Home Blog Page 977

Digelar Hari Ini, Berikut Jadwal dan Rute Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Jadwal dan rute Kirab Mahkota Binokasih yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam rangka rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke 541 pada 21 dan 22 April 2025.

Adapun pada hari ini Senin, 21 April 2025 dimulai penyambutan rombongan Mahkota Binokasih pada pukul 14.00 – 16.00 WIB di Lapangan SMKN 1 Cibinong 

Kemudian, pada pukul 16.00-17.00 WIB Kirab Mahkota Binokasih menuju Kabupaten Bogor tepatnya di Auditorium Setda, Cibinong.

Dilanjutkan dengan talkshow dan seminar pada pukul 19.00-21.00 WIB. Serta ditutup dengan pertunjukan wayang golek untuk masyarakat Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, pada pukul 21.00-Selesai.

Selanjutnya, pada Selasa tanggal 22 April 2025 kegiatan berlanjut dengan upacara pelepasan Kirab Mahkota Binokasih pada pukul 09.30 WIB.

Sementara itu,  Bupati Bogor, Rudy Susmanto membeberkan persiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menyambut kedatangan Mahkota Binokasih Pajajaran ke Bumi Tegar Beriman pada Senin, 21 April 2025.

Menurut Rudy, kirab Mahkota Binokasih Pajajaran merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh warga Kabupaten Bogor sejak lama.

“(Kedatangan) Mahkota Binokasih bukan dari Pemkab Bogor yang meminta, bahkan kami meminta dari beberapa tahun yang lalu tidak pernah terealisasi,” kata Rudy Susmanto.

“Ini tanpa kita rencanakan tiba-tiba dari Keraton Sumedang Larang (bahwa) Mahkota Binokasih akan melaksanakan kirab, dan akan mampir di Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Oleh karena itu, Rudy mengaku akan mempersiapkan proses penyambutannya dengan cara yang sakral.

“Kami mempersiapkan tidak dengan cara yang mewah, tapi dengan cara yang sakral disambut oleh masyarakat Kabupaten Bogor dan inilah asal muasal cikal bakal Kerajaan Pajajaran sebelum Kabupaten Bogor berdiri,” ujar Rudy.

Lebih lanjut, penyambutan yang sakral merupakan salah satu cara melestarikan sejarah budaya.

“Tujuannya hanya satu, kita sama-sama mengenang dan melestarikan sejarah budaya yang ada di Kabupaten Bogor yaitu tanah Pajajaran,” ungkapnya.***

Albin Pandita

Muh. Daffa Akbar Putra Palsan: Belajar, Berkarya dan Berkontribusi dalam Bidang Pangan

0

Bogordaily.net – Muh. Daffa Akbar Putra Palsan adalah seorang mahasiswa yang memilik minat besar di bidang pangan, serta pengembangan UMKM. Lahir di Palopo, Sulawesi Selatan, 8 Agustus 2003, Daffa tumbuh menjadi seorang yang aktif dalam organisasi serta memiliki berbagai pengalaman dalam proyek penelitian dan inovasi pangan.

Laki-laki yang lahir di Palopo ini telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan dan profesionalisme. Pendidikan formalnya dimulai di SMPN 3 Palopo sebelum melanjutkan ke SMPN 4 Cianjur untuk menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertamanya. Ia kemudian melanjutkan ke SMAN 2 Cianjur, di mana ia mulai aktif dalam organisasi dan menunjukkan jiwa kepemimpinannya dengan menjabat sebagai Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Pengalaman ini memberinya banyak wawasan mengenai manajemen organisasi, kepemimpinan, dan pengembangan keterampilan komunikasi yang efektif.

Setelah lulus dari SMA 2 Cianjur, Daffa melanjutkan studinya di Sekolah Vokasi IPB University dalam Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan (SJMP), Daffa terus mengasah kemampuannya dengan bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Vokasi (HIMAVO) Pangan dan Gizi. Ia pertama kali terlibat sebagai Staf Departemen Kaderisasi sebelum akhirnya dipercaya menjadi Wakil Ketua Departemen. Dalam perannya, ia bertanggung jawab dalam membimbing mahasiswa serta mengelola berbagai program pengembangan organisasi.

Selain aktif dalam organisasi, Daffa juga terlibat dalam berbagai proyek yang berfokus pada inovasi pangan dan pengembangan UMKM. Salah satu proyek yang ia jalankan bersama rekan timnya adalah pendampingan UMKM Kue Kering Ibu Denok dalam memperoleh Sertifikat Halal, yang membantu pelaku usaha kecil dalam memahami regulasi serta perizinan industri rumah tangga.

Dalam bidang inovasi pangan, Daffa turut serta dalam pengembangan berbagai produk berbasis bahan lokal. Tak hanya itu, ia juga meneliti kepuasan konsumen terhadap produk ayam dengan menyusun jurnal penelitian berjudul “Studi Kasus Tingkat Kepuasan Konsumen Dr. Chicken Cimahpar”.

Melalui proyek-proyek yang telah ia jalankan, Daffa memperoleh banyak manfaat yang mendukung pengembangan keilmuan dan keterampilan pribadinya. Setiap proyek menjadi sarana pembelajaran yang memperluas wawasan tentang regulasi pangan, inovasi pengolahan makanan, serta penelitian konsumen. Selain itu, pengalaman tersebut juga membantunya dalam mengasah berbagai soft skill, seperti kerja sama tim, berpikir kritis, problem solving, manajemen waktu, serta kemampuan komunikasi yang lebih baik.

Selain berorganisasi dan menjalankan proyek, Daffa juga memiliki pengalaman magang di industri pangan tepatnya di PT Dmamam Sehatin Indonesia pada bagian Quality Control. Selama magang, ia mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bagaimana industri pangan bekerja, serta bagaimana ilmu yang ia pelajari di bangku kuliah dapat diaplikasikan dalam dunia nyata.

Pengalaman ini juga menjadi bekal penting dalam persiapannya menghadapi dunia kerja, di mana ia belajar bahwa baik hard skill maupun soft skill memiliki peran yang sangat penting dalam dunia profesional.

Namun, selama menjalani magang, Daffa menghadapi berbagai tantangan yang menguji kemampuan adaptasi dan ketahanannya. Salah satu tantangan terbesar adalah menghadapi lingkungan kerja yang dinamis dengan tuntutan pekerjaan yang berbeda dari yang biasa ia pelajari di kelas, menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang cepat.

Selain itu, ia juga harus belajar mengelola waktu dengan baik, mengingat adanya tugas dari kampus yang tetap harus diselesaikan di tengah kesibukan magang. komunikasi dengan tim kerja juga menjadi tantangan lain yang harus ia hadapi.

Dalam menghadapi tantangan selama magang, Daffa berusaha menjaga keseimbangan diri dengan melakukan aktivitas yang ia sukai, berdiskusi dengan teman dekat, keluarga, serta pembimbing lapangan untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi masalah yang dihadapinya. Jika diperlukan, ia juga berkonsultasi dengan dosen agar mendapatkan arahan yang lebih tepat.

Akbar Putra,  menanamkan mindset bahwa setiap tantangan adalah bagian dari proses pendewasaan dan menjadi pembelajaran berharga untuk masa depan. Dengan menghadapi tantangan ini, ia merasa semakin siap untuk memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, di mana ketahanan mental, fleksibilitas, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi faktor penting dalam kesuksesan profesional.

Di usia 21 tahun, Akbar Putra berperan sebagai Asisten Dosen di Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi IPB University. Dalam perannya sebagai asisten dosen, ia membantu dalam berbagai kegiatan akademik, seperti mendampingi dan membimbing mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan dan membantu dosen dalam pengajaran.

Pengalaman ini semakin memperkuat pemahamannya dalam bidang pangan, sekaligus memberikan kesempatan untuk lebih mengembangkan keterampilan dalam dunia akademik dan profesional.

Dengan berbagai pengalaman yang telah ia peroleh, Daffa terus berusaha mengembangkan diri dan berkontribusi dalam bidang pangan.***

Shabilla Azahra, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

SDM Kreatif VS Teknologi AI: Apakah AI Sudah Mulai Mengambil Alih Dunia Creative?

0

Bogordaily.net – Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan masif, telah menciptakan mesin yang dapat meniru kecerdasan manusia. Konsep AI sebenarnya sudah mulai dikembangkan sebelum tahun 1956, dengan berbagai tokoh yang ikut berkontribusi. Namun, baru-baru ini karena kecanggihannya yang semakin mengagumkan membuat AI menjadi perhatian publik dan penggunaan teknologi ini juga tidak luput dari kehidupan manusia. AI terus berkembang dan mengalami kemajuan pesat, dengan machine learning dan deep learning menjadi fokus utamanya. Tidak hanya menyentuh sektor industri atau bisnis, kini AI juga mulai masuk ke wilayah kreatif. Lalu, apakah SDM kreatif masih punya tempat di era yang semakin didominasi oleh mesin kecerdasan buatan? Ataukah kreativitas manusia akan tergantikan oleh algoritma dan data?

Dua Kekuatan yang Berbeda
SDM kreatif adalah individu yang mampu menciptakan gagasan, karya, dan solusi yang unik melalui perpaduan antara nalar, rasa, dan pengalaman hidup. Sementara itu, AI adalah teknologi yang mampu belajar dan meniru pola, menghasilkan karya berdasarkan data besar yang dianalisis secara sistematis. Keduanya memiliki kelebihan. AI unggul dalam kecepatan dan efisiensi, sementara manusia unggul dalam nilai, makna, dan kedalaman emosi yang terkandung dalam karyanya.

AI Telah Memasuki Ranah Kreatif
Dalam beberapa waktu terakhir, dunia kreatif dikejutkan oleh kehadiran AI yang mampu menghasilkan karya dalam waktu singkat dan dengan hasil karya yang memuaskan. Salah satu contohnya adalah tools AI pembuat logo yang kini tersedia bebas di internet.

Hanya dengan mengetikkan kata kunci, kita bisa mendapatkan berbagai macam variasi desain logo dalam hitungan detik. Praktis? Tentu. Namun hal ini memunculkan kekhawatiran besar bagi desainer grafis terutama mereka yang selama ini mengandalkan proses berpikir dan eksplorasi visual secara mendalam.

Kasus lain yang ramai dibicarakan adalah munculnya karya-karya AI yang meniru gaya khas Studio Ghibli. Karya-karya ini memang terlihat mengagumkan dan banyak sekali orang-orang dari berbagai kalangan mencoba convert foto mereka menjadi style ghibli hanya dengan mengetik promt yang sesuai.

Bahkan tak banyak orang yang membuka jasa mengubah foto menjadi style ghibli dengan GPT AI di online shop. Namun bagi Hayao Miyazaki, pendiri Studio Ghibli, hal tersebut adalah bentuk kemunduran.

Dalam salah satu wawancara, ia menyebut karya AI sebagai “penghinaan terhadap kehidupan” karena tidak memiliki nilai emosional dan kedalaman makna seperti yang dimiliki karya manusia.

Di Indonesia, kontroversi penggunaan AI juga muncul ketika sebuah animasi yang digunakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital ternyata dibuat dengan bantuan AI.

Komunitas kreatif mempertanyakan mengapa kementerian tidak melibatkan para animator lokal yang memiliki kompetensi tinggi. Bagi mereka, penggunaan AI tanpa mempertimbangkan partisipasi SDM kreatif lokal bisa dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap potensi dalam negeri.

Kolaborasi, Bukan Kompetisi
Daripada melihat AI sebagai ancaman, akan lebih bijak jika kita melihatnya sebagai alat bantu. AI bisa digunakan untuk mempercepat proses teknis, mengeksplorasi ide awal, atau menghasilkan referensi visual.

Namun, arah dan makna dari sebuah karya tetap harus ditentukan oleh manusia. Kolaborasi antara SDM kreatif dan AI justru bisa membuka kemungkinan baru dalam dunia seni, desain, dan media.

Tantangan dan Peluang di Era AI
Tantangan terbesar saat ini adalah menjaga orisinalitas dan nilai karya manusia. Ketika semua orang bisa membuat “karya” lewat prompt AI, maka SDM kreatif harus mampu menunjukkan kualitas yang tak bisa diduplikasi; nilai, kedalaman, dan kejujuran. Di sisi lain, AI juga membuka peluang besar.

Dengan bantuan AI, kreator bisa lebih fokus pada ide dan pesan, sementara proses teknis bisa dipercepat. Bahkan, profesi baru bisa muncul dari integrasi AI dan kreativitas, seperti AI prompt designer, kurator hasil AI, atau creative AI supervisor.

Kesimpulan
Teknologi AI memang luar biasa, namun manusia tetap memegang kunci utama dalam dunia kreatif. Kreativitas sejati lahir dari pengalaman hidup, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan yang tidak bisa direplikasi oleh mesin. SDM kreatif tidak akan hilang, selama ia mau terus belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi dengan teknologi.

Masa depan bukan tentang memilih antara manusia atau mesin, melainkan bagaimana keduanya bisa berjalan bersama untuk menciptakan karya yang lebih bermakna. Pendidikan pun harus ikut berkembang. Anak-anak muda perlu diajarkan untuk berpikir kritis, berani beda, dan tahu cara memakai teknologi dengan bijak.***

Fauzia Ayu Kamila, Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University

Mahasiswi Tewas Tertimpa Batu di Gunung Putri Bogor Saat Latihan Panjat Tebing

0

Bogordaily.net – Seorang mahasiswi meninggal dunia saat latihan panjat tebing di Gunung Putri, Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu 20 April 2024.

Anak-anak pencinta alam itu tidak pernah mengira hari itu menjadi hari terakhir bagi AN. Seorang mahasiswi.

Usianya baru 19 tahun, warga Jonggol Kabupaten Bogor. Pagi itu, Gunung Putri di Bogor menyambut mereka dengan udara segar.

AN dan beberapa temannya datang bukan untuk bertualang biasa. Mereka datang dengan semangat: latihan panjat tebing. Untuk Mapala.

Sebuah nama yang kerap membuat anak-anak muda berani memeluk dinding batu, menaklukkan ketinggian, dan mengakrabi bahaya.

Seorang senior, sudah di atas tebing. Ia memasang tali, memastikan lintasan panjat siap.

Di bawah, AN dan teman-temannya meregangkan otot. Pemanasan biasa.

Lalu muncul getaran. Suara gemuruh datang dari atas. Secepat teriakan Azis: “Awas batu!”

Dan benar. Batu itu jatuh. Tidak satu. Tapi cukup untuk membuat semua berlarian. Lima anak muda itu mencoba menyelamatkan diri. Tapi tak semua berhasil.

AN ditemukan dalam genangan air. Tak bergerak. Tak bernyawa.

Kronologisnya sederhana, tapi menyayat. Sekitar pukul 08.15 pagi, mereka bersiap. Peregangan. Persiapan.

Sebuah awal yang biasa untuk kegiatan luar ruang. Tapi siapa sangka: batu dari atas datang tanpa aba-aba. Tanpa ampun.

Kapolsek Gunung Putri, AKP Aulia Robby Kartika Putra, menjelaskan panjang lebar soal kronologisnya. Tertimpa batu yang jatuh dari tebing.

“Mereka berlima sudah merencanakan akan melakukan kegiatan olahraga panjat tebing dalam rangka latihan Mapala, pecinta alamnya di Ipwija itu'” jelasnya kepada wartawan.

Yang jelas: identitas korban sudah diketahui. AN. 19 tahun. Mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi di kawasan Jakarta.

Duka menyelimuti teman-temannya. Juga keluarga yang kini tengah bersiap menerima jenazah.

Peristiwa mahasiswi meninggal dunia saat latihan panjat tebing di Gunung Putri Kabupaten Bogor ini menjadi kabar duka bukan hanya untuk keluarga tapi juga bagi para pencinta alam.***

Museum Basoeki Abdullah, Karena ke Museum Cukup Rp5 Ribu Saja!

0

Bogordaily.net – Museum Basoeki Abdullah atau yang kini sering disebut Musbadul adalah destinasi wisata yang menjadi saksi perjalanan hidup maestro pelukis Indonesia, beraliran realis dan naturalis. Terletak di Cilandak, Jakarta Selatan.

Museum ini menyimpan sedikitnya 123 buah koleksi museum dan 270 koleksi pribadi Basoeki Abdullah. Wisatawan tidak hanya dapat melihat koleksi lukisan Basoeki Abdullah, tetapi juga patung, topeng, wayang, dan senjata tradisional.

Inilah beberapa hal yang perlu diketahui sebelum datang ke Museum

Harga Tiket Masuk
Museum menawarkan harga tiket masuk yang begitu terjangkau, di mana tiket dapat digunakan untuk menjelajahi seluruh isi museum. Selain dapat dibeli secara langsung di loket, tiket juga dapat dipesan melalui platform perjalanan Traveloka.
● Anak – Rp3.000
● Dewasa – Rp5.000
● Warga Negara Asing (Anak & Dewasa) – Rp25.000

Waktu Kunjungan dan Aksesibilitas
Museum  buka setiap Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 – 16.00 WIB.
Bagi penyandang disabilitas, terdapat lift, kursi roda, dan huruf Braille yang ditempel di tiap dinding ruangan, fasilitas ini disediakan guna memastikan setiap wisatawan dapat merasakan keindahan karya yang sama, yang telah dibuat dan diwariskan oleh Basoeki Abdullah.

Tips Wisata ke Museum Basoeki Abdullah
● Menggunakan transportasi umum, mengingat lokasi Museum hanya berjarak 1,5 km dari Stasiun MRT Fatmawati.
● Mengenakan pakaian yang sopan layaknya saat bertamu ke rumah seseorang, bagaimanapun Museum adalah rumah sekaligus tempat bersejarah.
● Tidak lupa memperhatikan koleksi pribadi milik Basoeki Abdullah, mulai dari tempat tidur hingga 3000 buah buku dan majalah.
● Mengikuti peraturan museum, salah satunya dengan tidak mendokumentasikan karya menggunakan flash.***

Fairuz Zain
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

DedraRun 2025 Jadi Ajang Silaturahmi Pelari Bogor

0

Bogordaily.net – Sebanyak 500 pelari dari berbagai komunitas meramaikan event DedraRun 2025 yang digelar di Taman Ekspresi, Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (20/4/2025).

Acara ini bukan hanya sekadar lomba lari, tetapi juga menjadi momen silaturahmi dan penguat semangat kebersamaan antar pelari Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebutkan bahwa DedraRun merupakan wadah pemersatu para runner di Kota Hujan.

“Ajang ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga menyatukan semangat kita semua menjadikan Bogor sebagai City of Runner,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang turut mengikuti fun run. Ia mengapresiasi langkah Wali Kota dalam membangun ekosistem pelari dan mendorong sport tourism di Bogor.

“Konsep City of Runnersini sangat strategis untuk meningkatkan sektor kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian,” ujarnya.

Panitia pelaksana DedraRun, Mang Riki dari Komunitas Berlima, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara ini. Secara khusus, ia mengucapkan apresiasi kepada para sponsor yang telah mendukung penuh terselenggaranya acara, yakni Bank BJB, BSI, CV Cipta Laksana Jaya, dan PDAM Tirta Pakuan.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada para sponsor. Dukungan kalian sangat berarti, sehingga acara bisa berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan,” ujar Mang Riki.

Ia juga berharap ke depan kegiatan ini bisa lebih besar dan melibatkan lebih banyak unsur, termasuk anak muda, melalui berbagai aktivitas seperti senam dan yoga. “Kami ingin lari menjadi gerakan hidup sehat, dan Bogor menjadi kota yang sehat dan bahagia lewat gerakan,” tutupnya.

Dengan semangat kolaboratif ini, DedraRun diharapkan menjadi langkah nyata menjadikan Kota Bogor sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.***

Berkat Pemberdayaan BRI, Pengusaha Batik Tulis Ini Bawa Warisan Budaya ke Pasar Global

0

Bogordaily.net – Lamongan mungkin belum dikenal luas sebagai daerah penghasil batik, namun anak muda bernama Umbar Basuki berhasil mengubah perspektif tersebut melalui Batik Tulis Soedjono. Tidak sekadar memproduksi kain batik, UMKM ini hadir dengan misi besar mengedukasi generasi muda tentang batik tulis sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.

“Di Lamongan, pemahaman masyarakat tentang batik masih terbatas,” ujar Umbar saat ditemui di ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di ICE BSD beberapa waktu lalu.

Berangkat dari tantangan tersebut, pada 2019, Umbar memulai bisnis batik tulis custom yang memberikan kebebasan bagi pelanggan untuk menciptakan motif unik sesuai imajinasi mereka.
Konsep ini mendapatkan sambutan positif dari pencinta batik karena memberikan jaminan eksklusivitas, di mana setiap motif hanya dibuat satu kali tanpa duplikasi. Lebih dari sekadar produk, Batik Tulis Soedjono juga hadir dengan misi mengubah stigma bahwa batik tulis mahal dan kaku.

“Kami ingin membuktikan bahwa batik bisa modern, fleksibel, dan terjangkau. Pelanggan bisa memiliki batik custom mulai dari Rp 250 ribu per potong,” jelas Umbar.

Perjalanan membangun Batik Tulis Soedjono tidaklah mudah. Berbeda dengan daerah lain yang memiliki ekosistem batik yang sudah mapan, Umbar harus membangun jaringan produksi dari awal. Mulai dari mendesain, membuat pola, mencanting, hingga pewarnaan, semua ia lakukan sendiri pada awal perjalanan usahanya. Namun, seiring meningkatnya permintaan, ia mulai melibatkan masyarakat sekitar dan memberikan pelatihan membatik kepada ibu-ibu setempat.

Kini, setelah lima tahun beroperasi, Batik Tulis Soedjono telah berkembang dengan memiliki sembilan karyawan tetap dan lima tenaga penjahit paruh waktu, semuanya berasal dari komunitas lokal.

“Batik ini bukan hanya tentang kain, tapi juga tentang memberdayakan masyarakat,” ujar Umbar dengan penuh semangat.

Sebagai UMKM binaan BRI Unit Sugio, Lamongan, Batik Tulis Soedjono mendapat berbagai dukungan dalam pengembangan bisnisnya. Berkat pembinaan BRI, Umbar mendapatkan akses ke berbagai pelatihan, strategi pemasaran, hingga koneksi dengan penjahit berkualitas dari UMKM binaan BRI lainnya.

“Dulu, saya hanya fokus produksi tanpa tahu cara menjual. Berkat mentoring dari BRI dan dukungan istri, usaha ini akhirnya berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Perjalanan Batik Tulis Soedjono tak hanya berfokus di pasar domestik. Pada tahun 2022, usaha ini berhasil menerima pesanan khusus dari Singapura dengan motif khas Lamongan, yaitu Daliwangun, kombinasi burung dali (sejenis walet) dan pohon wangun yang melambangkan identitas daerah tersebut. Pesanan ini menjadi bukti bahwa batik Lamongan memiliki daya saing di pasar global. Selain itu, permintaan dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Medan, Samarinda, Batam dan Ternate, terus mengalir.

Melihat manfaat besar dari ajang seperti BRI UMKM EXPO(RT), Umbar berharap kegiatan serupa dapat diperluas hingga ke kota-kota kecil agar UMKM lainnya memiliki peluang lebih besar dalam mengakses pasar yang lebih luas.
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa pada tahun keenam penyelenggaraannya, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 kembali digelar sebagai bagian dari strategi BRI dalam memperkuat peran UMKM sebagai penggerak perekonomian nasional. Acara ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari expo, showcase UMKM terkurasi, business matching, UMKM Award, hingga instalasi seni dan hiburan. Antusiasme peserta terus meningkat setiap tahunnya. Tahun ini, sebanyak 1.000 UMKM terbaik berhasil lolos seleksi ketat dan dipamerkan dalam lima kategori utama, yakni Home Decor and Craft (153 UMKM), Food and Beverage (358 UMKM), Accessories and Beauty (181 UMKM), Fashion and Wastra (273 UMKM), serta Healthcare and Wellness (35 UMKM). Selama empat hari penyelenggaraan, dari 30 Januari hingga 2 Februari 2025 lalu, acara ini sukses menarik lebih dari 63.000 pengunjung.

“Program ini bertujuan membuka akses UMKM ke pasar global serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja. BRI akan terus mendorong perluasan lapangan kerja melalui pemberdayaan UMKM dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Hendy.***

Ahmad Irfan Resmi Nahkodai GP Ansor Kota Bogor Periode 2025-2029

0

Bogordaily.net – Estafet kepemimpinan di Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor resmi berganti dari Ahmad Bustomi ke H. Ahmad Irfan untuk periode 2025-2029, melalui proses Konfercab X.

Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Ma’had Nurul Fata, Jalan Pabuaran, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu sore, 20 April 2025.

Dalam konfercab tersebut, dihadiri Ketua Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor, Timbul Pasaribu, perwakilan PW GP Ansor Jawa Barat.

Ketua PC GP Ansor Kota Bogor periode 2021-2025 Ahmad Bustomi, Kabag Kesra Setda Kota Bogor Abdul Wahid, Ketua MUI Kota Bogor KH. Tb. Muhidin, para kiai dan tokoh agama, serta Dewan Penasihat GP Ansor Kota Bogor, Zaenul Mutaqin.

Ketua PP GP Ansor, Timbul Pasaribu mengatakan, bahwa konfercab ini menjadi salah satu demokrasi dalam pemilihan ketua PC GP Ansor Kota Bogor.

Untuk itu, dirinya mendukung dan berharap bisa berjalan dengan baik, sehingga di PC GP Ansor Kota Bogor ini memiliki ketua yang baru berdasarkan hasil konfercab.

Dia pun menceritakan kilas balik lahirnya GP Ansor di Indonesia. Dimana, menurutnya lahirnya GP Ansor merupakan hasil dari perjuangan dan jasa-jasa para leluhur maupun para pendahulu.

Sehingga dirinya mengajak kepada semua kader Ansor di Indonesia, khususnya di Kota Bogor untuk tidak lupa terhadap para leluhur yang sudah berjasa di GP Ansor ini.

“Apapun yang sudah kita raih hari ini tidak terlepas jasa-jasa dari para leluhur maupun pendahulu kita. Untuk itu, kita jangan sampai lupa terhadap jasa-jasa para leluhur kita, dan senantiasa kita untuk mendoakan, berziarah kepada para leluhur kita,” kata Timbul dihadapan kader Ansor Kota Bogor.

Selain itu, dia mengajak kepada GP Ansor Kota Bogor untuk komitmen satu komando dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor yang saat ini dipimpin Addin Jauharudin.

“Beliau pimpinan tertinggi kita, dan kita harus komitmen, harus satu komando. Apapun gaungnya, apapun perintahnya, kita harus siap satu komando dari atas sampai ke bawah, karena inilah kekuatan didalam organisasi kita,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua PC GP Ansor Kota Bogor periode 2021-2025, Ahmad Bustomi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama keluarga besar GP Ansor Kota Bogor yang sudah bersama-sama menjalankan roda organisasi selama 4 tahun kebelakang.

Kemudian, dia juga mengungkapkan selama memimpin GP Ansor banyak yang sudah dilakukan olehnya, mulai dari kegiatan sosial, kemanusiaan, kaderisasi dan lain sebagainya.

“Ini tidak mudah, dan dinamika dalam berorganisasi pasti ada, tetapi kita bisa melewatinya dengan baik sehingga hari ini proses konfercab dapat berjalan,” kata Bustomi.

Dia berharap, dengan kepemimpinan H. Ahmad Irfan membuat PC GP Ansor Kota Bogor semakin baik, dan dirinya menyakini organisasi Ansor dibawah H Irfan bisa berjalan, sebab Ketua Ansor yang baru ini merupakan orang yang memiliki kemampuan dalam berorganisasi.

“Saya yakin, karena kemampuan H Irfan mampu menjalani roda organisasi GP Ansor. Kemudian, dari sisi kedekatan, kegiatan-kegiatannya juga kita ketahui bersama beliau ini bisa dan mampu, sehingga saya yakin belia bisa menjalankan roda organisasi ini dengan baik,” imbuhnya.

Sementara, Ketua PC GP Ansor Kota Bogor yang baru H Ahmad Irfan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak, terutama Ketua PP GP Ansor yang sudah hadir langsung dalam konfercab.

Kemudian, kepada keluarga besar GP Ansor Kota Bogor yang sudah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin GP Ansor Kota Bogor di periode 2025-2025.

“InsyaAllah, saya akan jalankan amanah ini dengan sebaik mungkin, dan saya juga meminta kepada teman-teman untuk bersama-sama menjalankan roda organisasi ini demi memajukan GP Ansor yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Dia melanjutkan, bahwa dirinya akan fokus pada kaderisasi di tubuh organisasi GP Ansor, karena memang ini menjadi tujuan utama dalam menjalankan kepemimpinan di GP Ansor. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penataan tata tertib kelola administrasi dan organisasi.

Bukan itu saja, kata H Irfan, pihaknya juga siap menjalankan amanah Ketua PP GP Ansor yang menyampaikan untuk satu komando dengan arahan maupun perintah Ketua Umum PP Ansor.

“Kami siap menjalankan amanah yang disampaikan Ketua PP GP Ansor Pak Timbul Pasaribu untuk satu komando, yaitu menjalankan sesuai arahan Ketua Umum kami Pak Addin Jauharudin ,” pungkasnya. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Caption : Ketua GP Ansor Kota Bogor yang baru H Ahmad Irfan. (Istimewa/bogordaily.net)

JBound Geo Edupark, Wisata Edukasi Seru di Kaki Gunung Salak Bogor

0

Bogordaily.net – Sedang mencari tempat wisata edukasi di Bogor yang lengkap dengan wahana menarik dan pemandangan alam yang indah? JBound Geo Edupark bisa menjadi pilihan terbaik untuk liburan keluarga atau kegiatan sekolah.

Lokasi Strategis JBound Geo Edupark di Kaki Gunung Salak

Lokasinya terletak di Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (MDPL), kawasan ini menawarkan udara yang sejuk dan menyegarkan khas pegunungan.

Lebih dari 20 Wahana Seru untuk Segala Usia

Di sini, pengunjung dapat menikmati lebih dari 20 wahana menarik. Beberapa wahana favorit yang bisa dijajal antara lain:

  • Rainbow Slide
  • Flying Fox
  • Banana Boat
  • ATV
  • Mini Zoo
  • Kolam Renang
  • Curug (Air Terjun)
  • Pemandian Air Panas Alami

Keunggulan utama dari tempat wisata ini adalah keberadaan pemandian air panas alami yang berasal dari urat Kawah Ratu.

Air panas tersebut dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan dan menyembuhkan berbagai penyakit.

Wahana Edukasi JBound Geo Edupark untuk Anak dan Pelajar

Tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tempat wisata ini juga menghadirkan berbagai wahana edukatif, seperti:

  • Taman Kupu-Kupu lengkap dengan laboratorium metamorfosis
  • Taman Lebah Trigona, di mana pengunjung bisa melihat proses panen madu langsung dari sarangnya

Menurut pengelola, Nasar Sarkis, JBound Geo Edupark menggabungkan unsur edukasi dan rekreasi dalam satu tempat seluas 30 hektar.

Di dalamnya juga terdapat wahana sungai, danau kecil dan besar, serta fasilitas lengkap untuk keluarga.

Aktivitas Adrenalin dan Ketangkasan

Bagi pengunjung yang menyukai tantangan, tersedia wahana adrenalin seperti Flying Fox, serta wahana keterampilan seperti Paintball War dan Memanah.

“Tempat wisata ini memiliki keunggulan udara yang sangat sejuk dan suasana alam yang asri, cocok untuk dikunjungi bersama keluarga maupun rombongan sekolah,” kata Nasar pada Minggu, 20 April 2025.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Destinasi wisata ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Terdapat dua gerbang utama, yaitu untuk area edukasi dan area pemandian air panas.

Harga Tiket Masuk:

  • Weekday: mulai dari Rp15.000 – Rp35.000
  • Weekend/High Season: mulai dari Rp20.000 – Rp40.000

Tiket pemandian air panas:

  • Weekday: Rp15.000/orang
  • Weekend: Rp20.000/orang

Tiket gerbang utama:

  • Weekday: Rp35.000
  • High Season: Rp40.000

Kesimpulan

Dengan berbagai wahana seru, edukatif, dan alami, JBound Geo Edupark merupakan destinasi wisata edukasi yang wajib dikunjungi saat berada di Bogor.

Tempat ini cocok untuk liburan keluarga, kunjungan sekolah, hingga aktivitas kelompok.

Jangan lupa ajak keluarga dan sahabat untuk menikmati kesegaran dan keindahan alam Bogor di JBound Geo Edupark.***

HUT TNI AU Ke-79, Bupati Bogor Rudy Susmanto Apresiasi “Pesta Patok” Domba Garut di Pakansari

0

Bogordaily.net – Peringati Hari Ulang Tahun ke-79 TNI Angkatan Udara, Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengapresiasi lomba seni ketangkasan Domba Garut atau yang dikenal sebagai “Pesta Patok” di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Minggu 20 April 2025.

Dalam kegiatan ini Rudy Susmanto memberikan dukungan penuh terhadap gelaran seni dan budaya tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan peternak lokal.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa, kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata komitmen Kabupaten Bogor dalam menggali dan memaksimalkan potensi peternakan daerah.

Ia menegaskan, sejak tiga tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Bogor terus menggencarkan program-program untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan, salah satunya dengan pembangunan Pasar Hewan Jonggol yang digadang-gadang menjadi pasar hewan terbesar di Jawa Barat.

“Dari tahun ke tahun kita melihat peningkatan kualitas peternak kita. Jika tiga tahun lalu kita belum pernah juara, kini kita mulai unjuk gigi. Bahkan tahun ini, Kabupaten Bogor berhasil meraih juara pertama dalam kategori lomba berat dengan bobot domba mencapai 130 kg,” kata Rudy.

Kemudian, ia menambahkan, kompetisi semacam ini bukan hanya soal prestasi, tapi juga soal penguatan ekonomi masyarakat.

“Satu domba juara bisa mengangkat ekonomi satu keluarga. Bisa saja dari satu ekor domba, lahir masa depan anak-anak yang lebih cerah seperti jadi dokter, jenderal, bahkan presiden,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan Pesta Patok ini juga menjadi momen spesial bagi masyarakat Bogor karena menyajikan pesta rakyat dengan lebih dari 2.500 jajanan gratis yang disediakan oleh pelaku UMKM lokal dan pedagang kaki lima.

Ditempat yang sama, Panglima Komando Operasi Udara I (Pangkoopsud I) Marsda TNI Mohammad Nurdin menyatakan bahwa kegiatan Pesta Patok adalah wujud dukungan TNI AU terhadap program ketahanan pangan nasional.

Adapun, kompetisi ini digelar secara serentak di 16 kota/kabupaten di wilayah barat Indonesia, dari Sabang hingga Tasikmalaya.

“Pesta Patok bukan hanya kontes biasa. Ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya peternak, untuk terus meningkatkan kualitas dan semangat beternak. Apalagi dampak ekonominya sangat signifikan, baik bagi peternak yang ikut bertanding maupun yang terinspirasi untuk memulai usaha ternak,” ujar Marsda TNI Nurdin.

Sebagai informasi, kompetisi nasional ini dibagi ke dalam tiga kelas: POEL 0, POEL 1–2, dan Kelas Ekstrem, dengan penilaian khusus pada bobot hewan. Juara pertama tingkat nasional diraih oleh peternak asal Kabupaten Bogor, menandai keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah dan para peternak dalam mencetak bibit unggul.

“Gelaran ini menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak yang luas, mulai dari pelestarian budaya hingga penguatan ekonomi dan pangan nasional,” ungkapnya.***

Albin Pandita