Home Blog Page 763

Peterpan Reuni Tanpa Ariel, Gaet 4 Vokalis Baru!

0

Bogordaily.net – Band legendaris Peterpan siap menghidupkan kembali kenangan masa lalu lewat konser reuni bertajuk “The Journey Continues” yang akan digelar di Bandung, Minggu, 31 Agustus 2025.

Namun ada satu kejutan besar konser ini akan berlangsung tanpa sang vokalis ikonik, Ariel.

Sebagai gantinya, Peterpan akan tampil dengan formasi baru yang menggandeng empat penyanyi lintas generasi untuk mengisi kekosongan vokal. Keempat musisi tersebut adalah Marcello Tahitoe (Ello), Tiara Andini, Fiersa Besari, dan Alexandra Teh.

Masing-masing akan membawakan lagu-lagu Peterpan dengan aransemen baru yang dirancang khusus untuk konser spesial ini.

“Sekarang, kisah itu berlanjut. Dengan suara generasi hari ini, yang juga tumbuh bersama lagu-lagu itu, membawa warna baru ke atas panggung,” tulis promotor Aloka melalui akun Instagram resmi @aloka.id pada Kamis 3 Juni 2025.

Ariel Tak Ikut, Uki Juga Absen

Konser reuni ini akan mempertemukan kembali sebagian besar personel asli Peterpan, yaitu Andika (keyboard), Indra (bass), Reza (drum), dan Lukman (gitar). Namun, dua nama besar justru absen dari panggung: Ariel dan Uki.

Ariel secara tegas menyatakan dirinya tidak terlibat dalam konser tersebut.

Dalam wawancara yang dikutip dari detik.com, vokalis NOAH itu menegaskan keputusannya untuk tidak tampil, bukan karena konflik dengan personel lama, melainkan demi menjaga konsistensi status NOAH yang tengah berada dalam masa hiatus.

“Gak ada sih (keterlibatan), gue gak ikut main, ada Lukman di sana. Kalau gue ikut main, si konsep NOAH hiatusnya jadi udahan,” kata Ariel.

Ia juga memastikan hubungannya dengan Andika kini telah membaik dan komunikasi di antara mereka sudah kembali berjalan seperti biasa.

Dari Peterpan ke NOAH: Perjalanan yang Penuh Warna

Peterpan pertama kali dibentuk di Bandung pada tahun 2000 dengan formasi awal Ariel, Andika, Indra, Lukman, Reza, dan Uki.

Nama mereka melejit di awal 2000-an lewat lagu-lagu hits seperti “Ada Apa Denganmu”, “Topeng”, dan “Menghapus Jejakmu” yang hingga kini masih jadi favorit lintas generasi.

Namun, konflik hak cipta atas nama “Peterpan” membuat band ini harus mengganti identitas. Pada 2 Agustus 2012, Peterpan resmi berubah nama menjadi NOAH dan melanjutkan kiprah di industri musik Indonesia dengan formasi baru.

Konser Reuni Jadi Ajang Nostalgia dan Perkenalan

Meski tanpa Ariel, konser “The Journey Continues” diharapkan tetap mampu menghadirkan nuansa nostalgia bagi para penggemar setia Peterpan.

Dengan kehadiran empat penyanyi baru dari berbagai latar belakang genre dan generasi, konser ini juga menjadi momen kolaborasi lintas zaman yang menarik untuk dinantikan.

Tak hanya ajang reuni, konser ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan kembali karya-karya Peterpan kepada generasi muda dalam format yang lebih segar.

Jadi, buat kamu penggemar setia Peterpan sejak era awal 2000-an, konser ini jelas tak boleh dilewatkan.

Siapkan diri untuk menyanyikan lagu-lagu yang pernah menemani masa remaja, kali ini dengan sentuhan baru dari wajah-wajah baru industri musik Indonesia.***

Pak Patah: Pustakawan Pelopor dan Penjaga Warisan Ilmu di Masa Kemerdekaan

0

Bogordaily.net – Di tengah riuh perjuangan kemerdekaan Indonesia, terdapat tokoh-tokoh senyap yang tak mengangkat senjata, tetapi berjasa besar dalam menjaga warisan intelektual bangsa. Salah satunya adalah Pak Patah, tokoh pelopor kepustakawanan Indonesia yang perannya tak kalah penting dari para pejuang di medan laga.

Ia adalah pustakawan generasi pertama yang berperan besar dalam menjaga, merawat, dan membangun sistem perpustakaan nasional di masa-masa sulit bangsa ini.

Lahir dari Lingkungan Religius dan Merintis Karier dari Bawah

Pak Patah lahir di Kebumen, 13 September 1901, dari keluarga religius.Ayahnya, Kyai H. Tohir, dikenal sebagai ulama terkemuka di daerah tersebut. Sejak kecil, ia tumbuh dalam tradisi keilmuan dan kedisiplinan.

Pendidikan awalnya ditempuh di Sekolah Rakyat (SR), setara dengan sekolah dasar saat ini.

Ia kemudian mengikuti ujian Ambtenar Kecil, sebuah jalur pendidikan bagi pribumi yang ingin menjadi pegawai pemerintah Hindia Belanda.

Minatnya pada dunia literasi tumbuh saat ia bekerja di Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, lembaga kebudayaan dan ilmu pengetahuan di Batavia (kini Jakarta), yang kemudian dikenal sebagai cikal bakal Museum Nasional.

Di sinilah ia mulai menapaki dunia pustaka, dan bekerja sebagai asisten pustakawan sejak 1919 hingga 1942.

Pustakawan Otodidak yang Menguasai Dunia

Pak Patah dikenal sebagai pustakawan autodidak yang luar biasa. Ia menguasai berbagai bahasa asing seperti Belanda, Inggris, Prancis, dan Jerman, yang membuatnya mampu memahami dan mengelola koleksi-koleksi penting dari berbagai penjuru dunia.

Tak hanya itu, ia juga menjadi rujukan banyak mahasiswa dan akademisi yang kelak menjadi tokoh nasional.

Salah satu tokoh yang merasakan bimbingannya adalah Prof. Moelianto, ahli ilmu pidana dari Universitas Gadjah Mada, yang menjuluki Pak Patah sebagai “Ensiklopedi Berjalan”, karena luasnya pengetahuan dan kemampuan membantunya dalam penelitian.

Di masa ketika tenaga pustakawan profesional masih langka, Pak Patah menjadi sosok sentral dalam melayani para pemustaka dan menjaga akses ilmu pengetahuan tetap terbuka.

Penjaga Perpustakaan di Masa Pendudukan Jepang

Saat Jepang menduduki Indonesia pada awal 1940-an, banyak lembaga budaya dan ilmu pengetahuan mengalami kehancuran.

Namun, berkat diplomasi dan keberanian Pak Patah, perpustakaan milik Museum (Bataviaasch Genootschap) berhasil diselamatkan dari kehancuran. Ia menjaga aset intelektual bangsa di tengah ancaman pendudukan dan konflik.

Pendiri Perpustakaan Negara dan Pustakawan Pertama Republik

Tahun 1947 menjadi momen penting dalam perjalanan hidupnya.

Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Mr. Ali Sastroamijoyo bersama Menteri Muda Mr. Hindromartono mempercayakan kepada Pak Patah untuk mendirikan dan memimpin Perpustakaan Negara di Yogyakarta.

Inilah yang menjadikannya pustakawan pertama Republik Indonesia di masa awal kemerdekaan.

Ia tidak hanya memimpin, tetapi juga membangun sistem perpustakaan dari nol, mengembangkan standar kepustakawanan nasional, serta bekerja sama dengan UNESCO melalui konsultan bernama A.G.W. Dunningham dalam pengembangan sistem kepustakawanan modern di Indonesia (1953–1963).

Pak Patah pensiun pada tahun 1958 setelah mengabdi lebih dari tiga dekade di dunia pustaka dan budaya.

Ia wafat pada 30 April 1966, dalam usia 65 tahun, dan dimakamkan di TPU Kuncen, Yogyakarta, setelah jenazahnya disemayamkan di Museum Sonobudoyo sebagai bentuk penghormatan terakhir. Ia meninggalkan seorang istri dan sembilan anak.

Pak Patah bukan hanya seorang pustakawan, ia adalah penjaga warisan budaya bangsa, pelindung ilmu pengetahuan, dan arsitek awal sistem perpustakaan nasional.

Perannya sering kali luput dari narasi besar sejarah kemerdekaan, namun jejaknya tetap melekat dalam dunia pendidikan dan literasi Indonesia.

Semoga nama dan jasanya sebagai Pahlawan Pustakawan Indonesia terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi pustakawan masa kini.***

PBSI Terancam Reshuffle! Taufik Hidayat Minta Evaluasi Pelatih Jika Gagal Cetak Juara

0

Bogordaily.net – Wakil Ketua Umum PP PBSI Taufik Hidayat melontarkan kritik tajam dan ultimatum serius kepada para pelatih pelatnas bulu tangkis Indonesia.

Legenda bulu tangkis Tanah Air itu menilai bahwa performa sejumlah sektor utama belum menunjukkan capaian membanggakan meskipun musim kompetisi 2025 telah berjalan lebih dari enam bulan.

Pernyataan keras ini disampaikan usai Taufik mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta, Selasa, 1 Juli 2025. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan keprihatinannya atas lemahnya produktivitas prestasi di jajaran elite atlet nasional.

“Evaluasi kemarin lebih ke pelatih, ke atletnya belum. Saya sudah ultimatum juga. Sudah enam bulan lebih, jangan hanya kejar ranking,” kata Taufik.

Prestasi Nyata di Podium

Menurut Taufik, PBSI harus kembali ke esensi utama, prestasi nyata di podium, bukan sekadar angka peringkat dunia. Ia menyebutkan bahwa ranking bisa diraih melalui akumulasi turnamen, namun gelar juara adalah cermin dari konsistensi, mentalitas, dan kualitas pelatihan yang sesungguhnya.

“Masyarakat inginnya juara. Juara itu cuma satu, tidak ada juara dua,” imbuhnya.

Kritik ini muncul menyusul hasil minor yang diraih tim bulu tangkis Indonesia dalam beberapa turnamen internasional terakhir. Terutama di sektor ganda putra dan tunggal putri, yang dinilai belum mampu mematahkan dominasi negara-negara kuat seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Taufik menekankan bahwa tanggung jawab pelatih bukan hanya membentuk kemampuan fisik dan strategi, melainkan juga membangun mentalitas juara yang kokoh.

“Kami lihat dari Januari sampai sekarang, kalau tidak memenuhi target, kami buka lagi rekam jejaknya, dan kalau tidak ada prestasi, buat apa dipertahankan,” ujarnya.

Sebagai salah satu cabang olahraga andalan Indonesia, bulu tangkis kerap menjadi tumpuan harapan di ajang-ajang bergengsi seperti Olimpiade, Asian Games, dan Kejuaraan Dunia.

Maka tidak heran jika tekanan publik kepada PBSI terus meningkat ketika performa para atlet dianggap tidak mencerminkan tradisi juara yang sudah terbangun puluhan tahun.

Akan Ada Evaluasi

Taufik mengungkapkan bahwa jika kinerja tidak kunjung membaik, maka evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap struktur pelatihan, termasuk kemungkinan pergantian pelatih di beberapa sektor.

“Pelatih harus dituntut dengan target yang jelas, dalam artian, kita ini negara besar di bulu tangkis, jadi tidak bisa puas hanya ikut turnamen. Harus bisa rebut podium,” kata Taufik.

Sebagai salah satu legenda bulu tangkis Indonesia yang pernah meraih emas Olimpiade Athena 2004 dan juara dunia 2005, Taufik menyatakan dirinya sangat memahami tekanan dan tuntutan publik terhadap PBSI.

Dia pun berkomitmen membawa kembali kejayaan bulu tangkis Indonesia di pentas dunia.

“Tanggung jawab kita besar, masyarakat selalu berharap dari bulu tangkis. Kita tidak boleh kecewakan mereka,” pungkasnya.***

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Adakan Survey Kepuasan Pelanggan

Bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kaupaten Bogor kembali mengadakan survey kepuasan pelanggan dalam rangka meningkatkan pelayanan air bersih, serta mengukur indeks kepuasan pelanggan.

Adapun, survey dilaksanakan di seluruh wilayah cabang pelayanan yang akan dilaksanakan mulai tanggal  3 Juli hingga 10 Agustus 2025.

Nantinya petugas surveyor yang melaksanakan survey/pengumpulan data ke lokasi akan dilengkapi ID Card, surat tugas dan apabila diperlukan akan didampingi oleh petugas pembaca meter Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

Survey langsung akan dilaksanakan di seluruh wilayah cabang pelayanan. Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mengajak pelanggan untuk melawan gratifikasi jangan memberi.

Melayani pelanggan dengan baik adalah tugas dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

Kemudian, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memberikan diskon pemasangan sambungan baru.

Promo tersebut berlaku untuk kategori rumah tangga dan niaga, dan sudah terdapat jaringan pipa retikulasi dan sisa kapasitas.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi nomor pelayanan atau datang langsung ke kantor, 1500862 atau WhatsApp di 082119969008.

(Albin Pandita)

Kematian Syarifah Sidah Alatas Masih Misterius, Jenazah Ditemukan di Sungai Citarum

Bogordaily.net – Penyebab kematian Syarifah Sidah Alatas belum menemui titik terang. Perempuan yang sempat dilaporkan hilang sejak Senin, 30 Juni 2025, ditemukan tak bernyawa di bantaran Sungai Citarum, Kabupaten Bekasi.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Eko Prasetyo, mengonfirmasi bahwa jenazah Syarifah ditemukan oleh pihak kepolisian Bekasi dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Temuan tersebut mengakhiri pencarian yang dilakukan sejak pihak keluarga melaporkan hilangnya Syarifah awal pekan ini.

“Jenazah telah ditemukan di wilayah Kabupaten Bekasi, tepatnya di sekitar Sungai Citarum. Saat ini penanganan kasusnya dilimpahkan ke Polres Bekasi,” ujar Kombes Eko melalui Kabag Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Eko pada Jum’at 4 Juli 2025.

Pihak Polresta Bogor juga menyampaikan bahwa mereka telah menjalin komunikasi intens dengan aparat di Polres Bekasi.

“Kasat Reskrim kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polres Bekasi, termasuk saat proses identifikasi di RS Kramat Jati. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari sana,” tambahnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Polres Bekasi terkait penyebab pasti kematian Syarifah.

Keluarga korban berharap aparat penegak hukum bisa segera mengungkap fakta di balik kasus ini agar tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut di masyarakat.

(Ibnu Galansa)

Sean Diddy Comb Lolos dari Penjara Seumur Hidup

0

Bogordaily.net – Rapper ternama Sean “Diddy” Combs dinyatakan bersalah atas dua dari lima dakwaan dalam kasus pidana yang menyeret namanya ke meja hijau, Rabu 2 Juni 2025.

Meski ancaman hukuman penjara seumur hidup berhasil dihindari, pria berusia 55 tahun itu tetap terjerat kasus serius.

Juri memutuskan Diddy bersalah atas dua dakwaan yang berkaitan dengan eksploitasi seksual, tepatnya praktik prostitusi yang melibatkan dua mantan kekasihnya, Cassie Ventura dan seorang perempuan berinisial “Jane”.

Sementara itu, ia dinyatakan tidak bersalah untuk dakwaan paling berat yakni perdagangan seksual dan pemerasan.

Kedua dakwaan itu sebelumnya berpotensi menjeratnya dengan hukuman penjara seumur hidup.

Ancaman Hukuman hingga 20 Tahun

Meski bebas dari dakwaan terberat, Diddy masih menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun jika hakim memutuskan vonis maksimal atas dua dakwaan prostitusi yang diterimanya.

Namun, berdasarkan laporan NBC News, jaksa penuntut umum hanya menuntut hukuman penjara antara 4 hingga 5 tahun.

Momen sidang tersebut menjadi emosional. Diddy yang mengenakan setelan jas hitam tampak mengepalkan tangan dan langsung berbalik ke arah keluarganya ibu dan anak-anaknya yang duduk di kursi pengunjung. Ia kemudian berlutut dan menunduk, berdoa dengan air mata menetes di pipi.

“Aku akan menemui kalian saat aku keluar nanti. Kita akan melewati ini bersama,” ucap Diddy, meyakinkan keluarganya.

Permohonan Bebas Bersyarat Ditolak

Pengacaranya, Marc Agnifilo, mengklaim bahwa hasil ini adalah “kemenangan besar” bagi kliennya, karena menghindarkan Diddy dari hukuman seumur hidup.

Ia bahkan langsung mengajukan permohonan bebas dengan jaminan. Namun, permohonan itu ditolak oleh hakim Arun Subramanian.

Hakim beralasan bahwa hingga saat ini Diddy belum mampu meyakinkan pengadilan bahwa dirinya tidak berpotensi membahayakan masyarakat jika dibebaskan.

Selama tujuh minggu persidangan, sebanyak 30 saksi dihadirkan. Tuduhan paling mencolok datang dari dua mantan kekasih Diddy, Cassie Ventura dan Jane, yang menyebut bahwa selama menjalin hubungan dengan sang rapper, mereka kerap dipaksa mengikuti pesta seksual ekstrem yang disebut “Freak-off” atau “Hotel Nights”.

Dalam pengakuannya, Diddy disebut memanggil pekerja seks pria ke kamar hotel, lalu menyuruh mereka berhubungan dengan Cassie dan Jane, sementara dirinya menonton dan memberikan perintah secara langsung.

Meskipun tidak dipenjara seumur hidup, putusan bersalah tetap menempatkan Sean Diddy Combs dalam sorotan tajam. Reputasinya tercoreng, dan ia harus menjalani masa hukuman yang belum pasti.

Kasus ini menjadi salah satu pengadilan selebritas terbesar tahun ini di AS, memicu diskusi luas soal eksploitasi dalam hubungan asmara dan penyalahgunaan kekuasaan dalam dunia hiburan.***

Hati-Hati Tertipu! Ini Cara Membedakan Pelek Mobil Asli atau Palsu dengan Mudah

0

Bogordaily.net – Pelek mobil bukan cuma soal gaya dan penampilan. Komponen satu ini punya peran penting terhadap kenyamanan dan keselamatan saat berkendara.

Tapi sayangnya, di pasaran banyak beredar pelek palsu yang bentuknya sangat mirip dengan yang asli. Kalau kamu nggak hati-hati, bisa-bisa tertipu dan malah membahayakan diri sendiri!

Cara Membedakan Pelek Mobil Asli atau Palsu

Nah, biar nggak salah pilih, yuk simak cara mudah membedakan pelek mobil asli dan palsu berikut ini:

1. Perhatikan Logo dan Kode Produksi

Pelek asli biasanya memiliki logo pabrikan yang tercetak rapi dan presisi, bukan tempelan atau stiker.

Selain itu, terdapat juga kode produksi, ukuran, dan spesifikasi teknis yang jelas dan terstandarisasi. Kalau logo terlihat buram atau tidak simetris, bisa jadi itu barang tiruan.

2. Cek Material dan Bobot

Pelek asli biasanya terbuat dari material berkualitas tinggi seperti alloy aluminium khusus yang ringan tapi kuat.

Sementara itu, pelek palsu umumnya memakai bahan campuran yang lebih berat dan gampang penyok atau retak.

Kalau kamu pegang dan bobotnya terasa terlalu berat atau justru terlalu ringan, itu patut dicurigai.

3. Lihat Kualitas Finishing

Pelek asli punya finishing yang sangat halus, rata, dan rapi baik dari segi warna, permukaan cat, hingga detail kecil.

Pelek palsu kadang terlihat kasar, ada gelembung cat, atau warna yang tidak merata. Jangan hanya lihat sekilas, perhatikan dengan teliti!

4. Harga Terlalu Murah

Pelek asli memang punya harga yang sebanding dengan kualitasnya. Kalau kamu ditawari pelek branded dengan harga yang jauh lebih murah dari harga resmi, bisa jadi itu palsu.

Ingat, harga tidak pernah bohong. Barang asli jarang diskon besar-besaran tanpa alasan.

5. Beli di Toko Resmi atau Dealer Terpercaya

Kalau kamu ingin aman dan tenang, belilah pelek di toko resmi atau distributor yang sudah punya reputasi baik.

Selain bisa mendapat produk asli, kamu juga akan dapat garansi dan layanan purna jual yang jelas.

6. Gunakan Jasa Profesional

Kalau masih ragu, kamu bisa minta bantuan bengkel resmi atau spesialis pelek untuk mengecek keaslian. Mereka biasanya tahu betul ciri-ciri fisik dan teknis yang membedakan produk ori dan KW.

Memilih pelek mobil asli bukan hanya soal gaya, tapi juga soal keselamatan dan daya tahan kendaraan.

Jangan tergiur harga murah, karena bisa berdampak besar pada performa dan keamanan mobilmu. Dengan tips di atas, kamu bisa lebih percaya diri membedakan pelek asli dan palsu.

Ingat, mobil keren butuh pelek yang kuat dan aman, bukan hanya yang sekadar mirip!***

Tragis! Balita di Ngawi Tewas Diduga Tak Sengaja Minum Bensin Pertalite

0

Bogordaily.net – Seorang balita berusia dua tahun berinisial MA tewas usai diduga tak sengaja minum bahan bakar jenis pertalite yang disimpan dalam botol bekas di rumahnya, di Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Jawa Timur, Rabu pagi 2 Juni 2025.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, saat keluarga tengah melakukan aktivitas pagi seperti biasa.

Tanpa disadari, sang balita diduga menjangkau botol berisi pertalite yang berada di lokasi terjangkau anak-anak.

Sang kakek, Harianto, yang menjadi saksi utama kejadian itu, mengungkapkan bahwa cucunya mendadak lemas usai meneguk cairan dari botol tersebut.

“Awalnya tidak sadar kalau itu pertalite. Tapi tiba-tiba anak itu muntah dan tidak sadarkan diri. Saya langsung panik,” ungkapnya kepada wartawan.

Harianto mengatakan ia sempat mencoba memberikan pertolongan pertama.

“Saya jungkirkan tubuhnya supaya bisa muntah, saya juga gosok-gosok punggungnya. Tapi karena tidak sadarkan diri, kami langsung bawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Dinyatakan Meninggal di RS

Korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawa MA tak berhasil diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif.

Kasus ini langsung menjadi perhatian pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Atis Gunadi, menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kejadian tersebut dan telah membuka penyelidikan.

“Kami sudah turun ke lokasi dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui kronologi dan penyebab pasti,” ujar AKP Atis.

Insiden ini langsung menuai respons luas dari masyarakat, terutama di media sosial.

Banyak warganet yang mengungkapkan rasa duka dan keprihatinan, sembari mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak di rumah.

Pakar keselamatan anak menyarankan agar bahan-bahan berbahaya seperti bensin, pestisida, hingga cairan pembersih disimpan di tempat yang terkunci atau jauh dari jangkauan anak-anak.

“Anak-anak di bawah usia lima tahun sangat rentan terhadap keracunan rumah tangga. Mereka belum bisa membedakan cairan berbahaya dengan air minum,” ujar dr. Andri Yulianto, dokter anak di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya.

Peristiwa balita minum pertalite ini menjadi pengingat bagi semua orang tua dan pengasuh anak agar lebih waspada terhadap benda dan cairan berbahaya di lingkungan rumah.

Kesedihan keluarga korban menjadi luka mendalam yang semoga tidak terulang kembali di tempat lain.

Pemerintah daerah dan instansi terkait pun diharapkan memberikan edukasi lebih masif terkait keamanan rumah tangga demi keselamatan anak-anak.***

CCTV Rekam Aksi Maling Motor di Tegal Gundil, Pelaku Kenakan Sweater Abu

Bogordaily.net – Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah permukiman padat penduduk di Kota Bogor.

Kali ini, satu unit Honda Genio bernomor polisi F 3426 AAT raib digondol maling di kawasan Tegal Gundil, Bogor Utara, pada Jumat dini hari, 4 Juli 2025.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 02.26 WIB, saat suasana lingkungan masih sepi dan mayoritas warga tengah terlelap. Pelaku diduga telah mengintai kondisi rumah sebelum beraksi dan memanfaatkan kelengahan pemilik rumah yang memarkir motor di area halaman.

Menurut keterangan korban, pencurian baru disadari sekitar pukul 04.40 WIB, tepat setelah azan subuh berkumandang. Saat hendak berangkat ke mushola, sang pemilik terkejut melihat pintu pagar rumah sudah terbuka, gembok hilang, dan motor yang sebelumnya diparkir di halaman rumah telah lenyap.

Merasa curiga, pemilik segera memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar rumah. Dari hasil rekaman tersebut, terlihat seorang pria yang diduga pelaku memasuki pekarangan rumah dan membawa kabur motor dengan cepat.

Ciri-Ciri Pelaku

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku memiliki tinggi badan sekitar 170 cm, dan terlihat mengenakan sweater abu-abu, masker, serta menggendong tas tali kecil berwarna hitam. Aksi pelaku berlangsung cepat dan nyaris tanpa suara, menunjukkan bahwa pencurian ini dilakukan dengan persiapan matang.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah pelaku bekerja sendiri atau merupakan bagian dari jaringan pencurian motor (curanmor) yang lebih besar. Namun dari modus dan waktunya, pelaku tampak sangat berpengalaman.

 

Viral Gerakan “Aura Farming”, Pacu Jalur Riau Jadi Sorotan Dunia

0

Bogordaily.net – Tradisi Pacu Jalur, warisan budaya asli dari Kuantan Singingi, Riau, mendadak viral dan jadi sorotan internasional.

Sayangnya, viralnya tradisi ini justru menimbulkan kontroversi setelah warganet dari luar negeri ramai-ramai mengklaim budaya tersebut sebagai milik mereka.

Pemicunya adalah unggahan akun resmi klub sepak bola ternama Paris Saint-Germain (PSG), yang memamerkan para pemainnya menirukan gerakan khas penari di haluan perahu Pacu Jalur.

Gerakan tersebut kini dikenal luas di internet sebagai “aura farming” sebuah istilah yang merujuk pada gerakan ritmis dan penuh semangat khas Pacu Jalur.

Unggahan itu langsung menyedot perhatian warganet global. Tapi yang mengejutkan, banyak dari mereka mengklaim gerakan itu berasal dari negara lain, seperti Vietnam, Thailand, Filipina, hingga Malaysia. Kolom komentar media sosial pun penuh dengan klaim sepihak, seperti:

“It’s trend from Vietnam 🇻🇳,”

“That’s Malaysian culture 🇲🇾,”

“I saw this years ago in the Philippines 🇵🇭.”

Klaim-klaim tersebut jelas menyesatkan. Padahal, jika ditelusuri jejak sejarahnya, Pacu Jalur adalah tradisi khas Kuantan Singingi yang telah hidup sejak abad ke-17, jauh sebelum era media sosial dan tren global saat ini.

Pacu Jalur merupakan perlombaan perahu panjang atau “jalur” yang digelar rutin setiap bulan Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perahu-perahu ini dihias megah dan didayung oleh 40–60 orang, diiringi tabuhan musik tradisional dan aksi seorang penari di bagian depan perahu.

Gerakan penari inilah yang kini viral dan banyak ditiru sebagai “aura farming”.

Lebih dari sekadar lomba dayung, Pacu Jalur adalah simbol kerja sama, sportivitas, kekuatan komunitas, dan identitas budaya masyarakat Kuansing.

Setiap gerakan dalam Pacu Jalur menyimpan filosofi tentang gotong royong, kesetiaan, dan semangat juang.

“Pacu Jalur bukan hanya milik Kuansing, tapi juga kebanggaan Indonesia. Dunia boleh tahu dan kagum, tapi jangan sampai warisan ini diklaim sepihak,” tegas seorang tokoh budaya Riau yang ikut mengawal pelestarian Pacu Jalur.

Fenomena viral ini memang membuka peluang luar biasa untuk promosi budaya Indonesia ke kancah global.

Namun, di tengah euforia digital, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk menjaga akar sejarah dan orisinalitas tradisi ini.***