Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 748

SD Bina Insani Gelar Peluncuran Buku Antologi Karya Guru dan Siswa

Bogordaily.net – SD Bina Insani menggelar peluncuran buku antologi karya guru dan siswa. Kegiatan Book Launching itu diadakan di Lapangan Upacara SD Bina Insani, Bogor, Jumat, 2 Mei 2025.

Adapun buku yang diluncurkan adalah: “Keragaman Budaya” (karya siswa kelas 1), “Keberagaman Kue Tradisional” (karya siswa kelas 2), “Ragam Pesona Budaya” (karya siswa kelas 3),”Langit Indonesia” (karya siswa kelas 4), “Cerita Kita” (karya siswa kelas 5), “Cerita Nusantara” (karya siswa kelas 6), dan Antologi Buku Guru berjudul “Ragam Cerita Manarik dari Berbagai Sudut dan Pengalaman Guru”.

Acara itu dihadiri oleh Head of Curriculum Bosowa School Lies Rachmawati, Pengawas SD Kecamatan Tanah Sareal, Nur Hamidah, dan Kabid Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, Risna Widyastuti yang mewakili Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor, Rudiyana.

SD Bina Insani menggelar peluncuran buku antologi karya guru dan siswa di momen Hardiknas.

“Pada hari ini kita meluncurkan buku antologi karya guru dan siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Juga karya para siswa peserta ekstra kurikuler (ekskul) Jurnalistik,” kata Kepala Sekolah SD Bina Insani, Eka Rafikah saat memberikan kata sambutan di hadapan para siswa, guru dan tamu undangan.

Ia menambahkan, tujuan penerbitan buku antologi ini agar para siswa SD Bina Insani terbiasa menuliskan apa yang kalian rasakan dan kalian alami.

“Semoga kalian kelak menjadi para penulis yang hebat,” katanya.

Bukan kebetulan kalau acara peluncuran buku tersebut dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2025.

“Peluncuran buku antologi karya guru dan siswa SD Bina Insani kita laksanakan sekaligus menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas),” ujar Eka Rafikah

Pengawas SD Kecamatan Tanah Sareal, Nur Hamidah menyambut baik kegiatan peluncuran buku yang diadakan oleh SD Bina Insani.

“Acara peluncuran buku ini sangat Istimewa karena berbarengan dengan peringatan Hardiknas. Ini acara yang sangat relevan dengan peringatan Hardiknas,” kata Nur Hamidah.

Ia sangat mengapresiasi kegiatan peluncuran buku karya guru dan siswa SD Bina Insani, karena turut mendorong budaya literasi di kalangan siswa maupun guru.

“Saya sangat mengapresiasi acara Book Launching ini, karena sangat bersemangat untuk siswa dan guru,” ujarnya.

Menurutnya, peluncuran buku karya guru dan siswa membuktikan bahwa kegiatan literasi di SD Bina Insani sudah menggeliat bahkan sudah ada buku yang dihasilkan.

“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru, di tengah kesibukan melaksanakan tugas sehari-hari, yakni mengajar dan mendidik murid-murid, masih sempat membimbing anak-anak menulis,” kata Nur Hamidah.

Ia pun memberikan atensi kepada para siswa SD Bina Insani yang telah berani menuangkan ide mereka dalam bentuk tulisan dan diterbitkan sebagai buku.

“Saya bangga kepada anak-anak sekalian. Di usia belia sudah menulis dan punya karya tulis berupa buku. Semoga kalian kelak jadi penulis yang hebat,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan para siswa agar terus konsisten menulis. “Teruslah menulis. Tuliskan gagasan-gagasan kalian. Jangan berhenti di 1 buku,” ujarnya.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor Rudiyana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif luar biasa SD Bina Insani dalam mendorong literasi lewat penerbitan buku antologi.

“Budaya menulis dan membaca sangat penting, apalagi sejak usia dini. Sekolah punya peran penting dalam menanamkan literasi sebagai bagian dari pendidikan karakter,” kata Rudiyana dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kabid Arsip dan Pepustakaan Kota Bogor, Risna Widyastuti.

Ia menyampaikan salut dan penghargaan untuk para guru dan siswa yang sudah menulis dan menerbitkan karya.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berkembang dan jadi tradisi tahunan yang inspiratif,” ujarnya.

Rudiyana menegaskan, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor berkomitmen penuh mendukung program literasi di lingkungan pendidikan.

“Harapannya, buku antologi ini bisa jadi bagian koleksi di perpustakaan daerah dan sekolah,” tuturnya.

Ia juga mengemukakan, penerbitan buku antologi karya guru dan siswa SD Bina Insani bukan cuma pencapaian sekolah, tapi juga kontribusi nyata untuk pendidikan di Kota Bogor.

“Semoga jadi inspirasi untuk sekolah-sekolah lain agar membuat kegiatan serupa,” kata Rudiyana.

Acara peluncuran buku itu ditandai dengan penandatangan (Book Signing) oleh Kepala SD Bina Insani Eka Rafikah, Head of Curriculum Bosowa School Lies Rachmawati, Pengawas SD Kecamatan Tanah Sareal, Nur Hamidah Nur Hamidah, dan Kabid Arsip dan Pepustakaan Kota Bogor, Risna Widyastuti.

Selain itu, pemberian penghargaan kepada 10 guru dengan tulisan terbaik (Best Writer), dua siswa dengan predikat “Best Reader” dan 8 siswa dengan predikat Best Writer.

Tidak kalah pentingnya adalah penghargaan kepada Duta Literasi 2025 SD Bina Insani. Penghargaan Duta Literasi diberikan kepada Andromeda Gladys Rahmania (siswa kelas 4 C), dan Kimmi Satrio Wikan (siswa kelas 4 B). ***

Isi Lengkap Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang Larangan Study Tour, Wisuda Sekolah dan Barak Militer

0

Bogordaily.net – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mengatur ulang agenda kegiatan non-akademik di sekolah mengenai larangan Study Tour dan wisuda sekolah dengan mengeluarkan surat edaran gubernur.

Melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang Study Tour ini, seluruh satuan pendidikan diimbau untuk meninjau ulang kegiatan di luar kelas yang selama ini jamak dilakukan setiap akhir tahun ajaran.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 42/PK.03.04/KESRA, yang ditandatangani belum lama ini dan berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan: dari PAUD, SD, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA/MAK dan SLB di wilayah Jabar.

Isinya tak hanya soal study tour, tetapi juga menyentuh wisuda, outing class, dan pendidikan karakter.

“Imbauan ini dibuat demi menjamin keadilan dalam pendidikan, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga siswa,” tulis Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui unggahan resmi yang dikutip Minggu, 4 Mei 2025.

Larangan dan Batasan

Ada beberapa poin krusial dalam surat edaran ini. Pertama, sekolah dilarang menyelenggarakan kegiatan yang berbiaya tinggi dan tidak wajib dalam kurikulum. Termasuk di antaranya:

  • Study tour ke luar Provinsi Jawa Barat
  • Outing class atau aktivitas serupa yang membutuhkan biaya besar
  • Wisuda atau perpisahan dengan format mewah dan seremonial
  • Kegiatan ekstrakurikuler yang tidak wajib dan membebani orang tua

Namun, study tour tetap diperbolehkan—asal berada dalam batas wilayah Jawa Barat dan dilaksanakan dengan prinsip edukatif. Lokasi yang dituju pun dibatasi, hanya yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, kebudayaan, pendidikan tinggi, dan wisata edukatif lokal.

Setiap kegiatan ini wajib mendapat persetujuan dari perangkat daerah setempat.

“Sekolah tidak bisa sembarangan membawa siswa keluar kota tanpa laporan resmi,” tulis SE tersebut.

Gubernur Jawa Barat juga menyoroti pelaksanaan wisuda sekolah. Tradisi yang semula berlangsung megah, kini dianjurkan dibuat sederhana.

Tidak boleh membebani orang tua, serta harus mencerminkan nilai keberhasilan belajar yang sejati.

Dalam hal pendidikan karakter, surat edaran ini juga menginstruksikan kolaborasi sekolah dengan jajaran TNI Angkatan Darat.

Program bela negara dan pembinaan disiplin akan menyasar siswa SMP hingga SMA, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Untuk sekolah yang belum masuk program makan bergizi, siswa diminta membawa bekal makanan sehat dari rumah.

Langkah ini sejalan dengan visi pendidikan inklusif dan holistik yang diusung Pemprov Jabar.

Evaluasi Tradisi Lama

Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang Study Tour ini tak ubahnya evaluasi terhadap praktik-praktik lama yang kerap menjadi polemik.

Meski menghibur dan penuh kenangan, kegiatan seperti study tour dan wisuda sering dianggap membebani.

Kini, sekolah dituntut kembali ke tujuan semula: mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa diskriminasi ekonomi.

Dan aturan ini menjadi sinyal bahwa masa depan pendidikan tak boleh lagi digantungkan pada tradisi yang memberatkan.***

Sri Mulyani Umumkan Kapan Gaji ke-13 PNS Cair

0

Bogordaily.net – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya angkat bicara mengenai jadwal kapan gaji ke-13 bagi pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) cair.

Dalam keterangan resminya, Menkeu menyebutkan bahwa pencairan gaji ke-13 tahun 2025 tidak hanya terbatas pada bulan Juni.

Ada kemungkinan dana tersebut cair setelah pertengahan tahun, tergantung kesiapan administrasi dan teknis.

Kebijakan ini diatur secara rinci dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2025, yang telah diteken Sri Mulyani sebagai landasan hukum pembayaran gaji ke-13.

Gaji ke-13 dirancang sebagai bantuan untuk menghadapi tahun ajaran baru, khususnya bagi para pensiunan yang masih menanggung beban pendidikan keluarga.

“Paling cepat akan kami salurkan pada bulan Juni 2025, namun apabila ada hambatan teknis, pencairan bisa dilakukan setelahnya,” ujar Sri Mulyani dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi.

PMK Nomor 23/PMK.05/2025 mengatur sejumlah hal krusial terkait pencairan gaji ke-13. Selain waktu pembayaran, regulasi tersebut juga memuat daftar komponen yang termasuk dalam gaji ke-13 pensiunan.

Di antaranya adalah pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tambahan penghasilan.

Kebijakan ini menegaskan bahwa jumlah gaji ke-13 yang diterima akan mengacu pada penghasilan bulan Mei 2025.

Pemerintah juga menjamin bahwa pembayaran ini tidak dikenai potongan iuran atau potongan lain, kecuali pajak penghasilan yang dibayarkan sesuai ketentuan, dan akan ditanggung oleh pemerintah.

Dengan regulasi ini, pemerintah berupaya menjaga daya beli pensiunan PNS di tengah tekanan ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan pendidikan keluarga.

Namun, fleksibilitas waktu kapan gaji ke 13 PNS cair ini juga menunjukkan bahwa pemerintah juga mempertimbangkan kesiapan fiskal dan teknis pelaksanaan.***

Sukses Gelar Musyda ke-8, Pemuda Muhammadiyah Siap Bangun Sinergi Mewujudkan Kabupaten Bogor Istimewa

Bogordaily.net – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Daerah ke-8 (Musyda VIII) di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Barat di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 3 Mei 2025.

Mengangkat tema “Pemuda Negarawan, Sinergi Mewujudkan Kabupaten Bogor Istimewa” kegiatan Musyda VIII itu berjalan secara khidmat dan lancar.

Ketua PDPM Jatnika menyampaikan bahwa, dirinya merasa bahagia karena akan segera menuntaskan amanahnya.

“Saya cukup berhagia, diakhir masa jabatan menjelang purna tugas, Musyda dapat terlaksana dengan baik, disertai dengan banyaknya calon formatur yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan PDPM Kabupaten Bogor,” kata Jatnika, Minggu 4 Mei 2025.

Selanjutnya, Ketua PWPM Jabar mengajak kepada peserta agar menjadi Musyda ini sebagai ajang silaturahmi, menyusun gagasan dan program kedepan, menyatukan rasa dan pandangan untuk kemajuan Pemuda Muhammadiyah ke depannya.

Ditempat yang sama, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor Wahyudi mengapresiasi peran aktif Pemuda Muhammadiyah dalam memajukan pemuda di Kabupaten Bogor dengan berbagai program dan kegiatan positif dan bermanfaat.

Ia juga menilai bahwa Pemuda Muhammadiyah selalu siap menjadi mitra kerja sama bersinergi untuk Kabupaten Bogor Istimewa.

Wakil Ketua PDM Djoni Gunanto selalu memberi amanat sekaligus membuka acara. Ia menegaskan agar permusyawaratan berjalan dengan baik, lancar, khidmat dan mengedepankan nilai-nilai dakwah yang sesuai dengan kepribadian Muhammadiyah.

“Kepemimpinan di Ortom ini harus mampu memberi ruang dan kesempatan yang sama bagi semua kader, tidak hanya dipegang oleh orang-orang itu saja, tetapi harus menyebar,” ungkap Djoni.

Selain itu, Ia menekankan bahwa, kepemimpinan itu sifatnya sementara.  Menurutnya, untuk yang tidak terpilih menjadi formatur dalam Musyda kali ini harus memiliki prinsip ikhlas dan lapang dada. ***

Albin Pandita

Barak Militer, Sebuah Solusi Anak Nakal?

0

Bogordaily.net – Program pengiriman siswa bermasalah ke barak militer yang dimulai oleh Pemprov ͏Jawa Barat de͏ngan TNI AD menimbulkan ͏perdebatan sengit. Sejumla͏h 39 sis͏wa ya͏ng dianggap “nakal͏” sudah dikirim ke barak milit͏er di Purwakart͏a dan Bandung sebagai bagian dari usaha p͏e͏m͏bentukan karakter. Para orang tua yang merasa tida͏k sanggup mendidik ana͏k-anak mereka diberi kesempatan untuk ͏memilih apakah mereka mau anaknya͏ ikut program i͏ni. Namun, kebijakan i͏ni memun͏culkan pertanyaan: a͏pa͏kah ini solusi ͏jangka p͏anjang ͏at͏au han͏ya pengalihan tanggung jawab saat͏ menghadapi masa͏lah dasar ͏dalam dunia pendidi͏kan ͏kita?

Ke͏nakalan anak muda b͏ukanlah isu ba͏ru dalam sekolah ͏di Indonesia. Tapi, aturan ini men͏unju͏kkan betapa rumitnya m͏asalah itu. Mengiri͏m anak-anak ke tempat militer m͏ungki͏n tampak sebagai cara cepat͏ un͏tuk mendisiplinkan mereka tetapi apakah ini benar-͏b͏enar menyelesaikan masalah? Apakah kita s͏uda͏h mengerti akar da͏ri t͏ingkah laku itu atau malah kit͏a sedang tutup mata terhadap kegagalan sistem ya͏ng le͏bih besar?

Pendidikan͏ di In͏donesia sering mene͏kankan s͏isi akademis dan t͏aat pada atur͏an, teta͏pi kurang memberi ke͏sempatan untuk pengembangan karakter yang mengandalkan pemahaman diri da͏n kemampuan e͏mosi siswa. Anak-anak yang ͏di͏anggap bermas͏ala͏h ͏biasanya datang dari ͏latar belakang yang kura͏n͏g menda͏pat perhatian, baik dari͏ se͏kolah atau keluarga. ͏M͏ereka bukan hanya anak “n͏akal”, tapi juga͏ orang yang mungkin t͏erjebak dalam situasi sosial yang tidak menduku͏ng.

Barak Mi͏liter , sebuah Solu͏si?

Dalam kajian sosiologi p͏endidikan, kenakalan muda sering kali dil͏i͏hat sebaga͏i tanggapa͏n terhadap kel͏ema͏han sistem sekolah dalam memenuhi ͏kebutuhan emosi dan sosial anak-ana͏k. Anak yang punya masalah͏ belajar, permasalahan di rumah, atau k͏urang dukungan sosial, sering ͏kali tid͏ak m͏endapatkan perhatian yang cu͏kup. Alih-a͏lih ͏diberikan ͏pel͏uang untuk memahami diri mereka ͏da͏n belajar cara menghadapi kesulitan, mereka justru di͏had͏apkan pada sistem yang lebih menekan mereka untuk “berubah” dengan cara ya͏n͏g keras.

Barak militer mungkin m͏emberi disiplin yan͏g ketat dan str͏u͏ktur yan͏g jelas tapi cara ini tidak membantu siswa mengert͏i masalah dengan bai͏k. Dalam h͏al ini, cara ͏yang lebih fokus pada kontrol dan huku͏man justru bisa membuat ͏masalah jadi͏ ͏lebih buruk, karena tidak ada te͏mpat untuk tum͏buhnya pemahaman dir͏i dan keterampilan sosial yang penting unt͏uk͏ perkembangan karakter.

Kesenjangan dalam Pendidikan dan P͏enga͏suhan͏

Masalah yang dihadap͏i oleh anak-anak i͏ni bukan hanya soal͏ si͏kap jelek, t͏etapi juga cermin dari gagal s͏istem sekolah yang tidak bisa memenu͏hi kebutuhan mere͏ka sep͏enuhnya. Banyak murid yang diabaikan atau tidak mendapat perhatian͏ yan͏g cukup dari sistem sosialnya. Perbedaan͏ so͏sial, ketidak͏setaraan dalam akses se͏kolah, ͏dan kurangnya dukungan dari oran͏g tua j͏adi fa͏ktor penting yang sering kal͏i terlupakan.

S͏osiolog͏ Pierre B͏ourdieu menunjukkan penti͏ng͏nya latar sosial dalam ͏pengembangan karakter orang. Kenakalan rem͏a͏ja adalah tanda dari ke͏tidakmamp͏uan untuk mencapa͏i tujuan sosial melalui cara-cara yang sah, karena adanya kesenjangan dalam peluang yang ada. Jadi, kebijakan yang hanya mengandalkan barak milit͏er sebagai tempat pelatihan tidak akan menyelesaikan masalah utama; ket͏i͏mpangan di sistem pendidikan͏ yang tersedia.

Pendidik͏an yang me͏nghargai per͏bedaan dan karakter

Jika kita mau benar-benar mengatasi masal͏ah remaja nakal , maka kita p͏erlu lihat lebih dalam pada akar masalah. Pendidikan yang terbuka dan berbasis karakter adalah langka͏h pertama yang ͏harus diambil. Pendidikan bukan hanya tentang  pengetahuan, ͏tapi juga bentu͏k sifat dan kemampuan sosial anak-anak. Jadi sekolah͏  ͏tidak hanya fokus pada pelajaran tetapi juga pada͏ pengembangan e͏mosi dan sosial s͏iswa

Seko͏lah harus memperb͏aiki layanan͏ bimbingan,͏ memberi tempat untuk pendidikan ka͏rakter yang berdasarkan pada nilai-nilai rasa peduli dan ͏berbicara, s͏erta membantu͏ siswa yang perlu dukungan pikiran. ͏Cara͏ yang lebih ramah, yang mengha͏rgai pe͏r͏bedaan siswa dan latar belakan͏g mereka, akan lebih berhasil dalam menolong mereka menghadapi persoalan dan be͏rkembang jad͏i orang yang bertanggung jawab͏.

Di samping i͏tu, tugas orang͏ tua juga͏ s͏ama pentingn͏ya. Prog͏ram y͏ang memberi latihan untuk orang tua agar mengerti cara mendidik anak-anak mereka dengan l͏ebih ͏baik bisa j͏adi langkah berart͏i dalam mem͏perkuat tugas keluarga dalam membantu perkemb͏angan anak.͏ Deng͏an cara yang lebih kerja sama ant͏ara sekolah, ke͏lu͏arga, dan masya͏rakat kita bisa mengurangi masalah k͏enakalan remaja tanpa p͏erlu bergan͏tung kepada solusi yang bersifat otoriter.

Kebij͏akan mengirim anak-anak ke te͏mpa͏t ͏m͏iliter sebaga͏i cara untuk menangani kenakala͏n remaja menunjukkan adanya keputusasa͏an dalam menangani masalah remaja secara keseluruhan. Sementara disiplin memang pentin͏g, peng͏ajaran yang baik tidak hanya mengajarkan pa͏tu͏h, tetapi juga membentuk karakter mel͏alui p͏emahaman, rasa e͏mpati dan pengembangan diri. Solusi jangka͏ panjang untuk masalah kenakalan remaja bukanlah dengan mengirim mereka ke ͏barak milite͏r, teta͏pi dengan memperbai͏ki ͏sistem pendidikan dan memberikan dukungan le͏bih besar bagi anak yang membutuhka͏n.

Pendidika͏n harus jadi temp͏at untuk a͏nak-anak untuk tum͏buh͏, belajar, dan jadi orang yang kuat bukan ͏hanya mi͏nta patuh tapi juga p͏er͏lu͏ memberi ruang untuk͏ pengertian dan perkembangan diri. ***

Penulis: Agus Jatmika (Pegiat Kajian Masalah Sosial-Politik, Komunikasi dan Pendidikan, tinggal di Bogor, Alumni Sosiologi FISIP Universitas Airlangga Surabaya, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Bogor)

 

Disambut Antusias Ribuan Warga, Parade Budaya Bojonggede 2025 Berlangsung Meriah

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menggelar kegiatan tahunan Parade Budaya Lebaran Bojonggede yang berlangsung meriah di Lapangan Siaga, Desa Bojonggede, Minggu 4 Mei 2025.

Dalam agenda yang menjadi tradisi tahunan ini kembali menyatukan ribuan warga dalam semangat kebudayaan dan kebersamaan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menyampaikan pentingnya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi dan digitalisasi.

“Parade Budaya Lebaran Bojonggede 2025 ini bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga menjadi wadah menjaga kesinambungan adat istiadat yang menjadi fondasi budaya Desa Bojonggede. Nilai-nilai tradisional harus tetap hidup dan relevan dalam kehidupan,” kata Yudi.

Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi telah mengubah pola komunikasi masyarakat, yang bisa berakibat pada menurunnya kualitas transfer budaya antargenerasi.

Oleh karena itu, kegiatan seperti parade budaya menjadi penting untuk memperkuat kembali hubungan antarwarga dan menjaga warisan budaya sebagai praktik aktif, bukan sekadar konsumsi pasif.

Selain menampilkan beragam seni dan budaya lokal, parade ini juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk-produk mereka. Ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi kreatif yang berbasis pada kekayaan budaya lokal.

“Kami berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, Pak Camat, Kepala Desa, para Ketua RT dan RW, serta warga Bojonggede yang terus mempertahankan tradisi ini dengan semangat gotong royong,” jelasnya.

Lebih lanjut, Parade Budaya ini juga menjadi pembuka rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Kabupaten Bogor ke-543 yang akan diperingati pada Juni mendatang.

Disbudpar Kabupaten Bogor menilai langsung kegiatan ini sebagai bagian dari seleksi dan penghargaan untuk desa-desa yang aktif dalam pelestarian budaya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Bojonggede, Dede Malvina memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga yang hadir meski cuaca hujan dan kondisi lapangan becek.

“Saya hanya bisa memberikan doa terbaik untuk semua yang hadir, yang mendukung, dan yang menjaga nama baik Bojonggede. Ini adalah bukti bahwa warga Bojonggede masih menjunjung tinggi budaya dan tradisi desa kita tercinta,” ujar Dede.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan generasi muda Bojonggede agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan menjadi penerus budaya yang bijak dan berdaya.

“Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif masyarakat, Parade Budaya Lebaran Bojonggede 2025 berhasil menjadi simbol kekuatan budaya lokal yang hidup, dinamis, dan menyatukan,” ungkapnya.

Albin Pandita

Azwar Anas Optimis Partai NasDem Kabupaten Bogor Raih 8 Kursi Parlemen di 2029 Mendatang

0

Bogordaily.net – Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bogor Azwar Anas optimis Partai NasDem dapat meraih 100 persen kursi parlemen pada 2029 mendatang.

Hal tersebut ia sampaikan usai pelantikan pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Bogor periode 2025-2029 di Hotel Lorin, Sentul, pada Sabtu 3 Mei 2025.

Menurutnya, saat ini pengurus Partai NasDem 70 persen anggota lama dan 30 persen anggota baru. Oleh karena itu, pihaknya optimis menargetkan 100 persen raihan kursi di Pemilu 2029 mendatang.

“Saya sebagai ketua bidang pemenangan Pemilu bagaimana ada pesan dari DPW itu Partai Nasdem di Kabupaten Bogor harus menambah kursi dari 4 menjadi 8,” kata Azwar Anas.

Adapun, beberapa langkah terus dilakukan oleh Partai NasDem Kabupaten Bogor salah satunya restrukturisasi pengurus untuk meningkatkan kembali kinerja dan juga capaian di tahun 2029.

“Ini untuk kerja yang sangat berat bagi kita tetapi dalam kondisi ini kita harus sama sama menggerakan mesin mesin Partai dari DPD, DPC, dan DPRt tentu kolaborasi antara ketiga itu menjadi kekuatan besar dan menjadi konsen kita pada penyusunan restrukturisasi sampai ke tingkat ranting dan tps,” jelasnya.

Ia menilai, untuk saat ini kinerja dari perwakilan Anggota Legislatif (Aleg) Partai NasDem telah memberikan kinerja yang positif, khususnya bagi kemajuan Kabupaten Bogor.

“Dari 0 pileg 2024 ini menjadi 4 itu menjadi bagian dari prestasi 4 DPRD Kab Bogor, 1 DPRD Prov dan 1 RI ini menjadi prestasi,” ujar Azwar.

Lebih lanjut, saat ini pihaknya akan tetap mencari Calon legislatif (Caleg) yang potensial untuk menyambut Pemilu 2029.

“Kita akan seleksi caleg potensi itu harus masuk. NasDem tanpa mahar kekuatan para caleg yang berpeluang kita seleksi untuk Partai Nasdem menjadi pemenang di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, sebanyak 44 Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bogor periode 2025 -2029 dilantik pada Sabtu 3 Mei 2025.

Ketua DPD Partai NaDem Friedrich M Rumintjap menjelaskan bahwa, hari ini pihaknya secara resmi melantik 44 pengurus, diantaranya 36 pengurus DPD, kemudian 4 Dewan Pertimbangan dan 4 Dewan Pakar.

Menurutnya, jumlah pengurus tersebut yakni 70 persen lebih merupakan anggota lama dan 30 persen merupakan anggota baru.

“Pengurus kita ada anggota baru yang tentunya bisa lebih merefreshkan organisasi kurang lebih sekitar 30 persen adalah anggota baru,” ujar Friedrich M Rumintjap kepada wartawan.

Ia berharap, DPD NasDem Kabupaten Bogor nantinya akan terus berupaya untuk selalu meningkatkan kinerja dan kerja keras dalam rangka menyambut tahun 2029 mendatang.

“Supaya kita bisa menjadi minimal 5 besar dan tentunya bisa lebih berkarya nyata terimplementasi lebih baik di lapangan,” tuturnya.***

Albin Pandita

Melalui Parade Budaya Bojonggede 2025 Jaga Warisan Tradisi di Tengah Arus Modernisasi

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menggelar kegiatan tahunan Parade Budaya Lebaran Bojonggede yang berlangsung meriah di Lapangan Siaga, Desa Bojonggede, Minggu (4/5/25). Acara yang menjadi tradisi tahunan ini kembali menyatukan ribuan warga dalam semangat kebudayaan dan kebersamaan.

Hadir mewakili Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menyampaikan pentingnya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi dan digitalisasi.

“Parade Budaya Lebaran Bojonggede 2025 ini bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga menjadi wadah menjaga kesinambungan adat istiadat yang menjadi fondasi budaya Desa Bojonggede. Nilai-nilai tradisional harus tetap hidup dan relevan dalam kehidupan modern,” ujar Yudi.

Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi telah mengubah pola komunikasi masyarakat, yang bisa berakibat pada menurunnya kualitas transfer budaya antargenerasi. Oleh karena itu, kegiatan seperti parade budaya menjadi penting untuk memperkuat kembali hubungan antarwarga dan menjaga warisan budaya sebagai praktik aktif, bukan sekadar konsumsi pasif.

Selain menampilkan beragam seni dan budaya lokal, parade ini juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk-produk mereka. Ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi kreatif yang berbasis pada kekayaan budaya lokal.

“Kami berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, Pak Camat, Kepala Desa, para Ketua RT dan RW, serta warga Bojonggede yang terus mempertahankan tradisi ini dengan semangat gotong royong,” tambah Yudi.

Parade Budaya ini juga menjadi pembuka rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Kabupaten Bogor ke-543 yang akan diperingati pada Juni mendatang. Disbudpar Kabupaten Bogor menilai langsung kegiatan ini sebagai bagian dari seleksi dan penghargaan untuk desa-desa yang aktif dalam pelestarian budaya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Bojonggede, Dede Malvina memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga yang hadir meski cuaca hujan dan kondisi lapangan becek.

“Saya hanya bisa memberikan doa terbaik untuk semua yang hadir, yang mendukung, dan yang menjaga nama baik Bojonggede. Ini adalah bukti bahwa warga Bojonggede masih menjunjung tinggi budaya dan tradisi desa kita tercinta,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan generasi muda Bojonggede agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan menjadi penerus budaya yang bijak dan berdaya.

“Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif masyarakat, Parade Budaya Lebaran Bojonggede 2025 berhasil menjadi simbol kekuatan budaya lokal yang hidup, dinamis, dan menyatukan,” imbuhnya. ***

Hadirkan Berbagai Macam Jajanan, Perumda Pasar Tohaga Buka Festival Kuliner Malam di Pasar Ciluar

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga resmi melakukan Grand Opening Ciluar Market Night Snack atau festival kuliner malam di Pasar Ciluar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 3 Mei 2025.

Dalam kesempatan itu, puluhan warga berbondong-bondong hadir ke peresmian tersebut yang diiringi perform live music secara perdana.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan mengatakan bahwa penataan para PKL itu dilakukan berdasarkan instruksi Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

“Kita melaksanakan instruksi dari pak Bupati untuk menggeser, bukan menggusur teman-teman PKL yang ada di wilayah untuk masuk ke dalam supaya penataan kotanya lebih indah,” kata Haris Setiawan.

Menurut Haris, terealisasinya instruksi tersebut berkat kolaborasi dari pihak Kecamatan Sukaraja, hingga Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Saya berterima kasih banget ini ada dua Srikandi Sukaraja yang luar biasa, ada bu Camat dan bu Kanit (Kepala Unit Pasar Ciluar) yang kolaborasi sinergi sehingga instruksi pak Bupati bisa terealisasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, konsep Market Night Snack atau jajanan malam pasar jarang ada di tiap-tiap pasar. Selain itu, ke depan pihaknya akan mulai meningkatkan sektor keamanan dari maraknya kasus pencurian dan premanisme yang kerap terjadi di berbagai wilayah.

“Saya tekankan keramaian kebersihan itu harus dijaga, ketertiban juga dan keamanan harus kondusif. Mudah-mudahan Pasar Ciluar bisa menjadi barometer, dan bisa menjadi contoh yang baik,” ujar Haris.

Ditempat yang sama, Camat Sukaraja, Ria Marlisa mengatakan bahwa, Pasar Ciluar merupakan pusat ekonomi yang ada di wilayahnya.

Sehingga, pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan Perumda Pasar Tohaga dalam menata para PKL dengan konsep kuliner malam.

“Kami ingin bukan hanya di pagi hari, tetapi di malam hari untuk menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Ria Marlisa.

Lebih lanjut, ia berharap sarana dan prasarana di Pasar Ciluar yang ada saat ini dinilai sudah baik dan bisa terus ditingkatkan ke depannya.

“Saya berharap juga ke depan jadi lebih baik lagi sarana dan prasarana, bukan hanya sampai hari ini saja tetapi seterusnya,” tuturnya.

Sebagai informasi, kuliner malam di Pasar Ciluar itu beroperasi mulai pukul 17.00 WIB hingga 01.00 WIB.***

Albin Pandita

44 Pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Bogor Dilantik, Friedrich Rumintjap Pede Raih 100 Persen Kursi Parlemen

0

Bogordaily.net – Sebanyak 44 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bogor periode 2025 -2029 dilantik pada Sabtu 3 Mei 2025.

Adapun, pelantikan tersebut berlangsung di Hotel Lorin Sentul, Kabupaten Bogor. Turut dihadiri langsung ketua DPW Partai NasDem Mamat Rachmat M, Si, Ketua Ketua DPD Partai NasDem Freidrich M Rumintjap beserta jajaran pengurus lainya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Partai NaDem Freidrich M Rumintjap menjelaskan bahwa, hari ini pihaknya secara resmi melantik 44 pengurus, diantaranya 36 pengurus DPD, kemudian 4 Dewan Pertimbangan dan 4 Dewan Pakar.

Menurutnya, jumlah pengurus tersebut yakni 70 persen lebih merupakan anggota lama dan 30 persen merupakan anggota baru.

“Pengurus kita ada anggota baru yang tentunya bisa lebih merefreshkan organisasi kurang lebih sekitar 30 persen adalah anggota baru,” kata Freidrich M Rumintjap kepada wartawan.

Ia berharap, DPD NasDem Kabupaten Bogor nantinya akan terus berupaya untuk selalu meningkatkan kinerja dan kerja keras dalam rangka menyambut tahun 2029 mendatang.

“Supaya kita bisa menjadi minimal 5 besar dan tentunya bisa lebih berkarya nyata terimplementasi lebih baik di lapangan,” jelasnya.

Adapun, berbagai inovasi terus dilakukan oleh DPD Partai NasDem salah satunya melaksanakan pendidikan politik sampai ke tingkat DPRT.

Serta melakukan kegiatan sosial seperti bakti kesehatan dan bakti sosial lainya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor.

Kemudian, pada tahun 2029 nantinya DPD Partai NasDem Kabupaten Bogor menargetkan 8 kursi di DPRD Kabupaten Bogor.

“Target insya allah 100 persen dari 4 menjadi 8,” ujar Friedrich.

Selain itu, ia turut menekankan kepada seluruh Aleg (Anggota Legislatif) untuk terus memperkuat sinergitas internal di kepengurusan maupun antara Anggota legislatif. Sehingga akan terjadi kerja nyata implementasi yang baik di lapangan.

Kemudian, pihaknya akan terus melakukan evaluasi secara internal dan melaporkan beberapa bahan evaluasi tersebut hingga ke tingkat DPW nantinya.

“Jelas ada evaluasi yang kita lakukan secara internal, kemudian kita koordinasi kolaborasi dan kita melaporkan ke DPW, dan inilah yang terjadi pelantikan pengurus baru,” ungkapnya. ***

Albin Pandita