Home Blog Page 759

18 Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Bogor Gerak Cepat Tangani dan Evakuasi Korban

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bogor gerak cepat lakukan penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Kabupaten Bogor sejak Sabtu malam (5/7).

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Reaksi Cepat (TRC), Tim Mata Garuda telah dikerahkan ke seluruh titik terdampak untuk melakukan evakuasi, pendataan, dan penanganan darurat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa Pemkab Bogor memprioritaskan keselamatan warga, serta memastikan kebutuhan dasar korban terdampak bencana segera terpenuhi.

“Kami pastikan semua unsur pemerintah hadir di lapangan. Penanganan cepat, evakuasi warga, dan pemulihan pasca bencana menjadi fokus utama,” ujar Bupati Bogor.

Berikut ini data sementara titik-titik terdampak bencana di wilayah Kabupaten Bogor, yakni wilayah Kecamatan Megamendung yakni Desa Cipayung, Desa Cipayung Girang dan Desa Gadog mengalami Banjir. Kemudian Desa Sukamahi dan Desa Megamendung mengalami Longsor yang menyebabkan satu korban jiwa seorang santri berusia 22 tahun, yang sempat dilaporkan hilang, saat ini telah berhasil dievakuasi.

Kemudian wilayah Kecamatan Cisarua yakni Desa Kopo mengalami Longsor yang menyebabkan kerusakan pada 3 akses jalan dan 1 rumah warga. Bencana longsor juga terjadi di Desa Tugu Utara dan Desa Tugu Selatan luapan air dari kawasan Rest Area Gunung Mas merendam permukiman warga dan mengakibatkan 2 rumah rusak berat. Sementara Desa Ciburial menyebabkan dua korban jiwa, saat ini telah ditemukan dan telah di evakuasi.

Bencana juga melanda wilayah Kecamatan Babakan Madang, yakni Desa Bojongkoneng banjir menyebabkan sejumlah pecinta alam dilaporkan tidak bisa turun dari jalur pendakian dan masih dan saat ini sudah berhasil di evakuasi.

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, serta relawan dan aparat wilayah terus berupaya dengan maksimal melakukan evakuasi dan penanganan bencana

“Penanganan darurat harus cepat. Kita pastikan keselamatan warga menjadi prioritas, termasuk penanganan logistik, pengungsian, dan pemulihan pasca-bencana,” tegas Bupati Rudy Susmanto.

Pemkab Bogor juga tengah melakukan koordinasi intensif untuk mendirikan posko darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta memberikan layanan medis bagi warga terdampak.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir. Segera hubungi layanan darurat 112 apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana,” tambah Bupati Bogor.

Sebagai informasi data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Bogor, dampak bencana yang terjadi pada Sabtu 5 Juli total keseluruhan melanda 18 Kecamatan, 33 Desa/kelurahan, terbanyak bencana bencana longsor yakni di 21 titik dan 7 titik bencana banjir.

Bupati Bogor juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada jajaran tim yang terdiri dari jajaran Pemkab Bogor, TNI, Polri dan tokoh masyarakat yang telah bahu- membahu penanganan bencana ini dengan baik.

“Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah bahu- membahu melakukan penanganan bencana ini dengan baik,”ungkapnya.

Pemkab Bogor juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong-royong dalam penanganan dan pemulihan pascabencana, demi keselamatan dan ketahanan wilayah Kabupaten Bogor. (*)

Tegaskan Komitmen Transformasi, BRI Luncurkan BRIvolution Initiatives Phase 1

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) resmi meluncurkan BRIvolution Initiatives Phase 1 – Kicking Off a New Horizon sebagai bagian dari langkah akseleratif dalam transformasi bisnis. Peluncuran inisiatif ini menandai komitmen kuat BRI dalam membangun masa depan perbankan yang adaptif dan berbasis nilai.

Acara peluncuran yang digelar di Kantor Pusat BRI Jakarta (3/7/2025) dan disiarkan secara virtual ini dibuka langsung oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan dihadiri oleh jajaran Board of Directors (BOD), para senior leader, serta perwakilan Insan BRILian (Karyawan BRI) dari seluruh Unit Kerja BRI di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Hery Gunardi menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan tonggak penting dalam mengarahkan BRI menuju horizon baru yang lebih visioner, kolaboratif, dan berdampak, demi memperkuat posisi BRI sebagai bank terbesar dan paling inklusif di Tanah Air.

Peluncuran fase pertama BRIvolution ini menjadi fondasi awal dari rangkaian transformasi berkelanjutan yang akan dijalankan BRI, seiring dengan upaya perusahaan untuk menjawab dinamika industri keuangan dan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

“Peluncuran ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus beradaptasi, memperbaiki proses, serta memperkuat struktur dan kapabilitas internal BRI. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan untuk memperkuat daya saing dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder BRI. Transformasi ini bukan sekadar perubahan sistem, tapi juga perubahan cara berpikir,” ujar Hery.

Peluncuran BRIvolution Initiatives Phase 1 menandai dimulainya implementasi lima inisiatif strategis, yang masing-masing dirancang untuk menjawab tantangan bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan organisasi. Inisiatif-inisiatif ini juga dirancang untuk memperkuat kapabilitas internal dan mendekatkan layanan kepada nasabah secara lebih efektif. Adapun lima inisiatif strategis tersebut diantaranya adalah implementasi Area Head, Commercial Business Center, New Sales Coverage Model, Joint Financing, dan Remodelling Mantri.

Hery menegaskan bahwa peluncuran ini juga menjadi momen reflektif bagi seluruh Insan BRILiaN untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan perusahaan dan bangsa.  “Transformasi ini bukan tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan yang harus dijalankan dengan semangat inovatif dan kolaboratif,” tambah Hery.

Untuk menghadapi peluang dan tantangan pasar kedepan, BRI sendiri memiliki fondasi yang kuat dengan memiliki lebih dari 36 ribu tenaga pemasar, customer base lebih dari 220 juta rekening simpanan. BRI juga memiliki jaringan terluas, dengan lebih dari 6 ribu unit kerja (Kantor Cabang hingga BRI Unit), dan mengoperasikan lebih dari 742 ribu unit e-channel, lebih dari 10 ribu unit ATM dan 9 ribu unit Cash Recycling Machine (CRM) di seluruh Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia. Penetrasi layanan ke pelosok negeri juga diperluas melalui jaringan AgenBRILink yang telah mencapai lebih dari 1,19 juta agen dan menjangkau lebih dari 67 ribu desa.

Seperti diketahui hingga Kuartal I 2025, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh dengan tantangan BRI Group mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp13,80 triliun dan asset tumbuh 5,49% secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp2.098,23 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong penyaluran kredit sebesar Rp1.373,66 triliun atau tumbuh 4,97% yoy. Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI mampu menghimpun DPK sebesar Rp1.421,60 triliun dengan porsi dana murah (CASA) mencapai 65,77%.

Meski kinerja saham BBRI masih dalam tekanan, namun belum lama ini JP Morgan Chase & Co.  secara signifikan menambah porsi kepemilikannya di saham BBRI sepanjang kuartal II/2025. JP Morgan tercatat membeli 117,42 juta saham BBRI selama periode April hingga Juni 2025, menjadikan total kepemilikan mereka mencapai 1,54 miliar lembar saham. Hal ini menunjukkan bahwa investor institusional melihat prospek positif dari Perseroan, dalam hal ini yaitu keyakinan atas fondasi kuat dan strategi transformasi jangka panjang BRI. ***

Siapa Andini Permata? Video 2 Menit 31 Detik yang Membuat Dunia Maya Ribut

0

Bogordaily.netSiapa Andini Permata? Pertanyaan itu kini mendadak ramai dilontarkan warganet di berbagai platform media sosial.

Dari TikTok sampai X (dulu Twitter), nama itu mendadak mencuat hanya gara-gara sebuah video berdurasi 2 menit 31 detik.

Video itu sederhana. Tidak ada narasi. Tidak ada drama. Tidak juga mengandung pesan mendalam. Hanya joget-joget ringan. Tapi justru karena itulah—video itu jadi bahan ramai. Terutama karena ada satu sosok lain dalam tayangan itu: seorang anak laki-laki yang diduga adalah adiknya. 

Netizen langsung menari-narikan jari. Komentar bermunculan. Bahkan ada yang mengklaim sudah menonton “versi panjangnya” di situs-situs tak jelas. Beberapa bahkan menawarkan link-nya di kolom komentar. Dunia maya memang cepat menilai, meski belum tentu paham isi.

Siapa Andini Permata sebenarnya? Dalam video itu, ia tampil dengan berbagai kostum: daster rumahan, baju loreng-loreng, hingga busana ala pelayan. Musiknya jedag-jedug, khas TikTok kekinian.
Tapi bukan jogetnya yang jadi masalah. Bukan pula bajunya.Melainkan: kenapa ada adik kecil di sana?Banyak yang merasa tidak nyaman. Banyak pula yang penasaran. Bahkan sebagian netizen mengaku sudah mengunduh “30+ video Andini” dan menyebarkannya lewat grup Telegram.
Tanpa peduli: konteksnya belum tentu sama. Tanpa pikir ulang: siapa yang mungkin akan dirugikan.
Siapa Andini Permata, dan apa sebenarnya maksud dari video 2 menit 31 detik itu? Sampai sekarang belum ada jawaban pasti. Tidak dari Andini. Tidak dari keluarganya. Tidak juga dari siapa pun yang merasa mengenalnya.
Yang ada hanya spekulasi. Dan seperti biasa, di era digital, spekulasi lebih cepat viral ketimbang klarifikasi.
Di tengah semua itu, warganet—sebagian dengan sadar, sebagian lagi tidak—ikut menyebarkan potongan demi potongan tanpa tahu utuhnya. Tanpa tahu maknanya.
Ini bukan tentang video. Ini tentang bagaimana kita bereaksi atas sesuatu yang belum jelas. Dunia maya bukan ruang sidang.
Tapi ia sering kali menjatuhkan vonis jauh sebelum fakta muncul.Andini Permata hanyalah satu nama di tengah pusaran digital.
Bisa jadi ini hanya satu dari ratusan viral tak jelas yang lahir saban hari. Tapi pertanyaannya tetap tinggal: siapa yang akan peduli kalau ternyata ini cuma salah paham?
Dan seperti biasa: setelah viral, semua akan sunyi kembali. Seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa.***

Promo Ulang Tahun di Payung Hujan Patio Dining, Diskon 10 Persen, Khusus Hari Kerja!

0

Bogordaily.net – Ingin merayakan ulang tahun dengan suasana hangat dan pemandangan terbuka yang romantis? Payung Hujan Patio Dining, restoran berkonsep semi-outdoor yang terletak di Jalan GOR Barat, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, menghadirkan promo spesial Birthday Celebration yang sayang untuk dilewatkan.

Diskon 10 Persen untuk Perayaan Ulang Tahun

Dalam rangka menyambut momen spesial pelanggan, Payung Hujan Patio Dining menawarkan potongan harga 10 persen bagi tamu yang sedang merayakan ulang tahun.

Promo ini berlaku khusus pada hari kerja, yaitu Senin hingga Jumat, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Penawaran ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Bogor, Cibinong, dan sekitarnya yang ingin menikmati makan malam istimewa bersama orang terdekat.

Suasana Romantis dan Menu Beragam

Dikenal sebagai restoran romantis di Cibinong, Payung Hujan menyajikan berbagai pilihan hidangan lezat dalam suasana yang hangat dan nyaman. Tempat ini sangat cocok untuk merayakan ulang tahun, makan malam keluarga, atau quality time bersama sahabat.

Desain ruang terbuka dengan sentuhan estetika modern membuat momen spesial Anda terasa lebih berkesan dan intim.

Informasi dan Reservasi

Untuk informasi lebih lanjut atau reservasi promo Birthday Celebration, pelanggan dapat langsung menghubungi melalui WhatsApp di nomor 0818-1846-3573.

Jangan lewatkan kesempatan ini! Jadikan hari ulang tahun Anda semakin istimewa bersama atmosfer hangat dan pelayanan terbaik dari Payung Hujan Patio Dining.***

Ibnu Galansa

Jenal Mutaqin Buka Boxing Bogor Gelut, Wadah Cegah Tawuran dan Cetak Atlet Berprestasi

0

Bogordaily.net – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka pertandingan tinju “Boxing Bogor Gelut” yang digelar oleh Maluku Satu Rasa Salam Sarane di GOR Indoor Padjajaran, Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Minggu 6 Juli 2025.

Jenal Mutaqin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dianggap sebagai wadah positif bagi generasi muda Kota Bogor.

Ia menekankan bahwa ajang ini tidak hanya sebatas kompetisi, namun juga bisa menjadi batu loncatan untuk mencetak atlet-atlet tinju berprestasi.

“Boxing Bogor Gelut bukan hanya sekadar pertandingan saja, tapi bisa bermanfaat untuk para peserta dan membawa nama Kota Bogor di ajang Porprov 2026. Saya apresiasi kepada panitia yang telah mengadakan pertandingan tinju ini, karena ini adalah salah satu ajang di mana anak-anak muda bisa menyalurkan kegiatan positif dan mental,” ujar Jenal.

Lebih lanjut, ia pun menginstruksikan agar para pemenang dalam ajang ini wajib ikut serta dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 sebagai wakil dari Kota Bogor.

Sementara itu, Ketua Panitia Boxing Bogor Gelut, Arifin Tuasalamony, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan semangat dan energi positif anak muda Bogor yang disalurkan dengan cara bermartabat.

“Boxing Bogor Gelut hadir sebagai wadah untuk mengurangi tawuran antar kelompok, sekaligus mencari bibit baru petinju hebat dari Kota Bogor. Ini tentu juga menambah jam terbang bagi para atlet,” jelas Arifin.

Ajang Boxing Bogor Gelut ini diikuti oleh 84 peserta dari wilayah Jabodetabek.

Arifin berharap seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dan menjadikan pertandingan sebagai panggung pembuktian diri.

“Tunjukkan yang terbaik. Kalah menang itu biasa, tapi bertarung dengan hati itu luar biasa,” tambahnya.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dewan Kehormatan Mercedes-Benz Club Indonesia Nono Soedewo, Ketua KONI Kota Bogor Dedy Sumarna, Ketua M1R SSB Kota Bogor Faishal A. Hadji, Ketua PERTINA Kota Bogor Rivellino Rizky, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas.***

Ibnu Galansa

Menteri Maman Tekankan UMKM Selalu Jadi Tulang Punggung Ekonomi dalam Berbagai Situasi

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan UMKM selalu menjadi tulang punggung perekonomian negara dalam situasi apapun.

“Saya berharap UMKM tidak hanya dijadikan tulang punggung saat negara dalam keadaan darurat seperti ketika COVID-19, tapi saat kondisi negara sedang baik UMKM harus menjelma sebagai backbone ekonomi negara,” ujar Menteri Maman saat menjadi narasumber dalam Forum Bisnis HIPMI Jember 2025 di Aula Bank Jatim, Jember, Sabtu (5/7).

Menurut Menteri Maman, salah satu hal yang perlu dilakukan saat ini adalah kolaborasi lintas sektor agar UMKM bisa naik kelas dan mampu memperluas akses pasar.

“Harus kita akui bahwa birokrasi dan perizinan adalah salah satu kendala yang dihadapi oleh pengusaha UMKM, untuk itu Kementerian UMKM melangsungkan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang berlangsung di 18 provinsi,” ujarnya.

Menteri Maman mengatakan, melalui festival tersebut, Kementerian UMKM berkolaborasi dengan berbagai institusi mencakup BPOM, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Jamsostek, dan lain-lain. Kemudian memberikan layanan dan pendampingan kepada pengusaha UMKM terkait NIB, sertifikasi halal, PIRT, pendaftaran merek dagang, akses pembiayaan, hingga transaksi keuangan.

Selain itu, Menteri Maman melanjutkan, pengusaha UMKM saat ini juga harus bertransformasi dengan aspek digitalisasi.

“Saat ini UMKM perlu menyesuaikan diri dengan inovasi teknologi. Untuk itu, transformasi digital UMKM harus didorong melalui sinergi kebijakan, pembiayaan inklusif, dan pemanfaatan teknologi terkini seperti kecerdasan buatan atau AI,” katanya.

Menteri Maman berpesan kepada pengusaha UMKM di Jember, agar memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk berbagai keperluan usaha seperti menganalisis perilaku dan tren pasar, meningkatkan layanan pelanggan, dan menentukan strategi pemasaran dan promosi.

“Dengan analitik berbasis AI, pengusaha UMKM dapat mempelajari perilaku dan preferensi pelanggan. Data ini membantu UMKM menciptakan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan membangun loyalitas,” ujarnya.

Dalam forum yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, Menteri Maman mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendampingi pengusaha UMKM.

“Saya melihat banyak potensi di Jember baik dari sisi pariwisata, ekonomi kreatif, maupun komoditas lokal yang dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat Jember. Salah satu lokasi yang sempat saya kunjungi tadi adalah PT Mitra Tani Dua Tujuh yang berpotensi dikembangkan menjadi holding UMKM lewat komoditas edamame dan okra,” ujarnya.***

Longsor di Megamendung Bogor, Santri Tertimbun Tanah

0
Bogordaily.netSabtu sore, tanah Puncak Bogor kembali bergetar. Kali ini bukan karena wisatawan, tapi karena tangis yang tertahan di balik reruntuhan pesantren.

Hujan Deras, Tanah Longsor, Santri Menghilang

Sabtu, 5 Juli 2025. Langit Megamendung menggantung kelabu sejak siang. Udara sejuk yang biasanya mengundang wisatawan kini menyisakan dingin yang mencekam. Derasnya hujan mengguyur wilayah Puncak sejak sore, dan bersamanya datang kabar duka.

Satu orang santri dikabarkan tertimbun longsor. Lokasinya: Kampung Rawa Sadek RT 01 RW 04, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Informasi awal ini disampaikan oleh Jalaluddin, staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor.

“Informasi sementara seperti itu, satu santri (tertimbun),” ujarnya singkat saat dikonfirmasi Sabtu malam.

Evakuasi yang Belum Berujung

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan proses pencarian. Namun hingga artikel ini diturunkan, kondisi korban belum diketahui secara pasti.

“Tim masih melakukan evakuasi. Belum bisa memberikan data detail,” lanjut Jalaluddin.

Kondisi medan yang curam, licin, dan tertutup reruntuhan bangunan membuat proses evakuasi berlangsung lambat dan penuh kehati-hatian.

Video Warga: “Satu Santri Belum Kelihatan”

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan dengan dinding hijau yang sudah separuh roboh. Dalam narasi video, terdengar suara warga menyebut bahwa satu santri masih belum ditemukan.

“Lokasi yang diduga tertimbun longsor di sini satu, tapi emang satu orang enggak ada santri sampai sekarang belum kelihatan,” ujar si perekam video.

Video itu menyebar cepat. Bukan karena sensasional, tapi karena menggambarkan rasa cemas dan panik warga yang hanya bisa berharap keajaiban datang dari balik reruntuhan.

Megamendung: Surga yang Rapuh Saat Hujan Tiba

Megamendung, yang selama ini dikenal sebagai kawasan wisata, ternyata rapuh saat musim hujan tiba. Tidak sedikit kejadian longsor yang telah terjadi di kawasan ini.

Infrastruktur sederhana dan posisi geografis yang berada di lereng membuat risiko bencana tanah longsor selalu mengintai.

Bahkan dalam laporan BMKG, wilayah Puncak termasuk zona merah rawan longsor pada musim hujan ekstrem.

Antara Doa dan Evakuasi

Hingga malam ini, belum ada kabar pasti mengenai nasib sang santri. Doa dari orang tua dan sesama santri terus menggema. Di sisi lain, tangan-tangan sukarela terus menggali, mencari, dan berharap bisa membawa kabar baik dari balik tanah yang runtuh.

Puncak tak hanya butuh wisatawan. Ia butuh sistem peringatan dini yang lebih kuat, pembangunan yang lebih ramah lingkungan, dan mitigasi bencana yang benar-benar diterapkan.

Karena di balik hijaunya hutan dan sejuknya udara, ada anak-anak yang sedang mengaji dan menghafal Al-Qur’an—yang nyawanya dipertaruhkan .***

Goa Lalay Klapanunggal Bogor, Wisata Alam Murah & Edukatif untuk Keluarga

0
Bogordaily.netDahsyat. Tapi bukan dalam arti menakutkan. Justru menyenangkan.
Begitulah kira-kira kesan pertama yang dibawa pulang banyak keluarga yang baru saja pulang dari Goa Lalay, kawasan Klapanunggal, Bogor.
Tempat wisata yang kini semakin viral itu menawarkan sesuatu yang tidak biasa: menyusuri goa alami yang gelap, lembap, penuh kelelawar — sambil tetap aman dan nyaman.

Goa Lalay Klapanunggal: Pesona Wisata Alam yang Mengedukasi

Ibu Lina, seorang ibu asal Ciracas, Jakarta Timur, datang bersama anak-anaknya.
Baginya, Goa Lalay adalah “paket lengkap” untuk wisata keluarga. “Saya baru satu kali ke sini. Tapi daya tariknya itu karena ada gunung,” ujarnya sambil menunjuk perbukitan hijau di kejauhan.
Anak-anaknya yang tumbuh di lingkungan perkotaan bahkan tak tahu bentuk gunung seperti apa sebelumnya.
“Di Jakarta Timur kan nggak ada pegunungan. Pas anak saya lihat, mereka langsung tanya, ‘Ini apa sih, Mak?’ Nah, dari situ saya bisa jelaskan langsung,” tambahnya sambil tersenyum.

Fasilitas Murah Meriah: Edukasi, Hiburan, dan Air yang Menyegarkan

Goa Lalay bukan hanya tempat untuk menjelajah goa. Di sana ada fasilitas kolam renang, jalur tracking ringan, hingga wahana perahu untuk masuk ke dalam goa lebih dalam.
Harga tiket:

  • Tiket masuk + motor: Rp45.000 per orang
  • Tiket perahu dalam goa: Rp30.000 per orang

“Murah, nggak bikin kantong bolong,” kata Anwar, wisatawan dari Pondok Ranggon.

Ia mengaku senang dengan pengalamannya menyusuri goa. “Di dalam gelap banget, tapi seru. Banyak kelelawar juga. Tapi pemandunya ngasih edukasi, kita jadi tahu kehidupan di goa.”

Anak-anak Bisa Bermain Sambil Belajar

Konsep wisata alam terbuka seperti di Goa Lalay Klapanunggal Bogor memberi peluang besar untuk mengajari anak-anak soal lingkungan.
Bukannya sibuk dengan gawai, mereka sibuk bertanya.“Saya justru senang anak-anak banyak bertanya. Karena mereka penasaran, saya jadi bisa ajak mereka belajar sambil jalan-jalan,” tutur Ibu Lina.
Setelah puas berenang, ia dan keluarganya lanjut menjelajah ke dalam goa, bahkan mencoba wahana arung jerawat — wahana air ringan yang sengaja dirancang untuk anak-anak.

Jadi Primadona Wisata Keluarga di Bogor Timur

Walau belum seterkenal kawasan Puncak, Goa Lalay Klapanunggal kini mulai mencuri perhatian, terutama bagi keluarga muda yang mencari destinasi edukatif dan tidak terlalu ramai.
Keberadaan Goa Lalay membuktikan bahwa wisata alam tidak harus mahal. Tidak juga harus jauh.
Cukup di Bogor bagian timur, kita bisa menikmati udara segar, pemandangan indah, dan edukasi yang berkesan — terutama untuk anak-anak yang lahir dan besar di tengah tembok beton dan lalu lintas bising.***

Dua Pelaku Kematian Notaris Bogor Syarifah Sidah Alatas Ditangkap Polisi

0

Bogordaily.net –  Seorang notaris senior. Perempuan. Usia 60 tahun. Syarifah Sidah Alatas namanya. Ia bukan hanya dikenal di kalangan hukum Bogor, tapi juga cukup disegani karena integritasnya.

Lalu tiba-tiba—nama itu muncul di berita, sebagai jenazah yang ditemukan mengambang di Sungai Citarum, Bekasi.

Bagaimana bisa seorang Notaris Bogor Syarifah Sidah Alatas berakhir di sungai? Apa yang terjadi? Siapa yang tega?

Dilaporkan Hilang, Ditemukan Tak Bernyawa

Beberapa hari sebelum penemuan jasadnya, keluarga sempat melapor ke Polsek Tanahsareal, Kota Bogor.

Laporan orang hilang. Tak ada yang menyangka, pencarian itu akan berujung di aliran air keruh yang menjadi saksi bisu akhir hidupnya.

“Jenazah kita evakuasi kemarin siang. Lalu dibawa ke RS Polri Kramat Jati,” kata AKBP Agta Bhuwana Putra, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi.

Dua Orang Ditangkap

Hari ini, jawaban mulai mendekat. Polda Metro Jaya, lewat Unit 1 Resmob, sudah menangkap dua orang yang diduga pelaku. Konfirmasi itu datang dari AKBP Ressa Fiardy Marasabessy.

“Sudah diamankan,” ujarnya. Siapa mereka? Apa motifnya? Polisi belum bicara. Tapi arah angin sudah jelas: ini bukan kecelakaan. Ini pembunuhan.

Masih Ada yang Hilang

Tidak hanya nyawa yang melayang. Kendaraan pribadi milik Notaris Bogor Syarifah Sidah Alatas juga belum ditemukan. Mobil itu entah di mana. Apakah dibawa kabur pelaku? Atau bagian dari skenario?

“Kami masih telusuri kendaraan korban,” tambah Agta.

Luka Masih Disimpan

Polisi belum membeberkan luka-luka di tubuh korban. Mereka memilih menunggu hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati. Yang pasti, kematian ini tidak wajar.

Dari Kantor Notaris ke Sungai Citarum

Notaris Bogor Syarifah Sidah Alatas bukan tokoh sembarangan. Ia tahu hukum.

Ia terbiasa menelaah dokumen rumit dan menjaga rahasia klien. Tapi bahkan hukum kadang tak cukup untuk menyelamatkan dari niat jahat manusia.

Dua Nama, Banyak Tanda Tanya

Dua orang sudah ditangkap. Tapi kasus ini jauh dari selesai. Motif masih mengambang, seperti jasad yang pernah mengambang di sungai itu.

Apakah ini soal dendam, uang, atau pengkhianatan? Waktu yang akan menjawab.***

Puncak Bogor Banjir Deras, Jalan Raya Lumpuh, Pengendara Motor Bertumbangan

0

Bogordaily.netPuncak Bogor Banjir. Tiga kata itu langsung jadi pembicaraan sore Sabtu, 5 Juli 2025.

Hujan deras sejak siang seakan mengguyur tanpa ampun kawasan Megamendung. Dan seperti biasa, banjir datang tanpa aba-aba.

Air tiba-tiba meluap di Jalan Raya Puncak Bogor. Deras. Tinggi. Mengalir seperti anak sungai yang turun dari pegunungan.

Motor-motor satu per satu tumbang. Mereka yang mencoba menerobos arus justru diseret.

Pengendara terpental. Ada yang jatuh dan langsung berdiri. Ada pula yang terseret lebih jauh—berjuang sendiri, sampai warga datang menolong.

Air dari Gunung, Sampah dari Manusia

“Sampah. Itu masalah utamanya,” ujar  Ketua RW di kawasan Megamendung. Ia tidak sedang menyalahkan hujan. Ia menyalahkan kita. Kita yang masih dengan santainya membuang plastik ke saluran air.

Air itu, kata dia, datang dari atas: RW 06, 05, 04, 02, hingga ke RW 01. Semuanya muaranya satu: Jalan Raya Puncak.

Saluran tak mampu lagi menampung. Tersumbat. Meluap. Melintasi aspal. Menghantam ban dan rem motor yang tak siap.

“Banjir seperti ini sudah sering,” tambahnya. “Tiap hujan deras. Tapi tak pernah ada penyelesaian yang jelas.”

Ironis. Puncak adalah destinasi wisata favorit di Indonesia. Tapi tiap air turun dari langit, seolah tak ada yang siap.

Gadog Sampai Pandansari: Semua Kena

Tak hanya Megamendung. Luapan air juga menerjang wilayah Gadog dan Desa Pandansari di Kecamatan Ciawi.

Jalan yang biasanya padat saat weekend itu justru sepi oleh suara klakson. Suara mesin tenggelam oleh gemuruh air.

Video amatir yang beredar memperlihatkan sepeda motor saling tabrak saat mencoba bertahan di tengah genangan.

Ada pengendara yang berdiri di tengah jalan, menahan motornya dari arus. Ada pula yang sudah menyerah, menepi dengan wajah pasrah.

Puncak sore itu bukan lagi tentang kabut tipis dan jagung bakar. Ia menjadi panggung darurat banjir mendadak.

Puncak Bogor, Cantik Tapi Rawan

Puncak adalah jalur pegunungan yang menghubungkan Kota Bogor dan Bandung.

Membentang dari Megamendung, Cisarua, sampai Cipanas dan Cianjur. Terletak di antara Gunung Gede-Pangrango dan Pegunungan Jonggol, Puncak memiliki ketinggian sekitar 1.500 meter.

Indah, sejuk, menawan. Tapi sekaligus rawan. Karena air dari atas, dan saluran yang tak sanggup membawa ke bawah.

Masih Mau Buang Sampah ke Selokan?

Banjir di Puncak Bogor tidak datang dari hujan semata. Ia datang dari keteledoran kita semua.

Dari sampah-sampah plastik yang dibuang sembarangan, hingga kebijakan yang tak kunjung tuntas.

Air mungkin akan selalu datang. Tapi banjir bisa dicegah. Jika saluran dibersihkan. Jika kita berhenti menyumbatnya dengan dosa-dosa kecil bernama botol plastik dan kantong kresek.

Puncak boleh indah. Tapi jangan sampai tiap akhir pekan, ia kembali mencekam.***