Home Blog Page 765

RSUD Kota Bogor Kunjungi RSUD Bayu Asih Purwakarta, Ini Tujuannya

0

Bogordaily.net – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan keuangan rumah sakit, jajaran manajemen RSUD Kota Bogor melakukan kunjungan studi banding ke RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta.

Fokus utama kunjungan ini adalah mempelajari sistem remunerasi yang telah sukses diterapkan oleh RSUD Bayu Asih selama hampir enam tahun terakhir.

Dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, rombongan disambut hangat oleh Direktur RSUD Bayu Asih, Muhammad Hani, bersama jajaran manajemen rumah sakit.

“Tujuan kami hari ini adalah studi banding mengenai kebijakan remunerasi. Kami ingin belajar langsung bagaimana sistem tersebut diterapkan di RSUD Bayu Asih,” ujar Ilham dalam sesi wawancara.

Menurut Ilham, sistem remunerasi merupakan kebijakan strategis di bidang keuangan, terutama dalam sistem pembayaran jasa pelayanan.

Sistem ini ditujukan agar lebih transparan, adil, dan akuntabel dalam pemberian insentif kepada tenaga kesehatan.

“Penjelasan yang kami terima sangat jelas. Apa yang sudah diterapkan di RSUD Bayu Asih sangat baik karena sesuai dengan regulasi yang berlaku. Insya Allah, kami akan mencoba mengadopsi sistem serupa untuk mendukung peningkatan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Hani menjelaskan bahwa sistem remunerasi yang diterapkan di RSUD Bayu Asih dibangun berdasarkan regulasi pemerintah untuk menciptakan efisiensi anggaran dan meningkatkan motivasi kerja tenaga kesehatan.

“Alhamdulillah, kami sudah bisa mencapai efisiensi pembelanjaan pegawai. Sistem ini memastikan bahwa setiap tenaga kesehatan mendapatkan hak sesuai kinerja mereka. Kami senang bisa berbagi pengalaman dengan rekan-rekan dari RSUD Kota Bogor,” ucap Hani. ***

Muhammad Irfan Ramadan

 

DPRD Kota Bogor Desak Pemkot Evaluasi Sarana Transjabodetabek Bogor-Blok M

0

Bogordaily.net – Komisi III DPRD Kota Bogor mendesak Pemkot Bogor untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan sarana prasarana pendukung moda Transjabodetabek Bogor-Blok M.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono menilai langkah tersebut penting dilakukan lantaran moda transportasi TransJabodetabek ini banyak diminati warga Kota Bogor.

“Kami terus mendorong agar integrasi transportasi TransJabodetabek ini tidak terhambat hanya karena kendala teknis. Transportasi publik harus aman, nyaman, dan tepat guna,” tegasnya.

Heri menyoroti soal insiden armada TransJabodetabek yang menyangkut di Bus Stop Botani Square. Dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Menurut dia, kejadian ini menjadi cermin bahwa aspek teknis seperti elevasi akses masuk halte belum sepenuhnya ramah terhadap semua jenis armada yang beroperasi.

“Saya menilai perlu ada intervensi segera dari Pemkot terutama melalui Dinas Perhubungan dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi teknis terhadap desain infrastruktur halte tersebut,” ujarnya.

Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan transportasi publik tetap berjalan lancar serta aman.

Selain itu, dirinya juga mendorong adanya koordinasi yang lebih intens antara Pemkot Bogor dengan operator TransJabodetabek maupun BPTJ untuk menyelaraskan spesifikasi teknis armada dengan infrastruktur yang tersedia di Kota Bogor. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Pemkot Bogor Kejar Bantuan Pemprov Jabar untuk Sukseskan Porprov

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor mengejar bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyukseskan Porprov 2026 yang akan datang.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, menyambangi Kantor Dispora Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung.

Kedatangan rombongan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ini dalam rangka pendampingan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat pada tahun 2026 mendatang, di mana Kota Bogor menjadi salah satu tuan rumahnya.

Kedatangan Jenal Mutaqin disambut langsung oleh Kepala Dispora Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari. Membuka dialog, Jenal Mutaqin mengatakan bahwa Porprov menjadi ajang kebanggaan bagi Jawa Barat.

Sehingga ini menjadi hajat Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, belum ada kejelasan mengenai bantuan keuangan dari Pemprov, termasuk untuk Porprov ini,” ungkap Jenal Mutaqin.

Di sisi lain, Pemkot Bogor melalui KONI Kota Bogor sudah melakukan serangkaian persiapan untuk menghadapi Porprov Jabar pada November 2026 mendatang.

Mulai dari persiapan atlet, hingga sarana dan prasarana untuk mendukung hal tersebut.

“Sehingga kedatangan kami ingin mendapatkan informasi lebih jelas bagaimana proses usulan ini, apakah sudah sampai ke TAPD provinsi. Kalaupun ada dokumen yang belum lengkap akan kami lengkapi secepatnya,” tukas Jenal Mutaqin.

Di tempat yang sama, Kepala Dispora Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari, menjelaskan bahwa pada dasarnya Dispora Provinsi Jawa Barat tetap memegang komitmen untuk menyukseskan Porprov Jawa Barat di Kota Bogor tahun 2026.

“Pak gubernur dan pak sekda pun tetap komitmen untuk membantu,” jelas mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor itu.

Hery memastikan, dalam pekan ini sudah ada jawaban mengenai besaran bantuan keuangan dari Pemprov Jabar yang akan diberikan kepada Kota Bogor untuk mendukung Porprov. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Satreskrim Polres Bogor Ringkus Pegawai Hokben Detos Yang Lakukan KDRT, Kini Masuk Bui dan Terancam 5 Tahun Penjara

Bogordaily.net – Pegawai Hokben Detos yang tega melakukan aksi KDRT terhadap istrinya sendiri kini sudah masuk bui dan memakai baju tahanan di Mapolres Bogor, pada Kamis 3 Juli 2025.

Pegawai Hokben Detos yang tega melakukan aksi KDRT terhadap istrinya sendiri kini sudah masuk bui dan memakai baju tahanan di Mapolres Bogor, pada Kamis 3 Juli 2025.

Diketahui, Satreskrim Polres Bogor gerak cepat meringkus DF (24) di rumahnya tepatnya di wilayah Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Rabu malam 2 Juli 2025.

“Izin bang sementara ini. Pelaku sudah diamankan di rumah nya daerah Cilebut, pada hari Rabu malam 2 Juli 2025,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, Kamis 3 Juli 2025.

Menurut Teguh, tersangka DF kini dijerat dengan pasal tentang KDRT dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

“Kalau sudah, pasal yang dijerat dan ancaman hukumannya. Pelaku sudah kami tetapkan sbg tersangka dan dikenakan pasal 44 ayat 1 UU No. 23 th 2004 tentang kdrt jo 64 kuhp dengan ancaman maksimal 5 th,” jelasnya.

Ia menambahkan, pegawai Hokben DF itu secara tega melakukan tindak KDRT terhadap istrinya sendiri yakni DES sejak tahun 2024. DES mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh dari lengan hingga kaki.

“Pelaku melakukan pemukulan terhadap korban yang menyebabkan luka memar di bagian tangan, kaki dan muka. Awal kejadian di tahun 2024 masih suami tapi sekarang sudah bercerai,” ujarnya.

Pihaknya memastikan, DES mengalami ancaman baik secara verbal maupun kekerasan secara fisik.

“Ancaman dan kekerasan fisik,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, viral dari video instagram @Bogordaily.news memperlihatkan aksi kekerasan pria berinisial DFA terhadap seorang perempuan berinisial DES.

Menurut pengakuan DES, pria yang melakukan kekerasan terhadap dirinya adalah mantan suaminya.

Walau sudah bercerai resmi di pengadilan agama, mantan suaminya kerap melakukan aksi-aksi kekerasan, yang meliputi ancaman dan teror via pesan singkat, bahkan ancaman membunuh.

DS sudah melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut kepada pihak kepolisian Polres Bogor, namun sampai saat ini terduga pelaku kekerasan yang juga mantan suaminya tersebut masih bebas berkeliaran.

“Iyah bahkan DF pun pernah sumpah serapah bahwa tidak ada Polisi yang bisa memenjarakan dia,” kata DS kepada Bogordaily.net.

“Saya hanya wanita biasa, ingin hidup tenang tanpa ancaman dan teror bahkan sampai ancaman membunuh,” tambah DES.***

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

0

Bogordaily.net – Mengembangkan usaha dari nol hingga dikenal luas, bahkan go international, mungkin menjadi salah satu impian wisausaha manapun. Tak terkecuali Lina S. Rahmania, pemilik Sanrah Food yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan.

Berawal dari mencari kesibukan setelah sang suami pensiun di tahun 2015, Lina kemudian mendapatkan ide untuk membuat usaha sendiri. Ia mengaku aktif mencari informasi di dinas dan instansi terkait, kemudian mulai memikirkan produk apa yang akan dibuat.

“Kalau mau jadi UMKM itu ternyata harus punya produk sendiri. Kebetulan adik saya punya usaha rumah makan bebek, dari situ saya coba tanya-tanya dan akhirnya saya buka warung juga di Jakarta namanya Warung Bebek Mas Yogi,” cerita Lina.

Setelah menjalankan usahanya selama setahun, Lina mulai mengembangkan produk makanan beku siap makan. Ide tersebut muncul dari pengalamannya mengelola rumah makan yang ternyata tidak mudah. Menurutnya, membuka warung membutuhkan pengelolaan karyawan, biaya sewa ruko, serta harus selalu siap siaga, baik saat ramai maupun sepi.

Ia juga menuturkan bahwa sering kali mereka sudah memasak dalam jumlah banyak, namun pembeli tidak datang. Dari pengalaman tersebut, Lina memutuskan untuk beralih ke produk makanan beku. Ia mengatakan bahwa produk pertamanya adalah bebek ungkep yang dikemas, lengkap dengan sambal dalam botol.

Lakukan Pengembangan Produk

Setelah berjalan cukup lama, Lina semakin banyak mengembangkan produk mulai dari berbagai variasi sambal kemasan, bebek ungkep, ayam ungkep, cumi mercon, hingga paru pedas yang dibekukan. Setelah memiliki banyak produk, merek Sanrah Food pun dibuat yang membawahi sekitar 20 produk yang diproduksi di dapur usaha miliknya.

“Sanrah Food kita buat, kita urus semua legalitasnya. Kita fokus jualan sambal dan produk frozen karena dari segi risiko lebih minim. Untuk produk best seller sebenarnya Sambal Hj Lina yang utama karena itu yang bisa kita ekspor. Selain itu, bebek ungkep juga yang paling banyak dicari. Tapi produk lainnya juga ada market-nya sendiri karena kita juga suplai ke beberapa resto,” ujar Lina.

Produk Sanrah Food tidak hanya memenuhi pasar di dalam negeri saja. Lina juga mengaku beberapa kali mengikuti pameran (Expo) untuk pasar luar negeri, salah satunya adalah FHA Food & Beverage 2025 yang berlangsung di Singapura pada 8-11 April 2025. Ia mengaku dukungan BRI untuk UMKM seperti usahanya bisa terus berkembang terutama dalam perluasan penjualan usaha.

“Saya mulai ikut expo bersama BRI pada tahun 2020-an. Saya sering ikut expo mulai yang nasional sampai internasional, terakhir di Singapura awal tahun ini. BRI ini kan punya banyak UMKM binaan, sampai ribuan. Dan saya merasa sangat bangga bisa terpilih kurasi, karena seperti yang expo di Singapura itu hanya 20 usaha yang bisa terpilih,” cerita Lina.

BRI Komitmen Dukung UMKM

Lina mengaku komitmen BRI dalam mendukung UMKM memang tidak perlu diragukan lagi. Berbagai pembinaan dan bantuan pernah ia dapatkan selama menjadi UMKM binaan BRI. Selain pendampingan usaha, Ia juga mendapatkan akses pendanaan KUR yang mudah didapatkan. BRI tidak hanya mendukung kegiatan pameran (expo), tetapi juga mendorong pelaku usaha agar dapat menembus pasar ekspor.

“Banyak fasilitas yang diberikan, seperti penjemputan, pengiriman produk secara gratis, penginapan, serta makanan. BRI juga membeli sampel produk untuk keperluan expo yang tidak dilakukan oleh pihak lain. Keikutsertaannya saya dalam expo yang diselenggarakan oleh BRI sangat berdampak dalam memperkenalkan produk agar lebih dikenal luas serta meningkatkan penjualan”, imbuhnya.

Lina berkomitmen untuk tetap mengembangkan Sanrah Food dengan sebaik-baiknya. Ia mengaku sering terpacu melihat anak muda bisa mengembangkan bisnis, sehingga dirinya pun tak mau ketinggalan.

“Kalau usia mungkin beda, tapi semangat saya tetap nggak mau kalah. Saya tetap berusaha mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan pasar agar Sanrah Food tetap bisa menghasilkan produk yang berkualitas,” lanjutnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan komitmen BRI dalam membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang menyeluruh dan berorientasi global. BRI berkomitmen membangun ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi agar semakin banyak UMKM Indonesia dapat go global dan berkontribusi di pentas ekonomi dunia.

“Pencapaian Sanrah Food menjadi cerminan dari bagaimana daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk semata. Dukungan pemberdayaan yang komprehensif, mulai dari pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha hingga konektivitas pasar global, menjadi faktor kunci dalam mendorong UMKM untuk naik kelas”, jelas Hendy.***

Pendaftaran SPMB di Kabupaten Bogor Berlangsung Hingga 4 Juli 2025, Disdik Buka Layanan Help Desk untuk Peserta

Bogordaily.net – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor membuka layanan help desk untuk orang tua peserta yang kesulitan mengakses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

Adapun, untuk pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di wilayah Kabupaten Bogor berlangsung mulai tanggal 1 hingga 4 Juli 2025.

Kepala Seksi (Kasi) Peserta Didik Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Muchlis menjelaskan bahwa, pihaknya akan membuka pengaduan help desk hingga tanggal 12 Juli 2025.

Namun, untuk pengumuman SPMB diperkirakan akan dilakukan pada 9 Juli mendatang.

“Kita buat helpdesk itu sampai tanggal 12 Juli tapi kan pengumuman itu tanggal 9. Takutnya ada yang kurang jelas kurang apa bisa kita jelaskan,” kata Muchlis kepada wartawan, Kamis 3 Juli 2025.

Menurut Muchlis, banyak para orang tua peserta yang kesulitan mengakses situs SPMB secara online, dikarenakan permasalahan server di setiap sekolah.

“Sebetulnya memang karena pertama itu kan banyak pelimpahan dari sekolah yang dilemparkan ke Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan bantuan untuk pendataan para peserta Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Ada asumsi sekolah kalau dikerjain di sekolah takutnya begitu dia masuk. Sehingga jadinya numpuk ke dinas. Tapi di dinas kita layani ko dibantu pendataannya,” ujar Muchlis.

“Kalau terkait sistemnya saya harus cek dulu ke bagian servernya. Tapi kalau diliat dari sisi disdik ya kita siap melayani aja memberikan bantuan ke orang tua yang kesulitan mendaftar,” tambahnya.

(Albin Pandita)

Kembali Bersinar di Panggung Internasional, BRI Borong 15 Penghargaan di Ajang FinanceAsia 2025

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan nasional dengan daya saing global. Dalam ajang FinanceAsia Awards dan Asia’s Best Companies 2025 yang digelar di Hong Kong, 17 Juni 2025, BRI meraih 15 penghargaan.

Prestasi ini mencerminkan fundamental bisnis yang tangguh, adaptif, dan relevan dengan dinamika industri keuangan kawasan.

Dalam FinanceAsia Awards 2025, BRI meraih penghargaan sebagai Best Commercial Bank – SMEs, Best Bank for Financial Inclusion, Best Private Bank, dan Best Custodian Bank, serta   Best Bank dengan kategori highly commended untuk kategori domestik.

Capaian tersebut mencerminkan pengakuan terhadap kekuatan model bisnis BRI yang mampu menghadirkan layanan inklusif, relevan, dan kompetitif di berbagai segmen pasar.

Setiap tahun, FinanceAsia juga menyelenggarakan Asia’s Best Companies, sebuah benchmark bergengsi yang disusun berdasarkan survei terhadap investor dan analis terkemuka untuk menilai perusahaan-perusahaan paling unggul dan berpengaruh di masing-masing sektor industri di Asia.

BRI Raih Predikat Gold

Dalam daftar tahun 2025 untuk kategori domestik, BRI meraih predikat gold pada kategori Best Managed Company, Best Investor Relations, serta Best Managed di antara lembaga finansial.

Selain itu, BRI juga menerima sejumlah penghargaan dengan predikat silver, meliputi Best Large-Cap Company, Most Committed to ESG, Best DEI, Best Use of Technology, serta tiga penghargaan yang dianugerahkan untuk Board of Management BRI.

Dalam keterangannya, FinanceAsia menyampaikan bahwa institusi keuangan terkemuka di kawasan Asia Pasifik dinilai mampu menghadapi ketidakpastian global, di tengah pemulihan ekonomi dunia pascapandemi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil, mereka tetap menunjukkan ketangguhan dan mampu menciptakan capaian positif di tengah tantangan.

Pertumbuhan BRI di Bidang Perekonomian

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa capaian ini menegaskan bahwa ketangguhan dan relevansi model bisnis menjadi fondasi utama BRI dalam menjaga kepercayaan publik dan menghadapi dinamika industri keuangan. BRI melihat peluang besar untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan memperkuat posisi BRI di industri keuangan nasional dan regional.

“Saat ini BRI memiliki fondasi yang sangat kuat untuk mengoptimalkan peluang tersebut. “BRI memiliki lebih dari 36.600 tenaga pemasar yang terdiri dari tenaga pemasar mikro (Mantri), RM Lending, dan RM Funding & Transaction dan BRI juga didukung oleh lebih dari 6 ribu unit kerja, mulai dari Kantor Cabang hingga BRI Unit yang tersebar hingga ke pelosok negeri. Menjadikan BRI sebagai bank dengan jaringan dan jangkauan terluas di Indonesia,” ujar Hery.

Selain itu, Hery menambahkan BRI juga memiliki customer base yang besar dimana hingga akhir Maret 2025 terdapat lebih dari 221 juta rekening simpanan serta 211 ribu user QLola di segmen korporasi. Ini bukan hanya angka, ini adalah ekosistem besar yang menjadi kekuatan strategis BRI ke depan.

Sebelumnya pada Juni 2025, BRI juga mencatatkan pencapaian internasional yang membanggakan dengan menempati peringkat 349 dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia dalam daftar Forbes Global 2000. Capaian ini menjadikan BRI sebagai perusahaan publik terbesar dengan peringkat tertinggi di Indonesia dalam daftar versi Forbes tersebut.

Dalam laporan tersebut, BRI mencatatkan kinerja positif dengan pendapatan mencapai USD 16,07 miliar, laba USD 3,8 miliar, aset USD 123,83 miliar, dan market value USD 33,48 miliar yang turut memperkuat posisinya di panggung internasional.***

 

Polresta Bogor Kota Tangkap Tiga Pelaku Pencurian Mobil, Satu Pelaku Ditembak

Bogordaily.net – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap kasus pencurian mobil yang terjadi di Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur.

Salah satu dari ketiganya terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki karena berusaha melawan saat hendak ditangkap.

Dalam pengungkapan ini, tiga pria berinisial M (49), HP (52), dan HR (50) ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi menjelaskan, penangkapan ketiga pelaku bermula dari laporan masyarakat terkait kasus pencurian mobil di wilayah Baranangsiang Indah, tepatnya di RT03/RW13, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor.

“Dari laporan tersebut, kami langsung melakukan pengejaran. Beruntung, GPS kendaraan korban masih aktif sehingga keberadaan mobil bisa kami lacak hingga ke wilayah Bekasi,” ujar Kompol Aji Riznaldi saat konferensi pers di Polsek Bogor Timur, pada Kamis 3 Juli 2025.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil menangkap ketiga tersangka di daerah Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada Rabu 25 Juni 2025 sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat proses penangkapan, salah satu tersangka melakukan perlawanan, sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, ketiga pelaku telah melakukan aksi serupa di tujuh lokasi berbeda.

Beberapa wilayah yang menjadi sasaran mereka di antaranya Baranangsiang Indah, dua titik di Cimahpar, serta masing-masing satu titik di Ciluar, Cibinong, dan kampus IPB.

“Semua kendaraan yang dicuri adalah mobil. Berdasarkan pengakuan, motif mereka karena alasan ekonomi dan kebutuhan pendidikan anak,” tambah Aji.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan dalam aksinya, antara lain lima kunci letter T, satu magnet lock, obeng, dua soket, satu pasang mesin bor, KTP, dan satu unit mobil Daihatsu Sigra berwarna hitam.

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumannya mencapai tujuh tahun penjara.

(Ibnu Galansa)

Perkuat Pengaplikasian Ilmu-ilmu Al-Quran, Mahasiswa STAI Al-Hidayah Bogor Kunjungi LPMQ

Bogordaily.net – Dalam upaya memperdalam pemahaman sekaligus pengaplikasian ilmu-ilmu Al-Qur’an secara praktis dan akademis, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STAI Al-Hidayah Bogor melakukan kunjungan akademik ke Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) pada Kamis, 3 Juli 2025.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan akademik untuk mengenalkan mahasiswa secara langsung dengan institusi yang berwenang dalam standardisasi mushaf Al-Qur’an di Indonesia, sekaligus menggali pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu tafsir, rasm, dhabt, dan keilmuan lainnya yang relevan dengan studi Al-Qur’an.

Kerjasama dengan LPMQ

Unang Wahyudi, selaku Ketua STAI Al-Hidayah Bogor mengharapkan ada kerja sama dengan LPMQ dalam hal pengembangan Al-Qur’an untuk masyarakat disabilitas di Bogor yang akan diwujudkan dalam bentuk pengajaran terhadap mahasiswa S1 dan S2.

Dalam pemaparan materinya, Fahrur Rozi menyampaikan pengantar mengenai beberapa cabang keilmuan Al-Qur’an, di antaranya ilmu waqaf-ibtida, rasm, dhabt, dan qira’at. Ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu waqaf-ibtida oleh para mahasiswa, karena ilmu ini merupakan dasar yang sering menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat.

“Terlalu banyak pertanyaan masyarakat yang berkaitan dengan tempat berhenti dan memulai bacaan Al-Qur’an. Karena itu, mahasiswa harus menguasai ilmu waqaf-ibtida sebagai dasar membaca Al-Qur’an yang baik dan benar,” ujar Rozi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa dalam ilmu rasm terdapat dua mazhab besar yang digunakan dalam penulisan mushaf Al-Qur’an, yaitu riwayat Ad-Dani (w. 444 H) dan riwayat Abu Dawud (w. 496 H).

Menurutnya, perbedaan antar mushaf yang ada saat ini tidak bisa dilepaskan dari variasi dalam aspek waqaf-ibtida, rasm, dan dhabt.

Selain itu, Rozi memberikan pesan sekaligus pengobar semangat para mahasiswa yang sudah duduk di semester VI bahwa untuk menulis skripsi, tidak perlu repot-repot mencari masalah yang jelimet, cukup angkat masalah di sekitar yang berkaitan dengan Al-Qur’an dan belum ada jawabannya. Selain itu diniati khidmah kepada Al-Qur’an dengan menulis apa saja yang berkaitan dengannya.

Zaqi menyebutkan selain diskusi ilmiah dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), mahasiswa berkeliling melihat sejarah penulisan mushaf Al-Qur’an di Bayt Al-Qur’an dan Musieum Istiqlal.

“Kami berharap dari kunjungan Study Tour ini, mahasiswa dalam menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat untuk dikembangkan selaras dengan prodi ilmu Al-Qur’an Tafsir di kampus STAI Al-Hidayah Bogor”

(Zaqi Ramdani)

Menkop: Kopdes/Kel Merah Putih Tak Sekedar Program, Namun Jadi Alat Memakmurkan Desa

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menekankan pentingnya transformasi Koperasi desa/kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih agar benar-benar dapat menjadi entitas atau badan usaha yang produktif sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.

Hal ini ditegaskan Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Penguatan Usaha Kopdes/ Kel Merah Putih Se Provinsi Jawa Barat secara daring, Kamis, 3 Juli 2025.

Menkop Budi Arie mendorong agar Kopdes/ Kel Merah Putih benar – benar dapat menjadi lembaga ekonomi yang melayani kebutuhan nyata warga dari dapur rumah tangga hingga urusan kesehatan dan pembiayaan terutama di desa/ kelurahan bukan hanya sekadar program.

“Kita tidak sedang bicara koperasi sebagai ide, tapi sebagai aksi nyata. Koperasi harus hadir sebagai lembaga yang melayani kebutuhan warga dari sembako murah, pembiayaan terjangkau, layanan kesehatan, hingga distribusi logistik,” kata Menkop Budi Arie.

Berdasarkan data statistik, secara nasional saat ini telah terbentuk 80.480 Kopdes/ Kel Merah Putih dimana sebanyak 93,04 persen atau 74.877 unit Kopdes/ Kel Merah Putih telah mendapatkan legalitas dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Menkop Apresiasi Kinerka Pemprov Jabar

Menkop mengapresiasi kinerja dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) karena berkat kegigihannya dalam mendampingi pembentukan/ pendirian koperasi, saat ini seluruh desa atau 100 persen telah melaksanakan musyawarah desa khusus (musdesus) dan sebanyak 5.941 koperasi atau 99,73 persen telah memiliki legalitas Badan Hukum Koperasi.

“Capaian ini tidak hanya menggambarkan kesungguhan pemerintah daerah dan pusat, tetapi juga semangat gotong royong masyarakat desa dalam membangun institusi ekonomi berbasis kekeluargaan,” katanya.

Meski target pembentukan Kopdes/ Kel Merah Putih telah mencapai target, namun Menkop mengingatkan masih terdapat tantangan yang harus dihadapi kedepannya. Pasalnya untuk fase pertama yaitu pembentukan dan pendirian koperasi, masih ada fase lanjutan yang perlu mendapat perhatian serius yaitu fase operasionalisasi.

Dalam fase ini, pemerintah pusat dan daerah harus dapat memastikan usaha koperasi berjalan secara konkret dan memiliki usaha ekonomi yang produktif, sehat dan dipercaya. Sehingga itu diperlukan penguatan aspek manajerial serta penerapan tata kelola yang baik,  termasuk digitalisasi koperasi secara menyeluruh.

“Kita tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih membayangi seperti partisipasi masyarakat dan kesadaran kolektif terhadap koperasi masih belum merata. Kemudian persepsi publik terhadap koperasi juga kerap tercoreng oleh keberadaan koperasi bermasalah maupun pinjol ilegal berkedok koperasi,” katanya.

Aspek Penting Setiap Pengelola Kopdes/Kel Merah Putih

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Menkop menekankan tiga aspek penting yang harus dipahami oleh setiap pengelola Kopdes/ Kel Merah Putih.

Ketiga aspek tersebut yaitu People, Organization, System (POS). Oleh sebab itu aspek penguatan SDM yang kompetitif menjadi kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi, kemudian aspek organisasi, koperasi harus memiliki legalitas yang jelas dan tatakelola yang baik. Kemudian dari sistem, koperasi harus ditopang oleh sistem digital yang transparan akuntabel danterintegrasi.

“Melalui kolaborasi yang solid, koperasi desa akan menjadi soko guru ekonomi rakyat, bukan hanya bertahan tapi juga memimpin perubahan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman berkomitmen untuk menjadikan seluruh Kopdes/ Kel Merah Putih di Jawa Barat dapat beroperasi dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Pemprov Jabar akan berupaya maksimal agar koperasi ini dapat menjadi sumber perubahan bagi perekonomian di desa-desa.

“Kalau hanya sekedar mengikuti program pusat, ini bisa jadi hanya formalitas saja. Namun jika koperasi ini digerakkan oleh masyarakat, maka akan menjadi solusi nyata bagi kesejahteraan desa,” ucapnya.

Sebagai upaya mewujudkan hal itu, Pemprov Jabar mendorong pengurus koperasi untuk menguasai data potensi ekonomi lokal dan membangun jejaring antar wilayah, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan strategi ini, Pemprov Jabar optimis ke depan Kopdes/ Kel Merah Putih di Jabar akan menjadi koperasi yang unggul dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Targetnya, dalam tiga tahun ke depan seluruh Kopdes/ Kel di Jawa Barat bisa menjadi koperasi berkualitas tinggi. Semua harus istimewa karena tidak ada hal yang tidak mungkin,” katanya.***