Home Blog Page 1019

Berlayar dari Teknologi ke Akuakultur: Sebuah Kisah Perjalanan dan Pembelajaran

0

Bogordaily.net – Atabik Ali Mubarok, lahir pada 28 April 2003, adalah sosok yang kini dikenal sebagai asisten dosen di program studi Ilmu Kelautan dan Perikanan (IKN). Namun, perjalanan akademiknya hingga berada di posisi ini tidaklah singkat.

Awalnya, ia tidak memiliki minat di bidang perikanan. Justru, ia lebih tertarik dengan dunia komputer dan teknologi. Namun, latar belakang keluarganya yang telah lama berkecimpung di dunia perikanan mendorongnya untuk mengikuti jejak tersebut. Dengan bimbingan serta dukungan orang tua, akhirnya Atabik memilih perikanan sebagai bidang yang ditekuni.

Keputusan itu awalnya tidak mudah. Perubahan minat dari komputer ke perikanan menjadi tantangan tersendiri. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan ketertarikan dalam dunia perikanan, terutama setelah mendapatkan pengalaman langsung di lapangan dan melalui interaksi dengan dosen serta teman-temannya. Lambat laun, ia semakin memahami bahwa perikanan bukan hanya sekadar tentang menangkap ikan, tetapi juga mencakup banyak aspek lain, seperti budidaya, pengelolaan sumber daya, hingga kewirausahaan di bidang perikanan.

Saat menempuh perkuliahan, Atabik mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang menjadi titik balik dalam perjalanannya di dunia akademik. Dalam program ini, ia terlibat dalam penelitian mengenai pendidikan radikal di bidang perikanan. Penelitian ini membawanya lebih jauh dalam memahami sektor perikanan dari sudut pandang yang lebih luas, terutama dalam aspek sosial dan bisnis.

Dosen pembimbing yang mengarahkan Atabik dalam penelitian ini melihat potensinya dan menyarankan agar ia mengambil tugas akhir dengan tema kewirausahaan di bidang perikanan. Dari situ, ia semakin tertarik dengan aspek bisnis dalam dunia perikanan. Kebetulan, dosen pembimbingnya juga mengajar di mata kuliah Bisnis dan keewirausahaan perikanan, sehingga ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi asisten dosen di mata kuliah tersebut.

Menjadi asisten dosen tentu ada tantangan. Salah satu kesulitan yang dihadapi Atabik adalah bagaimana menyampaikan materi yang kompleks agar dapat mudah dipahami oleh mahasiswa. Ia menyadari bahwa tidak semua mahasiswa memiliki pemahaman dan cara belajar yang sama, sehingga ia harus mencari metode terbaik agar materi yang diajarkan dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa. Selain itu, pengalaman berbicara di depan kelas juga menjadi tantangan tersendiri baginya. Sebagai seseorang yang awalnya tidak terbiasa berbicara di depan umum, kini ia harus berbicara di depan banyak mahasiswa setiap minggunya. Namun, ia menganggap ini sebagai proses belajar yang berharga, karena membantu dirinya meningkatkan rasa percaya diri serta memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik.

Dalam membimbing mahasiswa, Atabik memiliki prinsip bahwa pendidikan yang baik harus berlangsung dalam suasana yang baik dan nyaman. Maka, ia selalu berusaha untuk menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan mahasiswa, tanpa adanya batasan senioritas yang berlebihan. Baginya, suasana belajar yang nyaman akan membuat mahasiswa tidak merasa tertekan ketika belajar. Ia juga selalu terbuka terhadap diskusi dan pertanyaan dari mahasiswa, karena ia percaya bahwa pembelajaran yang efektif bukan hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi dan diskusi yang aktif.

Sebagai seseorang yang kini aktif di dunia akademik perikanan, Atabik memiliki harapan yang besar bagi mahasiswa yang ingin sukses dalam bidang ini. Ia menekankan pentingnya memperdalam ilmu perikanan serta tetap konsisten dalam bidang yang ditekuni. Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berpikir tentang mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga mempertimbangkan untuk menjadi wirausahawan. Menurutnya, sektor perikanan ini memiliki peluang bisnis yang sangat besar, terutama dalam bidang akuakultur dan pengolahan hasil perikanan. Jika dapat dikelola dengan baik, bidang ini dapat memberikan keuntungan yang besar serta membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Selain aktif di dunia akademik perikanan, Atabik juga memiliki hobi yang cukup unik. Meskipun saat ini ia fokus pada perikanan, ketertarikan pada dunia komputer masih ada. Ia sangat senang membongkar dan merakit komputer, sebuah hobi yang sudah ia tekuni sejak lama. Di sela-sela kesibukannya sebagai asisten dosen, ia masih menyempatkan diri untuk menyalurkan hobinya ini. Bahkan, ia memiliki impian untuk menggabungkan dua minatnya, yaitu perikanan dan teknologi, dengan menciptakan inovasi yang dapat membantu industri perikanan di masa depan.

Selain itu, Atabik juga memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pengusaha di bidang akuakultur. Ia ingin membangun bisnis sendiri dan berkontribusi dalam pengembangan sektor perikanan di Indonesia. Tak hanya itu, ia juga tertarik dalam bidang desain grafis, terutama desain 3D yang berkaitan dengan dunia perikanan. Dengan kemampuannya dalam bidang teknologi dan bisnis, ia berharap agar dapat menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi industri perikanan dan juga bagi generasi yang akan datang.

Perjalanan Atabik dari seorang mahasiswa yang awalnya kurang tertarik dengan perikanan hingga menjadi asisten dosen dan calon pengusaha di bidang akuakultur adalah suatu bukti bahwa seseorang pasti bisa berkembang di luar zona nyamannya. Ia juga telah membuktikan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan kemauan untuk belajar, seseorang akan bisa mencapai lebih dari yang dibayangkan. Dengan semangat yang terus menyala, Atabik siap menghadapi tantangan yang lebih besar dan membawa perubahan positif di dunia perikanan.***

Mahliqa Aridha Fatimah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Yogyakarta Selalu Punya Cerita dalam Perjalanannya

0

Bogordaily.net – Libur Imlek di bulan Januari kemarin, saya bersama keluarga pergi berlibur untuk sekedar refreshing dari sibuknya kegiatan sehari-hari kami. Kami merencanakan untuk pergi berlibur ini di akhir tahun 2024.

Alasan kami sekeluarga memutuskan untuk liburan ke Yogyakarta karena di sana banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi dan menikmati keindahan alam. Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan keanekaragaman budaya.

Akses untuk menuju ke tempat wisata tersebut sudah bagus dan mudah untuk dilalui, kemudian infrastrukturnya sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat.

Perjalanan Menuju Yogyakarta
Pada tanggal 27 Januari, kami berangkat dari Stasiun Senen, Jakarta, menggunakan kereta api pada malam hari menuju Yogyakarta. Perjalanan menuju Yogyakarta membutuhkan waktu selama 8 jam, kemudian kami tiba di Stasiun Lempuyangan pada pukul 6 pagi.

Setibanya di Yogyakarta, kami langsung dijemput oleh mobil sewaan yang telah dipesan sebelumnya untuk mobilitas kami selama berada di Yogyakarta.

lalu, kami sekelurga langsung bergegas menuju ke hotel yang sudah kami booking untuk 2 hari kedepan.

Karena waktu check-in hotel masih belum bisa, kami hanya menitipkan barang di hotel dan langsung bergegas untuk pergi ke destinasi wisata yang pertama.

Omah Cantrik: Wisata Kuliner dan Keasrian Pedesaan
Omah Cantrik adalah salah satu tempat wisata yang menawarkan kelezatan kuliner dan menikmati indahnya suasan desa yang masih asri dengan menaiki mobil VW classic warna-warni.

Pertama-tama kami menyusuri desa sambil menikmati pemenadangan sawah, menikmati udara segar dan perkebunan warga nanggulan serta berhenti di sejumlah spot foto alam menggunakan properti yang disediakan Omah Cantrik.

Setelah berkeliling dan foto-foto, kami langsung menikmati makan siang yang telah disediakan oleh pihak Omah Cantrik. Makan siang tersebut didapat dari paket sewa vw classic warna warni seharga Rp350.000,00.

Paket tersebut keliling menggunakan VW classic selama 45 menit dan makan siang (4 soto bathok dan 4 teh tawar).

Lava Tour: Sensasi Petualangan di Gunung Merapi
Dari suasana pedesaan yang asri, kami lanjut ke destinasi wisata yang lebih menarik lagi di Lava Tour Merapi. Pada saat mengikuti Lava Tour Merapi ini, kami menggunakan jeep yang kami sewa dari 86MJTC, kami memilih paket medium trip opsi tiga dengan harga Rp500.000 per jeep untuk durasi 120 menit.

Dalam perjalanan ini kami mengunjungi bunker Kali Adem, Stonehenge, dan trek manuver Kalikuning. Kami berkeliling di lautan pasir sisa erupsi dan basah-basahan di sungai yang membuat sensasi wisata yang makin seru dan menyegarkan.

Sore harinya setelah kami melakukan lava tour, kami langsung menuju sebuah restoran bernama Ayam Jogja yang terletak di Sukunan, Sleman.

Restoran ini menawarkan berbagai hidangan ayam, daging sapi, dan seafood, kami juga disuguhi pemandangan hamparan sawah serta kereta api yang melintas, menambah kesan santai dan nyaman pada hari pertama kami di Yogyakarta.

Gumuk Pasir dan Keindahan Laut Selatan di Obelix Sea View
Hari selanjutnya, tempat wisata pertama yang kami kunjungi adalah Gumuk Pasir, yaitu gundukan pasir yang terletak di Kabupaten Bantul.

Selain digunakan sebagai tempat sand boarding, Gumuk Pasir Parangkusumo juga menjadi tempat pembuatan beberapa video klip.

Di sana kami sekeluarga hanya berfoto dengan latar belakang gundukan pasir. Setelah berkunjung ke Gumuk Pasir Parangkusumo dan melakukan foto-foto, kami langsung melanjutkan perjalanan wisata menuju ke Obelix Sea View.

Obelix Sea View adalah salah satu destinasi wisata yang memberikan pemandangan laut selatan yang menajubkan dan salah satu tempat terbaik untuk melihat sunset di Yogyakarta.

Obelix Sea View memiliki banyak spot foto yang keren dengan view ke pantai dan laut, kami sekeluarga berfoto di goa purba, sky deck, the swing dan kampung maroko.

Untuk masuk ke dalam Obelix Sea View harga tiketnya dari Senin-Jum’at sebesar Rp30.000,00 dan Sabtu, Minggu, dan hari libur sebesar Rp40.000,00.

Sebagian besar spot foto disana gratis, tetapi ada juga yang berbayar yaitu spot foto di the swing dan the nest.

Jungwok Blue Ocean: Santorini ala Indonesia
Sore harinya, kami melanjutkan perjalanan ke Jungwok Blue Ocean di Gunung Kidul. Tempat ini dikenal sebagai Santorini ala Indonesia karena bangunannya yang khas berwarna biru dan putih.

Setelah sampai di sana bertepatan sekalai pada saat matahari mulai terbenam, kami menikmati sunset sambil berfoto-foto dengan latar belakang arsitektur unik dan pemandangan laut yang sangat bagus.

Malioboro, Ikon Jogja yang Tidak Boleh Terlewatkan
Hari terakhir kami di Yogyakarta dihabiskan di Malioboro, destinasi ini wajib bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana otentik dari Kota Yogyakarta ini.

Selain berfoto-foto di sepanjang jalan Malioboro, kami juga berburu oleh-oleh khas Yogyakarta, seperti bakpia yang selalu menjadi favorit untuk dibawa pulang.

Setelah selesai berbelanja, kami kembali ke Stasiun Lempuyangan untuk perjalanan pulang menuju Jakarta.

Liburan Singkat yang Penuh Memori
Liburan yang singkat ini menjadi momen yang sangat membuat kami sekeluarga Bahagia karena kami jarang sekali liburan untuk melepas penat dari kehidupan sehari-hari.

Yogyakarta adalah salah satu kota yang membuat saya memiliki banyak momen berharga, dari budaya, destinasi wisata, serta makanannya.

Dari destinasi wisata hingga wisata kuliner, setiap tempat yang kami kunjungi memberikan kesan yang sangat berharga bagi kami. Liburan ini tidak hanya merefresh tubuh dan pikiran, tetapi juga mempererat kebersamaan kami sekeluarga.

Seperti lagu Adhitia Sofya “Sesuatu Di Jogja”, kota ini banyak menyimpan kenangan, keharmonisan, serta pengalaman yang berharga. Yogyakarta, tunggu kami akan kembali untuk cerita-cerita selanjutnya.***

Emery Muhammad Ryansya 
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media
Sekolah Vokasi IPB University

 

Peran Komunikasi terhadap Proses Sosial, Budaya, dan Politik

0

Bogordaily.net – Komunikasi, pastinya akan selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai manusia pastinya kita akan berkomunikasi dengan siapapun dalam situasi apapun. Contohnya ketika kita sedang berada di rumah, kita akan berkomuniksi dengan keluarga, ketika sedang di sekolah kita berkomunikasi dengan guru dan teman, di kampus dengan dosen dan teman, di organisasi dengan anggota sesame organisasi, dan masih banyak lagi. Jadi, peran komunikasi sangat penting pada kehidupan kita sehari-hari.

Komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang saling mendalam (Rogers & Kincaid, 1918).

Dalam proses komunikasi, komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan dengan tujuan agar komunikan mengerti apa yang dimaksud komunikator. Pesan yang diterima oleh komunikan harus sesuai dengan pesan yang dimaksud dan disampaikan oleh komunikator. Dalam proses komunikasi, tentunya ada aspek-aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan komunikasi.

Berdasarkan penjelasan di atas, terlihat bahwa peran komunikasi sangat berpangaruh dalam kehidupan. Maka dari itu, komunikasi sangat dibutuhkan pada proses sosial, komunikasi juga dibutuhkan dalam proses berbudaya dan yang paling penting komunikasi sangat dibutuhkan pada proses berpolitik. Hal-hal tersebut selalu berkaitan dengan komunikasi dalam menunjang keberhasilannya.

Komunikasi Sebagai Proses Sosial
Komunikasi sebagai proses sosial memilik hubungan yang cukup erat, Komunikasi berperan penting dalam menjembatani perbedaan dalam masyarakat karena mampu merekatkan kembali sistem sosial masyarakat dalam usahanya membuat perubahan.

Dalam berkomunikasi tidak dapat terlepas dari kontek sosial, seperti sikap, perilaku, pola, norma, pranata, antara kedua hal tersebut pastinya akan selalu berhubungan dan saling melengkapi.

Komunikasi sosial adalah kegiatan berkomunikasi dengan tujuan mencapai integrasi sosial, komunikasi ini melibatkan proses timbal balik di mana komunikator dan komunikan berbagi pemahaman yang sama tentang apa yang sedang mereka bahas.

Menurut Soerjono Soekanto, komunikasi sosial adalah suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh mempengaruhi antara para individu, individu dengan kelompok maupun antar kelompok. Jadi komunikasi sosial adalah setiap yang orang hidup bermasyarakat memiliki kodrat untuk senantiasa terlibat dalam interaksi dalam komunikasi.

Komunikasi sebagai proses sosial memliki beberapa fungsi, yaitu:
1. Menghubungkan berbagai komponen masyarakat, komunikasi menghubungkan individu, masyarakat, dan berbagai lembaga sosial.
2. Mengontrol sosial, komunikasi digunakan untuk mengontrol nilai, norma, dan perilaku dalam masyarakat.
3. Sosialisasi nilai Komunikasi berperan dalam menyampaikan nilai-nilai kepada masyarakat.
4. Menunjukkan identitas sosial melalui komunikasi, seseorang menunjukkan jati diri dan identitas sosialnya
5. Memungkinkan kerjasama Melalui komunikasi, individu dapat bekerja sama dengan anggota masyarakat lainnya.

Berikut contoh studi kasus tentang komunikasi sebagai proses sosial:
Di sebuah desa yang berada di pelosok negeri yang kehidupannya tentram, asri, dan nyaman. Warga di sana memiliki mata pencaharian utama sebagai petani, mereka hidup saling berdampingan, menghargai satu sama lain, tanpa ada membedakan sekalipun.

Pada suatu hari terjadi keributan pada salah satu warga dengan satu warga lainnya akibat persaingan bertani, di mana satu warga ini merasa kesal dengan warga lainnya karena dia menjual hasil panennya di bawah pasar. Mereka saling cekcok satu sama lain sampai ingin berantem yang dapat merusak hubungan.

Warga yang melihat di sekitar, langsung berusaha memisahkan mereka supaya tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Setelah dipisahkan oleh warga, mereka dibawa ke balai desa untuk menyelesaikan masalah mereka. Kepala desa menenangkan mereka dengan cara musyawarah.

Pada saat ini komunikasi sebagai proses sosial berguna untuk menyelesaikan warga yang sedang konflik, Komunikasi sebagai proses berguna saat terjadi masalah sosial yang dapat diselesaikan dengan cara musyawarah atau mufakat.

Komunikasi Sebagai Proses Budaya
Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar, beserta keselurahan dari hasil budi dan karyanya (Nurudin, 2004). Komunikasi sebagai proses budaya ditunjukkan kepada orang atau kelompok lain dalam pertukaran budaya, dalam proses tersebut berisi tentang unsur-unsur kebudayaan, salah satunya budayanya yaitu bahasa yang berhubgungan langsung dengan komunikasi.

Budaya dan komunikasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan, namun budaya tetap merupakan hal yang berbeda dengan komunikasi. Budaya biasanya berisi tentang, pengetahuan, moral, seni, kepercayaan, hukum, adat, dan masih banyak lagi yang masih bersingunggan dengan budaya. Komunikasi yang ditunjukkan kepada suku disebut dengan pertukaran kebudayaan.

Berikut studi kasus tentang komunikasi sebagai proses budaya:
Pada sebuah kampus yang berada di Jakarta, berisi mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Dua mahasiswa yang berasal dari berbeda daerah bertemu di kantin, mereka berdua merupakan mahasiswa baru yang diterima di kampus tersebut.

Mereka di kantin saling kenal karean kebetulan mereka juga sekelas, mereka bercerita tentang latar belakang mereka agar bisa mengenal satu sama lain. Setelah berkenalan ternyata salah satu dari mereka berasal dari Padang dan dari Makassar, mereka saling bercerita tentang kebudayaan mereka satu sama lain.

Mahasiswa yang dari Padang ini bercerita tentang budaya, bahasa, dan ras yang berada di Padang yang sangat unik dan seru untuk dipelajari, begitupun mahasiswa yang berasal dari Makassar temtang kebudayaan yang berada di sana.

Mereka tertarik untuk saling bertukar budaya dan memiliki beberapa kemiripan dan mereka pun tertarik untuk membuat sebuah festival yang mengenalkan budaya-budaya yang berada di Indonesia.

Komunikasi Sebagai Proses Politik
Menurut Gabriel Almond komunikasi ibarat aliran darah yang mengalirkan pesan politik berupa tuntutan, protes dan dukungan (aspirasi dan kepentingan) ke jantung pemrosesan sistem politik.

Dan hasil pemrosesan itu dialirkan kembali oleh komunikasi poltik yang selanjtnya menjadi umpan balik sistem politik (Alfian, 1993). Komunikasi sebagai proses politik yaitu komunikasi sebagai alat yang mampu mengalirkan pesan politik ke kekuasaan untuk diproses.

Komunikasi sebagai proses politik memiliki peran penting dalam proses memberikan opini berupa gagasan, tuntutan, kritikan, dukungan mengenai suatu isu-isu aktual yang datang dari infrastruktur ditujukan kepada suprastruktur politik untuk diproses menjadi suatu keputusan politik. Pelaku komunikasi sebagai proses politik ini biasanya masyarakat yang melek politik, politisi, dan media massa maupun media sosial.

Fungsi dari komunikasi sebagai proses politik, yaitu:
1. Membangun kesadaran politik
2. Membentuk opini politik
3. Mempengaruhi pengambil Keputusan

Berikut studi kasus tentang komunikasi sebagai proses politik:
Pemerintah pada saat ini sedang mengalami krisis moneter dan kepercayaan. Sistem pemerintahan sedang kacau, seluruh sektor di negri ini sedang mengalami keguncangan akibat krisis ini. Pemerintah saat ini sedang kebingungan tentang negara ini kedepannya, mereka sedang disudutkan dari semua pihak di negeri ini.

Akibat dari insiden tersebut mahasiswa, masyarakat, buruh, dan seluruh sektor mengadakan demonstrasi kepada pemerintah terkait masa depan bangs aini. Mereka menuntut tanggung jawab pemerintah tentang kerusuhan yang sedang terjadi. Mereka sepakat untuk membuat tuntutan agar pemimpin negara yang sedang menjabat untuk turun dari jabatannya yang sudah menjabat lebih dari 20 tahun lebih.

Komunikasi tidak hanya melulu tentang berinteraksi dengan satu atau lebih pihak, tetapi komunikasi mempunya fungsi-fungsi penting dalam berkehidupan sehari-hari kita, seperti saat bersosial, berbudaya, dan berpolitik. Tiga aspek tersebut sangat berkaitan langsung dengan komunikasi untuk menunjang keberhasilan dari aspek-aspek tersebut.***

Emery Muhammad Ryansya 
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media
Sekolah Vokasi IPB

 

 

 

 

Petualangan Seru di The Jungle Waterpark Bogor

0

Bogordaily.net – Setiap orang pasti memiliki momen perjalanan yang berkesan, baik itu karena keindahan tempat yang dikunjungi maupun kebersamaan dengan teman-teman. Salah satu perjalanan yang begitu melekat dalam ingatan saya adalah ketika saya dan enam teman saya berkunjung ke The Jungle Waterpark Bogor.

Berada di kota hujan yang terkenal dengan udaranya yang sejuk, tempat wisata ini menyediakan berbagai wahana air yang seru dan cocok untuk melepas penat kami setelah melewati seluruh hiruk-pikuk. Kami merencanakan perjalanan ini dadakan sehari sebelumnya, berharap bisa menikmati keseruan bersama dan menciptakan kenangan tak terlupakan.

Hari yang kami tunggu pun tiba. Kami berangkat dengan penuh semangat, saling bercanda di sepanjang perjalanan. Setibanya di sana, suasana langsung terasa meriah. Gerbang masuknya dihiasi ornamen warna-warni, diiringi suara gemuruh air dari berbagai wahana.

Senyuman dari ramainya pengunjung yang bersemangat menambah antusiasme kami untuk segera menjelajahi tempat ini. Dengan tas di punggung, kami pun melangkah masuk, siap untuk bertualang.

Begitu memasuki area waterpark, kami langsung terpukau dengan beragam wahana yang tersedia. Namun, momen tak terduga terjadi, kami yang awalnya masuk bersama tiba-tiba terpisah.

Entah bagaimana, saya hanya bersama dua teman saya, Andhika dan Umar, sementara empat lainnya menghilang entah ke mana. Bukannya panik, kami justru tertawa melihat situasi ini dan memutuskan untuk menikmati wahana yang ada terlebih dahulu.

Destinasi pertama kami adalah Lazy River, sungai buatan yang mengelilingi taman air ini. Duduk di atas ban pelampung, kami membiarkan arus membawa kami mengelilingi area waterpark.

Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan seorang anak kecil perempuan bernama Wawa. Bocah ini berbadan gemuk, berambut keriting, dan memiliki wajah ceria yang sulit untuk diabaikan.

Tanpa ragu, kami mengajak dia mengobrol dan langsung berbincang dengan kami, seolah-olah sudah mengenal kami sejak lama. Kebersamaan singkat ini begitu menyenangkan, hingga akhirnya kami harus berpisah saat arus membawa kami ke arah yang berbeda. Sebelum berpisah, saya dan Wawa sempat melakukan tos sebagai tanda pertemanan singkat yang berkesan.

Setelah puas bersantai di Lazy River, kami melanjutkan petualangan ke wahana Wave Pool. Ini adalah salah satu wahana favorit saya, karena kolam ini dirancang untuk meniru ombak laut. Ketika gelombang mulai datang, suasana pun berubah menjadi lebih meriah.

Para pengunjung, termasuk kami, mulai melompat-lompat mengikuti ritme ombak. Tak hanya itu, diiringi dengan alunan musik DJ, kami larut dalam suasana yang penuh euforia. Kami bernyanyi, berjoget, dan tertawa bersama, benar-benar menikmati setiap momennya.

Bermain air seharian tentu menguras energi kami. Merasa lapar, kami pun memutuskan untuk mencari makanan di area food court. Saat sedang memilih makanan, sebuah kejadian lucu terjadi. Tiba-tiba, seorang ibu datang menghampiri kami, menawarkan dagangannya.

Dengan sopan, kami menolak, tetapi ibu tersebut tetap gigih membujuk kami untuk membeli. Hingga akhirnya, Umar, yang memang dikenal paling tengil di antara kami, dengan ekspresi menyebalkannya berkata, “Udah, Bu, udah.” sambil memalingkan wajah. Reaksi spontannya ini sontak membuat kami semua tertawa terbahak-bahak.

Bahkan ibu tersebut pun tersenyum geli melihat kelakuan kami.
Setelah makan, kami kembali mencoba berbagai wahana seru di The Jungle Waterpark. Salah satu yang paling menantang adalah seluncuran berliku yang tinggi dan berkelok.

Awalnya, kami merasa ragu karena melihat betapa curamnya lintasan dari bawah, tetapi setelah melihat teman-teman lain meluncur dengan tawa, kami pun ikut mencoba. Begitu tubuh meluncur mengikuti aliran air, rasa takut seketika berubah menjadi keseruan.

Setelah puas bermain, kami memilih bersantai di kolam air hangat, menikmati suasana sore yang mulai beranjak, sambil mengobrol santai dan mengistirahatkan tubuh.

Menjelang sore, kami berkumpul kembali dengan teman-teman lain yang sebelumnya berpencar mencoba berbagai wahana. Suasana semakin meriah saat kami saling berbagi pengalaman seru, mulai dari keseruan meluncur hingga momen-momen lucu yang terjadi sepanjang hari. Tak lama kemudian, kami bertemu dengan maskot The Jungle Waterpark yang ramah dan menggemaskan.

Kesempatan ini tentu tidak kami lewatkan begitu saja. Dengan penuh semangat, kami berfoto bersama sebagai kenang-kenangan dari perjalanan kali ini, mengabadikan kebersamaan dalam satu momen berharga.

Perjalanan ke The Jungle Waterpark Bogor benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Selain menikmati wahana yang seru, pengalaman ini juga dipenuhi dengan kebersamaan dan kejutan kecil yang membuat hari itu semakin spesial.

Dari meluncur di seluncuran berliku hingga bermain ombak buatan, setiap momen terasa menyenangkan. Hal yang membuatnya semakin berkesan adalah kejadian spontan, seperti bertemu dengan Wawa yang mengajak berjoget di kolam ombak serta insiden lucu dengan pedagang yang membuat kami tertawa sepanjang sore.

Kami pun menyadari bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari tempat yang dikunjungi, tetapi juga dari orang-orang yang menemani. Suasana penuh canda tawa, momen sederhana berbagi camilan, hingga percakapan ringan di pinggir kolam membuat perjalanan ini semakin bermakna. Dengan hati yang penuh kegembiraan, kami pulang membawa cerita seru yang akan terus dikenang. Setiap kejadian hari itu menjadi potongan kenangan berharga, mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kebersamaan dan momen yang kita bagi bersama.***

Faris Faid Anwar, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Ocehan Kanye West dalam Platform X yang Berdampak Negatif terhadap Reputasi Dirinya

0

Bogordaily.net – Kanye West, seorang musisi, produser, dan desainer ternama, dikenal tidak hanya karena bakatnya dalam industri hiburan tetapi juga karena kontroversinya di media sosial. Salah satu platform yang sering ia gunakan untuk mengekspresikan opini pribadinya adalah Platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter). Namun, kebiasaannya dalam menyampaikan pendapat tanpa filter sering kali menimbulkan kontroversi dan berdampak negatif terhadap citranya.

Di era komunikasi digital, media sosial memiliki pengaruh besar terhadap reputasi seseorang, terutama bagi figur publik. Satu unggahan yang tidak dipertimbangkan dengan matang dapat menimbulkan reaksi besar, yang berdampak pada karier, hubungan bisnis, dan citra pribadi. Artikel ini akan membahas bagaimana komunikasi digital mempengaruhi reputasi seseorang serta bagaimana ocehan Kanye West di Platform X membawa dampak negatif terhadap dirinya.

Komunikasi Digital dan Reputasi di Era Media Sosial

Komunikasi digital telah mengubah cara individu dan organisasi membangun serta mempertahankan reputasi mereka. Menurut (Warta 2017:13) reputasi digital adalah penilaian seseorang terhadap cara pengelolaan dan penyajian konten pada media tersebut, sehingga memperoleh perspektif secara keseluruhan baik besifat postif atau negatif, tergantung bagaimana pengelola dapat meningkatkan reputasi pada media tersebut.

Teori Framing yang dikemukakan oleh Entman (1993) menjelaskan bahwa media memiliki kekuatan dalam membentuk opini publik melalui cara mereka menyajikan suatu isu. Dalam konteks ini, pernyataan kontroversial seorang figur publik dapat diperkuat atau dipersempit oleh media, yang kemudian membentuk persepsi publik terhadap individu tersebut.

Beberapa selebritas telah mengalami dampak negatif dari media sosial. Misalnya, kasus Roseanne Barr yang kehilangan pekerjaannya karena cuitan rasis di Twitter, serta James Gunn yang sempat diberhentikan dari proyek film Marvel akibat cuitan lama yang kontroversial. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak jangka panjang terhadap reputasi dan karier seseorang.

Kanye West dan Kontroversinya di Platform X

Kanye West dikenal sering membuat pernyataan kontroversial di Platform X, baik mengenai politik, budaya, maupun pandangan pribadinya terhadap isu-isu sensitif.
Beberapa cuitannya menimbulkan kontroversi besar, yang menyebabkan reaksi keras dari publik dan industri hiburan.

Sebagai contoh, pada tahun 2022, Kanye mengunggah serangkaian pernyataan antisemitisme yang memicu kecaman luas. Akibat dari cuitan ini, beberapa mitra bisnis seperti Adidas dan Balenciaga menghentikan kerja sama dengannya, yang berdampak langsung pada pendapatannya. Menurut laporan dari Forbes, keputusan Adidas untuk memutus kontrak dengan Kanye menyebabkan penurunan nilai bersih kekayaannya secara signifikan.

Selain itu, sentimen publik terhadap Kanye mengalami perubahan drastis. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Morning Consult, tingkat popularitas Kanye menurun drastis setelah kontroversi ini mencuat. Banyak penggemar yang merasa kecewa, sementara sebagian lainnya mencoba membela Kanye dengan berbagai justifikasi.

Kejadian ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi pedang bermata dua bagi figur publik. Jika tidak digunakan dengan bijak, platform ini dapat menjadi sumber krisis yang berpotensi merusak reputasi secara permanen. Dalam konteks komunikasi digital, teori Manajemen Krisis (Coombs, 2007) menjelaskan bahwa individu atau organisasi yang terlibat dalam krisis reputasi harus mengambil langkah strategis untuk memitigasi dampak negatifnya. Sayangnya, Kanye cenderung tidak melakukan upaya pemulihan reputasi, yang memperparah citranya di mata publik.

Kanye West adalah contoh nyata bagaimana komunikasi digital yang tidak terkendali dapat berdampak buruk terhadap reputasi seseorang. Melalui berbagai cuitan kontroversialnya di Platform X, Kanye telah kehilangan banyak dukungan, baik dari penggemar maupun mitra bisnisnya. Hal ini membuktikan bahwa dalam dunia digital yang serba cepat, satu pernyataan yang keliru dapat membawa konsekuensi besar yang sulit untuk diperbaiki.

Penting bagi figur publik untuk memahami bahwa media sosial adalah ruang terbuka yang dapat membentuk atau menghancurkan reputasi seseorang. Dalam era digital ini, strategi manajemen reputasi sangat diperlukan untuk menghindari konsekuensi negatif dari pernyataan yang tidak dipertimbangkan dengan baik. Tanpa strategi yang tepat, seorang tokoh publik dapat dengan mudah kehilangan kredibilitasnya dalam hitungan jam akibat reaksi masif dari warganet.

Sebagai kesimpulan, ocehan Kanye West di media sosial menunjukkan bahwa meskipun seseorang memiliki pengaruh besar, hal itu tidak menjamin keberlanjutan reputasi jika komunikasi digital tidak dikelola dengan bijak. Figur publik harus lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial untuk menghindari dampak negatif terhadap citra mereka di masa depan. Kesalahan dalam menyampaikan opini dapat mengakibatkan penurunan popularitas yang drastis, bahkan dapat merusak warisan karier yang telah dibangun selama bertahun-tahun.***

 

Faris Faid Anwar

Program Makanan Bergizi Gratis: Sudah Tepat atau Masih Perlu di Ralat?

0

Bogordaily.net – Program makan bergizi gratis (MBG) adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045. Program ini diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Dalam pelaksanaannya, MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.

Tujuan dari program MBG ini yaitu untuk meningkatkan gizi anak yang akan menunjang tumbuh kembang anak, meningkatkan konsentrasi anak pada saat sekolah, meningkatkan prestasi anak dalam kegiatan akademik, dan yang paling penting program ini akan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Kemudian program MBG ini juga dapat membantu mengerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan beberapa UMKM, para petani dan para pemasok bahan untuk program ini.

Program makan bergizi gratis (MBG) telah dilaksanakan sejak 6 Januari 2025 hingga saat ini, sudah ada di 190 titik pada 26 provinsi di Indoensia. Pemerintah sampai saat ini terus mengupayakan untuk penyebaran MBG sampai ke seluruh penjuru di Indonesia.

Penyebaran MBG ini diharapkan ke pelosok-pelosok Indonesia terlebih dahulu karena dilihat anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui di pelosok sangat membutuhkan MBG untuk perkembangan anak sekolah, bayi yang akan segera lahir, dan nutrisi pada ASI yang dapat meningkatkan perkembangan pertumbuhan bayi.

Keefektifan Makanan Bergizi Gratis
Program makanan bergizi gratis (MBG) yang sudah berjalan dari 6 Januari 2025 hingga saat ini sudah tersebar di 190 titik pada 26 provinsi di Indonesia. Penyebaran ke sekolah-sekolah sudah terlaksana walaupun masih banyak sekolah yang belum dapat merasakan MBG hingga saat ini.

Penyebaran yang belum merata ini menuai banyak kontra di kalangan lembaga pendidikan hingga publik, terutama pada orang yang berada di pelosok-pelosok Indonesia yang lebih membutuhkan program ini, tetapi pemerintah lebih mendahulukan daerah yang sudah menjalani uji coba program ini.

Program ini terbilang sudah cukup efektif dalam pelaksanaanya. Mulai dari pendistribusian makanan, ketepatan waktu pengantaran makanan, dan berbagai hal lainya. Tapi terdapat beberapa laporan bahwa ada keterlambatan kedatangan makanan yang seharusnya datang pada pukul 11.00 tetapi baru datang pada pukul 13.30, hal-hal ini harus menjadi bahan evaluasi kepada pemerintah tentang program ini, mulai dari hal-hal kecil seperti itu karena program ini akan terus berjalan hingga masa kepemimpinan Prabowo selesai.

Sekolah dan para siswa berharap tidak ada lagi keterlambatan dalam pengiriman makanan karena bahan makanan dan anggaran yang digunakan akan sia-sia, kemudian dampak keterlabatan ini juga dapat menganggu proses kegiatan belajar mengajar yang seharusnya waktu istirahat dapat digunakan untuk melakukan makan siang karena jika terlambat mengantar kegiatan makan siang akan terhambat, sehingga siswa akan sulit fokus dalam belajar dan tidak sesuai dengan tujuan makan siang bergizi gratis.

Kualitas Makanan Gratis
Kualitas makanan bergizi gratis (MBG) sejauh ini sudah cukup baik, gizi setiap anak sudah terpenuhi, antara 500-700 kalori dan terkandung unsur karbohidrat, protein nabati dan hewani, lemak, dan buah dalam sekali makan. Dengan budget setiap satu porsi makanan Rp10.000 sudah mendapatkan makanan yang berkualitas, Menu yang diberikan setiap hari juga bervariasi supaya anak-anak tidak bosan ketika mereka makan.

Baru satu hari program ini berjalan, sudah banyak keluhan dari anak-anak terutama anak SD. Mereka mengatakan bahwa rasa dari MBG ini hambar, terdapat buah yang keras sehingga sulit untuk digigit, rasa sayurnya seperti basi, dan beberapa keluhan lainnya. Mereka juga mengaku tidak mendapatkan susu sesuai yang dijanjikan oleh Prabowo, padahal kandungan pada susu sangat bermanfaat bagi anak-anak.

Pemerintah harus segera mengevaluasi tentang program ini terutama kualitas makanan karena makanan sangat krusial jika makanan yang diberikan tidak layak makan anak-anak dapat keracunan makanan. Quality control setiap makanan harus selalu diperhatikan oleh para penanggung jawab program ini untuk kedepannya supaya kualitas makanan tetap terjaga dan anak-anak dapat merasakan program ini tanpa mengeluh dan merasakan senang, serta dapat membantu anak-anak yang kurang mampu.

Lembaga pendidikan dan publik sangat berharap pemerintah dapat mengevaluasi program MBG ini menjadi lebih baik lagi supaya anak-anak Indonesia dapat menjadi lebih berprestasi dan siap menjadi generasi emas dalam menuju Indonesia Emas 2045. Program ini jangan berhenti di tengah jalan, tetapi sama-sama kita dukung program ini supaya berhasil sesuai tujuan yang sudah dibuat oleh Prabowo.***

Emery Muhammad Ryanysa
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media
Sekolah Vokasi IPB

Perseturuan Terbesar dalam Sejarah Musik

0

Bogordaily.net – Acara Grammy Awards 2025 menjadi saksi atas dominasi Kendrick Lamar di kancah musik dunia. Membawa pulang lima piala dengan lagunya Not Like Us yang merupakan lagu diss track bagian dari perseteruannya dengan Drake, Kendrick tidak hanya mencetak segudang prestasi, tetapi juga membentuk salah satu momen sindiran terbesar dalam sejarah musik. Lagu yang awalnya diciptakan hanya sebagai diss track, kini berubah menjadi anthem global yang merayakan kemenangan mutlak Kendrick dalam pertikaiannya dengan Drake.

Kemenangan Bersejarah Kendrick Lamar

Lagu Not Like Us pertama kali dirilis sebagai respons terhadap serangkaian sindiran yang dilontarkan oleh Drake dalam beberapa lagu sebelumnya. Perseteruan di antara keduanya telah lama menjadi topik panas di dunia musik, namun momen di Grammy Awards 2025 menjadi bukti nyata bahwa Kendrick sangat berhasil mengungguli Drake.

Keberhasilan Kendrick dalam memenangkan lima kategori Grammy dengan lagu ini menunjukkan bahwa pesan yang ia sampaikan dalam liriknya bukan hanya diterima oleh para penggemarnya, tetapi juga diakui oleh industri musik secara luas. Penghargaan ini menjadi bentuk validasi bahwa karyanya memiliki bobot artistik yang kuat serta dampak yang besar terhadap pop culture.

Selain dari segi penghargaan, lagu Not Like Us juga mengalami lonjakan popularitas yang luar biasa setelah Grammy Awards. Lagu tersebut kembali menduduki puncak berbagai platform tangga lagu global, menunjukkan bahwa kemenangan Kendrick tidak hanya bersifat simbolis di acara penghargaan, tetapi juga kemegahan dalam dunia industri musik. Hal ini semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu artis hip-hop paling berpengaruh dalam beberapa dekade terakhir.

Bukti Konkret Sindiran Terbesar

Bukan hanya sekadar jumlah piala yang menjadi bukti bahwa Kendrick jauh lebih unggul, tetapi juga reaksi dari banyaknya artis papan atas dari berbagai macam negara yang ikut serta menghadiri Grammy Awards 2025. Pada saat Kendrick berulang kali naik ke panggung untuk menerima penghargaannya, para musisi kelas global yang ada di acara tersebut ikut menyanyikan Not Like Us sembari berjoget mengikuti alunan lagu.

Tentu, gemuruhnya suasana tersebut menjadi bukti yang tak terelakkan bahwa Kendrick tidak hanya menang dalam kancah panggung, Ia juga berhasil memenangi hati seluruh orang dalam dunia musik. Suasana tersebut seakan menjadi pukulan keras bagi Drake, yang kini harus menghadapi realita bahwa lagu sindiran kepadanya justru menjadi simbol kejayaan lawan terbesarnya.

Dukungan serta sorak sorai dari sesama musisi menunjukkan betapa luasnya kepopuleran dan pengaruh Not Like Us. Para artis yang turut bersorak dan menikmati lagu tersebut bukan hanya dari kalangan hip-hop, tetapi juga berasal dari berbagai genre musik lainnya. Lagi dan lagi, fakta tersebut menunjukkan bahwa lagu Kendrick tidak hanya relevan dalam skena hip-hop, tetapi juga menjadi fenomena lintas genre yang diakui oleh banyak pendengar serta para musisi lainnya.

Terjadinya momen ini menunjukkan bahwa musik dapat menjadi tempat komunikasi yang sangat kuat. Kendrick Lamar tidak hanya menyampaikan sindiran keras kepada Drake lewat lagu Not Like Us, namun juga sebagai pesan kuat kepada seluruh dunia bahwa Ia adalah sosok yang pantas dan harus dihormati dalam industri musik. Grammy Awards 2025 menjadi momentum yang mempertegas posisinya sebagai seniman yang memiliki kredibilitas tinggi dan mampu membawa pesan yang kuat melalui musiknya.

Momen ini juga memberi pelajaran bahwa dalam industri musik, kualitas karya dan dampaknya terhadap pop culture memiliki peran yang lebih besar dibandingkan sekadar popularitas semata.

Kemenangan Kendrick Lamar bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang bagaimana musik dapat menjadi alat ekspresi yang efektif dalam menyampaikan pesan dan mengubah persepsi publik. Dengan demikian, kemenangan Kendrick terhadap Drake akan selalu dikenang sebagai salah satu sindiran terbesar dalam sejarah musik, di mana seorang artis berhasil membalikkan narasi perseteruan menjadi sebuah kemenangan yang diakui oleh dunia.***

Ditulis Oleh: Faris Faid Anwar, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Bupati Bogor Siapkan Rotasi Pejabat Besar-Besaran

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor sedang menahan napas, rotasi besar-besaran pejabat di Pemkab Bogor siap digelar. Tapi masih harus menunggu satu surat dari Jakarta.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sudah menyiapkan skenario rotasi pejabat di Pemkab Bogor.

Kepala dinas, kepala puskesmas, kepala sekolah, hingga camat. Semua akan dirotasi.

Ada tujuh OPD besar yang sampai hari ini belum punya kepala dinas definitif.

Daftarnya panjang: Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda Litbang, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, Perpustakaan dan Arsip, Pemberdayaan Perempuan, hingga Dinas Pertanian.

Sejak dilantik, Rudy tahu ini masalah serius. Tapi regulasi membatasi geraknya.

Kepala daerah yang belum genap enam bulan menjabat tidak boleh melakukan rotasi tanpa izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ia pun memilih jalur formal. Mengirim surat permohonan persetujuan rotasi pejabat kepada Kemendagri.

“Saya sudah bersurat. Tinggal menunggu izin,” kata Rudy, Selasa (8/4/2025).

Rencana Rudy tidak main-main.
Open bidding akan digelar. Asesmen dilakukan. Panitia Seleksi (Pansel) dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) sudah disiapkan.

Semua untuk satu tujuan: mengisi jabatan strategis dengan orang-orang profesional.

Rotasi pejabat Pemkab Bogor diharapkan bisa mempercepat pelayanan publik dan memperkuat program pembangunan.

Rudy juga menegaskan, rotasi ini bukan sekadar ganti orang. Tapi membangun mesin pemerintahan yang lebih tangguh.

Masyarakat menunggu.
Pegawai menunggu.
Pemerintahan menunggu.

Yang belum datang hanya satu: surat dari Kemendagri.***

Pentingnya Pendekatan Interpersonal dengan Model Sebelum Sesi Pemotretan?

0

Bogordaily.net – Apa yang membuat sebuah foto terasa hidup? Apakah pencahayaan? Teknik kamera? Atau ada sesuatu yang lebih dalam? Banyak fotografer berfokus pada aspek teknis seperti komposisi, pencahayaan, atau lensa terbaik. Namun, ada satu faktor yang sering diabaikan: hubungan antara fotografer dan model atau dengan melakukan pendekatan interpersonal dengan model.

Foto yang benar-benar memiliki kedalaman bukan hanya soal keakuratan teknis,
tetapi juga bagaimana ekspresi dan emosi seseorang terekam dalam frame.
Sebuah penelitian oleh Mohd Muslim Tan et al. (2024) menemukan bahwa emosi
dalam foto secara signifikan memengaruhi cara audiens memahami gambar. Ini membuktikan bahwa fotografi bukan sekadar menangkap momen, melainkan membangun koneksi yang dapat terasa meski hanya dari satu potret.

Jika fotografer tidak memahami karakter modelnya, yang terjadi adalah gambar yang mungkin secara teknis sempurna, tetapi terasa kosong—tanpa emosi, tanpa kepribadian.

Sebaliknya, jika ada keterhubungan, hasilnya akan lebih autentik, ekspresi akan lebih natural, dan foto akan memiliki cerita yang bisa langsung dirasakan oleh penonton.

Mengapa Kepribadian Model Itu Penting?
Setiap individu memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan emosi dan bahasa tubuh mereka. Seorang fotografer yang memahami modelnya akan lebih mudah menangkap ekspresi yang bukan hanya ‘bagus secara estetika’, tetapi juga memiliki makna mendalam.

Penelitian oleh Olszanowski et al. (2015) menemukan bahwa perbedaan kecil dalam ekspresi wajah dapat mengubah interpretasi audiens terhadap suasana dan pesan yang
disampaikan foto. Sebagai contoh, sedikit perbedaan dalam posisi alis atau senyuman dapat membuat seseorang terlihat bahagia, ragu-ragu, atau bahkan penuh ketegangan.

Jika seorang fotografer tidak memahami bagaimana model mengekspresikan dirinya secara alami, foto bisa terasa dipaksakan. Hasilnya? Pose yang kaku, ekspresi yang terkesan dibuat-buat, dan foto yang kehilangan kedalaman emosionalnya.

Namun, ketika fotografer memahami karakter dan ekspresi alami modelnya, foto akan terasa lebih nyata. Inilah alasan mengapa pemotretan terbaik sering kali bukan tentang bagaimana seseorang berpose, tetapi bagaimana seseorang berinteraksi dengan kameranya.

Bagaimana Cara Mengenal Model Sebelum Sesi Pemotretan?
Koneksi antara fotografer dan model tidak bisa muncul secara instan. Perlu ada pendekatan yang tepat agar proses pemotretan menghasilkan foto yang tidak hanya
berkualitas secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

1. Bangun Komunikasi Sebelum Sesi Pemotretan
Sebelum memulai sesi foto, luangkan waktu untuk berbicara dengan model. Ini bukan hanya tentang membangun suasana yang nyaman, tetapi juga untuk memahami bagaimana mereka ingin ditampilkan dalam gambar.
Moon (2016) dalam studinya menemukan bahwa interaksi sebelum pemotretan dapat meningkatkan rasa percaya diri model, sehingga mereka lebih santai dan ekspresi yang muncul lebih natural.

Contoh pertanyaan yang dapat diajukan:
• “Bagaimana kamu ingin terlihat dalam foto ini?”
• “Apakah ada gaya favoritmu?”
• “Kamu lebih suka difoto dalam keadaan serius, ekspresif, atau natural?”
Melalui percakapan ini, fotografer bisa menangkap gestur alami model bahkan sebelum kamera mulai bekerja.

2. Mengamati Bahasa Tubuh dan Ekspresi Model
Menurut Brian Roberts (2011), pose dan ekspresi seseorang memiliki hubungan erat dengan kepribadian mereka. Jika fotografer bisa menangkap pola ini, mereka bisa lebih mudah mengarahkan model tanpa membuat mereka merasa dipaksa.

Misalnya:
• Model yang introvert cenderung lebih nyaman dengan gaya candid yang natural, di mana mereka tidak merasa terlalu diperhatikan.
• Model yang ekspresif lebih nyaman dengan gaya yang lebih dinamis, menampilkan kepercayaan diri dalam pose mereka.
• Model yang belum terbiasa difoto bisa diarahkan ke pose yang lebih sederhana tetapi tetap memiliki narasi visual yang kuat.
Intinya, tidak ada satu formula yang cocok untuk semua orang. Seorang fotografer harus bisa membaca karakter modelnya sebelum menentukan pendekatan terbaik.

3. Menyesuaikan Pencahayaan dan Warna dengan Karakter Model
Pencahayaan dan warna dalam foto bukan hanya elemen estetika, tetapi juga memiliki efek psikologis yang besar.

Studi oleh Gunawan (2021) menunjukkan bahwa warna memiliki dampak emosional yang signifikan dalam menciptakan atmosfer dalam foto.

• Warna hangat (merah, oranye) → Menampilkan semangat, energi, dan kehangatan.
• Warna dingin (biru, hijau) → Memberikan kesan tenang, introspektif, dan lebih formal.
• Hitam putih → Menghilangkan distraksi warna, menekankan ekspresi wajah, dan menampilkan kedalaman emosional yang lebih kuat.
Begitu pula dengan pencahayaan:

• Pencahayaan lembut dapat menciptakan kesan tenang dan lebih personal.
• Pencahayaan dramatis dengan kontras tinggi bisa memberikan kesan kuat dan intens.

Dengan memahami bagaimana warna dan cahaya bekerja bersama dengan karakter model, fotografer bisa menciptakan foto yang lebih kuat secara emosional.

Ketika Fotografer Mengenal Modelnya, Hasil Foto Menjadi Berbeda
Perbedaan antara fotografer yang hanya mengambil gambar dan fotografer yang benar-benar mengenal modelnya bisa terlihat jelas dalam hasil akhir.

Beberapa manfaat yang akan diperoleh jika fotografer mengenal modelnya lebih dalam:
• Ekspresi terlihat lebih natural, tanpa kesan dibuat-buat.
• Pose lebih nyaman, karena fotografer tahu cara mengarahkan model dengan tepat.
• Cerita dalam foto lebih terasa, karena koneksi emosional antara model dan kamera lebih kuat.
• Hasil akhir lebih autentik, mencerminkan karakter asli model, bukan hanya interpretasi dari fotografer.

Dalam dunia fotografi, sering kali bukan peralatan atau teknik yang membedakan antara foto yang biasa dan foto yang luar biasa—melainkan seberapa baik fotografer
memahami orang yang ada di depan lensanya.

Fotografi potret bukan sekadar menangkap gambar, tetapi menangkap kepribadian, emosi, dan ekspresi yang jujur dari seseorang.

Sebelum memotret seseorang, tanyakan pada diri sendiri:
“Apakah saya benar-benar mengenal model saya?”***

Oleh: Andika Rizki Hadiana Putra Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

 

Gaji PNS Naik 16 Persen di 2025? Sri Mulyani Bantah

0

Bogordaily.net – Isu gaji PNS naik di tahun 2025 beredar cepat. Media sosial gaduh. Grup-grup WhatsApp penuh.

Katanya, gaji PNS akan naik 16 persen tahun depan.

Benarkah?

Sri Mulyani buru-buru angkat bicara. Menkeu itu bilang: tidak benar. Tidak ada rencana kenaikan gaji PNS tahun 2025 dalam APBN. Tidak ada juga dalam dokumen resmi pemerintah.

“Bohong,” kata Sri Mulyani pendek saja, Selasa lalu.

Isu gaji PNS ini makin liar. Sebagian ASN sudah mulai berharap. Sebagian lagi pesimistis.

Sri Mulyani tegas: pemerintah sedang irit besar-besaran. Belanja negara dipotong Rp306 triliun. Yang penting sekarang, kata dia, stabilitas fiskal.

Bukan nambah-nambah gaji.

Tapi jangan takut. Meski ada penghematan, gaji PNS tetap aman. Bayar penuh. Tepat waktu. Tidak dipotong.

Belum rezeki, kata Sri Mulyani.

Kalau mau bicara gaji PNS naik, faktanya memang belum ada perubahan aturan.

Yang berlaku masih yang lama: Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024.

  • Golongan I: Rp1,6 juta sampai Rp2,9 juta.
  • Golongan II: Rp2,1 juta sampai Rp4,1 juta.
  • Golongan III: Rp2,7 juta sampai Rp5,1 juta.
  • Golongan IV: Rp3,2 juta sampai Rp6,3 juta.

Itu sudah naik di Januari 2024. Naiknya waktu itu 8 persen untuk ASN. Pensiunan lebih besar: 12 persen.

Presiden baru, Prabowo Subianto, juga belum mengeluarkan kebijakan baru soal gaji PNS naik 2025.

Semuanya masih seperti dulu.

Yang ada justru reformasi ASN. Beban kerja mau diukur ulang. Jumlah pegawai mau dikaji lagi. Pelayanan publik mau didigitalisasi.

Kalau reformasi selesai, baru mungkin ada penyesuaian gaji.

Pendapatan ASN juga beda-beda. Tergantung instansi.

Kalau kerja di Kementerian Keuangan, BPK, atau ESDM, tukin bisa besar. Sampai Rp46 juta per bulan. Jabatan menentukan. Kinerja menentukan.

Yang heboh soal gaji PNS naik 2025 ini banyak yang belum tahu soal tukin.

Pemerintah imbau masyarakat tenang.

Kalau dengar kabar gaji PNS naik 2025 yang aneh-aneh, jangan langsung percaya. Cek dulu. Buka situs resmi. Tanya Kemenkeu. Tanya BPK.

Sri Mulyani sampai bilang: jangan terpancing hoaks.

Tetap kerja baik. Tetap jalani tugas. Gaji PNS tetap cair. Kenaikan? Nanti dulu.***