Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 732

BSI Operasionalkan Layanan Hari Libur di 647 Kantor Cabang 

0

Bogordaily.net – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) alias BSI menambah jumlah kantor cabang untuk memberikan layanan pada hari libur pada Mei 2025 sebanyak 674 dari 429 pada April 2025.

Corporate Secretary Bank Syariah Indonesia (BSI), Wisnu Sunandar mengatakan bahwa, nasabah dapat mengecek lokasi cabang Bank Syariah Indonesia yang menyediakan layanan tersebut melalui situs resmi BSI.

Adapun, jumlah ini lebih banyak dari jumlah kantor cabang BSI yang beroperasi pada akhir pekan selama April 2025, sebanyak 429 gerai yang dikutip dari laman resmi perusahaan.

“Layanan weekend banking merupakan layanan tambahan yang secara konsisten dilakukan BSI untuk memfasilitasi nasabah terutama saat akhir pekan maupun libur nasional,” kata Wisnu dalam keterangan tertulis dikutip, Selasa 13 Mei 2025.

Layanan ini menambah pilihan akses bagi nasabah. Alasannya, layanan di gerai maupun ATM BSI masih menjadi pilihan nasabah untuk bertransaksi, tecermin jumlah transaksi di ATM yang mencapai 48 juta transaksi atau naik sekitar 20% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pilihan nasabah juga jatuh pada agen tanpa kantor atau Bank Syariah Indonesia Agen yang jumlahnya saat ini mencapai 115.000 agen dan tersebar di berbagai wilayah Tanah Air.

Disisi lain, ia mendorong agar nasabah memanfaatkan kanal daring yang mencatatkan perpindahan transaksi 98,2% ke kanal berbasis teknologi itu.

“Layanan e-channel Bank Syariah Indonesia Agen mengalami pertumbuhan transaksi 26,03% atau sekitar 115,7 juta transaksi dengan volume mencapai Rp7,5 triliun,” ujarnya.(Albin Pandita)

Tak Sekadar Ibadah, BBS Hadirkan Silaturahmi dan Aksi Sosial di Subuh Hari

0

Bogordaily.net – Bapack-Bapack Subuhan (BBS), sebuah kegiatan subuh berjamaah yang bukan sekadar ibadah, melainkan juga perjalanan hati, silaturahmi, dan aksi kebaikan di Masjid Al-Muttaqin, Kota Bogor pada Selasa 13 Mei 2025.

BBS pertama kali digagas pada 11 Mei 2024 oleh tiga sahabat yang memiliki kesamaan hobi di bidang otomotif Endy Santoso, Firli Nurmansyah, dan Aditya Sumardja.

Mereka memulai gerakan ini dengan satu niat sederhana memakmurkan masjid di Kota Bogor melalui kegiatan subuh berjamaah.

Kegiatan perdana mereka, BBS Volume 1, digelar pada 13 Mei 2024 hanya dengan kehadiran tiga orang mereka sendiri sebagai founder.

Namun dari langkah kecil itu, Bapack-Bapack Subuhan berkembang pesat. Dalam satu tahun perjalanannya, kegiatan subuhan BBS sempat mencatat rekor hampir 400 jamaah saat pelaksanaannya di bulan Ramadhan lalu.

Yang menarik, BBS tidak mengikatkan diri sebagai komunitas, klub, atau organisasi. Ia hadir sebagai jamaah terbuka tempat berkumpulnya siapa saja yang ingin bersama dalam ibadah dan kebaikan, tanpa batas usia, kendaraan, atau latar belakang.

“BBS bukan hanya untuk yang bermobil, semua boleh ikut. Mau naik motor, jalan kaki, atau nebeng pun dipersilakan. Karena inti dari BBS adalah kebersamaan dalam ibadah,” ujar Endy Santoso salah satu founder.

Puncak syukuran satu tahun Bapack-Bapack Subuhan digelar pada Minggu, 11 Mei 2025, setelah kegiatan Subuh berjamaah dan kajian.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan mini touring dari Masjid Al-Muttaqin menuju Brezza Coffee di kawasan Cijayanti, Sentul.

Di sana, Endy Santoso menyampaikan ucapan terima kasih atas keistiqomahan para jamaah. Acara ditutup dengan santunan untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Permata Hati Lilly, sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial.

“Ratusan jamaah hadir dalam syukuran ini, tak hanya dari Bogor, tetapi juga dari Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Banten, hingga Bandung,” katanya.

Antusiasme yang meluas ini menjadi bukti bahwa BBS telah menjadi magnet kebaikan lintas wilayah.

BBS mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta. Jadwal dan informasi kegiatan bisa diikuti melalui akun Instagram resmi @bapackbapacksubuhan.

“Bapack-Bapack Subuhan bukan sekadar subuhan BBS adalah perjalanan hati. Semoga keberlangsungan kegiatan ini menjadi ladang jariyah bagi siapa saja yang mengajak keluarga dan kerabatnya untuk hadir dan berbagi dalam kebaikan,” ungkapnya.(Ibnu Galansa)

Wisuda Sekolah, Pentingkah?

0

Bogordaily.net – Dedi Mulyadi, atau yang terkenal disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi), Gubernur Jawa Barat, termasuk salah satu Gubernur yang mendapat sorotan cukup besar dari publik, sejak pelantikan kepala daerah serentak oleh Presiden Prabowo, pada 20 Februari 2025 lalu.

Sepak terjangnya yang terekam jelas di berbagai platform media sosial, berhasil menyita perhatian Netizen. Salah satu kebijakannya yang mengundang Pro Kontra adalah penghapusan tradisi Wisuda Sekolah, mulai dari tingkat PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA. Apakah ini sebuah langkah yang tepat?

Sejarah Wisuda

Dikutif dari situs detik.com, sejarah wisuda sudah ada sejak dimulainya pendirian kampus-kampus pertama di Eropa pada abad ke-12. Kata graduate, berasal dari kata gradus yang berarti langkah. Yang dimaksud merupakan langkah pertama jenjang sarjana dan diikuti jenjang master.

Sementara itu, Toga wisuda berasal dari tradisi akademik Eropa abad pertengahan, khususnya dari universitas-universitas ternama seperti Oxford dan Cambridge di Inggris.

Pada masa itu, para pengajar dan mahasiswa mengenakan jubah sebagai simbol status akademik dan keanggotaan mereka dalam komunitas ilmiah yang juga terhubung erat dengan lingkungan gereja.

Tradisi ini kemudian diadopsi oleh universitas-universitas di Amerika Serikat dan menjadi bagian penting dari seremoni kelulusan.

Sejak Kapan Acara Wisuda Mulai Membudaya di Sekolah-sekolah di Indonesia?

Di Indonesia, konsep wisuda mulai ramai diadopsi pada helaran perpisahan atau samenan sekolah, setidaknya sejak awal 2010-an.

Sejumlah sekolah mulai mengadakan acara perpisahan atau kelulusan yang dikemas menyerupai wisuda universitas, lengkap dengan penggunaan toga wisuda.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut, yakni yang pertama faktor globalisasi, di mana media massa dan internet semakin terbuka dan mudah diakses.

Kedua, adanya keinginan pihak sekolah untuk memberikan pengalaman kelulusan yang lebih formal dan berkesan bagi siswa. Dan alasan ketiga semakin banyaknya Event Organizer (EO) yang hadir menawarkan paket wisuda lengkap, dengan berbagai alternatif acara.

Antara Perpisahan atau Wisuda, Manakah yang Lebih Penting bagi Siswa?

Menakar penting atau tidaknya perpisahan sekolah, setidaknya bisa berdasarkan lima hal berikut:

Pertama, perpisahan atau pelepasan sekolah merupakan kegiatan puncak dan terakhir sekolah yang bersifat formal, sekaligus juga memiliki kegiatan non formal di dalamnya (acara hiburan).

Hal ini yang menjadikan perpisahan sekolah tidak saja sebuah acara yang sakral, namun juga acara yang memiliki beribu kesan dan kenangan yang mungkin tidak akan pernah hilang seumur hidup kita.

Hal ini penting, karena kenangan yang indah di masa sekola akan menjadi sebuah pengingat akan pencapaian besar dan perjalanan yang telah dilalui oleh setiap siswa.

Kita yang sudah berumur 30 atau 40an tahun, bukankah hingga saat ini masih bisa mengingat acara perpisahan di SD, SMP, SMA kita?

Kedua, acara perpisahan sekolah bisa menjadi sebuah ajang di mana setiap torehan prestasi yang diraih siswa, diapresiasi oleh pihak sekolah.

Sudah menjadi sebuah kelaziman bahwa di acara perpisahan sekolah selalu ditampilkan siswa-siswa yang berprestasi, baik yang bersifat akademik maupun non akademik.

Ini akan berakibat sangat baik bagi mental siswa, dan akan menumbuhkan motivasi yang semakin kuat untuk berprestasi lebih baik lagi pada tingkat pendidikan selanjutnya.

Selain bagi siswa, perpisahan sekolah juga merupakan ajang apresiasi bagi guru dan orang tua siswa. Guru diapresiasi atas keberhasilan mendidik dan menghantarkan siswa ke titik akhir dari sebuah jenjang pendidikan, dan akan memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Sementara, orang tua diapresiasi atas prestasinya melahirkan, merawat dan membesarkan putra-putrinya hingga akhirnya tiba pada sebuah pencapaian yang diraihnya saat itu.

Galih Priatna, Seorang Guru di sebuah SMA di Bogor. (istimewa/Bogordaily.net)

Ketiga, acara perpisahan sekolah juga merupakan ajang untuk mengasah mental dan keberanian siswa untuk tampil di depan orang banyak.

Selama ini, perpisahan sekolah menjadi sebuah momen terbaik bagi siswa untuk tampil unjuk bakat di depan guru, orang tua dan teman-temannya. Ada yang tampil menari, ada yang tampil bernyanyi, berpidato, dsb.

Sudah menjadi sebuah tradisi (terutama di PAUD & TK), pada gelaran perpisahan atau samenan, seluruh siswa diberikan kesempatan untuk tampil, meski hanya sekedar membacakan doa-doa atau surat-surat pendek Al-qur’an yang sudah dihafalnya (dalam budaya kita disebut dengan istilah lesengan).

Ini adalah momen yang membanggakan bagi siswa dan orang tua. Siswa bangga karena bisa tampil dengan berani dan percaya diri di depan orang banyak, sementara orang tua bangga karena melihat anaknya sudah berani tampil dan sudah mampu menghafal doa-doa dan surat-surat pendek Al-Qur’an.

Keempat, bagi adik-adik tingkat, acara perpisahan sekolah bisa menjadi sebuah momen yang sarat dengan motivasi dan inspirasi, terutama di saat menyaksikan kakak-kakak kelasnya yang berprestasi tampil di panggung.

Ini akan menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi para siswa untuk belajar lebih giat dan berprestasi lebih baik lagi.

Sementara itu, bagi siswa yang terlibat sebagai panitia, acara perpisahan bisa menjadi sebuah ajang pembelajaran yang sangat bernilai tentang bagaimana menyelenggarakan sebuah event dengan baik.

Kelima, yang terpenting adalah momen perpisahan sekolah merupakan ajang silaturahmi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.

Tidak sedikit orang tua siswa (yang dikarenakan kesibukannya), membuat mereka tidak pernah mengunjungi sekolah tempat putra-putrinya menimba ilmu.

Di momen perpisahan sekolah itulah biasanya para orang tua menyempatkan hadir, bertemu dengan para guru, bersilaturahmi, dan sekedar mengucpkan terimakasih atas apa yang telah dilakukan para guru untuk Pendidikan putra-putrinya, yang mungkin selama itu tidak pernah terucapkan.

Namun patut diakui bahwa gelaran perpisahan sekolah, belakangan ini banyak juga dikeluhkan oleh orang tua dan beberapa pihak pemerhati pendidikan. Terutama karena dua hal:

Pertama, karena digunakannya konsep wisuda perguruan tinggi pada acara perpisahan sekolah, lengkap dengan penggunaan toga, kebaya dan hiasan make up yang berlebihan.

Banyak pihak yang telah mengulas tentang hal ini, dan akibat yang timbul. Terutama pada terdegradasinya nilai-nilai luhur wisuda perguruan tinggi dan kesakralan toga, sebagai pakaian kebesaran para insan cendekia.

Kedua, karena biaya penyelenggaraan perpisahan atau wisuda sekolah yang mahal. Hal ini dikarenakan banyaknya detil yang menjadi bagian dari penyelenggaraan ini.

Tidak jarang detil-detil tersebut sesungguhnya tidak ada urgensi dan relevansinya dengan nilai-nilai dan tujuan diadakannya kegiatan perpisahan sekolah.

Misalnya, sewa gedung, jasa fotografer professional, pembuatan photobooth, karangan bunga, make up artist, dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut yang membuat pembiayaan perpisahan sekolah jadi membengkak.

Jadi dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa perpisahan atau samenan sekolah merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting untuk diselenggarakan, mengingat hal-hal yang telah diutarakan di atas.

Namun demikian, sejatinya pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah diselenggarakan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip dan tujuan pendidikan nasional, yakni mengembangkan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dan yang terpenting, perpisahan sekolah haruslah dilaksanakan dengan tidak berlebih-lebihan, tanpa harus mengadopsi budaya wisuda perguruan tinggi, memakai toga dan lain sebagainya, sehingga tidak akan menimbulkan kebutuhan biaya yang membebani orang tua siswa.***

Honda PCX160 Terbaru Hadirkan Teknologi RoadSync, Berkendara Makin Canggih dan Terkoneksi!

0

Bogordaily.net – Honda kembali menegaskan dominasinya di segmen skutik premium dengan menghadirkan New Honda PCX160 yang kini dibekali teknologi terbaru Honda RoadSync.

Inovasi ini menjadikan pengalaman berkendara makin modern, praktis, dan anti-ribet, karena pengendara bisa tetap terhubung dengan smartphone tanpa mengalihkan fokus dari jalan.

Teknologi Honda RoadSync memungkinkan pengendara mengakses berbagai fitur seperti navigasi, panggilan telepon, pesan singkat, hingga kontrol musik langsung dari setang motor, hanya dengan koneksi Bluetooth dan aplikasi khusus di smartphone Android maupun iOS.

Semua itu bisa dinikmati lebih maksimal bila pengendara menggunakan helm dengan speaker Bluetooth atau intercom, karena interaksi dilakukan lewat perintah suara alias voice command.

Tak hanya praktis, sistem ini juga mendukung fitur navigasi turn-by-turn dari Google Maps, menjadikan perjalanan lebih mudah tanpa harus menatap layar ponsel.

Pengendara juga bisa menjawab atau menolak panggilan, mendengar isi pesan, dan mengontrol musik tanpa menyentuh layar, cukup dengan tombol di handlebar sebelah kiri.

Teknologi modern ini langsung menarik hati para pengguna. Salah satu pengendara asal Bali, Agung Rai Darmawan, menyebut fitur Honda RoadSync membuat dirinya selalu terkoneksi tanpa kehilangan kenyamanan dan fokus selama berkendara.

Performa Ganas, Tampilan Mewah

New Honda PCX160 tetap mengusung performa tinggi dengan mesin 160cc eSP+ yang bertenaga dan responsif.

Tak hanya itu, motor ini juga dilengkapi Honda Selectable Torque Control (HSTC) yang memberikan perlindungan ekstra dari potensi selip ban belakang di berbagai kondisi jalan.

Dari sisi kenyamanan dan keamanan, PCX160 juga membawa Smart Key System dengan alarm dan Answer Back System, serta panel meter full digital yang tampil futuristik.

Pengendara juga dimanjakan dengan USB charger type-C di dalam console box, yang memungkinkan pengisian daya gadget saat bepergian.

Varian, Warna, dan Harga

New Honda PCX160 hadir dalam tiga pilihan varian:

  • CBS: Rp 32.670.000
  • ABS: Rp 36.085.000
  • PCX160 RoadSync: Rp 37.805.000
    (Harga OTR Jakarta)

Untuk urusan tampilan, PCX160 tampil dengan pilihan warna premium:

  • Varian CBS: Exceptional White, Red, Matte Silver, dan Black
  • Varian ABS: Phenomenal Matte Black, Silver, Red, dan White
  • Varian RoadSync: RoadSync Matte Black dan RoadSync Red

Kehadiran New Honda PCX160 dengan teknologi Honda RoadSync menjadi bukti keseriusan Honda menghadirkan kendaraan roda dua yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup modern dan terkoneksi.***

Pemkab Bogor dan Yayasan Belas Kasih Luncurkan Aplikasi Belas Kasih: Dorong Budaya Berbagi di Era Digital

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Sosial Kabupaten Bogor bersinergi dengan Yayasan Belas Kasih meluncurkan aplikasi Belas Kasih, sebuah platform donasi digital yang bertujuan memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat. Peluncuran ini berlangsung di Auditorium Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Bogor, Kepala Bidang Pelayanan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Indra Nurcahya menyampaikan bahwa, peluncuran aplikasi adalah langkah inovatif dalam menjawab tantangan sosial di era digital, seperti kemiskinan, keterlantaran, disabilitas, hingga bencana alam.

“Teknologi hari ini menjadi jembatan paling efektif untuk menghubungkan niat baik dengan aksi nyata. Aplikasi Belas Kasih hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut serta dapat mempermudah masyarakat menyalurkan donasi secara cepat, transparan, dan akuntabel. Lebih dari sekadar aplikasi, ini adalah gerakan kemanusiaan digital yang terintegrasi dengan pembangunan sosial, relawan, dan komunitas,” ungkapnya.

Aplikasi ini memungkinkan donasi tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga barang, tenaga, dan keterlibatan sebagai relawan.

Dengan fitur pelacakan donasi secara langsung, distribusi yang tepat sasaran, serta laporan yang transparan, aplikasi ini diharapkan mampu menjangkau warga di pelosok Kabupaten Bogor yang benar-benar membutuhkan.

“Kami berharap platform ini dapat menggerakkan solidaritas sosial, meningkatkan partisipasi publik, dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah kami. Mari manfaatkan aplikasi ini untuk menyalurkan kebaikan. Tidak perlu menunggu besar, karena setiap bantuan, sekecil apa pun, sangat berarti,” tambahnya.

Menurutnya, melalui kolaborasi ini, Pemkab Bogor berharap aplikasi Belas Kasih dapat menjadi simbol solidaritas dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia, sebagaimana keberhasilan platform digital serupa di Bandung dan Samarinda.

“Ke depan, keterlibatan aktif dari komunitas sosial, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat luas sangat diharapkan untuk memperkuat ekosistem kebaikan di Kabupaten Bogor,” bebernya.

Ia berharap, dengan semangat gotong royong, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan teknologi, aplikasi Belas Kasih diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, berkeadilan, dan penuh empati.

Kemudian, Ketua Yayasan Belas Kasih, Abdurahman Asyakir, juga menyampaikan bahwa aplikasi ini merupakan bentuk kerja nyata yayasan dalam membangun kepercayaan dan transparansi terhadap kegiatan sosial.

Salah satu fitur andalan adalah keterlibatan para influencer dan public figure untuk memimpin kampanye donasi.

“Fitur kampanye bersama influencer kami hadirkan agar pesan kebaikan dapat menjangkau lebih luas dan membangun kepercayaan publik yang lebih kuat. Aplikasi Belas Kasih kami rancang untuk menjawab kebutuhan zaman, sehingga masyarakat bisa berdonasi dengan mudah melalui berbagai cara,” jelas Abdurahman.***

Tragis! Bayi Ditemukan Meninggal di Dalam Tas di Sungai Ciliwung Bogor

0

Bogordaily.net – Warga Kedung Halang, Bogor Utara, digemparkan dengan penemuan tragis seorang bayi yang sudah tidak bernyawa di aliran Sungai Ciliwung pada Senin, 12 Mei 2025.

Bayi tersebut ditemukan oleh seorang pria berbaju biru yang sedang berada di sekitar lokasi. Saat ditemukan, jasad bayi itu berada di dalam sebuah tas yang mengapung di permukaan air sungai.

Penemuan mengejutkan ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Mereka segera menghubungi aparat setempat untuk dilakukan evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai identitas bayi tersebut maupun pihak yang diduga terkait dengan kejadian ini. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang tega membuang bayi malang itu.

Peristiwa ini pun menambah daftar kasus tragis pembuangan bayi yang mengusik hati nurani. Warga berharap pelaku dapat segera ditemukan dan diproses secara hukum.***

Warga Kedung Halang Resah! Sekelompok Pemuda Bersenjata Serang Brutal di Tengah Malam

0

Bogordaily.net – Warga Kedung Halang, Bogor Utara, kembali dihantui ketakutan usai aksi penyerangan brutal dilakukan oleh sekelompok pemuda tak dikenal pada Senin 12 Mei 2025 dini hari, sekitar pukul 01.50 WIB.

Menurut keterangan warga, para pelaku datang berboncengan dengan dua sepeda motor dan membawa senjata tajam.

Mereka diduga langsung menyerang tanpa alasan yang jelas. Aksi tersebut memicu kepanikan warga yang tengah beristirahat.

Dalam rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial, tampak sejumlah warga berusaha mengusir para pelaku dengan alat seadanya.

Suasana mencekam tak terhindarkan, terutama karena para pelaku menyerang secara membabi buta tanpa memedulikan keberadaan anak-anak dan perempuan.

“Pelaku sempat melontarkan ancaman akan kembali,” ujar salah satu warga yang mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke WhatsApp Center Polresta Bogor Kota.

Ironisnya, ini bukan kali pertama kejadian serupa terjadi di kawasan Kedung Halang. Warga pun mendesak agar pihak kepolisian segera turun tangan, menangkap para pelaku, dan meningkatkan patroli malam demi menjaga keamanan lingkungan.

“Kalau dibiarkan, takutnya nanti ada korban. Kami sebagai warga sudah tidak tenang,” ujar warga lainnya.

Situasi mencekam ini mengingatkan kembali bahwa keberadaan geng motor atau kelompok pemuda brutal masih menjadi ancaman serius di kawasan pemukiman.

Masyarakat berharap aparat kepolisian segera bertindak tegas sebelum korban jiwa benar-benar berjatuhan.***

Ledakan Hebat Saat Pemusnahan Amunisi di Garut, Sejumlah Warga Tewas

0

Bogordaily.net – Suasana tenang di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendadak berubah mencekam pada Senin pagi 12 Mei 2025 usai terdengar ledakan keras yang diduga berasal dari lokasi pemusnahan amunisi tidak layak pakai.

Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah orang dilaporkan tewas, meski hingga kini belum ada data pasti mengenai jumlah korban jiwa maupun kronologi lengkap kejadian.

Ledakan terjadi saat proses pemusnahan amunisi berlangsung di salah satu titik di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, membenarkan insiden ledakan tersebut. “Benar kejadian tersebut,” ujar Hendra, dikutip Senin.

Hal senada juga disampaikan oleh Camat Cibalong, Dianavia Faizal, yang mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Polres Garut dan Kodim Garut untuk memastikan detail lengkap peristiwa tersebut.

“Benar (ada ledakan),” ucap Faizal singkat.

Hingga berita ini diturunkan, aparat dari Polres Garut sedang menuju lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pendataan terhadap korban maupun saksi mata.

Belum diketahui secara pasti apakah ledakan disebabkan oleh kelalaian teknis atau faktor lain saat pemusnahan amunisi berlangsung.

Peristiwa ini mengundang perhatian luas masyarakat, terutama karena berkaitan dengan prosedur pemusnahan bahan peledak yang seharusnya dilakukan dengan standar keamanan tinggi.

Pihak berwenang diharapkan segera memberikan keterangan resmi dan menyelidiki penyebab ledakan demi menghindari insiden serupa di masa mendatang.***

Ombak Besar Hantam Kapal Wisata di Bengkulu, 7 Orang Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net – Peristiwa tragis menimpa kapal wisata di perairan Pantai Malabero, Kota Bengkulu, pada Minggu 11 Mei 2025 sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebuah kapal wisata bernama Tiga Putra tenggelam saat membawa ratusan penumpang dalam perjalanan pulang dari Pulau Tikus, salah satu destinasi favorit wisata laut di daerah tersebut.

Dari total 104 orang di atas kapal, sebanyak tujuh penumpang dinyatakan meninggal dunia.

Data tersebut terdiri dari 98 wisatawan, satu nakhoda, dan lima anak buah kapal (ABK). Tujuh korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa mereka tidak tertolong.

Kasat Intel Polresta Bengkulu, AKP Freddy Triandy Hutabarat, menyampaikan bahwa data korban meninggal kemungkinan masih bisa berubah seiring proses evakuasi dan pendataan yang masih berlangsung.

Sementara itu, petugas gabungan dari Basarnas, kepolisian, dan relawan terus melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap para korban selamat maupun yang belum ditemukan.

Salah satu penumpang yang selamat, Jidan Dinil Haq, mengisahkan detik-detik tenggelamnya kapal.

Menurutnya, kapal mengalami kerusakan mesin saat sedang dalam perjalanan kembali ke daratan.

Ketika awak kapal mencoba memperbaiki mesin, kapal dihantam ombak besar yang menyebabkan kebocoran hingga akhirnya karam di tengah laut.

“Saat itu ombak sangat kencang. Kapal terguncang ke kiri dan kanan hingga akhirnya tenggelam,” tutur Jidan.

Tragedi ini memicu sorotan terhadap standar keselamatan pelayaran wisata di Bengkulu. Banyak pihak mendesak evaluasi menyeluruh terhadap operasional kapal wisata, termasuk kapasitas penumpang dan kelengkapan alat keselamatan seperti pelampung serta prosedur tanggap darurat.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan penyelidikan masih terus berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menunda kegiatan wisata laut sementara waktu sampai situasi benar-benar dinyatakan aman oleh pihak berwenang.***

Richard Lee Bongkar Penipuan Aldy Maldini, Rp10 Juta Hilang!

0

Bogordaily.net – Dokter sekaligus influencer kecantikan Richard Lee mengungkap pengalaman tak menyenangkan yang dialaminya saat bekerja sama dengan mantan personel CJR, Aldy Maldini.

Kabar ini mencuat karena fans Aldi diisukan ditipu dengan dalih dinner berdua bersamanya. Namun, dinner tersebut tidak terlaksana sampai saat ini.

Richard mengaku menjadi korban penipuan Aldy saat acara pembukaan klinik barunya pada tahun 2019 silam.

Kala itu, Richard Lee menggandeng Aldy Maldini sebagai bintang tamu demi menarik perhatian pelanggan.

Ia bahkan membuat promo perawatan spesial, di mana pelanggan bisa berfoto langsung bersama Aldy.

Namun sayangnya, penyanyi tersebut malah batal hadir tanpa kepastian, padahal seluruh pembayaran telah diterima.

Menurut penuturan Richard, honor sebesar Rp10 juta telah ia bayarkan kepada Aldy untuk penampilan di acara tersebut.

Namun, beberapa waktu kemudian, Aldy menyatakan tidak bisa datang dan meminta agar acara dijadwal ulang.

Hal itu tentu ditolak oleh Richard karena jadwal pembukaan klinik sudah ditentukan dan tidak bisa diganti.

Richard pun meminta agar uang yang telah dibayarkan dikembalikan. Sayangnya, permintaan itu tak kunjung dipenuhi.

Aldy disebut terus memberi alasan, hingga akhirnya Richard memilih mengikhlaskan uang tersebut dan tidak melanjutkan permasalahan lebih jauh.

Namun, alasan Richard Lee mengungkap kasus Maldini ini bukan soal uang, melainkan sebagai bentuk pengingat pentingnya profesionalisme dalam dunia kerja.

Ia menilai bahwa ketika seseorang sudah menerima pekerjaan dan bayaran, maka tanggung jawabnya harus dijalankan secara profesional.***