Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 123

Kapolri Pimpin Langsung Pemakaman Meriyati Hoegeng di TPBU Giri Tama Tajurhalang Bogor

Bogordaily.net – Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung pemakaman Ibu Meriyati Hoegeng di TPBU Giri Tama Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor pada, Rabu 4 Februari 2026

Berdasarkan pantauan terlihat, jenazah Meriyati Hoegeng tiba di pemakaman sekitar pukul 11.20 WIB dengan prosesi iringi iringan.

Kemudian, proses pemakaman berlangsung secara khidmat dengan disambut Isak tangis dari para kerabat maupun keluarga dari almarhumah.

Meriyati Hoegeng dimakamkan di sebelah makam suaminya, sang Polisi paling jujur di TPBU (Tempat Pemakaman Bukan Umum) Giri Tama Tonjong Bogor.

Diketahui, Meriyati Hoegeng lahir 23 Juni 1925 dari pasangan Jawa Belanda, ayahnya Soemakno Martokoesoemo dan ibunya Jeanne Reyneke van Stuwe.

Adapun, Meriyati Roeslani Hoegeng, meninggal dunia pada usia 100 tahun di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa 3 Februari 2026 kemarin.

Eyang Meri sempat dirawat intensif di RS Polri sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

(Albin Pandita)

Sempat Hilang 4 Hari, Pekerja Jembatan yang Jatuh ke Sungai Cisadane Bogor Ditemukan Tewas

0

Bogordaily.net – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang pekerja jembatan F (29) yang terjatuh ke Sungai Cisadane di ‎Desa Jampang, ‎Kecamatan Gunung Sindur, ‎Kabupaten Bogor, pada Rabu 4 Februari 2026.

Adapun, korban ditemukan di wilayah Serpong, Tangerang Selatan dan dinyatakan meninggal dunia.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan bahwa, kejadian tersebut terjadi pada Minggu 1 Februari 2026 sekitar jam 20.00 WIB lalu.

Awalnya, seorang pekerja di jembatan leuwiranji‎ F (29) sedang melaksanakan pemasangan baut bottom jembatan terjatuh ke aliran kali Cisadane.

Tim SAR yang mendapat laporan langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian korban dari titik 0 Jembatan Leuwiranji sampai 4 km ke jembatan Kranggan.

“Pada hari pertama Tim SAR  melaksanakan esar dari titik awal sampai ± 1 kilometer Korban belum ditemukan dan proses pencarian dilanjutkan esok hari,” kata Adam, Rabu 4 Februari 2026.

Hingga hari ke tiga Tim SAR belum dapat menemukan korban. Kemudian pada pencarian hari keempat Tim SAR mendapatkan informasi bahwa, korban telah ditemukan dan langsung melakukan proses evakuasi.

“Berdasarkan informasi tersebut, Tim SAR Gabungan tiba di lokasi dan menemukan pada pukul 08:20 WIB  korban dalam kondisi tertelungkup dan tersangkut di tepi sungai dalam kondisi MD. Tim SAR pun segera mengevakuasi korban dari sungai,” jelasnya.

Adapun, proses serah terima pun berlangsung, antara Tim SAR Gabungan dengan pihak keluarga, dan pihak keluarga mengakui jasad yang ditemukan adalah keluarga korban.

“Selanjutnya Tim SAR mengevakuasi korban menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut Di RSUD Kabupaten Tangerang,” ungkap Adam.

Selanjutnya, Tim SAR Gabungan melakukan penutupan giat operasi pencarian.

Sementara itu, kata Adam, korban diduga kelelahan setelah bekerja dari siang hari hingga malam.(Albin)

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Informasikan Terhentinya Aliran Air di Wilayah Gunung Putri Cileungsi, dan Jonggol

0

Bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menginformasikan masyarakat terkait terhentinya pengaliran air untuk sementara.

Hal tersebut dilakukan sehubungan dengan pekerjaan tapping pipa diameter 50mm ke diameter 400mm di jalur transmisi instalasi Gunung Putri ke instalasi blok P Kota Wisata.

Sehingga berdampak pada kecilnya hingga terhentinya aliran air untuk sementara.

Adapun estimasi gangguan pada Rabu 4 Februari 2026 mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Estimasi waktu normalisasi pada pukul 18.00 WIB s/d pukul 24.00 WIB.

Beberapa wilayah yang terdampak diantaranya, Citra Indah City, Perum Al Sukamanah, Rs Permata Jonggol, PT Belfoods, Kp Menan, KP Rawa Bebek, Kp Cibedug, Kp Cibucil, Perum Rindam Jaya, dan Perum Bukit Cibarusah Indah.

Dimohon untuk pelanggan agar dapat menampung air bersih sesuai kebutuhan disaat pengaliran masih normal.

Selanjutnya, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memohon untuk pelanggan agar dapat menampung air bersih sesuai dengan kebutuhan disaat pengaliran masih normal.

Serta turut manajemen Perumda Air Minum Tirta Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Selain itu, Perumda Air Minum juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas.

Jika menemui hal mencurigakan, pelanggan diimbau segera menghubungi layanan resmi di nomor 1500862 atau melalui WhatsApp di 082119969008, atau datang langsung ke kantor pelayanan terdekat.

Dengan berbagai upaya ini, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus berkomitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan serta menjaga kualitas air yang bersih dan aman bagi masyarakat.(Albin)

Sinopsis Film Jangan Buang Ibu: Pengorbanan Seorang Ibu yang Berakhir di Panti Jompo

0

Bogordaily.net – Leo Pictures kembali menghadirkan film drama keluarga yang menyentuh hati berjudul Jangan Buang Ibu, dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026.

Film ini diadaptasi dari novel Jangan Buang Ibu, Nak… karya Wahyu Derapriyangga dan disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu. Proses syuting film ini telah dimulai sejak awal Desember 2025.

Jangan Buang Ibu mengangkat kisah getir tentang pengorbanan seorang ibu bernama Ristiana.

Setelah sang suami meninggal dunia, Ristiana harus berjuang seorang diri membesarkan ketiga anaknya.

Dengan segala keterbatasan, ia mengorbankan tenaga, waktu, dan mimpinya demi memastikan anak-anaknya tumbuh dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Bertahun-tahun Ristiana menjalani hidup penuh kerja keras tanpa pernah mengeluh. Namun, seiring bertambahnya usia dan kondisi fisik yang melemah, kenyataan pahit justru menghampirinya.

Anak-anak yang dahulu dibesarkannya dengan penuh cinta mulai menjauh, hingga akhirnya Ristiana harus menerima kenyataan paling menyakitkan dalam hidupnya ditinggalkan dan dibuang ke panti jompo.

Di sanalah Ristiana menghadapi kesepian, luka batin, dan pertanyaan besar tentang arti keluarga, balas budi, serta kasih sayang seorang anak kepada ibu yang telah mengorbankan segalanya.

Film ini tidak hanya menyoroti penderitaan seorang ibu, tetapi juga menjadi cermin bagi penonton tentang hubungan orang tua dan anak yang kerap diuji oleh waktu, ego, dan kesibukan hidup.

Kisah emosional ini diperkuat oleh penampilan Nirina Zubir sebagai Ristiana, didukung deretan aktor lintas generasi seperti Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Dwi Sasono, hingga Erika Carlina.

Kehadiran para pemain ini diharapkan mampu menghidupkan konflik keluarga yang realistis dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Dengan tema pengorbanan ibu dan rapuhnya ikatan keluarga di usia senja, Jangan Buang Ibu diprediksi menjadi salah satu film drama keluarga paling menyentuh pada 2026. Informasi resmi mengenai tanggal tayang akan diumumkan lebih lanjut.***

Hakim PA Bogor Dilaporkan ke KY dan Badan Pengawasan MA, Diduga Langgar Kode Etik dan Hukum Acara

0

Bogordaily.net – Seorang hakim Pengadilan Agama (PA) Bogor Kelas IA berinisial HM resmi dilaporkan ke Badan Pengawasan Mahkamah Agung (MA) RI, Komisi Yudisial dan Pengadilan Tinggi Agama Bandung atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) serta pelanggaran fundamental hukum acara perdata.

Laporan tersebut diajukan oleh tim kuasa hukum Erlangga Ibrahim bin Endi Martono, yakni Ujang Suja’i Toujiri dan Muhammad Rizqi Ulil Abshor dari kantor hukum Ujang Suja’i & Associates Law Office, pada 2 Februari 2026 di Bogor.

Pengaduan berkaitan dengan penetapan perkara waris Nomor 152/Pdt.P/2025/PA.Bgr tertanggal 4 September 2025, yang dinilai sarat pelanggaran prosedural dan substansi hukum.

Sengketa Bermula dari Penetapan Ahli Waris

Ujang Suja’i menjelaskan, perkara bermula dari permohonan penetapan ahli waris yang diajukan Erlangga Ibrahim atas meninggalnya Era Meiwanty binti Aksan Tjarmat pada Oktober 2023.

Dalam proses persidangan, muncul pihak intervensi yang mengklaim hak perdata atas nama anaknya.

Ujang Suja’i menilai hakim secara gegabah menerima permohonan intervensi tanpa adanya penetapan perwalian yang sah, serta tetap memproses perkara dalam format penetapan (voluntair) meski sengketa telah berkembang menjadi kontensius.

Dugaan Pelanggaran Prinsip Pembuktian

Ujang Suja’i juga menyoroti dugaan pelanggaran asas pembuktian. Hakim disebut menggunakan keterangan saksi milik pemohon utama untuk menguatkan pihak intervensi, tanpa mewajibkan pembuktian mandiri.

“Praktik tersebut dinilai melanggar asas audi et alteram partem dan mencederai prinsip imparsialitas peradilan,” katanya.

Sorotan Wasiat Wajibah dan Ultra Petita

“Hakim juga memberikan wasiat wajibah maksimal sepertiga bagian kepada pihak intervensi, meskipun tidak dimohonkan secara eksplisit dalam petitum perkara,” tegasnya.

Menurutnya, langkah ini dinilai melanggar prinsip larangan ultra petita, yakni mengabulkan sesuatu yang tidak diminta para pihak. Tim hukum menyebut tindakan tersebut sebagai penciptaan hak baru di luar batas kewenangan yudisial.

Bukti Diduga Bermasalah Masuk Proses Pidana

Tak hanya soal prosedur, Ujang Suja’i juga menyoroti penggunaan dokumen yang tengah diproses secara pidana. Klien pelapor telah melaporkan dugaan sumpah palsu dan pemalsuan dokumen kependudukan ke Polresta Bogor Kota pada awal Januari 2026.

Meski keberatan telah disampaikan dalam persidangan, hakim tetap menjadikan dokumen tersebut sebagai dasar pertimbangan hukum.

Diminta Non-Palu hingga MKH

Melalui laporan ini, Ujang Suja’i meminta Badan Pengawasan MA untuk:

  1. Memeriksa dugaan pelanggaran etik dan hukum acara
  2. Menjatuhkan sanksi administratif berupa pemberhentian sementara (non-palu)
  3. Membentuk Majelis Kehormatan Hakim (MKH) bila ditemukan indikasi benturan kepentingan atau pelanggaran berat

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa perkara tersebut saat ini tengah digugat pembatalannya di Pengadilan Agama Bogor melalui perkara terpisah.

“Langkah ini diperlukan untuk menjaga integritas lembaga peradilan dan mencegah praktik jalan pintas hukum yang merugikan pencari keadilan,” tegas Ujang Suja’i.

Tembusan laporan ini juga disampaikan kepada Ketua Mahkamah Agung RI, Komisi III DPR RI, Ombudsman RI, Ketua Pengadilan Agama Bogor Kelas IA, serta pihak terkait lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pengadilan Agama Bogor maupun hakim terlapor terkait laporan tersebut.***

BSI Umumkan Pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umroh

0

Bogordaily.net – Bank Syariah Indonesia (BSI) mendorong masyarakat Indonesia Berhaji, pada tahun 2025 lalu perseroan mengajak masyarakat untuk aware dalam merencanakan biaya haji sejak dini dan rutin. Salah satunya menggelar Program Nabung Haji Berhadiah Umroh periode Agustus-Desember 2025.

BSI terus mengedukasi masyarakat untuk mempersiapkan dana Nabung Haji Berhadiah Umroh.

Program ini bertujuan mengajak masyarakat mengatur arus kas (cash flow) secara rutin, sehingga alokasi Tabungan Haji menjadi terstruktur dan terencana.

Nasabah cukup top-up saldo setiap Rp1 juta akan memperoleh satu poin untuk diikutsertakan dalam penarikan hadiah umroh, dan menjaga saldo akhir bulan dan rata-rata saldo bulanan minimal Rp5 juta. Program ini berlangsung mulai 1 Agustus hingga Desember 2025.

Program tersebut mendorong peningkatan tabungan haji di BSI. Tercatat hingga November 2025, Tabungan Haji di BSI tercatat naik 24,24% (YoY) menjadi sekitar 6,93 juta rekening, dengan total dana mencapai Rp15,95 triliun.

Dari jumlah tersebut didominasi usia gen Z dan milenial yang mulai memikirkan menabung haji sejak dini.

Beberapa Pemenang program Nabung Haji berhadiah Umroh diumumkan dan jatuh kepada:

  • HUSAINI (AREA LHOKSEUMAWE)
  • WITA JAYANTI (AREA BATAM)
  • YADI TREVIYADI (AREA BEKASI)
  • DEDE IRAMA (AREA JAKARTA FATMAWATI)
  • SUKIDI (AREA SOLO)

Para pemenang lainnya yang bisa dilihat melalui www.bankbsi.co.id.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan bahwa, “Haji dan Umrah menjadi uniqueness bank syariah,dimana sekitar 62% jamaah haji Indonesia menabung tabungan haji di BSI.

Untuk itu, BSI mengajak muslim Indonesia untuk mempersiapkan dana ibadah haji/umrah sejak dini dengan perencanaan yang baik sesuai kemampuan nasabah.

“Agar nantinya saat kesempatan haji atau umrahnya tiba, nasabah bisa menikmati tabungannya selama ini,” ujar Anton dikutip, Rabu 4 Februari 2026.

Sementara itu, Dldi tengah maraknya penipuan yang mengatasnamakan bank, BSI menghimbau kepada nama-nama pemenang untuk rutin mengecek di official media Bank Syariah Indonesia diantaranya melalui Whatsapp resmi Bank Syariah Indonesia 081584114040.

Kemudian, edukasi informasi resmi BSI melalui www.bankbsi.co.id maupun official media sosial BSI Call 14040, Media social: Facebook Bank Syariah Indonesia, Instagram @banksyariahindonesia, Twitter @bankbsi_id @bsihelp, Youtube Bank Syariah Indonesia.(Albin)

Ban Tubeless vs Ban Biasa: Ini Perbedaan Lengkap yang Perlu Diketahui Pengendara

0

Bogordaily.net – Dalam dunia otomotif, terdapat dua jenis ban yang paling umum digunakan, yakni ban tubeless dan ban biasa (tube type).

Sekilas keduanya tampak serupa, namun dari sisi teknologi, kenyamanan, hingga faktor keselamatan, kedua jenis ban ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Perbedaan Sistem Penahan Udara

Perbedaan paling mendasar terletak pada cara masing-masing ban menahan udara. Ban tubeless tidak menggunakan ban dalam.

Sebagai gantinya, bagian dalam ban dilapisi karet khusus atau cairan sealant yang berfungsi menjaga kerapatan antara ban dan velg.

Saat tertusuk benda tajam seperti paku, lapisan ini akan otomatis menutup lubang sehingga tekanan udara tidak langsung hilang.

Sementara itu, ban biasa sepenuhnya bergantung pada ban dalam untuk menampung udara. Ban luar hanya berfungsi sebagai pelindung dan pemberi traksi.

Jika ban dalam bocor, udara akan keluar dengan cepat dan menyebabkan ban kempes secara mendadak.

Struktur dan Komponen

Dari sisi mekanis, ban tubeless memiliki struktur yang lebih sederhana. Ban ini hanya terdiri dari ban itu sendiri dan velg khusus yang kedap udara, sehingga proses pemasangan dan perawatannya relatif lebih praktis.

Sebaliknya, ban biasa memiliki lebih banyak komponen, yakni ban luar, ban dalam, velg, flap atau selendang ban, serta lock ring.

Banyaknya komponen tersebut membuat proses servis atau penggantian ban menjadi lebih rumit dan memakan waktu.

Ketahanan dan Kenyamanan Berkendara

Ban tubeless dirancang dengan struktur yang lebih kaku dan kokoh, sehingga cocok untuk perjalanan jarak jauh dan berkendara pada kecepatan tinggi. Stabilitasnya juga lebih baik saat melaju di jalan raya.

Namun, dari sisi kenyamanan, ban biasa memiliki keunggulan tersendiri. Kehadiran ban dalam berfungsi sebagai bantalan tambahan yang mampu meredam getaran, sehingga terasa lebih empuk saat digunakan pada kecepatan rendah atau melintasi jalan yang relatif halus.

Faktor Keselamatan

Aspek keselamatan menjadi salah satu keunggulan utama ban tubeless. Jika tertusuk paku, ban tidak langsung kempes.

Pengendara masih memiliki waktu untuk menepi atau mencari bengkel terdekat. Proses perbaikannya pun cukup praktis, karena dapat ditambal dari luar tanpa harus melepas ban dari velg.

Berbeda dengan ban biasa yang bersifat lebih reaktif. Kebocoran pada ban dalam bisa membuat tekanan udara hilang dalam hitungan detik, sehingga berisiko jika terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Perbaikannya juga lebih kompleks karena ban harus dibongkar sepenuhnya.

Bobot dan Konsumsi Bahan Bakar

Ban biasa umumnya memiliki bobot lebih berat karena terdiri dari lapisan ban luar dan ban dalam. Bobot tambahan ini dapat memengaruhi beban kerja mesin.

Sebaliknya, ban tubeless yang lebih ringan membantu roda berputar dengan beban lebih kecil. Hal ini berkontribusi pada pengendalian yang lebih responsif dan secara teori dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Kesesuaian Velg

Sebelum beralih ke ban tubeless, pengendara perlu memastikan jenis velg yang digunakan. Velg racing atau cast wheel sangat ideal untuk ban tubeless karena desainnya rapat dan tidak memiliki lubang jari-jari.

Sementara itu, velg jari-jari umumnya digunakan untuk ban biasa. Jika ingin memasang ban tubeless pada velg jenis ini, diperlukan modifikasi khusus atau penggunaan manset karet tambahan agar udara tidak keluar melalui lubang jari-jari.***

Pemerintah Larang Wisata Tunggang Gajah di Seluruh Indonesia

0

Bogordaily.net – Pemerintah Indonesia secara resmi menghentikan seluruh bentuk atraksi wisata tunggang gajah di pusat konservasi maupun destinasi pariwisata. Kebijakan tersebut dikeluarkan melalui Kementerian Kehutanan dan berlaku secara nasional.

Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor 6 Tahun 2025.

Dalam aturan tersebut, seluruh aktivitas wisata yang melibatkan kegiatan menunggangi gajah dinyatakan tidak lagi diperbolehkan di wilayah hukum Indonesia.

Direktorat Jenderal KSDAE menegaskan bahwa, kebijakan ini mulai berlaku sejak surat edaran diterbitkan pada tahun 2025 dan mengikat semua pengelola lembaga konservasi, taman satwa, serta fasilitas pariwisata berbasis satwa liar.

Melalui aturan ini, pemerintah meminta pengelola destinasi wisata segera menghentikan operasional atraksi tunggang gajah dan melakukan penyesuaian terhadap konsep wisata yang dijalankan.

Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya perlindungan dan peningkatan kesejahteraan satwa, khususnya gajah yang selama ini kerap dimanfaatkan dalam aktivitas hiburan.

Kementerian Kehutanan juga mendorong pengelola wisata untuk mengembangkan bentuk atraksi alternatif yang lebih ramah satwa dan berorientasi pada edukasi serta konservasi.***

Epstein Files Dibuka Kongres AS, Donald Trump Bantah Kenal Jeffrey Epstein

0

Bogordaily.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris disebut Epstein Files, kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang selama bertahun-tahun ditunggu publik.

Kemunculan nama-nama besar itu sontak memantik spekulasi serta perbincangan luas di media internasional dan media sosial.

Di tengah ramainya sorotan publik, Donald Trump angkat bicara untuk memberikan klarifikasi.

Melalui sebuah video yang diunggah di akun resmi The White House, Trump terlihat menggelar konferensi pers dan menjawab pertanyaan wartawan terkait namanya yang tercantum dalam Epstein Files.

Ketika ditanya soal hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein, Trump secara tegas membantah adanya keterkaitan.

“Saya tidak memiliki hubungan apa pun dengan Jeffrey Epstein,” ujar Donald Trump singkat.

Hingga saat ini, dokumen Epstein Files masih terus dikaji oleh berbagai pihak, termasuk media dan peneliti independen.

Sementara itu, klarifikasi dari tokoh-tokoh yang namanya tercantum dalam dokumen tersebut juga terus bermunculan seiring berkembangnya perhatian publik terhadap kasus yang disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.***

Tragis, Polisi Temukan Surat Perpisahan Siswa SD di Ngada yang Tewas Gantung Diri

0

Bogordaily.net – Peristiwa meninggalnya YBR, siswa kelas IV sekolah dasar (SD) yang gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar.

Saat proses evakuasi korban, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis langsung oleh YBR.

Surat tersebut ditujukan kepada ibu korban dan ditulis menggunakan bahasa daerah Bajawa.

Dalam surat itu, YBR menyinggung sosok ibunya serta mengungkapkan perasaan kecewa sebelum berpamitan untuk terakhir kalinya.

Satu baris surat berisi ungkapan kekecewaan korban kepada sang ibu, sementara bagian lainnya memuat pesan perpisahan dan permintaan agar ibunya tidak bersedih atas kepergiannya.

Berikut isi surat yang ditemukan di lokasi kejadian:

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama)

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan keberadaan surat tersebut dan memastikan bahwa tulisan itu memang dibuat oleh korban.

“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” kata Benediktus, dikutip pada Rabu 4 Februari 2026.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami latar belakang peristiwa tersebut. Penyebab pasti kekecewaan YBR terhadap ibunya belum dapat dipastikan.

Namun, beredar informasi di tengah masyarakat bahwa korban diduga kecewa karena keinginannya dibelikan buku tulis tidak terpenuhi.

Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian guna mengetahui rangkaian peristiwa secara utuh serta memastikan tidak ada faktor lain yang melatarbelakangi kejadian tragis tersebut.***