Home Blog Page 1157

Klasemen Sementara Liga Korupsi Indonesia Viral, PT Timah Urutan Pertama

0

Bogordaily.net – Klasemen Sementara Liga Korupsi Indonesia kembali menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Seperti yang diketahui, kasus korupsi di Indonesia seakan tak pernah berhenti, terus bermunculan dari tahun ke tahun.

Bahkan, perusahaan-perusahaan besar, termasuk BUMN, tak luput dari jeratan skandal ini.

Karena kasus-kasus korupsi yang terus terungkap, banyak pihak menyebut bahwa seolah ada klasemen Liga Korupsi Indonesia, di mana daftar tersebut memperlihatkan peringkat kasus korupsi berdasarkan nilai kerugian negara.

Baru-baru ini, Kejaksaan Agung mengungkap perkembangan terbaru kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah di Pertamina.

Melalui penyidikan Jampidsus, ditemukan skandal besar terkait produk kilang pada PT Pertamina beserta sub-holding dan kontraktor kontrak kerja sama periode 2018-2023.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan tujuh orang tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut.

Kasus-kasus besar seperti ini semakin memperkuat istilah Klasemen Liga Korupsi Indonesia, yang kini menjadi acuan netizen dalam melihat seberapa besar kerugian negara akibat tindak korupsi.

Klasemen Sementara Liga Korupsi Indonesia

Fenomena korupsi di Indonesia kini semakin ironis, di mana publik bahkan membuat klasemen khusus untuk menyoroti kasus-kasus yang telah merugikan negara.

Melansir dari akun Instagram @sobatsejarah, terdapat daftar 10 kasus korupsi besar yang menyebabkan kerugian negara dalam jumlah fantastis. Berikut klasemen dalam Liga Korupsi Indonesia:

Korupsi PT Timah (Rp300 Triliun)
Kasus ini masih berada di puncak Klasemen Liga Korupsi Indonesia, dengan angka kerugian yang mencengangkan, mencapai Rp300 triliun.***

Awal Puasa Ramadhan NU 2025, Pemerintah dan Muhammadiyah

0

Bogordaily.net – Awal puasa Ramadhan NU 2025 menjadi topik yang banyak dipertanyakan oleh umat Islam menjelang akhir bulan Syaban ini.

Penetapan tanggal 1 Ramadhan sering kali berbeda di antara pemerintah, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan jemaah An-Nadzir.

Perbedaan ini disebabkan oleh metode penanggalan yang beragam antara sistem Masehi dan Hijriah.

Di Indonesia, pemerintah menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat, yang biasanya dilakukan menjelang akhir Syaban.

NU, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, juga menetapkan awal Ramadhan berdasarkan metode rukyatul hilal dan hisab.

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, dan An-Nadzir memiliki cara unik dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Lantas, kapan awal puasa Ramadhan NU 2025 dan bagaimana perbedaannya dengan versi pemerintah, Muhammadiyah, dan An-Nadzir? Simak jadwal dan penjelasannya berikut ini.

Jadwal Awal Puasa Ramadhan 2025

1. Jadwal Awal Puasa Ramadhan Versi Pemerintah

Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi tanggal awal puasa Ramadhan NU 2025.

Kementerian Agama RI akan menetapkannya dalam sidang isbat yang dijadwalkan pada Jumat, 28 Februari 2025.

Sidang ini akan menggunakan metode rukyatul hilal dan hisab untuk memastikan awal bulan Ramadhan 1446 H.

Berdasarkan Kalender Hijriah 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, awal puasa Ramadhan NU 2025 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

2. Jadwal Awal Puasa Ramadhan Versi NU

NU menentukan awal puasa Ramadhan melalui Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU).

Biasanya, NU mengikuti hasil sidang isbat pemerintah, karena menggunakan metode yang sama, yaitu rukyatul hilal dan hisab.

Oleh karena itu, kemungkinan besar awal puasa Ramadhan NU 2025 akan sama dengan hasil sidang isbat yang diumumkan oleh Kementerian Agama RI.

3. Jadwal Awal Puasa Ramadhan Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1446 H.

4. Jadwal Awal Puasa Ramadhan Jemaah An-Nadzir

Jemaah An-Nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan, menggunakan metode pemantauan bulan purnama dengan kain hitam tipis.

Berdasarkan perhitungan mereka, awal puasa Ramadhan NU 2025 versi An-Nadzir jatuh pada Jumat, 28 Februari 2025.

Mereka menetapkan bahwa pergantian bulan Syaban ke Ramadhan terjadi pada Jumat pagi, meskipun hilal tidak terlihat dengan mata telanjang.

Demi kehati-hatian, mereka mulai berpuasa pada 28 Februari, tetapi puasa Ramadhan secara penuh dimulai pada 1 Maret 2025.

Dengan demikian, meskipun terdapat perbedaan metode, mayoritas umat Islam di Indonesia diperkirakan akan memulai awal puasa Ramadhan NU 2025 pada Sabtu, 1 Maret 2025.***

Pemkab Bogor Ajak ASN dan Dunia Usaha Berhenti Boros Pangan melalui Pengelolaan Sisa Pangan Berlebih

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dunia usaha untuk menghentikan pemborosan pangan atau food waste.

Kampanye ini dilakukan melalui kegiatan Rakor Gerakan Selamatkan Pangan dengan tema “Membangun Ketahanan Pangan Berkelanjutan melalui Pengelolaan Sisa Pangan Berlebih di Sektor Swasta”, yang berlangsung di Cibinong, pada Selasa (25/5/25).

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Bambam Setiaji mengungkapkan, bahwa sekitar sepertiga dari makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia hilang atau terbuang selama proses panen dan konsumsi.

Fenomena ini, yang dikenal dengan istilah food loss and waste (FLW), telah menjadi isu global dan lokal, termasuk di Kabupaten Bogor.

Bambam menjelaskan bahwa tren food waste yang semakin meningkat berdampak negatif terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial. Dia juga menambahkan, tingginya tingkat food waste yang dihasilkan sangat kontras dengan banyaknya penduduk yang masih mengalami kerawanan pangan.

“Food waste ini tidak hanya merugikan dari sisi ekonomi, tapi juga memperburuk ketahanan pangan masyarakat, terutama mereka yang rentan terhadap masalah pangan,” ujarnya.

Lanjut Bambam menyampaikan bahwa, Rapat Koordinasi Gerakan Selamatkan Pangan di Sektor Swasta, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapabilitas sektor swasta dalam penanganan food waste.
Rapat ini diharapkan dapat mencegah peningkatan food waste dan memperkuat kolaborasi untuk menciptakan sistem pangan berkelanjutan di Kabupaten Bogor.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka kesadaran dan mendorong sektor swasta untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola sisa pangan. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kerjasama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tambah Bambam Setiaji.

Berdasarkan informasi, rata-rata jumlah food waste per orang di Kabupaten Bogor mencapai 77 kg per tahun, dengan estimasi kerugian ekonomi sebesar Rp2,2 triliun, setara dengan 0,8% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bogor.

Nita menambahkan, dari 2000 hingga 2019, timbulan emisi food loss and waste diperkirakan mencapai 1.702,9 juta ton CO2 ekuivalen, yang berkontribusi sekitar 7,29% terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Indonesia.

Sementara itu, Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis memaparkan, pada aspek ketahanan pangan, sekitar 29 kg makanan yang masih layak konsumsi per kapita per tahun terbuang sia-sia.

“Ini bisa menghilangkan kesempatan seseorang untuk memenuhi kecukupan energi dan 21 zat gizi selama 7 hari,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan data dari United Nations Environment Programme, secara global, setiap orang menghasilkan rata-rata 74 kg food waste dalam setahun, dengan 26% berasal dari institusi jasa makanan dan 13% dari sektor retail.

Berdasarkan data Bappenas, salah satu penyebab utama food waste di sektor Hotel, Restoran, dan Katering (Horeka) adalah kurangnya edukasi bagi pekerja pangan dan konsumen mengenai pentingnya penanganan masalah ini.

“Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangun gerakan bersama dalam mengurangi pemborosan pangan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sisa pangan yang lebih efisien dan berdampak positif bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan,” imbuhnya.***

Seskemenkop Ingatkan Lima Pesan Penting Bung Hatta dalam Pengembangan Koperasi di Indonesia

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mendorong koperasi di seluruh Indonesia untuk kembali menghayati dan mengamalkan lima pesan penting dari Bapak Pendiri Koperasi Moh Hatta. Hal tersebut penting diimplementasikan di dalam pengelolaan koperasi di Indonesia agar koperasi dapat tumbuh berkembang sebagaimana harapan Moh Hatta.

Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop), Ahmad Zabadi menjelaskan bahwa lima point penting yang disampaikan Bung Hatta yaitu pertama, koperasi harus didirikan dan dikelola dengan berlandaskan pada asas kepercayaan dan kejujuran.

Menurutnya kejujuran menjadi salah satu faktor terpenting agar koperasi bisa tumbuh besar sebagaimana yang terjadi pada koperasi BMT NU Ngasem Group.

“Ada koperasi yang mengalami masalah karena adanya praktik-praktik yang tidak jujur baik dari manajemen, pengurus pengawas atau manajemennya. Sehingga kejujuran harus dibentuk dalam sebuah sistem yang transparan dan akuntabel,” kata Ahmad Zabadi dalam sambutannya pada acara Grand Opening dan Launching Gedung Holding Koperasi/ Gedung Pusat Penggerak Ekonomi BMT NU Ngasem Group di Jawa Timur, Rabu (26/02).

Kedua, Bung Hatta berpesan agar pengelola, pengurus hingga pengawas koperasi harus lebih jeli dan rajin dalam belajar mengadopsi praktik-praktik baik yang dilakukan oleh koperasi-koperasi lainnya. Dengan memperbanyak belajar dari contoh sukses koperasi di berbagai wilayah di Indonesia akan pelecut bagi pengurus atau pengelola untuk menigkatkan kapasitas dan layanannya.

Ketiga, Ahmad Zabadi menambahkan bahwa Bung Hatta berpesan agar pengelola, pengurus hingga karyawan berdedikasi yang kuat serta dilandasi keberanian untuk menaklukkan ketakutan.

“Bung Hatta mengatakan keberanian menaklukan ketakutan diri sendiri menjadi hal yang penting, karena kegagalan muncul akibat rasa takut yang menghantui diri kita,” kata Ahmad Zabadi.

Pesan Bung Hatta lainnya yaitu memperkuat persatuan dan kesatuan atar umat karena akan menjadi kekuatan yang besar bagi koperasi khususnya BMT NU Ngasem Grup. Ahmad Zabadi menilai bahwa jalinan ukhuwah islamiyah di dalam BMT NU Ngasem patut menjadi contoh bagi koperasi lain dalam pengembangan kapasitas dan kualitas dari koperasi.

“Kami sangat mengapresiasi perkembangan BMT NU Ngasem karena laju pertumbuhannya begitu cepat, apalagi NU punya potensi untuk itu karena jamaahnya banyak, tinggal bagaimana para kyai merawat dan pengurus manajemen harus merawat silaturahmi dengan baik,” katanya.

Pesan terakhir dari Bung Hatta adalah semua pihak harus bergerak untuk mendukung pengembangan kapasitas usaha koperasi. Bentuk gerakan nyata yang dapat dilakukan oleh anggota koperasi adalah dengan membayar iuran wajib hingga iuran sukarela.

“Berkoperasi bukan sekedar simbol kita untuk menjadi anggota saja, tetapi koperasi secara esensial dari, oleh dan untuk anggota meningkat. Maka perkembangan koperasi sangat ditentukan oleh komitmen dan tanggung jawab dari banyak pihak,” katanya.

Ahmad Zabadi secara khusus juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja koperasi BMT NU Ngasem yang telah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan sukses melakukan spin off terhadap usaha koperasi. Dinilai pengembangan koperasi BMT NU Ngasem ini sangat cepat dan mampu menjadi contoh bagi koperasi lainnya.

“Perkembangan koperasi Ngasem sangat progresif sekali dan saya melihat ada suatu pembeda yang begitu jelas (dengan koperasi lainnya) dalam melaksanakan RAT,” kata Ahmad Zabadi. ***

Presiden Prabowo Resmikan Layanan Bank Emas Pegadaian, BRI Group Semakin Optimis Perkuat Ekonomi Nasional

0

Bogordaily.net – Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Rabu (26/2) di The Gade Tower (Kantor Pusat Pegadaian), Jakarta.

Peresmian ini menjadi milestone penting perjalanan Pegadaian yang merupakan Perusahaan Anak BRI (BRI Group) dan tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan BRI sebagai induk, sedangkan BSI juga masih terasosiasi dengan BRI dimana BRI memiliki porsi kepemilikan saham di BSI sebesar 15%.

Pegadaian sendiri telah dapat melayani bisnis bank emas (bullion services) yang diantaranya simpanan emas, pembiayaan/pinjaman emas, titipan emas, dan perdagangan emas.

Peresmian itu ditandai dengan memasukkan batangan emas ke dalam treasure box oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Rabu 26 Februari 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan layanan bank emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto berharap adanya bank emas dapat meningkatkan PDB sekitar Rp 245 triliun, membuka lapangan pekerjaan baru sebanyak 1,8 juta, memperkuat devisa, dan membantu menghemat devisa negara karena emas akan dikelola di dalam negeri dari hulu hingga hilir.

Acara peresmian layanan bank emas ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan, serta Direktur Utama BSI Hery Gunardi.

Dalam laporannya, Menteri BUMN RI Erick Thohir mengatakan bahwa peresmian bullion bank merupakan sejarah luar biasa bagi Indonesia. Erick mengatakan bahwa bullion bank akan menggali potensi 1.800 ton emas yang berada di masyarakat.

Erick Thohir juga menyebut pelayanan dan produk yang ditawarkan akan semakin diperluas, termasuk tabungan emas dan gadai emas. Hal tersebut menurutnya akan memudahkan masyarakat untuk mulai menjadi bagian perdagangan emas nasional.

“Tadi disampaikan ada deposito emas, ada pembiayaan emas, penitipan emas, dan tentu perdagangan emas secara langsung,” terang Erick.

Terakhir, Erick menyampaikan lewat bullion bank Kementerian BUMN berupaya mewujudkan Asta Cita yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto demi mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dengan mendorong perluasan inklusi keuangan, serta mendorong pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa BRI optimistis keberadaan bank emas akan memperkuat pondasi perekonomian nasional.

“BRI sebagai induk holding ultra mikro yang beranggotakan Pegadaian dan PNM siap memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan program bank emas ini,” ujar Sunarso.

Sunarso menjelaskan bahwa BRI telah memiliki berbagai strategi untuk mendukung Pegadaian dalam menjalankan bisnis bank emasnya, yang pertama adalah Traning, berupa pendidikan penguasaan profil bisnis ekosistem emas untuk RM Bullion.

Kedua, pipeline berupa penyediaan pipeline potensi nasabah bullion dari data kelolaan BRI dan pemanfaatan data analytics.

Ketiga, sinergi hulu ekosistem, yakni dengan mengorkestrasi MoU korporasi ekosistem emas (MIND ID, PT Freeport, Amman) dengan Pegadaian.

Keempat adalah funding, berupa sindikasi pembiayaan (credit line, bank garansi) untuk bullion.

Kelima, vaulting berupa pemanfaatan aset BRI (kantor, kluis, SDB) untuk memperluas fasilitas layanan bullion serta sinergi lainnya berupa pemanfaatan produk (Britama, simpedes, BRImo, Qlola) dan cross selling tenaga pemasar.

Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan mengungkapkan optimisme dengan adanya Bank Emas dapat mengakselerasi perekonomian nasional. “Alhamdulillah Bank Emas Pegadaian sah diresmikan oleh Bapak Presiden.

Tentunya ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami, selain menjadi pelopor Bank Emas, ini juga menjadi tonggak sejarah baru dimana Pegadaian berperandalam mendukung Asta Cita, untuk kemajuan ekonomi Indonesia melalui hilirisasi untuk meningkatkan daya saing didalam negeri,” ujar Damar.

Pada tahun 2024, total kelolaan bisnis emas Pegadaian mencapai 90 ton, terdiri dari Gadai Emas, Cicil Emas dan Tabungan Emas.

Sementara itu realisasi penjualan emas Pegadaian mencapai 9 Ton, dalam bentuk Cicil Emas dan Tabungan Emas, angka ini naik sebesar 35% dibanding tahun sebelumnya.

“Bank Emas menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Pegadaian dengan potensi peningkatan laba sebesar 13% di 2025 dengan total Gold Deposit Balance sebesar 12 ton,” imbuh Damar.

Seperti diketahui, BRI bersama dengan Pegadaian dan PNM tergabung dalam Holding Ultra Mikro sejak 13 September 2021. Holding Ultra Mikro (UMi) dibentuk dengan tujuan memberikan akses layanan keuangan yang lengkap, terintegrasi, dan memenuhi kebutuhan pelaku usaha, khususnya di segmen Ultra Mikro (UMi).

Setelah terbentuk pada 2021, Hingga akhir Desember 2024 Holding UMi telah memperluas layanannya melalui 1.032 outlet Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) yang tersebar di seluruh Indonesia. Holding UMi telah melayani lebih dari 183 juta nasabah simpanan dan 35,9 juta nasabah pinjaman dengan penyaluran kredit mencapai sebesar Rp626,6 triliun.

BRI sendiri telah meluncurkan Fitur Investasi Emas pada super apps BRImo yang memungkinkan pengguna mulai berinvestasi emas dengan nominal terjangkau, mulai dari Rp10.000.

Sejak diluncurkan pada Februari 2024, fitur Investasi Emas di BRImo telah mencatat volume transaksi mencapai Rp279,8 miliar hingga Desember 2024.

“Melalui Bank Emas, BRI Group optimis dapat berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan memberikan akses yang lebih luas terhadap investasi emas, masyarakat dapat semakin terdorong untuk mengoptimalkan aset mereka, sehingga memperkuat daya tahan ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia,” pungkas Sunarso. ***

Rektor Unpad Kuliah Pengolahan Sampah ke TSI

0

Bogordaily.net — Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Dr Arief S Kartasasmita kuliah pengolahan sampah ke Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor di Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu, 26 Februari 2025.

Rektor Unpad didampingi sejumlah dekan dan jajaran akademisi menyaksikan langsung pengelolaan dan daur ulang sampah di fasilitas Integrated Waste Management (IWM) yang dikelola TSI bekerjasama dengan Green Prosa.

Rektor Unpad dan TSI juga berdiskusi terkait pengembangan IWM sebagai pusat riset bagi mahasiswa dan peneliti yang ingin mendalami sistem pengelolaan limbah terpadu.

Di sela kunjungannya, Prof Dr Arief S Kartasasmita mengungkapkan apresiasinya kepada TSI yang berhasil mengelola limbah. Di mana sejak tahun 2022 telah mampu mengolah sebanyak 7.230 ton sampah setiap hari.

“Selamat buat Pak Tony bahwa Taman Safari sudah bisa memberikan salah satu contoh bagaimana pengelolaan sampah secara modern yang tidak harus dimaknai atau dipersepsikan sebagai sesuatu hal yang negatif, tapi justru malah memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan juga dapat dilakukan secara baik dan sehingga menarik bagi orang dan objek wisata,” bebernya didampingi founder TSI, Tony Sumampau.

Menurut Rektor Unpad, apa yang dilakukan TSI sangat sejalan dengan prinsip Unpad sebagai salah satu universitas yang mengusung tema lingkungan.

“Sebetulnya itu pola ilmiah kami adalah lingkungan hidup salah satunya. Kami ini punya tantangan di kampus bagaimana caranya agar keberadaan kami tidak hanya memikirkan secara keilmuan tetapi bermanfaat khususnya dalam pengelolaan lingkungan,” ujar Prof Dr Arif S Kartasasmita.

Ia menyebut, saat ini Unpad bagian dari pemerintah khususnya di Bandung dan Sumedang. “Kami ini mendapat tantangan bagaimana sampah di kampus bisa diselesaikan,” ucapnya.

Ke depan, lanjut dia, Unpad akan menjadi salah satu perguruan tinggi pelopor dalam pengelolaan sampah di Indonesia.

“Dan sekarang kami bertugas bersama-sama ITB di kawasan Jabar yang mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu modal atau model ke depan kami akan melakukan hal yang mirip,” ungkapnya.

Sehingga, sambungnya, bagaimana ini bisa dimanfaatkan sebagai keilmuan khususnya keilmuan bidang lingkungan dan bisa ditularkan secara berkesinambungan ke seluruh masyarakat di Indonesia

“Karena kami punya biologi, kami punya lingkungan kami punya komunikasi dan seterusnya,” tandasnya.

Sementara itu, Tony Sumampau selaku Founder TSI Group, mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi pengelolaan limbah terpadu.

IWM TSI merupakan salah satu inisiatif unggulan dalam pengolahan limbah secara berkelanjutan.

“Melalui fasilitas ini, berbagai jenis sampah dikelola dengan metode ramah lingkungan, mulai dari pemilahan, pengolahan organik menjadi pupuk, hingga daur ulang sampah anorganik menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.

Upaya ini sejalan dengan penciptaan model ekonomi sirkular yang dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar.

“Taman Safari Indonesia melalui IWM berupaya menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. Dengan keterlibatan dunia akademik, kami optimistis bahwa inovasi dalam pengelolaan limbah terpadu dapat berkembang lebih jauh dan memberikan dampak positif yang luas bagi lingkungan serta masyarakat,” terangnya.

(Acep Mulyana)

Diskusi LS Vinus : Bahas Arah Peta Pendidikan Hingga Penggelapan Dana PIP di Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Lembaga Survei (LS) Visi Nusantara Maju (Vinus) melaksanakan diskusi media membahas arah peta pendidikan di Kabupaten Bogor.

Dengan mengambil tema, “Dibawa Kemana Peta Jalan Pendidikan Kabupaten Bogor” diskusi tersebut berlangsung di kantor LS Vinus, Cibinong, pada Rabu 26 Februari 2025.

Turut dihadiri langsung Politisi PSI sekaligus Content Creator Ronald A Sinaga (Bro Ron) yang terkenal gencar dengan memberantas terkait penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang terjadi di beberapa sekolah di Kabupaten Bogor.

Fonder LS Vinus Yusfitriadi menjelaskan bahwa, saat ini masih banyak sekolah yang dinilai belum memiliki karakter unggul untuk dapat mendorong siswa menjadi generasi emas.

“Siswanya kita dorong untuk diberikan karakter tapi instrumen pendidikan lainnya tidak memiliki karakter itu akan jauh dari harapan,” kata Yusfitriadi kepada wartawan, Rabu 26 Februari 2025.

Menurut Yusfitriadi, apabila guru tidak memiliki karakter, kepsek tidak punya karakter atau dinas, dan kementriannya tidak punya karakter, termasuk masyarakat. Maka, akan sulit untuk mewujudkan generasi emas pada 2045 mendatang.

“Saya pikir akan berat untuk kita bisa mewujudkan generasi generasi yang bisa membanggakan,” jelasnya

Ia menjelaskan, peran pengawasan dari sekolah diperlukan agar meningkatkan karakter siswa. Sehingga terhindar dari beberapa tindakan yang dinilai dapat merugikan masyarakat.

“Tentu saya fikir disini kita bisa berdiskusi berbagai macam karakter pendidikan, kita sering melihat di berbagai media misalnya siswa tawuran siswa melawan guru, siswa melawan orang tua,” ujar Yusfitriadi.

Selain itu, saat ini masih banyak kasus pendidikan yang belum terselesaikan, salah satunya terkait maraknya penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di wilayah Kabupaten Bogor.

Sehingga, kata Yusfitriadi, hal tersebut perlu adanya pengawasan dari pemerintah dan juga berbagai pihak, agar kasus tersebut tidak merugikan para siswa maupun orang tua siswa.

“Begitupun ramai kepala sekolah yang banyak melakukan pungutan liar hari ini dengan program program yang tidak efektif dan tidak efisien dan memberatkan orang tua siswa,” ungkapnya.***

Albin Pandita

KPP Bogor Raya Audiensi Bersama Bank Kota Bogor Bahas NPL Gross

0

Bogordaily.netKetua Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya, Beni Sitepu, bersama Sekjen Muhamad Awaludin, melakukan audiensi dengan Bank Kota Bogor pada Rabu 26 Februari 2025.

Dalam pertemuan tersebut, mereka diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan, serta Direktur Kepatuhan, Anjas Asmara.

Beni Sitepu mengungkapkan bahwa audiensi ini membahas pencapaian rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross.

Menurutnya, Bank Kota Bogor sangat terbuka terhadap masukan dari KPP Bogor Raya untuk menekan angka NPL Gross agar bank dapat berkembang lebih baik.

“Bank Kota Bogor menerima masukan dari kami soal NPL Gross. Hal itu untuk perkembangan Bank Kota Bogor lebih baik kedepannya,” ujar Beni.

Selain itu, Bank Kota Bogor juga menyambut baik program menabung bagi siswa SD dan SMP. KPP Bogor Raya berencana menjalin komunikasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor agar program ini dapat berjalan bersama, sekaligus memperkuat posisi Bank Kota Bogor sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota Bogor.

“KPP Bogor Raya akan melakukan komunikasi dengan Disdik Kota Bogor agar program ini bisa berjalan bersama dan semakin memperkuat Bank Kota Bogor sebagai BUMD Pemkot Bogor,” katanya. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Wamen UMKM Ajak Guru SMK Bimbing Siswa Jadi Wirausaha Muda

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Moraza mengajak guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menjadi garda terdepan dalam membimbing dan mengarahkan para siswanya agar menjadi wirausaha muda.

“Berdasarkan data Indonesia Millennial and Gen Z Report pada 2022, sebanyak 64 persen Gen Z tertarik untuk menjadi wirausaha. Hal ini didorong karena fleksibilitas waktu dan didukung perkembangan teknologi,” kata Wamen UMKM Helvi saat memberikan sambutan dalam acara, workshop Kewirausahaan untuk Guru SMK yang diselenggarakan oleh Lazada Indonesia bekerja sama dengan Kementerian UMKM di Bandung, Rabu (26/2).

Wamen Helvi menekankan pentingnya peran guru dalam mencetak wirausahawan muda di sekolah masing-masing.

Hal ini juga selaras dengan tren generasi muda saat ini, yang cenderung lebih memilih menjadi pemilik bisnis daripada bekerja sebagai karyawan.

Dengan menjadi wirausaha, mereka tidak hanya menciptakan pekerjaan untuk diri mereka sendiri, tapi juga membuka lapangan kerja untuk anak muda lainnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak dengan filosofi LIDI (Loyalitas, Integritas, Disiplin, dan Inovasi).

Keempat hal ini menjadi kunci sukses dalam membangun bisnis. Loyalitas untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen, integritas sebagai fondasi keberlanjutan usaha, disiplin dalam waktu dan kualitas pelayanan, serta inovasi untuk memastikan usaha terus berkembang.

“Sudah selayaknya kita memberikan kesempatan, bimbingan, dan pengarahan kepada mereka, generasi muda kita,” ujarnya.

Dalam mendukung para calon wirausaha muda, Wamen Helvi mengatakan, pemerintah telah menyediakan berbagai program dan kemudahan bagi generasi muda yang ingin berwirausaha. Mulai dari akses perizinan melalui Online Single Submission (OSS), kebijakan alokasi 30 persen ruang publik untuk UMKM, kebijakan 40 persen belanja pemerintah dan BUMN untuk UMKM, hingga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kementerian UMKM juga mengembangkan program kewirausahaan, termasuk di dalamnya ada Entrepreneur Hub, Entrepreneur Financial Fiesta, Inkubasi Wirausaha, serta ada jabatan fungsional Pengembang Kewirausahaan,” katanya.

Wamen Helvi berharap dengan para guru SMK yang turut berperan untuk tujuan yang sama, maka penciptaan wirausaha tangguh berkualitas semakin mudah diwujudkan, untuk mencapai target peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 8 persen pada 2045. ***

Desy Yanthi Utami Konsisten Bantu Balita Stunting di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Masih adanya balita stunting di Kota Bogor, menjadi perhatian utama anggota DPRD Kota Bogor Desy Yanthi Utami.

Disela aktifitasnya menjadi wakil rakyat, Desy tetap menyempatkan waktunya setiap satu bulan sekali untuk menyerahkan bantuan Penyediaan Makanan Tambahan (TMP) bagi balita stunting di wilayah Kota Bogor, khususnya di Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Timur.

Seperti pada kegiatan reses, Rabu 26 Februari 2025, Desy menyerahkan PMT kepada 18 orang balita stunting yang di Kelurahan Babakan. Kemudian dilanjutkan dengan menyerahkan PMT ke 11 orang balita stunting di Kelurahan Sukasari.

Kegiatan penyerahan PMT itupun ternyata suda menjadi kegiatan rutin yang dilakukannya, baik sebelum menjadi anggota DPRD, sehingga ketika sudah menjadi wakil rakyat, Desy tetap konsisten dan membantu balita stunting di seluruh wilayah Kota Bogor.

“Saya memang rutin memberikan PMT setiap bulan ke kelurahan-kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Timur dan Kecamatan Bogor Tengah, terutama bagi wilayah yang memiliki balita stunting. Ini bentuk tanggung jawab saya dan komitmen saya untuk membantu mengentaskan stunting di Kota Bogor,” ucap Desy kepada wartawan disela kegiatan reses di Kelurahan Sukasari.

Bantuan PMT yang diberikan, lanjut Ketua HWK Kota Bogor ini, berupa makanan sehat khusus untuk anak-anak stunting.

Ia berharap, dengan intervensi bantuan PMT yang diberikannya rutin setiap satu bulan sekali, dapat menurunkan angka kasus stunting di Kota Bogor.

“Harapan kita semua seperti itu, kasus stunting di Kota Bogor ini bisa teratasi. Saya akan terus keliling di wilayah-wilayah, dan nanti dibantu oleh para pengurus dan kader HWK Kota Bogor, bagaimana kita membantu penanganan stunting ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Desy juga mengaku menerima sejumlah aspirasi dari warga di wilayah Kelurahan Sukasari. Ia mengaku bahwa salah satu topik yang banyak disampaikan adalah masalah lingkungan yang berada di sekitar Sungai Ciliwung.

Meskipun ranah kebijakan sungai ini berada di wilayah Provinsi Jawa Barat, Desy berkomitmen untuk mengkomunikasikan masalah tersebut dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, khususnya dari Fraksi Golkar.

“Memang masalah ini berada di wilayah Provinsi Jawa Barat, namun saya akan berusaha mengkomunikasikan ini dengan rekan-rekan dewan di sana, agar ada langkah-langkah yang lebih konkret untuk menangani masalah ini,” jelasnya.

Selain masalah terkait sungai, sambung Srikandi Golkar yang akrab disapa Dea ini, warga juga menyampaikan keluhan terkait kebutuhan kebencanaan, perbaikan infrastruktur, perbaikan mushala.

Termasuk soal pendidikan untuk penambahan kelas di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak.

“Aspirasi yang disampaikan warga akan segera kami bahas lebih lanjut di komisi-komisi yang ada di DPRD. Tentunya, jika ada yang dapat segera ditindaklanjuti, kami akan realisasikan dan komunikasikan dengan dinas-dinas terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Timur, Feby Darmawan menambahkan bahwa terkait potensi bencana yang ada di wilayah Sukasari.

Menurut Feby, kawasan ini memiliki kontur tanah yang berundak, sehingga sering terjadi longsor yang berdampak pada kerusakan rumah warga, seperti retaknya tembok rumah.

Namun, masalah utama yang dihadapi adalah rumah-rumah yang terkena dampak bencana tetapi tidak memiliki alas hak, sehingga tidak bisa mendapatkan bantuan dari program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). ***

Ibnu Galansa