Home Blog Page 1061

Menguak Masalah dan Solusi Ketidakmerataan Makan Siang Gratis

0

Bogordaily.net – Presiden dan Wakil Presiden terpilih yaitu dituntutSubianto-Gibran Rakabuming Raka, resmi dilantik pada 20 Oktober 2024. Dengan terpilih presiden serta wakil Presiden tersebut, tentunya mereka wajib menjalankan visi dan misi yang sudah mereka janjikan saat kampanye.

Mereka dituntut melaksanakan semua program kerja. Satu program kerja yang paling menyita perhatian public adalah, program kerja makan siang gratis untuk seluruh siswa di Indonesia.

Program Kerja pertama yang dilakukan setelah Prabowo-Gibran, dipilih menjadi presiden dan wakil presiden RI yaitu, program makan siang gratis untuk siswa di Indonesia .

Program makan siang gratis ini dibuat untuk tercapainya peningkatan ataupun perbaikan gizi anak- anak, khususnya yang masih bersekolah.

Pemerintah menilai, saat ini masih banyak anak-anak memgalami ekurangan gizi, atau ketidak seimbangan dalam pola makan yang sehat. Akibatnya pertumbuhan si anak terganggu.

Kekurangan gizi serta vitamin, membuat anak tidak bisa fokus saat menjalani aktifitas belajar. Parahnya lagi banyak anak mengalami stunting. Karena itu program tersebut dibuat untuk kemajuan anak bangsa kedepan.

Sejauh ini program makan siang di beberapa tempat berjalan lancar, baik di kota maupun di daerah-daerah lain. Meski begitu masih terdapat sejumlah sekolah yang sampai saat ini, belum mengecap program makan siang gratis. Sebaiknya program makan siang gratis, difokuskan terlebih dahulu kepada daerah- daerah pelosok, yang sekiranya mereka benar-benar membutuhkan makanan yang bergizi contohnya seperti Papua.

Sebenarnya mereka lah yang membutuhkan makan bergizi seperti itu. Seharusnya pemerintah memperhatikan hal kecil seperti itu, jika mengalami kesulitan pada pendistribusian karena jarak, seharusnya pemerintah cepat mencari jalan keluar yang terbaik agar program kerja ini sampai di tangan yang benar-benar membutuhkan nya.

Dan juga pemilihan kepengurusan yang bertanggung jawab untuk menjadi pengurus makan siang gratis setiap sekolah juga banyak yang tidak merata atau tidak menjalankan tugas sesuai Amanah , adanya banyak permasalahan disitu seperti tidak merata porsi makanan setiap anak, banyak juga pengurus yang malah membungkus makanannya untuk dibawa pulang ke rumah mereka dan pada akhirnya porsi makan setiap anak ataupun jatah setiap anak nya pun tidak merata dari sini pemerintah harus melakukan sistem pengawasan yang ketat sehingga tidak ada oknum-oknum yang seperti itu lagi karena dari permasalah kecil itu akan berimbas besar pada program kerja yang sedang berlangsung dan juga memperhatikan pendistribusian makanan yang seharusnya sudah memenuhi kriteria perbaikan gizi yang baik.

Program makan siang gratis ini menjadi salah satu program yang paling menarik dalam program kerja yang diberikan oleh presiden dan wakil presiden terpilih ,sebab program ini dilakukan dengan tujuan yang baik untuk rakyat Indonesia lebih maju dan sejahtera, namun para rakyat masih banyak yang memperdebatkan program kerja ini dilihat bagaimana cara mereka mengimplementasikan program makan siang gratis ini dengan dana yang cukup banyak dan mereka banyak mempertanyakan atau pun memperdebatkan dari mana pendanaan sebanyak itu apakah merugikan negara atau tidak dan ini yang akan menjadi tantangan besar bagi APBN bagaimana pendanaan berjalan dengan baik tanpa harus merugikan banyak hal ataupun banyak orang.

Walaupun dengan pengeluaran yang cukup besar , pemerintah harus merencanakan atau membuat anggaran baru yang lebih realistis demi keberlanjutan masa dari program kerja itu sendiri yaitu program makan siang gratis, dengan memperhatikan Kembali anggaran yang dibutuhkan , lalu sumber pendanaan yang jelas dari mana dan juga diimplementasikan secara bertahap sehingga tidak menjadi beban yang besar untuk negara, dan juga hal tersebut perlu dilakukan demi program ini berjalan lebih efektif.

Karena bisa dilihat visi misinya dari program kerja ini sudah cukup baik untuk anak-anak bangsa Indonesia kedepannya , jadi alangkah lebih baiknya program ini berjalan lebih lama walaupun sedikit demi sedikit namun pastinya program ini sangat bermanfaat bagi banyak orang terutama bagi orang yang benar-benar membutuhkan nya , dan pemerintahan harus lebih memperhatikan harus memulai dimana dan diutamakan ke daerah-daerah terpelosok yang memang disana harus dilakukan perbaikan gizi.

Syarifah Noor Zahwa dari Sekolah Vokasi IPB

Introvert di Stray Kids Dominate Jakarta: Sebuah Pengalaman yang Tak Terlupakan

0

Bogordaily.net – Stray Kids adalah salah satu band K-Pop yang berhasil menarik perhatian saya. Lagu-lagu yang catchy dan penuh semangat berhasil membuat mereka menjadi Top 5 Artist di playlist saya.

Momen pertama kali pergi ke konser untuk berjumpa dengan Stray Kids secara langsung menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan.

Konser K-Pop adalah sebuah pengalaman baru yang mendebarkan bagi seorang introvert. Apalagi, jika sebelumnya tidak punya pengalaman pergi ke tempat ramai sendirian.

Untung saja, saya ditemani keluarga saya yang akan singgah ke Stasiun Pasar Minggu. Namun, selanjutnya saya harus pergi ke venue konser, Indonesia Arena, seorang diri.

Suasana di Luar Venue
Jam menunjukkan pukul 16.00 sore. Sebenarnya, sudah agak terlalu sore untuk berangkat ke venue pada waktu ini, sebab saya belum menukar tiket dan penonton juga sudah diperbolehkan masuk ke dalam aula konser.

Setelah berpisah jalan dengan keluarga di Pasar Minggu, saya memesan taxi online ke Indonesia Arena.

Suasana Jakarta sedikit mendung sejak siang. Sebagai antisipasi, saya sudah menyediakan payung dan jas hujan untuk dipakai jika hujan di luar venue.

Namun, untungnya hujan tidak turun di sore itu. Langit juga perlahan menjadi cerah saat di perjalanan.

Jalan raya pada sore itu sangat padat. Mungkin karena arus kendaraan yang ramai menuju Gelora Bung Karno dan sekitarnya.

Untungnya, saya berhasil sampai tepat waktu ke Indonesia Arena, setelah sekitar 45 menit bergelut dengan kemacetan.

Sesampainya di Indonesia Arena, kami sudah disambut dengan banner wajah-wajah anggota Stray Kids yang berukuran raksasa.

Dekorasi yang meriah juga terpasang di tiap sudut jalan, seperti balon udara dan light stick ‘nachimbong’ berukuran raksasa. Ada banyak Stay, panggilan untuk fans Stray Kids, yang menyempatkan diri untuk berfoto di banner dan dekorasi di luar aula.

Salah satu hal unik yang saya perhatikan selama berada di luar aula konser adalah kekompakan dress code yang dikenakan oleh Stay.

Hampir keseluruhan Stay menggunakan pakaian dengan tone warna yang sama, yaitu merah dan hitam, termasuk saya sendiri.

Sebelum masuk ke aula, saya menukarkan e-tiket terlebih dahulu. Letak tempat penukaran tiket terbilang cukup jauh dari tempat drop-off dan aula konser.

Ternyata, tempat penukaran tiket sudah sangat sepi, sebab penonton yang lain sudah menukarkannya pada siang hari dan di hari sebelumnya.

Tidak sampai lima menit, proses penukaran e-tiket selesai. Saya mendapatkan gelang tiket dan sebuah poster sebagai merchandise.

Selesai penukaran tiket, saya bergegas ke aula konser. Di depan aula, ada beberapa petugas yang mengecek tas dan barang bawaan penonton. Setelah itu, saya langsung masuk ke gedung.

View dari Cat 5
Letak tempat duduk di Cat 5 membuat saya harus naik eskalator ke lantai empat. Setelah berjalan sedikit, akhirnya saya masuk ke aula konser. Sudah ada banyak Stay di sana, sebab saya datang sedikit terlambat.

Saya terkesima dengan view panggung dari lantai atas. Meskipun tempat duduk saya terbilang cukup tinggi, namun masih bisa melihat suasana di panggung dengan jelas dan tidak terlalu jauh. Bahkan, kami juga bisa mengintip view di balik big screen.

Sambil menunggu konser dimulai, saya berbincang dengan Stay di sebelah saya. Ternyata, dia juga datang ke sini sendirian. Kami pun saling bertukar pengalaman awal mula mengenal Stray Kids.

Bertemu dengan Stray Kids
Pukul 18.00, light stick kami sudah terhubung dengan Bluetooth, sehingga semua light stick di aula berubah warna menjadi merah terang. Di pukul 19.00, suara musik mulai mengeras, VCR di big screen mulai ditayangkan.

Saat itu juga, anggota Stray Kids keluar dari balik layar disambut riuh rendah Stay. Stray Kids mulai membawakan lagu-lagu hits-nya sebagai pembuka konser, seperti Mountains, Thunderous, dan JJAM.

Setelah itu, satu persatu member memperkenalkan diri dengan Bahasa Indonesia. Kemudian, pertunjukan kembali dilanjutkan dengan penampilan solo setiap member.
Ada sekitar 35 lagu yang ditampilkan oleh Stray Kids di konser kali ini.

Setlist lagu di DominATE Tour cukup banyak, terdiri dari lagu-lagu populer Stray Kids yang dari album terbaru sampai yang paling lama.

Selama konser, para Stay merekam fancam sambil ikut bernyanyi. Bahkan, ada salah satu member—Han Jisung—yang terdiam karena mendengar nyanyian Stay Indonesia yang begitu kencang, seakan hafal dengan semua lirik lagu.

Twilight dan Bintang-bintang
Bagian konser terfavorit menurut saya adalah pada saat penampilan lagu Twilight. Pada saat member mulai menyanyikan lagu, Stay mengangkat light stick dan menyalakan senter di ponsel masing-masing.

Suasana di dalam aula berubah menjadi seperti penuh dengan Bintang-bintang, sesuai dengan judul lagu yang dibawakan.

Selain itu, bagian terfavorit saya yang lainnya adalah ketika penampilan video fan project. Fanbase Stay Union Indonesia memutar video pendek tentang keseharian Stay di Indonesia, yang menjalankan kehidupannya dengan Stray Kids sebagai inspirasinya.

Suasana di Indonesia Arena berubah menjadi haru. Para member juga mengaku tersentuh dengan effort Stay Indonesia.

Aint No Last Step Out

Sebelum konser berakhir, para anggota Stray Kids menyampaikan Kesan dan pesan untuk Stay Indonesia. Kim Seungmin mengatakan bahwa Stay Indonesia adalah main vocal-nya Stay sedunia, karena Stay Indonesia yang paling semangat ketika menyanyikan lagu selama konser.

“Hati-hati ya, pulangnya!” Seungmin berpesan pada kami dengan Bahasa Indonesia yang fasih. Para Stay pun serempak menjawab “Iya!”

Instrumental I Like It pun mulai dimainkan. Setelah itu, ada beberapa lagu yang dimainkan, seperti Chk Chk Boom Festival Version, Stray Kids, dan Haven sebagai lagu-lagu penutup konser, sebelum akhirnya lampu venue benar-benar menyala pada pukul 11.00 tepat. Malam itu, menjadi malam yang paling tak terlupakan. Terima kasih, Stray Kids!***

Salma Dhiyayl Haq
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

 

Perjalanan Menuju Rawa Gede: Menangkap Keindahan Alam dalam Lensa MPKMB 60 IPB

0

Bogordaily.net – Saat itu, menuju puncak acara MPKMB IPB 60 saya mengikuti salah satu perlombaan yang diadakan oleh acara tersebut, yaitu fotografi keindahan alam, sesuai dengan ketertarikan saya dalam dunia fotografi.

Tentu saya tak akan melewati kesempatan ini untuk mendapatkan penghargaan serta pengalaman lebih banyak lagi mengenai fotografi, batas tenggat pengumpulan hasil foto/karya tersisa 7 hari lagi alias seminggu setelah saya mendaftar, bukan waktu yang lama untuk segera mengeksekusi perlombaan ini dengan baik.

Menyadari waktu yang cukup singkat disitu saya segera mencari referensi serta memperkirakan foto alam seperti apa agar dapat menghasilkan sebuah foto yang nikmat dipandang.

Berbeda daripada foto alam seperti pada biasanya, karena saya tinggal di Bogor tentu saya manfaatkan lokasi sekitar untuk efisiensi waktu mengingat Bogor memiliki segudang wisata alam yang sangat indah, didampingi ayah saya yang mengetahui hampir seluruh destinasi wisata di Bogor akhirnya terdapat satu lokasi yang menarik perhatian saya.

Ayah saya memberikan beberapa rekomendasi hingga pada akhirnya saya tertuju dengan suatu lokasi bernama “Rawa Gede Kabupaten Bogor” kenapa lokasi ini menarik perhatian saya dibandingkan wisata lainnya? Karena lokasi ini memiliki perbedaan suasana alam yang cukup jarang ada di destinasi wisata lainnya, tentu dengan rasa yakin dan pede saya untuk bisa memenangkan perlombaan ini saya akan berkunjung ke tempat tersebut.

Mempersiapkan beragam peralatan untuk keperluan fotografi, sebelum menuju ke Rawa Gede saya mencari-cari referensi terkait informasi lebih detail mengenai lokasi tersebut.

Melihat di beberapa sumber internet dari beberapa pengunjung yang sudah pernah mendokumentasikan tempat itu terdapat apa saja, ini sudah menjadi kebiasaan saya jika ingin mengabadikan sebuah momen dengan survey dahulu.

Tak lama mengetahui beragam detail mengenai lokasi tersebut saya langsung membuat simulasi (semacam Storyboard). Tujuan dibuatnya Storyboard ini untuk persiapan sebelum menuju lokasi agar dapat mengetahui apa saja yang akan dijepret, angle position, dan komposisi foto tersebut.

Setelah mempersiapkan segala keperluan dan mematangkan konsep simulasi, langkah selanjutnya adalah tentu saja tidur dahulu agar esok hari bisa melakukan perjalanan dengan sehat jasmani dan rohani karena sangat jauh dari rumah.

Memasuki keesokan harinya saya tinggal mempersiapkan diri lalu langsung berangkat ke lokasi tersebut, Maps menunjukan estimasi perjalanan 58 menit ya anggaplah 1 jam perjalanan menggunakan sepeda motor, jarak dari rumah sekitar 33 KM.

Perjalanan kali ini saya akan menggunakan sepeda motor saja karena sudah cukup untuk mempersingkat durasi perjalanan dan mudah untuk berhenti beristirahat (kalau pakai mobil lebih lama 1 jam lagi dan jalan yang sempit) dan akhirnya dimulailah perjalanan saya menuju Rawa Gede.

Singkat perjalanan saya sudah menempuh perjalanan sebanyak 27 KM tanpa henti pada pukul 08.00, sedangkan saya berangkat pukul 07.10 an, dimana disini saya berhenti sejenak melipir ke suatu warung kopi yang memiliki pemandangan pesawahan yang sangat asri sekali.

Sembari minum kopi dan gorengan, saya ambil kesempatan untuk mengabadikan momen lingkungan sekitar menggunakan Fujifilm XT-10 Kit 16-50MM (Kamera saya) sebagai bahan tambahan foto-foto untuk pemanasan sebelum saya sampai dilokasi utama.

Singkat cerita setelah menghabiskan kopi dan beberapa gorengan saya melanjutkan perjalanan ini kembali, sisa jarak yang ditempuh sekitar 6 KM lagi meski terasa dekat namun medan dari jalan yang dilewati cukup menantang menggunakan motor saya yang kecil ini, dari jalan yang cukup sempit, penuh bebatuan yang tajam, becek dan bahkan lumpur sisa hujan kemarin.

Sungguh perjuangan yang luar biasa dengan rasa badan yang pegal-pegal hingga akhirnya saya sampai di destinasi wisata Rawa Gede Kabupaten Bogor.

Sampai di lokasi saya memakirkan motor diparkiran lalu membayar tiket seharga 25 Ribu tidak pakai lama saya langsung memasuki gerbang utama yang terdapat tulisan besar “Rawa Gede” setelah melewati gerbang utama tersebut disinilah mungkin mata kalian akan disuguhi oleh beragam pemandangan yang sangat memanjakan mata.

Sungguh luar biasa rasa lelah selama perjalanan terasa terbayarkan oleh pemandangan yang sangat amat asri, minim polusi dan suara alam yang terasa sangat damai dibandingkan ruwetnya perkotaan, duduk sebentar di sebuah gazebo yang sudah disediakan untuk beristirahat sejenak mempersiapkan apa yang akan dilakukan pertama kali disini.

Uniknya, sejauh mata kita memandang terdapat beberapa pemandangan yang unik, di sisi kiri tempat ini terdapat hamparan rumput hijau yang luas sekali.

Di depan gazebo terlihat jelas sebuah danau alami yang sangat amat luas dan sepertinya cukup dalam untuk menampung ikan paus, di sisi kanan terlihat sebuah hamparan bebatuan dengan jembatan buatan untuk menyebrang ke semacam warung-warung untuk mencari makan dan terdapat curug kecil juga, waktu menunjukan sekitar pukul 09.00 dimana hawa terasa cukup dingin dan berkabut.

Memanfaatkan waktu yang cukup aman untuk mengabadikan momen ini saya langsung mengeluarkan kamera saya untuk menjepret beberapa sekian foto yang sudah dipersiapkan simulasinya sedari kemarin.

Singkat cerita sudah sekian puluh banyak foto yang sudah saya dokumentasikan sampai terasa cukup lelah berkeliling tempat yang sangat luas ini.

Akhirnya saya memutuskan tuk kembali ke gazebo untuk memesan indomie dan minuman, Memikirkan tempat ini rasanya saya kesini tidak hanya untuk kebutuhan lomba tapi juga seperti untuk Refreshing ulang otak saya yang sudah cukup mumet ini tinggal diperkotaan.

Tak lama saya harus segera pulang untuk mengolah foto ini untuk persiapan pengumpulan hasil karya saya yang hampir saja melewati batas tenggat, lanjut di hari H MPKMB 60 IPB, foto saya memasuki nominasi 10 foto terbaik saja.

Meski tidak juara 1, 2 maupun 3 (yang hasil foto sang juara bagi saya kurang baik dari segi komposisi fotografi) saya tetap bersyukur dan tidak menyesal telah datang ke Rawa Gede, karena telah memberikan rasa relaksasi bagi saya sendiri yang sangat berkesan.***

Oleh: Abiya Rafa, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Film Dokumenter, Jejak Narasi dan Realitas Pembentukan Opini Publik

0

Bogordaily.net – Di tengah riuhnya informasi dan gempuran hiburan, film dokumenter tampil sebagai pesan unik yang memiliki kekuatan untuk merajut benang-benang realitas, menyajikannya dalam bentuk visual yang memukau, dan pada akhirnya, memengaruhi opini publik. film dokumenter adalah cermin yang merefleksikan kompleksitas masyarakat, tantangan yang dihadapi, dan harapan. Ia adalah suara bagi mereka yang tak terdengar, pengungkap kebenaran yang terabaikan, dan pemicu perubahan yang berkelanjutan.

Sebuah Perjalanan Panjang
Sejarah film dokumenter adalah kisah tentang evolusi teknologi dan perubahan sosial yang saling berkaitan. Dimulai dari rekaman-rekaman singkat peristiwa sehari-hari di awal abad ke-20, film dokumenter telah menempuh perjalanan panjang dan berliku untuk mencapai bentuknya yang beragam dan kompleks saat ini.

Di masa-masa awal, film dokumenter seringkali berfungsi sebagai catatan faktual, merekam pemandangan dan kejadian tanpa banyak narasi atau interpretasi. Namun, seiring berjalannya waktu, para pembuat film mulai bereksperimen dengan teknik-teknik baru dan mengembangkan pendekatan yang lebih subjektif.

Era propaganda pada pertengahan abad ke-20 menjadi titik balik, di mana film dokumenter digunakan secara luas sebagai alat untuk memengaruhi opini publik dan memobilisasi dukungan untuk perang dan ideologi politik.

Munculnya Cinema Verite dan Direct Cinema pada tahun 1960-an menandai pergeseran menuju gaya yang lebih observasional dan kurang intervensi, dengan fokus pada merekam realitas sebagaimana adanya.

Saat ini, film dokumenter modern telah mencapai tingkat keragaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan berbagai genre, gaya, dan topik yang mencerminkan kompleksitas dunia kita.

Film Dokumenter: Membangun Kesadaran Sosial Melalui Kisah dan Fakta
Salah satu kontribusi paling signifikan dari film dokumenter adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu penting yang seringkali luput dari perhatian media arus utama.

Melalui kombinasi riset mendalam, wawancara yang kuat, dan narasi visual yang memukau, film dokumenter dapat membuka mata kita terhadap realitas yang kompleks dan menantang, serta memicu empati dan pemahaman yang lebih mendalam.

Contohnya, “An Inconvenient Truth” (2006) bukan hanya sekadar film dokumenter, tetapi sebuah fenomena global yang mengubah cara kita berpikir tentang perubahan iklim.

Dengan presentasi yang lugas dan data yang meyakinkan, Al Gore berhasil menyampaikan pesan yang mendesak tentang bahaya pemanasan global dan perlunya tindakan segera.

Film ini tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga memobilisasi gerakan lingkungan di seluruh dunia.

“Blackfish” (2013) juga memberikan dampak yang luar biasa, mengungkap perlakuan kejam terhadap paus orca di taman hiburan laut dan memicu gelombang protes yang memaksa SeaWorld untuk mengubah praktik bisnisnya.

Film ini adalah bukti kekuatan film dokumenter untuk mempengaruhi industri dan mendorong perubahan kebijakan.

“The Act of Killing” (2012) menawarkan perspektif yang sangat berbeda, tetapi sama-sama menggugah. Dengan meminta para pelaku pembantaian massal di Indonesia untuk merekonstruksi kejahatan mereka, Joshua Oppenheimer menciptakan film yang mengerikan dan menantang, memaksa kita untuk mempertanyakan sifat kekerasan dan tanggung jawab.

Film ini memicu perdebatan nasional yang penting tentang sejarah Indonesia dan warisan kekerasan yang terus menghantui negara tersebut.

“Citizenfour” (2014) membawa kita ke jantung salah satu kebocoran informasi paling signifikan dalam sejarah, mendokumentasikan pertemuan rahasia antara Laura Poitras dan Edward Snowden. Film ini tidak hanya mengungkap program pengawasan massal pemerintah AS, tetapi juga memicu perdebatan global tentang privasi, keamanan nasional, dan kebebasan sipil.

Film dokumenter juga berperan penting dalam mempromosikan pemahaman lintas budaya dan toleransi. Dengan menceritakan kisah-kisah tentang kehidupan dan budaya yang berbeda, film dokumenter dapat membantu kita untuk mengatasi prasangka dan stereotip, serta membangun jembatan antar kelompok masyarakat.

Film-film tentang pengungsi, imigran, dan kelompok minoritas seringkali memberikan perspektif yang manusiawi dan menggugah, membantu kita untuk memahami perjuangan dan harapan mereka.

Kekuatan Narasi Visual: Menggugah Emosi, Membentuk Opini
Efektivitas film dokumenter sebagai alat untuk memengaruhi opini publik tidak hanya terletak pada informasi faktual yang disajikannya, tetapi juga pada kemampuannya untuk memanfaatkan kekuatan narasi visual.

Melalui penggunaan gambar, suara, musik, dan editing yang cermat, film dokumenter dapat menciptakan pengalaman yang mendalam dan menggugah bagi penonton, membangkitkan emosi yang kuat dan memicu refleksi yang mendalam.

Narasi visual yang efektif dapat membantu penonton untuk terhubung secara pribadi dengan isu-isu yang disajikan dalam film. Dengan melihat wajah-wajah orang yang terkena dampak langsung oleh masalah tertentu, kita dapat merasakan empati dan kepedulian yang lebih besar.

Film dokumenter yang berhasil menggugah emosi penonton cenderung lebih efektif dalam mengubah sikap dan perilaku mereka. Emosi seperti kesedihan, kemarahan, harapan, dan inspirasi dapat memotivasi kita untuk bertindak dan membuat perubahan positif dalam hidup kita dan di dunia sekitar kita.

Namun, penting untuk diingat bahwa narasi visual juga dapat dimanipulasi untuk tujuan propaganda atau disinformasi. Oleh karena itu, penting bagi penonton untuk bersikap kritis dan analitis terhadap film dokumenter, mempertimbangkan sumber informasi, perspektif pembuat film, dan konteks sosial dan politik di mana film tersebut ditayangkan.

Tantangan dan Tanggung Jawab di Era Digital
Di era digital, film dokumenter menghadapi tantangan baru dan kompleks. Meskipun platform streaming dan media sosial telah membuka peluang baru untuk distribusi dan jangkauan, film dokumenter juga harus bersaing dengan banjir informasi dan hiburan yang konstan.

Selain itu, algoritma platform media sosial dapat membatasi paparan penonton terhadap perspektif yang beragam, menciptakan filter bubble yang memperkuat keyakinan yang sudah ada.

Dalam konteks ini, penting bagi para pembuat film dokumenter untuk menjunjung tinggi standar etika dan profesionalisme yang tinggi. Mereka harus memastikan bahwa informasi yang disajikan akurat, seimbang, dan adil, serta menghindari manipulasi emosi dan propaganda.

Penonton juga memiliki tanggung jawab untuk bersikap kritis dan memverifikasi informasi dari berbagai sumber, serta mencari perspektif yang beragam untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Kesimpulan
Film dokumenter memiliki potensi besar untuk memengaruhi opini publik dan mendorong perubahan sosial. Dengan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu penting, mempromosikan pemahaman lintas budaya, dan menggunakan narasi visual yang kuat, film dokumenter dapat menjadi kekuatan yang luar biasa untuk kebaikan.

Namun, efektivitas film dokumenter bergantung pada kualitas film, kredibilitas sumber informasi, dan kemampuan penonton untuk berpikir kritis dan analitis. Di era digital yang penuh dengan informasi dan disinformasi, film dokumenter yang bertanggung jawab dan berwawasan memiliki peran yang semakin penting dalam membentuk dunia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Muhamad Azka Haitami
Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

 

Perjalanan Mudik Lebih Nyaman, Bayar Tol Pakai BRIZZI!

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat dalam rangka menyambut momen mudik dan Hari Raya Idulfitri 1446 H.

BRI melalui kartu elektronik BRIZZI menghadirkan solusi pembayaran non-tunai yang praktis untuk berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk mempermudah transaksi selama perjalanan mudik.

Direktur Retail Funding and Distribution BRI Andrijanto menyampaikan bahwa BRIZZI memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalani perjalanan mudik.

“BRI memahami tingginya mobilitas masyarakat dan peningkatan volume kendaraan selama mudik Lebaran. Untuk itu, BRIZZI diharapkan menjadi solusi praktis yang mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, termasuk dalam pembayaran tarif tol, sehingga perjalanan dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan efisien,” ujarnya.

Untuk memudahkan pengisian saldo BRIZZI, BRI menghadirkan beragam kanal top-up yang mudah diakses. Pengguna dapat mengisi saldo melalui ATM BRI, AgenBRILink, dan EDC BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Agar lebih mudah, top-up BRIZZI dapat dilakukan melalui super apps BRImo. Pengguna cukup menempelkan kartu BRIZZI ke ponsel yang mendukung fitur NFC (Near Field Communication) untuk pengisian saldo secara instan dan praktis. Selain itu, top-up juga tersedia di platform e-commerce seperti Blibli dan Shopee, serta melalui aplikasi pembayaran digital seperti Dana.

Untuk kemudahan di tingkat ritel, pengisian saldo dapat dilakukan di Indomaret, Alfamart, Alfamidi, dan Dandan. Tak hanya itu, layanan top-up juga tersedia di sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti Bank Jateng dan Bank Kalsel.

Andrijanto menambahkan bahwa mudik adalah momen berharga bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

“BRI memahami bahwa setiap perjalanan mudik membawa harapan untuk bertemu dan berbagi kebahagiaan bersama orang-orang tercinta. Dengan kemudahan top-up BRIZZI melalui berbagai kanal, BRI ingin senantiasa membersamai masyarakat dalam setiap langkah perjalanan, sehingga momen kebersamaan di kampung halaman dapat dinikmati dengan lebih tenang dan lancar,” jelasnya.

Sebagai bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses keuangan digital dan mendorong transaksi digital, BRIZZI berperan penting dalam mempermudah transaksi masyarakat.

Hingga akhir Desember 2024, lebih dari 24 juta kartu BRIZZI telah digunakan, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap solusi pembayaran non-tunai yang praktis dan andal.

BRIZZI tidak hanya menawarkan kemudahan dalam setiap transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital yang didorong oleh BRI.

Dengan akses top-up yang luas dan praktis, BRIZZI hadir untuk terus membersamai masyarakat dalam setiap perjalanan, memberikan pengalaman transaksi yang aman dan nyaman.***

DPRD Kota Bogor Bersama PWI Kota Bogor Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor mendukung terselenggaranya acara buka puasa bersama (bukber) sekaligus santunan untuk ratusan anak yatim dan dhuafa dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke 79, yang diinisiasi oleh PWI Kota Bogor, Selasa (18/3/2025)

Pada acara yang digelar di Mako PWI Kota Bogor, hadir Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, Wakil Ketua I, M. Rusli Prihatevy, Wakil Ketua II, Zenal Abidin, Wakil Ketua III, Dadang Iskandar Danubrata, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima, Anggota Komisi I, Asep Nadzarullah dan Anggota Komisi IV, Tri Riyanto Andhika Putra.

Pada acara tersebut, Adityawarman menyampaikan apresiasinya kepada PWI Kota Bogor sebagai pilar keempat demokrasi yang sudah menjadi mitra strategis bagi DPRD dalam membangun Kota Bogor dan menyajikan informasi kepada masyarakat.

“DPRD mengapresiasi PWI yang sudah menjadi jembatan pemerintah dan masyarakat dengan memberikan informasi yang berimbang dan akurat. Menjadi pilar keempat demokrasi,” kata Adit.

Selain itu, Adityawarman juga mengajak kepada seluruh insan pers dan anggota PWI Kota Bogor untuk saling bergandengan tangan demi pembangunan Kota Bogor yang berkelanjutan.

DPRD Kota Bogor Bersama PWI Kota Bogor Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

“Tentu saja berbagai hal tidak bisa diselesaikan sendirian, kita harus bergandengan tangan. Pemkot bogor, DPRD dan masyarakat untuk bisa berbarengan,” ungkap Adit.

Dilokasi yang sama, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy, menyampaikan bahwa dengan banyaknya kegiatan yang diinisiasi oleh PWI Kota Bogor. Maka DPRD Kota Bogor akan memperjuangkan PWI Kota Bogor bisa mendapatkan dana hibah.

Hal ini bertujuan untuk menjadi pondasi kegiatan PWI Kota Bogor yang telah disusun berdasarkan rencana kerja (renja).

“Sehingga setiap kegiatan positif yang diinisiasi oleh PWI Kota Bogor bisa mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Kota Bogor,” jelas Rusli.

Dalam kegiatan bertajuk “Jalin Silaturahmi dan Kolaborasi, PWI Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci” itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Anggota DPRD Jawa Barat Fetty Anggraenidini, Korwil PWI Jawa Barat Danang Donoroso, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Kota Bogor Jenal Abidin, perwakilan Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Anggota DPRD Jawa Barat Fetty Anggraenidini mengaku bangga melihat kekompakan dan kebersamaan yang dilakukan oleh PWI Kota Bogor, sehingga kegiatan yang sangat mulia ini bisa berlangsung dengan baik. Pihaknya juga mengaku akan selalu memberi dukungan terhadap kegaiatan PWI.

“Saya pun mengajak kepada semua baik itu pemerintah kota Bogor maupun DPRD Kota Bogor untuk berkolaborasi, bersinergi dalam membangun Jawa Barat, khusus Kota Bogor yang juga merupakan daerah pemilihan saya hingga terpilih di DPRD Jawa Barat,” ungkapnya.

Fetty juga turut mendoakan dengan bertambahnya usia PWI Kota Bogor yang kini ke-79 bisa makin matang dan bisa semakin dewasa, serta profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Di tengah bulan suci Romadhon itu menjadi hari yang istimewa, semoga di bulan suci ini apa yang menjadi cita-cita kita bersama dapat dikabulkan Allah SWT. Apalagi di tengah acara ini kita mengundang banyak anak yatim dan dhuafa sebanyak 200 anak. Tetap kritis dan konstruktif serta selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, maka kita jadikan sinergi ini sebagai kekuatan dalam membangun Kota Bogor yang lebih baik,” jelasnya.

Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, bahwa kegiatan santunan ini sangatlah penting, sebab di bulan yang penuh berkah ini memang seharusnya insan manusia untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan dhuafa.

“Sehingga dengan adanya buka puasa bersama yang diawali santunan anak yatim, kami dari Pemerintah Kota Bogor sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Kami do’akan apa yang sudah diberikan, harta yang kita sisihkan untuk anak-anak yatim ini menjadi pahala bagi kita semua,” ucap Jenal Mutaqin saat memberi sambutan di kegiatan bukber dan santunan anak yatim di Sekretariat PWI Kota Bogor.

Dia pun menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota Bogor Dedie A Rachim tidak bisa hadir, beliau harus menghadiri kegiatan di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna membahas persoalan jalan amblas di Batutulis. Ia meminta kepada semua pihak, terlebih kepada para penguna jalan dan masyarakat sekitar untuk bersabar.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini pun mengungkapkan bahwa para pengurus PWI Kota Bogor ini bukan siapa-siapa lagi, karena selama dia di DPRD dan setiap ada kegiatan di PWI dirinya selalu hadir, sehingga baginya para pengurus PWI sudah menjadi saudara, sahabat dan teman yang selalu hadir membantu menyampaikan program-program DPRD kepada masyarakat malalui pemberitaan.

“Makanya saya tegaskan kepada Ketua PWI Kota Bogor kang Aldo, meski saya sekarang berada di Pemerintah Kota Bogor, saya masih sama dengan yang dulu, tidak berubah, dan saya selalu hadir di setiap kegiatan PWI Kota Bogor. Apalagi tema yang diangkat dalam kegiatan ini sangat tepat, yaitu menjalin silaturahmi dan kolaborasi,” ujarnya.

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama Anggota DPRD Jawa Barat Fetty Anggraenidini yang jauh telah menyempatkan diri untuk datang menghadiri buka puasa bersama dan santunan anak yatim.

Pria yang akrab disapa Aldo itu menuturkan, sebetulnya kegiatan santunan ini awalnya hanya memprioritaskan anak-anak yatim yang orang tuanya berprofesi wartawan. Namun dengan dukungan dari semua pihak, mulai dari Pemkot Bogor, DPRD dan mitra strategis yang selama ini bersinergi membuat PWI bukan hanya memprioritaskan anak wartawan, tetapi masyarakat umum lainnya dapat diundang untuk sama-sama diberi perhatian.

“Sehingga tahun ini kami dapat mengundang sebanyak 200 anak yatim. Kita beri kebahagiaan, kita beri senyuman di bulan yang penuh berkah ini. Untuk itu, sekali lagi saya sampai banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah mensupport sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Aldo.***

Membangun Karir Akademik: Kisah Inspiratif Ratih Pratiwi di Dunia Pendidikan Akuntansi

0

Bogordaily.net – Ratih Pratiwi, S.E., M.Ak., adalah Ketua Program Studi Akuntansi Sekolah Vokasi IPB. Beliau lahir pada 23 Juni 1987 di Kota Bogor, tempat yang menjadi saksi tumbuh kembangnya hingga saat ini. Meski tidak terlintas dalam pikirannya saat kecil untuk menjadi seorang dosen, perjalanan hidup membawa Ibu Ratih ke dunia akademik yang kini menjadi karier utamanya.

Pada masa SMA, Ratih lebih tertarik pada pelajaran-pelajaran sosial. Hal ini mendorongnya untuk memilih jurusan IPS di SMA Negeri 6 Bogor. Di sinilah awal mula ketertarikannya pada dunia ekonomi dan akuntansi mulai tumbuh.

Selama mengikuti pelajaran ekonomi, Ibu Ratih merasa pelajaran akuntansi memberikan pemahaman yang lebih mudah dan menyenangkan, bahkan nilai akuntansinya lebih baik dibandingkan dengan pelajaran lainnya.

Dari sinilah, ia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di bidang ekonomi, yang menurutnya sangat sesuai dengan minat dan passion-nya.

Ibu Ratih menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Pakuan dan melanjutkan studi Magister Akuntansi di Universitas Pancasila. Saat menjalani masa kuliah, beliau dikenal sebagai mahasiswa yang sangat disiplin dan gemar mencatat setiap materi yang disampaikan oleh dosen.

Menurut Ibu Ratih, mencatat materi kuliah sangat membantunya dalam memahami dan mengingat materi yang dipelajari. Berkat ketekunannya, Ibu Ratih hanya membutuhkan waktu 3,5 tahun untuk menyelesaikan kuliah S1-nya.

Selain fokus pada kuliah, Ratih juga mulai bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan kayu pada semester 7. Keputusan untuk bekerja pada saat itu diambil karena Ibu Ratih hanya tinggal menyusun skripsi untuk menyelesaikan kuliah.

Dari hasil kerja tersebut, ia merasa bangga karena bisa membayar uang SPP kuliahnya dengan penghasilan sendiri. Bagi Ratih, ini merupakan pencapaian yang sangat berarti dan memberikan rasa mandiri yang luar biasa.

Setelah lulus kuliah, meskipun sudah menjadi akuntan di perusahaan kayu, Ratih memutuskan untuk melanjutkan karier di bidang akademik. Ia berhenti bekerja di perusahaan kayu dan mulai mengajar di Sekolah Vokasi IPB.

Awalnya, Ratih merintis karier sebagai asisten dosen (asdos), namun dengan pengalaman dan kontrak kerja yang semakin panjang, pada tahun 2010 beliau pun menjadi dosen tetap di Sekolah Vokasi IPB. Ratih mengampu beberapa mata kuliah, di antaranya Sistem Informasi Akuntansi, Komputer Aplikasi Akuntansi, Akuntansi Biaya dan Manajemen Keuangan.

Sebagai seorang dosen, Ratih tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai sertifikasi.

Ia memiliki sertifikasi di berbagai bidang, seperti sertifikasi kompetensi yaitu Chartered Institute Logistic dan Transport, Computerised Accounting with MYOB Accounting V22, Certified Accurate Professional (CAP), dan Registered Securities Analyst (RSA). Hal tersebut dirasa penting untuk menunjang profesinya sebagai dosen akuntansi.

Selain itu, Ratih juga aktif mengikuti sertifikasi lainnya dengan tujuan untuk terus berkembang.

Salah satu kekhawatiran Ratih adalah profesi akuntansi yang bisa saja tergantikan oleh perkembangan teknologi.

Oleh karena itu, beliau merasa penting untuk terus meningkatkan kompetensi agar tetap relevan dan berdaya saing di bidang akuntansi.

Tak hanya mengajar, Ratih juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Akuntansi di Sekolah Vokasi IPB.

Dalam posisi ini, beliau bertanggung jawab atas berbagai tugas administratif, termasuk menyusun kurikulum, mengembangkan perancangan produk mahasiswa, serta berbagai tugas lainnya yang berhubungan dengan jalannya program studi.

Pengalaman menjadi Sekretaris Prodi memberikan Ibu Ratih banyak pembelajaran berharga, yang akhirnya mengantarkannya pada posisi yang lebih tinggi.

Pada tahun 2023, Ratih terpilih menjadi Ketua Program Studi Akuntansi Sekolah Vokasi IPB. Dengan pengalaman yang luas dan pengetahuan yang mumpuni, beliau siap mengemban tanggung jawab besar ini.

Dalam peran barunya, Ratih terus memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan Program Studi Akuntansi, sekaligus memperkuat posisi Sekolah Vokasi IPB sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas.

Selain aktif mengajar di kampus, Ratih juga sering diundang sebagai dosen tamu di berbagai kesempatan. Berkat reputasinya sebagai dosen yang kompeten, beliau sering diminta untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mahasiswa dan kolega dari berbagai institusi.

Sebagai seorang akademisi, Ibu Ratih memiliki visi untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga memberikan inspirasi dan dorongan bagi mahasiswa untuk terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun dalam kehidupan pribadi.

Selain itu, Ratih Pratiwi juga sering melakukan pengabdian masyarakat, di antaranya menjadi Relawan Pajak kerja sama antara Tax Center IPB dengan Kanwil DJP Jawa Barat III, Pengelolaan Keuangan bagi Ibu-ibu PKK di Cihideung Udik, pelatihan penyusunan laporan keuangan bagi anak-anak Panti Asuhan Alqi Ceria dan pengabdian masyarakat lainnya.

Dalam menjalani profesinya sebagai dosen, Ibu Ratih selalu menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran dan kemampuan untuk menempatkan diri dengan baik di berbagai situasi. Ia mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjaga sikap profesional dan memiliki integritas yang tinggi, baik di dunia akademik maupun di dunia kerja. Menurut Ibu Ratih, kejujuran adalah landasan utama dalam meraih kesuksesan dan membangun karier yang berkelanjutan.

Ratih Pratiwi juga berpesan agar mahasiswa senantiasa berani berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan terus mengejar impian mereka. Dengan tekad, kerja keras, dan kejujuran, Ratih Pratiwi yakin bahwa setiap mahasiswa bisa mencapai tujuan hidupnya. Ia berharap dapat terus memberikan kontribusi yang bermanfaat, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat luas.

Melalui perjalanan karir yang panjang dan penuh tantangan, Ibu Ratih Pratiwi telah membuktikan bahwa kerja keras, semangat belajar, dan integritas adalah kunci untuk mencapai sukses. Kini, sebagai Ketua Program Studi Akuntansi di IPB, beliau terus mengabdi dan berkomitmen untuk menjadikan pendidikan akuntansi lebih relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.***

Muhammad Haqqi
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media
Sekolah Vokasi IPB

Transformasi dan Perkembangan Komunikasi Digital di Era Modern

0

Bogordaily.net – Era digital telah membawa perubahan revolusioner dalam cara manusia berkomunikasidan berinteraksi. Transformasi ini tidak hanya mengubah medium komunikasi, tetapi juga telah menciptakan paradigma baru dalam berbagai aspek kehidupan manusia.Perkembangan teknologi komunikasi digital telah menghapus batasan geografis, mempercepat pertukaran informasi, dan menciptakan peluang baru dalam berbagai sektor kehidupan.

Dalam dua dekade terakhir, kita telah menyaksikan percepatan luar biasa dalam evolusi teknologi komunikasi digital. Mulai dari munculnya internet, berkembangnya smartphone, hingga hadirny platform media sosial dan teknologi 5G, setiap inovasi telah membawa perubahan signifikan dalam landscape komunikasi global. Fenomena ini tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga telah menggeser fondasi dasar interaksi sosial, bisnis, pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Evolusi Teknologi Komunikasi Digital dan Perkembangan Infrastruktur Digital
Infrastruktur komunikasi digital telah mengalami perkembangan pesat sejak era dial-up internet hingga era 5G. Implementasi jaringan fiber optik dan teknologi wireless broadband telah menciptakan backbone komunikasi yang lebih cepat dan reliable.

Perkembangan ini telah memungkinkan transfer data dalam volume besar dengan latency minimal, membuka peluang bagi aplikasi-aplikasi yang membutuhkan konektivitas real-time.Teknologi 5G menjadi milestone penting dalam evolusi infrastruktur komunikasi digital. Dengan kecepatan transfer data yang mencapai puluhan gigabit per detik,teknologi ini membuka kemungkinan baru dalam komunikasi machine-to-machine,Internet of Things (IoT), dan aplikasi-aplikasi yang membutuhkan bandwidth tinggi.

Implementasi edge computing juga telah meningkatkan efisiensi pengolahan data, mengurangi latency, dan meningkatkan pengalaman pengguna dalam komunikasi digital.Cloud computing telah menghadirkan revolusi dalam penyimpanan dan pengolahan data komunikasi. Platform-platform cloud telah memungkinkan akses ke layanan komunikasi yang scalable dan cost-effective. Teknologi ini juga telah mendorong inovasi dalam pengembangan aplikasi komunikasi yang lebih canggih dan terintegrasi.

Platform dan Aplikasi Komunikasi Digital
Media sosial telah menjadi pilar utama dalam ekosistem komunikasi digital modern.Platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn telah menciptakan ruang virtual untuk interaksi sosial, berbagi informasi, dan networking profesional. Setiap platform memiliki karakteristik unik yang mempengaruhi cara pengguna berkomunikasi dan berinteraksi.

Aplikasi messaging seperti WhatsApp, Telegram, dan WeChat telah mengubah cara orang berkomunikasi secara personal maupun profesional. Fitur-fitur seperti end-to-end encryption, group chat, dan sharing media telah menjadi standar dalam komunikasi digital modern. Platform video conference seperti Zoom dan Microsoft Teams telah menjadi tulang punggung komunikasi bisnis dan pendidikan, terutama sejak pandemic COVID-19.Artificial Intelligence dan Machine Learning telah membawa dimensi baru dalam komunikasi digital. Chatbot dan asisten virtual yang didukung AI telah meningkatkan efisiensi customer service dan automasi komunikasi.

Natural Language Processing (NLP) telah memungkinkan interaksi yang lebih natural antara manusia dan mesin.Dalam era digital, komunikasi tidak lagi terbatas pada media tradisional seperti surat, telepon, atau tatap muka. Kini, dengan adanya teknologi digital, kita dapat berkomunikasi dengan siapa saja di seluruh dunia secara instan melalui berbagai platform seperti email, pesan instan, video call, dan media sosial. Teknologi ini telah menghapus batasan geografis, memungkinkan kita untuk terhubung dengan orang- orang di seluruh penjuru dunia, tanpa memandang jarak dan waktu.

Selain itu, digitalisasi juga memungkinkan pertukaran informasi terjadi dengan sangat cepat. Informasi yang dulunya memerlukan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu untuk sampai ke tangan penerima, kini dapat disampaikan dalam hitungan detik. Hal ini tentunya memberikan dampak besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk bisnis, pendidikan, dan pemerintahan. Misalnya, dalam dunia bisnis, komunikasi yang cepat dan efisien memungkinkan perusahaan untuk merespons kebutuhan pasar dengan lebih cepat dan efektif.

Dampak Komunikasi Digital pada Berbagai Sektor Transformasi Bisnis dan
Ekonomi Digital
Komunikasi digital telah mengubah landscape bisnis secara fundamental. E-commerce dan digital market place telah menciptakan model bisnis baru yang mengandalkan komunikasi digital sebagai medium utama. Platform-platform ini telah mengubah cara konsumen berinteraksi dengan brand dan melakukan transaksi.Remote working dan virtual collaboration telah menjadi norma baru dalam dunia kerja. Platform kolaborasi digital telah memungkinkan tim untuk bekerja secara efektif tanpa batasan geografis.Hal ini telah mengubah struktur organisasi tradisional dan menciptakan budaya kerja yang lebih fleksibel.Digital marketing dan social media marketing telah mengubah cara bisnis berkomunikasi dengan konsumen. Personalisasi pesan marketing melalui
analisis big data telah meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran. Influencer marketing dan content marketing telah menjadi strategi utama dalam membangun engagement dengan audiens digital.

Era digital telah membawa perubahan revolusioner dalam cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi. Transformasi ini tidak hanya mengubah medium komunikasi, tetapi juga telah menciptakan paradigma baru dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Perkembangan teknologi komunikasidigital telah menghapus batasan geografis, mempercepat pertukaran informasi, dan menciptakan peluang baru dalam berbagai sektor kehidupan.

Dalam dua dekade terakhir, kita telah menyaksikan percepatan luar biasa dalam evolusi teknologi komunikasi digital. Mulai dari munculnya internet, berkembangnya smartphone, hingga hadirnya platform media sosial dan teknologi 5G, setiap inovasi telah membawa perubahan signifikan dalam landscape komunikasi global. Fenomena ini tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga telah menggeser fondasi dasar interaksi sosial, bisnis, pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Pengaruh Media Sosial dalam Interaksi Sosial
Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn telah mengubah cara kita berinteraksi dan berbagi informasi. Media sosial memungkinkan kita untuk tetap terhubung dengan teman, keluarga, dan rekan kerja, bahkan jika mereka berada di tempat yang jauh. Selain itu, media sosial juga memberikan kesempatan bagi individu dan bisnis untuk membangun dan mempromosikan brand mereka, serta menjangkau audiens yang lebih luas.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa tantangan tersendiri. Salah satunya adalah masalah privasi dan keamanan data. Informasi pribadi yang kita bagikan di media sosial dapat dengan mudah diakses oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan risiko penyalahgunaan data. Selain itu, media sosial juga dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang salah atau hoaks, yang dapat merusak reputasi individu atau organisasi.Di bidang pendidikan, teknologi digital telah membuka peluang baru untuk pembelajaran dan pengajaran.

Platform e-learning (kelas online) memungkinkan siswa untuk mengakses materi pembelajaran dari mana saja dan kapan saja. Teknologi ini juga memungkinkan guru untuk menyampaikan pelajaran dengan cara yang lebih interaktif dan menarik, serta memberikan umpan balik yang cepat kepada siswa. Namun, pendidikan di era digital juga menghadapi tantangan, seperti kesenjangan akses terhadap teknologi dan internet di beberapa daerah. Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap perangkat teknologi dan koneksi internet yang stabil, sehingga menciptakan kesenjangan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dari pemerintah dan berbagai pihak untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan akses yang sama terhadap teknologi digital dalam pendidikan.***

Quenny Zada Amatillah
IPB UNIVERSITY
KOMUNIKASI DIGITAL DAN MEDIA

Kejahatan Mutilasi (Koper Merah) di Ngawi: Refleksi atas Keamanan dan Kesejahteraan Masyarakat

0
Bogordaily.net – Kasus mayat perempuan yang dimutilasi yang ditemukan dalam sebuah koper merah di Ngawi baru-baru ini muncul dan menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan publik .Kejahatan mengerikan seperti ini tidak hanya mengguncang rasa aman ,tetapi juga memaksa kita semua untuk merenungkan kembali keadaan aman dan kesejahteraan di sekitar kita terutama bagi kaum wanita .Dalam artikel ini ,saya akan membagikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan
Pertama, pentingnya peningkatan keamanan di lingkungan sekitar. Kejahatan seperti ini sering kali terjadi di tempat-tempat yang kurang terawasi dan memiliki tingkat keamanan yang rendah terutama bagi kaum wanita . Menurut Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Farman, “Pelaku diduga melakukan tindakan ini di lokasi yang sepi dan minim pengawasan” (CNN Indonesia, 2025). Oleh karena itu, pemerintah dan aparat keamanan perlu bekerja sama untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah-daerah rawan kejahatan. Selain itu, masyarakat juga harus lebih proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan mereka dengan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Masyarakat yang saling peduli dan bekerja sama dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terlindungi dari ancaman kriminal.
Kedua, peran pendidikan dalam mencegah kejahatan. Pendidikan yang baik tidak hanya mencakup aspek akademis, tetapi juga moral dan etika. Dengan menanamkan nilai-nilai moral yang kuat sejak dini, kita dapat membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab dan memiliki empati terhadap sesama. Sekolah dan lembaga pendidikan harus lebih aktif dalam mengajarkan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan menjauhi tindakan kekerasan. Kurikulum yang mencakup pendidikan karakter dan keterampilan hidup akan membantu anak-anak dan remaja memahami dampak dari tindakan kekerasan dan pentingnya hidup dalam harmoni. Sebagai contoh, program-program anti-bullying di sekolah telah terbukti efektif dalam mengurangi perilaku kekerasan di kalangan remaja.
Ketiga, pentingnya dukungan psikologis bagi masyarakat. Banyak pelaku kejahatan yang memiliki latar belakang psikologis yang bermasalah. .Oleh karena itu, pemerintah perlu menyediakan layanan kesehatan mental yang mudah diakses oleh masyarakat. Dengan adanya dukungan psikologis yang memadai, diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya tindakan kriminal yang disebabkan oleh gangguan mental. Program-program konseling dan terapi perlu diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan bantuan. Selain itu, masyarakat juga harus diberi edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Selanjutnya, media juga memiliki peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kejahatan. Media harus lebih bijak dalam memberitakan kasus-kasus kriminal dengan tidak mengeksploitasi korban dan tidak memberikan panggung bagi pelaku kejahatan. Pemberitaan yang sensasional hanya akan menambah ketakutan di kalangan masyarakat dan tidak memberikan solusi yang konstruktif. Media harus fokus pada edukasi dan informasi yang dapat membantu masyarakat memahami cara-cara pencegahan kejahatan dan pentingnya kerjasama dengan pihak keamanan. Berita yang menyajikan solusi dan langkah-langkah pencegahan akan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai contoh, liputan mendalam tentang upaya kepolisian dalam meningkatkan keamanan lingkungan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan mereka.
Tidak hanya itu, peran komunitas dalam menjaga keamanan lingkungan juga tidak kalah penting. Masyarakat harus aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan keamanan, seperti siskamling atau patroli lingkungan. Selain itu, kerjasama dengan aparat keamanan juga harus ditingkatkan. Dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan, diharapkan dapat mencegah terjadinya kejahatan dan meningkatkan rasa aman di lingkungan. Program-program kemitraan antara polisi dan masyarakat, seperti siskamling dan kegiatan patroli bersama, dapat memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga keamanan lingkungan.
Lebih lanjut, pentingnya regulasi yang mendukung upaya pencegahan kejahatan juga harus menjadi perhatian. Pemerintah harus menetapkan kebijakan yang dapat mendorong peningkatan keamanan, seperti pembangunan fasilitas umum yang aman dan penyediaan layanan darurat yang cepat dan efektif. Kebijakan yang berpihak pada keamanan masyarakat akan memberikan dampak positif yang signifikan. Misalnya, penerapan sistem CCTV di area-area publik yang rawan kejahatan dapat membantu mencegah tindakan kriminal dan memudahkan proses penangkapan pelaku kejahatan.
Kasus mutilasi wanita dalam koper di Ngawi adalah sebuah tragedi yang harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Kejahatan yang begitu keji ini tidak hanya mengguncang rasa aman, tetapi juga memaksa kita untuk merenungkan kembali kondisi keamanan dan kesejahteraan di lingkungan kita. Kejahatan seperti ini tidak boleh terulang lagi di masa depan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan keamanan, pendidikan, dukungan psikologis, dan kerjasama untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan lebih aman.
Pertama, pentingnya peningkatan keamanan di lingkungan sekitar. Kejahatan seperti ini sering kali terjadi di tempat-tempat yang kurang terawasi dan memiliki tingkat keamanan yang rendah. Menurut Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Farman, “Pelaku diduga melakukan tindakan ini di lokasi yang sepi dan minim pengawasan” (CNN Indonesia, 2025). Oleh karena itu, pemerintah dan aparat keamanan perlu bekerja sama untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah-daerah rawan kejahatan. Selain itu, masyarakat juga harus lebih proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan mereka dengan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Masyarakat yang saling peduli dan bekerja sama dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terlindungi dari ancaman kriminal.
Kedua, peran pendidikan dalam mencegah kejahatan. Pendidikan yang baik tidak hanya mencakup aspek akademis, tetapi juga moral dan etika. Dengan menanamkan nilai-nilai moral yang kuat sejak dini, kita dapat membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab dan memiliki empati terhadap sesama. Sekolah dan lembaga pendidikan harus lebih aktif dalam mengajarkan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan menjauhi tindakan kekerasan. Kurikulum yang mencakup pendidikan karakter dan keterampilan hidup akan membantu anak-anak dan remaja memahami dampak dari tindakan kekerasan dan pentingnya hidup dalam harmoni. Sebagai contoh, program-program anti-bullying di sekolah telah terbukti efektif dalam mengurangi perilaku kekerasan di kalangan remaja.
Ketiga, pentingnya dukungan psikologis bagi masyarakat. Banyak pelaku kejahatan yang memiliki latar belakang psikologis yang bermasalah. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 15% dari total populasi Indonesia mengalami gangguan mental ringan hingga berat. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyediakan layanan kesehatan mental yang mudah diakses oleh masyarakat. Dengan adanya dukungan psikologis yang memadai, diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya tindakan kriminal yang disebabkan oleh gangguan mental. Program-program konseling dan terapi perlu diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan bantuan. Selain itu, masyarakat juga harus diberi edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Selanjutnya, media juga memiliki peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kejahatan. Media harus lebih bijak dalam memberitakan kasus-kasus kriminal dengan tidak mengeksploitasi korban dan tidak memberikan panggung bagi pelaku kejahatan. Pemberitaan yang sensasional hanya akan menambah ketakutan di kalangan masyarakat dan tidak memberikan solusi yang konstruktif. Media harus fokus pada edukasi dan informasi yang dapat membantu masyarakat memahami cara-cara pencegahan kejahatan dan pentingnya kerjasama dengan pihak keamanan. Berita yang menyajikan solusi dan langkah-langkah pencegahan akan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai contoh, liputan mendalam tentang upaya kepolisian dalam meningkatkan keamanan lingkungan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan mereka.
Tidak hanya itu, peran komunitas dalam menjaga keamanan lingkungan juga tidak kalah penting. Masyarakat harus aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan keamanan, seperti siskamling atau patroli lingkungan. Selain itu, kerjasama dengan aparat keamanan juga harus ditingkatkan. Dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan, diharapkan dapat mencegah terjadinya kejahatan dan meningkatkan rasa aman di lingkungan. Program-program kemitraan antara polisi dan masyarakat, seperti siskamling dan kegiatan patroli bersama, dapat memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga keamanan lingkungan.
Lebih lanjut, pentingnya regulasi yang mendukung upaya pencegahan kejahatan juga harus menjadi perhatian. Pemerintah harus menetapkan kebijakan yang dapat mendorong peningkatan keamanan, seperti pembangunan fasilitas umum yang aman dan penyediaan layanan darurat yang cepat dan efektif. Kebijakan yang berpihak pada keamanan masyarakat akan memberikan dampak positif yang signifikan. Misalnya, penerapan sistem CCTV di area-area publik yang rawan kejahatan dapat membantu mencegah tindakan kriminal dan memudahkan proses penangkapan pelaku kejahatan.
Terakhir penjagaan diri bagi para kaum wanita dengan belajar dasar bela diri untuk keamanan dirinya dan mengjindari pergi sendiri ke tempat sepi dan gelap ,serta selalu siaga dengan membawa barang bela diri yang sudah banyak di jual di  E-commerce seperti lipstick yang ternyata isinya senjata tajam untuk menjaga diri jika dibutuhkan
Kasus mutilasi wanita dalam koper di Ngawi adalah sebuah tragedi yang harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Kejahatan seperti ini tidak boleh terulang lagi di masa depan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan keamanan, pendidikan, dukungan psikologis, dan kerjasama untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan lebih aman terutama bagi kaum wanita dengan tidaki mudah percaya dengan siapapun itu.Dengan adanya upaya yang terpadu dan komprehensif, kita dapat mengurangi potensi terjadinya kejahatan dan membangun lingkungan yang harmonis dan sejahtera bagi semua.***
Quenny Zada Amatillah 
IPB UNIVERSITY
KOMUNIKASI DIGITAL DAN MEDIA

Album Jalaran Sadrah Barasuara Berhasil Sabet AMI Awards 2024

0

Bogordaily.net – Album Jalaran Sadrah merupakan karya monumental dari Barasuara yang merayakan kematangan dan keberanian perkembangan musikal mereka. Diluncurkan setelah suksesnya dua album sebelumnya, album ini menandai langkah signifikan dalam perjalanan artistik grup ini.

Terdiri dari sembilan lagu, Jalaran Sadrah menyelami kedalaman emosional dan intelektual, menggabungkan unsur-unsur rock alternatif, musik progresif, serta sentuhan elemen tradisional Indonesia yang memikat.

Dengan lirik yang puitis dan sarat makna, serta aransemen yang kompleks, album ini menawarkan pengalaman mendengarkan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah pemikiran dan perasaan pendengar.

Lebih dari sekadar kumpulan lagu, album ini adalah sebuah perjalanan emosional dan intelektual yang mendorong pendengarnya untuk merenung, berpikir, dan merasakan hubungan dengan berbagai tema kehidupan yang dihadirkan.

Barasuara berhasil menciptakan musik yang menggugah jiwa, bersamaan dengan cerita-cerita yang sangat relevan mengenai perasaan manusia, seperti ketidakpastian, harapan, kehilangan, penerimaan, dan penemuan diri.

Setiap lagu dalam album ini memiliki karakteristik unik, namun tetap saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman mendalam yang tak terlupakan. Lagu pembuka, Antea, segera menciptakan suasana yang introspektif.

Kombinasi melodi lembut dan tempo menantang mengajak pendengar memasuki dunia Jalaran Sadrah dengan rasa ingin tahu yang melimpah.

Lebih dari sekadar sebuah pembukaan, lagu ini menjadi jembatan menuju perjalanan emosional yang akan dihadapi sepanjang album. Antea mengundang pendengar untuk merenung, menetapkan nada untuk lagu-lagu selanjutnya.

Selanjutnya, Etalase membawa pendengar ke dalam suasana yang lebih dinamis dan berirama. Dengan tema mengenai persepsi dunia dan cara kita memandang realitas, lagu ini menggugah untuk mempertanyakan pandangan-pandangan yang sering kali dibentuk oleh pengaruh luar.

Etalase mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam stereotip atau cara pandang yang sempit, melainkan untuk melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas.

Merayakan Fana mengajak pendengar untuk merenungkan kefanaan hidup dan betapa cepatnya waktu berlalu. Dengan nada melankolis dan lirik bermakna, lagu ini memberi ruang untuk berpikir tentang ketidakabadian segala sesuatu yang kita anggap pasti.

Ini adalah lagu yang sarat dengan kedalaman filosofis, yang meminta pendengarnya untuk menerima kenyataan bahwa hidup itu sementara dan harus dimanfaatkan dengan bijak.

Di sisi lain, Habis Gelap menyuguhkan energi yang penuh harapan. Setelah melewati beberapa lagu dengan tema melankolis, lagu ini menciptakan semangat optimisme. Habis Gelap menceritakan tentang perjuangan dan harapan yang tak padam meski dihadapkan pada berbagai tantangan.

Aransemen musik yang penuh semangat mendukung pesan positif bahwa setelah kegelapan, akan selalu ada cahaya yang menerangi jalan.

Dengan riff gitar yang penuh energi, Fatalis membawakan tema ketidakberdayaan dan penerimaan terhadap kenyataan yang tak dapat diubah.

Lagu ini menggambarkan konflik batin seseorang yang terjebak dalam situasi sulit, namun akhirnya harus menerima keadaan tersebut.

Fatalis berbicara tentang bagaimana kita terkadang harus menghadapi takdir dengan lapang dada, meski terasa pahit dan tidak adil.

Biyang, sebuah lagu yang paling eksperimental dalam album ini, mengajak pendengarnya untuk merenungi tema penemuan diri.

Melalui komposisi musik yang beragam dan warna-warni, Biyang menghadirkan sentuhan tradisional yang harmonis dengan eksperimen modern.

Dalam trek ini, Barasuara mengundang kita untuk menyelami lebih dalam siapa diri kita dan bagaimana menemukan keseimbangan di tengah tantangan hidup.

Sementara itu, Hitam dan Biru memperlihatkan dua sisi emosional yang sering kali bertentangan dalam diri kita.

Lagu ini menggambarkan perbandingan antara kegelapan dan cahaya, kesedihan dan kebahagiaan, serta perjuangan dan kelegaan.

Pesan yang disampaikan oleh Hitam dan Biru adalah bahwa meski kedua sisi tampak berlawanan, mereka saling melengkapi dan menciptakan harmoni sempurna dalam perjalanan hidup.

Di tengah suasana yang lebih kelam, Terbuang Dalam Waktu menyuguhkan refleksi mendalam tentang rasa kehilangan dan realitas bahwa waktu terus melaju meski kita merasa diabaikan.

Lagu ini menggambarkan kehidupan yang terus bergerak, sekaligus perasaan terbuang atau tertinggal, namun dengan setiap pengalaman yang dilalui, ada pembelajaran dan pemahaman yang dapat kita raih.

Sebagai penutup, Manusia (Sumarah) menawarkan nuansa yang lebih tenang dan reflektif. Lagu ini mencerminkan penerimaan terhadap segalanya dalam hidup, baik yang diinginkan maupun yang tidak.

Dengan lirik yang bijaksana dan aransemen musik yang lembut, Manusia (Sumarah) mengakhiri album ini dengan pesan yang penting: sebagai manusia, kita perlu belajar untuk menerima segala sesuatu dengan hati terbuka dan syukur, karena semua itu adalah bagian dari perjalanan kita.

Melalui album Jalaran Sadrah, Barasuara sukses menciptakan karya yang lebih dari sekadar hiburan. Mereka mampu merangkai perjalanan hidup yang kaya emosi, dari harapan, perjuangan, hingga penerimaan.

Album ini memberikan ruang bagi pendengar untuk merenung dan mencerna berbagai tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Setiap lagu membawa pengalaman yang unik, namun semuanya bersatu untuk menghasilkan sebuah pengalaman mendalam yang kaya makna.

Pada tahun 2024, Barasuara semakin mendapatkan tempat di hati banyak orang setelah meraih kemenangan di AMI Awards dalam kategori Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik.

Penghargaan ini adalah pengakuan yang sangat pantas bagi dedikasi dan kerja keras yang telah mereka tunjukkan dalam setiap karya.

Dengan keberhasilan ini, Barasuara tidak hanya mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu band alternatif terkemuka di Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa musik mereka memiliki daya inspirasi yang mampu menggerakkan banyak orang.

Album Jalaran Sadrah pun akan dikenang oleh penggemar musik Indonesia sebagai salah satu karya terbaik yang sarat makna, eksplorasi musikal, dan pesan mendalam yang relevan dengan kehidupan manusia.

Ahmad Dzakwan At-Taqy | Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB