Home Blog Page 1119

Dinkes Komitmen Perda KTR Bisa Diterapkan di Semua Wilayah Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor semakin optimis dan komitmen Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) bisa diterapkan untuk semua wilayah Kota Bogor.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan bahwa, Kota Bogor menjadi salah satu kota pertama yang memiliki regulasi KTR.

Selain itu, kota yang berjuluk “kota hujan” ini juga tercatat sebagai kota pertama yang melarang adanya iklan, promosi, dan sponsor rokok.

Adapun regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) No.10 Tahun 2018 tentang Perubahan Perda No.12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Salah satu point penting yang direvisi di dalam Perda tersebut adalah memasukkan definisi rokok elektronik seperti vape dan shisha sebagai salah satu bentuk produk rokok yang diatur di dalam Perda tersebut,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno Retno.

Retno mengatakan, tatanan tempat-tempat umum seperti retail modern, minimarket, dan pusat perbelanjaan merupakan salah satu tatanan yang diatur di dalam Peraturan Daerah (Perda) No 10 tahun 2018 tentang perubahan atas Perda No 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Perda KTR tersebut dibuat bertujuan untuk melindungi perokok pasif dari paparan asap rokok orang lain.

“Perda KTR ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan segar tanpa asap rokok, sekaligus mencegah perokok pemula di kalangan anak dan remaja,” ujarnya.

Untuk itu, Retno menegaskan, bahwa aturan larangan memajang produk dan jenis rokok termasuk warna dan brand image produk rokok di tempat penjualan rokok serta larangan Iklan, Promosi, dan Sponsor rokok sudah diatur di dalam Perda tersebut.

Selain diatur dalam Perda KTR Kota Bogor, regulasi penjualan rokok dan larangan iklan rokok sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2023.

“Dalam PP tersebut mengatur larangan penjualan rokok dalam radius 200 (dua ratus) meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain anak dan larangan iklan rokok dalam radius 500 (lima ratus) meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain anak, larangan iklan rokok di media sosial, dan sebagainya,” tutup Retno.***

(Muhammad Irfan Ramadan)

Second Account sebagai Ruang Aman dan Kebebasan Berekspresi pada Gen Z

0

Bogordaily.net – Dalam era digital saat ini, penggunaan media sosial, khususnya Instagram, telah menciptakan transformasi dalam cara berpikir tiap individu, terutama Generasi Z (Gen Z) dalam mengekspresikan diri dan mengelola privasi. Salah satu fenomena menarik yang muncul adalah penggunaan akun kedua, yang memberikan kebebasan kepada pengguna untuk berbagi konten dan mengekspresikan diri secara lebih nyaman, tanpa tekanan sosial yang biasanya ada di audiens akun utama.

Akun kedua ini, sering disebut sebagai “second account” atau “alter account”. Fenomena ini semakin marak di platform seperti Instagram, X (sebelumnya Twitter), dan TikTok. Menurut data, sekitar 60% pengguna Gen Z memiliki second account untuk tujuan pribadi dan ekspresi diri.

Second Account dan Privasi Digital
Second account memungkinkan pengguna untuk menjaga privasi dengan membatasi audiens yang dapat melihat konten mereka.

Berbeda dengan fitur seperti “close friends” atau “private mode,” second account memberikan kontrol lebih besar atas siapa yang dapat mengakses konten pribadi.

Namun, pengguna sering kali membagikan informasi pribadi tanpa memikirkan dampaknya, seperti pelanggaran privasi dan risiko kriminal.

Hal ini penting, mengingat meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan data pribadi di era digital.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa studi menunjukkan 45% Gen Z merasa lebih aman berbagi konten pribadi di second account dibandingkan di akun utama.

Identitas Ganda di Dunia Maya
Gen Z sering mengelola identitas digital ganda dengan memisahkan persona mereka antara akun utama dan second account.

Akun utama biasanya digunakan untuk citra diri yang lebih formal dan ideal, sementara second account menjadi tempat untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan yang lebih real.

Fenomena ini menciptakan “double life” di media sosial, yang dapat memengaruhi kesehatan mental pengguna.

Penelitian menunjukkan bahwa 30% Gen Z mengalami stres akibat perbedaan identitas antara akun utama dan second account karena mereka merasa kewalahan untuk tetap menjaga image di akun pertama nya.

Second Account sebagai Ruang Ekspresi Bebas
Second account berfungsi sebagai ruang aman bagi Gen Z untuk berbagi pemikiran, emosi, atau kritik sosial tanpa takut dihakimi.

Namun, risiko oversharing dapat muncul, yang berpotensi memengaruhi hubungan sosial di dunia nyata. Selain itu, penggunaan second account didorong oleh keinginan untuk mengekspresikan sisi humor tanpa tekanan ekspektasi sosial, kebebasan berkreasi, dan interaksi lebih mendalam dengan teman terdekat.

Menurut survei, 25% Gen Z melaporkan bahwa mereka merasa lebih bebas mengekspresikan diri di second account, meskipun 15% diantaranya mengalami dampak negatif terhadap hubungan sosial mereka akibat oversharing.

Terdapat juga potensi dampak negatif seperti penyebaran humor yang bersifat sindiran.

Dampak Second Account terhadap Pola Komunikasi Digital
Penggunaan second account memengaruhi cara Gen Z berkomunikasi di media sosial. Interaksi menjadi lebih eksklusif dan intim, namun juga berpotensi menciptakan grup sosial tertutup.

Hal ini dapat memengaruhi konsep pertemanan dan komunitas online, dengan 40% Gen Z merasa lebih terhubung dengan teman-teman mereka melalui second account dibandingkan akun utama.

Namun hal ini bisa diatasi dengan pengungkapan diri yang baik. Semakin baik strategi manajemen privasi yang diterapkan, maka semakin tinggi tingkat pengungkapan diri yang dirasakan pengguna pada akun kedua mereka.

Ini memiliki arti bahwa Gen Z bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola identitas dan cara mereka berkomunikasi di ruang publik dan ruang privat secara bersamaan.

Kesimpulan
Second account telah menjadi fenomena komunikasi digital yang signifikan di kalangan Gen Z, berfungsi sebagai ruang aman untuk privasi, ekspresi diri, dan interaksi sosial.

Namun, tantangan seperti risiko oversharing dan dampak terhadap kesehatan mental perlu diperhatikan.

Kedepannya penting untuk mengembangkan fitur media sosial yang lebih privat dan aman untuk memenuhi kebutuhan Gen Z akan ruang ekspresi diri.

Selain itu, akun kedua tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi alternatif, tetapi juga sebagai alat strategis untuk menjaga keseimbangan antara pengungkapan diri dan kontrol privasi.

Dengan membuat batasan privasi yang fleksibel, pengguna dapat menyesuaikan diri mereka dengan audiens tertentu dan menghindari risiko sosial, seperti cyberbullying atau tekanan dari norma-norma sosial yang berlaku di akun utama.

Gaizka Meilita Salma
Mahasiswa Komunikasi Digital & Media Sekolah Vokasi IPB University

 

Fasilitas Medis Modern dan Dokter Spesialis Berpengalaman, RSUD Cibinong Hadirkan Klinik Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong terus melakukan inovasi dalam memberikan layanan kesehatan, salah satunya dengan menghadirkan Klinik Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi.

Adapun, klinik ini menjadi solusi masyarakat khusus nya bagi pasangan yang tengah berjuang untuk mendapatkan keturunan, dengan fasilitas medis modern dan ditangani oleh dokter spesialis berpengalaman.

Klinik tersebut di tangani langsung oleh tenaga medis Salah satunya dr. Nazif, Sp.O.G., Subsp.F.E.R, dokter kandungan subspesialis fertilitas yang memiliki keahlian dalam menangani masalah kesuburan dan gangguan reproduksi.

Bidang pengalaman dan kompetensi dari dr Nazif siap membantu pasien melalui berbagai tahapan dalam tahapan pemeriksaan dan program kehamilan yang telah disiapkan.

”Dalam fasilitas Klinik Fertilitas RSUD Cibinong dilengkapi dengan layanan diagnostik dan terapi yang dirancang untuk membantu pasangan memperoleh kehamilan,” ujar dr Nazif.

Menurutnya, saat ini para pasangan dapat melalukan beberapa layanan unggulan yang tersedia jelas dr. Nazif diantaranya:

Konsultasi dengan dokter kandungan subspesialis fertilitas untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.

Kemudian, Pemeriksaan siklus menstruasi dan ovulasi guna mengetahui masa subur secara lebih akurat.

USG Transvaginal, metode pencitraan canggih untuk menilai kondisi organ reproduksi secara lebih detail.

Lalu, Histerosalpingografi (HSG), pemeriksaan radiologi untuk mengevaluasi kondisi rahim dan saluran tuba falopi.

Laboratorium Fertilitas, yang meliputi pemeriksaan kadar hormon dan analisis kualitas sperma.

Serta, Pre-Marital Test, yaitu serangkaian tes kesehatan bagi pasangan yang akan menikah untuk mengetahui kondisi reproduksi masing-masing.

Dan juga Histeroskopi, untuk menilai kondisi rongga rahim serta Laparoskopi, prosedur minimal invasif untuk mendiagnosis dan menangani gangguan pada organ reproduksi.

Selain itu kata, dr. Nazif dalam program kehamilan yang ditawarkan bagi pasangan yang ingin menjalani program hamil, Klinik Fertilitas RSUD Cibinong menyediakan berbagai metode yang disesuaikan dengan kondisi medis pasien, seperti:

Induksi Ovulasi & Stimulasi Ovarium, yaitu pemberian terapi untuk merangsang pematangan sel telur. Inseminasi Intrauterine (IUI), prosedur yang membantu mempertemukan sperma dengan sel telur melalui penyuntikan langsung ke dalam rahim, meningkatkan peluang kehamilan.

Dalam teknologi medis terkini, serta keberadaan tenaga ahli yang kompeten, diharapkan semakin banyak pasangan yang dapat mewujudkan impian mereka untuk memiliki buah hati.

Sementara itu, dengan hadirnya Klinik Fertilitas ini, RSUD Cibinong berharap dapat menjadi pusat layanan reproduksi yang terpercaya bagi masyarakat, khususnya bagi pasangan yang mengalami tantangan dalam mendapatkan keturunan.***

Albin Pandita

Perluas Aksesibilitas Masyarakat, DPLK BRI Jalin Kerja Sama dengan Bank Raya Melalui Digitalisasi Dana Pensiun

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI (DPLK BRI) terus memperluas layanan digitalisasi dana pensiun guna meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, DPLK BRI menjalin kerja sama strategis dengan Bank Raya dalam menghadirkan BRIFINE by DPLK BRI di aplikasi Raya.

Kolaborasi ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh DPLK BRI untuk memperluas akses dan memperkuat penetrasi program pensiun iuran pasti ke kalangan generasi muda, khususnya nasabah setia Bank Raya.

Ketua Pengurus DPLK BRI Arie Sus Miyanti menegaskan bahwa dengan diluncurkannya fitur BRIFINE di Raya App ini diharapkan dapat mendorong kalangan generasi muda untuk merencanakan keuangan masa depan yang lebih baik.

“Setiap individu generasi muda yang telah bekerja baik di sektor formal maupun informal, diharapkan dapat mengelola keuangan dengan bijak. Perencanaan masa depan sejak dini sangat diperlukan generasi muda untuk mempersiapkan dan menjamin keberlangsungan pendapatan di masa tidak aktif atau hari tua nanti,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi Sales & Partnership Bank Raya Prilly Savitri mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Bank Raya dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih lengkap bagi nasabah.

“Melalui aplikasi Raya, kami ingin memberikan journey produk yang lebih lengkap kepada nasabah Bank Raya, termasuk membantu nasabah mempersiapkan hari tua yang lebih sejahtera melalui DPLK BRI,” katanya.

Dengan kehadiran layanan ini, aplikasi Raya menjadi bank digital pertama di Indonesia yang menyediakan fitur dana pensiun yang tercatat dalam administrasi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai informasi, BRIFINE by DPLK BRI yang terintegrasi dalam aplikasi Raya menawarkan berbagai fitur unggulan, antara lain:

Akses digital yang mudah – Seluruh proses perencanaan dan pengelolaan dana pensiun dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Raya.

Fleksibilitas dan personalisasi – Nasabah dapat menyesuaikan perencanaan dana pensiun sesuai dengan kebutuhan, kemampuan finansial dan profil risiko masing-masing.

Fitur BRIFINE yang komprehensif – BRIFINE di aplikasi Raya dilengkapi dengan berbagai fitur, termasuk pendaftaran, informasi saldo & pengembangan, dan top-up saldo. Adapun fitur yang sedang dalam tahap pengembangan diantaranya add account BRIFINE, pengaturan autopayment, dan mutasi transaksi.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Wholesale & Institution Business BRI Agus Noorsanto mewakili Pendiri DPLK BRI menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperluas ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

“Transformasi digital yang dijalankan BRI tidak hanya berfokus pada layanan transaksi perbankan, tetapi juga mencakup perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk dana pensiun. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan dana pensiun dengan lebih mudah, fleksibel, dan aman,” pungkasnya.

Berdasarkan besaran Asset Under Management (AUM), pada tahun 2024 DPLK BRI meningkatkan posisi market sharenya di industri DPLK Indonesia menjadi peringkat kedua dari sebelumnya di peringkat ketiga. Jumlah peserta DPLK BRI di tahun lalu meningkat menjadi 660ribu atau merupakan 23% dari total peserta DPLK nasional. Peningkatan ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap DPLK BRI dalam mengelola dana pensiun secara optimal.

DPLK BRI berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan solusi dana pensiun yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan dukungan dari Bank Raya, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi produk dana pensiun digital serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan. ***

Melalui GPM, Perumda Pasar Tohaga dan Pemkab Bogor Terus Berupaya Tekan Angka Inflasi 

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga terus berupaya menekan angka inflasi dengan melakukan gerakan pangan murah atau GPM bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menjelaskan bahwa, melalui gerakan pangan murah tersebut bertujuan untuk menekan angka inflasi yang ada di Kabupaten Bogor.

Tentunya dalam memberikan komoditi bahan pokok yang murah kepada masyarakat khususnya pada bulan ramadan dan menjelang hari raya.

“Ini problematika bersama, ini selalu berulang sebetulnya kita tidak bisa intervensi tapi kami berharap ada intervensi pasar dalam hal ini GPM gerakan pangan murah,” kata Haris Setiawan, Rabu 12 Maret 2025.

Menurut Haris, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Disperindag dan juga

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan bulog dan disdagin mudah mudahan apa yang kita lakukan hari ini terhadap 2 produk itu bisa juga berlaku,” jelasnya.

Selain itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga memastikan harga bahan pokok aman hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri di pasar tradisional Kabupaten Bogor.

“Saya pastikan aman, karna kita kan ada monitoring ada koordinasi dengan pihak tertentu termasuk dalam bulog dan pemasok dan disdagin kita koordinasi aman gaada kelangkaan,” ungkap Haris Setiawan.

Albin Pandita

Harga Bahan Pokok Pada Bulan Maret 2025 di Pasar Tradisional Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Perusahaan Umum (Perumda) Pasar Tohaga merilis harga bahan pokok terbaru pada bulan Maret 2025 di setiap pasar tradisional wilayah Kabupaten Bogor.

Tentunya dengan begitu masyarakat bisa melihat langsung daftar harga dan juga berbagai jenis komoditi, yang nantinya akan dibeli di setiap pasar wilayah Kabupaten Bogor.

Adapun berbagai macam sembako dan hasil industri jenis komoditi tersebut berdasarkan tingkat harga pada Minggu II per Maret 2025.

Untuk bahan pokok beras medium seharga Rp15.000/kg dan beras premium di harga Rp16.500/kg.

Kemudian untuk harga bawang merah mencapai Rp34.000/kg, bawang putih Rp36.000/kg.

Lalu untuk harga cabe merah sebesar 60.000/kg, cabe merah keriting 50.000/kg, cabe rawit hijau Rp.42.500/kg, dan cabe rawit merah 86.500/kg.

Selain itu untuk harga daging ayam ras mencapai Rp. 35.500/kg, daging sapi (murni) Rp.130.000 /kg. Dan untuk harga telur ayam ras mencapai Rp. 27.000/kg.

Sementara itu untuk harga bahan pokok tersebut akan terus dipantau oleh Perumda Pasar Tohaga agar harga tersebut terus stabil dan tidak mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Sekedar informasi, Perumda pasar tohaga terus berupaya meningkatkan pelayanan untuk para pedagang dan pembeli, agar nyaman berbelanja di pasar.

Dalam hal ini para petugas terus berupaya bersosialisasi dengan para pedagang perihal penerapan digitalisasi pasar, dengan metoda pembayaran melalui QRIS.

Sudah ada di beberapa pasar yang menerapkan pembayaran dengan Qris, salah satunya di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Tentu hal tersebut merupakan upaya dari Perumda Pasar Tohaga untuk menginisiasi delapan dari 30 pasar rakyat tradisional untuk menerapkan digitalisasi tanpa menghilangkan kearifan lokalnya.

Delapan pasar tersebut antara lain adalah pasar Cibinong, Ciawi, Cariu, Cisarua, Cigombong, Leuwiliang, Ciluar dan Ciseeng.

“Bisa dilihat di semua pasar kita ada namanya dirga update harga kita togaha ada 2 kali update harga jadi selalu update,” ungkap Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan.***

Albin Pandita

Ketika Karyawan Menjadi Wajah Perusahaan, Inilah Dampak Employee-Generated Content bagi Branding dan Loyalitas Karyawan

0

Bogordaily.net – Diera digital, strategi pemasaran dan branding tidak lagi hanya bergantung pada iklan berbayar atau kampanye influencer. Perusahaan kini mulai mengandalkan Employee-Generated Content (EGC), yaitu konten yang dibuat dan dibagikan oleh karyawan tentang tempat mereka bekerja.

Studi yang dilakukan oleh Edelman Trust Barometer (2023) menunjukkan bahwa konsumen lebih percaya rekomendasi dari karyawan dibandingkan iklan langsung dari perusahaan.

Fenomena ini menarik karena mengubah peran karyawan bukan hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai duta merek.

Namun, apakah strategi ini benar-benar efektif? Bagaimana dampaknya terhadap loyalitas karyawan? Artikel ini akan membahas peran EGC dalam branding digital serta tantangan dan risiko yang muncul bagi perusahaan maupun karyawan.

Employee-Generated Content dalam Branding Digital
Employee-Generated Content (EGC) merujuk pada konten berupa foto, video, testimoni, atau cerita yang dibagikan oleh karyawan mengenai pengalaman mereka di perusahaan.

Menurut Kingsnorth (2021) dalam bukunya Digital Marketing Strategy, EGC adalah bentuk content marketing yang murni karena berasal langsung dari individu yang bekerja di dalam organisasi.

Tren ini semakin berkembang karena perubahan perilaku konsumen. Studi Harvard Business Review (2022) menemukan bahwa konten dari karyawan cenderung memiliki engagement rate lebih tinggi dibandingkan konten dari akun resmi perusahaan.

Hal ini terjadi karena publik lebih percaya pada opini personal dibandingkan narasi yang dibuat oleh korporasi.

Selain itu, peran media sosial dalam penyebaran EGC juga menjadi faktor utama mengapa strategi ini begitu efektif.

Platform seperti LinkedIn, Instagram, dan TikTok menjadi wadah utama bagi karyawan untuk membagikan pengalaman kerja mereka.

Perusahaan yang berhasil memanfaatkan media sosial sebagai saluran distribusi EGC mampu menjangkau audiens yang lebih luas dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.

Studi dari Social Media Examiner (2023) menyebutkan bahwa perusahaan yang aktif mendorong karyawannya, membuat konten memiliki tingkat interaksi pelanggan yang lebih tinggi, dibandingkan dengan yang hanya mengandalkan strategi pemasaran konvensional.

Manfaat Employee-Generated Content bagi Perusahaan dan Karyawan
Bagi perusahaan, EGC dapat meningkatkan kredibilitas merek karena konsumen lebih mudah percaya pada cerita nyata dari karyawan dibandingkan iklan yang dibuat perusahaan.

Selain itu, dibandingkan menggunakan influencer eksternal, memanfaatkan karyawan sebagai brand ambassador lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Perusahaan juga mendapatkan manfaat dari employer branding yang kuat karena strategi ini menarik talenta baru dan menunjukkan lingkungan kerja yang positif.

EGC juga terbukti meningkatkan keterlibatan pelanggan, karena pelanggan cenderung lebih tertarik melihat aktivitas perusahaan dari perspektif orang dalam dibandingkan dengan promosi korporat yang bersifat formal.

Sementara itu, bagi karyawan, EGC dapat membantu mereka membangun personal branding dengan meningkatkan profil profesional mereka di platform seperti LinkedIn.

Karyawan yang merasa lebih terlibat dalam strategi pemasaran perusahaan juga cenderung memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi.

Studi dari MIT Sloan Management Review (2022) menunjukkan bahwa karyawan yang merasa terlibat dalam strategi perusahaan cenderung lebih loyal terhadap organisasi mereka.

Keterlibatan ini juga dapat meningkatkan motivasi kerja, terutama ketika karyawan merasa bahwa suara mereka dihargai dalam membentuk citra perusahaan.

Tantangan dan Risiko dalam Implementasi EGC
Meskipun EGC menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi baik oleh karyawan maupun perusahaan.

Salah satu tantangan utama bagi karyawan adalah tekanan sosial untuk mempromosikan perusahaan.

Tidak semua individu merasa nyaman berbagi kehidupan kerja mereka di media sosial, dan jika strategi ini bersifat wajib, maka dapat menurunkan moral dan keterlibatan.

Beberapa perusahaan bahkan menetapkan target konten bagi karyawan sebagai bagian dari Key Performance Indicator (KPI), yang dapat berujung pada eksploitasi tenaga kerja.

Selain itu, batasan antara privasi dan profesionalisme juga menjadi isu penting, karena tidak semua karyawan ingin mencampur aduk kehidupan pribadi mereka dengan konten yang berkaitan dengan pekerjaan.

Di sisi lain, bagi perusahaan, tantangan terbesar adalah sulitnya mengontrol narasi yang dibuat oleh karyawan.

Tidak semua konten yang dibagikan sesuai dengan standar branding perusahaan. Bahkan, jika karyawan membagikan pengalaman negatif, hal ini bisa menjadi bumerang yang merusak citra perusahaan.

Journal of Digital Marketing (2023) mencatat bahwa perusahaan yang gagal mengelola EGC dengan baik dapat menghadapi risiko reputasi yang besar.

 

Studi Kasus dari Implementasi Employee-Generated Content di Perusahaan Global dan Indonesia
Salah satu perusahaan global yang berhasil menerapkan EGC adalah Microsoft. Perusahaan ini mendorong karyawan mereka untuk berbagi pengalaman kerja dengan tagar resmi, yang meningkatkan keterlibatan karyawan dan membuat merek perusahaan lebih transparan di mata publik.

Strategi ini tidak hanya memperkuat employer branding, tetapi juga meningkatkan rasa bangga karyawan terhadap perusahaan mereka.

Microsoft juga memberikan insentif bagi karyawan yang aktif berkontribusi dalam membangun citra perusahaan, baik dalam bentuk penghargaan maupun promosi jabatan.

Sementara itu, di Indonesia, Gojek menjadi salah satu perusahaan yang sukses memanfaatkan EGC. Banyak karyawan Gojek, termasuk mitra pengemudi, sering membagikan pengalaman mereka bekerja dengan perusahaan ini melalui media sosial.

Konten-konten tersebut membantu membangun citra Gojek sebagai perusahaan yang mendukung kesejahteraan pekerjanya dan menciptakan komunitas yang solid.

Implementasi EGC di Gojek juga memperkuat loyalitas karyawan dan mitra, serta menarik lebih banyak talenta untuk bergabung dengan perusahaan.

Namun, beberapa mitra pengemudi juga pernah mengkritik sistem kerja melalui media sosial, yang menunjukkan bahwa EGC bisa menjadi pedang bermata dua bagi perusahaan jika tidak dikelola dengan baik.

Kesimpulan
Employee-Generated Content adalah strategi branding digital yang efektif, tetapi implementasinya harus dilakukan dengan etika yang jelas.

Karyawan seharusnya tidak dipaksa untuk menjadi “wajah perusahaan,” melainkan diberikan kebebasan untuk berbagi pengalaman mereka secara sukarela.

Di sisi lain, perusahaan perlu memberikan insentif dan transparansi agar EGC benar-benar memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Di masa yang akan datang, tren ini diperkirakan akan terus berkembang, terutama dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi strategi pemasaran berbasis komunitas dan keterlibatan karyawan.

Namun, keseimbangan antara branding perusahaan dan kesejahteraan karyawan tetap harus dijaga agar strategi ini tidak menimbulkan dampak negatif.

Louisa Sagita Utari Sawitri
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

 

BNI Siapkan Uang Tunai Rp21 Triliun Periode Lebaran 2025, Layanan Perbankan Tetap Aman di Musim Liburan

0

Bogordaily.net – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyediakan uang tunai sebesar Rp21 triliun selama periode lebaran mulai 21 Maret – 3 April 2025. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sepanjang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, persiapan uang tunai periode lebaran 2025 sejalan dengan peralihan perilaku nasabah ke digital. Hal ini membuat alokasi uang tunai lebih rendah dibandingkan tahun lalu seiring berkurangnya transaksi tarik tunai di ATM, Cash Recycle Machine (CRM), maupun outlet cabang.

”Meskipun telah terjadi perubahan masyarakat yang lebih ke arah digital, namun kami memahami bahwa kebutuhan uang tunai saat lebaran dan libur panjang juga cukup besar dibandingkan saat normal, sehingga dengan kesiapan uang tunai ini nasabah dapat memenuhi kebutuhannya,” kata Okki dalam siaran pers.

Nominal transaksi BNI mobile banking dan wondr by BNI tumbuh sebesar 36,7% pada Januari 2025 dibandingkan periode sama tahun lalu (_year on year/YoY). Sedangkan frekuensi transaksi meningkat 35,4%. Pada saat lebaran 2024, nominal transaksi digital tersebut juga tumbuh 29% dibandingkan Januari 2024.

”Dengan adanya layanan kami yang terintegrasi didukung oleh jaringan yang kuat dan digital perbankan yang meningkat, maka kebutuhan perbankan nasabah akan tetap terpenuhi,” ujar Okki.

Pada periode lebaran tahun ini, BNI menyediakan rata-rata 31 outlet kantor cabang dalam operasional terbatas mulai 28 Maret – 7 April 2024.

Operasional terbatas outlet tersebut melayani transaksi seperti setoran, penarikan, dan pemindahan rekening sesama BNI maksimum Rp25 juta, setoran BBM Pertamina, pembukaan rekening, dan kebutuhan transaksi lainnya termasuk akad kredit khusus untuk H-2 sebelum lebaran atau 28 Maret 2025.

Selain itu, terdapat Layanan Gerak BNI (O-Branch) yang berada di 16 lokasi titik jalur mudik, tempat wisata, maupun lokasi strategis lainnya. Kebutuhan perbankan juga bisa dilakukan melalui 214 ribu BNI Agen46 yang tersebar di seluruh Indonesia dan channel lainnya seperti ATM dan CRM, serta penggunaan aplikasi digital wondr by BNI yang penggunanya sudah mencapai 6,4 juta hingga akhir Februari.

”Alokasi uang tunai di ATM maupun kantor cabang masih didominasi di Pulau Jawa dengan pengisian cash yang semula disiapkan di kota besar seperti Jabodetabek namun setelah H-2 lebaran akan bergeser ke daerah-daerah tujuan mudik,” tutup Okki. (*)

Segini Besaran THR Driver Ojol, Cek Syaratnya!

0

Bogordaily.net – Tahun ini pemerintah menerbitkan surat edaran terkait Tunjangan Hari Raya atau THR bagi driver ojek online (ojol) atau mitra perusahaan transportasi online.

THR ojol dalam bentuk Bonus Hari Raya (BHR) harus dipenuhi perusahaan transportasi online seperti Grab dan Gojek.

Yassierli mengatakan pemerintah mengimbau Grab, Gojek, dkk untuk membayarkan BHR mitra ojek online (ojol) dan kurir online yang berkinerja baik dengan besaran hingga 20% dari penghasilan rata-rata per bulan.

Kendati demikian, besaran BHR bisa berbeda-beda tergantung kinerja pekerja ojol dan kurir online. Sebab, Yassierli mengatakan karakter dari pekerjaan mitra ojol dan kurir online berbeda dengan karyawan perusahaan pada umumnya.

“Kita tentu harus fair, tidak mungkin besaran BHR disamaratakan. BHR ini menjadi sarana apresiasi bagi yang bekerja baik. Kami percaya beberapa perusahaan sudah ada simulasinya,” katanya.

Syarat penerima BHR ini bisa dilihat dari keaktifan dan kinerja. Yassierli juga menetapkan jadwal pencairan BHR untuk pekerja ojol dan kurir online, yakni H-7 hari raya Idulfitri.

“Ini proses yang panjang, jadi kami sudah melakukan komunikasi, simulasi, dan pertemuan sudah berulang kali. Apa yang kami sampaikan di SE ini merupakan titik temu, ini ada komitmen dari perusahaan aplikasi untuk membayar,” kata Yassierli.

Terkait mekanisme penyaluran BHR, Yassierli menyerahkan sepenuhnya ke masing-masing perusahaan.

“Jadi sekali lagi kita membangun kekeluargaan, membangun trust, membangun industri yang harmonis. Lihatlah yang positif, jangan lihat sanksinya. Lihatlah bahwa ini satu spirit yang kita ingin bangun. ke depan, kita lihat jika perusahaan aplikasi lebih siap, kita ingin bonusnya lebih besar,” pungkasnya. ***

Wakil Wali Kota Bogor Resmi Luncurkan Sekolah Saudagar Syarikat Islam Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin secara resmi meluncurkan Sekolah Saudagar Syarikat Islam (SI) Kota Bogor dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Training Center Sekolah Saudagar, Jalan Soleh Iskandar, Tanahsareal, Kota Bogor.

Peresmian ini ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta Sekolah Saudagar SI oleh Wakil Wali Kota.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bogor mengapresiasi inisiatif Syarikat Islam Kota Bogor yang menghadirkan program pendidikan kewirausahaan berbasis ormas Islam ini.

“Sekolah Saudagar SI adalah langkah strategis dalam menciptakan generasi wirausaha yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Program ini sejalan dengan visi Kota Bogor dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan kemandirian usaha,” ujar Jenal Muttaqin.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan motivator yang memberikan inspirasi serta peluang bagi peserta Sekolah Saudagar SI, diantaranya: H. Rino Indira Gusniawan (Direktur Utama PDAM), Syafrudin Bima (Anggota DPRD Kota Bogor), Ahmad Rifky Alaydrus (Anggota DPRD Kota Bogor), Aslak Makmur (Mitra Sekolah Saudagar SI, akses penempatan kerja ke Korea dan Jerman), Adih Supratman (Mitra Sekolah Saudagar SI, akses penempatan kerja ke Jepang), Geri Tri Ikanova (Komisioner KPAID Kota Bogor).

Hadir pula jajaran pengurus DPC Syarikat Islam Kota Bogor, termasuk Subhan Murtadla (Ketua PC SI Kota Bogor), Sukarna (Direktur Training Center Sekolah Saudagar SI), Para instruktur Sekolah Saudagar SI: Anni Farhani, Chef Kahfi, Asep Suryana, dan Farid.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pengurus organisasi sayap Syarikat Islam Kota Bogor, yaitu Wanita Syarikat Islam (WSI) Kota Bogor, Pemuda Muslimin Kota Bogor, LAZNAS SI Kota Bogor, Halal Center SI Kota Bogor, Koperasi Konsumen Kaum Amanah Sejahtera (KAUM SI) dan para Pengurus Anak Cabang (PAC) Syarikat Islam se-Kota Bogor.

Direktur Training Center Sekolah Saudagar SI, Sukarna menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan wirausaha, tetapi juga membuka akses kerja ke luar negeri melalui kemitraan strategis.

“Kami menyiapkan peserta dengan keterampilan bisnis dan juga membangun jaringan kerja ke Korea, Jerman, dan Jepang. Ini adalah bagian dari visi besar Sekolah Saudagar SI untuk memberdayakan ekonomi umat,” ujarnya.

Ketua PC SI Kota Bogor, Subhan Murtadla, menegaskan bahwa Sekolah Saudagar SI bukan hanya mencetak saudagar yang sukses secara materi, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Kami ingin Sekolah Saudagar SI menjadi wadah bagi generasi muda untuk membangun bisnis dengan nilai-nilai Islam, serta menjadi motor penggerak ekonomi di Kota Bogor dan sekitarnya,” ungkapnya.

Peluncuran Sekolah Saudagar SI ini diharapkan menjadi awal dari gerakan kewirausahaan berbasis komunitas yang kuat, serta mampu menciptakan generasi saudagar yang berdaya saing baik di tingkat nasional maupun internasional. ***