Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 870

Perjalanan Ibadah ke Tanah Suci

0

Bogordaily.net – Pengalaman pertama ketika melakukan perjalanan ibadah ke tanah suci Madinah dan Mekkah bersama keluarga, awal mula perjalanan suci ini sama sekali tidak di rencanakan jauh-jauh hari oleh orang tua saya.

Cerita ini dimulai ketika saya sedang berada di dalam kelas pada tanggal 11 September 2024, ketika itu saya sedang menyimak dosen sedang berbicara.

Kemudian saya mendengar notif handphone saya berbunyi, setelah saya cek ternyata ibu saya mengirim pesan kepada saya.

Saya berpikir kalau pesan ini penting, maka dari itu saya menyempatkan untuk buka pesan tersebut, setelah saya buka, pesan pertama yang beliau katakan kepada saya seperti ini “kt ayah mau umroh gk”.

Saya merasa shock dan senang di waktu yang bersamaan. Akhirnya cita-cita saya dari kecil terwujud, tetapi saya tidak langsung meng iyakan pertanyaan ibu saya.

Saya menanyakan kembali seputar waktu dan biaya, tetapi ibu saya menjamin semua itu berjalan lancar, serta jadwal umroh saya disesuaikan dengan libur semester kuliah.

Setelah saya lihat jadwal libur saya, hal ini memungkinkan untuk di jalankan, akhirnya saya mengiyakan ajakan orang tua saya.

Hari demi hari saya lewati, mulai sedikit-sedikit belajar tentang tata cara ibadah umroh dan sebagainya, saya sangat exicited menunggu hari keberangkatan, saya masih tidak menyangka bahwa saya di panggil secepat ini untuk mengunjungi tempat suci tersebut.

Hari libur pun tiba, ketika itu tanggal 14 Desember 2024 saya akhirnya pulang kerumah, jadwal keberangkatan saya di tanggal 22 Desember 2024, diantara tanggal 14-22.

Saya bersama teman-teman saya membuat film, saya mengatur jadwal syuting agar bisa selesai sebelum saya berangkat ke tanah suci, syuting film saya buat selama 5 hari.

Dari tanggal 16-20, tetapi pada tanggal 20 ada beberapa teman teman saya yang tidak bisa syuting, alhasil jadwal syuting pun dimundurkan menjadi tanggal 21, yang mana tanggal 22 nya saya harus berangkat untuk umroh, setelah saya estimasi waktu syuting, saya pikir semua kebutuhan syuting terpenuhi.

Tanggal 21 saya memulai syuting hari terakhir, di mulai dari jam 8 pagi hingga pukul 6 sore, tanpa disadari saya terlalu lama dalam syuting, orang tua saya menghubungi saya untuk pulang, karena saya harus berangkat pukul tiga pagi.

Setelah syuting selesai, saya bergegas untuk pulang terlebih dahulu ke rumah, sesampai di rumah sekitar jam 9 malam, dan saya harus bergegas untuk istirahat, tidak lama saya beristirahat, saya harus bangun pada pukul 2 pagi untuk bersiap- siap menuju bandara soekarna Hatta.

Setelah bersiap-siap saya langsung bergegas menuju ke Bandara Internasional Soekarna Hatta pada pukul tiga pagi bersama rombongan yang lain. Sesampainya di bandara, pesawat yang akan kami naiki ternyata mengalami delay pemberangkatan, tetapi delay tersebut tidak terlalu lama, hanya 2 jam.

Rasanya badan saya belum cukup untuk beristirahat karena jadwal yang sangat padat, kemudian jam menunjukan pukul 5 pagi waktu Indonesia, pesawat pun mulai boarding, saya bersama keluarga bergegas memasuki pesawat.

Setelah di dalam pesawat, pramugari memberikan pemberitahuan terkait keamanan dan sebagainya, dan yang membuat saya lumayan kaget, ternyata perjalanan menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah memakan waktu sekitar 9 jam 53 menit.

Dengan handphone yang tidak memiliki sinyal, saya berpikir bagaimana nanti di udara saya bisa menikmati perjalanan, dan saya berpikir “oh saya bisa tidur kok nanti, mumpung belum tidur lama juga dari kemarin”. Pesawat pun mulai take off meninggalkan Bandara Soekarna Hatta.

Mulai dari 1-2 jam pertama, saya masih bisa menikmati perjalanan ini. Setelah di 2-3 jam pesawat lepas landas, saya merasa ngantuk, dan mencoba untuk tidur, tetapi ketika saya mencoba untuk tidur, pesawat mengalami turbulensi yang menyebabkan saya tidak bisa tertidur. Bahkan sampai 6 jam di perjalanan, badan mulai terasa pegal dan sakit karena terlalu lama duduk.

Ternyata di depan tempat duduk saya terdapat TV yang bisa menonton film-film terkenal seperti Marvel dan DC. Akhirnya 4 jam sisa perjalanan saya habiskan untuk menonton film Superman dan juga the Batman, tidak terasa pesawat pun landing di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Pandangan pertama saya melihat negara Arab sesuai dengan expetasi saya, hamparan gurun yang luas, geresang, dan tidak ada pohon rindang. Tetapi yang saya kaget kan, ternyata udara di sana ketika itu lumayan sejuk tidak seperti yang saya bayangkan, suhu pada siang hari hanya mencapai 20 derajat celcius, hal ini bisa di bilang dingin.

Setelah saya turun dari pesawat saya langsung menuju ke bis untuk perjalanan ke kota Madinah, awalnya saya berpikir jika jarak dari Bandara King Abdul Aziz ke kota Madinah hanya sekitar 10-15 KM saja, ternyata setelah diberi tau oleh pembimbing rombongan umroh saya, jarak dari bandara ke kota Madinah sekitar 385,6 KM.

Setelah mendengar hal itu, akhirnya saya memutuskan untuk tidur sepanjang perjalanan. Tidak terasa saya sudah sampai di kota suci Madinah.

Jam menujukan pukul 11 malam waktu Madinah, ketika saya turun di bis untuk menuju ke hotel, udara di sana benar benar sangat dingin, mencapai suhu 11 derajat celcius.

Sesampainya di dalam hotel saya bergegas untuk sholat magrib dan isya kemudian tidur. Hari demi hari saya jalani di kota Madinah, mulai dari sholat shubuh, dzuhur, ashar, magrib dan isya.

Sholat disana sangat amat nyaman, suasanya benar-benar tidak ingin meninggalkan kota suci tersebut, saya juga mengunjungi makan Nabi Muhammad SAW.

Banyak sekali manusia yang igin melihat makan baginda, alhamdulillah saya melihat dengan jarak yang sangat dekat dengan makam baginda, dan tidak sadar air mata saya mengucur sangat deras.

Setelah tiga hari saya berada di kota Madinah, saya menuju ke kota Mekah untuk melaksanakan ibadah umroh. saya berangkat dari Madinah pukul 8 malam ba’da isya dan menempuh jarak 439,9 KM.

Di perjalanan saya melipir ke tempat yang bernama Bir Ali untuk melaksanakan miqat (start umroh) untuk memakai pakaian ihrom dan melaksanakan niat umroh.

Setelah 4 jam perjalanan, saya sampai di kota Mekah pada pukul 11 malam. Saya kira setelah sampai Mekah saya bisa beristirahat, ternyata saya bersama rombongan langsung melaksanakan umroh pada pukul 11 malam, karena rasa senang dan excited yang sangat membara, saya semangat untuk melaksanakannya.

Pada hari itu, pertama kali saya melihat Masjidil haram yang sangat megah dan mewah. Berjuta juta manusia berkumpul untuk melaksanakan ibadah yang sama.

Hati terasa bergetar ketika melihat secara langsung Ka’bah yang sangat besar, air mata pun tidak terasa berjatuhan. Ibadah tawaf dimulai dengan putaran pertama, iringan doa senantiasa keluar dari setiap mulut manusia.

Setelah putaran ketujuh, saya melanjutkan ke ibadah selanjutanya yaitu sai. Sai adalah berjalan jalan kecil di antara Bukit Safa dan Marwah, hal ini untuk memperingati perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail.

Tujuh putaran saya lalui dengan lancar, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian ibadah umroh yang terkahir yaitu tahalul (memotong rambut).

Orang yang memotong rambut orang lain, sudah harus di potong oleh orang lain juga sebelumnya, agar ibadah ini menjadi sah. Setelah melaksanakan rangkaian ibdaha umroh yang sangat melelahkan

tetapi juga terasa menyenangkan, tidak terasa jam sudah menujukan pukul setengah 4 pagi, saya bersama keluarga menuju ke hotel untuk bersih-bersih dan sholat subuh, sekitar jam 6 barulah kegiatan umroh wajib selesai.

Saya akhirnya bisa merasakan kasur hotel di Mekah. Hari demi hari saya lewati dengan senang di kota Mekkah, saya juga melakukan city tour yang tediri dari Jabal Nur, Bukit Arafah, makam para sahabat , dan juga kebun kurma.

Serunya di kebun kurma kita tidak hanya bisa memakan kurma gratis tetapi juga coklat dan aneka oleh-oleh secara gratis, tetapi syaratnya harus makan dan dihabiskan di tempat tersebut.

Modalnya hanya mengucap “halal halal” Maka penjual nya akan memberikan secara gratis. Setelah semua rangkaian ibadah umroh telah saya lakukan, akhirnya hari perpisahan itu tiba.

Saya pulang ke Indonesia pada tanggal 30 Desember 2024, saya merasa sangat rindu dengan tanah air. Rindu dengan hijaunya pepohonan, hujannya yang sangat lebat dan orang orang yang ada di dalamnya.

Di lain sisi, saya harus meninggalkan kota yang sangat suci, kota yang memiliki sejarah yang sangat banyak, kota nya para nabi.

Saya sangat sedih ketika harus meninggalkan Arab Saudi, tetapi hati rindu akan tanah air juga tidak bisa di tahan. 10 jam di udara menuju Bandara Soekarna Hatta, saya sampai pada pukul 12 siang.

ketika landing, lagu tanah air ku berkumandang di pesawat, melihat pepohonan dan juga pemukim warga yang sangat padat.

Air mata saya mulai berjatuhan, ternyata benar, lirik “biarpun saya pergi jauh, tidaklah hilang dari kalbu”.

Tanah air adalah tempat saya, kampung halaman saya, saya benar benar mencintai negara ini, rasa rindu saya mulai terobati ketika para keluarga menunggu di pintu bandara, mereka menangis karena anggota keluarga mereka pulang dengan selamat.

Pengalaman ini saya akan kenang selama hidup saya, banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapatkan, dan yang paling penting saya akan berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi, dan menceritakan pengalamannya ini kepada teman teman semuanya, agar semua teman teman saya merasakan apa yang saya rasakan.***

Ahmad Baihaqi Sufyan

Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Penghasilan Lebih Dari 20.000/ Hari Pemerintah Sebut “Tidak Termasuk Kategori Miskin”

0

Oleh: Ahmad Baihaqi Sufyan, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), menyatakan bahwa masyarakat yang berpenghasilan sebesar Rp20.000 per hari, tidak termasuk kategori miskin. Menanggapi penetapan tersebut, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, memberikan penjelasan miskin menurut syariat Islam. Diterangkan dalam Islam, yang disebut miskin itu memiliki penghasilan, tapi tak cukup untuk menutupi kebutuhan.” ujar Cholil Nafis melalui cuitan di akun Twitter pribadinya pada 29 Juli 2023.”Kalau penghasilan 20 ribu per hari apa cukup ya. Ini untuk yg hidup di mana?”. ujarnya lagi.

Tentunya baris atau batas kemiskinan seseorang itu bisa menentukan apakah seseorang atau sekelompok tersebut memiliki pendapatan di bawah dari kebutuhan sehari-harinya dan tentunya dari kebutuhan dasar, seperti makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Batas atau tolak ukur kemiskinan seseorang yang tercantum dalam data Badan Pusat Statistik dan data Kementerian menunjukkan angka lebih dari 20.000, seseorang dinyatakan tidak miskin atau mampu membiayai kehidupan nya sehari-hari. Akan tetapi, jika dikaji lebih jauh dan lebih dalam tentunya dengan biaya 20.000/hari tidak meninjau apakah seseorang itu miskin atau tidak dikarenakan bahan makanan, Tentunya mematok dari harga 20.000/hari tidaklah cukup untuk menunjang kebutuhan pokok yang semakin hari kian meningkat.

Penghasilan 20.000/hari masih dalam kategori miskin

Berdasarkan data kemenkeu.go.id penghasilan secara nasional rata-rata pengeluaran per kapita per bulan penduduk Indonesia sebesar Rp 1,15 juta, hal ini sangat bertentangan dengan data yang diberikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa penghasilan lebih dari 20.000 tidak masuk dalam kategori miskin, padahal jika kita lihat dari rata rata penghasilan masyarkat Indonesia per bulan sebesar 1,15 juta yang berarti penghasilan perhari sebesar 38.000, perbedaan penghasilan tersebut lumayan jauh dibandingkan data yang diberikan oleh Badan Pusat Stastistik (BPS). Apabila penghasilan lebih dari 20.000 tidak masuk ke dalam kategori miskin, yang mana dalam sebulan penghasilan seseorang hanya sebesar 600 ribu, hal ini masih jauh dari rata rata penghasilan masyrakat Indonesia yaitu sebesar 1,15 juta. Maka dari itu penghasilan lebih dari 20.000/hari masih masuk dalam kategori miskin.

Berdasarkan data hellosehat.com kebutuhan makan manusia sebanyak 2-3 kali sehari, yang mana rata-rata harga makanan siap saji di Indonesia berkisar 8.000-12.000, hal ini tentunya tidak mencukupi untuk membeli makanan dalam sehari, belum lagi biaya biaya pokok lainnya, apabila seseorang lebih memilih memasak dibandingan membeli makanan, tentunya penghasilan tersebut masih belum mencukupi biaya makanan dalam sehari, belum lagi anggota keluarga yang tidak sedikit.

Tidak hanya sampai disitu, tentunya bahan pangan/makanan pokok untuk menunjang kehidupan sehari-hari bukanlah hal satu-satunya yang harus diperhatikan. Tentunya ada faktor lain yang juga kurang lebih sama pentingnya, yaitu sektor pendidikan/sekolah. Tentunya memiliki pendidikan SD-SMA merupakan pendidikan wajib bagi setiap warga negara Indonesia. Memiliki akses pendidikan di sekolah negeri tentunya merupakan akses paling mudah karena sekolah negeri itu sendiri berdiri di bawah kawasan pemerintahan / sekolah bebas gratis, tapi tentunya setiap sekolah juga pasti mengimbangi kegiatan belajar mengajar yang efektif dengan memiliki baju seragam yang serempak. Tentunya, setiap 1 buah seragam di setiap sekolah relatif berbeda, tetapi rata-rata tentunya semua koperasi sekolah tidak menjual harga baju seragam di bawah 20.000, yang artinya kembali lagi bahwa penghasilan dengan angka 20.000 merupakan kategori miskin dikarenakan belum bisa memenuhi kebutuhan wajib dasar yaitu primer, tersier dan sekundernya.

Perlunya Kerjasama antara pemerintah dan masyrakat

Perlunya dukungan dan fokus pemerintah akan hal ini menjadi hal yang harus serius dan cepat tanggap dikarenakan, pemenuhan kebutuhan utama merupakan hal yang paling utama dan wajib dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia itu sendiri, tentunya dengan meningkatkan akses pendidikan ke arah yang lebih mudah, terbuka dan umum pasti setiap warga negara memiliki kesempatan emas dan memiliki kesempatan yang sama dengan warga yang mampu, tentunya dengan meningkatkan akses terhadap sumber daya ekonomi bisa membantu tumbuh kembang ekonomi kearah yang lebih baik, dengan pemberdayaan UMKM lokal di kalangan masyarakat menengah kebawah. Dan yang lebih penting lagi yaitu meningkatkan dan menciptakan lapangan kerja yang kondusif, merata dan eksklusif. Dan memang pemerintah saat ini sudah membantu dengan memberikan bantuan sosial yang meringankan beban masyarakat yang tidak mampu membeli bahan makanan pokok, tapi tentunya perlu adanya arahan dan pengawasan yang tepat agar tepat sasaran. Tentunya pemerintah juga sudah meluncurkan program keluarga harapan yang dimana mengharapkan setiap keluarga di Indonesia sejahtera dan terlepas dari kemiskinan.

Mencegah generasi bermental miskin

Kemiskinan juga dapat di cegah serta di kurangi dengan cara membatasi setiap keluarga yang memiliki pendapatan rendah untuk tidak memiliki banyak anak, karena semakin banyak anak, kebutuhan pokok akan semakin besar, hal ini di butuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat Indonesia khusus nya yang sudah berkeluarga untuk membatasi pengeluaran yang tidak sesuai dengan penghasilan, karena dari kasus kemiskinan dapat memicu generasi-generasi yang memiliki mental miskin, karena ketidakmampuan orang tua untuk memberikan pendidikan yang layak terhadap anak-anak mereka, yang mengakibatkan anak-anak yang seharusnya menuntut ilmu di sekolah terpaksa harus ikut bekerja dengan orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

 

 

Danang Priyambodo Dosen SV IPB: Mewujudkan Peternakan Berkelanjutan Melalui Pendidikan dan Inovasi

0

Bogordaily.net – Perjalanan seorang ilmuwan peternakan memiliki beragam warna, namun cerita Bapak Danang Priyambodo, dari Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan potret inspiratif tentang bagaimana passion dan dedikasi dapat mengubah paradigma peternakan Indonesia.

Sosok yang tumbuh di lingkungan sederhana ini telah mengukir jejak transformatif dalam dunia peternakan, mengombinasikan pengetahuan akademis dengan kepedulian sosial yang mendalam.

Sejak usia dini, Bapak Danang telah diperkenalkan dengan dunia peternakan melalui pengalaman langsung. Ia tumbuh di lingkungan yang menyukai hewan dan ternak, termasuk burung hias dan burung kicau.

Dari pengalaman ini, ia belajar bagaimana cara memberi makan dan merawat hewan dengan baik. Rumahnya bukan sekadar tempat tinggal, melainkan miniatur laboratorium peternakan kecil yang ada di belakang rumahnya.

Ketika masih SMP, ia diberi tanggung jawab untuk memelihara 150 ekor puyuh, menjalani seluruh proses mulai dari pemberian pakan, minum, membersihkan kotoran hingga pengumpulan telur untuk dijual di pasar lokal.

Hasil penjualan telur tersebut sebagian digunakan untuk membeli pakan kembali, dan sisanya menjadi uang jajan.

Pengalaman sederhana tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan pelajaran berharga tentang potensi ekonomi peternakan.

Setiap telur yang dijual bukan hanya menghasilkan uang jajan, tetapi juga menanamkan kesadaran fundamental bahwa dengan memelihara ternak, seseorang dapat menghasilkan pendapatan.

Kesadaran inilah yang membuat ketertarikannya dalam bidang peternakan terus bertambah dan membuatnya memutuskan untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Ketika kesempatan untuk mengembangkan diri terbuka, Bapak Danang tidak menyia-nyiakannya. Awal perjalanannya sebagai dosen dimulai ketika ditawarkan oleh dosen pembimbingnya untuk mengajar sebagai asisten dosen di IPB.

Melalui dukungan tersebut, ia melanjutkan pendidikan hingga magister melalui Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Perjalanannya dari seorang asisten dosen hingga menjadi pengajar di Sekolah Vokasi IPB mencerminkan komitmennya terhadap pendidikan dan pengembangan ilmu peternakan.

Keputusannya untuk menjadi dosen di bidang peternakan didasari pandangan bahwa peternakan adalah bidang yang tidak akan pernah mati.

Ia melihat bahwa dengan pertambahan populasi manusia di Indonesia setiap tahunnya, kebutuhan akan protein yang berasal dari produk peternakan seperti ayam, daging sapi, susu, dan telur akan terus meningkat. Selain itu, menjadi dosen juga merupakan salah satu cita-citanya sejak dulu.

 

Fokus penelitian Bapak Danang di Teknologi dan Manajemen Ternak (TNK) IPB lebih mendalami ternak unggas seperti ayam, itik, dan puyuh.

Namun, penelitiannya tidak sekadar terbatas pada aspek teknis peternakan unggas, melainkan meluas pada upaya mentransformasi praktik peternakan Indonesia.

Ia melihat potensi besar yang belum tergarap, terutama dalam mengadopsi teknologi modern dan membangun sistem peternakan yang ramah lingkungan.

Proyek pengabdian masyarakat yang dilakukannya pada tahun 2020 berfokus pada peningkatan UMKM peternak di Bogor melalui pembinaan dan pelatihan tentang cara beternak yang baik dan efisien.

Ia juga terlibat dalam proyek matching fund yang dibiayai oleh pemerintah untuk menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, masyarakat, dan peternak.

Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, ia secara konsisten berupaya meningkatkan kapasitas para peternak. Filosofi utamanya sederhana namun fundamental: pendidikan dan inovasi adalah kunci mengubah tantangan menjadi peluang.

Keunikan Bapak Danang terletak pada pendekatan sosialnya yang inklusif, baik dalam mengajar maupun dalam pengabdian masyarakat. Prinsip mengajarnya menekankan keadilan dan tidak berpihak kepada satu atau beberapa mahasiswa saja.

Ia percaya bahwa semua mahasiswa harus diperhatikan, tidak hanya mereka yang rajin. Pendekatan pengajarannya lebih mengutamakan kebutuhan mahasiswa, pengetahuan yang ingin mereka ketahui, dan kerja sama melalui diskusi kelompok untuk memecahkan kasus-kasus tertentu.

Ia tidak sekadar seorang akademisi, melainkan agen perubahan yang memandang peternakan sebagai instrumen pemberdayaan.

Keterlibatannya dalam melatih anak berkebutuhan khusus seperti penyandang down syndrome dan memberikan pelatihan kepada narapidana yang akan menyelesaikan masa hukumannya menunjukkan pandangannya yang jauh melampaui batasan konvensional.

Dari pengalaman tersebut, ia mendapatkan pengetahuan dan pelajaran hidup bahwa semua orang, tidak hanya mereka yang normal, membutuhkan ilmu dan dapat belajar dengan baik jika diajarkan dan dilatih secara disiplin.

Dengan kejujuran akademis, Bapak Danang Priyambodo, mengakui berbagai tantangan yang dihadapi peternakan Indonesia.

Pertama, masalah lahan karena di Indonesia tidak ada pembagian wilayah khusus untuk peternakan atau pertanian, sehingga lama-kelamaan lahan tersebut berubah menjadi perumahan atau ruko, menyebabkan peternakan harus bergeser.

Solusi yang ia tawarkan adalah sistem bertingkat. Tantangan kedua adalah SDM yang kurang, karena di Indonesia yang mau beternak atau bertani rata-rata adalah mereka yang sudah berusia lanjut.

Tantangan ketiga adalah teknologi, yang menjadi salah satu penyebab kurangnya minat SDM untuk menjalankan peternakan dan pertanian.

Danang Priyambodo, yakin bahwa dengan menggunakan teknologi, peternakan tidak akan lagi identik dengan bau dan kotor.

lainnya adalah masalah penyakit dan limbah, ketergantungan pada bibit atau pakan impor, serta perlunya inovasi terhadap bahan pakan atau bibit agar tidak bergantung pada impor.

Visinya sederhana namun ambisius: mewujudkan peternakan Indonesia yang modern, produktif, dan ramah lingkungan.

Ia ingin peternakan di Indonesia mampu mengembangkan teknologinya agar tidak lagi identik dengan bau dan kotor, melainkan ramah lingkungan.

Peternakan harus mampu berpikir dan berinovasi untuk meningkatkan produktivitas dengan teknologi, misalnya menggunakan kandang close house agar hasil produksinya meningkat.

Legasi yang ingin ditinggalkannya adalah peternakan Indonesia yang maju, mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan produktivitas tinggi, dan ramah lingkungan.

Danang Priyambodo, berharap metode yang sedang ditelitinya saat ini dapat menghasilkan bahan yang nantinya dapat diterapkan dalam budidaya ternak, sehingga peternakan menjadi ramah lingkungan dan tidak menghasilkan limbah yang bau dan mencemari udara.***

 

Siti Nur Aistatul Fajri

Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media

Sekolah Vokasi IPB

Mendaki Merbabu, Sebuah Perjalanan Melawan Lelah dan Diri Sendiri

0

Bogordaily.net – Langit masih pekat ketika Kami meninggalkan Bogor, membawa ransel berat yang berisi lebih dari sekadar logistik: ada keyakinan, ada keraguan, ada sejumput keberanian yang entah akan bertahan sampai kapan. Di depan sana, Merbabu sudah menunggu. Ia berdiri setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut, membentangkan sabana dan tanjakannya seakan berkata, “Datanglah jika kau cukup berani!”

Gunung Merbabu, yang namanya berasal dari kata “meru” (gunung) dan “babu” (abu), adalah gunung berapi yang kini berstatus tidak aktif. Namun, sejarah mencatat bahwa gunung ini pernah meletus pada 1560 dan 1797.

Jalur pendakiannya terkenal dengan sabana luas yang menawarkan pemandangan spektakuler, dengan Gunung Merapi yang berdiri gagah di sisi selatannya.

Kami memilih jalur pendakian via Selo, jalur yang paling populer karena keindahannya, tetapi juga dikenal dengan tanjakan-tanjakan yang menguras tenaga.

Kami tiba di Boyolali saat pagi masih muda. Udara dingin segera menyergap, membuat kami sadar bahwa perjalanan ini bukan sekadar gagasan dalam kepala, bukan sekadar rencana yang diceritakan di meja kopi.

Di basecamp, setiap barang diperiksa dengan teliti. Merbabu bukan gunung yang membiarkan dirinya dikotori. Puntung rokok, bungkus makanan, plastik kecil sekalipun—semua harus kembali dengan jumlah yang sama seperti saat berangkat. Gunung ini tak hanya meminta pendakian, tapi juga pertanggungjawaban.

Pukul sembilan, kami mulai melangkah. Awalnya, kaki masih ringan, nafas masih panjang. Jalur dari basecamp menuju Pos 1 memberi kesempatan untuk mengenal medan: akar-akar pohon yang mencuat dari tanah, batuan yang tersebar, dan hawa sejuk yang belum mengancam. Tapi ini hanya awal.

Dari Pos 1 ke Pos 2, tanjakan mulai menampakkan sifat aslinya. Tidak ada lagi kelonggaran bagi langkah-langkah santai. Lutut mulai terasa beban, dan napas yang tadinya ritmis kini terdengar lebih kasar. Kami berhenti lebih sering, mencari alasan untuk sekadar menengadah ke langit, berharap mendung turun sebagai dalih untuk beristirahat lebih lama.

Di tengah perjalanan, Zikri, salah satu dari kami, mulai mengeluhkan kakinya yang keram. Awalnya, kami pikir ia hanya perlu beristirahat sejenak. Namun, ketika ia mencoba melangkah lagi, rasa sakitnya semakin menjadi.

Sidqi, leader kami, segera bertindak. Ia merobek selembar kain dari jaketnya, lalu mengikatkannya dengan kencang di sekitar kaki Zikri. “Coba jalan pelan-pelan,” katanya. Keajaiban kecil terjadi: rasa sakitnya mulai mereda. Dengan langkah tertatih, Zikri kembali bergerak.

Di Pos 3, perjalanan mulai menguji bukan hanya tubuh, tapi juga kepala. Pertanyaan-pertanyaan menyerang tanpa ampun. Kenapa kita melakukan ini? Apa gunanya? Seberapa jauh lagi? Namun, semua keraguan itu terhapus saat kami mencapai Pos 4, yang dikenal sebagai Sabana 1.

Langkah-langkah yang berat akhirnya menemukan tempat untuk berhenti. Matahari mulai condong ke barat, menyepuh padang rumput luas dengan warna emas.

Merbabu menghadiahi kami dengan pemandangan yang sepadan dengan perjalanan panjang ini—jajaran bukit yang lembut, lautan awan yang bergerak pelan, dan ketenangan yang tak pernah ada di kota.

Kami mendirikan tenda di sana, tanpa menyadari bahwa kami memilih tempat yang menantang. Tenda kami berdiri di samping tebing, di mana angin dari lembah di bawah menghantam dengan ganas.

Ketika malam tiba, hembusan angin semakin kuat, mengguncang dua tenda kami seakan hendak mencabutnya dari tanah. Kami terjaga di tengah malam, mendengar suara gemuruh angin yang berdesir di antara celah-celah tenda.

Di luar, udara semakin dingin, membuat kami merapatkan jaket dan membenamkan tubuh ke dalam sleeping bag. Beberapa kali, kami harus keluar hanya untuk memastikan pasak tenda tetap kokoh menahan terpaan angin.

Tak hanya angin, suhu yang terus menurun juga menjadi tantangan lain. Satu per satu dari kami mulai merasakan udara dingin yang menusuk hingga ke tulang. Percakapan yang semula ramai perlahan meredup, tergantikan dengan suara angin yang mendominasi.

Beberapa di antara kami mencoba tidur, tetapi setiap embusan angin yang lebih kencang selalu membangunkan kami dengan rasa waspada. Malam itu terasa begitu panjang.

Beberapa kali kami mencoba menyalakan kompor kecil untuk menghangatkan tubuh dengan secangkir teh panas, tetapi angin yang kencang membuat api sulit dinyalakan.

Pukul tiga pagi, alarm berbunyi. Tubuh menolak bangkit, kantuk masih mencengkeram, tapi summit menunggu. Kami mulai berjalan dalam gelap, diterangi senter kepala yang lebih banyak mengungkap bayangan tubuh sendiri daripada jalur di depan.

Angin dingin menyelinap ke dalam jaket, menguji tekad satu per satu. Jalur semakin menanjak, membuat kami harus melangkah dengan penuh kehati-hatian. Setiap langkah terasa seperti pertarungan melawan rasa lelah dan dingin yang semakin menjadi-jadi.

Beberapa dari kami mulai merasa pusing akibat kadar oksigen yang menipis. Napas terasa berat, dan langkah kaki seolah kehilangan tenaga. Namun, kami saling menyemangati. Satu kalimat sederhana seperti “Ayo, dikit lagi!” atau “Bisa ini!” cukup untuk membuat kami terus berjalan.

Sampai akhirnya, fajar mulai menyala di ufuk timur. Cahaya pelan-pelan merayap naik, menyingkap awan yang menggumpal di bawah. Langit berwarna oranye, lalu merah muda, lalu biru lembut.

Dan di sanalah Kami, berdiri di puncak, melihat dunia dari atas. Semua pertanyaan di perjalanan kini terjawab dengan diam.

Beberapa dari Kami tak bisa menahan emosi, ada yang tersenyum lebar, ada yang duduk terdiam menikmati pemandangan. Rasa lelah, dingin, dan letih yang kami alami sebelumnya seolah menguap begitu saja.

Merbabu memberikan kami hadiah terbaik—panorama yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berani mengambil langkah.

Turun dari gunung seringkali lebih berat daripada naik. Lutut bergetar, kaki terasa lebih rapuh. Tapi ada hal lain yang membuat kami tertegun—jalur yang kami lewati dalam perjalanan naik. Di puncak, Kami melihatnya dari kejauhan.

Jalur itu menanjak, panjang, dan tak masuk akal. Tapi anehnya, saat menaikinya tadi, kami tidak benar-benar menyadari betapa sulitnya. Kami hanya melangkah, satu demi satu, hingga akhirnya sampai.

Sama seperti hidup. Tak ada yang tahu seberapa jauh seseorang bisa pergi sampai ia mencoba. Tak ada yang bisa memprediksi batas diri sampai ia berjalan lebih jauh dari yang ia kira mampu.

Kami naik Merbabu dengan penuh keraguan, tapi kami turun dengan satu kesadaran: langkah kecil yang terus bergerak akan selalu lebih berharga daripada rencana besar yang tak pernah dimulai.***

Muhammad Umar Budiman

Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB.

 

Sinopsis Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Teror Pembantaian dan Misteri Sekte Iblis

0

Bogordaily.net – Industri film horor Indonesia kembali dihebohkan dengan kehadiran Penjagal Iblis: Dosa Turunan. Film ini menggabungkan unsur horor, aksi, dan investigasi dalam sebuah cerita mencekam yang menguji logika serta iman.

Disutradarai oleh Tommy Dewo, film ini diproduksi oleh Screenplay Films, Rapi Films, dan IFI Sinema, dengan jadwal tayang resmi di bioskop mulai 30 April 2025.

Sinopsis Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan

Kisah film ini bermula dari pembunuhan brutal satu keluarga yang sedang melakukan ruqyah terhadap anak mereka yang kerasukan.

Satu-satunya yang selamat dari peristiwa mengerikan itu adalah sang ustaz yang memimpin ritual.

Namun, yang mengejutkan, pelaku pembunuhan tersebut adalah Ningrum (Satine Zaneta), seorang gadis berusia 19 tahun, yang akhirnya ditahan di rumah sakit jiwa karena diduga mengalami delusi.

Seorang wartawan bernama Daru (Marthino Lio) ditugaskan untuk meliput kasus ini. Dalam wawancara eksklusifnya dengan Ningrum, ia mengungkap fakta mengejutkan.

Ningrum mengaku sebagai Penjagal Iblis yang ditugaskan untuk membasmi makhluk kegelapan di dunia ini.

Keluarga yang ia bunuh bukanlah manusia biasa, melainkan iblis yang digunakan oleh Pakunjara (Niken Anjani), seorang pemuja iblis yang berusaha membangkitkan pemimpin sekte sesat.

Daru awalnya skeptis dengan cerita Ningrum, namun semakin ia menyelidiki, semakin banyak kejanggalan yang membuktikan bahwa ada kekuatan jahat yang bermain di balik tragedi ini.

Tanpa disadari, Daru terjebak dalam pertempuran antara Ningrum sang Penjagal Iblis dan Pakunjara sang Pemuja Iblis.

Tak punya pilihan lain, ia harus membantu Ningrum menghadapi sekte kegelapan yang mengancam nyawa banyak orang.

Akankah mereka berhasil menghentikan rencana jahat Pakunjara? Atau justru mereka menjadi korban selanjutnya dari kekuatan iblis yang bangkit?

Berbeda dengan film horor pada umumnya, Penjagal Iblis: Dosa Turunan menghadirkan adegan aksi brutal yang dipadukan dengan unsur mistis, menciptakan ketegangan yang memacu adrenalin.

Dari official trailer yang dirilis, film ini memperlihatkan pertarungan sengit antara Ningrum dan Pakunjara, serta bagaimana Daru harus berhadapan dengan sekte pemuja iblis yang haus darah.

Selain itu, film ini juga mengangkat tema investigasi yang kuat, di mana Daru berusaha mengungkap kebenaran di balik rentetan pembunuhan misterius yang selalu mengincar pemuka agama.

Daftar Pemain Penjagal Iblis: Dosa Turunan

Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris berbakat, antara lain:

  • Satine Zaneta sebagai Ningrum, gadis misterius yang mengaku sebagai Penjagal Iblis.
  • Marthino Lio sebagai Daru, wartawan yang terjebak dalam pusaran horor dan konspirasi sekte iblis.
  • Niken Anjani sebagai Pakunjara, pemimpin sekte pemuja iblis yang berusaha membangkitkan kekuatan kegelapan.
  • Kiki Narendra dalam peran yang masih dirahasiakan, namun diduga memiliki kaitan erat dengan sekte sesat tersebut.

Film ini digarap oleh Tommy Dewo, sutradara yang sebelumnya sukses dengan serial Serigala Terakhir, Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams, dan Santet Segoro Pitu.

Dengan pengalaman dalam genre thriller dan aksi, ia berusaha membawa pendekatan baru dalam horor Indonesia.

Bagi para penggemar film horor yang penuh aksi dan misteri, Penjagal Iblis: Dosa Turunan akan tayang di bioskop mulai 30 April 2025.***

Hujan Deras Guyur Klapanunggal, Jembatan Cibarengkok Kembali Terendam Banjir

0

Bogordaily.net – Hujan deras yang mengguyur wilayah Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Senin malam, 17 Maret 2025, menyebabkan Jembatan Cibarengkok kembali terendam banjir.

Tingginya intensitas hujan membuat aliran Kali Cibarengkok meluap hingga menutupi seluruh permukaan jembatan.

Jembatan Cibarengkok memang dikenal memiliki ketinggian yang rendah dan sejajar dengan aliran sungai, sehingga setiap kali hujan deras, air dengan cepat meluap dan menenggelamkan akses tersebut.

Akibatnya, warga yang hendak melintas harus menunggu hingga air surut atau mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Warga setempat mengeluhkan kondisi jembatan yang sering rusak meskipun sudah beberapa kali diperbaiki dan diaspal.

Namun, hujan deras dan banjir yang kerap terjadi membuat perbaikan tersebut tidak bertahan lama.

Sebagai satu-satunya akses utama yang menghubungkan beberapa wilayah di Klapanunggal, warga berharap pemerintah segera memberikan solusi agar permasalahan banjir di jembatan ini bisa diatasi secara permanen.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kerusakan parah atau korban akibat banjir tersebut. Namun, warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi daerah ini, terutama saat hujan deras turun.***

Waspada Pencurian! Motor Honda Scoopy Hilang di Kosan Babakan Bogor

0

Bogordaily.net – Sebuah kasus pencurian kendaraan motor Honda Scoopy tahun 2023 dengan nomor plat B 3522 EZC kembali terjadi di Kota Bogor.

Kali ini, sebuah motor scoopy dilaporkan hilang di Kosan Ibu Etin, yang berlokasi di Jalan Malabar Ujung No. 2, RT 2/RW 7, Kelurahan Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kronologi Kejadian

Insiden ini terjadi pada Senin, 17 Maret 2025, sekitar pukul 06.00 WIB. Motor yang sebelumnya terparkir di area kosan diduga dicuri oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Pemilik motor baru menyadari kehilangan saat hendak menggunakannya di pagi hari, tetapi kendaraan tersebut sudah tidak ada di tempatnya.

Pencurian ini menambah daftar panjang aksi kriminalitas di Kota Bogor, khususnya di kawasan pemukiman dan kos-kosan. Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai pelaku atau keberadaan motor yang hilang.

Kasus ini membuat warga sekitar semakin waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor.

Keamanan di kos-kosan dan area pemukiman menjadi perhatian serius, terutama bagi penghuni yang sering meninggalkan kendaraan mereka dalam waktu lama tanpa pengamanan tambahan.

Sebagai langkah pencegahan, warga diimbau untuk meningkatkan keamanan dengan memasang kunci ganda, CCTV, atau memarkir kendaraan di tempat yang lebih aman.

Selain itu, koordinasi dengan pihak keamanan lingkungan juga diperlukan untuk mengurangi risiko pencurian di masa mendatang.

Bagi masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Honda Scoopy B 3522 EZC atau melihat hal mencurigakan terkait kasus ini, diharapkan segera DM Ig Bogordaily.

Pihak berwenang juga diharapkan segera menindaklanjuti pencurian motor scoopy ini agar kejadian serupa tidak terus berulang dan pelaku bisa segera tertangkap.***

Dukung Timnas Indonesia Vs Australia, Bupati Bogor Nobar Piala Dunia 2026

0

Bogordaily.net – Pertandingan lanjutan Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C akan menjadi laga yang dinanti nanti oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Timnas Garuda Indonesia saat ini dibesut oleh Patrick Kluivert akan meladeni tuan rumah Australia di Sydney Football Stadium, Australia, Kamis 20 Maret 2025 pukul 16:10 WIB.

Laga antara Timnas Garuda kontra Socceroos julukan Australia akan menjadi duel penentu bagi kedua tim dalam merebut tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.

Perjuangan para pemain skuad Merah Putih yang akan meladeni Australia mendapat perhatian serius dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto yang dikenal sebagai gila sepakbola ini.

Sebagai bentuk dukungan bagi Timnas Garuda yang akan berjuang melawan Australia, Rudy Susmanto akan menggelar Nobar bersama jajarannya serta akan menggunakan jersey Timnas Garuda.

“Timnas Garuda tak boleh kehilangan poin saat meladeni skuad Australia besutan Tony Popovic yang sudah pasti akan didukung para penonton tuan rumah,” ucap Rudy Susmanto, Selasa, 18 Maret 2025.

Ia sangat optimis Muhammad Ramadan Sananta dan lainnya akan mampu meraih poin penting saat berlaga di Sydney kontra Australia.

“Duel kontra Australia di Sydney bukanlah laga yang enteng. Tapi sebagai laga yang harus dimaksimalkan meraih poin penting oleh punggawa Merah Putih,” bebernya

Sebagai warga negara Indonesia, kata Rudy, sangat optimis Timnas Garuda Indonesia mampu mengukir sejarah dengan lolos ke fase berikutnya atau mengamankan tiket Piala Dunia 2026.

Rudy berharap, semua pemain Timnas Garuda bisa bermain all out dan mengamankan poin penting melawan para pemain Socceroos julukan bagi Timnas Australia yang saat ini dibesut Tony Popovic.

“Secara materi kualitas Timnas Garuda saat ini sangat oke. Karena banyak dihuni para pemain yang bermain di Liga Eropa seperti Serie A Italia, Premier League, Eredivisie, Liga Belgia, Liga Jepang dan Liga 1. Saya yakin Timnas Garuda bisa meraih poin penting di Sydney Football Stadium,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

Rudy Susmanto mengatakan, Patrick Kluivert kemungkinan akan mengusung skema 4- 2- 3 -1 dan hal ini berbeda dengan Shin Tae yong yang selalu menggunakan skema 3- 4 – 3 dan 3 – 5 – 2 saat menukangi Skuad Timnas Garuda

“Dengan pola tersebut tentunya skuad Timnas Garuda akan tampil dengan pola menyerang dan meningkatkan ketajaman lini serang serta pressing yang ketat,” papar Bapak Asuh Disabilitas Kabupaten Bogor ini.

Rudy Susmanto menambahkan, duel Timnas Indonesia lawan Australia ini menjadi laga yang menarik.

Karena, sambung Rudy Susmanto, kedua pelatih yakni Patrick Kluivert dan Tony Popovic tidak menutup kemungkinan akan menampilkan skema atau pola yang sama yakni 4 – 2 – 3 – 1 dengan transisinya ke skema 4 – 3 – 3.

Kemenangan atau poin penting yang diraih Timnas Garuda tentunya akan menjadi jalan mudah bagi Timnas Garuda Mendunia pada Piala Dunia 2026.

“Saya berharap, laga di Sydney ini akan menjadi pintu pembuka yang lebar bagi Timnas Garuda Mendunia di Piala 2026,” pungkas Bupati Bogor.***

Simak Ramalan Cuaca Kota Bogor Menurut BMKG Rabu 19 Maret 2025, Cek!

0

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis ramalan cuaca untuk Kota Bogor Rabu, 19 Maret 2025.

Hal ini perlu Anda simak agar bisa beraktivitas dengan lancar. Seperti yang sudah sering terjadi, Kota Hujan ini berpotensi mengalami curah hujan di beberapa waktu dalam sehari.

Menurut informasi dari BMKG, kondisi cuaca di Bogor pada Rabu diprediksi akan hujan ringan.

Kmungkinan hujan ringan ini akan turun mulai pagi hari di beberapa wilayah.

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 21°C hingga 30°C dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi.

Ramalan Cuaca 19 Maret 2025

Simak detail lengkap prakiraan cuaca BMKG untuk Kota Bogor pada 19 Maret 2025 di bawah ini agar Anda bisa mengantisipasi segala kemungkinan!

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21–30°C
Kelembapan: 65–92%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21–30°C
Kelembapan: 65–92%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–30°C
Kelembapan: 64–93%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–30°C
Kelembapan: 64–94%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–30°C
Kelembapan: 65–92%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–30°C
Kelembapan: 64–94%

Bagi Anda yang memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Rabu, 19 Maret 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Mau Pulang Kampung Tanpa Biaya? Cek Info Lengkap Mudik Gratis 2025!

0

Bogordaily.net – Bagi Anda yang ingin pulang kampung saat Lebaran tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi, program Mudik Gratis 2025 kembali hadir!

Pemerintah bersama berbagai instansi dan perusahaan menyediakan fasilitas mudik gratis bagi masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri di kampung halaman dengan aman dan nyaman.

1. Jadwal dan Pendaftaran Mudik Gratis 2025

Pendaftaran program mudik gratis ini biasanya dibuka beberapa bulan sebelum Lebaran. Pastikan Anda mengecek situs resmi Kementerian Perhubungan, BUMN, atau instansi penyelenggara lainnya untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai tanggal dan prosedur pendaftaran.

2. Rute dan Moda Transportasi yang Disediakan

Mudik gratis tahun ini menyediakan berbagai moda transportasi, seperti:

  • Bus untuk tujuan ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra
  • Kereta Api dengan tiket gratis ke sejumlah kota besar
  • Kapal Laut bagi pemudik yang menuju ke daerah kepulauan
  • Pesawat untuk beberapa rute tertentu dengan kuota terbatas

3. Syarat dan Cara Daftar Mudik Gratis

Agar bisa ikut serta dalam program ini, berikut beberapa syarat umum yang biasanya diberlakukan:

  • Warga negara Indonesia (WNI) dengan KTP yang masih berlaku
  • Melakukan pendaftaran secara online atau offline sesuai ketentuan penyelenggara
  • Tidak boleh membatalkan keberangkatan setelah terdaftar
  • Beberapa program juga mengizinkan pemudik membawa sepeda motor secara gratis

4. Keuntungan Ikut Mudik Gratis

  • Hemat Biaya – Tidak perlu mengeluarkan uang untuk transportasi
  • Aman dan Nyaman – Dikelola oleh penyelenggara resmi, sehingga lebih tertib
  • Mengurangi Kemacetan – Mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi

5. Cek Info Resmi dan Daftar Sekarang!

Bagi Anda yang berminat, segera cari tahu informasi resminya dan daftarkan diri sebelum kuota penuh.

Jangan sampai ketinggalan kesempatan untuk pulang kampung dengan lebih nyaman dan gratis!***