Home Blog Page 1057

Lokasi ATM Pecahan 20 Ribu di Bogor, Solusi Mudah Tarik Tunai Jelang Lebaran

0

Bogordaily.net – Menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil untuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan transaksi harian meningkat pesat.

Salah satu solusi praktis yang bisa dimanfaatkan adalah layanan ATM dengan pecahan kecil, terutama bagi warga yang mencari lokasi ATM pecahan 20 ribu di Bogor.

Bank Mandiri dan BNI menyediakan ATM khusus dengan pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000 di beberapa titik strategis, sehingga masyarakat dapat melakukan penarikan uang tanpa perlu mengantre panjang di bank.

Layanan ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan uang pecahan kecil untuk kebutuhan sehari-hari atau berbagi angpao Lebaran.

Dengan adanya lokasi ATM ini nasabah bisa lebih mudah mendapatkan uang tunai sesuai kebutuhan tanpa harus menukar di bank atau pedagang uang keliling yang biasanya mengenakan biaya tambahan.

Daftar ATM BNI dengan Pecahan Rp 20.000 di Bogor

Berdasarkan informasi dari akun resmi @BNICustomerCare, berikut beberapa lokasi ATM  yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat:

  • Gallery IPB Dramaga 4 – Jl. Raya Bogor-Jasinga Dramaga, Kampus IPB Dramaga
  • Gallery IPB Dramaga 6 – Jl. Raya Bogor-Jasinga Dramaga, Kampus IPB Dramaga
  • Gallery IPB Diploma 3 – Jl. Kumbang No. 14, Bogor

Dengan adanya daftar ATM ini, masyarakat dapat lebih mudah menemukan ATM dengan pecahan kecil sesuai kebutuhan.

Bagi yang berada di Bogor dan membutuhkan uang pecahan Rp 20.000, silakan kunjungi lokasi ATM pecahan 20 ribu di Bogor yang telah disebutkan untuk transaksi yang lebih praktis dan nyaman.***

Rudy Susmanto Optimis Timnas Indonesia Menang Lawan Bahrain, Minta Dispora Nyalakan Videotron untuk Nobar Warga

0

Bogordaily.net – Semangat tinggi tengah menyelimuti pecinta sepak bola Tanah Air menjelang laga krusial Tim Nasional (Timnas) Indonesia melawan Bahrain dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Salah satu sosok yang turut memberikan dukungan penuh adalah Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang dengan penuh optimisme meyakini bahwa skuad Garuda mampu mengukir kemenangan dalam pertandingan yang akan digelar Selasa (25/3/2025) pukul 20.45 WIB.

Sebagai seorang pemimpin daerah yang dikenal dekat dengan warganya, Rudy Susmanto menegaskan bahwa seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Bogor, harus mendukung penuh perjuangan para pemain Timnas yang akan bertarung di lapangan hijau.

Ia menekankan bahwa tim ini bukan sekadar kesebelasan sepak bola, tetapi juga representasi dari semangat, kebanggaan, dan kehormatan bangsa Indonesia di kancah internasional.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, mereka adalah patriot olahraga kita. Kita harus optimis, karena mereka berjuang bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk merah putih. Ini adalah momen berharga bagi bangsa Indonesia,” ujar Rudy dengan penuh semangat.

Menghadapi Raksasa Asia, Indonesia Tidak Boleh Minder

Menurut Rudy, perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 sudah mencapai tahap yang membanggakan.

Bertemu dengan tim-tim kuat di Asia, termasuk Bahrain, merupakan tantangan besar, tetapi bukan berarti mustahil untuk meraih kemenangan.

“Bertanding melawan negara-negara langganan Piala Dunia adalah suatu kehormatan. Ini adalah bukti bahwa sepak bola Indonesia terus berkembang dan semakin diperhitungkan di level internasional. Kita harus yakin, Indonesia bisa menang!” tambahnya.

Dukungan Nyata: Nonton Bareng di Berbagai Titik Kabupaten Bogor

Untuk meningkatkan semangat masyarakat dalam mendukung Timnas, Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.

Salah satu bentuk dukungan nyata adalah penyediaan videotron di beberapa titik strategis di Bogor agar warga bisa menyaksikan pertandingan secara bersama-sama.

“Secara resmi kami tidak mengadakan acara besar, tetapi kami sudah berkoordinasi dengan Dispora agar beberapa titik videotron bisa digunakan untuk nonton bareng. Ini adalah bentuk kebersamaan kita dalam mendukung Timnas,” kata Rudy.

Antusiasme masyarakat Bogor dan seluruh rakyat Indonesia diharapkan dapat menjadi dorongan moral bagi para pemain Timnas Indonesia saat bertanding di lapangan.

Dengan semangat juang tinggi dan doa dari seluruh rakyat, harapan untuk melihat Garuda terbang lebih tinggi di kancah sepak bola dunia semakin nyata.***

Siapa Vika Kolesnaya, Wanita Belarus yang Dilamar Billy Syahputra? Inilah Profil dan Biodatanya

0

Bogordaily.net – Siapa Vika Kolesnaya, wanita Belarus yang dilamar Billy Syahputra? Nama ini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah kabar pertunangannya dengan adik mendiang Olga Syahputra, Billy Syahputra, tersebar luas.

Warganet pun penasaran dengan sosok perempuan cantik asal Belarus ini, termasuk latar belakang, pekerjaan, hingga perjalanan hidupnya sebelum akhirnya menjadi bagian dari kehidupan Billy.

Vika Kolesnaya adalah wanita asal Belarus, Eropa Timur, yang kini menetap di Indonesia.

Namanya semakin dikenal publik setelah momen lamarannya dengan Billy Syahputra menjadi viral.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak Billy berlutut di tepi pantai, mengenakan kemeja krem, sambil menyodorkan cincin kepada Vika yang mengenakan dress putih.

Momen romantis ini sontak membuat warganet ramai memberikan ucapan selamat dan mendoakan hubungan mereka segera berlanjut ke jenjang pernikahan.

Siapa Vika Kolesnaya, wanita Belarus yang dilamar Billy Syahputra? Selain dikenal sebagai tunangan Billy, Vika Kolesnaya juga memiliki karier di dunia modelling.

Ia telah menekuni profesi ini sejak tahun 2021 dan aktif membagikan kegiatannya melalui akun Instagram pribadinya, @vika.kolesnaya.

Dengan paras cantik dan postur tubuh yang mendukung, tak heran jika ia berhasil meniti karier sebagai model di berbagai kesempatan.

Selain itu, Vika juga cukup lama tinggal di Indonesia, sehingga ia fasih berbahasa Indonesia dan mudah beradaptasi dengan budaya di sini.

Keberadaan Vika di sisi Billy Syahputra menarik perhatian banyak orang. Pasalnya, hubungan mereka cukup tertutup sebelum akhirnya Billy melamarnya secara terbuka di depan publik.

Banyak yang penasaran bagaimana kisah cinta mereka bermula dan apa yang membuat Vika jatuh hati pada Billy. Beberapa sumber menyebutkan bahwa keduanya pertama kali bertemu di Bali, dan sejak saat itu hubungan mereka semakin erat hingga akhirnya menuju ke jenjang yang lebih serius.

Menutup pertanyaan “Siapa Vika Kolesnaya, wanita Belarus yang dilamar Billy Syahputra?”, jawabannya adalah seorang model cantik asal Belarus yang kini resmi bertunangan dengan Billy Syahputra.

Dengan pesona dan kariernya yang semakin bersinar, tak heran jika Vika semakin menarik perhatian publik.

Kini, banyak yang menantikan kelanjutan kisah cinta mereka, apakah akan segera naik ke pelaminan atau masih menunggu waktu yang tepat.***

Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Bahrain di Bogor, Rekomendasi Spot Seru untuk Dukung Garuda

0

Bogordaily.net – Tempat nobar Timnas Indonesia vs Bahrain di Bogor semakin dicari menjelang laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Euforia pecinta sepak bola di Bogor begitu tinggi, mengingat pentingnya pertandingan ini bagi Skuad Garuda.

Menonton pertandingan secara langsung memang lebih seru, tetapi tidak semua orang bisa hadir di stadion. Karena itu, nobar (nonton bareng) menjadi solusi terbaik untuk merasakan atmosfer dukungan yang sama meriah.

Tak hanya sekadar menyaksikan laga, nobar juga menjadi ajang berkumpulnya para pendukung Timnas Indonesia. Suasana yang penuh semangat, yel-yel penyemangat, hingga momen menegangkan saat gol tercipta membuat pengalaman nobar semakin tak terlupakan.

Bagi Anda yang ingin menikmati keseruan bersama teman atau keluarga, berikut ini beberapa rekomendasi tempat nobar Timnas Indonesia vs Bahrain di Bogor yang patut dikunjungi.

1. Olu Grill House Pakansari
Lokasi ini terkenal dengan suasana nyaman dan layar besar untuk nobar. Beralamat di Jl. Raya Alternatif Pemda, Nanggewer, Cibinong, tempat ini cocok bagi yang ingin menikmati makanan lezat sambil mendukung Timnas Indonesia.

2. Mojoke Communify
Terletak di Komplek Baranangsiang 4, tempat ini menawarkan pengalaman nobar dengan suasana komunitas yang seru dan penuh keakraban.

3. Vape On Bogor
Berlokasi di Jl. Raya Taman Pagelaran No.05, Ciomas, tempat ini cocok untuk nobar santai sambil menikmati berbagai pilihan minuman.

4. Kopi Dari Hati X Diari
Terletak di Ruko Indomaret Leuwiliang KM.23, tempat ini menawarkan suasana santai bagi yang ingin menikmati nobar dengan kopi berkualitas.

5. Kopi Nako Rumah Sangrai
Berada di Jl. Binamarga II, Baranangsiang, tempat ini populer di kalangan anak muda dan menyediakan area nobar yang nyaman.

6. V BAR CAFE
Cafe ini terletak di Binamarga II No.11, Baranangsiang, dan menawarkan pengalaman nobar yang lebih eksklusif dengan suasana modern.

Menonton laga seru Timnas Indonesia bersama komunitas pendukung tentu memberikan kesan yang berbeda. Anda bisa merasakan semangat kebersamaan dan dukungan penuh untuk Garuda di setiap serangan maupun pertahanan.

Jangan sampai ketinggalan. Segera tentukan tempat nobar Timnas Indonesia vs Bahrain di Bogor yang sesuai dengan selera Anda dan nikmati momen spesial ini bersama rekan-rekan supporter lainnya. Selamat menonton dan semoga Timnas Indonesia meraih kemenangan.***

Formasi 3-5-2 Timnas Indonesia di Laga Melawan Bahrain, Emil Audero Berpeluang Starter

0

Bogordaily.net – Formasi 3-5-2 Timnas Indonesia di laga melawan Bahrain diprediksi akan kembali digunakan oleh pelatih Patrick Kluivert dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Laga ini akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (25/3/2025) pukul 20.45 WIB.

Dengan strategi ini, Kluivert berupaya memaksimalkan keseimbangan antara pertahanan yang solid dan serangan yang tajam untuk menghadapi tim asal Timur Tengah tersebut.

Pada pertandingan sebelumnya, Timnas Indonesia menghadapi beberapa kendala, termasuk absennya beberapa pemain kunci.

Namun, laga kali ini membawa kabar baik dengan kembalinya Ragnar Oratmangoen dan Justin Hubner yang sebelumnya tidak dapat tampil.

Di sisi lain, Kluivert harus kehilangan Mees Hilgers karena cedera, yang membuatnya perlu melakukan sedikit rotasi di lini belakang.

Salah satu perubahan yang mungkin terjadi adalah di posisi penjaga gawang. Emil Audero, yang saat ini bermain untuk Palermo, memiliki peluang besar untuk menjadi starter menggantikan Maarten Paes.

Dengan pengalaman dan kualitasnya, Audero diharapkan mampu memberikan keamanan di bawah mistar gawang saat menghadapi serangan dari Bahrain.

Di sektor pertahanan, formasi 3-5-2 Timnas Indonesia di laga melawan Bahrain kemungkinan akan menampilkan tiga bek tengah, yaitu Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner.

Kombinasi ketiganya diyakini dapat memberikan pertahanan kokoh serta membantu membangun serangan dari lini belakang. Sementara itu, di posisi sayap, Kevin Diks berpeluang mengisi peran sebagai wingback kanan, sedangkan Calvin Verdonk akan beroperasi di sisi kiri.

Lini tengah akan tetap menjadi area kunci dalam skema permainan ini. Thom Haye, yang dikenal dengan visi bermainnya, akan bertugas mengatur alur serangan bersama Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan.

Ketiganya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan permainan dan memberikan umpan-umpan matang ke lini depan.

Untuk sektor penyerangan, Kluivert diperkirakan akan mempercayakan posisi striker kepada duet Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.

Ragnar, yang sebelumnya absen karena akumulasi kartu kuning, memiliki kecepatan dan ketajaman yang bisa menjadi ancaman bagi pertahanan Bahrain.

Sementara itu, Ole Romeny tampil cukup impresif di laga terakhir dan berpotensi menjadi tumpuan utama dalam mencetak gol.

Dengan formasi 3-5-2 Timnas Indonesia di laga melawan Bahrain, diharapkan skuad Garuda dapat tampil lebih solid dan agresif.

Strategi ini memungkinkan keseimbangan antara pertahanan dan serangan dengan mengoptimalkan peran wingback serta gelandang tengah. Kemenangan dalam pertandingan ini sangat penting untuk menjaga peluang Indonesia lolos ke babak berikutnya dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.***

Ribuan Karyawan TSI Bukber dan Santuni Puluhan Yatim Piatu

Bogordaily.net — Ribuan karyawan Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, menggelar buka puasa bersama (bukber) dan menyantuni puluhan anak yatim piatu. Kegiatan ini berlangsung di TSI, Desa Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin, 24 Maret 2025.

Acara bukber dan santunan ini dihadiri jajaran Direksi dan Direktur serta manajemen TSI, anggota DPRD Kabupaten Bogor, Camat Cisarua dan Megamendung, Kapolsek dan Danramil Megamendung, Ketua MUI, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta undangan.

Acara ini juga diisi dengan tausiah dari Ustadz H Yasir Arafat Liputo yang menyampaikan pesan-pesan inspiratif tentang pentingnya kebersamaan dalam keberagaman serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Acara santunan terhadap 50 anak yatim piatu ini dihadiri 1.100 karyawan Taman Safari Bogor dan jajaran direksi. Santunan ini adalah bagian dari CSR Taman Safari di bulan Ramadan. Sebelumnya, kami juga sudah memberikan santunan kepada warga sekitar berupa sembako,” kata Marketing Communication Manager TSI Bogor, Danang Wibowo.

Lies Yuwati, selaku General Manager Taman Safari Bogor, menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat silaturahmi seluruh keluarga besar Taman Safari.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah, dan melalui acara ini, kami ingin memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian, serta semangat berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Lies Yuwati.

(Acep Mulyana)

Langkah Pasti Menuju Kecerahan : Perjalanan Tri Cahyadi Menjadi Dosen Akuntansi

0

Bogordaily.net – Tri Cahyadi adalah seorang dosen Akuntansi di Sekolah Vokasi IPB University yang memiliki perjalanan karir inspiratif dari dunia teknik hingga akademisi. Sebagai anak seorang Bintara TNI AU di Skatek 21 Halim, ia mengikuti penempatan dinas orang tuanya. Tri menghabiskan masa kecilnya di Halim dan menempuh pendidikan sekolah dasar di Tangerang. Namun, karena keluarganya pindah ke Bekasi, ia pun melanjutkan SD di Bekasi. Tri kemudian meneruskan pendidikan di SMP Negeri 1 Bekasi dan melanjutkan SMA di SMA 67 Halim.

Setelah lulus SMA, Tri langsung bekerja sebagai calon pegawai di Garuda Indonesia pada tahun 1991 di bidang mekanik. Setahun kemudian, ia resmi menjadi pegawai tetap di perusahaan tersebut. Setelah lima tahun bekerja, Tri merasa perlu meningkatkan jenjang karirnya dengan melanjutkan pendidikan tinggi sambil tetap bekerja. Ia kemudian menempuh pendidikan S1 di Universitas Borobudur dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1999.

Selama berkarir di Garuda Indonesia, Tri sempat menjabat sebagai Manager Inventory di bagian mekanik. Namun, keinginannya untuk terus berkembang mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Tri memilih jurusan Akuntansi di Universitas Indonesia, meskipun latar belakang pendidikannya berasal dari bidang IPA. Ketertarikannya terhadap Akuntansi bermula dari pengamatannya bahwa rekan-rekannya yang memiliki latar belakang di bidang ini lebih cepat mengalami peningkatan jenjang karir. Selain itu, Tri juga melihat bahwa tempat kerjanya membutuhkan lebih banyak tenaga ahli di bidang Akuntansi.

Motivasi utama Tri untuk mendalami Akuntansi adalah keinginannya untuk membantu
banyak orang yang belum memahami bidang tersebut. Ia merasa bahwa masih banyak orang di dunia kerja yang belum memahami prinsip-prinsip Akuntansi dengan baik, sehingga ia terdorong untuk belajar lebih dalam dan berbagi ilmu dengan mereka.
Perjalanan Tri menjadi dosen berawal dari masa pandemi COVID-19, di mana dunia penerbangan mengalami penurunan signifikan yang berdampak pada karirnya, termasuk adanya pemotongan gaji bagi karyawan.

Tri pun mencoba mencari peluang lain dengan menjadi praktisi mengajar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) selama satu semester. Pengalaman ini membangkitkan minatnya dalam dunia akademik, sehingga ia memutuskan untuk melamar sebagai dosen di IPB University. Dengan bantuan Pak Iman, selaku Kepala Program Studi Akuntansi, Tri berhasil memenuhi semua persyaratan dan akhirnya bergabung sebagai dosen di IPB.

Dalam perjalanan mengajarnya, Tri menghadapi tantangan besar, yaitu perbedaan generasi dengan mahasiswa. Ia merasa kesulitan dalam menyampaikan materi karena pola pikir mahasiswa saat ini berbeda dengan generasinya. Namun, Tri tidak menyerah dan mencari cara inovatif untuk mengatasi tantangan tersebut.

Ia menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dengan metode kuis agar mahasiswa lebih tertarik belajar. Selain itu, ia juga menggunakan aplikasi Canva untuk membuat presentasi yang menarik dan interaktif, sehingga mahasiswa tidak mudah bosan.

Selain pendekatan inovatif dalam mengajar, Tri juga memiliki strategi untuk memotivasi mahasiswa. Salah satunya adalah dengan memberikan reward kepada mahasiswa yang mendapatkan nilai bagus. Metode ini ia terapkan untuk meningkatkan semangat belajar mahasiswa dan menarik perhatian mereka terhadap mata kuliah yang diajarkannya.

Di luar pekerjaannya sebagai dosen dan pekerja, Tri juga memiliki tanggung jawab sosial di lingkungannya. Ia adalah Ketua RT di Kelurahan Tengah Condet serta pengurus DKM, sehingga harus dapat membagi waktu dengan cermat di antara berbagai tanggung jawabnya.

Sebagai seorang dosen, Tri memiliki pesan penting bagi para pendidik, yaitu pentingnya mengikuti pola pikir mahasiswa dan menyesuaikan metode pengajaran dengan perkembangan zaman.

Salah satu aspek yang menurutnya harus dipahami oleh dosen saat ini adalah pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), dalam dunia pendidikan.

Dengan pendekatan yang adaptif dan inovatif, Tri berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dalam dunia akademik dan membimbing mahasiswa agar siap menghadapi tantangan di masa depan.

Selain itu, bagi Tri, menjadi seorang dosen bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga membimbing dan menginspirasi mahasiswa agar memiliki pola pikir yang kritis serta mampu menghadapi dunia kerja.

Tri Cahyadi, memahami bahwa mahasiswa saat ini tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung di industri. Oleh karena
itu, Tri sering membagikan pengalaman nyatanya selama bekerja di Garuda Indonesia agar mahasiswa mendapatkan gambaran lebih jelas tentang dunia profesional.

Dengan pendekatan ini, Tri Cahyadi, berharap mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan setelah lulus dan memiliki nilai tambah di dunia kerja.
Ke depannya, Tri bercita-cita untuk terus mengembangkan metode pengajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Ia juga ingin terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat memberikan materi pembelajaran yang sesuai dengan zaman. Baginya, pendidikan adalah proses yang terus berkembang, dan seorang pendidik harus selalu siap untuk menyesuaikan diri.

Dengan semangatnya yang tinggi dalam mengajar dan berbagi ilmu, Tri berharap dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan membantu mencetak generasi muda yang kompeten di bidang Akuntansi dan manajemen keuangan.

Nur Syifa Khoerunnisa
Komunikasi Digital dan Media
Sekolah Vokasi IPB

Bilal Maulana Assaf: Menjelajahi Alam dan Menggapai Kesempatan

0

Bogordaily.net – Bilal Maulana Assaf, yang akrab disapa Abi, lahir di Sukabumi pada 31 Mei 2001. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan tumbuh besar di kota kelahirannya. Sejak kecil, Bilal menunjukkan ketertarikan pada alam dan binatang, yang kemudian membentuk perjalanan hidupnya hingga dewasa.

Bilal menempuh pendidikan formalnya di TK Suka Pirena, SD dan SMP Yuwati Bakti, serta SMA Mardi Yuana Sukabumi. Setelah lulus SMA, ia memilih jurusan Ekowisata di Sekolah Vokasi IPB University.

Pilihan ini didasari oleh kecintaannya terhadap binatang dan kegiatan outdoor seperti camping dan hiking. Meski berasal dari jurusan IPS saat SMA, Bilal tetap percaya diri untuk masuk ke jurusan tersebut, setelah berdiskusi dengan kakak kelasnya yang lebih dulu menempuh pendidikan di Ekowisata.

Sejak 2022, Bilal bekerja sebagai asisten dosen (Asdos), untuk Mata Kuliah Teknik Survival dan Pertolongan Pertama di Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB. Ia juga aktif sebagai sub-konsultan biodiversitas, sebuah profesi yang melibatkan pengumpulan data tentang burung, serangga, mamalia, dan reptil untuk berbagai proyek penelitian lingkungan.

Pekerjaan ini membawanya ke berbagai daerah di Indonesia seperti Maluku, Sulawesi, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Banten, Solo, hingga Banyuwangi. Salah satu pengalaman paling berkesan terjadi saat ia bekerja di Maluku.

Dalam tiga kejadian berbeda selama flying camp lima hari di tengah hutan, ia hampir kehilangan nyawa akibat pohon tumbang, arus sungai deras, dan petir yang mengenai pohon dekat lokasi camp-nya. Meskipun ekstrem, pengalaman ini justru semakin menguatkan kecintaannya terhadap alam.

Selain pekerjaannya di bidang biodiversitas, Bilal juga memiliki hobi fotografi dan film, hingga mengusungkan ekstrakulikuler film baru untuk sekolahnya. Minatnya terhadap seni visual juga tercermin dari proyek film pendek yang pernah ia buat saat SMA.

Proyek tersebut bahkan berhasil meraih nominasi sutradara terbaik dalam sebuah lomba film di Sukabumi. Berkat prestasi ini, Bilal mengajukan proposal untuk mendirikan ekskul film di sekolahnya yang kemudian disetujui dan diberi nama Mardi Yuana Film Production. Selain itu, ia juga suka memelihara binatang seperti burung dan ikan.

Saat ini Bilal sedang menyelesaikan pendidikan S1 ekstensi di Universitas Trisakti jurusan Pariwisata. Baginya, pendidikan formal maupun pengalaman kerja lapangan adalah bagian penting dari proses belajar sepanjang hayat. Bilal percaya bahwa Tuhan telah menetapkan jalan hidup setiap orang sejak sebelum mereka lahir.

Filosofi hidup ini membuatnya menjalani setiap kesempatan dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, rezeki bisa datang dari mana saja—baik dari senior maupun junior—sehingga menjaga relasi dengan orang lain menjadi hal yang sangat ia prioritaskan.

Melalui biografinya ini, Bilal menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan terus berusaha meskipun menghadapi tantangan besar. Pengalaman hidupnya menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi dapat membuka pintu menuju peluang baru yang tidak terduga.***

 

Luthfiyah Farida Balqis

Kontroversi Film A Business Proposal: Abidzar Al Ghifari Menuai Kritik Netizen

0

Bogordaily.net – Film hasil adaptasi memang selalu menjadi tantangan besar, terutama perihal ekspektasi penggemar dari versi yang asli. Sayangnya, adaptasi film satu ini lebih banyak menuai komentar negatif dibandingkan komentar positif dan antusiasme. Salah satu pemicunya adalah pernyataan dari Abidzar Al Ghifari sebagai pemeran utama. Abidzar Al Ghifari, seorang aktor yang membintangi film A Business Proposal—film garapan Falcon Pictures yang mengadaptasi series asal Korea yang populer ini—sedang menuai banyak kritik dari netizen. Beberapa pernyataan yang dikeluarkan Abidzar pada saat wawancara mengenai film dianggap tidak profesional dan menuai kontroversi.

Kontroversi ini berawal ketika Abidzar, yang juga merupakan tokoh utama dari film A Business Proposal ini mengaku hanya menonton satu episode dari serial aslinya, dan itu pun tidak sampai selesai. Abidzar beralasan bahwa ia memutuskan untuk tidak melanjutkan menonton karena ingin menciptakan interpretasi karakternya sendiri.

Pernyataan ini yang memicu reaksi negatif dari netizen. Sikap dan pernyataan yang diambil oleh Abidzar dianggap kurang profesional dan menunjukkan kurangnya usaha dalam mempelajari karakter yang ia perankan, karena memahami karakter yang akan diperankan merupakan tanggung jawab seorang aktor.

Terlebih lagi ini merupakan film hasil adaptasi drama serial Korea yang sangat populer dan memiliki banyak penggemar yang sudah berekspektasi tinggi terhadap film adaptasi ini.

Tidak sampai disitu, Abidzar kembali membuat banyak kontroversi ketika ia merespons kritik yang ia dapatkan dengan menyebut penggemar series tersebut dengan panggilan “fans fanatik”.

Pernyataan ini bukannya meredam kekesalan netizen, hal ini justru membuat para netizen semakin kesal. Mereka menilai Abidzar terkesan tidak mau menerima kritik dan justru menyalahkan penggemar series aslinya.

Kontroversi justru semakin membesar ketika rumah produksi Falcon Pictures turun tangan dengan merilis surat terbuka sebagai bentuk respons terhadap kritik dari netizen yang semakin membludak. Dalam surat tersebut mereka menjelaskan bahwa pernyataan Abidzar mengenai ingin membuat karakter sendiri adalah bagian dari pendekatan kreatif sang aktor bersama sutradara.

Namun, bukannya memperbaiki keadaan, surat ini malah semakin memperkeruh keadaan. Netizen menganggap bahwa Falcon seolah-olah tidak bertanggung jawab dengan reaksi negatif yang dilontarkan kepada para cast. Beberapa bahkan mengajak untuk memboikot film ini karena merasa film tidak diproduksi dengan serius.

Melihat reaksi tersebut, Abidzar akhirnya mengeluarkan permintaan maaf melalui akun instagram pribadinya. Ia mengaku menyesal atas perkataannya yang menyinggung banyak pihak dan berterima kasih atas kritik yang akan menjadi pelajaran baginya.

Meski begitu, sebagian netizen masih merasa skeptis dan menilai permintaan maaf itu adalah hasil tekanan dari pihak production house untuk meredakan situasi, bukan sebagai bentuk kesadaran pribadi.

Semua kontroversi ini seharusnya dapat menjadi pembelajaran berharga bagi industri film Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah film digarap dengan baik dan matang, tidak hanya dalam hal pemilihan aktor, tetapi juga bagaimana mereka membuat pernyataan dan menanggapi kritik masyarakat.

Adaptasi karya bukan hanya sekadar mengganti latar dan bahasa, tetapi juga bagaimana seorang aktor bisa memahami, dan menghadirkan karakter dengan tepat, hal ini tentunya dibutuhkan riset yang mendalam, mengenai karakter yang akan diperankan.

Hal ini krusial karena dapat menyebabkan sebuah film dianggap gagal, bahkan sebelum filmnya benar-benar tayang—maka tidak heran apabila banyak adaptasi film di Indonesia yang gagal mendapatkan antusiasme dari masyarakat.

Pemilihan aktor bukan hanya soal popularitas, tetapi juga tanggung jawab dan dedikasi terhadap peran yang diamanahi.

Kasus ini menunjukkan pentingnya PR training dan komunikasi yang baik dengan publik. Penting juga untuk mengetahui bagaimana cara menangani sebuah kritik—karena hal ini dapat sangat berpengaruh terhadap citra dari film dan juga aktor yang bersangkutan. Jika sebuah kritik direspons secara defensif, maka tidak heran kepercayaan publik akan semakin menurun.

Pada akhirnya, kontroversi ini menjadi pelajaran berharga bagi industri perfilman indonesia dalam menangani respons publik. Banyaknya kritikan yang muncul bukan hanya semata-mata bentuk kekecewaan, tetapi juga menjadi motivasi agar adaptasi film lokal bisa lebih serius dalam menggarap sebuah cerita, serta memahami ekspektasi calon penonton.

Jika industri perfilman bisa belajar dari kontroversi ini, diharapkan kedepannya adaptasi film Indonesia punya peluang untuk berkembang lebih baik. Bukanlah hal mustahil apabila film hasil adaptasi Indonesia bisa diterima dengan baik, bahkan hingga ke kancah Internasional.***

Nadhifa Desi Wulansari Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

 

Dari Akademisi hingga Wirausaha: Perjalanan Pak Dudi Firmansyah di Dunia Peternakan

0

Bogordaily.net – Sebagai orang awam, ketika mendengar kata “peternakan,” hal yang langsung terlintas di benak kita adalah hewan yang banyak, kotor, dan bau. Tapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa dunia peternakan lebih dari sekadar merawat dan memberi makan hewan.

Banyak ilmu yang mungkin jarang terlintas di pikiran orang ketika mendengar kata “peternakan,” seperti bagaimana pentingnya menjaga nutrisi hewan ternak, teknologi dalam pemberian pakan, hingga berbagai inovasi dalam industri peternakan.

Di balik industri peternakan yang besar ini, ada sosok-sosok yang berjasa dalam membangun banyak generasi baru di industri ini. Salah satunya adalah Dudi Firmansyah—dosen Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak (TNK), Sekolah Vokasi IPB University—yang turut berkontribusi dalam mengembangkan dunia peternakan Indonesia.

Perjalanan Pendidikan dan Karier
Dudi Firmansyah, atau yang kerap kali disapa Dudi, lahir pada Agustus 1986. Perjalanan pendidikan beliau sejak awal memang sudah berfokus pada bidang peternakan. Dudi menjalani studi S1 di IPB, jurusan Teknologi Hasil Ternak.

Tak sampai di situ, beliau melanjutkan studi S2 di Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan di IPB University pada tahun 2015. Sejak 2022 hingga sekarang, beliau sedang menempuh pendidikan S3 di IPB, jurusan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pangan.

Perjalanan karier Dudi dimulai pada tahun 2009. Saat itu, beliau bergabung dengan proyek kerja sama antara IPB dengan PT Antam sebagai pendamping lapang di Pulau Gebe, Maluku Utara. Selama bekerja di sana, beliau bertugas menangani pemberdayaan masyarakat setempat, khususnya dalam bidang ternak sapi.

Beliau mendampingi masyarakat mulai dari cara membuat kandang, bagaimana memelihara sapi, hingga pengolahan limbah. Hal ini terus beliau lakukan hingga masyarakat bisa mendapatkan penghasilan.

Pengalaman inilah yang membentuk cara pandang beliau bahwa peternakan bukan hanya soal menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana bisa memberdayakan masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Pada tahun 2012, setelah selesai bekerja di PT Antam, beliau melanjutkan kariernya di Bogor sebagai dosen IPB University. Sebagai dosen di Sekolah Vokasi IPB, Dudi tidak hanya mengajar di Program Studi Teknologi dan Manajemen Peternakan (TNK), tetapi juga mengajar beberapa mata kuliah terkait peternakan di program studi serupa.

Fokus utama beliau adalah pada komoditas ternak ruminansia besar, seperti sapi perah, sapi potong, dan kerbau. Keunikan dari Sekolah Vokasi adalah sebanyak 60% kegiatan pembelajaran dilakukan melalui praktik lapang.

Dalam teknik mengajarnya, Dudi menerapkan metode pembelajaran problem-based learning, di mana mahasiswa diajak turun langsung menghadapi permasalahan yang akan mereka temui sehari-hari.

Mengajar, Berwirausaha, dan Berkontribusi untuk Masyarakat
Selain aktif mengajar, Dudi juga sering terlibat dalam berbagai penelitian yang berfokus pada produktivitas ternak dan pakan ternak. Salah satu publikasi ilmiahnya yang cukup menarik adalah membahas potensi kacang polong dalam meningkatkan produktivitas sapi.

Bagi orang awam, mungkin akan bertanya-tanya, “Apa hubungan antara kacang polong dengan produktivitas?” Dudi menuturkan bahwa sapi membutuhkan banyak serat untuk memenuhi kebutuhannya sebagai ternak ruminansia yang memiliki empat lambung, dan pemenuhan serat ini dapat berpengaruh pada produktivitasnya.

Salah satu hal yang menginspirasi adalah, di tengah kesibukannya sebagai dosen, Pak Dudi juga merupakan seorang wirausaha. Ia memiliki bisnis daging potong bernama “Juhdan Boga Hewani.” Usaha daging potong ini ia rintis sejak tahun 2008, saat masih menjadi mahasiswa.

Pada awalnya, motivasi ia dalam menjalankan bisnis ini adalah untuk memenuhi biaya hidup. Meskipun beliau menerima beasiswa untuk biaya kuliahnya, Pak Dudi masih membutuhkan sumber pendapatan untuk kebutuhan hidupnya saat itu.

Saat ini, usaha daging potong beliau sudah berkembang, menawarkan lebih dari 30 jenis produk, mulai dari daging sapi lokal dan impor hingga beberapa produk perikanan. Jika ingin mampir ke Juhdan Boga Hewani, tokonya berlokasi di Pandu Raya, dekat Summarecon Bogor.

Sebagai seorang akademisi, Dudi tak hanya ingin kariernya berhenti sebagai dosen saja. Targetnya? Menyelesaikan S3, melakukan lebih banyak riset, dan mengabdi kepada masyarakat dengan harapan bisa menjadi guru besar.

Bagi beliau, mengajar bukan hanya sekadar profesi. Sebagai seorang muslim, menurutnya, ilmu yang bermanfaat bukan hanya bisa menjadi amal jariyah, tetapi juga bisa menebarkan kebermanfaatan bagi mahasiswa yang mengaplikasikannya.

Beliau juga berharap mahasiswa TNK dapat memanfaatkan fasilitas, kesempatan, serta privilese selama kuliah. Menurutnya, menjadi mahasiswa bukan hanya sekadar datang ke kampus dan mengikuti perkuliahan, tetapi juga harus aktif mencari pengalaman yang dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang.

Melalui perjalanan akademik dan profesionalnya, Dudi Firmansyah dapat membuktikan bahwa ilmu peternakan, jika dimanfaatkan dengan baik, dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, industri, dan kewirausahaan. Kisahnya mengajarkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keinginan untuk terus belajar adalah kunci untuk mencapai sesuatu yang bermanfaat dalam hidup.***

Nadhifa Desi Wulansari