Home Blog Page 1017

Cara Daftar Online Mahasiswa Baru IUQI Bogor, Berikut Panduannya

0

Bogordaily.net – Bagi kalian yang mau mendaftar secara online untuk jadi mahasiswa Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor, berikut adalah cara dan panduannya.

Calon mahasiswa dapat memilih jalur pendaftaran online. Berikut panduan pendaftaran PMB IUQI Bogor 2025/2026:

1. Kunjungi laman website https://iuqibogor.ac.id/ lalu, klik menu Pendaftaran.

2. Lakukan pembayaran biaya formulir PMB sesuai keterangan yang tertera di Bukti Proses Pendaftaran untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

3. Setelah melakukan pembayaran biaya formulir, login dan isi formulir PMB.
Username dan password dapat dilihat di bukti proses Pendaftaran.

4. Selanjutnya, mengisi formulir (login kedalam app). Pengisian data awal selesai, silakan klik selesai.

5. Selanjutnya mengisi formulir (login kedalam app). Pengisian data awal selesai, silakan klik selesai.

Untuk informasi lebih lanjut soal pendaftaran mahasiswa baru IUQI Bogor bisa menghubungi Whatsapp 08-111-838-112 juga bisa cek Instagramnya di @iuqi.bogor.

Buat kalian yang masih bingung mau daftar kuliah dimana, yuk bergabung sekarang juga menjadi bagian dari keluarga besar Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Berkat Pemberdayaan BRI, Pengusaha UMKM Asal Sidoarjo Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor dan Raup Omzet Ratusan Juta

0

Bogordaily.net – Perjalanan UMKM menembus pasar global bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan dukungan yang tepat, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil.

PT Andara Cantika Indonesia misalnya, produsen parfum asal Sidoarjo Jawa Timur menjadi contoh nyata bagaimana bisnis wewangian lokal dapat menembus panggung internasional berkat dukungan pemberdayaan yang diberikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Melalui partisipasinya dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, produsen parfum yang telah berhasil memperluas jangkauan produknya hingga ke Korea Selatan dan Amerika Serikat, kini tengah bersiap merambah pasar Nigeria.

Seperti diketahui, gelaran BRI UMKM EXPO(RT) 2025 menjadi salah satu wujud komitmen BRI dalam mendorong lebih banyak UMKM binaan BRI untuk go international. Acara yang berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City tersebut, sukses dihadiri oleh lebih dari 69 ribu pengunjung, mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar dan berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.

Fanny Lia Sutanto adalah sosok di balik lahirnya PT Andara Cantika Indonesia, sebuah UMKM yang bergerak di bidang industri parfum dan kecantikan.

Kecintaannya terhadap dunia wewangian membawanya melanjutkan studi di Grasse Institute of Perfumery, Prancis—pusat industri parfum dunia. Ilmu yang diperolehnya kemudian dituangkan dalam tesis magister di Universitas Ciputra, Surabaya, yang menjadi cikal bakal berdirinya Andara Cantika Indonesia.

Selain itu, Fanny juga memiliki latar belakang pendidikan di bidang estetika dan kosmetik dari Comité International d’Esthétique et de Cosmétologie (CIDESCO) di Swiss. Berbekal pengetahuan dan pengalaman tersebut, ia mendirikan PT Andara Cantika Indonesia pada tahun 2022 dengan visi menghadirkan produk berkualitas tinggi berbasis bahan alami.

Berkat inovasi dan konsistensinya dalam menjaga kualitas, produk-produk Andara telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) Golongan A serta izin ekspor ke berbagai negara.

Meskipun baru berusia tiga tahun, Andara Cantika telah mencatat pencapaian luar biasa. Omzet bulanannya stabil di angka Rp300 juta, dengan penjualan mencapai 37 ribu unit untuk pasar lokal. Sementara itu, di pasar internasional, produk yang terjual sudah menyentuh angka ribuan dan terus berkembang seiring dengan ekspansi global yang dilakukan.

Tak berhenti di wewangian, Andara Cantika Indonesia kini merambah bisnis skincare. Setelah sukses dengan serum Le Louvre, mereka memperkenalkan inovasi baru berbasis sarang walet yang dikembangkan selama enam bulan dengan bantuan tiga apoteker.

Produk ini mengombinasikan ekstrak sarang walet, DNA salmon, niacinamide, tranexamic acid, serta bahan alami seperti chamomile, ginseng, dan aloe vera.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRI berkomitmen untuk terus mendorong para pelaku UMKM naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan.

“Kami percaya, dengan akses dan dukungan yang tepat, UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. BRI pun terus berkomitmen untuk menjadi mitra utama dalam pertumbuhan UMKM di Tanah Air,” ujar Hendy.***

Orang Tua Priguna Anugerah Pratama Ternyata Dokter Juga?

0

Bogordaily.net – Orang tua Priguna Anugerah Pratama ternyata juga seorang dokter. Informasi ini perlahan mencuat setelah kabar buruk itu membelah suasana Kota Pontianak.

Warga sekitar, yang biasanya tak begitu peduli, kini mulai membuka suara tentang keluarga yang selama ini dikenal tertutup itu.

Adalah I, salah seorang tetangga, yang bicara soal ini. Ia menyebut bahwa orang tua Priguna Anugerah Pratama berpraktik di sebuah apotek kecil di tengah kota.

“Ya, ayahnya dokter. Tapi mereka jarang berbaur. Saat Imlek, biasanya rumah lain ramai saling berkunjung, rumah mereka tetap sepi,” katanya, Rabu siang, seperti dilansir dari TribunPontianak.co.id.

Rumah yang dulunya hidup, kini kosong. Hampir sebulan ini, tak ada lagi aktivitas dari dalam.

I juga mengaku bingung. Biasanya, lanjutnya, Priguna sering terlihat keluar masuk.

Tapi sejak kabar itu, seolah semua lenyap bersama angin. Orang tuanya pun tak terlihat.

Priguna sendiri kini sedang menjalani pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (FK Unpad) Bandung.

Ia berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, dan biasa tinggal di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Benua Melayu Darat.

Warga sekitar, meski jarang berinteraksi, mulai mengaitkan sikap tertutup keluarga ini dengan apa yang terjadi.

Ada rasa kaget, ada juga rasa prihatin. Apalagi, kata seorang warga lain, orang tua Priguna Anugerah Pratama selama ini dikenal sebagai sosok yang biasa saja, tanpa gelagat aneh.

Priguna Anugerah Pratama kini ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga melakukan rudapaksa terhadap keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Modusnya, seperti disebutkan dalam laporan, bermula saat korban sedang dalam kondisi kritis.

Di media sosial, nama Priguna Anugrah Pratama langsung melejit. Tak hanya tentang perbuatannya, tapi juga latar belakang keluarganya.

Banyak yang mencari tahu siapa sebenarnya orang tua Priguna Anugerah Pratama, berharap menemukan jawaban dari teka-teki ini.

Namun sejauh ini, keluarga masih bungkam. Rumah itu tetap sunyi, seolah menelan semua perasaan yang ada. Warga hanya bisa menduga-duga, sambil sesekali melirik ke arah rumah yang kini bahkan tak lagi diterangi lampu di malam hari.***

Inpres Kopdes Merah Putih Terbit, Kemenkop Dapat Tujuh Mandat

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendapatkan tujuh mandat dari Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mengakselerasi pembentukan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Tujuh mandat tersebut tertuang di dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 Tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terbit pada akhir Maret 2025.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengatakan dari tujuh mandat yang diinstruksikan tersebut, sebagian sudah dan sedang dikerjakan oleh Kemenkop.

“Kementerian Koperasi mendapatkan beberapa tugas yang mana sejauh ini masing-masing tugas telah kita lakukan supaya pembentukan Kopdes ini dapat optimal,” kata Menkop Budi Arie dalam Rapat Koordinasi Terbatas Kopdes Merah Putih di Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (10/4).

Adapun ketujuh instruksi yang harus dijalankan oleh Kemenkop yaitu pertama, menyusun bisnis Model Kopdes Merah Putih. Saat ini sudah terdapat 6 model bisnis yang sudah disusun sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Konsep bisnis outlet, Juklak (petunjuk pelaksanaan) Pembentukan Kopdes, dan juknis pengelolaan 6 outlet Kopdes Merah Putih sudah disusun dan siap dibahas dengan Kementerian dan Lembaga lain,” ujar Menkop Budi Arie.

Kedua, Kemenkop bertugas untuk menyusun modul yang dapat digunakan sebagai acuan bagi pemerintah desa untuk pembentukan Kopdes Merah Putih. Saat ini sudah diterbitkan tiga modul dan masih akan terbit modul lain untuk melengkapi modul sebelumnya.

Ketiga, menginventarisasi koperasi yang ada di desa/kelurahan dimana saat ini terdapat 52.266 desa yang belum memiliki koperasi sehingga menjadi prioritas dalam program ini. Untuk revitalisasi koperasi terdapat 4.641 Koperasi Unit Desa (KUD) yang tercatat tidak aktif.

“Kemudian ada 31.213 desa/ kelurahan yang sudah ada koperasinya dan siap untuk dilakukan pengembangan,” kata Menkop Budi Arie.

Keempat, memberikan fasilitasi pendampingan, edukasi, hingga pelatihan SDM Perkoperasian agar nantinya para pengurus Koperasi lebih kompeten sehingga benar-benar dapat mendorong kemajuan desa melalui koperasi.

Kelima, memberikan penguatan manajemen perkoperasian berbasis digital kepada koperasi di desa/ kelurahan.

Keenam, melakukan sosialisasi masif kepada pemerintah desa dan stakeholder lainnya. Menkop Budi Arie menyebutkan bahwa pihaknya sudah menggelar berbagai audiensi dan sosialisasi terkait pembentukan Kopdes Merah Putih seperti Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKSI), PP Ikatan Notaris Indonesia, APDESI (Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia), PAPDESI (Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) dan lain sebagainya.

“Instruksi ketujuh yaitu kami diminta untuk melakukan monitoring dan evaluasi pembentukan 80.000 Kopdes Merah Putih Ketika program ini sudah terbentuk nantinya,” kata Menkop Budi Arie.

Menkop Budi Arie menyadari bahwa pembentukan Kopdes Merah Putih ini dihadapkan dengan berbagai tantangan serius seperti ragam skala ekonomi di desa, kapasitas dan SDM di desa yang bervariasi hingga potensi dominasi individua atau kelompok dalam pengelolaan koperasi.

Oleh sebab itu, Menkop Budi Arie berharap dukungan dan kerja sama antar stakeholder yaitu Kementerian/ Lembaga (K/L) terkait untuk memastikan seluruh tantangan tersebut dihadapi dengan solusi yang tepat. Diharapkan K/L dapat terus mempererat kolaborasi agar target launching Kopdes Merah Putih pada 12 Juli 2025 mendatang dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mendorong pembentukan Satgas (Satuan Tugas) antar Kementerian/Lembaga untuk program ini untuk menyukseskan arahan bapak Presiden untuk menghadirkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih,” ucapnya.***

Dedie Rachim Ingin Pengamen Jalanan Pindah ke Taman dan Kafe-kafe

0

Bogordaily.net – Di Balai Kota Bogor, dalam sebuah rapat Wali Kota Dedie A. Rachim bicara serius, tapi santai. Intinya satu: Bogor harus lebih nyaman. Lebih aman. Lebih enak dilihat.

Yang pertama diberesin: pengamen. Bukan semua pengamen dilarang. Tapi jangan lagi ada yang ngamen di dalam angkot atau di lampu merah. Banyak penumpang yang merasa nggak nyaman, katanya.

Tapi Dedie bukan tipe yang cuma bisa larang-larang. Ia langsung kasih solusi. Disuruhlah Disperumkim cari tempat di taman-taman kota. Biar para pengamen bisa tampil.

Bisa tetap berkarya. Tapi rapi. Teratur. Malah disiapin spot khusus, seperti di luar negeri.

“Di taman-taman itu, kita sebut mereka seniman jalanan, bukan lagi pengamen,” kata Dedie.

Dia juga minta dipetakan, kafe-kafe atau restoran mana yang bisa jadi tempat manggung kecil-kecilan. Biar jalanan tetap tenang, tapi kreativitas tetap hidup.

Belum selesai soal pengamen, Dedie langsung gas ke soal billboard. Izin baru? Nggak ada. Perpanjangan? Lupakan. Kota harus lebih rapi. Lebih enak dipandang.

Bogor mau berubah. Dan Dedie mau semua orang tahu, perubahan itu sudah mulai.***

dr. Dian: Mencegah TBC itu Gampang, Asal Mau

0

Bogordaily.net – Dokter RS Murni Teguh Ciledug, dr. Dian Apriliana, Sp.P mengingatkan lagi tentang penyakit lama yang belum juga pergi dari Indonesia: TBC atau Tuberkulosis.

Bukan penyakit baru. Tapi masih saja menghantui.

“Ini infeksi paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis,” kata dr. Dian, sambil menegaskan bahwa penyakit ini tidak hanya berhenti di paru-paru. Kalau dibiarkan, kuman itu bisa menjalar ke kelenjar getah bening, kulit, usus, otak, bahkan ke tulang.

Gejalanya? Batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. Kadang berdarah. Sesak napas. Nyeri dada. Demam, terutama malam hari. Nafsu makan turun. Berat badan pun ikut-ikutan melorot tanpa sebab yang jelas.

Yang membuat TBC makin berbahaya: ia mudah menular. Lewat droplet. Percikan kecil dari batuk, bersin, atau bahkan saat berbicara.

Itu sebabnya, dr. Dian tidak bosan mengingatkan: cegah dari awal.
“Biasakan etika batuk yang benar. Pakai masker. Istirahat cukup. Olahraga. Makan makanan bergizi,” katanya.

Untuk bayi? Ada vaksin BCG. Pemberiannya sebaiknya sebelum bayi berumur tiga bulan. Supaya sejak kecil, mereka sudah punya perisai melawan kuman ganas ini.

TBC memang masih menjadi PR besar di negeri ini. Tapi, kata dr. Dian, kalau edukasi jalan dan masyarakat makin sadar, angka penularannya bisa terus ditekan. Bisa. Dan harus.***

(Ibnu Galansa)

RS Azra Bogor Tawarkan Paket Medical Check Up Haji dan Umroh

0

Bogordaily.net – Menyambut musim ibadah Haji dan Umroh, RS Azra Bogor menghadirkan layanan khusus berupa paket medical check up bagi calon jemaah dengan harga terjangkau, yakni Rp. 995.000.

Paket ini dirancang khusus untuk memastikan kesehatan para calon jemaah sebelum menjalankan ibadah di tanah suci, demi menjaga kondisi fisik tetap prima selama menjalani rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga.

Dengan harga tersebut, jemaah mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan medis komprehensif, meliputi konsultasi dengan dokter umum dan spesialis penyakit dalam.

Selain itu, terdapat pula pemeriksaan laboratorium seperti hematologi lengkap, eritrosit, laju endap darah, golongan darah, gula darah puasa, gula darah 2 jam postprandial (PP), HbA1c, kolesterol, trigliserida, SGOT/SGPT, ureum, kreatinin, serta pemeriksaan urin lengkap.

Tak hanya itu, pemeriksaan penunjang seperti radiologi thorax, elektrodiagnostik (EKG), dan tes kehamilan khusus wanita juga termasuk dalam paket ini.

Dengan layanan menyeluruh ini, RS Azra Bogor berkomitmen mendukung kelancaran dan kenyamanan perjalanan ibadah Haji dan Umroh masyarakat Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi RS Azra Bogor melalui nomor telepon (0251) 8318456 atau WhatsApp di 0813-8900-1234.***

Ibnu Galansa

Bupati Bogor Siapkan Rp 724 Miliar untuk Berobat Gratis Cukup Pakai KTP

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto membuat gebrakan baru, berobat gratis cukup pakai KTP.

Rudy Susmanto — baru saja membuat gebrakan besar itu. Ia siapkan Rp724 miliar untuk satu tujuan mulia: supaya warga Bogor bisa berobat gratis. Cukup tunjukkan KTP.

“Rp724 miliar memang angka besar. Tapi apa artinya angka kalau itu soal kebutuhan rakyat?” kata Rudy, santai tapi tegas.

Mimpinya: Universal Health Coverage (UHC) penuh di tahun 2026. Semua penduduk Bogor — yang jumlahnya 5,6 juta jiwa — harus bisa berobat di rumah sakit mana saja, tanpa keluar uang sepeser pun. Bahkan rumah sakit swasta pun akan ikut program ini.

Rudy tak mau setengah-setengah soal berobat gratis untuk warga Bogor cukup pakai KTP. Ia pastikan semua beres.

“Kita akan UHC 100 persen. Semua rumah sakit di Kabupaten Bogor harus melayani warga tanpa biaya,” ujarnya.

UHC sendiri adalah sistem jaminan kesehatan yang memastikan semua warga mendapatkan layanan kesehatan yang adil dan terjangkau.

Dengan adanya UHC, setiap warga Kabupaten Bogor hanya cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan medis, tanpa perlu khawatir biaya pengobatan.

Semua biaya akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Bogor.

Program ini bukan sekadar janji politik. Ini prioritas. Ia ingin kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur jalan bersamaan. Tuntas.

Dinas Kesehatan sudah diperintah. Harus cepat koordinasi dengan BPJS Kesehatan. Fasilitas rumah sakit juga harus naik kelas.

IGD harus dibenahi. Tidak boleh lagi ada warga kecil yang ditolak rumah sakit.***

Dedi Mulyadi Ungkap Dalang di Balik Pemotongan Dana Kompensasi Sopir Angkot. Siapa Dia?

0

Bogordaily.net – Dedi Mulyadi memilih turun tangan sendiri menelusuri potongan dana kompensasi sopir angkot.

Ia mendengar kabar: dana kompensasi untuk sopir angkot di Puncak, Bogor, dipotong Rp200 ribu.

Bantuan yang seharusnya Rp1 juta tunai itu, ternyata cuma sampai Rp800 ribu di tangan sopir.

Sisanya? Hilang di jalan.

Kisruh ini cepat membesar. Sopir-sopir resah. Ada yang berani bicara. Ada yang hanya menggerutu dalam hati.

Dedi tahu, ini tidak bisa diselesaikan dari kantor. Ia mengumpulkan semua yang terlibat.

Termasuk Nandar, Ketua KSSU jalur 02A Cisarua. Nama Nandar sudah lebih dulu disebut-sebut sopir.

“Bagaimana Bapak meminta uang ke Emen?” tanya Dedi, tanpa basa-basi.

Nandar mengelak. Katanya, tidak ada permintaan. Hanya saran untuk koordinasi.

Dedi mendengar jawaban itu dengan tenang. Tapi ia tahu apa yang terjadi.

“Itu perintah, Pak. Bukan saran,” kata Dedi. Suaranya pelan, tapi tegas.

Emen, sopir yang pertama buka suara, membenarkan: uang dikumpulkan dari teman-teman sopir, lalu diserahkan di posko tempat Nandar berada. Alasannya, untuk biaya koordinasi. Agar sopir-sopir tidak “kabur.”

Dedi menggali lebih dalam. Ia paham betul, dalam birokrasi informal seperti ini, perintah tidak selalu diucapkan dengan kata “perintah.”

Cukup dengan “perlu koordinasi,” maka bawahan sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Dan lebih jauh lagi: Nandar juga tidak bergerak sendiri. Ada arahan dari Sekretaris Organda.

Sebuah rantai. Dari atas, ke bawah. Dari pejabat ke sopir.

Dedi menyimpulkan: potongan Rp200 ribu itu bukan inisiatif sopir. Bukan ide Nandar sendiri. Ini adalah instruksi berjenjang yang rapi.

“Kalau logikanya diteruskan, ini bukan kesalahan Emen. Ini instruksi berantai,” kata Dedi.

Logika Dedi sederhana: “Bapak dapat perintah dari Sekretaris Organda, lalu Bapak teruskan ke Emen. Jadi ini rantai instruksi, bukan inisiatif pribadi.”

Kisruh dana kompensasi sopir angkot dipotong Rp200 ribu ini pun akhirnya terkuak. Ini bukan aksi individu. Ini sistem.

Kasus ini masih diproses. Tapi Dedi Mulyadi sudah janji: ia akan kawal sampai hak sopir angkot kembali. Sampai tidak ada lagi pungutan liar yang bersembunyi di balik kata “koordinasi.”

Bantuan dari Pemprov Jabar itu—Rp1 juta tunai dan Rp500 ribu sembako—harus diterima penuh oleh sopir. Tidak kurang sepeser pun.***

Video Keluarga Bahlil Lahadalia Naik Private Jet Viral, Sewanya Rp135 Juta Per Jam?

0

Bogordaily.net – Ada yang baru dari dunia maya hari ini. Sebuah video keluarga Bahlil Lahadalia turun dari private jet tiba-tiba muncul di X (dulu Twitter). Viral seketika.

Video itu diunggah akun @BosPurwa. Bukan satu, tapi tiga video sekaligus.

Semuanya memperlihatkan sosok yang diduga kuat Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bersama keluarga.

Mereka turun dari jet putih mewah. Disambut hangat beberapa orang di landasan.

Dalam video pertama, keluarga Bahlil turun dengan santai. Jetnya putih bersih, mengkilat.

Video kedua: Bahlil mengenakan kaos biru, turun dari pesawat yang sama.

Video ketiga: Bahlil bersama istrinya, kompak mengenakan pakaian kuning.

Lagi-lagi, turun dari private jet yang sama. Lagi-lagi disambut ramah petugas di darat.

Viral? Tentu saja. Publik langsung heboh. Apalagi, dalam unggahan itu, ada sindiran langsung ke Presiden Prabowo Subianto.

“Pak @prabowo nggak masalah gitu punya menteri yang bolak-balik naik private jet?” begitu cuitan @BosPurwa.

Komentar pun banjir. Ribuan retweet. Ratusan balasan.

Ada yang menuding: “Private sewa negara atau milik pribadi? Kalau sewa negara untuk urusan pribadi, memalukan.”

Ada juga yang curhat: “Bosnya curcol, kasihan menteri-menteri kerja keras lima bulan belum dapat mobil, ternyata yang lain enak-enakan naik private jet.”

Ada pula komentar lebih pedas: “Bahlil banget ini ges. Sok-sokan pakai pesawat pribadi. Efisiensi an****.”

Semua memperlihatkan satu hal: publik lagi sensitif betul soal gaya hidup pejabat.

Bukan kali ini saja isu private jet pejabat bikin heboh.

Agustus 2024 lalu, Kaesang Pangarep — putra bungsu Presiden Joko Widodo — juga sempat disorot. Ia dan istrinya, Erina Gudono, terbang ke Amerika Serikat naik private jet.

Detail Jet Pribadi yang Dipakai Bahlil Lahadalia

Bukan pesawat biasa. Jet itu berjenis Embraer Legacy 650. Nomor registrasinya PK-RJA. Bahlil tampak santai turun dari pintu pesawat, disambut suasana hangat di Solo.

Berapa Biaya Sewa Jet Pribadi Embraer Legacy 650?

Zakki Amali, seorang pakar penerbangan, membongkar fakta menarik: jet pribadi tersebut disewa dengan harga fantastis.

“Register: PK-RJA, Pesawat: Embraer Legacy 650, Sewa per jam: Rp135 juta,” tulisnya di X.

Bayangkan, satu jam di udara sama dengan harga satu mobil baru.

Publik Pertanyakan Efisiensi Anggaran

Dengan angka semahal itu, publik tentu bertanya-tanya: bagaimana dengan komitmen efisiensi anggaran yang sering dikampanyekan pemerintah?

“Efisiensi macam apa ini, Bahlil!?” komentar Zakki Amali, menyuarakan keresahan banyak orang.

Tak butuh waktu lama, perbincangan ini langsung viral. Banyak netizen ikut mengkritik, mempertanyakan gaya hidup pejabat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Apakah Bahlil Lahadalia akan Klarifikasi?

Hingga artikel ini tayang, Bahlil Lahadalia belum memberikan pernyataan resmi. Publik menanti klarifikasi: apakah perjalanan itu tugas negara, pribadi, atau ada alasan khusus di balik penggunaan jet mewah tersebut?.***