Friday, 1 May 2026
Home Blog Page 1205

Wamenkop: Koperasi Bagian Penting Pertahanan Negara

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengatakan koperasi merupakan bagian penting dari pertahanan negara untuk menciptakan bangsa yang mandiri, berdaulat, adil, dan makmur yang berlandaskan kekuatan ekonomi rakyat.

“Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa pertahanan terkuat suatu bangsa adalah kesejahteraan rakyatnya. Negara yang kuat tidak hanya ditopang oleh militer yang tangguh, tetapi juga oleh ekonomi rakyat yang mandiri dan berdaulat sebagai bagian integral dari pertahanan negara,” kata Wamenkop Ferry dalam peluncuran Buku The Prabowo Mind: The New Indonesia Economy 5.0 Manifesto di Universitas Pertahanan di Jakarta, Selasa (12/11/2024).

Wamenkop Ferry menegaskan, upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui koperasi dapat dilakukan dengan mendorong kewirausahaan sosial, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. “Koperasi juga memastikan bahwa hasil-hasil pembangunan tidak hanya dinikmati segelintir orang, tetapi dapat tersebar merata hingga ke pelosok negeri,” kata Ferry.

Melalui koperasi juga ditegaskan bahwa masyarakat bukan sebatas objek, namun lebih dari itu sebagai subjek pembangunan itu sendiri. Masyarakat merupakan pelaku utama dalam rantai ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ferry mengungkapkan saat ini, aset seluruh koperasi di Indonesia baru sekitar Rp281 triliun, sementara aset BUMN sekitar Rp10 ribu triliun. “Bagaimana dengan aset koperasi ini kita dorong bisa bersaing dengan Badan Usaha Milik Negara. Inilah yang menjadi hal penting bagi Kementerian Koperasi,” ucap Ferry.

Lebih dari itu, Wamenkop juga menekankan penting bagi koperasi untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menjaga pertahanan keamanan. Koperasi harus menjadi alat perjuangan pembangunan ekonomi nasional sebagaimana yang dikemukakan Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta.

Menurutnya Buku The Prabowo Mind menawarkan gagasan pentingnya keberlanjutan, kedaulatan, dan kemakmuran sebagai tiga elemen yang tak terpisahkan dalam pembangunan bangsa. Untuk itulah, koperasi harus mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang mengurangi ketergantungan kita pada impor, khususnya dalam sektor pangan.

Wamenkop Ferry menegaskan, strategi pembangunan koperasi haruslah berorientasi pada pertumbuhan yang berkeadilan (growth with justice) dan bukan semata-mata untuk mencapai pertumbuhan (growth) melalui tetesan ke bawah (trickle-down effect). Dikatakan, ada tiga fokus arah kebijakan Kementerian Koperasi saat ini yang akan berpengaruh pada peningkatan kepesertaan masyarakat menjadi anggota koperasi, yaitu Rebranding, Digitalisasi, dan Tata Kelola dan Pengembangan SDM.

“Ketiga fokus kebijakan ini bertujuan untuk memperluas partisipasi masyarakat, terutama Gen Z, meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas jangkauan layanan koperasi melalui adopsi teknologi, serta restrukturisasi lembaga dan bisnis koperasi untuk memperkuat ekosistem perkoperasian,” kata Wamenkop.

Dekan Fakultas Keamanan Nasional Mayor Jenderal (Mayjend) TNI Pujo Widodo menyampaikan dalam konteks ekonomi 5.0 koperasi memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi wadah yang mampu menyerap teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi produksi, serta mendistribusikan keuntungan secara adil dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Koperasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan membantu menimbulkan ekonomi yang inklusif. Koperasi merupakan wujud prajurit, entitas ekonomi teknologi yang berpengaruh pada prinsip keanggotaan dan gotong royong. Di masa depan, koperasi dapat menjadi pelaku utama dalam teknologi manusia yang inovatif, inklusif, dan berbasis kekuatan ekonomi,” ucap Mayjend TNI Pujo. ***

Sekdispora Setuju Atlet SOIna dan KORMI Harus Mendapatkan Apresiasi Bonus

0

Bogordaily.net – Angin segar bagi para atlet Special Olympic Indonesia (SOIna) dan KORMI Kabupaten Bogor yang mulai mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bogor terkait masalah kesejahteraan atau apresiasi bonus atas capaian prestasi yang didapat pada ajang Multievent.

Pada tahun 2025, para atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Bogor akan tampil pada ajang Pekan Special Olympics Daerah (PESODA) Jawa Barat ke -1.

Selain itu, para atlet Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor akan tampil pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional ( FORNAS) VIII Mataram, NTB pada tanggal 25 Juni sampai 2 Juli 2025.

“Selagi para atlet berprestasi dan mengharumkan nama daerah, maka kami di Dispora Kabupaten Bogor akan memperjuangkan para atlet dan pelatih dari SOIna serta KORMI Kabupaten Bogor harus mendapatkan apresiasi bonus dari Pemerintah daerah,” ujar Sekdispora Kabupaten Bogor, Hendarsah kepada awak media disela sela kegiatan Parenting Skill yang digelar SOIna Kabupaten Bogor disalah satu hotel yang ada di Sukaraja, Selasa, (12/11/2024).

Hendarsah menambahkan, untuk nominal bonus atau apresiasi prestasi yang diberikan juga jangan dibeda bedakan dengan apa yang diterima atlet NPCI dan KONI

Tak hanya itu, sambung Hendarsah, pemberian bonus juga idealnya harus diberikan pada tahun yang sama dengan pelaksanaan event olahraga itu dilangsungkan.

“Minimalnya dua minggu pasca para atlet ikut Multievent maka bonus harus segera dicairkan. Kalau bisa pemberian bonus itu jangan sampai loncat tahun anggaran,” paparnya.

Hendarsah juga mengatakan pada tahun 2025 akan ada ajang Popda, Popnas, Peparpeda, Peparpenas, Pesoda dan Fornas.

” Menyikapi semua event itu dari sekarang harus disiapkan soal usulan besaran bonusnya kepada untuk atlet dan pelatih berprestasi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, kata Hendarsah, harusnya para atlet Kabupaten Bogor yang juara dalam Sinle Event tingkat daerah, nasional dan internasional harus diberikan apresiasi bonus. ***

Melli Darsa Kritik Penataan Kota Bogor yang Dianggap Terbelakang

0

Bogordaily.net – Dalam debat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang berlangsung pada Jumat (8/11) malam lalu, calon Wakil Wali Kota nomor urut 1, Melli Darsa, memberikan kritik tajam terhadap kondisi penataan Kota Bogor yang dianggap terbelakang dibandingkan kota-kota lainnya.

Pernyataan ini disampaikan Melli saat mengomentari masalah transportasi, lingkungan, dan pengelolaan sampah serta pasar yang menurutnya masih jauh dari harapan warga.

“Kalau tentang masalah yang belum beres, kayaknya banyak banget. Kalau enggak, saya nggak akan ikutan Pilkada ini. Masih tenang-tenang aja jadi lawyer internasional,” ujar Melli yang disambut antusias oleh audiens debat.

Menurut Melli, penataan Kota Bogor saat ini masih memerlukan banyak perbaikan, terutama dalam hal pengelolaan sampah yang terstruktur, kondisi pasar yang tertib dan bersih, serta fasilitas transportasi publik yang terintegrasi.

“Kota Bogor itu, penataan sampahnya, penataan sampahnya, penataan transportasinya, begitu terbelakang,” cetus Melli

Ia menegaskan bahwa untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut diperlukan kepemimpinan yang memiliki kemauan, bersih dalam rekam jejak, dan berani dalam bertindak.

“Untuk itu kita memang memerlukan orang-orang yang mau menghadapi hal-hal yg sulit, khususnya pemerintahan harus bersih dan juga harus berani menegakkan hukum,” tambah perempuan kelahiran Kota Bogor tersebut.

Dalam menguraikan berbagai solusi dari persoalan tersebut, Melli Darsa juga menyoroti aspek pendidikan, kualitas SDM yang ada di Kota Bogor, yang perlu untuk terus ditingkatkan.

“Peningkatan daripada pendidikan, keterampilan, supaya orang-orang Bogor ini benar-benar bisa berdiri tegak menjadi generasi emas maju dan lalu kita benahi kota bersama-sama,” tutup Melli.

Pernyataan Melli ini mendapat tanggapan beragam dari warganet Kota Bogor, yang sebagian besar merasa bahwa kritik tersebut sangat relevan dengan kondisi nyata yang mereka alami sehari-hari.***

Dapat Dukungan Pedagang Kota Bogor, Dokter Rayendra – Eka Siapkan Program ini untuk UMKM

0

Bogordaily.com – Cawalkot Bogor nomor 5, Dokter Rayendra – Eka Maulana lagi-lagi mendapat dukungan sejumlah pedagang Kota Bogor yang tergabung Paguyuban Pasar Kebon Kembang pada Senin (11/11/2024).

Saat deklarasi di Posko Aspirasi Bogor Glowing itu, Sang Calon Wakil, Eka Maulana juga memaparkan sejumlah program untuk memastikan kesejahteraan pedagang.

Hendri, perwakilan pedagang pasar Kebon Kembang mengutarakan bahwa pihaknya selama ini terpinggirkan oleh pemerintah kota sendiri. Pedagang pasar Kebon Kembang meminta kebijakan yang pro-UMKM untuk pemerintahan ke depan.

“Kami cuma minta perubahan yang selama ini tidak terealisasi di pemerintahan sebelumnya. Banyak keresahan kami, salah satunya tak diberi ruang untuk berdagang,” ungkap Hendri.

Sementara Eka Maulana yang membersamai langsung deklarasi menekankan keharusan pemerintah kota ke depan memberi win-win solution.

“Masalah ruang berdagang tentu ada aturannya. Tapi memang sejauh saya dan Dokter Rayendra menyerap aspirasi langsung ke masyarakat, warga mengeluh penggusuran dilakukan tanpa dibarengi ruang dagang yang layak,” ujar Eka Maulana.

Soal ruang dagang, Dokter Rayendra – Eka Maulana yang mengusung tagline “Bogor Glowing” berkomitmen kuat menata kota dengan pendekatan yang manusiawi. Termasuk untuk pedagang, duet profesional itu berkomitmen menyediakan ruang dagang yang layak dan rapih.

“Maka dari itu, perlu ada win-win solution. Di mana ruang publik tetap tertata dan pedagang tak terganggu hajat hidupnya dengan memfasilitasi mereka ruang dagang yang layak dengan intensitas pengunjung yang tetap menjanjikan,” tegasnya.

Selain itu, Dokter Rayendra dan Eka Maulana siapkan sejumlah program untuk pengembangan UMKM, di antaranya Talent and Carrier Center (TLCC) dan Bogor Business Agregator.

TLCC diusung sebagai upaya menciptakan wirausaha baru sekaligus mengembangkan UMKM yang sudah ada. Dokter Rayendra – Eka Menilai, UMKM menjadi salah satu penopang sentral perekonomian.

Ada beberapa aspek yang akan direalisasikan dalam TLCC. Di antaranya pembekalan keterampilan, penciptaan produk hingga pemasaran. Dokter Rayendra menegaskan, TLCC ia tekadkan bukan hanya sebagai formalitas, melainkan sampai pelaku usaha berjalan dan naik kelas.

Kedua, Bogor Business Agregator dirancang untuk membesarkan UMKM jadi naik kelas. Pemerintah akan hadir untuk mengumpulkan, dan mempertemukan UMKM dengan para pemodal.

“Jadi Bogor Business Agregator semangatnya adalah mempertemukan antara Bapak Ibu pedagang atau pebisnis dengan pemodal,” jelas Eka pada para pedagang Pasar Kebon Kembang.

Dengan menggunakan pendekatan ini, business aggregator diharap mampu menawarkan kemudahan bagi UMKM dengan menghadirkan link and match dengan pemodal maupun konsumen.

“Masalah pemodal adalah tidak tahu harus investasi ke bisnis mana yang terpercaya. Sedangkan masalah pelaku UMKM adalah menemukan pemodal. Jadi jika kami diamanahkan memimpin Kota Bogor, tugas kami adalah di tengah,” ujar Eka.

“Tentunya dengan transparansi laporan keuangan UMKM yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Dengan program tersebut, UMKM Kota Bogor diharap akan terus terlahir. Serta UMKM yang sudah ada bisa kunjung naik kelas.

“Sehingga bukan hanya usaha Bapak dan Ibu yang maju, tapi grand design kami adalah Kota Bogor bisa punya daya tarik wisata. Misalnya lewat pengembangan sektor fashion dan kuliner,” pungkas Eka. ***

Gerak Bersama, Sehat Bersama Rumah Sakit Azra Merayakan Hari Kesehatan Nasional Ke 60 Tahun 

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 60 Tahun yang jatuh pada hari Selasa 12 November 2024, Rumah Sakit AZRA menggelar kegiatan senam bersama dengan komunitas Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) DPC Kota Bogor di Hafa Café Bogor dengan dihadiri oleh 43 peserta.

Kegiatan ini kali pertama diselenggarakan di luar Rumah Sakit bekerjasama dengan Hafa Café untuk memberikan suasana baru dan menarik bagi peserta agar lebih bersemangat dalam mengikuti senam.

Selain itu Kegiatan senam ini merupakan kegiatan rutin yang di selenggarakan oleh Rumah Sakit AZRA dengan komunitas rekanan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik yang teratur.

Sesuai tema Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 60 Tahun yaitu Gerak Bersama, Sehat Bersama memberikan dampak positif dan semangat baru bagi para peserta senam hari ini yang sebagian besar dihadiri oleh para kaum ibu dalam berbagai kategori usia.

Rumah Sakit AZRA berharap dengan adanya kegiatan ini akan memberikan suatu contoh kepada masyarakat agar lebih memperhatikan pola hidup sehat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dengan berolahraga sebagai gaya hidup serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan setiap lapisan masyarakat yang sehat dan produktif. ***

IVECO dan Chakra Jawara Tingkatkan Kemitraan untuk Transportasi Berkelanjutan di Indonesia

0

Bogordaily.net – IVECO, produsen kendaraan komersial global, bersama PT Chakra Jawara, memperkuat komitmen untuk menghadirkan inovasi berkelanjutan di sektor transportasi yg Indonesia.

Komitmen ini disampaikan dalam acara Customer Golf Gathering bertajuk “ParT-Way” di Klub Bogor Raya pada Selasa 12 November 2024.

Hadir dalam acara tersebut Ario Wirawan, Direktur PT Chakra Jawara, Rama Widodo, Chief Representative IVECO dan
Antonius Yogi Aditya, GM Commercial & SCM PT Chakra Jawara.

IVECO telah menetapkan strategi yang didukung empat pilar utama untuk memajukan industri transportasi Indonesia.

Pilar pertama, Servitization, berfokus pada produk yang mengedepankan pelayanan berbasis teknologi untuk keamanan dan produktivitas pelanggan.

InnovAction mendorong inovasi dan respons proaktif terhadap tantangan untuk memastikan keunggulan operasional dan efisiensi.

Pilar ketiga, Multi-Energy, menerapkan pendekatan netral teknologi guna menjawab kebutuhan beragam pelanggan.

Terakhir, Partner Ecosystem memperkuat sinergi antara IVECO dan Chakra Jawara untuk percepatan inovasi di pasar Indonesia.

Ario Wirawan, Direktur PT Chakra Jawara, menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya, Chakra Jawara akan terus menyediakan solusi truk terintegrasi terbaik.

“Selain menyediakan produk berkualitas, Chakra Jawara juga mendukung pelanggan dengan layanan andal, termasuk jaringan 8 kantor cabang, 16 lokasi pendukung, 250 teknisi, dan berbagai fasilitas layanan purna jual di seluruh Indonesia,” kata Ario Wirawan.

Chief Representative IVECO, Rama Widodo menjelaskan, IVECO memperkenalkan kembali IVECO T-WAY, kendaraan off-road heavy-duty yang diklaim memiliki performa tinggi, ketahanan ekstrem, serta kenyamanan pengemudi optimal.

Kendaraan ini sudah memperoleh penghargaan German Design Award untuk kategori “Excellent Product Design” serta Red Dot Award 2022 dalam kategori “Product Design”.

“Indonesia adalah pasar utama bagi kami. Kami berharap dapat semakin memperkuat kehadiran IVECO di sini dengan teknologi truk terbaru yang berfokus pada kinerja dan keandalan, serta layanan purna jual terbaik melalui kemitraan dengan Chakra Jawara,” ungkap Rama Widodo.

Dengan kerjasama strategis ini, IVECO dan Chakra Jawara optimistis dapat menghadirkan transformasi transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi pelanggan di seluruh Indonesia. (Ibnu Galansa)

Muaz HD Bahas Soal Pendapatan PBG dengan Bapenda Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor Fraksi PKS Muaz HD dalam Rapat Kerja dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor menyampaikan perihal perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Pendapatan dari perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) masih relatif kecil, perlu ada peningkatan dengan mengatasi hambatan teknis proses PBG. Yg kedua Untuk meningkatkan masuknya pajak PBB, Bapenda agar kembali menerbitkan surat penagihan pajak dalam bentuk hardcopy,” tegas Muaz.

Salah satu kunci keberhasilan dalam penerimaan pajak adalah kepatuhan wajib pajak.

Hal ini lantaran Indonesia menganut sistem self assessment yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajibannya.

“Penagihan pajak dapat dilakukan dengan menegur atau memperingatkan, melaksanakan penagihan lebih nyata” ujar Muaz.

Muaz menambah, surat penagihan pajak adalah upaya yang dilakukan agar penanggung pajak melunasi utang pajaknya beserta dengan denda keterlambatan untuk mengoptimalkan pendapatan pajak di Kota Bogor.

Oleh karena itu, kata Muaz, perlu adanya perluasan alat agar bisa memantau langsung segala transaksi yang terjadi.

“Kedepan perlu perluasan pemasangan alat untuk memantau langsung transaksi yang terjadi pada sumber-sumber pendapatan daerah yang relatif besar di hotel, restoran dan lain-lain,” tutup Muaz. (Muhammad Irfan Ramadan)

Dokter Rayendra – Eka Maulana Tegaskan Komitmen Hapuskan Pungli di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Paslon cawalkot Bogor nomor 5, Dokter Rayendra – Eka Maulana punya komitmen hapuskan pungutan liar (pungli) jika terpilih memimpin Kota Bogor. Tekad ini ditegaskan Sang Calon Wali Kota, Eka Maulana, saat deklarasi Paguyuban Pedagang Pasar Kebon Kembang di Posko Aspirasi Bogor Glowing, pada Senin (11/11/2024).

Tak mengherankan, pungli jadi salah satu masalah yang dialami warga. Terlebih para pedagang kecil yang berjualan di Kota Bogor.

Hendri, perwakilan pedagang Pasar Kebon Kembang pun mengutarakan keresahan soal pungli.

“Jadi Pak, keresahan yang kami para pedagang rasakan itu juga soal pungli,” ujar Hendri.

“Saya punya harapan Dokter Rayendra dan Kang Eka yang juga pengusaha ini bisa mengatasi pungli,” tambahnya.

Sementara Eka Maulana menilai, harus ada tindakan tegas atas praktik pungli di Kota Bogor. Selain meresahkan, pungli dinilainya sebagai bentuk penindasan oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

“Jadi pungli itu akan meresahkan pedagang kecil. Misalnya pedagang jualan bisa dapet 500 ribu sehari dengan untung bersih 100 ribu, misalnya itu cukup untuk makan anak dan istri. Tapi gara-gara pungli, akhirnya nggak cukup,” ujar Eka.

“Jadi pungli itu, multi-effect player-nya luar biasa sangat merugikan,” tambahnya.

Eka Melanjutkan, pungli harus diberantas dengan peraturan yang jelas dan ketat. Sehingga, jika ada pungli dapat langsung ditindak tegas.

“Makanya misal pedagang mau jualan di area yang telah disediakan, harus ada retribusi resmi. Sehingga jika ada pungli langsung bisa lapor, bahkan ke Saya langsung,” kata Eka.

“Pokoknya pungli jadi prioritas kami untuk ditindak ke depan jika terpilih. Karena nggak ada ceritanya orang bisa hidup tanpa kerja, hanya malak-malakin orang yang sedang usaha,” tegasnya.

Paguyuban Pedagang Pasar Kebon Kembang Kota Bogor Deklarasi Dukung Dokter Rayendra – Eka

0

Bogordaily.net – Sejumlah pedagang yang tergabung Paguyuban Pasar Kebon Kembang mendeklarasikan dukungan untuk paslon cawalkot Bogor nomor 5, Dokter Rayendra – Eka Maulana pada Senin (11/11/2024).

Dukungan untuk satu-satunya duet profesional murni di Pilwalkot Bogor 2024 itu dilantangkan di Posko Aspirasi Bogor Glowing, Sukasari, Kota Bogor.

Bukan tanpa alasan, para pedagang yakin, Rayendra – Eka yang juga berlatarbelakang pengusaha sukses dinilai punya pengalaman di bidang ekonomi kemasyarakatan dan mampu memberi perhatian lebih ke UMKM.

“Kami mendukung penuh Dokter Rayendra – Eka Maulana untuk memimpin Kota Bogor!,” lantang Hendri, perwakilan pedagang pasar Kebon Kembang.

“Mudah-mudahan dengan terpilihnya Pak Dokter dan Kang Eka memimpin, kami para pedagang bisa lebih sejahtera dan nggak dipinggirkan,” harapnya.

Pedagang pasar Kebon Kembang meminta kebijakan yang pro-UMKM untuk pemerintahan ke depan.

“Kami cuma minta perubahan yang selama ini tidak terealisasi di pemerintahan sebelumnya. Banyak keresahan kami, salah satunya tak diberi ruang untuk berdagang,” jelas Hendri.

Sementara Eka Maulana yang membersamai langsung deklarasi menekankan keharusan pemerintah kota ke depan memberi win-win solution.

“Masalah ruang berdagang tentu ada aturannya. Tapi memang sejauh saya dan Dokter Rayendra menyerap aspirasi langsung ke masyarakat, warga mengeluh penggusuran dilakukan tanpa dibarengi ruang dagang yang layak,” ujar Eka Maulana.

“Maka dari itu, perlu ada win-win solution. Di mana ruang publik tetap tertata dan pedagang tak terganggu hajat hidupnya dengan memfasilitasi mereka ruang dagang yang layak dengan intensitas pengunjung yang tetap menjanjikan,” tegasnya.

Komitmen kuat Dokter Rayendra – Eka Maulana jadi kobaran semangat para pedagang berkontribusi mewujudkan masa depan Kota Bogor yang lebih cemerlang.

“Dukungan untuk Dokter Rayendra – Eka Maulana kami tegaskan atas keberpihakan kami terhadap kesejahteraan para pedagang!,” tegas Hendri membacakan salah satu poin deklarasi.

Ratusan Pegawai Dinas Sosial Pergi ke Bali di Tengah Masyarakat Diterpa Bencana

0

Bogordaily.net – Ratusan pegawai Dinas Sosial (Dinsos) yang diperintahkan kepala dinasnya pergi ke Bali menggelar Workshop dikala masyarakat Kabupaten Bogor diterpa bencana.

Diketahui, dari Surat Tugas Dinas Sosial yang diterima media, setidaknya ada 133 orang yang ditugaskan oleh Kepala Dinas Sosial, Farid Ma’ruf untuk bepergian ke destinasi wisata Internasional itu.

Mereka diantaranya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping PKH, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), dan LK2S.

Namun anehnya, Workshop Dinas Sosial Kabupaten Bogor itu mencatut tema ‘Workshop Manajemen Psikososial Bagi Korban Bencana’ .

Menanggapi hal tersebut Pj Bupati Bogor Bachril Bakri mengatakan, belum mengetahui pasti tujuan kepala Dinas Sosial, Farid Ma’ruf yang memerintahkan ratusan orang untuk melakukan workshop di Bali.

Menurutnya, kegiatan workshop pegawai Dinas Sosial ke Bali itu sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Sehingga, bukan bermaksud untuk tidak empati pada para korban bencana alam yang setiap hari rumahnya hancur.

“Mungkin itu sudah direncanakan sebelumnya, mungkin dah dari jauh-jauh hari,” ungkap Bachril Bakri kepada wartawan, Selasa 12 November 2024.(Albin Pandita)