Home Blog Page 1020

Skandal di RSHS Bandung: Dokter PPDS Priguna Anugerah Pratama Jadi Tersangka Pemerkosaan Anak Pasien

0

Bogordaily.net – Skandal mengejutkan mencuat dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Padjadjaran (Unpad), Priguna Anugerah Pratama (31 tahun), ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerkosaan terhadap anak perempuan pasien.

Penetapan tersangka diumumkan langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Hendra Rochawan, dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Rabu, 9 April 2025.

“Kami telah menetapkan Saudara PAP atau Priguna Anugrah Pratama sebagai tersangka,” ujar Hendra.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa terjadi di lantai 7 RSHS pada Maret 2025, saat Priguna menjalani tugas jaga malam.

Sekitar pukul 01.00 WIB, ia mendatangi korban—seorang perempuan berusia 21 tahun—dengan dalih mengambil darah untuk kebutuhan medis orang tuanya.

Ia juga meminta korban untuk tidak ditemani adiknya.

Di kamar 711, Priguna meminta korban mengganti pakaian. Ia kemudian menusukkan jarum ke tangan korban hingga 15 kali dan memasangkan infus.

Setelah itu, pelaku memasukkan cairan bening melalui selang infus. Tak lama, korban merasa pusing hingga tak sadarkan diri.

Ketika sadar beberapa jam kemudian, korban mendapati dirinya telah berpakaian kembali.

Priguna mengantarnya menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS. Saat itulah korban menyadari sesuatu yang ganjil terjadi.

Ia menceritakan kepada orang tuanya tentang suntikan yang diberikan pelaku, serta rasa perih saat buang air kecil.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi bergerak cepat. Priguna ditangkap pada 28 Maret 2025 dan langsung ditahan.

Sebanyak 11 saksi telah diperiksa, termasuk orang tua korban, adik korban, hingga perawat dan dokter RSHS.

Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya alat infus, sarung tangan, tujuh suntikan, 12 jarum suntik, berbagai obat, dan satu buah kondom.

Terancam 12 Tahun Penjara

Priguna Anugerah Pratama kini dijerat dengan Pasal 6 huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp300 juta.

Bunyi lengkap pasal tersebut menyebutkan, “Setiap orang yang menyalahgunakan kedudukan, wewenang, kepercayaan, atau perbawa yang timbul dari tipu muslihat atau hubungan keadaan atau memanfaatkan kerentanan, ketidaksetaraan atau ketergantungan seseorang, memaksa atau dengan penyesatan menggerakkan orang itu untuk melakukan atau membiarkan dilakukan persetubuhan atau perbuatan cabul dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp300 juta.”

Kasus ini menambah daftar panjang praktik kekerasan seksual di lingkungan medis, sekaligus mengguncang kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan kesehatan.***

Istri Priguna Anugerah Pratama Jadi Sorotan

0

Bogordaily.net – Istri Priguna Anugerah Pratama mendadak jadi sorotan setelah nama Priguna terseret dalam kasus dugaan kekerasan seksual.

Publik penasaran: siapa perempuan yang menjadi pendamping hidup dokter residen tersebut?

Kasus ini bermula ketika nama Priguna Anugerah Pratama muncul di media sosial, disebut dalam laporan dugaan rudapaksa terhadap pendamping pasien di rumah sakit pendidikan.

Akun Instagram @ppdsgramm pertama kali mengunggah kasus ini, diikuti akun X (Twitter) @verodeelowy yang membagikan identitas lengkap Priguna.

Sejak itu, bukan hanya Priguna yang viral. Istri Priguna Anugerah Pratama juga ikut dicari-cari warganet.

Profil Priguna Anugerah Pratama dan Hilangnya Akun Media Sosial

Sebelum kasus ini mencuat, Priguna diketahui sebagai mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bidang anestesi di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Ia juga tercatat sebagai alumni Universitas Kristen Maranatha.

Saat kasus mulai ramai, akun Instagram dan LinkedIn Priguna tidak lagi bisa ditemukan.

Banyak yang menduga Priguna sengaja menghapus akun pribadinya untuk menghindari gelombang kecaman.

Warganet juga mencoba melacak istri Priguna Anugerah Pratama di media sosial. Namun hasilnya nihil. Tidak ada jejak resmi yang mengarah pada akun pribadi istrinya.

Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual Menurut drg. Mirza

Dalam kasus ini, drg. Mirza Mangku Anom menjadi salah satu tokoh penting yang aktif menyuarakan fakta di media sosial.

Lewat akun Instagram @drg.mirza, ia mengungkap dugaan bahwa korban dibius sebelum mengalami kekerasan seksual.

Mirza juga menyebut hasil visum menemukan bekas sperma, memperkuat tuduhan terhadap Priguna.

Warganet pun menyerukan agar Universitas Padjadjaran segera mengambil langkah tegas, termasuk transparansi mengenai status akademik Priguna.

Publik Mencari Identitas Istri Priguna Anugerah Pratama

Di tengah ramainya kasus ini, istrinya kini menjadi sosok yang menarik perhatian tersendiri.

Banyak warganet bertanya-tanya: siapa nama lengkap istri Priguna? Apa latar belakangnya? Apakah ia aktif di media sosial?

Sayangnya, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai identitas istri Priguna.

Ada spekulasi bahwa akun media sosial milik istri Priguna  juga telah dinonaktifkan untuk menghindari serangan publik.

Banyak pihak menunjukkan empati kepada istri Priguna. Meski tidak terlibat, ia tetap terkena imbas sosial dari kasus yang menjerat suaminya.

Kasus dugaan kekerasan seksual ini bukan hanya menyeret nama Priguna Anugerah Pratama, tetapi juga membuat istri Priguna Anugerah Pratama ikut menjadi sorotan publik.

Di tengah tekanan media sosial, langkah keluarga Priguna untuk menjaga privasi tampaknya menjadi pilihan utama.

Namun pertanyaan publik tentang sosok istri Priguna masih belum terjawab.

Apakah akan ada pernyataan resmi dari keluarga? Ataukah mereka akan terus memilih diam?

Yang jelas, jejak di dunia digital sulit untuk benar-benar menghilang.***

Isi Pertemuan Prabowo dan Megawati di Teuku Umar

0

Bogordaily.net – Sudah lama pertemuan seperti ini tidak terlihat,  Megawati dan Prabowo duduk bersama seperti itu.

Senin malam, di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, keduanya akhirnya bertemu. Hanya berdua. Empat mata. Satu setengah jam lamanya.

Banyak yang penasaran: apa yang dibicarakan dua tokoh ini? Terlebih, PDIP sampai hari ini belum bergabung ke koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.

Tapi Dasco, Wakil Ketua DPR yang juga orang dekat Prabowo, buru-buru menenangkan. “Itu silaturahmi Idulfitri saja,” katanya di Senayan, Selasa (8/4).

Dasco sendiri mengaku tidak tahu banyak. Yang ia tahu, pembicaraan lebih banyak soal situasi global.

Bagaimana negara-negara besar sedang terguncang. Dan bagaimana Indonesia harus bersiap.

“Apalagi Bu Mega pernah memimpin Indonesia di masa sulit. Jadi mereka tukar pikiran,” kata Dasco.

Apakah membahas peluang PDIP bergabung kabinet? Dasco mengangkat bahu.

“Saya tidak tahu. Karena pertemuannya lebih banyak empat mata,” jawabnya.

Prabowo Tidak Sendiri ke Teuku Umar

Prabowo datang ke Teuku Umar tidak sendiri. Ada Sugiono (Menlu), Ahmad Muzani (Sekjen Gerindra dan Wakil Ketua MPR), Prasetyo Hadi (Mensesneg), Letkol Teddy (Seskab), hingga Aries Marsudiyanto (Kepala BPPIK).

Bahkan, Budi Gunawan — Kepala BIN — juga ada di rumah Megawati.

Tapi Dasco membantah bahwa ini adalah pertemuan kabinet. Katanya, itu hanya kebetulan. “Habis rapat, saya diajak,” ujarnya sambil terkekeh.

Hangat, Akrab, 1,5 Jam

Menurut Dasco, suasana pertemuan Prabowo dan Megawati sangat hangat. Bahkan, waktu berjalan tanpa terasa.

“Pertemuan semalam itu penuh kekeluargaan. Banyak yang dibahas. Tidak terasa satu setengah jam berlalu,” katanya.

Soal Bakmi di Luar Ruangan

Apa yang dihidangkan Megawati kepada Prabowo? Dasco tidak tahu. Yang jelas, tamu-tamu di luar ruangan disuguhi bakmi.

“Waduh, kita yang di luar dihidangin bakmi. Beli di toko ritel,” ujar Dasco sambil tertawa.

Komitmen untuk Masa Depan Bangsa

Dari pihak PDIP, Guntur Romli membocorkan sedikit isi perbincangan.

Menurutnya, Megawati dan Prabowo berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi, khususnya menyangkut hal-hal strategis yang berdampak pada rakyat dan masa depan bangsa.

Silaturahmi yang Punya Banyak Makna

Kalau mau dibaca lebih dalam, ini memang silaturahmi.

Tapi juga silaturahmi yang tidak sederhana. Ada masa depan bangsa yang dibicarakan. Ada pengalaman, ada kekhawatiran, ada harapan.

Dan mungkin — siapa tahu — ada benih-benih baru dalam peta politik Indonesia yang sedang bertumbuh dari meja kecil di Teuku Umar malam itu.***

Instagram Priguna Anugerah Pratama Diserbu. Siapa Dia?

0

 Bogordaily.net – Nama Priguna Anugerah Pratama mendadak muncul di mana-mana, di X, di Instagram, di TikTok, bahkan di grup-grup WhatsApp.

Bukan karena prestasi. Tapi karena kabar buruk.

Seorang pendamping pasien di sebuah rumah sakit pendidikan melapor: ada dugaan kekerasan seksual. Nama Priguna langsung menyeruak.

Disebut terang-terangan. Bukan sekadar inisial. Diunggah pertama kali oleh akun Instagram @ppdsgramm, lalu disambut akun-akun besar di X.

Siapa Priguna Anugerah Pratama?

Ia mahasiswa PPDS anestesi di Universitas Padjadjaran (Unpad). Seorang dokter residen yang sedang menapaki jalur spesialis. Kini, semua itu seakan sia-sia.

Instagram Anugerah Pratama Dicari Warganet

Sejak namanya viral, satu hal lain terjadi: akun Instagram dan LinkedIn Priguna Anugerah Pratama diburu orang.

Dicari. Dipelototi. Namun begitu kasus ini mencuat, akun-akun itu mendadak hilang.

Dihapus? Dinonaktifkan? Tidak jelas. Yang pasti, upaya jejak digital itu pupus.

Yang tersisa hanya potongan-potongan tangkapan layar, beredar cepat seperti rumor di pasar.

Kronologi Versi drg. Mirza Mangku Anom

Ada satu tokoh lain yang ikut bicara: drg. Mirza. Di akun Instagram-nya @drg.mirza, ia bercerita panjang lebar.

Soal modus, soal dugaan pembiusan dan hasil visum yang katanya menemukan sperma.

Mirza juga membagikan isi chat dengan korban. Tentang trauma yang berat. Tentang rasa takut yang mengendap.

Dari sini, kasus tak lagi bisa dibendung. Bukan hanya soal hukum, tapi juga soal moral.

Banyak yang mendesak Unpad untuk bertindak tegas. Transparan. Tak cukup hanya “memproses” secara internal.

Istri Priguna Anugerah Pratama: Siapa?

Di tengah hiruk pikuk ini, muncul pertanyaan lain: siapa istri Priguna?

Kabar yang beredar, Priguna sudah menikah. Dengan seorang perempuan cantik.

Tapi namanya? Tidak ada yang tahu. Akunnya? Konon, juga sudah menghilang dari Instagram.

Tak sedikit warganet yang justru merasa iba. Bukan pada Priguna, tapi pada keluarganya—terutama istrinya—yang mungkin terseret dalam badai ini tanpa tahu apa-apa.

Akhirnya…

Hari-hari ini, nama Priguna Anugerah Pratama akan terus jadi bahan perbincangan. Instagram-nya yang lenyap justru semakin menambah penasaran publik.

Apakah akan ada klarifikasi resmi? Apakah istri Priguna akan buka suara?

Belum ada yang tahu. Yang pasti, di era media sosial ini, sekali nama kita terbuka, sulit untuk menutupnya kembali.***

Polisi Grebek Tempat Uang Palsu, Lima Orang Ditangkap di Bogor

0

Bogordaily.net – Tim Reskrim Polsek Tanah Abang melaksanakan penggrebekan tempat pembuatan uang palsu di Perumahan Griya Melati 1, Blok C3 A, RT.03/RW.13, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Rabu 9 April 2025.

Operasi ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka berinisial Jery di Stasiun Tanah Abang.

Penggerebekan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kompol M. Malau, dengan dukungan tim Reskrim Polsek Tanah Abang serta Babinsa dari Kodim 0606/Kota Bogor, Serda Desben Manullang.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat berhasil mengamankan lima orang tersangka, yaitu Jery (pelaku), Babay (pelaku), Amir Riadi (pelaku), Lasmino (pemilik rumah) dan Dian Slamet Riadi (pelaku utama/pembuat uang palsu).

Selain itu, turut diamankan berbagai barang bukti, seperti uang palsu pecahan Rp100.000 siap edar sebesar Rp1,3 miliar. Uang palsu yang belum siap edar sebesar Rp2 miliar, alat cetak dan printer.

Operasi ini berjalan lancar tanpa adanya perlawanan berarti dari para pelaku. Saat ini, seluruh tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Polsek Tanah Abang untuk penyelidikan lebih lanjut.***

Ibnu Galansa

Lebaran di Yogyakarta: Perjalanan Singkat yang Berkesan

Bogordaily.net – Lebaran selalu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Setelah sebulan penuh berpuasa, akhirnya tiba saatnya berkumpul dengan keluarga, menikmati hidangan khas, dan merasakan suasana hangat penuh kebahagiaan. Bagi banyak orang, Lebaran juga identik dengan perjalanan—entah itu mudik ke kampung halaman atau sekadar liburan ke tempat baru. Pada tahun ini Aku lebaran di Yogyakarta.

Lebaran tahun lalu, aku mengunjungi salah satu kota besar di daerah Jawa. Ciri khas dari daerah ini adalah kamu akan menyukai makanan Gudeg-nya. Ya, aku berlibur ke Yogyakarta! Sebenarnya, tahun lalu bukanlah kali pertama aku ke sana.

Semasa kecil, aku pernah berlibur ke Candi Borobudur yang letaknya juga dekat dengan DIY. Kalau ingatanku tidak salah, aku sempat mencicipi makanan di Mr. Blangkon. Makanannya apa… aku tidak ingat, hehe.

Kembali ke cerita utama, libur Lebaran tahun 2024. Yogyakarta bukan menjadi tujuan dan destinasi utama untuk Lebaran tahun lalu. Keluargaku merencanakan pergi ke sana karena memang kakak sulungku ada keperluan di Yogyakarta.

Dari hari pertama hingga entah keberapa, seperti Lebaran pada umumnya, aku berlibur di rumah kakek-nenek. Barulah di hari terakhir liburan kami pergi ke DIY sebelum akhirnya kembali pulang.

Kesan pertamaku menginjakkan kaki di Jalan Malioboro adalah… Ini, mah, Braga (versi di Jawa). Dari tatanan letaknya, ramainya, hiasan pinggir jalan—yang berbentuk bola-bola, benar-benar seperti di Jalan Braga, Bandung. Mungkin perbedaannya, ya, di sini menjual makanan khas Jawa.

Jadi, apa tujuanku di Jalan Malioboro? Aku sendiri kurang tahu, tetapi intinya ibuku ingin berbelanja saat itu. Lantas, aku pun mengikuti ke mana pun langkah ibuku pergi. Kami membeli jamu—beras kencur merupakan kesukaanku, bakpia (kalau aku tidak salah mengingat), dan jajanan lainnya.

Jujur, di mana pun tempatnya, berjalan kaki ketika berbelanja jelas membuat lelah, ya. Sempat aku berdiam diri dan duduk di kursi taman yang berada di trotoar untuk sejenak melepas lelah. Sembari duduk, aku memandangi jalanan dan keramaian yang ada di Jalan Malioboro.

Di sini, ketika kamu melihat ke arah jalan raya, kamu akan disuguhi pemandangan sesak karena kebetulan saat itu lalu lintas begitu macet. Hal yang menarik, di sini ada banyak delman.

Selanjutnya, satu hal yang membedakan tempat ini dengan Braga adalah kamu akan mendengar lantunan lagu Jawa yang diputar melalui ‘saluran penyiaran’ yang ada di sudut-sudut jalan. Apa maksud dari diputarnya suara tersebut, aku tidak tahu.

Oh, ya, ketika ingin berbelanja di sini, kami harus mencari tempat parkir yang sepi dan letaknya lumayan jauh dari Jalan Malioboro.

Sehabis turun dari mobil, kami berjalan memasuki gang kecil sampai akhirnya bisa tembus ke Jalan Malioboro. Sepanjang aku berjalan di gang kecil itu, aku terpesona melihat bangunan-bangunannya yang unik.

Gambaran dari kata unik di sini adalah bangunan-bangunan yang berdiri dengan cat warna pastel (seingatku) dan aku menjumpai satu tempat makan menarik.

Tempat makan tersebut hanya bisa diakses melalui jalan kecil ini, tampilannya dari luar terlihat santai, beberapa material bangunannya—seperti jendela, pintu, terbuat dari kayu, dan dindingnya dihiasi gantungan-gantungan yang menarik.

Setelah puas berbelanja, kami kembali ke tempat di mana mobil diparkir. Namun, tidak dengan berjalan kaki seperti saat berangkat, kami menggunakan kendaraan becak.

Ini adalah salah satu momen lucu yang tidak kulupakan, aku dan ibu menaiki satu becak yang sama, sementara kakak sulungku bersama adik bungsuku. Kami mengitari jalanan Yogyakarta menggunakan becak. Rasanya mengasyikkan.

Sesampainya di mobil, kami berniat mencari masjid terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Sebelum meninggalkan kawasan Yogyakarta, kami menepi sebentar untuk makan karena sejak pagi perut belum terisi.

Kalau sedang di daerah Jawa seperti ini, makanan yang aku suka adalah Magelangan atau Nasi Mawut. Sayangnya, di tempat makan saat itu tidak ada menu tersebut. Akhirnya, aku memakan soto dengan nasi putih.

Selesai sudah menjelajahi pusat hiburan dan perbelanjaan di Jalan Malioboro, menaiki becak keliling kota, dan makan masakan enak, kami menutup perjalanan dari Yogyakarta dengan hujan deras. Terima kasih kepada teman-teman yang telah bersedia membaca cerita perjalananku saat lebaran di Yogyakarta.***

Tsabita El Azmi
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Wali Kota Bogor Konsultasi Akses Batutulis dengan Wamen PU

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memaparkan rencana penanganan Jalan yang terputus di Jalan Saleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan di hadapan Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, Rabu 9 April 2025.

Pertemuan ini berlangsung di Kantor pusat Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam paparannya, Dedie Rachim menyampaikan adanya dampak bencana hidrometeorologi di area Underpass Batutulis yang merupakan Proyek Strategis Nasional. Ia, menyoroti usulan untuk membuka akses jalan baru.

“Dilakukan guna menghindari risiko terulangnya kembali bencana. Hal tersebut sebagaimana rekomendasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah DKI-Jabar,” ucap Dedie Rachim.

Wamen PU meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera menyampaikan usulan teknis dan memastikan ketersediaan lahan untuk akses baru.

Agar apabila PU turut mencarikan solusi pembiayaan melalui skema Inpres Jalan Daerah, maka penanganan teknisnya dapat dipercepat.

Turut dibahas pula rencana relokasi pipa JDU milik Perumda Tirta Pakuan untuk pengamanan akses, yang diusulkan oleh Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan.***

Ibnu Galansa

Usai Libur Lebaran, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Kembali Beri Pelayanan Kepada Masyarakat

Bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat usai libur lebaran.

Adapun, untuk jam pelayanan di Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mulai Selasa 8 April 2025 pukul 07.30 WIB hingga 15.30 WIB.

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus berkomitmen dalam menjaga kualitas air bagi pelanggan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Permenkes No. 2 Tahun 2023.

Selain menjaga kualitas dan inovasi, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor juga mengimbau pelanggan untuk selalu menjaga meter air di rumah, karena perangkat tersebut merupakan tanggung jawab pelanggan.

Tak hanya itu, Perumda juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas.

Jika menemui hal mencurigakan, pelanggan diimbau segera menghubungi layanan resmi di nomor 1500862 atau melalui WhatsApp di 082119969008, atau datang langsung ke kantor pelayanan terdekat.

Dengan berbagai upaya ini, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus berkomitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan serta menjaga kualitas air yang bersih dan aman bagi masyarakat. ***

Albin Pandita

Direktur RSUD Cibinong Dampingi Bupati Bogor Tinjau Pelayanan Publik

Bogordaily.net – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong dr Yukie Meistisia mendampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau pelayanan di RSUD Cibinong pada Rabu 9 April 2025.

Dalam kesempatan itu terlihat, dr Yukie bersama Bupati Rudy meninjau ke beberapa ruang pelayanan dan berinteraksi dengan pasien yang ada di RSUD Cibinong.

Adapun, sidak ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional instansi pemerintahan dan kualitas layanan publik.

Rudy Susmanto menyampaikan rasa syukur karena seluruh jajaran RSUD Cibinong, mulai dari direktur hingga tenaga medis, sudah kembali beraktivitas normal setelah cuti Lebaran.

“Alhamdulillah, tidak ada yang izin, semuanya masuk untuk melayani masyarakat. Kami juga berharap RSUD Cibinong ini bisa menjadi rumah sakit umum daerah yang lebih baik lagi,” kata Rudy Susmanto.

Menyinggung soal pelayanan kesehatan, Bupati Bogor menegaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintahannya adalah mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 100% pada tahun 2026.

“Untuk mencapai itu, kami membutuhkan anggaran sekitar 724 miliar rupiah, dan kami sudah mulai berkoordinasi dengan DPRD serta instansi terkait untuk mewujudkannya,” ungkapnya. ***

Albin Pandita

Harga Emas Antam Naik Lagi Hari Ini, Cek Sekarang!

0

Bogordaily.net – Setelah mengalami penurunan, harga emas keluaran Logam Mulia Antam 24 Karat kembali meroket pada Rabu (9/4/2025) hari ini.

Harga emas hari ini naik hingga Rp23.000 per gram ke level Rp1.777.000 per gram. Untuk diketahui sebelumnya harga emas tertinggi sepanjang masa berada di level Rp 1.836.000 per gram. Kini harga emas kembali ke level Rp 1,7 jutaan.

Satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp938.500. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 17.265.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 1.717.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, pergerakan emas Antam terpantau turun di rentang Rp 1.754.000-1.836.000 per gram. Sedangkan dalam sebulan terakhir, pergerakan harga emas terpantau naik dan berada di rentang Rp 1.679.000-1.836.000 per gram.

Harga emas hari ini untuk buyback emas Antam juga naik Rp 23.000 dan berada di level Rp 1.627.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45%, harus menyertakan NPWP untuk transaksinya.

Berikut rincian Harga Emas Hari Ini dari Antam 1 Gram hingga 1.000 Gram, Rabu 9 April 2025

Harga emas 0,5 gram: Rp 938.500
Harga emas 1 gram: Rp 1.777.000
Harga emas 2 gram Rp 3.494.000
Harga emas 3 gram Rp 5.216.000
Harga emas 5 gram: Rp 8.660.000
Harga emas 10 gram: Rp 17.265.000
Harga emas 25 gram: Rp 43.037.000
Harga emas 50 gram: Rp 85.995.000
Harga emas 100 gram: Rp 171.912.000
Harga emas 250 gram: Rp 429.515.000
Harga emas 500 gram: Rp 858.820.000
Harga emas 1.000 gram: Rp1.717.600.000

Demikian rincian harga emas hari ini keluaran Antam 1 gram hingga 1.000 gram, Rabu (9/4/2025). ***