Home Blog Page 952

SPMB 2025 untuk SMPN Baru di Cimahpar dan Duta Pakuan Resmi Dibuka

0

Bogordaily.net – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Bogor. Termasuk juga dua sekolah baru yang berada di wilayah Kelurahan Cimahpar dan Duta Pakuan, Kelurahan Baranangsiang.

Kepala Disdik Kota Bogor, Irwan Riyanto, menjelaskan bahwa mekanisme SPMB ini pada dasarnya serupa dengan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), namun dengan sejumlah perbedaan dalam hal persyaratan.

“Mekanismenya hampir sama dengan PPDB, tapi ada penyesuaian. Kalau sebelumnya sistem zonasi, sekarang kita bagi wilayah berdasarkan potensi anak usia sekolah dan lokasi administratif,” ungkap Irwan kepada Bogordaily.net pada Rabu 30 April 2025.

Ia menyebut wilayah penerimaan dibagi menjadi dua kategori. Wilayah pertama berdasarkan radius tempat tinggal siswa terhadap sekolah, seperti 600 meter dan 400 meter dari lokasi sekolah. Sedangkan, wilayah kedua mempertimbangkan aspek administratif.

“Contohnya, siswa yang tinggal di Bogor Selatan tetap bisa mendaftar di SMPN 1 yang berada di wilayah lain,” katanya.

Untuk kuota, baik SMPN di Cimahpar maupun di Duta Pakuan masing-masing akan menerima satu kelas dengan kapasitas 32 siswa.

Terkait tenaga pendidik, Irwan menyebut pihaknya akan melakukan penarikan guru dari sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor.

“Memang saat ini kita masih menghadapi kekurangan guru, namun pembelajaran dan pelaksanaan SPMB di kedua sekolah baru ini tetap bisa berjalan,” tegasnya.

Pembukaan SPMB yang dimulai pada Mei 2025 ini diharapkan dapat membantu menampung lonjakan jumlah siswa di Kota Bogor dan memberikan akses pendidikan yang lebih merata, terutama di wilayah-wilayah dengan kebutuhan sekolah baru.(Ibnu Galansa)

RS Murni Teguh Ciledug Terapkan Metode ERACS, Persalinan Caesar Kini Lebih Nyaman dan Cepat Pulih

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug kini menerapkan metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS), sebuah pendekatan modern dalam prosedur persalinan caesar yang memungkinkan ibu pulih lebih cepat dan nyaman pascaoperasi. Metode ini menjadi solusi inovatif bagi ibu hamil yang harus menjalani operasi caesar, dengan manfaat yang signifikan baik dari segi medis maupun psikologis.

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Murni Teguh Ciledug, DR. Esfi Triana, Sp.OG, ERACS dirancang untuk meminimalkan nyeri, mempercepat mobilisasi pasien, dan mengurangi lama rawat inap.

“Dengan ERACS, pasien sudah bisa duduk bahkan berjalan dalam waktu 1-2 jam setelah operasi, dan umumnya bisa pulang dalam 1-2 hari. Ini jelas sangat berbeda dibanding metode konvensional yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama,” ujarnya.

Metode ini melibatkan kolaborasi tim multidisiplin yang terdiri dari dokter kandungan, anestesi, dokter anak, perawat, hingga ahli gizi. ERACS dimulai bahkan sejak sebelum operasi, dengan edukasi pasien, optimalisasi kondisi kesehatan ibu, dan teknik anestesi yang lebih bersahabat.

“Kami juga menggunakan pendekatan tanpa puasa terlalu lama dan kontrol nyeri yang lebih terencana, sehingga pasien merasa lebih nyaman dan cepat pulih,” tambah dr. Esfi.

Diharapkan, dengan penerapan ERACS di RS Murni Teguh Ciledug, para ibu yang menjalani persalinan caesar bisa mendapatkan pengalaman melahirkan yang lebih positif, aman, dan manusiawi.

Dokter Esfi Triana, Sp.OG berpraktik di RS Murni Teguh Ciledug pada :
Senin 13.30-17.00
Selasa 13.30-19.00
Rabu 12.30-19.00
Kamis 12.30-19.00
Jumat 13.30-19.00
Sabtu 08.30-14.00

Update Harga Emas 17 Karat Hari Ini 30 April 2025: Info Lengkap dan Terbaru

0

Bogordaily.net – Harga emas 17 karat hari ini Rabu 30 April 2025  terus mengalami perubahan mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah.

Untuk harga emas hari ini 30 April 2025, berdasarkan data dari Laku Emas, nilainya tercatat stabil dibandingkan hari sebelumnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Perhiasan

Fluktuasi harga emas perhiasan, termasuk emas 17 karat, sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti permintaan industri perhiasan global, nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah, serta kebijakan bank sentral terkait cadangan emas.

Karena itu, sangat penting bagi pembeli maupun investor untuk terus memantau perkembangan harga emas setiap hari.

Harga Emas Perhiasan Hari Ini dari Beberapa Brand Terkemuka – 30 April 2025

Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun dari Laku Emas (CMK Group), Raja Emas Indonesia, dan Hartadinata Abadi, berikut daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat per Selasa, 30 April 2025:

Laku Emas (CMK Group):

  • Emas 24 Karat per gram: Rp 1.526.000 (Stabil)
  • Emas 22 Karat per gram: Rp 1.327.000 (Stabil)
  • Emas 20 Karat per gram: Rp 1.208.000 (Stabil)
  • Emas 17 Karat per gram: Rp 1.022.000 (Stabil)
  • Emas 16 Karat per gram: Rp 960.000 (Stabil)

Pantau Harga Emas 

Dengan tren harga emas yang terus berubah, penting bagi konsumen dan investor untuk memeriksa update harian, terutama bagi yang tertarik pada harga emas 17 karat hari ini 30 April 2025.

Mengetahui harga terbaru bisa membantu menentukan waktu terbaik untuk membeli atau menjual emas perhiasan.***

Gubernur Kaltim Juluki Dedi Mulyadi “Gubernur Konten”

0

Bogordaily.net – Di ruang rapat yang biasanya penuh formalitas dan bahasa kaku, kemarin siang ada tawa ringan.

Rapat antara para gubernur dan Komisi II DPR RI itu tiba-tiba jadi lebih hidup. Bukan karena isi rapatnya yang mengguncang.

Tapi karena satu julukan ringan yang dilemparkan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.

“Gubernur Konten,” katanya sambil menoleh ke arah Dedi Mulyadi.

Dedi, mantan Bupati Purwakarta yang sekarang Gubernur Jawa Barat, hanya tersenyum. Tidak tersinggung. Tidak juga membantah.

Julukan itu memang tidak salah-salah amat. Ia memang rajin membuat konten. Hampir tiap hari. Tentang apapun. Dari urusan rakyat kecil sampai soal keris dan batu akik.

Kang Dedi, begitu ia biasa dipanggil, lantas bicara. Ia tak banyak menanggapi soal julukan itu. Tapi, seperti biasa, ia sisipkan sedikit punchline: konten-kontennya itu ternyata berdampak juga pada anggaran.

“Dulu kami habis Rp 50 miliar untuk iklan. Sekarang cukup Rp 3 miliar saja. Tapi viral terus,” kata Dedi.

Gubernur Konten. Julukan yang mungkin terdengar lucu bagi sebagian orang. Tapi di tangan Dedi Mulyadi, konten menjadi alat komunikasi yang meruntuhkan tembok antara pemerintah dan rakyatnya.***

Matel (Mata Elang): Kajian Kriminalitas Praktik Mata Elang dalam Perspektif Hukum Indonesia

0

Fenomena praktik Mata Elang (Matel) dalam dunia pembiayaan kendaraan bermotor di Indonesia telah menimbulkan berbagai persoalan hukum dan sosial.

Mata Elang umumnya merujuk pada pihak ketiga yang bertugas melacak kendaraan bermotor yang menjadi objek jaminan fidusia dan melakukan penarikan terhadap kendaraan tersebut apabila debitur menunggak pembayaran.

Praktik ini kerap kali dilakukan tanpa surat tugas resmi atau tanpa melibatkan aparat penegak hukum, sehingga menimbulkan potensi pelanggaran hukum.

Dari sudut pandang hukum pidana, aktivitas Matel yang memaksa pemilik kendaraan menyerahkan kendaraannya dapat melanggar Pasal 368 KUHP tentang pemerasan.

Jika dilakukan dengan kekerasan atau ancaman, tindakan tersebut juga dapat dikategorikan sebagai pencurian dengan kekerasan (Pasal 365 KUHP).

Selain itu, jika dalam proses penarikan terjadi perampasan di jalan atau kekerasan fisik, pelaku dapat dijerat pasal-pasal tambahan seperti perbuatan tidak menyenangkan atau penganiayaan.

Dari perspektif hukum perdata dan perlindungan konsumen, Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menegaskan hak konsumen untuk dilindungi dari tindakan yang sewenang-wenang.

Praktik Matel yang menarik kendaraan tanpa prosedur sah dapat dianggap melanggar hak-hak tersebut. Terlebih, berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 18/PUU-XVII/2019, eksekusi objek jaminan fidusia hanya dapat dilakukan melalui pengadilan atau secara sukarela oleh debitur.

Ketidakteraturan dalam praktik Matel juga telah menimbulkan keresahan publik, mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meminta pemblokiran aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh oknum Matel, karena disinyalir melanggar ketentuan perlindungan data dan etika penagihan.

Dengan demikian, praktik Matel yang melampaui batas hukum dapat digolongkan sebagai bentuk kriminalitas terorganisir dengan modus operandi yang menyasar masyarakat awam, serta memanfaatkan ketidaktahuan konsumen terhadap hak-haknya.

Negara perlu hadir secara aktif melalui penguatan regulasi, pengawasan ketat terhadap industri pembiayaan, serta edukasi hukum kepada masyarakat agar tidak menjadi korban intimidasi.

Praktik Mata Elang (Matel) dalam sistem pembiayaan kendaraan bermotor di Indonesia telah menjadi sorotan publik, terutama karena metode yang digunakan dalam menarik objek jaminan fidusia cenderung melanggar hukum dan meresahkan masyarakat.

Matel umumnya bekerja sebagai pihak ketiga dari perusahaan leasing, namun tindakan mereka acap kali bertentangan dengan norma hukum dan prinsip perlindungan konsumen.

Aspek Hukum Pidana
Praktik penarikan kendaraan oleh Matel yang dilakukan dengan paksaan atau intimidasi dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Beberapa pasal yang berpotensi dilanggar antara lain:
Pasal 368 KUHP – Pemerasan:

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan sesuatu…”

Pasal 365 KUHP – Pencurian dengan Kekerasan:

Jika kendaraan diambil secara paksa di jalan tanpa persetujuan debitur, maka dapat dianggap sebagai pencurian dengan kekerasan.

Pasal 335 KUHP – Perbuatan Tidak Menyenangkan:
Digunakan jika Matel melakukan intimidasi atau ancaman yang menyebabkan rasa takut atau ketidaknyamanan pada korban.

Aspek Hukum Perdata dan Perlindungan Konsumen
Dalam kerangka hukum perdata dan perlindungan konsumen:
Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Menjamin hak konsumen untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan perlindungan dari tindakan sewenang-wenang (Pasal 4).

Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia
Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 18/PUU-XVII/2019, disebutkan bahwa eksekusi terhadap objek jaminan fidusia hanya dapat dilakukan:

Jika terdapat persetujuan sukarela dari debitur.

Jika tidak sukarela, maka harus melalui permohonan eksekusi ke pengadilan negeri.

Penarikan sepihak oleh Matel tanpa dasar hukum yang sah bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut dan dapat dianggap melanggar hak debitur.***

Oleh: Fajril Miftahul Qirom, Wakil Ketua Bidang Eksternal PC PMII Kota Bogor

Peringatan HKB Nasional Kota Bogor Diguncang “Gempa Bumi”

0

Bogordaily.net – Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional Tahun 2025 diperingati sebagai momen penting untuk menguatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana.

Di Kota Bogor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersinergi dengan banyak pihak memberikan edukasi guna meningkatkan kesiapsiagaan bencana melalui simulasi penanggulangan bencana gempa bumi.

Simulasi gempa bumi dipilih lantaran belum lama ini gempa terjadi di Kota Bogor. Selain itu, simulasi ini merupakan langkah antisipatif untuk meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai bencana yang kerap melanda “Kota Hujan”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara sinergis oleh BPBD dengan melibatkan unsur pemerintah dan berbagai instansi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Praja Muda Karana (Pramuka).

Tidak hanya melibatkan aparat, partisipasi warga menjadi hal penting sebagai bagian dari edukasi dan upaya meningkatkan kesiapan menghadapi bencana.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

“Kota Bogor sebagai salah satu daerah dengan risiko bencana tinggi tentu harus mempersiapkan diri, bukan hanya aparat TNI, Polri, dan Pemda, tetapi juga masyarakat yang harus siap menghadapi kebencanaan,” ujar Dedie Rachim saat apel Hari Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Kresna, Selasa (29/4/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh, menyampaikan bahwa apel kesiapsiagaan bencana yang rutin digelar setiap tahun ini akan dilaksanakan secara bergiliran di seluruh kecamatan di Kota Bogor agar edukasi “Siap untuk Selamat” dapat menjangkau masyarakat secara merata.

Ia menegaskan, bahwa peran terbesar dalam upaya penyelamatan saat bencana adalah diri sendiri. Oleh karena itu, sosialisasi kesiapsiagaan harus terus dilakukan secara kolaboratif.

“Media transfer literasi ini tidak hanya berupa sosialisasi kesiapsiagaan, tetapi juga melalui komunikasi dari mulut ke mulut yang sangat penting. Maka, pengurus wilayah penting dibentuk sebagai perpanjangan tangan kami untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.***

Warga Bantarjati Kota Bogor Jadi Korban Penggelapan Motor, Ingin Pelaku segera Ditangkap

0

Bogordaily.net – Apriyanto, warga Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor menjadi korban penipuan dan penggelapan satu unit kendaraan motor matic milik pribadi.

Ia menjelaskan bahwa kejadian berawal dari terduga pelaku yaitu MI yang hendak meminjam motornya dengan modus untuk mengecek kendaraan di bengkel.

Ia menambahkan, kejadian tindak pidana penipuan dan penggelapan kendaraan tersebut terjadi pada 19 Januari 2025 sekitar pukul 08.10 WIB di kediaman pribadinya.

Tanpa menaruh rasa curiga ia memberikan kendaraannya untuk dipinjam oleh terduga pelaku tersebut.

“Pelaku mau mengembalikan kendaraan pada siang harinya, namun tak kunjung datang. Bahkan STNK motor diambil secara diam-diam di dompet,” kata Apriyanto

Korban kemudian melaporkannya kepada pihak Polsek Bogor Utara, pada 20 Januari 2025, sehari setelah kejadian tindak pidana tersebut.

Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp11 juta karena hilangnya motor matic jenis honda beat yang dibawa kabur terduga pelaku.

Korban juga sempat menghubungi kepada pihak keluarga terduga pelaku, namun mereka tidak mengetahui keberadaan pelaku. Bahkan nomor kontak HP juga tidak aktif.

“Semoga si pelaku segera dapat ditangkap dan mempersempit ruang geraknya, juga agar tidak ada korban korban lainnya yang menimpa saya dan korban lainya dari si pelaku,” tutup Apriyanto. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Suara Petani Untuk Masa Depan Pertanian

Bogordaily.net – Pertanian adalah salah satu sektor penting yang mendukung kehidupan dan perekonomian masyarakat Indonesia. Namun, hingga sekarang, petani masih menghadapi berbagai tantangan besar. Mulai dari hasil panen yang rendah, kesulitan mendapatkan pupuk dan alat pertanian, hingga harga jual hasil tani yang tidak menentu. Semua itu membuat hidup petani masih jauh dari sejahtera.

Melihat kondisi ini, mahasiswa IPB University yang tergabung dalam BEM KM melalui program Semarak Bumi Tani (Seruni) mengadakan kegiatan diskusi bersama petani di Desa Tegal Waru, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung berbagai keluhan dan kesulitan yang dihadapi para petani di lapangan.

Dari hasil diskusi, ditemukan beberapa masalah utama yang menjadi hambatan besar dalam kegiatan pertanian di desa tersebut. Berikut ini adalah rangkuman dari permasalahan yang disampaikan oleh petani dan menjadi suara petani:
1. Gagal Panen
Banyak lahan pertanian tidak memiliki pengairan yang cukup, terutama saat musim kemarau. Akibatnya, tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik dan petani mengalami gagal panen.
2. Kurangnya Penyuluhan dan Pendampingan
Sebagian besar petani masih menggunakan cara bertani tradisional. Mereka kesulitan mendapatkan informasi tentang cara bertani yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Hal ini membuat petani kesulitan menghadapi hama, penyakit, dan perubahan cuaca.
3. Terbatasnya Modal
Modal menjadi hambatan besar bagi petani. Harga jual hasil tani yang terus menurun membuat petani kekurangan uang untuk memulai musim tanam berikutnya. Akibatnya, mereka tidak bisa membeli pupuk, benih, atau alat yang dibutuhkan.

4. Sulitnya Akses Kebutuhan Petani
Petani juga kesulitan mendapatkan pupuk, benih unggul, dan alat pertanian modern. Tempat penjualan yang jauh dan sistem distribusi yang rumit menyulitkan petani, terutama yang tinggal di pedesaan.
5. Ketergantungan Pada Tengkulak
Karena tidak ada akses ke pasar yang luas, petani terpaksa menjual hasil panen mereka kepada tengkulak. Sayangnya, harga yang ditentukan tengkulak sering kali jauh di bawah harga pasar. Akibatnya, pendapatan petani tidak sebanding dengan usaha mereka di ladang.

Masalah-masalah ini menunjukkan bahwa petani masih menghadapi banyak kesulitan untuk bisa hidup layak. Oleh karena itu, kita semua baik pemerintah, mahasiswa, pelaku usaha, maupun Masyarakat perlu ikut terlibat membantu. Suara petani dan kebutuhan petani harus menjadi perhatian utama dalam membuat kebijakan pertanian. Jika petani sejahtera, maka pertanian Indonesia akan semakin maju dan kuat di masa depan.***

Rayent Aria Kencana

 

Memperkuat Sumber Daya Manusia di RSUD Kota Bogor: Transformasi untuk Pelayanan Prima (1)

0

Bogordaily.net – Di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit menjadi aspek krusial yang tak bisa diabaikan. RSUD Kota Bogor, sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama, telah melakukan serangkaian inovasi untuk memperkuat kompetensi tenaga medisnya guna mendukung terwujudnya pelayanan prima. Lalu transformasi apa saja yang telah dilakukan?

Oleh : Patrick

Sebelum transformasi, RSUD Kota Bogor menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan SDM. Mulai dari proses rekrutmen yang kurang terstruktur, minimnya pelatihan, serta komunikasi yang tidak efektif menjadi kendala utama. Banyak pegawai yang merasa kurang terampil dan tidak siap menghadapi tuntutan pelayanan yang terus berkembang.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Pelatihan RSUD Kota Bogor, Ahmad Irawan, M.Si mengungkapkan, bila RSUD Kota Bogor telah mengalami transformasi signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dibawah kepemimpinan dr. Ilham Chaidir, M.Kes.

Sebagai contoh dalam proses rekrutmen tenaga medis misalnya. RSUD Kota Bogor melakukan proses seleksi secara selektif dengan fokus pada kualifikasi dan potensi individu. Tenaga medis yang memiliki kompetensi dan semangat melayani yang akan diterima untuk bekerja.

Sementara terkait pengukuran kompetensi petugas medis, RSUD telah bertransformasi menjadi lebih modern dan adaptif. Perubahan ini dianggap penting mengingat dinamika dunia Kesehatan terus mengalami perkembangan, dimana kebutuhan pasien dan teknologi medis terus mengalami perubahan.

Untuk memberikan pelayanan prima kepada Masyarakat, RSUD Kota Bogor menerapkan standar wajib profesi bagi lulusan lulusan D4/S1 bagi perawat, nutrisionis, bidan, dan farmasi. Sementara bagi mereka yang sudah lebih dahulu bekerja, namun belum memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan, diberi kesempatan sampai dengan tahun 2028 untuk memenuhi standar wajib profesi.

Bila sampai waktu yang ditentukan tak kunjung memenuhi persyaratan, maka mereka akan dialihkan ke posisi administratif. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap berada di tangan yang terlatih dan kompeten.

Dengan tenaga medis yang lebih terlatih dan siap menghadapi tantangan, RSUD Kota Bogor dapat memberikan layanan yang lebih baik dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ini adalah langkah nyata menuju pelayanan kesehatan yang berkualitas dan profesional,” tegas Irawan, sapaan akrabnya.

Mentoring dan Pendampingan Memperkuat Kolaborasi

Irawan juga mengatakan bila RSUD Kota Bogor telah melakukan transformasi signifikan dalam sistem mentoring bagi tenaga medis baru. Kata dia, pendampingan akan memberikan banyak dampak positif bagi pelayanan. Dimana akan terjalin hubungan yang erat antara tenaga medis senior dan junior. Selain itu, akan ada banyak pengalaman dan pengetahuan yang dapat dibagikan. Adapun manfaat lain, yakni menciptakan lingkungan kerja yang lebih kohesif dan mendukung.

Pelatihan Berkelanjutan

Irawan juga mengungkapkan, bila RSUD Kota Bogor telah menerapkan program pelatihan berkelanjutan yang beragam. Pelatihan ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan tenaga kesehatan dan pelayanan prima kepada masyarakat. Pelatihan yang ditawarkan, seperti Kardiologi Dasar, Sertifikasi Bedah Dasar, dan pelatihan lainnya.

“Kami ingin tenaga kesehatan tidak hanya terampil, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan terbaru dalam dunia medis,” katanya.

Dengan adanya pelatihan berkelanjutan, maka akan tercipta budaya belajar yang berkelanjutan di RSUD Kota Bogor. Tentu ini baik dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih dinamis dan responsif.

“Kami percaya bahwa pembelajaran adalah kunci untuk kemajuan,” tambah Irawan.

Pelatihan Interaksi dengan Pasien

Selain pelatihan hard skills, tenaga medis RSUD Kota Bogor juga dibekali dengan pelatihan pengembangan Soft Skills berupa komunikasi yang efektif, problem solving, dan etika kerja. Hal ini dianggap penting lantaran soft skills tersebut akan berpengaruh pada peningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Yang kita layani ini orang sakit. Maka penting untuk menciptakan pengalaman pasien yang positif, sehingga mereka merasa lebih aman dan nyaman saat mendapatkan perawatan di RSUD Kota Bogor”

Tentunya, pengalaman yang positif ini, akan meningkatkan kepuasan pasien serta berkontribusi pada kesembuhan mereka. “Ini adalah langkah strategis menuju pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih manusiawi,” tegasnya.

Meningkatkan Kualitas melalui Evaluasi

Evaluasi kinerja di RSUD Kota Bogor kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih sistematis dan transparan. Dengan evaluasi yang dilakukan setiap triwulan, rumah sakit ini berupaya menciptakan akuntabilitas di setiap level. Evaluasi kinerja tidak hanya sekadar untuk menilai, tetapi juga sebagai alat untuk melakukan perbaikan berkelanjutan.

“Kami ingin semua orang di RSUD merasa bertanggung jawab atas kualitas pelayanan yang mereka berikan”. Ini menciptakan lingkungan di mana setiap insan RSUD Kota Bogor merasa memiliki peran penting dalam mencapai tujuan rumah sakit.

Dalam prosesnya, Evaluasi kinerja juga melibatkan pekerja itu sendiri. Dengan cara ini, setiap pekerja dapat memberikan masukan dan umpan balik yang konstruktif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan proses evaluasi kedepan. “Kami percaya bahwa keterlibatan adalah kunci untuk menciptakan budaya kerja yang positif,” tambah Irawan.

Membangun Ketahanan Mental Tenaga Medis

Lebih lanjut, Irawan juga mengungkapkan, untuk menghadapi tantangan pekerjaan yang berat, RSUD Kota Bogor menyediakan berbagai kegiatan untuk mengatasi stres dan burnout di kalangan tenaga medis. Untuk kebugaran fisik, dilakukan kegiatan olahraga seperti futsal, bulu tangkis, dan sebagainya. Sementara untuk kesehatan spiritual, dilakukan secara rutin pengajian setiap Jum’at di Masjid Asy-Syifa RSUD Kota Bogor.

“Kami percaya bahwa keseimbangan antara fisik dan spiritual adalah kunci untuk mengelola stres,” katanya.

Kegiatan yang disebutkan tadi, lanjut Irawan, akan membantu tenaga medis untuk bersosialisasi dan merelaksasi pikiran setelah jam kerja yang panjang.

Selain itu, program pendukung seperti konseling juga disediakan untuk membantu tenaga medis mengatasi tantangan yang mereka hadapi.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap tenaga medis memiliki akses ke dukungan yang mereka butuhkan,” jelas Irawan. ***

Tertipu Biaya Naik Haji, Puluhan Santri Polisikan Kiainya

Bogordaily.net – Puluhan santri tertipu biaya naik haji hingga puluhan juta rupiah. Mereka pun melaporkan kiainya, KH Ozen, ke Mapolsek Caringin, Polres Bogor, Selasa, 29 April 2025.

Sepuluh orang santri sebagai korban antara lain Abdul Japar, Diman Hilman, Kiai Pendi, M Parid, Ki Ohe, Andi, Ajum, Herman, Arif, dan Juli.

Kesepuluh korban, merupakan santri atau jamaah pengajian dari pelaku, KH Ozen, yang beralamat di Kampung Pasirkuda, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Para korban mengalami kerugian rata-rata Rp25 juta, yang disetor ke KH Ozen dan rekannya bernama Ismail Marzuki.

Para korban terperdaya setelah mendapat iming-iming bisa naik haji sekaligus dijanjikan mendapat pekerjaan dengan menggunakan Visa Ummul (visa untuk pekerjaan).

Para korban menyetor biaya sejak tahun 2024. Mereka kerap mendapat janji-janjinya manis bahwa akan diberangkat ibadah haji. Namun nyatanya hingga 2025 para korban tak kunjung diberangkatkan.

Biaya naik haji yang dikeluarkan para santri makin membengkak, karena setiap rangkaian kegiatan dimintai sejumlah uang di antaranya untuk biaya manasik haji di Karawang dan Lombok, pembuatan paspor, suntik vaksin meningitis, hingga penukaran uang rupiah ke riyal.

“Karena para korban tidak juga berangkat ibadah haji dan KH Ozen sudah berulang-ulang ditagih untuk mengembalikan dana serta dua kali kami somasi tidak ada itikad baik, maka kami mendapat kuasa dari para korban untuk melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” papar kuasa hukum para santri, Ujang Suja’i Toujiri dari Kantor Hukum Ujang Suja’i dan Associate, di Mapolsek Caringin, Selasa, 29 April 2025.

Menurut Ujang Suja’i, berdasarkan bukti-bukti yang ada pelaku terancam dijerat Pidana Pasal 372 dan 378 KUHP, tentang penipuan dan penggelapan.

“Dari total 10 orang korban ini saja sudah mencapai kerugian Rp80 jutaan. Semuanya diperkirakan mencapai Rp250 jutaan,” sebutnya.

Ujang Suja’i menambahkan, jika dilihat dari kronologis dan modus yang dilakukan pelaku, KH Ozen patut diduga melakukan perbuatan munafik karena melakukan perbuatan yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan
memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, dan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya.

Para korban, kata Ujang Suja’i, masih membuka pintu musyawarah dengan pelaku. “Para korban bersedia bakal mencabut laporan polisi jika pelaku mengembalikan uang kepada para korban,” ujarnya.

Para Korban Kecewa Laporan Polisi Ditunda

Melalui kuasa hukumnya, para korban menyatakan kekecewaan dan kehawatirannya karena upaya pelaporan terhadap terduga pelaku penipuan dan penggelapan dana ibadah haji ditunda.

Penundaan itu dipicu oleh kehadiran petugas Baminsa Desa Pancawati berinisaial WN, yang datang ke Mapolsek Caringin, setelah dipanggil oleh petugas penerima laporan untuk menghadapi rencana membuat laporan polisi.

Dihadapan para korban, WN mengambil inisiatif menelfon Kepada Desa Pancawati, selanjutnya setelah berkomunikasi melalui telfon, kepada para korban dan kuasa hukum, petugas Babinsa tersebut menghimbau dan menjamin hendak ikut serta dan menyelesaikan permasalahan, ditingkat musyawarah desa dengan kepala desa Pancawati.

“Para korban menjadi khawatir karena ada keterkaitan antara terduga pelaku dengan kepala desa,” terang Ujang.

Mencermati tindakan yang diambil WN, kuasa hukum melontarkan keherananya kenapa petugas Babinsa tersebut bertindak seolah Penyidik. Padahal menurut Ujang, seharusnya petugas Babinsa tidak boleh menjadi penyidik dan tidak berada di kantor Polsek.

“Apakah ini merupakan sabotase yang berusaha menghalangi pelaporan para korban? Karena dia menghimbau dilakukan mediasi ditingkat kelurahan dalam rangkan penyerahan uang milik korban,” kata Ujang Suja’i.

Kehadiran WN, lanjut Ujang karena petugas penerima di mapolsek Caringin memanggil WN, supaya datang ke Mapolsek untuk menghadapi para korban yang hendak membuat laporan polisi.

“Kok ada Babinsa yang menjadi penyidik pembantu? sepertinya berusaha menghalang halangi para korban yang ingin melapor,” pungkas Ujang, melontarkan kecurigaannya.

(Acep Mulyana)