Home Blog Page 1082

Kreativitas Manusia di Tengah Gelombang AI: Beradaptasi atau Tersingkir?

0

Oleh: Marsya Regitha Avantie, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

 

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kreatif. AI kini mampu menghasilkan gambar, menulis cerita, menciptakan musik, bahkan menyusun strategi pemasaran. Kemajuan ini menimbulkan perdebatan besar: apakah AI mengancam peran pekerja kreatif, atau justru menjadi alat yang memperkaya kreativitas? Dalam menghadapi era digital ini, manusia harus memahami posisi mereka di tengah gelombang inovasi AI agar tidak tersingkir, melainkan mampu beradaptasi dan berkembang.

AI dalam Dunia Kreatif

Tidak bisa dimungkiri, AI telah membawa perubahan besar dalam industri kreatif. Dengan adanya alat seperti ChatGPT, Gemini, DeepSeek, dan banyak AI lainnya, proses kreatif menjadi lebih efisien dan cepat. Hal ini juga membuat banyak orang bergantung pada AI dalam berbagai aspek pekerjaan kreatif. Dalam industri periklanan misalnya, AI dapat menganalisis tren pasar dan menghasilkan konsep kampanye yang menarik dalam hitungan detik. Bahkan, dalam dunia jurnalistik, AI digunakan untuk menulis berita secara otomatis berdasarkan data yang tersedia. Teknologi ini menghadirkan efisiensi yang luar biasa, tetapi juga menimbulkan pertanyaan: apakah manusia masih diperlukan dalam proses kreatif?

Ironisnya, bahkan pemerintah pun mulai menggunakan AI dalam produksi iklan, seperti iklan MBG yang baru-baru ini menuai kritik. Alih-alih memberdayakan seniman dan tenaga kreatif lokal, penggunaan AI dalam produksi iklan ini justru mengurangi esensi dari kreativitas manusia. Iklan yang dibuat oleh tangan manusia sering kali memiliki kedalaman emosi, makna simbolis, dan sentuhan personal yang tidak bisa digantikan oleh AI. Jika tren ini terus berkembang, maka keberlangsungan industri kreatif berbasis manusia bisa terancam.

Batasan AI dalam Kreativitas

Meskipun AI menawarkan banyak keunggulan, kreativitas manusia tetap memiliki keunikan yang tidak dapat ditiru oleh mesin. Kreativitas bukan sekadar menghasilkan sesuatu yang estetis, tetapi juga melibatkan pengalaman, emosi, intuisi, dan pemahaman kontekstual yang mendalam. AI bekerja berdasarkan algoritma dan data yang telah ada. Mesin ini tidak memiliki imajinasi, empati, atau pengalaman hidup yang menjadi sumber inspirasi manusia. Selain itu, kreativitas juga melibatkan keberanian untuk berpikir di luar batas yang ada, mengeksplorasi ide-ide yang belum pernah dicoba sebelumnya, dan menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. AI, yang hanya bisa mempelajari dari dataset yang tersedia, memiliki keterbatasan dalam menciptakan inovasi yang benar-benar orisinal.

Adaptasi dan Kolaborasi Manusia dengan AI

Alih-alih melihat AI sebagai ancaman, pekerja kreatif dapat menjadikannya sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas karya mereka. AI dapat digunakan untuk mempercepat proses produksi, membantu brainstorming ide, atau bahkan melakukan tugas-tugas teknis yang memakan waktu, sehingga manusia dapat lebih fokus pada aspek kreatif yang lebih mendalam. Namun, tetap penting untuk menjaga keseimbangan dalam penggunaan AI. Kreativitas yang dihasilkan secara manual memiliki nilai lebih karena mencerminkan emosi dan kepekaan yang tidak dapat ditiru oleh mesin. Oleh karena itu, keputusan pemerintah atau industri untuk menggantikan tenaga manusia dengan AI dalam produksi kreatif perlu dipertimbangkan kembali agar tidak mengikis nilai seni dan budaya yang dihasilkan manusia.

Selain itu, agar tetap relevan di era AI, pekerja kreatif perlu mengembangkan keterampilan yang tidak dapat digantikan oleh mesin. Kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah yang kompleks, serta pemahaman mendalam terhadap emosi dan budaya adalah keunggulan manusia yang tidak dapat direplikasi oleh AI. Oleh karena itu, pendidikan dan pengembangan diri menjadi semakin penting agar pekerja kreatif dapat terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Menemukan Keseimbangan Antara Teknologi dan Kreativitas

AI bukanlah musuh kreativitas manusia, melainkan alat yang dapat membantu memperluas potensi kreatif. Meskipun AI mampu menghasilkan karya yang menakjubkan, kreativitas sejati tetap berasal dari manusia yang memiliki pengalaman, emosi, dan intuisi yang unik. Daripada khawatir akan tersingkir, pekerja kreatif sebaiknya beradaptasi dan menjadikan AI sebagai mitra dalam menciptakan sesuatu yang lebih luar biasa.

Namun, penggunaan AI dalam industri kreatif perlu dikontrol agar tidak menghilangkan esensi dari karya manusia. Kasus iklan MBG yang menggunakan AI menunjukkan bagaimana ketergantungan berlebihan pada teknologi dapat mengurangi kualitas dan makna dalam suatu karya. Oleh karena itu, pemerintah dan industri perlu lebih bijak dalam memanfaatkan AI, bukan sebagai pengganti manusia, tetapi sebagai alat pendukung yang memperkaya kreativitas.

Masa depan dunia kreatif bukanlah tentang manusia melawan mesin, melainkan tentang bagaimana manusia dan teknologi dapat bekerja bersama untuk menciptakan inovasi yang lebih baik. Dengan pendekatan yang tepat, kreativitas manusia akan tetap menjadi kekuatan utama yang membedakan kita dari kecerdasan buatan.

Getaran Musik Kota Kembang: Perjalanan dari Cicurug untuk Malam yang Tak Terlupakan

0

Bogordaily.net – Mentari pagi menyapa dengan hangat, seolah tahu bahwa hari ini adalah hari yang dinanti-nantikan. Cicurug, kota kecil tempatku bermukim, akan menjadi saksi bisu dimulainya petualangan mengejar nada di Kota Kembang, Bandung. Bukan sekadar jalan-jalan biasa, kali ini ada panggilan konser yang tak bisa diabaikan. Sepeda motor setia menanti, siap mengantar menembus jarak dan waktu demi sebuah pengalaman tak terlupakan.Tujuan pertama bukan Bandung, melainkan Sukabumi. Perut perlu diisi sebelum menempuh perjalanan panjang. Bubur ayam di depan Kampus IPB Sukabumi menjadi pelabuhan pertama sebelum nada mulai bergema.

Pagi di Cicurug terasa begitu istimewa. Aroma kopi hangat menemani persiapan terakhir, memastikan semua perlengkapan konser dan perjalanan aman tersimpan. Mesin motor dihidupkan, memecah keheningan pagi dengan suara yang khas. Helm terpasang, jaket dikenakan, dan bismillah terucap, petualangan pun dimulai. Perjalanan menuju Sukabumi ditempuh dengan santai. Udara segar pagi hari membelai wajah, membangkitkan semangat. Sesampainya di depan Kampus IPB Sukabumi, warung bubur ayam sudah ramai dikerumuni pembeli. Semangkuk bubur ayam hangat dengan taburan melimpah menjadi sarapan yang sempurna. Rasa gurih dan tekstur lembut bubur berpadu dengan renyahnya kerupuk, memberikan energi untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah perut terisi penuh, perjalanan dilanjutkan menuju Bandung. Cuaca hari itu sangat mendukung, langit biru cerah tanpa awan sedikit pun. Pemandangan di sepanjang jalan

memanjakan mata, hamparan sawah hijau yang luas, perbukitan yang menawan, dan udara segar pegunungan. Semua itu membuat perjalanan terasa menyenangkan dan tidak membosankan.

Namun, kali ini ada yang berbeda. Semangat untuk segera sampai di Bandung semakin membara. Bukan hanya untuk menikmati keindahan kota atau berburu kuliner, tetapi untuk menyaksikan konser band-band favorit yang sudah lama dinantikan.Tak terasa, Cimahi sudah di depan mata. Di sana, seorang teman lama sudah menunggu untuk bersilaturahmi. Singgah sejenak di rumahnya, bertukar cerita, dan melepas rindu adalah agenda yang tak boleh dilewatkan. Obrolan hangat dan canda tawa membuat waktu berlalu begitu cepat.

Setelah cukup beristirahat dan melepas rindu, perjalanan dilanjutkan menuju Bandung. Waktu sudah menunjukkan siang hari, namun semangat untuk segera sampai di lokasi konser semakin membara.Setibanya di Bandung, langsung terasa atmosfer yang berbeda. Kota ini selalu hidup dan dinamis, dengan berbagai macam aktivitas dan hiburan. Setelah memarkirkan motor dengan aman, tujuan pertama adalah mencari kuliner khas Bandung yang sudah lama diidam-idamkan, seblak!

Berbekal rekomendasi dari teman, saya menuju sebuah warung seblak di daerah Sarijadi, yang ada di Kota Kembang. Katanya, di sana adalah salah satu tempat makan seblak yang paling enak di Bandung. Setelah mencoba, ternyata benar! Rasa pedas, gurih, dan segar dari seblak membuat lidah bergoyang dan ketagihan.Setelah puas menikmati seblak, petualangan di Bandung belum berakhir. Kali ini, saya menuju Jalan Braga untuk berswafoto dengan latar belakang bangunan-bangunan tua yang ikonik. Arsitektur bergaya Eropa klasik membuat jalan ini terlihat unik dan menarik.

Setelah puas berswafoto, saya menuju rumah seorang teman di Bandung. Kami sudah berjanji untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama sebelum konser dimulai. Setibanya di rumah teman, kami langsung berpelukan dan bercerita tentang banyak hal. Kemudian kami memutuskan untuk pergi ke Gramedia Merdeka, toko buku pertama di Bandung. Di sana, kami menghabiskan waktu untuk melihat-lihat buku dan membaca. Setelah merasa lapar, kami membeli makanan berat di sekitar Gramedia dan membawanya ke rumah teman untuk dimakan bersama atau “botram”, seperti yang biasa dilakukan di Cicurug.

Setelah beristirahat dan bersiap-siap, akhirnya saat yang dinanti-nantikan tiba. Kami berangkat menuju lokasi konser. Suasana di lokasi konser sudah sangat ramai dan meriah. Banyak orang yang datang untuk menyaksikan penampilan band-band favorit mereka. Konser dimulai dari siang hingga malam hari. Band-band lokal Bandung, Efek Rumah Kaca, The Adams, dan masih banyak lagi tampil memukau di atas panggung. Kami bernyanyi, berjoget, dan melompat bersama ribuan penonton lainnya. Malam itu, energi dan semangat berkumpul menjadi satu, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Setelah konser selesai, kami kembali ke rumah teman untuk beristirahat. Rasa lelah setelah seharian beraktivitas dan menonton konser terasa sangat nikmat. Keesokan harinya, sebelum kembali ke Cicurug, saya tak lupa membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Perjalanan dari Cicurug ke Bandung untuk mengejar konser ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Mulai dari menikmati bubur ayam di Sukabumi, bersilaturahmi dengan teman di Cimahi, berburu kuliner seblak yang lezat, berswafoto di Jalan Braga, hingga menonton konser band-band favorit. Bandung memang selalu punya cara untuk membuat rindu dan ingin kembali lagi. Sampai jumpa lagi, Kota Kembang!***

 

Live Action LILO & STITCH Segera Tayang, Ini Jadwalnya!

0

Bogordaily.net – Disney resmi mengumumkan bahwa film Lilo & Stitch versi live action akan tayang di bioskop pada 23 Mei 2025.

Film ini menghadirkan kembali kisah persahabatan antara seorang gadis kecil asal Hawaii, Lilo Pelekai, dan alien biru bernama Stitch dengan sentuhan CGI canggih yang membuat tampilan karakter lebih realistis.

Teaser pertama film ini dirilis pada 26 November 2024 dan langsung menarik perhatian publik.

Dalam cuplikan tersebut, tampilan Stitch versi CGI terlihat berbeda dari versi animasi klasiknya.

Dengan bulu yang tampak lebih lembut dan ekspresi wajah yang lebih hidup, karakter ini tetap mempertahankan ciri khasnya.

Namun, perubahan visual ini memicu beragam reaksi dari penggemar. Beberapa menyambut baik pembaruan tersebut, sementara yang lain merasa bahwa nuansa animasi 2D lebih ikonik.

Sinopsis Lilo & Stitch

Film versi live action tetap mengikuti alur cerita dari film animasi tahun 2002. Lilo Pelekai, seorang gadis kecil yang tinggal di Hawaii, bertemu dengan Stitch, makhluk luar angkasa yang kabur dari Federasi Galaksi dan tiba di Bumi.

Karena bentuknya yang unik, Stitch disangka sebagai anjing dan kemudian diadopsi oleh Lilo.

Seiring berjalannya waktu, Lilo mengajarkan Stitch tentang arti keluarga, yang dalam budaya Hawaii dikenal dengan istilah Ohana, yang berarti bahwa keluarga tidak akan meninggalkan satu sama lain.

Namun, kebersamaan mereka tidak berjalan mulus karena adanya agen luar angkasa yang berusaha menangkap Stitch kembali.

Daftar Pemain

Disney telah mengumumkan jajaran pemeran yang akan menghidupkan karakter dalam film ini, antara lain:

  • Maia Kealoha sebagai Lilo Pelekai
  • Sydney Agudong sebagai Nani, kakak Lilo
  • Chris Sanders kembali sebagai pengisi suara Stitch
  • Zach Galifianakis sebagai Dr. Jumba Jookiba
  • Billy Magnussen sebagai Agen Pleakley
  • Tia Carrere sebagai Mrs. Kekoa
  • Courtney B. Vance sebagai Cobra Bubbles
  • Kaipo Dudoit sebagai David Kawena

Kembalinya Chris Sanders sebagai pengisi suara Stitch menjadi salah satu hal yang paling dinantikan penggemar, mengingat ia telah mengisi suara karakter ini sejak versi animasi dirilis.

Penggunaan CGI

Selain tampilan Stitch yang lebih realistis, beberapa elemen dalam film ini juga mengalami perubahan seperti karakter Dr. Jumba dan Agen Pleakley mendapatkan tampilan yang lebih sesuai dengan lingkungan Bumi.

Efek CGI membuat lebih hidup dan modern dibandingkan animasi 2D.
Beberapa adegan ikonik dari versi animasi tetap dipertahankan, termasuk momen saat Lilo mengajarkan Stitch tentang makna Ohana.

Jadwal Tayang dan Platform Streaming

Film Lilo & Stitch live-action akan tayang perdana di bioskop pada 23 Mei 2025. Awalnya, film ini direncanakan rilis di Disney+, tetapi akhirnya diputuskan untuk tayang di layar lebar terlebih dahulu.

Setelah beberapa bulan, film ini diperkirakan akan tersedia di Disney+ untuk penonton di rumah.

Dengan hadirnya Lilo & Stitch dalam versi live action, Disney kembali membawa nostalgia bagi penggemar film animasi klasiknya.***

Perjalanan ke Curug Cibeureum: Menyusuri Hutan di Kaki Gunung Gede Pangrango

0

Bogordaily.net – Hari itu, beserta tiga teman saya, Zahran, Zaky, dan Najma sedang mengobrol santai di area kampus setelah kelas selesai. Topiknya nggak jauh-jauh dari sekitar dunia healing, soalnya otak kami udah penuh sama tugas dan deadline kuliah. Sebelumnya, kami udah beberapa kali ke curug di daerah Sukabumi dan Cianjur, tapi semuanya terasa biasa aja. Bahkah bisa dibilang gampang diakses oleh semua orang, terlalu ramai, jadi terkesan kurang greget.

“Aku pengen yang ada effort-nya dikit, biar kerasa adventure-nya!” kata Najma.

Zahran langsung nyeletuk, “Gimana kalau ke Curug Cibeureum? Kemarin aku lihat di medsos, perjalanan ke sana lumayan menantang. Jalannya jauh dan harus lewat tengah hutan di kaki Gunung Gede Pangrango. Jadi bisa sambil traking ujarnya.”

Zaky pun sontak bilang setuju, “gas bae gua mah”. Akhirnya kami memutuskan buat pergi di akhir pekan, tepatnya Sabtu, 9 November 2024. Setelah fix, obrolanpun selesai, dan kami pulang ke rumah serta kosan masing-masing.

Persiapan dan Perjalanan Menuju Resort Gunung Gede Pangrango 

Hari Jumat malam, saya mulai packing barang-barang yang dibutuhkan. Ransel diisi dengan dua botol air minum, makanan, jas hujan (karena udah masuk musim hujan), dan beberapa keperluan lain. Pukul 9 malam saya mencoba untuk tidur lebih awal, tapi malah nggak bisa, otak sudah traveling duluan mikirin bakal seperti apa serunya perjalanan di esok hari. Akhirnya, saya baru bisa tertidur dipukul 10, itupun sambil scroll-scroll di beranda Tiktok melihat referensi wisata alam lain, sehingga sampai ketiduran.

Keesokan paginya, suara ayam berkokok, adzan subuh mulai berkumandang, membangunkan saya ketika sedang terlelap tidur. Lalu saya bergegas ketoilet untuk mandi dan Bersiap-siap menuju ke mesjid untuk solat shubuh secara berjamaah. Setelah pulang dari masjid,ibu ternyata sudah menyiapkan sarapan dan bekal yang nantinya bakal saya bawa. Ketika saya sedang sarapan, tiba-tiba ada notif masuk di henphone, setelah saya cek ternya berasal dari grup WhasAp yang berisi ajakan “berangkat yuk, udah siap nih”. Seketika itu pula makan saya dipercepat dan saya langsung pamitan meminta izin kepada orang tua dan langsung konfirmasi: “ayo udah siap juga nih, Titik kumpulnya di dekat komplek rumah Zahran aja ya, daerah Ciandam, karena rumahnya paling dekat ke resort Gunung Gede Pangrango, ujar saya sendiri”.

Saya berangkat pukul 5.30 pagi, disaat jalanan masih sepi, jadi bisa sampai lebih cepat, sekitar jam 6.00 Ternyata, saya yang datang paling dulu. Zahran masih harus nganterin adiknya ke sekolah sebentar. Sambil menunggu yang lain, kebetulan di depan komplek ada yang berjualan gorengan, saya inisiatif membeli gorengan tersebut untuk camilan tambahan.

Akhirnya, pukul 6.15, semua udah kumpul, dan kami langsung berangkat ke resort pengelola Gunung Gede Pangrango untuk menitipkan kendaraan. Di perjalanan, kejadian lucu terjadi pada kami, Zahran yang memimpin perjalanan didepan malah nyasar gara-gara Google Maps. Untungnya ada seorang warga yang sedang duduk dibangku pinggir jalan dan kami bertanya. Setelah itu kami mulai tersadar kalau tadi memang salah belok, kami berterima kasih dan putar balik kebelokan yang awal.

Sampai di sekitar resort sekitar pukul 6.50, kurang lebih setengah jam diperjalanan karna sempat tersesat. Digerbang kami ditahan dan ditanya sama petugas, “Kaka-kaka apakah mau muncak ke gunung atau ke curug?” Kami kompak menjawab, “Ke curug pak!” dan kami dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp25.000 per orang.

Sebelum memulai trekking perjalanan, kami menyempatkan ke toilet terlebih dahulu untuk sekedar membuang air kencing, sehingga diperjalanan tidak sembarangan. Lalu kami berkumpul memanjatkan doa bersama agar perjalanan lancar. Tidak lupa kami mengecek kembali segala perlengkapan yang sudah dibawa, tanpa terkecuali yang ada di dalam ransel. Setelah itu, petualangan dimulai!

Perjalanan Menembus Hutan

Tepat pukul 7.00, kami mulai berjalan kaki. Trek awalnya langsung menanjak dengan aliran sungai jernih di samping bawah jalur. Setelah sekitar 1 km, kami sampai di pertigaan jalan. Jalur ke atas menuju puncak gunung Gede Pangrango, sedangkan jalur lurus dan menurun sedikit menuju curug. Ada beberapa plang peringatan di sekitar sini, salah satunya tentang pringatan akan bahayanya satwa liar seperti macan. Ada juga plang edukasi yang menjelaskan bahwa disini ada hewan amfibi satu-satunya yang dilindungi di Indonesia dan hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Saya sempat mengabadikan dengan foto plang itu, karena saya rasa unik dan ada logo IPB University juga di bawahnya.

Tak jauh dari situ, ada plang peringatan lain: “Hati-hati banyak lintah hutan!”. Kami awalnya merespon dengan santai aja, sampai akhirnya Zaky tiba-tiba menjerit. Saya kaget, pas dilihat ternyata ada lintah nempel di kakinya! Saya langsung ambil ranting buat melepaskan lintah itu dari kakinya, sementara yang lain mencoba menenangkan Zaky yang masih shock. Setelah itu kami membantu membersihkan bekas lukanya dengan air, kami istirahat sebentar sambil minum.

Perjalanan lanjut. Sampai satu Ketika kami sampai di batu loncat pertama, kami harus melompati batu untuk menyeberangi sungai. Jalan sudah mulai menantang, naik turun hingga jalanan yang becek dan licin. Beberapa pohon tua telah tumbang menghalangi jalur, jadi kami harus merangkak di bawahnya atau melompati batang pohon besar supaya bisa lewat. Disitu Nazma mulai tertinggal, kebetulan diatas terlihat ada post peristirahatan, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil minum dan nyemil snack yang telah kami bawa sebelumnya.

Kami terus berjalan, tanpa disadari gemricik air mengalirpun terdengar, menandakan batu loncat ke dua sudah dekat. Saya, zaky dan zahran bergegas menghampiri sungai, hanya sekedar ingin mencuci tangan dan membasuh muka. Sejuknya air menambah energi untuk menghadapi segala tantangan yang akan dihadapi didepan.  Benar saja, tak jauh kami melewati jembatan kayu yang sedikt sudah berlumut dengan jurang di bawahnya. Alhamdulillah setelah menyebrangi kami sampai di pos peristirahatan terakhir. Di sini, kami menemukan beberapa sampah plastik yang ditinggalkan wisatawan lain. Kami pun spontan mengumpulkan sampah-sampah itu agar tetap menjaga kelestarian alam.

Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya suara gemuruh air jatuh dari ketinggian terdengar semakin dekat. Kami mempercepat langkah, dan… Curug Cibeureum akhirnya terlihat!

Menikmati Keindahan Curug Cibeureum

Tepat jam 9.30, kami sampai di curug. Rasa lelah langsung hilang begitu melihat air terjun yang tinggi dengan air jernih yang mengalir deras. Tempatnya benar-benar masih asri, jauh dari keramaian, dan teras lebih damai.  Tanpa pikir panjang, kami langsung mengamankan barang-barang, ganti baju, dan bermain di pinggiran air. Saya hampir berenang ke tengah, tapi untungnya Zahran mengingatkan agar tidak terlalu jauh ketengah karena kami tidak tahu seberapa dalam kolam di bawah air terjun itu.

Setelah puas bermain air, kami mengabadikan momen dengan bersua foto bersama. Kemudian, kami duduk di bebatuan sambil makan bekal yang sudah dibawa. Makan di tempat seindah ini rasanya luar biasa! Sambil makan, kami ngobrol dan bercanda, menikmati setiap momen yang ada.

Perjalan pulang

Melihat cuaca mulai mendung, Najma mengingatkan kami untuk bersiap pulang sebelum hujan turun. Jam 11.00, kami mulai perjalanan pulang. Jalurnya masih sama, tapi kali ini terasa lebih cepat karena sudah tahu medan perjalanan sebelumnya.

Di perjalanan pulang, kami berpapasan dengan rombongan yang mau muncak naik gunung Gede Pangrango melalui jalur yang ke atas. Seketika Zaky sempat ngajak naik sedikit ke jalur pendakian puncak, tapi Najma berteriak dari bawah, “Hei! Jangan macam-macam, ayo turun!” Akhirnya kami lanjut turun dengan tertawa-tawa.

Kami tiba di resort area pukul 13.00 dua jam perjalanan. Lebih cepat dari keberangkatan. Total bulak balik kami menghabiskan waktu kurang lebih 4,5 jam perjalanan.

Ketika kami sedang beristirahat, tanpa disadari ternyata ada dua lintah yang ngikut nempel di kaki saya. Kali ini saya lebih tenang, langsung ambil ranting dan membuangnya. Setelah itu, saya membasuh luka di toilet resort dengan air bersih agar tidak infeksi.

Sebelum benar-benar berpisah, kami memutuskan untuk makan bersama di sebuah kedai masakan khas Sunda “Ayam Bunut”. Disitu kami memesan hingga dibebaskan memilih mau jenis makanan yang mana untuk nantinya dimasak oleh pegawai dan kami disuruh menunggu di meja makan. Sesampainya makanan dimeja, kami memakan dengan sangat lahap dan nikmat karna perjalanan Panjang yang sudah menguras energi kami. Sebelum pulang, kami beristirahat sejenak sambil bercanda gurau menceritakan kembali perjalanan yang sudah dilewati tadi. Dirasa sudah kesorean, pukul 15.00 saya berpamitan untuk pulang lebih dulu.

Saya tiba di rumah pukul 16.00, tepat sebelum hujan mengguyur wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Perjalanan ini benar-benar memberikan pengalaman yang luar biasa melelahkan tetapi menyenangkan, penuh tantangan dan memberikan ketenangan jiwa yang tidak bisa didapatkan di kota. Kami sepakat bahwa Curug Cibeureum adalah destinasi healing terbaik yang pernah kami kunjungi versi wisata Curug.***

 

Widiana Ardiansyah, Komunikasi Digital dan Media

Kirana Aulya Nursyiffa: Terinpirasi Dari Orang Tua Seorang Guru, Menjadi Langkah Awal Perjalanan Asisten Dosen Di SV IPB University

0

Bogordaily.net – Kirana Aulya Nursyiffa lahir di Kabupaten Garut pada 6 Februari 2001. Sejak kecil, dunia pendidikan sudah menjadi bagian besar dalam hidupnya. Kedua orang tuanya adalah seorang guru Sekolah Dasar, yang tanpa disadari menanamkan kecintaan terhadap dunia akademik dalam dirinya. Melihat bagaimana orang tuanya mengajar dengan penuh dedikasi keikhlasan, membuat Kirana termotivasi bahwa menjadi pengajar adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia, pekerjaan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter terhadap masa depan anak didik.

Perjalanan Menjadi Seorang Dosen

Perjalanan pendidikannya dimulai saat ia bersekolah di SDN 1 Cipetir pada usia 6,5 tahun, usia yang dianggap ideal untuk memasuki jenjang sekolah dasar. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMPN 1 Cibadak dan SMA di SMAN 1 Cibadak. Namun, sebelum menetap di sekolah tersebut, ia sempat mengenyam pendidikan selama satu semester di SMAN 6 Garut.

Awalnya, Kirana Aulya Nursyiffa,  sempat kebingungan mau mengambil Program Studi apa, Namun, setelah mendapatkan informasi dari internet bahwa di Sekolah Vokasi IPB University ada jurusan Komunikai Digital dan Media, yang menurutnya sangat menarik, terutama karena ia memiliki ketertarikan pada dunia penulisan digital dan menulis buku. Semakin ia mendalami ilmu komunikasi, semakin yakin bahwa ini adalah bidang yang ingin ditekuni. Oleh karena itu, ia pun mendaftar melalui jalur USMI dan resmi menjadi mahasiswa di IPB University.

Tantangan dan Dedikasi Menjadi Asisten Dosen Baru

Setelah lulus D3, Kirana sempat beristirahat sejenak dari dunia pendidikan. Awalnya ia merencanakan untuk melanjutkan ke jenjang S1.  Namun, ada kesempatan datang terlebih dahulu krtika temannya mengabari, menawarkan posisinya untuk ia gantikan menjadi seorang asisten dosen. Saat itu Kirana tidak langsung menerima tawaran tersebut. Namun, setelah mempertimbangkan bahwa ia memiliki waktu luang di sela-sela rencana melanjutkan pendidikan, ia akhirnya memutuskan untuk mengambil peran tersebut. Saat ini, Kirana telah memasuki semester kedua sebagai asisten dosen di Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi.

Sebagai asisten dosen, Kirana bertanggung jawab dalam mendampingi beberapa mata kuliah, diantaranya: Komunikasi Krisis, Praktik Content Analysis, Konten dan Manajemen Media Sosial, serta Berpikir Kreatif. Perannya tidak jauh berbeda dengan mahasiswa pada umumnya, ia tetap harus datang pagi, belajar materi, dan mengikuti jadwal perkuliahan. Namun, yang membedakannya adalah tanggung jawab untuk membantu dosen dalam menyampaikan materi, membimbing mahasiswa dalam praktikum, serta menjadi perantara antara mahasiswa dan dosen dalam memahami konsep yang diajarkan.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Kirana sebagai asisten dosen adalah menghadapi mahasiswa yang kurang termotivasi untuk belajar. Ia dan tim asisten lainnya harus berusaha lebih keras untuk mendorong semangat belajar mereka. Kirana menyadari bahwa peran asisten dosen tidak hanya sekadar membantu dalam aspek akademik, tetapi juga membangun kedisiplinan mahasiswa agar mereka bisa lebih bertanggung jawab terhadap masa depan mereka sendiri.

Untuk membangun hubungan yang baik dengan mahasiswa, Kirana memilih pendekatan yang bersahabat. Ia berusaha memposisikan dirinya sebagai teman yang dapat diajak berdiskusi, tetapi dengan menjaga batasan agar tetap bisa menghargai. Salah satu metode pembelajaran yang sering ia terapkan adalah diskusi kelompok, yang terbukti efektif dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi mereka.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Meskipun belum terlibat dalam proyek akademik berskala besar, Kirana sudah banyak mendampingi mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir di berbagai mata kuliah. Hal ini memberinya pengalaman berharga dalam dunia akademik dan semakin memperkuat keyakinannya bahwa dunia pendidikan adalah bidang yang ingin terus ia tekuni.

Kedepannya, Kirana berencana untuk melanjutkan pendidikan sambil tetap menjalani perannya sebagai asisten dosen. Baginya, menjadi asisten dosen tidak hanya memberi kesempatan untuk membantu mahasiswa dan dosen, tetapi juga menjadi sarana belajar yang berharga bagi dirinya sendiri.

Ia juga menyadari bahwa perkembangan teknologi telah membawa banyak perubahan dalam dunia akademik. Menurutnya, teknologi tidak hanya mempermudah akses terhadap sumber daya pembelajaran, tetapi juga meningkatkan interaktivitas dan motivasi mahasiswa dalam belajar. Oleh karena itu, ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin untuk mendukung proses belajar mereka.

Di akhir wawancara, Kirana memberikan pesan bagi mahasiswa agar selalu menikmati proses belajar. Baginya, ilmu adalah sesuatu yang berharga dan akan mengangkat derajat seseorang di masa depan. “Kesempatan berkuliah adalah sebuah anugerah, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini,” tuturnya.

Dengan dedikasi dan semangatnya dalam dunia pendidikan, Kirana Aulya Nursyiffa adalah contoh nyata bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari lingkungan keluarga. Perjalanannya sebagai asisten dosen tidak hanya menjadi batu loncatan dalam karier akademiknya, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendidikan adalah salah satu jalan terbaik untuk berkontribusi bagi masyarakat.***

 

Widiana Ardiansyah, Komunikasi Digital Media

Dampak Game Free Fire terhadap Perkembangan Anak: Memahami Efek Positif dan Negatif

0

Bogordaily.net – Di era digital saat ini, game online telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak-anak dan remaja Gen Z. Salah satu game yang sangat populer adalah Free Fire, sebuah permainan battle royale yang menawarkan pengalaman bermain yang seru, kompetitif, dan interaktif. Game ini memungkinkan pemain untuk berkomunikasi dengan teman melalui fitur obrolan suara dan teks, sehingga dapat meningkatkan interaksi sosial secara virtual.

Namun, di balik keseruannya, Free Fire memiliki berbagai dampak terhadap perkembangan anak, baik secara positif maupun negatif. Salah satu isu yang sering muncul adalah penggunaan bahasa yang kurang pantas saat berinteraksi dengan pemain lain. Selain itu, intensitas bermain yang tinggi dapat mempengaruhi kebiasaan dan perilaku anak, seperti kecanduan bermain game hingga mengabaikan aktivitas penting lainnya.

Banyak orang tua khawatir bahwa anak mereka lebih memilih bermain Free Fire dibandingkan belajar atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang positif. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat banyak penelitian telah menunjukkan adanya korelasi antara durasi bermain game dengan perubahan perilaku dan kebiasaan belajar anak. Namun, di sisi lain, ada pula manfaat positif yang bisa diperoleh jika game dimainkan secara bijak, bahkan bisa menjadi ladang cuan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk memahami dampak Free Fire secara menyeluruh agar dapat memberikan bimbingan yang tepat dalam penggunaan game ini.

Game Free Fire sebagai Media Komunikasi Digital

Perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia berkomunikasi, termasuk melalui media digital seperti game online. Menurut Andrew Rollings dan Ernest Adams (2006: 770), game online lebih tepat disebut sebagai teknologi dibandingkan sebagai genre permainan. Artinya, Free Fire bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan media yang menghubungkan pemain di berbagai wilayah melalui komunikasi digital.

Dalam game Free Fire, komunikasi terjadi melalui fitur voice chat dan text chat. Fitur ini memungkinkan pemain untuk menyusun strategi bersama, berbagi informasi, dan bahkan menjalin pertemanan baru. Shelly Furqan (2020) dalam penelitiannya menemukan bahwa komunikasi dalam game tidak hanya sebatas instruksi permainan, tetapi juga mempengaruhi cara pemain berkomunikasi di luar dunia virtual. Anak-anak yang terbiasa menggunakan bahasa kasar dalam permainan bisa membawa kebiasaan tersebut ke dalam kehidupan nyata.

Namun, komunikasi digital dalam Free Fire juga memiliki manfaat. Anak-anak dapat belajar bekerja sama dalam tim, meningkatkan kemampuan koordinasi, serta memahami berbagai ekspresi dan gaya komunikasi dari teman-temannya. Oleh karena itu, pengawasan dari orang tua dan edukasi mengenai etika komunikasi digital sangat penting agar anak dapat memanfaatkan game ini secara positif.

Dampak Positif Game Free Fire terhadap Perkembangan Anak

Meskipun sering dikaitkan dengan dampak negatif, Free Fire juga memiliki manfaat jika dimainkan dengan bijak. Salah satu manfaatnya adalah sebagai sarana hiburan dan pelepas stres. Seiring dengan meningkatnya tekanan akademik, anak-anak sering mencari pelampiasan dalam bentuk hiburan digital. Penelitian selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa game online menjadi alternatif hiburan yang membantu anak-anak tetap terhubung dengan teman-temannya meskipun berada di rumah (Kominfo, 2017).

Selain itu, game seperti Free Fire juga dapat mengembangkan keterampilan buat anak anak. Permainan ini membutuhkan strategi, perencanaan, serta kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat. Restu Rahmadani (2019) dalam penelitiannya terhadap komunitas Free Fire Lampung Army menemukan bahwa banyak pemain mengalami peningkatan dalam kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, serta pengembangan kreativitas dalam merancang strategi permainan.

Game online juga dapat membuka peluang ekonomi bagi anak-anak yang memiliki minat dalam bidang digital. Beberapa pemain profesional berhasil mendapatkan penghasilan melalui turnamen, streaming, atau menjadi content creator. Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan yang bermanfaat di masa depan melalui dunia game.

Dampak Negatif Game Free Fire terhadap Perkembangan Anak

Di sisi lain, Free Fire juga memiliki dampak negatif, terutama jika dimainkan tanpa pengawasan. Salah satu dampak yang paling sering dibahas adalah kecanduan game. Anak-anak yang terlalu sering bermain Free Fire cenderung mengabaikan tugas sekolah, mengurangi waktu tidur, serta kehilangan minat dalam aktivitas sosial. Hal ini sejalan dengan penelitian Halimatus Syadiyah Ria (2023) yang menunjukkan bahwa anak-anak yang kecanduan game online lebih cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya dan mengalami penurunan prestasi akademik.

Selain kecanduan, Free Fire juga dapat memicu perilaku agresif. Penelitian yang dilakukan di SD Negeri 1 Bulurejo menemukan bahwa anak-anak yang sering bermain Free Fire lebih sering menggunakan kata-kata kasar, berteriak, bahkan menunjukkan perilaku agresif seperti memukul atau mencubit teman mereka. Faktor ini diperburuk oleh fitur kompetitif dalam game, di mana pemain harus berusaha mengalahkan lawan dalam situasi yang penuh tekanan.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah pengaruh microtransaction dalam game. Free Fire menawarkan berbagai item berbayar, seperti skin karakter dan senjata. Beberapa anak mungkin tergoda untuk melakukan pembelian tanpa memahami konsekuensi finansialnya. Dalam kasus ekstrem, anak-anak dapat menggunakan uang orang tua tanpa izin untuk membeli item dalam game. Oleh karena itu, edukasi mengenai manajemen keuangan digital juga menjadi hal yang penting bagi anak-anak yang bermain Free Fire.

Kesimpulan

Game Free Fire memiliki dampak yang kompleks terhadap perkembangan anak, baik dari segi komunikasi digital, manfaat kognitif, hingga potensi dampak negatif seperti kecanduan dan agresivitas. Sebagai media komunikasi digital, game ini dapat meningkatkan keterampilan sosial anak jika digunakan dengan baik, tetapi juga dapat menyebabkan perubahan perilaku jika tidak diawasi.

Dampak positif seperti peningkatan keterampilan berpikir strategis dan peluang ekonomi di dunia digital menunjukkan bahwa Free Fire bukan sekadar permainan, tetapi juga bisa menjadi sarana pengembangan diri. Namun, dampak negatif seperti kecanduan, agresivitas, dan konsumsi berlebihan terhadap microtransaction menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua, pendidik, dan pemerintah untuk bekerja sama dalam memberikan edukasi digital yang tepat bagi anak-anak. Pengawasan dalam penggunaan game, pengaturan waktu bermain, serta pemahaman tentang etika komunikasi digital akan membantu anak-anak mendapatkan manfaat dari game ini tanpa terjebak dalam dampak negatifnya.***

 

Widiana Ardiansyah, Komunikasi Digitak dan Media

 

Perjalanan Intelektual Prof. Dr. Odang Carman

0

Bogordaily.net – Prof. Dr. Odang Carman mungkin tidak pernah mengira bahwa prestasinya dalam mengikuti lomba Matematika Ria IPB saat masih duduk di bangku SMA akan menjadi pintu gerbang bagi masa depannya di dunia akademik.

Lomba bergengsi yang diadakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan dalam bidang matematika, tetapi juga menjadi jalur emas yang menghantarkan beliau untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus melalui serangkaian tes seleksi seperti calon mahasiswa pada umumnya.

Saat itu, Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasution, yang menjabat sebagai Rektor IPB, memberikan kesempatan emas bagi para peserta terbaik lomba ini untuk langsung diterima sebagai mahasiswa di IPB. Prof. Dr. Odang Carman termasuk dalam daftar 14 besar peserta terbaik dan dengan penuh pertimbangan serta diskusi bersama keluarganya, beliau memutuskan untuk melanjutkan studinya di Institut Pertanian Bogor.

Sejak awal masa perkuliahannya, Prof. Dr. Odang Carman menunjukkan minat yang besar terhadap ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang bioteknologi. Ketertarikannya terhadap perkembangan bioteknologi menjadi faktor utama yang mendorongnya untuk mendalami ilmu genetika perikanan.

Pilihan program studi ini ia ambil pada semester ketiga saat mengejar gelar insinyur di IPB. Prof. Dr. Odang Carman memilih genetika ikan dengan pemikiran sendiri, serta melalui diskusi dengan kakak tingkat dan dosen muda yang melihat potensi besar dalam bidang ini. Keputusan ini didasari oleh prospek masa depan yang cerah dalam industri perikanan, baik dari segi akademik maupun penerapannya dalam dunia nyata.

Pada masa itu, genetika perikanan dianggap sebagai salah satu cabang ilmu bioteknologi yang berkembang pesat dan memiliki potensi besar dalam dunia perikanan dan kelautan. Prof. Dr. Odang Carman menyadari bahwa bidang ini memiliki dampak signifikan dalam peningkatan kualitas dan produktivitas perikanan, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Keputusan untuk mendalami genetika perikanan bukanlah hal yang mudah, tetapi berkat kegigihannya, Prof. Dr. Odang Carman mampu menorehkan banyak pencapaian gemilang selama masa studinya. Dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan semakin menguat ketika ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan dukungan penuh dari para dosen dan mentor akademiknya, beliau akhirnya memilih untuk memperdalam ilmu genetika perikanan hingga ke tingkat doktoral.

Salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan akademiknya adalah ketika beliau mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di Tokyo University of Fisheries, Jepang.

Pengalaman studi di negeri Sakura ini semakin membuka wawasan beliau mengenai perkembangan ilmu genetika perikanan di tingkat global, dan juga memberikannya banyak pengalaman dan nilai-nilai hidup, seperti kedisiplinan dan kerja keras yang lumrah dilakukan oleh masyarakat Jepang.

Ketertarikannya pada budaya Jepang juga mendorongnya untuk belajar bahasa Jepang, yang pada akhirnya memudahkan komunikasi serta memperlancar perkuliahannya di sana. Selama menempuh pendidikan di Jepang, Prof. Dr. Odang Carman tidak hanya memperkaya ilmunya melalui penelitian-penelitian yang inovatif, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai teknologi mutakhir yang dapat diterapkan dalam industri perikanan.

Keuletannya dalam melakukan penelitian membuahkan hasil, hingga akhirnya beliau berhasil memperoleh hak paten atas beberapa karyanya di bidang genetika perikanan.

Kembali ke tanah air, Prof. Dr. Odang Carman tidak hanya berperan sebagai seorang akademisi, tetapi juga sebagai seorang inovator yang terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Beliau aktif dalam berbagai penelitian yang berfokus pada peningkatan produktivitas perikanan melalui pendekatan genetika modern. Selain itu, beliau juga turut serta dalam membimbing mahasiswa serta generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya di dunia akademik dan penelitian.

Beliau merupakan dosen tetap jurusan genetika ikan dan memiliki laboratorium genetika ikan (breeding) yang menjadi pusat penelitian dan pengembangan ilmu genetika perikanan di Indonesia.

Selain berperan di dunia akademik, Prof. Dr. Odang Carman juga pernah menjadi evaluator untuk berbagai proyek besar di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia.

Keahliannya dalam bidang genetika perikanan menjadikannya key person dalam berbagai program manajemen yang diadakan setiap tahun di Jepang. Kontribusinya dalam bidang ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam penelitian genetika perikanan di tingkat global.

Sebagai seorang akademisi yang telah berkontribusi secara luas, Prof. Dr. Odang Carman memiliki harapan besar bagi mahasiswa dan generasi muda.

Beliau mendorong mereka untuk memanfaatkan teknologi yang ada sebaik mungkin serta meningkatkan literasi dalam bidang genetika perikanan agar dapat bersaing di tingkat internasional. Kisah perjalanan hidup dan karier Prof. Dr. Odang Carman merupakan inspirasi bagi banyak orang, khususnya bagi para akademisi dan peneliti muda yang ingin berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dari seorang siswa SMA yang mengikuti lomba Matematika Ria IPB hingga menjadi seorang profesor dengan hak paten di bidang genetika perikanan, perjalanan beliau membuktikan bahwa ketekunan, kerja keras, dan kesempatan yang dimanfaatkan dengan baik dapat membawa seseorang menuju pencapaian luar biasa dalam hidupnya.***

 

Saskia Salsabila, mahasiswi Komunikasi Digital dan Media IPB University

Strategi Penulisan Kreatif dalam Promosi Merek di Era Digital

0

Bogordaily.net – Promosi merek menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesadaran merek. Di era digital saat ini, merek dituntut untuk menonjol dan menarik perhatian konsumen. Era digital mewajibkan setiap produsen atau pemilik merek mampu melakukan kreasi dan inovasi di dalam pemasaran produknya. Salah satunya adalah dengan mengkombinasikan bahasa dengan produk yang ingin dipasarkan. Bahasa memiliki peran penting di dalam komunikasi manusia dan menunjang keberhasilan dalam interaksi (Mediyawati dkk,2019). Penulisan bahasa dalam penulisan kreatif tidaklah dibuat secara sederhana. Kata atau kalimat dipertimbangkan secara efektif dengan tujuan menarik pembacanya. Misalnya Zarry Hendrik yang sudah mendapatkan penghasilan yang fantastis dari bisnis caption yaitu 70 juta rupiah (Dewi,2019).

Penulisan kreatif hadir sebagai kekuatan baru dalam dunia promosi. Penulisan kreatif berperan penting dalam mempengaruhi minat pembeli. Penulisan kreatif tidak hanya menyampaikan informasi tentang produk atau layanan, tetapi dapat menjadi media promosi yang menarik. Penggunaan bahasa yang menarik , dapat membuat konsumen tertarik terhadap produk atau layanan yang diiklankan melalui platform digital. Mengaplikasikan penulisan kreatif dalam promosi merek tidaklah mudah , dibutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai target audiens , karakteristik merek , dan tujuan promosi. Strategi yang tepat dibutuhkan untuk mengintegrasikan penulisan kreatif ke dalam media promosi dan saluran komunikasi.

Penulisan kreatif dalam promosi merek tidak hanya membuat iklan menarik, tetapi membangun narasi yang kuat, membuat karakter merek, dan menggunakan bahasa yang dapat menyentuh hati konsumen. Tujuan penulisan kreatif dalam promosi merek adalah untuk mendorong konsumen mengetahui lebih dalam tentang merek dan akhirnya menjadi pelanggan setia. Penulisan kreatif diarahkan untuk membangun kepercayaan, loyalitas, minat , dan memiliki tujuan akhir berupa rekognisi merek. Oleh karena itu , penulisan kreatif harus berisi hal-hal yang dapat meningkatkan engagement konsumen terhadap merek.

Penulisan dengan Struktur AIDA

 Salah satu cara dalam penulisan kreatif adalah dengan menggunakan struktur AIDA. Struktur AIDA diciptakan oleh Elias St. Elmo Lewis pada tahun 1898. AIDA merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desaire , dan Action. Lewis meletakkan pondasi model ini pada tahun 1898 melalui slogan “attract attention , maintain interest, create desire” dan ditambahkan elemen keempat “get Action”.

Bagian pertama adalah Attention. Attention untuk menciptakan daya tarik pada produk atau layanan yang dijual oleh sebuah merek. Pada tahap ini menjelaskan pentingnya menarik perhatian konsumen. Sebagai contoh, jika ingin mempromosikan sebuah sunscreen dari sebuah merek bisa menggunakan kata atau kalimat yang menarik seperti “Ingin wajah tetap terlindungi di bawah sinar matahari ?” hal tersebut dapat menarik perhatian konsumen terhadap sebuah produk dan mencari tahu mengenai produk dan merek lebih dalam.

Setelah mendapatkan daya tarik dari konsumen, selanjutnya adalah merubah daya tarik tersebut menjadi sebuah minat. Tuliskan hal-hal yang dapat membuat konsumen menaruh minatnya seperti menjelaskan bahan yang digunakan dalam produk. Sebagai contoh “Sunscreen kami menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi” hal tersebut dapat menaruh minatnya pada produk.

Selanjutnya adalah desire, pada tahap ini menciptakan rasa keinginan pada konsumen untuk membeli produk atau layanan sebuah merek, ubah rasa ketertarikan konsumen menjadi perasaan membutuhkan. Pada tahap ini sangat penting untuk meyakinkan konsumen agar mereka merasa butuh untuk membeli produk atau layanan sebuah merek. Sebagai contoh, tuliskanlah manfaat dari produk atau layanan, kelebihan produk atau layanan yang tidak dimiliki oleh kompetitor seperti “Sunscreen ini akan membuat wajah terlihat segar seharian” hal tersebut dapat memancing konsumen untuk membeli produk tersebut.

Tahap  yang  terakhir  dari  AIDA  adalah dengan  memicu aksi,  artinya  di  sinilah  calon konsumen  melakukan  aksi  pengambilan  keputusan pembelian. Buatlah kata atau kalimat yang mengajak konsumen untuk membeli produk atau layanan seperti “Beli sunscreen ini dan dapatkan potongan 10% setiap pembelian”. Tidak ada jaminan bahwa proses promosi akan berakhir dengan penjualan, tetapi konsumen sudah memiliki impresi terhadap produk atau layanan sebuah merek.

Strategi Penulisan Kreatif yang Efektif

 

  1. Memahami Target Audiens

Sebelum menulis analisis target audiens dari merek yang ingin dipromosikan , seperti apa minat mereka , budaya , dan kebiasaan. Dengan memahami target audiens penulisan akan lebih relevan dan efektif.

2. Mengembangkan Pesan Merek yang Kuat

Pesan merek harus jelas , mudah diingat , pesan merek harus mencerminkan apa yang ingin disampaikan merek terhadap konsumen.

3. Menentukan Tujuan Promosi

Tujuan promosi akan membantu strategi penulisan kreatif yang akan digunakan.

4. Menggunakan Bahasa yang Menarik dan Kreatif

Gunakan bahasa yang menarik dan relevan untuk membuat pesan merek lebih menarik dan berkesan

5. Memanfaatkan Berbagai Bentuk Konten ‘

Penulisan kreatif dapat diterapkan dalam berbagai bentuk konten, seperti artikel blog, postingan media sosial, Caption, dan Video. Sesuaikan bentuk konten dengan target audiens dan tujuan promosi.

6. Memperhatikan Konsistensi

Pastikan gaya bahasa dan pesan merek konsisten di semua saluran komunikasi. Konsistensi akan membantu membangun citra merek yang mudah diingat.

7. Evaluasi

Evaluasi akan membantu merek untuk meningkatkan strategi penulisan mereka.

Dapat disimpulkan bahwa penulisan kreatif memiliki peran penting dalam promosi merek di era digital. Penulisan kreatif yang efektif dapat menarik perhatian konsumen, membangun koneksi emosional, meningkatkan daya ingat, menciptakan pengalaman merek yang unik, dan mendorong tindakan.

Salah satu cara dalam penulisan kreatif dki Era Digital adalah dengan menggunakan struktur AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Selain itu, terdapat beberapa strategi penulisan kreatif yang efektif, antara lain memahami target audiens, mengembangkan pesan merek yang kuat, menentukan tujuan promosi, menggunakan bahasa yang menarik dan kreatif, memanfaatkan berbagai bentuk konten, memperhatikan konsistensi, dan melakukan evaluasi.***

 

Ailsha Shabila, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

 

Manipulasi Emosional dan Pelecehan Seksual: Ketika Disabilitas Tidak Menghalangi Tindakan Kriminal

0

Nama Penulis: Muhammad Musa Akbar, Mahasiswa Program Studi Digital Komunikasi dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University

 

Kasus

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan I Wayan Agus Suartama, atau lebih dikenal sebagai Agus Buntung, telah menjadi sorotan publik dan memasuki babak baru dengan proses hukum yang semakin mendalam. Dengan lebih dari 15 korban, termasuk anak di bawah umur, kasus ini menggugah berbagai pertanyaan dan kekhawatiran di masyarakat, terutama mengenai perlindungan bagi korban dan penegakan hukum yang adil. Agus Buntung, seorang penyandang disabilitas, ditetapkan sebagai tersangka setelah laporan dari salah satu korban. Modus operandi yang digunakan Agus melibatkan manipulasi emosional dan ancaman psikologis untuk memaksa korban mengikuti keinginannya. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya memanfaatkan fisiknya yang terbatas, tetapi juga menggunakan keterampilan manipulatif untuk mengeksploitasi orang lain. Ini adalah gambaran yang sangat mencolok tentang bagaimana stigma terhadap penyandang disabilitas dapat menutupi tindakan kriminal yang serius.

“Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Kami akan memastikan bahwa semua prosedur dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Efrien Saputera.

Proses hukum terhadap Agus Buntung kini berada di tahap persidangan setelah berkas administrasi dinyatakan lengkap. Kejaksaan berkomitmen untuk memberikan informasi transparan kepada publik mengenai perkembangan kasus ini. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum dan memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam proses ini diperlakukan dengan adil. Masyarakat berhak mengetahui setiap langkah yang diambil dalam penanganan kasus ini, terutama mengingat sensitivitas isu pelecehan seksual. Sikap publik terhadap Agus Buntung juga mencerminkan ketidakpuasan yang mendalam. Banyak warganet menunjukkan kemarahan ketika Agus mengeluh tentang ketidaknyamanan selama ditahan, mengingat banyaknya korban yang menderita akibat tindakan bejatnya. Tanggapan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya keadilan bagi korban, dan tidak ada toleransi terhadap perilaku predator seksual, terlepas dari kondisi fisik pelaku.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi penyandang disabilitas dalam sistem peradilan. Penahanan Agus di rumah karena alasan fasilitas yang tidak ramah disabilitas menunjukkan adanya perhatian terhadap hak-hak penyandang disabilitas. Namun, hal ini juga memunculkan pertanyaan: apakah perlindungan tersebut seharusnya berlaku ketika pelaku terlibat dalam tindakan kriminal serius? Masyarakat harus terus mendorong agar hak-hak penyandang disabilitas tidak menjadi alasan untuk mengurangi tanggung jawab hukum mereka.

Akhirnya, kasus Agus Buntung bukan hanya tentang individu atau tindakan kriminal semata; ini adalah cerminan dari tantangan sosial yang lebih besar terkait dengan pelecehan seksual dan perlindungan terhadap korban. Proses hukum yang sedang berlangsung harus menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen kita terhadap keadilan dan perlindungan bagi semua individu, terutama mereka yang paling rentan. Kita harus memastikan bahwa suara korban didengar dan dihargai, serta bahwa pelaku diadili sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu

Vonis Hukuman.

Akhirnya, pada 24 Januari 2025, Agus Buntung dijatuhi vonis 12 tahun penjara dan denda Rp300 juta oleh Pengadilan Negeri Mataram. Vonis ini mencerminkan keseriusan tindakannya serta harapan masyarakat agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Kasus Agus Buntung bukan hanya tentang individu atau tindakan kriminal semata; ini adalah cerminan dari tantangan sosial yang lebih besar terkait dengan pelecehan seksual dan perlindungan terhadap korban. Proses hukum yang sedang berlangsung harus menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen kita terhadap keadilan dan perlindungan bagi semua individu, terutama mereka yang paling rentan. Kita harus memastikan bahwa suara korban didengar dan dihargai, serta bahwa pelaku diadili sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu

Muhammad Musa Akbar

 

Ammar Nabhan Ayala: Dari Panggung ke Lapangan, Perjalanan Tanpa Batas Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

0

Bogordaily.net – Lahir di Cirebon, kota yang dikenal dengan kuliner khasnya, pada 11 Maret 2004, Ammar Nabhan Ayala tumbuh dengan minat besar dalam dunia komunikasi. Sejak kecil, ia menunjukkan bakatnya dalam public speaking, sering kali tampil sebagai pembawa acara di berbagai kegiatan sekolah. Hal ini mendapat dukungan penuh dari ibunya serta para guru yang melihat potensinya. Berangkat dari minat tersebut, Ammar akhirnya memilih untuk mendalami bidang komunikasi dengan menempuh pendidikan di Program Studi Komunikasi Digital dan Media di Sekolah Vokasi IPB University. Keputusannya untuk menekuni bidang ini semakin mantap karena ia ingin terus mengasah kemampuannya dalam berkomunikasi dan berkontribusi di berbagai bidang yang ia geluti.

Perjalanan Pendidikan dan Karier

Sejak kecil, Ammar menempuh pendidikan di Kota Cirebon. Perjalanan akademiknya dimulai dari TK Imam Bondjol, kemudian berlanjut ke SDN Kebon Baru 7, SMPN 1 Cirebon, dan SMA Negeri 4 Cirebon. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan ke IPB University, tempat di mana ia semakin mengasah kemampuan komunikasi dan mengembangkan minatnya di berbagai bidang.

Bakat seni Ammar mulai terlihat sejak duduk di kelas 5 SD, ketika ia mengikuti lomba menyanyi. Berkat dorongan wali kelasnya, ia berhasil mewakili sekolah di tingkat kota dan melangkah ke tingkat provinsi. Sejak itu, Ammar semakin aktif dalam kompetisi seni, terutama di bidang tarik suara. Beberapa prestasi yang ia raih antara lain:

  • Juara 1 Pupuh Sunda tingkat SD se-Kota Cirebon
  • Juara 1 Pupuh Sunda tingkat SD se-Kota Cirebon
  • Juara 2 FLS2N Solo Vocal Pop Putra SMA tingkat Provinsi Jawa Barat
  • Juara 3 Cover Song Universitas Jenderal Achmad Yani tingkat SMA

Selain seni, olahraga juga menjadi bagian penting dalam hidupnya. Ammar mulai menekuni voli sejak SMP dan mendapat dukungan dari Bima Volleyball Club Kota Bogor. Namun, pengalaman paling berkesan bagi Ammar adalah saat ia mewakili IPB University di ajang Class of ASEAN University Volleyball di Malaysia, di mana ia dan timnya berhasil meraih juara 1. Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam berbagai turnamen voli lainnya.

Prestasi yang Membanggakan

Prestasi Ammar tak hanya terbatas pada dunia seni dan olahraga. Ia juga aktif dalam bidang akademik dan publikasi. Salah satu pencapaiannya adalah publikasi jurnal dengan judul “Strategi Komunikasi Bisnis One Spirit dalam Meningkatkan Brand Awareness melalui Media Digital”, yang terakreditasi SINTA 6. Selain itu, ia juga menulis untuk media seperti Aksara News dan Jurnal Post.

Tantangan dan Kesulitan

Di balik segala pencapaiannya, Ammar Nabhan Ayala juga menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Ia masih sering meragukan dirinya sendiri, mengalami kesulitan dalam manajemen waktu, serta merasa kesulitan untuk fokus pada satu hal. Overthinking, perasaan tidak enakan, dan kurangnya prioritas terhadap diri sendiri menjadi tantangan tersendiri baginya. Ia juga kerap merasa tertinggal dibandingkan dengan orang lain, namun tetap berusaha untuk mengatasi hal tersebut dengan terus melangkah maju.

Karya dan Kontribusi

Selain prestasi akademik dan non-akademik, Ammar juga memiliki karya dalam dunia musik. Pada Februari 2024, ia merilis single berjudul “Khayalan”, sebuah lagu yang mengisahkan tentang kehidupan remaja SMA dengan segala lika-likunya. Lagu ini menggambarkan perasaan nostalgia, harapan, serta kebimbangan yang sering dialami oleh anak muda dalam mencari jati diri. Proses pembuatan lagu ini bukanlah sesuatu yang instan. Ammar terlibat langsung dalam setiap tahap, mulai dari penulisan lirik, pemilihan aransemen musik, hingga rekaman di studio. Ia ingin memastikan bahwa setiap nada dan kata yang ada dalam lagu ini benar-benar mencerminkan perasaannya dan bisa diterima oleh pendengar yang memiliki pengalaman serupa.

Khayalan bukan sekadar lagu biasa bagi Ammar, tetapi juga sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa dirinya mampu berkarya di dunia musik. Melalui lagu ini, ia berharap dapat menyampaikan pesan kepada para pendengar bahwa masa remaja adalah waktu yang penuh warna, di mana mimpi dan kenyataan sering kali bertemu dalam satu persimpangan.

Pesan untuk Pembaca

Sebagai seseorang yang terus berkembang, Ammar memiliki pesan penting bagi para pembaca. “Semangat untuk mencoba hal baru! Jangan stuck di satu bidang, meskipun aku sendiri juga kadang merasa terjebak dalam satu bidang,” ujarnya sambil bercanda. Ia percaya bahwa setiap kesempatan yang datang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan semangat pantang menyerah, Ammar terus melangkah maju untuk menggapai mimpi-mimpinya.***

 

Muhamad Aditya Nursyahbani