Home Blog Page 1120

Kebijakan Kemenkeu 2026: Prioritas Kepemimpinan Prabowo-Gibran yang Menempatkan Pendidikan dan Kesehatan Sebagai ‘Prioritas Pendukung’ Harus dikaji Ulang Oleh Pemerintah

0

Oleh: Anggia Leksa Putri

Kebijakan Kemenkeu 2026 yang diunggah oleh sebuah akun X pada pada Rabu 29 Januari 2025 menuai beragam tanggapan dari warganet Indonesia. Mengapa isu ini menjadi hangat untuk dibicarakan? Nampaknya banyak netizen Indonesia yang beranggapan bahwa penempatan prioritas dari kebijakan Prabowo-Gibran tidak sepenuhnya tepat. Dikarenakan anggaran Kemenkeu di bidang Pendidikan dan juga Kesehatan yang seharusnya berada di prioritas utama, ditempatkan pada prioritas pendukung. Warganet Indonesia menyoroti bahwa masih banyak sekali kesenjangan Pendidikan di wilayah-wilayah di luar pulau Jawa, terlebih lagi gaji yang seharusnya diterima oleh para tenaga kerja kesehatan dan pendidikan Nampak tidak sesuai dengan kinerja yang mereka keluarkan untuk masa depan generasi bangsa.

Mari kita telisik lebih lanjut mengapa penempatan prioritas di era kepemimpinan Prabowo-Gibran Nampak kurang tepat apabila diimplementasikan di Indonesia, terlebih lagi jika kita ingin mencapai Indonesia emas 2045. Dalam membangun suatu bangsa, ada dua faktor utama yang akan menjadi penentu nasib masa depan generasi muda di kemudian hari. Pertama adalah pendidikan, disinilah para generasi muda dipupuh dan sudah seharusnya difasilitasi dengan baik oleh negara, tetapi pada kenyataannya masih banyak sekali sekolah-sekolah di Indonesia yang mengalami kesenjangan pendidikan baik secara kualitas pengajar maupun fasilitas yang disediakan oleh sekolah. Pemerintah sudah seharusnya menempatkan fokus utama mereka untuk membangun sekolah-sekolah tersebut, serta memperhatikan murid-murid khususnya di luar pulau Jawa agar dapat merasakan pengalaman belajar yang serupa sehingga nantinya mereka juga dapat bersaing di dunia kerja. Kita dapat mengambil contoh dari negara Korea Selatan yang memiliki tahun kemerdekaan tak jauh dari Indoneisa, lalu apa faktor mereka dapat menjadi negara maju dengan waktu yang cukup cepat? Karena Korea Selatan berhasil dalam membangun pendidikannya.

Sejak awal merdeka, negara tersebut berani untuk menginvestasikan anggaran pemerintah di bidang pendidikan, alhasil negara Korea Selatan dapat memfasilitasi generasi nya dengan sangat baik, tercipta pula lingkungan kompetitif yang mendorong mereka untuk terus berinovasi dan melaju pesat sebagai negara maju, serta memperluas aksesibilitas pendidikan di wilayah-wilayah selain ibu kota nvestasi ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja yang lebih terampil dan produktif, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Domino effect yang diberikan oleh pendidikan adalah sangat besar, mungkin kita tidak akan melihat hal tersebut dari jangka waktu dekat. Namun, yang pasti makanan bergizi gratis bukanlah urgensi yang harus diprioritaskan pemerintah. Di beberapa kasus, makanan bergizi gratis memang dapat memuaskan kalangan masyarakat tertentu dengan alasan yang mereka butuhkan adalah ‘perut kenyang’ tetapi apabila kita kaji hal tersebut untuk melihat apakah program tersebut pantas diprioritaskan oleh pemerintah yang bahkan memotong anggaran untuk bidang lain, tentu saja tidak.

Bidang Pendidikan adalah sesuatu yang mengakar, apabila seseorang memiliki pondasi pendidikan yang baik, maka dari segi pemikirannya akan berbeda, mereka akan lebih mudah untuk mencari pekerjaan serta membangun kemajuan ekonomi keluarga serta daerahnya tanpa harus menunggu ‘program sumbangan’ seperti bantuan sosial ataupun makanan bergizi gratis dari pemerintah. Sementara untuk saat ini, makanan bergizi gratis hanya menyelesaikan permasalahan di tingkat dasar, perut mereka mungkin akan kenyang dalam hari itu namun kualitas pendidikan mereka tidak meningkat secara signifikan, hal ini tentu akan berdampak pada terulangnya permasalahan permasalahan yang sudah lama mengakar di Indonesia seperti kemiskinan struktural.

Selanjutnya adalah bidang kesehatan. Indonesia mungkin belum dapat dikatakan sebagai negara yang memiliki urgensi tertentu karena jumlah penduduk kita masih dalam angka yang cukup produktif, namun seringkali ditemukan kesejahteraan yang diterima oleh tenaga kesehatan (dan pendidikan) masih belum dapat terpenuhi dengan baik. Gaji yang mereka terima tidaklah sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan dalam menempuh pendidikan. Selain itu, hal mengkhawatirkan lainnya adalah rasio dokter Indonesia yang tidak dapat dikatakan baik. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia masih kekurangan 110 ribu dokter umum untuk mencukupi penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Tanah Air.
Budi menjelaskan, dengan populasi 280 juta, Indonesia butuh 280 ribu dokter. Sekarang yang baru terpenuhi 170 ribu dokter. Banyak faktor yang mendasari hal tersebut dapat terjadi seperti (1) biaya pendidikan yang cukup mahal, pemerintah seharusnya memberikan biaya bantuan lebih khsusus untuk menempuh kedokteran agar dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat (2) Penghasilan seorang dokter belum dapat dikatakan ‘sejahtera’ justru banyak dari mereka yang underpaid.

Apabila kita menarik kesimpulan, pemerintah sudah seharusnya mengkaji lebih lanjut terkait penempatan prioritas penganggaran program selama kepemimpinan Prabowo-Gibran, karena pada sejatinya jantung sebuah negara adalah pada pendidikan dan juga kesejahteraan di bidang kesehatan-nya. Dengan menuntaskan permasalahan secara lebih terukur dan mengakar, tidak hanya mengatasi permasalahan di tingkat dasar, Indonesia akan menjadi suatu negara yang dapat berprogress dengan cepat. Implementasi hal tersebut harus dilakukan dengan kolaborasi secara Penta-helix. Selain itu, pemerataan serta peningkatan kesejahteraan baik di bidang pendidikan atau kesehatan sudah seharusnya menjadi fokus utama agar Indonesia benar-benar dapat mengimplementasikan bunyi Pancasila ke-5 yakni ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’.***

 

 

Key Boutique Bogor Hadirkan Promo Diskon Ramadhan hingga 25 Persen!

0

Bogordaily.net – Bulan suci Ramadhan, Key Boutique Bogor menghadirkan promo koleksi terbaru yang stylish untuk para pecinta fashion. Berlokasi di Jalan Jend. Sudirman Gang Lb Pilar No. 40B, RT.01/RW.03, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menawarkan berbagai pilihan busana yang elegan dan trendi.

Menariknya, Key Boutique Bogor juga memberikan promo spesial diskon Ramadhan mulai dari 10 persen hingga 25 persen untuk berbagai koleksi pilihan.

Salah satunya adalah Rok Mini Jeans yang dibanderol dengan harga Rp 195 ribu, cocok bagi yang ingin tampil kasual namun tetap modis.

Selain itu, tersedia juga Kemeja Jeans Emoji dengan harga Rp 305 ribu, yang memiliki desain unik dan trendi.

Tak hanya koleksi denim, Key Boutique Bogor juga menghadirkan aksesoris eksklusif langsung dari Thailand.

Salah satunya adalah Tas Gentle Woman, yang dibanderol Rp 440 ribu, serta Aksesoris Kacamata seharga Rp 350 ribu, yang dapat melengkapi gaya fashion dengan tampilan elegan dan modern.

Selain itu, Key Boutique Bogor yang strategis di kawasan Sempur, Bogor, memudahkan pelanggan untuk datang langsung dan melihat koleksi lengkap yang ditawarkan.

Jangan lewatkan penawaran menarik ini! Segera kunjungi Key Boutique Bogor dan dapatkan koleksi terbaik dengan harga spesial selama bulan Ramadhan.(Ibnu Galansa)

RS Murni Teguh Sudirman Jakarta Hadirkan Layanan Home Care

0

Bogordaily.net – RS Murni Teguh Sudirman Jakarta kini menghadirkan layanan home care untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perawatan di rumah. Layanan ini mencakup kunjungan dokter, perawat, hingga pemeriksaan laboratorium dengan harga yang terjangkau.

Biaya layanan home care di RS Murni Teguh Sudirman Jakarta diantara layanan dokter Rp 893.500, layanan perawat Rp 787.500 dan layanan laboratorium Rp 300.000.

Paket layanan ini sudah termasuk pengambilan sampel darah, swab PCR, swab antigen, serta layanan vitamin & booster yang meliputi vitamin C injection dan immune booster.

Untuk menikmati layanan ini, terdapat beberapa syarat dan ketentuan, di antaranya reservasi dilakukan H-1 sebelum jadwal kunjungan.

Harga berlaku untuk lokasi dalam radius ±10 km dari RS Murni Teguh Sudirman Jakarta. Harga belum termasuk jasa tindakan medis, obat-obatan, dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan home care ini, dapat menghubungi 0811-1589-911 untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan.(Ibnu Galansa)

Promo Redbox Frozen Food! Murateku Narutomaki & Vitalia Shoestring Diskon Besar

0

Bogordaily.net – Promo Redbox Frozen Food kali ini menghadirkan potongan harga untuk Murateku Narutomaki 500 gram dan Vitalia Shocstring 1 kg.

Dalam promo kali ini, pelanggan bisa mendapatkan Murateku Narutomaki 500 gram dengan harga Rp. 23.000, dari sebelumnya Rp. 25.000.

Sementara itu, Vitalia Shocstring ukuran 1 kg kini hanya dibanderol Rp. 25.000, turun dari harga awal Rp. 30.000.

Redbox Frozen Food terus menghadirkan produk berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Jangan lewatkan kesempatan ini! Segera kunjungi Redbox Frozen Food dan dapatkan produk favorit dengan harga spesial sebelum promo berakhir.

Tentang Redbox Frozen Food

Redbox Frozen Food merupakan salah satu toko di Bogor yang menjual berbagai aneka makanan dan minuman. Khususnya frozen food dari berbagai merek.

Redbox Frozen Food berlokasi di Jalan Syayani Kampung Masjid RT 03/07, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Bagi yang ingin memesan secara online Redbox Frozen Food menyediakan layanan melalui WhatsApp di nomor 0858-6000-4436.

Untuk informasi lebih lanjut bisa cek Instagram Redbox Frozen Food di @redboxfrozenfood.

Jangan ragu, segera kunjungi Redbox Frozen Food dan dapatkan makanan atau minuman sesuai kebutuhkan kamu. Tentunya dengan kualitas dan harga terjangkau.

Jangan lewatkan kesempatan ini dan nikmati kelezatan Java Beef Burger dengan harga lebih hemat hanya di Redbox Frozen Food!(Ibnu Galansa)

Menghadapi Tantangan, Mewujudkan Mimpi: Perjalanan Inspiratif Puti Laura Hanastasya

0

Bogordaily.net – Puti Laura Hanastasya atau yang akrab disapa Laura merupakan seorang mahasiswi tingkat akhir Sekolah Vokasi IPB University yang telah berhasil mengukir berbagai pencapaian sukses selama perjalanan hidupnya. Lahir di Bukittinggi, 7 April 2003, Laura mendapat pengakuan atas berbagai pencapaiannya yang membanggakan.

Meskipun masih muda, Laura telah meraih berbagai pencapaian sejak kecil. Pada usia lima tahun, ia mulai mengikuti berbagai lomba. Saat duduk di Sekolah Dasar, ia mengikuti lomba kesenian, yang kemudian dilanjutkan dengan lomba O2SN cabang atletik. Tak disangka, lomba O2SN yang awalnya dianggap iseng ini membawanya hingga tingkat nasional pada tahun 2014. Selain itu, Laura juga aktif mengikuti lomba bernyanyi, menari, pidato, dan puisi.

Setiap lomba dan kegiatan yang diikuti Laura tak lepas dari peran orang tuanya dalam mendukung pendidikan dan minatnya. Ayah dan ibunya memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter dan kepribadian Laura, terutama dalam menjadikannya pribadi yang berani mengejar impian. Sejak awal, Ayah dan Ibu Laura selalu memberikan dukungan penuh, baik waktu, tenaga, maupun motivasi.

Lebih dari sekadar pendamping, Orangtua Laura berperan sebagai pelatih dan mentor yang mengajarkan berbagai keterampilan hingga strategi untuk meraih keberhasilan. Tak hanya itu, keduanya selalu menjadi motivator yang tidak henti-hentinya memberikan dorongan semangat saat Laura merasa ragu atau lelah. Laura beruntung memiliki ayah dan ibu yang selalu ada untuk menemani dan mendukungnya. Berkat bimbingan dan motivasi kedua orangtuanya, Laura tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan penuh percaya diri.

Sejak usia dini, Laura telah menunjukkan ketertarikannya pada dunia jurnalistik. Pada usia tiga tahun, ia senang berbicara di depan kamera. Ketertarikan ini terus berlanjut hingga ia memasuki bangku kuliah. Cita-citanya menjadi presenter, reporter, dan jurnalis mendorongnya untuk memilih jurusan Komunikasi Digital dan Media.

Satu per satu cita-cita Laura mulai terwujud. Ketertarikannya pada dunia jurnalistik, penyiaran, dan pembuatan konten menjadi pendorong utama dalam mencapai impiannya. Laura berhasil menjadi reporter di Kompas TV melalui program magang, dan juga menjadi pembuat konten di Museum Kepresidenan RI.

Menjadi reporter memerlukan ketepatan dan integritas. Meskipun tantangannya tidak mudah, Laura tetap gigih dalam mengejar cita-citanya. Hal ini didukung oleh aktivitas kampus yang mengembangkan kariernya, seperti kemampuan berbicara di depan publik yang membuatnya aktif menjadi pembicara di suatu acara, menjadi seorang MC dan juga moderator.

Di balik perjalanan kariernya yang luar biasa, Laura telah menghadapi berbagai masa sulit. Selama masa SMP dan SMA, ia pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman sekolahnya. Namun, berkat tekad dan kegigihannya Laura berhasil melewati masa-masa tersebut. Dukungan orang tua pun memiliki peran besar dalam perjalanan hidupnya.

Secercah harapan kembali hadir, Tuhan membuka jalan lagi bagi Laura untuk terus berkembang. Memasuki semester kedua di IPB University, Laura terpilih sebagai Duta termuda di kampusnya.

Laura membuktikan kemampuannya untuk bertahan dan mengejar impian, serta berhasil membuktikan diri kepada teman-teman sekolahnya yang pernah merundung dan mencibirnya. Perjalanannya menjadi bukti nyata akan tekad yang kuat dan keyakinan diri dalam menghadapi segala kesulitan.

Memiliki role model menjadi salah satu sumber semangat bagi Laura untuk terus berprestasi. Sosok Buya Hamka menjadi panutannya. Tokoh Buya Hamka yang masih memegang teguh nilai-nilai luhur masyarakat Minang, menginspirasi Laura untuk terus menerapkan kesederhanaan dan ketulusan. Selain itu, Najwa Syihab juga merupakan sosok yang ia idolakan, yang dapat memotivasinya untuk terus mengejar cita-citanya di dunia jurnalistik.

Laura tidak hanya berdedikasi dan pandai memanfaatkan peluang, tetapi juga mahir dalam mengatur waktu dengan mencatat dan menjadwalkan setiap aktivitasnya. Hal ini membantunya untuk tetap produktif dan seimbang dalam kegiatan akademik dan non-akademik.

Menurutnya, memiliki kebiasaan seperti itu akan membantu segala hal yang dilakukan menjadi lebih terorganisir. Laura juga memegang teguh prinsip keteguhan dan kerja keras.

Baginya, impian setinggi apapun akan tercapai jika kita terus berusaha dan tidak takut untuk mencoba. Ia selalu meyakini bahwa tantangan yang semakin sulit harus dihadapi dengan semangat yang semakin besar.

Saat ini, Laura sedang menikmati masa-masa akhir sebagai mahasiswa S1 di IPB University dengan fokus utama pada penyelesaian tugas akhir. Meskipun berada di tahap akhir perkuliahan, Laura tidak membiarkan kesibukan akademik menghalangi minat dan dedikasinya pada bidang yang ia cintai.

Ia tetap aktif berkarya, baik dalam membuat konten, menulis blog, maupun menjalani pekerjaan secara work from home (WFH). Laura percaya bahwa kesuksesan akademik dan non-akademik harus berjalan beriringan, dan setiap kegiatan yang ia lakukan dapat saling mendukung untuk mengasah keterampilannya.

Walaupun terkadang merasa lelah dan tertekan dengan jadwal yang padat, Laura selalu mengingat prinsip yang telah menguatkan dirinya selama ini. Oleh karena itu, meskipun fokus pada tugas akhir ia tetap memastikan bahwa aktivitas lainnya tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan kegiatan akademiknya.

Kepada mahasiswa yang sedang berjuang meraih prestasinya, Laura menyampaikan pesan bahwa setiap individu memiliki nilai dan kehebatan masing-masing. Namun, semua itu tergantung pada bagaimana kita mencari dan mengembangkan nilai tersebut, tetap optimis, dan tidak takut mencoba. Menurutnya selagi masih muda, kita harus berani mencoba, harus berani yakin, dan harus berani keluar dari zona nyaman.***

 

Ginandita Novi Andhini
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Dari Limbah Jadi Indah: Kreativitas Warga Kampung Perca Bogor Mengolah Limbah

0

Bogordaily.net – Ada satu hal yang selalu menarik perhatianku, setiap kali berangkat atau pulang kuliah, mataku selalu tertuju pada sebuah papan nama besar yang mencolok bertuliskan ‘Perca’. Papan itu unik, dibentuk dari gambar sisa-sisa kain yang dirangkai menjadi satu. Jelas terlihat kreativitas membuat limbah jadi indah.

Namanya Kampung Perca, sebenarnya tidak jauh dari rumahku hanya berjarak kurang dari lima kilometer dan cukup sering kulewati. Tapi entah kenapa, meskipun sering melihat papan nama itu, aku tak pernah benar-benar menyempatkan diri untuk berhenti dan mencari tahu lebih dalam.

Awalnya, aku hanya menganggap Kampung Perca ini sebagai kampung biasa, tak ada yang istimewa, sama seperti kampung-kampung lain di daerahku, hanya saja letaknya di pinggir jalan raya. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa penasaran mulai muncul dan menyelimuti benakku.

Setiap kali melewati papan nama itu aku mulai bertanya-tanya, ‘Sebenarnya, apa sih Kampung Perca ini?’ ‘Kenapa papan namanya dipenuhi gambar kain-kain yang disatukan?’ Aku pun mulai menduga, jangan-jangan ada sesuatu yang unik di balik kampung ini, sesuatu yang belum banyak orang tahu, termasuk aku.

Sejujurnya, meski Kampung Perca tak jauh dari rumahku, aku selalu saja menunda untuk mengunjunginya. Namun, suatu hari ada dorongan kuat dalam diriku yang membawaku untuk akhirnya melihat langsung dan mengenal lebih dalam tentang Kampung Perca. Ini seperti sebuah keajaiban, tiba-tiba aku memutuskan untuk mencari sesuatu yang istimewa di kampung itu, kampung yang selama ini hanya kulihat sekilas, tanpa tahu apa yang ada di baliknya.

Siang itu, aku berangkat bukan dari rumah, melainkan langsung dari kampus. Sengaja, aku ingin ditemani oleh seorang teman. Menggunakan sepeda motor, kami menempuh perjalanan selama dua puluh menit untuk mencapai Kampung Perca yang terletak di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Saat memasuki Kampung Perca, aku langsung terpesona dengan pemandangan yang ada. Tembok di sebelah kiri jalan dipenuhi kotak-kotak warna-warni yang digantung, membuat suasana kampung jadi lebih hidup.

Di sepanjang jalan, tembok-tembok dihiasi lukisan-lukisan yang menarik perhatian dengan warna-warna cerah. Terdengar percakapan hangat antara warga yang sedang bekerja atau bersantai di depan rumah sambil menikmati makan siangnya.

Aku menyusuri kampung Perca dan menemukan informasi dari penduduk setempat bahwa terdapat 4 galeri yang dimiliki oleh Kampung Perca. Galeri pertama yaitu Galeri Kriwil, terdapat produk-produk seperti keset dan taplak khas kampung perca.

Galeri kedua yaitu Galeri Petok, terdapat beberapa produk kerajinan seperti cempal berbentuk ayam. Galeri ketiga yaitu Galeri Pangsi, terdiri dari produk-produk fashion seperti baju pangsi dan outer.

Terakhir, Galeri Pak Has yang merupakan galeri utama, masih aktif sebagai tempat workshop bagi para pengrajin untuk memilah, menyiapkan, dan merangkai produk-produk perca.

Tanpa menunda-nunda waktu lagi aku langsung bergegas ke Galeri Pak Has. Ketika aku memasuki galeri tersebut ternyata di lantai dua terdapat tempat kursus menjahit. Sementara itu, galeri utama terletak di lantai tiga.

Di sana, aku disambut oleh Ibu Ika, salah satu pengurus Kampung Perca. Kami banyak mengobrol mengenai Kampung Perca dan bagaimana kampung ini dapat terbentuk.

Ibu Ika menjelaskan kepadaku bahwa Kampung Perca adalah kampung yang berdiri di tengah menurunnya tingkat perekonomian masyarakat dunia akibat pandemi Covid 19. Pada tahun 2020 saat pandemi Covid 19 melanda, warga Sindangsari mengalami kesulitan ekonomi yang parah.

Melihat kondisi tersebut warga Sindang Sari berdiskusi untuk menciptakan peluang usaha berdasarkan potensi yang dimiliki. Akhirnya dipilih lah pemanfaatan kain perca untuk dijadikan usaha.

Pilihan ini didasari oleh perhatian warga kepada sampah limbah kain sebagai bahan limbah yang sulit terurai, sehingga tercetus lah ide untuk menciptakan limbah kain menjadi bernilai.

Selain itu, bahan baku kain perca juga mudah didapatkan tanpa biaya dengan demikian kain perca dipilih untuk diproduksi dan dijual dengan tujuan meningkatkan pendapatan ibu-ibu di Kampung Sindang Sari.

Saat ini Kampung Perca telah berkembang menjadi kampung wisata yang memiliki tujuan pemberdayaan masyarakat terutama perempuan dan ibu-ibu rumah tangga. Setelah banyak mengobrol bersama pengurus kampung perca, Aku diperbolehkan untuk mengeksplor seluruh isi galeri.

Saat memasuki galeri aku menyusuri dari sisi kiri, berputar hingga ke sisi kanan, mengamati berbagai produk mulai dari tas, baju, hingga syal yang tergantung rapi di manekin.

Tidak hanya itu, aku juga melihat bagaimana proses pembuatannya dari mulai seukur kain kecil hingga bisa menjadi sebuah barang yang bernilai seperti taplak meja, keset, hingga tas. Setiap produk dibuat dengan perhatian penuh terhadap detail, dan prosesnya cukup rumit.

Kampung Perca bagiku bukan hanya sekedar kampung wisata. Kampung ini adalah contoh nyata bagaimana kreativitas dapat mengubah tantangan menjadi peluang.

Aku sangat terkesan dengan semangat seluruh masyarakat yang ada di kampung ini untuk terus hidup bangkit dan mencari peluang. Melalui kreativitasnya, warga Kampung Perca dapat menciptakan karya-karya luar biasa dari limbah kain perca.

Tidak hanya membangkitkan kembali roda perekonomian, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Tumpukan limbah tekstil yang berpotensi dapat mencemari lingkungan kini diubah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual.

Ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan kesadaran lingkungan dapat berjalan beriringan bahkan menghasilkan uang. Setelah mengunjungi Kampung Perca aku baru menyadari bahwa tempat yang selama ini hanya kulihat dari jalan ternyata menyimpan sejarah yang indah.

Kekompakan dan ketangguhan warganya patut diacungi jempol. Ibu Ika, pengurus Galeri Pak Has memberitahuku bahwa Kampung Perca telah meraih berbagai penghargaan atas apresiasi dan dukungan yang diberikan kepada masyarakatnya.

Aku merasa sangat beruntung bisa berkunjung ke sini. Aku mendapatkan banyak ilmu dan informasi baru. Warga Kampung Perca sangat ramah dan menyambutku dengan hangat.
Pengalaman ini akan selalu kuingat. Aku senang perjalananku kali ini memberikan wawasan baru. Aku berharap Kampung Perca bisa terus berkembang di masa depan.

Ginandita Novi Andhini
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Keberhasilan Cokelat Ndalem Jadi Bukti Nyata Keberpihakan BRI Terhadap UMKM

0

Bogordaily.net – Konsistensi dalam inovasi dan ketahanan menghadapi tantangan menjadikan Cokelat Ndalem sebagai salah satu UMKM unggulan di industri cokelat lokal.

Berawal dari kecintaan pada cokelat, fokus utama mereka adalah memahami pasar dan memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan selera konsumen.

“Fasilitas termahal adalah mesin cetakan. Kami mengalokasikan biaya sekitar Rp2,5 hingga Rp3 juta hanya untuk cetakan sebelum akhirnya mulai berjualan,” ujar Meika Hazim pemilik Cokelat Ndalem saat berbagi pengalaman dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025.

Seiring berjalannya waktu, bisnis ini terus berkembang. Dengan strategi yang tepat, Cokelat Ndalem mampu mencapai titik impas sejak tahun pertama.

Namun, pandemi Covid-19 sempat menghambat laju pertumbuhan bisnis mereka.

“Setelah pandemi, kami kembali berproduksi secara bertahap dan mempertahankan kualitas produk untuk menjaga kepercayaan pelanggan,” tambahnya.

Saat ini, Cokelat Ndalem menawarkan berbagai varian rasa, dengan milk chocolate sebagai produk paling diminati.

Selain itu, inovasi terus dilakukan, termasuk menghadirkan varian cokelat kopi dengan bahan baku kopi dari Papua, Wamena, dan Yogyakarta.
Cokelat Ndalem juga merilis produk mirip Pocky untuk memenuhi selera konsumen yang kurang menyukai rasa cokelat terlalu manis.

Pelanggan Cokelat Ndalem kini tersebar di berbagai kota besar, terutama Jakarta, dan telah merambah pasar internasional seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Australia.

Perjalanan bisnis ini tidak terlepas dari strategi adaptasi, inovasi, kolaborasi, dan konsistensi dalam menjalankan usaha.

“Inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk baru, tetapi bisa berupa penyesuaian agar produk yang ada lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan memperkuat bisnis,” jelas pemilik Cokelat Ndalem.

Terkait dengan hal tersebut, Direktur Commercial, Small, and Medium Business BRI Amam Sukriyanto turut mengapresiasi perjuangan dan inovasi yang dilakukan oleh Cokelat Ndalem.

“Kami di BRI percaya bahwa UMKM seperti Cokelat Ndalem memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh. Melalui dukungan permodalan dan pendampingan yang tepat, UMKM dapat semakin berdaya dan mampu bersaing di pasar global. BRI berkomitmen untuk terus memberikan akses pembiayaan serta program pemberdayaan guna mendorong UMKM naik kelas,” ujar Amam Sukriyanto.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung UMKM, BRI terus memberikan akses permodalan serta berbagai program pemberdayaan bagi pengusaha UMKM, termasuk Cokelat Ndalem.

Melalui inisiatif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), AgenBRILink, dan berbagai program digitalisasi seperti LinkUMKM dan Rumah BUMN, BRI secara konsisten terus mendorong UMKM untuk naik kelas dan agar dapat menembus pasar global.

“BRI percaya bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dukungan finansial dan ekosistem yang kuat, UMKM seperti Cokelat Ndalem dapat terus berkembang, berinovasi, dan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan”, pungkasnya.***

DPRD Kabupaten Bogor Siapkan Anggaran BTT Rp100 Miliar untuk Penanganan Bencana

0

Bogordaily.net  — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp100 miliar untuk menangani bencana di Kabupaten Bogor pada tahun 2025.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengatakan bahwa, anggaran tersebut disiapkan untuk memastikan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat, termasuk membantu para pengungsi dan memperbaiki infrastruktur yang terdampak.

“Tahun ini, kalau tidak salah, sekitar Rp100 miliar BTT. Kami sampaikan hari ini, momen bulan puasa jangan sampai masyarakat kita tidak merasakan kebahagiaan saat lebaran,” kata Sastra, Selasa, 11 Maret 2025.

Ia menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi bencana, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada periode tersebut.

Sastra mencontohkan kejadian di wilayah Cisarua, di mana sebuah jembatan putus. Beruntung, TNI segera turun tangan untuk membangun jembatan Bailey sebagai solusi sementara.

“Kita sebagian besar muslim, tentu momen lebaran jangan sampai terganggu oleh bencana. Biasanya, kegiatan masyarakat saat lebaran memiliki mobilitas tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sastra menegaskan bahwa anggaran BTT ini akan digunakan sesuai kebutuhan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Ia memastikan dana tersebut cukup untuk menghadapi berbagai potensi bencana.

“Kami akan menyesuaikan penggunaan BTT sesuai kebutuhan, karena nantinya setiap pengeluaran harus dipertanggungjawabkan,” ungkap Sastra.

DPRD Kabupaten Bogor berharap anggaran ini dapat memberikan perlindungan dan bantuan yang efektif bagi masyarakat, sehingga momen lebaran tetap berlangsung dengan aman dan nyaman meski di tengah ancaman bencana.***

Albin Pandita

Beli Mobil Bekas atau Baru? Simak Perbandingannya Sebelum Membeli!

0

Bogordaily.net –  Membeli mobil, baik bekas atau baru, adalah keputusan besar yang memerlukan pertimbangan matang.

Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Lalu, mana yang lebih menguntungkan? Berikut perbandingannya.

Perbandingan Mobil Bekas atau Baru

1. Harga dan Depresiasi

Mobil baru biasanya memiliki harga lebih tinggi dibanding mobil bekas. Namun, salah satu kelemahan membeli mobil baru adalah depresiasi nilai yang cepat.

Dalam satu hingga dua tahun pertama, harga mobil baru bisa turun hingga 20-30% dari harga awal. Sementara itu, mobil bekas sudah mengalami depresiasi, sehingga harganya lebih stabil.

2. Kondisi dan Garansi

Mobil baru tentunya dalam kondisi prima dan mendapatkan garansi pabrik yang cukup panjang, biasanya 3 hingga 5 tahun.

Sementara itu, mobil bekas perlu dicek lebih teliti sebelum membeli, karena kondisi mesin dan bodi tergantung pada pemakaian pemilik sebelumnya.

Meski begitu, saat ini banyak dealer mobil bekas yang menawarkan garansi untuk memberikan rasa aman bagi pembeli.

3. Teknologi dan Fitur Keamanan

Mobil baru umumnya sudah dilengkapi dengan teknologi terbaru, baik dari segi efisiensi bahan bakar, fitur hiburan, hingga sistem keselamatan seperti sensor parkir dan automatic braking.

Sedangkan, mobil bekas mungkin memiliki fitur lebih sederhana, tergantung pada tahun produksinya.

4. Biaya Perawatan dan Asuransi

Mobil baru biasanya membutuhkan perawatan yang lebih ringan dalam beberapa tahun pertama. Selain itu, asuransi untuk mobil baru cenderung lebih mahal dibanding mobil bekas karena nilai pertanggungannya lebih tinggi.

Jika mengutamakan kondisi prima, teknologi terbaru, dan garansi panjang, mobil baru bisa menjadi pilihan.

Namun, jika ingin harga lebih terjangkau dan depresiasi lebih stabil, mobil bekas bisa menjadi alternatif yang menarik.

Sebelum memutuskan, pastikan untuk menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan anggaran Anda.***

Bulan Ramadan, Donasi Pegawai PLN Beri Sambungan Listrik Gratis Bagi 2.597 Keluarga Prasejahtera

0

Bogordaily.net – PT PLN (Persero) melakukan penyalaan serentak sambungan listrik gratis untuk 2.597 rumah tangga prasejahtera dalam program Light Up The Dream, pada Senin 10 Maret 2025. Program yang berasal dari donasi pegawai PLN ini sekaligus menjadi momen berbagi kebahagiaan Ramadan 1446 H. Berlangsung sejak tahun 2020, program ini secara total telah menyambungkan listrik secara gratis untuk 32.275 keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.

Kehadiran program yang dibiayai dari donasi pegawai PLN ini pun menjadi berkah bagi banyak keluarga yang sebelumnya belum menikmati listrik, salah satunya Ferra Rostika. Kebahagiaan terpancar dari wajah warga Desa Neusu Jaya, Banda Aceh ini setelah akhirnya ia dan keluarganya bisa menikmati listrik PLN. Sebelumnya ia hanya mengandalkan aliran listrik dari tetangga.

“Syukur alhamdulillah, saya tidak bisa berkata-kata. Selama ini, tetangga membantu saya, tetapi mereka juga terganggu karena MCB mereka sering mental. Sekarang kami sekeluarga dapat menikmati listrik. Anak sudah bisa belajar di malam hari. Semoga PLN semakin jaya dan bisa membantu masyarakat lainnya yang mengalami kesulitan ekonomi seperti kami,” ungkap Ferra.

Hal serupa juga yang dirasakan Nenek Rusmini. Warga Lubuk Linggau Selatan, Provinsi Sumatera Selatan ini tak kuasa menahan haru ketika listrik di rumah akhirnya menyala berkat program Light Up The Dream. Selama ini nenek berusia 86 tahun tersebut hidup seorang diri dalam gelap tanpa listrik dengan kondisi yang serba terbatas.

“Selama ini kalau malam saya pakai lilin. Kalau hujan turun, rumah saya gelap gulita. Mau masak pun sulit, saya harus nyalakan lilin atau pinjam listrik menyalur dari tetangga. Sekarang alhamdulillah, rumah saya sudah terang. Terima kasih PLN, semoga berkah bagi semuanya,” ujar Rusmini dengan mata berkaca-kaca.

Di wilayah Indonesia timur ada juga Catarina, warga Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur yang pada kesempatan ini turut menjadi penerima manfaat penyalaan serentak program Light Up The Dream. Hadirnya listrik tidak sekadar untuk penerangan, tetapi juga memberikan harapan dan kesejahteraan bagi keluarganya.

“Kami sangat bersyukur dapat merasakan nikmat listrik di bulan Ramadan ini. Selama ini, kami menabung untuk biaya pasang baru listrik. Kini, anak-anak kami bisa belajar dengan nyaman di malam hari, dan kami bisa tambah peralatan untuk jual es. Terimakasih PLN sudah mewujudkan impian kami,” ungkap Catarina.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menyampaikan bahwa program Light Up The Dream adalah wujud nyata komitmen dan kepedulian insan PLN dalam mewujudkan energi berkeadilan serta pemerataan akses listrik. Program ini merupakan inisiatif pegawai PLN yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk masyarakat kurang beruntung agar dapat menyambung listrik secara gratis di seluruh Indonesia.

“Program Light Up The Dream secara reguler kita jalankan, paling tidak bisa dua kali dalam satu tahun. Sebuah tradisi yang sangat baik di PLN, yang dirintis oleh para insan PLN yang peduli dengan lingkungan sekitar,” kata Didi.

Oleh sebab itu, Didi mengapresiasi para pegawai PLN yang secara konsisten menyisakan sebagian dari penghasilannya untuk menopang keberlangsungan program ini.

“Pada Light Up The Dream hari ini telah tersambung 2.597 instalasi listrik untuk pelanggan. Sehingga, secara total sampai dengan Maret 2025, insan PLN di seluruh Indonesia telah menyumbang untuk kebahagiaan masyarakat prasejahtera sebanyak 32.275 sambungan,” lanjut Didi.

Sementara itu Direktur Retail dan Niaga PLN, Edi Srimulyanti menambahkan bahwa pihaknya turut berterima kasih kepada para stakeholders di pusat dan daerah yang mendukung kesuksesan program Light Up The Dream. Ia berharap program ini akan terus menjadi wadah untuk seluruh pihak menjalin kolaborasi demi kemajuan masyarakat.

“Kami juga berharap wadah ini terus digerakkan, karena memang masih ada saudara-saudara di lingkungan sekitar kita yang belum mendapatkan kesempatan untuk bisa menikmati listrik secara mandiri,” ujar Edi.

Edi menambahkan program ini juga sekaligus menjadi komitmen PLN mendukung upaya pemerintah meningkatkan Rasio Elektrifikasi di Indonesia. Ia berharap program ini akan turut mendorong perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Sesuai dengan visi dari PLN, bahwa hadirnya listrik ini akan membawa kehidupan menjadi lebih baik dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Edi.***