Dihadapan Komisi III DPR, Keluarga Laskar FPI Minta Nyawa Dibayar Nyawa

  • Whatsapp

BOGOR DAILY – Keluarga korban laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak polisi di Tol Jakarta-Cikampek menyampaikan aspirasinya kepada Komisi III DPR RI. Septi, kakak dari almarhum Muhammad Reza, menuntut keadilan.

“Saya minta seadil-adilnya, nyawa dibayar nyawa,” kata Septi di ruang rapat komisi III DPR, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Septi mengatakan adiknya tidak pernah membawa senjata api. Dia juga mengklaim adiknya tak pernah memegang senjata apapun.

“Adik saya nggak pernah membawa senjata, adik saya keamanan di rumah sebagai hansip, tidak pernah bawa pentungan apa lagi senjata,” lanjut Septi.

Baca Juga  Live Streaming, Habib Rizieq: Saya Tiba di Indonesia Tanggal 10 November

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa angkat bicara. Menurutnya di negara hukum, tidak bisa asal main ‘nyawa dibayar nyawa’.

“Intinya keluarga korban harapkan penegakan hukum dan keadilan yang benar di NKRI, itu intinya ya, Bu ya, kalau darah bayar darah bukan negara hukum namanya, itu perang ya, itu di luar kemampuan Komisi III gitu ya, Bu ya, agak susah nanti disampaikan darah dibayar darah, ini negara hukum ya, Bu ya, mohon maaf,” ujar Desmond.

Baca Juga  Cerita Habib Rizieq Dikerjai 'Para Bajingan' Agar Gagal Pulang ke Indonesia

Berikut ini identitas 6 orang yang tewas dalam kejadian itu:
a. Faiz Ahmad Syukur/LK/22 Thn
b. Andi Oktiawan /LK/33 Thn
c. M Reza /LK/20 Thn
d. Muhammad Suci Khadavi Poetra /LK/21 Thn
e. Lutfhil Hakim /LK/24 Thn
f. Akhmad Sofiyan /LK/26 Thn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *