Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 1033

Tingkatkan Pelayanan pada Ummat, RS Islam Bogor Gandeng PT Gen Asia Pratama

0

Bogordaily.net – Untuk meningkatkan pelayanan kepada ummat, pada Senin t6 Januari 2025 bertempat di Ruang Yayasan RS Islam Bogor, telah dilaksanakan penandatanganan kerja sama strategis antara RS Islam Bogor dan PT Gen Asia Pratama.

Acara ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit.

RS Islam Bogor, sebagai Rumah Sakit Wakaf berbasis syariah di Kota Bogor yang telah terakreditasi Paripurna oleh KARS dan Akreditasi Syariah oleh DSN MUI, terus berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Dalam kerja sama ini, PT Gen Asia Pratama akan mendukung RS Islam Bogor di berbagai bidang, antara lain, pengadaan alat Kesehatan, pengembangan solar panel, penataan lahan parkir dan peningkatan fasilitas kafetaria untuk kenyamanan pasien dan pengunjung.

Pada tahap awal, PT Gen Asia Pratama akan mengembangkan sistem parkir modern berbasis teknologi cashless di RS Islam Bogor.

Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung kinerja RS Islam Bogor melalui meningkatnya kepuasan pelanggan, serta menjadi bagian integral dari jasa layanan medis oleh RS Islam Bogor.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Ketua Yayasan RS Islam Bogor Dr. Ir. H. Dwi Sudharto, M.Si, dan Direktur PT Gen Asia Pratama Arief Budi Satrio, S.Kom, MM.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan RS Islam Bogor H Dwi Sudharto menyampaikan ucapan terimakasih atas kepedulian PT Gen Asia Pratama dalam membantu pengembangan RS Islam Bogor untuk dapat melayani ummat dengan baik sesuai dengan prinsip syariah.

Kerja sama ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada umat. “Dengan dukungan PT Gen Asia Pratama, kami optimis RS Islam Bogor dapat memberikan layanan yang lebih modern dan  efisien,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Gen Asia Pratama, Arief Budi Satrio, merasa terhormat dapat bekerja sama dengan RS Islam Bogor yang memiliki visi mulia dalam pelayanan kesehatan berbasis syariah.

“Mudah-mudahan Kerjasama ini merupakan awal baik membawa kebaikan buat kita semua, dan kami juga bisa menjaga Amanah di dalam investasi ini, bukan hanya investasi dunia tapi juga menjadi investasi akhirat. Kami siap mendukung pengelolaan parkir, pengadaan alat kesehatan, dan fasilitas lainnya agar dapat memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Khusus terhadap pengelolaan parkir akan memberikan pelatihan hospitality kepada personil parkir sebagai front-liner. Pelatihan ini bertujuan untuk menyelaraskan semangat peningkatan hospitality yang telah menjadi fokus seluruh civitas medika RS Islam Bogor, pungkas Arief.

Pada akhir acara Ketua Yayasan mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pengembangan RS Islam Bogor yang terus bertransformasi untuk melayani umat secara optimal. Hal ini sejalan dengan motto “Sehat Syariah, Lancar Ibadah, Kuat Akidah.” ***

Kisah Pilu Anak Disabilitas di Citeureup, Luput dari Perhatian Pemerintah

0

Bogordaily.net – Dua anak penyandang disabilitas di Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor perlu perhatian khusus dari Pemerintah di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bagaimana tidak, dua anak penyandang disabilitas di Citeureup, yakni Marwan Maulana (7) anak dari pasangan Mansur dan Eka Herawati, serta Enda Subandi (15) anak dari pasangan Ayat Subandi dan Ernawati, warga Kampung Blok Monong, Desa Leuwinutug kondisinya memprihatinkan.

Salah satu orang tua penyandang disabilitas Ayat Subandi, mengatakan bahwa anaknya Enda Subandi (15), memiliki penyakit sejak berumur empat bulan, akibat penyakit tersebut membuat pertumbuhan Enda, terbilang lambat dan tidak seperti anak seusia pada umumnya.

“Itu dari umur 1-2 bulan sih normal, cuma pas 3-4 bulan itu panas hingga mengalami step (kejang-kejang), dibawa ke RS dapat 10 hari di cikaret, terus udah dibawa ke tasik dirawat tapi hasilnya tetap kayak begini,” kata Ayat kepada wartawan, Selasa 7 Januari 2025.

Ia menjelaskan, selama penyekit itu mendera anaknya, ia pernah menerima sekali bantuan dari pihak pemerintah berbupa sembako dan kursi roda.

Namun, untuk saat ini kursi roda tersebut dinilai tidak terpakai, karena kondisi anak yang sudah membesar dan perlu kursi roda dengan ukuran yang lebih besar.

“Pada 2021, bantuan berbentuk sembako, kursi roda, sekarang anaknya sudah gede jadi gak kepake dan harus ganti dengan ukuran yang lebih gedean lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia tidak melupakan kebaikan-kebaikan pihak desa. Namun ia juga tidak berharap lebih terhadap desa yang sudah berulang kali mendata mereka sebagai penerima bantuan selanjutnya.

Selanjutnya, Ia mengingatkan, agar pemerintah tidak hanya peduli saat kasus haya saat viral saja. Ia mengingatkan pemerintah agar turun langsung sebelum keluh-kesah masyarakat diketahui orang banyak.

“Harapannya ke pemerintahan lebih liat liat ke bawah lagi supaya ada kejadian cepat ditindak, supaya jangan ada gini lagi,” ujar Ayat.

Sementara itu, di tempat yang sama, orang tua dari Marwan Maulana (7), Mansur mengatakan bahwa, puteranya itu lahir dengan kondisi normal.

Namun, sejak usia 1 bulan mengalami demam tinggi yang berujung pada keterlambatan pertumbuhan dan gangguan fisik.

“Pokoknya syarafnya berbelit-belit lah gitu lupa namanya, transfusi darah juga empat kali,” ucap Mansur

Mansur mengatakan, saat ini keluarganya butuh uluran tangan dari pemerintah terkait kondisi anaknya yang memprihatinkan karena tidak bisa jalan.

Bapak dari lima anak tersebut mengungkapkan kesulitan dari segi biaya hingga kadaluarsanya kartu BPJS yang dimiliki.

Selain itu, Mansur juga mengatakan saat ini bantuan dari pihak Desa Leuwinutug baru menghadirkan berupa bantuan kursi roda dan sembako sejak Covid-19 melanda.

“Ditanya susu dan pampers sehari berapa, gitu doang ga ada lagi. Kalo saya intinya kalo mau dibantu memang seharusnya dibantu, kalo ga ada saya ga nuntut, kalo ada ya saya terima kalo ga ada saya pasrah sama yang kuasa,” ungkapnya.(Albin Pandita)

Kodim 0606 Kota Bogor Butuh 80 SPPG untuk Cover Makan Siang Gratis

0

Bogordaily.net – Komandan Kodim 0606 Kota Bogor, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto mengatakan butuh sekitar 80 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mencover seluruh sekolah yang ada di Kota Bogor.

“Kalo kita hitung total dengan dinas pendidikan itu kalau mencakup seluruhnya TK Paud sampai SMA, kita memerlukan 80 dapur karena satu dapur itu dengan asumsi 1 dapur mencover 3000 siswa,” jelas Letkol Inf Dwi Agung Prihanto

Nantinya, kata Letkol Inf Dwi, setiap penerima manfaat dari program makan bergizi gratis ini akan mendapatkan menu berbeda setiap harinya.

“Setiap harinya dengan menu makanan yang berbeda, tapi tetap dengan nominal harga 10rb,” jelas dia.

Lebih lanjut, Dwi Agung Prihanto menjelaskan, mekanisme penyaluran setiap dapurnya itu akan menggunakan radius sesuai dengan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kita bermainnya radius sesuai arahan dari BGN bahwa setiap dapur itu akan melayani siswa dengan radius 2km dari titik dapur,” ungkap dia.

Sementara itu, saat ini jumlah SPPG di Kota Bogor yang sudah beroprasional baru ada dua, pertama berlokasi di Kecamatan Tanah Sareal dan di Yayasan Bosowa Bina Insani.

Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui pasti kapan program makan bergizi gratis bisa menyasar ke seluruh sekolah yang ada di Kota Bogor.

“Bogor Tengah, Bogor Selatan, dan Bogor Barat, Ini sudah kita laporkan untuk wilayahnya tapi peninjauan survey dari BGN belum dilaksanakan,” tutupnya.(Muhammad Irfan Ramadan)

Wamenkop Genjot Transformasi Koperasi Wujudkan Mimpi Bangun Pabrik Milik Petani dan Peternak

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono memastikan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus berupaya mendorong transformasi koperasi, serta meningkatkan peran koperasi dalam perekonomian nasional.

Termasuk rencana pembangunan pabrik pengolahan susu dan pabrik CPO (Crude Palm Oil) yang dikelola koperasi. Hingga mendorong koperasi untuk mampu bersaing di sektor industri.

“Karena memang penugasan kepada kami di Kemenkop oleh Presiden Prabowo, ingin koperasi itu bisa seperti di luar negeri. Koperasi bisa buat pabrik CPO dan koperasi susu bisa membuat pabrik pengolahan susu sendiri,” kata Wamenkop Ferry dalam acara Konferensi Pembangunan Indonesia 2025 oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa 7 Januari 2025.

Dengan adanya Peraturan Menteri Koperasi baru, diharapkan terbit paling lambat minggu depan, Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB-KUMKM) akan diberi keleluasaan untuk berinvestasi, termasuk mengakuisisi pabrik dan smelter.

“Hal ini sejalan dengan visi untuk memberdayakan koperasi, agar mampu memiliki aset-aset besar. Seperti smelter, kapal canggih, dan perkebunan, seperti yang diimpikan Presiden Prabowo,” ujarnya.

Terutama saat ini, program susu bagi siswa dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Meskipun sempat terjadi kendala distribusi, Pemerintah memastikan program ini akan tetap berlanjut.

“Uji coba dan simulasi distribusi tengah dilakukan untuk memastikan kelancaran program,” ungkap Ferry.

Ditegaskannya, perlu memberikan susu dalam kemasan UHT atau susu bubuk bagi sekolah-sekolah di luar Jawa yang jauh dari sentra peternakan sapi perah.

Untuk mendukung program ini, Kemenkop tengah mempertimbangkan dua opsi. Pertama, membangun pabrik susu baru atau kedua, mengakuisisi pabrik susu yang sudah ada.

Menurutnya, koperasi yang ingin terlibat dalam program ini perlu memenuhi persyaratan tertentu. Koperasi peternakan sapi perah, misalnya, akan didorong untuk memiliki pabrik pengolahan susu sendiri, sementara koperasi petani sawit akan didorong untuk membangun pabrik CPO.

Proses transformasi ini akan dilakukan secara bertahap. Termasuk konversi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menjadi koperasi. Sebab di Kemenkop, sekarang juga dimungkinkan untuk bisa membantu menyalurkan pupuk dengan skema yang baru.

“Saat ini, dari 64.000 Gapoktan, baru 4.000 yang telah menjadi koperasi. Proses konversi sisanya akan dilakukan secara bertahap,” rincinya.

Ferry juga menekankan pentingnya sinergi antar kementerian, khususnya dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memastikan kelancaran distribusi pupuk.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR Periode 2024-2029 Sufmi Dasco mendukung upaya Kemenkop dalam mendorong program kepentingan rakyat melalui koperasi.

“Dukungan perlu diberikan. Apalagi program yang memang untuk kepentingan rakyat. Di tengah pertumbuhan ekonomi global yang mengalami pelambatan, maka upaya pendorong ekonomi nasional terus dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan turut mendukung optimalisasi lahan-lahan sawit untuk dikelola di dalam negeri.

“Jadi yang lahan-lahan ilegal itu bisa diambil secepatnya untuk kepentingan rakyat. Harapan saya, untuk membuat para petani sawit ilegal itu menjadi koperasi,” katanya.***

Kementerian UMKM Bersama YDBA Replikasi Model Pembinaan UMKM Masuk Rantai Pasok

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) mereplikasi dan mengembangkan model pembinaan UMKM di Indonesia agar bisa masuk ke dalam rantai pasok industri.

Sekretaris Kementerian UMKM Arif Rahman Hakim menyatakan, sampai sejauh ini YDBA telah sukses menerapkan metode yang baik dalam membina UMKM, sehingga mampu membawa mereka berproses untuk masuk ke dalam rantai pasok, khususnya pada industri otomotif.

“Apa yang sudah dikembangkan YDBA pada industri otomotif ini sangat nyata, mulai banyak bermunculan usaha kecil yang jadi bagian dari rantai pasok Astra, ini bisa menjadi contoh industri lain,” ujar Arif saat menerima audiensi YDBA terkait program pembinaan UMKM, di Jakarta, Selasa 7 Januari 2025.

Menurut Arif, hal tersebut sejalan dengan visi besar Pemerintah khususnya Kementerian UMKM untuk meningkatkan rasio partisipasi UMKM ke dalam rantai pasok industri yang saat ini baru menyentuh angka 4,1 persen.

“Pemerintah juga berharap agar BUMN yang sudah besar dan memiliki rantai pasok agar tidak hanya impor dari luar, tapi turut membangun rantai pasoknya dari industri dalam negeri,” tutur Arif.

Untuk itu, Arif menyebutkan pihaknya berencana akan mengadopsi metode pembinaan UMKM yang telah dilakukan oleh YDBA, melalui program inkubasi Kementerian UMKM di lima Provinsi di Indonesia, antara lain Sumatra Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, serta Bali, namun disesuaikan dengan sektor unggulan di masing-masing daerah.

“Lima provinsi ini dapat dijadikan pilot project dalam kurun waktu lima tahun ke depan, contoh di Kepri bisa berfokus pada hilirisasi sektor perikanan, atau di Bali pada sektor pariwisata, bergantung pada kesepakatan antara Kementerian UMKM dengan YDBA,” kata Arif.

Arif berharap, melalui metode pembinaan yang tepat, lima tahun ke depan akan tercipta wirausaha atau pengusaha UMKM yang mandiri dan terhubung ke rantai pasok.

“Jika ingin menghasilkan UMKM yang terlibat dalam rantai pasok, perlu ahli di dalamnya, saya sarankan untuk melihat model YDBA. Perlu ada pemahaman yang sama, khususnya dalam memahami perkembangan teknologi industri,” ucap Arif.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo mengungkapkan, kelemahan sektor UMKM hari ini adalah belum terciptanya rantai pasok yang kuat antara usaha kecil dengan industri besar. Untuk itu, YDBA berfokus dalam hal menghubungkan UMKM pada ekosistem rantai pasok.

“Yang dilakukan YDBA bersama seluruh industri di Astra adalah mendidik yang kecil terlebih dulu, QCD (Quality, Cost, and Delivery)-nya dinaikkan, dan ketika sudah naik level bisa masuk ke industri besar. Jangan hanya dikenalkan lalu ditinggal,” kata Samulo.

Samulo menegaskan, metode pembinaan YDBA dapat dijadikan sebagai referensi atau contoh, khususnya terkait dengan keterlibatan industri besar.

“Hari ini sudah banyak industri manufaktur yang dulunya berskala kecil seperti bengkel sekarang sudah menjadi industri besar, bahkan dulu tenaga kerja hanya 2-3 orang kini sudah menjadi 60-70 pekerja, mesinnya juga sudah berskala industri. Ini menjadi hasil nyata dari kita mempertemukan UMKM dengan indsutri besar,” tutur Samulo.

Bagi Samulo, salah satu kekuatan dari YDBA adalah komitmen dan konsistensinya dalam membina UMKM di daerah. Bahkan, pihaknya tidak segan-segan untuk membuka cabang di daerah UMKM yang mereka bina, dengan menaruh resources yang bisa sewaktu-waktu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh para pengusaha UMKM.***

Tips Merencanakan Liburan Sesuai Budget, Gak Bikin Kantong Kering!

0

Bogordaily.net – Liburan tak harus mahal untuk bisa dinikmati. Dengan perencanaan yang matang dan cerdas, Anda bisa menjelajahi tempat-tempat indah tanpa harus menguras tabungan. Berikut adalah tips merencanakan liburan sesuai budget agar pengalaman berlibur tetap menyenangkan tanpa bikin dompet menipis.

10 Tips Merencanakan Liburan

1. Tentukan Budget Awal

Langkah pertama adalah menentukan berapa banyak uang yang bisa Anda alokasikan untuk liburan.

Dari sini, Anda dapat menyusun rencana yang realistis, termasuk memilih destinasi, transportasi, dan akomodasi yang sesuai.

2. Pilih Destinasi Ramah Kantong

Tidak semua destinasi wisata membutuhkan biaya besar. Cari tempat wisata lokal atau destinasi yang sedang menawarkan promo. Selain hemat, Anda juga bisa menemukan pengalaman unik yang tidak kalah seru.

3. Manfaatkan Promo dan Diskon

Pantau aplikasi perjalanan atau media sosial untuk mendapatkan promo tiket pesawat, kereta api, atau paket liburan.

Jangan lupa cek juga diskon di situs pemesanan hotel. Promo seperti ini bisa menghemat anggaran Anda secara signifikan.

4. Tentukan Waktu Liburan yang Tepat

Hindari liburan di musim puncak (high season), karena biasanya harga tiket dan akomodasi akan melonjak. Pilih waktu liburan di hari kerja atau low season untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

5. Susun Itinerary yang Detail

Buat jadwal perjalanan yang rinci, termasuk daftar tempat wisata yang ingin dikunjungi, transportasi yang digunakan, hingga estimasi biaya makan. Dengan itinerary yang jelas, Anda bisa menghindari pengeluaran mendadak yang tidak perlu.

6. Pilih Akomodasi yang Terjangkau

Penginapan tidak harus mewah. Pilih hostel, homestay, atau hotel budget-friendly yang tetap nyaman. Jika pergi bersama teman atau keluarga, sewa villa atau apartemen bisa menjadi pilihan hemat.

7. Gunakan Transportasi Publik

Saat berada di destinasi tujuan, manfaatkan transportasi umum seperti bus, kereta, atau angkutan kota. Selain hemat, Anda juga bisa merasakan pengalaman hidup seperti warga lokal.

8. Bawa Bekal dan Hindari Jajan Berlebihan

Makan di tempat wisata seringkali lebih mahal. Bawa camilan atau makanan ringan dari rumah untuk menghemat biaya makan. Jika memungkinkan, cari tempat makan lokal yang menawarkan harga lebih terjangkau.

9. Beli Oleh-Oleh dengan Bijak

Oleh-oleh memang penting, tapi jangan sampai membeli berlebihan. Pilih barang-barang kecil yang unik dan bermanfaat agar tetap hemat namun berkesan.

10. Siapkan Dana Darurat

Meski sudah membuat rencana matang, ada baiknya Anda menyisihkan sedikit dana darurat untuk kebutuhan tak terduga selama perjalanan. Ini akan membantu Anda merasa lebih tenang saat berlibur.

Liburan hemat bukan berarti mengurangi kesenangan. Dengan perencanaan yang baik, Anda bisa menikmati momen istimewa tanpa stres memikirkan pengeluaran.

Jadi, rencanakan perjalanan Anda mulai sekarang dan nikmati liburan impian tanpa bikin kantong kering!***

Tips & Trik Merawat Motor Agar Tetap Prima dan Tahan Lama

0

Bogordaily.net – Motor adalah kendaraan andalan banyak orang, terutama di Indonesia. Untuk menjaga performanya tetap prima dan umur pakainya panjang, perawatan rutin sangatlah penting. Berikut adalah beberapa tips dan trik sederhana yang bisa Anda lakukan untuk merawat motor kesayangan Anda.

1. Rutin Cek dan Ganti Oli Mesin

Oli mesin adalah komponen vital untuk melumasi mesin motor. Gantilah oli mesin setiap 2.000-3.000 km atau sesuai rekomendasi pabrik. Jangan lupa gunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi motor Anda agar performa tetap optimal.

2. Periksa Tekanan Ban Secara Berkala

Tekanan ban yang tidak sesuai bisa memengaruhi kenyamanan berkendara dan mengurangi usia pakai ban. Pastikan tekanan ban sesuai dengan standar yang tertera di buku manual motor Anda.

3. Bersihkan Filter Udara

Filter udara berfungsi menyaring kotoran agar tidak masuk ke ruang bakar. Jika filter udara terlalu kotor, performa mesin akan menurun. Bersihkan atau ganti filter udara setiap 5.000-10.000 km.

4. Cek Rantai dan Gear

Rantai dan gear yang terlalu kencang atau longgar bisa memengaruhi kenyamanan dan keamanan berkendara. Lumasi rantai secara rutin dan pastikan ketegangannya sesuai standar.

5. Rawat Sistem Kelistrikan

Periksa kondisi aki, lampu, klakson, dan kabel-kabel motor. Jika ada gejala aki lemah, segera isi ulang atau ganti aki untuk menghindari masalah di jalan.

6. Perhatikan Sistem Rem

Rem adalah komponen penting untuk keselamatan berkendara. Periksa kampas rem secara rutin. Jika kampas rem sudah tipis, segera ganti dengan yang baru.

7. Cuci Motor Secara Teratur

Debu dan kotoran yang menempel pada motor bisa merusak cat dan komponen lain. Cuci motor secara rutin, terutama setelah digunakan di jalanan berdebu atau saat hujan.

8. Panaskan Mesin Sebelum Digunakan

Panaskan mesin selama 1-2 menit sebelum berkendara untuk memastikan oli sudah bersirkulasi dengan baik di seluruh komponen mesin.

9. Gunakan Bahan Bakar Berkualitas

Pilih bahan bakar dengan oktan yang sesuai dengan spesifikasi motor Anda. Bahan bakar berkualitas dapat meningkatkan efisiensi pembakaran dan menjaga kebersihan ruang bakar.

10. Servis Rutin di Bengkel Resmi

Lakukan servis rutin di bengkel resmi sesuai jadwal yang disarankan oleh pabrikan. Teknisi bengkel resmi biasanya lebih paham dengan kebutuhan spesifik motor Anda.

Merawat motor bukanlah tugas yang sulit, tetapi membutuhkan konsistensi. Dengan perawatan rutin, motor Anda akan selalu dalam kondisi prima, lebih hemat bahan bakar, dan tentunya lebih aman untuk digunakan. Jadi, jangan malas merawat motor, ya!***

Sinopsis 2nd Miracle in Cell No.7, Kehidupan Kartika Tanpa Ayah Dodo

0

Bogordaily.net – Film 2nd Miracle in Cell No.7 telah resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak Rabu, 25 Desember 2024. Sebagai sekuel dari Miracle in Cell No.7, film ini mengusung cerita yang lebih kaya, penuh emosi, dan menawarkan pengalaman sinematik yang sulit dilupakan.

Berangkat dari adaptasi film Korea yang ikonik, karya ini membawa angin segar dengan penambahan konflik, karakter baru, serta narasi yang lebih berlapis.

Kisah dalam sekuel ini kembali mengupas perjalanan hidup Ika dan ayahnya, Dodo Rozak, dengan pendekatan yang lebih mendalam.

Sutradara Herwin Novianto, yang sebelumnya sukses menggarap Kang Mak from Pee Mak, kembali menunjukkan kepiawaiannya mengemas cerita yang sarat makna.

Ditulis oleh Alim Sudio, penulis berbakat di balik Losmen Bu Broto dan Ketika Berhenti di Sini, film ini tak hanya menggugah emosi tetapi juga menghadirkan pesan moral yang relevan dengan kehidupan.

Film berdurasi 2 jam 27 menit ini mengambil latar waktu dua tahun setelah eksekusi Dodo Rozak (diperankan oleh Vino G. Bastian).

Sinopsis

Kartika, anak perempuan Dodo yang kini tinggal bersama Hendro (Denny Sumargo) dan Linda (Agla Artalidia), menjadi fokus utama cerita.

Penonton diajak untuk menyaksikan bagaimana Kartika menghadapi kenyataan hidup tanpa sosok ayahnya.

Bahkan, ada momen mengharukan ketika Kartika diselundupkan untuk bertemu dengan para napi di sel nomor tujuh.

Para napi ini, yang sempat menjadi keluarga kedua bagi Dodo, sepakat merahasiakan kebenaran pahit tentang kematiannya demi melindungi perasaan Kartika.

Namun, konflik tak berhenti di situ. Ketika Hendro mencoba mengadopsi Kartika, muncul hambatan besar dari Kepala Dinas Sosial yang menentang keputusan tersebut.

Keadaan semakin memanas ketika para napi dan Hendro memutuskan untuk memperjuangkan keadilan dengan cara mereka sendiri.

Film ini memperkenalkan sejumlah karakter baru yang memberikan warna berbeda pada alur cerita.

Selain menampilkan aktor dari film sebelumnya seperti Indro Warkop, Tora Sudiro, Mawar De Jongh, dan Bryan Domani, film ini juga menghadirkan Denny Sumargo dan Agla Artalidia yang tampil memukau dalam peran mereka.

Para aktor memberikan performa terbaik yang berhasil menghidupkan emosi penonton.

Interaksi antara Kartika dan Hendro, serta perjuangan para napi di sel nomor tujuh, menjadi sorotan utama yang mampu menggugah hati.

2nd Miracle in Cell No.7 tidak hanya mengandalkan cerita penuh air mata. Film ini juga mengajak penonton untuk merenungkan arti keluarga, perjuangan, dan pengorbanan.

Melalui sudut pandang Kartika, penonton diajak untuk memahami betapa sulitnya hidup tanpa figur ayah, sekaligus melihat bagaimana cinta dan solidaritas mampu menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan.

Daftar Pemain

Berikut adalah deretan aktor dan aktris yang berperan dalam film ini:

Vino G. Bastian sebagai Dodo Rozak
Graciella Abigail sebagai Kartika muda
Marsha Timothy sebagai Juwita
Indro Warkop sebagai Japra Effendi
Tora Sudiro sebagai Zaki
Denny Sumargo sebagai Hendro Sanusi
Bryan Domani sebagai Asrul
Agla Artalidia sebagai Linda

Rigen Rakelna, Indra Jegel, Coki Pardede, Muhadkly Acho, hingga Ayushita turut memperkaya film ini dengan akting mereka yang luar biasa.

Bagi Anda yang menyukai film dengan cerita yang menyentuh hati dan penuh kejutan, 2nd Miracle in Cell No.7 adalah pilihan sempurna untuk mengisi liburan.

Segera saksikan di bioskop terdekat dan siapkan hati Anda untuk dibawa larut dalam kisah penuh haru ini.***

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Pemkab Bogor Siapkan Anggaran Rp70 Miliar

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendukung program unggulan Presiden Prabowo-Gibran yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) agar implementasinya berjalan dengan baik.

Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menyiapkan dana cadangan sebanyak Rp50 hingga Rp70 Miliar dari APBD Kabupaten Bogor.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan menjelaskan bahwa, anggaran tersebut diperuntukkan untuk membantu kelancaran MBG di tahun 2025.

Ia menjelaskan, dana puluhan miliar itu berasal dari anggaran atau dana cadangan Belanja Tidak Terduga (BTT) pada APBD tahun 2025. Ia menyebut, anggaran BTT tahun ini senilai Rp100 Miliar.

“Angkanya kisaran Rp50 sampai dengan Rp70 milyar,” kata Achmad Wildan, Selasa 7 Januari 2025.

Menurutnya, anggaran tersebut masih bersifat global atau belum ditentukan untuk berapa sekolah dan siswa yang akan akan menerima MBG dari Pemkab Bogor itu.

Lebih lanjut kata dia, Pemkab Bogor saat ini masih menunggu petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan anggaran APBD daerah untuk membantu pelaksanaan MBG.

“Belum ada petunjuk atau regulasinya. Kita masih menunggu Juklak dan Juknis dari pusat,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian khususnya dalam program makan bergizi gratis.

Presiden meminta program tersebut untuk terus diawasi agar implementasinya dapat berjalan dengan baik.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Adita Irawati saat meninjau pelaksanaan makan bergizi gratis di SMP Negeri 2 Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Senin 6 Januari 2025.

Menurutnya, dengan dimulainya program makan bergizi gratis yang serentak di 190 titik 26 Provinsi di indonesia ini, pihaknya hadir memonitor langsung serta memberikan distribusi makan bergizi gratis kepada siswa khususnya di SMPN 2 Babakan Madang.

Tentunya hal tersebut merupakan arahan dan juga perhatian khusus dari Presiden Prabowo untuk mengawasi program makan bergizi gratis ini agar berjalan dengan baik.

“Jadi dengan kick off hari ini beliau (Presiden Prabowo) memang punya perhatian khusus dan sudah menyampaikan pesan juga di monitor diawasi agar implementasinya memang sesuai dengan rencana awal,” ungkap Adita Irawati.(Albin Pandita)

Ganti Kekosongan BisKita Transpakuan, Dishub Kota Bogor Siapkan Bus Transisi 25 Hari

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan berbagai langkah antisipasi terkait penanganan pelayanan angkutan di Kota Bogor sejak pemberhentian sementara BisKita Transpakuan.

Oleh karena itu Dishub Kota Bogor menyiapkan pelayanan bus transisi akan diberikan secara gratis selama maksimal 25 hari kerja.

Kepala Dishub Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menyatakan bahwa pengoperasian bus transisi dimulai bersamaan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur Nataru.

“Total kendaraan yang dioperasikan adalah enam unit, terdiri dari tiga bus Uncal dan tiga bus sekolah,” ungkap Marse.

Layanan bus transisi ini akan menggunakan rute dan halte pemberhentian yang sama seperti BisKita Trans Pakuan. Yakni pada 4 koridor pelayanan BisKita.

Marse menambahkan, kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama siswa yang kembali melakukan kegiatan belajar mengajar.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama masa transisi ini,” pungkasnya.

Sebelumnya juga, Marse memiliki ide lain untuk mengisi kekosongan BisKita yakni kendaraan operasional kepala dinas diberdayakan untuk membantu pelayanan masyarakat.

“Nanti kami tempatkan di shelter Biskita Transpakuan untuk mrmberikan pelayanan. Tapi itu perlu dibahas teknis dan oprasionalnya,” ungkap Marse.

Marse mengaku, Dishub harus membahas rute, serta informasi kepada pihak sekolah mengenai layanan sementara Bus sekolah.

“Dan kemudian kita menyampaikan informasi awal juga kepada sekolah tersebut. Kan jam sekolah masing-masing berbeda. Pastinya ada keterbatasan, tidak semua kita miliki ini harus bahas bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dishub Kota Bogor ini menyarankan warga yang kerap menggunakan Biskita Transpakuan untuk menggunakan moda transportasi lainnya seperti angkutan kota (angkot) dan transportasi online.(Muhammad Irfan Ramadan)