Home Blog Page 750

Ratusan Warga Geruduk Kantor Kecamatan Tamansari, Desak Penghentian Aktivitas Tak Berizin PT PMC!

0

Bogordaily.net – Ratusan warga dari Desa Tamansari, Sukaluyu, dan Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kecamatan Tamansari pada Kamis 10 Juli 2025.

Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan keberatan atas aktivitas perusahaan PT Prima Mustika Candra (PMC) yang dinilai telah merusak lingkungan dan menggusur lahan garapan warga.

Warga mendesak Camat Tamansari, Yudi Hartono, agar menghentikan seluruh aktivitas cut and fill yang dilakukan PT PMC.

Kegiatan tersebut dianggap belum mengantongi izin resmi dan sudah menimbulkan kerusakan ekosistem sekitar, termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Cijabon dan Cikondang.

Mereka juga menuntut agar tanah bekas HGU milik PT Perkebunan Sebelas Cimulang Ciomas dikembalikan untuk dimanfaatkan warga dalam kegiatan pertanian dan kehutanan.

Kuasa Hukum Pendamping Warga Ali Zainal Abidin Al Jufri menyatakan, tuntutan utama masyarakat adalah menghentikan seluruh kegiatan PT PMC hingga ada legalitas dari pihak berwenang.

Ia menegaskan, jika aktivitas masih berlangsung, pihaknya akan melaporkannya secara resmi.

Kemudian, pihaknya menggaris bawahi bahwa, ada kelalaian dari pihak Desa maupun Kecamatan, dan sebagainya, untuk menelisik dan mempertimbangkan izin yang ada PT PMC tersebut.

“Saya pribadi datang ke beberapa dinas bisa kita pastikan untuk daerah Sukajaya dan Sukaluyu tidak memiliki izin, dan ini dibuktikan dengan surat teguran ketiga dari DPKPP yang diterima oleh pihak PT PMC yang seharusnya sudah dilimpahkan ke Pol PP, mereka masih berkilah menunggu limpahan dari DPKPP,” kata Ali Zainal kepada wartawan, Kamis 10 Juli 2025.

“Padahal seharusnya beberapa kegiatan yang mengganggu ketertiban umum harus dihentikan, ada 4 laporan polisi yang sudah diproses 2, 1 tindak pengrusakan di lahan area Sukaluyu, dan 1 tindakan kekerasan dimuka umum yang sekarang sedang diproses di Polres,” tambahnya.

Ia menjelaskan, PT PMC dinilai telah bergerak atas dasar Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang sebenarnya selama 27 tahun ditelantarkan.

Kuasa Hukum Pendamping Warga Ali Zainal Abidin Al Jufri. (istimewa/Bogordaily.net)

Kemudian bergerak menggunakan oknum ormas tanpa melakukan izin cut and fill atau clearing dari instansi terkait. Serta melakukan tindak kekerasan dan menuju ke unsur pidana. Pihaknya telah bersurat ke BPN dan lain sebagainya.

“SHGB yang mereka miliki cacat administratif karena tumpang tindih. Jadi kemarin dari BPN hendak melakukan pengukuran dengan SHGB 02 area yang diukur area Sukaluyu, secara administratif administrasinya tidak tepat, mereka bergerak tanpa izin,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya turut mengecam aksi kekerasan dan intimidasi ke warga yang dikuasai mereka sekitar 153 hektar 3 shgb, Tamansari, Sukaluyu dan Sukajadi. Namun SHGB PT PMC diketahui akan habis 1,5 tahun lagi.

“Siapa yang mampu membangun lahan seluas 150 hektar dalam waktu 1,5 tahun di kawasan kaki gunung salak, termasuk di dalamnya sungai yang terdampak dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Jadi kalo kita hitung lahan di Sukaluyu itu ada 1.500 pohon alpukat, 200 sampai 300 pohon durian dan semua udah kita laporkan ke Polres, kemudian begitu disikat aliran yang turun sampai ke Buniaga naik jadi efek lingkunganya naik,” sambungnya.

Ia menilai, seharusnya walaupun Tamansari sudah mempunyai izin Amdalnya harus dicabut karena ada efek ke masyarakat.

Menurutnya, Amdal merupakan syarat kegiatan pembangunan namun jika amdal tersebut merusak lingkungan itu seharusnya dicabut.

Lebih lanjut, pihaknya telah bersurat ke BPN untuk menghentikan kegiatan perpanjangan, dan resmi diterima BPN, kemudian ke DPMPTSP tembusan dan sudah bersurat hampir ke 6 dinas, dan jawaban yang konkrit hanya dari DPKPP dan Polres.

“Dari DPKPP itu jawaban surat teguran yang diterima oleh pihak PMC pada tanggal 19 Mei untuk menghentikan segala kegiatan.

Jadi setelah teguran ketiga sesuai peraturan harusnya area disegel dan di bangunan yang didirikan PT PMC tanpa izin dibongkar terutama di area Sukaluyu dan Sukajaya,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah ketika menerima izin dari perusahaan lebih teliti lagi dan memperhatikan efek sikologi dari masyarakat.

“Seharusnya mereka mempertimbangkan efek sikologi sosial dan masyarakat, seperti bagaimana masyarakat melakukan mata pencaharianya, masyarakat terganggu atau tidak karena perlu kita garis bawahi shgb inilah hak yang diberikan negara untuk membangun di tanah milik negara,” ungkap Ali.

Sementara itu, Camat Tamansari Yudi Hartono mengungkapkan bahwa, pihaknya akan merespons aspirasi warga dari tiga desa yakni Desa Sukaluyu, Tamansari dan juga Sukajadi yang meminta untuk penghentian aktivitas dari PT PMC.

“Kita garis bawahi yang pertama tentunya disini meminta dihilangkan premanisme di lahan perusahaan tersebut, yang kedua meminta aktivitas dihentikan, yang ketiga pagar yang ada di desa Sukaluyu mohon dicabut, dan yang keempat itu supaya alat berat yang dikeluarkan dari lokasi,” ujar Yudi.

Yudi mengungkapan, pihaknya memiliki kewenangan yang cukup terbatas, sehingga pihaknya akan menampung dan menyampaikan aspirasi tersebut ke pimpinan yang lebih tinggi memiliki kewenangan.

“Mudah mudahan semuanya bisa mengkomunikan ini dengan baik dengan hati yang tenang sehingga hasilnya pun sesuai dengan harapan dan tadi ada beberapa yang menyampaikan mereka bertempat tinggal itu bisa kita komunikasikan mudah mudahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya meminta agar masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara win win solution.

“Dan tentunya saya berharap semuanya harus memiliki formulasi dan tidak saling keukeuh keukeuh karena tidak akan ketemu. Mudah mudahan win win solution itu bisa menguntungkan dua belah pihak. Perusahaan bisa menjaga aktifitas dan warga juga bisa beraktifitas,” tutup Yudi.(Albin Pandita)

Banggar DPRD Kota Bogor Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Longsor di Batutulis

0

Bogordaily.net – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor terus melakukan pembahasan terkait perubahan KUA-PPAS 2025 dengan Pemerintah Kota Bogor.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy, menegaskan dalam rapat Banggar yang diselenggarakan, bahwa Pemerintah Kota Bogor harus segera menyelesaikan persoalan longsor di daerah Batutulis.

Rusli meminta PUPR Kota Bogor untuk segera menjalankan skenario perbaikan longsor Batutulis.

Sebab, jika menunggu pengadaan lahan untuk membuat akses baru, maka akses warga akan semakin terbatas dan ini menyebabkan permasalahan yang lain.

Seperti terhambatnya sektor ekonomi, menjadi masalah sosial baru dan terisolasinya wilayah kecamatan Bogor Selatan.

“Belanja tanah kan tidak semerta-merta bisa keluar, harus ada perencanaan. Kondisi Batutulis ini butuh penanganan cepat. Sehingga kami meminta PUPR untuk segera menyiapkan skenario perbaikan,” kata Rusli.

Berdasarkan hasil pemaparan dari Pemkot Bogor, terdapat tiga skenario perbaikan yang bisa dijalankan, salah satunya adalah pembuatan jembatan bailey.

Sehingga Rusli meminta kepada PUPR Kota Bogor untuk segera mengeksekusi program yang sudah disusun di tahun 2025 ini dengan cepat dan tepat.

Sebab, menurut Rusli masyarakat di Kecamatan Bogor Selatan sudah cukup menderita.

Sehingga anggaran Rp20 miliar yang disiapkan berdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan untuk pembangunan jembatan bailey bisa segera dilaksanakan.

“Oleh karena waktu yang betul-betul mepet ini perlu dimaksimalkan dengan baik, mudah-mudahan 2025 ini bisa selesai persoalan batu tulis. Kan kalau hari ini belanja lahan 2025 belum tentu bisa langsung dieksekusi. sehingga jembatan jalan dulu, proses untuk belanja lahan dan sebagainya silahkan itu dilanjutkan nanti untuk 2026-nya,” terang Rusli.

Secara paralel, PUPR Kota Bogor juga didorong untuk bisa menyelesaikan kajian dan studi kelayakan pengadaan lahan dan pembuatan infrastruktur baru yang diperkirakan baru bisa terealisasikan di tahun 2026 atau 2027 dengan memakan anggaran Rp50 miliar, sebab masih harus menunggu kepastian dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Rusli menekankan bahwa penyusunan anggaran dan penyusunan program harus dilandaskan dengan kebutuhan masyarakat dimana kajian bottom-up harus diprioritaskan.

Sebab, jika APBD mengikuti program dinas-dinas yang hanya repetisi dari tahun-tahun sebelumnya, maka kebermanfaatan APBD tidak mungkin bisa dirasakan oleh masyarakat dan membuat pembangunan tidak beres.

“Sudah terlalu lama masyarakat menderita, kita harus bertanggung jawab dan kami DPRD Kota Bogor mengajak Pemkot Bogor untuk bersama-sama mewujudkannya, anggaran untuk masyarakat berapapun jumlahnya akan kami berikan asal permasalahan Batutulis ini bisa beres,” tegas Rusli

Berdasarkan data terakhir dari Banggar DPRD Kota Bogor, saat ini kondisi keuangan di APBD Kota Bogor masih mengalami defisit sebanyak Rp260 miliar.

Rusli menegaskan harus ada efisiensi yang jelas dan terukur dari dinas-dinas untuk bisa mengakomodir program-program khusus dan penanganan kejadian luar bisas di Kota Bogor.

Selain itu, Rusli juga mendorong ditingkatkannya kinerja dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor untuk bisa memaksimalkan pendapatan di triwulan ketiga 2025 ini. Dengan didorong peningkatan retribusi dari berbagai sektor, seperti parkir dan lainnya.

“Sisi anggaran kita memahami bahwa kondisi hari ini juga sedang tidak baik-baik saja. Tapi kami ingin semuanya selesai di masyarakat. Ya, saya menggunakan arah logika saja,” pungkasnya.(Muhammad Irfan Ramadan)

Mattel Luncurkan Boneka Barbie Kini Hidup dengan Diabetes Tipe 1

0

Bogordaily.net – Mattel kembali mencatat sejarah dalam dunia mainan anak dengan meluncurkan boneka Barbie pertama yang hidup dengan diabetes tipe 1.

Langkah ini tak hanya memperkaya lini koleksi Fashionista, tetapi juga menjadi simbol kuat bagi inklusi, empati, dan representasi kondisi medis yang sering dihadapi anak-anak di seluruh dunia.

Boneka edisi khusus ini merupakan hasil kolaborasi antara Mattel dan organisasi nirlaba internasional Breakthrough T1D, yang berfokus pada pemberdayaan individu dan keluarga yang menjalani hidup dengan diabetes tipe 1.

Hasilnya, lahirlah sosok Barbie yang tetap modis, ceria, dan aktif, namun dengan perangkat medis yang merepresentasikan kondisi kesehatannya.

Didesain Nyata, Seperti Kehidupan Sehari-hari Anak dengan Diabetes

Berbeda dari Barbie biasa, edisi ini menampilkan detail medis yang nyata. Di lengannya terpasang Continuous Glucose Monitor (CGM), alat pemantau kadar gula darah yang terhubung dengan ponsel pintarnya.

Aplikasi CGM pada ponsel Barbie menampilkan grafik kadar gula darah, sama seperti yang digunakan oleh banyak anak penderita diabetes.

Tak hanya itu, Barbie juga dilengkapi pompa insulin mini di pinggangnya, yang bertugas memberikan dosis insulin secara otomatis.

Fitur ini memperlihatkan bagaimana anak-anak dengan diabetes tetap bisa beraktivitas dengan bebas dan percaya diri, selama mereka didukung dengan perangkat dan pemahaman yang tepat.

Untuk menambah realisme, Barbie juga membawa tas berwarna biru muda, berisi camilan dan perlengkapan medis kecil gambaran nyata dari kehidupan anak-anak dengan diabetes yang harus siap siaga dalam setiap situasi.

Peluncuran Barbie ini disambut hangat oleh komunitas kesehatan dan keluarga yang hidup dengan diabetes tipe 1.

Banyak orang tua memuji langkah Mattel karena memberikan representasi positif bagi anak-anak yang sebelumnya jarang melihat kondisi mereka digambarkan dalam bentuk mainan populer.

Dengan menghadirkan boneka yang merefleksikan keberagaman kondisi medis, Mattel tak hanya memproduksi mainan, tapi juga membentuk pemahaman dan empati sejak usia dini.***

Viral! Santri di Malang Alami Luka Membusuk Usai Dicambuki Ustadz Pemilik Ponpes

0

Bogordaily.net – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, viral dan memicu kemarahan warganet.

Dalam video tersebut, tampak seorang ustadz yang juga disebut sebagai pemilik pondok pesantren tengah mencambuki kaki santri hingga menyebabkan luka serius.

Peristiwa ini pertama kali mencuat ke publik setelah video berdurasi pendek itu diunggah ke media sosial dan langsung menyebar luas.

Dalam tayangan tersebut, sang ustadz terlihat beberapa kali mengayunkan cambukan ke arah kaki korban yang tampak tidak bisa melawan.

Terdengar pula suara ustaz berkata, “Kapok ndak?” kepada santri yang meringis kesakitan.

Ironisnya, aksi kekerasan itu dilakukan berulang kali hingga korban tidak sanggup menahan rasa sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, akibat dari cambukan tersebut, santri mengalami luka parah di bagian kaki yang kemudian membusuk karena tidak segera ditangani secara medis.

Dalam video lanjutan yang juga beredar, tampak kondisi kedua kaki korban yang penuh luka bekas cambukan, dengan kulit yang terlihat menghitam dan mulai rusak.

Warganet pun menyuarakan kemarahan dan mendesak pihak berwenang untuk menindak tegas pelaku.

Kasus ini menambah deretan kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.

Banyak pihak menilai bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, apalagi jika menyebabkan luka serius pada anak di bawah asuhan lembaga pendidikan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pondok pesantren terkait kronologi kejadian maupun penanganan terhadap pelaku.

Masyarakat berharap kasus ini segera diusut tuntas dan korban mendapatkan perawatan yang layak serta perlindungan.***

Data Medis Disebar ke WhatsApp, Dara Arafah Murka

0

Bogordaily.net – Influencer sekaligus selebgram Dara Arafah meluapkan kemarahannya di media sosial usai data pribadinya dibocorkan oleh seorang oknum asuransi ke status WhatsApp.

Insiden ini memicu kemarahan publik dan sorotan terhadap pentingnya perlindungan data pribadi, khususnya dalam industri kesehatan dan asuransi.

Lewat unggahan Instagram Stories, Dara mengungkapkan bahwa seorang perempuan bernama Nadia Venika, yang diduga bekerja di perusahaan asuransi, menyebarkan riwayat penyakitnya di status WhatsApp lengkap dengan komentar yang dianggap meremehkan kondisinya.

Dalam unggahan tersebut, Nadia menulis “Huru hara karena doi selebgram padahal dx cuma febris, gea, abdominal pain????????”

Menanggapi hal itu, Dara membalas dengan nada geram:

“Bisa-bisanya ada yg nyebarin data pribadi gue ke story WA-nya dgn caption yg ngeremehin penyakit orang, kok bisa ya febris, gea, abdominal pain dibilang ‘cuma’.”

Tak berhenti di situ, Dara juga menyampaikan sindiran tajam dengan menyelipkan doa agar pelaku tidak mengalami hal yang serupa:

“Kita doain aja bareng-bareng biar Nadia Verika nggak pernah merasakan sakit yang serupa.”

Pihak Asuransi Bertindak Cepat

Kemarahan publik yang meluas membuat kasus ini langsung ditindaklanjuti oleh pihak asuransi tempat Nadia bekerja.

Tak butuh waktu lama, Dara mengonfirmasi bahwa oknum tersebut telah dipecat dan menerima surat pemutusan hubungan kerja.

Dara pun menyampaikan apresiasinya kepada perusahaan asuransi yang telah bertindak tegas dan cepat.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada tim Global Excel yang telah kooperatif dan sigap dalam menindaklanjuti kasus ini. Keputusan untuk memberhentikan pihak yang bersangkutan merupakan langkah yang tepat dan menunjukkan komitmen terhadap perlindungan data pribadi.”

Kasus ini menuai banyak respons dari warganet. Mayoritas memberikan dukungan kepada Dara dan menyayangkan sikap tidak profesional dari oknum yang menyebarkan data medis tersebut.

Banyak yang menekankan pentingnya etika dalam bekerja, terlebih ketika menyangkut informasi sensitif milik klien.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perlindungan data pribadi, terutama di sektor-sektor yang mengelola data sensitif, seperti kesehatan, keuangan, dan asuransi.***

Jenal Mutaqin Tegaskan Sinergi DPRD dan Pemkot Bogor, Bahas RPJMD hingga Ekonomi Kreatif

0

Bogordaily.net – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam mewujudkan pembangunan Kota Bogor yang adaptif dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Jenal dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Lantai 4 Gedung DPRD, Jalan Pemuda, Kota Bogor, pada Selasa 8 Juli 2025.

Dalam forum resmi tersebut, Jenal menyampaikan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor 2025–2029 sebagai peta jalan pembangunan selama lima tahun ke depan.

RPJMD ini dirancang sebagai penjabaran visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yaitu Bogor Beres, Bogor Maju, dengan empat misi utama Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera, dan Bogor Lancar.

“Rapat paripurna hari ini menyampaikan RPJMD yang menjadi panduan lima tahun ke depan atas janji politik Dedie dan Jenal. Draft perdanya sudah kami sampaikan, begitu juga perda-perda strategis lainnya,” ujar Jenal Mutaqin.

Bahas 3 Raperda Strategis: Dari Efisiensi Birokrasi Hingga Ekonomi Kreatif

Selain dokumen RPJMD, Pemkot Bogor juga menyampaikan tiga rancangan peraturan daerah (raperda) penting yang menjadi bagian dari agenda strategis pembangunan:

1. Rancangan Perubahan Kedua atas Perda Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

Perubahan ini bertujuan mendorong efisiensi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik. Misalnya, penggabungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, serta menempatkan RSUD di bawah naungan Dinas Kesehatan.

2. Perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Rencana ini menargetkan peningkatan luasan RTH dari 4,26 persen menjadi 7 persen melalui pendekatan Indeks Hijau Biru Indonesia, guna mendukung kualitas lingkungan dan ruang publik.

3. Raperda Inisiatif DPRD tentang Perlindungan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

Jenal menilai inisiatif ini mencerminkan dukungan legislatif terhadap pengembangan sektor kreatif lokal.

Ia mendorong agar pembahasan raperda ini menghasilkan masukan konkret, termasuk dalam aspek anggaran, sehingga bisa memberikan perlindungan nyata bagi para pelaku ekonomi kreatif.

“Masukan-masukan yang telah diberikan tadi jangan hanya berhenti pada narasi dalam teks, tapi dorong juga melalui anggaran agar visi misi Kota Bogor benar-benar terwujud. Dua lembaga ini harus kompak, kolaboratif, dan saling bersinergi,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut dari rapat ini, DPRD Kota Bogor juga secara resmi membentuk empat panitia khusus (pansus) yang bertugas membahas masing-masing agenda dan dokumen yang telah disampaikan.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, yang menutup sidang paripurna dengan harapan agar pembahasan berjalan efektif dan hasilnya bisa segera diterapkan dalam kebijakan nyata.

Sinergi antara eksekutif dan legislatif dinilai menjadi kunci utama untuk menyukseskan pembangunan Kota Bogor lima tahun ke depan, demi menciptakan kota yang cerdas, sehat, sejahtera, dan lancar untuk seluruh warganya.***

Audrey Bianca Callista Kuliah di Mana? Ini Kampus Sang Juara Miss Indonesia 2025

0

Bogordaily.netAudrey Bianca Callista kuliah dimana? Itu Pertanyaan publik setelah jadi juara. Dia bukan hanya cantik. Tapi juga cerdas. Bahkan sangat cerdas.

Namanya Audrey Bianca Callista. Usianya baru 22 tahun. Tapi perempuan ini sudah menjejak panggung-panggung besar di dua dunia yang sangat berbeda: dunia mode dan dunia akademik.

Dunia mengenalnya sebagai model. Kini, Indonesia mengenalnya sebagai Miss Indonesia 2025.

Tapi pertanyaan publik setelah malam penobatan itu justru ini: Audrey Bianca Callista kuliah dimana?

Belanda, Bukan Bintaro

Banyak yang mengira Audrey adalah jebolan universitas internasional yang berkampus di Jakarta atau BSD. Tapi ternyata tidak. Ia terbang jauh ke negeri yang dulu menjajah Indonesia: Belanda.

Ia tercatat sebagai mahasiswa Universitas Leiden, salah satu kampus tertua dan paling bergengsi di Eropa. Jurusannya pun bukan asal-asalan: Hubungan Internasional dan Organisasi.

Audrey mulai kuliah di sana sejak 2021. Dan—dengan disiplin seperti model runway—ia lulus tepat waktu pada tahun 2024 dengan gelar Sarjana Ilmu Politik.

Tak cukup satu kampus, Audrey juga menyempatkan diri menimba ilmu di Universitas Teknologi Delft. Sebuah langkah akademik yang menunjukkan bahwa ia bukan sekadar selebriti panggung, tapi penjelajah ilmu pengetahuan.

Jejak Awal di INTM

Sebelum bersinar di panggung Miss Indonesia, Audrey sudah lebih dulu menarik perhatian lewat ajang Indonesia’s Next Top Model (INTM) Cycle 1.

Ia bukan pemenangnya. Tapi jadi salah satu finalis yang paling dikenang. Bukan karena kontroversi, tapi karena karismanya yang tenang. Dan tubuhnya yang tampak bicara tanpa perlu banyak gerak.

INTM bukan hanya ajang hiburan. Bagi Audrey, itu adalah batu loncatan yang diam-diam menyiapkan mentalnya menuju panggung nasional: Miss Indonesia 2025.

Anak Siapa?

Ibunya bernama Kissy Kristina. Seorang ibu tunggal yang tampaknya lebih memilih diam di balik layar, tapi menjadi fondasi utama dari perjalanan Audrey. Mereka kini tinggal bersama di Jakarta.

Ayahnya? Tidak disebut dalam riwayat publik. Dan tampaknya Audrey sendiri memang ingin sorotan itu cukup pada prestasi—bukan drama keluarga.

Tak Hanya Wajah

Wajahnya memang menawan. Tapi kemenangan Audrey di Miss Indonesia 2025 tidak hanya soal penampilan. Juri dan publik sama-sama jatuh hati karena kecerdasannya menjawab pertanyaan. Karena sikapnya yang tenang. Dan karena gagasannya yang terasa jernih di tengah riuhnya dunia pageant.

Kini ia sudah tergabung dalam agensi internasional: @newgenerationmodels (NL)—bermarkas di Belanda. Tapi ia tetap membawa Indonesia dalam setiap langkahnya.

Akun Instagram-nya: @deybianca. Di situ, ia menulis bio yang sederhana. Tidak ada kata “Miss Indonesia 2025”. Tidak ada “INTM Finalist”. Hanya: “just trying to stay grounded.”

Dan memang seperti itulah Audrey Bianca Callista.***

Penataan Besar-Besaran Dimulai, Wajah Baru Puncak Mulai Terbentuk!

0

Bogordaily.net – Wajah baru Puncak di Kabupaten Bogor akhirnya mulai ditata ulang secara besar-besaran! Langkah awal ini resmi dimulai pada Rabu, 9 Juli 2025, sebagai wujud nyata komitmen Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam menghadirkan Puncak yang tertib, bersih, dan nyaman bagi wisatawan maupun warga lokal.

Gerakan ini melibatkan banyak pihak lintas sektor, termasuk Satpol PP, DLH, DPKPP, dan unsur kecamatan.

Hari pertama, penertiban dilakukan di berbagai titik dengan fokus utama pada pembersihan tumpukan sampah, penertiban pedagang kaki lima (PKL), serta penurunan baliho liar dan reklame yang tak berizin.

Bupati Rudy menegaskan bahwa penataan ini tidak sekadar soal estetika, tetapi menyangkut tata ruang, ketertiban umum, dan lingkungan hidup.

Ia juga menekankan pentingnya kerja kolaboratif lintas instansi tanpa harus mempersoalkan soal kewenangan.

“Kalau menunggu kewenangan, tidak akan selesai. Siapa yang bisa bergerak duluan, maka lakukan. Ini demi masyarakat luas,” ujarnya.

Dari Sampah hingga Saluran Air Diperbaiki

Salah satu titik fokus penataan adalah lingkungan pedesaan dan saluran air. Bahkan, bak-bak sampah yang sudah tidak layak dibongkar dan diganti dengan pot tanaman untuk mempercantik kawasan.

Jalan protokol pun akan dipercantik dengan pengecatan dan penghapusan vandalisme, dilakukan secara gotong royong bersama stakeholder dan perusahaan sekitar.

Camat Cisarua, Heri Risnandar, mengungkapkan bahwa tim desa di wilayahnya seperti Lewi Malang juga sudah bergerak cepat.

Ia menargetkan seluruh desa memiliki tim penataan kawasan sendiri, demi mendukung perubahan jangka panjang ini.

Plt. Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat lintas sektor yang melibatkan berbagai unsur, termasuk perhotelan dan kementerian.

“Kita ingin kawasan Puncak menjadi lebih indah dan aman bagi wisatawan,” tegas Eko.

Rencananya, alat berat akan dikerahkan untuk memperbaiki titik-titik rawan banjir dan memperlancar saluran air.

Semua ini ditargetkan selesai pada akhir Juli 2025, menjadikan Puncak sebagai destinasi wisata nasional yang ramah dan berdaya saing.***

Waspada! Ini Tanda Kaca Film Mobil Harus Segera Diganti

0

Bogordaily.net – Kenyamanan berkendara tidak hanya ditentukan oleh mesin dan suspensi, tapi juga oleh kondisi kaca film mobil.

Banyak pemilik kendaraan yang menganggap remeh lapisan kaca film padahal fungsinya sangat vital, terutama untuk menahan panas, mengurangi silau matahari, hingga menjaga privasi penumpang.

Namun perlu diingat, kaca film bukanlah komponen abadi. Seiring waktu, kualitasnya bisa menurun dan memengaruhi kenyamanan bahkan keselamatan saat berkendara.

Maka, penting bagi pemilik mobil untuk mengenali tanda-tanda kaca film yang sudah rusak dan perlu diganti.

Tanda Kaca Film Mobil Harus Segera Diganti

1. Kaca Film Terlihat Mengkerut atau Bergelembung

Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah permukaan kaca film mulai mengkerut, bergelombang, atau timbul gelembung udara.

Ini biasanya terjadi karena lapisan perekat mulai melemah, terutama jika mobil sering terpapar panas ekstrem.

Kondisi ini bukan hanya mengganggu secara visual, tetapi juga bisa menyulitkan pandangan saat mengemudi, apalagi di malam hari.

2. Warna Kaca Film Berubah

Kaca film yang bagus seharusnya mempertahankan warnanya selama bertahun-tahun.

Tapi jika kamu mulai melihat warna kaca film berubah dari gelap ke kehijauan atau keunguan, maka itu pertanda lapisan pelindungnya sudah rusak.

Perubahan warna ini membuat kaca film tidak lagi optimal menyaring panas atau sinar UV dari luar.

3. Pandangan Mulai Terganggu

Kaca film yang usang sering kali membuat pandangan pengemudi menjadi kurang jernih, terutama saat malam hari atau saat terkena cahaya dari kendaraan lain. Ini bisa menimbulkan bahaya karena menurunkan visibilitas dan fokus pengemudi.

4. Lem Sisa yang Membekas Saat Diganti

Jika kamu berencana mengganti kaca film, ingat satu hal penting, pastikan bekas lem dari kaca film lama dibersihkan dengan benar.

Lem yang tertinggal bisa membuat pemasangan kaca film baru tidak rata dan menimbulkan gelembung-gelembung kecil yang merusak tampilan dan fungsi.

Kaca film yang rusak bukan hanya soal tampilan. Efektivitasnya dalam menyerap panas dan melindungi dari sinar UV pun berkurang drastis. Akibatnya, suhu kabin jadi lebih panas dan mata mudah silau, terutama saat cuaca terik.

Jangan tunggu sampai rusak parah! Ganti kaca film mobil secara berkala demi kenyamanan, keamanan, dan estetika kendaraan.

Dengan harga kaca film yang kini cukup bervariasi dan terjangkau, kamu tidak perlu pelit untuk urusan yang satu ini.***

Sinopsis Doraemon: Nobita’s Art World Tales, Petualangan Melintasi Dunia Lukisan yang Ajaib!

0

Bogordaily.net – Shin-Ei Animation menghadirkan film ke-44 bertajuk “Doraemon: Nobita’s Art World Tales”, sebuah petualangan seru yang memadukan imajinasi dan keajaiban dunia seni!

Film ini dibuat untuk merayakan ulang tahun ke-45 dari seri film animasi Doraemon. Untuk lebih jelasnya, cek sinopsisnya di bawah sini.

Sinopsis Doraemon: Nobita’s Art World Tales

Dimulai dari masa lalu, tepatnya abad ke-13, saat seorang putri bernama Claire merasa bosan dengan kehidupannya sebagai bangsawan.

Sebagai sosok yang pernah menjadi model lukisan masa kecil sahabatnya, Milo, Claire memutuskan untuk kabur ke Hutan Terlarang. Tanpa disangka, ia tersedot ke dalam sebuah lubang hitam misterius.

Di masa sekarang, Nobita tengah kesulitan menyelesaikan tugas menggambar dari sekolah.

Kesal karena hasil lukisannya terus mengecewakan, Nobita melemparkan alat gambarnya ke langit-langit kamar.

Aksi spontan itu justru menciptakan sebuah lubang hitam di udara bukan lubang biasa, melainkan portal menuju dunia lain.

Bersama Doraemon dan kawan-kawan Shizuka, Gian, dan Suneo, Nobita memulai perjalanan menakjubkan ke dalam dunia lukisan.

Di sana, mereka akan bertemu dengan Claire dan Milo, serta menghadapi berbagai tantangan di alam semesta seni yang tidak mereka kenal sebelumnya.

Akankah mereka bisa menyelamatkan Claire dan kembali ke dunia nyata? Dan rahasia apa yang tersembunyi di balik dunia lukisan ini?

Pengisi Suara Utama

Wasabi Mizuta sebagai Doraemon
Megumi Ohara sebagai Nobita
Yumi Kakazu sebagai Shizuka
Subaru Kimura sebagai Gian
Tomokazu Seki sebagai Suneo
Misaki Watada sebagai Claire
Atsumi Tanezaki sebagai Milo

Film Doraemon: Nobita’s Art World Tales sudah lebih dulu tayang di Jepang sejak 7 Maret 2025, dan kini siap menyapa penggemar di Indonesia melalui jaringan bioskop tanah air.***