Home Blog Page 1032

Mudahkan Masyarakat Jalani Arus Balik, BRI Siapkan Posko BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol

0

Bogordaily.net – Periode mudik lebaran 2025 memasuki masa arus balik setelah pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri pada Senin, 31 Maret 2025 lalu.

Masyarakat yang melaksanakan mudik, sudah kembali menjalankan arus balik.
Dalam mendukung kelancaran arus balik lebaran 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendirikan Posko Mudik BUMN di beberapa titik perjalanan arus balik periode lebaran 2025. Lokasi-lokasi tersebut terletak di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Yogyakarta International Airport dan Rest Area Tol Gempol Pasuruan KM 792 arah Jakarta, Jawa Timur serta Rest Area Tol Solo – Ngawi.

Posko Mudik BUMN dalam rangka melayani arus balik yang dibangun BRI beroperasi pada 5-8 April 2025. Sementara itu, fasilitas yang disiapkan di Posko Mudik BUMN adalah cek kesehatan gratis dan obat-obatan gratis, penyediaan makanan/minuman, area bermain anak (playground) serta ruang istirahat.

Terkait dengan hal tersebut, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa pendirian Posko Mudik BUMN dalam rangka melayani arus balik merupakan upaya nyata BRI sebagai perusahaan BUMN dalam mendukung kelancaran arus balik lebaran 2025.

“Setelah Arus Mudik kemarin berjalan lancar, BRI juga terus berupaya mendukung kelancaran arus balik bagi pemudik. Masyarakat yang melaksanakan kegiatan arus balik silahkan memanfaatkan Posko Mudik Bersama yang telah kami sediakan dan kami harap masyarakat bisa melaksanakan arus balik dengan aman dan nyaman”, ungkap Hendy.

BRI sebagai salah satu BUMN terbesar di Indonesia terus berperan aktif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. BRI juga terus berkolaborasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya pemerintah dalam menyukseskan pelaksanan arus mudik dan arus balik lebaran 2025.

Sebelumnya pada periode 27-29 Maret 2025, BRI mendirikan Posko Mudik Bersama BUMN di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Yogyakarta International Airport dan Rest Area Tol Gempol Pasuruan KM 792, Jawa Timur serta Rest Area Tol Solo – Ngawi.

Selain Posko Mudik BUMN, BRI Group juga telah memberangkatkan 8.482 pemudik dengan 170 bus ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera.

Rinciannya, BRI mengakomodasi 5.000 pemudik dengan 100 bus, sementara itu anak perusahaannya, PNM akan melayani 282 pemudik dengan 6 bus, dan Pegadaian menyiapkan 64 bus untuk 3.200 pemudik.***

Viral, Video Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor “Briefing” Sopir Angkot Jalur Puncak Jangan Asal Jawab Arahan Gubernur

0

Bogordaily.net – Video Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih viral sedang membriefing para sopir angkot di jalur puncak viral.

Isinya skenario setelah gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat kebijakan libur bagi sopir angkot dan dana kompensasi saat arus mudik lebaran.

Video itu beredar di media sosial. Di Instagram video itu diunduh oleh banyak akun.

Dadang Kosasih nampaknya tahu dia sedang diawasi.

Apalagi setelah kabar itu viral, sopir angkot ribut soal jalur dan kebijakan gubernur itu selama arus lebaran.

Maka sore itu, Dadang — Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor — mengumpulkan para sopir.
Breefing kecil. Di pinggir jalan. Di Puncak Cisarua.

Pesannya satu:
Kalau ada telepon dari Gubernur Dedi Mulyadi, hati-hati bicara.
Jangan asal jawab.
Jangan asal iya.

“Kalau Pak Gubernur tanya, ‘Mau diganti angkotnya?’ Jangan langsung bilang iya,” kata Dadang.
“Pikir dulu. Dampaknya ke kalian apa.”

Dia contohkan lagi.
“Kalau kata masyarakat iya, ya belum tentu benar. Kalian harus pikirkan.”

Di sela breefing, ada sopir tanya.
“Boleh sewa borongan, Pak?”

“Boleh,” jawab Dadang cepat. “Asal lewat tukang.”

Tukang di sini maksudnya jalan alternatif.
Bukan jalan utama Puncak Cisarua.
Kalau lewat depan?
“Saya sikat,” tegasnya.

Dadang memang keras.
Tapi juga melindungi.
“Jangan sampai kalian ‘ngahuleng’,” katanya.
Ngahuleng: melongo, bingung, kaget.

Dia tahu, tekanan ini berat.
Gubernur sedang perhatian penuh.
Kesalahan kecil bisa fatal.

Video viral Kabid Lalin Kabupaten Bogor briefing itu viral dan jadi tontonan di jagat maya.

Sebelumnya, Dadang Kosasih, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Bogor ini mengklarifikasi.

Ia mengaku: Dishub dan Organda sempat kena tuduh khususnya soal potongan dana kompensasi sopir angkot yang diberikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Hari ini kami sudah sepakat dengan para pemilik kendaraan. Yang disampaikan ke Gubernur itu sama sekali tidak benar,” kata Dadang.

Tapi Dadang tidak menutup mata. Memang ada uang yang mengalir ke KKSU, katanya. Dari sopir. Bukan paksaan.

Bentuk rasa terima kasih saja. Nilainya macam-macam: ada yang Rp 50 ribu, ada yang Rp 100 ribu, bahkan ada yang sampai Rp 200 ribu.

“Bukan pungutan Rp 200 ribu. Mereka memberi sukarela,” tambahnya.

Total uang yang sempat diterima pengurus KKSU, lanjut Dadang, Rp 11,2 juta. Sudah dikembalikan ke sopir-sopir yang berhak.

Awalnya sopir memberi ikhlas. Tapi belakangan, isu pemotongan Rp 200 ribu berkembang. Membesar. Klarifikasi dilakukan. Uang dikembalikan.***

Albin Pandita

Buntut Kades Minta THR dan Sunat Kompensasi Sopir di Bogor, 9 Orang Diperiksa

0

Bogordaily.net – Sembilan orang sudah diperiksa buntut dari kasus Kepala Desa (Kades) minta THR Lebaran dan pemotongan dana kompensasi Sopir angkot di Bogor dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Semuanya berawal dari hal-hal kecil yang kemudian jadi gaduh.

Yang pertama, surat THR dari seorang kades. Nilainya lumayan: Rp165 juta.

Untuk apa? Untuk tunjangan hari raya. Tapi bukan untuk dirinya sendiri. Katanya sih, hanya “imbauan”.
Suratnya beredar. Viral. Ribut.

Yang kedua, lebih menggelikan.
Kompensasi dana untuk sopir angkot di Puncak Bogor dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Harusnya mereka menerima penuh.
Tapi uang itu… tersunat.
Bukan banyak, tapi cukup untuk membuat gaduh.

Bupati Bogor Rudy Susmanto segera bereaksi.

Ia tidak mau perkara ini menodai Bogor yang sedang dia rawat baik-baik.

Tim Saber Pungli bergerak.
Empat kades, satu orang Dishub, sisanya dari organisasi.
Sembilan orang dipanggil.
Semua dimintai keterangan.

“Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini,” kata Rudy.

Ia menjanjikan hasil pemeriksaan keluar pekan depan.

Kalau ada pidananya, lanjut ke kejaksaan atau polisi.
Kalau hanya salah administrasi, ya disanksi administrasi.

Kades Klapanunggal, Ade Endang Saripudin, sudah minta maaf.
Surat THR-nya katanya hanya “imbauan”.
Ia berjanji menarik kembali surat itu.

Ade tampil di video.
Mukanya kecut.
Suaranya pelan.
Tapi, setidaknya, berani mengaku salah.

Lalu soal sopir angkot.
Setelah ribut, uang mereka akhirnya dikembalikan.
Emen, perwakilan sopir, muncul di video klarifikasi.

“Saya Emen. Klarifikasi. Tidak ada sangkut paut Dishub dan Organda dalam potongan itu,” katanya.

Kasus ini menyisakan pelajaran sederhana:
Urusan kecil yang diabaikan bisa meledak jadi besar.
Apalagi jika sudah viral.***

Menjelajahi Keindahan Tersembunyi di Ujung Kulon: Petualangan Tak Terlupakan di Tanah Badak Jawa

Bogordaily.net – Perjalanan ini dimulai dengan satu tujuan: menjelajahi Taman Nasional Ujung Kulon, rumah terakhir bagi Badak Jawa yang kini hampir punah. Terletak di ujung barat Pulau Jawa, kawasan ini bukan hanya menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa, tetapi juga keindahan alam yang mampu menghipnotis siapa saja yang datang.

Dari Jakarta, perjalanan menuju Ujung Kulon membutuhkan waktu sekitar enam jam melalui jalur darat menuju Desa Sumur, Banten. Kami berangkat subuh agar bisa menikmati pemandangan matahari terbit selama perjalanan. Jalanan yang berliku dan sesekali berlubang menjadi tantangan tersendiri, tetapi semangat kami tak surut.

Sesampainya di Desa Sumur, kami melanjutkan perjalanan dengan perahu menuju Pulau Peucang, salah satu destinasi favorit di kawasan ini. Selama satu jam perjalanan di laut, kami disuguhi pemandangan perairan biru jernih dengan sesekali terlihat ikan-ikan kecil melompat di antara ombak.

Pulau Peucang menyambut kami dengan pasir putih halus dan air laut sebening kristal. Begitu menginjakkan kaki di pulau ini, suasana tenang dan damai langsung menyelimuti. Kami berjalan-jalan di tepi pantai, menghirup udara segar, dan menikmati suara deburan ombak yang menenangkan.

Selain pantainya yang memukau, Pulau Peucang juga menyimpan keajaiban alam lainnya, seperti hutan hujan tropis yang masih alami. Kami bertemu dengan beberapa rusa liar yang tampak tidak takut dengan kehadiran manusia. Bahkan, kami melihat sekawanan monyet ekor panjang yang asyik bermain di dahan pohon.

Kami juga mengunjungi Karang Copong, sebuah tebing karang dengan pemandangan laut lepas yang luar biasa. Dari sini, matahari terbenam tampak begitu dramatis, dengan langit berwarna oranye keemasan yang perlahan-lahan berubah menjadi ungu gelap.

Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan menuju Semenanjung Ujung Kulon untuk menjelajahi hutan tempat Badak Jawa bersembunyi. Dipandu oleh seorang ranger berpengalaman, kami menyusuri jalur setapak yang dipenuhi pepohonan raksasa dan akar-akar yang menjalar. Suara burung dan gemerisik dedaunan menjadi musik alami selama perjalanan.

Meskipun kami tidak beruntung melihat langsung Badak Jawa, kami menemukan jejak kakinya yang masih segar di tanah basah. Ini menjadi pengingat bahwa satwa langka ini masih bertahan di habitat aslinya, meskipun jumlahnya sangat terbatas.

Setelah dua hari menjelajahi keindahan Ujung Kulon, kami kembali dengan hati yang penuh rasa syukur. Keindahan alam yang masih alami, pengalaman bertemu satwa liar, dan kisah konservasi yang menyentuh hati menjadikan perjalanan ini lebih dari sekadar petualangan biasa. Ini adalah pengingat bahwa alam yang indah harus dijaga dan dilestarikan agar generasi mendatang masih bisa menikmatinya.

Perjalanan ke Ujung Kulon bukan hanya tentang menjelajahi tempat baru, tetapi juga tentang menghargai kehidupan liar dan keindahan alam yang masih tersisa. Jika Anda mencari destinasi petualangan yang menakjubkan, Ujung Kulon adalah jawabannya.***

Larry Maxmillian Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

SesKemenkop Berharap Sukabumi Jadi Role Model Pembentukan Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Sukabumi. Hal itu tergambar saat SesKemenkop melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (5/4).

Berkaitan hal tersebut, Zabadi mengajak Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk turut andil. Bahkan, bila perlu menjadi role model dalam pembentukan Kopdes Merah Putih ini.

“Banyak hal yang selalu membuat Sukabumi sebagai role model. Seperti program Makan Bergizi Gratis di Warungkiara, PLUT di Cikembang, dan semoga saja Koperasi Desa Merah Putih pun menjadi role model,” papar Zabadi, saat berdialog dengan Bupati Sukabumi H Asep Japar.

Apalagi, lanjut Zabadi, Bupati Sukabumi merupakan orang yang telah lama berkecimpung di dunia koperasi. Mengingat, dulunya merupakan mantan kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sukabumi.

“Pak Bupati ini mantan Kadis yang sangat mengetahui tentang koperasi. Sehingga, pasti memperhatikan hal semacam ini,” ungkap Zabadi.

Zabadi menjelaskan, terdapat beberapa hal yang mendasari pembentukan Kopdes Merah Putih ini. “Terutama, untuk memutus rantai kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa,” ungkap Zabadi.

Intinya, tegas SesKemenkop, Kopdes Merah Putih ini untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat desa. Apalagi, koperasi ini akan menitikberatkan terhadap kebutuhan masyarakat desa. Sehingga, salah satu fokus usaha di bidang koperasi adalah sembako dan lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Koperasi ini akan menjadi solusi terbaik baik masyarakat desa. Baik dalam pemenuhan kebutuhan maupun pengembangan potensi lokal desa,” ucap Zabadi.

Maka dari itu, dalam koperasi ini dikhususkan untuk masyarakat desa setempat. Sehingga, tidak bisa diikuti warga yang lintas desa. “Jadi, pendekatannya per desa. Sehingga, warga yang berusia dewasa bisa bergabung menjagi anggota koperasi,” imbuh SesKemenkop.

Zabadi menambahkan, dalam pembentukan koperasi ini, terdapat beberapa metoda yang bisa dilakukan. Hal itu seperti pembentukan baru bagi desa yang tidak memiliki koperasi hingga revitalisasi koperasi yang tidak jalan.

“Kalau yang sudah jalan koperasi desanya, bisa mengubah nama dan anggaran dasar,” terang Zabadi.

Pembentukan Kopdes Merah Putih ini ditargetkan bisa terbentuk sampai akhir Juni 2025. Hal itu dengan target puluhan ribu koperasi yang terbentuk di seluruh Indonesia.

“Bapak Presiden rencananya akan meluncurkan Kopdes Merah Putih ini pada Juli mendatang.Sehingga, akhir Juni ditargetkan pembentukannya selesai,” ucap SesKemenkop.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar mengatakan, terdapat 381 desa dan 5 kelurahan di daerahnya. Jumlah tersebut dapat menjadi potensi luar biasa untuk dikembangkan Bersama koperasi.

“Makanya dalam momen ini, kami kumpulkan sejumlah kepala perangkat daerah terkait agar mereka semua memahami Kopdes Merah Putih,” kata Bupati Sukabumi.

Apalagi, Kabupaten Sukabumi ingin ikut andil dalam momen besar ini. “Kita akan berkumpul dengan seluruh kepala desa. Semoga saja dalam waktu dekat bisa terbentuk Kopdes Merah Putih,” pungkas Asep.***

Wisata di Sungai Citiis Bogor Berujung Duka. Kawanan Tawon Serang Pengunjung, 1 Tewas Beberapa Luka

0

Bogordaily.net – Suasana santai di wisata alam Sungai Citiis, Tamansari, Ciapus, Kabupaten Bogor, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (5/4/2025) sore.

Sekitar pukul 14.00 WIB, sekelompok wisatawan yang tengah bersantai di tepi sungai tiba-tiba diserbu kawanan tawon dari arah pepohonan.

Menurut kesaksian warga dan korban, serangan itu terjadi tanpa tanda-tanda peringatan.

“Tiba-tiba saja ada teriakan, lalu kawanan tawon menyerbu dari atas pohon. Semua langsung panik, ada yang terjatuh, bahkan ada yang pingsan,” ujar salah satu anggota keluarga korban yang kini masih dirawat di RS PMI Kota Bogor.

Akibat kejadian ini, beberapa pengunjung mengalami luka serius akibat sengatan, dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Korban luka segera dilarikan ke RS PMI Kota Bogor untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara jenazah korban dievakuasi oleh tim medis dan aparat kepolisian.

Dari informasi yang beredar di kalangan warga, insiden para wisatawan di sungai Citiis, Kabupaten Bogor ini diduga bermula dari ulah seseorang yang melempar sarang tawon, meski hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kronologi pasti dan penyebab insiden.

Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk memintai keterangan para saksi untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut.

Sementara itu, pemerintah desa setempat menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi yang merenggut korban jiwa ini.***

Budi Satria Wiguna, Jenderal Muda Asal Bogor yang Kini Bertugas di Kementerian Perumahan

0

Bogordaily.net – Deretan jenderal muda Polri kembali bertambah. Salah satunya adalah Brigadir Jenderal Polisi Budi Satria Wiguna, pria asal Bogor yang resmi menyandang pangkat bintang satu setelah dilantik dalam upacara kenaikan pangkat yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rupatama Mabes Polri, Minggu 30 Maret 2025.

Brigjen. Pol. Budi Satria Wiguna merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998 dari Batalyon Parama Satwika.

Dengan kenaikan pangkat ini, ia menjadi jenderal bintang satu kedelapan dari angkatannya.

Usai pecah bintang, Budi Satria Wiguna mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas di luar institusi Polri.

Ia kini menjabat sebagai Direktur Pengendalian Risiko dan Pencegahan Korupsi pada Direktorat Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko (TKPR) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Posisi strategis ini menunjukkan sinergi antara Polri dan kementerian teknis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi.

Karier panjang dan beragam pernah ditempuh Budi Satria Wiguna. Sejak lulus Akpol, ia mengawali penugasan di Korps Brimob Polri, dengan penempatan di Bengkulu, Kelapa Dua Depok, dan Riau.

Dari perwira muda dengan pangkat Inspektur Dua (Ipda), ia menapaki jenjang karier hingga Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) di satuan elit Polri tersebut.

Pada tahun 2010, ia juga dipercaya untuk menjalankan tugas internasional dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Sudan, sebuah pengalaman yang menambah wawasannya di panggung global.

Tahun 2017, Budi Satria Wiguna menjabat sebagai Kapolres Garut. Setelahnya, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kasubdit Kamneg Ditkrimum Polda Jawa Barat, lalu pada Juli 2020 diangkat sebagai auditor di Itwasum Polri.

Tak hanya sarat pengalaman operasional dan pengawasan internal, Budi juga mencetak prestasi akademik yang membanggakan.

Ia merupakan lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Dikreg TA 2024, sebuah capaian yang mengukuhkan kualitas kepemimpinan dan kapasitas intelektualnya.

Dengan segudang pengalaman dan prestasi, Brigjen. Pol. Budi Satria Wiguna menjadi salah satu sosok jenderal muda Polri.

Kariernya mencerminkan dedikasi, integritas, dan kemampuan adaptasi tinggi, baik di dalam maupun di luar institusi Polri.***

Ibnu Galansa

Harga Emas Antam Hari Ini 6 April 2025, Turun Drastis. Ini Daftarnya!

0

Bogordaily.net – Harga emas Antam 6 April 2025 mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Berdasarkan update resmi dari Pegadaian, ketiga produk logam mulia populer yaitu Antam, UBS, dan Galeri24 kompak mencatatkan penurunan harga jual.

Hari ini, harga emas Antam turun Rp39.000 menjadi Rp1.826.000 per gram dari sebelumnya Rp1.865.000 per gram. Sementara itu, emas UBS turun menjadi Rp1.771.000 dan Galeri24 terkoreksi ke Rp1.767.000 per gram.

Update Harga Emas Antam 6 April 2025 Semua Ukuran

Penurunan harga emas Antam bulan April 2025 tidak hanya berlaku untuk satuan 1 gram, tetapi juga seluruh ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Produk emas Antam dan Galeri24 tersedia dalam ukuran kecil hingga besar (0,5 gram–1 kilogram), sedangkan UBS tersedia hingga ukuran 500 gram.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi investor untuk masuk di harga terbaik.

Berikut rincian harga emas Antam terbaru hari ini:

  • Harga emas Antam 0,5 gram: Rp965.000
  • Harga emas Antam 1 gram: Rp1.826.000
  • Harga emas Antam 2 gram: Rp3.590.000
  • Harga emas Antam 3 gram: Rp5.359.000
  • Harga emas Antam 5 gram: Rp8.897.000
  • Harga emas Antam 10 gram: Rp17.738.000
  • Harga emas Antam 25 gram: Rp44.216.000
  • Harga emas Antam 50 gram: Rp88.350.000
  • Harga emas Antam 100 gram: Rp176.620.000
  • Harga emas Antam 250 gram: Rp441.278.000
  • Harga emas Antam 500 gram: Rp882.341.000
  • Harga emas Antam 1000 gram: Rp1.764.640.000

Peluang Investasi dari Turunnya Harga Emas Antam 

Penurunan harga emas Antam 6 April 2025 ini bisa dimanfaatkan oleh investor maupun masyarakat umum yang ingin menambah aset emas mereka.

Membeli saat harga emas turun adalah salah satu strategi terbaik dalam investasi logam mulia.

Namun, tetap disarankan untuk mengikuti perkembangan harga secara berkala dan mempertimbangkan tujuan investasi jangka panjang.

Dengan kondisi pasar saat ini, banyak analis memperkirakan harga emas masih akan bergerak fluktuatif, sehingga penting untuk selalu update informasi harga terbaru.***

Begal Beraksi di Jonggol Bogor, Tuduh Korban Melotot Lalu Ancam Pakai Sajam

0

Bogordaily.net – Aksi begal di wilayah Jonggol Bogor kembali membuat geger warga. Kali ini, modus baru dipakai oleh kawanan begal yang beraksi persis di ruas Jalan Sukajaya Dayeuh, Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Seorang pemotor hampir menjadi korban begal di wilayah Jonggol Bogor, setelah dituduh “melotot” kepada para pelaku.

Kejadian berlangsung pada Sabtu pagi, sekitar pukul 05.30 WIB. Saat suasana masih cukup sepi, korban melintas seperti biasa di jalur tersebut.

Tiba-tiba, sekelompok pria menghadangnya dan mulai menuduh korban dengan alasan sepele: “melotot” kepada mereka. Tuduhan tersebut menjadi dalih untuk memancing keributan.

Menurut keterangan korban, para pelaku kemudian mengintimidasi dan mengancam menggunakan senjata tajam.

Tekanan psikologis ini dilakukan agar korban ketakutan dan menyerahkan barang-barang berharganya tanpa perlawanan.

“Awalnya saya bingung kenapa tiba-tiba dihentikan, mereka bilang saya melotot ke mereka. Saya ditakut-takuti pakai sajam, disuruh kasihkan barang saya. Tapi alhamdulillah ada beberapa warga yang lewat, jadi saya bisa selamat,” ujar korban.

Beruntung, keberadaan warga yang melintas di lokasi membuat para pelaku panik dan melarikan diri sebelum sempat membawa barang-barang korban.

Insiden ini membuat masyarakat setempat resah. Mereka berharap adanya peningkatan patroli dari pihak kepolisian di jalur tersebut, terutama pada jam-jam rawan.

Detik-detik oeristiwa aksi begal tersebut viral dan beredar di media sosial.

Pihak berwenang diimbau untuk segera mengambil tindakan, mengingat modus kejahatan seperti ini bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Tetap waspada, hindari perjalanan seorang diri di jalanan sepi, dan segera cari keramaian jika merasa ada gelagat mencurigakan.***

Kesuksesan UMKM Unici Songket Silungkang, Upaya BRI Dorong Produk Warisan Budaya Tembus Pasar Internasional

0

Bogordaily.net – Keindahan kain songket, salah satu warisan budaya Indonesia, terus dijaga dan dikembangkan oleh generasi penerus.

Salah satunya adalah Unici Songket Silungkang, usaha tenun asal Sumatera Barat yang sukses menembus pasar nasional hingga internasional. Melalui ketekunan dan inovasi, Unici Songket tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para perajin lokal.

Songket telah lama menjadi simbol kemewahan dan identitas budaya, dibuat dengan teknik rumit menggunakan benang emas atau perak. Di Silungkang, Sumatera Barat, para perajin masih mempertahankan metode tradisional dalam setiap helai kain yang mereka produksi.

Dari keahlian turun-temurun inilah lahir Unici Songket Silungkang, sebuah brand yang didirikan oleh Fitri pada 2019. Berawal dari pemasaran sederhana di media sosial, kini Unici Songket berkembang pesat berkat strategi digital dan inovasi bisnis yang diterapkan.

Saat pertama kali memasarkan produk secara online, Fitri melihat respons positif dari pasar. Hal ini mendorongnya untuk lebih serius mengembangkan Unici Songket dengan merekrut perajin dan membuka toko fisik di Sawahlunto, Sumatera Barat. Bahkan, di tengah tantangan pandemi Covid-19, ia mampu beradaptasi dengan mengalihkan 70% penjualannya ke platform digital seperti Facebook dan Instagram.

Memasuki 2023, Unici Songket semakin memperluas jangkauan pemasaran melalui e-commerce dan fitur live selling di TikTok Shop. Berkat strategi ini, omzet bulanannya stabil di kisaran Rp 30-50 juta per bulan.

Guna memperluas usahanya, Fitri mulai bergabung dalam program UMKM EXPO(RT) yang diselenggarakan BRI pada 2023 lalu. Melalui berbagai program pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh BRI, Fitri merasakan manfaat besar dalam pengembangan usaha, baik dari sisi pemasaran, penjualan, hingga perluasan jaringan bisnis.

“Alhamdulillah, program pembinaan dari BRI sangat membantu kami dalam meningkatkan skala bisnis. Tidak hanya melalui pameran, tetapi juga pelatihan dan business matching yang membuka peluang kerja sama lebih luas,” ujar Fitri saat ditemui di ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di ICE BSD, Tangerang.

BRI UMKM EXPO(RT) menjadi salah satu platform penting bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka ke pasar yang lebih luas, termasuk buyer internasional. Selain itu, BRI juga memberikan fasilitas bagi peserta, mulai dari akomodasi hingga pendampingan bisnis. Fitri mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti acara ini sejak 2023 telah memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan Unici Songket.

Selain partisipasi dalam pameran, Fitri juga mendapatkan pelatihan digitalisasi bisnis. Dengan arahan dari BRI, ia mulai mengoptimalkan pemasaran di berbagai marketplace seperti Lazada, Blibli, dan Tokopedia. Langkah ini semakin meningkatkan daya saing dan eksposur produknya di pasar online.

Terkait dengan program pemberdayaan UMKM yang dilakukan BRI, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Salah satunya adalah melalui kegiatan UMKM EXPO(RT) yang telah sukses diikuti oleh 1.000 UMKM terpilih pada Februari 2025 lalu. Di samping itu, BRI juga terus memperluas akses pasar ekspor bagi UMKM binaannya melalui program business matching bersama Kementerian Perdagangan yang rutin dilakukan dua kali dalam sebulan.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan kami dalam mendorong UMKM Indonesia menjadi pemain global. Keikutsertaan dalam pameran internasional oleh nasabah BRI juga merupakan bentuk dukungan nyata BRI untuk mendorong pengusaha UMKM go global yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk lokal,” ujar Hendy.

Dengan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak, diharapkan semakin banyak UMKM seperti Unici Songket Silungkang yang mampu melestarikan warisan budaya sekaligus menembus pasar dunia. Keberhasilan Fitri menjadi bukti nyata bahwa inovasi, ketekunan, dan sinergi dengan pihak perbankan dapat membawa UMKM ke level yang lebih tinggi.***