Home Blog Page 1027

Mengapa Konten Viral lebih Menarik Perhatian Dibandingkan Berita yang Penting?

0

Bogordaily.net – Fenomena konten viral merupakan konten yang memikat perhatian khalayak dan menyebar dengan cepat di media sosial, baik itu berupa foto, video, berita dan trend yang sedang populer. Fenomena ini sudah menjadi konsumsi bagi para pengguna media sosial. Dibalik melesatnya konten viral yang membuat khalayak sangat terpaku, menjadi sangat kontras jika dibandingkan dengan berita-berita penting.

Ketika suatu konten viral yang berisi informasi yang mungkin tidak sesuai dengan berita yang aslinya ini bisa terjadi dikarenakan saat ini perilaku pengguna lebih menyukai dan mementingkan sensasi dari konten viral tersebut dibandingkan berita yang sebenarnya. Dan ini tentu sangat relevan dengan melesatnya teknologi dan internet yang membuat konten viral tersebut menyebar sangat cepat.

Hal ini menjadi keadaan terbalik jika berbicara mengenai berita-berita penting, yang mana substansi pada berita tersebut merupakan berita yang benar. Berita yang penting cenderung isinya perlu dibaca secara mendalam untuk dipahami oleh khalayak, dan tidak semua audiens membaca secara teliti sedangkan konten viral yang mana mungkin beberapa isinya singkat, ramai dibicarakan, dan orang-orang langsung mempercayai konten tersebut.

Didukung juga dengan isi informasi tersebut mengandung hiburan, isu para influencer, atau sebagainya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fakfak-faktor yang menyebabkan perbedaan antara konten viral yang lebih memikat khalayak dibandingkan berita-berita yang sebenarnya lebih penting dan benar.

Psikologi Audiens dan Pola Konsumsi Digital
Menurut databoks katadata pada tahun 2024, frekuensi penggunaan masyarakat di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu dalam menggunakan media sosial sebanyak 3 jam 14 menit per hari dan 81% mengakses setiap hari. Hal ini yang menjadikan konten viral sangat begitu cepat menyebar. Konten viral juga dapat memicu emosi para khalayak, entah yang viral merupakan konten yang mengandung hal lucu, kesedihan, mengejutkan dan sebagainya.

Sedangkan untuk berita-berita penting yang cenderung lebih serius dan butuh pemikiran yang mendalam. Ini terbukti dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh Berger dan Milkman (2012) dalam jurnal “What Makes Online Content Viral?” menemukan bahwa konten yang membangkitkan emosi kuat, baik positif maupun negatif, lebih cenderung menjadi viral dibandingkan konten netral.

Di era digital, pola konsumsi informasi telah berubah secara drastis. Audiens kini lebih menyukai konten yang singkat, cepat dikonsumsi, dan mudah dipahami. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah informasi yang tersedia serta cara kerja platform digital yang mendorong keterlibatan pengguna dalam waktu singkat.

Sebagai contoh berita tentang kesehatan mental remaja akibat kecanduan media sosial yang didukung oleh data dan fakta sering kalah populer dibandingkan dengan perdebatan permasalahan yang dialami influencer terkenal. Ini bukan berarti berita penting tidak memiliki nilai, tetapi cara penyajiannya yang lebih serius membuatnya kurang menarik algoritma yang mengutamakan engagement tinggi.

Ketika satu orang membagikan konten yang menarik, lingkaran sosialnya cenderung ikut melihat dan membagikan ulang, menciptakan efek bola salju yang mempercepat penyebaran informasi

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi preferensi ini adalah menurunnya rentang perhatian (attention span). Sebuah studi dari Microsoft (2015) menunjukkan bahwa rentang perhatian manusia telah berkurang menjadi sekitar delapan detik, lebih pendek dibandingkan dua dekade sebelumnya.

Hal ini membuat orang cenderung lebih memilih konten yang dapat dikonsumsi dalam hitungan detik atau menit, seperti video TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, dibandingkan artikel panjang atau berita mendalam. Hal ini didukung juga dengan adanya algoritma yang mendorong keterlibatan tinggi pada konten yang menghibur.

Peran Media Sosial dan Algoritma dalam Menentukan Popularitas Konten
Media sosial mainstream seperti TikTok, Instagram, dan X itu lebih memprioritaskan engagement yang tinggi. Contohnya Tiktok, algoritma Tiktok ditekankan pada viralitas, sehingga video dari pengguna mana pun berpotensi menjadi viral tanpa melihat jumlah pengikut.

Waktu menonton pun juga menjadi sinyal utama dalam algoritma TikTok. Jika pengguna menonton video hingga selesai atau berulang-ulang, TikTok akan memprioritaskan video yang serupa. Algoritma media sosial dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin di platform tersebut.

Dilihat dari bagaimana cara bekerja Algoritma diatas ini menjadikan bahwa video yang lebih menarik perhatian khalayak, seperti mendapatkan engagement yang tinggi ini yang menjadikan lebih banyak dikonsumsi dibandingkan berita-berita penting lainnya.

Konten-konten viral lebih mudah dibagikan karena formatnya yang menarik, seperti videonya yang pendek, meme, dan sebagainya. Konten tersebut juga yang makin banyak dilihat oleh khalayak, atau bahkan diikuti oleh mereka. Berbanding terbalik dengan berita penting yang memerlukan konteks yang lebih mendalam dan kurang menarik bagi khalayak.

Dampak dari fenomena ini bisa bersifat positif maupun negatif. Di satu sisi, konten viral dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran tentang isu tertentu jika dikemas dengan baik. Namun, di sisi lain, berita penting seringkali terabaikan, dan yang lebih mengkhawatirkan, hoaks atau misinformasi dapat menyebar lebih cepat daripada informasi yang akurat.

Untuk mengatasi tantangan ini, media dan jurnalis perlu beradaptasi dengan tren digital tanpa mengorbankan kualitas informasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengemas berita dalam format yang lebih menarik, seperti video pendek, infografis, atau storytelling interaktif, sehingga lebih mudah dicerna oleh audiens digital.

Pada akhirnya, keseimbangan antara hiburan dan informasi sangat diperlukan. Media harus lebih inovatif dalam menyajikan berita agar tetap relevan di era digital, sementara masyarakat juga perlu lebih bijak dalam memilih informasi yang mereka konsumsi. Dengan demikian, berita penting tidak akan tenggelam di tengah arus konten viral yang terus berkembang pesat.***

Lintang Asya Arita Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Perjalanan Menuju Puncak dan Drama Sekaligus Keseruan di Jalan

Bogordaily.net – Tanggal 17 Desember 2024 itu bagiku bukan sekadar tanggal biasa di kalender, bukan sekadar angka-angka yang tertera tanpa makna. Hari itu bagaikan gerbang menuju dunia lain, dunia di mana tawa, kebersamaan, dan kenangan bersatu membentuk mozaik cerita yang tak akan pernah pudar.

Aku dan tim management, sekumpulan manusia-manusia luar biasa yang tak hanya sekadar rekan kerja, tapi sudah menjelma menjadi keluarga kedua, bersiap menapaki petualangan yang telah kami nanti berbulan-bulan lamanya. Tujuan kami satu: villa megah di Puncak yang konon punya panorama seindah lukisan surga.

Siang itu, di bawah langit yang muram dan mendung yang bergelayut manja, kami berangkat dengan semangat membara. Hujan yang mengguyur sejak Bogor seolah ingin menguji seberapa kuat tekad kami. Butiran air hujan menghantam kaca mobil seperti ribuan peluru air, namun kami tak gentar.

Justru, tawa kami membahana, menembus derasnya hujan, mengubah perjalanan ini bukan sekadar perjalanan, tapi sebuah epik legendaris yang akan diceritakan ulang di meja-meja kantor selama berbulan-bulan ke depan.

Perjalanan darat yang biasanya membosankan, mendadak terasa seperti talkshow dadakan. Obrolan kami melompat-lompat dari satu topik ke topik lain, mulai dari gosip hangat di dunia entertainment, mitos-mitos villa angker di Puncak, sampai teori konspirasi tentang kenapa Indomie selalu lebih enak di warung.

Ternyata, dunia entertainment yang selama ini kami anggap penuh gemerlap dan glamor, menyimpan sisi gelap dan cerita-cerita absurd yang sukses bikin kami terpingkal-pingkal sepanjang jalan.

Setelah beberapa jam melawan kemacetan yang rasanya seperti antrian konser gratis, akhirnya villa impian itu muncul di hadapan kami. Berdiri megah bak istana di negeri dongeng, dengan arsitektur yang seolah dibangun untuk para bangsawan, lengkap dengan kolam renang yang airnya bening seperti kristal dan menghadap langsung ke bentangan alam yang membuat jantung serasa berhenti berdetak.

Langit sore memancarkan semburat jingga, seakan tahu betul bahwa kami layak mendapatkan sambutan semegah ini setelah bertarung dengan derasnya hujan dan belitan kemacetan. Begitu kaki kami menginjak lantai villa, insting penjelajah kami langsung menyala.

Seolah-olah villa ini adalah kastil misterius penuh rahasia, kami menjelajah setiap sudutnya dengan antusiasme seperti anak kecil pertama kali ke taman bermain. Dari ruang tamu yang luas bagai lapangan futsal indoor, dapur yang mengundang aroma petualangan kuliner, hingga kamar-kamar yang siap menampung mimpi-mimpi liar kami malam itu.

Tak butuh waktu lama sampai akhirnya kami sampai pada momen sakral: sesi memasak bersama. Dapur villa yang tadinya sunyi berubah menjadi arena peperangan rasa dan aroma. Para perempuan, lengkap dengan celemek kebesaran masing-masing, berkumpul di dapur layaknya pasukan koki kerajaan. Pisau-pisau menari di atas talenan, bumbu-bumbu berterbangan di udara, dan aroma daging yang dipanggang perlahan menyatu dengan udara sore yang sejuk.

Aku yang keahlian memasaknya tak jauh beda dengan membedakan mana garam mana gula, lebih banyak jadi supporter di pinggir dapur. Tapi semangatku tak kalah membara. Sementara itu, para lelaki—yang entah sejak kapan mengklaim diri sebagai divisi hiburan—memutuskan bahwa malam itu dapur butuh soundtrack.

Mereka karaoke tanpa malu, menyanyikan lagu-lagu patah hati dengan suara yang kalau didengar produser rekaman, mungkin langsung disuruh ganti karier. Suasana makin absurd saat mereka mulai bermain billiard sambil mengomentari cara kami memotong bawang.

Saat hidangan akhirnya tersaji, kami semua berkumpul di ruang TV, ruangan yang malam itu menjelma menjadi arena pertarungan game paling sengit dalam sejarah outing management. Game tebak gaya yang biasanya hanya permainan biasa, berubah jadi ajang unjuk bakat akting dan kreativitas yang melampaui batas normal.

Tebak gambar yang awalnya santai, mendadak jadi ajang debat kusir penuh teori dan argumen tak masuk akal. Tawa kami meledak-ledak tanpa henti, mengisi setiap sudut villa dengan gelombang kebahagiaan yang tak bisa dibendung.

Dan tentu saja, tak ada game seru tanpa hadiah yang menggiurkan. Beberapa lembar uang tunai berkilau di atas meja, seolah memanggil-manggil para peserta untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya. Belum lagi reward dari pemilik management yang membuat kami makin bersemangat, seolah-olah kami sedang memperebutkan mahkota ratu sejagat raya.

Setelah energi kami terkuras oleh tawa dan teriakan, acara berlanjut ke tepi kolam renang. Daging-daging yang tadi ditusuk rapi, kini mulai dipanggang perlahan di atas bara api, mengeluarkan aroma yang sukses membuat perut keroncongan makin berdendang. Obrolan santai mengalir begitu saja, dari cerita masa kecil hingga mimpi-mimpi besar yang belum sempat dikejar.

Di bawah langit Puncak yang bertabur bintang, kami menyadari bahwa malam itu bukan sekadar malam biasa. Itu adalah malam di mana kami benar-benar menjadi tim, keluarga, sahabat, dan bagian dari cerita hidup satu sama lain.

Pagi menjelang terlalu cepat, seakan semesta enggan memberi kami waktu lebih lama. Udara dingin pagi itu terasa menggigit, tapi tentu saja, bukan tim management namanya kalau pagi-pagi bisa santai. Aku yang berencana menikmati pagi dengan damai, justru diseret masuk kolam renang oleh managerku sendiri.

Air dingin yang menusuk tulang sukses membuatku menjerit lebih kencang dari alarm kebakaran. Tapi di balik jeritan itu, ada tawa bahagia yang tak bisa kututupi. Tawa yang sama keluar dari mulut rekan-rekanku yang ikut tercebur, berenang sembari menyantap sarapan dengan cara paling absurd yang pernah ada.

Tak terasa waktu checkout tiba. Villa yang sehari sebelumnya terasa seperti istana megah, kini perlahan kembali menjadi bangunan sunyi. Kami mengepak barang-barang, menyelipkan kenangan di setiap sudut kamar, lalu berfoto bersama sebagai tanda bahwa kami pernah menaklukkan tempat ini.

Perjalanan pulang, meski dipenuhi kantuk dan lelah, tetap penuh cerita. Kami mampir di salah satu tempat makan di Ciawi, mengisi perut dan menyusun ulang memori-memori yang baru saja tercipta. Namun, tentu saja, drama tak pernah absen.

Sesampainya di Bogor, salah satu talent kami baru sadar bahwa tasnya tertinggal di tempat makan. Panik? Pasti. Tapi teknologi dan jasa pengiriman online menyelamatkan kami, membuat tas itu kembali ke pangkuan pemiliknya dengan selamat.***

Tenri Fahira Larasati Isma-Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Strategi Humanisasi dalam Branding: Cara Brand Lokal Membangun Koneksi Emosional dengan Audiens

0
Bogordaily.net – Di tengah menjamurnya brand lokal yang memproduksi produk kecantikan, membangun kesadaran branding telah menjadi sebuah kebutuhan bagi sebuah brand. Brand tidak hanya dapat bergantung dengan strategi marketing dasar saja. Sebuah merek harus memiliki unique selling point yang dapat digunakan untuk membedakan dirinya dengan merek-merek lain, salah satunya adalah dengan cara membangun koneksi emosional dengan konsumennya.
Evolusi ini mendorong brand untuk bertransformasi dalam menjual produknya yang biasanya menekan pada estetika dan permainan harga, menjadi lebih berfokus pada sisi kemanusiaan melalui emosi. Brand didorong untuk lebih banyak menjual tentang filosofi, cerita, nilai, hingga pengalaman kepada konsumennya.
Membangun Hubungan Emosional dengan Konsumen
Strategi ini mendorong adanya pendekatan humanis yang dilakukan oleh sebuah brand guna mendukung terjalinnya hubungan emosional dengan konsumen. Sebuah produk tidak lagi diperlakukan sebagai benda mati, tetapi dibuat seolah-olah hidup dan memiliki sisi emosionalnya. Tren ini muncul sebagai respons terhadap kejenuhan konsumen akan komunikasi pemasaran yang terlalu formal dan transaksional.
Konsep humanisasi adalah menghadirkan sebuah kepribadian dalam setiap produk yang dibuat. Hal ini diterapkan oleh brand untuk mendorong adanya kedekatan sebuah produk sehingga dapat menyatu ke dalam komunitas yang berkembang di masyarakat. Pendekatan ini memberikan kesan komunikasi yang terasa lebih intens, personal, dan meaningful dengan audiensnya.
Brand memainkan sisi emosional konsumennya untuk mendukung keputusan yang akan dibuat. Jika sebelumnya seseorang membeli produk karena butuhkan, hari ini mungkin seorang konsumen membeli produk karena cerita yang dijual.
Mad for Makeup dalam Mengadopsi Konsep Humanisasi 
Mad for Makeup adalah salah satu brand lokal yang dapat dikatakan berhasil dalam mengadopsi strategi pemasaran ini. Brand kecantikan lokal ini, sebelumnya telah menerapkan strategi yang berbeda yaitu dengan menggandeng karakter BT21 dalam kolaborasi series liptint mereka sebelum akhirnya telah discontinued.
Mengetahui situasi pasar saat ini, Mad for Makeup tidak lagi hanya mengandalkan karakter atau influencer ternama dalam membangun kesadaran mereknya. Mad for Makeup membangun cerita serta nilai yang dimiliki oleh setiap produk yang dirilisnya untuk memberikan karakter yang kuat.
Penamaan yang Sederhana tetapi Kuat 
Transformasi pemasaran yang dilakukan oleh Mad for Makeup terlihat dalam komitmen yang dilakukannya dalam memproduksi sebuah produk. Penamaan produk yang terbilang unik menjadi salah satu strategi yang dilakukan Mad for Makeup dalam menghidupkan produknya. Mad for Makeup memilih untuk memberikan nama yang langsung berasosiasi dengan tampilan produknya, seperti “Kok Extra Lentik” untuk alat pelentik bulu mata atau “Ink Like Air Glasstick” untuk produk lipgloss mereka.
Secara tidak langsung Mad for Makeup menyederhanakan komunikasi yang dilakukannya pada audiens, sehingga lebih mudah untuk mentransfer value serta janji yang ingin diberikannya hanya dari sebuah nama. Konsep ini memberikan ruang bagi Mad for Makeup untuk dapat lebih menyatu dengan komunitas yang ada.
Visual yang Lebih Manusiawi 
Dalam membangun unsur visual produk yang dimiliki Mad for Makeup tidak lagi menggandeng sesuatu yang viral seperti strategi terdahulunya. Saat ini, Mad for Makeup lebih mengutamakan untuk membangun citra yang reliable dengan menghadirkan model-model yang lebih mencerminkan kecantikan khas orang Indonesia.
Mad for Makeup mematahkan standar kecantikan yang tidak realistis,  hal ini mendukung bagaimana brand dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya dengan memanusiakan produknya.
Tidak hanya itu, Mad for Makeup juga mematahkan toxic masculinity yang berkembang di masyarakat. Menyadari bahwa produk kecantikan bisa menjadi kebutuhan yang universal, Mad for Makeup juga menggandeng model laki-laki dengan kampanye “not manly enough” yang mendukung laki-laki untuk bebas mengekspresikan dirinya dengan penampilan yang presentable.
Konsep serta Storytelling yang Kuat 
Mad for Makeup memperkuat komitmennya dalam menghidupkan produk yang dimilikinya, salah satunya melalui story telling yang autentik. Melalui kolom Medium yang dimilikinya, Mad for Makeup menceritakan bagaimana proses produksi yang mereka lakukan pada sebuah produk lipgloss “Ink Like Air Glasstick”.
Dalam akun Instagram brand, Mad for Makeup memaksimalkan kampanye produknya dengan cerita yang kuat. Biasanya, brand yang memproduksi lipstik hanya akan fokus pada visualisasi produk ketika diaplikasikan ke bibir.
Namun, Mad for Makeup juga mengelaborasikannya dengan memberikan gambaran yang imajinatif tentang kesan yang akan dihadirkan produknya. Menunjukkan model yang mengenakan pakaian berwarna merah menyala di tengah jalanan kota, Mad for Makeup memberikan gambaran bagaimana produk mereka yang akan stand out ketika digunakan.
Brand Membangun Komunitas 
Jarang bagi sebuah brand untuk membangun komunikasi intens dengan pelanggannya, apalagi sampai membangun sebuah komunitas. Namun, melalui @rebelsecretsociety Mad for Makeup menghadirkan cara baru untuk membangun loyalitas di kalangan konsumennya. Dengan panggilan “rebels”, Mad for Makeup memberikan ruang bagi konsumen mereka untuk menjadi bagian dari brand.
Walaupun melalui komunitas ini Mad for Makeup pure menciptakan hubungan yang erat seperti sebuah komunitas organik dengan membawakan isu atau trend yang sedang ramai dibicarakan. Secara tidak langsung, Mad for Makeup juga mendapat feedback secara langsung yang dapat dijadikan acuan untuk menghadirkan produk atau kampanye yang sesuai dengan target pasarnya.
Mad for Makeup sebagai brand lokal berhasil mengaplikasikan konsep humanisasi dalam melakukan strategi pemasarannya. Menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada, Mad for Makeup memaksimalkan sosial media dengan sebaik mungkin dalam membangun brand, mengomunikasikan produk yang dijual, serta menemukan unique selling point yang mereka miliki dengan cara yang relevan bagi target pasarnya.
Dengan menghidupkan produk melalui story telling yang autentik, komunikasi visual yang lebih manusiawi, konsep yang kuat, serta memberikan ruang bagi audiensnya melalui komunitas brand Mad for Makeup berhasil menciptakan keloyalitasan pelanggan.
Keberhasilan Mad for Makeup dalam mengimplementasikan strategi humanisasi ini dapat menjadi contoh bagi brand-brand lokal lainnya dalam membangun koneksi emosional dengan konsumen mereka. Strategi ini tidak hanya efektif dalam membangun loyalitas pelanggan, tetapi juga menciptakan diferensiasi yang kuat di pasar yang semakin kompetitif.***
Ayu Ardiyati Nuraini Joyo Atmojo, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS! Dampak Perang Dagang Trump Mulai Guncang Indonesia

0

Bogordaily.net – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pelemahan tajam. Di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), rupiah kini sudah menembus angka psikologis Rp 17.000 per dolar AS, tepatnya menyentuh Rp 17.059 per dolar.

Ini merupakan pelemahan signifikan jika dibandingkan dengan posisi rupiah pada penutupan perdagangan reguler sebelum libur Lebaran, yakni Kamis 27 Maret 2025, saat rupiah masih berada di level Rp 16.555 per dolar AS dan sempat menguat tipis sebesar 0,12%.

Lonjakan kurs dolar AS terhadap rupiah tak lepas dari memanasnya tensi global, terutama sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang agresif pada 2 April 2025.

Tarif resiprokal hingga 32% dikenakan terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia, sebagai balasan atas defisit dagang AS.

Indonesia, yang selama ini menikmati surplus ekspor ke Negeri Paman Sam, kini harus bersiap menghadapi tantangan baru.

Dengan tarif setinggi itu, barang-barang Indonesia akan jauh lebih mahal di pasar AS, yang berisiko menurunkan daya saing dan memperlemah performa ekspor.

Situasi ini makin pelik karena pada 4 April 2025, China turut mengumumkan langkah retaliasi terhadap kebijakan tarif Trump.

Efek domino langsung terasa di pasar global—saham anjlok, investor panik, dan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) merosot ke level terendah sejak Oktober 2024.

Bank Indonesia (BI) pun tak tinggal diam. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa bank sentral terus memantau dinamika pasar, baik global maupun domestik, yang muncul usai kebijakan tarif baru ini.

BI menegaskan komitmennya untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Sejumlah langkah strategis digulirkan, termasuk intervensi melalui instrumen triple intervention, yakni intervensi langsung di pasar valuta asing (valas) untuk transaksi spot, domestic NDF (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan likuiditas valas bagi perbankan dan pelaku usaha, sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Meski BI telah turun tangan, pelemahan tajam rupiah tetap menjadi sinyal peringatan bahwa tekanan eksternal ke depan masih akan sangat kuat.

Apalagi jika perang dagang yang dipicu AS terus meluas dan menimbulkan efek domino pada perekonomian global.

Pelaku usaha, investor, dan masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi fluktuasi yang tinggi dalam waktu dekat.

Pemerintah juga diharapkan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah badai global yang belum mereda.***

Tutup Permanen 15 April! Hypermart Yasmin Bogor Gelar Promo Gila-Gilaan

0

Bogordaily.net – Warga Bogor dikejutkan dengan kabar tutupnya salah satu pusat perbelanjaan ritel terbesar di kota mereka. Hypermart Yasmin Bogor, yang berada di bawah naungan PT Matahari Putra Prima Tbk, resmi mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan seluruh operasionalnya secara permanen mulai 15 April 2025.

Pengumuman ini tentu menjadi kabar yang cukup mengejutkan, terutama bagi pelanggan setia yang selama ini mengandalkan Hypermart Yasmin sebagai tempat belanja kebutuhan harian maupun bulanan.

Tak hanya masyarakat sekitar, para karyawan dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan bisnisnya di lokasi tersebut juga terkena imbas dari penutupan ini.

Menjelang hari terakhir operasionalnya, Hypermart Yasmin Bogor menggelar berbagai promo besar-besaran sebagai bentuk ‘cuci gudang’.

Beragam produk dari kebutuhan pokok, elektronik, hingga perlengkapan rumah tangga ditawarkan dengan diskon menarik.

Tak hanya itu, program beli banyak lebih hemat juga jadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin borong barang sebelum tutup.

Suasana di dalam toko pun semakin ramai dalam beberapa hari terakhir. Banyak warga yang memanfaatkan momen ini untuk berbelanja kebutuhan dalam jumlah besar dengan harga miring.

Antrean panjang di kasir hingga rak-rak yang mulai kosong jadi pemandangan umum.

Sayangnya, pihak manajemen belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan penutupan gerai ini.

Namun, langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi konsolidasi bisnis dan efisiensi operasional yang dilakukan PT Matahari Putra Prima Tbk di berbagai wilayah.

Bagi kamu warga Bogor yang masih ingin berburu diskon dan promo menarik, masih ada waktu hingga 14 April 2025. Setelah itu, pintu Hypermart Yasmin akan ditutup untuk selamanya.***

Nekat Banget! Pria Curi Motor Ojol di Depan Polisi, Modusnya Bikin Geleng-Geleng

0

Bogordaily.net – Aksi pencurian sepeda motor di Kota Bandung bikin publik geleng-geleng kepala. Seorang pria nekat mencuri motor milik pengemudi ojek online (ojol), dan yang bikin tambah heboh, aksinya itu dilakukan tepat di depan polisi!

Momen pencurian ini terekam jelas dalam rekaman CCTV dan viral di media sosial usai diunggah akun Instagram @funnelmedia.

Dalam video tersebut, tampak seorang pria berbaju abu-abu yang diketahui merupakan penumpang ojol sedang berbincang santai dengan seorang anggota polisi di lokasi kejadian.

Peristiwa ini terjadi di Komplek Polri Cicadas, Jalan Ahmad Yani, Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, pada Kamis, 4 April 2025, sekitar pukul 09.30 WIB. Modusnya terbilang cerdik dan terencana.

Sebelum beraksi, pelaku yang menumpang ojol melalui aplikasi InDrive terlebih dahulu mengarahkan si pengemudi untuk masuk ke dalam mess Komplek Polri.

Sesampainya di sana, korban diajak ngobrol sejenak bersama salah satu anggota polisi yang sedang berada di lokasi. Semuanya tampak berjalan biasa saja.

Namun di balik ketenangan itu, ternyata si penumpang sudah punya rencana jahat. Dengan alasan ingin membantu memindahkan motor ke tempat parkir yang lebih aman, pelaku meminta kunci motor dari sang pengemudi. Korban yang tak curiga apa-apa pun menyerahkan kunci tersebut.

Dan di sinilah aksi kejahatan terjadi. Bukannya memindahkan motor, pelaku justru langsung tancap gas dan membawa kabur kendaraan korban.

Lebih mencengangkan lagi, ia sempat kembali menghampiri korban dan polisi seolah tak terjadi apa-apa, lalu pergi begitu saja.

Korban yang merasa ada yang tidak beres setelah menunggu cukup lama akhirnya menyadari bahwa motornya telah dicuri.

Ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Buah Batu untuk ditindaklanjuti.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Video kejadian itu pun sudah menyebar luas di media sosial dan menuai reaksi beragam dari warganet.

Banyak yang heran, kok bisa ada orang seberani itu melakukan pencurian di hadapan aparat.***

Waspada Hujan! Simak Ramalan Cuaca Kota Bogor 8 April 2025 dari BMKG

0

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis ramalan cuaca untuk Kota Bogor Selasa, 8 April 2025.

Hal ini perlu Anda simak agar bisa beraktivitas dengan lancar. Seperti yang sudah sering terjadi, Kota Hujan ini berpotensi mengalami curah hujan di beberapa waktu dalam sehari.

Menurut informasi dari BMKG, kondisi cuaca di Bogor pada Rabu ini diprediksi akan hujan ringan.

Kemungkinan hujan ringan ini akan turun mulai pagi hari di beberapa wilayah.

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 21°C hingga 30°C dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi.

Ramalan Cuaca Selasa 8 April 2025

Simak detail lengkap prakiraan cuaca BMKG untuk Kota Bogor pada 8 April 2025 di bawah ini agar Anda bisa mengantisipasi segala kemungkinan!

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Petir
Suhu: 20-28°C
Kelembapan: 71-96%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 20-28°C
Kelembapan: 71-95%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-29°C
Kelembapan: 69-96%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-30°C
Kelembapan: 68-96%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 21-29°C
Kelembapan: 69-95%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-30°C
Kelembapan: 66-96%

Bagi Anda yang memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Selasa, 8 April 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Lewat UMKM EXPO(RT), BRI Bantu Pengusaha UMKM Aksesori Ini Dapatkan Akses Pasar di Kancah Global

0

Bogordaily.net – Sebagai bank dengan fokus pada pemberdayaan UMKM, BRI secara konsisten menghadirkan berbagai inisiatif dan solusi keuangan yang bertujuan memberdayakan pelaku UMKM, memperluas akses pasar serta menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan

Salah satu UMKM yang mendapatkan pemberdayaan dari BRI yakni Gelap Ruang Jiwa, sebuah bisnis aksesori yang didirikan oleh Runa pada tahun 2019.

Ide bisnis ini berawal dari ketertarikannya terhadap mata kuliah fashion aksesori saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ketika itu, Runa mulai mengeksplorasi berbagai material dan teknik dalam menciptakan aksesori, hingga akhirnya jatuh cinta pada proses kreatif di baliknya.

“Akhirnya, kami mengeluarkan koleksi pertama pada 2019,” ujarnya.

Salah satu keunikan utama dari produk Gelap Ruang Jiwa terletak pada pemilihan material yang tidak biasa.

Di mana, Runa menggunakan perunggu sebagai material karyanya dan mengeksplorasi benda-benda yang kerap diabaikan, seperti sampah plastik atau sisa-sisa kabel.

Perunggu dipilih karena mampu menghasilkan warna silver yang khas serta memiliki keseimbangan antara tingkat kesulitan dan biaya produksi, sehingga produknya bisa dijangkau banyak kalangan.

“Hasil kerajinan Gelap Ruang Jiwa memiliki bentuk yang sudah menjadi ciri khas, yakni abstrak sekaligus bertekstur,” ucap Runa.

Dari segi harga, dirinya mengungkapkan bahwa produk perhiasan Gelap Ruang Jiwa dibanderol mulai dari Rp300 ribu hingga Rp3 juta untuk kategori retail, alhasil usaha lokal ini berhasil mencatatkan omzet bulanan antara Rp80 juta hingga Rp200 juta.

Dalam perjalanannya, Gelap Ruang Jiwa pastinya menghadapi tantangan dari sisi produksi, terutama dalam menjaga kualitas desain yang khas.

Aksesori ini dibuat satu per satu karena membutuhkan keterampilan yang tinggi dari para pengrajin.

Untuk itu, Runa terus meningkatkan kualitas produksi dengan menerapkan quality control yang ketat serta membuka peluang bagi lebih banyak perajin lokal untuk bergabung.

“Di sisi lain, kami juga ingin memperlebar usaha untuk memperbanyak jumlah produksi. Melalui inisiatif ini, kami bisa menambah perajin sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” kata Runa.

Dia mengaku, sejauh ini Gelap Ruang Jiwa memang belum melakukan ekspor. Meski demikian, minat pembeli dari luar negeri sudah mulai terlihat, di mana usaha lokal ini sudah melayani pembelian di luar negeri, seperti dari Singapura dan Malaysia.

Hal ini membuat keikutsertaan Gelap Ruang Jiwa dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025 menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar.

Dengan manfaat yang diperoleh, seperti eksposur lebih luas dan akses ke pelatihan ekspor.

Seperti diketahui, gelaran BRI UMKM EXPO(RT) 2025 menjadi salah satu wujud komitmen BRI dalam mendorong lebih banyak UMKM binaan BRI untuk go international.

Acara yang berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City tersebut, sukses dihadiri oleh lebih dari 69 ribu pengunjung, mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar dan berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.

Pada kesempatan terpisah Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan kami dalam mendorong UMKM Indonesia menjadi pemain global.

“Keikutsertaan dalam pameran internasional ini juga merupakan bentuk dukungan nyata BRI untuk mendorong pengusaha UMKM go global yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk lokal,” ujarnya.***

New Jeans vs HYBE: Antara Loyalitas dan Strategi Karier

0

Bogordaily.net – Keputusan New Jeans atau NJZ untuk berkonflik dengan HYBE dan tetap setia kepada Min Hee-jin bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga fenomena psikologis yang menarik untuk dianalisis. Apakah keputusan mereka merupakan bentuk keberanian atau justru impulsivitas yang bisa menghancurkan karier mereka? Dalam dunia K-Pop yang keras dan penuh intrik, loyalitas yang berlebihan bisa menjadi pedang bermata dua.

Keputusan Pengadilan dan Dampaknya
Pada 21 Maret 2025, pengadilan menolak klaim utama NJZ terkait pemecatan Min Hee-jin dan menyatakan bahwa ADOR memiliki hak untuk mengambil keputusan bisnis.

Keputusan ini mengubah opini publik, yang awalnya mendukung NJZ, menjadi lebih berpihak pada ADOR. NJZ dianggap gagal menyusun strategi yang matang dan lebih banyak bertindak berdasarkan emosi daripada logika.

Sejak awal, banyak yang melihat tindakan NJZ sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem yang mengekang idol. Namun, dengan berjalannya waktu, dukungan itu mulai berkurang.

Sebagian besar kritik terhadap NJZ berasal dari anggapan bahwa mereka terlalu emosional dalam mengambil keputusan, sehingga kehilangan perspektif jangka panjang.
Dengan latar belakang usia yang relatif muda, anggota NJZ mungkin tidak memiliki cukup pengalaman untuk menghadapi situasi rumit seperti ini secara rasional.

Persidangan Awal dan Argumen Kedua Pihak
Pada 7 Maret 2025, sidang pertama antara NJZ dan ADOR digelar di Pengadilan Distrik Pusat Seoul. ADOR menekankan bahwa kesuksesan NJZ tidak hanya berasal dari bakat mereka, tetapi juga dari upaya seluruh tim, termasuk stylist, produser, dan manajer.

Mereka juga mengungkap bahwa HYBE telah menginvestasikan sekitar $15 juta untuk NJZ, sehingga keputusan mereka untuk keluar dari kontrak dinilai tidak adil.
Sebaliknya, NJZ menuduh HYBE telah menyeret mereka ke dalam berbagai konflik, seperti tuduhan plagiarisme terhadap Islet dan perselisihan dengan tim produksi video Dolphiners Films.

Namun, argumen mereka dinilai tidak cukup kuat oleh pengadilan, yang semakin memperburuk citra mereka di mata publik.

Loyalitas atau Ketergantungan Berlebih?
Kasus NJZ tidak hanya tentang hukum tetapi juga tentang dinamika psikologis antara idol dan pemimpin mereka. Min Hee-jin bukan hanya seorang CEO bagi NJZ, tetapi juga mentor dan figur otoritatif yang membentuk identitas mereka. Rasa keterikatan ini bisa menjadi sumber kekuatan, tetapi juga bisa menjadi penghalang bagi pemikiran mandiri.

Dalam banyak kasus, idol yang baru debut sering kali bergantung pada sosok pemimpin yang memberi mereka rasa aman di tengah industri yang keras. Namun, dalam kasus NJZ, loyalitas mereka kepada Min tampaknya telah berubah menjadi ketergantungan emosional yang membuat mereka sulit berpikir jernih.

Konsep seperti “groupthink” di mana sekelompok orang mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan sudut pandang lain bisa jadi sedang terjadi di dalam NJZ. Dengan hanya mengandalkan perspektif Min Hee-jin, mereka mungkin kehilangan kesempatan untuk mengevaluasi situasi secara objektif.

Beberapa kasus serupa pernah terjadi di industri K-Pop, seperti konflik TVXQ dengan SM Entertainment atau EXO dengan anggota yang keluar.

Dampak Lebih Luas bagi Industri K-Pop
Kasus ini tidak hanya berdampak pada NJZ, tetapi juga bisa menjadi preseden bagi industri K-Pop secara keseluruhan.

Konflik antara idol dan agensi bukanlah hal baru, tetapi kasus NJZ menunjukkan bagaimana peran CEO dalam membentuk identitas grup bisa menjadi titik lemah ketika ada perubahan kepemimpinan.

Agensi mungkin mulai lebih berhati-hati dalam memberi kebebasan kepada idol mereka, sementara idol lain yang ingin mandiri dari agensi besar bisa mengambil pelajaran dari strategi NJZ—baik yang berhasil maupun yang gagal.

Selain itu, skandal yang melibatkan NJZ berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi industri K-Pop. Penurunan penjualan album dan merchandise adalah dampak langsung yang paling terlihat.

Jika penggemar memutuskan untuk memboikot produk-produk terkait NJZ, perusahaan manajemen ADOR dan agensi terkait akan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan.

Selain itu, konser yang sudah dijadwalkan mungkin harus dibatalkan atau ditunda, mengakibatkan kerugian besar dari penjualan tiket dan sponsor.

Dampak terhadap Fandom
Reaksi penggemar terhadap konflik ini beragam. Beberapa tetap setia mendukung NJZ, sementara yang lain merasa kecewa dan mengalihkan dukungan mereka.

Penurunan penjualan album baru NJZ yang hanya mencapai 880.000 unit menunjukkan kemungkinan adanya pergeseran dalam loyalitas penggemar.

Beberapa pihak khawatir bahwa runtuhnya fandom setelah perselisihan manajemen yang berkepanjangan mungkin berkontribusi pada penurunan penjualan album.

Identitas yang Terjebak dalam Bayangan Min Hee-jin
Sejak debut, NJZ memiliki identitas yang unik berkat visi kreatif Min Hee-jin. Namun, ketika mereka mencoba berpisah dari HYBE, mereka menghadapi dilema besar: bagaimana membangun identitas baru tanpa kehilangan esensi yang telah dibentuk oleh Min?

Upaya rebranding mereka justru terasa lemah karena mereka masih terjebak dalam bayangan Min. Sebagai contoh, dalam setiap pernyataan resmi mereka, fokusnya bukan pada masa depan NJZ sebagai grup independen, melainkan pada bagaimana mereka ingin lepas dari HYBE tanpa benar-benar mendefinisikan siapa mereka selanjutnya.

Beberapa opsi yang mungkin bisa dilakukan NJZ untuk bertahan di industri adalah bergabung dengan label independen yang lebih fleksibel atau membangun perusahaan sendiri seperti yang dilakukan beberapa mantan idol dari grup besar.

Namun, semua ini membutuhkan perencanaan matang yang belum terlihat dalam langkah-langkah NJZ sejauh ini.

Efek Sunk Cost Fallacy dan Jalan yang Sulit
Salah satu alasan mengapa NJZ tetap bertahan dalam konflik ini mungkin karena efek “sunk cost fallacy”—di mana seseorang terus mempertahankan keputusan yang salah hanya karena mereka telah berinvestasi banyak dalam keputusan tersebut.

NJZ telah mengorbankan banyak hal: kontrak, stabilitas, dan reputasi mereka. Jika mereka mundur sekarang, mereka mungkin merasa telah membuang semua yang sudah mereka perjuangkan. Namun, semakin lama mereka bertahan dalam konflik ini, semakin sulit bagi mereka untuk kembali ke jalur yang lebih aman.

Kesimpulan: Masih Adakah Jalan Keluar?
Keputusan NJZ untuk bertahan dalam pertarungan hukum ini mungkin bukan hanya soal membela Min Hee-jin, tetapi juga tentang bagaimana mereka mendefinisikan diri mereka sendiri. Namun, tanpa strategi yang jelas dan pemikiran yang lebih rasional, mereka berisiko kehilangan segalanya.

Jika mereka tidak segera mengevaluasi kembali langkah mereka, mereka bisa berakhir dalam situasi di mana mereka tidak lagi memiliki tempat di industri K-Pop. Namun, masih ada jalan keluar bagi mereka jika mereka mampu merekonstruksi identitas mereka dengan bijak, mempertimbangkan opsi bergabung dengan label lain, atau bahkan beroperasi secara independen dengan strategi yang lebih terencana.

Loyalitas adalah hal yang berharga, tetapi ketika itu membutakan seseorang dari kenyataan, ia bisa menjadi beban yang menghancurkan. Apakah NJZ akan mampu keluar dari bayang-bayang Min Hee-jin dan membangun masa depan mereka sendiri? Hanya waktu yang bisa menjawab.***

Elsa Anastasya Wijaya, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Panen Raya Padi Bareng Presiden, Dedie A Rachim Dukung Kemandirian dan Ketahanan Pangan

0

Bogordaily.net – Kota Bogor ikut serta dalam panen raya padi serentak di 14 provinsi di Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto, yang dilaksanakan secara simbolis di Majalengka, Provinsi Jawa Barat, pada Senin 7 April 2025.

Panen raya padi di Kota Bogor dilaksanakan di Balai Besar Pengujian Standardisasi Instrumen Tanaman Padi (BSIP Padi), tepatnya di IP2TP Kebun Pengujian Muara Lanbow, Jalan Raya Ciapus, Cikaret, Kota Bogor.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Adityawarman Adil, serta perwakilan dari Kementerian Pertanian, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dan para kelompok tani.

Panen raya di Kota Bogor diawali dengan pemanenan padi oleh Wali Kota, Dedie A. Rachim menggunakan mesin pemanen padi Crown Combine Harvester bersama Forkopimda.

Acara dilanjutkan dengan menyaksikan tayangan panen raya serentak melalui sambungan daring, serta mendengarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan laporan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

“Panen raya serentak ini merupakan sebuah momentum yang bagus, terutama untuk mendukung konsep pemerintah terkait kemandirian dan ketahanan pangan, seperti yang disampaikan Presiden Bapak Prabowo Subianto,” ucap Dedie Rachim.

Ia menambahkan, kemandirian dan ketahanan pangan tidak lepas dari infrastruktur.

Oleh karena itu, pembahasan soal panen raya tidak hanya berbicara tentang hasil, tetapi juga mencakup berbagai proses penunjang, seperti ketersediaan irigasi, alat pertanian, dan kemudahan petani dalam mengakses pupuk.

Dengan dukungan penggunaan alat pertanian, proses panen menjadi lebih cepat dan efisien dari segi waktu maupun biaya operasional.

“Keberadaan mesin tani ini sangat membantu, sebab di daerah perkotaan seperti Kota Bogor, jumlah petani tidak sebanyak di wilayah-wilayah produsen,” ucap Dedie Rachim.

“Karena itu, kami memberikan apresiasi kepada para pemilik lahan dan masyarakat yang masih berprofesi sebagai petani, yang menjadi tulang punggung kemandirian pangan nasional,” sambungnya.

Sementara dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa panen raya ini merupakan langkah baik untuk masa depan yang lebih baik.

“Alhamdulillah, apa yang dihasilkan ini datang dari hati yang bersih, itikad yang baik, dan rasa tanggung jawab penuh kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Dengan keinginan melayani rakyat, membela rakyat, dan membantu rakyat, ternyata kita mampu menghasilkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini beberapa negara besar tengah mengalami krisis pangan, kekurangan beras dan telur. Namun Indonesia justru mengalami surplus telur, dan sebagian hasilnya telah diekspor ke luar negeri.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama para petani.

“Petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan, tidak ada negara. Saya katakan berkali-kali, bertahun-tahun, tanpa pangan tidak ada negara, tidak ada NKRI. Karena itu saya sangat bahagia,” tutur Presiden.

Di lokasi yang sama, Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, menyampaikan ucapan terima kasih dari seluruh petani di Indonesia kepada Presiden Prabowo, yang melalui kebijakannya telah mendorong peningkatan produksi.

“Harga gabah saat ini minimal Rp6.500 per kilogram. Kebijakan pupuk kini lebih sederhana dan mudah. Awalnya, harus ditandatangani oleh 12 menteri, 38 gubernur, serta 500 bupati/wali kota agar bisa diakses petani. Tapi berkat Inpres dari Bapak Presiden, sekarang distribusinya langsung dari Menteri Pertanian ke pabrik, kemudian disalurkan ke Gapoktan,” jelasnya.

Kemudahan ini, menurut Amran, merupakan bentuk revolusi pertanian. Termasuk proses pompanisasi dan lainnya, yang telah meningkatkan produksi di Pulau Jawa sebesar 2,8 juta ton.

Bahkan saat terjadi El Nino, produksi tidak menurun, melainkan meningkat sebesar 52 persen. Penyerapan juga meningkat 2.000 persen, dan hasil panen per detik saat ini mencapai 800.000 ton, dari sebelumnya hanya 35.000 ton.

“Dan selama 169 hari kerja Presiden ini, stok padi kita di gudang sudah mencapai 2,4 juta ton, dan di akhir bulan nanti bisa mencapai 3 juta ton. Ini merupakan capaian tertinggi dalam 10 hingga 15 tahun terakhir,” pungkasnya. ***

Ibnu Galansa