Home Blog Page 123

Hujan Deras Guyur Bogor, Banjir Kembali Rendam Permukiman Cimanggu Permai 1 Bogor

Bogordaily.net – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bogor pada Minggu malam, 3 Mei 2026, kembali memicu terjadinya genangan air di sejumlah titik permukiman warga.

Salah satu kawasan yang terdampak adalah wilayah Cimanggu Permai 1, Kecamatan Tanah Sareal.

Sejak hujan turun deras pada malam hari, air mulai terlihat menggenangi jalan lingkungan dan perlahan merembes ke area depan rumah warga. Dalam waktu singkat, debit air meningkat sehingga beberapa halaman rumah ikut terendam.

Warga setempat mengaku kondisi ini bukan kali pertama terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut. Sistem drainase yang belum optimal diduga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan air mudah meluap ke area permukiman.

Beberapa warga terlihat berupaya mengamankan barang-barang di sekitar teras rumah untuk mengantisipasi kemungkinan air yang terus naik. Meski demikian, hingga malam hari, air masih bertahan di sejumlah titik dan belum sepenuhnya surut.

Kondisi ini juga membuat aktivitas warga sedikit terganggu, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas di luar rumah. Jalan lingkungan yang tergenang menyulitkan kendaraan kecil untuk melintas dengan nyaman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan. Namun, warga berharap adanya perhatian lebih dari pihak terkait untuk melakukan perbaikan sistem drainase agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan, terutama di wilayah yang selama ini dikenal rawan genangan.***

Reog Ponorogo Meriahkan CFD Tegar Beriman Bogor, Jadi Pusat Perhatian Warga

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor terus menggencarkan program ruang publik ramah warga melalui penyelenggaraan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap akhir pekan di kawasan Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang bebas kendaraan bermotor, tetapi juga berkembang menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

Sejak pagi hari, kawasan tersebut dipadati warga yang memanfaatkan waktu untuk berolahraga, mulai dari jalan santai, bersepeda, hingga aktivitas kebugaran lainnya.

Atmosfer CFD semakin terasa hidup dengan hadirnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menawarkan beragam produk kuliner hingga kerajinan lokal.

Selain itu, panggung hiburan turut menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan pertunjukan seni tradisional yang menghibur masyarakat.

Reog Ponorogo Meriahkan CFD Bogor

Pada pelaksanaan akhir pekan ini, suasana semakin meriah dengan penampilan kesenian Reog Ponorogo yang sukses menyedot perhatian pengunjung.

Atraksi budaya tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya nusantara di tengah kehidupan masyarakat modern.

Kegiatan CFD kali ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama jajaran pemerintah daerah.

Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang dinilai mampu memperkuat kebersamaan dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat.

“Ini menjadi potret kebersamaan dalam keberagaman yang harmonis di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama proses penataan kawasan Tegar Beriman.

Ia menegaskan bahwa pembenahan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan ruang publik yang lebih tertib dan nyaman.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi dan penataan agar kawasan tersebut dapat menjadi ikon ruang terbuka yang representatif bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, Rudy berharap kegiatan CFD tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pola hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, serta mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Melalui kegiatan Car Free Day, diharapkan semangat hidup sehat, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di tengah masyarakat Kabupaten Bogor,” katanya.

Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat, CFD di Jalan Tegar Beriman kini tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol kebersamaan dan wajah baru ruang publik yang inklusif di Kabupaten Bogor.***

 

Diguyur Hujan Lebat, Jalan Kapten Muslihat Bogor Banjir dan Picu Kemacetan di Pusat Kota

Bogordaily.net – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bogor pada Minggu malam, 3 Mei 2026, memicu terjadinya genangan hingga banjir di sejumlah titik.

Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah berada di kawasan Jalan Kapten Muslihat, yang dikenal sebagai jalur vital di pusat kota.

Air mulai menggenang setelah hujan turun deras selama beberapa jam tanpa henti. Volume air yang meningkat dengan cepat diduga berasal dari sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga meluap ke badan jalan.

Sejumlah pengendara yang melintas di lokasi terpaksa memperlambat laju kendaraan akibat ketinggian air yang cukup mengganggu.

Bahkan, dalam video yang diunggah oleh akun Instragram @bogordaily.net, terlihat kendaraan roda dua kesulitan melintas karena genangan mencapai bagian mesin.

Selain menghambat arus lalu lintas, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar. Pasalnya, kawasan tersebut kerap menjadi titik rawan genangan saat hujan deras mengguyur dalam durasi lama.

Beberapa warga menyebutkan bahwa genangan muncul dengan cepat seiring meningkatnya intensitas hujan pada malam hari. Meski tidak berlangsung sepanjang malam, air sempat menggenangi jalan utama dan menyebabkan kemacetan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait adanya korban jiwa maupun kerugian material akibat kejadian tersebut.

Namun, peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan infrastruktur drainase, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.

Badan terkait diharapkan segera melakukan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang, mengingat Kota Bogor dikenal sebagai daerah dengan curah hujan tinggi.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada saat berkendara di tengah kondisi cuaca ekstrem, serta menghindari jalur yang tergenang air demi keselamatan.***

Lebarn Idul Adha 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Prediksi Resmi Muhammadiyah dan Jadwal Libur Panjang dari Pemerintah

Bogordaily.net – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2026 mulai menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait kepastian tanggal pelaksanaannya.

Sejumlah pihak telah merilis prediksi, meskipun penetapan resmi dari pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar mendekati waktu pelaksanaan.

Organisasi keagamaan Muhammadiyah menjadi salah satu pihak yang telah lebih dulu menetapkan jadwal Idul Adha 2026 melalui metode hisab atau perhitungan astronomi.

Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang mengatur penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Idul Adha 2026 Kapan?

Berdasarkan maklumat tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.

Selanjutnya, Hari Arafah yang merupakan momen penting sebelum Idul Adha diperkirakan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026. Sementara itu, Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah 1447 H) ditetapkan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Penetapan ini selaras dengan prediksi kalender pemerintah yang mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri terkait Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2026.

Dalam keputusan tersebut, pemerintah juga memperkirakan Idul Adha akan jatuh pada tanggal yang sama, yakni 27 Mei 2026.

Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia tetap akan melakukan verifikasi melalui sidang isbat.

Proses ini melibatkan metode rukyat atau pengamatan hilal secara langsung yang dikombinasikan dengan data hisab untuk menentukan awal bulan Zulhijah secara resmi.

Selain penetapan tanggal ibadah, masyarakat juga mulai memperhitungkan jadwal libur panjang yang berpotensi terjadi pada momen Idul Adha tahun ini. Berdasarkan SKB 3 Menteri, pemerintah menetapkan hari libur nasional Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan cuti bersama pada Kamis, 28 Mei 2026.

Menariknya, momen ini berdekatan dengan akhir pekan dan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk menikmati libur panjang jika memanfaatkan cuti tambahan pada Jumat, 29 Mei 2026.

Dengan susunan tersebut, potensi libur bisa berlangsung selama beberapa hari berturut-turut, mulai dari Rabu hingga Senin.

Kondisi ini tentu menjadi momentum yang dimanfaatkan banyak orang untuk merencanakan perjalanan, mudik, maupun aktivitas bersama keluarga.

Namun demikian, masyarakat diimbau tetap menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Idul Adha 2026 melalui sidang isbat. Hal ini penting untuk memastikan keseragaman pelaksanaan ibadah di seluruh wilayah Indonesia.***

 

 

Beredar Rumor Purbaya Yudhi Sadewa Dirawat di Rumah Sakit, Ini Penjelasan Resmi Kementerian Keuangan

Bogordaily.net – Isu mengenai kondisi kesehatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Rumor yang menyebutkan bahwa dirinya tengah menjalani perawatan di rumah sakit dengan cepat menyebar dan menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Namun, kabar tersebut langsung mendapat klarifikasi dari pihak Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang memastikan bahwa informasi yang beredar tidak benar.

Pemerintah menegaskan bahwa kondisi Menteri Keuangan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Menanggapi isu tersebut, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengaku belum menerima informasi detail terkait rumor yang beredar. Meski demikian, ia tetap menyampaikan harapan baik terkait kondisi kesehatan Purbaya.

“Wah, saya tidak tahu. Insyaallah sehat. Doakan saja,” kata Juda saat ditemui di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (2/5).

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kondisi darurat terkait kesehatan Menteri Keuangan seperti yang ramai diperbincangkan.

“Sampai saat ini Pak Menteri dalam keadaan sehat,” pungkasnya.***

Ketua DPRD Sastra Winara Minta Masyarakat Bogor Dukung Penuh Klub Garudayaksa FC

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bogor Sastra Winara meminta masyarakat mendukung penuh klub Garudayaksa FC.

Hal tersebut ia sampaikan usai menyaksikan laga antara Garudayaksa FC menghadapi Persikad Depok di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 2 Mei 2026.

“Kita doakan, Kabupaten Bogor adalah home base nya Garudayaksa jadi kebanggan kita semua,” kata Sastra.

Menurut Sastra, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat dan suporter untuk mensuport perjuangan dari tim Garudayaksa FC yang dipastikan telah lolos ke Super League 2026-2027.

“Tadi ketika ada pertandingan berikutnya ingin mengajak seluruh suporter bola yang ada di Bogor untuk tidak mendukung Garudayaksa FC karena home base nya di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Garudayaksa FC berhasil menang atas Persikad Depok 3-1 dalam lanjutan pekan ke-27 lanjutan Liga 2 Championship, di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 2 Mei 2026.

Atas hasil itu memastikan Garudayaksa FC lolos ke Super League 2026-2027 sebagai pemuncak klasmen grup A.

(Albin)

Hari Terakhir Libur Long Weekend, Kawasan Puncak Bogor Alami Kemacetan Panjang

Bogordaily.net – Hari terakhir libur long weekend, terjadi kemacetan parah di jalur Kawasan Puncak, tepatnya di wilayah Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 3 Mei 2026.

Adapun, arus lalu lintas mengalami kepadatan di dua arah, dengan kendaraan sempat tersendat (stuck).

Berdasarkan vidio yang diterima terlihat, dari antrian kendaraan yang masih terjadi disekitar Pasar Pafesta Cisarua Puncak Bogor.

Kemudian, Satlantas Polres Bogor menerapkan buka tutup arus serta pemberlakuan jalur satu arah menuju Puncak Bogor pada pagi hari disaat arus dari arah Jakarta menuju Puncak mulai membeludak.

Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah (one way) dari arah Jakarta menuju Puncak mulai pukul 11.06 WIB.

Adapun, pada siang hingga sore hari Polisi memberlakukan sistem one way arah Jakarta dan akan melakukan sistem dua arah secara situasional.

Sementara itu, tampak antrian kendaraan terjadi di jalan lingkungan warga menuju villa dan tempat penginapan pada sore hingga malam hari.

Diprediksi puncak arus balik wisata menuju Jakarta akan terjadi pada Minggu 3 Mei sore hingga malam hari ini.

(Albin)

 

Perumda PPJ Kota Bogor Kenalkan Pasar Gembrong ke Anak-Anak SD

Bogordaily.net – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mengenalkan Pasar Gembrong Sukasari ke anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) High Scope Indonesia Rancamaya.

Langkah ini dilakukan agar generasi muda bisa mengenal pasar tradisional dengan seni tawar menawarnya.

Dirut PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin, memaparkan pihaknya menyambut baik adanya kunjungan dari SD High Scope Indonesia Rancamaya ke Pasar Gembrong Sukasari di mana kegiatan ini sejalan dengan program PPJ yang mulai mengenalkan pasar tradisional kepada generasi mendatang.

“Jadi di usia TK, SD hingga mahasiswa kami undang untuk masuk ke pasar tradisional. Kedua sebagai saran edukasi buat anak usia dini, generasi muda bahwa pasar tradisional berbeda dengan mal. Di pasar bisa tawar menawar dan itu adalah seni nya. Kami tekankan di usia dini (SD). Kami sosialisasi kan bahwa pasar yang sudah di revitalisasi ini, nyaman dikunjungi berbagai usia,” ungkap Jenal

Lebih lanjut, kata Jenal, tidak hanya ibu-ibu saja yang ke pasar, bapak-bapak yang mengantar bisa menikmati kopi sambil menunggu ibu-ibu belanja. Ada juga play ground di Pasar Gembrong untuk anak-anak dan semua dikenalkan ke generasi muda sejak dini.

“Bahwa pasar tradisional sudah nyaman dan naik kelas. Pasar Gembrong ini bisa dijadikan pasar wisata, dan masyarakat bisa wisata belanja,” jelasnya.

Sementara itu, Guru IPS dan PPKN SD High Scope Indonesia Rancamaya, Anggita Ayu, memaparkan para siswa dan siswi bisa belajar tentang kebutuhan dan keinginan dengan mengobservasi tentang proses jual serta beli yang ada di Pasar Gembrong Sukasari.

“Kegiatan ini diperlukan agar anak-anak mengerti tentang jual-beli dan memahami antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya anak-anak belajar bahwa kita harus memprioritaskan kebutuhan. Kami membawa 12 siswa, kelas 2 dan 3. Ini pasar tradisional, anak-anak sudah ke mall dan mereka belajar hal baru juga merasakan situasi baru. Ada beberapa anak yang belum pernah sama sekali ke pasar,” ungkap Ayu.

Dengan demikian, lanjut Ayu, jika mereka ke pasar bisa menawar harga, sedangkan di mal sudah tertera label harganya. Anak-anak juga bisa membandingkan harga yang lebih murah dibandingkan di mal.

“Tujuan kegiatan ini memperkenalkan situasi di pasar, sistem jual beli, bagaimana cara interaksi penjual dan pembeli,” tandasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan: Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp1.211 triliun, Ekosistem Pemberdayaan Kian Luas

 

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja intermediasi yang solid seiring dengan konsistensi Perseroan dalam memperkuat segmen UMKM sebagai core business.

Hal ini tercermin dari penyaluran kredit dan pembiayaan BRI yang terus tumbuh diiringi dengan penguatan fondasi bisnis yang berkelanjutan.

Dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026), Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan penyaluran kredit dan pembiayaan BRI menunjukkan pertumbuhan yang solid, dengan total kredit dan pembiayaan meningkat sebesar 13,7% year-on-year (YoY) menjadi Rp1.562 triliun.

“Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun,” ujar Hery.

Di saat bersamaan, sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, BRI secara konsisten menjadi penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia.

BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah pinjaman pada periode Januari hingga Maret 2026. Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp19,86 triliun atau setara 42,16% dari total KUR yang telah disalurkan.

“Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah,” imbuh Hery.

Tidak hanya berperan sebagai penyalur pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI juga secara konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Hingga akhir Maret 2026, melalui program Desa BRILian, BRI telah membina lebih dari 5.245 desa di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat kapasitas ekonomi berbasis desa. Selain itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha yang menjadi bagian dari strategi penguatan sektor produktif berbasis komunitas.

Di sisi digitalisasi UMKM, BRI menghadirkan platform LinkUMKM sebagai ekosistem terintegrasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta akses terhadap layanan keuangan. Hingga saat ini, jumlah pengguna LinkUMKM telah mencapai lebih dari 15,5 juta UMKM.

Untuk semakin memperkuat kapasitas usaha, BRI juga membina 54 Rumah BUMN serta telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan guna meningkatkan kapabilitas, daya saing, serta mendorong proses naik kelas bagi pelaku UMKM di Indonesia.

Model bisnis BRI yang berfokus pada segmen UMKM memberikan keunggulan tersendiri dari sisi manajemen risiko. Portofolio pembiayaan BRI tersebar luas di jutaan nasabah mikro dengan plafon yang relatif kecil, sehingga menciptakan diversifikasi risiko yang sangat granular.

Dengan struktur tersebut, potensi risiko kredit menjadi lebih terdistribusi dan tidak terkonsentrasi pada debitur tertentu, sehingga ketahanan portofolio relatif lebih kuat dalam menghadapi gejolak ekonomi.

Hasilnya, hingga akhir Triwulan I 2026 BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year on year.

Sementara itu, total aset BRI tercatat tumbuh 7,2% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp2.250 triliun. Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 2,8%, sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1% pada Triwulan I 2025 menjadi 18,4% pada Triwulan I 2026.***

Restrukturisasi BUMN: Efisiensi atau Eliminasi? FSP BUMN IRA Tegaskan Jangan Korbankan Pekerja

0

Bogordaily.net — Di tengah gegap gempita peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional (Monas) yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, satu pesan keras menggema dari barisan pekerja BUMN: restrukturisasi bukanlah legitimasi untuk mengorbankan nasib buruh.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya (FSP BUMN IRA), Sutisna, secara terbuka menyatakan dukungan terhadap agenda penataan BUMN yang tengah digulirkan pemerintah bersama BP BUMN dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Namun, ia mengingatkan bahwa agenda besar tersebut menyimpan potensi risiko sosial yang tidak kecil jika dijalankan tanpa keberpihakan pada pekerja.

“Pertanyaannya sederhana: apakah ini penataan untuk memperkuat, atau justru menyisihkan? Kami mendukung transformasi, tetapi menolak jika pekerja dijadikan korban,” tegas Sutisna di hadapan ratusan massa pekerja BUMN yang datang ke Monas mewakili ribuan pekerja BUMN lainnya.

Pemerintah menargetkan perampingan drastis jumlah BUMN dari sekitar 1.077 entitas menjadi hanya 200–300 perusahaan. Skema ini dipromosikan sebagai langkah efisiensi dan penguatan daya saing. Namun bagi FSP BUMN IRA, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan potensi gelombang ketidakpastian bagi ribuan pekerja dan keluarganya.

Dalam pernyataan sikap resminya, FSP BUMN IRA menyampaikan lima garis merah yang tidak boleh dilanggar dalam proses restrukturisasi:

1. Tidak ada PHK dalam bentuk apa pun sebagai konsekuensi penataan BUMN.

2. Jaminan penuh atas hak dan kesejahteraan pekerja, tanpa kompromi.

3. Pembersihan total praktik korupsi di seluruh lini BUMN dan anak usaha.

4. Keterlibatan wajib serikat pekerja dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

5. Transformasi SDM yang berkeadilan, melalui peningkatan profesionalisme dan produktivitas.

Sorotan tajam juga diarahkan pada persoalan integritas yang dinilai sebagai “penyakit kronis” di tubuh sebagian BUMN. Sutisna menegaskan, kegagalan tata kelola bukan hanya persoalan manajemen, tetapi berdampak langsung pada keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan pekerja.

“Jangan pernah menjadikan efisiensi sebagai alasan untuk menutup lubang akibat korupsi dengan mengorbankan pekerja. Itu tidak adil dan tidak bisa diterima,” ujarnya.

Lebih jauh, FSP BUMN IRA mencium adanya kecenderungan pendekatan top-down dalam proses penataan yang berpotensi mengabaikan suara pekerja. Karena itu, Federasi mendesak BP BUMN dan Danantara untuk membuka ruang dialog yang nyata, bukan sekadar formalitas.

“Dialog bukan pelengkap, tetapi fondasi. Tanpa itu, kebijakan berisiko melahirkan konflik industrial yang luas. Pekerja harus dilibatkan sebagai subjek, bukan objek,” kata Sutisna.

Momentum May Day 2026, bagi FSP BUMN IRA, bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah titik konsolidasi sikap: mendukung perubahan, tetapi dengan garis tegas—keadilan sosial tidak boleh dinegosiasikan.

Di tengah ambisi besar merampingkan BUMN, satu pesan yang tak bisa diabaikan pemerintah adalah ini: keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari jumlah perusahaan yang tersisa, tetapi dari seberapa adil negara memperlakukan para pekerja yang selama ini menopang BUMN itu sendiri.