Home Blog Page 1028

Polisi Catat Satu Juta Lebih Kendaraan Padati Kawasan Puncak Pada Momen Libur Lebaran

Bogordaily.net – Polisi mencatat sebanyak 1.001.065 kendaraan memadati kawasan Puncak Bogor pada momen libur lebaran periode 27 Maret – 6 April 2025.

Diketahui, dari satu juta lebih kendaraan ini, 500.596 kendaraan diantaranya melintas dari Puncak Bogor menuju Gadog.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan bahwa, pihaknya akan tetap bersiaga dengan menerapkan beberapa kebijakan pengaturan lalu lintas di Puncak Bogor secara maksimal hingga libur lebaran berakhir.

“Volume kendaraan mulai meningkat signifikan pada masa arus balik ini terlihat pasti mulai hari Sabtu dan Minggu adanya penumpukan kendaraan, sehingga kami perlu melakukan langkah-langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas secara maksimal,” kata AKBP Rio Wahyu Anggoro, Senin 7 April 2025.

Menurut Kapolres, para petugas di lapangan pun turut disiagakan di titik-titik pertemuan jalur utama dan jalur alternatif guna mengurai potensi kemacetan.

Selain pengaturan lalu lintas, Polres Bogor juga meningkatkan patroli serta melakukan pemantauan secara intensif melalui pos-pos pengamanan yang telah disiapkan di berbagai lokasi strategis dan tetap dipantau melalui CCTV Di Pos Pelayanan Gadog dari pagi hingga malam hari.

“Pengamanan arus balik merupakan bagian penting dari operasi pelayanan masyarakat selama Lebaran,” jelasnya.

“Kami akan terus bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk memastikan masyarakat bisa kembali dengan selamat ke tempat tinggal atau tempat kerja masing-masing,” tambah Kapolres.

Sementara itu, dengan upaya ini, diharapkan arus balik di wilayah hukum Polres Bogor dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan aman bagi seluruh pengguna jalan.***

Albin Pandita

Rudy Susmanto Siap Sukseskan Program Ketahanan Pangan Supaya Berjalan Optimal di Kabupaten Bogor

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor siap mensukseskan program pemerintah pusat yakni ketahanan pangan, agar dapat berjalan optimal di Kabupaten Bogor.

Hal ini dikatakan Rudy Susmanto saat mengikuti kegiatan panen raya padi serentak di 14 provinsi dan 157 kabupaten / kota di seluruh Indonesia, yang dipimpin langsung Presiden RI, Prabowo Subianto secara virtual, Senin (07/04).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto hadir langsung di lokasi panen raya, Kampung Ciukuy, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol.

Hadir bersama Bupati Bogor, Danrem 061 Suryakancana, Danlanud ATS, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Wakapolres Bogor, Ketua Baznas, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Camat, Forkopimcam, dan Kepala Desa se-Kecamatan Jonggol.

Rudy Susmanto juga menyerahkan secara simbolis bantuan pupuk dan sembako kepada warga sekitar.

Rudy Susmanto menjelaskan, hari ini mengikuti agenda Presiden melaksanakan panen raya padi serentak di seluruh Indonesia. Sementara kami hadir melaksanakan panen raya di Kecamatan Jonggol.

“Luas lahannya di sini kurang lebih 25 hektar, tapi kalau se-Kabupaten Bogor kurang lebih ada 39.000 hektar. Dengan hasil panen rata-rata sebanyak 6,75 ton per hektar, artinya sudah berada di atas rata-rata panen nasional,” ujar Rudy.

Rudy mengajak semua pihak untuk mendukung program pusat yakni ketahanan pangan, terutama di Kabupaten Bogor kita kembalikan beberapa lahan-lahan yang sudah tidak produktif untuk kita maksimalkan kembali.

“Saya berterima kasih, di Kabupaten Bogor sendiri program ketahanan pangan dibantu oleh TNI dan Polri. TNI berfokus pada tanaman padi, dan Polri berfokus pada tanaman jagung. Dan untuk para petani di Kabupaten Bogor kita akan maksimalkan bantuan-bantuan pertanian baik untuk lahan persawahan maupun perkebunan,” jelas Rudy.

Rudy menambahkan, terkait keluhan dari para petani, ada beberapa titik lokasi yang perlu normalisasi irigasi tahun ini juga kita akan segera melakukan perbaikan-perbaikan agar program ketahanan pangan pemerintah pusat bisa berjalan optimal di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya dengan menaiki mesin panen padi modern (harvester) di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut mendampingi Presiden.

Presiden Prabowo juga sempat mendengarkan dan mencatat keluhan para petani dari berbagai provinsi, serta berdialog dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas peran petani yang sangat besar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan kepada saudara-saudara sekalian, saudara adalah tulang punggung banyak pihak. Kita mungkin tidak merasakan betapa pentingnya para petani, tugasnya petani adalah produsen pangan, tanpa pangan tidak ada negara,” kata Prabowo.

Presiden menambahkan, para petani yang mengalami kesulitan karena hama tikus diminta untuk segera melapor. Pemerintah, kata dia, akan hadir memberikan bantuan. Ia juga mengajak untuk saling bahu membahu mengatasi persoalan pertanian.

“Kesulitan saudara adalah kesulitan kita semua. Kita cari jalan keluar bersama. Yang punya hama tikus berbahaya, laporkan,” ujar Presiden Prabowo.(*)

Pelaku Pembunuhan di Taman Cimanggu Bogor Diancam 15 Tahun Penjara

0

Bogordaily.net – Pelaku pembunuhan di Taman Cimanggu Bogor diancam 15 tahun penjara. Ceritanya sederhana. Tapi berakhir tragis. Hanya karena piring kotor, keponakan membunuh tantenya sendiri.

Minggu sore, 6 April 2025. Sekitar jam empat. Rumah di Kedungwaringin, Tanah Sareal, mendadak gaduh.

Percekcokan kecil terjadi. Mulai dari ucapan biasa: “Cuci piring dulu.”
Berakhir dengan air muka tersiram.
Berujung maut.

Versi polisi, setelah disiram air, pelaku melempar spons ke arah korban. Lalu menyerang bertubi-tubi. Tangan kosong. Wajah korban hancur. Luka sobek di pelipis kanan dan kiri. Luka di dagu. Memar besar di mata.

“Pelaku mengaku tidak menggunakan alat apapun,” ujar Kompol Aji Riznaldi, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota. Tapi, untuk memastikan, polisi tetap mengotopsi jasad korban.

Penyidik juga menegaskan: pelaku pembunuhan di Taman Cimanggu Bogor diancam 15 tahun penjara, sesuai Pasal 338 KUHP jo Pasal 351 ayat (5).

Kini pelaku sudah ditahan. Tidak bisa lagi kabur dari kenyataan. Ia akan menghadapi hukuman panjang.

Dan kisah kelam ini berakhir di meja hijau: pelaku pembunuhan di Taman Cimanggu ini diancam 15 tahun penjara.

Sebelumnya,

Kasie Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Eko Agus, membenarkan: “Pelaku sudah diamankan. Kurang dari 24 jam,” katanya singkat, Senin pagi ini.

Empat saksi diperiksa. Salah satunya — ya, ERP itu — akhirnya mengaku. Dan polisi tidak menunggu lama. Statusnya resmi: tersangka.

Informasi ini pertama kali beredar di kalangan warga setempat. Menurut keterangan warga RT sekitar, korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga. “Min ijin ada info pembunuhan di taman Cimanggu diduga korban (tante) dan pelaku (ponakan),” tulis salah satu warga dalam pesan singkat yang beredar.

Hingga saat ini, aparat dari Polres Bogor Kota telah menangani kasus tersebut dan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga membatasi akses ke lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.***

Mengintip Koleksi Mobil Mewah Lisa Mariana di Tengah Kontroversi

0

Bogordaily.net – Koleksi Mobil Mewah Lisa Mariana jadi sorotan di tengah kontroversi.

Bayangkan: Mercedes-Benz SLK merah menyala, meluncur di jalanan Bali. Atap terbuka. Angin laut. Seorang perempuan di balik kemudi. Ia adalah Lisa Mariana.

Namanya kini ramai di media sosial. Bukan hanya karena pengakuannya tentang Ridwan Kamil. Tapi juga karena mobil-mobil mewah di garasinya.

Koleksi Mobil Mewah Lisa Mariana yang paling mencolok: Mercedes-Benz SLK 250. Warnanya mencolok. Merah darah. Harganya juga mencolok: hampir setengah miliar rupiah.

Padahal, mesinnya? Tidak lebih besar dari Toyota Vios. Tapi siapa peduli? Ini soal gaya. Ini soal sensasi. Ini soal gengsi.

SLK memang bukan sembarang mobil. Sejak lahir pertama kali tahun 1996, mobil ini selalu menggoda. Pendek, ringan, sporty. Cocok untuk jalanan Bali yang romantis.

Varian SLK 250 ini bermesin kecil, 1.800cc. Tapi ada turbo. Cukup untuk melaju kencang di sepanjang Jimbaran.

Mobil ini memang bukan barang baru. Produksinya bahkan sudah berhenti tahun 2020. Tapi pasar mobil bekas masih menilainya tinggi. Setidaknya Rp500 jutaan. Kalau yang versi AMG, bisa Rp600-700 juta.

Lisa tidak hanya punya satu. Ada juga Porsche Cabriolet di garasinya. Atap terbuka juga. Dua mobil. Dua atap terbuka. Dua pernyataan: Lisa ingin terlihat.

Di Instagram, Lisa tampak tenang. Dengan pose santai di depan mobil mewahnya. “Tidak akan takut selagi benar,” tulisnya.

Pernyataan keras. Di tengah badai gosip. Di tengah hujan komentar netizen.

Kini, Mercedes merah itu mungkin sedang diam di garasi. Tapi kisahnya terus bergerak. Dari satu grup WhatsApp ke grup lain. Dari satu portal berita ke portal berikutnya.

Bukan lagi soal mobil. Bukan lagi soal Lisa. Ini sudah tentang bagaimana kemewahan, cinta, dan kekuasaan bisa berkelindan dalam satu narasi.

Sebuah cerita yang, seperti Mercedes itu sendiri, berkilau di luar — tapi menyimpan mesin yang rumit di dalam.***

Harga Bitcoin Ambruk Gara-Gara Donald Trump

0

Bogordaily.net – Bitcoin ambruk lagi. Kali ini gara-gara Donald Trump. Presiden AS itu memutuskan menerapkan tarif baru. Dunia langsung gelisah. Pasar saham rontok. Investor panik.

Trump memang keras kepala. Begitu banyak negara protes, ia malah menantang. Di media sosial Truth Social, ia minta rakyat Amerika bertahan. Ia tahu badai ini akan menghantam pasar. Tapi ia tetap melaju.

Selama akhir pekan, Uni Eropa balas menyiapkan tarif untuk barang AS. China dan Kanada juga tidak mau diam. Mereka menyiapkan langkah balasan. Ini artinya perang dagang jilid baru. Pasar global gemetar.

Saham-saham anjlok sejak Jumat. Aksi jual berlanjut sampai Minggu malam. Dow Jones jatuh 1.531 poin. S&P 500 dan Nasdaq sama buruknya. Tiga hari berturut-turut pasar Amerika dibantai. Bitcoin ambruk pula — sempat menyentuh di bawah US$79.000.

Lim Hui Jie dari CNBC Internasional memperingatkan: ini baru awal. Dow dan S&P 500 mencatat kerugian terbesar sejak pandemi 2020.

Nasdaq sudah masuk pasar bearish. Bitcoin pun ikut-ikutan turun 15% sepanjang 2025 ini. Padahal, tahun ini kripto sebenarnya diharapkan naik karena regulasi baru.

Tapi siapa peduli regulasi saat ekonomi dunia terancam resesi?

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, bilang: tarif baru itu jalan terus. Tidak ada kompromi. Mulai 9 April 2025, dunia harus siap menghadapi harga-harga baru.

Bitcoin ambruk. Saham pun hancur. Trump tetap tegak berdiri.***

Link Komik Sagu Keju yang Viral Gara-Gara Meme Kesenggol Toples di TikTok dan X

0

Bogordaily.net – Link komik Sagu Keju mendadak menjadi buruan banyak orang setelah sebuah cerita absurd di media sosial melesat viral tanpa peringatan.

Berawal dari sebuah cuitan akun @_devalo di X (dulu Twitter), sebuah kisah kecil yang tampak serius tentang keluarga besar, anak-anak, dan karpet ruang tamu tiba-tiba berubah arah secara liar dan tak terduga.

Bayangkan, di tengah suasana obrolan keluarga yang biasanya penuh formalitas, ada kalimat dramatis:

“Seketika kami ber***** di hadapan keluarga besar di atas karpet dan sempet kesenggol toples sagu keju yang ga laku.”

Tanpa latar belakang yang jelas, tanpa alasan yang logis, cerita itu langsung membuat ribuan orang membagikan, menanggapi, dan akhirnya mengolah ulang dalam berbagai bentuk. Bukan hanya teks.

Bukan hanya meme. Kali ini cerita itu menjelma menjadi komik digital, video jedag-jedug, hingga parodi anime.

Di titik itulah link komik Sagu Keju mulai tersebar. Banyak yang penasaran: apa isi lengkap komik ini? Siapa yang menggambarnya? Dan mengapa sebuah toples sagu keju bisa menjadi bintang utama dalam kisah yang begitu absurd?

Dugaan sementara, seorang kreator anonim dengan akun @rxyz506-lah yang pertama kali mengubah teks viral itu menjadi gambar panel komik.

Tidak butuh waktu lama sebelum potongan gambar itu membanjiri linimasa TikTok, Instagram, hingga Reddit.

Dengan ilustrasi sederhana, komik itu justru mempertegas absurditas cerita: wajah-wajah datar, situasi normal, lalu ledakan kekacauan karena satu toples kue.

Lebih dari sekadar lelucon, fenomena ini menunjukkan bagaimana humor modern bekerja.

Tanpa perlu logika, tanpa perlu penjelasan panjang. Justru dalam ketidakmasukakalannya, meme ini menemukan napas kehidupan baru.

Di tengah membanjirnya komentar dan parodi, link komik Sagu Keju menjadi kata kunci sakral.

Semua ingin melihat, membaca, dan mungkin ikut menciptakan versinya sendiri.

Ada yang menambahkan musik dramatis, ada yang membuat versi ala drama Korea, ada pula yang membacakan narasinya dengan suara bergetar seolah sedang di tengah tragedi besar.

Apa yang membuat cerita ini bertahan lebih lama daripada kebanyakan viral lainnya? Jawabannya sederhana: keanehan yang kolektif.

Netizen tidak hanya mengonsumsi konten ini, tetapi juga aktif mengolah dan memperpanjang hidupnya.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi apakah cerita ini murni spontanitas atau bagian dari proyek kreatif tersembunyi.

Tapi sepertinya, tidak ada yang peduli. Dalam dunia maya yang semakin cepat dan penuh tekanan, tawa kecil akibat “kesenggol toples sagu keju” terasa jauh lebih berarti.

Kalau Anda belum ikut tertawa bersama, sekarang saatnya. Cari link komik Sagu Keju, baca perlahan, dan biarkan absurditas kecil ini mengambil alih sejenak dari keseriusan dunia nyata.

LINK KOMIK

Karena kadang, kita semua hanya butuh satu toples sagu keju yang jatuh untuk mengingatkan: hidup tidak selalu harus masuk akal.***

Rezky Fauzan Ranajaya, Sosok Pelaku Pembunuhan di Taman Cimanggu Bogor

0

Bogordaily.net – Rezky Fauzan Ranajaya, sosok pelaku pembunuhan di Taman Cimanggu Bogor, akhirnya terungkap.

Bukan orang asing. Bukan perampok. Bukan pula penjahat bayaran. Tapi darah daging sendiri.

Minggu sore, di sebuah rumah tua di Kedungwaringin, Tanah Sareal, Bogor — maut datang dari orang yang tak disangka. EL, perempuan 59 tahun, ditemukan sudah tak bernyawa di ruang tengah.

Warga sekitar sudah lama merasa ada yang aneh. Gerak-gerik yang ganjil. Jam 11 malam, kadang lewat, Rezky Fauzan Ranajaya, sosok pelaku pembunuhan di Taman Cimanggu Bogor, sering terlihat duduk sendirian di pinggir warung.

Tidak berbicara. Tidak membeli apa-apa. Hanya diam, mematung, seperti menyimpan sesuatu di dalam dada.

“Dia suka nongkrong sendirian. Gak nyangka banget,” tulis seorang warga di Instagram. Tapi semua baru terasa masuk akal setelah kejadian itu.

Polisi bergerak cepat. Tanpa banyak drama, Rezky Rauzan Ranajaya ditangkap. Dan kasus ini pun membuktikan sekali lagi: bahwa musuh sejati kadang bukan datang dari luar rumah.

Kadang dari meja makan sendiri.
Rezky Rauzan Ranajaya, sosok pelaku pembunuhan di Taman Cimanggu, kini tinggal menunggu waktu.

Kampung kecil itu pun kembali menundukkan kepala — mengenang EL, perempuan ramah yang seharusnya tidak berakhir dengan luka di sekujur tubuh.***

Menjelajahi Pelabuhan Ratu, Surga Tersembunyi di Sukabumi

Bogordaily.net – Setiap orang pasti memiliki cara mereka sendiri untuk melepas penat. Beberapa memililih berdiam diri di rumah, berbelanja ke pusat perbelanjaan, mendaki gunung, atau mengunjungi tempat lainnya. Bagi saya, pantai akan selalu menjadi pilihan yang tepat ketika hidup sudah mulai terasa berat dan rutinitas yang mulai menguasai pikiran. Menjelajahi Pelabuhan Ratu, menjadi kegembiraan yang tak terlupakan.

Setelah berhari-hari terjebak di dalam tumpukan pekerjaan kampus, saya akhirnya memutuskan untuk berangkat ke pantai yang terletak cukup jauh dari kota.

Perjalanan ini saya anggap sebagai hadiah untuk diri sendiri dan kesempatan untuk menjernihkan pikiran agar bisa mengisi Kembali energi yang terkuras habis.

Pilihan pantai yang saya pilih kali ini adalah Pantai Pelabuhan Ratu yang terletak di Sukabumi. Perjalanan menuju pantai dimulai dengan melintasi jalan-jalan perkotaan yang padat, kemudian berlanjut ke jalanan yang lebih sepi dan pedesaan yang hijau.

Di sepanjang perjalanan, saya disuguhi pemandangan sawah yang membentang luas, pepohonan yang rimbun, dan rumah-rumah sederhana yang terlihat begitu tenang.

Ketika jarak semakin jauh, pemandangan yang says lelui membuat saya merasa semakin dekat dengan alam. Semakin menjauh dari kota, semakin sedikit pula suara-suara bising yang mengganggu.

Di sini, hanya ada suara alam yang membisikkan ketenangan. Sambil menikmati pemandangan, saya merasakan hembusan angin yang segar tengah membawa aroma laut yang semakin tercium.

Saya akhirnya sampai di lokasi tujuan, perjalanan ini memakan waktu selama hampir 3 jam. Saya langsung berlari ke arrah pantai yang tampaknya sudah siap menyambut saya dengan hamparan pasir yang lembut dan birunya laut yang tampak menangkan. Perlahan saya berjalan menuju bibir pantai dan melepas alas kaki.

Rasa hangat dari pasir yang menyentuh telapak kaki saya membuat saya seketika bahagia. Saat berjalan lebih jauh menuju air, saya merasakan sensasi kesejukan dari ombak yang perlahan menyentuh kaki saya.

Di sekeliling saya, suasana begitu tenang—hanya ada suara deburan ombak dan angin laut yang menyapa daun-daun pohon kelapa yang tumbuh di sekitar pantai.

Saat matahari mulai terbenam, langit memerah perlahan, seakan memberikan ruang untuk malam yang akan datang. Pemandangan ini memberikan rasa tenang yang mulai merasuk ke dalam pikiran saya.

Selain keindahan alam, Pelabuhan Ratu juga menawarkan pengalaman kuliner yang tidak kalah menarik. Pelabuhan Ratu, yang terletak di tepi laut, dikenal sebagai surganya para pecinta makanan laut.

Berbagai restoran dan warung makan di sepanjang pantai menawarkan hidangan laut yang langsung diambil dari laut sekitar.

Saya lalu memilih untuk berhenti di sebuah restoran yang tepat di pinggir pantai, dengan meja-meja yang menghadap ke laut. Suasana yang tenang dengan deburan ombak dan angin laut membuat pengalaman makan semakin istimewa. Hal itu menjadi bagian menyenangkan saam menjelajahi Pelabuhan Ratu.

Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari ikan bakar, cumi-cumi, hingga kepiting yang baru saja diangkat dari laut. Setelah melihat-lihat, saya memutuskan untuk mencoba beberapa makanan seperti udang saus tiram, kepiting saus padang, dan gurita bakar.

Tak lama setelah pesanan datang, aroma seafood yang baru dimasak langsung menggunggah selera. Gurita bakar yang disajikan dengan sambal memberikan rasa pedas yang pas, udang dan kepiting juga tidak kalah lezat, daging yang lembut dan bumbu yang meresap sempurna, setiap suapan terasa sangat memanjakan lidah.

Setelah perut puas terisi, saya kembali meresapi suasana sekitar. Matahari sudah sepenuhnya terbenam, dan gelombang laut yang terus berderu pelan.

Menjelajahi Pelabuhan Ratu ini bukan hanya tentang menikmati pantai dan alamnya yang memukau, tetapi juga merasakan bagaimana laut memberikan hasil terbaiknya untuk setiap orang yang datang.

Dari keindahan alam hingga kuliner yang menggoda, setiap detil perjalanan ini meninggalkan kesan yang mendalam. Benar-benar definisi menemukan surga yang tersembunyi.

Perjalanan singkat ke pantai ini adalah pengingat bahwa terkadang kita perlu menjauh dari segala keramaian untuk menemukan kedamaian dalam diri.

Ketika kembali ke mobil dan memulai perjalanan pulang, saya tahu bahwa meskipun rutinitas saya akan Kembali seperti biasanya, saya sudah mendapatkan sesuatu yang lebih ketenangan hati dan pikiran yang jernih.

Dan setiap kali saya membutuhkan ketenangan, pantai ini akan selalu menjadi tempat untuk kembali menemukan kedamaian yang saya cari.

Pelabuhan Ratu, dengan segala pesona yang dimilikinya, selalu siap untuk menyambut siapa pun yang ingin mencari kedamaian, kelezatan, dan keindahan yang tiada duanya. Sebuah tempat yang akan selalu membuat saya ingin kembali lagi.

Kapan pun saya membutuhkan pelarian dari hiruk-pikuk kehidupan, pantai ini akan menjadi solusinya.***

Nazwa Safira Ramadhani

Arus Balik Lebaran 2025 : Sudah 62% Kendaraan Kembali ke Jakarta

0

Bogordaily.net – Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, mengatakan hasil monitoring dari command center 29 sampai malam hari ini, Minggu (6/4/2025) pukul jam 22.00 WIB, kendaraan yang sudah kembali masuk ke Jakarta Jabodetabek selama arus balik sejumlah 181.460 kendaraan.

Jumlah ini menurut Brigjen Slamet akan disesuaikan dengan prediksi yang direncanakan sampai besok pagi, Selasa (7/4/2025) jam 06.00 itu mencapai 62% sampai 63%.

“Harapannya seperti itu karena sampai saat ini tadi pagi sudah disampaikan bahwa kita baru 55% jadi mudah-mudahan mengalir dan sampai besok pagi bisa mencapai 62 sampai 63% sehingga masih ada waktu satu dua hari ke depan itu bisa mencapai sekitar 2,2 juta sesuai dengan yang keluar mudik kemarin,” kata Brigjen Slamet.

Dirgakkum menyebut pada dasarnya untuk harus balik ini rentang waktunya lebih pendek ketimbang arus mudik.
Hari ini setelah pemetaan gelombang kendaraan yang kembali ke Jakarta, Polri bersama stake holder melaksanakan One Way Nasional dari KM 414 Kalikangkung sampai KM 70 Cikatama. Ia menyebut One Way Nasional yang bertujuan mengurai penumpukan kendaraan akan diberlakukan sampai Operasi Ketupat pada Rabu (8/4/2025).

“Bangkitan-bangkitan kita masih monitor yang dari Kalikangkung, One way nasional tentunya akan kita berlakukan sampai dengan hari terakhir nanti pelaksanaan operasi sesuai dengan schedule yang ada,” ucap Dirgakkum.

Brigjen Slamet menambahkan Operasi Ketupat sejatinya adalah operasi kemanusiaan di mana mengedepankan keselamatan masyarakat.

Oleh karena itu kata dia Kepolisian menggelar seluruh kemampuan yang ada baik itu personil, sarana prasarana, untuk kelancaran, keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat.

Brigjen Slamet imbau masyarakat yang hendak balik ke perantauan agar memastikan kecukupan saldo sebelum melintasi jalan tol. Selain itu ia mengingatkan masyarakat untuk memastikan kesiapan kendaraan dan juga fisik pengemudi.

“Apabila lelah silahkan istirahat di rest area maupun di rest area di jalan tol maupun di luar tol mudah-mudahan dari kepolisian kita tetap akan menjaga keselamatan dan kenyamanan dari masyarakat yang melaksanakan balik,” kata Dirgakkum menambahkan. ***

Kronologis Pembunuhan di Bogor: Ogah Disuruh Cuci Piring Keponakan Tinju Tante Sampai Tewas

0

Bogordaily.net – Sakit hati itu memang sulit diukur, kronologis pembunuhan di Taman Cimanggu, Tanah Sareal, Kota Bogor, ini buktinya.

Hanya gara-gara disuruh mencuci piring, seorang keponakan tega menghabisi nyawa tantenya sendiri.

Minggu sore, 6 April 2025. Jam empat lewat sedikit. Rumah di kawasan Kedungwaringin itu mendadak gaduh.

Mulanya hanya suara cekcok kecil. Lalu suara cipratan air. Setelah itu—hening. Dan darah.

Versi kepolisian, semuanya bermula dari piring kotor. Si tante meminta keponakan mencuci piring.

Permintaan biasa. Tapi yang biasa itu memicu ledakan. Pelaku marah, dilemparnya spons cuci piring ke arah tante. Lalu tinjunya menghantam bertubi-tubi. Wajah sang tante babak belur.

“Kami temukan luka sobek di pelipis kanan dan kiri. Luka di dagu. Memar besar di mata,” kata Kompol Aji Riznaldi, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota.

Korban tewas di tempat. Pelaku tidak pakai senjata apapun. Tangannya sendiri yang berubah menjadi mesin kemarahan.

Di tengah olah TKP, polisi mencoba merangkai kronologis pembunuhan yang terjadi di Taman Cimanggu Bogor ini lebih rinci.

Apakah benar hanya tangan kosong? Tidak ada alat lain? Otopsi segera dilakukan untuk memastikan.

Pelaku sudah ditahan. Proses penyidikan jalan terus. Ia dijerat Pasal 338 KUHP jo Pasal 351 ayat (5). Ancaman hukumannya berat: 15 tahun penjara.

Sore itu, sebuah keluarga pecah berantakan hanya karena piring kotor.

Kronologis pembunuhan di Bogor ini menjadi pengingat: marah itu sering datang tanpa aba-aba. Tapi kalau sudah terjadi, sesal tak pernah bisa menghidupkan kembali.***