***

RSUD Kota Bogor Hadapi Tantangan Finansial dengan Strategi Keuangan Terpadu

Bogordaily.net – Dalam upaya mengatasi permasalahan utang yang tengah membayangi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor meluncurkan serangkaian langkah strategis.

Direktur RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, menegaskan pentingnya pengontrolan keuangan yang ketat untuk menjaga keberlanjutan operasional rumah sakit ditengah tuntutan layanan kesehatan yang komperhensif.

Menurut dr. Ilham, manajemen telah merancang strategi yang berfokus pada tiga pilar utama. Pilar-pilar itu, yakni efisiensi, prioritas pembelanjaan, dan peningkatan pendapatan.

“Kami menyadari bahwa pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah utang ini. Namun hutang RS masih dalam batas yang masih bisa dikendalikan dan tidak akan mengurangi layanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat ,” ujarnya.

Monitoring Klaim BPJS Kesehatan

Ilham juga mengungkapkan langkah strategis yang diambil manajemen RSUD dalam mengatasi persoalan tersebut. Diantaranya, monitoring klaim BPJS Kesehatan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan proses klaim berjalan lancar dan menghindari keterlambatan pembayaran.

“Kami berkomitmen untuk memaksimalkan klaim yang dapat diterima,” tambah dr. Ilham.

Selain itu, RSUD juga menerapkan verifikasi dokumen klaim dengan ketelitian tinggi. Penggunaan kode diagnosis dan prosedur yang akurat menjadi prioritas untuk menghindari penolakan klaim.

“Setiap detail sangat penting untuk memastikan pembayaran tepat waktu,” jelasnya.

Tak hanya itu, dr. Ilham juga mengatakan, untuk menarik lebih banyak pasien, RSUD melalui Bidang Pengembangan Bisnis dan Mutu juga meluncurkan kampanye pemasaran yang efektif, sekaligus menawarkan paket layanan kesehatan dengan harga kompetitif.

“Kami ingin memastikan layanan kami terjangkau bagi masyarakat,” ungkap Ilham.

Fokus Optimalisasi Penggunaan Fasilitas Rumah Sakit

Lebih lanjut, dokter yang akrab disapa Buya Ilham ini juga menerangkan bila manajemen RSUD juga berfokus pada optimalisasi penggunaan fasilitas rumah sakit dan pengembangan layanan baru yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami terus berinovasi untuk memenuhi harapan pasien. Salah satunya, layanan baru yang akan segera kami launching yakni telemedicine dan vaksin international,” tambahnya.

Langkah strategis yang diambil RSUD tak sampai disitu, RS milik pemerintah Kota Bogor ini juga terus melakukan evaluasi biaya operasional secara berkala untuk mencari potensi penghematan. Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

“Segala operasional RS yang semula manual menggunakan kertas kita geser ke digital. Pembelanjaan RS yang tidak bersifat sangat penting, kita hentikan. Kendaraan dinas hanya bisa digunakan saat bertugas, hingga pelaksanaan hari jadi RSUD yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang, kita tekan pembiayaannya dan dilaksanakan secara sederhana. Dan banyak langkah lain yang kami tempuh,” terang Buya Ilham.

Dengan langkah-langkah ini, lanjutnya, RSUD Kota Bogor berharap dapat menuntaskan masalah utang, sekaligus menjaga stabilitas keuangan dan meningkatkan kualitas pelayanan.

“Ditengah persoalan yang RSUD Kota Bogor alami, kami menjamin dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Bogor,” tutup Ilham.

(Patrick)

Dari Dapur Rumah ke Pasar Global, Usaha Sambal Ini Tumbuh Lewat Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Transformasi pemberdayaan BRI sebuah usaha keluarga menjadi merek lokal yang diperhitungkan secara nasional bukanlah perkara mudah. Namun, Sri Kustamaji, pemilik Pelita Lumpang Mas, berhasil membuktikan bahwa dengan inovasi, kerja keras, dan dukungan yang tepat, produk tradisional pun bisa menembus pasar modern.

Usaha sambal pecel ini berawal dari tangan dingin sang ayah, Sri Suharto, yang merintis usahanya pada awal 1990-an di Pacitan, Jawa Timur.

Saat itu, proses produksi dilakukan sepenuhnya secara manual, dengan kemasan plastik sederhana dan label fotokopi. Pada awal 2000-an, tongkat estafet usaha berpindah ke Sri Kustamaji.

Ia memutuskan untuk melakukan transformasi total pada kemasan, desain logo, serta variasi produknya agar lebih sesuai dengan selera pasar masa kini.

Langkah berani ini membuahkan hasil. Pelita Lumpang Mas kini menjadi salah satu produk sambal khas Pacitan yang memiliki daya saing tinggi, bahkan mampu menembus pasar nasional dengan omzet bulanan yang telah mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami ingin membawa kekhasan sambal pecel Pacitan ke seluruh Indonesia,” ujar Sri Kustamaji.

Kekhasan itu salah satunya terletak pada penggunaan jeruk purut sebagai bahan utama, menggantikan kencur yang umum dipakai di daerah lain.

Selain memberi aroma yang lebih segar, jeruk purut juga memberikan warna yang lebih cerah dan menarik.

Tak hanya dari sisi bahan, proses produksi pun menjadi perhatian utama. Pelita Lumpang Mas memang memadukan teknologi dan sentuhan tradisional.

Salah satu contohnya adalah proses pengolahan kacang tanah yang tidak digoreng, melainkan dioven.

Hasilnya, sambal pecel menjadi lebih sehat, rendah minyak, dan dapat bertahan hingga satu tahun tanpa bahan pengawet.

“Beberapa proses tetap kami lakukan secara manual untuk menjaga kualitas rasa. Misalnya, proses pencampuran bumbu yang masih menggunakan lumpang, sesuai dengan filosofi nama merek kami,” jelas Sri.

Transformasi usaha ini tak lepas dari peran BRI melalui program pemberdayaan UMKM. Sejak tahun 2020, Sri aktif mengikuti pelatihan yang diinisiasi oleh BRI, termasuk grup pelatihan dan expo yang mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer mancanegara.

Puncaknya terjadi pada event BRI UMKM EXPO(RT) tahun 2025, di mana Pelita Lumpang Mas berhasil meraih juara kedua dan mencatat lonjakan permintaan yang signifikan.

“Program pemberdayaan BRI benar-benar membuka banyak peluang bagi pelaku UMKM seperti kami. Harapan saya, program ini terus diperkuat dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha di seluruh Indonesia,” tutup Sri Kustamaji penuh semangat.

Kini, setiap bulan, Pelita Lumpang Mas memproduksi hingga 20.000 kemasan sambal pecel dengan harga rata-rata Rp45.000.- per unit.

Selain di Pacitan, Sri juga telah membuka kantor di Jakarta dan sedang menjajaki ekspansi produksi ke wilayah lain di Indonesia.

“Langkah ini tak hanya efisien dari sisi logistik, tapi juga berdampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan petani bahan baku,” tambah Sri.

Pada kesempatan berbeda, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa, pencapaian Pelita Lumpang Mas merupakan bukti nyata dari kontribusi program pemberdayaan yang dijalankan BRI untuk mendorong UMKM naik kelas.

“BRI terus berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Melalui pembiayaan serta berbagai program pelatihan, pendampingan, hingga akses pasar melalui expo dan pameran, kami ingin memastikan UMKM seperti Pelita Lumpang Mas tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan bersaing di pasar nasional bahkan global,” ujar Agustya.

BRI percaya, UMKM seperti Pelita Lumpang Mas merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Melalui berbagai program pemberdayaan, BRI terus berkomitmen untuk menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.***

Zombie Menyebar ke Seoul! ‘All of Us Are Dead’ Season 2 Resmi Diproduksi

0

Bogordaily.net – Drama Korea bertema zombie yang sempat bikin heboh jagat maya, All of Us Are Dead, akhirnya resmi lanjut ke season kedua!

Netflix mengumumkan bahwa proses produksi season 2 telah dimulai, dan fans pun langsung geger. Kabar ini diumumkan lewat kanal YouTube resmi Netflix pada Rabu 23 Juli 2025, dengan menampilkan video spesial berdurasi 1 menit.

Dalam video tersebut, para pemain terlihat melakukan pembacaan naskah bersama. Yang bikin unik, mereka duduk berdampingan dengan zombie yang tentu saja tetap jadi “bintang utama” dalam kisah ini. Makin bikin merinding!

“Virus zombie telah menyebar ke seluruh Seoul. Perjuangan untuk bertahan hidup berlanjut ke season 2!,” tulis Netflix dalam deskripsinya.

Sepertinya virus yang sempat membuat SMA Hyosan porak-poranda kini siap menginfeksi ibukota Korea Selatan!

Empat pemeran utama dari season pertama dipastikan kembali, yakni:

  • Park Ji Hu sebagai Nam On Jo
  • Cho Yi Hyun sebagai Choi Nam Ra
  • Lomon sebagai Lee Su Hyeok
  • Yoon Chan Young sebagai Lee Cheong San

Pemain Baru

Selain wajah lama, ada juga pendatang baru yang bakal bikin cerita makin seru. Mereka adalah:

  • Lee Min Jae, yang akan memerankan Ma Ru, senior On Jo di kampus. Lee Min Jae sebelumnya dikenal lewat ‘Weak Hero Class 2’.
  • Roh Jae Won, yang kini naik daun berkat perannya di ‘Squid Game’ season 2 & 3, akan menjadi Han Du Seok, ketua tim dari Badan Intelijen Nasional Korea Selatan.
  • Kim Si Eun, juga alumni ‘Squid Game’, akan berperan sebagai Ju Ran, mahasiswi populer dengan pesona misterius.
  • Yoon Ga Yi, akan memerankan Jong Ah, mahasiswi ceria yang dikenal karena kejujurannya yang blak-blakan.

Proyek ini masih akan disutradarai oleh Lee Jae Gyu, dan naskah tetap digarap oleh Chun Sung Il, duo yang sukses besar membangun ketegangan di season pertama.

Sekadar kilas balik, All of Us Are Dead tayang perdana pada 2022 dan langsung mencetak sejarah.

Drama ini berhasil menempati posisi pertama dalam Top 10 serial non-Inggris terpopuler Netflix di 91 negara.

Ceritanya diadaptasi dari webtoon populer ‘Now at Our School’ karya Joo Dong Keun, dan berfokus pada perjuangan siswa SMA Hyosan yang terjebak dalam wabah zombie yang mematikan.

Season 2 kabarnya akan melanjutkan kisah dari siswa-siswa yang berhasil selamat. Tapi kali ini, medan pertempurannya bukan lagi sekadar sekolah. Virusnya kini menyebar ke seluruh Seoul!

Sayangnya, Netflix masih merahasiakan jadwal tayangnya. Belum diketahui apakah All of Us Are Dead 2 akan tayang tahun ini atau harus ditunggu hingga tahun depan.

Namun satu yang pasti, dunia belum bebas dari ancaman zombie, dan pertarungan belum selesai!***

Kapan Aki Mobil Harus Diganti? Kenali Ciri-cirinya!

0

Bogordaily.net – Aki merupakan salah satu komponen vital pada mobil. Tanpa aki yang prima, mobil akan sulit dinyalakan, dan sistem kelistrikan pun bisa terganggu.

Namun, banyak pemilik kendaraan yang masih bingung, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mengganti aki?

Umumnya, aki jenis Maintenance Free (MF) memiliki usia pakai sekitar 2 hingga 3 tahun. Tapi perlu diingat, ini bukan patokan mutlak.

Umur aki bisa saja lebih pendek, terutama jika kendaraan jarang digunakan atau sistem kelistrikannya bermasalah. Bahkan, ada kasus aki MF tekor sebelum genap dua tahun.

Sementara itu, aki basah dikenal lebih tahan lama. Dengan perawatan rutin dan pemakaian yang wajar, jenis aki ini bisa bertahan lebih dari 3 tahun.

Dalam beberapa kasus, aki basah bahkan mampu bertahan hingga 5 tahun, seperti yang dialami salah satu tim redaksi otomotif kami.

Lalu, apa saja tanda-tanda aki mulai soak dan perlu diganti?

Mesin sulit dinyalakan

Jika mobil sering tidak kuat distarter, bisa jadi daya baterai mulai drop.

Lampu redup atau sistem audio bermasalah

Tegangan aki yang melemah akan memengaruhi performa komponen listrik lainnya.

Pengisian daya tidak normal

Kemampuan aki untuk menyimpan daya menurun, sehingga tidak bisa mengisi ulang secara optimal.

Untuk memastikan kondisi aki, kamu bisa melakukan pengecekan menggunakan multitester atau alat khusus pendeteksi kerusakan aki.

Caranya dengan mengukur tegangan aki saat mesin distarter dan seluruh perangkat kelistrikan dihidupkan.

Jika tegangan turun drastis, itu bisa jadi pertanda kuat bahwa aki sudah soak.

Kesimpulannya, perhatikan usia aki dan waspadai gejala-gejala penurunan performa.

Jangan tunggu sampai mobil mogok di tengah jalan. Ganti aki tepat waktu demi kenyamanan dan keselamatan berkendara.***

Iris Wullur Buka Suara Usai Dituding Jadi Selingkuhan Perwira Polisi

0

Bogordaily.net – Iris Wullur akhirnya angkat bicara setelah namanya terseret dalam tudingan perselingkuhan dengan seorang perwira polisi berinisial A.

Nama Iris menjadi sorotan publik usai disebut-sebut sebagai orang ketiga dalam rumah tangga cucu pendiri Mustika Ratu, Kusuma Anggraini alias Ninik.

Lewat sebuah video klarifikasi yang diunggah di akun TikTok pribadinya, Iris menyampaikan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan telah merugikan banyak pihak, termasuk keluarganya.

“Saya perlu menyampaikan klarifikasi secara langsung karena pemberitaan di luar sana sudah sangat-sangat ramai dan merugikan banyak pihak,” ujar Iris dalam video yang dikutip pada Selasa, 22 Juli 2025.

Menurutnya, ini bukan kali pertama dirinya diterpa gosip. Namun, kali ini berbeda karena telah menyentuh ranah pribadi yang sangat ia jaga, termasuk anak dan keluarganya.

Iris bahkan menyebut bahwa nama baik beberapa institusi negara juga ikut terseret dalam polemik ini.

Dalam pernyataannya, Iris secara tegas membantah terlibat dalam urusan rumah tangga A dan Kusuma Anggraini.

Ia menyebut bahwa dirinya baru mengenal A sekitar satu bulan lalu, dan itu pun hanya dalam konteks kegiatan olahraga padel.

“Tuduhan yang beredar di luar sana tidak benar dan tidak berdasar. Saya tidak terlibat dalam urusan rumah tangga Arif dan istrinya. Saya baru mengenal Arif satu bulan lalu dan itu pun hanya dalam dunia per-padelan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iris meminta semua pihak untuk berhenti menyebarkan isu ini. Ia menilai pemberitaan yang berkembang sudah di luar batas kewajaran dan telah mencemarkan nama baiknya.

Tak hanya itu, Iris juga mengancam akan menempuh jalur hukum bila rumor ini terus digulirkan.

“Saya akan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum guna melindungi hak saya dan nama baik saya,” kata Iris.

Ia juga meminta media agar bisa menyampaikan informasi secara jernih dan tidak membentuk asumsi yang bisa memperkeruh suasana.

Kasus dugaan perselingkuhan ini sebelumnya viral di media sosial setelah beredar informasi bahwa rumah tangga Kusuma Anggraini dan A sedang di ujung tanduk.

Nama Iris Wullur pun ikut terseret sebagai perempuan yang diduga menjadi penyebab keretakan tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak A maupun Kusuma Anggraini terkait klarifikasi Iris.***

BPOM Minta Kominfo Takedown Produk Blackmores Picu Gangguan Saraf, Ini Penjelasannya!

0

Bogordaily.net – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI turun tangan menyikapi hebohnya kasus suplemen Blackmores yang dilaporkan memicu gangguan saraf di Australia.

BPOM pun segera melayangkan surat ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk meminta penarikan (take down) tautan penjualan produk tersebut di e-commerce Indonesia.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa produk suplemen Blackmores yang dimaksud tidak memiliki nomor izin edar resmi di Indonesia. Artinya, suplemen tersebut ilegal beredar di pasar daring Indonesia.

“Maka kami telah melakukan penelitian dan ternyata ada beberapa tempat dijual di e-commerce. Kami bersurat ke Kementerian Komunikasi dan Digital untuk take down itu,” kata Taruna di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Selasa 22 Juli 2025.

Taruna juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli produk kesehatan dari luar negeri, terutama yang tidak memiliki izin edar.

Ia menegaskan, BPOM akan terus melakukan pemantauan terhadap peredaran produk-produk yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, BPOM kini tengah berkoordinasi dengan Therapeutic Goods Administration (TGA), badan pengawas obat dan suplemen asal Australia, untuk terus memantau perkembangan dari kasus ini.

Sebagai informasi, polemik Blackmores berawal dari gugatan class action yang diajukan oleh seorang warga Australia bernama Dominic Noonan-O’Keeffe.

Ia menuntut perusahaan karena produk suplemen yang dikonsumsinya diduga menyebabkan gangguan saraf.

Kasus ini langsung menyedot perhatian publik, karena Blackmores dikenal sebagai salah satu merek suplemen yang cukup populer di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.

Masyarakat Indonesia diimbau untuk tidak sembarangan membeli suplemen dari luar negeri, apalagi melalui jalur tidak resmi. BPOM juga menekankan pentingnya memastikan legalitas produk sebelum mengonsumsinya.***

Kabar Duka, Bos Tamiya Shunsaku Tamiya Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun

0

Bogordaily.net – Dunia industri mainan dan hobi kehilangan sosok legendaris. Shunsaku Tamiya, tokoh penting di balik kesuksesan merek Tamiya, meninggal dunia pada Jumat, 18 Juli 2025, dalam usia 90 tahun.

Kabar duka ini diumumkan secara resmi oleh perusahaan Tamiya melalui siaran pers yang dirilis pada Selasa, 22 Juli 2025.

Dalam pernyataannya, pihak Tamiya menyebutkan bahwa upacara pemakaman telah dilakukan secara tertutup, hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat.

“Informasi mengenai acara lainnya akan dirilis dalam beberapa hari mendatang,” tulis pihak Tamiya dalam keterangan tersebut.

Perusahaan juga meminta masyarakat untuk menghormati privasi keluarga dan menegaskan bahwa mereka tidak menerima pemberian belasungkawa dalam bentuk apa pun.

Shunsaku Tamiya lahir pada 19 Desember 1934. Ia merupakan figur sentral yang membawa Tamiya menjadi salah satu perusahaan mainan dan model kit terbesar di dunia.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Waseda pada 1958, Shunsaku bergabung dengan perusahaan milik keluarganya, Tamiya Shoji & Co. Dari sanalah kiprah panjangnya di industri hobi dimulai.

Di bawah kepemimpinannya, Tamiya berkembang pesat dengan menciptakan berbagai produk miniatur mobil balap, tank, hingga model pesawat yang terkenal dengan tingkat detail dan kualitas tinggi.

Ia dikenal sangat perfeksionis dalam merancang model kit, dan bahkan menggunakan studi ilmiah untuk memastikan setiap detailnya sesuai dengan aslinya.

Salah satu produk paling fenomenal dari Tamiya adalah Mini 4WD atau mobil balap mini, yang menjadi hits global sejak tahun 1980-an dan hingga kini tetap populer di kalangan penggemar balapan miniatur.

Kepergian Shunsaku Tamiya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi perusahaan Tamiya, tapi juga komunitas pecinta hobi miniatur di seluruh dunia.***

Sinopsis Omniscient Reader: The Prophet, Angkat Kisah Fiksi yang Jadi Nyata

0

Bogordaily.net – Dunia fiksi dan kenyataan bertabrakan dalam film Korea terbaru Omniscient Reader: The Prophet, yang telah tayang perdana pada 23 Juli 2025.

Diadaptasi dari webtoon dan web novel populer Omniscient Reader’s Viewpoint karya Sing N Song, film ini menggandeng dua aktor papan atas, Ahn Hyo Seop dan Lee Min Ho, untuk membawa kisah epik ini ke layar lebar.

Film ini mengangkat kisah Kim Dok Ja (diperankan Ahn Hyo Seop), seorang pegawai kantoran biasa yang tiba-tiba harus menghadapi kenyataan pahit, ketika dunia berubah mengikuti alur novel apokaliptik yang selama ini hanya ia baca.

Ia adalah satu-satunya pembaca setia novel Three Ways to Survive in a Ruined World, yang ia ikuti selama satu dekade.

Tiba-tiba, dunia nyata berubah menjadi medan kehancuran persis seperti dalam novel.

Dok Ja, yang hafal jalan cerita, menyadari bahwa hanya dirinya yang tahu bagaimana akhir kisah itu dan ia merasa bertanggung jawab untuk mengubah takdir dunia.

Dalam perjuangannya, Dok Ja bertemu Yoo Joong Hyuk (Lee Min Ho), tokoh utama dalam novel tersebut yang memiliki kemampuan untuk hidup kembali setiap kali mati. Joong Hyuk menjadi rekan penting dalam misi menyelamatkan dunia dari kehancuran total.

Kekuatan Aktor dan Karakter Pendukung

Tak hanya menonjol dari segi plot, Omniscient Reader: The Prophet juga diperkuat dengan kehadiran karakter-karakter pendukung yang punya peran vital dalam cerita.

Chae Soo Bin memerankan Yoo Sang Ah, rekan kerja Dok Ja yang turut terjebak dalam bencana. Shin Seung Ho hadir sebagai Lee Hyun Seong, karakter protektif dengan kekuatan fisik yang luar biasa.

Nana turut berperan sebagai Jung Hee Won, pejuang yang menjunjung tinggi keadilan, sementara Ji Soo sebagai Lee Ji Hye, karakter dinamis dengan perubahan gaya bertarung dari pedang ke pistol.

Tak ketinggalan, Park Ho San dan beberapa aktor lainnya menambah lapisan konflik dalam cerita.

Disutradarai oleh Kim Byung Woo, film ini tidak hanya mengandalkan efek visual dan adegan laga berintensitas tinggi.

Sang sutradara ingin menyampaikan pesan filosofis dan reflektif tentang identitas, pilihan hidup, dan bagaimana seseorang bisa mengubah takdir melalui tindakan dan empati.

“Ini bukan hanya tentang dunia yang hancur, tapi tentang bagaimana manusia menanggapi kenyataan yang tak masuk akal dan tetap memilih untuk berjuang,” ujar Kim dalam wawancara terbarunya.

Produksi film dimulai pada Desember 2023 dan selesai pada Mei 2024. Syuting dilakukan di berbagai lokasi dengan penggarapan visual dan teknis yang mendalam demi membangun atmosfer dunia pasca-kehancuran.

Sejak pengumuman produksi hingga rilis teaser resmi, film ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar webtoon dan pencinta sinema Korea.

Kolaborasi antara Lee Min Ho dan Ahn Hyo Seop juga menjadi magnet tersendiri bagi penonton.

Dengan latar cerita unik dan eksekusi penuh energi, Omniscient Reader: The Prophet diperkirakan akan menjadi salah satu film Korea Selatan paling dinanti.***

Tata Ulang Kawasan, 115 PKL di Pasar Cileungsi Ditertibkan Satpol PP Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penataan kawasan Flyover Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Adapun, penertiban bangunan tanpa izin dan aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati badan jalan serta ruang milik jalan (Rumija) yang berlangsung pada Selasa 22 Juli itu berlangsung aman dan humanis.

Sebagai informasi, kegiatan penertiban ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Peraturan Bupati Bogor Nomor 81 Tahun 2021 mengenai Tata Cara Tindakan Penertiban Pelanggaran Perda dan/atau Perbup.

Penertiban juga merupakan tindak lanjut dari Surat Satpol PP Kabupaten Bogor Nomor 300.1.2 / 1158 – Tibum Tahun 2025 tentang Penataan PKL Pasar Cileungsi.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid mengungkapkan bahwa, penertiban dimulai pukul 08.00 WIB dan diawali dengan apel gabungan bertujuan untuk memberikan arahan teknis, serta pembagian tugas kepada seluruh personel yang terlibat.

Sebanyak 115 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Flyover Cileungsi ditertibkan secara humanis dan persuasif, tanpa insiden yang mengganggu ketertiban umum.

“Selain itu, 16 lapak liar yang berdiri di atas Rumija dan saluran air turut dibongkar karena melanggar ketentuan tata ruang serta dinilai mengganggu kebersihan dan fungsi saluran drainase,” kata Cecep Iman, Rabu 23 Juli 2025.

Menurutnya, kegiatan ini melibatkan unsur internal Satpol PP Kabupaten Bogor, termasuk personel dari Kecamatan Cileungsi dan Linmas, serta unsur eksternal dari Muspika dan instansi teknis lainnya seperti Jajaran Pemerintah Kecamatan Cileungsi, Garnisun, Koramil, Polsek, Dishub, PLN, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Unit Pasar Tohaga Cileungsi.

“Kami juga di dukung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pembersihan lokasi usai penertiban. Puing-puing dan sisa material lapak diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) guna menjaga kebersihan kawasan Flyover Cileungsi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang tertib, bersih, dan nyaman.

“Penataan ini bukan untuk mematikan ekonomi warga, tapi justru untuk menciptakan keteraturan yang dapat menunjang aktivitas ekonomi yang sehat dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ujar Cecep.

Selain itu, Ia juga menyampaikan rasa syukur karena penertiban berjalan lancar, aman, dan kondusif berkat dukungan dari semua pihak.

“Alhamdulilah kesadaran masyarakat juga semakin tinggi terhadap pentingnya keteraturan di ruang publik,” ungkapnya.(Albin Pandita)