Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 127

Cek Ramalan Cuaca Terbaru Jumat 30 Januari 2026, Apakah Bogor Hujan Lagi?

0

Bogordaily.net – Warga bogor waspada karena menurut ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Jumat 30 Januari 2026 diperkirakan akan hujan dengan intensitas ringan.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Jumat 30 Januari 2026

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 20-24°C
Kelembapan: 82–95%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-25°C
Kelembapan: 81–93%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-25°C
Kelembapan: 79-93%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-27°C
Kelembapan: 78–93%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-26°C
Kelembapan: 78–92%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–27°C
Kelembapan: 76–93%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Jumat 30 Januari 2026. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Kementerian UMKM Raih Predikat Tertinggi dari Ombudsman RI

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dengan meraih predikat Kualitas Tertinggi berdasarkan opini Ombudsman Republik Indonesia dalam Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025.

Kementerian UMKM menjadi satu dari tiga kementerian yang memperoleh opini Kualitas Tertinggi dari Ombudsman RI, bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Transmigrasi.

Penghargaan tersebut disampaikan secara daring dari Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Kamis 29 Januari 2026.

Sekretaris Kementerian UMKM Arif Rahman Hakim menjelaskan bahwa, predikat Kualitas Tertinggi diraih karena Kementerian UMKM memperoleh hasil penilaian Kualitas Pelayanan Sangat Baik serta tidak menerima produk pengawasan Ombudsman selama periode 2025.

“Predikat ini diberikan karena Kementerian UMKM dinilai mampu menjaga kualitas pelayanan publik yang sangat baik dan tidak menerima produk pengawasan Ombudsman sepanjang 2025,” ujar Arif di Jakarta, Kamis 29 Januari 2026.

Arif menuturkan, opini Kualitas Tertinggi ditetapkan melalui penilaian terhadap kualitas pelayanan substansial yang dilakukan pada 38 kementerian, 8 lembaga, 38 pemerintah provinsi, 56 pemerintah kota, dan 168 pemerintah kabupaten selama periode September hingga November 2025.

Ombudsman RI menilai sejumlah unsur yang menitikberatkan pada mutu penyelenggaraan pelayanan publik serta tingkat kepatuhan instansi terhadap standar dan rekomendasi hasil pengawasan.

Penilaian tersebut mencerminkan kondisi nyata kinerja pelayanan publik pada masing-masing instansi.

Salah satu unsur utama yang dinilai adalah Kualitas Pelayanan, yang mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap instansi.

Dalam penilaian Ombudsman, Kementerian UMKM dinilai andal dan responsif, terbuka, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Unsur penilaian lainnya adalah Tingkat Kepatuhan, yang mengukur sejauh mana instansi mematuhi dan menindaklanjuti hasil pengawasan Ombudsman RI.

Kementerian UMKM dinilai terbuka terhadap rekomendasi perbaikan dan berkomitmen menjaga keberlanjutan kualitas pelayanan publik.

Ombudsman RI juga mencatat bahwa Kementerian UMKM tidak memiliki produk pengawasan berupa tindakan korektif, saran perbaikan, saran penyempurnaan, maupun rekomendasi yang harus dipatuhi.

Hal ini menunjukkan kemampuan kementerian dalam menyelesaikan pengaduan masyarakat secara tuntas serta mencegah terjadinya maladministrasi.

“Predikat ini mencerminkan komitmen kuat Kementerian UMKM dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, membangun kepercayaan masyarakat, serta menindaklanjuti hasil pengawasan Ombudsman secara konsisten dan berkelanjutan untuk mencegah maladministrasi,” kata Arif.

Menurut Arif, pelayanan publik yang bebas dari maladministrasi tidak hanya memperkuat kepercayaan masyarakat, tetapi juga menjadi bukti nyata upaya Kementerian UMKM dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia menegaskan, Kementerian UMKM akan terus melakukan pembenahan dan penguatan sistem pelayanan publik dengan mengedepankan integritas dan profesionalisme agar masyarakat, khususnya pengusaha UMKM di seluruh Indonesia, mendapatkan layanan yang cepat, adil, dan berkualitas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ombudsman atas penilaian yang diberikan. Predikat Kualitas Tertinggi ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Kementerian UMKM. Kami akan mempertahankan capaian ini dan terus menjaga kualitas pelayanan publik dengan sebaik-baiknya,” kata Arif.***

Nuklir Iran Jadi Pemicu Ketegangan Global, Trump Kirim Kapal Induk dan Ancam Serangan Militer

0

Bogordaily.net – Nuklir Iran kembali menjadi kata yang paling sering diucapkan di ruang rapat Pentagon, di lorong Gedung Putih, dan di layar ponsel para diplomat dunia.

Kamis 30 Januari 2026 dini hari itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih cara lama yang selalu ia sukai: mengumumkan ancaman lewat media sosial. Armada perang besar digerakkan.

Kapal induk USS Abraham Lincoln memimpin barisan baja yang bergerak cepat menuju Teluk. Pesannya pendek, keras, dan berlapis ancaman: Iran harus duduk di meja perundingan.

Bisa bayangkan di geladak kapal induk itu. Mesin menderu, pesawat tempur siaga, radar menyapu langit Timur Tengah. Ini bukan sekadar latihan. Ini pesan.

Trump bahkan membandingkan kekuatan armada ini dengan pengerahan militer sebelumnya ke Venezuela. Ia menyebut misi itu bisa dijalankan “dengan kecepatan dan kekerasan” bila diperlukan. Kalimat yang terasa lebih seperti ultimatum ketimbang diplomasi.

Di titik inilah Nuklir Iran kembali naik ke panggung utama. Bukan lagi soal demonstrasi berdarah di Teheran, bukan pula soal tekanan HAM.

Narasinya bergeser: uranium, sentrifugal, rudal balistik, dan ancaman senjata pemusnah massal. Trump ingin satu hal yang ia sebut sederhana: kesepakatan tanpa senjata nuklir. Kalau tidak?

Ia mengingatkan publik dunia tentang “Operasi Midnight Hammer”, sebuah operasi yang katanya pernah menghantam Iran dengan keras. Ancaman berikutnya, tulis Trump, akan jauh lebih buruk.

Di belakang layar, cerita menjadi lebih rumit. Negara-negara Teluk menekan Washington agar tidak gegabah. Israel disebut-sebut meminta waktu tambahan untuk bersiap menghadapi potensi serangan balasan.

Sementara itu, Pentagon menghitung ulang risiko. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengingatkan Senat: sekitar 30.000 tentara Amerika berada dalam jangkauan ribuan drone kamikaze dan rudal balistik Iran. Timur Tengah adalah papan catur yang penuh ranjau. Satu langkah salah bisa memicu perang regional.

Eropa sudah mencium bau krisis sejak akhir pekan lalu. Para diplomatnya berbicara soal “kegelisahan Israel” dan kemungkinan eskalasi berantai. Dari Teheran, pesan balasan datang dalam bahasa yang tak kalah tajam.

Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Shamkani, menulis ancaman terbuka: setiap serangan Amerika akan dianggap sebagai awal perang, dan balasannya akan diarahkan ke “jantung Tel Aviv”. Kalimat itu seperti sirene. Nyaring. Menyentak.

Namun, di tengah suara senjata yang mulai dipanaskan, diplomasi belum sepenuhnya mati. Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, di Davos berbicara tentang peluang kesepakatan.

Ia menyebut isu inti: pengayaan uranium, program rudal, aktor proksi, dan stok material nuklir. Di sinilah **Nuklir Iran** kembali menjadi pusat perdebatan global—bukan hanya soal teknologi, tapi soal kepercayaan, kekuasaan, dan harga diri sebuah bangsa.

Iran sendiri mencoba menjaga dua pintu tetap terbuka: pintu perlawanan dan pintu dialog. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak mau bernegosiasi di bawah ancaman.

Namun ia juga menyatakan Iran siap pada kesepakatan yang adil, setara, dan bebas paksaan, selama hak atas teknologi nuklir damai diakui dan tidak ada tuntutan sepihak. Di saat yang sama, ia menegaskan kesiapan militer: jari di pelatuk, laut, darat, dan udara siaga.

Dalam 24 jam terakhir, Teheran sibuk menelepon Riyadh, Doha, dan Kairo. Negara-negara Arab itu berperan sebagai pemadam kebakaran diplomatik. Tiga pekan lalu, mereka sempat berhasil menahan Trump agar tidak melangkah lebih jauh.

Kini situasinya berubah. Armada sudah bergerak. Nada bicara Washington lebih keras. Fokusnya lebih sempit: membatasi nuklir dan rudal Iran, bahkan sampai pada tuntutan agar Pemimpin Tertinggi Iran “mundur dari panggung dunia”.

Pertanyaannya sederhana tapi jawabannya rumit: apakah ini akan berakhir di meja perundingan atau di medan perang? Dunia menahan napas.

Pasar minyak gelisah. Selat Hormuz kembali menjadi kata kunci yang membuat banyak negara waspada. Dan kita kembali pada kalimat awal: Nuklir Iran? bukan lagi sekadar isu teknologi.

Ia telah menjadi pemantik geopolitik global, yang setiap percikannya bisa menyulut api besar di Timur Tengah.***

Tembok Penahan Tanah Ambruk di Bondongan Bogor, 1 Warga Tewas Tertimbun

0

Bogordaily.net – Hujan turun seperti biasa di Bogor yang sejak pagi mengisi selokan dan meresap ke tanah-tanah miring di selatan kota.

Namun, di Kelurahan Bondongan, Bogor Selatan, hujan itu berubah menjadi kabar duka.

Sekitar pukul 18.20 WIB, sebuah tembok penahan tanah setinggi dua meter tiba-tiba ambruk. Tidak ada aba-aba. Tidak ada suara peringatan. Tembok itu roboh begitu saja menimpa seorang perempuan yang sedang melintas di depan rumahnya sendiri.

Namanya Aminah.

Warga setempat mengenalnya sebagai sosok sederhana. Sore itu, selepas salat magrib, ia keluar rumah. Warung kecil di depan rumah hendak dibereskan. Aktivitas rutin. Hal sepele. Tapi justru di momen itulah maut datang tanpa mengetuk pintu.

Ketua RT setempat, Surya Atmaja, berdiri di lokasi dengan wajah lelah. “Korban keluar mau beres-beres warung. Lagi jalan di depan rumah. Tiba-tiba tembok ambruk,” ujarnya lirih.

Lokasi kejadian berada di gang sempit permukiman padat. Jalan menurun. Rumah-rumah berdempetan. Di sisi gang itu, tembok penahan tanah berdiri sejak lama. Menahan beban tanah yang setiap musim hujan selalu menyimpan ancaman.

Ketika tembok runtuh, material batu dan tanah langsung menutup jalan setapak. Lorong kecil itu berubah menjadi tumpukan puing. Rumah korban, ironisnya, tetap berdiri utuh. Yang hancur justru jalur di depan pintu rumah—tempat Aminah melangkah.

Proses evakuasi tidak mudah.

Batu-batu besar menyulitkan warga dan petugas. Mereka bekerja hati-hati. Tidak bisa sembarang mengangkat. Ada tubuh manusia di bawah reruntuhan.

“Kira-kira satu jam evakuasi. Susah karena batu. Kita tidak bisa kasar, takut melukai jenazah,” katanya.

Satu jam yang terasa jauh lebih lama bagi keluarga korban. Satu jam yang penuh doa, air mata, dan harap yang perlahan padam.

Aminah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah sakit oleh petugas.

Senja Bogor hari itu ditutup dengan sunyi yang berbeda.

Bukan sunyi karena hujan reda. Tapi sunyi karena satu nyawa melayang—akibat tembok yang runtuh, tanah yang jenuh oleh air, dan kota yang masih menyimpan banyak dinding rapuh di lereng-lerengnya.

Bogor kembali diingatkan: hujan bukan sekadar air dari langit. Kadang, ia datang membawa peringatan. Kadang pula, membawa duka.***

UEFA Gelar Drawing Playoff Liga Champions, Real Madrid Terancam Jumpa Benfica Lagi

0

Bogordaily.net – Nyon, Swiss, Jumat 30 Januari 2026, bukan sekadar undian biasa. Di sebuah ruangan yang rapi, dengan bola-bola plastik kecil yang tampak jinak itu, nasib raksasa Eropa akan ditentukan.

Real Madrid menunggu. Paris Saint-Germain ikut menahan napas. Dan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia bersiap menyaksikan drama baru bernama playoff Liga Champions.

UEFA akan menggelar drawing babak playoff Liga Champions 2025/2026 pada 30 Januari 2026. Inilah babak “hidup-mati” bagi tim-tim yang finis di peringkat 9 hingga 24 fase liga.

Delapan tim teratas sudah duduk manis di babak 16 besar. Sisanya? Harus berkelahi dulu.

Yang paling gelisah barangkali Real Madrid.

Klub yang terbiasa melangkah anggun hingga Mei itu kini harus rela berdiri di antrean playoff. Madrid finis di posisi kesembilan. Artinya mereka akan bertemu salah satu dari dua tim terbawah: Bodø/Glimt dari Norwegia atau Benfica dari Portugal.

Nama terakhir itulah yang membuat alis Carlo Ancelotti mungkin sedikit terangkat.

Benfica. Klub yang baru saja membuat Madrid tersungkur di Lisbon. Skor 4-2 masih hangat dalam ingatan. Lebih menyakitkan lagi, gol penyeimbang Benfica tercipta di masa injury time. Yang mencetak gol? Kiper. Anatoliy Trubin. Jarang-jarang ada penjaga gawang ikut menorehkan luka.

Jika undian mempertemukan mereka kembali, maka Madrid seperti dipaksa membuka ulang luka lama. Tapi begitulah Liga Champions. Ia tak memberi waktu untuk mengeluh.

Kalau Madrid lolos dari Benfica, Inter Milan yang finis di posisi kesepuluh siap menerima lawan yang sama. Tak ada jalan pintas.

Di sisi lain, drama Prancis juga menunggu giliran.

Paris Saint-Germain berpotensi bertemu AS Monaco. Dua klub dari satu negeri. Duel saudara yang dingin tapi penuh bara. PSG berada di peringkat ke-11, sementara Monaco di posisi ke-21.

PSG sebenarnya hampir saja menghindari playoff. Tapi hasil imbang 1-1 melawan Newcastle di laga terakhir membuat mereka terlempar dari delapan besar. Satu gol yang hilang, satu posisi yang melayang, dan kini mereka harus bertarung lagi.

Undian memberi PSG dua kemungkinan: Monaco atau Qarabag. Jika PSG bertemu Qarabag, maka Monaco otomatis akan bersua Newcastle. Dan siapa pun yang lolos, hadiah berikutnya tak ringan: Barcelona atau Chelsea sudah menunggu di babak 16 besar.

Playoff ini bukan sekadar formalitas.

Leg pertama akan dimainkan 17–18 Februari. Leg kedua pada 24–25 Februari. Formatnya jelas: tim peringkat 9–16 menjadi unggulan dan berhak memainkan leg kedua di kandang. Sedikit keuntungan. Tapi di Liga Champions, kandang sering kali hanya soal ilusi.

Pengelompokan sudah ditentukan. Peringkat 9 dan 10 menghadapi peringkat 23 dan 24. Peringkat 11 dan 12 melawan 21 dan 22. Begitu seterusnya. Sistem ini rapi di atas kertas. Tapi di lapangan, semuanya bisa berantakan.

Nama-nama besar ikut antre di lorong playoff: Juventus, Atletico Madrid, Atalanta, Bayer Leverkusen, Borussia Dortmund. Ada pula Olympiacos, Club Brugge, Galatasaray, Qarabag. Tidak ada yang datang hanya untuk numpang lewat.

Sementara itu, delapan tim elite sudah duduk santai menunggu. Arsenal, Bayern Munchen, Liverpool, Tottenham, Barcelona, Chelsea, Sporting CP, dan Manchester City sudah memesan kursi babak 16 besar.

Mereka menunggu. Mengamati. Mungkin sambil tersenyum tipis.

Bagi tim-tim playoff, ini adalah pekan-pekan penuh tekanan. Satu kesalahan kecil bisa menghapus mimpi semusim. Satu gol telat bisa memaksa koper dibuka lebih cepat.

Dan Jumat ini, di Nyon, semua itu akan dimulai dari sebuah bola kecil yang diputar perlahan oleh tangan panitia.

Sepak bola memang sering ditentukan oleh kaki. Tapi kadang, nasib ditentukan lebih dulu oleh undian.***

Sekda Kota Bogor Hadiri Penanaman Jagung Serentak Inisiasi Polda Jabar, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

0

Bogordaily.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi menghadiri agenda penanaman jagung serentak seluas 750 hektare yang diinisiasi oleh Polda Jawa Barat, Kamis 29 Januari 2026.

Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional guna mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Penanaman ini merupakan bagian dari kegiatan yang dibuka Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan secara hybrid di hamparan lahan Desa Kaliangsana, Kecamatan Kalijati.

Sementara di Kota Bogor, kegiatan dilakukan di Kampung Albusyro, RT 02 RW 02, Jalan Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Usai penanaman, Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi menuturkan bahwa penanaman jagung serentak Polda Jawa Barat ini merupakan upaya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Penanaman jagung serentak yang dilaksanakan oleh Polda Jawa Barat merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat,” ujar Denny Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan strategis, khususnya komoditas jagung, memanfaatkan lahan produktif dan lahan tidur secara optimal, serta mendorong kemandirian pangan masyarakat dan menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di Jawa Barat.

“Melalui keterlibatan langsung jajaran Polresta dan Polsek, serta pendampingan kelompok tani, kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi berorientasi pada keberlanjutan dan hasil nyata,” ucap Denny Mulyadi.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menambahkan bahwa dukungan Pemkot Bogor dan masyarakat menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kesuksesan program ini.

“Apresiasi kami sampaikan kepada Pemkot Bogor dan warga yang telah menyiapkan lahannya. Kami juga mohon dukungan semua pihak agar program Presiden bisa berjalan dengan baik,” kata Kapolresta Bogor Kota.

Ia menambahkan, panen direncanakan dalam 125 hari ke depan. Ia juga menegaskan bahwa penanaman jagung ini merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang diterjemahkan oleh Kapolri dan Kapolda Jawa Barat.

“Untuk itu, kami mohon dukungan semua pihak,” tutupnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Dua Bocah Hanyut Terbawa Arus Kali Cijantung Cibinong, Satu Ditemukan Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net – Dua bocah hanyut terbawa arus Kali Cijantung di Kelurahan Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Kamis 29 Januari 2026. Satu ditemukan meninggal dunia.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09 : 40 WIB.

Menurut Adam, awalnya ada dua anak bersaudara yakni Wulan (5 tahun) dan Aji Santoso (3 tahun), sedang bermain di pinggiran aliran Kali Jantung. Satu ditemukan tewas.

Kemudian, pada saat bermain, keduanya diduga terpeleset dan terjatuh ke dalam aliran kali.

“Saksi yang berada di sekitar lokasi melihat kejadian tersebut, melihat kedua anak berada di aliran kali tanpa sempat memberikan pertolongan langsung. Saksi kemudian segera memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan,” kata Adam, Kamis 29 Januari 2026.

Selajutnya, kata Adam, korban yakni Wulan sempat berusaha menolong adiknya. Namun karena tidak bisa berenang dan kondisi arus cukup deras, upaya tersebut tidak berhasil.

“Tak lama kemudian, warga yang datang ke lokasi berhasil menolong Wulan, sedangkan Aji Santoso terbawa arus aliran kali,” jelasnya.

Diketahui, korban yang hanyut terbawa arus yakni Aji Santoso (3) bocah asal Kelurahan Pabuaran Mekar.

Setelah kejadian tersebut, warga sekitar segera melakukukan pencarian dan melaporkan kepada pihak terkait.

Adapun, TIM SAR Gabungan berhasil menemukan Korban di Bantaran kali Cijantung Kelurahan Cilodong Kecamatan Cilodong Kota Depok sekitar pukul 14 : 24 WIB

“Korban diketemukan berjarak 3 KM dari titik 0 kejadian dalam keadaan meninggal dunia. Korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga oleh TIM SAR Gabungan,” ujar Adam.

Selain itu, kata Adam, operasi SAR di tutup pada jam 15:30 WIB oleh Camat Cibinong.

Menurutnya, kejadian ini diduga disebabkan oleh kondisi pinggiran kali yang licin serta minimnya pengawasan saat anak-anak bermain di area berbahaya.

“Diperlukan peningkatan kewaspadaan orang tua, pengawasan lingkungan, serta pengamanan di sekitar aliran kali untuk mencegah kejadian serupa terulang,” ungkapnya.***

Albin

Menuju Pajak Presisi dan Transparan, Kota Bogor Bangun Ekosistem Geospasial Terpadu

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan tahun 2026 sebagai momentum strategis transformasi pengelolaan pajak daerah menuju sistem yang presisi, transparan, dan berbasis data.

Transformasi ini diwujudkan melalui pembangunan ekosistem geospasial terpadu yang menjadi fondasi penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor secara berkelanjutan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa penguatan sistem pajak daerah harus dimulai dari pembenahan data dan peta potensi pajak yang akurat. Untuk itu, Pemkot Bogor mengembangkan SISABAKOTA (Sistem Informasi Satu Basis Data Kota) sebagai instrumen utama kebijakan fiskal berbasis geospasial.

“SISABAKOTA kami bangun sebagai fondasi utama pengambilan kebijakan fiskal Kota Bogor. Dengan satu basis data berbasis geospasial, seluruh potensi pajak dapat dipetakan secara presisi, transparan, dan terukur hingga tingkat wilayah terkecil. Kebijakan pajak ke depan tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berbasis data yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan,” ujar Wali Kota Bogor.

SISABAKOTA dirancang sebagai dashboard terintegrasi yang menghimpun dan memvisualisasikan seluruh data pajak daerah lintas sektor dalam satu peta dan satu sistem. Mulai dari PBB-P2, PBJT, BPHTB, Pajak Air Tanah, hingga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Seluruh data disajikan secara spasial untuk mendukung analisis potensi, pengawasan, dan pengambilan keputusan strategis.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana, menjelaskan bahwa SISABAKOTA berfungsi sebagai single source of truth (Sumber Kebenaran Tunggal) data fiskal daerah, sekaligus alat deteksi dini terhadap potensi kebocoran penerimaan.

“Melalui SISABAKOTA, kami mengintegrasikan seluruh data pajak daerah lintas sektor dalam satu dashboard geospasial. Sistem ini memungkinkan kami melihat secara real-time potensi, realisasi, serta indikasi kebocoran pajak. SISABAKOTA menjadi alat strategis untuk menentukan prioritas pengawasan, intensifikasi, dan ekstensifikasi pajak daerah secara presisi,” jelas Deni.

Dengan pendekatan geospasial, SISABAKOTA mampu memetakan objek dan potensi pajak hingga tingkat RT, menampilkan kesenjangan antara potensi dan realisasi, serta menjadi early warning system bagi pemerintah daerah dalam menutup celah kebocoran sejak dari hulu.

Pengembangan SISABAKOTA juga terintegrasi dengan berbagai aplikasi pendukung pendataan dan pengawasan pajak daerah, sehingga membentuk ekosistem digital pajak yang saling terhubung, transparan, dan akuntabel.

Melalui pembangunan ekosistem geospasial terpadu ini, Pemkot Bogor menargetkan terciptanya tata kelola pajak daerah yang modern, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan kepatuhan pajak sebagai budaya bersama dalam mendukung pembangunan Kota Bogor.***

Bukan Alat Berat, Tapi Doa: Kisah Abah di Lokasi Longsor Cisarua

0

Bogordaily.net – Hujan deras itu kembali turun. Lereng Pasirlangu sudah lima hari penuh bergelut dengan lumpur, batu, dan duka. Di Cisarua, Bandung Barat, alat berat berhenti. Tim SAR berhenti. Bukan karena lelah. Tapi karena langit belum memberi izin.

Di saat seperti itulah Abah datang.

Tidak membawa rompi oranye. Tidak juga helm proyek. Yang dibawanya hanya tongkat, beberapa botol air mineral, dan keyakinan yang sudah lama hidup di kampung itu: kearifan lama yang masih dipercaya sebagian warga.

Sabtu, 24 Januari 2026, longsor Cisarua memutus banyak hal. Jalan terputus. Rumah tertimbun. Dan harapan ikut tergerus. Sejak itu, pencarian korban berjalan tertatih. Cuaca menjadi musuh paling sulit ditaklukkan.

Hari keempat evakuasi menjadi titik genting. Hujan turun tanpa jeda. Tanah kembali bergerak. Risiko longsor susulan membesar. Komando di lapangan mengambil keputusan berat: evakuasi dihentikan sementara.

Saat itulah Abah berdiri di tepi gundukan tanah.

Video aksinya viral pada Rabu, 28 Januari 2026. Tongkat diputar perlahan di atas kepala. Botol air disusun mengelilingi tubuhnya. Air disiramkan ke tanah yang masih basah.

“Kun fayakun, bismillah. Lihat, langsung berhenti,” ucapnya.

Aneh? Bisa jadi. Mistis? Bagi sebagian orang iya. Tapi bagi warga sekitar, itu adalah bentuk ikhtiar yang lain. Ikhtiar yang tidak tercatat dalam buku manual kebencanaan. Tapi hidup dalam tradisi.

Media sosial pun gaduh. Ada yang mencibir. Ada yang mendukung. Ada yang hanya berharap satu hal: hujan berhenti agar korban bisa ditemukan.

“Bukan soal percaya atau tidak. Ini soal doa,” tulis netizen.

“Semangat untuk tim SAR,” tambah akun lain.

Di lapangan, pekerjaan tetap berjalan. Tidak ada ritual yang menggantikan protokol keselamatan. Tidak ada mantra yang mengalahkan prosedur. Namun suasana psikologis berubah. Ada jeda hujan. Ada waktu untuk kembali bekerja.

Hingga kini, tim DVI Polri telah menerima 50 kantong jenazah dari lokasi longsor Cisarua. Angka itu bukan sekadar statistik. Itu adalah keluarga yang kehilangan ayah. Ibu yang kehilangan anak. Rumah yang tak lagi utuh.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyebut jumlah korban terdampak terus bertambah dibanding laporan awal. Data bergerak. Sama seperti tanah di lereng Cisarua yang belum sepenuhnya diam.

Di tengah teknologi drone, alat berat, sensor cuaca, dan sistem SAR modern, masih ada satu hal yang tidak pernah hilang dalam bencana: manusia mencari harapan dengan caranya sendiri.

Kadang lewat radio komunikasi. Kadang lewat doa. Kadang lewat tongkat yang diputar di bawah hujan.

Di Cisarua, hari itu, semua cara dipakai. Karena ketika tanah runtuh, yang tersisa hanyalah satu tujuan: menemukan mereka yang masih tertinggal di bawah lumpur.

Dan berharap langit, sekali saja, mau berhenti menangis.***

Wamenkop: Kopdes Jadi Simpul Konsolidasi Potensi Desa Terhubung ke Pasar

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menekankan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya dimaknai sebagai badan usaha, tetapi sebagai simpul konsolidasi potensi desa seperti pertanian, perikanan, usaha kecil, logistik pangan, hingga layanan keuangan mikro.

“Koperasi menjadi penghubung antara produksi desa dengan pasar, serta antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat,” kata Wamenkop, pada acara Musyawarah Nasional V DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Tahun 2026, di Jakarta, Kamis (29/1).

Di acara yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, dan Ketua Umum DPP Apdesi H Surtawijaya, Wamenkop menyatakan, bila Kopdes Merah Putih mampu menghubungkan antara sumber daya yang ada di desa dengan kebutuhan pasar, maka akan tercipta pertumbuhan ekonomi di desa tersebut.

“Ini bisa menjadi ruang ekosistem ekonomi baru, yang juga menghubungkan antar desa di seluruh Indonesia,” kata Wamenkop.

Oleh karena itu, lanjut Wamenkop, penguatan Kopdes Merah Putih diarahkan sebagai ekosistem usaha desa yang terintegrasi. Kopdes Merah Putih tidak hanya dipahami sebagai kawasan fisik, tetapi sebagai bagian dari rantai nilai ekonomi desa dari hulu hingga hilir.

Wamenkop menambahkan, keberhasilan koperasi sangat ditentukan kualitas tata kelolanya. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi menekankan tiga hal utama. Pertama, penguatan kapasitas pengurus dan pengawas agar koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Kedua, penguatan konektivitas usaha koperasi dengan pasar, baik lokal, nasional, maupun digital. Ketiga, penguatan sinergi antara koperasi, pemerintah desa, dan pemerintah daerah agar koperasi menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa.

Selain penguatan tata kelola, Kemenkop juga mendorong pengawasan bersama melalui program Jaga Desa yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan Kejaksaan Agung.

“Program ini bertujuan memberikan pendampingan hukum dan pencegahan penyimpangan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan di desa,” ucap Wamenkop.

Di tingkat desa, pengawasan operasional koperasi juga dilakukan secara partisipatif oleh warga desa sebagai anggota koperasi. Keterlibatan masyarakat dalam rapat anggota, pelaporan keuangan, dan pengawasan usaha menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas serta kepercayaan terhadap kelembagaan Kopdes Merah Putih.

Dalam hal ini, menurut Wamenkop, pemerintah desa, dengan peran kunci kepala desa sebagai pembina koperasi, berperan sebagai fasilitator pembentukan dan legalitas Kopdes Merah Putih, penyedia sarana prasarana pendukung termasuk pemanfaatan aset desa, serta penggerak partisipasi masyarakat produktif.

“Kepala desa juga mendorong kolaborasi antara BUMDes, koperasi, kelompok tani, nelayan, dan pelaku usaha, sekaligus melakukan pendampingan, pengawasan, dan penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan pusat agar koperasi dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” ucap Wamenkop.

Wamenkop juga menyampaikan apresiasi kepada Apdesi yang secara konsisten menjadi mitra pemerintah dalam mendorong penguatan desa sebagai pusat pertumbuhan baru. “Desa hari ini tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek utama yang menentukan arah kemajuan wilayahnya sendiri,” ujar Wamenkop.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Apdesi H Surtawijaya meyakini bahwa ke depan kolaborasi antara Apdesi dengan Kemenkop akan semakin diperkuat. Terutama, dalam membangun dan mengembangkan Kopdes Merah Putih.***