Home Blog Page 1064

BisKita Trans Pakuan: Antara Keberhasilan dan Kekecewaan Masyarakat

0

Oleh: Roshinta Nurfajaristi “Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB”

Kota Bogor, yang dikenal sebagai “Kota Hujan,” juga memiliki julukan lain, yaitu “Kota Sejuta Angkot,” karena banyaknya angkutan kota yang beroperasi di berbagai ruas jalan. Seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan akan transportasi umum, jumlah angkot yang melintas pun terus bertambah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor tahun 2021, jumlah penduduk mencapai 1.052.359 jiwa, yang tentunya memengaruhi dinamika transportasi di kota ini.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Pembangunan Transportasi Berkelanjutan, pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah menghadirkan layanan bus modern yang diberi nama BisKita Trans Pakuan pada 2 November 2021. Nama “BisKita” merupakan akronim dari Bus Inovatif, Solusi Transportasi Perkotaan Terintegrasi dan Andal.

Layanan BisKita ini terbagi ke dalam empat koridor, yaitu Koridor 1, Koridor 2, Koridor 5, dan Koridor 6, yang masing-masing memiliki rute tersendiri.

Kehadiran BisKita disambut baik oleh masyarakat, yang terlihat dari tingginya antusiasme pengguna. Menurut data BPTJ pada pertengahan tahun 2022, jumlah penumpang BisKita mengalami peningkatan signifikan. Pada Januari 2022, terjadi peningkatan sebesar 43,8%, naik menjadi 47,37% di Februari, dan mencapai puncaknya di Mei dengan angka 77,19%.

Antusiasme masyarakat terhadap BisKita tidak hanya mencerminkan keberhasilan layanan ini, tetapi juga membawa dampak positif bagi mobilitas dan efisiensi transportasi di Kota Bogor.

Jika tren ini terus berlanjut, sejumlah manfaat dapat dirasakan, seperti peningkatan aksesibilitas, distribusi barang yang lebih efisien, serta pengurangan kemacetan dan emisi karbon akibat berkurangnya kendaraan pribadi di jalan.

Kabar Buruk di Awal 2025

Di tengah kesuksesannya, kabar mengejutkan datang di awal tahun 2025: layanan BisKita terpaksa dihentikan sementara akibat transisi kelembagaan dalam pengelolaannya.

Awalnya, BisKita dikelola oleh BPTJ, namun kini tanggung jawabnya beralih ke Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Perubahan ini berdampak pada ketersediaan anggaran operasional BisKita, sehingga layanan harus dihentikan sementara.

Djoko Setiowarno, Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), menyatakan bahwa solusi masih dapat dicari karena Wali Kota Bogor telah memberikan dukungan.

Namun, keterlibatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga diperlukan, sementara hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai sikap mereka terhadap kelanjutan layanan BisKita.

Kekecewaan Masyarakat

Penghentian layanan BisKita menuai kekecewaan besar dari para pengguna setianya. Banyak warga yang telah bergantung pada BisKita sebagai transportasi utama mereka dan merasa kesulitan beradaptasi kembali dengan moda transportasi lain yang kualitasnya dinilai kurang memadai.

Kekecewaan ini semakin meningkat setelah muncul desas-desus bahwa penghentian ini bukan sekadar sementara, tetapi berpotensi menjadi permanen. Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa setelah lebih dari 30 hari sejak pemberhentian, BisKita masih belum kembali beroperasi. Padahal, sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor menyatakan bahwa penghentian hanya bersifat sementara dengan batas waktu maksimal 30 hari.

Keresahan masyarakat pun tercermin di media sosial. Di akun Instagram resmi BisKita, banyak pengguna menyampaikan keluhan mereka. Seorang pengguna mengungkapkan bahwa ia terpaksa menghabiskan tabungannya untuk ongkos transportasi yang lebih mahal, seperti ojek online. Pengguna lainnya menyoroti bahwa penghentian BisKita membuat sistem transportasi umum di Kota Bogor mengalami downgrade, mengingat kualitas layanan transportasi lain, terutama angkot, masih jauh dari kata ideal.

Keluhan terhadap angkot sudah menjadi hal yang umum, mulai dari sopir yang sering berhenti terlalu lama menunggu penumpang, hingga kehadiran pengamen yang kerap mengganggu kenyamanan penumpang. Beberapa pengguna juga mengeluhkan tarif angkot yang sering tidak konsisten serta kondisi kendaraan yang kurang terawat.

Harapan Masyarakat

Diberhentikannya BisKita, baik sementara maupun permanen, menimbulkan keresahan yang besar di kalangan pengguna setianya. Banyak di antara mereka bahkan rela membayar tarif lebih tinggi asalkan layanan BisKita dapat kembali beroperasi.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera menemukan solusi terbaik agar layanan BisKita bisa kembali berjalan. Sebagai transportasi publik yang telah terbukti efektif dan berkualitas, BisKita bukan hanya sekadar moda transportasi, tetapi juga bagian dari solusi transportasi berkelanjutan di Kota Bogor. Pemerintah diharapkan tidak mengabaikan kebutuhan masyarakat dan segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan layanan ini.***

Sumber :
https://news.detik.com/berita/d-7714037/ada-evaluasi-biskita-trans-pakuan-kota-bogor-dihentikan-sementara
https://bapperida.kotabogor.go.id/po-content/uploads/Buletin_Volume_1_Nomor_2.pdf
https://otomotif.kompas.com/read/2025/01/24/182100315/biskita-trans-pakuan-bogor-berhenti-beroperasi-ini-kata-pengamat

Media Sosial dan Revolusi Konsumsi: Digitalisasi Mengubah Cara Berbelanja Masyarakat

0

Oleh:Roshinta Nurfajaristi “Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB”

Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam cara mereka mengakses informasi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan dunia luar. Penggunaan internet, media sosial, aplikasi seluler, dan teknologi komunikasi digital lainnya kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks konsumsi, media sosial berperan sebagai platform utama bagi masyarakat dalam mencari, mengeksplorasi, serta membagikan informasi mengenai produk, layanan, dan merek. Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga alat pemasaran yang efektif bagi perusahaan dan pelaku bisnis untuk menjangkau target pasar mereka.

Beberapa karakteristik utama media sosial yang memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat meliputi:

  • Konten yang menarik dan menghibur
    Interaksi langsung antara konsumen dan penjual
  • Kemudahan dalam mencari informasi produk
  • Kemudahan berbagi informasi kepada publik
  • Tingkat kepercayaan terhadap informasi di media sosial
  • Perubahan pola konsumsi yang dipengaruhi oleh digitalisasi mendorong berkembangnya strategi pemasaran berbasis media sosial.

Menurut Strauss dan Frost (2009), terdapat tujuh tahapan dalam perancangan e-marketing yang efektif, yaitu:

  • Analisis situasi (situation analysis)
  • Perencanaan strategi e-marketing (e-marketing strategy planning)
  • Penentuan tujuan (objectives)
  • Penyusunan strategi e-marketing (e-marketing strategic)
  • Implementasi rencana (implementation plan)
  • Pengalokasian anggaran (budget)
  • Evaluasi hasil pemasaran (evaluation plan)

Dengan berkembangnya media sosial sebagai platform pemasaran, perilaku konsumsi masyarakat pun mengalami perubahan signifikan.

Artikel ini akan membahas bagaimana media sosial memengaruhi kebiasaan konsumsi, penggunaannya sebagai media promosi, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan Mengonsumsi Media Sosial di Masyarakat

Media sosial telah menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan laporan Status Literasi Digital di Indonesia 2022 yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Katadata Insight Center, indeks literasi digital Indonesia pada tahun 2022 mencapai 3,54 dari skala 5, mengalami peningkatan 0,05 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama tiga tahun terakhir, pola konsumsi informasi masyarakat tidak mengalami perubahan yang signifikan. Studi yang dilakukan terhadap 10.000 responden dari 34 provinsi menunjukkan bahwa:

  • 47% responden sering menggunakan internet untuk mengakses media sosial
  • 15% responden menggunakannya dengan frekuensi yang sangat tinggi
  • 72,6% responden menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama, mengungguli televisi (60%) dan media online (27,5%)

Namun, meskipun media sosial menjadi sumber informasi utama, tingkat kepercayaan masyarakat terhadapnya masih lebih rendah dibandingkan televisi nasional. Berikut adalah tingkat kepercayaan responden terhadap sumber informasi:

  1. Televisi nasional – 43,5%
  2. Media sosial – 30,8%
  3. Situs web pemerintah – 10,1%
  4. Media online – 9,7%

Selain sebagai sumber informasi, alasan utama masyarakat menggunakan media sosial antara lain:

  • 73% untuk berkomunikasi dan berinteraksi
  • 50% karena mayoritas teman atau orang terdekat juga menggunakannya
  • 34% untuk mengikuti perkembangan aktivitas atau berita dari orang-orang terdekat
  • 17% tertarik pada fitur-fitur unik yang ditawarkan oleh platform media sosial
  • 14% untuk membangun komunitas dan mengenal orang baru

Kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi media sosial ini menjadi faktor penting dalam perubahan pola konsumsi dan strategi pemasaran digital yang semakin berkembang.

Media Sosial sebagai Media Promosi
Perkembangan pesat media sosial menjadikannya salah satu alat pemasaran paling efektif. Dengan jumlah pengguna global mencapai 4,2 miliar, Indonesia termasuk negara dengan jumlah pengguna media sosial terbesar, dengan lebih dari 170 juta pengguna aktif.

Keunggulan media sosial sebagai platform promosi meliputi:

  1. Interaksi langsung dengan konsumen
    Kemudahan menjangkau target pasar yang lebih luas
  2. Kemampuan untuk menentukan audiens berdasarkan data pengguna (usia, minat, lokasi, dll.)
  3. Efektivitas biaya dibandingkan metode pemasaran konvensional

Beberapa platform media sosial yang banyak digunakan sebagai alat promosi antara lain:

  • Instagram – dengan lebih dari 1,07 miliar pengguna aktif
  • TikTok – telah diunduh 63,3 juta kali pada tahun 2020, menjadikannya salah satu platform pemasaran paling potensial
  • Facebook (Meta), YouTube, dan Twitter – yang juga digunakan secara luas untuk strategi pemasaran digital
    Keberhasilan promosi di media sosial juga didukung oleh TikTok Ads, yang memungkinkan distribusi konten lebih optimal.

Dengan popularitas yang tinggi, berbagai platform ini semakin menarik perhatian pelaku bisnis untuk memasarkan produk dan jasanya secara digital.

Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Konsumsi

Media sosial tidak hanya mengubah cara masyarakat berinteraksi, tetapi juga memengaruhi pola konsumsi mereka. Menurut Zhu & Szekely (2022), dukungan dari influencer, selebriti, dan teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian remaja.

Data menunjukkan bahwa keputusan pembelian generasi Z sangat dipengaruhi oleh iklan digital. Berikut adalah jenis iklan yang paling memengaruhi mereka:

  1. Iklan di media sosial – 62%
  2. Iklan di YouTube – 18%
  3. Iklan di televisi – 9%
  4. Iklan luar ruang (billboard, poster, dll.) – 6%
  5. Iklan di media cetak (koran, majalah, dll.) – 2%

Tren ini menunjukkan bahwa platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi media utama bagi generasi muda dalam mengakses informasi promosi.

Keberadaan influencer juga semakin memperkuat daya tarik suatu produk, menjadikannya lebih relevan dan menarik bagi konsumen.

Kesimpulan

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat modern. Selain sebagai sarana komunikasi, media sosial juga berperan sebagai sumber informasi utama dan alat pemasaran yang efektif.

Dalam dunia pemasaran digital, media sosial menawarkan berbagai keuntungan, seperti interaksi langsung antara penjual dan konsumen, serta kemampuan untuk menargetkan audiens secara spesifik. Berbagai platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube telah terbukti efektif dalam membangun merek dan meningkatkan penjualan.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga memiliki dampak terhadap pola konsumsi masyarakat. Generasi muda, khususnya generasi Z, lebih rentan terpengaruh oleh iklan digital dan promosi yang dilakukan oleh influencer.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk lebih selektif dalam menerima informasi dan mempertimbangkan setiap keputusan pembelian dengan bijak.

Dengan pemanfaatan yang tepat, media sosial dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat, baik bagi konsumen maupun pelaku bisnis, dalam mendukung perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.***

Sumber
https://doi.org/10.55182/jtp.v2i1.102
https://doi.org/10.9744/pemasaran.14.1.25-34
https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/02/02/180500482/bagaimana-perilaku-masyarakat-dalam-menggunakan-media-sosial-?utm_source=Various&utm_medium=Referral&utm_campaign=Top_Mobile

Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi

Perjalanan Berkesan: Menonton Sal Priadi di TMII

0

Bogordaily.net – Terlihat sangat sederhana ketika seseorang akan membaca cerita perjalanan ini, mungkin bagi banyak orang cerita ini tidak menarik untuk dibaca, namun bagi saya cerita perjalanan ini sangat menyenangkan dan menjadi cerita yang berkesan bagi saya. Memangnya cerita seperti apa yang akan saya bagikan sehingga saya ingin sekali berbagi cerita perjalanan ini, saya akan menceritakan bagaimana perjalanan saya untuk menonton konser Sal Priadi di Taman Mini Indonesia Indah.

Berbicara mengenai Sal Priadi, seorang musisi yang memilki lagu yang sangat indah, lirik pada lagunya terdengar sederhana namun memiliki makna yang sangat mendalam.

Saya menyukai lagu-lagu milik Sal Priadi ketika saya masih berada dibangku sekolah, teman saya memperkenalkan banyak lagu-lagu Sal Priadi—Aisha namanya.

Namun hingga saat ini saya belum pernah menonton Sal Priadi bersama Aisha, itu akan selalu menjadi daftar keinginan saya dikemudian hari sebagai bentuk terimakasih saya telah mengenalkan lagu-lagu yang indah ini.

Saya sudah beberapa kali mendatangi konser Sal Priadi, lalu apa yang menjadikan cerita perjalanan ini terdengar istimewa?

Saya menoton bersama teman yang membersamai saya di bangku sekolah. Saya selalu mengunjungi konser Sal dengan teman-teman kuliah saya, tidak pernah bagi saya menonton konser Sal bersama dengan teman sekolah saya.

Kali ini saya akan menceritakan bagaimana perjalanan saya menuju tempat konser Sal yang ditemani oleh teman sekolah yang sama-sama baru menyukai Sal ketika diperkenalkan oleh teman kami.

Afifah namanya, teman yang saya hubungi untuk mengajaknya menonton acara musik yang diisi oleh Sal Priadi, ketika saya mendengar bahwa Sal akan mengisi acara di tempat yang tidak jauh dari tempat Afifah dan tidak jauh dari tempat saya tinggali, yaitu Taman Mini Indonesia Indah.

Awalnya Afifah ragu apakah ia akan datang untuk menonton atau tidak datang, namun saya meyakinkan bahwa kapan lagi kami waktu yang tepat untuk kami melihat penampilan dari Sal Priadi secara bersama. Jadwal kuliah yang padat membuat kami sulit untuk menyamakan waktu yang kami miliki. Pada akhirnya Afifah mau untuk datang melihat penampilan Sal bersama saya.

Pada Sabtu 22 Februari 2025 acara ini akan dilaksanakan, saya berangkat dari kota Bogor pada pukul 12.30 WIB, sangat jauh dari waktu yang saya perkirakan—12.00. Dari kos saya menggunakan ojek online untuk menuju stasiun kota Bogor, kemudian saya melanjutkan perjalanan saya menggunkan commuter line/KRL.

Kereta yang saya naiki akan jalan pada pukul 12.53, sedangkan Afifah berangkat dari kediaman nya yang berada di kota Bekasi, ia mengatakan bahwa berangkat dari rumah nya pada pukul 11.44. Ini sangat berbanding terbalik dengan saya, padahal tempat saya lebih jauh dan butuh waktu yang sangat panjang untuk menuju TMII.

Afifah dari rumah nya diantar oleh Ayah nya untuk menuju stasiun LRT, ketika tiba di stasiun LRT kota Bekasi bertepatan dengan adzan sholat Dzuhur berkumandang. Afifah memutuskan untuk sholat terlebih dahulu baru melanjutkan perjalanan menuju TMII setelahnya.

Dengan KRL saya akan turun di stasiun Cawang, kemudian melanjutkan perjalanan saya menuju stasiun LRT dari TMII. Tidak banyak yang bisa diceritakan ketika saya berada di KRL, perjalanan menuju stasiun Cawang dipenuhi dengan rasa bahagia, karena bagi saya kapan lagi saya memiliki waktu yang pas dengan teman saya ini.

Ditemani dengan musik dan jalanan disekitar rel kereta sambil berharap kereta yang saya naiki bisa berjalan lebih cepat dari semestinya, sebab Afifah mengatakan bahwa ia telah tiba di stasiun LRT Cawang, tempat dimana kami akan bertemu dan melanjutkan perjalanan.

Saya harap-harap cemas ketika Afifah mengatakan bahwa ini pertama kalinya ia menaiki LRT dan ia sendirian tanpa orang yang memnbimbingnya. Saya beberapa kali meminta maaf padanya karena ia harus menunggu saya lebih lama.

Saya tiba di stasiun LRT Cikoko pada pukul 13.57, dari sana saya akan menaiki LRT dengan tujuan akhir stasiun Harjamukti, yang mana kereta yang saya naiki akan terus melaju hingga stasiun TMII tanpa harus lagi di stasiun LRT Cawang.

Kemudian saya mengarahkan kepada Afifah bahwa ia akan menaiki LRT dengan tujuan akhir Harjamukti dari Cawang. Saya khawatir apakah Afifah akan terlewat dan kami tidak bersama untuk menaiki LRTnya.

Ketika LRT saya tiba di stasiun LRT Cawang saya mengatakan kepada Afifah untuk menaiki kereta yang tiba di depannya saat ini, karena itu lah kereta yang saya naiki dan saya mengatakan di gerbong mana saya berada.

Akhirnya saya bertemu Afifah, senang rasanya bisa bertemu kembali dengannya setelah lama saya tidak bertemu dengan nya, dan saya menyadari bahwa baju yang kami gunakan hampir sama, lucu rasanya kami tidak berjanjian untuk menggunakannya tapi kami bertepatan menggunakannya.

Diperjalanan menuju stasiun LRT saya banyak bercerita mengenai kegiatan yang belakangan ini sedang saya lakukan.

Berbagi keluh dan kesah, hilang rasa penat saya setelah saya banyak mengeluarkan apa yang membuat saya lelah belakangan ini. Ketika asik berbincang tidak lama kereta yang saya tumpangi telah tiba di stasiun LRT TMII.

Dari stasiun LRT TMII kami akan menaiki shutte bus yang telah disediakan oleh TMII bagi orang yang ingin mengunjungi TMII menggunakan transportasi umum LRT. Untuk menaiki shuttle bus ini pengungjung harus sudah memiliki tiket masuk TMII.

Ketika kami tiba di tempat untuk naik shuttle bus, sudah jalan sekitar beberapa menit yang lalu, sehingga kami harus menunggu kurang lebih 15 menit. 15 menit berlalu kemudian kami menaiki shuttle bus yang menuju gerbang masuk TMII.

Tibanya kami di TMII, kami langsung menuju tempat dimana acaranya berlangsung. Acara dilaksanakan nya ternyata kami harus duduk dihamparan rumput basah yang sudah terkena hujan sebelumnya, sedangkan kami menggunakan baju putih, jika kami duduk sudah dipastikan bahwa baju kami akan kotor.

Pihak penyelenggara menyediakan alas untuk menonton tapi tidak banyak, pada akhirnya kami mencari tempat yang memang kosong. Ternyata tempat yang kosong tepat berada di depan panggung.

Akhirnya kami duduk di sana dengan perasaan senang bagaimana tidak kami pertama kalinya nonton bersama dan kami mendapatkan spot yang sangat nyaman untuk melihat penampilan dari penyanyi favorit kami.

Kemudian kami menikmati berlangsungnya acara dengan kegemberian dan kecerian. Setelah acara selesai kami pulang dengan perasaan yang sangat bahagia saat itu. Perjalanan yang sangat berkesan dan menyenangkan tentunya.***

Naila Rizani Karimah Ritonga, Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Terdepan Dukung UMKM, BRI Raih Penghargaan Internasional Best SME Bank in Indonesia

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam layanan perbankan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Terbaru, perseroan meraih penghargaan Best SME Bank in Indonesia dalam ajang The Asian Banker (TAB) Global Excellence in Retail Finance Awards 2025 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang.

Mengutip publikasi dari TAB Global Excellence in Retail Finance Awards 2025, penghargaan ini mencerminkan visi dan eksekusi BRI dalam menghadirkan solusi keuangan bagi UMKM secara konsisten.

“BRI telah menunjukkan keunggulannya dalam mendukung UMKM melalui solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM, inovasi, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, serta berhasil mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan pesaing,” tulis The Asian Banker.

Sebagai bank yang konsisten berkomitmen pada perkembangan UMKM, BRI terus mengedepankan strategi pemberdayaan di depan pembiayaan untuk memberikan layanan finansial yang inklusif. Keunggulan ini membuat BRI unggul dibandingkan bank-bank lain dalam mendukung ekosistem UMKM yang dinamis dan kompetitif.

Terkait dengan hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas pencapaian tersebut.

“Penghargaan Best SME Bank in Indonesia 2025 ini merupakan apresiasi dan bukti nyata dari upaya berkelanjutan BRI dalam memberdayakan UMKM. Keberhasilan ini juga mencerminkan peran BRI sebagai mitra strategis bagi para pengusaha UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Sunarso.

Keunggulan BRI dalam sektor UMKM didukung oleh berbagai inisiatif strategis, termasuk akses pembiayaan serta program-program pemberdayaan berkelanjutan. Berikut adalah komitmen nyata BRI dorong peningkatan kualitas dan daya saing UMKM:

1. Jadi Penyalur Kredit UMKM Terbesar Dengan Porsi 81,21%

BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui akses pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Hingga akhir Desember 2024 BRI mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp1.354,64 triliun atau tumbuh 6,97% yoy dan seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif. Penyaluran kredit BRI didominasi oleh segmen UMKM dengan porsi mencapai 81,97% dibandingkan dengan total kredit BRI, atau dengan nominal sebesar Rp1.110,37 triliun.

2. Salurkan KUR Rp184,98 Triliun Kepada Lebih dari 4 Juta Pelaku UMKM

KUR merupakan program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM. Sumber dana KUR 100% berasal dari sumber dana bank, sedangkan sebagian porsi bunga yang harus dibayar oleh nasabah mendapat subsidi dari Pemerintah. Sepanjang tahun 2024, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp184,98 triliun, menjadikannya yang tertinggi diantara perbankan nasional lainnya. Penyaluran KUR BRI mampu menjangkau lebih dari 4 juta pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia dan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

3. Perluas Akses Keuangan Ekonomi Grassroot, Holding Ultra Mikro BRI Group Layani 36,9 Juta Debitur dan 180 Juta Tabungan

Holding Ultra Mikro (UMi) merupakan sinergi BRI sebagai induk bersama Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memberikan akses layanan keuangan yang lengkap, terintegrasi, dan memenuhi kebutuhan pelaku usaha, khususnya di segmen Ultra Mikro (UMi). Setelah terbentuk pada 2021, Holding UMi telah memperluas layanannya melalui 1.032 outlet Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) yang tersebar di seluruh Indonesia. Kini Holding Ultra Mikro telah melayani lebih dari 183 juta nasabah simpanan dan 35,9 juta nasabah pinjaman.

4. Berdayakan UMKM Melalui 38.574 Klaster Usaha

Tak hanya pembiayaan semata, BRI juga memiliki berbagai program pemberdayaan UMKM, diantaranya adalah pemberdayaan melalui program Klasterku Hidupku dan Desa BRILiaN. Pemberdayaan Klaster Usaha sendiri merupakan pemberdayaan kepada kelompok usaha yang terbentuk berdasarkan kesamaan usaha, dalam satu wilayah sehingga tercipta keakraban dan kebersamaan dalam peningkatan maupun pengembangan usaha para anggotanya. Hingga akhir Desember 2024 tercatat BRI telah memiliki 38.574 klaster usaha yang tergabung dalam program Klasterku Hidupku.

5. Dorong Ekosistem Ekonomi Desa, Berdayakan 4.327 Desa BRILiaN

Di samping itu juga ada program Desa BRILiaN. Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa. Hingga akhir Desember 2024 tercatat terdapat 4.327 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN.

Penghargaan ini semakin memperkuat komitmen BRI untuk terus berinovasi dalam menyediakan layanan keuangan yang memberdayakan sektor UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sesuai Asta Cita pemerintah.***

Gen Z Alami Kecemasan saat Terima Panggilan Telepon, Benarkah?

0

Bogordaily.net – Pengaruh Era Digital terhadap Komunikasi Gen Z Perubahan cara berkomunikasi dari generasi sebelumnya sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital.

Generasi Z, yang tumbuh di era media sosial dan pesan teks, cenderung merasa lebih nyaman berkomunikasi melalui chat online dibandingkan dengan panggilan telepon.

Menurut buku “Digital Minimalism: Choosing a Focused Life in a Noisy World” oleh Cal Newport, peningkatan interaksi digital ini memiliki dampak signifikan terhadap keterampilan komunikasi interpersonal.

Lebih lanjut, sebuah studi oleh Primack et al. dalam jurnal “Social Anxiety and the Use of Social Media: A Systematic Review” menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang intensif dapat meningkatkan tingkat kecemasan sosial, termasuk kecemasan saat menerima panggilan telepon.

Generasi Z yang terbiasa dengan komunikasi non-verbal melalui chat cenderung mengalami kesulitan dalam situasi komunikasi langsung, seperti panggilan telepon.

Mayoritas Generasi Z Menghabiskan Waktu Luang dengan Media Sosial: Berdasarkan survei Jakpat yang dilakukan pada 6-9 Desember 2024 dengan melibatkan 1.155 responden berusia 15-27 tahun, sebagian besar dari mereka lebih banyak menghabiskan waktu luang dengan menjelajahi media sosial.

Aktivitas berbasis digital lebih disukai dibandingkan dengan kegiatan fisik atau interaksi sosial secara langsung.

Gejala dan Penyebab Kecemasan saat Panggilan Telepon.

Gejala kecemasan yang dialami oleh Gen Z saat menerima panggilan telepon mencakup gejala fisik seperti detak jantung yang cepat, berkeringat, dan merasa gugup.

Secara emosional, mereka mungkin merasa cemas, takut, atau tertekan. Penyebab kecemasan ini dapat bervariasi, termasul pengalaman negatif sebelumnya, kurangnya kepercayaan diri dalam berbicara langsung, dan ketidakmampuan untuk mengendalikan situasi komunikasi.

Menurut artikel “The Impact of Social Media on Social Anxiety: A Meta-Analysis” oleh Seabrook et al., ketergantungan pada komunikasi tertulis melalui media sosial dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan komunikasi verbal, yang pada gilirannya meningkatkan kecemasan saat harus berkomunikasi melalui telepon.

Rata-rata Screen Time Gen Z Indonesia: Laporan “Indonesia Gen Z Report 2022” oleh IDN Media mengungkapkan bahwa mayoritas Gen Z mengakses media sosial lebih dari tiga jam dalam sehari.

Penetrasi internet di Indonesia pada 2021 berada pada angka 74% atau 202,6 juta pengguna, dengan 195,3 juta pengguna di antaranya menggunakan telepon seluler untuk mengakses internet.

Dampak Kecemasan terhadap Interaksi Sosial dan Profesional

Kecemasan saat menerima panggilan telepon memiliki dampak yang signifikan terhadap interaksi sosial dan profesional.

Dalam hubungan pribadi, ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara langsung dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mempengaruhi kualitas hubungan.

Secara profesiomal, kecemasan ini dapat menghambat kemampuan untuk berpartisipasi dalam diskusi penting, menerima informasi langsung dari atasan, atau berinteraksi dengan klien.

Studi kasus mengenai karyawan Gen Z yang merasa cemas saat mendapatkan panggilan telepon dibandingkan via chat dilakukan oleh Nottingham College di Inggris.

Penasihat karier di institusi tersebut, Liz Baxter, menyatakan bahwa banyak anak muda saat ini merasa kurang percaya diri saat berbicara melalui telepon dan lebih nyaman berkomunikasi melalui media sosial atau pesan teks.

Konsumsi Media oleh Generasi Z: Laporan “Media Consumption Trend Report” oleh Talker Research pada tahun 2024 menunjukkan bahwa Gen Z menempati posisi pertama dengan rata-rata waktu yang dihabiskan adalah 6,6 jam setiap harinya untuk berselancar di media sosial.

Angka ini mengalahkan generasi sebelumnya seperti Milenial (6,3 jam), Gen X (5,8 jam), Baby Boomers (5,7 jam), dan Silent Generation (4,8 jam).

Strategi Mengatasi Kecemasan saat Panggilan Telepon Ada beberapa strategi yang dapat membantu mengurangi kecemasan saat menerima panggilan telepon.

Tips dari ahli, seperti yang dijelaskan dalam buku “The Shyness and Social Anxiety Workbook: Proven, Step-by-Step Techniques for Overcoming Your Fear” oleh Martin M. Antony dan Richard P. Swinson, termasuk latihan pernapasan, visualisasi positif, dan latihan berbicara di depan cermin.

Pengalaman pribadi Gen Z yang berhasil mengatasi kecemasan ini juga dapat menjadi inspirasi.

Misalnya, beberapa individu melaporkam bahwa dengan meningkatkan frekuensi panggilan telepon secara bertahap, mereka mampu mengurangi rasa cemas dan merasa lebih nyaman dalam berkomunikasi langsung.

Penggunaan Platform Media Sosial

Dalam enam bulan terakhir, generasi Z paling sering menggunakan media sosial seperti Instagram (81%), TikTok (70%), dan YouTube (69%).

Ini menunjukkan bahwa Gen Z cenderung menyukai konten dengan durasi pendek dan lebih memilih untuk berinteraksi melalui platform tersebut

Kesimpulan

Kecemasan saat menerima panggilan telepon merupakan fenomena yang semakin umum di kalangan Gen Z, yang terbiasa dengan komunikasi digital.

Dengan memahami penyebab dan gejalanya, serta menerapkan strategi untuk mengatasinya, Gen Z dapat meningkatkan keterampilan komunikasi mereka dan mengurangi tingkat kecemasan.

Referensi:

Newport, C. (2019). Digital Minimalism: Choosing a Focused Life in a Noisy World. Penguin Publishing Group.
Primack, B. A., Karim, S. A., Shensa, A., Bowman, N., Knight, J., Sidani, J., Colditz, J., & Miller, E. (2017). Social Anxiety and the Use of Social Media: A Systematic Review. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 20(7), 448-454.

Seabrook, E. M., Kern, M. L., & Rickard, N. S. (2016). The Impact of Social Media on Social Anxiety: A Meta-Analysis. Computers in Human Behavior, 62, 61-68.

Antony, M. M., & Swinson, R. P. (2009). The Shyness and Social Anxiety Workbook: Proven, Step-by-Step Techniques for Overcoming Your Fear. New Harbinger Publications.***

Oleh: Abiya Rafa, J0401231046

Ancaman Kecerdesan Buatan (AI) dalam Industri Penyiaran

1

Bogordaily.net – Kecerdesan buatan (AI) pada saat ini banyak membantu kehidupan sehari-hari mulai dari penggunaan asisten virtual, layanan chatbot, memberikan rekomendasi seperti pada spotify maupun netflix berdasarkan algoritma penggunanya.

AI memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada kehidupan sehari-hari AI juga membawa revolusi besar dalam industri penyiaran, mengubah cara produksi konten, distribusi informasi, hingga pengalaman audiens.

Namun, penerapan AI juga membawa tantangan besar, termasuk hilangnya pekerjaan, kurangnya autentisitas dalam penyampaian berita, hingga ancaman privasi data.

Pada industri penyiaran AI membantu dalam memberikan ide-ide dalam membantu memproduksi konten seperti pembuatan script hingga pengeditan video.

AI mempercepat dalam pembuatan produksi konten. Menurut Nixon & Philipp (2023), analitik prediktif yang didukung AI dapat mengidentifikasi topik yang menarik bagi audiens, memungkinkan produsen konten merespons secara tepat terhadap preferensi dan minat yang sedang tren.

Salah satu inovasi penggunaan AI di Industri penyiaran digunakan oleh salah satu stasiun televisi Indonesia yang menciptakan presenter berbasis AI.

Pada April 2023, TVOne memperkenalkan presenter AI bernama Sasya dan Nadira. Meskipun inovasi ini menawarkan efisiensi dan fleksibilitas, menurut Kumalarani et al. (2024) audiens cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih rendah terhadap presenter AI dibandingkan dengan presenter manusia, karena kurangnya autentisitas dan emosi dalam penyampaian berita.

AI memungkinkan perusahaan media memberikan konten yang lebih sesuai dengan preferensi individu. Dengan mengumpulkan data pengguna, AI dapat menyusun rekomendasi yang lebih relevan, meningkatkan keterlibatan audiens.

Namun, sistem ini juga dapat menciptakan “filter bubble,” di mana audiens hanya mendapatkan informasi yang sesuai dengan preferensinya, sehingga mengurangi keberagaman perspektif.

Menurut Madhini et al. (2024), hal ini dapat menyebabkan penyebaran informasi yang tidak seimbang dan menurunkan literasi digital audiens.

AI dapat digunakan untuk menghasilkan berita secara otomatis, tetapi juga dapat menciptakan berita palsu. Teknologi seperti deepfake memungkinkan manipulasi suara dan gambar, yang dapat membahayakan kredibilitas informasi yang disampaikan.

Sebagai contoh, video seorang penyiar yang suaranya diubah menggunakan AI dapat menyesatkan audiens. Jika penerima informasi tidak melakukan verifikasi, berita palsu dapat tersebar dengan cepat.

AI juga membawa tantangan besar dalam hal keamanan dan etika dalam industri penyiaran. Menurut Madhini et al. (2024), beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi AI adalah biaya yang tinggi, keterbatasan tenaga ahli, serta masalah etika dan hak cipta yang masih menjadi hambatan signifikan.

Selain itu, dengan semakin luasnya penerapan AI dalam industri media, muncul pula kekhawatiran akan hak kepemilikan intelektual terhadap konten yang dibuat dengan bantuan AI, serta siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan atau misinformasi yang dihasilkan oleh sistem AI.

Dengan hadirnya AI banyak lapangan pekerjaan yang hilang pada industri penyiaran. Tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia kini berganti menjadi menggunakan AI, seperti pembuatan skrip, pengeditan video, presenter berita dan banyak pekerjaan yang dilakukan manusia kini berganti menjadi menggunakan AI.

Menurut penelitian Westlund & Lewis (2023), meningkatnya penggunaan AI dalam media dan jurnalistik telah menyebabkan berkurangnya peran editor, jurnalis, dan penyiar manusia.

Selain itu, AI juga membawa risiko besar terhadap privasi dan keamanan data pengguna. Banyak data pribadi yang dapat dikumpulkan oleh AI, seperti rekam suara, foto, sidik jari, riwayat tontonan, dan pola perilaku pengguna.

Jika data ini tidak dikelola dengan baik, dapat terjadi pelanggaran privasi, kebocoran data, atau bahkan penyalahgunaan informasi oleh pihak ketiga.

Fieiras-Ceide et al. (2023) memperingatkan bahwa tanpa regulasi yang ketat, data pribadi dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak etis, seperti manipulasi opini publik.

Ketergantungan yang berlebihan pada Kecerdesan Buatan, juga menjadi perhatian dalam industri penyiaran. Dengan semakin banyaknya konten yang dihasilkan AI, masyarakat mungkin menjadi lebih mudah percaya terhadap informasi yang disajikan tanpa melakukan verifikasi.

Hal ini dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan risiko penyebaran hoaks atau informasi yang bias. Oleh karena itu, literasi digital menjadi aspek yang sangat penting agar audiens tetap dapat memilah dan menilai informasi secara objektif.

Transparansi dalam penggunaan AI juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Perusahaan media harus menjelaskan kepada audiens ketika konten yang mereka konsumsi dibuat atau dimodifikasi oleh AI.

Dengan adanya keterbukaan ini, audiens dapat lebih kritis dalam menilai informasi yang diterima serta memahami batasan dan potensi dari teknologi AI dalam industri penyiaran.

AI juga memberikan manfaat yang banyak, namun dalam industri penyiaran perlu diimbangi dengan regulasi dan etika yang jelas.

Dengan memastikan bahwa penggunaan Kecerdesan Buatan, digunakan sesuai dengan etika dan regulasi yang jelas, AI digunakan hanya untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan jangan mengganti peran manusia dengan AI, dan tingkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh terhadap informasi berupa video maupun pesan suara yang disebarkan.

Naila Rizani Karimah Ritonga, Komunikasi Digital dan Media, SV IPB University

 

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Optimalisasi Kawasan Industri, BRI Jalin Kerja Sama dengan HKI

1

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjalin sinergi untuk mendorong daya saing kawasan industri guna mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada 2025-2029. Dukungan ini sejalan dengan misi Asta Cita Pemerintah ke-5, yakni melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Sebagai wujud komitmen, BRI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Himpunan Kawasan Industri (HKI). MoU ini ditandatangani oleh Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI Amam Sukriyanto dan Sekjen HKI Priyo Budianto, serta disaksikan oleh Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza, dalam Gathering Nasional Kawasan Industri 2025 di Menara BRILiaN, Jakarta (18/3/2025).

Acara yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan, termasuk dari pemerintah hingga pelaku usaha ini pun menjadi wadah bagi para peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan dan peluang industri, serta merumuskan strategi dan rekomendasi kebijakan guna memperkuat daya saing kawasan industri di Indonesia.

Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI Amam Sukriyanto menegaskan bahwa dari sisi perbankan, BRI siap mendukung pertumbuhan industri manufaktur dengan layanan dan produk unggulan yang mendukung ekosistem bisnis kawasan industri. Ia juga optimistis bahwa pertumbuhan industri manufaktur ke depan akan semakin meningkat.

“BRI selalu mendukung upaya-upaya positif yang dapat membawa industri Indonesia terus tumbuh pesat. Dengan sinergi bersama HKI, kami optimistis dapat mengoptimalkan pertumbuhan bisnis kawasan industri di seluruh Indonesia melalui layanan perbankan yang komprehensif,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza menegaskan bahwa kawasan industri bukan sekedar lokasi industri, tetapi juga sebagai pusat ekosistem industrialisasi yang mendorong produktivitas nasional.

Menurutnya, kinerja sektor industri pengolahan non migas tetap menjadi andalan atau tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Pada tahun 2024, sektor industri pengolahan non migas masih menjadi penyumbang PDB nasional terbesar yaitu 17,16% dengan tingkat pertumbuhan sebesar 4,75%, dan memberikan penerimaan pajak terbesar hingga mencapai angka 25,84%. Pencapaian ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan non migas tetap memiliki peran vital dalam perekonomian kita, yaitu sebagai sektor utama pencipta nilai tambah dan lapangan pekerjaan”, ujar Riza.

Dengan demikian, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung ekosistem industri yang lebih berdaya saing.

BRI pun berkomitmen untuk terus mendorong pembiayaan berkelanjutan, termasuk skema khusus bagi kawasan industri berwawasan lingkungan agar investasi di sektor ini semakin berkembang.***

IUQI Bogor Luncurkan Unit Pengumpulan Zakat, Salurkan Rp 100 Juta ke Baznas Jabar

0

Bogordaily.net – Institut Umum Qur’ani Indonesia (IUQI) Bogor resmi meluncurkan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) dalam sebuah acara yang juga diisi dengan santunan anak yatim dan buka bersama civitas akademika.

Dalam kesempatan ini, Yayasan PTUQI menyalurkan zakat sebesar Rp 100 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat.

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Ketua Baznas Jabar Bidang Penghimpunan, Ir. Rahmat, beserta jajaran yang secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) UPZ IUQI Bogor. Wakil Rektor III IUQI Bogor, Ustadz Galih Pratama, M.Pd., M.I.Kom., menyampaikan apresiasi atas dukungan Baznas Jabar dalam pengelolaan zakat di lingkungan kampus. Ia menekankan pentingnya sinergi dalam menunaikan dan mendistribusikan zakat agar manfaatnya lebih luas dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Rektor IUQI Bogor, Dr. KH. Saiful Falah, M.Pd.I., juga menyampaikan terima kasih kepada Baznas Jabar atas dukungannya dalam pembentukan UPZ di IUQI.

Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama mendoakan agar IUQI dapat berkembang menjadi Universitas Islam Bogor di masa mendatang.

Dr. Saiful Falah juga secara simbolis menerima SK UPZ IUQI serta menyerahkan dana zakat dari Yayasan PTUQI kepada Baznas Jabar.

Sebanyak 150 anak yatim dari berbagai desa di Kecamatan Leuwiliang turut menerima santunan dalam acara ini. Penyerahan bingkisan santunan dilakukan secara simbolis oleh Rektor, para Wakil Rektor, serta Wakil Ketua Baznas Jabar.

Selain itu, acara semakin semarak dengan penampilan storytelling dan tausiyah dari dua mahasiswa yang juga merupakan dai, yakni Fikri (Mahasiswa KPI) dan Suryamin Akbaruddin (Mahasiswa MD). Keduanya menekankan bahwa menyantuni anak yatim adalah sunnah Rasulullah dan kewajiban bagi setiap Muslim.

Dengan adanya UPZ IUQI, diharapkan pengelolaan zakat di lingkungan kampus semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.***

Kemenkop Siap Kembangkan Ekonomi Syariah Melalui Koperasi

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan akan terus memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan ekonomi syariah melalui koperasi. Salah satu dukungannya adalah dengan memberikan bantuan pembiayaan dengan skema syariah yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) kepada BMT Al Bahjah di Kabupaten Cirebon.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengapresiasi peran Pondok Pesantren Al Bahjah dalam pengembangan ekonomi syariah melalui Koperasi BMT Al Bahjah. Sebagai mitra LPDB, BMT Al Bahjah dinilai konsisten membangun ekonomi berbasis syariah dengan dibarengi dakwah yang sarat dengan nilai-nilai spiritual.

“Kami dari Kementerian Koperasi sengaja hadir untuk memberikan dukungan kepada Pondok Pesantren Al-Bahjah dan tentunya kami memuliakan Buya Yahya,” ujar Ferry Juliantono saat melakukan kunjungan kerja ke BMT Al Bahjah, Sabtu (22/03).

Turut mendampingi Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur Utama LPDB Supomo, dan Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana.

Data empiris Kemenkop mencatat bahwa koperasi syariah atau BMT yang didukung oleh koperasi pembiayaan syariah efektif dalam memerangi praktik rentenir dan pinjaman dengan margin tinggi. Koperasi syariah juga terbukti mampu memberikan akses keuangan kepada masyarakat mikro dan ultra mikro dengan lebih baik.

“Value ini yang kemudian memberi semangat kepada BMT atau Koperasi Pembiayaan Syariah memiliki kekuatan energi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang konvensional untuk bisa memerangi satu rentenir, memerangi pinjaman dengan margin yang sangat tinggi,” tambahnya.

Kopdes Merah Putih

Dalam kesempatan tersebut, Ferry Juliantono juga menyampaikan rencana pemerintah untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih di lingkungan Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. Ferry berharap BMT Al-Bahjah mendampingi koperasi-koperasi lainnya dalam mengelola pembiayaan syariah.

“Tadi saya menyampaikan kepada Buya Yahya (Pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah/ LPD) Al Bahjah Buya Yahya) untuk membantu kami membimbing Koperasi-koperasi yang akan didirikan sesuai dengan arahan pemerintah,” jelas Ferry.

Ferry berharap Alumni Pondok Pesantren Al-Bahjah yang telah tersebar di seluruh Indonesia juga diharapkan dapat turut berkontribusi dalam pengembangan koperasi desa ini. Target pengembangan Koperasi Desa ini adalah mengembangkan kegiatan operasional yang komprehensif, termasuk pengelolaan retail, apotek, klinik desa, transportasi, dan pergudangan.

Terkait target pembentukan Koperasi Desa secara nasional, Ferry Juliantono menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden, diharapkan pada bulan Juli mendatang sudah terbentuk di hampir 70 ribu desa di seluruh Indonesia.

Kemenkop akan menggunakan tiga pendekatan dalam pengembangan koperasi desa, yaitu revitalisasi koperasi yang sudah ada dan baik, revitalisasi koperasi yang belum maju, serta pembentukan koperasi baru di desa yang belum memiliki koperasi.

“Melalui Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat dalam upaya mewujudkan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah (LPD) Al Bahjah Buya Yahya siap memberikan dukungan terhadap pemerintah dalam menyukseskan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih khususnya koperasi syariah. Menurut Buya Yahya selain mengusung spirit kebaikan, koperasi syariah menjadi bagian dalam pembangunan ekonomi umat.

“Kita imbau siapapun untuk bisa bergabung untuk bisa menjadi lebih kepada syariah. Kami ingin menjaring orang sebanyak-banyak untuk bergabung di sini (koperasi),” ujar Buya.***

BAZNAS Kota Bogor Ajak Yatim Belanja Kebutuhan Lebaran

0

Bogordaily.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor menyerahkan bantuan Program Kemanusiaan Tebar Hadiah Ramadhan (THR) di Ramayana Bogor Square, Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (22/3/2025).

Penyerahan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Dalam kesempatan yang penuh ceria tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut mengantar dan mendampingi anak-anak yatim se-Kota Bogor membeli kebutuhan untuk berlebaran, seperti membeli pakaian baru, sepatu, hingga tas.

“Ini kegiatan yang rutin. Tahun kemarin saya bersama BAZNAS Kota Bogor mengantar anak-anak yatim untuk ikut memeriahkan, merasakan kegembiraan, dan berbagi di bulan Ramadhan sekaligus menyambut Idulfitri,” kata Dedie A. Rachim.

Dedie A. Rachim mengajak para orang tua dan anak yatim untuk bersyukur karena masih banyak orang baik di sekitar yang peduli terhadap anak yatim, kaum dhuafa, serta mereka yang kurang mampu dan para difabel.

Ia menambahkan, bahwa semakin banyak perusahaan swasta, termasuk BUMD Kota Bogor, yang melaksanakan kegiatan berbagi dengan anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat kurang mampu, tentunya akan semakin banyak pula yang bisa terjangkau.

Ke depan, Dedie A. Rachim berencana meningkatkan lagi partisipasi perusahaan-perusahaan karena saat ini baru ada satu perusahaan yang berpartisipasi, yaitu Zoom Computer, dengan total kontribusi senilai Rp 171 juta.

Ia juga menyebut bahwa Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor setiap tahun memberikan kontribusi dari zakat maal dan karyawannya dengan total sekitar Rp 1,3 miliar.

“Bayangkan jika itu digunakan untuk membahagiakan anak-anak yatim di Kota Bogor. Bagaimana kalau melibatkan lebih banyak perusahaan? Semoga apa yang dilakukan PT Zoom IT dan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dapat menjadi teladan bagi yang lain dengan menggelar satu event bermanfaat bekerja sama dengan BAZNAS Kota Bogor,” ungkap Dedie A. Rachim.

Wakil Ketua I BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla, dalam sambutannya melaporkan bahwa zakat senilai Rp 171 juta yang diberikan oleh PT Zoom IT telah disalurkan untuk berbagi dengan anak-anak yatim Kota Bogor melalui kegiatan belanja kebutuhan Idulfitri di Ramayana Bogor Square.

BAZNAS Kota Bogor juga berencana mengadakan pelatihan IT bagi 50 pemuda Kota Bogor pada Syawal 1446 Hijriah untuk meningkatkan kapasitas mereka sehingga memiliki modal dalam memasuki dunia kerja.

“Ini menjadi contoh bahwa jika perusahaan menunaikan zakat di lembaga negara yang sah, insyaallah, pendistribusian dan kemanfaatannya akan menyentuh seluruh pelosok,” ujar Subhan.***