Home Blog Page 1065

Putri Shasa Shabila: Perjalanan Menemukan Passion di Dunia Ekowisata

0

Bogordaily.net – Putri Shasa Shabila adalah sosok muda inspiratif yang telah menorehkan jejak dalam bidang ekowisata. Sejak duduk di bangku sekolah, Shasa telah menunjukkan minatnya terhadap kegiatan di alam dan pariwisata. Ketertarikan ini membawanya untuk memilih Program Studi Ekowisata di Sekolah Vokasi IPB, tempat ia berhasil meraih gelar Sarjana Terapan Ekowisata dengan predikat Cumlaude pada tahun 2024. Perjalanan Shasa tidak hanya tentang akademis, tetapi juga tentang bagaimana ia menghadapi tantangan, menemukan jati diri, dan berkontribusi dalam bidang yang ia cintai.

Awal Mula dan Perjalanan Kuliah
Ketertarikan Shasa pada pariwisata dan lingkungan sudah muncul sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Hal ini yang kemudian mendorongnya untuk memilih Prodi Ekowisata di Sekolah Vokasi IPB. Bagi Shasa, ekowisata adalah wadah yang tepat untuk mengembangkan minatnya sekaligus berkontribusi pada pelestarian alam. Selama kuliah, Shasa memiliki banyak pengalaman berkesan, salah satunya adalah kesempatan untuk menjelajahi berbagai kota di Indonesia sambil menjalani praktikum. “Kuliah sambil jalan-jalan” adalah pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkaya pengetahuannya tentang ekowisata. Selain itu, kehidupan sebagai mahasiswa juga mengajarkannya untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tangguh.

Namun, perjalanan Shasa tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar dalam hidupnya adalah ketika ia berusaha untuk masuk ke universitas negeri. Sebagai lulusan sekolah swasta Katolik, ia merasa khawatir karena kuota untuk siswa dari sekolah swasta terbilang kecil. Namun, kegigihan dan doanya membuahkan hasil. Ia berhasil diterima di IPB, salah satu universitas terbaik di Indonesia. Tantangan lain yang ia hadapi adalah menghilangkan rasa jenuh di tengah kesibukan kuliah, banyaknya tugas, dan kehidupan sebagai anak kos yang harus mengatur hidup sendiri. Namun, Shasa selalu berpegang pada prinsip bahwa kuliah dan mencari ilmu adalah investasi masa depan yang tidak akan pernah merugikan.

Pengalaman sebagai Asisten Dosen
Pada Januari 2023, Shasa mendapat kesempatan untuk menjadi asisten dosen. Meskipun awalnya bukanlah rencana, pengalaman ini justru menjadi salah satu momen paling berharga dalam hidupnya. Tantangan terbesarnya adalah memastikan bahwa apa yang ia sampaikan kepada mahasiswa dapat dipahami dengan baik. Sebagai jembatan antara dosen dan mahasiswa, Shasa merasa bertanggung jawab untuk memastikan komunikasi berjalan lancar. Pengalaman ini tidak hanya mengasah kemampuan mengajarnya, tetapi juga memberinya pemahaman lebih dalam tentang dunia akademis.

Pencapaian dan Motivasi
Salah satu pencapaian terbesar Shasa adalah lulus dengan predikat Cumlaude dari Prodi Ekowisata. Namun, bagi Shasa, bertahan hingga lulus juga merupakan pencapaian hidup yang patut dibanggakan. “Tidak semua orang bisa melewati proses kuliah dengan baik, dan saya bersyukur bisa melaluinya,” ujarnya. Bagi Shasa, menjadi orang yang “keren” adalah motivasi terbesarnya. Keren, dalam pandangannya, bukan hanya tentang penampilan, melainkan tentang kontribusi yang dapat diberikan kepada orang lain dan lingkungan sekitar. Prinsip hidupnya adalah terus belajar dan berkembang, karena ia percaya bahwa ilmu adalah investasi masa depan.

Rencana Masa Depan dan Pesan Inspiratif
Ke depan, Shasa berencana untuk terus mengembangkan diri di berbagai bidang, terutama dalam pengembangan ekowisata di Indonesia. Ia ingin berkontribusi lebih besar dalam pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan. Shasa juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar mimpi. “Kuliah dan mencari ilmu adalah investasi masa depan yang tidak akan pernah merugikan. Teruslah berjuang keras untuk mencapai tujuan yang diimpikan,” ujarnya.

Dengan perjalanan hidup yang penuh tantangan dan pencapaian, Putri Shasa Shabila telah membuktikan bahwa passion dan dedikasi dapat membawa seseorang menuju kesuksesan. Ke depannya, Shasa berharap dapat terus menginspirasi banyak orang untuk mencintai dan menjaga alam sekitar, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ekowisata di Indonesia.

 

Nurul Hikmah | Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg: Kebijakan Tergesa-gesa yang Menyulitkan Rakyat

0

Bogordaily.net – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) atau yang sering disebut “gas melon” telah menjadi permasalahan serius di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi ini menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada gas bersubsidi ini untuk kebutuhan sehari-hari. Kebijakan pemerintah yang melarang penjualan elpiji 3 kg di tingkat pengecer sejak 1 Februari 2025 menjadi sorotan utama dalam polemik ini.

Penyebab Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Pada 1 Februari 2025, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberlakukan kebijakan baru yang melarang pengecer menjual gas elpiji 3 kg. Tujuannya adalah memastikan distribusi subsidi tepat sasaran, sehingga gas bersubsidi ini hanya dapat diperoleh di pangkalan resmi Pertamina.

Namun, implementasi kebijakan ini menimbulkan masalah baru. Masyarakat yang sebelumnya terbiasa membeli gas elpiji 3 kg di pengecer atau warung kecil kini harus mengantre di pangkalan resmi. Hal ini menyebabkan antrean panjang dan kelangkaan pasokan di beberapa daerah. Bahkan, dilaporkan seorang ibu rumah tangga di Pamulang, Tangerang Selatan, meninggal dunia akibat kelelahan setelah mengantre berjam-jam demi mendapatkan gas melon yang sulit diperoleh. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dibuat tanpa mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dapat berujung pada dampak sosial yang merugikan masyarakat kecil.

Dampak Kebijakan terhadap Masyarakat
Kebijakan pelarangan penjualan gas elpiji 3 kg di tingkat pengecer berdampak luas pada masyarakat, terutama rakyat kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Banyak warga yang kesulitan mendapatkan gas melon dengan harga subsidi, terutama di daerah yang minim pangkalan resmi. Antrean panjang di pangkalan resmi mulai terjadi akibat meningkatnya permintaan.

Selain itu, kebijakan ini juga mempengaruhi para pengecer atau warung kecil yang selama ini menjual elpiji 3 kg. Mereka kehilangan sumber pendapatan karena tidak lagi diperbolehkan menjual gas bersubsidi tersebut. Alih-alih memberikan solusi yang efektif, kebijakan ini justru menambah kesulitan bagi pedagang kecil dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan subsidi. Ekonom UGM, Dr. Fahmy Radhi, MBA, menilai kebijakan ini justru berpotensi mematikan pedagang kecil dan menyusahkan konsumen untuk mendapatkan LPG 3 kg, bahkan melabrak komitmen pemerintah yang ingin berpihak pada rakyat kecil.

Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam distribusi gas bersubsidi perlu dievaluasi. Meskipun tujuan awalnya adalah memastikan subsidi tepat sasaran, implementasi yang tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan sosialisasi yang memadai justru menimbulkan masalah baru bagi masyarakat. Seharusnya, sebelum menerapkan kebijakan seperti ini, pemerintah terlebih dahulu memastikan distribusi yang stabil dan akses yang mudah bagi masyarakat kecil. Pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan ini, seperti mengevaluasi kebijakan distribusi, menjamin ketersediaan gas bersubsidi di seluruh daerah, dan memastikan transparansi dalam pengelolaan subsidi energi agar benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak.

Dalam konteks komunikasi, penting bagi pemerintah untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam perumusan dan implementasi kebijakan. Tanpa komunikasi yang baik, kebijakan yang dibuat hanya akan menimbulkan kebingungan dan keresahan di masyarakat. Dengan komunikasi yang efektif dan transparan, diharapkan kebijakan yang diambil dapat diterima dan didukung oleh masyarakat luas, sehingga tujuan untuk menyejahterakan rakyat dapat tercapai tanpa menimbulkan polemik atau permasalahan baru.***

Nurul Hikmah | Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

 

 

Pengaruh Digital Marketing Funneling Pada Sebuah Perusahaan

0

Bogordaily.net – Perkembangan teknologi semakin pesat sehingga menimbulkan kebiasaan-kebiasaan baru bagi manusia di seluruh dunia, salah satu hal yang membawa perubahan ialah internet. Semakin banyak orang menggunakan internet maka timbul perubahan seperti cara manusia dalam menjalani kehidupan khususnya dalam hal berkomunikasi (Hernawan 2012:207).

Internet membawa kemudahah dalam hal komunikasi, berbagai kegiatan komunikasi kini dilakukan secara digital. Melalui hal ini komunikasi secara digital dapat di lakukan dengan cepat dan mudah, bahkan dapat menjangkau masyarakat luas.

Pada kegiatan bisnis hal ini menjadi peluang besar, perusahaan dapat memanfaatkan kegiatan digital sebagai alat pemasaran. Pemanfaatan kegiatan digital dalam pemasaran, biasa di sebut sebagai digital marketing. Menurut Armstrong Kottler (2010) digital marketing adalah menggambarkan usaha-usaha perusahaan untuk menginformasikan, mempromosikan, berkomunikasi dan memasarkan suatu produk dan jasa melalui media internet. Digital Marketing dalam kegiatannya yang dilakukan melalui media berbasis web seperti blog, website, e-mail, adwords, ataupun jejaring sosial merupakan salah satu upaya sebuah perusahaan dalam melakukan branding atas produk yang dimilikinya. (Ridwan Sanjaya & Josua Tarigan 2012).

Dalam kegiatan digital marketing, platform yang sering digunakan adalah media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan X. Platform digital ini memberikan peluang bagi perusahaan untuk memasarkan produk atau jasa mereka.

Selain itu, digital marketing menawarkan manfaat berupa penghematan biaya promosi dibandingkan dengan metode konvensional. Maka dari itu sangat penting bagi perusahaan melakukan digital marketing saat ini, salah satu strategi utamanya ialah digital marketing funneling.

Digital Marketing Funneling
Digital marketing funnel adalah kerangka kerja yang menggambarkan perjalanan pelanggan dari awal mengenal suatu produk atau layanan hingga akhirnya melakukan pembelian. Dalam perjalanannya digital marketing funneling memiliki 5 tahapan yakni Awereness (Kesadaran), Consideration (Pertimbangan), Convertion (Keputusan), Action (Tindakan), Retention (membeli kembali).

1. Awareness (Kesadaran) tahap ini melibatkan saat pelanggan pertama kali menyadari keberadaan produk atau layanan. Fokus utama perusahaan ialah membantu semakin banyak orang dari target market untuk mengenal produk. Sangat penting bagi bisnis yang baru mulai mengembangkan kesadaran merek sejak dini (Safinatunnajah et al., 2021).

2. Consideration (Pertimbangan) pada tahap ini, pelanggan mulai melakukan penelitian lebih lanjut tentang produk atau layanan yang mereka temui. Pelanggan akan mencari informasi lebih lanjut dan mulai melakukan pertimbangan pembelian.

3. Convertion (Keputusan) Tahap kritis dalam digital marketing funneling, dimana calon pembeli mulai mencari informasi yang lebih detail tentang produk/ brand seperti keunggulan produk, pengiriman, proses pembayaran, review/ penilaian.

4. Action (Tindakan) tahap dimana target melakukan pembelian dan menjadi pelanggan. Digital marketing funnel ditahap “action” harus memiliki strategi khusus,seperti promosi berbatas waktu dan diskon satu kali. Sehingga calon pembeli merasa harus melakukan pembelian “action” saat ini juga.

5. Retention (Memberli Kembali) setelah pembelian, fokus beralih ke mempertahankan pelanggan. Pengalaman positif dan layanan pasca penjualan yang baik penting untuk memastikan pelanggan tetap puas dan setia.

Contoh Penerapan Digital Marketing Funneling Pada Brand Wardah
Wardah, sebagai merek kosmetik lokal terkemuka, telah memanfaatkan digital marketing secara luas untuk membangun merek dan menjangkau konsumen. Salah satu strategi yang diterapkan adalah digital marketing funnel, yang memetakan perjalanan pelanggan dari kesadaran awal hingga loyalitas merek.

Dengan memahami setiap tahapan dalam strategi ini, Wardah dapat merancang kampanye pemasaran yang lebih efektif dan relevan untuk setiap segmen audiens. Strategi ini memungkinkan Wardah untuk tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen.

Pada tahap awareness, wardah beauty menggunakan strategi utama media sosial marketing. Wardah merilis produk barunya dengan mengupload video kampanye di sosial media.

Selain itu di dukung juga menggunakan Search Angine Marketing, Digital Adsvertising, Content Marketing dan masih banyak lagi. Pada tahap ini wardah cukup serius melakukan berbagai startegi untuk meningkatkan kesadaran mereknya.

Selanjutnya pada tahap consideration, wardah lebih melakukan pendekatan lagi dengan strategi utama yaitu influencer marketing.

Wardah menggunakan influencer yang memiliki target audiens yang sama untuk mempromosikan produknya, biasanya influencer akan mencoba produk dan juga membandingkan produk wardah dengan produk lainnya.

Pada tahap ini di harapkan audiens akan semakin yakin untuk melakukan pembelian. Selain itu, tentunya di dukung juga dengan strategi lain yaitu wardah menyediakan berbagai platform untuk mempermudah audiens memperoleh informasi mengenai produknya.

Dilanjutkan pada tahap Convertion Wardah menerapkan strategi digital dengan memanfaatkan platform media sosial dan e-commerce seperti Instagram2, Shopee, Blibli, Tokopedia2, dan TikTok Shop2, untuk membantu calon pelanggan dalam membandingkan merek Wardah dengan merek lainnya dengan cara melihat dari pengikut, ulasan2, rating, dan banyaknya barang yang sudah terjual.

Pada tahap Action, Wardah memanfaatkan dengan memberikan promo terbatas waktu seperti diskon hingga 50% dan penawaran “BUY 1 GET 2 FREE”, yang mendorong prospek untuk segera membeli produk.

Dengan tambahan stok terbatas dan RUSH HOUR yang menawarkan produk gratis serta diskon besar, Wardah menciptakan rasa urgensi yang membuat calon pelanggan merasa harus bertindak sekarang.

Terakhir, tahap Retantion Wardah membangun loyalitas pelanggan melalui Paragon Membership yang menawarkan berbagai keuntungan eksklusif seperti diskon khusus, promo member, dan voucher.

Pelanggan mengumpulkan poin dari setiap transaksi, yang bisa ditukarkan dengan penawaran menarik. Dengan level membership (Crystal, Emerald, Diamond), semakin banyak poin yang diperoleh, semakin besar manfaat yang didapat, mendorong pelanggan untuk terus berbelanja dan tetap setia pada produk Wardah.

Digital Marketing Funneling yang dilakukan oleh wardah bisa terbilang berhasil, karena sampai saat ini wardah masih menjadi produk make up dan skincare yang eksis di kalangan masyarakat Indonesia.

Keberhasilan Wardah dalam mempertahankan eksistensinya sebagai produk makeup dan skincare yang populer di Indonesia, di tengah persaingan yang ketat, dapat dikaitkan dengan implementasi strategi digital marketing funneling yang efektif.

Strategi funneling yang diterapkan Wardah membuahkan hasil yang signifikan dalam berbagai aspek pemasaran. Melalui strategi product bundling, Wardah berhasil meningkatkan penjualan produk retail dengan menawarkan nilai tambah bagi konsumen. Promosi online melalui media sosial dan kampanye digital meningkatkan kesadaran merek dengan biaya yang relatif rendah.

Dapat di simpulkan bahwa Marketing funnel membantu bisnis dapat mengukur efektivitas campaign marketing, memahami pelanggan dengan lebih tepat di tiap tahapnya, dan membantu untuk memaksimalkan channel atau platform yang perlu digunakan oleh bisnis untuk tetap relevan dengan pelanggannya.

Dengan menerapkan strategi ini, bisnis dapat meningkatkan peluang konversi, mencapai target penjualan yang lebih tinggi, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Luci Nabila Agustin

Alarm Bagi Keselamatan Transportasi Wisata

0

Bogordaily.net – Maraknya kecelakaan bus akibat kelalaian dan kesalahan teknis di Indonesia perlu di tanggapi secara serius. Kejadian ini cukup sering terjadi dan tak jarang menimbulkan banyak kerugian berupa materi dan bahkan korban jiwa.

Faktor–faktor seperti kelalaian perawatan kendaraan, kelebihan muatan, kondisi pengemudi, dan situasi jalan sering menjadi penyebab utama.

Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah dan instansi transportasi untuk lebih tegas dalam menjalankan regulasi yang berlaku. Kesalahan kesalahan yang terjadi tentunya dapat merugikan banyak pihak.

Kecelakaan maut bus pariwisata yang seharusnya mengantarkan penumpang untuk berlibur justru menimbulkan korban jiwa. Pada Rabu, 8 Januari 2025 bus pariwisata milik Sakhindra Trans terlibat kecelakaan di 7 titik Kota Batu, Jawa Timur.

Diketahui bahwa di dalam bus terdapat rombongan siswa SMK yang berawal melaju dari Museum Angkut.

Bus berpelat nomor DK 7949 GB mengalami rem blong dan kehilangan arah dari Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Pattimura. Supir bus yang mengendarai mengetahui adanya kerusakan teknis sehingga mengalihkan kemudi ke trotoar, tetapi bus tidak bisa dihentikan.

Kejadian ini sangat di sayangkan karena telah menimbulkan 4 korban jiwa dan 10 orang luka luka.

Tak hanya itu, hal ini juga menimbulkan trauma yang mandalam bagi para siswa SMK yang seharusnya menjalankan liburan justru mendapati musibah yang mengerikan.

Masyarakat di sekitar juga mengalami kerugian yaitu dalam hal emosional dan material akibat kerusakan kendaraan dan infrastruktur.

Kelalaian Pengelola Bus
Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) terhadap bus pariwisata Sakhinda Trans ditemukan bahwa sistem pengereman pada bus tersebut bermasalah.

Menurut laporan, rem kanan depan terlihat sudah cukup usang dan tipis, begitupun dengan rem kiri belakang yang mengalami hal serupa. Kondisi tromol belakang sebelah kiri pada bus juga sudah tidak rata dan bergelombang.

Selain itu, kondisi indikator tekanan rem angin serta kinerja sistem rem angin tidak optimal, ditambah dengan tidak adanya sisa angin yang diperiksa melalui penekanan pedal rem. Hal ini juga di dukung pada kondisi jalan yang tidak terlihat adanya jejak pengereman yang di lakukan oleh bus pariwisata Sakhindra Trans tersebut.

Melalui investigasi yang telah di paparkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) telah terungkap bahwa kondisi bus memang tidak layak jalan, terdapat beberapa temuan kerusakan pada sistem pengereman.

Selain dari investagasi Dishub, hasil gelar perkara juga menemukan bahwa bus pariwisata Sakhindra Trans belum memiliki izin trayek penyelenggara angkutan wisata.

Perusahaan yang berdiri pada 25 Oktober 2024 dengan nomor akta 154 ini seharusnya sudah mengurus izin trayek angkutan wisata, yang mena telah di atur dalam Permenhub Nomor 19 Tahun 2021.

Menurut saya hal hal yang telah di paparkan ini menimbulkan tanda tanya besar, apakah bus telah melalui proses pengecekan sebelum melakukan perjalanan? Adakah pengecekan rutin yang dilakukan pengelola? Mengapa bisa terjadi kesalahan teknis pada bagian rem? dan bagaimana bisa bus yang belum memiliki izin trayek peyelengara angkutan wisata sudah bisa beroperasi?

Peningkatan Sistem Keselamatan Transportasi
Sayang sekali kejadian seperti ini masih banyak terjadi di Indonesia, begitu banyak dampak dan kerugian yang di dapat. Tentunya melalui kejadian ini perlu dilakukan perbaikan sistem keselamatan transportasi di Indonesia, dan pemerintah harus dengan tegas menegakan regulasi yang berlaku.

Pemerintah harus memastikan bahwa semua intansi yang berhubungan dengan transportasi melakukan pemeriksaan teknis secara berkala. Mulai dari sistem pengereman, ban, dan komponen lain yang harus dilakukan pengecekan rutin untuk meastikan kelayakan operasional.

Hal ini sesuai dengan regulasi yang ada pada Peraturan Nomor PM 83 Tahun 2021 yang mengatur tentang penyelenggaraan angkutan penumpang umum dan menekankan pentingnya pemeliharaan kendaraan untuk menjamin keselamatan penumpang.

Tentunya regulasi yang ada bukan hanya tercatat saja, namun harus terus di tegaskan dan dilakukan pengecekan di setiap instansi pengelola transportasi.

Saya juga ingin menanggapi tentang Sakhindra Trans yang ternyata belum memiliki izin trayek angkutan wisata, namun sudah beroperasi menjalankan perjalanan dan membawa penumpang.

Hal ini bisa di pastikan bahwa Sakhindra Trans melakukan perjalanan ilegal yang juga membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan. Proses kepemilikan izin trayek ini perlu di buat karena sudah tercantum dalam regulasi Permenhub No. 19 tahun 2021.

Ketidak patuhan pengelola wisata Sakhindra Trans menunjukan adanya kelalaian dari pihak instansi dalam menjalankan operasional perusahaan.

Selain itu, pemerintah dan pengelola wisata juga perlu mengadakan pelatihan pengemudi untuk situasi darurat. Sebelum melakukan perjalanan pengemudi harus mengetahui bagaimana cara menghadapi situasi seperti rem blong, kerusakan ban dan kerusakan lainnya.

Pelatihan ini bukan hanya untuk meningkatkan keterampila, tetapi untuk mempersiapkan pengemudi agar dapat mengambil Tindakan yang cepat saat berada di situasi yang membahayakan.

Jika sudah dilakukan pelatihan, diharapkan pengemudi dapat lebih sigap dan bisa mengambil keputusan yang tepat, cepat dan cermat.

Dari banyaknya kejadian yang serupa, menurut saya kejadian kecelakaan karena rem blom seharusnyaa tidak perlu terjadi jika semua pihak dapat bertanggung jawab dan berperan dengan semestinya.

Banyaknya kerugian materi bahkan nyawa seharusnya dapat membuat semua pihak membuka mata dan lebih memperhatikan lagi terkait sistem keselatamatan transportasi.

Jika pemerintah, pengelola transportasi, pengemudi dan masyarakat dapat menjalankan perannya dengan baik, tentunya akan tercipta lingkungan transportasi yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

Dengan komitmen dan kesadaran bersama di harapkan kita dapat meningkatkan keselamatan transporasi, agar kita dapat mencegah tragedi tersebut terulang di masa yang akan datang.***

Luci Nabila Agustin
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Citra Ayu Shafinas Korban Bullying yang Jadi Mahasiswa Berprestasi

0

Bogordaily.net – Citra Ayu Shafinas, biasa dipanggil Citra, adalah mahasiswi berprestasi di IPB University Tahun 2025 yang memiliki kisah hidup yang penuh inspirasi. Ia lahir pada tanggal 5 Mei 2004 di Banyuwangi, ujung paling timur pulau Jawa.

Sejak kecil, Citra telah menghadapi berbagai rintangan, dimulai saat ia berusia dua tahun ketika ia mengalami kesulitan dalam berjalan dan berbicara, yang dianggap tidak normal oleh masyarakat sekitar.

Tak hanya itu, Citra juga merupakan korban bullying yang mengalami perlakuan tidak menyenangkan sejak TK hingga SMA, baik secara verbal maupun non-verbal.

Pengalaman tersebut menjadi tantangan besar dalam hidupnya, memaksanya untuk terus membangun semangat di setiap harinya.

Trauma yang mendalam akibat bullying tersebut tidak mudah untuk dikontrol, namun Citra berusaha keras untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Citra dikenal sebagai sosok yang individualis, bahkan ia tidak memiliki teman dekat untuk berbagi cerita atau pengalaman.

Di tengah lingkungan yang kurang mendukung, Citra merasa kehilangan dukungan dan kasih sayang yang seharusnya didapatkan oleh seorang anak. Namun, semuanya mulai berubah ketika ia memasuki dunia perkuliahan.

Di sana, Citra akhirnya merasakan kehangatan dukungan dari teman-teman dan lingkungan baru yang lebih positif. Bertahun-tahun, Citra menerima rasa sakit dari perlakuan teman-teman maupun guru-gurunya.

Namun, semua pengalaman pahit tersebut justru menjadi sumber kekuatan bagi dirinya untuk membuktikan kepada dunia bahwa ia mampu memberikan yang terbaik.

Ia sering mengikuti lomba olimpiade sejak SMP, dan untuk pertama kalinya, Citra mencoba hal baru saat duduk di bangku SMA dengan mengikuti perlombaan debat yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jember.

Dalam ajang tersebut, ia berhasil meraih juara keempat, sebuah pencapaian yang menjadi titik awal baginya untuk menemukan passion di bidang komunikasi.

Pengalaman ini tidak hanya membangkitkan rasa percaya dirinya, tetapi juga menumbuhkan semangat baru untuk terus mencoba dan mengembangkan kemampuannya.

Dari sini, Citra menyadari bahwa ia memiliki potensi besar dalam berkomunikasi, yang kemudian menjadi salah satu kekuatan utama dalam perjalanan hidupnya.

Citra akhirnya memasuki jurusan yang sesuai dengan passion-nya, yaitu Program Studi Komunikasi Digital dan Media di Sekolah Vokasi IPB University.

Ia adalah sosok yang menyukai tantangan dan selalu berusaha mencoba hal-hal baru. Pada semester pertama, Citra mengikuti lomba debat yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni Vokasi dan berhasil meraih juara kedua.

Karena pencapaian serta bakat yang sudah ia punya, beliau mendaftar beasiswa sebanyak 20 kali dan yang berhasil diterima adalah 7 program beasiswa.

Kerja keras dan tak kenal lelah yang ia miliki menjadikan ia terus terbentuk dan berkembang menjadi orang yang kuat.

Roda kehidupan terus berputar, dan setiap pencapaian yang diraih Citra tentu tidak datang dengan mudah. Ia pernah mengalami masa-masa sulit dan berada di titik terendah.

Namun, semangatnya untuk terus mencoba tidak pernah pudar. Setiap kali menghadapi kegagalan, Citra meluapkan kesedihannya dengan mencari lomba-lomba baru untuk diikuti.

Baginya, kalah dalam suatu kompetisi adalah hal yang biasa, tetapi bangkit dan mencoba lagi adalah tantangan yang jauh lebih sulit bagi banyak orang.

Salah satu momen paling menantang dalam perjalanan debatnya terjadi ketika ia mendapatkan skor terendah dalam penilaian speaker/speech.

Meskipun itu adalah pengalaman yang menyedihkan, Citra tidak membiarkan hal tersebut menjatuhkannya. Sebaliknya, ia menjadikannya sebagai sumber kekuatan untuk terus berjuang dan memperbaiki diri.

Dengan tekad yang kuat, Citra membuktikan bahwa setiap kegagalan adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh.

Beliau selalu menanamkan prinsip one week for one race dalam satu minggu harus ada satu lomba yang harus diikuti.

Dengan keterbatasan biaya yang dihadapi sebagai seorang anak rantau, Citra berusaha keras untuk mengikuti lomba-lomba bergengsi.

Ia memilih untuk berpartisipasi dalam lomba-lomba online yang peluangnya lebih besar, seperti menulis cerpen dan esai.

Menyadari bahwa keberhasilan dalam kompetisi ini memerlukan kerja sama tim yang solid dan tujuan yang sama, Citra bergabung dengan IDC (IPB Debating Community) untuk mendapatkan pelatihan serta membangun jaringan dengan tim yang sejalan.

Usahanya membuahkan hasil ketika pada semester empat dan lima, ia berhasil memenangkan berbagai lomba di universitas terkemuka seperti UNHAS, Jambi, UM, dan UGM dan masih banyak lagi.

Untuk mencapai status sebagai mahasiswi berprestasi adalah impian besar bagi Citra, dan ia menyadari bahwa perjalanan ini bukanlah hal yang mudah.

Dengan tekad yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi, ia mendaftar menjadi mahasiswa berprestasi saat hari ujian. Setelah ujian selesai, ia langsung mempersiapkan segala sesuatunya sendiri tanpa bimbingan dari siapapun.

Sampai pada akhirnya, Citra Ayu Shafinas berhasil masuk dalam nominasi mahasiswa berprestasi di IPB University tahun 2025 dan mendapat Awardee Terbaik 2 Program Diploma sebagai Mahasiswa Berprestasi IPB University.

Pencapaian ini bukan hanya sebuah kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi orang-orang terdekatnya yang selalu mendukungnya sepanjang perjalanan.

Untuk mencapai titik ini, Citra menyadari bahwa yang paling berpengaruh dalam hidupnya adalah dirinya sendiri.

Meskipun dukungan dari orang lain sangat berarti, ia percaya bahwa kekuatan dan motivasi terbesar datang dari dalam dirinya.

Perjalanan Citra tidaklah mudah, ia telah mengalami jatuh bangun berkali-kali. Setiap kegagalan dan tantangan yang dihadapinya justru semakin menguatkan tekadnya untuk terus berjuang.

Citra selalu menemukan cara untuk bangkit kembali. Ia menganggap setiap kegagalan sebagai pelajaran berharga yang membentuk karakternya.

Orang tuanya juga memainkan peran penting dalam membentuk semangat juangnya. Dukungan moral dan nasihat dari mereka menjadi penguat ketika Citra merasa lelah atau kehilangan arah.

Perjalanan Citra Ayu Shafinas adalah kisah inspiratif tentang bagaimana seseorang dapat mengatasi rintangan hidup dengan ketekunan dan semangat juang.

Dari seorang anak yang mengalami bullying hingga menjadi mahasiswi berprestasi di IPB University, Citra membuktikan bahwa dengan kerja keras, keberanian untuk mencoba hal baru, dan dukungan dari lingkungan yang positif, setiap individu dapat mencapai impian mereka.

Kisahnya mengingatkan kita bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan. sebaliknya, kita memiliki kekuatan untuk mengubah cerita hidup kita sendiri melalui usaha.

Perjuangan Citra bukan hanya tentang pencapaian pribadi tetapi juga tentang memberi inspirasi kepada orang lain bahwa setiap tantangan dapat dijadikan batu loncatan menuju kesuksesan.***

Dian Fitri Nuur’ Ainii, Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Media Sosial: Antara Kesenangan dan Stres yang Tak Terhindarkan

0

Bogordaily.net – Sekarang ini, media sosial sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas kita sehari hari. Hampir setiap orang, dari berbagai usia dan latar belakang, menghabiskan sebagian besar waktu mereka di platform-platform seperti Instagram, Twitter, TikTok, atau Facebook.

Media sosial saat ini sudah membersamai makan dan tidur sebagai hal yang diperlukan manusia untuk bertahan hidup. Sehari saja tidak membuka , jelas banyak orng tak kuasa menahannya.

Bagi banyak orang, terasa hampir mustahil untuk sehari penuh tanpa terhubung dengan dunia maya, seakan-akan kita hidup dalam dunia yang terpisah jika tidak membuka media sosial.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan hidup berdampingan dengan media sosial. Kita semua tentu sudah terbiasa dengan kehadirannya yang hampir selalu ada dalam keseharian kita.

Namun, di balik kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan, kita juga harus berhati-hati. Media sosial, meskipun memberikan banyak manfaat, juga bisa menjadi hal yang cukup menakutkan.

Tanpa kesadaran dan kontrol yang tepat, media sosial bisa memengaruhi kesehatan mental kita, bahkan membawa dampak buruk yang tidak terduga. Jelas bahwa mood dan kesehatan mental kita bisa dipengaruhi oleh media sosial.

Setiap kali kita membuka aplikasi media sosial, kita terpapar dengan berbagai informasi, gambar, dan interaksi yang bisa membentuk perasaan kita.

Misalnya, ketika melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih sempurna, beberapa platform membuat standar kecantikan dan gaya hidup tertentu yang jelas banyak yang tidak realistis.

Perbandingan sosial yang berlebihan dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan ketidakpuasan diri. Pengguna merasa hidup mereka tidak sebaik yang mereka lihat di media sosial.

Sosial media juga sudah umum dijadikan sarana untuk mengutarakan kebencian dan perdebaran yang bersifat negatif, Ini dapat menyebabkan stres berat, kecemasan, depresi, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri.

Ini bisa sangat merusak bagi siapa saja. Penggunaan media sosial yang berlebihan juga berpotensi menyebabkan kecanduan, mengganggu kualitas tidur, dan meningkatkan tingkat stres.

Maka, tidaklah heran jika kesehatan mental generasi yang kacap kali lebih aktif di sosial media, sering terbilang lebih ‘lemah’. Bukan tanpa sebab, segala hal negatif di dunia ini lebih mudah dilihat dan lebih nyata terasa.

Sejak usia muda, banyak Gen Z sudah terbiasa dengan media sosial, yang bisa menambah tekanan psikologis.

Mereka seringkali terpapar pada perbandingan sosial, perundungan online, dan kecemasan tentang penampilan atau pencapaian hidup. Maka dari itu, kita perlu lebih sadar dan memperhatikan kesehatan mental kita sendiri.

Kita sering merasa bahwa media sosial bisa membuat kita bahagia, namun tak jarang juga media sosial justru membuat kita merasa stres dan sedih.

Cobalah untuk membatasi waktu di media sosial, misalnya dengan menggunakan aplikasi yang memantau durasi layar atau melakukan “detoks digital” secara berkala, untuk mengurangi dampak negatif dari perbandingan sosial dan informasi yang dapat memicu stres.

Menggunakan media sosial secara bijak dengan mengikuti akun-akun yang mendukung kesehatan mental atau memberikan konten positif bisa membantu menghindari paparan terhadap tekanan sosial yang tidak sehat.

Terakhir, menetapkan batasan yang sehat baik dalam hubungan pribadi maupun interaksi di dunia maya akan membantu menjaga keseimbangan emosional dan mental.

Media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahkan hampir setara dengan kebutuhan dasar seperti makan dan tidur.

Namun, meskipun memberikan banyak manfaat, dampak negatif dari media sosial terhadap kesehatan mental tidak bisa diabaikan.

Penggunaan yang berlebihan dapat memicu perbandingan sosial yang merugikan, meningkatkan stres, kecemasan, dan bahkan memperburuk kondisi mental seseorang.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih sadar akan dampak media sosial terhadap kesehatan mental dan mulai mengelola penggunaannya dengan bijak.

Dengan membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial, mengikuti akun yang positif, dan menetapkan batasan yang sehat, kita dapat mengurangi dampak negatif dan menjaga keseimbangan emosional serta mental kita.***

Selfira Putri Ariana dari Sekolah Vokasi IPB University

Dinamika Komunikasi Generasi Z di Era Digital: Kemudahan, Tantangan, dan Solusi

0

Bogordaily.net – Karena tumbuh dan berkembang dalam era digital, Generasi Z memiliki pemahaman yang mendalam serta kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi. Mereka terbiasa dengan kemajuan digital sejak usia dini, maka tak perlu kebingungan mengapa mereka lebih mudah dalam menguasai berbagai perangkat dan platform teknologi.

Teknologi digital memang sangat mempermudah segala hal yang berjalan di dunia ini, seperti komunikasi. Kemudahan yang tak tertandingi dalam berkomunikasi pada era digital ini harus kita akui.

Dari mulai cepat dan tepatnya pesan atau informasi dan media sosial seperti WhatsApp, Telegram, serta Instagram memungkinkan komunikasi real-time tanpa batasan jarak. Selain itu, adanya video call dan pertemuan melalui Zoom dan Google Meet mempermudah interaksi, baik dalam kehidupan pribadi maupun dunia kerja.

Menurut Juliyah et al. (2025), ia mengatakan bahwa Perubahan Pola Komunikasi Generasi Z lebih mengandalkan komunikasi berbasis teknologi dibandingkan dengan komunikasi langsung. Platform seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Twitter menjadi sarana utama dalam berkomunikasi.

Namun, ketergantungan pada komunikasi digital ini membawa tantangan tersendiri, seperti berkurangnya keterampilan komunikasi interpersonal dan kesulitan dalam memahami bahasa tubuh serta ekspresi non-verbal. Tentunya hal ini kita tidak bisa lagi mengelaknya. Solusi akan berinteraksi di sosial media acap kali akan menjadi pilihan pertama para Gen Z.

Bagaimana tidak interaksi ini seringkali lebih mudah, cepat dan murah. Walaupun begitu, komunikasi berbasis teknologi lebih banyak berbentuk teks atau emoji, yang sering kali kurang mampu menangkap emosi atau pesan secara akurat.

Karena minimnya ekspresi nonverbal, informasi atau pesan yang dikirim sering kali disalahartikan. Misalnya, sarkasme atau humor bisa dianggap serius, atau komentar netral bisa memicu reaksi negatif bagi penerima.

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih baik agar dapat beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah. Pendidikan mengenai literasi digital, etika komunikasi, serta keamanan data perlu diperkuat agar Generasi Z dapat menjadi komunikator yang efektif di era digital ini. (Juliyah et al. (2025)

Selfira Putri Ariana dari sekolah vokasi IPB university

Novi Rosyanti, S.E, M.Ak: Perjalanan Inspiratif dari Akuntansi ke Dunia Akademik

0

Bogordaily.net – Novi Rosyanti. SE, lahir di Garut, 9 November 1986. Sejak kecil, Novi Rosyanti menghabiskan masa kecilnya sampai sekarang di Kota Hujan. Sama seperti anak-anak pada umumnya, cita-cita yang beliau inginkan, yaitu menjadi seorang dokter. Namun, keinginan tersebut berubah semenjak Novi Rosyanti duduk di bangku SMA pada tahun 2002, dimana beliau disana mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Semasa SMA Novi Rosyanti mengaku menyukai dan menikmati pelajaran yang diberikan oleh gurunya, khususnya pelajaran akutansi. Namun, apakah dari sana sudah timbul keinginan Novi Rosyanti untuk menjadi seorang pengajar professional di bidang aktunasi? Tentu saja belum. Saat itu, Novi Rosyanti memiliki cita-cita ingin menjadi karyawan yang menekuni bidang akutansi.

Pada 2005, Novi Rosyanti resmi menjadi mahasiswa Universitas Pakuan Bogor dengan mengambil jurusan akutansi. Pada awalnya, Novi Rosyanti memiliki keinginan untuk masuk ke Institut Pertanian Bogor, Sekolah Vokasi dengan mengambil jurusan akutansi, namun keinginan tersebut belum dapat terealisasikan pada masa itu.

Namun, dengan tekat serta perjuangan Novi Rosyanti untuk belajar, Novi Rosyanti dapat dinyatakan lulus dalam waktu kurang dari empat tahun. Semasa pendidikan, Novi sempat menjadi asisten dosen, alasan inilah yang menjadi alasan utamanya untuk menjadi dosen.

Novi berkata bahwa dia senang untuk berbagi pengetahuan dan membantu para mahasiswa lain untuk menambah pengetahuan mengenai akutansi, selain itu beliau juga mengakui bahwa beliau lebih cocok untuk berhadapan di meja mahasiswa dibandingkan di meja perkantoran.

Sewaktu lulus, Novi Rosyanti mulai bekerja di Bank HSBC. Pada saat bekerja di Bank HSBC, beliau bertugas untuk membantu para klien untuk melakukan pinjaman kredit maupun melakukan penyimpanan di bank.

Setelah setahun menjadi karyawan Marketing Bank HSBC, Novi Rosyanti memilih untuk mengundurkan diri atau resign dari pekerjaannya dan memilih untuk menjadi dosen kontrak di universitas keinginannya dahulu, yaitu IPB.

Sewaktu menjadi dosen kontrak jurusan akutansi di IPB, Novi Rosyanti melanjutkan Pendidikan S2-nya di Universitas Trisakti untuk meraih gelar magister pada tahun 2011.

Pada saat itulah, Novi, bergelut dengan beberapa penelitian yang memakan waktu cukup lama, walaupun penelitian tersebut memakan waktu yang cukup lama dan membuat Novi Rosyanti lulus lebih lama daripada rekannya, akhirnya Novi Rosyanti dapat menyandang gelar magister pada tahun 2014.

Penelitian ini merupakan penelitian pertama untuk Novi Rosyanti. Berbincang soal penelitian, Novi Rosyanti sendiri sudah memiliki kurang lebih lima penelitian yang beliau lakukan sendiri maupun bersama dengan partner dosen lainnya.

Pada saat ini, ia beserta tim dosen lainnya sedang fokus pada penelitian yang bertujuan untuk mencari inovasi baru untuk salah satu desa agrowisata, dimana dalam penelitian tersebut, mereka berusaha untuk mengembangkan system yang ada di desa tersebut.

Selain menjadi dosen kontrak, pada tahun 2020, novi Rosyanti juga menjadi pengajar di salah satu sekolah tinggi ilmu ekonomi dan selesai pada tahun 2023.

Selanjutnya, Novi Rosyanti juga pernah menjadi partner di anak perusahaan listrik tempat kantor suaminya bekerja dan selesai pada pertengahan tahun 2024 silam.

Tingkat keberhasilan yang dirasakan setiap orang tentu berbeda-beda, hal ini sesuai dengan target yang mereka tentukan masing-masing.

Sama hal-nya dengan Novi, beliau mengatakan bahwa untuk saat ini, beliau merasa target pencapaiannya sudah tercapai dengan pengalaman yang telah ia dapatkan, serta beliau diberikan kepercayaan untuk menjadi dosen tetap di IPB.

Beliau juga menambahkan bahwa dalam perjalanan mencapai impian, tidak ada yang instan. Setiap langkah yang diambil membutuhkan proses, usaha, dan ketekunan. Novi Rosyanti percaya bahwa dengan kerja keras, dedikasi, serta niat yang kuat, seseorang dapat meraih apa yang dicita-citakan.

Namun, dalam perjalanan tersebut, pasti ada berbagai tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Tidak jarang seseorang mengalami kegagalan, namun bagi Novi Rosyanti, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, kegagalan justru menjadi pembelajaran berharga untuk bangkit dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih siap menghadapi masa depan.

Selain itu, beliau menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan. Di era yang semakin maju ini, perkembangan teknologi dan informasi terjadi dengan sangat pesat, sehingga setiap individu, terutama mahasiswa dan para akademisi, harus mampu beradaptasi dan terus mengembangkan diri.

Dunia akademik dan profesional tidak lagi hanya mengandalkan teori, tetapi juga memerlukan pemahaman akan dinamika yang terjadi di sekitar. Oleh karena itu, beliau selalu mendorong mahasiswanya untuk aktif dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kampus.

“Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang sudah didapatkan, karena ilmu selalu berkembang. Jika kita hanya diam dan tidak berusaha mencari hal-hal baru, maka kita akan tertinggal. Oleh karena itu, kita harus selalu terbuka dengan perkembangan zaman, teknologi, serta inovasi yang dapat membantu kita dalam meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.

Sebagai seseorang yang telah melalui berbagai tahapan dalam dunia akademik maupun profesional, Novi, berharap agar para mahasiswa tidak hanya fokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga membangun karakter yang kuat, memiliki integritas, serta menjunjung tinggi etika dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.

“Jadilah individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan etika yang baik. Dengan begitu, kesuksesan yang diraih akan lebih bermakna dan bermanfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

Tak lupa, beliau juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar terus mencari peluang dan tidak ragu untuk mencoba hal-hal baru. “Jangan takut gagal, jangan takut mencoba.

Kesempatan itu ada di mana-mana, tergantung bagaimana kita mau berusaha untuk mencapainya. Jika kita hanya menunggu, maka kesempatan itu bisa saja hilang. Maka dari itu, beranikan diri untuk mengambil langkah, hadapi tantangan dengan keberanian, dan teruslah belajar tanpa henti,” ujarnya dengan penuh semangat.

Di akhir pembicaraannya, Novi,  berharap agar para mahasiswa dan generasi muda saat ini dapat memiliki visi yang jelas terhadap masa depan mereka. Beliau mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari harta atau jabatan yang tinggi, tetapi juga dari seberapa besar seseorang bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

“Jangan hanya berpikir untuk sukses sendiri, tetapi jadilah seseorang yang juga bisa membantu orang lain untuk sukses. Dengan begitu, kita tidak hanya menjadi individu yang berhasil, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik untuk lingkungan sekitar,” pungkasnya.***

Yakhin Alexa Najeges
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media

Pantai Tersembunyi di Lampung

0

Bogordaily.net – Liburan semester kuliah akhirnya usai, menandai berakhirnya masa rehat dari kesibukan akademik yang selama ini menyita perhatian. Pada liburan semester tiga kali ini, saya memutuskan untuk pulang ke rumah di Lampung, sebuah keputusan yang telah lama saya nantikan.

Rasa rindu yang selama ini terpendam akhirnya bisa terobati dengan kembali ke kampung halaman, tempat di mana banyak kenangan indah tersimpan.

Dalam hati, perasaan bahagia membuncah saat membayangkan momen kebersamaan dengan keluarga, terutama karena liburan kali ini bertepatan dengan perayaan tahun baru.

Menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta serta merasakan kembali rutinitas harian di rumah adalah sesuatu yang sangat saya rindukan setelah berbulan-bulan merantau demi menempuh pendidikan.

Sebagai bagian dari tradisi keluarga, setiap tahun baru kami selalu mengadakan perjalanan wisata ke pantai.

Rumah kami yang terletak di daerah pegunungan membuat perjalanan menuju pantai menjadi pengalaman yang istimewa, karena memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan dengan suasana sehari-hari di rumah.

Udara sejuk pegunungan berganti dengan semilir angin laut, suara gemuruh ombak, dan hamparan pasir yang luas. Pada tanggal 1 Januari, kami sekeluarga dengan penuh semangat mempersiapkan perjalanan ini.

Tidak hanya keluarga inti yang ikut serta, tetapi juga beberapa tetangga yang sudah menjadi bagian dari keluarga besar kami.

Karena jumlah rombongan yang cukup banyak, kami pun memutuskan untuk menyewa mobil agar perjalanan lebih nyaman dan semua orang bisa menikmati liburan bersama tanpa harus berdesakan di kendaraan pribadi.

Selain faktor kenyamanan, menyewa mobil juga menjadi pilihan yang tepat mengingat jarak antara rumah kami dan Pantai Muara Indah yang cukup jauh, yaitu sekitar 60 km.

Sebelum berangkat, kami sudah menyiapkan berbagai macam bekal untuk memastikan perjalanan berjalan lancar tanpa hambatan.

Kami membawa makanan untuk makan siang dan makan sore, sehingga tidak perlu khawatir jika nanti sulit menemukan tempat makan yang sesuai dengan selera di perjalanan.

Selain itu, aneka camilan ringan juga kami siapkan untuk menemani perjalanan panjang, menciptakan suasana yang lebih seru dan menyenangkan.

Sepanjang perjalanan, tawa dan cerita-cerita ringan mengalir tanpa henti, membuat perjalanan terasa lebih singkat dan menyenangkan meskipun jaraknya cukup jauh.

Awalnya, kami berencana mengunjungi Pantai Terbaya di Kabupaten Tanggamus, Lampung, seperti yang telah menjadi kebiasaan di tahun-tahun sebelumnya.

Namun, kali ini kami ingin mencoba sesuatu yang berbeda dengan mencari destinasi baru yang belum pernah kami kunjungi.

Salah satu bapak dalam rombongan kami pun berinisiatif untuk menghubungi saudaranya yang tinggal di daerah Tanggamus guna meminta rekomendasi pantai yang menarik.

Dari hasil percakapan tersebut, kami mendapatkan informasi mengenai Pantai Muara Indah, sebuah pantai yang letaknya tidak jauh dari Pantai Terbaya dan berdekatan dengan dermaga serta pasar ikan.

Dengan penuh antusias, kami pun mengubah tujuan perjalanan dan berangkat menuju Pantai Muara Indah. Meskipun sempat mengalami sedikit kesulitan dalam menemukan lokasi pantai tersebut, bantuan dari maps serta petunjuk dari penduduk setempat akhirnya membawa kami ke tujuan.

Sesampainya di sana, kami langsung disambut oleh keindahan alam yang begitu memukau. Harga tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp5.000 per orang, menjadi salah satu daya tarik utama pantai ini, menjadikannya destinasi wisata yang ramah di kantong namun tetap menyuguhkan pengalaman yang luar biasa.

Pantai Muara Indah benar-benar sesuai dengan namanya—keindahannya begitu memanjakan mata dan menenangkan jiwa. Hamparan pasir putih yang lembut berpadu dengan air laut yang tenang menciptakan suasana yang damai.

Garis pantai yang menjorok ke arah selatan semakin memperindah panorama alamnya, terlebih dengan deretan pohon kelapa yang melambai-lambai tertiup angin.

Yang membuat pantai ini semakin unik adalah keberadaan hulu sungai yang langsung mengalir ke laut, menciptakan kombinasi pemandangan yang jarang ditemukan di pantai-pantai lain.

Selain keindahan alamnya, suasana di Pantai Muara Indah semakin menarik dengan keberadaan kapal-kapal nelayan serta kapal besar yang bersandar di sekitar dermaga.

Kehadiran kapal-kapal tersebut justru menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, menciptakan pemandangan yang berbeda dari pantai biasa.

Fasilitas yang tersedia di pantai ini pun cukup lengkap, mulai dari area taman yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai, hingga berbagai warung makanan yang menjual aneka kuliner khas daerah.

Saya pun tak melewatkan kesempatan untuk membeli beberapa jajanan dan suvenir, termasuk manik-manik unik sebagai kenang-kenangan dari perjalanan ini.

Hari itu benar-benar terasa istimewa. Suasana pantai yang nyaman, kebersamaan dengan keluarga dan tetangga, serta momen menikmati indahnya alam membuat perjalanan ini begitu berkesan.

Rasanya, liburan semester ini menjadi salah satu yang paling membahagiakan karena penuh dengan pengalaman baru yang menyenangkan.

Keindahan Pantai
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan dari Kabupaten Pringsewu menuju Kabupaten Tanggamus, kami akhirnya tiba di Pantai Muara Indah dengan perasaan gembira dan antusias.

Perjalanan yang kami tempuh selama lebih dari satu jam itu terasa begitu berharga ketika kami melihat hamparan pantai yang indah membentang di hadapan kami.

Setelah sejenak menikmati pemandangan dan menghirup udara segar khas pantai, kami pun memutuskan untuk segera menyantap bekal yang telah kami siapkan dari rumah.

Kami memilih tempat yang nyaman di tepi pantai, di bawah rindangnya pohon kelapa yang memberikan sedikit keteduhan dari sengatan matahari siang.

Suasana makan bersama ini terasa semakin istimewa karena diiringi oleh hembusan angin laut yang sepoi-sepoi serta suara deburan ombak yang menenangkan.

Kami menggelar tikar di atas pasir, menyusun berbagai macam hidangan yang telah kami bawa, mulai dari nasi, lauk-pauk, sambal, hingga aneka camilan dan minuman segar.

Makan di tempat terbuka dengan pemandangan laut yang menakjubkan benar-benar memberikan kenikmatan tersendiri, jauh berbeda dibandingkan makan di rumah atau restoran.

Tak hanya sekadar menikmati makanan, kami juga mengisi waktu dengan berbagai aktivitas menyenangkan lainnya.

Beberapa anggota keluarga membawa alat musik sederhana, seperti gitar dan cajon, sehingga setelah makan siang, kami bernyanyi bersama, menciptakan suasana yang semakin hangat dan penuh kebersamaan.

Lagu-lagu yang kami mainkan membuat banyak pengunjung di sekitar kami ikut menikmati alunan musik yang terdengar merdu.

Selain itu, karena waktu sudah memasuki siang hari, beberapa anggota keluarga menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah di fasilitas musala yang telah disediakan di area pantai.

Fasilitas ini cukup nyaman dan bersih, membuat kami semakin bersyukur karena dapat berwisata tanpa harus melupakan kewajiban ibadah.

Pantai Muara Indah pada hari itu tampak cukup ramai. Tidak hanya keluarga kami yang memilih untuk berlibur di sini, tetapi juga banyak keluarga lain yang datang untuk menikmati suasana pantai yang indah.

Keramaian ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan mengingat tanggal 1 Januari merupakan hari libur nasional, di mana banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga maupun kerabat.

Meskipun ramai, suasana tetap terasa nyaman karena area pantai cukup luas untuk menampung banyak pengunjung. Kami bahkan sempat berkenalan dengan beberapa keluarga lain dan ikut bernyanyi bersama mereka saat makan siang.

Setelah puas menikmati makan siang dan menghabiskan waktu dengan bermain musik serta beristirahat sejenak, akhirnya momen yang paling dinantikan tiba—berenang di laut.

Saya bersama beberapa anggota keluarga dan tetangga dengan penuh semangat bergegas menuju air laut yang tampak begitu jernih dan menenangkan. Rasa lelah setelah perjalanan panjang seolah menghilang begitu tubuh kami menyentuh air yang sejuk.

Pasir pantai yang halus serta ombak yang tidak terlalu besar membuat pengalaman berenang di sini terasa sangat nyaman dan menyenangkan. Kami bermain air, bercanda, dan sesekali berlomba berenang ke tengah, menciptakan tawa serta kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Tanpa terasa, waktu berlalu begitu cepat. Satu hingga dua jam terlewati dengan penuh keseruan. Perlahan, matahari mulai condong ke barat, menandakan bahwa hari semakin sore dan sudah waktunya untuk bersiap kembali pulang.

Namun, sebelum meninggalkan Pantai Muara Indah, kami menyempatkan diri untuk mengabadikan momen dengan berfoto bersama di beberapa sudut ikonik pantai ini.

Salah satu tempat favorit untuk berfoto adalah landmark bertuliskan nama pantai yang menjadi spot favorit para pengunjung.

Sayangnya, sore itu cuaca sedikit mendung, sehingga kami tidak dapat menyaksikan keindahan matahari terbenam yang biasanya menjadi daya tarik utama di pantai ini.

Meskipun demikian, pengalaman yang kami dapatkan sepanjang hari tetap terasa begitu berharga dan meninggalkan kesan mendalam di hati kami semua.

Dalam perjalanan pulang, kami tidak langsung kembali ke rumah. Salah satu tetangga kami memiliki saudara yang tinggal di sekitar Kabupaten Tanggamus, dan kami pun memutuskan untuk mampir ke rumahnya sebagai bentuk silaturahmi serta ucapan terima kasih atas bantuannya dalam merekomendasikan destinasi wisata ini.

Kunjungan ini menjadi momen yang hangat, di mana kami disambut dengan ramah serta disuguhkan hidangan ringan untuk mengistirahatkan tubuh sejenak setelah seharian beraktivitas di pantai. Setelah berbincang dan beristirahat beberapa saat, kami akhirnya melanjutkan perjalanan pulang.

Suasana Musim yang Tepat
Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa cukup hening. Beberapa anggota keluarga dan tetangga tampak mulai terlelap karena kelelahan setelah seharian bermain di pantai. Saya sendiri memilih untuk menikmati pemandangan di luar jendela sambil merefleksikan pengalaman menyenangkan yang baru saja kami lalui.

Saat itulah saya menyadari bahwa musim durian sedang berlangsung di Lampung, khususnya di Kabupaten Tanggamus. Di pinggir jalan, banyak pedagang durian yang menjajakan buah segar dengan aroma khas yang menggoda.

Tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini, kami pun sepakat untuk berhenti sejenak dan membeli beberapa buah durian sebagai oleh-oleh. Kami memilih durian yang matang sempua, memastikan rasanya benar-benar lezat saat nanti disantap bersama di rumah.

Akhirnya, perjalanan panjang ini pun berakhir dengan kepuasan dan kebahagiaan. Meskipun rasa lelah masih terasa, namun semua itu terbayar dengan pengalaman liburan yang luar biasa bersama keluarga dan tetangga.

Saya menyadari bahwa bukan hanya destinasi yang membuat perjalanan ini begitu berkesan, tetapi kebersamaanlah yang memberikan arti mendalam dalam setiap momen yang kami lalui.

Liburan semester kali ini benar-benar memberikan saya kesempatan untuk kembali merasakan hangatnya kasih sayang keluarga serta menikmati keindahan alam yang dimiliki tanah kelahiran saya, Lampung.

Saya pun kembali ke rumah dengan hati yang penuh rasa syukur, membawa pulang kenangan indah yang akan selalu saya ingat.***

Mirta Riski Utami, Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Fitri Pritasari: Perjalanan Akademik dan Dedikasi di Dunia Ekowisata

0
Bogordaily.net – Fitri Pritasari lahir pada 20 Mei 2002 dan saat ini berdomisili di Sentul, Bogor. Sejak kecil, ia menunjukkan minat yang besar terhadap pendidikan dan terus mengembangkan dirinya melalui berbagai kesempatan akademik.
Fitri menempuh pendidikan menengahnya di SMA Negeri 1 Babakan Madang, Bogor, sebelum akhirnya melanjutkan studi di Program Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB), mengambil program studi Ekowisata (EKW) melalui jalur USMI. Jalur undangan dengan nilai rata rata yang tinggi membawanya ke jurusan Ekowisata ini.
Saat memilih program studi, Fitri sebenarnya tidak memiliki ketertarikan khusus terhadap dunia pariwisata. Namun, nama “Ekowisata” yang terdengar menarik lalu membawanya masuk ke bidang tersebut.
Ia kemudian menjalani perkuliahan di Kampus IPB Sukabumi, khususnya di tengah pandemi COVID-19 yang mengharuskannya menempuh pembelajaran daring hingga semester keempat. Pada semester lima, Fitri memilih mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam proyek UNESCO di Borobudur, Magelang, dengan fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan untuk sektor homestay.
Setelah kembali ke kampus pada semester enam, Fitri melanjutkan perkuliahannya di Kampus IPB Bogor. Di semester tujuh, ia menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Taman Nasional Gunung Merbabu, yang menjadi awal mula ketertarikannya terhadap penelitian di bidang ekowisata. Selama menjalani PKL, ia mulai mengembangkan studi mengenai perencanaan program pemanduan wisata heritage di Kota Salatiga.
Meski awalnya mempertimbangkan Ambarawa sebagai lokasi penelitian, Fitri akhirnya memilih Salatiga dengan alasan aksesibilitas yang lebih baik dari tempatnya menjalani PKL. Keputusan ini sempat ia sesali karena peluang kolaborasi dengan PT KAI di Ambarawa yang seharusnya bisa memberikan manfaat lebih bagi penelitian dan kariernya di masa depan.
Dalam perjalanan akademiknya, Fitri juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi Asisten Dosen (Asdos). Tawaran tersebut datang dari dosennya saat ia masih berada di luar kota dalam rangka penelitian.
Awalnya ia ragu untuk mendaftar, tetapi akhirnya memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut. Sebagai asisten dosen, Fitri pertama kali mengampu mata kuliah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di dua kelas.
Pada semester berikutnya, ia menangani mata kuliah Metode Statistika untuk mahasiswa baru. Tantangan terbesar yang dihadapinya saat menjadi asisten dosen adalah ketika ia harus menangani tiga kelas sendiri akibat partnernya mengundurkan diri karena pekerjaan lain.
Meski demikian, ia tetap berusaha menjalankan tugasnya dengan baik. Cara yang dilakukannya adalah dengan pembagian waktu yang efisien dan fokus terhadap pekerjaannya menjadi Asisten Dosen, sehingga Fitri bisa melakukannya dengan baik walaupun sendiri.
Selain berkontribusi dalam pengajaran, Fitri juga terlibat dalam proyek akademik lainnya. Ia bersama dosennya telah menyusun buku panduan wisata cagar budaya yang telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Hal ini menjadi salah satu pencapaian akademik yang membanggakan bagi dirinya. Hal tersebut mendorong Fitri untuk lebih jauh mendalami Ekowisata itu sendiri.
Dalam prinsip hidupnya, Fitri selalu percaya bahwa setiap kesempatan yang datang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia meyakini bahwa mencoba sesuatu dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang baik, meskipun terkadang hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Oleh karena itu, ia selalu mendorong dirinya untuk terus berkembang dan belajar dari setiap pengalaman.
Saat ini, Fitri tengah mempersiapkan dirinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja di sektor yang sesuai dengan minatnya. Ia sedang mendalami bahasa asing sebagai persiapan untuk studi lanjut ke luar negeri, dengan Jerman sebagai salah satu tujuan impiannya.
Meski demikian, ia juga mempertimbangkan untuk berkarier di BUMN atau sektor swasta, tetapi tidak tertarik untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), walaupun menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah keinginan dari orang tuanya tetapi Fitri yakin dengan jalannya sendiri.
Dalam perjalanan akademik dan profesionalnya, Fitri juga memiliki pengalaman menarik saat menangani mahasiswa berkebutuhan khusus. Di Program Studi Ekowisata IPB, terdapat mahasiswa disabilitas yang membutuhkan pendekatan khusus dalam pembelajaran.
Fitri Pritasari, berupaya memberikan pengajaran dengan metode yang lebih adaptif, didukung oleh keberadaan dosen yang memiliki pemahaman mendalam mengenai pendidikan tentang hal hal tersebut.
Secara keseluruhan, perjalanan akademik Fitri Pritasari menunjukkan bagaimana ia terus berkembang melalui berbagai tantangan dan kesempatan yang datang dalam hidupnya.
Dengan semangat belajar yang tinggi dan dedikasi terhadap bidang ekowisata, ia terus berusaha mencapai impian dan memberikan kontribusi dalam dunia akademik maupun industri pariwisata. Tentunya perjalanan Fitri masih akan terus berlanjut dan ini belum setengah dari apa yang akan ia capai kedepannya.***
Oleh: Muhammad Syafiq Rifaza, Komunikasi Digital dan Media