Home Blog Page 1122

Kenapa Bobon Santoso Mimilih jadi Mualaf di Bulan Ramadan 2025?

0

Bogordaily.net – Beredar video chef sekaligus konten kreator Bobon Santoso jadi mualaf setelah mengucap dua kalimat syahadat untuk masuk Islam.

Proses dia mualaf ini didampingi sekaligus dibimbing oleh Ustaz Derry Sulaiman.

Dari keterangan foto dan video yang viral, Bobon mengucap dua kalimat syahadat sebagai tanda resmi menjadi mualaf di Masjid An Ni’mah Citra Grand Cibubur disaksikan banyak orang.

“Ramadan tahun ini berkah banget masyaAllah. Bobon mualaf,” tulis pengunggah video.

Ustaz Derry juga mengunggah video bersama Bobon sekaligus mendoakan agar pilihannya pindah agama adalah jalan terbaik. Ini sekaligus menegaskan kabar tersebut memang benar.

“Doa terbaik untuk master chef Bobon Santoso. Semoga istiqomah sampai mati dalam Islam,” doa Ustaz Derry.

Ternyata tak sendiri, Bobon masuk Islam juga mengajak keluarga tercintanya. Hal ini juga diungkapkan Ustaz Derry.

“Kirimkan doa terbaik untuk orang baik Master Chef Bobon Santoso, beserta keluarga dan team khidmat umat kuali merah putih, semoga istiqomah dalam iman dan Islam. Terus belajar sampai akhir hayat,” harap sang ustaz.

Kini pindah agama, kenalan dengan sosok Bobon Santoso yang konten-kontennya kerap menuai kontroversi di jagat maya.

Bobon sendiri enggan mengungkapkan alasan kenapa menjadi mualaf di bulan Ramadhan.

Profil Bobon Santoso

Bobon Santoso adalah pria kelahiran Denpasar, Bali pada 16 November 1988. Sayangnya, tak ada informasi cukup tentang orang tua pria 37 tahun ini.

Dia hanya pernah mengungkapkan memiliki seorang adik laki-laki, ini saat bercerita jika namanya dan sang adik tertukar di akta kelahiran karena kasalahan ayahnya yang saat itu dalam keadaan mabuk.

Pria keturunan Tionghoa ini menikah dengan Cheryl Yuan. Mereka kini sudah dikaruniai dua anak sepasang, yakni anak perempuan yang diberi nama Grace Santoso dan anak laki-laki yang diberi nama George Santoso.

Biodata Lengkap Bobon Santoso

  • Nama Lengkap : Bobon Santoso
  • Nama Panggilan : Bobon
  • Julukan : Chef Rakyat Indonesia
  • Tempat, Tanggal Lahir : Denpasar, Bali, 16 November 1988
  • Kewarganegaraan : Indonesia
  • Agama Sebelumnya : Kristen
  • Agama Sekarang : Islam
  • Profesi : Chef, Youtuber, Konten Kreator, dan Pengusaha
  • Hobi : Memasak
  • Instagram : @bobonsantoso
  • TikTok : @bobonsantoso
  • YouTube : Bobon Santoso

Karier

Bobon Santoso awalnya adalah seorang pengusaha yang sudah membuka cabang di Jakarta dan Bandung jauh sebelum terkenal sebagai YouTuber.

Namun saat bisnisnya bangkrut, dia kembali ke Bali dan di situ mulai membuat konten hingga akhirnya bisa sebesar sekarang.

Kontennya menarik sekaligus kontroversial karena beda dari chef atau food vlogger lainnya. Dia memilih memasak makanan dari bahan ekstream yang tak terpikirkan oleh orang lain. Ada yang menanggapi positif namun tak jarang menghujat.

Kemudian dia menambah jenis kontennya dengan ciri khas masak-masak dalam ukuran besar yang kini diberi nama Kuali Merah Putih.

Menariknya juga, dia pergi ke pelosok Tanah Air untuk memasak di sana dan membagi-bagikan pada masyarakat.

Jauh sebelum mualaf, Bobon dan timnya juga punya konten masak-masak dalam ukuran besar khusus di bulan Ramadan. Lalu kemudian dibagi-bagikan untuk buka puasa.

Setelah namanya dikenal, dia juga dipercaya oleh beberapa brand untuk menjadi Brand Ambassador. Yang paling kontroversial adalah menjadi BA produk anggur dari brand Orang Tua.

Dia pun kembali membuka beberapa usaha, salah satunya adalah bisnis travel agen bernama Raja Travel yang menyediakan paket perjalanan ke luar negeri hingga perjalanan umrah.

Satu lagi bisnisnya yang mungkin tidak terpikirkan artis lain yakni top up game yang bernama Bobon Top Up.

Fakta Menarik Bobon Santoso

Dikenal sebagai konten kreator kuliner, ternyata Bobon juga pernah bikin konten nyeleneh lainnya.

Hal ini pernah diungkapkannya saat menjadi bintang tamu podcast Denny Sumargo.

Dia mereview waria dari diajak jalan bareng hingga diberi uang. Dia juga mempromosikan akun sosial media waria yang direviewnya.

Namun kemudian dia sadar kalau konten tersebut membawa dampak buruk terutama dalam hal spiritualitasnya hingga akhirnya ditinggalkan dan beralih ke konten makanan ektrem dan nyeleneh.***

Muhammad Fariz Adlan: Perjalanan Kepemimpinan dari Sekolah hingga Kancah Internasional

0

Bogordaily.net – Muhammad Fariz Adlan, atau akrab disapa Fariz, lahir di Palembang pada 24 April 2004. Ia merupakan alumni dari sekolah YPI Tunas Bangsa Palembang. Sejak usia dini, Fariz telah menunjukkan minat besar terhadap dunia organisasi. Ketertarikannya ini mulai berkembang sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), di mana ia mulai aktif berorganisasi melalui keterlibatannya di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Kepemimpinannya yang menonjol membawanya hingga dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua OSIS baik di tingkat SMP maupun SMA. Selama kurang lebih lima tahun pengalaman berorganisasi di sekolah menengah, ia berhasil membangun dasar yang kuat dalam kepemimpinan serta manajemen organisasi, yang menjadi modal berharga dalam perjalanan kariernya di dunia mahasiswa.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Fariz memutuskan untuk melanjutkan studi di Sekolah Vokasi IPB University dengan mengambil jurusan Teknik dan Manajemen Lingkungan angkatan 59. Keputusannya ini bukan tanpa pertimbangan, ia ingin lebih fokus dalam mempersiapkan jenjang karirnya.

Awalnya, Fariz sempat mempertimbangkan untuk masuk Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA), namun akhirnya ia memilih Sekolah Vokasi melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI), sebuah jalur seleksi prestasi akademik yang khusus tersedia di beberapa sekolah saja.

Di lingkungan kampus, Fariz semakin memperdalam pemahamannya tentang dunia organisasi dan kepemimpinan. Ia meyakini bahwa organisasi merupakan wadah yang dapat membantunya berkembang, memperluas relasi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi lingkungan sekitarnya.

Keinginan ini pun semakin menguat seiring dengan perjalanannya di kampus, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Vokasi IPB.

Motivasi utama Fariz untuk menjadi Ketua BEM berasal dari visinya untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa lainnya.

Ia merasa bahwa pengalaman berorganisasi yang telah ia bangun sejak SMP tidak seharusnya terhenti begitu saja di bangku kuliah.

Terinspirasi oleh pidato-pidato ketua BEM sebelumnya, ia ingin memikul tanggung jawab besar dan membawa perubahan yang lebih baik bagi lingkungan kampusnya.

Selama masa kepemimpinannya sebagai Ketua BEM Sekolah Vokasi IPB, Fariz memiliki visi untuk mengubah cara pandang mahasiswa terhadap organisasi, terutama BEM.

Menurutnya, BEM bukan hanya sekadar wadah berkumpul, melainkan juga tempat di mana mahasiswa dapat menuangkan ide dan gagasan serta memberikan manfaat nyata bagi sesama.

Salah satu inisiatif yang dilakukan Fariz adalah memperbaiki sistem organisasi, memperbarui struktur dan nama departemen agar lebih relevan, serta meningkatkan tampilan visual media sosial BEM, terutama Instagram, agar lebih modern dan menarik.

Salah satu pencapaian terbesar Fariz selama menjabat sebagai Ketua BEM adalah keberhasilannya dalam menggalang beasiswa untuk mahasiswa yang membutuhkan.

Melalui HAIPB ke BEM, ia berhasil mendistribusikan beasiswa kepada 79 mahasiswa dengan total dana mencapai Rp237 juta.

Selain itu, ia juga aktif membantu mahasiswa yang terancam putus kuliah akibat kendala finansial dengan melakukan audiensi.

Tak hanya aktif di lingkungan kampus, Fariz juga mengembangkan sayapnya ke kancah internasional.

Ia terpilih sebagai salah satu delegasi dalam ajang International Leadership in Action Summit 2024 yang diselenggarakan di Malaysia dan Singapura.

Ajang ini merupakan program bergengsi yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara, dengan seleksi yang sangat ketat.

Ribuan peserta bersaing untuk mendapatkan kesempatan ini, namun Fariz berhasil melewati seluruh tahapan seleksi, termasuk mentoring class dan wawancara, hingga akhirnya dinyatakan lolos.

Keikutsertaan Fariz dalam ajang ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar yang ia hadapi adalah dalam pengurusan paspor, di mana ia harus menyelesaikannya di tengah kesibukannya menjalani magang di kabupaten.

Namun, dengan berkat tuhan dan restu orang tua, ia berhasil mendapatkan paspor hanya dalam waktu tiga hari dan akhirnya dapat mengikuti acara tersebut tanpa kendala.

Selama mengikuti International Leadership in Action Summit, Fariz mendapatkan banyak pengalaman berharga.

Ia berkesempatan untuk belajar lebih dalam mengenai kepemimpinan di International Islamic University of Malaysia (IIUM), bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai negara, serta memahami berbagai perspektif baru dalam dunia kepemimpinan global. Selain itu, ia juga merasa bangga karena dapat mengunjungi dua negara secara gratis berkat pencapaiannya ini.

Dengan berbagai pengalaman dan pencapaian yang telah ia raih, Muhammad Fariz Adlan telah membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menjadi seorang pemimpin yang inspiratif.

Dedikasinya dalam organisasi, kepemimpinannya yang visioner, serta semangatnya dalam menebar manfaat bagi sesama, menjadikannya contoh nyata bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif di lingkungannya.

Fariz berharap agar mahasiswa lain dapat termotivasi untuk lebih aktif dalam berorganisasi, mengembangkan diri, serta berkontribusi bagi masyarakat.

Menurutnya, organisasi bukan hanya sekadar tempat untuk mengisi waktu luang, tetapi juga wadah untuk membangun karakter, memperluas wawasan, dan menciptakan dampak yang lebih luas.

Ia percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki peluang untuk meraih kesuksesan, asalkan mereka memiliki kemauan dan tekad yang kuat untuk terus belajar dan berkembang.***

Kenzie Muhammad Azri

Rudy Susmanto Kaget Harga Minyakita Melonjak dan Langka di Pasar Cibinong

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut harga Minyakita mengalami kenaikan hingga kelangkaan di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menurut Rudy, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah melakukan upaya untuk mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga Minyakita tersebut dengan operasi pasar murah (OPM)

Dimana, dari harga jual Minyakita di Pasar Cibinong yang melonjak hingga Rp.18.700, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hanya menjual dengan harga Rp.14.700.

“Terutama yang naiknya signifikan kita lihat di pasar Cibinong hari ini adalah minyakita, oleh karena itu kita Pemerintah kabupaten Bogor dengan instansi terkait lainya menjual dengan harga 14.700,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Selasa 11 Maret 2025.

Rudy mengatakan, selain mengalami kenaikan beberapa stok Minyakita di beberapa pedagang pasar Cibinong dinilai sangat minim alias langka.

“Sedangkan pasaran di pasar cibinong sendiri sudah 18.700 tetapi itu pun stoknya masih sangat minim sangat jarang,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Disperindag untuk mengantisipasi harga minyakita melonjak tinggi di beberapa pasar lainya di Kabupaten Bogor.

“Tentunya dari harga tersebut kita dari dinas perdagangan dan perindustrian  untuk memaksimalkan lagi supaya jangan sampai harga minyakita lonjakanya semakin tinggi,” ungkap Rudy.***

(Albin Pandita)

Sidak Pasar Cibinong, Bupati Bogor Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar murah di Pasar Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa 11 Maret 2025.

Dalam kesempatan itu, Rudy bersama Ketua DPRD dan jajaran Pemkab Bogor mendatangi beberapa pedagang beras, daging, telur, cabai hingga Minyakita.

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan beberapa bahan pokok yang ada di Pasar Cibinong, khususnya pada bulan suci Ramadan dan menjelang lebaran.

“Hari ini terima kasih banyak dari Disdagin, tujuanya adalah jelang hari raya idul fitri ditengah tengah bulan suci Ramadan kita berupaya Pemerintah untuk tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok,” kata Rudy Susmanto

Rudy memastikan, pasokan bahan pokok yang ada di seluruh pasar Kabupaten Bogor, khususnya di Pasar Cibinong aman hingga hari raya idul fitri.

“Sehingga nanti pada saat memasuki hari raya idul fitri kita pastikan pasokanya ada terjaga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan, beberapa bahan pokok seperti telur, daging, dan beras dan cabai relatif stabil. Hanya ada sedikit kenaikan yang masih dinilai cukup relevan oleh masyarakat.

“Yang kedua kalo pun ada kenaikan harga, kenaikan yang relatif dan relevan dan terjangkau oleh masyarakat,” ungkap Rudy Susmanto.***

(Albin Pandita)

Dedie Rachim Jamin Ketersediaan dan Harga Minyakita Stabil

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau pelaksanaan Operasi Pasar (OP) Minyakita dan Pasar Murah di Kecamatan Tanah Sareal, Selasa 11 Maret 2025.

Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa tujuan dari operasi pasar ini adalah untuk membantu masyarakat Kota Bogor dalam memenuhi kebutuhannya di bulan suci Ramadan.

Selain itu, operasi pasar juga bertujuan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan minyak goreng.

“Kita memastikan tidak ada kelangkaan, kondisi dan stoknya aman, harga relatif stabil, dan takarannya sudah diuji sesuai dengan yang tertera di produk. Alhamdulillah, 1 liter tetap utuh, tidak dikurangi, dan daya beli masyarakat Kota Bogor juga cukup baik,” kata Dedie A. Rachim.

Ia menambahkan bahwa melalui pelaksanaan operasi pasar atau pasar murah ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin memastikan akses bagi masyarakat yang membutuhkan produk sembako, khususnya minyak goreng, sehingga mereka tidak harus pergi jauh ke pasar, karena tersedia di Kantor Kecamatan Tanah Sareal.

Untuk harga minyak goreng yang ditawarkan, sambung Dedie A. Rachim, lebih murah dari harga pasar atau Harga Eceran Tertinggi (HET).

Minyak goreng yang disediakan berjumlah total 6.000 liter. Selain di Kecamatan Tanah Sareal, operasi pasar murah serupa telah digelar di Blok F Pasar Kebon Kembang.

“Mudah-mudahan ini bisa memudahkan masyarakat Kota Bogor dalam menghadapi bulan suci Ramadan dan menjalankan ibadah,” tutur Dedie A. Rachim.***

(Ibnu Galansa)

Contoh Nyata Perkembangan Teknologi Memengaruhi Kemudahan Komunikasi Interpersonal, Benarkah WhatsApp Salah Satunya?

0

Bogordaily.net – Sebagai makhluk sosial, kita tidak akan luput dari proses berkomunikasi. Secara garis besar, komunikasi merupakan proses pertukaran pesan yang berisikan informasi antar pengirim dan penerima pesan. Pada dasarnya, komunikasi terdiri dari berbagai jenis seperti komunikasi massa, komunikasi kelompok, komunikasi publik, hingga komunikasi interpersonal. Menurut DeVito dalam Maulana dan Gumelar (2013:75), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera.

Maka dari itu, penyampaian dan penerimaan pesan ini umumnya dilakukan secara tatap muka, itu sebabnya ruang ataupun tempat dapat menjadi media dari proses berkomunikasi itu, akibatnya komunikasi yang dilakukan pun cenderung terbatas secara ruang maupun waktu. Meski begitu seiring dengan kemajuan zaman serta munculnya perkembangan teknologi, proses berkomunikasi interpersonal yang biasanya dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan media ruang, kini telah memiliki pergeseran akibat adanya penemuan media komunikasi baru seperti media sosial.

Media sosial merupakan sebuah wadah, medium, atau media yang memungkinkan para penggunanya untuk saling membangun jejaring sosial, berinteraksi, hingga berkomunikasi. Media sosial cenderung berkembang dengan sangat pesat, itu mengapa kegunaan dan jenisnya biasanya berbeda sesuai dengan kebutuhan para penggunanya.

Meskipun begitu, hampir semua media sosial memungkinkan para penggunanya untuk dapat melakukan komunikasi antara satu dengan lainnya, dan terdapat pula beberapa media sosial yang memang dikhususkan sebagai media berkomunikasi seperti Line, Telegram, hingga WhatsApp. Dilansir dari laman World Population Review, Indonesia menempati urutan ketiga dari banyaknya negara yang menggunakan aplikasi WhatsApp.

WhatsApp adalah aplikasi media sosial yang dapat membuat para penggunanya berkomunikasi dengan cara berkirim pesan dan panggilan yang sederhana. Meski komunikasi interpersonal bisa dilakukan oleh siapa saja baik dulu maupun sekarang, namun dengan adanya WhatsApp sebagai media komunikasi baru, komunikasi interpersonal yang tadinya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan media ruang dan memungkinkan adanya hambatan di dalam prosesnya, kini dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus mengkhawatirkan jarak maupun waktu. Hal itu sangat bermanfaat bagi banyak orang yang memiliki keterbatasan untuk melakukan komunikasi interpersonal, contohnya seperti seseorang yang sedang berada jauh dari kerabat atau keluarga yang tentu memiliki keterlibatan komunikasi yang lebih sering.

WhatsApp sebagai bentuk media komunikasi saat ini sangat bermanfaat bagi orangorang seperti itu, hal ini menjadi keajaiban yang memungkinkan semua orang dapat terus terhubung bahkan melakukan komunikasi interpersonal secara verbal maupun non verbal. Selain itu WhatsApp dengan segala fiturnya telah mempermudah penyampaian pesan serta turut menunjang keberhasilan dari komunikasi yang dilakukan tersebut, karena seperti yang telah kita ketahui ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika berkomunikasi agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan benar. Beberapa fitur WhatsApp yang sangat berguna untuk melakukan komunikasi interpersonal itu antara lain:

1. Fitur Pesan
Fitur ini merupakan salah satu dari dua kegunaan utama WhatsApp. Fitur ini memungkinkan kita untuk bisa berkomunikasi secara cepat dengan mengirimkan pesan verbal yang dapat ditulis dan diperbaiki dengan fleksibel pada waktu yang bersamaan.

2. Fitur Telepon
Fitur ini merupakan fitur utama kedua WhatsApp yang memungkinkan terjadinya komunikasi secara verbal menggunakan suara seperti ketika kita berkomunikasi interpersonal biasanya, selain itu fitur telepon di WhatsApp juga dapat membuat penggunanya untuk melakukan komunikasi secara audio dan visual.

3. Fitur Stiker
Meskipun fitur ini tidak berperan secara langsung dalam proses berkomunikasi yang dilakukan, namun dengan adanya stiker kita dapat menggunakannya sebagai pesan non verbal untuk mendukung penyampaian pesan verbal yang sedang kita lakukan.
Ketiga fitur tersebut membuktikan bahwa kemajuan teknologi memberikan dampak yang sangat penting dalam perkembangan di dunia komunikasi, dengan pemanfaatan ilmu teknologi yang tepat, WhatsApp menjadi bukti nyata adanya dampak positif dari pemanfaatan teknologi tersebut yang membuat proses komunikasi seperti komunikasi interpersonal dapat dilakukan dengan lebih mudah. Meskipun begitu Banyaknya fitur WhatsApp yang menunjang komunikasi interpersonal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan dari komunikasi yang dilakukan di media sosial. Beberapa tantangan dapat terjadi, seperti:

1. Berbedanya Penafsiran Pesan
Akibat berkomunikasi jarak jauh dan penggunaan fitur pesan WhatsApp, informasi terhadap pesan yang disampaikan dapat berbeda penafsiran, hal ini bisa disebabkan oleh kemungkinan kesalahan penulisan dan perbedaan intonasi bacaan.

2. Koneksi Internet
Media sosial membutuhkan koneksi internet untuk diaktifkan, jika koneksi internet tidak memadai atau bahkan terputus maka komunikasi yang dilakukan pun dapat terhambat.

3. Keterbatasan dalam Ekspresi Non-Verbal
Meskipun WhatsApp telah menyediakan berbagai fitur yang membantu dalam proses komunikasi yang maksimal, namun adanya keterbatasan dalam penggunaan bahasa non-verbal seperti bahasa tubuh atau ekspresi wajah juga menjadi salah satu tantangan.
Dari manfaat hingga tantangan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwasanya perkembangan teknologi khususnya media sosial dapat memudahkan proses komunikasi, bahkan hingga memudahkan proses komunikasi yang biasanya dilakukan secara tatap muka atau yang biasa kita kenal dengan komunikasi interpersonal.

Tetapi, perlu diingat lagi bahwa komunikasi interpersonal yang dapat dilakukan dengan lebih mudah ketika adanya media sosial seperti WhatsApp pun, tetap memiliki kekurangan di dalamnya. Hal itu menunjukkan pula bahwa, meskipun kini komunikasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, namun komunikasi secara langsung harus tetap dilakukan, karena bagaimanapun belum ada yang dapat menggantikan fungsi aspek komunikasi non-verbal seperti gerak tubuh, ekspresi wajah, hingga isyarat dalam keberhasilan penyampaian pesan pada saat proses berkomunikasi.***

Zalfa Alya Rifa dari Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University.

Bedah Strategi Personal Branding Jerome Polin di Media Sosial hingga Berhasil Berkolaborasi dengan Penyanyi asal Korea

0

Penulis: Zalfa Alya Rifa

YouTuber Jerome Polin beberapa waktu lalu membuat sebuah konten bersama Chanyeol, personel boyband asal Korea Selatan, EXO. (Detik.com, 14/1/2025).

Video unggahan tersebut menuai banyak perhatian, selain karena bintang tamu yang diundang, penonton juga memerhatikan bagaimana interaksi antar keduanya.

Video YouTube yang berdurasi selama kurang lebih 30 menit itu mendapat banyak komentar positif yang memuji chemistry Jerome dan Chanyeol dalam berkomunikasi dan berinteraksi, serta bagaimana Jerome dapat mengemas video tersebut dengan baik.

YouTuber yang kerap terkenal dengan kecerdasannya dalam matematika ini selalu menyuguhkan konten video yang menarik dari awal kemunculannya, hingga tidak mustahil untuknya dapat berkolaborasi dengan banyak artis dan influencer bahkan penyanyi luar negeri seperti Chanyeol sekalipun.

Hasil dari kegigihan Jerome dalam membuat kontennya selama ini dapat terlihat dengan jelas, namun perjalanan untuk berada di titik tersebut juga pasti memerlukan waktu, konsistensi, dan strategi.

Kebanyakan dari kita mungkin tidak menyadari, tetapi ada satu strategi yang terus dilakukan Jerome hingga dapat berhasil seperti saat ini. Strategi tersebut adalah strategi membangun personal branding di media sosial.

Pada era digital saat ini kesan utama atau citra yang kita tunjukkan memegang peran penting terhadap opini atau pendapat publik.

Bagaimana kita tampil, seperti apa kepribadian yang kita miliki, bahkan hal-hal apa yang kita lakukan bisa begitu penting di mata orang lain.

Akibat adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat, informasi mengenai hal tadi pun dapat dilihat dan disebarluaskan dengan begitu cepat pada waktu yang bersamaan. Media sosial menjadi sarana atau wadah di mana kita dapat membangun citra diri atau personal branding tersebut sesuai dengan yang kita inginkan.

Menurut (Lair, Sullivan & Cheney, 2005:35), Personal branding merupakan sebuah rangkaian pembentukan persepsi masyarakat pada diri seseorang yang dilihat sebagai merek atau brand oleh target market.

Dengan kata lain, proses membentuk sudut pandang masyarakat akan diri seseorang yang meliputi kepribadiannya, kemampuan, dan aspek lainnya yang menciptakan persepsi positif di benak masyarakat serta dapat digunakan sebagai alat pemasaran (McNally & Speak, 2002). Maka dari itu personal branding bukan hanya dibuat semata untuk membangun citra positif, namun juga dapat menjadi kunci keberhasilan khususnya pada zaman yang semakin maju ini, seperti yang telah dilakukan oleh Jerome Polin.

Hal yang membuat Jerome Polin, berhasil dalam karirnya adalah dengan menggunakan strategi branding secara 4 tahap. Strategi pertama yang perlu diperhatikan sebelum membangun personal branding yang kuat adalah dengan memahami jangkauan khalayak seperti apa yang akan ditargetkan.

Pada awal kemunculannya Jerome selalu memfokuskan atau menargetkan audiens kepada generasi muda, sehingga ia dapat bergerak dengan fleksibel dan menyesuaikan konten yang diproduksi dengan audiens tersebut sampai saat ini.

Dengan mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh audiens, menyusun strategi yang tepat untuk menarik perhatian dan membangun hubungan yang kuat dengan mereka dapat dilakukan dengan mudah.

Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana cara untuk menampilkan sesuatu yang sesuai dengan khalayak atau audiens tersebut.

Strategi Jerome dengan membuat konten yang selaras terhadap preferensi atau ketertarikan, hingga gaya hidup yang dimiliki oleh audiens dapat menjadi acuan, karena hal itu memudahkan Jerome dalam menetapkan dan membangun personal branding yang menjadi ciri khas dirinya, serta membuat audiens dapat selalu merasa terhubung dengan citra yang ditunjukkannya di media sosial.

Setelah menampilkan citra yang sesuai dengan menghasilkan konten yang relevan dan berkualitas, maka branding yang dilakukannya bisa selalu berbuah maksimal dan efektif.

Meskipun telah mengetahui siapa target audiens hingga seperti apa citra yang ingin ditunjukkannya, kedua hal tersebut bukanlah apa-apa tanpa konsistensi. Dari awal karirnya, Jerome selalu mengoptimalkan pembuatan konten menarik secara konsisten dan bervariasi.

Ketika konten mulai diunggah secara terus-menerus pada jangka waktu yang telah ditentukan, algoritma media sosial akan berjalan dan kerap memunculkan konten terkait.

Saat hal itu terjadi, personal branding yang dilakukan oleh Jerome akan tertanam dalam ingatan para audiens setiap munculnya konten tersebut.

Lalu, langkah terakhir yang dilakukannya untuk memaksimalkan strategi personal branding yang telah ia lakukan adalah dengan berinteraksi bersama para audiens nya.
Maka, hubungan yang terjalin di media sosial antar audiens dan citra yang dibangun oleh Jerome Polin akan terjaga dengan baik dan persepsi publik terhadapnya akan selalu sesuai dengan citra yang ditunjukkannya.

Penggunaan strategi dalam personal branding Jerome memiliki hasil yang signifikan. Ketika branding yang dilakukan telah menimbulkan persepsi yang positif dari khalayak, maka bukan hanya melanjutkan karir, Jerome bahkan dapat mencapai kesuksesan yang lebih besar.

Citra positif yang telah dibangun dan selalu dipertahankan dengan baik di hadapan publik, membuat adanya kepercayaan dari orang-orang yang akan bekerjasama dengannya.

Berkolaborasi bersama Chanyeol selaku penyanyi boyband terkenal asal Korea menjadi salah satu contoh nyata dari keberhasilan Jerome dalam melakukan strategi personal branding di media sosial.

Meski konten video kolaborasi tersebut telah dinilai sukses, namun itu bahkan mungkin bukan puncak akhir dari karir serta konsistensinya.

Bisa saja dengan terus melanjutkan strategi branding tersebut, kolaborasi bersama Chanyeol menjadi titik awal di mana ia dapat mencapai keberhasilan yang lebih tinggi lagi.***

Wisata Fina Farm Sukabumi seperti New Zealand di Atas Awan

0

Bogordaily.net – Tepat dua hari setelah aku berulang tahun, keluargaku yang sedang datang berkunjung ke Fina Farm di Sukabumi, merencanakan liburan singkat satu hari. Hari itu bertepatan dengan penugasan yang sedang aku lakukan untuk meliput sebuah destinasi wisata.

Aku pun mendiskusikannya dengan keluarg, setelah itu kami sepakat untuk pergi berlibur sekalian menemaniku mengerjakan penugasan tersebut. Kami pergi ke salah satu destinasi wisata yang menyuguhkan pemandangan layaknya New Zealand.

Siang hari langit terlihat mendung saat kami bersiap-siap untuk memulai perjalanan ke sana. Mama dan aku mengemas beberapa camilan untuk menemani kami selama di perjalanan, setelah itu pukul 12.30 akhirnya kami memulai keberangkatan menggunakan mobil pribadi.

Aku bukan hanya pergi dengan keluargaku, teman-teman yang memiliki keperluan yang sama dengan ku juga turut ikut. Mereka menggunakan kendaraan pribadi milik mereka untuk pergi ke sana.

Lokasi destinasi berjarak sekitar 20 kilometer dari kos yang aku tempati, Google maps yang menjadi acuan kami menunjukkan butuh waktu kurang lebih satu jam untuk tiba di sana.

Kami bukan merupakan warga yang tinggal di sini, oleh karena itu kami sangat menikmati pemandangan selama menempuh perjalanan tersebut, namun sangat disayangkan hujan turun di tengah-tengah perjalanan. Jalanan yang menukik dan terlihat licin membuat kami harus extra hati-hati.

“Halo, kamu masih di jalan, atau lagi neduh?”

Aku memutuskan untuk menghubungi salah satu temanku yang mengikuti perjalanan ini karena hujan tak kunjung berhenti. Perbedaan kendaraan membuat kami jadi tidak mengetahui lokasi masing-masing.

????????

Aku mendapat jawaban bahwa mereka akan terus melakukan perjalanan ketika hujan sedikit reda, kami pun bersepakat untuk tetap melanjutkan keberangkatan ini secara perlahan. Hal itu dikarenakan jalur menuju lokasi yang tergolong ekstrem di tambah dengan turunnya hujan yang cukup besar. Mama terlihat khawatir dengan teman-temanku sehingga memutuskan untuk bertanya.

“Temen kakak engga apa-apa?”
“Engga apa-apa mereka bilang mau tetap lanjut ke sana,” jawab ku meyakinkan mama.
“Jadinya tetap ke Fina Farm kan, kak?” tanya mama memastikan.
“Iya mama, Fina Farm Breeding & Rearing itu.”

Fina Farm Breeding & Rearing merupakan sebuah destinasi wisata yang terletak di Jl. Baru Pasir Salam, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berbeda dengan destinasi wisata yang berada di atas pegunungan lainnya, Fina Farm menyuguhkan pemandangan hamparan rumput luas yang dapat memanjakan mata seluruh pengunjung dari hiruk-pikuk yang biasanya ditemukan di perkotaan.

Butuh waktu sekitar satu jam lebih hingga kami sampai ke tempat tujuan. Waktu agak melesat dari perkiraan akibat hujan yang terjadi. Selama perjalanan, meskipun terdapat cukup banyak kabut, namun kami tetap bisa menikmati pemandangan yang terlihat asri.

Aku dan keluargaku pum memutuskan untuk menaiki bukit lebih tinggi dan masuk ke dalam destinasi wisata Fina Farm seutuhnya. Sepakat untuk menunggu teman-temanku, kami memesan hidangan di kedai yang tersedia.

Fina Farm
Aku dan keluargaku disambut oleh pepohonan rindang dan pemandangan yang menakjubkan ketika tiba di sana. Kami membayar masing-masing Rp. 5000 untuk masuk ke dalam tempat destinasi.

????????

Mama memesan beberapa hidangan berupa roti bakar, wedang jahe, dan kopi. Merasa senang, aku memutuskan untuk mengeksplorasi sekitar. Hujan sudah reda, namun kabut masih sedikit terlihat dan jalanan terasa lembab. Aku kemudian mengambil beberapa foto bukit serta hamparan awan.

Hidangan pun tiba, aku lekas memakan roti sambil menemani adikku yang sedang bermain ayunan di area permainan anak. Waktu berlalu dan tidak lama kemudian teman-temanku sampai.

Aku memutuskan untuk mengajak mereka menikmati sejenak pemandangan dari tempatku memotret tadi, sambil mendiskusikan konsep video penugasan liputan destinasi wisata kami. Kami berkeliling lebih jauh dari kedai-kedai yang berada di permukaan bukit tadi setelah berdiskusi mengenai konsep.

Keindahan dan Keunikan
Kandang burung dan kelinci menjadi fokus utama saat kami mulai naik lebih tinggi dari permukaan bukit.

Fina Farm benar-benar menyuguhkan pemandangan yang memanjakan mata dengan banyaknya pepohonan serta susunan yang dibuat semakin menarik setiap kami pergi ke atas.
Bukan hanya kandang burung dan kelinci, kami juga melewati jalur pacuan kuda dan melihat lapangan rerumputan yang sangat luas dengan Amador Coffee & Grill Bar di tengahya.

Pemandangan semakin memukau setiap kami menaiki bukit. Amador Coffee yang dirancang mirip seperti struktur rumah cowboy terlihat sangat cocok dengan tenda kuning kecil serta tempat duduk kayu di sekitarnya.

Bagian dalam didesain dengan interior bernuansa vintage dan dilengkapi beberapa lukisan kertas, medali, serta piagam yang membuat tempat ini semakin totalitas.
Perpaduan antara pemandangan bak negara Switzerland serta tema cowboy yang diangkat membuat tempat ini menjadi iconic.

Tak lama setelah terbuai dengan pemandangan Fina Farm, aku membiarkan keluarga ku menikmati pemandangan di tempatku berada seraya membantu temanku untuk mewawancarai pengelolaan koordinator dari Fina Farm.

Kami berbincang cukup banyak mengenai fasilitas dan beberapa jasa yang tersedia di Fina Farm. Penugasan berjalan dengan lancar, setelah itu aku menghampiri mama yang terlihat sedang bercengkrama dengan pengunjung lain.

Saat aku dan teman-temanku melakukan wawancara, nampaknya keluargaku mengamati kami sambil mengobrol dengan keluarga kecil yang sudah sering berlibur di sini.

Satu anggota dari keluarga itu berkata bahwa sunset seharusnya sudah mulai terlihat pada waktu yang menunjukkan pukul 15.00 ini, namun langit yang telah menurunkan hujan cukup lama itu menjadi salah satu penghalangnya.

Ada juga kegiatan unik seperti berkuda yang tidak bisa kami lakukan akibat cuaca hari ini. Sangat disayangkan karena hujan deras yang telah terjadi membuat kami terkendala untuk melakukan beberapa hal, meskipun begitu munculnya kabut akibat hujan memberi kesan lain untuk kami.

Kami merasa seperti sedang berada di negeri atas awan dengan pemandangan asri dan otentik, terlebih ketika kami berfoto di spot tertinggi iconic mereka.

Spot foto itu disebut iconic bukan tanpa alasan, dari spot itu kita dapat melihat seluruh pemandangan dan pegunungan yang berada di sekitar.

Tidak hentinya kami mengagumi hal yang kami lihat ketika berada di spot foto tersebut.

Gunung yang lebih tinggi dari tempat kami berada terlihat begitu jelas, banyaknya awan serta kabut menambah kesan fantasi dari tempat ini.

Selain berfoto di sana, kami dan juga keluarga ku memutuskan untuk mengambil beberapa foto dekorasi tenda serta api unggun di sekitar Amador Coffee & Grill Bar.
Dekorasi yang memadukan warna kuning, hijau, dan coklat membuat tempat ini terlihat hangat.

Puas mengeksplorasi sudut foto, menjelajahi setiap penjuru Fina Farm, dan menikmati berbagai jenis hidangan yang dijual, akhirnya kami memutuskan untuk melihat beberapa hewan yang berada di dekat jalur keluar.

Kelinci, bebek, dan kuda yang menyita perhatian kami, membuat aku kembali memotret sebelum berpisah dengan keluargaku.

Mereka memutuskan untuk kembali ke rumah sedangkan aku menuju kos bersama teman-teman setelah perjalanan yang menyenangkan hari ini.

Berbeda dengan waktu keberangkatan, perjalanan pulang kami lalui tanpa adanya hujan yang turun. Pemandangan dan pepohonan terlihat lebih jelas dibanding siang tadi meskipun waktu telah menunjukkan pukul 16.30.

Pegunungan di sekitar jalan terlihat sangat tinggi dan berbanding terbalik dengan saat kami di atas Fina Farm tadi. Liburan dan penugasan kali ini sangat berkesan untukku. Melihat dan merasakan pengalaman yang berharga di sini membuatku ingin mengunjungi lebih banyak lagi destinasi wisata di seluruh Indonesia.***

Zalfa Alya Rifa
Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University.

Peran Media Sosial dalam Membangun Brand Awareness: Strategi dan Tantangan

0

Bogordaily.net – Media sosial telah menjadi salah satu alat komunikasi yang paling berpengaruh dalam dunia bisnis saat ini. Brand awareness atau kesadaran merek adalah sejauh mana konsumen mengenal dan mengingat suatu merek dalam suatu kategori produk. Brand awareness sangat penting karena semakin tinggi tingkat pengenalan konsumen terhadap suatu merek, semakin besar peluang merek tersebut untuk dipilih dibandingkan dengan kompetitor.

Di era digital, media sosial telah mengubah cara bisnis membangun dan mempertahankan brand awareness. Berdasarkan laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari 215 juta orang, dengan mayoritas mengakses media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan Twitter. Artikel ini akan membahas bagaimana media sosial membantu meningkatkan brand awareness serta strategi dan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya.

Media sosial adalah platform berbasis internet yang memungkinkan pengguna untuk berbagi informasi, berkomunikasi, dan berinteraksi secara langsung. Dalam konteks bisnis, media sosial berperan penting dalam memperkenalkan dan memperkuat identitas merek. Dengan miliaran pengguna aktif, media sosial memungkinkan merek menjangkau lebih banyak orang dibandingkan dengan metode pemasaran tradisional.

Studi dari APJII menunjukkan bahwa 68,9% pengguna internet di Indonesia menggunakan media sosial sebagai sumber informasi utama sebelum melakukan pembelian produk. Selain itu, media sosial memungkinkan komunikasi dua arah antara brand dan konsumen. Keterlibatan konsumen dalam bentuk komentar, like, share, dan direct message dapat meningkatkan loyalitas serta memperkuat hubungan antara merek dan pelanggan.

Fitur interaktif seperti Instagram Stories, TikTok Reels, dan Facebook Live memungkinkan brand untuk menyajikan konten yang lebih dinamis dan menarik. Penelitian menunjukkan bahwa konten berbasis video memiliki daya tarik lebih tinggi dibandingkan dengan konten berbasis teks atau gambar statis.

Beberapa brand lokal telah sukses membangun brand awareness melalui media sosial. Contohnya, Kopi Kenangan menggunakan strategi storytelling dan promosi digital untuk menarik pelanggan, sementara Erigo memanfaatkan influencer dan iklan digital untuk memperluas jangkauan pasarnya.

Untuk memaksimalkan brand awareness di media sosial, bisnis harus menerapkan strategi yang tepat. Merek harus memiliki identitas visual yang konsisten di semua platform media sosial. Konsistensi dalam warna, logo, dan tone komunikasi akan membantu audiens mengenali dan mengingat brand dengan lebih mudah.

Selain itu, konten yang menarik dan relevan dapat meningkatkan engagement dan daya ingat merek. Beberapa jenis konten yang efektif dalam membangun brand awareness meliputi storytelling, video marketing, dan user-generated content (UGC).

Storytelling dapat meningkatkan keterlibatan emosional pelanggan terhadap merek, sementara video lebih menarik dibandingkan teks atau gambar statis.

Studi menunjukkan bahwa 80% pengguna lebih tertarik dengan video interaktif dibandingkan dengan iklan berbasis gambar. Melibatkan pelanggan dalam pembuatan konten juga dapat meningkatkan kepercayaan terhadap brand.

Influencer marketing dapat meningkatkan brand awareness karena audiens lebih percaya pada rekomendasi dari individu yang mereka ikuti dibandingkan dengan iklan tradisional.

Menggunakan iklan berbayar di media sosial memungkinkan merek untuk menargetkan audiens yang lebih spesifik. Studi dari APJII menunjukkan bahwa 65% konsumen lebih tertarik pada produk yang muncul dalam iklan digital dibandingkan dengan iklan konvensional.

Meskipun media sosial memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam membangun brand awareness. Dengan banyaknya brand yang beriklan di media sosial, sulit bagi bisnis baru untuk menonjol. Salah satu solusi adalah dengan menciptakan konten yang unik, kreatif, dan memiliki nilai tambah bagi audiens.

Algoritma media sosial sering berubah, yang dapat mempengaruhi jangkauan organik suatu merek. Bisnis harus terus memantau tren dan menggunakan kombinasi antara konten organik dan berbayar untuk tetap kompetitif.

Transparansi dan kejujuran dalam komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan. Brand yang aktif berinteraksi dengan pelanggan dan memberikan informasi yang jujur lebih mudah membangun loyalitas jangka panjang.

Media sosial telah menjadi alat yang sangat efektif dalam membangun brand awareness, memungkinkan bisnis untuk menjangkau audiens yang lebih luas, meningkatkan engagement, dan menciptakan loyalitas pelanggan.

Dengan strategi yang tepat, seperti konsistensi identitas brand, pembuatan konten berkualitas, kolaborasi dengan influencer, dan pemanfaatan iklan berbayar, brand dapat memperkuat posisinya di dunia digital.

Namun, tantangan seperti persaingan yang ketat, perubahan algoritma, dan membangun kepercayaan audiens perlu diatasi agar strategi yang diterapkan memberikan hasil yang maksimal.***

Kenzie Muhammad Azri

Wisata Inspirasi Museum Mini Sisa Hartaku Yogyakarta, Wajib Masuk Daftar Liburan Kamu

0

Bogordaily.net – Ramadan kembali menyapa, membawa memori berbuka dan sahur yang telah membekas nyata sedari lama. Selain menu sajian dan takjil yang menggoda, tidak heran bahwa bulan ini mendorong kita untuk merencanakan hal-hal menarik ketika puncak Hari Lebaran tiba. Tahun lalu, Saya dan keluarga juga memikirkan hal yang sama. Kami mempersiapkan Hari lebaran di kampung halaman ibu di Klaten, Jawa Tengah. Kurang lebih tidak jauh dari Kota Yogyakarta. Tidak hanya ingin bersua dengan para saudara, kami juga ingin memberi libur lebaran yang berbeda tahun ini. Terbersit sebuah ide untuk berwisata bersama, menjelajahi kawasan Merapi, Yogyakarta. Saat itu, menyewa mobil Jeep menjadi pilihan kami. Penyewaan menawarkan rencana singgah di beberapa destinasi berbeda, salah satunya di tempat wisata Museum Mini Sisa Hartaku.

Perjalanan kami meninggalkan kenangan tak terlupakan hingga Ramadan tahun ini. Barangkali sedang merencanakan wisata yang inspiratif dan edukatif di masa Hari Raya Idul Fitri nanti, tulisan ini dapat memperkuat pertimbangan Anda.

Meluncur ke Yogyakarta
Dua hari sebelum takbir bertabuh menjelang Hari Raya Idul Fitri, kami mengemas barang bawaan. Koper kami penuh dengan salinan baju dan oleh-oleh untuk sanak saudara di Yogyakarta nanti.

Kereta kami akan berangkat dari Stasiun Senen ke Stasiun Klaten pukul sepuluh malam. Jadi kami sekeluarga berusaha berkemas sebelum azan Maghrib berkumandang. Sesampainya kami di stasiun, kereta melaju dengan cepat.

Terdengar pengumuman dari masinis bahwa kami telah tiba di Stasiun Klaten keesokan paginya. Sambutan hangat menyapa kami saat tiba di rumah masa kecil Ibu saya. Kami membereskan barang bawaan di kamar tamu lalu menghabiskan tiga hari pertama Lebaran di rumah bersama keluarga besar.

Tibalah hari berwisata. Seluruh keluarga berkumpul di rumah utama, menunggu kendaraan siap membawa kami ke tujuan. Pertama-tama, kami perlu ke tempat penyewaan mobil Jeep di kawasan Merapi, Yogyakarta.

Jarak dari Klaten ke Yogyakarta ditempuh selama kurang lebih 60 menit menggunakan mobil. Sesampainya di sana, supir berpengalaman membimbing kami menuju mobil yang telah disewa.

Kami memesan tiga unit mobil Jeep dengan berbagai destinasi untuk dijajaki, salah satunya Museum Mini Sisa Hartaku. Saya berpegangan pada pintu mobil yang kokoh, menaiki bangku belakang salah satu Jeep dengan hati-hati. Disusul oleh dua sepupu dan kakak perempuan saya.

“Mas, ini bisa ngeguling, ngga?” tanya kakak perempuan saya khawatir.

Ini pertama kalinya kami semua mencoba adrenalin baru seperti ini.

“Ya ngeguling sih ngga, Mba. Paling walik aja.” sahut supir Jeep kami, dengan aksen bahasa Jawanya yang kental.

Gelak tawa terlontar dari mulut kami, terhibur dengan candanya sambil berseru siap berangkat.

Perjalanan kami mengundang angin baru, ditemani dengan suara mesin mobil yang menderu.

Beberapa kali jalanan goyah dengan bebatuan dan tanjakkan yang sedikit curam, mengundang sedikit benturan di sana sini namun kami menyambutnya dengan canda tawa asik. Beberapa jalanan berkelok mengitari pemukiman warga yang luas.

Di sisi kanan, atap-atap rumah menaungi aktivitas warga setempat. Sementara di sisi kanan pepohonan rimbun dengan suasana hijau yang memanjangkan mata.

Sekitar dua puluh menit kami berkendara, jalanan kemudian hanya dipenuhi oleh hutan penuh pohon dan tanaman liar. Dari kendaraan, nampak tembok tak beraturan dan rumah terbengkalai mengundang perhatian kami.

Sekilas terlihat seperti latar mengerikan dari salah satu film horror populer. Namun, tak ayal pemandangan itu mengundang banyak tanda tanya. “Rumah siapa itu?” gumam saya dalam hati.

Hingga beberapa saat kemudian, supir memijak pedal rem di tempat parkir yang luas beralaskan pasir pekat.

Sepertinya hujan sempat turun kemarin malam di sini, roda mobil memercikan genangan air dengan deru kerasnya. Setelah keluarga kami berkumpul kembali, para supir Jeep membimbing kami menuju destinasi wisata ini.

Dari luar, sekilas seperti rumah setengah jadi yang ramai pengunjung. Kami pun mendongakkan kepala, membaca palang besar bertuliskan nama tempat wisata ini. Museum Mini Sisa Hartaku.

Jeep Berlabuh di Museum Mini Sisa Hartaku
Sesaat setelah kaki melangkah masuk ke area depan museum, kami disambut dengan kerangka kendaraan bermotor yang nampak rapuh dan usang.

Di sisi lain, kerangka tulang belulang hewan yang terlihat seperti kerbau juga seolah menatap kami dengan kosong. Supir Jeep, yang juga merangkap sebagai pemandu wisata kami pun membuka suara. Inilah Museum Mini Sisa Hartaku.

Bernama lain The House of Memory, museum ini terletak di Jalan Petung Merapi, Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tempat ini menyimpan barang-barang sisa kepemilikan korban erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu.

Buka dari pukul 08.00 – 16.00 WIB. Pengelola museum tidak menetapkan tarif tertentu bagi pengunjung yang ingin bertamu ke sana. Hanya saja, terdapat insentif seikhlasnya yang bisa Anda berikan untuk membantu perawatan museum jika Anda berkenan berkunjung ke sini.

Rumah yang saat ini menjadi museum dulunya dilewati oleh aliran wedhus gembel saat Merapi mengamuk dan memuntahkan lahar ganasnya. Terlihat dari dinding yang setengah berdiri dengan sisa-sisa pembakaran yang masih jelas terlihat di tiap celah rapuhnya.

Mendengar tragedi mengerikan tersebut, saya jadi teringat akan rumah ‘angker’ dan puing-puing tak beraturan yang kami melewati selama perjalanan tadi.

“Jadi ini semua adalah rekam jejak korban erupsi Merapi,” saya berkata dalam hati.

Kerangka kendaraan dan tulang belulang kerbau yang kami temui di area depan adalah sisa-sisa kepemilikan warga sekitar yang terpaksa hangus oleh lahar Gunung Merapi. Motor tua itu dahulu digunakan untuk mobilisasi warga.

Sementara kerbau-kerbau itu dahulu bekerja keras membajak sawah di sekitar sana. Malangnya, hewan tak berdosa itu ditemukan terbujur kaku dengan keempat kaki menghadap langit saat proses evakuasi pasca bencana dilakukan.

Memasuki ruangan utama museum, kami disambut dengan bingkai berisi dokumentasi memilukan dari proses evakuasi korban erupsi Gunung Merapi 2010. Terlihat juga potret Gunung Merapi dengan angkuh mengenduskan wedhus gembel ke atas langit.

Di tembok-tembok rapuh itu, juga tergantung cuplikan tulisan para jurnalis dan fotografer yang mengabadikan momen memilukan itu. Salah satu fotografi menampilkan asap yang membumbung tinggi dari Merapi di bawah langit biru, berjudul Kisah Panjang Sang Candrageni.

Tidak hanya itu, tertangkap pula momen menyayat hati ketika para petugas siaga bencana berusaha sekuat tenaga mengevakuasi korban. Terdapat sebuah foto yang menangkap momen penyelamatan seorang nenek dari timbunan puing-puing rumahnya.

Wajahnya pucat pasi tertutup abu, dengan rambutnya yang telah kering dan rapuh.
Berjalan lebih dalam ke ruangan utama, lantai mulai dipenuhi dengan pasir pekat.

Di ujung ruangan, sisa abu vulkanik tertimbun bersama batuan kecil, memberi bukti sisa amukan Gunung Merapi yang masih terasa pedih hingga saat ini.

Seisi ruangan dipenuhi oleh meja-meja besi dan kayu serta sisa pilar bangunan yang masih berdiri kokoh dengan sisa tenaganya. Cangkir, piring, sendok, garpu, dan alat masakan tersimpan diam di atasnya.

Alat-alat elektronik hingga sekumpulan uang koin setengah terbakar turut bergabung menjadi saksi amarah Gunung Merapi 15 tahun lalu.

Pada salah satu sisi dinding, kita dapat melihat bukti ketika waktu terhenti sesaat setelah lahar panas menghampiri. Sebuah jam dinding berbentuk kotak dengan angka romawi mengitari tepiannya bertengger layu dengan kenampakan yang hampir terbakar sempurna.

Disebutkan bahwa tepat pada pukul 12.05 WIB di tanggal 5 November 2010. Erupsi Gunung Merapi mencapai puncaknya pada saat itu. Waktu terhenti seakan menetapkan penanda bahwa saat itulah Merapi berusaha terlahir kembali.

Berdasarkan Data Pusdalops Badan Nasional, letusan Gunung Merapi telah mengakibatkan 277 korban jiwa dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan 109 korban jiwa dari daerah Jawa Tengah.

Tidak dapat dibayangkan murka Merapi mencapai wilayah-wilayah lain di luar Yogyakarta. Beberapa daerah di pinggiran Jawa Tengah seperti Magelang, Boyolali, dan Klaten turut merasakan akibatnya.

Setidaknya selama satu jam atau lebih kami menyambangi memori kelam tak terlupakan para korban erupsi Gunung Merapi di dalam museum. Rumah sederhana yang kini runtuh sebagian itu menaungi barang-barang kecil sisa kepemilikan tuannya yang malang.

Keluar dari area utama, kami beralih kembali ke pintu utama tempat kami tadi masuk. Potret-potret memilukan bercampur emosi masih membekas dalam benak kami.

Sebagai keluarga yang sempat menyaksikan keganasan Gunung Merapi pada tahun 2010, bukan hal baru bagi kami untuk mendengar cerita haru penyelamatan korban bencana tersebut.

Namun, memori-memori kecil ini seolah mencolek kembali hati kami yang telah lama damai. Sejenak teringat bagaimana mengerikannya melihat dedaunan tertutup abu tipis.

Udara sejuk menyapu kulit kami setelah menjelajahi kenangan-kenangan kecil di dalam museum. Birunya langit sedikit memudar, dengan awan-awan tebal mulai merayapi tepi langit.

Kami kembali ke mobil Jeep masing-masing, bau mesin menyerbak dari kursi belakang menandakan mobil siap berkelana kembali. Perjalanan menuju destinasi selanjutnya terasa lebih lama.

Waktu terasa berhenti sejenak sejak kami melangkah ke pintu masuk museum. Pikiran terus jatuh pada simpati dan iba yang menyelimuti korban letusan Gunung Merapi 2010 silam.

Sisa-sisa kegiatan rumah tangga yang duduk diam di Museum Mini Sisa Hartaku seolah menjadi satu-satunya saksi bisu paling berisik, membawa bukti kehidupan paling realistis dari siapapun pemiliknya.

Terpintas dalam kepala tentang arti ‘merasakan penderitaan orang lain’ yang sesungguhnya. Hal-hal sederhana seperti ini justru membuat kita lebih terhubung dengan mereka yang menghadapi kemalangan, seolah hal yang sama mungkin juga akan terjadi pada hal-hal yang kita punya. Baik itu harta benda, maupun jiwa raga.

Bencana alam memang bukan hal yang bisa kita kendalikan, tiada satupun yang mengharapkan kehadirannya. Namun, Museum Mini Sisa Hartaku mengingatkan kita bahwa sesederhana apapun kehidupan yang kita jalani, itulah kehidupan terbaik yang pernah kita miliki.

Hampir setahun telah berlalu sejak kami berkunjung ke Museum Mini Sisa Hartaku. Saat ini, Ramadan telah menyapa kita kembali. Platform penjual tiket transportasi telah kebanjiran pelanggan bahkan di awal Ramadan ini.

Sebelum rencana libur Lebaran pupus, tidak ada salahnya menyelipkan destinasi ini ke dalam daftar wisata Anda. Jalur yang ditempuh sebanding dengan rasa penasaran yang memuncak, dijamin Anda tidak akan kecewa.

Halwa Khairani
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media IPB University