Home Blog Page 1103

Jiva SOHO: Lokasi Strategis, Akses Mudah, Investasi Pasti di Sentul

0

Bogordaily.net – Lokasi adalah segalanya dalam bisnis, dan Jiva SOHO menawarkan lokasi premium di jantung Sentul. Dengan akses mudah ke Gate Toll Sentul Sirkuit Km 33, pusat bisnis, dan berbagai fasilitas publik. Jiva SOHO adalah pilihan ideal untuk bisnis yang membutuhkan konektivitas tinggi.

Jiva SOHO tidak hanya menawarkan lokasi yang strategis di Sentul, tetapi juga fasilitas modern yang mendukung produktivitas. Ruang usaha yang fleksibel, dikelilingi oleh hunian yang sudah padat penduduk, Luxurious Façade Design dan lokasi Ruko berada di Boulevard Utama hadap jalan.

Sentul adalah kawasan yang berkembang pesat, menjadikannya lokasi investasi yang menjanjikan. Investasi di Jiva SOHO adalah langkah cerdas untuk mengamankan masa depan bisnis Anda.

Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan utama Jiva SOHO. Setiap unit dirancang untuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang beragam, mulai dari Bisnis Food & Beverages, klinik kesehatan, klinik kecantikan, Gym, Kantor dan usaha lainnya. Hal ini memberikan keleluasaan bagi para pemilik untuk menciptakan ruang usaha yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

“Jiva SOHO menawarkan kombinasi sempurna antara lokasi strategis, fasilitas modern, dan potensi investasi yang tinggi. “Kami yakin Jiva SOHO akan menjadi aset berharga bagi bisnis dan investor,” ujar Aviep Wardhana Project Director Jiva Soho

Jiva SOHO dirancang dengan fitur dan fasilitas modern untuk memenuhi kebutuhan bisnis masa kini. Dari ruang kerja yang fleksibel hingga teknologi terkini, Jiva SOHO menawarkan lingkungan usaha yang produktif dan nyaman. Jiva SOHO bukan hanya tempat kerja, tetapi juga investasi cerdas. Dengan pertumbuhan ekonomi Sentul yang pesat, nilai investasi Anda akan terus meningkat.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan ruang kerja terbaik dengan fasilitas lengkap untuk mendukung kesuksesan bisnis Anda. Jiva SOHO adalah pilihan tepat bagi bisnis yang ingin berkembang di era digital,” ujar Aviep Wardhana, Project Director Jiva Soho ***

 

RUKO JIVA SOHO, Peluang Emas untuk Pebisnis dan Investor di Sentul!

0

Bogordaily.net – PT Jeca Karya Bersama menghadirkan proyek Ruko “Jiva SOHO” yang menawarkan konsep Small Office Home Office (SOHO) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pebisnis dan investor.

Dengan lokasi strategis di Exit Toll Sentul Sirkuit km 33, Ruko Jiva SOHO menawarkan akses mudah ke berbagai fasilitas dan infrastruktur penting, menjadikannya pilihan ideal bagi pebisnis yang mencari keseimbangan antara berbisnis dan hunian.

Jiva SOHO hadir dengan desain arsitektur modern dan fungsional, menciptakan ruang usaha yang nyaman dan produktif. Ruko Jiva SOHO ini menawarkan pilihan dengan atau tanpa roof top, yaitu Tipe 152/67 dengan desain 3 lantai High Ceiling.

Setiap unit dirancang dengan fleksibilitas tinggi, memungkinkan pemilik untuk menyesuaikan ruang usaha sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Terletak di Jalan Boulevard Adhi City Sentul, Jiva Soho Tahap I dipasarkan terbatas hanya 12 unit dan Tahap II 24 unit.

Tidak hanya menawarkan ruang usaha yang ideal, Jiva SOHO juga merupakan peluang investasi yang menjanjikan. Dengan pertumbuhan ekonomi Sentul yang terus meningkat dan permintaan akan ruang usaha yang semakin tinggi, investasi di Jiva SOHO diprediksi akan memberikan keuntungan yang signifikan di masa depan.

Proyek ini juga dikembangkan oleh pengembang terpercaya dengan rekam jejak yang solid, memberikan kepercayaan tambahan bagi para investor.

“Jiva SOHO adalah jawaban bagi kebutuhan para pebisnis dan investor yang mencari ruang usaha modern dan fleksibel di lokasi yang strategis. Kami yakin Jiva SOHO akan menjadi ikon baru di Sentul dan memberikan nilai tambah yang besar bagi para penghuninya,” ujar Ekawati Rahayu, Direktur Utama PT Jeca Karya Bersama.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, Jiva SOHO bukan hanya sekadar tempat kerja, tetapi juga investasi cerdas yang menjanjikan masa depan cerah bagi para pebisnis dan investor di Sentul. ***

Sukses Digelar, Rumah Sakit BSH Gelar Talkshow Kesehatan Mulut dan Buka Puasa Bersama di Lippo Plaza Ekalokasari Bogor

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit BSH sukses menggelar acara “Talkshow & Buka Puasa Bersama: Menjaga Kesehatan Mulut Selama Berpuasa” pada tanggal 14 Maret 2025 bertempat di Lippo Plaza Ekalokasari Bogor, lantai 1. Acara ini berhasil memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mulut selama bulan Ramadan dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.

Acara yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit BSH ini menghadirkan drg. Edria Benita, Sp.PM, seorang dokter gigi spesialis penyakit mulut, sebagai narasumber.

Rumah Sakit BSH sukses menggelar acara “Talkshow & Buka Puasa Bersama: Menjaga Kesehatan Mulut Selama Berpuasa”

Ia memberikan informasi dan tips praktis mengenai cara menjaga kesehatan mulut saat berpuasa kepada para peserta yang hadir.

Selain talkshow yang informatif, Rumah Sakit BSH juga menyajikan berbagai kegiatan menarik lainnya, antara lain:

Live Acoustic: Penampilan musik akustik yang menghibur dan menemani waktu ngabuburit.

Zumba Bersama: Sesi zumba yang energik untuk menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa, dipandu oleh instruktur berpengalaman.

Buka Puasa Bersama: Momen kebersamaan yang hangat untuk berbuka puasa bersama para peserta dan tamu undangan.

“Kami sangat senang dan bersyukur acara ini berjalan sukses. Rumah Sakit BSH berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kesehatan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,Kami berharap acara ini memberikan manfaat yang besar bagi para peserta dalam menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan.”, ujar dr.Albert Abednego MM.,Fisqua.,KMK selaku Direktur Rumah Sakit BSH

Salah satu peserta acara, Zumba Instructor Network (ZIN) Lia, seorang instruktur zumba dan pelatih cardio dance, memberikan testimoninya.

“Assalamualaikum wr wb, saya ZIN Lia, saya mengajar zumba dan coach cardio dance,  hari ini alhamdulillah saya dan community zeta diundang oleh RS BSH untuk acara buka bareng dan senam ngabuburit zumba, manfaatnya disini luar biasa ya, kebersamaan, silaturahmi, dan badan kita yang tadinya vakum karna takut untuk olahraga akhirnya hari ini kita lakukan, terimakasih.”

Rumah Sakit BSH mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung acara ini.

Tentang Rumah Sakit BSH:

Rumah Sakit BSH adalah rumah sakit umum swasta yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. Dengan tenaga medis profesional dan fasilitas yang lengkap, Rumah Sakit BSH siap menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi Anda dan keluarga. Rumah Sakit BSH terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan masyarakat. ***

Lurah Katulampa Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Lintasan dan Rumah Ambruk

0

Bogordaily.net – Lurah Katulampa, Irwansyah, bersama Kwartir Ranting (Kwaran) Bogor Timur menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak bencana banjir lintasan dan rumah ambruk di Kampung Pasir, RT 04/RW 07, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin 17 Maret 2025.

Bencana ini mengakibatkan delapan rumah terdampak banjir lintasan serta dua rumah ambruk. Untuk meringankan beban warga, bantuan berupa sembako diberikan kepada para korban.

Selain itu, sejumlah donatur juga turut berpartisipasi dengan menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Lurah Katulampa, Irwansyah.

Tak hanya itu, dua keluarga yang rumahnya ambruk juga menerima bantuan serupa, ditambah dengan pengusulan Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) 2025 agar mereka mendapatkan dukungan lebih lanjut dalam proses pemulihan.

Irwansyah mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana serupa, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Selain itu, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bantuan bagi warga terdampak dapat tersalurkan dengan baik.***

Ibnu Galansa

 

Homeless Media: Revolusi Jurnalisme Digital yang Tak Terbatas Ruang

0

Bogordaily.net – Di era digital, batasan fisik bukan lagi halangan dalam menyebarkan informasi. Media tidak lagi bergantung pada kantor berita besar dengan studio mewah, tetapi telah berevolusi menjadi lebih fleksibel dan mandiri.

Salah satu bentuk evolusi ini adalah homeless media, yaitu media independen yang tidak memiliki kantor tetap atau infrastruktur fisik besar, tetapi mampu menjangkau audiens luas melalui platform digital seperti media sosial, blog, dan situs web berbasis komunitas.

Homeless media hadir sebagai solusi bagi jurnalis independen dan komunitas yang ingin menyuarakan isu-isu yang jarang diangkat oleh media arus utama.

Dengan kebebasan lebih dalam penyampaian informasi, homeless media sering kali menjadi alat bagi kelompok marginal untuk bersuara dan melawan dominasi media korporasi.

Ciri-Ciri Homeless Media

Homeless media memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari media konvensional, yaitu:

​1.​Tidak memiliki kantor tetap – Media ini dijalankan secara fleksibel tanpa studio atau kantor redaksi permanen.

​2.​Mengandalkan platform digital – Penyebaran informasi dilakukan melalui media sosial, blog, YouTube, dan situs web berbasis komunitas.

​3.​Berbasis komunitas – Sering kali dikelola oleh individu atau kelompok kecil yang memiliki tujuan menyebarkan informasi independen.

​4.​Fokus pada isu-isu yang jarang diberitakan – Menyoroti isu sosial, hak asasi manusia, lingkungan, dan politik dengan perspektif alternatif.

​5.​Memanfaatkan jurnalisme warga – Siapa saja dapat berkontribusi sebagai jurnalis atau penyebar informasi.

Dengan karakteristik ini, homeless media mampu memberikan perspektif berbeda yang sering kali diabaikan oleh media arus utama.

Perkembangan Homeless Media di Indonesia

Fenomena homeless media semakin berkembang di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Media ini beroperasi secara informal dan mengandalkan platform digital untuk distribusi konten (Remotivi).

Menurut penelitian yang menganalisis lebih dari 3.000 postingan dari 15 outlet homeless media, ditemukan bahwa mereka sering kali mengandalkan konten buatan pengguna dan sumber informasi tidak konvensional.

Meskipun demikian, homeless media berhasil menarik keterlibatan audiens yang tinggi karena menyajikan perspektif berbeda dan lebih dekat dengan realitas masyarakat.

Contoh Homeless Media yang Berpengaruh

Beberapa homeless media telah berhasil menarik perhatian global dan berperan dalam mengungkap berbagai skandal serta menyuarakan isu penting. Beberapa contohnya adalah:

​1.​Bellingcat – Platform investigatif yang menggunakan metode open-source intelligence (OSINT) untuk mengungkap berbagai skandal global.

​2.​The Intercept – Media independen yang menyajikan jurnalisme investigatif tentang kebijakan pemerintah dan hak asasi manusia.

​3.​Narasi TV – Media independen di Indonesia yang berfokus pada isu sosial, politik, dan budaya dengan pendekatan kritis.

​4.​VICE News – Awalnya dimulai sebagai media daring tanpa kantor tetap dan kini menjadi salah satu media alternatif terbesar di dunia.

​5.​Berita Buruh – Platform media di Indonesia yang berfokus pada hak-hak buruh dan permasalahan ketenagakerjaan.

Homeless media tidak hanya berperan dalam isu politik dan sosial tetapi juga menjadi sumber utama informasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan platform digital.

Dampak Homeless Media terhadap Masyarakat

Homeless media memiliki dampak
signifikan terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat. Beberapa dampak positifnya adalah:

​1.​Meningkatkan kebebasan informasi – Informasi tidak lagi dimonopoli oleh media besar, sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai sudut pandang.

​2.​Memberdayakan jurnalisme warga – Setiap individu memiliki kesempatan untuk menjadi jurnalis dan melaporkan kejadian di sekitar mereka.

​3.​Mendorong transparansi dan akuntabilitas – Banyak skandal dan penyalahgunaan kekuasaan yang terungkap melalui investigasi homeless media.

​4.​Menguatkan komunitas lokal – Media berbasis komunitas dapat memperkuat identitas dan solidaritas kelompok dalam masyarakat.

Selain itu, homeless media juga memiliki potensi besar dalam isu lingkungan.

Dengan jangkauan dan pengaruhnya, media ini dapat meningkatkan kesadaran publik tentang masalah lingkungan yang mungkin terabaikan oleh media arus utama (Remotivi).

Tantangan yang Dihadapi
Meskipun memiliki banyak kelebihan, homeless media juga menghadapi berbagai tantangan, seperti:

​1.​Kurangnya pendanaan – Tanpa dukungan finansial yang kuat, homeless media sering kesulitan dalam operasionalnya.

​2.​Keamanan jurnalis – Jurnalis independen sering menghadapi ancaman hukum atau serangan dari pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan mereka.

​3.​Penyebaran hoaks – Tanpa regulasi ketat, homeless media berisiko menjadi sarana penyebaran berita palsu atau propaganda.

​4.​Sulit mendapatkan kredibilitas – Tidak semua orang mempercayai sumber informasi dari media independen, terutama jika tidak memiliki reputasi yang kuat.

Selain itu, homeless media sangat bergantung pada platform media sosial untuk distribusi kontennya.

Hal ini membuat mereka rentan terhadap risiko seperti pemblokiran akun, peretasan, atau perubahan algoritma yang dapat mengurangi jangkauan mereka.

Masa Depan Homeless Media

Di masa depan, homeless media berpotensi menjadi bagian penting dari ekosistem informasi global, terutama jika dapat menjaga integritas dan kualitas jurnalistiknya.

Dengan meningkatnya konsumsi informasi digital, terutama di kalangan generasi muda, homeless media dapat memainkan peran lebih besar dalam menyajikan berita yang lebih inklusif dan beragam.

Dukungan dari masyarakat, dalam bentuk literasi media dan apresiasi terhadap jurnalisme independen, sangat dibutuhkan agar homeless media dapat terus berkembang.

Jika tantangan seperti pendanaan dan kredibilitas dapat diatasi, homeless media memiliki peluang besar untuk menjadi pilar kebebasan pers dan demokrasi di era digital.

Kesimpulan

Homeless media adalah bentuk baru dari kebebasan pers yang berkembang pesat di era digital. Dengan fleksibilitas dan kemampuannya menjangkau audiens luas tanpa infrastruktur besar, media ini menjadi sarana penting dalam memperjuangkan demokrasi dan keadilan sosial.

Namun, tantangan seperti pendanaan, keamanan, dan kredibilitas masih menjadi hambatan yang harus diatasi.

Dengan terus berkembangnya teknologi dan perubahan pola konsumsi media, homeless media akan semakin berperan dalam membentuk opini publik serta menghadirkan informasi yang lebih beragam.

Oleh karena itu, kolaborasi antara jurnalis independen, komunitas, dan masyarakat luas sangat penting dalam memastikan homeless media tetap menjadi sumber informasi yang kredibel dan dapat dipercaya.***

Bintang Nugraha Gumilang
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Petualangan di Desa Wisata Gunung Mas

0

Bogordaily.net – Siapa sangka tugas Praktik Reportase bisa jadi petualangan yang penuh cerita? Aku dan teman-teman dari kelompok Invokasix dapat tugas untuk bikin video berita feature tentang desa wisata. Setelah diskusi panjang, akhirnya kami sepakat memilih Desa Wisata Gunung Mas di Tugu Selatan, Cisarua, sebagai lokasi liputan. Awalnya kami cukup bingung memilih tempat, tapi setelah melihat berbagai referensi, Gunung Mas sepertinya cocok karena punya banyak spot menarik untuk diliput dan saat itu juga wahana Rainbow Slidenya lagi viral di media sosial.

Pada 3 Desember 2023, pagi-pagi kami sudah kumpul di halte Biskita. Kami memutuskan untuk berangkat naik transportasi umum. Mulai dengan naik bus koridor 2, lalu dilanjut dengan naik angkot menuju Cisarua. Begitu sampai, kami langsung membeli tiket masuk seharga Rp15.000 per orang.

Setelah masuk ke dalam kawasan wisata, kami mulai eksplorasi dan mencari spot terbaik untuk syuting. Kami memutuskan untuk memulai dari Kampung Batik, area kampung batik ini, sesuai sama namanya, penuh dengan rumah-rumah bercat berbagai motif batik.

Setelah mengambil beberapa footage di Kampung Batik, kami lanjut ke Tea Bridge, sebuah jembatan kayu yang membentang di atas hamparan kebun teh yang luas. Tempat ini sangat populer di media sosial karena pemandangannya yang indah dan cocok untuk berfoto. Tiket masuknya relatif terjangkau, hanya sekitar Rp10.000 – Rp15.000. Dari atas jembatan, kami bisa melihat pemandangan hijau dari bentangan pohon teh di seluruh sisi dan juga ada Rainbow Slide, perosotan warna-warni yang cukup panjang.

Tidak ingin melewatkan kesempatan mencoba wahana seru, kami sempat coba wahana flying fox yang ternyata sepaket dengan mobil off-road yang mengantar kami ke titik awal wahana. Naik mobil off-road di jalur berbatu dan menanjak memberikan sensasi tersendiri yang gak kalah seru.

Untuk melengkapi tugas, kami mewawancarai dua narasumber yang salah satunya adalah seorang wisatawan dari Tangerang Selatan yang sedang berlibur dan seorang fotografer yang menyediakan jasa foto di wahana Tea Bridge. Wawancara berlangsung lancar. Setelah semua sesi shooting selesai, kami akhirnya pulang ke Bogor dengan suasana Puncak yang mulai berkabut tebal.

Namun, ada satu masalah besar yang baru kami sadari. Tugasnya mengharuskan minimal tiga narasumber, sedangkan kami hanya mewawancarai dua orang! Panik?iya, karena deadline semakin dekat. Gak ada pilihan lain, aku dan satu teman kelompok harus kembali ke Gunung Mas untuk melengkapi wawancara. Kali ini, kami pergi berempat naik motor pada 7 Desember 2023.

Perjalanan kedua ini terasa lebih santai karena kami sudah tahu rute dan spot mana saja yang perlu diambil. Setibanya di sana, kami langsung mencari narasumber tambahan dan akhirnya berhasil mewawancarai salah satu staf Gunung Mas. Wawancara berjalan lancar, dan kami juga mengambil beberapa footage tambahan. Rasa lega mulai terasa karena tugas ini akhirnya bisa diselesaikan. Namun, kejutan belum berakhir di situ.

Saat perjalanan pulang, tiba-tiba motor yang aku tumpangi mengalami bocor ban. Awalnya kami santai saja, karena berpikir ini hanya masalah kecil yang bisa segera diperbaiki. Setelah mencari tukang tambal ban dan menunggu beberapa menit, akhirnya motor bisa digunakan kembali. Kami pun melanjutkan perjalanan.

Namun, belum lama berjalan, motor kembali bocor! Mulai merasa ada yang nggak beres, kami kembali mencari tambal ban terdekat. Kali ini, kami mulai khawatir karena sudah semakin sore. Setelah selesai ditambal, kami kembali melanjutkan perjalanan, tapi entah kenapa ban kembali bocor untuk ketiga kalinya.. Antara kesal, capek, dan ngakak sendiri.

Ternyata, ban motor memang sudah sangat tipis, makanya mudah bocor meskipun sudah ditambal berkali-kali. Untungnya, setelah perjuangan panjang dan beberapa kali berhenti, akhirnya motor bisa berjalan dengan normal pas sudah dekat kawasan Kota Bogor. Pengalaman ini benar-benar melelahkan, tapi juga menjadi cerita yang akan selalu diingat.

Meskipun perjalanan kedua ini penuh tantangan dan sedikit drama, semua kerja keras akhirnya terbayar lunas. Proyek video feature perjalanan kami berhasil mendapatkan nilai tertinggi seangkatan! Ternyata, perjuangan balik lagi ke Gunung Mas dan insiden ban bocor tiga kali sepadan dengan hasil yang didapatkan.

Dari pengalaman ini, aku belajar bahwa persiapan yang matang sangat penting dalam menjalankan tugas, karena kita tidak pernah tahu kejadian tak terduga apa yang bisa terjadi di tengah perjalanan. Lebih dari sekadar tugas kuliah, perjalanan ini berubah menjadi salah satu kenangan paling seru selama masa kuliahku.***

 

Nathaniela Anya J.M, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

 

Perjalanan Karier Irma Sriwijayanti, Dari Dunia Korporasi ke Akademisi

0

Bogordaily.net – Pada setiap perjalanan karier, ada cerita panjang tentang dedikasi, pilihan, serta inspirasi yang membentuk seseorang menjadi dirinya hari ini. Ibu Irma Sriwijayanti, S.E., M.Ak. lahir di Jakarta pada 12 Februari 1989.

Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan. Ayahnya merupakan seorang sarjana teknik sipil yang memilih jalur wirausaha sebagai kontraktor, sementara ibunya adalah seorang guru akuntansi.

Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Ibu Irma memiliki kakak laki-laki yang menitik karier di bidang teknik sipil seperti sang ayah dan seorang adik yang berkecimpung di dunia akuntansi di salah satu firma akuntansi terbesar di dunia, EY.

Dibesarkan dalam keluarga dengan latar belakang akademik dan profesional yang kuat, keputusan untuk mengambil jurusan akuntansi bukan hanya karena peluang kerja yang luas, tetapi juga karena dorongan dan inspirasi dari ibunya.

Masa kecil Irma penuh dengan perpindahan. Ia menghabiskan sebagian tahun awal pendidikannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebelum akhirnya pindah ke Bandar Lampung.

Di sana, beliau menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di SD Persit, SMP Negeri 2 Bandar Lampung, dan SMA Negeri 2 Bandar Lampung.

Setelah lulus SMA, beliau melanjutkan studi ke Universitas Indonesia (UI), salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, dengan mengambil jurusan Akuntansi.

Setelah menyelesaikan studi S1, beliau memiliki keinginan untuk bergabung dengan perusahaan akuntansi besar (Big Four) sebagai auditor, tetapi gagal dalam tahap wawancara.

Meski sempat merasa kecewa, ia tidak menyerah. Kesempatan lain datang ketika ia diterima di Bank Mandiri melalui jalur Officer Development Program (ODP).

Bekerja di dunia perbankan merupakan pengalaman berharga bagi Ibu Irma. Selama lima tahun, ia berperan sebagai Relationship Manager (RM) di Commercial Banking, sebuah posisi strategis dalam menganalisis kredit dan menangani nasabah korporasi.

Meski kariernya berkembang dengan baik, ia merasakan bahwa ritme kerja di dunia perbankan cukup menantang, terutama dengan tuntutan waktu yang tinggi.

Setelah lima tahun di Bank Mandiri, beliau melanjutkan perjalanan profesionalnya setelah menyelesaikan studi S2, dan mulai bekerja pada sektor swasta di sebuah perusahaan otomotif asal Tiongkok, LZWL, anak perusahaan Wuling selama lebih dari dua tahun.

Di tengah kesibukannya berkarier, beliau menyadari bahwa dirinya menginginkan sesuatu yang lebih.

Inspirasi terbesar datang dari ibunya, yang sebagai pendidik mampu mencapai keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi.

Keinginan untuk memiliki work-life balance serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan mendorong Irma untuk kembali ke dunia akademik.

Beliau pun melanjutkan pendidikan S2 di bidang Magister Akuntansi di Universitas Indonesia. Setelah menikah, menyelesaikan studinya, dan kembali bekerja selama 2 tahun, Irma mengambil langkah besar dalam hidupnya, yaitu dengan meninggalkan dunia korporasi dan memilih jalur akademik dengan menjadi dosen.

Keputusan ini terbukti tepat ketika ia berhasil lolos seleksi CPNS sebagai dosen di Sekolah Vokasi IPB University, sebuah pencapaian yang ia banggakan. Salah satu momen paling membanggakan dalam perjalanannya adalah ketika ia meraih peringkat pertama dalam ujian SKD CPNS 2023 di Jakarta, mengungguli 436 peserta lainnya.

Dalam perjalanannya, beliau selalu mengagumi individu-individu dengan kecerdasan emosional tinggi, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan praktisi mindfulness, Adjie Santosoputro. Ia percaya bahwa ketenangan, kesabaran, dan langkah yang terencana adalah kunci dalam menghadapi tantangan hidup dan karier.

Filosofinya dalam hidup adalah “live original, live ordinary“, yang berarti menjalani hidup dengan autentisitas dan tidak berpura-pura menjadi orang lain.

Baginya, menjadi diri sendiri adalah bentuk pencapaian tertinggi seseorang, di mana seseorang tak lagi merasa perlu mencari validasi dari orang lain.

Sebagai seorang akademisi, Ibu Irma memiliki visi besar untuk pendidikan vokasi di Indonesia.

Salah satu harapannya adalah adanya penambahan tenaga kependidikan agar dosen dapat lebih fokus pada Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sehingga, kualitas riset dan pengajaran dapat meningkat dan berkontribusi pada dunia akademik secara lebih luas.

Bagi Ibu Irma, kunci keberhasilan bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola pikirannya dengan baik. Ia selalu menekankan

pentingnya fokus pada masa kini, menyelesaikan tantangan satu per satu, dan menghindari sikap terburu-buru dalam mengambil keputusan.

“Berfokuslah pada masa kini dan selesaikan setiap permasalahan secara bertahap, satu demi satu, tanpa terburu-buru. Melalui kesabaran, setiap tantangan akan menemukan solusinya seiring waktu.”

Dengan prinsip ini, Ibu Irma Sriwijayanti terus melangkah, menginspirasi, dan berkontribusi dalam dunia pendidikan, membuktikan bahwa setiap perjalanan karier memiliki makna dan tujuan yang lebih besar dari sekadar profesi.***

Nathaniela Anya J.M                                                                                          Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

 

Generasi Z dan Memenya dalam Dunia Kerja: Apakah Berdampak pada Profesionalitas?

0

Oleh: Nur Anisah Fadia,Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Penggunaan meme sebagai alat komunikasi semakin marak di dunia kerja, terutama di kalangan Generasi Z. Tren ini menimbulkan perdebatan: apakah budaya komunikasi santai berbasis meme memengaruhi profesionalitas pekerja? Beberapa perusahaan telah mulai mengadopsi gaya komunikasi ini untuk membangun kedekatan tim, tetapi tidak sedikit pula yang menilai hal ini bisa mengurangi keseriusan dalam dunia kerja.

Survei dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan bahwa 35% Generasi Z menghabiskan lebih dari 6 jam sehari di internet. Dengan tingkat literasi digital yang tinggi, mereka terbiasa mengonsumsi dan membagikan meme sebagai cara berkomunikasi. Lalu, bagaimana dampaknya terhadap dunia kerja?

Tingkat konsumsi internet yang tinggi membuat Generasi Z memiliki akses luas terhadap informasi. Katadata.co.id menyebutkan bahwa 60% Gen Z memiliki indeks literasi digital tertinggi dibandingkan generasi lainnya, yang membuat mereka lebih cepat menyerap tren komunikasi, termasuk penggunaan meme.

Tren ini kerap digunakan Generasi Z sebagai bentuk komunikasi mereka sehari-hari di media sosial. Penggunaan meme yang telah membudaya di kalangan Generasi Z ini menjadi faktor tak jarangnya mereka menggunakan meme untuk komunikasi di dunia kerja.

Lalu, apakah budaya meme ini mempengaruhi profesionalitas di dunia kerja?

  1. Fenomena Penggunaan Meme Oleh Generasi Z

Berdasarkan data dari responden yang diperoleh Rastati dalam Jurnal Teknologi Pendidikan tahun 2018, meme memudahkan pengguna dalam akses dan penyebaran informasi di dalamnya. Karakteristik meme ini sangat cocok dengan Generasi Z yang mendambakan kemudahan dalam memahami sebuah informasi, sehingga meme banyak digunakan dalam interaksi sosial mereka.

Menurut Generasi Z, konten yang sifatnya less-aesthetic atau low quality lebih banyak disukai daripada tren-tren sebelumnya yang cenderung menyukai gaya komunikasi dengan mengedepankan estetika. Fenomena ini kerap disebut sebagai fenomena anti-trend.

Fenomena anti-trend mencerminkan keinginan individu atau kelompok untuk mempertahankan identitas, nilai, dan keberlanjutan di tengah dominasi tren populer yang dianggap merugikan atau tidak sesuai dengan prinsip mereka.

Generasi Z memang lebih banyak berkomunikasi dengan gaya santai dan dibumbui humor di dalamnya serta lebih menyukai ekspresi autentik dibandingkan komunikasi formal di dunia kerja. Hal ini memang bertentangan dengan budaya komunikasi dalam dunia kerja, di mana pada dunia kerja generasi-generasi sebelumya mereka banyak mengedepankan formalitas suatu bahasa.

 

  1. Meme Dalam Dunia Kerja Generasi Z

Meme yang awalnya hanya digunakan untuk menyampaikan lelucon sekarang banyak digunakan pekerja untuk menyampaikan keluhan, memberikan respons terhadap suatu situasi, atau bahkan sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan perusahaan namun tetap dengan pembawaan yang lebih santai dan terbuka.

Memang tidak semua lingkungan kerja cocok untuk menggunakan gaya komunikasi tersebut dalam penerapannya, namun terdapat beberapa perusahaan yang memiliki budaya kerja fleksibel mulai mengadopsi gaya komunikasi ini, terutama dalam platform komunikasi internal seperti Slack, WhatsApp, atau Microsoft Teams. Dalam beberapa kasus, meme digunakan untuk membangun kedekatan antar-karyawan dan menciptakan suasana kerja yang lebih santai.

 

  1. Dampak dan Tantangan Dari Penggunaan Meme Dalam Dunia Kerja

Selain sebagai alat membangun hubungan personal yang lebih erat dan harmonis dalam lingkungan kerja, terdapat beberapa dampak positif penggunaan meme, antara lain: penyampaian pesan yang efektif dan tepat serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel.

Dampak-dampak positif tersebut juga dibersamai dengan tantangan akan profesionalitas pekerja, yaitu mulai dari potensi disalahartikan dan kesenjangan pemahaman antar generasi.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, Generasi Z dapat menyesuaikan pola komunikasi perihal penggunaan meme dalam dunia kerja. Generasi Z harus mempertimbangkan gaya komunikasi lawan bicaranya, selain itu penggunaan meme hanya boleh dilakukan pada forum informal saja sehingga tidak mengurangi profesionalitas pekerja.

Penting bagi setiap individu terutama Generasi  Z untuk memahami konteks dan batasan dalam menggunakan meme sebagai alat komunikasi di tempat kerja. Dengan keseimbangan yang tepat, komunikasi dapat tetap berjalan efektif tanpa mengorbankan nilai profesionalisme.***

Peringati Nuzulul Quran, Ribuan Jamaah Ikuti “Bogor Ngaos Qur’an” di Masjid UIKA 

0

Bogordaily.net – Ribuan jamaah yang didominasi kaum wanita dari berbagai majelis taklim mengikuti kegiatan “Bogor Ngaos Qur’an ke-V” dan Tabligh Akbar di Masjid Ibn Khaldun Bogor, Jalan KH Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu 16 Maret 2025.

Acara yang digagas oleh Majelis Ukhuwah Bogor Raya ini bertemakan “Terangi Indonesia, Bebaskan Palestina” dan dilaksanakan bertepatan dengan 16 Ramadhan 1446 Hijriah dalam memperingati Nuzulul Qur’an.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk memakmurkan bulan Ramadan dengan membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an secara bersama-sama. Setiap majelis taklim membaca satu juz Al-Qur’an dan semua majelis digabungkan bisa membaca secara keseluruhan 30 juz Al-Qur’an.

Usai pembacaan 30 juz Al-Qur’an, ribuan jamaah membaca doa Khatam Qur’an yang dipimpin oleh para ulama dan asatidz. Usai membacakan doa, mereka menyerukan kampanye “Selamatkan Indonesia dengan Al-Qur’an”.

Ketua Panitia Bogor Ngaos Qur’an Ustaz Abdul Qodir Nurhasan mengatakan Majelis Ukhuwah Bogor Raya dibentuk dengan tujuan menyatukan seluruh komponen umat Islam di Bogor khususnya sehingga menguatkan persaudaraan umat Islam.

Ia mengatakan, Bogor Ngaos Qur’an sudah dilakukan lima kali, dengan semangat untuk mensyiarkan Al-Quran sebagai petunjuk dan solusi kehidupan.

“Bogor Ngaos Qur’an digelar karena rasa prihatin akibat umat Islam jauh dari Al-Qur’an. Oleh karena itu dengan semangat Al-Qur’an maka kita berharap tidak ada hari tanpa membaca Al-Qur’an, tidak hari tanpa mempelajari, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujar Ustaz Abdul Qodir.

Pihaknya berharap, di momen Nuzulul Qur’an kali ini disaat kondisi bangsa sedang memperihatinkan, Allah bukakan pintu rahmat dan keberkahan untuk keselamatan Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan mukzizat Al-Qur’an, Allah SWT memberikan curahan rahmat dan pertolongannya. Sesuai tema acara kali ini yaitu ‘Terangi Indonesia’ karena sekarang banyak yang pesimis karena jargon ‘Indonesia gelap’ maka kita harus optimis dan yakin bahwa Indonesia akan terang dengan Al-Quran, Indonesia akan selamat dengan Al-Qur’an, maka kita kembali kepada aturan Allah SWT yaitu Al-Qur’an,” jelas Ustaz Abdul Qodir.

Selain itu, Majelis Ukhuwah juga tetap menyuarakan solidaritas untuk Palestina. “Saat ini sejak awal Ramadhan perbatasan Gaza ditutup sehingga bantuan sulit masuk, bahkan sejak gencatan senjata banyak warga Gaza yang menjadi korban karena kebiadaban penjajah Yahudi, bangsa yang suka melanggar perjanjian,” tambahnya.

Pembina Majelis Ukhuwah Bogor Raya Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin MS menyampaikan pentingnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup yang dapat membawa keselamatan dunia dan akhirat. Ditekankan bahwa Al-Qur’an adalah kitab mulia yang diturunkan pada bulan yang paling mulia, yaitu Ramadan.

Lebih lanjut, Kiai Didin juga mengajak umat Islam untuk kembali membangun peradaban dengan Al-Qur’an sebagai landasan kehidupan. “Banyak permasalahan yang terjadi, baik di Indonesia maupun dunia, disebabkan oleh jauhnya umat dari Al-Qur’an. Oleh karena itu, masyarakat harus menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan, serta menjadikan momentum Ramadan ini untuk membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an,” pesannya.

Selain Kiai Didin, acara ini dihadiri banyak ulama dan tokoh Islam, mereka adalah KH Shabri Lubis (Pimpinan Pecinta Al-Aqsha), Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim (Ketua MUI Pusat), Habib Ahmad al Munawar (Pimpinan Majelis Syifa lil Mukminin), Ustaz Hisyam Mukhlas Arruyani (Majelis Al-Ihya), Ustaz Abdul Halim (Ketua DDII Kota Bogor), Ustaz Iyus Khaerunnas (GNPF Bogor) dan lainnya.

Selain itu, Bogor Ngaos Qur’an kelima ini juga dihadiri oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim MA, Ketua DRPD Kota Bogor Dr. Adityawarman Adil dan Rektor Universtias Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Prof. Dr. H. Endin Mujahidin, M.Si. Acara dipandu oleh dai kondang asal Bogor yaitu Ustaz Dadang Holiyulloh. ***

Albin Pandita

Perjalanan Libur Semester

0

Bogordaily.net – Sudah direncanakan setiap libur semester untuk berlibur Bersama teman lama ku. Libur semester tahun ini kami putuskan untuk pergi ke Bandung, dan kebetulan kota itu adalah kota asal orang tua aku. Cukup Panjang perjalanan ini yang menarik kami selalu membuat PPT yang isinya destinasi yang akan dikunjungi, kendaraan yang akan naiki, makan apa yang akan kita mkana, Dimana kita akan tinggal, hingga butuh berapa uang yang kami butuhkan dan siapkan untuk perjalanan Bersama kali ini. Dan perjalanan ini di tempuk oleh 7 orang 3 laki- laki dan 4 perempuan, kami berteman dari smp hingga sampai saat ini walaupun kuliah di tempat yang berbeda tapi rumah kami berdekatan sehingga saat libur semester kami selalu merencakan liburan Bersama.

Perjalanan awal dari Cilegon

Perjalanan ini di awali dari 3 laki-laki teman kami yang Bernama Tama, Aqil, dan Radif mereka sudah Bersama dari subuh hari, lalu menjemput perempuan menggunakan mobil 4 perempuan yang Bernama Diva, Asti, Nanda, dan aku sendiri Syahla kita di rumah masing. Rumah kami hanya beda komplek tapi masih satu daerah saat sudah Bersama kami memulai berjalanan dari Cilegon hingga tujuan pertama kami adalah berhenti di rest area di siang hari untuk istirahat, makan siang dan ganti baju, untuk makan siang di rest ini saya sudah masak untuk kami semua dengan menu ayam teriyaki. Sudah istirahat akahirnya kami menuju destinasi pertama kami.

Dago Dream park

Sedikit cerita sebenarnya destinasi kami ini berganti saat kami sudah sampai di destinasi awal yaitu ke jatinangor park, tapi apesnya pada hari itu mereka sedang mengadakan diskon besar-besaran sehingga sangat ramai dan macet menuju kesana. Beruntungnya kami sudah menyiapkan plan lain jika jatinangor park tidak bisa dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Dago Dream Park. Ternyata plan b ini adalah plan yang terbaik kami tiba saat orang-orang sudah selesai turun dan bermain jadi tempatnya tidak terlalu rame sehingga kami bisa memainkan semua mainan yang ada disana.

Dago Dream Park ini adalah tempat untuk berswafoto extream hingga banyak wahana yang atraktif dengan pemandangan alam yang indah. Kami tiba disana pukul 2 siang dan di awali dengan foto2 yang extream seperti di atas sajadah terbang, sepeda terbang, dan dilanjuti dengan main wahana extream seperti flying fox, ATV, war climbing dan masih banyak lagi. Dengan harga 130 ribu sudah dengan tiket masuk dengan wahana 30an menurut kami tempat ini sangat worth it untuk di datangai.

Punclut makan dengan City Light

Setelah bermain di Dago Dream Park kami memutuskan unntuk mencari makan malam di daerah punclut dan akhirnya kami datangi salah satu tempat makan di sana yait saung teh ita. Makan lesehan yg beralaskan tikar, Areanya terbuka, bentuknya saung saung dan bisa liat pemandangan sembari menikmati makanan.

Semua lauk yang tersedih sudah dipajang di lemari etalase. Begitu datang, kita bisa langsung menghampiri lemari etalase tersebut, ambil piring dan capitan kemudian ambil sendiri lauk yang kita mau. Lauknya cukup banyak, mulai dari ikan, ayam, babat, kulit, usus, tahu, tempe, jengkol sampai ikan asin. Begitu selesai pilih-pilih lauk, piringnya serahin ke mbak/masnya kemudian lauknya akan digoreng dan disajikan (diantar ke lesehan tempat duduk kita) selagi panas. Nasi akan disajikan dalam bakul dalam keadaan masih panas juga. Bukan cuma nasi putih, tapi ada juga nasi merah.

Setelah kenyang kami memutuskan untuk pulang karena sudah malam juga, kami pulang kerumah saya yang ada di kabupaten bandung dan beristirahat hingga subuh untuk pergi ke destinasi berikutnya.

Sunan Ibu Sunrise Point

Destinasi selanjutnya adalah wisata alam yang ada di daerah kabupaten bandung tidak jauh dari tempat pengistirahatan kami. Diawali dengan kami yang berniat untuk berangkat sebelum subuh agar mendapatkan sunrise disana tapi karena kami semua kelelahan subuh baru bangun dan akhirnya kami sholat lalu siap-siap untuk naik keatas dengan matahri yang sudah naik akhirnya kami hanya merasakan sunrise di jalan. Walaupun kami tidak jadi lihat sunrise di sunan ibu tapi pemandangan disana tidak kalah indah.

Wisata Sunan Ibu Sunrise Point berlokasi di Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung Selatan, Provinsi Jawa Barat. Jaraknya sekitar 50 km dari pusat Kota Bandung atau sekitar 2 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Untuk menuju ke tempat ini, kami mengikuti rute dari Soreang, setelat itu ambil arah menuju Ciwidey kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kawah Putih.

Setelah kami sampai di pintu masuk Kawah Putih, karena kami menaiki kendaraan pribadi roda empat kami bisa langsung ke parkir atas tanpa menaiki ontang-anting. Dari sana, jalan kaki sekitar 15 menit menuju pintu masuk Sunan Ibu Sunrise Point. Setelah sampai atas kami foto-foto dengan pemandangan kawah putih yang indah dan suasana yang dingin.

Jalan-jalan di Braga Kota Bandung

Masih di hari yang sama kami turun dari dari sunan ibu menuju rumah lagi untuk

makan siang dan Bersiap untuk ke braga sekaligus pulang lagi ke kota Cilegon. Braga adalah destinasi terakhir kami. Kenapa kami memilih untuk ke ke braga karena Jalan Braga

merupakan salah satu landmark atau ikon Kota Bandung yang terkenal. Dulu, Jalan Braga ini dikenal dengan nama “Paris Van Java”.

Salah satu daya tarik dari jalan ini, yaitu kami bisa menemukan deretan bangunan- bangunan jaman dulu yang masih terawat dengan baik di sepanjang Jalan Braga. Tapi kini Gedung lama itu sudah di modernisasika oleh café estetik, restoran, dan yang paling utama alasan kami kesana adalah untu foto di phobox yang estetik di sana. Kami mengunjungi

photbox yang viral yaitu di “ snapline “ photobox dengan tema kita seperti di dalam eskalatot membuat tampak menarik dan unik. Di daerah braga juga banyak pusat oleh-oleh yang viral, kami juga mengunjunginya untuk di bawa ke rumah masing-masing.

Panjang sudah perjalanan yang kami lalui dan kota braga bandung menjadi destinasi terakhir kami, waktu sudah menunjukan pukul 11 malam kami akhirnya memutuskan untuk pulang kecilegon dan sampai Cilegon pada subuh hari.***

Syahla Fitriyanti Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University