Home Blog Page 1071

BRI Cabang Cikarang Menggelar Buka Puasa Bersama Nasabah

0

Bogordaily.net – Bank Rakyat Indonesia atau BRI Cabang Cikarang menggelar acara buka puasa bersama yang bertempat di Rumah Makan Ibu H Cijantung Ciganea.

Acara ini diadakan untuk mempererat hubungan antara BRI dan nasabah setianya di tengah bulan suci Ramadan, serta sebagai ungkapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh nasabah kepada bank.

Acara dimulai pada sore hari dengan kehadiran kurang lebIh 60 nasabah yang datang langsung ke Rumah Makan Ibu H Cijantung Ciganea. Setibanya di lokasi, para nasabah langsung disambut oleh Pimpinan Cabang BRI Cikarang dan para karyawan BRI.

Pada sambutannya, Kepala Cabang BRI Cikarang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh nasabah yang telah menyempatkan hadir. Beliau juga menjelaskan bahwa acara buka puasa bersama ini bukan hanya sekadar momen berbuka, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan dan kepercayaan yang diberikan nasabah kepada BRI selama ini. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan dan menjaga komunikasi yang baik antara BRI dan para nasabah.

“Acara ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk berbagi kebahagiaan dan merayakan kebersamaan dalam bulan Ramadan yang penuh berkah. Kami berharap, melalui acara ini, kita dapat terus mempererat tali silaturahmi dan menjaga hubungan yang saling menguntungkan antara BRI dan nasabah,” ujar Omang Solehudin, Kepala Cabang BRI Cikarang.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang ustaz, yang kemudian diikuti dengan berbuka puasa. Hidangan lezat yang disajikan di Rumah Makan Ibu H Cijantung Ciganea, tersedia beragam menu spesial, mulai dari takjil, kolak, hingga makanan berat yang menggugah selera yang sudah dipersiapkan dengan hangat oleh Pimpinan Cabang BRI Cikarang, yang membuat acara buka puasa bersama ini semakin terasa istimewa.

Nasabah dan pihak BRI menikmati hidangan sambil berbincang akrab, serta membangun hubungan yang lebih personal dan erat.

Selain berbuka puasa, acara ini juga memberikan kesempatan bagi para nasabah untuk mengenal lebih dekat produk dan layanan terbaru dari BRI. Dengan nasabah yang antusias bertanya tentang berbagai produk unggulan BRI yang dapat membantu mereka dalam mengelola keuangan atau memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Kesempatan ini juga menjadi tempat bagi BRI untuk mendengarkan masukan dan saran dari para nasabah terkait pelayanan yang telah diberikan selama ini. Pihak BRI berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik, serta terus berinovasi guna memenuhi kebutuhan nasabah.

“Kami, para nasabah BRI khususnya Cabang Cikarang, ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Omang Solehudin Pimpinan Cabang, beserta seluruh jajaran BRI Cikarang atas kesempatan untuk bisa berbuka puasa bersama dalam acara yang penuh kebersamaan ini. Tentunya kami juga sangat mengapresiasi perhatian dan kepedulian BRI terhadap nasabahnya, serta semangat untuk terus mempererat hubungan baik dengan kami”Ujar H. Ade Ashari, perwakilan nasabah BRI Cabang Cikarang.

Dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, acara buka puasa bersama ini diakhiri dengan doa penutup, berharap agar seluruh nasabah dan pihak BRI selalu diberikan kelancaran dan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan, serta terus diberikan kemudahan dalam menjalani bulan Ramadan yang penuh makna. Dan juga pemberian hampers menyambut Hari Raya Idul Fitri yang diberikan oleh Pimpinan Cabang BRI Cikarang.

BRI Cabang Cikarang berharap acara serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan nasabah dan menjadi bagian dari perkembangan ekonomi yang lebih baik di Cikarang.***

Dukung Program Kemensos, Pemkab Bogor Usulkan 2 Titik Lokasi Sekolah Rakyat 

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengusulkan dua titik lokasi untuk mendukung program Kementerian Sosial (Kemensos) yakni sekolah rakyat di Kabupaten Bogor yang menjadi kebijakan pemerintah pusat tahun ini.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan bahwa, pihaknya telah mengirimkan surat kepada pihak terkait untuk mengusulkan sekolah rakyat di Kabupaten Bogor dalam membantu masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

“Kami mengusulkan, sudah mengirimkan surat bersama sekretaris daerah Kabupaten Bogor,” kata Rudy, Sabtu 22 Maret 2025.

Menurut Rudy, sekolah rakyat di Kabupaten Bogor akan dibangun di Bogor Barat dan Bogor Timur yang nantinya menjadi ibu kota baru.

“Titiknya sesuai dengan nnti yang kita rencanakan sebagai rencana calon ibu kota bogor Barat dan Bogor Timur,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Kementerian Sosial (Kemensos), Saifullah Yusuf telah menyiapkan sekolah rakyat khusus untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrim di seluruh wilayah Indonesia

“Ini khusus utk mereka yg miskin atau miskin ekstrem. Kalau dalam data tunggal sosial ekonomi dia berada di desil satu dan desil dua,” ungkap Gus Ipul.

Lebih lanjut, kata dia, Kabupaten Bogor juga menjadi salah satu yang menjadi prioritas dalam merealisasikan program sekolah rakyat tersebut.***

Albin Pandita

Pengaruh Musik terhadap Emosi dan Perilaku Manusia

0

Bogordaily.net – Musik adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sejak zaman dahulu, musik telah hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hiburan, ritual keagamaan, hingga untuk terapi penyembuhan.

Setiap budaya di dunia memiliki jenis musik yang berbeda, namun fungsinya tetap sama, yaitu sebagai ekspresi emosi dan alat komunikasi yang dapat menembus batas bahasa.

Musik juga memiliki kemampuan unik untuk membangkitkan perasaan tertentu, mengubah suasana hati, dan bahkan mempengaruhi perilaku seseorang dalam berbagai situasi.

Sejarah mencatat bahwa musik telah digunakan oleh manusia sejak zaman kuno untuk mengekspresikan emosi dan mempengaruhi suasana hati.

Pada masa Yunani Kuno, filsuf seperti Plato dan Aristoteles meyakini bahwa musik memiliki pengaruh besar terhadap karakter dan moral seseorang.

Menurut Aristoteles dalam karyanya Politics, musik dapat membentuk etika dan moralitas seseorang. Sementara itu, dalam budaya Timur, musik sering digunakan untuk meditasi dan penyembuhan.

Dalam konteks budaya Cina, musik dipercaya memiliki hubungan erat dengan keseimbangan yin dan yang serta digunakan dalam terapi pengobatan tradisional.

Salah satu pertanyaan menarik yang sering dibahas dalam psikologi adalah bagaimana musik dapat mempengaruhi emosi dan perilaku manusia.

Secara umum, musik dapat membangkitkan berbagai macam perasaan, mulai dari kegembiraan, kesedihan, ketenangan, hingga semangat yang membara.

Efek ini terjadi karena musik mempengaruhi sistem limbik dalam otak, yaitu bagian yang mengatur emosi dan respons terhadap rangsangan eksternal.

Ketika seseorang mendengarkan musik yang menyentuh perasaannya, otak akan melepaskan neurotransmitter seperti dopamin yang berperan dalam menciptakan perasaan senang, Bahagia, dan kepuasan.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Dr. Daniel J. Levitin, seorang ahli neurosains kognitif dari McGill University, menunjukkan bahwa musik memiliki efek yang serupa dengan obat dalam mengurangi stres dan kecemasan.

Unsur-unsur dalam musik seperti tempo, nada, dan harmoni memiliki pengaruh yang besar terhadap perasaan seseorang. Tempo, misalnya, memiliki dampak besar pada bagaimana seseorang merasakan musik.

Musik dengan tempo cepat cenderung membangkitkan semangat dan energi, sehingga sering digunakan dalam situasi yang membutuhkan dorongan motivasi, seperti olahraga atau pesta.

Sementara, musik dengan tempo lambat memiliki efek menenangkan dan dapat membantu seseorang merasa lebih rileks.

Selain itu, harmoni dalam musik juga berperan dalam menciptakan suasana tertentu, misalnya musik dengan akor mayor sering dikaitkan dengan perasaan bahagia, sementara nada yang minor atau disonansi dapat menciptakan suasana yang lebih melankolis atau dramatis.

Selain itu, musik juga memiliki kekuatan untuk membangkitkan nostalgia. Lagu-lagu tertentu dapat membawa seseorang kembali ke momen spesifik dalam hidupnya, mengingatkan pada peristiwa atau orang-orang dari masa lalu.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Memory & Cognition oleh Schulkind, Hennis, dan Rubin (1999), musik yang familiar dapat memicu memori autobiografi dan meningkatkan kesejahteraan emosional seseorang.

Hal ini disebabkan oleh keterkaitan antara musik dan hippocampus, yaitu bagian otak yang berperan dalam penyimpanan memori. Banyak orang yang mengalami momen ketika mereka mendengar lagu tertentu dan tiba-tiba teringat pada seseorang atau suatu peristiwa dalam hidup mereka.

Fenomena ini sering digunakan dalam terapi musik untuk membantu pasien dengan gangguan memori, seperti Alzheimer, dalam mengenang kembali kenangan mereka. Oleh karena itu, banyak orang yang memiliki lagu favorit yang mengingatkan mereka pada momen-momen penting dalam hidupnya, seperti masa kecil, masa remaja, atau pengalaman tertentu.

Dalam kehidupan sehari-hari, musik juga sering digunakan sebagai alat untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas.

Musik dengan ritme yang dinamis dan upbeat sering digunakan untuk meningkatkan semangat dalam berolahraga.

Misalnya, banyak orang yang merasa lebih termotivasi untuk berlari atau berlatih di gym ketika mendengarkan musik yang berenergi tinggi.

Begitu pula dalam lingkungan kerja atau belajar, musik instrumental yang menenangkan dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi.

Bahkan, banyak orang yang memilih mendengarkan musik saat melakukan tugas rutin untuk membuat aktivitas terasa lebih menyenangkan dan mengurangi rasa bosan.

Dalam dunia bisnis dan pemasaran, musik sering digunakan untuk mempengaruhi kebiasaan konsumsi pelanggan. Restoran, toko, dan pusat perbelanjaan biasanya menggunakan musik sebagai strategi pemasaran untuk mempengaruhi keputusan pelanggan.

Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Milliman (1982) menunjukkan bahwa musik dengan tempo lambat di restoran dapat membuat pelanggan makan lebih lama dan meningkatkan jumlah pembelian mereka.

Sementara itu, musik dengan tempo cepat di toko ritel dapat mempercepat pergerakan pelanggan dan meningkatkan penjualan barang tertentu.

Genre musik juga memiliki hubungan erat dengan gaya hidup dan kepribadian seseorang. Preferensi seseorang terhadap genre musik tertentu sering kali mencerminkan karakter, nilai, dan cara pandang mereka terhadap dunia.

Misalnya, seseorang yang menyukai musik klasik cenderung memiliki kecenderungan analitis dan kreativitas, sementara pecinta musik rock sering dikaitkan dengan sifat yang ekspresif dan energik.

Beberapa penelitian psikologi menunjukkan bahwa selera musik seseorang bisa menjadi indikator kepribadian mereka, meskipun faktor lingkungan dan budaya juga turut mempengaruhi preferensi tersebut.

Dari berbagai aspek yang telah dibahas, dapat disimpulkan bahwa musik memiliki pengaruh besar terhadap emosi dan perilaku manusia, baik secara individu maupun sosial. Musik dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan mental, produktivitas seseorang, dan juga berpengaruh pada interaksi sosial.

Oleh karena itu, seseorang sebaiknya memilih jenis musik yang sesuai dengan tujuannya agar efek positifnya dapat dirasakan dengan maksimal, seperti mendengarkan musik relaksasi untuk mengurangi stres atau musik upbeat untuk meningkatkan energi dalam beraktivitas.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, akses terhadap musik menjadi semakin luas, yang memungkinkan lebih banyak orang untuk memanfaatkan musik sesuai dengan kebutuhan mereka.

Musik tidak hanya menjadi sebuah hiburan tetapi juga memiliki dampak mendalam terhadap otak dan sistem saraf manusia.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengaruh musik terhadap emosi dan perilaku, kita dapat lebih bijak dalam menggunakannya sebagai alat untuk meningkatkan kualitas dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana dikatakan oleh Friedrich Nietzsche, “Tanpa musik, hidup akan menjadi kesalahan,”.***

 

 

 

 

Syanin Anggia Asisten Dosen yang Berdedikasi di Dunia Pendidikan

0

Bogordaily.net – Syanin Anggia, seorang asisten dosen yang penuh dedikasi, telah menunjukkan komitmennya dalam dunia pendidikan sejak awal perjalanan akademisnya.Berasal dari SMA Negeri 1 Panawangan, Syanin kini menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur mandiri.

Ia merupakan mahasiswa Fakultas Vokasi, Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, angkatan 61 di Kampus IPB Sukabumi. Minatnya yang mendalam terhadap Pendidikan Agama Islam (PAI) telah tumbuh sejak duduk di bangku SD, di mana ia pernah menjuarai Lomba Cerdas Cermat PAI.

Ketika berada di Madrasah Tsanawiyah (MTS), Syanin dipercaya untuk mendampingi guru sebagai juri dalam lomba tilawah antar kelas, sebuah pengalaman yang ia anggap sebagai tanggung jawab besar. Hingga kini, Syanin tetap menyukai sejarah Islam dan berbagai hal terkait ilmu agama Islam.

Syanin memulai perannya sebagai asisten dosen mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan tugas utama mendampingi praktikan dalam melaksanakan praktikum.

Ia bertanggung jawab memberikan materi pembelajaran, menguji kemampuan mahasiswa dalam menghafal surah-surah pendek Al-Qur’an, serta memahami isi kandungan dan ilmu tajwid.

Pengalaman pertamanya sebagai asisten dosen diwarnai dengan rasa gugup, terutama karena ia harus menilai kemampuan mahasiswa yang akan berpengaruh pada indeks prestasi (IP) mereka.

Namun, dengan kesadaran akan tanggung jawab yang besar, Syanin berhasil mengatasi rasa gugupnya dan fokus pada tugasnya dengan profesionalisme dan keadilan.

Dalam perjalanan kariernya, Syanin banyak terinspirasi oleh mentor dan role model yang membantunya berkembang. Salah satunya adalah kakak tingkatnya yang juga menjadi asisten dosen PAI.

Selain itu, Zahid Azmi Ibrahim, seorang konten kreator pendidikan, juga menjadi sumber motivasi bagi Syanin untuk terus mencoba hal-hal baru, keluar dari zona nyaman, dan lebih mengenal dirinya sendiri.

Syanin memiliki pendekatan yang unik dalam membantu mahasiswa memahami materi. Ia menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Ketika menghadapi mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar, Syanin mengidentifikasi masalah tersebut dan membantu mahasiswa dengan memberikan informasi, data, serta dukungan yang dibutuhkan.

Ia juga menerapkan metode pembelajaran kolaboratif, di mana mahasiswa dilibatkan dalam diskusi dan penyelesaian masalah, sehingga materi lebih mudah dipahami.

Menurut Syanin, peran asisten dosen sangat penting dalam dunia akademik. Mereka membantu dosen dalam mendampingi praktikum, membimbing mahasiswa, dan memberikan motivasi untuk meningkatkan keterampilan belajar.

Syanin merasa bangga bisa menjadi bagian dari proses ini, terutama karena menjadi asisten dosen adalah impiannya sejak SMA. Pengalaman ini juga memengaruhi rencana kariernya ke depan, di mana ia berharap dapat terus berkontribusi di dunia pendidikan profesional.

Syanin berpesan bahwa menjadi asisten dosen membutuhkan persiapan matang dalam menguasai materi, mengembangkan keterampilan mengajar, dan membangun kepercayaan diri. Selain itu, sikap profesional, sabar, teliti, dan inovatif sangat diperlukan.

“Siapa pun bisa menjadi asisten dosen selama memiliki kemauan kuat untuk berdedikasi dan mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.

Dengan dedikasi dan semangatnya, Syanin Anggia terus berkontribusi dalam dunia pendidikan, membimbing mahasiswa, dan menginspirasi banyak orang untuk terus berkembang.

Syanin Anggia tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler selama masa sekolahnya. Di SMA Negeri 1 Panawangan, ia dikenal sebagai siswa yang berprestasi dan aktif dalam organisasi siswa.

Kegiatan ini membantu Syanin mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan manajemen waktu, yang sangat berguna dalam perannya sebagai asisten dosen.Selain menjadi asisten dosen, Syanin juga terlibat dalam berbagai proyek penelitian di bidang Teknologi dan Manajemen Ternak.

Pengalaman ini memberinya wawasan mendalam tentang penerapan ilmu yang dipelajari di kelas ke dalam praktik nyata. Ia sering berbagi pengalaman ini dengan mahasiswa yang dibimbingnya, memberikan contoh konkret bagaimana teori dapat diaplikasikan dalam dunia kerja.

Syanin juga aktif dalam komunitas mahasiswa dan organisasi keagamaan di kampus. Ia sering menjadi pembicara dalam seminar dan workshop tentang Pendidikan Agama Islam, membagikan pengetahuannya dan menginspirasi mahasiswa lain untuk lebih mendalami ilmu agama.

Keterlibatannya dalam komunitas ini memperluas jaringan dan pengaruhnya di dunia pendidikan.Selama menjadi asisten dosen, Syanin telah menerima beberapa penghargaan atas dedikasi dan kinerjanya yang luar biasa.

Penghargaan ini tidak hanya mengakui kerja kerasnya tetapi juga memotivasi mahasiswa lain untuk mengikuti jejaknya. Syanin percaya bahwa penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas komitmennya untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diembannya.

Syanin memiliki rencana besar untuk masa depannya. Ia berencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengambil program magister di bidang Pendidikan Agama Islam atau Manajemen Pendidikan.

Tujuannya adalah untuk memperdalam pengetahuannya dan berkontribusi lebih besar dalam reformasi dan inovasi pendidikan di Indonesia. Ia juga berharap dapat menulis buku tentang metode pengajaran efektif yang dapat digunakan oleh para pendidik di seluruh negeri.

Syanin Anggia adalah contoh nyata dari seorang pendidik muda yang berdedikasi dan penuh semangat.

Dengan kombinasi pengetahuan akademis, keterampilan, dan komitmen terhadap pendidikan, ia telah membuat dampak signifikan dalam kehidupan banyak mahasiswa.

Melalui kerja keras dan dedikasinya, Syanin terus menginspirasi dan memotivasi generasi muda untuk mencapai potensi terbaik mereka.***

Quenny Zada Amatillah

Desember yang Tak Terlupakan, Petualangan Menyenangkan Bersama Keluarga di Universal Studio Jepang.

0

Bogordaily.net – Desember 2024 menjadi bulan yang penuh kenangan bagi keluarga kami. Setelah menabung dan merencanakan perjalanan selama berbulan-bulan, akhirnya kami memutuskan untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Universal Studio Jepang (USJ), Osaka.

Ini adalah perjalanan pertama kami ke Jepang, dan kami memilih untuk menginap di The Park Front Hotel at Universal Studio Japan, hotel yang lokasinya sangat strategis, hanya beberapa langkah dari pintu masuk taman hiburan.

Sebelum kami datang ke Osaka kami semua pergi ke Jepang daerah Niseko untuk melihat salju yang konon katanya ini adalah salju terlembut yang pernah ada , setelah 3 hari kita menikmati salju di Niseko dan bermain ski untuk pertama kalinya.

Kami memutuskan untuk melihat sisi lain dari Jepang yang banyak mancanegara menginginkan untuk pergi ke Universal Studio .Pada pagi hari kami semua bergegas untuk bersiap-siap untuk pergi ke bandara untuk pergi ke destinasi
selanjutnya.

Penerbangan dari Niseko ke Osaka menghabiskan waktu 2 jam di dalam pesawat, kami tiba di Bandara Kansai, Osaka.Udara dingin Desember menyambut kami, tetapi antusiasme kami tidak surut.

Kami langsung menuju The Park Front Hotel menggunakan mobil. Begitu tiba di hotel, kami sangat takjub dengan yang ada di dalamnya semua dekorasi di dalam hotel rasanya seperti berada di dalam mimpi.

Lobi hotel yang luas dan modern membuat kami langsung merasa nyaman. Kamar kami berada di lantai tinggi, dan dari jendela, kami bisa melihat pemandangan Universal Studio Jepang yang megah, dengan roller coaster yang menjulang tinggi dan lampu-lampu berkelap-kelip. Setelah beristirahat sejenak, kami memutuskan untuk menjelajahi area sekitar hotel.

Suasana di sekitar USJ sangat meriah, dengan toko-toko souvenir dan restoran yang ramai dikunjungi wisatawan. Kami memilih untuk makan malam di sebuah restoran Jepang yang menyajikan ramen dan sushi.

Rasanya autentik dan lezat, membuat kami semakin bersemangat untuk hari esok.Pagi hari, kami bangun lebih awal untuk memastikan bisa masuk ke USJ segera setelah pintu dibuka.

Setelah sarapan di hotel, kami berjalan kaki menuju taman hiburan.Begitu masuk, kami langsung disuguhi pemandangan yang menakjubkan, patung-patung karakter terkenal Universal, jalanan yang dihiasi ornamen Natal, dan musik ceria yang mengiringi langkah kami.

Wahana pertama yang kami tuju adalah Nintendo World, area baru yang sangat kami nantikan. Begitu masuk, kami seperti terjun ke dalam dunia game Super Mario.Suasana di sini sangat hidup, dengan warna-warna cerah dan detail yang luar biasa.

Kami memutuskan untuk mencoba Mario Kart: Koopa’s Challenge, sebuah wahana augmented reality yang membuat kami merasa seperti berada di dalam permainan Mario Kart. Sensasinya luar biasa! Kami berpacu melawan karakter-karakter lain sambil mengumpulkan koin dan menghindari rintangan.

Kami juga membeli gelang yang disebut “power up “ dimana di dalam area Nintendo World tersebut menyediakan kotak seperti di dalam permainan Mario dan dari kotak tersebut akan mengeluarkan suara dan cahaya bahwa kita telah menaikan tenaga yang kami miliki seperti di dalam games Super Mario.

Setelah itu, kami menjelajahi area Nintendo World lebih lanjut, mencoba berbagai permainan interaktif, dan berfoto dengan karakter seperti Mario, Luigi, dan Princess Peach. Kami juga membeli beberapa merchandise, termasuk bando Mario dan pop corn berbentuk bintang yang sangat terkenal disana.

Setelah puas di Nintendo World, kami menuju ke The Wizarding World of Harry Potter. Begitu masuk, kami disambut oleh replika Hogwarts Express dan suasana desa Hogsmeade yang terlihat sangat magis. Rasanya seperti berada di dalam film Harry Potter.

Kami memutuskan untuk mencoba wahana Harry Potter and the Forbidden Journey, yang berada di dalam kastil Hogwarts.Wahana ini sangat luar biasa Kami merasakan sensasi terbang di atas sapu sambil bertemu dengan karakter-karakter seperti Dementor, dragon, dan tentu saja, Harry, Ron, dan Hermione.Efek khususnya sangat realistis, dan kami sampai merinding karena kegembiraan yang kami rasakan.

Setelah wahana, kami mampir ke Butterbeer Cart untuk mencoba Butterbeer yang sangat populer. Rasanya manis dan creamy, sangat cocok untuk menghangatkan diri di udara dingin Desember.

Ini seperti minuman soda dan tidak memabukkan jadi semua kelurga bisa mencoba untuk mencicipi minuman ini . Kami juga membeli beberapa souvenir Jubah kecil yang menjadi icon di Harry Potter ,gantungan kunci yang sangat memikat hati,peti kecil yang bisa untuk pajangan dirumah yang berisi cookies yang sangat indah dipandang mata.

Selain Nintendo World dan Harry Potter, USJ juga menawarkan banyak wahana ekstrem yang tidak boleh dilewatkan. Salah satunya adalah The Flying Dinosaur, roller coaster yang membuat kami merasa seperti diterbangkan oleh dinosaurus raksasa.

Sensasi terbang dengan posisi tengkurap dan kecepatan tinggi benar-benar membuat jantung berdebar kencang. Aku naik bersama saudaraku yang berusia 10 tahun, yang biasanya takut dengan roller coaster, akhirnya memberanikan diri dan justru menjadi yang paling bersemangat untuk mencoba lagi.

Kami menaiki wahana ini sebanyak 5 kali pada saat kami menaiki wahana ini rasanya beban sesaat hilang di dalam diri kami.Wahana ini juga termasuk wahana yang kami suka selama di Universal Studio .

Kami beristirahat beberapa saat sambal mencoba beberapa makanan. Kami mencoba banyak makanan di Universal Studio seperti soup, pizza, minuman yang berada di wahana Jaw Sharks, mencoba makan daging keju yang berbentuk seperti cone es krim, rasanya cukup lezat dan mengenyangkan untuk beberapa saat.

Tak lupa kami juga mencoba churros makanan wajib semua orang setelah minuman Butterbeer di wahana Harry Potter. Churros ini adalah dessert favorit kami selama di Universal Studio.

Wahana lain yang tidak kalah seru adalah Hollywood Dream – The Ride. Roller coaster ini menawarkan pemandangan indah dari ketinggian, tetapi juga adrenalin yang tinggi saat meluncur dengan kecepatan penuh.

Kami memilih versi Backdrop, di mana kami menghadap ke belakang, dan sensasinya benar-benar berbeda karna di setiap kursi di roller coaster ini menyediakan speaker dimana kita bisa bermain wahana yang memacu adrenalin dengan mendengarkan lagu .Lagu yang ku pilih adalah lagu shake it of dari Taylor Swift .

Saat malam tiba, USJ berubah menjadi negeri dongeng dengan lampu-lampu Natal yang indah. Kami menyaksikan parade malam yang spektakuler, dengan karakter-karakter Universal berjalan diiringi musik dan tarian.

Suasana hangat dan meriah membuat kami merasa seperti berada di dalam cerita dongeng.Tak lupa kami mengunjungi toko souvenir terakhir sebelum Kembali ke hotel.

Di tempat ini kami membeli beberapa buah tangan dengan karakter yang kami sukai aku dan sadaraku membeli jaket minion, phone strap hello kitty, stocking bulu hello kitty, boneka minionkecil, cookie berbentuk minion, tas minion dan beberapa gantungan kunci minion .

Setelah seharian penuh petualangan, kami kembali ke The Park Front Hotel dengan perasaan puas dan bahagia. Kamar kami yang nyaman menjadi tempat yang sempurna untuk beristirahat setelah hari yang panjang.

Dari jendela kamar, kami masih bisa melihat lampu-lampu USJ yang berkilauan, mengingatkan kami pada semua kenangan.

Keesokan harinya, kami sempat kembali ke USJ untuk membeli beberapa souvenir terakhir sebelum pergi mengunjungi destinasi selanjutnya untuk menghabiskan malam tahun baru di Tokyo.

Perjalanan ini bukan sekadar liburan, tetapi juga momen berharga yang mempererat ikatan keluarga kami. Universal Studio Jepang dan The Park Front Hotel telah memberikan pengalaman yang luar biasa, dan kami berharap suatu hari nanti bisa kembali lagi untuk menciptakan lebih banyak kenangan indah.

Desember 2024 akan selalu dikenang sebagai bulan di mana kami, sebagai sebuah keluarga, menjelajahi dunia fantasi, menguji adrenalin, dan menciptakan kenangan yang akan bertahan seumur hidup. Universal Studio Jepang dan The Park Front Hotel bukan sekadar destinasi liburan, tetapi tempat di mana mimpi menjadi kenyataan.

Penulis Quenny Zada Amatillah Masiswi IPB University Prodi Komunikasi Digital dan Media

Tragedi Kebakaran Glodok Plaza: Urgensi Kesadaran Akan Keselamatan Publik

0

Oleh: Fayyaz Ahsan Widyanto, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Kebakaran besar yang melanda Glodok Plaza, Jakarta Barat, pada 15 Januari 2025, menjadi sebuah tragedi yang kembali membuka wacana tentang standar keselamatan dan kesiapan darurat di ruang publik, khususnya di pusat hiburan dan gedung komersial. Insiden ini tidak hanya menyebabkan 14 orang dinyatakan hilang, beberapa di antaranya telah berhasil diidentifikasi, tetapi juga menimbulkan kerusakan bangunan yang parah serta berdampak pada aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut.

Api yang melalap lantai 7 hingga 9, yang difungsikan sebagai tempat hiburan seperti karaoke dan diskotek, memperlihatkan bahwa sistem keamanan di tempat-tempat semacam ini masih perlu ditinjau lebih lanjut. Kejadian ini hendaknya dijadikan bahan evaluasi bagi para pemangku kepentingan, termasuk pengelola gedung, otoritas pemerintah, dan masyarakat secara luas.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah lama waktu yang dibutuhkan untuk memadamkan api. Kebakaran ini berlangsung lebih dari 12 jam, dan proses pemadaman melibatkan 45 unit mobil pemadam kebakaran serta 230 personel pemadam.

Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas sistem pencegahan kebakaran yang diterapkan di gedung tersebut. Secara ideal, bangunan komersial, terutama yang memiliki fungsi sebagai tempat hiburan dengan risiko kebakaran tinggi, seharusnya dilengkapi dengan sistem alarm yang sensitif, alat pemadam kebakaran yang mudah dijangkau, serta jalur evakuasi yang dirancang dengan baik dan dapat digunakan dengan cepat dalam kondisi darurat.

Jika sistem tersebut telah diterapkan secara optimal, bukan tidak mungkin kebakaran dapat dikendalikan lebih awal, sehingga potensi jatuhnya korban jiwa bisa diminimalisasi.
Dugaan awal mengenai asal mula kebakaran dari lantai 7 dan 8, yang merupakan area karaoke dan diskotek, semakin memperkuat urgensi penegakan standar keselamatan.

Salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api adalah penggunaan material peredam suara seperti glasswool, yang dikenal mudah terbakar. Pertanyaannya, apakah bahan bangunan dan sistem keamanan yang digunakan di dalam gedung ini telah memenuhi regulasi keselamatan yang ditetapkan? Apakah pengelola gedung rutin melakukan inspeksi terhadap sistem keamanan? Jika tidak, maka jelas terdapat kelalaian yang berkontribusi terhadap besarnya dampak kebakaran ini.

Dalam situasi seperti ini, bukan hanya pengelola gedung yang harus bertanggung jawab, tetapi juga pihak-pihak yang terlibat dalam proses perizinan dan pengawasan operasional bangunan tersebut.

Lebih jauh, penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian dengan memeriksa manajemen Diskotek Tiyara, yang beroperasi di lantai tempat asal api, merupakan langkah yang tepat. Namun, investigasi semata tidak cukup untuk mencegah peristiwa serupa di masa mendatang. Regulasi mengenai standar keselamatan di pusat hiburan harus diperketat dan diawasi secara lebih ketat oleh pihak berwenang.

Peristiwa kebakaran di gedung-gedung komersial bukanlah kejadian yang baru, tetapi sering kali berlalu tanpa perubahan kebijakan yang signifikan. Akibatnya, insiden serupa terus berulang, dan korban jiwa kembali berjatuhan. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan publik belum menjadi prioritas utama dalam perencanaan dan pengelolaan fasilitas umum.

Dalam konteks yang lebih luas, masyarakat juga perlu memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap keamanan di ruang publik. Meskipun tanggung jawab utama berada pada pihak pengelola dan regulator, individu sebagai pengguna fasilitas juga perlu lebih kritis dalam memilih tempat hiburan.

Pemeriksaan sederhana seperti mengecek keberadaan alat pemadam kebakaran atau jalur evakuasi dapat menjadi langkah preventif yang menyelamatkan nyawa dalam kondisi darurat. Kesadaran kolektif terhadap pentingnya keselamatan di ruang publik harus terus ditingkatkan, agar tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh akibat kelalaian dalam pengelolaan fasilitas umum.

Tragedi yang terjadi di Glodok Plaza bukan hanya sekadar insiden kebakaran biasa, tetapi merupakan cerminan dari persoalan sistemik dalam hal penerapan standar keselamatan di Indonesia.

Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi bagi semua pihak—baik pemerintah, pengusaha, maupun masyarakat—agar regulasi yang sudah ada tidak hanya sekadar formalitas, melainkan benar-benar diterapkan secara efektif.

Nyawa manusia tidak boleh dikorbankan demi keuntungan bisnis semata. Sudah saatnya kita bersama-sama menuntut perbaikan sistem yang lebih komprehensif dalam aspek keselamatan di ruang publik, sehingga kejadian tragis seperti ini tidak kembali terulang di masa depan.***

 

 

Peran Podcast dalam Transformasi Media dan Komunikasi Publik

0

Bogordaily.net – Diera digital, cara orang mengonsumsi informasi dan berkomunikasi terus berubah. Salah satu media yang berkembang pesat adalah podcast. Podcast kini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi, diskusi, bahkan alat pemasaran yang efektif. Fleksibilitasnya memungkinkan pendengar menikmati konten kapan saja dan di mana saja tanpa harus terpaku pada layar.

Menurut laporan Edison Research (2023), jumlah pendengar podcast terus meningkat di seluruh dunia, mencapai lebih dari 500 juta orang. Di Indonesia sendiri, platform seperti Spotify, Apple Podcast, dan Noice semakin digemari. Artikel ini akan mengupas bagaimana podcast menjadi media komunikasi publik yang efektif serta strategi komunikasi yang digunakan agar sukses menjangkau audiens.

Podcast: Media Alternatif untuk Konsumsi Informasi
Berbeda dengan media konvensional seperti radio atau televisi yang memiliki jadwal tetap, podcast menawarkan kebebasan bagi pendengar untuk memilih dan menikmati konten sesuai kebutuhan mereka. Podcast juga bisa menjadi pelengkap bagi media tradisional dalam menyebarkan informasi yang lebih mendalam dan santai.

Menurut penelitian McClung dan Johnson (2010), podcast memungkinkan audiens mendapatkan informasi dengan cara yang lebih fleksibel dan personal. Di Indonesia, tren podcast semakin meningkat, terutama sejak pandemi COVID-19 yang mendorong lebih banyak orang untuk mencari sumber informasi alternatif.

Data dari Katadata Insight Center (2021) menyebutkan bahwa sekitar 67% pendengar podcast di Indonesia adalah anak muda berusia 18-35 tahun, dengan topik favorit seperti edukasi, bisnis, dan hiburan.

Selain itu, podcast juga memberikan ruang lebih luas bagi individu dan komunitas untuk menyampaikan gagasan mereka tanpa batasan format yang ketat seperti di media konvensional. Dengan durasi yang lebih panjang, podcast menjadi platform yang ideal untuk menggali isu-isu penting secara mendalam.

Strategi Komunikasi Publik Melalui Podcast
Agar sebuah podcast sukses menarik perhatian dan mempertahankan pendengar, ada beberapa strategi komunikasi yang perlu diperhatikan:

1. Storytelling: Kunci Podcast yang Menarik
Salah satu alasan podcast begitu digemari adalah karena banyak yang menggunakan pendekatan storytelling. Podcast yang sukses biasanya menyajikan cerita dengan alur yang menarik, membangun rasa penasaran, dan membangkitkan emosi pendengar.

Sebagai contoh, Serial Podcast dari Sarah Koenig yang mengupas kasus kriminal nyata berhasil menarik jutaan pendengar karena narasinya yang dramatis dan mendalam.

Hal ini sejalan dengan konsep yang dibahas dalam buku Made to Stick (Heath & Heath, 2007), yang menyatakan bahwa cerita yang unik, kredibel, dan menggugah emosi lebih mudah diingat oleh audiens.

2. Interaksi dengan Audiens untuk Membangun Kedekatan
Podcast yang hanya menyajikan informasi satu arah mungkin terasa membosankan. Karena itu, banyak podcaster yang berusaha membangun keterlibatan dengan audiens, misalnya dengan mengajak pendengar mengirimkan pertanyaan atau memberikan tanggapan yang dibahas dalam episode berikutnya.

Penelitian Sundar & Limperos (2013) menyatakan bahwa interaksi langsung antara media dan audiens dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pendengar. Hal ini menjelaskan mengapa podcast dengan format interaktif sering kali memiliki pendengar setia.

3. Podcast untuk Bisnis, Edukasi, dan Pemerintahan
Podcast tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga semakin populer dalam dunia bisnis, pendidikan, dan pemerintahan.

• Bisnis: Banyak perusahaan menggunakan podcast sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka, seperti Google dengan Search Off the Record yang membahas tren digital marketing.

• Edukasi: Akademisi dan lembaga pendidikan menggunakan podcast sebagai sarana berbagi wawasan dengan format yang lebih santai dan mudah diakses.

• Pemerintahan: Beberapa instansi pemerintah memanfaatkan podcast untuk menyampaikan informasi kebijakan publik secara lebih dekat dengan masyarakat.

Podcast dalam Perspektif Akademik dan Praktik Media
Dalam dunia akademik, podcast telah menjadi bahan kajian dalam komunikasi dan media digital. Studi yang dilakukan oleh Newman & Gallo (2019) dalam Reuters Institute Digital News Report menunjukkan bahwa podcast lebih dipercaya dibandingkan media sosial dalam menyampaikan informasi karena sifatnya yang lebih mendalam dan tidak terburu-buru seperti berita di media sosial.

Namun, ada beberapa tantangan dalam dunia podcast, di antaranya:

• Keberlanjutan dan Monetisasi: Tidak semua podcaster bisa memperoleh pendapatan tetap. Banyak yang masih bergantung pada sponsor atau donasi dari pendengar.

• Persaingan yang Ketat: Dengan semakin banyaknya podcast baru bermunculan, persaingan untuk mendapatkan pendengar setia menjadi tantangan tersendiri.

• Regulasi dan Etika: Podcast masih kurang diawasi dibandingkan media konvensional, sehingga berpotensi digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak akurat.

Podcast telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat mengakses dan berkomunikasi melalui media.

Dengan format yang fleksibel, interaktif, dan mendalam, podcast menjadi media alternatif yang efektif dalam menyampaikan informasi, membangun komunitas, serta mendukung strategi komunikasi bisnis dan pemerintahan.

Ke depan, tantangan utama bagi dunia podcast adalah bagaimana mempertahankan kredibilitas, meningkatkan interaksi dengan audiens, serta memastikan keberlanjutan finansial bagi para kreatornya.

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan akses internet, podcast diprediksi akan terus menjadi salah satu media komunikasi digital yang dominan di masa depan.***

 

Fayyaz Ahsan Widyanto Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Menjadikan Lensa Sebagai Jalan Hidup: Perjalanan Seorang Fotografer Entrepreneur

0

Bogordaily.net – Fotografi bagi sebagian orang mungkin hanya sekadar hobi, tetapi bagi sebagian lainnya, fotografi bisa menjadi jalan hidup yang penuh makna. Itulah yang dialami oleh seorang fotografer entrepreneur ini. Berawal dari keisengan, keterpaksaan, hingga akhirnya menjadi profesi yang membentuk dirinya hingga saat ini.

Awal Perjalanan: Dari Keterpaksaan Menjadi Kecintaan
Sejak awal, dunia fotografi sebenarnya bukanlah sesuatu yang ia rencanakan. Sebelum terjun ke industri ini, ia adalah seorang mahasiswa jurusan Komunikasi Digital dan Media di Sekolah Vokasi IPB University.

Jurusan yang ia tekuni memang memiliki keterkaitan dengan dunia fotografi, tetapi bukan menjadi fokus utama.

Ketertarikannya pada fotografi bermula ketika ia pertama kali diminta untuk mendokumentasikan sebuah acara.

Saat itu, ia masih sangat awam dengan teknik-teknik fotografi. Namun, justru dari pengalaman tersebut, ia menemukan tantangan yang menarik.

Baginya, fotografi bukan hanya sekadar mengambil gambar, tetapi juga menangkap momen yang singkat dan menjadikannya penuh makna.

Dari sanalah, ia mulai menyadari bahwa fotografi adalah sesuatu yang menantang sekaligus menyenangkan.

Perjalanan Karier: Berawal dari Kamera Pinjaman
Ketika pertama kali mengenal fotografi, ia tidak langsung membeli kamera sendiri. Sang ayah, yang juga seorang fotografer, meminjamkan sebuah kamera untuknya.

Dari kamera pinjaman tersebut, ia mulai mencoba mendokumentasikan berbagai acara dan bahkan membangun bisnis kecil bersama teman-temannya.

Awalnya, bisnis mereka berfokus pada fotografi dokumentasi olahraga, tetapi seiring waktu, proyek yang mereka tangani semakin berkembang ke berbagai bidang lainnya. Dari pengalaman inilah, ia mulai serius menekuni dunia fotografi secara profesional.

Belajar Secara Otodidak dan Formal
Keahlian fotografi yang ia miliki sebagian besar diperoleh secara otodidak, terutama dari pengalaman langsung dan bimbingan sang ayah.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak mata kuliah di jurusan yang ia ambil turut memperkaya wawasan dan teknik fotografinya.

Dengan demikian, proses belajarnya tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga melalui pendidikan formal yang semakin membentuk pemahamannya terhadap dunia fotografi.

Tantangan Awal dan Strategi dalam Berbisnis
Salah satu pengalaman paling menegangkan yang ia alami adalah ketika pertama kali mendapatkan klien besar dan dipercaya sebagai fotografer utama dalam sebuah acara olahraga.

Ketegangan yang ia rasakan bercampur dengan semangat dan adrenalin yang tinggi. Meskipun pengalaman tersebut menantang, ia menemukan kesenangan tersendiri dalam menghadapinya.

Namun, tantangan terbesar yang ia hadapi dalam bisnis fotografi bukanlah teknik pengambilan gambar, melainkan strategi pemasaran.

Baginya, banyak orang bisa menghasilkan foto atau video yang berkualitas, tetapi yang membedakan seorang fotografer sukses adalah kemampuannya dalam memasarkan karya dan jasanya.

Oleh karena itu, ia berusaha mengembangkan tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga membangun personal branding dan memperkenalkan bisnisnya dengan pendekatan yang lebih personal.

Langkah awal yang ia lakukan untuk mendapatkan klien adalah dengan mengunggah hasil karyanya ke media sosial, terutama Instagram.

Dari sana, ia bersama timnya mulai berani melakukan pemasaran langsung dengan menghubungi calon klien secara pribadi.

Bahkan, untuk menarik perhatian dan membangun portofolio, ia menawarkan jasa fotografi dan videografi secara gratis kepada beberapa orang. Strategi ini ternyata berhasil membantunya mendapatkan klien pertama dan membuka jalan bagi proyek-proyek berikutnya.

Gaya Fotografi dan Ciri Khas
Ketika ditanya mengenai gaya fotografi yang ia usung, ia menggambarkannya sebagai gaya yang cekatan, cepat, namun tetap bermakna.

Meski demikian, ia merasa bahwa usahanya saat ini masih berada dalam tahap pekerja seni dan belum mencapai level seorang seniman.

Baginya, membangun identitas yang khas dalam dunia seni memerlukan waktu yang cukup panjang.

Meskipun tidak memiliki satu tokoh khusus sebagai inspirasi, ia sangat mengagumi fotografer yang telah berhasil membangun gaya dan ciri khasnya sendiri. Hal ini menjadi motivasi baginya untuk terus berkembang dan menemukan identitas unik dalam karya-karyanya.

Menghadapi Persaingan dan Perkembangan Teknologi
Di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri fotografi dan videografi, ia menyadari bahwa banyak fotografer hanya berfokus pada hasil karya mereka.

Oleh karena itu, ia ingin membawa bisnisnya ke level yang berbeda, tidak hanya dikenal melalui hasil foto dan video, tetapi juga melalui brand serta karakter orang-orang di dalamnya. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan nilai lebih dalam dunia industri kreatif.

Teknologi juga memiliki pengaruh besar dalam perkembangan bisnisnya. Dengan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), pekerjaan yang ia lakukan menjadi lebih efisien. AI tidak hanya membantu dalam penyuntingan foto, tetapi juga dalam menjangkau klien baru melalui algoritma pemasaran digital.

Tren Fotografi dan Relevansi di Industri
Menurutnya, tren fotografi saat ini sangat menarik karena menggabungkan unsur modern dengan elemen klasik. Keberagaman tren ini membuka banyak peluang bagi fotografer untuk terus bereksplorasi.

Untuk tetap relevan di industri ini, ia selalu memantau tren yang sedang berkembang, terutama melalui media sosial. Dengan memahami preferensi pasar, ia bisa terus beradaptasi dan menyesuaikan gaya fotografi dengan kebutuhan klien.

Pesan dan Motivasi dalam Berkarya
Bagi mereka yang ingin menekuni dunia fotografi secara profesional, ia menekankan bahwa fotografi bukan hanya tentang mengambil gambar yang bagus.

Ada banyak aspek lain yang harus diperhatikan, seperti pemasaran, komunikasi, memahami tren, serta bagaimana membangun hubungan yang baik dengan klien. Kemampuan ini sama pentingnya dengan keterampilan teknis dalam fotografi.

Salah satu motivasi terbesarnya dalam berkarya adalah keinginannya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik melalui fotografi.

Jika ia memiliki kesempatan untuk mengulang perjalanan kariernya, satu hal yang akan ia perbaiki adalah belajar lebih awal tentang strategi pemasaran.

Ia merasa bahwa memahami pemasaran sejak awal akan membantunya lebih cepat berkembang dalam industri ini.

Kesimpulan
Perjalanan seorang fotografer entrepreneur ini adalah bukti bahwa sebuah profesi bisa lahir dari ketidaksengajaan, tetapi dengan ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, seseorang bisa menjadikannya sebagai jalan hidup yang sukses.

Dari awal yang sederhana, ia telah berkembang menjadi seorang fotografer yang tidak hanya mahir dalam mengambil gambar, tetapi juga memahami bagaimana membangun bisnis di industri kreatif.

Dengan semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, ia optimis bahwa masa depan bisnis fotografi dan videografi yang ia bangun akan semakin berkembang.***

Fayyaz Ahsan Widyanto
Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

 

Menapaki Makna Hidup di Desa Kasepuhan Ciptagelar

0

Bogordaily.net – Perjalanan kami ke Desa Kasepuhan Ciptagelar bermula dari rasa penasaran terhadap ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia. Saat mencari informasi di YouTube, kami menemukan sebuah video tentang Aba Ugi, seorang kepala adat di Desa Ciptagelar.

Kisah Aba Ugi sangat menginspirasi, mengingat ia hanya lulusan SMA, tetapi memiliki dedikasi tinggi untuk memajukan daerahnya.

Lebih luar biasa lagi, di usianya yang masih muda, sekitar 33 tahun, ia sudah dipercaya memimpin desanya.

Terpukau oleh ceritanya, kami memutuskan untuk mengunjungi Ciptagelar demi mempelajari lebih dalam tentang kehidupan di sana.

Pada awalnya, kami tidak memiliki rencana pasti mengenai apa yang akan dipelajari, tetapi kami yakin bahwa perjalanan ini akan memberikan pengalaman berharga.

Salah satu aspek unik dari Ciptagelar adalah keberadaan leuit, yaitu lumbung tempat menyimpan hasil panen padi. Padi yang telah dipanen diikat hingga berbentuk seperti ‘pocongan’ sebelum akhirnya disimpan di leuit.

Awalnya, tujuan utama kami bukanlah mempelajari leuit, tetapi setelah berada di sana, kami justru memperoleh wawasan yang lebih luas tentang kehidupan.

Sepanjang perjalanan, kami menyadari bahwa kehidupan memiliki banyak kesamaan dengan perjalanan fisik yang kami lalui.

Setiap manusia memiliki tujuan, begitu pula dalam perjalanan ini. Tidak jarang, seseorang tersesat dalam hidup, sebagaimana kami juga mengalami kesulitan menemukan jalan ke desa.

Saat mencoba kembali ke jalur yang benar, tantangan yang dihadapi justru semakin berat jalan berbatu, tanjakan dan turunan terjal, ban motor yang kempes, serta motor yang mengalami overheat.

Semua ini mengajarkan bahwa menuju kebenaran atau tujuan yang benar memang bukan perkara mudah, tetapi dengan tekad yang kuat, semua rintangan dapat dilewati.

Perjalanan ini juga menjadi ujian mental, moral, dan material bagi kami. Kami menghadapi rasa lelah, kelaparan, kehabisan bensin, bahkan uang yang semakin menipis.

Namun, kami belajar bahwa dalam kondisi sesulit apa pun, prioritas tetap harus dijaga. Misalnya, kami tetap menjalankan ibadah meskipun harus sholat di tepi sawah dengan beralaskan jaket.

Hal ini menunjukkan bahwa jika sesuatu benar-benar menjadi prioritas, maka akan selalu ada cara untuk mewujudkannya.

Selain itu, perjalanan ini juga memperlihatkan karakter dan loyalitas masing-masing individu. Ada teman kami yang ikut serta tanpa banyak bertanya, hanya karena percaya pada ajakan kami.

Ada pula yang sempat ingin menyerah di tengah perjalanan tetapi tetap melanjutkan karena merasa sudah terlalu jauh untuk berbalik arah.

Dari sini, kami memahami bahwa dalam perjalanan, baik fisik maupun kehidupan, keyakinan terhadap tujuan sangat penting.

Kami juga belajar banyak mengenai moralitas dari masyarakat Ciptagelar. Di kota, menerima tamu asing dan langsung memberikan tempat menginap serta makanan mungkin terdengar tidak biasa, tetapi bagi masyarakat desa, hal tersebut adalah bentuk memanusiakan manusia.

Mereka memiliki prinsip bahwa beras tidak untuk dijual, melainkan untuk dibagikan kepada sesama. Sikap ini mencerminkan nilai gotong royong yang kuat dalam budaya mereka.

Selain itu, kami belajar tentang bagaimana mereka menjaga keseimbangan dengan alam. Setelah panen raya, mereka memberikan waktu bagi tanah untuk beristirahat sebelum kembali menanam, sehingga kesuburan tanah tetap terjaga.

Pendekatan ini tidak hanya menunjukkan penghormatan mereka terhadap alam, tetapi juga sejalan dengan prinsip ekologi yang benar.

Dari perjalanan ini, kami menyadari bahwa tujuan hidup yang jelas harus diperjuangkan dengan penuh tekad. Di tengah perjalanan, rasa ingin menyerah pasti muncul, tetapi kebahagiaan sebenarnya sangat sederhana misalnya, saat akhirnya menemukan jalan yang lebih landai dan mulus setelah melalui medan yang sulit. Momen seperti ini mengajarkan kami untuk lebih bersyukur atas hal-hal kecil dalam hidup.

Kesulitan yang kami alami sepanjang perjalanan membuat kami lebih menghargai setiap proses, bukan hanya hasil akhirnya. Banyak orang yang hanya melihat keindahan Desa Ciptagelar tanpa mengetahui perjuangan untuk mencapainya.

Begitu pula dalam hidup, sering kali kita hanya melihat keberhasilan seseorang tanpa memahami usaha dan pengorbanan di baliknya. Dari perjalanan ini, kami belajar bahwa hidup adalah perjalanan penuh makna, dan setiap tantangan yang dihadapi adalah bagian dari pembelajaran menuju tujuan yang lebih baik.***

Fayyaz Ahsan Widyanto J0401231392
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Perjalanan dari Jakarta ke Maroko: Mengunjungi Orang Tua dan Menjelajahi Keindahan Negeri Maghribi

0

Bogordaily.net – Pada tanggal 16 Desember 2024, saya memulai perjalanan panjang dari Jakarta menuju Maroko untuk mengunjungi ibu saya yang sedang bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rabat. Sejak beberapa bulan sebelumnya, saya telah menyiapkan segala keperluan perjalanan, mulai dari tiket pesawat, visa, hingga pakaian yang sesuai dengan musim dingin di Maroko.

Ini adalah perjalanan yang sangat saya nantikan, bukan hanya karena ingin bertemu ibu setelah sekian lama, tetapi juga karena saya ingin mengeksplorasi budaya dan keindahan negeri Maghribi tersebut. Selain itu, perjalanan ini merupakan pengalaman pertama saya keluar negeri, dan saya melakukan solo travelling sepanjang perjalanan ini.

Perjalanan Jakarta – Maroko dengan Transit di Turki
Pada malam tanggal 16 Desember 2024, saya berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Malaysia untuk penerbangan awal. Dari Kuala Lumpur, saya melanjutkan penerbangan ke Istanbul, Turki, yang menjadi titik transit saya selama lima jam.

Bandara Istanbul sangat besar dan modern, dengan berbagai fasilitas yang memanjakan para penumpang. Saya memanfaatkan waktu transit ini untuk beristirahat sejenak dan menikmati suasana bandara yang ramai.

Setelah transit, saya kembali melanjutkan penerbangan menuju Maroko dengan tujuan akhir Bandara Mohammed V di Casablanca. Setelah perjalanan udara yang panjang dan melelahkan, akhirnya saya tiba di Maroko pada tanggal 17 Desember 2024.

Begitu tiba, saya merasakan hawa sejuk khas musim dingin yang langsung menyambut saya. Dari Casablanca, saya melanjutkan perjalanan ke Rabat, ibu kota Maroko, tempat ibu saya tinggal.

Tinggal di Rabat Bersama Ibu
Sesampainya di Rabat, saya disambut hangat oleh ibu pemilik apartemen di apartemennya. Ibu saya tinggal di sebuah apartemen yang berlokasi tidak jauh dari kantor kedutaan dan berada dalam satu lantai dengan pemiliknya.

Lingkungan sekitar apartemen sangat nyaman dan tenang, dengan arsitektur khas Maroko yang indah. Selama di sana, saya berkesempatan mengunjungi kantor kedutaan dan melihat bagaimana ibu bekerja sebagai perwakilan Indonesia di negeri Maghribi ini.

Menikmati Keindahan Ifrane dan Pengalaman Pertama Melihat Salju
Salah satu pengalaman paling berkesan selama di Maroko adalah perjalanan ke Ifrane. Kota ini terkenal dengan julukan “Little Switzerland” karena keindahan alamnya yang menyerupai wilayah pegunungan di Eropa. Ini adalah pertama kalinya saya melihat dan merasakan salju secara langsung.

Keindahan pegunungan yang tertutup salju benar-benar memukau, dan saya tidak melewatkan kesempatan untuk bermain salju serta mengambil banyak foto di sana. Suhu yang dingin membuat pengalaman ini semakin berkesan, dan saya merasa seperti sedang berada di benua lain.

Menjelajahi Kota-Kota Bersejarah: Marrakesh dan Tangier
Selama di Maroko, saya juga mengunjungi beberapa kota bersejarah yang memiliki daya tarik uniknya masing-masing.

Salah satunya adalah Marrakesh, kota yang terkenal dengan pasar tradisionalnya, atau yang dikenal sebagai “souk.” Di sini, saya menyusuri Jemaa el-Fnaa, alun-alun yang selalu ramai dengan pedagang, musisi jalanan, dan pertunjukan budaya khas Maroko.

Arsitektur di Marrakesh didominasi oleh bangunan bernuansa merah bata, yang membuat kota ini dijuluki “Kota Merah.” Saya juga menyempatkan diri untuk berbelanja di medina, kawasan pasar tua yang penuh dengan barang-barang unik seperti karpet, lampu mozaik, dan rempah-rempah khas Maroko.

Selain itu, saya juga mengunjungi Tangier, kota yang terletak di utara Maroko dan berbatasan langsung dengan Selat Gibraltar. Tangier memiliki sejarah panjang sebagai kota pelabuhan yang menghubungkan Afrika dan Eropa.

Salah satu destinasi yang saya kunjungi di sini adalah Gua Hercules, sebuah gua legendaris yang diyakini sebagai tempat peristirahatan Hercules dalam mitologi Yunani. Dari dalam gua, saya bisa melihat pemandangan laut yang menakjubkan melalui celah berbentuk menyerupai peta Afrika.

Tidak jauh dari sana, saya juga mengunjungi Cap Spartel, titik paling barat laut Afrika yang menawarkan panorama laut Atlantik dan Mediterania. Pemandangan matahari terbenam dari Cap Spartel sungguh luar biasa, dan saya menikmati momen tersebut dengan angin sepoi-sepoi yang menyegarkan.

Mengunjungi Masjid Hassan II di Casablanca
Salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan di Maroko adalah Masjid Hassan II di Casablanca. Masjid ini adalah salah satu yang terbesar di dunia dan terletak di tepi pantai Atlantik, sehingga memberikan pemandangan laut yang spektakuler.

Keindahan masjid ini terlihat dari arsitektur megahnya yang dihiasi ukiran khas Maroko, dengan menara setinggi 210 meter yang menjadi ikon kota Casablanca. Saya berkesempatan untuk masuk dan melihat interior masjid yang menakjubkan, dengan lampu gantung kristal yang mewah serta lantai marmer yang indah.

Karakter Unik Orang Maroko
Salah satu hal menarik yang saya amati selama di Maroko adalah karakter masyarakatnya yang sangat berbeda dengan Indonesia.

Contohnya, ketika menyebrang jalan, orang Maroko cenderung langsung melangkah tanpa terlalu memperhatikan kendaraan yang lalu lalang.

Hal lain yang unik adalah jika terjadi kecelakaan di jalan, kendaraan yang terlibat biasanya dibiarkan begitu saja di tengah jalan, karena pemiliknya harus menunggu klaim dari asuransi sebelum bisa mengurus kendaraan mereka.

Namun, di balik kebiasaan unik itu, orang Maroko terkenal sangat ramah. Saya berkesempatan berbicara dengan beberapa warga setempat dan melatih kemampuan bahasa Inggris saya.

Meskipun begitu, sebagian besar masyarakat menggunakan bahasa Arab Darija dan Prancis dalam kehidupan sehari-hari, sehingga komunikasi menjadi tantangan tersendiri bagi saya.

Menjelajahi Kuliner Khas Maroko
Selain menikmati keindahan alam dan budaya, saya juga berkesempatan mencicipi berbagai hidangan khas Maroko. Salah satu makanan yang saya coba adalah tajin, sejenis masakan berbahan dasar daging yang dimasak dalam wadah keramik berbentuk kerucut.

Rasa rempahnya yang khas membuat hidangan ini sangat lezat. Selain itu, saya juga mencicipi daging kambing bakar yang dimasak dengan teknik khas Maroko, serta couscous, makanan berbahan dasar gandum yang sering disajikan dengan sayuran dan daging.

Kembali ke Indonesia
Setelah satu bulan berada di Maroko, akhirnya saya harus kembali ke Indonesia. Perjalanan pulang saya tempuh dengan rute dari Casablanca menuju Doha, Qatar, sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta. Saya memiliki waktu transit selama tiga jam di Bandara Hamad, Doha. Namun, penerbangan saya mengalami delay hampir satu jam, sehingga waktu transit saya menjadi sangat singkat.

Saya pun berlari di bandara Qatar untuk mengejar penerbangan selanjutnya, dan dengan napas terengah-engah, saya akhirnya tiba di pesawat sebagai penumpang terakhir yang naik.

Meskipun perjalanan ini telah berakhir, pengalaman dan kenangan yang saya dapatkan di Maroko akan selalu membekas dalam ingatan saya. Dari keindahan Ifrane yang bersalju, warna-warni pasar di Marrakesh, mitos kuno Gua Hercules, hingga keindahan Masjid Hassan II di Casablanca, semuanya menjadi bagian dari perjalanan solo travelling pertama saya ke luar negeri yang tidak akan saya lupakan.***

Muhammad Farhan Aufar (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB University)