Home Blog Page 957

Ragam Selaras, Pameran Seni untuk Suarakan Isu Keadilan Sosial

0

Bogordaily.net — Art Speaks Justice (ASJ) kembali menggelar pameran seni bertajuk ‘Ragam Selaras’ yang menjadi medium untuk menyuarakan suara-suara yang selama ini kerap tak terdengar melalui karya seni instalasi.

Pameran ini diselenggarakan pada 28 April hingga 4 Mei 2025 di Dieu Geura Arts and Community Space, Jalan Selang No. 25, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Ketimpangan sosial masih menjadi isu serius di Indonesia, mulai dari akses terhadap lingkungan hidup yang layak, diskriminasi dalam profesi, hingga keterbatasan akses terhadap keadilan.

Kelompok rentan seperti masyarakat miskin kota, penyandang disabilitas, kelompok ragam gender, masyarakat adat, populasi kunci, dan orang dengan HIV (ODHIV) menjadi pihak yang paling terdampak oleh kesenjangan ini.

Ragam Selaras merupakan hasil dari serangkaian proses dialog warga yang merangkum keresahan masyarakat terhadap tiga isu utama air, profesi yang termarjinalkan, dan perdagangan manusia. Ketiga isu tersebut kemudian diolah secara artistik melalui lokakarya partisipatif bersama para seniman.

Dalam pameran ini, tiga karya utama yang dihadirkan antara lain “Cai Beak, Manusa Balangsak” karya GeneratifA, yang mengajak audiens merefleksikan hubungan manusia dengan ekosistem air.

“Legit” karya Mahdi Albart, yang mengkritisi ketimpangan pengakuan profesi melalui instalasi visual berbentuk sertifikat yang provokatif.

“Foucault+Delete” karya Ahmad Fauzan, yang membongkar kekuasaan tersembunyi di balik sistem sosial yang membuka ruang terjadinya perdagangan manusia.

Selain pameran dan pertunjukan seni, ASJ juga membuka ruang dialog yang melibatkan komunitas pekerja seni jalanan, peneliti sosial, hingga penegak hukum untuk mendiskusikan solusi atas ketertiban kelompok pengamen jalanan.

Di penghujung acara, pengunjung dapat mengikuti aktivasi kreatif berupa sablon gratis sebagai bentuk partisipasi aktif dalam gerakan ini.

Edo Walad, Ketua Penyelenggara, menegaskan bahwa Art Speaks Justice merupakan ruang gerak di mana seni bertemu suara komunitas untuk mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif.

“Melalui karya seni, kami ingin menyuarakan keadilan sosial, memperluas kesadaran tentang isu kesetaraan, serta menciptakan ruang kolaborasi antara komunitas, seniman, pembuat maupun pelaksana kebijakan, dan pers,” kata Edo.

Di setiap karya yang ditampilkan, pengunjung diajak untuk tidak hanya melihat, tetapi juga mendengar, merasakan, dan bergerak bersama.

Sebab, kesetaraan bukan sekadar wacana, melainkan tindakan yang harus diperjuangkan—dengan keberanian untuk berbicara melalui karya.

Melalui “Ragam Selaras”, Art Speaks Justice mengajak publik untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi bagian dari gerakan menuju keadilan sosial yang lebih inklusif.

Pameran ini terbuka untuk umum dan berlangsung hingga 4 Mei 2025 di Dieu Geura Arts and Community Space, Bogor.***

Ibnu Galansa

RS Murni Teguh Ciledug Kini Menyediakan Pelayanan Endoskopi

0

Bogordaily.net – Endoskopi, sebuah prosedur medis yang memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam tubuh manusia secara langsung melalui alat berbentuk tabung fleksibel, semakin berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi medis.

Prosedur ini tidak hanya memudahkan diagnosis berbagai penyakit, tetapi juga memberikan solusi bagi pengobatan minimal invasif, yang meminimalkan risiko dan waktu pemulihan pasien.

Menurut data dari Global Endoscopy Devices Market Report 2024, pasar peralatan endoskopi diperkirakan akan tumbuh sebesar 7,5% per tahun, mencerminkan peningkatan permintaan terhadap prosedur ini di seluruh dunia.

Teknologi endoskopi modern kini semakin canggih dengan penambahan fitur seperti kamera 4K, pencitraan beresolusi tinggi, dan alat tambahan yang memungkinkan pengobatan langsung pada organ yang diperiksa.

Inovasi-inovasi ini tidak hanya mempercepat proses diagnosis, tetapi juga meningkatkan tingkat akurasi dalam mendeteksi berbagai kondisi medis, dari penyakit gastrointestinal hingga kanker. Hal ini disampaikan oleh DR. Haidar Abdullah, SP.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Murni Teguh Ciledug.

“Pada dasarnya, endoskopi prosedur medis yang memungkinkan dokter melihat bagian dalam tubuh tanpa perlu melakukan pembedahan besar”, jelas dr. Haidar ditemui di RS Murni Teguh Ciledug.

Prosedur ini menggunakan alat khusus berupa selang kecil berkamera yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, atau lubang lainnya, tergantung pada area yang diperiksa. ​

Banyak kondisi medis yang bisa didiagnosis dengan akurat lewat endoskopi, seperti tukak lambung, gastritis dan kanker.

Selain itu, prosedur endoskopi juga memungkinkan untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) yang digunakan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Endoskopi sendiri dikenal sebagai prosedur dengan rasa sakit yang minim. Biasanya pasien diberikan obat penenang atau anestesi lokal untuk kenyamanan. Dalam beberapa kasus, memang pasien akan merasakan kembung atau mual setelah dilakukannya prosedur endoskopi,” tutup dr. Haidar.

DR. Haidar Abdullah, SP.PD berpraktik pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu dari jam 08:00 sampai jam 10:00. ***

Pertama di Kabupaten Bogor, RSUD Cibinong dan Pos Indonesia Resmikan Layanan Pengantaran Obat ke Rumah Pasien

Bogordaily.net – Dalam upaya meningkatkan kemudahan dan kenyamanan layanan kesehatan bagi masyarakat, RSUD Cibinong meresmikan layanan pengantaran obat ke rumah pasien, hasil kolaborasi strategis dengan PT Pos Indonesia (Persero).

Peresmian layanan ini dilakukan dalam sebuah seremoni sederhana namun penuh makna di area depan gedung Direksi RSUD Cibinong bertepatan dengan kegiatan apel pagi, Senin (28/4).

Direktur RSUD Cibinong, dr. Yukie Meistisia, A Satoto, SH.MH.Kes, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi salah satu wujud nyata transformasi layanan kesehatan publik di era modern dan pertama di Kabupaten Bogor.

“Kami memahami bahwa tidak semua pasien memiliki kemudahan akses untuk mengambil obat secara langsung ke rumah sakit. Kerjasama ini akan membantu pasien agar lebih cepat, mudah dan efisien termasuk pasien yang membutuhkan penanganan khusus seperti lansia, pasien dengan keterbatasan mobilitas, serta pasien kronis, untuk mendapatkan obat secara tepat waktu dan aman,” ujar dr. Yukie, dalam sambutannya.

Direktur RSUD Cibinong, dr. Yukie Meistisia, A Satoto, SH.MH.Kes,

Melalui kemitraan ini, pasien yang telah mendapatkan resep dari dokter di RSUD Cibinong dapat memilih layanan pengantaran obat ke rumah, cukup dengan mendaftar di pojok pendaftaran resmi yang sudah disediakan, dengan jangkauan logistik nasional, memastikan obat dikirimkan ke alamat pasien dengan prosedur pengemasan dan pengiriman yang sesuai standar keamanan farmasi.

Executive Manager PT Pos Indonesia, Mariana Wijayanti yang turut hadir dalam acara ini, mengapresiasi kerjasama ini sebagai langkah sinergis antara layanan publik dan BUMN untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami berkomitmen mengantarkan tidak hanya paket, tapi juga harapan. Dengan kerjasama ini, kami ingin membantu RSUD Cibinong memperluas layanan dan mendekatkan kesehatan kepada masyarakat,” kata Mariana.

Sejalan dengan itu, Tentri May Simbolon, Supervisor Penjualan ritel dan kemitraan PT Pos Indonesia turut memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada RSUD Cibinong yang sudah mempercayakan kepada pihaknya untuk meningkatkan mutu pelayanannya.

“Pelayanan ini akan sangat membantu masyarakat. Mereka tidak perlu datang maupun antre lama di rumah sakit untuk mengambil obat,” tandasnya.

Peluncuran layanan ini juga sejalan dengan program transformasi layanan yang tengah digencarkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bogor. RSUD Cibinong sebagai rumah sakit rujukan regional di Jawa Barat diharapkan dapat menjadi role model dalam inovasi layanan publik yang berorientasi pada pasien.

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur RSUD Cibinong dan diserahkan kepada pihak PT. Pos Indonesia serta presentasi produk knowledge dari PT.Pos Indonesia kepada pengunjung Rumah Sakit di area pendaftaran tentang bagaimana system dan prosedur tata cara pengantaran obat yang dikirimkan langsung kepada pasien di wilayah Kabupaten Bogor dan daerah luar Bogor. ***

Satreskrim Polresta Bogor Kota Tangkap Dua Orang Polisi Gadungan

0

Bogordaily.net – Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil menangkap dua orang yang mengaku sebagai anggota buser atau polisi gadungan.

Diketahui, dua polisi gadungan bernama Perdiansyah (26) dan M Riefley Aulia alias Rifley (31) menjalankan aksinya di wilayah Bogor Timur, Kota Bogor.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho mengatakan, dalam aksinya, kedua pelaku mengaku-ngaku sebagai anggota buser kepolisian dan memeras pekerja (kuli) bangunan.

“Kita dapat jelaskan, kejadian (pemerasan) ditanggal 26 April 2025 . Polsek Bogor Timur mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada laporan seorang masyarakat atau diduga pura pura menjadi buser atau anggota polisi,” katanya kepada wartawan, Senin, 28 April 2025.

Modus pemerasan yang dilakukan para pelaku yaitu dengan mengecek handphone milik korban untuk memastikan apakah terdapat situs judi online atau tidak.

Ia menambahkan, pelaku melakukan pemerasan dengan menggeledah dan merampas dua buah HP dari korban, lalu meminta uang sebesar Rp500.000 untuk menebus HP tersebut.

“(Dua pelaku) diamankan setelah warga melapor ke Polsek Bogor Timur tentang adanya pemerasan terhadap dua kuli bangunan,” lanjutnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa motor, rompi berlogo ‘Bareskrim’ dan handphone milik korban yang dirampas pelaku. Kedua pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan di Polsek Bogor Timur. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim Resmikan Gedung Baru SMK Kesatuan, Dorong Lulusan Siap Bersaing Global

0

Bogordaily.netWali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meresmikan gedung baru SMK Kesatuan Bogor yang berlokasi di Jalan Raya Pajajaran, Komplek Pulo Armen, Baranangsiang, Bogor Timur, pada Senin, 28 April 2025.

Gedung baru ini khusus diperuntukkan untuk bidang perhotelan dan kuliner, dua sektor yang dinilai sangat strategis dalam menyerap tenaga kerja profesional.

Dedie menyatakan bahwa sektor perhotelan dan kuliner sangat dibutuhkan di Indonesia, terutama untuk mengantisipasi tantangan penyerapan tenaga kerja.

Ia menekankan pentingnya peran SMK dalam menyiapkan lulusan yang benar-benar siap kerja.

“SMK harus mempersiapkan semua itu. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, saya juga mendorong agar SMK Kesatuan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, khususnya di Jepang, Jerman, dan beberapa negara lain,” ujar Dedie kepada wartawan usai meresmikan gedung baru.

Dedie menambahkan, penting bagi sekolah menyesuaikan kurikulum dengan permintaan pasar global.

Ia mencontohkan, sektor hospitality di Jepang yang membutuhkan tenaga kerja di bidang perhotelan dan kuliner.

“Selain keterampilan teknis, saya minta agar siswa juga dibekali dengan kemampuan berbahasa dan pemahaman budaya negara tujuan, seperti Jepang. Dengan begitu, saat mereka lulus, mereka bisa langsung mendapatkan sertifikat dan siap bekerja, tanpa harus menunggu lama,” katanya.

Menurut Dedie, peluang kerja di luar negeri menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Ia berharap, SMK Kesatuan mampu mencetak lulusan Kota Bogor yang berkualitas dan mampu berkompetisi di pasar global.

Menjawab pertanyaan tentang upaya mengantisipasi pengangguran, Dedie menegaskan bahwa pendidikan vokasi seperti SMK menjadi salah satu solusi nyata.

“Salah satu cara adalah dengan mempersiapkan tenaga kerja yang siap kontribusi bagi bangsa dan negara, tanpa harus menunggu lama melalui jalur perguruan tinggi,” tutup Dedie.(Ibnu Galansa)

TOP 4 Indonesian Idol Season XIII Tampil Bareng Juicy Luicy di Spektakuler Show 11!

0

Bogordaily.net – Perjuangan TOP 4 Indonesian Idol masih terus berlanjut di babak Spektakuler Show 11.

Tersisa empat finalis terbaik pilihan Indonesia yaitu Fajar Noor, Mesa Hira, Shabrina Leanor dan Vanessa Zee yang siap menampilkan kemampuan terbaik mereka agar bisa lolos ke babak Road To Grand Final.

Di panggung Spektakuler Show 11 keempat finalis akan menampilkan kolaborasi spesial bersama salah satu band ternama yaitu Juicy Luicy.

Mereka akan membawakan lagu-lagu populer dari Juicy Luicy dengan aransemen dan warna yang menjadi khas mereka masing masing antara lain:

  • Fajar Noor x Juicy Luicy – Tanpa Tergesa
  • Mesa Hira x Juicy Luicy – Sayangnya
  • Shabrina Leanor x Juicy Luicy – Terlalu Tinggi
  • Vanessa Zee x Juicy Luicy – Mawar Jingga

Tak hanya itu, keempat finalis juga akan menyanyikan lagu-lagu dari asal daerah mereka. Lagu-lagu daerah yang akan mereka bawakan adalah:

  • Fajar Noor – Pulut Roham (Jun Munthe)
  • Mesa Hira – Jamila (Jovri Tarigan)
  • Shabrina Leanor – Seni Budaya Kite (Rora Ayu Suzen)
  • ⁠Vanessa Zee – Boru Panggoaran (Victor Hutabarat)

Turut hadir juga Alumni Indonesian Idol Season X yaitu Mirabeth Sonia dan Olivia Pardede yang juga akan menggebrak panggung dengan membawakan medley lagu nusantara.

Senin lalu, Babak Spektakuler Show 10 Indonesian Idol Season XIII menghadirkan kolaborasi istimewa antara lima finalis terbaik dengan maestro musik Indonesia, Yovie Widianto.

Angie membawakan lagu “A Thousand Years” milik Christina Perri, selain itu ia juga berkolaborasi dengan Yovie Widianto membawakan lagu “Sebatas Mimpi”.

Penampilannya yang penuh perasaan dan teknik vokal yang matang berhasil memukau para judges dan berhasil mendapatkan tiga standing ovation.

Begitu juga dengan Fajar yang tampil dengan lagu klasik “Nothing’s Gonna Change My Love for You” yang dipopulerkan oleh George Benson serta kolaborasinya dengan Yovie Widianto dengan membawakan lagu “Menjaga Hati”.

Ia mendapatkan pujian dari para juri atas interpretasinya yang tulus, dan mendapatkan dua standing ovation dari judges.

Mesa membawakan lagu “Die With A Smile” serta lagu “Merindu Lagi” saat berkolaborasi dengan Yovie Widianto.

Dengan gayanya yang khas dan kontrol vokal yang impresif, ia mampu membawakan lagu tersebut dengan penuh kharisma, menurut Teh Ocha, “Kamu makin lama mampu menguasai panggung dengan asik!”.

Shabrina memilih lagu “Let’s Get Loud” dari Jlo dan membawakan lagu “Takkan Terganti” untuk berkolaborasi dengan Yovie Widianto.

Penampilannya yang penuh energik dan penguasaan panggung yang kuat, sekaligus berhasil bikin baper penonton. Sedangkan Vanessa membawakan lagu “Arcade” dari Duncan Laurence, serta berkolaborasi dengan Yovie Widianto membawakan lagu “Soulmate”.

Dengan pembawaannya yang menyentuh dan vokal yang jernih, Vanessa berhasil membawa penonton ke dalam suasana lagu yang melankolis, dan berhasil mendapatkan satu standing ovation dari judges.

Namun sayangnya langkah Angie Carvalho harus terhenti di babak Spektakuler Show 10, maka Indonesian Idol Season XIII menyisakan persaingan ketat antara empat finalis yakni Fajar Noor, Mesa Hira, Shabrina Leanor dan Vanessa Zee.

Jangan lupa dukung terus finalis favoritmu dengan cara vote melalui aplikasi RCTI+ dan jadilah bagian dari sejarah perjalanan musik Indonesia!

Saksikan babak Spektakuler Show 11 yang menampilkan TOP 4 Indonesian Idol Season XII, Senin 28 April, pukul 21.15 WIB hanya di RCTI kanal digital 28 UHF untuk pemirsa Jabodetabek.

Pasang STB/TV digital dan arahkan antena ke pemancar RCTI. Pastikan STB, antena, kabel, dan koneksi Anda berfungsi dengan baik.

Jika mengalami gangguan, hubungi RCTI Layanan Solusi Digital di 08569003900 atau melalui Instagram @officialRCTI.***

DPRD Tuntut Pemkab Bogor Temukan Solusi untuk Pengangguran yang Meningkat

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara menanggapi tingginya angka pengangguran di sejumlah kecamatan, khususnya di wilayah Cibinong.

Adapun, Kecamatan Cibinong tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pengangguran terbanyak, dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Pemkab Bogor beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tahun 2024, menunjukkan bahwa angka pengangguran tertinggi berada di Kecamatan Cibinong dengan 6.518 orang.

Kemudian, disusul Jasinga 3.397 orang, Sukaraja 3.176 orang, Cileungsi 3.074 orang, dan Nanggung 2.963 orang.

Menanggapi hal tersebut, Sastra Winara menyebut tingginya angka pengangguran ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah, terutama di masa awal kepemimpinan Bupati Bogor yang baru.

“Itu tantangan buat pemerintah, di bulan kedua mudah-mudahan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi angka pengangguran,” kata Sastra, Senin 28 April 2025.

Kemudian, sebelum mencapai 100 hari kerja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah memiliki solusi konkret untuk mengatasi masalah ini, yang menurutnya sangat mendesak untuk segera ditangani.

“Karena cibinong menurut data pengangguran paling banyak. Tentu ini tantangan buat pemerintah daerah untuk segera cari solusi yang terbaik,” jelasnya.

“Dan mudah-mudahan sebelum 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, pemerintah daerah sudah punya solusinya,” tambah Sastra.

Selain itu, pengentasan pengangguran harus menjadi prioritas karena menyangkut kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bogor secara keseluruhan.(Albin Pandita)

Pastikan Pelayanan Optimal, Kapolres Bogor Cek Sarana dan Prasarana di Polres Bogor 

0

Bogordaily.net – Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi sarana dan prasarana di lingkungan Polres Bogor, pada Senin 28 April 2025.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polres Bogor untuk memberikan pelayanan terbaik serta optimal kepada masyarakat.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro memeriksa berbagai fasilitas hingga peralatan pendukung operasional lainnya.

Ia menegaskan bahwa kesiapan sarana dan prasarana yang memadai merupakan faktor penting dalam menunjang kinerja personel sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kepolisian khususnya Polres Bogor.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh fasilitas yang ada di Polres Bogor dalam kondisi prima, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan dapat merasa puas, nyaman, aman, dan terlayani dengan baik,” ujar AKBP Rio, Senin 28 April 2025.

Sementara itu, Polres Bogor berkomitmen untuk terus berbenah dan berinovasi demi mewujudkan pelayanan kepolisian yang cepat, transparan, dan humanis, sejalan dengan semangat Polri Presisi, dengan visi dan misi Polri untuk masyarakat.(Albin Pandita)

TPS 3R Katulampa Jadi Role Model Pengelolaan Sampah di Kota Bogor

0

Bogordaily.netPemerintah Kota (Pemkot) Bogor meresmikan hasil revitalisasi Taman Kreasi Olah Sampah Terintegrasi (Takesi) TPS 3R Katulampa yang terletak di Mutiara Bogor Raya (MBR), Katulampa, Bogor Timur, pada Sabtu 26 April 2025. Fasilitas baru ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dalam sambutannya, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengatasi masalah sampah di Kota Bogor.

Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi harus menjadi gerakan bersama.

“Mari kita terus tingkatkan kesadaran bersama untuk memilah sampah sejak dari rumah,” tegasnya.

Wali Kota juga menegaskan revitalisasi TPS 3R Katulampa menjadi bagian penting dari strategi penanganan sampah. TPS 3R Katulampa ini adalah contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berkolaborasi untuk mengurangi dampak sampah di lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa Kota Bogor tidak hanya menjadi kota yang bersih, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan sampah yang terstruktur dengan baik,” jelasnya.

Wali Kota Dedie juga berharap bahwa konsep ini bisa diterapkan di seluruh wilayah Kota Bogor.

Mereka akan terus mendorong pembentukan TPS 3R di setiap kelurahan dan kecamatan, agar sampah yang ada bisa dikelola dengan baik.

“Ini adalah upaya kita untuk mewujudkan Kota Bogor yang lebih bersih, tertata, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TPS 3R Katulampa, Bandung Sahari menjelaskan, TPS 3R Katulampa mengelola lebih dari 900 kepala keluarga dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 1,7 ton per hari. Sekitar 50 persen di antaranya merupakan sampah organik.

“Dengan fasilitas yang lebih lengkap, kami bisa mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat, sementara sampah plastik yang bisa didaur ulang kami proses di bank sampah,” jelasnya

TPS 3R Katulampa, yang merupakan singkatan dari Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), berkomitmen melanjutkan pengelolaan Sampah terpadunya. Salah satunya dengan mengembangkan pengolahan sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi.

“Kami bisa mengolah sampah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Kami bahkan bisa menghasilkan telur yang diproduksi dari sampah organik, yang sebelumnya kami fermentasi,” ujarnya.

Sahari juga menjelaskan sampah organik banyak diolah menjadi pakan ternak dan kompos.

Ini pun bisa mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Kota Bogor.

Tak hanya itu, TPS 3R Katulampa juga menghasilkan roster dari sampah plastik yang dicacah. Roster ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pembangunan jalan setapak atau kebutuhan konstruksi lainnya.

“Roster ini berasal dari plastik bekas bungkus indomie, kopi, dan barang-barang plastik lainnya yang sulit didaur ulang. Kami mencacahnya, campur dengan material lain, dan menghasilkan roster yang bisa digunakan kembali,” ungkapnya.

Selain pengolahan sampah yang berbasis daur ulang, fasilitas ini juga menjadi pusat pembelajaran. Baik bagi warga sekitar dan pengunjung yang tertarik untuk belajar tentang ekonomi sirkular.

“Kami sering menerima tamu dari berbagai daerah yang ingin belajar tentang bagaimana sampah bisa diolah menjadi bahan yang memiliki nilai jual,” ujar Sahari.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto menyampaikan, revitalisasi TPS 3R Katulampa menjadi bagian strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. TPS 3R ini diklaim sebagai salah satu model pengelolaan sampah terbaik di Kota Bogor.

“Kami berharap bisa mereplikasi konsep ini ke lebih banyak titik di Kota Bogor, agar sampah dapat dikelola dengan baik dan tidak menumpuk di TPAS,” ujar Denni.

Saat ini, Kota Bogor memiliki 30 TPS 3R yang tersebar di berbagai kecamatan, namun belum semuanya memiliki fasilitas dan semangat pengelolaan sampah yang sebaik TPS 3R Katulampa. Revitalisasi ini, Denni berharap bisa meningkatkan kapasitas pengolahan sampah dan kesadaran masyarakat.

“Saat ini, pengolahan sampah di TPS 3R baru mencapai 20-25%. Ke depan, kami menargetkan bisa mencapai 30% dengan semakin banyaknya TPS 3R yang memiliki fasilitas seperti ini,” tambahnya.

Sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor, WWF Indonesia melalui program Plastic Smart Cities juga ikut mendukung revitalisasi ini.

Program ini bertujuan mendukung upaya pengurangan sampah plastik dan meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di tingkat komunitas.

Program Coordinator Plastic Smart Cities WWF Indonesia, Munawir mengungkapkan, kerja sama dengan TPS 3R Katulampa sudah berjalan sejak tahun 2023. Mereka mendukung revitalisasi ini dengan memberikan sejumlah bantuan

“Salah satu diantaranya transportasi untuk mempermudah pengangkutan sampah, serta pendampingan untuk pengembangan lembaga dan kapasitas pengelolaan sampah,” ujar Munawir.

Program Plastic Smart Cities ini adalah inisiatif global WWF untuk mengembangkan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Di Kota Bogor, mereka memiliki sembilan mitra TPS dan Bank Sampah, termasuk TPS Mekarwangi, Bank Sampah DSBI, dan Kos Pandai di Rangga Mekar.

“Kami juga berupaya mengajak industri besar kemasan untuk ikut bertanggung jawab melalui program Extended Producer Responsibility (EPR). Strategi kami adalah mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengelola sampah,” jelasnya.***

Atty Somaddikarya Dukung Perjuangan Ono Surono Kembalikan Hibah Pesantren dan Masjid di APBD Jabar 2025

0

Bogordaily.netAnggota DPRD Kota Bogor menegaskan arti sebuah perjuangan harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Jawa Barat. Ia menyebut Ono Surono, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, sebagai “penyambung lidah” rakyat dalam memperjuangkan pentingnya perhatian serta intervensi APBD Provinsi Jawa Barat bagi pondok pesantren.

Ia juga mengingatkan, penerima manfaat hibah tersebut harus benar-benar bersih, jelas, dan tepat sasaran.

“Dengan begitu pernyataan pa ono sebagai wakil pimpinan DPRD di provinsi menegaskan pentingnya sentuhan materi dari pemerintah untuk pondok pesantren dan masjid,” jelasnya.

“Akan tetapi jangan sampai salah sasaran. Jangan fiktif harus jelas,” tambah Atty

Pernyataan ini menanggapi langkah Ono Surono yang mengapresiasi rencana perubahan APBD 2025, di mana bantuan untuk yayasan pondok pesantren dan masjid akan dimasukkan kembali, setelah sebelumnya sempat dihapus tanpa keterlibatan DPRD, menimbulkan polemik di masyarakat.

“Alhamdulillah, perjuangan saya dan rekan-rekan DPRD Jabar berhasil mengembalikan hibah untuk pesantren dan masjid dalam perubahan APBD 2025,” ujar Ono kepada media, Senin 28 April 2025.

Ia menambahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Bappeda Jabar telah mengumumkan lewat media sosial tentang rencana memasukkan kembali bantuan tersebut, yakni sekitar Rp135 miliar untuk pesantren dan Rp9 miliar untuk masjid.

Ono juga meminta Gubernur untuk membangun sistem verifikasi dan validasi ulang terhadap 371 lembaga yang sudah terdaftar.

Ia menekankan, lembaga yang tidak jelas harus dicoret, sementara penerima dengan nominal bantuan yang terlalu besar harus dikoreksi.

Selain itu, Ono mendorong agar dibuka kembali pendaftaran bagi pesantren dan masjid yang belum pernah menerima hibah, serta meminta agar perubahan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) diumumkan secara terbuka ke seluruh Jawa Barat.

“Jika langkah ini terus dilakukan, maka keadilan, transparansi, keterbukaan, dan kolaborasi akan menjadi fondasi untuk mewujudkan Jawa Barat yang istimewa,” tutup Ono.

Sebelumnya, berdasarkan dokumen Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2025 tentang perubahan APBD, banyak yayasan dan pesantren yang semula menerima hibah akhirnya dicoret.

Dari 372 penerima hibah untuk sarana dan prasarana spiritual, 370 di antaranya batal menerima dana.

Dari total anggaran Rp153,58 miliar, hanya Rp9,25 miliar yang tersalurkan, yakni kepada LPTQ Jabar sebesar Rp9 miliar dan Yayasan Mathlaul Anwar Ciaruteun Udik Kabupaten Bogor sebesar Rp250 juta.

Demikian pula, dalam program Fasilitasi Kelembagaan Bina Spiritual, dari 38 calon penerima, hanya 7 yang tetap mendapatkan hibah, dengan anggaran berkurang dari Rp48,965 miliar menjadi Rp23,26 miliar.(Ibnu Galansa)