HomeKabupaten BogorPSEL Bogor Raya 1 Resmi Dimulai, Langkah Baru Pengelolaan Sampah Menjadi Energi...

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Dimulai, Langkah Baru Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik di Bogor

Bogoraily.net –Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 resmi dimulai melalui groundbreaking yang digelar di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis 17 September 2026

Proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor dalam menangani persoalan sampah.

PSEL Bogor Raya 1 nantinya dirancang untuk mengolah sampah dari wilayah Kota dan Kabupaten Bogor dengan kapasitas mencapai 1.500 ton per hari.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, terwujudnya pembangunan PSEL Bogor Raya 1 merupakan hasil dari proses panjang serta kolaborasi berbagai pihak.

“Ya, ini proses yang cukup panjang ya. Saya pertama kali dengan Pak Bupati bertemu dengan Menteri LH di bulan Mei 2025,” ujar Dedie

Menurutnya, setelah melalui berbagai tahapan, pembangunan PSEL Bogor Raya 1 akhirnya dapat mulai dilaksanakan pada hari ini.

“Hari ini tanggal 17 September 2026, akhirnya kita bisa mewujudkan mulainya pelaksanaan pembangunan PSEL Bogor Raya 1,” katanya.

Dedie menjelaskan, proses tersebut salah satunya berkaitan dengan perubahan regulasi, yakni dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 menjadi Perpres Nomor 109.

“Jadi prosesnya cukup panjang, merubah Perpres dari Perpres 35 menjadi Perpres 109, dan Bogor mengambil kesempatan untuk bisa memperoleh juga alokasi untuk PSEL Bogor Raya 1,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses hingga pembangunan PSEL tersebut dapat dimulai.

“Jadi kita bersyukur semua pihak kolaborasi, sinergi, mulai dari Menko sampai para menteri, dan juga tentu Bupati dan Pemerintah Kota Bogor juga bersinergi untuk mewujudkan ini semua. Jadi kita bersyukur sekali,” ucap Dedie.

Lebih lanjut, Dedie menyebut PSEL Bogor Raya 1 memiliki kapasitas pengelolaan sampah hingga 1.500 ton setiap harinya.

Kapasitas tersebut akan dibagi untuk sampah yang berasal dari Kota Bogor sebanyak 500 ton per hari dan Kabupaten Bogor sebanyak 1.000 ton per hari.

“Pengelolaan sampah yang bisa diserap itu 1.500 ton per hari,” kata Dedie.

“Dari Kota dan Kabupaten. Nah, alokasi atau jatahnya Kota 500 ton, Kabupaten Bogor 1.000 ton,” lanjutnya.

Selain mengolah sampah baru yang masuk, Dedie mengatakan sekitar 10 persen dari kapasitas tersebut dapat digunakan untuk mengambil sampah dari deposit atau tumpukan sampah yang sudah ada.

“Kemudian dari 1.000 dan 500 ton itu, 10 persen bisa kita ambil dari mining, dari deposit existing sampah yang ada. Jadi kalau 1.500 kan 10 persennya 150 ton per hari dari deposit,” pungkasnya.***

Mfik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here