Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 829

Formasi 3-5-2 Timnas Indonesia di Laga Melawan Bahrain, Emil Audero Berpeluang Starter

0

Bogordaily.net – Formasi 3-5-2 Timnas Indonesia di laga melawan Bahrain diprediksi akan kembali digunakan oleh pelatih Patrick Kluivert dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Laga ini akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (25/3/2025) pukul 20.45 WIB.

Dengan strategi ini, Kluivert berupaya memaksimalkan keseimbangan antara pertahanan yang solid dan serangan yang tajam untuk menghadapi tim asal Timur Tengah tersebut.

Pada pertandingan sebelumnya, Timnas Indonesia menghadapi beberapa kendala, termasuk absennya beberapa pemain kunci.

Namun, laga kali ini membawa kabar baik dengan kembalinya Ragnar Oratmangoen dan Justin Hubner yang sebelumnya tidak dapat tampil.

Di sisi lain, Kluivert harus kehilangan Mees Hilgers karena cedera, yang membuatnya perlu melakukan sedikit rotasi di lini belakang.

Salah satu perubahan yang mungkin terjadi adalah di posisi penjaga gawang. Emil Audero, yang saat ini bermain untuk Palermo, memiliki peluang besar untuk menjadi starter menggantikan Maarten Paes.

Dengan pengalaman dan kualitasnya, Audero diharapkan mampu memberikan keamanan di bawah mistar gawang saat menghadapi serangan dari Bahrain.

Di sektor pertahanan, formasi 3-5-2 Timnas Indonesia di laga melawan Bahrain kemungkinan akan menampilkan tiga bek tengah, yaitu Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner.

Kombinasi ketiganya diyakini dapat memberikan pertahanan kokoh serta membantu membangun serangan dari lini belakang. Sementara itu, di posisi sayap, Kevin Diks berpeluang mengisi peran sebagai wingback kanan, sedangkan Calvin Verdonk akan beroperasi di sisi kiri.

Lini tengah akan tetap menjadi area kunci dalam skema permainan ini. Thom Haye, yang dikenal dengan visi bermainnya, akan bertugas mengatur alur serangan bersama Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan.

Ketiganya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan permainan dan memberikan umpan-umpan matang ke lini depan.

Untuk sektor penyerangan, Kluivert diperkirakan akan mempercayakan posisi striker kepada duet Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.

Ragnar, yang sebelumnya absen karena akumulasi kartu kuning, memiliki kecepatan dan ketajaman yang bisa menjadi ancaman bagi pertahanan Bahrain.

Sementara itu, Ole Romeny tampil cukup impresif di laga terakhir dan berpotensi menjadi tumpuan utama dalam mencetak gol.

Dengan formasi 3-5-2 Timnas Indonesia di laga melawan Bahrain, diharapkan skuad Garuda dapat tampil lebih solid dan agresif.

Strategi ini memungkinkan keseimbangan antara pertahanan dan serangan dengan mengoptimalkan peran wingback serta gelandang tengah. Kemenangan dalam pertandingan ini sangat penting untuk menjaga peluang Indonesia lolos ke babak berikutnya dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.***

Ribuan Karyawan TSI Bukber dan Santuni Puluhan Yatim Piatu

Bogordaily.net — Ribuan karyawan Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, menggelar buka puasa bersama (bukber) dan menyantuni puluhan anak yatim piatu. Kegiatan ini berlangsung di TSI, Desa Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin, 24 Maret 2025.

Acara bukber dan santunan ini dihadiri jajaran Direksi dan Direktur serta manajemen TSI, anggota DPRD Kabupaten Bogor, Camat Cisarua dan Megamendung, Kapolsek dan Danramil Megamendung, Ketua MUI, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta undangan.

Acara ini juga diisi dengan tausiah dari Ustadz H Yasir Arafat Liputo yang menyampaikan pesan-pesan inspiratif tentang pentingnya kebersamaan dalam keberagaman serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Acara santunan terhadap 50 anak yatim piatu ini dihadiri 1.100 karyawan Taman Safari Bogor dan jajaran direksi. Santunan ini adalah bagian dari CSR Taman Safari di bulan Ramadan. Sebelumnya, kami juga sudah memberikan santunan kepada warga sekitar berupa sembako,” kata Marketing Communication Manager TSI Bogor, Danang Wibowo.

Lies Yuwati, selaku General Manager Taman Safari Bogor, menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat silaturahmi seluruh keluarga besar Taman Safari.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah, dan melalui acara ini, kami ingin memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian, serta semangat berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Lies Yuwati.

(Acep Mulyana)

Langkah Pasti Menuju Kecerahan : Perjalanan Tri Cahyadi Menjadi Dosen Akuntansi

0

Bogordaily.net – Tri Cahyadi adalah seorang dosen Akuntansi di Sekolah Vokasi IPB University yang memiliki perjalanan karir inspiratif dari dunia teknik hingga akademisi. Sebagai anak seorang Bintara TNI AU di Skatek 21 Halim, ia mengikuti penempatan dinas orang tuanya. Tri menghabiskan masa kecilnya di Halim dan menempuh pendidikan sekolah dasar di Tangerang. Namun, karena keluarganya pindah ke Bekasi, ia pun melanjutkan SD di Bekasi. Tri kemudian meneruskan pendidikan di SMP Negeri 1 Bekasi dan melanjutkan SMA di SMA 67 Halim.

Setelah lulus SMA, Tri langsung bekerja sebagai calon pegawai di Garuda Indonesia pada tahun 1991 di bidang mekanik. Setahun kemudian, ia resmi menjadi pegawai tetap di perusahaan tersebut. Setelah lima tahun bekerja, Tri merasa perlu meningkatkan jenjang karirnya dengan melanjutkan pendidikan tinggi sambil tetap bekerja. Ia kemudian menempuh pendidikan S1 di Universitas Borobudur dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1999.

Selama berkarir di Garuda Indonesia, Tri sempat menjabat sebagai Manager Inventory di bagian mekanik. Namun, keinginannya untuk terus berkembang mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Tri memilih jurusan Akuntansi di Universitas Indonesia, meskipun latar belakang pendidikannya berasal dari bidang IPA. Ketertarikannya terhadap Akuntansi bermula dari pengamatannya bahwa rekan-rekannya yang memiliki latar belakang di bidang ini lebih cepat mengalami peningkatan jenjang karir. Selain itu, Tri juga melihat bahwa tempat kerjanya membutuhkan lebih banyak tenaga ahli di bidang Akuntansi.

Motivasi utama Tri untuk mendalami Akuntansi adalah keinginannya untuk membantu
banyak orang yang belum memahami bidang tersebut. Ia merasa bahwa masih banyak orang di dunia kerja yang belum memahami prinsip-prinsip Akuntansi dengan baik, sehingga ia terdorong untuk belajar lebih dalam dan berbagi ilmu dengan mereka.
Perjalanan Tri menjadi dosen berawal dari masa pandemi COVID-19, di mana dunia penerbangan mengalami penurunan signifikan yang berdampak pada karirnya, termasuk adanya pemotongan gaji bagi karyawan.

Tri pun mencoba mencari peluang lain dengan menjadi praktisi mengajar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) selama satu semester. Pengalaman ini membangkitkan minatnya dalam dunia akademik, sehingga ia memutuskan untuk melamar sebagai dosen di IPB University. Dengan bantuan Pak Iman, selaku Kepala Program Studi Akuntansi, Tri berhasil memenuhi semua persyaratan dan akhirnya bergabung sebagai dosen di IPB.

Dalam perjalanan mengajarnya, Tri menghadapi tantangan besar, yaitu perbedaan generasi dengan mahasiswa. Ia merasa kesulitan dalam menyampaikan materi karena pola pikir mahasiswa saat ini berbeda dengan generasinya. Namun, Tri tidak menyerah dan mencari cara inovatif untuk mengatasi tantangan tersebut.

Ia menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dengan metode kuis agar mahasiswa lebih tertarik belajar. Selain itu, ia juga menggunakan aplikasi Canva untuk membuat presentasi yang menarik dan interaktif, sehingga mahasiswa tidak mudah bosan.

Selain pendekatan inovatif dalam mengajar, Tri juga memiliki strategi untuk memotivasi mahasiswa. Salah satunya adalah dengan memberikan reward kepada mahasiswa yang mendapatkan nilai bagus. Metode ini ia terapkan untuk meningkatkan semangat belajar mahasiswa dan menarik perhatian mereka terhadap mata kuliah yang diajarkannya.

Di luar pekerjaannya sebagai dosen dan pekerja, Tri juga memiliki tanggung jawab sosial di lingkungannya. Ia adalah Ketua RT di Kelurahan Tengah Condet serta pengurus DKM, sehingga harus dapat membagi waktu dengan cermat di antara berbagai tanggung jawabnya.

Sebagai seorang dosen, Tri memiliki pesan penting bagi para pendidik, yaitu pentingnya mengikuti pola pikir mahasiswa dan menyesuaikan metode pengajaran dengan perkembangan zaman.

Salah satu aspek yang menurutnya harus dipahami oleh dosen saat ini adalah pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), dalam dunia pendidikan.

Dengan pendekatan yang adaptif dan inovatif, Tri berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dalam dunia akademik dan membimbing mahasiswa agar siap menghadapi tantangan di masa depan.

Selain itu, bagi Tri, menjadi seorang dosen bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga membimbing dan menginspirasi mahasiswa agar memiliki pola pikir yang kritis serta mampu menghadapi dunia kerja.

Tri Cahyadi, memahami bahwa mahasiswa saat ini tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung di industri. Oleh karena
itu, Tri sering membagikan pengalaman nyatanya selama bekerja di Garuda Indonesia agar mahasiswa mendapatkan gambaran lebih jelas tentang dunia profesional.

Dengan pendekatan ini, Tri Cahyadi, berharap mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan setelah lulus dan memiliki nilai tambah di dunia kerja.
Ke depannya, Tri bercita-cita untuk terus mengembangkan metode pengajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Ia juga ingin terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat memberikan materi pembelajaran yang sesuai dengan zaman. Baginya, pendidikan adalah proses yang terus berkembang, dan seorang pendidik harus selalu siap untuk menyesuaikan diri.

Dengan semangatnya yang tinggi dalam mengajar dan berbagi ilmu, Tri berharap dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan membantu mencetak generasi muda yang kompeten di bidang Akuntansi dan manajemen keuangan.

Nur Syifa Khoerunnisa
Komunikasi Digital dan Media
Sekolah Vokasi IPB

Bilal Maulana Assaf: Menjelajahi Alam dan Menggapai Kesempatan

0

Bogordaily.net – Bilal Maulana Assaf, yang akrab disapa Abi, lahir di Sukabumi pada 31 Mei 2001. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan tumbuh besar di kota kelahirannya. Sejak kecil, Bilal menunjukkan ketertarikan pada alam dan binatang, yang kemudian membentuk perjalanan hidupnya hingga dewasa.

Bilal menempuh pendidikan formalnya di TK Suka Pirena, SD dan SMP Yuwati Bakti, serta SMA Mardi Yuana Sukabumi. Setelah lulus SMA, ia memilih jurusan Ekowisata di Sekolah Vokasi IPB University.

Pilihan ini didasari oleh kecintaannya terhadap binatang dan kegiatan outdoor seperti camping dan hiking. Meski berasal dari jurusan IPS saat SMA, Bilal tetap percaya diri untuk masuk ke jurusan tersebut, setelah berdiskusi dengan kakak kelasnya yang lebih dulu menempuh pendidikan di Ekowisata.

Sejak 2022, Bilal bekerja sebagai asisten dosen (Asdos), untuk Mata Kuliah Teknik Survival dan Pertolongan Pertama di Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB. Ia juga aktif sebagai sub-konsultan biodiversitas, sebuah profesi yang melibatkan pengumpulan data tentang burung, serangga, mamalia, dan reptil untuk berbagai proyek penelitian lingkungan.

Pekerjaan ini membawanya ke berbagai daerah di Indonesia seperti Maluku, Sulawesi, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Banten, Solo, hingga Banyuwangi. Salah satu pengalaman paling berkesan terjadi saat ia bekerja di Maluku.

Dalam tiga kejadian berbeda selama flying camp lima hari di tengah hutan, ia hampir kehilangan nyawa akibat pohon tumbang, arus sungai deras, dan petir yang mengenai pohon dekat lokasi camp-nya. Meskipun ekstrem, pengalaman ini justru semakin menguatkan kecintaannya terhadap alam.

Selain pekerjaannya di bidang biodiversitas, Bilal juga memiliki hobi fotografi dan film, hingga mengusungkan ekstrakulikuler film baru untuk sekolahnya. Minatnya terhadap seni visual juga tercermin dari proyek film pendek yang pernah ia buat saat SMA.

Proyek tersebut bahkan berhasil meraih nominasi sutradara terbaik dalam sebuah lomba film di Sukabumi. Berkat prestasi ini, Bilal mengajukan proposal untuk mendirikan ekskul film di sekolahnya yang kemudian disetujui dan diberi nama Mardi Yuana Film Production. Selain itu, ia juga suka memelihara binatang seperti burung dan ikan.

Saat ini Bilal sedang menyelesaikan pendidikan S1 ekstensi di Universitas Trisakti jurusan Pariwisata. Baginya, pendidikan formal maupun pengalaman kerja lapangan adalah bagian penting dari proses belajar sepanjang hayat. Bilal percaya bahwa Tuhan telah menetapkan jalan hidup setiap orang sejak sebelum mereka lahir.

Filosofi hidup ini membuatnya menjalani setiap kesempatan dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, rezeki bisa datang dari mana saja—baik dari senior maupun junior—sehingga menjaga relasi dengan orang lain menjadi hal yang sangat ia prioritaskan.

Melalui biografinya ini, Bilal menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan terus berusaha meskipun menghadapi tantangan besar. Pengalaman hidupnya menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi dapat membuka pintu menuju peluang baru yang tidak terduga.***

 

Luthfiyah Farida Balqis

Kontroversi Film A Business Proposal: Abidzar Al Ghifari Menuai Kritik Netizen

0

Bogordaily.net – Film hasil adaptasi memang selalu menjadi tantangan besar, terutama perihal ekspektasi penggemar dari versi yang asli. Sayangnya, adaptasi film satu ini lebih banyak menuai komentar negatif dibandingkan komentar positif dan antusiasme. Salah satu pemicunya adalah pernyataan dari Abidzar Al Ghifari sebagai pemeran utama. Abidzar Al Ghifari, seorang aktor yang membintangi film A Business Proposal—film garapan Falcon Pictures yang mengadaptasi series asal Korea yang populer ini—sedang menuai banyak kritik dari netizen. Beberapa pernyataan yang dikeluarkan Abidzar pada saat wawancara mengenai film dianggap tidak profesional dan menuai kontroversi.

Kontroversi ini berawal ketika Abidzar, yang juga merupakan tokoh utama dari film A Business Proposal ini mengaku hanya menonton satu episode dari serial aslinya, dan itu pun tidak sampai selesai. Abidzar beralasan bahwa ia memutuskan untuk tidak melanjutkan menonton karena ingin menciptakan interpretasi karakternya sendiri.

Pernyataan ini yang memicu reaksi negatif dari netizen. Sikap dan pernyataan yang diambil oleh Abidzar dianggap kurang profesional dan menunjukkan kurangnya usaha dalam mempelajari karakter yang ia perankan, karena memahami karakter yang akan diperankan merupakan tanggung jawab seorang aktor.

Terlebih lagi ini merupakan film hasil adaptasi drama serial Korea yang sangat populer dan memiliki banyak penggemar yang sudah berekspektasi tinggi terhadap film adaptasi ini.

Tidak sampai disitu, Abidzar kembali membuat banyak kontroversi ketika ia merespons kritik yang ia dapatkan dengan menyebut penggemar series tersebut dengan panggilan “fans fanatik”.

Pernyataan ini bukannya meredam kekesalan netizen, hal ini justru membuat para netizen semakin kesal. Mereka menilai Abidzar terkesan tidak mau menerima kritik dan justru menyalahkan penggemar series aslinya.

Kontroversi justru semakin membesar ketika rumah produksi Falcon Pictures turun tangan dengan merilis surat terbuka sebagai bentuk respons terhadap kritik dari netizen yang semakin membludak. Dalam surat tersebut mereka menjelaskan bahwa pernyataan Abidzar mengenai ingin membuat karakter sendiri adalah bagian dari pendekatan kreatif sang aktor bersama sutradara.

Namun, bukannya memperbaiki keadaan, surat ini malah semakin memperkeruh keadaan. Netizen menganggap bahwa Falcon seolah-olah tidak bertanggung jawab dengan reaksi negatif yang dilontarkan kepada para cast. Beberapa bahkan mengajak untuk memboikot film ini karena merasa film tidak diproduksi dengan serius.

Melihat reaksi tersebut, Abidzar akhirnya mengeluarkan permintaan maaf melalui akun instagram pribadinya. Ia mengaku menyesal atas perkataannya yang menyinggung banyak pihak dan berterima kasih atas kritik yang akan menjadi pelajaran baginya.

Meski begitu, sebagian netizen masih merasa skeptis dan menilai permintaan maaf itu adalah hasil tekanan dari pihak production house untuk meredakan situasi, bukan sebagai bentuk kesadaran pribadi.

Semua kontroversi ini seharusnya dapat menjadi pembelajaran berharga bagi industri film Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah film digarap dengan baik dan matang, tidak hanya dalam hal pemilihan aktor, tetapi juga bagaimana mereka membuat pernyataan dan menanggapi kritik masyarakat.

Adaptasi karya bukan hanya sekadar mengganti latar dan bahasa, tetapi juga bagaimana seorang aktor bisa memahami, dan menghadirkan karakter dengan tepat, hal ini tentunya dibutuhkan riset yang mendalam, mengenai karakter yang akan diperankan.

Hal ini krusial karena dapat menyebabkan sebuah film dianggap gagal, bahkan sebelum filmnya benar-benar tayang—maka tidak heran apabila banyak adaptasi film di Indonesia yang gagal mendapatkan antusiasme dari masyarakat.

Pemilihan aktor bukan hanya soal popularitas, tetapi juga tanggung jawab dan dedikasi terhadap peran yang diamanahi.

Kasus ini menunjukkan pentingnya PR training dan komunikasi yang baik dengan publik. Penting juga untuk mengetahui bagaimana cara menangani sebuah kritik—karena hal ini dapat sangat berpengaruh terhadap citra dari film dan juga aktor yang bersangkutan. Jika sebuah kritik direspons secara defensif, maka tidak heran kepercayaan publik akan semakin menurun.

Pada akhirnya, kontroversi ini menjadi pelajaran berharga bagi industri perfilman indonesia dalam menangani respons publik. Banyaknya kritikan yang muncul bukan hanya semata-mata bentuk kekecewaan, tetapi juga menjadi motivasi agar adaptasi film lokal bisa lebih serius dalam menggarap sebuah cerita, serta memahami ekspektasi calon penonton.

Jika industri perfilman bisa belajar dari kontroversi ini, diharapkan kedepannya adaptasi film Indonesia punya peluang untuk berkembang lebih baik. Bukanlah hal mustahil apabila film hasil adaptasi Indonesia bisa diterima dengan baik, bahkan hingga ke kancah Internasional.***

Nadhifa Desi Wulansari Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

 

Dari Akademisi hingga Wirausaha: Perjalanan Pak Dudi Firmansyah di Dunia Peternakan

0

Bogordaily.net – Sebagai orang awam, ketika mendengar kata “peternakan,” hal yang langsung terlintas di benak kita adalah hewan yang banyak, kotor, dan bau. Tapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa dunia peternakan lebih dari sekadar merawat dan memberi makan hewan.

Banyak ilmu yang mungkin jarang terlintas di pikiran orang ketika mendengar kata “peternakan,” seperti bagaimana pentingnya menjaga nutrisi hewan ternak, teknologi dalam pemberian pakan, hingga berbagai inovasi dalam industri peternakan.

Di balik industri peternakan yang besar ini, ada sosok-sosok yang berjasa dalam membangun banyak generasi baru di industri ini. Salah satunya adalah Dudi Firmansyah—dosen Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak (TNK), Sekolah Vokasi IPB University—yang turut berkontribusi dalam mengembangkan dunia peternakan Indonesia.

Perjalanan Pendidikan dan Karier
Dudi Firmansyah, atau yang kerap kali disapa Dudi, lahir pada Agustus 1986. Perjalanan pendidikan beliau sejak awal memang sudah berfokus pada bidang peternakan. Dudi menjalani studi S1 di IPB, jurusan Teknologi Hasil Ternak.

Tak sampai di situ, beliau melanjutkan studi S2 di Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan di IPB University pada tahun 2015. Sejak 2022 hingga sekarang, beliau sedang menempuh pendidikan S3 di IPB, jurusan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pangan.

Perjalanan karier Dudi dimulai pada tahun 2009. Saat itu, beliau bergabung dengan proyek kerja sama antara IPB dengan PT Antam sebagai pendamping lapang di Pulau Gebe, Maluku Utara. Selama bekerja di sana, beliau bertugas menangani pemberdayaan masyarakat setempat, khususnya dalam bidang ternak sapi.

Beliau mendampingi masyarakat mulai dari cara membuat kandang, bagaimana memelihara sapi, hingga pengolahan limbah. Hal ini terus beliau lakukan hingga masyarakat bisa mendapatkan penghasilan.

Pengalaman inilah yang membentuk cara pandang beliau bahwa peternakan bukan hanya soal menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana bisa memberdayakan masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Pada tahun 2012, setelah selesai bekerja di PT Antam, beliau melanjutkan kariernya di Bogor sebagai dosen IPB University. Sebagai dosen di Sekolah Vokasi IPB, Dudi tidak hanya mengajar di Program Studi Teknologi dan Manajemen Peternakan (TNK), tetapi juga mengajar beberapa mata kuliah terkait peternakan di program studi serupa.

Fokus utama beliau adalah pada komoditas ternak ruminansia besar, seperti sapi perah, sapi potong, dan kerbau. Keunikan dari Sekolah Vokasi adalah sebanyak 60% kegiatan pembelajaran dilakukan melalui praktik lapang.

Dalam teknik mengajarnya, Dudi menerapkan metode pembelajaran problem-based learning, di mana mahasiswa diajak turun langsung menghadapi permasalahan yang akan mereka temui sehari-hari.

Mengajar, Berwirausaha, dan Berkontribusi untuk Masyarakat
Selain aktif mengajar, Dudi juga sering terlibat dalam berbagai penelitian yang berfokus pada produktivitas ternak dan pakan ternak. Salah satu publikasi ilmiahnya yang cukup menarik adalah membahas potensi kacang polong dalam meningkatkan produktivitas sapi.

Bagi orang awam, mungkin akan bertanya-tanya, “Apa hubungan antara kacang polong dengan produktivitas?” Dudi menuturkan bahwa sapi membutuhkan banyak serat untuk memenuhi kebutuhannya sebagai ternak ruminansia yang memiliki empat lambung, dan pemenuhan serat ini dapat berpengaruh pada produktivitasnya.

Salah satu hal yang menginspirasi adalah, di tengah kesibukannya sebagai dosen, Pak Dudi juga merupakan seorang wirausaha. Ia memiliki bisnis daging potong bernama “Juhdan Boga Hewani.” Usaha daging potong ini ia rintis sejak tahun 2008, saat masih menjadi mahasiswa.

Pada awalnya, motivasi ia dalam menjalankan bisnis ini adalah untuk memenuhi biaya hidup. Meskipun beliau menerima beasiswa untuk biaya kuliahnya, Pak Dudi masih membutuhkan sumber pendapatan untuk kebutuhan hidupnya saat itu.

Saat ini, usaha daging potong beliau sudah berkembang, menawarkan lebih dari 30 jenis produk, mulai dari daging sapi lokal dan impor hingga beberapa produk perikanan. Jika ingin mampir ke Juhdan Boga Hewani, tokonya berlokasi di Pandu Raya, dekat Summarecon Bogor.

Sebagai seorang akademisi, Dudi tak hanya ingin kariernya berhenti sebagai dosen saja. Targetnya? Menyelesaikan S3, melakukan lebih banyak riset, dan mengabdi kepada masyarakat dengan harapan bisa menjadi guru besar.

Bagi beliau, mengajar bukan hanya sekadar profesi. Sebagai seorang muslim, menurutnya, ilmu yang bermanfaat bukan hanya bisa menjadi amal jariyah, tetapi juga bisa menebarkan kebermanfaatan bagi mahasiswa yang mengaplikasikannya.

Beliau juga berharap mahasiswa TNK dapat memanfaatkan fasilitas, kesempatan, serta privilese selama kuliah. Menurutnya, menjadi mahasiswa bukan hanya sekadar datang ke kampus dan mengikuti perkuliahan, tetapi juga harus aktif mencari pengalaman yang dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang.

Melalui perjalanan akademik dan profesionalnya, Dudi Firmansyah dapat membuktikan bahwa ilmu peternakan, jika dimanfaatkan dengan baik, dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, industri, dan kewirausahaan. Kisahnya mengajarkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keinginan untuk terus belajar adalah kunci untuk mencapai sesuatu yang bermanfaat dalam hidup.***

Nadhifa Desi Wulansari

 

 

 

 

Bugis Street Market: Pasar Murah ala Pasar Senen Modern di Singapura

0
Bogordaily.net – Di tengah kemewahan Singapura yang identik dengan pusat perbelanjaan kelas atas, ada satu tempat yang menawarkan pengalaman belanja murah meriah. Tempat tersebut bernama Bugis Street Market. Tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit para pelancong yang ingin berburu oleh-oleh dan barang murah dengan suasana khas pasar tradisional.
Saat pertama kali melangkahkan kaki di negeri singa ini pada 2024 silam,  Bugis Street Market menjadi salah satu list destinasi yang saya kunjungi. Hari pertama saya tiba di Singapura, destinasi berbelanja favorit para pelancong ini menjadi tempat saya mencari makan malam. Jarak penginapan saya dengan Bugis Street Market terbilang cukup jauh dan mengharuskan saya untuk menggunakan transportasi umum berupa bus nomor 133.
Sesampainya di Bugis Street Market, entah mengapa saya langsung teringat dengan Pasar Senen. Kios-kios yang berjejer rapat, deretan baju murah, aksesoris, hingga tempat makan, semua menghadirkan nuansa pasar rakyat yang khas, seperti Pasar Senen. Bedanya, Bugis Street Market terasa lebih rapi dengan jalanan yang lebih bersih, lebih luas, dan memiliki pencahayaan yang memadai.
Bugis Street Market ini buka setiap hari pukul 11.00 sampai 22.00. Berada di area indoor, Bugis Street Market ini dapat dikunjungi kala cuaca panas maupun hujan. Di sini, kita bisa menemukan aneka barang fashion dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding dengan harga mall.
Brand-brand lokal Singapura yang ada di pasar tradisional Singapura bisa 30-40% lebih murah dari outlet resmi mereka. Tidak hanya aneka barang fashion, semua kebutuhan seperti makanan, elektronik sampai oleh-oleh bisa kamu temukan dalam satu area.  One-Stop Shopping Experience inilah yang menjadi alasan lain banyak para pelancong berbelanja di sini.
Surganya Belanja Murah
Seperti Pasar Senen yang terkenal dengan barang-barang murah, Bugis Street Market juga menjadi destinasi favorit para pemburu diskon. Dari kaos seharga SGD 5 (sekitar Rp 60 ribu), souvenir khas Singapura seperti gantungan kunci dan magnet kulkas, hingga tas dan aksesoris modis dengan harga miring, semua bisa ditemukan di sini. Beragamnya produk yang ditawarkan dengan harga yang murah mampu membuat kebanyakan pengunjung yang memang berniat untuk belanja ataupun tidak, akan pulang dengan membawa beberapa tas belanjaan.
Sebagai contoh, saat berkunjung, saya yang awalnya hanya berniat untuk mencari makan malam, tiba-tiba balik ke penginapan dengan membawa tentengan oleh-oleh. Oleh-oleh tersebut saya beli dari salah satu kios seperti grosir yang bernama ABC. Coklat dan snack yang cocok dibeli sebagai oleh-oleh dijual dengan harga yang murah di sana. Jadi, jika ingin membeli oleh-oleh yang murah, Anda bisa mengunjungi toko ABC yang terletak paling belakang.
Meskipun merasa Bugis Street Market mirip dengan Pasar Senen, namun ada beberapa perbedaan yang terlihat dari kedua pasar tradisional ini. Salah satunya adalah produk yang dijual di Bugis Street Market cenderung memiliki kualitas yang lebih baik. Tak hanya itu,  penjualnya pun lebih tertib dan tidak ada kesan memaksa pelanggan untuk membeli.
Bugis Street Market juga menjadi surga tersendiri bagi pecinta fashion, karena banyak kios di sini yang menjual pakaian dengan desain unik yang tidak kalah dengan butik di mal. Modelnya mengikuti tren anak muda, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan toko-toko di Orchard Road lainnya. Jika di Pasar Senen kita bisa menawar harga barang, di Bugis Street Market sebagian besar harga sudah ditetapkan, tetapi tetap sangat bersahabat di kantong.
Aneka Kuliner 
Tidak hanya soal belanja, Bugis Street Market juga menawarkan pengalaman kuliner yang menggoda. Di antara ratusan kios yang menjajakan barang dagangan, terdapat banyak penjual makanan yang menawarkan aneka hidangan, baik itu hidangan khas Singapura ataupun makanan khas negara lain. Aneka street food khas Singapura yang dapat kita temukan antara lain, laksa, satay bee hoon, dan roti prata.
Kala itu, saya mencicipi menu makanan berat yang terdiri dari nasi, ayam dan kuah sop. Ayam yang lembut berpadu dengan nasi serta kuah sop berkaldu menciptakan cita rasa lezat yang mengenyangkan. Harga untuk menu sederhana tersebut memang tidaklah murah. Tetapi, harga yang harus dibayar untuk menu tersebut terbalaskan dengan kelezatannya.
Multikultural 
Salah satu daya tarik utama Bugis Street Market adalah keberagamannya sebab pengunjungnya tidak hanya wisatawan asing, tetapi juga warga lokal yang ingin mencari barang murah atau sekadar menikmati suasana. Para penjualnya pun datang dari berbagai latar belakang budaya, seperti Malaysia, Bangladesh, India dan China.
Keberagaman budaya tersebut menciptakan atmosfer multikultural yang khas.Suasana di sini juga lebih tertib dibandingkan Pasar Senen. Tidak ada pedagang yang berteriak-teriak menawarkan dagangan, dan semua transaksi dilakukan dengan rapi. Pasar ini ramai dikunjungi para pelancong setiap harinya.
Jika ingin berjalan-jalan tanpa harus berdesakan, maka waktu yang terbaik mengunjungi Bugis Street Market ini adalah di atas jam 2 siang. Tak hanya itu, jika ingin berbelanja di Bugis Street Market dengan harga yang lebih murah, datanglah pada hari weekday. Karena jika datang pada hari weekend, barang dagangan di sana biasanya naik 10% – 20%.
Jika Pasar Senen adalah gambaran pasar rakyat khas Indonesia yang penuh dinamika, maka Bugis Street Market adalah versi upgrade-nya dengan sistem yang lebih modern. Harga tetap murah, tetapi kebersihan dan keteraturannya lebih diperhatikan. Belanja di sini terasa seperti mendapatkan pengalaman pasar tradisional, tetapi tanpa kesan kumuh atau semrawut.
Bagi wisatawan Indonesia yang suka berburu barang murah, Bugis Street Market adalah tempat yang wajib dikunjungi. Di sini, kita bisa menemukan berbagai oleh-oleh dengan harga yang ramah di kantong, mencicipi makanan khas Singapura yang lezat, dan menikmati suasana multikultural.
Jadi, jika suatu hari Anda berkunjung ke Singapura, jangan hanya terpaku pada mal mewah. Sisihkan waktu untuk menyusuri Bugis Street Market dan rasakan sensasi belanja di “Pasar Senen versi modern” ini.***
Ester Monica Pakpahan, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Apakah Chatbot Bisa Membantu Sukseskan Bisnis Anda?

0

Bogordaily.net – Diera digital yang semakin berkembang, transformasi layanan pelanggan menjadi salah satu aspek penting dalam strategi bisnis modern. Teknologi digital yang semakin canggih telah membuka peluang bagi perusahaan untuk mengintegrasikan inovasi seperti chatbot dalam operasional layanan mereka.

Beberapa tahun terakhir, teknologi chatbot ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dan menjadi bagian integral dari banyak industri.

Dari layanan pelanggan hingga perbankan, chatbot kini sering digunakan untuk menyediakan layanan yang efisien dan responsif.

Namun, apa sebenarnya chatbot itu? Apa saja manfaat dan tantangan penggunaan chatbot dalam bisnis?

Pengertian Chatbot
Chatbot yang juga dikenal dengan istilah Artificial Conversational Entity, bot atau Chatterbox adalah program komputer yang dirancang untuk meniru percakapan manusia melalui teks dengan menggunakan teknologi Natural Language Processing (NLP). Bot ini memanfaatkan NLP untuk mengenali pola bahasa dan konteks.

Teknologi tersebut memungkinkan chatbot memahami pertanyaan pengguna dan memberikan respons otomatis yang relevan. Teknologi NLP-lah yang menjadi faktor utama keberhasilan interaksi chatbot dengan pengguna.

Sejarah Chatbot dan Perkembangannya
Teknologi “chat robot,” yang sering disingkat dengan chatbot merupakan sebuah program komputer yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia melalui percakapan menggunakan teks atau suara.

Meskipun keberadaan chatbot menjadi populer baru-baru ini, sejarahnya sebenarnya sudah dimulai beberapa dekade yang lalu, yaitu tahun 1960-an.

Chatbot pertama kali muncul pada tahun 1960-an dengan nama Eliza, yang dirancang oleh seorang ahli komputer asal Jerman bernama Joseph Weizenbaum.

ELIZA diprogram untuk memberikan simulasi sebagai psikoterapis, bahkan sudah bisa melakukan percakapan secara sederhana.

Kemudian, pada tahun 1995, chatbot buatan Richard Wallace bernama ALICE (Artificial Linguistic Internet Computer Entity) hadir menjadi chatbot yang lebih canggih.

Pada 2011, inovasi chatbot berbasis AI (Artificial Intelligence) dan NLP buatan perusahaan Siri Inc bernama Siri hadir dengan kemampuan merespon penggunanya melalui perintah suara maupun teks.

Semenjak kemunculan chatbot, beberapa perusahaan mulai menggunakannya untuk membantu operasional bisnis dan menunjang bidang layanan pelanggan.

Masing-masing dari setiap perusahaan tersebut menggunakan platform chatbot supaya dapat mengembangkan dan mengintegrasikannya.

Kini, chatbot telah umum digunakan di berbagai platform dan menjadi alat pendukung untuk meningkatkan performa berbagai bisnis, seperti e-commerce, perbankan, kesehatan, pariwisata, dan sebagainya.

Manfaat Menggunakan Chatbot Untuk Bisnis
Bagi para pengusaha bisnis terutama di bidang digital, chatbot adalah salah satu hal penting yang harus dimanfaatkan. Pentingnya chatbot untuk dimanfaatkan tidak terlepas dari alasan banyaknya manfaat yang diberikan saat memakai teknologi ini dalam dunia bisnis. Manfaat menggunakan chatbot untuk bisnis, antara lain:

1. Menghemat waktu
Salah satu manfaat utama penggunaan chatbot adalah menghemat waktu pelanggan saat mencari informasi. Chatbot menyediakan jawaban yang relevan terhadap pertanyaan pelanggan, maka tidak perlu menunggu lama bagi mereka untuk mendapatkan respon dari perusahaan. Manfaat ini tidak diragukan lagi akan meningkatkan produktivitas perusahaan dengan mengurangi jobdesk seorang admin untuk menjawab pertanyaan pelanggan.

2. Layanan 24/7 Memberikan Kepuasan Pelanggan
Chatbot selalu siap menjawab pertanyaan pelanggan selama 24 non stop. Saat pertanyaannya tidak segera dijawab, pelanggan tersebut kesal dan tidak akan mau lagi menggunakan bisnis kita.

Namun, hal itu bisa dihindari dengan menggunakan chatbot. Hal itu karena chatbot dapat memberikan layanan kapan saja, tanpa terpengaruh oleh batasan jam kerja, tentu saja hal ini berbanding terbalik dengan manusia. Kehadiran chatbot selama 24 jam ini meningkatkan kepuasan pelanggan, terutama bagi bisnis dengan jangkauan global.

3. Pengurangan Biaya
Penggunaan chatbot merupakan salah satu cara meminimalkan kebutuhan intervensi manusia untuk tugas-tugas sederhana. Hal ini membantu perusahaan untuk mengurangi biaya operasional, seperti menggaji karyawan dan mengalokasikan sumber daya untuk kegiatan yang lebih strategis. Bahkan, dilansir dari Tempo, perusahaan yang menggunakan chatbot bisa mengurangi biaya customer service hingga 30%.

Tantangan dan Risiko Penggunaan Chatbots
Meskipun memberikan banyak manfaat, penggunaan chatbot tetap menghadapi sejumlah tantangan dan risiko. Banyak chatbot tradisional yang masih tampak seperti mesin yang kikuk daripada mitra percakapan.

Hal ini berpotensi merusak reputasi suatu perusahaan maupun bisnis. Berikut ini beberapa tantangan yang sering dijumpai saat memanfaatkan chatbot:

1. Keterbatasan Pemahaman Konteks dan Emosi:
Meskipun didukung oleh NLP, chatbot masih memiliki keterbatasan dalam menangkap nuansa emosional dan konteks kompleks sehingga sikap mereka yang terlalu robotik tersebut lebih dominan. Dominannya sikap robotik tersebutlah yang menghilangkan kehangatan dan keaslian percakapan manusia. Hal ini yang mengakibatkan respons perusahaan ataupun bisnis dipandang kurang tepat atau terkesan tidak empatik, terutama saat menangani keluhan serius.

2. Ketergantungan pada Teknologi:
Ketergantungan yang berlebihan pada chatbot dapat mengurangi interaksi antara pelanggan dan penjual. Interaksi ini memiliki peran penting dalam membangun hubungan emosional dengan pelanggan. Oleh sebab itu, dalam situasi tertentu diperlukan sentuhan manusia untuk menyelesaikan masalah yang kompleks.

3. Potensi Penggantian Tenaga Kerja:
Adopsi teknologi chatbot dapat menimbulkan kekhawatiran terkait pengurangan lapangan pekerjaan bagi karyawan layanan pelanggan. Transformasi ini memerlukan strategi adaptasi, seperti pelatihan ulang (reskilling), agar tenaga kerja tetap relevan dalam era digital.

4. Kesalahan Sistem dan Misinterpretasi:
Sistem yang masih dalam tahap pengembangan dapat mengalami kesalahan dalam memahami perintah atau pertanyaan pelanggan. Hal ini bisa menyebabkan kesalahan informasi yang merugikan baik pelanggan maupun perusahaan (Doe dan Lee, 2020).

Chatbot adalah raksasa keterlibatan digital yang tak terhentikan dan juga inovasi teknologi yang membawa banyak keuntungan. Fleksibilitasnya yang tak tertandingi terbukti dalam manfaat yang ditawarkannya.

Namun, seperti halnya inovasi lainnya, penerapannya juga membawa tantangan yang tidak bisa diabaikan, seperti keterbatasan dalam memahami konteks emosional, isu keamanan data, dan potensi penggantian tenaga kerja.

Keberhasilan penerapan teknologi ini akan sangat bergantung pada keseimbangan manfaat dan risiko. Bisnis harus melakukan penilaian menyeluruh, menerapkan protokol keselamatan yang tepat, dan mempertimbangkan empati dan sentuhan manusiawi dalam situasi yang memerlukan perlakuan khusus. Pendekatan yang seimbang terhadap inovasi ini.***

Ester Monica Pakpahan Sekolah Vokasi IPB University

Kontroversi Poster Film “Pabrik Gula” dalam Strategi Promosi

0

Bogordaily.net – Dalam industri perfilman, poster memiliki peran penting sebagai alat promosi yang menarik minat penonton. Selain sebagai media pemasaran, poster juga berfungsi sebagai representasi dari esensi film. Namun, terkadang poster film memicu kontroversi, seperti yang terjadi pada film horor Indonesia, Pabrik Gula.

Film ini diadaptasi dari thread horor karya Simpleman yang populer di media sosial. Diproduksi sejak Oktober 2024 dan dijadwalkan tayang pada 2025, film ini mendapat perhatian karena poster promosinya menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Poster Film dan Norma Sosial
Poster Pabrik Gula menjadi perdebatan karena dianggap kurang sesuai dengan norma sosial dan budaya yang berlaku. Beberapa pihak menilai visual yang ditampilkan kurang mempertimbangkan etika publik dan tidak sesuai untuk konsumsi umum. Poster film idealnya membangun rasa penasaran penonton tanpa memicu kontroversi yang dapat menimbulkan polemik di masyarakat.

Indonesia sebagai negara dengan nilai budaya yang kuat memiliki standar kesopanan dalam ruang publik. Oleh karena itu, materi promosi film sebaiknya disesuaikan dengan norma dan nilai sosial agar dapat diterima secara luas serta tidak menimbulkan kesalahpahaman atau penolakan dari masyarakat.

Dampak terhadap Strategi Promosi
Poster film memainkan peran utama dalam membangun ekspektasi penonton terhadap isi cerita. Jika poster lebih banyak dibicarakan karena kontroversi dibandingkan dengan kualitas film itu sendiri, maka fokus publik bisa beralih dari aspek utama seperti narasi, karakter, serta pesan yang ingin disampaikan.

Strategi pemasaran yang menimbulkan perdebatan juga dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap industri perfilman. Jika sebuah film memiliki jalan cerita yang kuat, materi promosinya pun harus mencerminkan kualitas tersebut dengan pendekatan yang lebih etis dan bertanggung jawab.

Selain itu, promosi yang kurang mempertimbangkan norma sosial dapat menciptakan persepsi negatif terhadap industri perfilman. Sebaliknya, strategi pemasaran yang tepat akan memperkuat citra film serta menarik lebih banyak penonton tanpa menimbulkan kontroversi yang tidak perlu.

Klarifikasi dari Pihak Produksi
Dalam peluncuran poster IMAX dan trailer resmi Pabrik Gula di XXI Gandaria City, Jakarta, pada Kamis (30/1/2025), produser Manoj Punjabi menjelaskan bahwa poster yang viral merupakan bagian dari strategi pemasaran untuk menarik perhatian publik. Meskipun berhasil menciptakan diskusi, strategi ini tetap perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap citra film dan penerimaannya di masyarakat.

Penting bagi rumah produksi untuk memastikan bahwa materi promosi tetap menarik tanpa menimbulkan perdebatan yang berpotensi merugikan. Oleh karena itu, film perlu menerapkan strategi pemasaran yang selaras dengan nilai sosial dan budaya agar lebih diterima oleh masyarakat luas.

Dalam dunia perfilman, kebebasan berekspresi harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap norma sosial dan budaya. Poster film, sebagai bagian dari promosi, sebaiknya dirancang dengan mempertimbangkan etika yang berlaku agar dapat diterima oleh berbagai kalangan tanpa menimbulkan kontroversi. Sebagai industri yang memiliki pengaruh besar terhadap budaya dan moralitas, perfilman harus mengedepankan promosi yang bertanggung jawab. Dengan pendekatan pemasaran yang lebih bijak, film dapat menarik perhatian publik tanpa mengorbankan prinsip etika yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia. Dengan demikian, promosi film tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi industri perfilman secara keseluruhan.***

Fatma Lisa Madani
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Imperial Valkyries: Pionir E-sports Perempuan

0

Imperial Valkyries
Peran perempuan di e-sports terus berkembang dari waktu ke waktu. Dari awalnya yang tiada, lalu mulai berdirilah turnamen – turnamen yang dikhususkan untuk perempuan, dan akhirnya terobosan terbaru dimana Tim Imperial Valkyries berhasil lolos ke ESL IEM Katowice 2025. Tim perempuan Counter Strike 2 pertama yang berhasil lolos ke turnamen tier 1.

Mereka mendapatkan tiket gratis langsung ke babak grup karena berhasil meraih posisi top 24 di VRS (Valve Regional Standings). Sebuah pencapaian yang diselebrasikan oleh para pencinta Counter – Strike di seluruh dunia. Meskipun begitu, tantangan yang mereka alami masih banyak, di dalam ataupun di luar server.

Di luar server mereka harus bermain tanpa in-game leader mereka, Tory yang mempunyai kendala visa sehingga tidak bisa hadir di Katowice. Oleh karena itu, sang pelatih, Bubble terpaksa harus bermain untuk mereka. Imperial Valkyries akan segera bermain di turnamen termegah mereka seumur hidup, dan mereka harus bermain tanpa seorang pemimpin.

Game perdana mereka melawan Furia. Team terbesar yang berada di Brazil. Dengan pemain bintang mereka Kscerato dan sang veteran Fallen, mereka berhasil meraih peringkat ke 9 HLTV.

Map pertama terletak di Mirage. Map klasik yang berfokuskan pada kontrol di area tengah. Map ini biasanya bergantung kepada keahlian dan kemampuan mekanik individu pemain dibandingkan kerja sama tim.

Map ini dipilih oleh Imperial Valkyries, hal ini menunjukkan rasa percaya diri mereka terhadap kemampuan individu mereka.

Mirage dapat dikatakan sebagai puputan. Kedua sisi tidak mau kalah dimana satu sisi selalu bertukaran korban. Permainan sengit ini pun terseret hingga overtime.

Namun, sayang sekali Imperial melakukan kesalahan krusial, dan kesalahan tersebut berlanjut layaknya bola salju hingga akhirnya Furia memenangkan map pertama.
Map ke – 2 membawa kita ke Dust 2, dan di map ini, Imperial terlihat lelah dan kehabisan tenaga. Furia menang telak dengan skor 13 – 1.

Seri ke – 2, Imperial melawan BIG, sebuah tim yang berbasis di Berlin, sesuai namanya Berlin International Gaming. Seri ini merupakan seri yang paling penting untuk kedua belah sisi, karena sisi yang kalah dari seri ini harus tumbang dan dieliminasi dari turnamen.

Dalam seri ke -2 ini kita dibawa ke map 1 dan 2, yaitu Inferno dan Ancient, dimana BIG menang telak 13 – 4, dan 13 – 5. Kekalahan tersebut menandakan akhir dari Imperial Valkyries.

Meskipun performa mereka dapat dikatakan kurang ideal, prestasi mereka untuk lolos tetap harus diselebrasikan oleh komunitas. Mereka telah menjadi bagian dari sejarah Counter – Strike perempuan yang diharapkan akan lebih banyak berkembang dari sekarang.

Masa Depan Perempuan di E-Sports
Lalu pertanyaan terbesarnya sekarang, bagaimana cara mengakomodasikan perempuan – perempuan tersebut untuk bisa bermain dan berkembang hingga dapat bersaing dengan tim – tim lainnya? Kita dapat beralibi bahwa Imperial Valkyries bermain tanpa seorang pemimpin dan jika Tory dapat bermain hasilnya akan berbeda.

Akan tetapi, kita juga harus mengakui bahwa ketimpangan kemampuan antara laki – laki dan perempuan dalam bidang e-sports khususnya Counter – Strike masih sangat besar.

Saya rasa masalah utama terdapat di cara turnamen sekarang berlangsung. E-Sports, berbeda dari olahraga lainnya tidak punya keterbasan secara fisik antara perempuan dan laki – laki, meskipun begitu kenapa laki – laki dan perempuan masih sering dipisah?

Mereka bermain dengan perempuan lain saja, jika begitu kompetisi mereka juga terdapat di perempuan lain saja. Kompetisi melahirkan kemampuan, kemampuan yang dibutuhkan untuk bersaing. Jika kompetisinya sempit dan terletak ditempat yang sama, maka kemampuan yang dihasilkan juga hanya akan berkembang secara kecil.

Kita sebaiknya harus bisa mengakomodasikan para perempuan tersebut di turnamen tier 2 dan 3, bukan di turnamen khusus perempuan saja. Hal ini akan menciptakan kompetisi yang lebih luas, para perempuan dapat berkembang dan bersaing dengan tim laki – laki yang lain dan kompetisi tersebut akan melahirkan pemain – pemain perempuan lainnya yang dapat bersinar.

Kompetisi – kompetisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pemain perempuan hingga terciptalah Imperial Valkyries kedua, ketiga, dan seterusnya. Inilah cara yang paling optimal untuk menciptakan Counter – Strike yang mempunyai pesaing yang tidak hanya berbeda negara dan nasonalitas, tetapi juga berbeda gender.

Pada akhirnya, yang kita inginkan sebagai seorang antusias Counter – Strike saat menyaksikan Professional Counter – Strike adalah permainan yang sengit dengan tingkat kemampuan yang menantang keterbatasan manusia. Oleh karena itu, menciptakan kompetisi yang luas dan memberikan kesempatan untuk para perempuan untuk bersaing akan menciptakan permainan – permainan tersebut.***

Ebenezer K.P. Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB