Friday, 15 May 2026
HomeNasionalCuaca Makkah 45 Derajat, Jamaah Haji Indonesia Diimbau Jangan Keluar Siang Hari

Cuaca Makkah 45 Derajat, Jamaah Haji Indonesia Diimbau Jangan Keluar Siang Hari

Bogordaily.net – Makkah sedang sangat panas. Bukan panas biasa. Suhu udara di Kota Suci itu sudah menyentuh 45 derajat Celsius. Bahkan bisa lebih.

Karena itu, Pemerintah Arab Saudi bersama otoritas haji berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai menerapkan mitigasi kesehatan secara ketat. Fokusnya satu: menyelamatkan jamaah dari dehidrasi dan heat stroke.

Jamaah diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pukul 11.00 hingga 16.00 waktu setempat. Pada jam-jam itulah matahari terasa paling menyengat.

Petugas kesehatan haji juga terus mengingatkan jamaah agar tidak menunggu haus untuk minum. Air putih harus diminum sesering mungkin. Sedikit demi sedikit. Tetapi rutin.

Payung kini menjadi “senjata wajib”.
Begitu juga masker, kacamata hitam, hingga alas kaki yang nyaman untuk melindungi tubuh dari paparan panas ekstrem.

Pemerintah Arab Saudi tampaknya belajar dari pengalaman musim haji sebelumnya. Tahun lalu, suhu ekstrem sempat memicu banyak kasus kelelahan akibat panas. Kini pengawasan kesehatan diperketat sejak awal.

Tim kesehatan disiagakan untuk memantau potensi kasus dehidrasi dan heat stroke di berbagai titik pelayanan jamaah. Pendingin ruangan di hotel serta tenda jamaah di Arafah dan Mina juga dipastikan bekerja optimal.

Di tengah suhu yang membakar itu, jamaah haji Indonesia ternyata punya cara sendiri menikmati Makkah.

Mereka memilih keluar lebih pagi. Sebelum matahari benar-benar garang.

Pagi hari di Makkah memang terasa berbeda. Udara masih relatif bersahabat. Jalanan belum terlalu padat. Jamaah bisa menikmati suasana Kota Suci dengan lebih nyaman sebelum kembali beristirahat di hotel.

Aktivitas pagi itu juga menjadi pilihan paling aman bagi jamaah lanjut usia yang jumlahnya cukup banyak pada musim haji tahun ini.

Petugas haji Indonesia terus mengingatkan agar jamaah tidak memaksakan diri. Ibadah haji bukan soal kuat-kuatan fisik. Tetapi soal menjaga stamina agar seluruh rangkaian ibadah bisa dijalani hingga selesai.

Sebab di tanah suci, panas bisa datang seperti ujian yang tidak terlihat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here