Tuesday, 7 April 2026
Home Blog Page 985

Viral Mayor Teddy Hormat ke Aguan, Begini Kata Istana

0

Bogordaily.net – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya alias Mayor Teddy kembali menjadi sorotan publik. Video hormat kepada sosok yang diduga konglomerat tanah air Sugianto Kusuma alias Aguan viral di media sosial X.

Kejadian Mayor Teddy memberi hormat itu diunggah oleh akun media sosial x dengan nama pengguna @Boediantar4.

Dalam video berdurasi 9 detik terlihat Seskab Teddy melakukan hormat ke sosok yang disebut akun X dengan nama pengguna @Boediantar4 sebagai Aguan. Video itu diunggah pada tanggal 22 Januari 2025.

Dalam unggahannya, akun @Boediantar4 menyebut sosok yang dihormati Teddy sebagai Aguan.

“LUAR BIASA AGUAN. SEKRETARIS KABINET KABINET HORMAT SAMA DIA,” tulis akun tersebut.

Namun apa yang dituduhkan oleh akun tersebut langsung dibantah oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana.

“Itu sama sekali tidak benar. Bukan (Aguan),” tegas Yusuf dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis, 23 Januari 2025.

Menurut Yusuf, sosok yang dihormati Teddy bukan Aguan, melainkan Mayor Jenderal TNI (purnawirawan) Asro Budi. Disebutkan Yusuf sosok Mayor Jenderal TNI (purnawirawan) Asro Budi merupakan senior mayor Teddy dan pernah menjadi Komandan Mayor Teddy.

“Beliau dulunya adalah komandan Pak Seskab saat masih bertugas di Pussenif (Pusat Kesenjataan Infanteri),” kata Yusuf.

Sebagai informasi, Aguan menjadi perbincangan publik beberapa hari terakhir menyusul isu pagar laut di Perairan Tangerang, Banten.

Pemilik Agung Sedayu Grup itu disebut-sebut sebagai sosok di pagar laut, mengingat proyek Aguan di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 memperoleh status Proyek Strategis Nasional (PSN) di zaman Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Proyek yang dimaksud sebagai PSN di Kawasan PIK 2 adalah kawasan ecotourism Tropical Coastland. ***

Itjen Kemendagri Apresiasi Tata Kelola APBD Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima kehadiran tim Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri) di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor.

Rombongan yang dipimpin oleh Inspektur II Itjen Kemendagri, Ihsan Dirgahayu, bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait pendapatan dan tata kelola APBD Kota Bogor tahun 2024–2025.

Secara umum, dijelaskan bahwa hal-hal yang dimonitoring dan dievaluasi dalam tata kelola keuangan sesuai dengan arahan Presiden, di antaranya terkait mitigasi kebocoran negara, pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien, serta belanja yang tepat sasaran.

Dengan demikian, anggaran tidak hanya teranggarkan, terlaksana, dan dapat dipertanggungjawabkan, tetapi juga memiliki nilai manfaat yang jelas.

Ihsan mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi, Kota Bogor bisa menjadi salah satu contoh yang dapat dijadikan pedoman bagi pemerintah daerah lainnya, khususnya terkait strategi, kebijakan, implementasi data, dokumen, sistem, dan aspek lainnya.

Menurut Ihsan, Kota Bogor dinilai memiliki sistem tata kelola keuangan yang sudah berjalan dengan baik. Pembuktiannya dilakukan melalui pengujian dan pengecekan, dan hasilnya nantinya akan menjadi bahan pembinaan untuk daerah lain.

Selain itu, tata kelola yang dinilai bukan untuk mencari kekurangan atau kesalahan, melainkan lebih kepada pengawasan yang kemudian menjadi instrumen pembinaan sesuai fungsi yang ditetapkan dalam regulasi, yaitu fungsi pengawasan dan pembinaan.

“Penugasan ini tidak hanya dari Itjen Kemendagri, tetapi juga melibatkan perwakilan dari Badan Pengendalian Pembangunan dan Investasi Khusus, tim yang khusus dibentuk dan bertanggung jawab langsung kepada presiden,” kata Ihsan.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat ( Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Plh Wali Kota Bogor, Hanafi, menjelaskan bahwa terkait tata kelola anggaran, Kota Bogor dalam penyusunan APBD berusaha selalu patuh terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

Dan melakukan analisis pendapatan serta belanja yang ada sesuai program prioritas yang sudah ditetapkan. Konsultasi secara berjenjang juga dilakukan dengan Pemprov Jawa Barat dalam bentuk evaluasi RAPBD.

“Semoga data dan informasi yang disampaikan dapat menggambarkan kondisi Kota Bogor dengan jelas. Intinya, kami selalu berusaha menyesuaikan dengan regulasi tentang penyusunan APBD. Yang jelas, ketika APBD ditetapkan, kami pastikan tidak mengurangi prioritas yang telah ditetapkan,” ucap Hanafi.

Ia menambahkan, semoga kegiatan ini menjadi bahan evaluasi, masukan, dan pembinaan bagi internal dalam memperbaiki kualitas dokumen perencanaan ke depan. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Menteri UMKM Dorong Cerutu Temanggung Tingkatkan Skala Produksi dan Pemasaran

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan dukungannya terhadap pengembangan produk lokal, salah satunya cerutu khas Temanggung.

Dalam kunjungannya di Pabrik Cerutu Rizona Baru bersama Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Eddy S. Bramiyanto, Jumat, (24/01), Menteri UMKM menegaskan komitmennya untuk membantu pengusaha UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

“Kami hadir untuk melihat langsung proses produksi cerutu Kenner, yang merupakan bagian dari pelestarian usaha keluarga generasi ketiga. Ini adalah bentuk apresiasi atas keberlanjutan usaha lokal yang memiliki potensi besar,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Menurutnya, cerutu Kenner buatan Pakrik Cerutu Rizona baru, memiliki cita rasa khas yang tidak kalah dengan produk cerutu impor. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan pemasaran produk tersebut agar lebih dikenal masyarakat luas.

Untuk itu, Menteri UMKM telah menugaskan Deputi Usaha Kecil untuk memberikan dukungan konkret, khususnya dalam strategi pemasaran dan kolaborasi dengan e-commerce.

“Kementerian UMKM memiliki program yang mendukung pengusaha kecil dan menengah, termasuk untuk meningkatkan akses pemasaran. Kami mendorong produk lokal agar lebih banyak dijual melalui platform digital. Saat ini, kami sedang membahas kolaborasi dengan e-commerce untuk memastikan produk UMKM mendapatkan porsi yang lebih besar,” ujar Menteri.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menekan biaya produksi sebagai strategi jangka panjang namun kualitas produk tetap terjaga. Menurutnya, skala produksi yang lebih besar dan efisiensi biaya menjadi kunci agar produk UMKM dapat bersaing dengan barang impor yang unggul dalam harga dan kuantitas.

“Kami tidak hanya membatasi masuknya produk asing, tetapi juga mendorong pengusaha UMKM untuk meningkatkan skala produksi dengan biaya serendah mungkin,” ujar Menteri Maman.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian UMKM, sedang mempersiapkan strategi bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk memperpendek rantai suplai dan memberikan pembiayaan yang mendukung efisiensi produksi.

Dalam kesempatan itu, Menteri UMKM menegaskan bahwa dukungan ini tidak hanya terbatas pada cerutu, tetapi mencakup semua sektor UMKM di Temanggung dan seluruh Indonesia.

“Strategi jangka pendek akan dilakukan untuk membatasi produk asing, namun strategi jangka panjangnya adalah memberdayakan UMKM kita agar mampu memproduksi barang berkualitas dengan biaya yang kompetitif,” ujarnya.

Langkah konkret dari Kementerian UMKM ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk lokal seperti cerutu Kenner di pasar domestik dan internasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelestarian usaha keluarga dan pertumbuhan ekonomi daerah.***

Ayo Daftar Jadi Bagian ‘FutureGen For Change’, Memajukan Pembangunan Kota Berkelanjutan

0

Bogordaily.net – Dalam rangka mewujudkan pembangunan kota berkelanjutan membutuhkan pendekatan inovatif, kolaboratif, dan berbasis teknologi.

Dan untuk mempercepat langkah di bidang ini, Pijar Foundation yang didukung oleh Kedutaan Besar Inggris melalui UK-Indonesia Tech Hub dan PoliPoli Inc. bergabung meluncurkan program FutureGen for Change (FGC) yang juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Resmi diperkenalkan pada ASEAN-Japan Future Gen Business Leaders’ Summit 2024 di Kyoto, FGC adalah inisiatif terobosan yang bertujuan memajukan pembangunan kota berkelanjutan melalui inovasi terbuka dan pembuatan kebijakan berbasis bukti.

FutureGen for Change akan berfokus pada beberapa area penting dalam pembangunan kota berkelanjutan untuk tahun 2025, seperti pengurangan angka stunting, pengembangan urban farming berkelanjutan, adaptasi dan mitigasi tantangan banjir rob, serta optimalisasi pengelolaan sampah.

Program ini akan mengundang inovator dari Asia Tenggara dan Jepang untuk membawa solusi mereka ke pasar Indonesia, menjawab tantangan perkotaan yang mendesak ini. Inovator terpilih akan mendapatkan kesempatan unik untuk menguji solusi mereka di kota mitra FGC di Indonesia, yakni Bogor (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), dan Palembang (Sumatera Selatan).

Bekerja sama dengan pemerintah kota setempat, hasil proyek percontohan ini akan dievaluasi secara mendalam untuk mengukur efektivitasnya dalam mendorong kemajuan perkotaan berkelanjutan.

Hasil ini akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan berbasis bukti, memberikan wawasan yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah untuk membentuk strategi keberlanjutan mereka. Proyek percontohan yang sukses juga akan membuka jalan bagi implementasi yang lebih luas, dari tingkat kota ke regional, bahkan nasional.

“FutureGen for Change adalah peluang luar biasa bagi semua pihak yang terlibat. Para inovator akan mendapatkan pengalaman langsung yang tak ternilai dalam menciptakan dampak nyata di pasar Indonesia. Sementara pembuat kebijakan dapat langsung mengamati dan memanfaatkan solusi berbasis bukti,” ujar Direktur Inovasi Pijar Foundation, Cynthia Krisanti.

“Program ini mewujudkan visi kami untuk memanfaatkan inovasi guna menciptakan perbedaan nyata dan berkelanjutan dalam keberlanjutan perkotaan,” katanya.

FutureGen for Change membuka pendaftaran hingga 31 Januari 2025. Para inovator yang bersemangat untuk menghadapi tantangan perkotaan dan menciptakan solusi berdampak diajak untuk mendaftar. Informasi pendaftaran dan persyaratan program tersedia di situs resmi https://fgc.futurelestari.com/

Inisiatif ini menjadi langkah besar dalam mendorong kolaborasi internasional untuk pembangunan perkotaan berkelanjutan. Dengan FutureGen for Change, baik inovator maupun pembuat kebijakan diberdayakan untuk bersama-sama menciptakan masa depan di mana kota dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi menyebut, kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat penyelesaian masalah kota.

“Kita menyambut kolaborasi dengan Pijar Foundation ini. Semoga akan banyak pelaku inovasi yang mendaftar sehingga kita banyak pilihan inovasi untuk mengurai dua isu kota yang jadi sasaran program ini, yaitu stunting dan urban farming,” katanya.

Rudy pun menyampaikan apresiasi kepada Pijar Foundation yang telah menginisi kegiatan dengan menggandeng mitra-mitra seperti UK-Indonesia Tech Hub dan PoliPoli Inc.

“Kami berharap kolaborasi ini akan menghasilkan dampak baik bagi Kota Bogor, terutama dalam upaya mempercepat penyelesaian stunting dan urban farming,” jelasnya.***

Muarajaya Wujudkan Banprov untuk Rehab Kantor Desa

0

Bogordaily.net — Berkat dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat 2024, Pemerintah Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kini mampu merehabilitasi kantor desa. Pekerjaan rehabilitasi kantor desa tengah dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Muarajaya, Kamaludin, mengatakan, melalui rehabilitasi kantor desa yang didanai Banprov ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kegiatannya sedang berjalan. Alhamdulillah saat ini sudah mencapai 75 persen. Kantor Desa Muarajaya memang sudah lama diprioritaskan untuk diperbaiki sebab sudah kurang representatif dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.

Kamaludin menerangkan, pelaksanaan rehab kantor desa dilaksanakan secara swadaya oleh Pemerintah Desa dengan melibatkan masyarakat baik dalam penyusunan perencanaan maupun dalam pelaksanaannya.

“Kami selalu melibatkan masyarakat dalam pembangunan di desa kami, karena selain bentuk keterbukaan juga untuk memberdayakan masyarakat juga bisa meningkatkan perekonomiannya,” imbuhnya.

Ditegaskannya, kegiatan rehabilitasi Kantor Desa Muarajaya sebesar Rp75.500.000.

“Dengan nilai anggaran sebesar itu kami satu paketkan pada beberapa kegiatan, di antaranya rehab pos keamanan desa (Poskamdes), pembangunan gudang desa, dan rehab ruang staf desa. Lokasinya berada di Kampung Muara RT 003 RW 004,” terangnya.

Sementara, Kepala Desa Muarajaya, Awan Setiawan, menambahkan dana Banprov dari Pemprov Jabar dapat digunakan pada berbagai kegiatan.

“Jadi penggunaan Banprov Jabar itu tidak hanya digunakan untuk rehab saja, tapi bisa juga untuk lainnya seperti memperluas kantor desa, memindahkan tata letak ruangan, membangun lantai dua dan membongkar atap,” terang Awan.

Awan menjelaskan, rehabilitasi kantor desa adalah kegiatan perbaikan atau pembangunan kantor desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitasnya.

Di samping itu, dengan kondisi kantor desa yang representatif dapat membuat masyarakat yang berkunjung ke kantor desa merasa nyaman.

“Dalam kegiatan ini, kami sudah melakukan tahapan-tahapannya antara lain persiapan, menyusun program dan pembiayaan, penentuan kebutuhan prasarana dan sarana bangunan, penyusunan jadwal pelaksanaan pembangunan serta perencanaan teknis konstruksi,” jelasnya.
(Acep Mulyana)

Cek Daya Tampung PTN di SNBP 2025: Panduan Lengkap Pilih Prodi Sesuai Kuota

0

Bogordaily.net – Bagi para siswa kelas 12 yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025, penting untuk mengetahui cara cek daya tampung setiap program studi di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN). Sejak, Kamis (23/1/2025), informasi tentang jumlah kuota di setiap program studi sudah bisa diakses secara online.

Pendaftaran untuk SNBP 2025 akan dibuka pada 4 Februari 2025. Sementara itu, registrasi akun SNPMB 2025 masih dibuka hingga 31 Januari 2025 bagi siswa yang memenuhi syarat.

Dengan informasi daya tampung yang sudah tersedia, calon mahasiswa dapat memilih program studi yang sesuai dengan kapasitas yang ada, menghindari kesalahan dalam memilih prodi yang mungkin tidak memiliki daya tampung cukup.

Tersedia data daya tampung dari 76 PTN Akademik, 44 PTN Vokasi, dan 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dengan rincian kuota untuk jenjang Diploma 3 (D3), Sarjana Terapan (D4), dan Sarjana (S1). Semua informasi ini dapat diakses melalui situs resmi SNPMB.

Panduan Lengkap Cek Daya Tampung PTN di SNBP 2025

Bagi yang ingin mengetahui kuota program studi di SNBP 2025, berikut langkah-langkah mudah untuk mengeceknya:

  • Kunjungi situs resmi SNPMB di https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/.
  • Pada halaman utama, klik ikon garis tiga di sudut kiri atas.
  • Pilih menu SNBP untuk menampilkan informasi terkait seleksi.
  • Klik bagian “Daya Tampung SNBP 2025” untuk mengakses data kuota yang tersedia.
  • Setelah itu, Anda akan melihat daftar PTN yang dapat dicari menggunakan fitur pencarian di browser untuk mempermudah pencarian.
  • Setelah menemukan PTN tujuan, klik tombol “Lihat Prodi” untuk melihat rincian kuota program studi yang tersedia.
  • Selain itu, informasi daya tampung SNBP 2025 juga bisa diakses melalui laman penerimaan mahasiswa baru masing-masing perguruan tinggi, termasuk informasi untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur mandiri.

Jangan sampai salah pilih prodi. Pastikan untuk memeriksa daya tampung SNBP 2025 agar bisa membuat keputusan yang tepat sesuai dengan pilihan dan kapasitas yang tersedia.***

Dinkes Kota Bogor Ingatkan Warga Waspadai HMPV, Tidak Perlu Panik

0

Bogordaily.net – Menanggapi laporan peningkatan kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di China, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memberikan klarifikasi dan himbauan resmi kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, MARS, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus HMPV di wilayah Kota Bogor.

HMPV adalah virus RNA yang pertama kali diidentifikasi pada 2001 di Belanda dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada manusia.

Menteri Kesehatan menyatakan bahwa virus ini berbeda dengan COVID-19, karena merupakan virus lama yang sudah dikenal sistem imunitas manusia dan bersifat mirip dengan flu biasa.

Gejala dan Penyebaran

HMPV menyebabkan gejala seperti batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas.

Pada kasus berat, virus ini dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia. Masa inkubasinya berkisar 3-6 hari, dan penyebaran virus terjadi melalui:

1. Sekresi dari batuk atau bersin.

2. Kontak langsung seperti berjabat tangan.

3. Menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus dan menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada terapi antivirus atau vaksin spesifik untuk menangani HMPV. Pengobatan yang dilakukan bersifat suportif.

Menurut data, tren Influenza Like Illness (ILI) di Indonesia sepanjang 2023-2024 berada di rentang 36.000-57.000 kasus per minggu.

Di Kota Bogor, tren ILI pada 2024 menunjukkan penurunan di akhir Desember, dengan puncak kasus terjadi pada Maret.

Sementara itu, kasus Pneumonia pada 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Di Kota Bogor, tren Pneumonia stagnan dengan puncak kasus terjadi pada Januari.

Langkah Dinkes Kota Bogor

Sebagai bentuk kewaspadaan dini, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah mengambil sejumlah langkah, di antaranya memantau tren Pneumonia dan ILI melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Menginstruksikan rumah sakit dan puskesmas untuk melaporkan jika ditemukan klaster penyakit infeksi pernapasan. Berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinkes Jawa Barat untuk perkembangan kasus HMPV.

Melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan HMPV melalui media sosial dan layanan puskesmas.
Himbauan kepada Masyarakat
Dinkes Kota Bogor menghimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Langkah pencegahan yang dianjurkan meliputi mencuci tangan secara rutin. Istirahat yang cukup.Mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Mengenakan masker saat merasa tidak sehat. Segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala mencurigakan.

“Kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit,” ungkap dr. Sri Nowo Retno.***

(Ibnu Galansa)

Inovasi Air Alkali “Sultan Raumah”, Mengubah Paradigma Hidup Sehat

0

Bogordaily.net – Air alkali “Sultan Raumah” kini menjadi solusi baru untuk gaya hidup sehat di Indonesia. Berawal dari inspirasi air zam-zam yang dikenal memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan, tim di balik produk Sultan Raumah hadir dengan misi membawa air berkualitas tinggi yang dapat diakses masyarakat luas.

“Air alkali ini kami ciptakan dengan proses yang kompleks dan standar kualitas terbaik, sehingga menghasilkan produk yang tak hanya layak minum, tetapi juga benar-benar sehat,” ungkap Raja Rubby Hasibuan founder Air Alkali Sultan Raumah.

Nama Sultan dipilih karena identik dengan kemuliaan dan keagungan, sementara Raumah terinspirasi dari nama sumur legendaris milik sahabat Nabi di Madinah. Filosofi ini menjadi landasan semangat mereka dalam menghadirkan air berkualitas tinggi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kualitas yang Teruji

Air alkali ini tak hanya klaim kosong. Dengan sertifikasi lengkap seperti SNI khusus air pH tinggi, ISO 22.000, HACCP, GMP, hingga SSOP, Sultan Raumah menjadi pelopor air alkali dengan standar internasional di Indonesia. “Kami tidak sekadar menjual produk, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih air yang benar-benar aman dan sehat,” tambahnya.

Meskipun memiliki kualitas premium, Sultan Raumah tetap berkomitmen agar produknya dapat dijangkau oleh semua kalangan. Dengan harga mulai dari Rp25.000 hingga Rp30.000 per botol, air ini tidak hanya menjadi konsumsi kalangan tertentu.

Cerita di Balik Kesuksesan

Salah satu momen yang mengharukan adalah saat seorang pelanggan berhasil sembuh dari penyakitnya setelah rutin mengonsumsi Sultan Raumah. “Ayah itu kembali bekerja dan menghidupi keluarganya. Momen seperti ini yang membuat perjuangan kami terasa begitu berarti,” ujarnya dengan penuh haru.

Saat ini, Sultan Raumah telah tersebar di berbagai wilayah seperti Lampung, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Dengan semangat terus berkembang, tim optimis mampu membawa produk ini ke pasar internasional.

Bagi masyarakat, terutama warga Bogor dan sekitarnya, kesempatan untuk bermitra dengan Sultan Raumah terbuka lebar. Dengan modal ringan, pelatihan, dan pendampingan langsung, setiap mitra dapat ikut berkontribusi dalam misi menyehatkan masyarakat Indonesia.

“Air bersih belum tentu sehat, tetapi air sehat sudah pasti bersih. Mari bersama menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Jika tertarik bermitra, silakan kunjungi kantor kami di Ruko Orchard, Bogor Nirwana Residence, atau hubungi melalui media sosial. Bersama Sultan Raumah, jadikan hidup lebih sehat dan bermakna.***

Viral, Pasukan Berdaster Beraksi. Emak-emak di Ciseeng Bogor Tangkap Maling dengan Heroik

0

Bogordaily.net – Keberanian dan kekuatan emak-emak kembali membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pengendali dapur, tetapi juga penjaga keamanan lingkungan di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, viral dua ibu rumah tangga yang mengenakan daster berhasil menggagalkan aksi maling di siang bolong, yang membuat warganet kagum.

Kejadian heroik ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat dua ibu rumah tangga sedang berjalan di salah satu ruas jalan. Tiba-tiba, dari arah berlawanan terdengar teriakan “Maling! Maling!” yang mengagetkan semua orang di sekitar.

Tanpa ragu sedikit pun, salah satu dari ibu-ibu itu menghadang pelaku yang sedang melarikan diri menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi.
Aksi nekat ini membuat motor pelaku kehilangan kendali hingga terjatuh. Meski tubuhnya terpental akibat benturan, ibu tersebut langsung bangkit dengan sigap dan mengejar pelaku.

Tidak berhenti di situ, sang ibu bersama warga yang mulai berdatangan berhasil menangkap pelaku. Mereka kemudian menginterogasi pria tersebut di lokasi kejadian. Dalam video viral itu, terdengar suara warga yang emosi melontarkan pertanyaan kepada pelaku.

“Orang mana kamu? Kerja yang bener, kenapa malah jadi maling?” ujar salah satu warga yang kesal dengan perbuatannya maling yang beraksi di Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor tersebut.

Kejadian ini menarik perhatian luas, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Netizen memuji keberanian dan spontanitas emak-emak tersebut, yang tanpa rasa takut melawan pelaku kejahatan.

“Salut banget sama keberanian si ibu. Bukannya takut, malah maju menangkap maling. Ini bukti the power of emak-emak itu nyata!” tulis seorang pengguna media sosial.

Hingga kini, video viral aksi emak-emak pemberani menangkap maling di Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor itu masih menjadi perbincangan hangat.

Warga setempat berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi pelaku kejahatan untuk berpikir ulang sebelum beraksi, terutama di wilayah yang penuh dengan “pasukan berdaster” siap siaga. ***

Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Lakukan Kunjungan Konsultasi ke Kantor BPN, Rozi Putra : Terkait Pengelolaan Tanah dan Aset Daerah

0

Bogordaily.net – Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Rozi Putra, melaksanakan kunjungan konsultasi ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor.

Kunjungan ini bertujuan untuk membahas isu strategis terkait pengelolaan tanah dan aset daerah, serta mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Kang Rozi menyampaikan keluhan masyarakat salah satunya Warga BBR Cipaku terkait relokasi mereka, tumpang tindih kepemilikan lahan, dan lambatnya proses sertifikasi aset. Komisi III DPRD Kota Bogor memberikan perhatian besar terhadap hal ini karena pengelolaan tanah yang baik merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan proses pengelolaan tanah berjalan dengan transparan dan profesional, baik untuk masyarakat maupun pemerintah daerah. Kolaborasi yang erat antara DPRD, BPN, dan pemerintah sangat diperlukan agar tidak ada pihak yang dirugikan,” ungkap Rozi usai pertemuan.

Dalam kunjungan ini, digitalisasi layanan pertanahan juga menjadi topik utama diskusi. Digitalisasi diyakini dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi pertanahan dan mempercepat pelayanan publik, sekaligus mengurangi potensi konflik akibat kesalahan administrasi.

Kepala Kantor BPN Kota Bogor menyambut baik inisiatif ini dan menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan DPRD Kota Bogor, khususnya dalam mempercepat proses sertifikasi tanah-tanah aset pemerintah daerah.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor berharap, hasil konsultasi ini dapat menjadi langkah awal untuk menyelesaikan persoalan pertanahan secara menyeluruh. Selain itu, kolaborasi antara BPN dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bogor.

“Kami akan terus memantau dan mengawal proses ini, sehingga upaya mewujudkan pengelolaan aset daerah yang profesional dan memberikan manfaat besar bagi warga Kota Bogor bisa tercapai,” tutup Rozi.***