Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 761

Cek Ramalan Cuaca Kota Bogor 25 April 2025, Cek!

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca Kota Bogor dari BMKG untuk hari Jumat, 25 April 2025 diperkirakan hujan ringan sepanjang hari dari pagi hingga malam.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Jumat 25 April 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-24°C
Kelembapan: 84–97%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-25 °C
Kelembapan: 82–96%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-26°C
Kelembapan: 79–96%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23–27 °C
Kelembapan: 80–95%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Petir
Suhu: 23-27°C
Kelembapan: 80–95%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Petir
Suhu: 24–27 °C
Kelembapan:78–95%

Bagi Anda yang memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Jumat 25 April 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Pemkot Bogor Gagas Skenario Dongkrak Pariwisata dan Perhotelan

0

Bogordaily.net – Berkurangnya kegiatan dinas Instansi, Kementerian, dan Lembaga di hampir seluruh Indonesia, termasuk di Kota Bogor, berdampak pada menurunnya okupansi hotel di Kota Bogor.

Sebagai kota jasa dan perdagangan, Kota Bogor merasakan dampak langsung, terutama di sektor perhotelan.

Bahkan, dua hotel di wilayah Kota Bogor telah mengumumkan penutupan operasionalnya dan tidak menutup kemungkinan hotel lainnya juga terdampak situasi ini.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan perlunya langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap kegiatan kementerian dan lembaga.

Salah satu solusi yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor adalah mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi alternatif.

“Rencana Pemkot Bogor untuk mendorong hal ini adalah dengan menyelenggarakan program paket wisata Bogor Hotel Great Sale yang nantinya bisa disatupaketkan dengan karcis objek wisata, seperti Kebun Raya Bogor atau Museum serta obyek yang lain,” ucap Dedie Rachim di sela Rapat Korwil III Apeksi di Pekalongan Jawa Tengah, Kamis (24/4/2025).

Dedie Rachim menegaskan pentingnya menghadirkan destinasi wisata baru di Kota Bogor.

Selain itu, dirinya juga berkeinginan untuk menghidupkan kembali program Istana Open agar ketertarikan masyarakat berkunjung ke Kota Bogor kembali menggeliat.

Sementara, dalam jangka menengah, ia menyampaikan komitmennya untuk menarik investor melalui kemudahan perizinan serta pemanfaatan aset daerah yang belum tergarap optimal.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, diharapkan sektor pariwisata Kota Bogor dapat bangkit dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal.***

Gibran Diminta Mundur oleh Purnawirawan, Prabowo Angkat Bicara

0

Bogordaily.net – Tuntutan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diganti melalui mekanisme Majelis Permusyawaratan Rakyat kini sudah sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto.

Desakan ini menjadi satu dari delapan tuntutan yang dilayangkan para mantan jenderal kepada pemimpin yang juga lahir dari rahim militer itu.

Wiranto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, memastikan bahwa Prabowo mendengar dan memahami aspirasi tersebut.

“Presiden menghormati dan memahami pikiran-pikiran itu. Kita tahu, beliau dan para purnawirawan satu almamater, satu perjuangan, satu pengabdian,” kata Wiranto usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan, Kamis, 24 April 2025.

Namun, Prabowo tak akan gegabah. Meski berasal dari tradisi yang sama, Presiden memilih bersikap hati-hati.

“Tentu Presiden tidak bisa serta-merta menjawab itu, spontan menjawab tidak bisa,” ujar Wiranto.

Menurut dia, Prabowo tengah mencermati secara seksama isi pernyataan dan usulan para purnawirawan. “Karena ini masalah fundamental,” ujarnya.

Delapan tuntutan yang disampaikan antara lain mencakup ajakan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 versi asli serta usulan pergantian Wakil Presiden. Forum Purnawirawan yang menyuarakan aspirasi ini berisi tokoh-tokoh senior seperti Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, hingga Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan.

Di tengah riuh tuntutan tersebut, Prabowo justru menekankan pentingnya ketenangan. Ia berharap masyarakat tidak terjebak dalam polemik berkepanjangan.

“Beliau menyampaikan kepada saya, agar masyarakat tidak ikut berpolemik karena hanya akan menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kebersamaan bangsa,” ujar Wiranto.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Prabowo tak ingin langkahnya tergesa oleh tekanan politik internal.

Sebagai Kepala Negara sekaligus Panglima Tertinggi, ia memilih meramu keputusan dari banyak sumber, bukan hanya satu suara.***

AC Milan Lolos ke Final Coppa Italia 2025, Siap Hadapi Bologna

0

Bogordaily.net – Duel akbar antara Bologna dan AC Milan akan menjadi sajian utama final Coppa Italia 2024/2025.

Kepastian itu diperoleh setelah kedua tim melewati laga semifinal dengan hasil mencolok, mempertegas ambisi mereka mengukir sejarah di kompetisi kasta kedua Italia tersebut.

AC Milan menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke partai puncak. Bertandang ke markas Inter Milan di leg kedua semifinal, Kamis dini hari WIB, pasukan Stefano Pioli tampil tanpa kompromi.

Rossoneri membungkam sang rival sekota dengan skor telak 3-0. Hasil ini mengukuhkan keunggulan agregat 4-1, setelah di pertemuan pertama kedua tim bermain imbang 1-1.

Ini menjadi final ke-15 sepanjang sejarah Milan di ajang Coppa Italia. Klub yang dijuluki Il Diavolo Rosso itu telah mengoleksi lima gelar juara, terakhir kali diraih pada musim 2002/2003.

Kemenangan atas Inter sekaligus menjadi penegasan ambisi Milan untuk mengakhiri puasa gelar di turnamen domestik yang satu ini.

Di sisi lain, Bologna menjadi kejutan musim ini. Tim yang bermarkas di Stadion Renato Dall’Ara itu menapaki final dengan performa konsisten dan semangat juang tinggi.

Ini akan menjadi penampilan langka mereka di partai puncak, mempertegas kebangkitan klub yang dalam beberapa musim terakhir kerap tertahan di papan tengah Serie A.

Pertarungan dua tim dengan sejarah dan motivasi berbeda ini akan menjadi sajian menarik.

Milan datang dengan beban sejarah dan tradisi, sementara Bologna membawa harapan dan kejutan.

Final Coppa Italia tahun ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan juga pertarungan dua narasi besar: dominasi yang ingin dikukuhkan, dan mimpi yang ingin diwujudkan.***

Dedie Rachim: Kota Bogor Siap Jadi Tuan Rumah Rapat Koordinasi Teknis Apeksi

0

Bogordaily.net – Beberapa kesepakatan penting dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Pekalongan, Jawa Tengah.

Salah satunya adalah pengukuhan Wali Kota Pekalongan sebagai Ketua Korwil III APEKSI, dengan Wali Kota Bandung ditunjuk sebagai wakil ketua.

Selain itu, Rakorwil juga membahas persiapan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) APEKSI yang akan digelar pada Mei 2025 di Kota Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Ketua APEKSI, Eri Cahyadi menyampaikan adanya aspirasi anggota untuk mengadakan pertemuan lanjutan guna membahas secara khusus program-program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, usai Rakornas di Kota Surabaya.

Sebagai tindak lanjut, Kota Bogor ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan lanjutan tersebut, yang akan dilaksanakan pada Juni 2025.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan kesiapan Kota Bogor untuk menyambut dan menyelenggarakan pertemuan penting yang diperkirakan akan dihadiri oleh 98 wali kota seluruh Indonesia.

“Kami menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bogor sebagai tuan rumah untuk membahas secara khusus program-program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ujar Dedie Rachim di Pekalongan, Kamis (24/4/2025).

Dedie Rachim menambahkan, adapun yang nantinya dibahas mengenai program-program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Koperasi Merah Putih.

Selain itu, berbagai masalah yang akan diangkat antara lain kesesuaian syarat teknis yang sulit dipenuhi Pemerintah Kota mengenai ketentuan luasan lahan sebesar 5 hektare untuk sekolah rakyat. Hal itu dirasa berat disiapkan oleh anggota APEKSI.***

Lika – Liku Mencari Kampus

0
Bogordaily.net – Sebelumnya kenalin dulu saya Tubagus Ahmad Naufal Mubarok yang sekarang menjadi mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University, pada jurusan Komunikasi Digital dan Media. Banyak banget lika – liku perjalanan yang dihadapin sebelum jadi mahasiswa KMN ini,  KMN itu singkatan prodi saya ya.
Kebetulan saya anak bungsu dari keluarga bermarga Tubagus ini, saya memiliki satu saudara kandung yang menempuh perguruan tinggi di Institut Teknologi Bandung. Pada awalnya saya enggan untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih lanjut, dan ingin bekerja membantu ekonomi keluarga namun gaboleh kata orang tua dan harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi mari kita mulai ceritanya…
Pada saat itu saya masih duduk dibangku kelas 12 SMA, saya sekolah di SMA Negeri 10 Kota Bogor. Saat akhir kelas 12 tentunya ada yang dinanti oleh anak kelas 12 yaitu pengumuman SNBP atau bisa dibilang jalur undangan yang meemungkinkan para siswa untuk ga ngelakuin tes untuk masuk perguruan tinggi.
Saya hanya berpasrah diri kepada YME dengan pengumuman itu, tidak memiliki harapan tinggi soal SNBP ini. Benar saja nama saya tidak ada di hari pengumuman SNBP. Tidak berharap menjadi salah satu cara saya untuk tidak putus asa dalam melanjutkan pendidikan.
Dari situ saya mulai mencari informasi tentang SNBT yang diselenggarakan oleh kementrian pendidikan di Indonesia. Ketika pendaftaran dibuka saya langsung mendaftar ke kampus dan jurusan yang saya inginkan, yaitu ITB dengan jurusan Sekolah Bisnis dan IPB dengan jurusan yang sama.
Singkat cerita saya melakukan tes itu dan berharap dengan hasil yang terbaik. Pada saat itu bisa dibilang saya salah satu orang yang paling taat dengan agama, saya memperbaiki kebiasaan saya mulai dari shalat tepat waktu dan di Masjid, ngamalin sunnah, ngaji tiap hari, sampai zikirpun saya lakukan.
Namun sayang seribu sayang doa saya belum bisa terwujud pada saat itu. Saya tidak diterima pada kampus dan jurusan yang saya inginkan. Kecewa yang cukup besar saya rasakan terhadap diri sendiri karena tidak masuk ke kampus dan jurusan yang saya inginkan. Saya pun pasrah dan memikirkan untuk bekerja terlebih dahulu baru memikirkan pendidikan selanjutnya. Ternyata rasa kecewa atau sakit hati saya tidak berhenti hanya disitu.
Tidak lama setelah berita saya ditolak oleh kampus yang saya inginkan, saya mendapat kabar bahwa orang tua saya lebih tepatnya ibu saya terkena penyakit yang serius yaitu kanker serviks, yang mengharuskan pengangkatan rahimnya, dan dokter menyarankan untuk segera dioperasi.
Perasaan sedih, kecewa, takut, sakit hati bercampur aduk begitu saja. Ibu saya dirawat di Rumah Sakit di Jakarta, pada saat itu ibu saya hanya terbaring lemas di kasur rumah sakit. Saya ngobrol dengan ibu saya tentang pendidikan saya selanjutnya, dan menyampaikan keinginan saya untuk tidak kuliah.
Saya tidak kepikiran untuk lanjutkan pendidikan saya ataupun bekerja sekalipun karena saat itu yang ada dipikiran saya hanya kesehatan ibu saya. Tapi ibu saya bilang kalo ia ingin melihat kedua anaknya kuliah, saya pun menjawab “iya yaudah” karena dibenak saya takut itu adalah permintaan terakhir darinya.
Mulai dari situ saya mencari kampus di daerah Jawa Barat yang membuka jalur mandiri. Saya daftar ke beberapa kampus yang membuka jalur mandiri seperti IPB, ITB, UNPAD, UPI. Saya melakukan tes mandiri secara online pada kampus – kampus tersebut. Setelah menunggu hasilnya saya masih belum diterima di kampus manapun.
Saya cukup putus asa pada saat itu, saya bercerita kepada sahabat saya dan saya dianjurkan atau mungkin mereka nyuruh saya untuk daftar mandiri ke Sekolah Vokasi IPB. Awalnya saya tidak tau apa itu Sekolah Vokasi IPB ini, saya dijelaskan sama sahabat saya ini tentang Sekolah Vokasi IPB ini.
Lalu saya berbincang dengan ibu saya. Awalnya ibu saya tidak setuju dan menyuruh saya untuk daftar ke kampus swasta, tetapi setelah saya jelaskan ibu saya setuju untuk saya mendaftar jalur mandiri ke Sekolah Vokasi IPB. Hal itu menjadi lika-liku saya dalam meniti pendidikan.
Saya langsung bergegas mendaftar ke Sekolah Vokasi IPB ini karena hari itu adalah hari terakhir pendaftaran jalur mandiri ke Sekolah Vokasi IPB. Saya bingung saat mendaftar karena saya tidak tau jurusan apa yang harus dipilih, tidak ada yang saya inginkan pada awalnya.
Sahabat saya nyaranin buat daftar ke jurusan komunikasi karena ia juga daftar kesana. Pada saat itu saya setuju saja karena saya hanya memikirkan permintaan ibu saya saja. Singkat cerita, 2 hari sebelum ibu saya di operasi, adalah hari saya melakukan tes mandiri secara online. Ketegangan dan tekanan lebih saya rasakan pada hari itu karena ini adalah cara terakhir saya untuk masuk ke kampus negeri sesuai dengan keinginan ibu saya.
Setelah melakukan tes itu, saya langsung ngabarin ke ibu saya dan meminta doanya agar terkabul. 2 hari berlalu dan rasa takut, sedih semuanya bercampur aduk terlebih ketika ibu saya masuk ke ruang operasi. Saya kembali menjadi salah satu orang yang paling taat dengan agama sepanjang hari dan berharap ibu saya bisa sehat seperti sediakala. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan hari itu adalah pertama kali saya melihat bentuk rahim secara langsung.
Setelah beberapa hari menunggu pengumuman, hari itupun tiba. Ketegangan kembali saya rasakan karena ini jalan terakhir saya pada saat itu. Saya membuka pengumuman itu secara perlahan dan alhamdulillah Sekolah Vokasi IPB menerima saya untuk menjadi salah satu mahasiswanya dengan program studi Komunikasi Digital dan Media. Memang penuh lika-liku saat menempuhnya.
Setelah melihat pernyataan itu saya senang hingga mengeluarkan suara yang cukup besar, dan ibu saya terharu melihat perjuangan saya untuk mewujudkan permintaannya menjadi sebuah kenyataan dan ia cukup bangga dengan apa yang sudah saya usahakan untuknya.
Mungkin saya bukan orang yang sangat pintar dan cerdas tapi saya orang yang pantang menyerah, disetiap usaha akan membuahkan hasil yang memang seharusnya didapatkan. Dengan lika – liku ini menjadikan saya orang yang tidak mudah untuk menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Selalu semangat untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan. Seperti yang kita tau, saya sekarang menjadi mahasiswa Komunikasi Digital dan Media.***
Tubagus Ahmad Naufal Mubarok

AI Membantu atau Membunuh Kecerdasan Seseorang?

0

Bogordaily.net – Seiring berkembangnya zaman, teknologi berkembang pesat. Di era modern ini banyak hal menjadi digital. Mulai dari uang, cara pembayaran, komunikasi, dan masih banyak hal lain yang menjadi serba digital saat ini. Berkembangnya teknologi memiliki dampak yang positif bagi masyarakat tetapi tidak sedikit juga hal negatif yang ditimbulkan dari berkembangnya teknologi pada era saat ini. Jadi Sebenarnya AI membantu atau membunuh kecerdasan manusia?

Teknologi dibuat bertujuan untuk membantu serta memudahkan masyarakat, akan tetapi banyak dari masyarakat yang menyalahgunakan teknologi itu sendiri. Contohnya pada penggunaan Artificial Intelligence (AI) ChatGPT, cukup banyak orang yang menggunakan AI ini untuk membantunya dalam menulis sesuatu namun masih banyak juga yang belum menghargai hak cipta seseorang dan juga originalitas pada sebuah tulisan yang merupakan ide dari sang penulis itu sendiri. Banyak orang yang sadar akan hal itu namun masih tak acuh karena itu sangat memudahkan mereka namun merugikan bagi orang yang di duplikat tulisannya.

Menurut saya bukan salah pada teknologinya tetapi salah pada pola pikir masyarakatnya. Pada dasarnya manusia ingin dimudahkan segala urusannya, salah satunya adalah menggunakan AI ini. Namun itu yang menjadikan manusia malas untuk berpikir karena ketergantungannya pada teknologi. Selain itu juga, mempengaruhi akan kreatifitasnya sendiri dan hanya berpatokan dari ide yang ditawarkan oleh teknologi atau AI itu sendiri.

Sering kali AI membantu manusia dalam melakukan penulisan, baik itu pada bidang professional ataupun pembelajaran. AI memang sangat membantu manusia agar mempercepat selesainya pekerjaan dan efisiensi waktu, namun bagaimana perihal originalitasnya? Bagaimana ide dan kreatifitas masyarakatnya?

Apa sekarang kecerdasan buatan ini dapat menggantikan seluruh aspek ataupun lini pekerjaan jika masyarakatnya hanya berpatok pada teknologi kecerdasan buatan ini atau bisa disebut AI. Jika demikian untuk apa pendidikan setinggi mungkin jika hanya bergantung pada AI. Lantas apa bedanya orang yang memiliki kreatifitas tinggi dengan yang tidak jika hanya berpatok pada AI.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat umum dengan kecerdasan, kreatifitas dan pengalamannya yang bisa melebihi AI itu sendiri. Kecerdasan seseorang tidak dapat disamakan atau diukur dari kecerdasan buatan. Teknologi memang dibuat untuk memudahkan seseorang dalam melakukan sesuatu, tetapi harus bijak dalam menggunakannya. Jangan bergantung pada AI atau kecerdasan buatan apapun.

Bergantunglah pada kreatifitas sendiri, dan juga kecerdasan diri sendiri. Dengan adanya kecerdasan buatan jangan menjadikan kita malas dalam melakukan sesuatu sendiri. Banyak hal yang dapat dijadikan ide atau gagasan dalam pekerjaan. Kecerdasan manusia melampaui kecerdasan buatan. Jadi Sebenarnya AI membantu atau membunuh kecerdasan manusia?

Bijaklah dalam menggunakan teknologi, jangan pernah bergantung pada teknologi. Adakalanya teknologi dapat rusak ataupun error. Jadikan teknologi apapun menjadi alat bantu kita dalam menyelesaikan sesuatu dan jangan menjadikannya sebagai jalan satu – satunya untuk menyelesaikan sesuatu. Jadikan teknologi atau AI ini sebagai partner bukan malah diperbudak oleh AI atau kecerdasan buatan. Pintar – pintar dalam menggunakan teknologi karena pada dasarnya teknologi diciptakan oleh sesama yaitu manusia.

Oleh: Tubagus Ahmad Naufal Mubarok

Kegemaran Raefa Raja Augena yang Menjadi Karier Cemerlang

0

Bogordaily.net – Raefa Raja Augena adalah salah satu mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University dengan jurusan Komunikasi Digital dan Media, angkatan 60. Sebagai anak Komunikasi Digital dan Media tentunya Raefa sendiri memiliki hobi yang bisa dibilang sesuai dengan jurusannya yaitu pada bidang foto dan videografi. Tentunya jurusan ini berkesinambungan dengan hobi atau bisa dibilang minat yang dimiliki oleh Raefa.

Pada Awalnya ia memiliki minat pada bidang fotografi ini karena dipinjami dan juga diminta oleh ayahnya untuk mengabadikan sebuah momen pada suatu acara, yang menjadikan ia memiliki ketertarikan pada bidang fotografi ini.

Karena menurutnya fotografi ini bukan hanya sekedar kegemarannya tetapi tantangan baginya karena ia harus bisa mengabadikan suatu momen dengan waktu yang tidak banyak atau sebentar.

Setelah itu ia melanjutkan minatnya dengan cara membuka bisnis fotografi dengan teman – temannya, yang pada awalnya berfokus pada dokumentasi olahraga, tetapi seiring berjalannya waktu banyak job atau tawaran pekerjaan diluar fokus bisnisnya, dan dari sinilah Raefa memulai karier profesionalnya sebagai fotografer.

Raefa memiliki skill fotografi ini dengan cara belajar sendiri atau bisa dibilang dengan otodidak.

Dengan sedikit fasilitas yang diberikan oleh ayahnya Raefa berhasil memiliki skill yang baik dalam mengolah foto ataupun video.

Yang awalnya ia belajar untuk menjadi fotografer ini, ia langsung terjun keranah yang profesional.

Sedikit aneh namun nyata itulah hal yang dirasakan oleh Raefa untuk pertama kalinya ia medapat job atau pekerjaan.

Setelah ia membuka bisnis dengan temannya ternyata ia mendapatkan client yang cukup besar dan pada saat itu ia yang menjadi fotografer utama dalam acara olahraga tersebut.

Selain belajar kamera, ia juga sedikit – sedikit belajar cara manajemen bisnisnya dan juga marketingnya agar bisnisnya tetap berjalan lancar sesuai harapannya.

Walaupun menurutnya belajar marketing itu cukup sulit namun dengan pembelajaran di kuliah dan praktek langsung dilapangan akhirnya ia dapat menguasai skill marketing dengan cukup pandai.

Ia pun mengaku mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil fotonya karena tidak sedikit orang yang memiliki bisnis di ranah yang sama.

Strategi yang ia gunakan untuk mengembangkan bisnisnya itu tidak hanya mengandalkan skillnya saja, tetapi ia juga personality brand dan juga orang didalamnya.

Menurutnya beberapa orang itu tidak selalu mementingkan produknya tetapi ada juga beberapa dari mereka tertarik karena personality dari orang di dalamnya ataupun personality dari brand atau perusahaan itu sendiri.

Client pertama di bisnis Raefa ini didapatkan melalui dari direct marketing ia dan teman – temannya.

Awalnya ia mengunggah hasil foto ia dan teman – temannya pada akun media sosial perusahaannya untuk menjadi portofolio.

Kemudian ia menghubungi beberapa orang dan menawarkan jasa fotonya secara gratis dan itulah cara Raefa dan teman – temannya mendapatkan client pertama.

Raefa dan teman – temannya memiliki gaya fotografinya sendiri. Ia mendeskripsikan gaya fotografinya dan teman – temannya yaitu cekatan, cepat, tapi bermakna.

Namun menurutnya ia dan timnya belum memiliki kekhasan dalam bisnisnya, karena menurutnya untuk mendapatkan sesuatu yang khas harus melewati tahap pekerja seni, karena menurutnya bisnisnya masih ditahap pekerja seni dan belum menjadi seniman, dan untuk menjadi seniman ini butuh waktu yang lebih lama dan karena itu ia belum bisa mengatakan bisnisnya memiliki sesuatu yang khas.

Selain itu ia pun mengatakan tidak memiliki satu tokoh khusus yang menjadi inspirasi namun ia suka dengan sebuah foto atau video yang memiliki ciri khas tersendiri.

Dalam membuat bisnis pastinya akan ada tantangan ataupun rintangan yang akan dihadapi oleh seorang pebisnis, namun bagi Raefa tantangan yang terjadi pada bisnisnya bukan soal fotografi melainkan pada bidang marketingnya. Ia pun memiliki cara sendiri untuk memenangkan persaingan yang terjadi pada industri bisnisnya.

Ia melihat kekurangan pada industri ini adalah kurangnya personality karena menurutnya beberapa fotografer atau videografer hanya mementingkan produknya saja.

Ia ingin bisnisnya tidak hanya dikenal lewat hasilnya saja melainkan dikenal juga dengan brandnya dan juga orang – orang di dalamnya.

Tentunya ia juga memiliki keinginan atau sesuatu yang dicapai dan bisa dianggap momen yaitu ketika clientnya merasa puas dengan hasil foto atau videonya dan kemudian di ajak kembali untuk bekerja sama.

Diera digital ini Raefa menyatakan bahwa teknologi sangat memengaruhi dalam menjalankan bisnisnya, karena dengan kehadiran AI dapat mempermudah pekerjaannya menjadi lebih cepat dan efisien.

Tidak hanya hasil foto atau video melainkan teknologi juga membantunya untuk memperluas jaringan bisnisnya agar bisa mendapat client yang lebih banyak lagi. Ia juga memantau tren menggunakan media sosial untuk referensi foto dan preferensi yang diinginkan oleh client.

Saran Raefa untuk orang – orang yang ingin menggeluti bidang fotografi terutama pada bidang professional yaitu jangan hanya melihat dari sudut pandang fotografi saja melainkan beberapa aspek penting lainnya seperti marketing, bagaimana cara melihat tren, bagaimana cara membuat client nyaman, bagaimana cara kalian berkomunikasi, dan lain sebagainya. Dengan cara itu bisa memotivasi agar minat kalian dapat menjadi sumber penghasilan atau karier yang cemerlang.***

 

Tubagus Ahmad Naufal Mubarok

Strategi Komunikasi Yang Memanfaatkan Fenomena FOMO Oleh Brand

0
Bogordaily.net – Diera digital yang semakin berkembang pesat, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Keberadaannya membawa banyak manfaat, seperti kemudahan akses informasi, komunikasi tanpa batas, serta peluang untuk membangun jejaring sosial dan bisnis. Namun, di balik kemudahan tersebut, media sosial juga menciptakan fenomena psikologis yang dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out), yaitu ketakutan akan kehilangan atau ketinggalan suatu pengalaman yang menarik atau penting.
Media sosial memungkinkan seseorang untuk hanya membagikan momen-momen terbaik dalam hidup mereka, menciptakan ilusi bahwa hidup mereka sempurna dan penuh kebahagiaan. Hal ini membuat orang lain merasa kurang atau tertinggal karena membandingkan kehidupan nyata mereka dengan versi terbaik dari kehidupan orang lain. Dengan notifikasi yang terus muncul dan algoritma yang didesain untuk menarik perhatian, pengguna media sosial merasa perlu selalu memeriksa dan mengikuti perkembangan terbaru.
Apa Itu FOMO?
Definisi Fear of Missing Out (FOMO)
Fomo adalah sebuah perasaan takut tertinggal, cemas, ataupun tidak nyaman yang timbul jika terjadi suatu peristiwa, tren, pengalaman, acara tanpa keikutsertaan mereka didalamnya. Perasaan seperti ini diperbesar dengan adanya media sosial disekitar kita. Dimana semua orang memperlihatkan unggahan tentang liburan, acara, gaya hidup ataupun momen – momen lainnya yang menyebabkan orang ingin melakukan hal yang serupa.
Faktor yang Memicu FOMO
Banyak sekali faktor yang menyebabkan Fear Of Missing Out Atau FOMO ini terjadi yaitu keterbukaan informasi, penggunaan media sosial yang berlebihan, perbandingan sosial, kebutuhan untuk diterima secara sosial, usia, budaya yang kompetitif, serta kondisi deprivasi relatif. Hal – hal tersebut yang mengakibatkan maraknya perasaan FOMO pada masyarakat.
Menjadikan masyarakat mengonsumsi suatu barang ataupun jasa yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh mereka, hanya karena gengsi dan status sosial yang membuat mereka melakukan akan suatu hal. Tetapi hal ini membuat brand ataupun perusahaan meraup keuntungan yang cukup banyak.
Hubungan Antara Masyarakat Yang Mengalami FOMO Dengan Brand 
Perilaku Konsumen yang Dipengaruhi FOMO
Perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh perasaan FOMO sangat terlihat karena mereka hanya memikirkan perasaan mereka tanpa memikirkan kebutuhan mereka sendiri. Beberapa perilakunya yaitu mengikuti tren tanpa pertimbangan, pembelian yang impulsif, konsumsi yang berlebihan, dan juga keputusan pembelian berdasarkan popularitas.
Brand Sebagai Pemicu FOMO
Selain dari diri sendiri, ada hal juga yang dilakukan dari suatu brand yang menyebabkan perasaan fomo itu muncul dimasyarakat. Banyak sekali strategi komunikasi yang dilakukan oleh sebuah brand untuk meningkatkan keuntungan mereka dengan fenomena FOMO dimasyarakat ini. Hal ini menjadikan dampak positif bagi suatu brand dan menjadi dampak negatif bagi masyarakat yang turut merasakan perasaan FOMO.
Strategi Komunikasi yang digunakan Pada Fenomena FOMO oleh Brand
Banyak sekali brand yang memanfaatkan fenomena FOMO ini, banyak sekali strategi marketin ataupun strategi komunikasi yang mereka gunakan untuk meningkatkan keuntungan bagi mereka. Beberapa strategi komunikasi yang mereka lakukan yaitu :
– Penawaran dengan Waktu Terbatas
Brand seringkali menggunakan strategi seperti flash sale, diskon 24 jam, atau pre-order eksklusif untuk menciptakan rasa urgensi. Konsumen merasa harus segera membeli sebelum kesempatan itu hilang.
– Produk Edisi Terbatas (Limited Edition)
Dengan membatasi jumlah produk yang tersedia, brand membuat konsumen merasa harus segera membeli agar tidak kehilangan kesempatan.
– Strategi Influencer dan Endorsement
Brand bekerja sama dengan influencer untuk menciptakan tren yang membuat audiens ingin ikut serta agar tidak tertinggal. Ketika selebriti atau influencer membagikan produk tertentu, pengikut mereka merasa harus memiliki hal yang sama.
– Menampilkan Bukti Sosial (Social Proof)
Review, testimoni, dan jumlah pembeli yang tinggi memberikan kesan bahwa produk tersebut sangat dicari, sehingga konsumen merasa takut tertinggal.
– Menggunakan Countdown Timer di Website
Banyak situs e-commerce memasang timer hitung mundur untuk penawaran khusus, yang secara psikologis mendorong pembeli untuk bertindak cepat sebelum kehabisan
– Eksklusivitas dan Undangan Khusus
Beberapa brand menciptakan kesan eksklusivitas dengan sistem undangan atau akses terbatas untuk meningkatkan nilai suatu produk.
– Menggunakan Tren dan Viral Marketing
Brand memanfaatkan tren media sosial dan tantangan viral (challenge) agar audiens merasa harus ikut serta dalam tren tersebut.
Dampak FOMO bagi Brand 
Dampak Positif FOMO Bagi Brand
– Meningkatkan Penjualan: Strategi pemasaran yang memanfaatkan FOMO, seperti penawaran dengan waktu terbatas atau produk edisi khusus, dapat mendorong konsumen untuk melakukan pembelian segera guna menghindari rasa ketinggalan.
– Meningkatkan Kesadaran Merek (Brand Awareness): Ketika konsumen merasa takut ketinggalan tren, mereka cenderung lebih memperhatikan dan membicarakan produk atau layanan yang ditawarkan, sehingga meningkatkan eksposur dan kesadaran terhadap merek.
– Membangun Loyalitas Pelanggan: Dengan menciptakan pengalaman eksklusif atau menawarkan produk terbatas, merek dapat membuat pelanggan merasa istimewa, yang pada gilirannya meningkatkan loyalitas mereka terhadap merek tersebut
Dampak Negatif FOMO Bagi Brand
– Persepsi Manipulatif: Jika strategi FOMO digunakan secara berlebihan atau tidak etis, konsumen mungkin merasa dimanipulasi, yang dapat merusak citra merek dan menurunkan kepercayaan pelanggan
– Kepuasan Pelanggan yang Menurun: Konsumen yang melakukan pembelian karena tekanan FOMO mungkin merasa tidak puas setelahnya, terutama jika produk atau layanan tidak memenuhi harapan mereka, yang dapat menyebabkan penurunan loyalitas pelanggan.
– Ketergantungan pada Taktik Jangka Pendek: Mengandalkan strategi FOMO secara terus-menerus dapat membuat merek terjebak dalam siklus promosi jangka pendek, yang mungkin tidak berkelanjutan dan dapat mengabaikan pembangunan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Kesimpulan
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku konsumen dan strategi pemasaran sebuah brand. Dengan memanfaatkan FOMO, brand dapat meningkatkan penjualan, membangun loyalitas pelanggan, dan memperkuat kesadaran merek melalui strategi pemasaran yang menekankan eksklusivitas, keterbatasan waktu, serta penggunaan media sosial dan influencer.
Namun, jika tidak dikelola dengan baik, FOMO juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti menurunnya kepuasan pelanggan, persepsi bahwa brand bersikap manipulatif, serta ketergantungan pada strategi pemasaran jangka pendek yang tidak berkelanjutan.
Oleh karena itu, penting bagi brand untuk menggunakan strategi FOMO secara etis dan seimbang, memastikan bahwa produk dan layanan yang ditawarkan benar-benar memberikan nilai bagi konsumen.
Sementara bagi konsumen, kesadaran akan taktik FOMO dapat membantu mereka membuat keputusan pembelian yang lebih rasional dan tidak impulsif. Pada akhirnya, FOMO dapat menjadi alat pemasaran yang sangat efektif jika diterapkan dengan strategi yang tepat dan tetap menjaga kepercayaan pelanggan.***
 Tubagus Ahmad Naufal Mubarok

Bupati Bogor dan Dandim 0621 Raih Penghargaan atas Suksesnya TMMD ke-123 Tahun 2025

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Komandan Kodim (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Henggar Tri Wahono, menerima penghargaan dari TNI Angkatan Darat atas suksesnya pelaksanaan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-123 Tahun 2025.

Penghargaan ini diserahkan dalam acara resmi yang berlangsung di Aula A.H. Nasution, Markas Besar TNI AD, Jakarta, pada Kamis (24/4).

Sebagai informasi, program TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.

Mabes AD, TNI sukses menggelar acara penganugerahan kepada para Juara TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang ke-123, yang merupakan keterpaduan antara TNI bersama pemerintah daerah sebagai upaya percepatan terobosan pembangunan di daerah pedesaan.

TMMD juga diketahui adalah langkah nyata dalam percepatan peningkatan infrastruktur, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Satu diantara Komandan Distrik Militer yang meraih juara sebagai Dansatgas terbaik dan telah menerima penghargaan adalah Letkol Inf Henggar Tri Wahono, S.H., M.H. mengucapkan terima kasih kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang telah terjalin baik antara Pemkab Bogor dan Kodim 0621.

“Terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0621 Kabupaten Bogor, yang telah bekerja sama dengan baik. Ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan TNI dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Kabupaten Bogor demi kepentingan masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Perlu diketahui, Letkol Inf. Henggar Tri Wahono menerima dua penghargaan sekaligus, yaitu sebagai Dansatgas Terbaik ke-3 dan Dandim Terbaik ke-2 Pembina Media Cetak dalam pelaksanaan TMMD ke-123 Tahun 2025.

Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam program TMMD, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

“Saya Letnan Kolonel Infanteri Henggar Tri Wahono, pada hari ini saya ucapkan terima kasih banyak atas penghargaan dari Bapak Kepala Staf Angkatan Darat, berupa capaian prestasi yakni (sebagai) Komandan Satgas Terbaik dalam pelaksanaan TMMD ke-123 serta Dansatgas Pendampingan media terbaik,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya, selain kegiatan telah berlangsung dengan lancar, ia juga turut memotivasi rekan-rekannya untuk selalu melaksanakan TMMD dengan penuh semangat.

“Ini merupakan hasil dari kinerja kita semua, ini merupakan ujung tombak maupun motivasi bagi rekan-rekan yang lain, khususnya rekan-rekan yang melaksanakan TMMD ke-124 nantinya, melaksanakan TMMD dengan sebaik-baiknya, karena dengan adanya TMMD ini kita bisa membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan di daerah,” pungkasnya. ***