Home Blog Page 1058

Bugis Street Market: Pasar Murah ala Pasar Senen Modern di Singapura

0
Bogordaily.net – Di tengah kemewahan Singapura yang identik dengan pusat perbelanjaan kelas atas, ada satu tempat yang menawarkan pengalaman belanja murah meriah. Tempat tersebut bernama Bugis Street Market. Tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit para pelancong yang ingin berburu oleh-oleh dan barang murah dengan suasana khas pasar tradisional.
Saat pertama kali melangkahkan kaki di negeri singa ini pada 2024 silam,  Bugis Street Market menjadi salah satu list destinasi yang saya kunjungi. Hari pertama saya tiba di Singapura, destinasi berbelanja favorit para pelancong ini menjadi tempat saya mencari makan malam. Jarak penginapan saya dengan Bugis Street Market terbilang cukup jauh dan mengharuskan saya untuk menggunakan transportasi umum berupa bus nomor 133.
Sesampainya di Bugis Street Market, entah mengapa saya langsung teringat dengan Pasar Senen. Kios-kios yang berjejer rapat, deretan baju murah, aksesoris, hingga tempat makan, semua menghadirkan nuansa pasar rakyat yang khas, seperti Pasar Senen. Bedanya, Bugis Street Market terasa lebih rapi dengan jalanan yang lebih bersih, lebih luas, dan memiliki pencahayaan yang memadai.
Bugis Street Market ini buka setiap hari pukul 11.00 sampai 22.00. Berada di area indoor, Bugis Street Market ini dapat dikunjungi kala cuaca panas maupun hujan. Di sini, kita bisa menemukan aneka barang fashion dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding dengan harga mall.
Brand-brand lokal Singapura yang ada di pasar tradisional Singapura bisa 30-40% lebih murah dari outlet resmi mereka. Tidak hanya aneka barang fashion, semua kebutuhan seperti makanan, elektronik sampai oleh-oleh bisa kamu temukan dalam satu area.  One-Stop Shopping Experience inilah yang menjadi alasan lain banyak para pelancong berbelanja di sini.
Surganya Belanja Murah
Seperti Pasar Senen yang terkenal dengan barang-barang murah, Bugis Street Market juga menjadi destinasi favorit para pemburu diskon. Dari kaos seharga SGD 5 (sekitar Rp 60 ribu), souvenir khas Singapura seperti gantungan kunci dan magnet kulkas, hingga tas dan aksesoris modis dengan harga miring, semua bisa ditemukan di sini. Beragamnya produk yang ditawarkan dengan harga yang murah mampu membuat kebanyakan pengunjung yang memang berniat untuk belanja ataupun tidak, akan pulang dengan membawa beberapa tas belanjaan.
Sebagai contoh, saat berkunjung, saya yang awalnya hanya berniat untuk mencari makan malam, tiba-tiba balik ke penginapan dengan membawa tentengan oleh-oleh. Oleh-oleh tersebut saya beli dari salah satu kios seperti grosir yang bernama ABC. Coklat dan snack yang cocok dibeli sebagai oleh-oleh dijual dengan harga yang murah di sana. Jadi, jika ingin membeli oleh-oleh yang murah, Anda bisa mengunjungi toko ABC yang terletak paling belakang.
Meskipun merasa Bugis Street Market mirip dengan Pasar Senen, namun ada beberapa perbedaan yang terlihat dari kedua pasar tradisional ini. Salah satunya adalah produk yang dijual di Bugis Street Market cenderung memiliki kualitas yang lebih baik. Tak hanya itu,  penjualnya pun lebih tertib dan tidak ada kesan memaksa pelanggan untuk membeli.
Bugis Street Market juga menjadi surga tersendiri bagi pecinta fashion, karena banyak kios di sini yang menjual pakaian dengan desain unik yang tidak kalah dengan butik di mal. Modelnya mengikuti tren anak muda, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan toko-toko di Orchard Road lainnya. Jika di Pasar Senen kita bisa menawar harga barang, di Bugis Street Market sebagian besar harga sudah ditetapkan, tetapi tetap sangat bersahabat di kantong.
Aneka Kuliner 
Tidak hanya soal belanja, Bugis Street Market juga menawarkan pengalaman kuliner yang menggoda. Di antara ratusan kios yang menjajakan barang dagangan, terdapat banyak penjual makanan yang menawarkan aneka hidangan, baik itu hidangan khas Singapura ataupun makanan khas negara lain. Aneka street food khas Singapura yang dapat kita temukan antara lain, laksa, satay bee hoon, dan roti prata.
Kala itu, saya mencicipi menu makanan berat yang terdiri dari nasi, ayam dan kuah sop. Ayam yang lembut berpadu dengan nasi serta kuah sop berkaldu menciptakan cita rasa lezat yang mengenyangkan. Harga untuk menu sederhana tersebut memang tidaklah murah. Tetapi, harga yang harus dibayar untuk menu tersebut terbalaskan dengan kelezatannya.
Multikultural 
Salah satu daya tarik utama Bugis Street Market adalah keberagamannya sebab pengunjungnya tidak hanya wisatawan asing, tetapi juga warga lokal yang ingin mencari barang murah atau sekadar menikmati suasana. Para penjualnya pun datang dari berbagai latar belakang budaya, seperti Malaysia, Bangladesh, India dan China.
Keberagaman budaya tersebut menciptakan atmosfer multikultural yang khas.Suasana di sini juga lebih tertib dibandingkan Pasar Senen. Tidak ada pedagang yang berteriak-teriak menawarkan dagangan, dan semua transaksi dilakukan dengan rapi. Pasar ini ramai dikunjungi para pelancong setiap harinya.
Jika ingin berjalan-jalan tanpa harus berdesakan, maka waktu yang terbaik mengunjungi Bugis Street Market ini adalah di atas jam 2 siang. Tak hanya itu, jika ingin berbelanja di Bugis Street Market dengan harga yang lebih murah, datanglah pada hari weekday. Karena jika datang pada hari weekend, barang dagangan di sana biasanya naik 10% – 20%.
Jika Pasar Senen adalah gambaran pasar rakyat khas Indonesia yang penuh dinamika, maka Bugis Street Market adalah versi upgrade-nya dengan sistem yang lebih modern. Harga tetap murah, tetapi kebersihan dan keteraturannya lebih diperhatikan. Belanja di sini terasa seperti mendapatkan pengalaman pasar tradisional, tetapi tanpa kesan kumuh atau semrawut.
Bagi wisatawan Indonesia yang suka berburu barang murah, Bugis Street Market adalah tempat yang wajib dikunjungi. Di sini, kita bisa menemukan berbagai oleh-oleh dengan harga yang ramah di kantong, mencicipi makanan khas Singapura yang lezat, dan menikmati suasana multikultural.
Jadi, jika suatu hari Anda berkunjung ke Singapura, jangan hanya terpaku pada mal mewah. Sisihkan waktu untuk menyusuri Bugis Street Market dan rasakan sensasi belanja di “Pasar Senen versi modern” ini.***
Ester Monica Pakpahan, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Apakah Chatbot Bisa Membantu Sukseskan Bisnis Anda?

0

Bogordaily.net – Diera digital yang semakin berkembang, transformasi layanan pelanggan menjadi salah satu aspek penting dalam strategi bisnis modern. Teknologi digital yang semakin canggih telah membuka peluang bagi perusahaan untuk mengintegrasikan inovasi seperti chatbot dalam operasional layanan mereka.

Beberapa tahun terakhir, teknologi chatbot ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dan menjadi bagian integral dari banyak industri.

Dari layanan pelanggan hingga perbankan, chatbot kini sering digunakan untuk menyediakan layanan yang efisien dan responsif.

Namun, apa sebenarnya chatbot itu? Apa saja manfaat dan tantangan penggunaan chatbot dalam bisnis?

Pengertian Chatbot
Chatbot yang juga dikenal dengan istilah Artificial Conversational Entity, bot atau Chatterbox adalah program komputer yang dirancang untuk meniru percakapan manusia melalui teks dengan menggunakan teknologi Natural Language Processing (NLP). Bot ini memanfaatkan NLP untuk mengenali pola bahasa dan konteks.

Teknologi tersebut memungkinkan chatbot memahami pertanyaan pengguna dan memberikan respons otomatis yang relevan. Teknologi NLP-lah yang menjadi faktor utama keberhasilan interaksi chatbot dengan pengguna.

Sejarah Chatbot dan Perkembangannya
Teknologi “chat robot,” yang sering disingkat dengan chatbot merupakan sebuah program komputer yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia melalui percakapan menggunakan teks atau suara.

Meskipun keberadaan chatbot menjadi populer baru-baru ini, sejarahnya sebenarnya sudah dimulai beberapa dekade yang lalu, yaitu tahun 1960-an.

Chatbot pertama kali muncul pada tahun 1960-an dengan nama Eliza, yang dirancang oleh seorang ahli komputer asal Jerman bernama Joseph Weizenbaum.

ELIZA diprogram untuk memberikan simulasi sebagai psikoterapis, bahkan sudah bisa melakukan percakapan secara sederhana.

Kemudian, pada tahun 1995, chatbot buatan Richard Wallace bernama ALICE (Artificial Linguistic Internet Computer Entity) hadir menjadi chatbot yang lebih canggih.

Pada 2011, inovasi chatbot berbasis AI (Artificial Intelligence) dan NLP buatan perusahaan Siri Inc bernama Siri hadir dengan kemampuan merespon penggunanya melalui perintah suara maupun teks.

Semenjak kemunculan chatbot, beberapa perusahaan mulai menggunakannya untuk membantu operasional bisnis dan menunjang bidang layanan pelanggan.

Masing-masing dari setiap perusahaan tersebut menggunakan platform chatbot supaya dapat mengembangkan dan mengintegrasikannya.

Kini, chatbot telah umum digunakan di berbagai platform dan menjadi alat pendukung untuk meningkatkan performa berbagai bisnis, seperti e-commerce, perbankan, kesehatan, pariwisata, dan sebagainya.

Manfaat Menggunakan Chatbot Untuk Bisnis
Bagi para pengusaha bisnis terutama di bidang digital, chatbot adalah salah satu hal penting yang harus dimanfaatkan. Pentingnya chatbot untuk dimanfaatkan tidak terlepas dari alasan banyaknya manfaat yang diberikan saat memakai teknologi ini dalam dunia bisnis. Manfaat menggunakan chatbot untuk bisnis, antara lain:

1. Menghemat waktu
Salah satu manfaat utama penggunaan chatbot adalah menghemat waktu pelanggan saat mencari informasi. Chatbot menyediakan jawaban yang relevan terhadap pertanyaan pelanggan, maka tidak perlu menunggu lama bagi mereka untuk mendapatkan respon dari perusahaan. Manfaat ini tidak diragukan lagi akan meningkatkan produktivitas perusahaan dengan mengurangi jobdesk seorang admin untuk menjawab pertanyaan pelanggan.

2. Layanan 24/7 Memberikan Kepuasan Pelanggan
Chatbot selalu siap menjawab pertanyaan pelanggan selama 24 non stop. Saat pertanyaannya tidak segera dijawab, pelanggan tersebut kesal dan tidak akan mau lagi menggunakan bisnis kita.

Namun, hal itu bisa dihindari dengan menggunakan chatbot. Hal itu karena chatbot dapat memberikan layanan kapan saja, tanpa terpengaruh oleh batasan jam kerja, tentu saja hal ini berbanding terbalik dengan manusia. Kehadiran chatbot selama 24 jam ini meningkatkan kepuasan pelanggan, terutama bagi bisnis dengan jangkauan global.

3. Pengurangan Biaya
Penggunaan chatbot merupakan salah satu cara meminimalkan kebutuhan intervensi manusia untuk tugas-tugas sederhana. Hal ini membantu perusahaan untuk mengurangi biaya operasional, seperti menggaji karyawan dan mengalokasikan sumber daya untuk kegiatan yang lebih strategis. Bahkan, dilansir dari Tempo, perusahaan yang menggunakan chatbot bisa mengurangi biaya customer service hingga 30%.

Tantangan dan Risiko Penggunaan Chatbots
Meskipun memberikan banyak manfaat, penggunaan chatbot tetap menghadapi sejumlah tantangan dan risiko. Banyak chatbot tradisional yang masih tampak seperti mesin yang kikuk daripada mitra percakapan.

Hal ini berpotensi merusak reputasi suatu perusahaan maupun bisnis. Berikut ini beberapa tantangan yang sering dijumpai saat memanfaatkan chatbot:

1. Keterbatasan Pemahaman Konteks dan Emosi:
Meskipun didukung oleh NLP, chatbot masih memiliki keterbatasan dalam menangkap nuansa emosional dan konteks kompleks sehingga sikap mereka yang terlalu robotik tersebut lebih dominan. Dominannya sikap robotik tersebutlah yang menghilangkan kehangatan dan keaslian percakapan manusia. Hal ini yang mengakibatkan respons perusahaan ataupun bisnis dipandang kurang tepat atau terkesan tidak empatik, terutama saat menangani keluhan serius.

2. Ketergantungan pada Teknologi:
Ketergantungan yang berlebihan pada chatbot dapat mengurangi interaksi antara pelanggan dan penjual. Interaksi ini memiliki peran penting dalam membangun hubungan emosional dengan pelanggan. Oleh sebab itu, dalam situasi tertentu diperlukan sentuhan manusia untuk menyelesaikan masalah yang kompleks.

3. Potensi Penggantian Tenaga Kerja:
Adopsi teknologi chatbot dapat menimbulkan kekhawatiran terkait pengurangan lapangan pekerjaan bagi karyawan layanan pelanggan. Transformasi ini memerlukan strategi adaptasi, seperti pelatihan ulang (reskilling), agar tenaga kerja tetap relevan dalam era digital.

4. Kesalahan Sistem dan Misinterpretasi:
Sistem yang masih dalam tahap pengembangan dapat mengalami kesalahan dalam memahami perintah atau pertanyaan pelanggan. Hal ini bisa menyebabkan kesalahan informasi yang merugikan baik pelanggan maupun perusahaan (Doe dan Lee, 2020).

Chatbot adalah raksasa keterlibatan digital yang tak terhentikan dan juga inovasi teknologi yang membawa banyak keuntungan. Fleksibilitasnya yang tak tertandingi terbukti dalam manfaat yang ditawarkannya.

Namun, seperti halnya inovasi lainnya, penerapannya juga membawa tantangan yang tidak bisa diabaikan, seperti keterbatasan dalam memahami konteks emosional, isu keamanan data, dan potensi penggantian tenaga kerja.

Keberhasilan penerapan teknologi ini akan sangat bergantung pada keseimbangan manfaat dan risiko. Bisnis harus melakukan penilaian menyeluruh, menerapkan protokol keselamatan yang tepat, dan mempertimbangkan empati dan sentuhan manusiawi dalam situasi yang memerlukan perlakuan khusus. Pendekatan yang seimbang terhadap inovasi ini.***

Ester Monica Pakpahan Sekolah Vokasi IPB University

Kontroversi Poster Film “Pabrik Gula” dalam Strategi Promosi

0

Bogordaily.net – Dalam industri perfilman, poster memiliki peran penting sebagai alat promosi yang menarik minat penonton. Selain sebagai media pemasaran, poster juga berfungsi sebagai representasi dari esensi film. Namun, terkadang poster film memicu kontroversi, seperti yang terjadi pada film horor Indonesia, Pabrik Gula.

Film ini diadaptasi dari thread horor karya Simpleman yang populer di media sosial. Diproduksi sejak Oktober 2024 dan dijadwalkan tayang pada 2025, film ini mendapat perhatian karena poster promosinya menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Poster Film dan Norma Sosial
Poster Pabrik Gula menjadi perdebatan karena dianggap kurang sesuai dengan norma sosial dan budaya yang berlaku. Beberapa pihak menilai visual yang ditampilkan kurang mempertimbangkan etika publik dan tidak sesuai untuk konsumsi umum. Poster film idealnya membangun rasa penasaran penonton tanpa memicu kontroversi yang dapat menimbulkan polemik di masyarakat.

Indonesia sebagai negara dengan nilai budaya yang kuat memiliki standar kesopanan dalam ruang publik. Oleh karena itu, materi promosi film sebaiknya disesuaikan dengan norma dan nilai sosial agar dapat diterima secara luas serta tidak menimbulkan kesalahpahaman atau penolakan dari masyarakat.

Dampak terhadap Strategi Promosi
Poster film memainkan peran utama dalam membangun ekspektasi penonton terhadap isi cerita. Jika poster lebih banyak dibicarakan karena kontroversi dibandingkan dengan kualitas film itu sendiri, maka fokus publik bisa beralih dari aspek utama seperti narasi, karakter, serta pesan yang ingin disampaikan.

Strategi pemasaran yang menimbulkan perdebatan juga dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap industri perfilman. Jika sebuah film memiliki jalan cerita yang kuat, materi promosinya pun harus mencerminkan kualitas tersebut dengan pendekatan yang lebih etis dan bertanggung jawab.

Selain itu, promosi yang kurang mempertimbangkan norma sosial dapat menciptakan persepsi negatif terhadap industri perfilman. Sebaliknya, strategi pemasaran yang tepat akan memperkuat citra film serta menarik lebih banyak penonton tanpa menimbulkan kontroversi yang tidak perlu.

Klarifikasi dari Pihak Produksi
Dalam peluncuran poster IMAX dan trailer resmi Pabrik Gula di XXI Gandaria City, Jakarta, pada Kamis (30/1/2025), produser Manoj Punjabi menjelaskan bahwa poster yang viral merupakan bagian dari strategi pemasaran untuk menarik perhatian publik. Meskipun berhasil menciptakan diskusi, strategi ini tetap perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap citra film dan penerimaannya di masyarakat.

Penting bagi rumah produksi untuk memastikan bahwa materi promosi tetap menarik tanpa menimbulkan perdebatan yang berpotensi merugikan. Oleh karena itu, film perlu menerapkan strategi pemasaran yang selaras dengan nilai sosial dan budaya agar lebih diterima oleh masyarakat luas.

Dalam dunia perfilman, kebebasan berekspresi harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap norma sosial dan budaya. Poster film, sebagai bagian dari promosi, sebaiknya dirancang dengan mempertimbangkan etika yang berlaku agar dapat diterima oleh berbagai kalangan tanpa menimbulkan kontroversi. Sebagai industri yang memiliki pengaruh besar terhadap budaya dan moralitas, perfilman harus mengedepankan promosi yang bertanggung jawab. Dengan pendekatan pemasaran yang lebih bijak, film dapat menarik perhatian publik tanpa mengorbankan prinsip etika yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia. Dengan demikian, promosi film tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi industri perfilman secara keseluruhan.***

Fatma Lisa Madani
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Imperial Valkyries: Pionir E-sports Perempuan

0

Imperial Valkyries
Peran perempuan di e-sports terus berkembang dari waktu ke waktu. Dari awalnya yang tiada, lalu mulai berdirilah turnamen – turnamen yang dikhususkan untuk perempuan, dan akhirnya terobosan terbaru dimana Tim Imperial Valkyries berhasil lolos ke ESL IEM Katowice 2025. Tim perempuan Counter Strike 2 pertama yang berhasil lolos ke turnamen tier 1.

Mereka mendapatkan tiket gratis langsung ke babak grup karena berhasil meraih posisi top 24 di VRS (Valve Regional Standings). Sebuah pencapaian yang diselebrasikan oleh para pencinta Counter – Strike di seluruh dunia. Meskipun begitu, tantangan yang mereka alami masih banyak, di dalam ataupun di luar server.

Di luar server mereka harus bermain tanpa in-game leader mereka, Tory yang mempunyai kendala visa sehingga tidak bisa hadir di Katowice. Oleh karena itu, sang pelatih, Bubble terpaksa harus bermain untuk mereka. Imperial Valkyries akan segera bermain di turnamen termegah mereka seumur hidup, dan mereka harus bermain tanpa seorang pemimpin.

Game perdana mereka melawan Furia. Team terbesar yang berada di Brazil. Dengan pemain bintang mereka Kscerato dan sang veteran Fallen, mereka berhasil meraih peringkat ke 9 HLTV.

Map pertama terletak di Mirage. Map klasik yang berfokuskan pada kontrol di area tengah. Map ini biasanya bergantung kepada keahlian dan kemampuan mekanik individu pemain dibandingkan kerja sama tim.

Map ini dipilih oleh Imperial Valkyries, hal ini menunjukkan rasa percaya diri mereka terhadap kemampuan individu mereka.

Mirage dapat dikatakan sebagai puputan. Kedua sisi tidak mau kalah dimana satu sisi selalu bertukaran korban. Permainan sengit ini pun terseret hingga overtime.

Namun, sayang sekali Imperial melakukan kesalahan krusial, dan kesalahan tersebut berlanjut layaknya bola salju hingga akhirnya Furia memenangkan map pertama.
Map ke – 2 membawa kita ke Dust 2, dan di map ini, Imperial terlihat lelah dan kehabisan tenaga. Furia menang telak dengan skor 13 – 1.

Seri ke – 2, Imperial melawan BIG, sebuah tim yang berbasis di Berlin, sesuai namanya Berlin International Gaming. Seri ini merupakan seri yang paling penting untuk kedua belah sisi, karena sisi yang kalah dari seri ini harus tumbang dan dieliminasi dari turnamen.

Dalam seri ke -2 ini kita dibawa ke map 1 dan 2, yaitu Inferno dan Ancient, dimana BIG menang telak 13 – 4, dan 13 – 5. Kekalahan tersebut menandakan akhir dari Imperial Valkyries.

Meskipun performa mereka dapat dikatakan kurang ideal, prestasi mereka untuk lolos tetap harus diselebrasikan oleh komunitas. Mereka telah menjadi bagian dari sejarah Counter – Strike perempuan yang diharapkan akan lebih banyak berkembang dari sekarang.

Masa Depan Perempuan di E-Sports
Lalu pertanyaan terbesarnya sekarang, bagaimana cara mengakomodasikan perempuan – perempuan tersebut untuk bisa bermain dan berkembang hingga dapat bersaing dengan tim – tim lainnya? Kita dapat beralibi bahwa Imperial Valkyries bermain tanpa seorang pemimpin dan jika Tory dapat bermain hasilnya akan berbeda.

Akan tetapi, kita juga harus mengakui bahwa ketimpangan kemampuan antara laki – laki dan perempuan dalam bidang e-sports khususnya Counter – Strike masih sangat besar.

Saya rasa masalah utama terdapat di cara turnamen sekarang berlangsung. E-Sports, berbeda dari olahraga lainnya tidak punya keterbasan secara fisik antara perempuan dan laki – laki, meskipun begitu kenapa laki – laki dan perempuan masih sering dipisah?

Mereka bermain dengan perempuan lain saja, jika begitu kompetisi mereka juga terdapat di perempuan lain saja. Kompetisi melahirkan kemampuan, kemampuan yang dibutuhkan untuk bersaing. Jika kompetisinya sempit dan terletak ditempat yang sama, maka kemampuan yang dihasilkan juga hanya akan berkembang secara kecil.

Kita sebaiknya harus bisa mengakomodasikan para perempuan tersebut di turnamen tier 2 dan 3, bukan di turnamen khusus perempuan saja. Hal ini akan menciptakan kompetisi yang lebih luas, para perempuan dapat berkembang dan bersaing dengan tim laki – laki yang lain dan kompetisi tersebut akan melahirkan pemain – pemain perempuan lainnya yang dapat bersinar.

Kompetisi – kompetisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pemain perempuan hingga terciptalah Imperial Valkyries kedua, ketiga, dan seterusnya. Inilah cara yang paling optimal untuk menciptakan Counter – Strike yang mempunyai pesaing yang tidak hanya berbeda negara dan nasonalitas, tetapi juga berbeda gender.

Pada akhirnya, yang kita inginkan sebagai seorang antusias Counter – Strike saat menyaksikan Professional Counter – Strike adalah permainan yang sengit dengan tingkat kemampuan yang menantang keterbatasan manusia. Oleh karena itu, menciptakan kompetisi yang luas dan memberikan kesempatan untuk para perempuan untuk bersaing akan menciptakan permainan – permainan tersebut.***

Ebenezer K.P. Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Merakit PC, Legonya Orang Dewasa

0

Bogordaily.net – Pengalaman merakit sebuah Personal Computer (PC) berawal dari kebutuhan saya sendiri sebagai seorang mahasiswa. Budget yang terbatas membuat saya berpikir ulang, haruskah saya membayar orang untuk merakit PC tersebut? Bukankah uangnya lebih baik digunakan untuk membeli komponen lain yang lebih bagus? Motivasi tersebut membuat saya gigih dalam keputusan saya untuk merakit PC sendiri.

Mungkin jika dipikir ulang, keputusan tersebut merupakan keputusan yang gegabah. Saya sendiri bukan merupakan orang yang ahli di bidang komputer, hanya sekedar suka saja nonton video review dari Youtube, channel Linus Tech Tips. Dari situ saya mulai perjalanan saya mengunjungi beberapa forum yang berkaitan dengan PC di Reddit.

Membaca pengalaman banyak orang dalam merakit PC mereka sendiri membuat saya termotivasi untuk membuat sendiri. ‘Gak sesulit itu kok ternyata’ pikir saya waktu itu.

Dipikir ulang, risiko rusak saat perakitan menjadi salah satu alasan kenapa ini merupakan keputusan yang gegabah. Jika rusak ya, ya sudah. Habis. Harus tabung lagi dari awal. Akan tetapi, saya pada waktu itu merasakan rasa percaya diri yang tingginya menantang langit dan dengan yakin memutuskan untuk merakit PC sendiri. Hidup hanya sekali.

Salah satu momen favorit saya dalam merakit PC adalah tahap pertama, dimana saya harus memilih komponen apa yang harus saya beli. Momen ini adalah momen berharga, momen sebelum pusing tentang para kabel dan komponen, momen saat saya masih bisa bermimpi komputer apa yang akan saya rakit.

Walaupun kadang suka ngiler sendiri, ngeliat komponen super mahal spek dewa. ‘Suatu saat nanti saya beli’ pikir saya sebelum klik sort harga paling murah.
Pada akhirnya, saya memutuskan di komponen – komponen ini :
CPU: AMD Ryzen 5 5500
GPU: RTX 2060 Super
RAM: 16 GB DDR4
Mobo: ASRock b450M
SSD: Team MP33 500Gb Pcie 3.0
PSU: MSI MAG 550W 80+ Bronze

Ya lumayan lah, buat harga 7 juta saya rasa ini sudah oke banget. Dengan harga segitu software apapun yang saya butuh buat kuliah tinggal hajar, mau main game juga gak masalah. Pokoknya saya girang sekali saat menekan tombol beli. Tinggal duduk tenang menunggu barangnya sampai.

Butuh beberapa waktu nunggu barangnya sampai, karena semuanya di beli dari toko yang berbeda. Tapi, akhirnya sampai semua dan tiba saat yang ditunggu – tunggu, merakit semuanya jadi satu komputer utuh.

Langkah pertama dan paling krusial dan berisiko paling tinggi adalah menaruh CPU di socket-nya. Berisiko karena kalau ada pin dari CPU nya yang bengkok ya gak bisa di pakai lagi. Apa lagi, kerusakan bengkok pin gak di-cover sama garansi.

Saya buka kotak CPU-nya mengagumi chip-nya sebentar kayak orang norak yang gak pernah lihat CPU. Ya, memang gak pernah, biarkan saya menikmati momen norak ini sebelum was – was harus menaruh ini ke motherboard.

Karena CPU saya adalah Zen-3 maka pin-nya nempel di CPU-nya. Makanya saya sangat hati – hati saat mengangkat CPU. Akhirnya, dengan penuh rasa yakin dan tiada goyah sedikitpun saya memasukkan CPU ke dalam socket.

BOOM!
Masuk dengan aman. Saya mengusap keringat dingin dengan lengan baju saya. Langkah – langkah selanjutnya adalah alasan kenapa merakit PC sering disebut – sebut sebagai legonya orang dewasa. Karena memang hanya memasukkan komponen – komponen ke dalam socket yang ada di motherboard.

Pastikan RAM sudah susai dengan tempatnya dan langsung masukkan. Tekan terus sampe ada bunyi ‘cetek’. Nah kalau sudah bunyi berarti sudah pas, lanjut ke SSD. Saya mebggunakan SSD NVMe jadi tinggal dipaskan aja sama kayak RAM. Tapi, kalau RAM vertical, NVMe SSD itu horizintal.

Saat dimasukkan SSD akan miring, bentuknya mirip perosotan. Disinilah hal yabg krusial, saya harus menyekrup ujung SSD tersebut agar tidak miring. Akan tetapi, harus waspada karena kalau terlalu kencang, SSD-nya akan bengkok. Kalau bengkok, patah, hanya bisa tengok, pasrah.

Selanjutnya, pasang kipas CPU. Agak rumit, karena ada tempat sekrupnya yang harus dipasang dibawah motherboard. Setelah dipasang, kipasnya ditaruh diatas CPU. Kipas saya sudah ada pasta bawaannya jadi gak harus pasang lagi.

Lanjut, sekrupnya harus diputar. Disini saya sempat bingung karena salah obeng sekup. Saya obeng sekrupnya satu – satu hingga kencang alhasil, kipas nya kencang disatu sisi dan sangat naik di satu sisi, saat saya mau obeng sekrup di sisi sebelahnya, sekrupnya sudah tidak dapat meraih tempat sekrupnya lagi.

Akhirnya saya longgarkan semua sekrup dan mulai dari awal. Kali ini, saya sekrup dalam pola menyliang, dari atas kiri ke bawah kanan. Sekrupnya diputar setengah saja jangan sampai kencang biar gak naik sebelah. Saat semuanya sudah diputar setengah baru saya kencangkan semua sekrupnya agar tidak jatuh. Jangan lupa pasang kabel power kipas di motherboard.

Selesai, pasang motherboard di casing. Relatif mudah, hanya tinggal menyekrup semua baut ke tempatnya di casing. Disini isu pertama yang bikin saya kesal, dan sedikit menyesal. Setelah pasang semua kabel ke kabel power dan memasang GPU, komputer tidak menyala. Saya sangat bingung, akhirnya memanggil tukang komputer sebelah rumah.

Ternyata ada kabel yang kurang kencang… Jadi malu, hehe.. Komputer mau nyala tapi tidak ada display di monitor. Hanya gelap saja. Mas tukang pun kurang paham, dia duga masalahnya berada di GPU atau di motherboard. Waduh.

Kalau masalahnya di motherboard tidak masalah, ada garansi. Kalau GPU, tidak ada, karena saya beli bekas. Jatung saya berdetak hebat, apakah saya kena tipu?? Padahal saya sudah memastikan minta video dan lain – lain agar yakin tidak akan ditipu.
Saya pusing, berharap masalahnya berada di motherboard. Dalam keputus asaan saya, saya mencoba cara terakhir yaitu dengan membeli adapter Display Port. Saya sadar bahwa sekarang saya menggunakan port HDMI di GPU saya.

Mungkin, yang rusak hanya port HDMI nya saja… Fingers crossed.
Adapternya datang, tiba saat – saat yang ditunggu. Saya mencolok adapter ke monitor, lalu adapter ke komputer. Saya tekan tombol power. Sebentar, layar komputer masih sama, source not found, lalu berkedip, muncul logo ASRock.

“YEEEEESSSSSSSSSSSS NYALAAA RAAHHHHHHH” Teriak saya bagai di hutan. Mengingat kembali, saya senang saya mengambil keputusan gegabah pada waktu itu. Pengalaman ini merupakan salah satu pengalaman saya yang paling berharga. Sekarang saya bisa berdiri bangga di tengah dunia tahu bahwa saya termasuk salah satu dari sedikitnya orang yang pernah merakit PC-nya sendiri.***

Ebenezer Keriahenta Purba, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Komunikasi Massa pada Peran Media Sosial dalam Membentuk Cancel Culture

0

Bogordaily.net – Cancel Culture adalah budaya yang membuat masyarakat/massa memboikot seseorang atau suatu brand. Aksi pemboikotan tersebut terjadi karena beragam hal, umumnya karena orang tersebut pernah melakukan atau mengatakan sesuatu yang dianggap masyarakat tidak pantas, atau menyinggung pihak tertentu.

Media sosial berperan penting dalam membawa opini publik di era saat ini. Media sosial menjadi tempat masyarakat berinteraksi, menghibur diri, atau bahkan berekspresi. Kecenderungan masyarakat untuk melihat suatu isu dari sudut pandang media, membuat media sosial menjadi media yang mempercepat penyebaran informasi.

Informasi tersebut dapat berupa berita, isu yang sedang viral, bahkan hingga ungkapan opini publik yang dianggap menyinggung. Kemudahan dalam memperoleh informasi ini membuat media sosial menjadi salah satu media yang mempercepat terjadinya penyebaran Cancel Culture.

Sebab, di media sosial, masyarakat bebas beropini. Jika opini mereka menentang norma sosial yang berlaku, mereka akan mendapatkan sanksi berupa Cancel Culture dari beberapa pihak. Terutama pihak-pihak masyarakat yang terkena informasi tersebut.

Fenomena ini menarik untuk dibahas, karena percepatan informasi yang terjadi di media sosial saat ini, membuat kita sadar bahwa setiap kali kita memposting atau mengucapkan sesuatu, harus dipertanggungjawabkan kebenaran dan keasliannya.

Atau pun, jika saat kita beropini pada publik di media sosial, kita harus pandai dalam berucap, karena bisa jadi opini kita akan menjadi bumerang yang akan berbeda dari opini orang kebanyakan. Bumerang tersebut dapat berimbas pada kita yang terkucilkan, atau pun dihakimi oleh netizen atas perbedaan pendapat yang kita utarakan.

Hal tersebut dapat memungkinkan kita mendapatkan Cancel Culture dari masyarakat, akibat perbedaan kita yang menyinggung opini atau kepercayaan mereka.
Menurut kamus Merriam Webster, Cancel Culture merupakan praktik atau kecenderungan melakukan pembatalan massal sebagai cara untuk mengekspresikan ketidaksetujuan dan memberikan tekanan sosial.

Cancel culture merupakan sebuah praktik di mana sekelompok orang menarik dukungan terhadap individu, terutama tokoh publik atau selebriti, yang dianggap melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma sosial yang berlaku.

Fenomena ini sering digunakan sebagai bentuk ekspresi ketidaksetujuan dan upaya memberikan tekanan sosial. Biasanya, proses “pembatalan” ini terjadi di berbagai platform media sosial seperti Twitter, Instagram, dan TikTok, di mana individu yang terkena Cancel Culture seringkali mengalami kritik tajam hingga terjadinya penurunan reputasi secara massal.

Media Sosial Sebagai Media yang Mempercepat Penyebaran Informasi
Media sosial berperan penting dalam mempercepat penyebaran informasi mengenai tindakan menyinggung yang dilakukan oleh Individu, tokoh publik atau selebriti.

Kecepatan dan jangkauan luas yang dimiliki media sosial memungkinkan isu dapat viral dalam waktu singkat, sehingga menciptakan tekanan sosial yang besar bagi individu yang terlibat. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui Teori Uses and

Gratifications (Blumler & Katz, Seperti dalam Karunia, H., Ashri, N. & Irwansyah, I. (2021)), yang menyatakan bahwa individu menggunakan media sesuai dengan kebutuhan dan kepuasan yang mereka cari.

Dalam Cancel Culture ini, pengguna media sosial terlibat karena beberapa alasan, seperti ingin berpartisipasi dalam keadilan sosial, mencari validasi, atau sekadar mengikuti tren yang sedang ramai. Alasan ini membuat Cancel Culture menyebar dengan cepat, karena semakin banyak pengguna yang membagikan dan mendiskusikannya di media sosial.

Banyak pengguna memperoleh informasi mengenai Cancel Culture melalui X, TikTok, dan Instagram. Di X, fitur trending dan retweet dapat mempercepat terjadinya diskusi secara publik serta memungkinkan isu berkembang dalam waktu yang singkat. Hal ini membuat terjadinya lonjakan orang terlibat dalam pembahasan.

TikTok memanfaatkan algoritma For You Page (FYP), yang membuat video dapat viral lebih cepat tersebar karena sistem rekomendasi berbasis interaksi pengguna.
Sementara itu, Instagram menyebarkan informasi melalui Reels, Feeds, dan Stories, di mana fitur repost memungkinkan konten terus beredar di berbagai jaringan pengguna, meskipun algoritma Instagram tidak seagresif TikTok. Masing masing platform memiliki peran tersendiri.

Cancel Culture dapat menyebar luas dalam waktu singkat dan dapat menciptakan tekanan sosial yang besar terhadap individu yang terkena dampaknya.

Dampak Positif dan Negatif Cancel Culture
Fenomena Cancel Culture yang berkembang di media sosial memiliki dampak positif dan negatif bagi individu maupun masyarakat, baik itu yang terlibat ataupun yang mengikutinya.

Salah satu dampak positifnya adalah meningkatnya kesadaran sosial terhadap berbagai isu seperti diskriminasi, pelecehan, dan ujaran kebencian. Cancel Culture mendorong individu, terutama tokoh publik dan selebriti untuk lebih berhati hati dalam bertindak dan berucap di ruang publik karena adanya tekanan sosial.

Hal ini sejalan dengan teori dramaturgi Erving Goffman, yang menjelaskan bahwa individu selalu berusaha menampilkan citra diri yang baik di depan publik layaknya seorang aktor di panggung sosial. Dengan adanya Cancel Culture, individu semakin sadar bahwa tindakan mereka dapat mempengaruhi reputasi sosial mereka.

Selain itu, Cancel Culture juga memberi ruang bagi kelompok yang mengalami ketidakadilan untuk menyuarakan pengalaman mereka. Melalui media sosial, isu-isu yang sebelumnya kurang diperhatikan, kini dapat diangkat dan didiskusikan secara luas.

Hal ini memungkinkan masyarakat untuk lebih memahami berbagai perspektif dan mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif.

Cancel Culture disini berfungsi sebagai alat kontrol sosial yang menekan perilaku yang dianggap tidak etis atau merugikan. Dengan adanya tekanan sosial ini, banyak individu dan institusi menjadi lebih bertanggung jawab dalam bertindak dan berkomunikasi.

Namun, di sisi lain, Cancel Culture juga memiliki dampak negatif, terutama dalam penyebaran informasi yang tidak selalu akurat.

Informasi yang tidak selalu akurat ini juga mampu membuat individu mengalami Cancel Culture tanpa adanya klarifikasi atau kesempatan untuk membela diri, sehingga dapat menyebabkan penghukuman sosial yang berlebihan. Dalam teori dramaturgi, Goffman menjelaskan bahwa

seseorang memiliki “front stage” dan “back stage” dalam kehidupannya. Ketika kesalahan dari “back stage” seseorang terbongkar dan diviralkan di media sosial, sering kali publik langsung menghakimi tanpa melihat konteks keseluruhannya. Akibatnya, individu yang terkena Cancel Culture dapat kehilangan reputasi, pekerjaan, bahkan mengalami tekanan mental yang berat.

Dampak negatif lainnya adalah munculnya ketakutan dalam berekspresi. Banyak individu yang menjadi ragu untuk menyampaikan opininya, karena khawatir akan serangan sosial yang bisa merusak reputasi mereka.

Cancel Culture yang tidak terkendali juga dapat berubah menjadi perundungan digital (cyberbullying), di mana seseorang tidak hanya dikritik, tapi juga mengalami ancaman dan tekanan psikologis.

Jika tidak diterapkan dengan bijak, cancel culture justru dapat menciptakan ruang yang penuh ketakutan, bukan tempat yang mendorong edukasi dan perubahan positif. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam menyikapi fenomena ini agar tetap dapat berfungsi sebagai alat kontrol sosial yang adil.

Cancel Culture merupakan fenomena yang berkembang pesat di media sosial sebagai bentuk kontrol sosial terhadap individu atau tokoh publik yang dianggap melanggar norma sosial atau melakukan hal yang menyinggung banyak orang.

Media sosial mempercepat penyebaran informasi terkait Cancel Culture melalui platform media sosial. Dampak positif dari fenomena ini adalah meningkatnya kesadaran sosial dan tanggung jawab individu dalam berperilaku di ruang publik. Selain itu, Cancel Culture juga memberikan suara bagi individu atau kelompok yang mengalami ketidakadilan.

Namun, Cancel Culture juga memiliki dampak negatif, seperti penyebaran informasi yang tidak selalu akurat, penghukuman sosial yang berlebihan, serta munculnya ketakutan pengguna dalam berekspresi.

Dalam perspektif teori dramaturgi Erving Goffman, individu berusaha menampilkan citra terbaiknya di ruang publik, tetapi kesalahan yang terekspos dapat merusak reputasi mereka secara drastis.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi Cancel Culture agar tidak menjadi bahan penghukuman yang tidak adil, melainkan mampu menjadi sarana edukatif yang mendorong perubahan yang lebih positif.***

Siti Marsya Asmarjeni Fadilah

 

Bukan Sekedar Sound Effects! Ini Fungsi Semiotika di Game Online!

0

Bogordaily.net – Semiotika adalah studi tentang tanda dan bagaimana tanda-tanda tersebut menciptakan makna. Ini mempelajari bagaimana tanda (apa saja yang mewakili sesuatu yang lain) mewakili objek dan menyampaikan pemahaman melalui hubungannya dengan interpretan (pemahaman mental tentang tanda tersebut).

Tiga jenis tanda utama, menurut Charles Sanders Peirce, adalah:
1. Ikon: Tanda yang mewakili objeknya melalui kesamaan atau kemiripan. Contoh: Foto pohon adalah ikon karena mirip dengan pohon tersebut.

2. Indeks: Tanda yang mewakili objeknya melalui hubungan langsung, seringkali sebab-akibat. Contoh: Asap adalah indeks dari api karena langsung disebabkan oleh api.

3. Simbol: Tanda yang mewakili objeknya melalui asosiasi konvensional atau arbitrer. Contoh: Kata “pohon” melambangkan konsep pohon melalui konvensi bahasa.
Kategori-kategori ini menunjukkan bagaimana tanda dapat berfungsi dengan cara yang berbeda untuk mengomunikasikan makna, baik melalui kemiripan, hubungan langsung, atau asosiasi budaya.

Tanda – tanda ini muncul dan digunakan sebagai salah satu bentuk komunikasi dalam kehidupan kita sehari – hari. Salah satu contohnya adalah rambu – rambu lalu lintas, poster iklan, bahkan film sekalipun menggunakan tanda – tanda ini untuk menyampaikan pesannya kepada khalayak.

Tanda – tanda tersebut tidak hanya berupa visual tapi juga bisa berbentuk audio seperti suara gemuruh yang menjadi indeks tanda badai, suara ledakan yang menjadi tanda kehancuran dan lain sebagainya.

Tanpa kita sadari, tanda – tanda ini menjadi bagian penting kehidupan kita dalam kita berkomunikasi satu dengan yang lain.

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tanda – tanda yang digunakan dalam video game online, dan juga menilai apakah tanda – tanda yang telah ada sudah memadai untuk mendukung kebutuhan gameplay atau tidak. Video game yang akan digunakan sebagai objek analisis adalah Marvel Rivals dan Dota 2.

Marvel Rivals merupakan permainan online yang baru saja rilis pada di bulan December lalu. Akan tetapi, dalam waktu yang singkat Marvel Rivals telah meraih jumlah penggemar yang sangat banyak. Saat waktu artikel ini ditulis, jumlah pemain berada di angka 360 ribu. Sebuah angka fenomenal untuk permainan yang berumur tiga bulan saja.

Dalam gameplay-nya Marvel Rivals menggunakan beberapa tanda yang digunakan untuk mempermudah para pemain dalam menerima informasi ditengah gameplay yang sangat chaotic. Tidak hanya itu, semiotika juga digunakan untuk meningkatkan UI dan UX para pemain.

Setiap karakter memiliki indexnya masing – masing dalam bentuk voice line saat akan mengeluarkan ultimate mereka. Seperti contoh, Star Lord akan berteriak “LLEEEGEEENDARYYY!” atau Iron man akan berteriak “MAXIMUM PULSE!” saat mengeluarkan ultimate mereka.

Tidak hanya itu, voice line yang dikeluarkan akan berbeda jika yang mengeluarkan ultimate adalah musuh atau tim. Sebagai contoh, voice line Star Lord menjadi “Alright!” jika digunakan oleh teman satu tim.

Hal tersebut merupakan cara simpel namun efektif untuk memberikan informasi ditengah jalannya permainan. Index – index tersebut berperan krusial dalam pembuatan keputusan yang dilakukan pemain.

Para pemain biasanya harus memutuskan suatu keputusan dalam hitungan detik, sehingga indeks yang bisa diidentifikasi dalam hitungan detik menjadi krusial dalam jalannya permainan.

Meskipun begitu, penggunaan semiotika untuk Marvel Rivals masih dapat ditingkatkan. Penggunaan ultimate Hela masih sangat sulit diidentifikasi dalam waktu singkat.
Saat musuh Hela menggunakan ultimate maka voice line yang akan keluar adalah, “Hel Unleashed!” dan jika digunakan oleh tim makan akan menjadi “A feast for my crows!”. Hal tersebut sudah sangat efektif dalam membedakan Hela yang mana yang mengeluarkan ultimate.

Akan tetapi, masalah akan muncul jika kedua Hela menggunakan ulitmate mereka secara bersamaan. Dalam hal ini, ikon lah yang harus menjadi petunjuk bagi para pemain untuk membedakan kedua Hela.

Seperti contoh, saat Moon Knight menggunakan ultimate, tergantung dari tim nya maka parameter lingkarannya akan berwarna biru dan merah. Hal ini memudahkan pemain untuk mengidentifikasi mana ultimate musuh atau kawan.

Saat Hela menggunakan ultimate, sangat sulit untuk mengidentifikasinya karena warna garis parameter sangat sulit untuk dilihat dengan sekilas. Warna yang digunakan sangat tidak kontras dengan warna Hela yaitu hijau gelap, sehingga saat melakukan ultimate identifikasinya sangat sulit.

Berbeda dengan Marvel Rivals, Dota 2 merupakan salah satu game paling bersejarah di dunia. Berawal dari modifikasi dari Star Craft pada tahun 2003, kini Dota 2 menjadi salah satu MOBA terbesar di dunia dan menjadi salah satu pioneer di dunia e-Sports, dengan seri turnamen The International.

Selama 22 tahun Dota 2 berdiri, game tersebut telah mengalami beberapa perubahan dan perkembangan yang drastis. Kini Dota 2 telah menjadi game dengan penggunaan semiotika yang paling efektif.

Dalam Dota 2, seorang karakter yang sama tidak dapat digunakan oleh kedua tim, sehingga masalah yang dimiliki Marvel Rivals tidak terdapat di Dota 2. Tidak hanya itu, ikon yang digunakan untuk menampilkan para karakter in-game sangat berbeda dan bervariasi, sehingga memudahkan para pemain untuk membedakan tiap – tiap karakter dalam waktu sekilas.

Indeks dalam bentuk suara juga sangat berbeda dan kontras. Anda pasti dapat membedakan antara Chronosphere dari Faceless Void atau Black Hole dari Enigma. Indeks suara yang ikonik ini tersebar tidak hanya dikedua karakter tersebut tapi tersebar di setiap 123 karakter dengan rata – rata 4 skill di setiap karakternya.

Kedua permainan tersebut merupakan dua permainan yang sangat berbeda dengan penggunaan semiotikanya yang sangat berbeda pula. Dapat dikatakan penggunaan semiotika untuk memberikan informasi kepada pemainan dari kedua permainan sudah sangat efektif dan ikonik.***

Ebenezer Keriahenta Purba, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

 

Dedikasi dan Peran Muhamad Syahrizal sebagai Asisten Dosen di Bidang Ekowisata

0

Bogordaily.net – Nama saya Muhamad Syahrizal, dan saya lahir di Bogor pada 9 Juli 2002. Sejak kecil, saya selalu memiliki ketertarikan yang besar terhadap seni. Kecintaan saya terhadap seni mendorong saya untuk melanjutkan pendidikan di bidang seni rupa, di mana saya belajar tentang berbagai teknik dan media seni.

Selama masa studi, saya menemukan bahwa seni tidak hanya tentang menciptakan karya, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dan emosi. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa ada dunia lain yang juga menarik perhatian saya, yaitu ekowisata.

Saya mulai tertarik pada bagaimana seni dan alam dapat bersinergi, dan bagaimana kita dapat melestarikan keindahan alam sambil menikmati dan mempelajarinya.
Ketertarikan saya pada ekowisata muncul ketika saya menyadari bahwa bidang ini menawarkan peluang untuk belajar sambil menjelajahi keindahan alam.

Saya merasa bahwa ekowisata adalah cara yang tepat untuk menggabungkan kecintaan saya terhadap seni dan alam. Meskipun sebelumnya saya tidak memiliki pengalaman di bidang ini, setelah terlibat dalam ekowisata, saya merasa terdorong untuk mendalami lebih jauh.

Saya mulai mempelajari berbagai aspek ekowisata, terutama dalam konteks kehutanan dan pariwisata. Saya sangat tertarik pada pemanduan wisata dan konservasi sumber daya hayati, karena saya percaya bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita.

Melalui ekowisata, saya berharap dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian alam dan memberikan pengalaman yang berharga bagi orang lain.

Pada tahun 2024, saya memulai karir saya sebagai asisten dosen di Program Studi Ekowisata. Ini adalah langkah besar bagi saya, karena saya memiliki motivasi yang kuat untuk terus belajar dan mengembangkan ilmu di bidang ini.

Sebagai asisten dosen, saya memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman saya dengan mahasiswa. Saat ini, saya mengampu mata kuliah Ekowisata Hutan dan Kelayakan Usaha Ekowisata.

Dari kedua mata kuliah tersebut, Ekowisata Hutan menjadi favorit saya. Dalam mata kuliah ini, saya mempelajari berbagai cara konservasi sumber daya hayati dan bagaimana kita dapat mengelola hutan secara berkelanjutan. Saya merasa sangat bersemangat ketika dapat mendiskusikan topik-topik ini dengan mahasiswa dan melihat antusiasme mereka dalam belajar.

Sebagai asisten dosen, saya terlibat dalam membantu mahasiswa merancang program ekowisata yang selalu mengutamakan aspek konservasi. Saya percaya bahwa pendidikan harus bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Saya, Muhamad Syahrizal, berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung, di mana mahasiswa merasa nyaman untuk bertanya dan berbagi ide. Meskipun saya baru memulai karir saya, saya merasa nyaman dengan lingkungan akademik di ekowisata yang saling menghormati satu sama lain.

Saya sangat menghargai kolaborasi dan diskusi yang terjadi di dalam kelas, karena saya percaya bahwa pembelajaran yang efektif terjadi ketika kita saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Saya juga aktif dalam penelitian dan kegiatan akademik, meskipun saya belum terlibat dalam publikasi ilmiah yang spesifik. Saya berkomitmen untuk membimbing mahasiswa dalam tugas dan proyek akademik, serta terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

Saya percaya bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah bagian penting dari pendidikan, dan saya berusaha untuk mengajak mahasiswa terlibat dalam proyek-proyek yang bermanfaat bagi komunitas. Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Dalam mengajar, saya tidak memiliki moto khusus, tetapi saya selalu mendorong mahasiswa untuk tidak pernah menolak kesempatan belajar di bidang ekowisata. Saya percaya bahwa banyak ilmu yang dapat dipelajari, baik dalam bidang kehutanan maupun pariwisata.

Pesan yang ingin saya sampaikan kepada mahasiswa adalah untuk selalu terbuka terhadap pengetahuan baru dan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Saya, Muhamad Syahrizal, berharap bahwa dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, kita semua dapat berkontribusi dalam pengembangan ekowisata di Indonesia dan menjaga keindahan alam untuk generasi mendatang.***

Muhammad Rafli Akbar

 

Penghentian Operasional Biskita di Bogor: Ketidakpastian Transportasi yang Menimbulkan Kebingungan Masyarakat

0

Bogordaily.net – Penghentian sementara operasional Biskita Transpakuan di Kota Bogor mulai tanggal 1 Januari 2025 menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat Bogor. Penghentian ini dijadwalkan berlangsung maksimal selama 30 hari dan berkaitan dengan evaluasi serta transisi kelembagaan di bawah Kementerian Perhubungan. Namun, hingga memasuki bulan Maret, penghentian layanan Biskita Transpakuan masih berlangsung.

Perubahan ini terjadi karena Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang sebelumnya mengelola Biskita telah dibubarkan dan dialihkan ke Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda.

Dalam proses peralihan ini, terdapat masa evaluasi, transformasi, dan transisi sebagai bentuk penyesuaian lembaga. Hal ini menyebabkan layanan Biskita harus dihentikan sementara sampai proses evaluasi selesai.

Curahan Hati Masyarakat Bogor
Penghentian layanan Biskita yang mencakup empat koridor utama sangat berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Banyak warga yang bergantung pada transportasi publik untuk bekerja, bersekolah, dan berbisnis.

Meskipun Pemkot Bogor telah menyediakan angkutan gratis sebagai pengganti selama masa penghentian, banyak yang meragukan apakah layanan tersebut akan cukup untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang ada.

Banyak warga yang merasa kebingungan dan kesulitan akibat penghentian layanan ini. Mengingat Biskita Transpakuan adalah layanan transportasi yang amat dibutuhkan masyarakat Bogor. Masyarakat tentunya sangat menyayangkan kebijakan yang amat mendadak ini.

Mahasiswa, anak sekolah, dan ibu rumah tangga adalah warga yang paling terdampak dari penghentian sementara layanan Biskita. Keterbatasan jumlah kendaraan dan jam operasional angkutan pengganti menjadi perhatian utama, terutama bagi pelajar yang membutuhkan transportasi untuk pergi ke sekolah.

Masyarakat yang telah terbiasa dengan layanan Biskita kini harus menghadapi ketidakpastian dalam mobilitas mereka. Belum lagi, ada beberapa jalur di Bogor yang lebih efisien jika dilewati Biskita, sehingga masyarakat harus mencari alternatif transportasi lain.

Keputusan ini dapat menyebabkan biaya tambahan bagi masyarakat yang harus mencari alternatif transportasi lain.

Tarif angkutan kota cenderung tidak menentu, bahkan ada yang jalurnya berbeda dengan koridor yang biasa dilalui Biskita sehingga warga harus membayar dua kali untuk menaiki angkot yang berbeda.

Tarif yang lebih murah, kendaraan yang aman dan dilengkapi CCTV, serta sistem layanan yang mudah dan stabil menjadikan Biskita sebagai transportasi umum yang paling diminati masyarakat Bogor.

Oleh karena itu, Biskita tetap tidak bisa tergantikan di hati masyarakat.Tentunya, tak sedikit warga yang merasa kehilangan sebab penghentian operasional Biskita. Masyarakat pun berharap agar Biskita Transpakuan segera kembali di Bogor.

Tanggapan Pemerintah dan Rencana Ke Depan
Pemerintah Kota Bogor menyadari bahwa penghentian layanan ini menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, mereka berusaha untuk berkomunikasi dengan organisasi angkutan daerah (Organda) serta pihak terkait lainnya untuk mencari solusi transportasi alternatif selama masa penghentian.

Pemerintah Kota Bogor juga menyediakan Bus Uncal dan Bus Sekolah untuk mengisi kekosongan layanan Biskita. Tersedia 6 bus yang akan melewati 4 koridor Biskita.

Layanan sementara ini tidak dipungut biaya, dan diutamakan untuk anak sekolah. Meski begitu, bus pengganti ini masih kurang cukup untuk menggantikan layanan Biskita yang biasanya beroperasi.

Selain itu, Pemkot Bogor juga berkolaborasi dengan DPRD untuk memanfaatkan bus operasional dewan sebagai pengganti sementara. Ini adalah langkah positif yang menunjukkan upaya pemerintah dalam mencari solusi alternatif. Namun, tantangan tetap ada dalam memastikan bahwa layanan ini dapat menjangkau semua area yang sebelumnya dilayani oleh Biskita.

Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan juga menjadi fokus utama Pemkot Bogor. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, dan Wali Kota Terpilih, Dede A Rachim, telah melakukan komunikasi untuk memastikan kelanjutan subsidi bagi layanan Biskita.

Mereka menyatakan optimismenya bahwa akan ada solusi konkret dalam menangani hal ini. Namun, harapan akan solusi jangka panjang harus disertai dengan tindakan konkret agar tidak hanya menjadi janji belaka.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menjelaskan bahwa penghentian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi agar layanan Biskita dapat dioptimalkan di masa mendatang.

Namun, banyak pihak, termasuk anggota DPRD Kota Bogor, merasa kecewa karena keputusan ini tidak dikomunikasikan dengan baik sebelumnya. Pengumuman keputusan yang mendadak tanpa melibatkan warga atau DPRD menunjukkan adanya kekurangan dalam proses pengambilan keputusan.

Seharusnya, masyarakat perlu dilibatkan dalam dialog mengenai kebijakan transportasi agar solusi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan mereka.

Hingga saat ini, Operasional Biskita di Bogor belum ada kepastian kapan Biskita Transpakuan akan kembali beroperasi. Pemerintah sedang berencana mengadakan lelang untuk pengelola Biskita Transpakuan di awal Februari, namun saat ini masih dalam tahap proses dan belum diumumkan. Hal ini menyebabkan penghentian layanan Biskita masih terus berlanjut.

Meskipun evaluasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan, tidak seharusnya hal tersebut mengorbankan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Penting bagi pemerintah untuk meningkatkan komunikasi dengan semua pemangku kepentingan dan memastikan bahwa alternatif transportasi yang memadai tersedia selama masa transisi ini.

Pemerintah Kota Bogor telah berusaha sebaik mungkin dalam mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kekosongan layanan Biskita Transpakuan. Namun, pemerintah masih perlu menyiapkan solusi darurat yang lebih efektif untuk menyikapi hal ini.

Selain itu, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk ditingkatkan untuk kemajuan Kota Bogor, terutama di bidang layanan transportasi.***

Salma Dhiyayl Haq, Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB Program Studi Komunikasi Digital dan Media

Bupati Bogor Rudy Susmanto Dukung Program Pengampunan Pajak Kendaraan Bermotor

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto mendukung program pengampunan pajak kendaraan bermotor yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, dan Forkopimda Jawa Barat.

Hal ini disampaikannya di tengah-tengah kegiatan pengecekan kendaraan operasional, di area parkir Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (24/3).

“Kita mendukung program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat dan Forkopimda Jawa Barat, terkait pengampunan pajak kendaraan bermotor,” tandas Rudy.

Rudy menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, selagi ada kesempatan, yang belum bayar pajak mobil dan motornya segera datang ke Samsat terdekat.

“Buat warga bogor yang belum bayar pajak kendaraannya silahkan bayar mumpung masih ada programnya,” ujar Rudy.

Rudy menambahkan, hari ini sebagai wujud dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melalui kegiatan pengecekan kendaraan operasional, saya juga memastikan seluruh kendaraan dinas harus tertib pajak.

“Sebagai warga negara Indonesia, mari kita tertib membayar pajak, karena pajak yang kita bayarkan adalah wujud partisipasi kita untuk membangun bangsa,” ajak Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menghapus seluruh tunggakan pajak kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, bagi masyarakat yang hingga kini belum membayarkan kewajibannya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan kebijakan ini berlaku untuk tunggakan pajak kendaraan hingga tahun 2024 ke belakang, tanpa batasan jumlah tahun. Masyarakat diberikan kesempatan untuk memperpanjang masa berlaku pajak kendaraannya mulai 20 Maret – 6 Juni 2025, dengan hanya membayar pajak tahun berjalan tanpa harus melunasi tunggakan sebelumnya.

Dengan kebijakan ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor dan berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pembayaran pajak tepat waktu.***