Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 128

Urgensi Sinergisme Kerjasama Transnasional Dalam Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang Untuk Indonesia

0

Penulis : Galuh Wijayanto Adi Wibowo, Permerhati Tindak Pidana Pencucian Uang, Badan Narkotika Nasional, 

Kejahatan pencucian uang bukan hanya dihadapi oleh negara-negara maju tetapi juga negara-negara berkembang dan negara transisi ekonomi. Di era independensi sistem finansial, suatu negara tidak dapat berdiri sendiri menghadapi kejahatan transnasional demikian juga dengan organisasi kejahatan. Untuk itu kerjasama internasional merupakan suatu keharusan.

Dalam konteks upaya pencegahan dan pemberantasan TPPU, Presiden RI telah menetapkan pembentukan Komite Nasional Pencegahan dan Pemberantasan TPPU (Komite TPPU) yang merupakan badan koordinasi nasional yang terdiri dari 16 Kementerian/Lembaga yang bertugas untuk melakukan koordinasi nasional dalam pengambilan kebijakan pencegahan dan pemberantasan TPPU/TPPT dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Salah satu strategi Nasional Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme tahun 2017 – 2019 yang dicanangkan oleh komite TPPU adalah meningkatkan pemanfaatan instrumen kerjasama internasional dalam rangka optimalisasi asset recovery yang berada dinegara lain. Kerjasama dengan pihak luar negeri ini merupakan implementasi Pasal 25 ayat 23 dari UU No 15 tahun 2002 tentang TPPU. Aturan itu menyebutkan keleluasaan PPATK untuk menjalin kerjasama baik dengan pihak nasional maupun luar negeri dalam rangka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

PPATK telah melakukan banyak kolaborasi dengan berbagai organisasi Internasional dalam hal kerja sama dan pertukuran informasi guna memperluas jangkaun informasi para pelaku kejahatan ekonomi, serta mempersempit gerak para pelaku pencucian uang maupun pendanaan terorisme di dunia. Beberapa kolaborasi internasional yang telah dilakukan oleh Indonesia baik pada level regional dan internasional.

Kerjasama Bilateral Pemerintah Australia

Indonesia telah menjalin kerjasama denggan pemerinttah australia tekait pencucian uang melalui Austrac. Ausrtrac (Australian Transaction Reports and Analysis Centre) adalah lembaga Pemerintah Australia yang bertanggung jawab untuk mendeteksi, mencegah, dan mengganggu penyalahgunaan sistem keuangan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan serius dan terorganisir (https://www.austrac.gov.au/about-us/austrac-overview). Melalui regulasi yang kuat, dan kemampuan intelijen yang ditingkatkan, AUSTRAC mengumpulkan dan menganalisis laporan dan informasi keuangan untuk menghasilkan kecerdasan finansial. Informasi penting mengenai pihak yang berencana untuk melakukan tindak pidana kejahatan dan aktivitas kriminal ini berkontribusi pada keamanan nasional dan investigasi penegakan hukum.

Selama lebih dari 30 tahun, AUSTRAC telah berkembang untuk mengatasi tantangan dalam sistem keuangan yang berubah dengan cepat dan menjadi sasaran penjahat dengan cara yang kompleks. Saat ini, AUSTRAC mendapati dirinya bekerja dalam lanskap keuangan yang terganggu, dengan teknologi baru dan yang sedang berkembang mengubah cara layanan keuangan diberikan, dalam ekonomi yang semakin mengglobal.

Gangguan ini telah menciptakan perubahan signifikan di sektor ini dan AUSTRAC telah beradaptasi dengan perubahan ini dalam cara mengatur bisnis untuk memberantas kejahatan keuangan untuk melindungi masyarakat.
Melalui kerjasama ini, indonesia memperoleh beberapa manfaat penting diantaranya AUSTRAC dan PPATK telah beberapa kali melaksanakan joint analysis melalui program Analyst exchange program/AEP. Namun demikian tidak hanya pertukaran analis, AUSTRAC-PPATK juga melaksanakan pertukaran program pegawai pada unit lain seperti dalam program CEP (corporate exchange program) yang didalamnya kedua belah pihak saling bertukar pegawai untuk meningkatkan kapasitas pegawai dari 2 (dua) FIU. Selain itu, dengan pertukaran ini juga diharapkan akan semakin meningkatkan rasa percaya dan meningkatkan hubungan kedua belah pihak. AUSTRAC juga menjadi pendukung Indonesia di forum-forum internasional terutrama forum yang membahas mengenai rezim APU/PPT

Pemerintah Amerika Serikat

Indonesia telah menjalin kerjasama denggan pemerinttah Amerika Serikat tekait pencucian uang melalui USDOJ-OPDAT. USDOJ-OPDAT (Office of Overseas Prosecutorial Development, Assistance and Training) adalah perwakilan badan pemerintahan AS dalam bidang hukum yang berfokus pada pemberian pelatihan dan bantuan dalam penegakan hukum di berbagai negara. OPDAT dibentuk dari Divisi Kriminal Departemen Kehakiman AS sebagai tanggapan atas meningkatnya ancaman kejahatan transnasional. OPDAT membangun mitra asing yang kuat yang dapat bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk meningkatkan kerja sama dalam kasus-kasus transnasional dan untuk memerangi kejahatan.

OPDAT memiliki Resident Legal Advisors (RLA), Intermittent Legal Advisors (ILA), dan International Computer Hacking and Intellectual Property Advisors (ICHIPs) yang ditempatkan di seluruh dunia untuk memberikan bantuan ahli dan bimbingan berbasis kasus kepada mitra asing untuk mengembangkan sistem peradilan yang dapat memerangi kejahatan transnasional, korupsi, dan terorisme sesuai dengan standar internasional dan dalam peningkatan keamanan nasional AS.OPDAT bekerja dengan mitra asing untuk memperkuat dan menerapkan kemampuan untuk menyelidiki dan menuntut kejahatan terorganisir (termasuk geng dan kartel), terorisme, pendanaan terorisme, pencucian uang dan kejahatan ekonomi, korupsi, perdagangan orang, perdagangan narkotika, dan aktivitas kriminal transnasional yang muncul.

Melalui kerjasama ini, OPDAT membantu memerangi korupsi, terorisme, pencucian uang, kejahatan lingkungan, perdagangan orang, dan meningkatkan keamanan pengadilan dan bantuan hukum timbal balik di berbagai negara, salah satunya di Indonesia. Bekerja sama dengan Unit Intelijen Keuangan Indonesia PPATK, OPDAT mengembangkan kemampuan polisi dan kejaksaan untuk menggunakan hukum anti pencucian uang dan perampasan aset sebagai alat untuk menangani kejahatan transnasional dan korupsi. Selanjutnya, OPDAT telah melatih dan mendukung Satuan Tugas Terorisme dan Kejahatan Transnasional (Satgas) Jaksa Agung Indonesia, yang telah menjadi mitra utama Pemerintah AS dan diangkat menjadi sebuah direktorat.

Kerjasama yang baik antara PPATK dan Indonesia secara keseluruhan dengan USDOJ-OPDAT juga menunjukan hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dengan pemerintah Amerika Serikat.

Kerjasama Multilateral

Beberapa kerjasama multilateral juga dilakukan pemerintah untuk memerangi tindak pidana pencucian uang. Kerjasama multilateral tersebut diantaranya melalui FATF, Egmont Group on Money Laundering, Asia Pacific Group on Money Laundering
Financial Action Task Force (FATF)
Financial Action Task Force (FATF) merupakan forum pertemuan 37 negara anggota yang membahas kebijakan standar internasional memerangi pencucian uang dan pendanaan teroris yang berlokasi di Paris, Perancis. Indonesia berupaya untuk ikut sebagai pencalonan keanggotaan FATF melalui surat komitmen yang dibuat Pemerintah RI (Menkeu) kepada Presiden FATF Nomor S-639/MK.010/2017 tertanggal 10 Agustus 2017 tentang komitmen Indonesia dalam pelaksanaan proses keanggotaan FATF.

Upaya Indonesia untuk menjadi anggota FATF terus mendapat progres yang positif. Dalam Financial Action Task Force-Middle East and North Africa Financial Action Task Force (FATF-MENAFATF) Joint Plenary Meeting di Paris, Prancis, 29 Juni 2018, FATF secara menyeluruh dan konsensus mengesahkan status Indonesia sebagai Observer dalam organisasi FATF. Portugal, Selandia Baru dan Singapura mengawali penyampaian dukungan kepada Indonesia.

Diresmikannya Indonesia menjadi observer FATF memiliki arti penting, mengingat FATF adalah suatu forum kerjasama antar negara yang bertujuan menetapkan standar global rezim anti pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta hal-hal lain yang mengancam sistem keuangan internasional. Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi besar dunia dan anggota G-20, sudah selayaknya berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakan strategis yang dapat menentukan sistem keuangan internasional.

Apabila Indonesia masuk dalam menjadi anggota FATF maka patut dipetimbangkan struktur organsiasi saat ini, mengingat FATF merupakan lembaga yang membuat standar internasional yang harus diikuti oleh setiap negara di dunia dalam bentuk peraturan setingkat Undang Undang. Apabila standar tersebut tidak diikuti maka negara yang bersangkutan akan dikenakan sanksi. Sejumlah working group di forum FATF juga anggota memiliki ciri khas tersendiri dan dalam berbagai pertemuan beberapa negara yang akan dikenakan sanksi umumnya mengirimkan duta besarnya mengunjungi PPATK untuk mendapatkan dukungan. Lembaga terkait seperti Kemenko Polhukam, Kemenlu, Kemenkeu selaku lembaga porto folio dapat menghadiri pertemuan ini dan menjadi ketua delegasi apabila memandang jabatan dan kepangkatan tertinggi bagi yang mewakilinya.

Manfaat ekonomi apabila Indonesia menjadi anggota FATF adalah dapat membuktikan kepada dunia internasional akan tingkat stabilitas dan integritas sistem keuangan dan perdagangan Indonesia yang sudah memadai, sehingga dapat meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi, serta disejajarkan dengan negara-negara maju, dan sejalan dengan kedudukan Indonesia dengan negara-negara G20 lainnya.
Manfaat kerjasama ini dalam policy-making mencakup :

(1) Pengalaman Indonesia dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme dapat menjadi kontribusi penting dalam penyusunan kebijakan dan standar internasional terkait upaya APU/PPT.

(2) Mendukung dunia internasional untuk menurunkan tingkat illicit flow money dan membangun kebijakan dan regulasi, serta efektivitas penerapan APU/PPT yang memadai, baik dari sisi pencegahan maupun sisi pemberantasan, khususnya dalam mendeteksi dan memitigasi illicit flow money.

Manfaat hubungan internasional dalam kerjasama ini mencakup :

(1) Meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata internasional.

(2) Berpotensi meningkatkan efektivitas kerjasama internasional melalui pemanfaatan komunikasi informal.

Keuntungan rill yang dapat diperoleh apabila menjadi anggota forum ini antara lain Indonesia dapat turut aktif dalam merumuskan standar internasional. Rekomendasi FATF yang wajib untuk dipatuhi oleh negara-negara di Dunia, Indonesia dapat mempersiapkan standar-standar terbaru yang belum dijalankan di dalam negeri melalui perolehan deteksi informasi dini sebagai anggota, Indonesia dapat menentukan arah kebijakan standar rezim AML/CFT nasionalnya sejalan dengan kebijakan FATF, Indonesia dapat menjadi financial centre di kawasan Asia Pasfik mengalahkan Singapura dan transaksi keuangan internasional anggota FATF memilik previlage tersendiri dalam melakukan transaksi antar negara, kecuali dikenakan status ICRG.

Egmont Group on Money Laundering
Dilatarbelakangi pentingnya kerjasama internasional dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan kontra pendanaan terorisme, sekelompok Unit Intelijen Keuangan (Financial Intelligence Unit/FIU) memutuskan untuk membentuk jaringan kerjasama internasional antar FIU yang dikenal dengan Egmont Group of Financial Intelligence Unit di Egmont-Aranberg Palace, Brussel, Belgia pada tanggal 9 Juni 1995.

Saat ini Egmont Group memiliki 164 anggota yang terdiri dari berbagai FIU dari seluruh dunia. Tujuan dibentuknya EG adalah sebagai suatu forum kerjasama secara teknis diantara FIU anggota di seluruh dunia, yang diantaranya meliputi kerjasama pertukaran informasi atau intelijen keuangan dalam pemberantasan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Forum ini mempunyai manfaat umum bagi Indonesia diantaranya manfaat secara ekonomi dimana apabila Indonesia dinilai merupakan yang kooperatif dengan memiliki komitmen yang tinggi dalam rangka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan terorisme, maka akan meningkatkan citra negara Indonesia didalam dunia internasional dan akan memberikan kepercayaan bagi para investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia
Forum ini memiliki arti penting bagi Indonesia dikarenakan mengangkat isu seputar permasalahan kelembagaan FIU sejatinya dan merupakan forum untuk saling bertukar informasi bahkan melakukan penandatanganan MOU dengan sesama lembaga intelijen keuangan dari seluruh dunia.

Secara kongkrit, kerjasama ini bagi Indoensia memiliki manfaat :

(1) Kegiatan atau program Egmont dapat mendukung Program Prioritas Nasional yaitu pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan terorisme . Utamanya membantu memberantas tindak pidana narkotika, korupsi dan kejahatan perbankan,

(2) Dampak langsung kebijakan Egmont ini terhadap kepentingan nasional dapat mempengaruhi prioritas nasional dan terhadap kepentingan nasional multisektoral,

(3) forum ini dapat memperluas dan sistematisasi kerjasama internasional dalam pertukaran timbal balik dari informasi intelijen keuangan,

(4) Forum ini juga dapat meningkatkan efektivitas FIU dengan menawarkan pelatihan dan pertukaran personil untuk meningkatkan keahlian dan kemampuan personil yang dipekerjakan oleh FIU/PPATK,

(5) Forum ini membina lebih baik dan komunikasi yang aman antar FIU melalui penerapan teknologi, saat ini melalui Egmont Secure Web (ESW), .

6) Manfaat pertukaran informasi di tingkat internasional dalam mendukung upaya penegakan hukum masing-masing telah terbukti sangat signifikan. FIU memiliki kemampuan unik untuk bertukar informasi keuangan yang dapat membantu dalam mengikuti jejak keuangan dalam penyelidikan penegak hukum, termasuk yang terkait dengan terorisme dan mengungkap aset kriminal. Informasi ini bisa berasal dari laporan yang mencurigakan atau transaksi diluar batas kewajaran atau pengungkapan lain dari sektor keuangan dan entitas wajib lainnya, serta data administrasi pemerintah dan informasi catatan publik. Membuka dan memelihara jalur komunikasi di antara Egmont Group FIU memberikan manfaat bagi penegakan hukum secara global dengan menyediakan sumber potensial lain kecerdasan keuangan asing yang mungkin penting untuk penyelidikan nasional. Pertukaran informasi antara FIU memiliki nilai tinggi karena kadang-kadang merupakan satu-satunya portal untuk pertukaran intelijen keuangan antara yurisdiksi.

Misi utama Egmont Group adalah untuk mendorong pertukaran informasi dan kerjasama internasional yang dituangkan dalam Grup “Prinsip untuk Pertukaran Informasi” (Principles for Information Exchange).

Asia Pacific Group on Money Laundering
APG (Asia Pacific Group on Money Laundering) Annual Meeting merupakan forum regional yang dihadiri oleh sejumlah negara anggota dikawasan Asia Pasifik, dimana Indonesia menjadi salah satu anggotanya sejak tahun 2000. Forum ini adalah kepanjanganan tangan dari organisasi internasional FATF yang berada di beberapa kawasan yang berfokus pada isu-isu pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Keterlibatan Indonesia dalam forum APG yang diselenggarakan setahun sekali ini dipimpin oleh ketua Delegasi yang biasanya diwakili oleh Kepala PPATK karena sejumlah perwakilan negara yang hadir juga diwakili oleh Kepala FIU negara sahabat.

Keanggotaannya pada forum ini adalah negara Indonesia, bukan lembaga. Oleh karena itu, sejumlah lembaga terkait dalam pencegahan dan pemberantasan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) & TPPT (Tindak Pidana Pendanaan Terorisme) turut serta dalam pertemuan tersebut, seperti BI, OJK, POLRI, BNPT, KEMLU dsb.

PPATK selaku focal point dalam isu AML/CFT Indonesia wajib hadir dalam setiap pertemuan ini yang dihadiri oleh Pimpinan PPATK dan sejumlah pejabat/staf terkait. Adapun isu-isu yang diangakat dalam forum ini dapat berupa standar dan kebijakan terbaru FATF, pembahasan MER negara anggota, Donors Assistance and Providers Meeting, technical meeting, administrative/operational/budgeting meeting, dan beberapa kegiatan sampingan berupa pelatihan, dan pertemuan bilateral dengan negara tertentu serta penandatanganan MOU.
Kerjasama ini memberikan manfaat umum (ideologi, politik, ekonomi, sosbud, perdamaian, kemanusiaan, dan citra) untuk Indonesia karena isu pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal masuk dalam manfaat umum sebagaimana tercantum dalam Keppres No. 64 Tahun 1999 Pasal 4, antara lain manfaat: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, perdamaian dan keamanan internasional serta manfaat lainnya untuk meningkatkan peranan dan citra Indonesia di forum internasional dan hubungan internasional.

Indonesia melakukan inisiatif strategis è Salah satu manfaat Indonesia aktif pada forum ini juga dapat dilihat dari peran Indonesia menjadi inisiator dalam penyusunan peraturan bersama terkait pembekuan aset serta merta teroris dan organisasi teroris (DTTOT), hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam melindungi kepentingan nasional.

Sehingga dalam hal ini Indonesia lebih mengutamakan hukum nasional dibandingkan hukum internasional (UNSCR 1267 dan 1373).
Kegiatan atau program OI dapat mendukung Program Prioritas Nasional è Salah satu program prioritas Pemerintah adalah pemberantasan korupsi, dimana korupsi merupakan salah satu tindak pidana asal dari TPPU. Penanggulangan terorisme dan pendanaannya merupakan prioritas nasional dan internasional, sehingga keikutsertaan PPATK dalam forum ini menjadi penting
Instansi Penjuru mengupayakan tidak adanya kenaikan kontribusi è PPATK harus selalu hadir dalam APG Annual Meeting yang menentukan besaran iuran keanggotaan negara, sehingga Indonesia dapat mempengaruhi penentuan besaran iuran setiap anggota.

Urgensi lain dari partisipasi Indonesia dalam forum ini antara lain karena Indonesia memainkan peranan penting dikawasan Asia Tenggara dimana Indonesia menjadi lead country untuk negara-negara kawasan ASEAN, memutus sejumlah usulan keputusan/kebijakan yang disampaikan dalam forum secara konsensus baik mengenai isu eksternal maupun internal organisasi, Indonesia pernah menjadi negara yang melakukan Mutual Evaluation Review (MER) kepatuhan terhadap Rekomendasi FATF kepada negara Bangladesh dan Mongolia sehingga menunjukan kepercayaan Internasional terhadap kemampuan Indonesia.

PBB

Indonesia juga bekerjasama dengan lembaga PBB melalui UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime). United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) adalah sebuah kantor PBB yang dibentuk pada tahun 1997 sebagai kantor yang mengurusi kontrol obat-obatan (terutama narkoba) dan pencegahan kejahatan.

UNDOC membantu PBB dalam memecahkan masalah perdagangan dan penggunaan ilegal narkoba, pencegahan kejahatan dan keadilan kriminal, terorisme internasional dan korupsi politik, secara komprehensif dan terkoordinasi. Tujuan-tujuan ini dicapai melalui tiga fungsi utama, yaitu penelitian, kebijakan dan dukungan bagi pemerintah dalam pengadopsian dan implementasi protokol, traktat dan konvensi terkait, serta pemberian bantuan teknis dan finansial untuk membantu pemerintah negara-negara anggota dalam menyelesaikan permasalahan obat-obatan dan kejahatan.Beberapa tema besar kinerja Kantor PBB Urusan Obat-obatan dan Kejahatan termasuk pembangunan, korupsi, keadilan kriminal, pencegahan kejahatan dan reformasi penjara, pencegahan penyalahgunaan narkoba, HIV dan AIDS, perdagangan manusia dan penyelundupan imigran, pencucian uang, kejahatan terorganisasi, pembajakan, dan pencegahan terorisme.

Kerjasama dengan UNODC memiliki sejumlah urgensi dan manfaat untuk indonesia dimana UNODC membantu memerangi korupsi, terorisme, pencucian uang, kejahatan lingkungan, perdagangan orang, dan meningkatkan keamanan pengadilan di Indonesia. Bekerja sama dengan Unit Intelijen Keuangan Indonesia PPATK, UNODC mengembangkan kemampuan para penegak hukum dan instansi terkait lainnya untuk menggunakan hukum anti pencucian uang dan perampasan aset sebagai alat untuk menangani kejahatan transnasional dan korupsi.

UNODCDC juga telah melatih berbagai aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya dalam peningkatan kapasitas para aparat penegak hukum serta pihak-pihak lainnya yang berperan dalam memberantas tindak kriminal di Indonesia.

Kerjasama internasional merupakan keharusan dalam mencegah tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pemerintah Indonesia melalui lembaga-lembaga regulator terus berusaha menjalin dan memperkuat kerjasama internasional baik secara bilateral dan multilateral. Kerjasama ini memberikan manfaat penting bagi Indonesia. Dari sisi ekoomi, Indonesia dapat membuktikan kepada dunia internasional akan tingkat stabilitas dan integritas sistem keuangan dan perdagangan Indonesia yang sudah memadai, sehingga dapat meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Dari sisi kebijakan, pengalaman Indonesia dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme dapat menjadi kontribusi penting dalam penyusunan kebijakan dan standar internasional.

Dari sisi pertukaran informasi, kerjasama internasional akan memperluas dan sistematisasi kerjasama internasional dalam pertukaran timbal balik dari informasi intelijen keuangan dan menawarkan pelatihan dan pertukaran personil untuk meningkatkan keahlian dan kemampuan personil.***

Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, BRI Perluas Dukungan bagi Pengembangan Ekonomi Desa

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui program pemberdayaan desa.

Hingga akhir 2025, program Desa BRILiaN yang diinisiasi BRI telah menjangkau 5.000 desa di seluruh Indonesia. Hal ini mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat peran desa sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, pengembangan Desa BRILiaN difokuskan pada optimalisasi potensi desa berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Program ini dijalankan melalui empat pilar pemberdayaan, yaitu Peningkatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan/atau Koperasi Desa, Digitalisasi, Sustainability, dan Inovasi. Dalam perjalanannya, Desa BRILiaN berkembang menjadi salah satu strategi utama pemberdayaan BRI untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi di tingkat lokal.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa pemberdayaan Desa BRILiaN merupakan wujud nyata komitmen BRI dalam membangun ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan. Program ini dirancang untuk menghasilkan role model pengembangan desa melalui penerapan praktik kepemimpinan desa yang unggul serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Program Desa BRILiaN menjadi salah satu instrumen strategis BRI dalam memperluas dampak pembangunan desa. Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan, BRI mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita ke-6 yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai strategi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Akhmad.

Selain Desa BRILiaN, BRI juga menjalankan rangkaian inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas yang saling terintegrasi. Hingga 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah sebagai wadah penguatan kapasitas dan kolaborasi pelaku usaha di tingkat lokal.

BRI juga menghadirkan LinkUMKM sebagai platform digital yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar, mitra usaha, serta akses layanan keuangan. Sebanyak 14,98 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini untuk memperluas jangkauan usaha dan mempercepat proses naik kelas.

Penguatan ekosistem UMKM ini turut dilengkapi melalui pembinaan 54 Rumah BUMN di berbagai daerah serta penyelenggaraan 18.218 pelatihan yang mencakup peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital.

“Penguatan desa merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. BRI berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara desa dan ekonomi modern, memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan ekonomi,” pungkas Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.***

Dokter RSUD Kota Bogor Beberkan Cara Efektif Tangani Ulkus Kaki Diabetik, Ini Langkah Medis yang Direkomendasikan

0

Bogordaily.net — Ulkus kaki diabetik atau diabetic foot ulcer (DFU) masih menjadi salah satu komplikasi paling berat pada penderita diabetes melitus. Kondisi ini bukan sekadar luka biasa, tetapi dapat berkembang menjadi infeksi berat hingga berujung amputasi jika tidak ditangani secara tepat.

Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Konsultan, dr. Budhi Arifin Noor, Sp.B, Subsp.BVE(K) RSUD Kota Bogor, menjelaskan bahwa DFU umumnya muncul akibat kombinasi tiga faktor utama: gangguan aliran darah (iskemia), kerusakan saraf atau neuropati, serta infeksi. “Ketiga faktor ini saling memperberat. Jika tidak ditangani secara komprehensif, risiko komplikasi meningkat tajam,” ujarnya.

Neuropati dan Sirkulasi Buruk Jadi Pemicu Utama

Menurut dr. Budhi, neuropati akibat kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang membuat kaki penderita diabetes kehilangan sensasi. Akibatnya, luka kecil seperti lecet atau tekanan berlebih sering tidak disadari hingga berkembang menjadi ulkus yang lebih dalam.

Di sisi lain, diabetes juga meningkatkan risiko penyakit arteri perifer (Peripheral Arterial Disease/PAD). Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke kaki menurun sehingga suplai oksigen dan nutrisi berkurang. Dampaknya, proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat dan tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

Faktor tambahan lain yang memperparah risiko antara lain kelainan bentuk kaki, penggunaan sepatu yang tidak sesuai, kebersihan kaki yang buruk, kebiasaan merokok, serta lamanya seseorang menderita diabetes.

Gejala hingga Klasifikasi Luka

Secara klinis, ulkus kaki diabetik biasanya tampak sebagai luka terbuka dengan tepi menebal dan dikelilingi kapalan. Pada fase lanjut, luka dapat menembus hingga jaringan dalam bahkan tulang, disertai tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, bau tidak sedap, hingga keluarnya nanah.

Untuk menentukan tingkat keparahan, dokter menggunakan sistem klasifikasi seperti WIFi (Wound, Ischemia, and foot Infection). Klasifikasi ini menjadi acuan penting dalam menentukan strategi terapi yang paling efektif.

Pemeriksaan Menyeluruh Jadi Kunci

Saat pasien datang dengan keluhan luka kaki, dokter akan melakukan pemeriksaan komprehensif. Mulai dari penilaian aliran darah menggunakan ankle-brachial index*l (ABI) atau USG Doppler, hingga evaluasi fungsi saraf dengan monofilament dan garpu tala.

Jika terdapat dugaan infeksi, sampel jaringan akan diambil untuk pemeriksaan kultur bakteri. Pemeriksaan penunjang seperti rontgen atau MRI juga dilakukan bila dicurigai infeksi tulang (osteomielitis). Selain itu, kontrol kadar gula darah menjadi bagian krusial dalam proses evaluasi.

Strategi Tatalaksana Komprehensif

Penanganan ulkus kaki diabetik tidak bisa dilakukan secara parsial. Pendekatan yang menyeluruh menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Beberapa langkah utama yang direkomendasikan antara lain:

* Perawatan luka intensif melalui pembersihan rutin, debridement jaringan mati, serta penggunaan balutan modern yang mendukung proses penyembuhan.
* Offloading atau pengurangan tekanan dengan alas kaki khusus atau total contact cast agar area luka tidak terus tertekan.
* Pengendalian infeksi menggunakan antibiotik sesuai tingkat keparahan, mulai dari oral hingga intravena untuk kasus berat.
* Revaskularisasi pada pasien dengan aliran darah buruk, melalui angioplasti, pemasangan stent, atau bedah bypass guna memulihkan sirkulasi.
* Kontrol gula darah ketat melalui pengaturan pola makan, terapi obat, dan pemantauan rutin.

Peran Tim Multidisiplin

Dr. Budhi menegaskan, penanganan DFU idealnya dilakukan oleh tim multidisiplin yang melibatkan ahli bedah vaskular, dokter penyakit dalam, perawat luka, podiatris, hingga tenaga rehabilitasi. Edukasi pasien dan keluarga juga menjadi bagian penting agar perawatan dapat berlanjut di rumah.

Pencegahan Lebih Efektif daripada Pengobatan

Pakar sepakat bahwa pencegahan merupakan strategi paling efektif. Penderita diabetes disarankan rutin memeriksa kondisi kaki setiap hari, menjaga kebersihan, menggunakan alas kaki yang sesuai, serta menjalani kontrol kesehatan secara berkala. Menghentikan kebiasaan merokok dan menjaga tekanan darah juga terbukti menurunkan risiko komplikasi.

Mengacu pada referensi medis seperti *Rutherford’s Vascular Surgery and Endovascular Therapy*, keberhasilan pengobatan ulkus kaki diabetik sangat bergantung pada penanganan menyeluruh terhadap neuropati, gangguan sirkulasi, dan infeksi secara simultan.

Dengan pendekatan yang tepat dan deteksi dini, sebagian besar kasus ulkus kaki diabetik masih dapat ditangani tanpa harus berujung amputasi. Namun, kunci utamanya tetap pada kesadaran pasien untuk aktif menjaga kesehatan kaki dan mengelola diabetes secara optimal.***

BSI Resmi Naik Status Jadi Bank BUMN Persero, Setara BRI hingga Mandiri

0

Bogordaily.net — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) resmi naik kelas menjadi bank badan usaha milik negara (BUMN) berstatus Persero. Perubahan ini terjadi setelah Kementerian Hukum Republik Indonesia menyetujui perubahan anggaran dasar Perseroan melalui Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0003351.AH.01.02.Tahun 2026 yang ditetapkan pada 23 Januari 2026.

Dengan keputusan tersebut, status hukum Perseroan berubah menjadi PT Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau disingkat PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Artinya, posisi BSI kini sejajar dengan bank-bank BUMN besar seperti BRI, Bank Mandiri, dan BNI.

Senior Vice President PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Wisnu Sunandar, memastikan bahwa perubahan status ini telah memperoleh persetujuan resmi pemerintah dan berlaku efektif sejak tanggal penetapan.

“Perubahan anggaran dasar Perseroan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum Republik Indonesia dan berlaku efektif sejak tanggal ditetapkan,” ujar Wisnu dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).

Persetujuan tersebut diberikan berdasarkan permohonan yang diajukan melalui Akta Notaris Nomor 02 tertanggal 5 Januari 2026 yang dibuat oleh Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn. Permohonan ini kemudian dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum pada 23 Januari 2026.

Kementerian Hukum RI menyatakan perubahan anggaran dasar Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan sesuai ketentuan perundang-undangan. Persetujuan mencakup perubahan Pasal 1 hingga Pasal 36, termasuk pengaturan jenis Perseroan, status hukum, serta struktur perusahaan.

Dalam keputusan tersebut ditegaskan, pemerintah menyetujui perubahan anggaran dasar PT Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Syariah Indonesia Tbk menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Selain itu, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum RI juga menerbitkan surat penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dengan Nomor AHU-AH.01.03-0019406. Surat ini menegaskan bahwa perubahan status Perseroan telah diterima dan tercatat resmi dalam basis data administrasi badan hukum nasional.

Keputusan ini sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah milik negara dengan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Pemerintah menegaskan keputusan berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dapat dilakukan perbaikan apabila ditemukan kekeliruan administratif di kemudian hari.***

IUQI Bogor Percepat Peningkatan Riset dan Jurnal Ilmiah Lewat Program LITAPDIMAS

0

Bogordaily.net – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Proposal LITAPDIMAS pada Rabu, 28 Januari 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., selaku Kepala Subdirektorat LITAPDIMAS Kementerian Agama Republik Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibnu Fahrizi, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor IUQI Bogor, Dr. H. Syamsul Rizal Mz, S.H.I., M.Pd.

Dalam sambutannya, Rektor IUQI menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber yang telah lama diupayakan melalui koordinasi dengan Dekan FEBI. Ia menegaskan bahwa kehadiran narasumber harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para dosen.

“Program yang diselenggarakan LPPM ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menyusun proposal penelitian. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi ruh lembaga, sekaligus memberi nilai tambah bagi dosen dan masyarakat,” ungkapnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa IUQI tengah berupaya meningkatkan kualitas jurnal menuju akreditasi SINTA 2. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan progres yang konsisten, khususnya melalui peningkatan kualitas proposal dan penelitian dosen.

Memasuki acara inti, materi disampaikan oleh Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., dengan dipandu oleh moderator sekaligus Direktur LPPM IUQI, Gugun Gunawan. Dalam pengantarnya, moderator menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir IUQI cukup aktif memperoleh pendanaan penelitian melalui skema LITAPDIMAS, sehingga forum ini diharapkan menjadi ruang berbagi dan penguatan strategi.

Dalam pemaparannya, narasumber menyoroti masih terbatasnya jumlah jurnal perguruan tinggi negeri maupun swasta yang terindeks Scopus dan SINTA. Ia menekankan pentingnya persiapan matang dalam proses submission jurnal, termasuk konsistensi pengelolaan dan kerapian tampilan.

“Reviewer jurnal akan sangat selektif. Oleh karena itu, jika IUQI ingin meningkatkan kualitas jurnal, termasuk Jurnal Al-Mubin, maka diperlukan kerja kolektif yang konsisten dan terstruktur,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia merekomendasikan strategi clustering bagi para dosen dalam penyusunan proposal agar lebih fokus dan mudah disetujui. Narasumber juga menyarankan agar IUQI dapat menjadikan model dan tampilan Jurnal TEOSOFI sebagai referensi pengelolaan jurnal.

Menurutnya, asesor tidak akan mencari kekurangan jurnal, namun akan memastikan seluruh elemen telah tersedia dan tertata rapi. Mulai dari konsistensi desain sampul, keseragaman format penulisan huruf, hingga kemudahan sitasi dalam perangkat lunak manajemen referensi seperti Zotero dan Mendeley.

Sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari IUQI kepada narasumber. Acara kemudian ditutup secara resmi oleh MC.

Melalui pelatihan ini, LPPM IUQI berharap para dosen semakin siap dan kompeten dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mampu berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas riset dan jurnal ilmiah IUQI di tingkat nasional maupun internasional.***

Pentingnya Table Manner di Dunia Profesional, dari Sekolah Hingga Korporasi di Bigland Bogor Hotel

0

Bogordaily.net – Meja makan kerap menjadi ruang pertama dari keputusan, diskusi dan hal besar terjadi di dunia profesional. Sikap, kepercayaan diri, dan profesionalisme seseorang dapat terbaca tanpa harus diucapkan melalui etika di meja makan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Bigland Bogor Hotel menghadirkan program Table Manner sebagai pelatihan etika jamuan profesional yang dirancang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan maupun korporasi saat ini.

Program Table Manner ini dibimbing langsung oleh trainer tersertifikasi Bigland Bogor Hotel, yaitu Ario Prabowo sebagai F&B Director di Bigland Bogor Hotel dan Raditya Rahim sebagai F&B Outlet Manager. Keduanya telah bertahun-tahun berpengalaman di bidang Food & Beverage dengan latar belakang industri hospitality. Tidak hanya menyampaikan teori etika bersantap, tetapi juga membagikan pemahaman praktis tentang sikap, bahasa nonverbal, dan cara membawa diri di meja jamuan formal maupun bisnis.

Pelatihan dikemas dalam pengalaman jamuan lengkap dengan set menu internasional, sehingga peserta dapat mempraktikkan etika bersantap secara langsung dan menyeluruh. Menu yang disajikan lengkap mulai dari bread and butter, dilanjutkan dengan starter, soup, main course, hingga dessert sebagai penutup. Setiap rangkaian menu menjadi bagian dari proses pembelajaran table manner yang utuh dan kontekstual.

“Table manner adalah bahasa sunyi yang mencerminkan karakter, kepercayaan diri, dan profesionalisme seseorang. Melalui program ini, kami ingin membekali peserta dengan skill yang dapat digunakan di berbagai situasi formal, baik di dunia kerja maupun lingkungan internasional,” ujar Helmi Junaidi sebagai General Manager di Bigland Bogor Hotel.

Program Table Manner Bigland Bogor Hotel terbuka untuk siswa SMK, mahasiswa, hingga perusahaan atau korporasi yang ingin meningkatkan soft skill dan business etiquette sumber daya manusianya. Dengan harga mulai dari Rp250.000/net per pax, peserta sudah mendapatkan set menu lengkap, venue eksklusif, pendampingan trainer tersertifikasi, hotel tour, serta sertifikat Table Manner sebagai nilai tambah kompetensi.

Berlokasi strategis di pusat Kota Bogor dengan pemandangan terbaik kota, Bigland Bogor Hotel terus berkomitmen menghadirkan program edukatif berbasis hospitality yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan pengalaman nyata dan berkesan bagi setiap peserta.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi Table Manner, bisa hubungi whatsapp Hanna sebagai Social Event Sales melalui nomor +62 811-9625-629.***

Kementerian UMKM Hadirkan Layanan Belanja Produk UMKM Terdampak Bencana Sumatera Via E-commerce

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan platform e-commerce menghadirkan layanan belanja online khusus produk asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai langkah memastikan UMKM terdampak bencana mendapat akses pasar.

Kolaborasi layanan belanja produk UMKM terdampak bencana diwujudkan dalam bentuk fitur landing page UMKM Bangkit melalui Shopee, Tokopedia & TikTok Shop, serta Lazada.

“Lewat layanan belanja produk, kita pasarkan produk-produk dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar masyarakat bisa beli sehingga menggerakkan ekonomi daerah terdampak bencana,” tutur Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Jakarta, Senin (26/1).

Maman mengungkapkan, landing page UMKM Bangkit telah diluncurkan Shopee dan Tokopedia per 26 Januari 2026. Sementara Lazada menyusul pada 29 Januari 2026.

Kementerian UMKM mencatat hingga 18 Januari 2026, terdapat 34.030 UMKM di tiga provinsi yang terdampak bencana sehingga membutuhkan bantuan pembiayaan, alat produksi, atau pemasaran produk. Sekitar 3.018 UMKM sulit mendapat akses pasar sehingga banyak produknya yang menumpuk dan menghambat perekonomian mereka.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian UMKM menghadirkan landing page UMKM Bangkit di e-commerce, memfasilitasi business matching, menyediakan konsultasi dan pendampingan pemasaran, serta memberikan layanan informasi dan promosi produk lokal.

Landing page UMKM Bangkit memuat produk-produk terkurasi dari sektor fesyen, makanan-minuman, gaya hidup, serta kerajinan tangan yang dijual 3.321 UMKM asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain promosi produk lewat landing page, para platform e-commerce juga berkomitmen menyediakan pelatihan bagi para UMKM terdampak bencana, serta memberikan bantuan lain seperti pembangunan fasilitas umum.

“Kita mendorong ke semua masyarakat Indonesia bantu saudara-saudara yang ada di tiga provinsi ini. Caranya tidak hanya donasi, tapi belanja produk mereka,” lanjut Maman.

Menteri UMKM menambahkan, landing page UMKM Bangkit akan berlangsung selama dua tahun. Dia mempersilakan masyarakat masuk ke landing page ini untuk membantu saudara-saudara di Sumatera dengan berbelanja produk-produk UMKM terdampak bencana.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik menuturkan, peluncuran landing page UMKM Bangkit menjadi inisiatif pemerintah bersama para platform e-commerce sebagai bentuk afirmasi pasar bagi produk UMKM terdampak bencana.

“Kami sepakat meluncurkan inisiatif landing page di e-commerce untuk mendukung promosi produk UMKM dari tiga provinsi. Selain itu, pelatihan bagi UMKM juga menjadi fokus supaya meningkatkan kapasitas usaha mereka,” ujar Riza di Jakarta, Senin (26/1).

Riza menekankan sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM dengan platform e-commerce dapat menjadi solusi bagi UMKM terdampak bencana yang masih dapat berproduksi namun sulit mendapatkan akses pasar pascabencana.

Dia berharap UMKM di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan pulih sekaligus bertransformasi menjadi lebih adaptif, produktif dan berkelanjutan melalui kolaborasi ini.***

Video Sok Imut Viral di Media Sosial, Ini Fakta dan Isi Konten yang Jadi Sorotan

0

Bogordaily.net – Video Sok Imut Viral. Begitulah tiga kata yang beberapa hari terakhir mondar-mandir di lini masa TikTok, WhatsApp grup keluarga, sampai obrolan warung kopi digital bernama kolom komentar.

Tidak ada bencana. Tidak ada konflik politik. Yang ada justru hal sepele: gaya bicara manja, ekspresi menggemaskan, dan potongan cerita keseharian yang dibungkus dengan nada sok imut.

Fenomena ini menarik. Bukan karena isinya luar biasa, tetapi karena cara orang meresponsnya. Warganet ramai bertanya: sebenarnya apa isi video Sok Imut itu? Mengapa banyak yang rela menghabiskan kuota hanya untuk menonton seseorang merindukan pacar, pura-pura tidur di vila bersama sahabat, atau mengeluh karena temannya mendengkur?

Jawabannya sederhana: hiburan ringan selalu punya tempat. Akun TikTok @daiaprns menjadi salah satu yang mengulas dan memparodikan konten tersebut.

Ia membagi empat potongan isi yang disebut-sebut mewakili gaya “sok imut” yang sedang tren.

Mulai dari curhat rindu kekasih dengan nada manja, adegan tidur bersama teman di vila, keluhan tak bisa tidur karena suara dengkuran, sampai momen menyuruh sahabat menjauh agar suasana kembali tenang.

Cara penyampaiannya yang berlebihan—ekspresi dibuat imut, intonasi dimanja-manjakan—justru menjadi pemantik tawa. Kolom komentar pun meledak. Ada yang menulis “gemas”, ada yang menyuruh sang kreator berhenti bicara karena terlalu menggemaskan, ada pula yang datang hanya untuk ikut nimbrung.

Di titik inilah video sok imut viral berubah dari sekadar konten biasa menjadi bahan perbincangan massal. Algoritma bekerja. Rasa penasaran menular. Orang yang belum menonton ikut mencari. Yang sudah menonton, membagikan ulang.

Namun ada satu hal yang masih kabur: siapa pemeran asli video yang diparodikan? Di mana lokasi pembuatannya? Hingga kini tidak ada keterangan pasti.

Tidak disebutkan secara jelas. Mungkin memang bukan itu yang penting. Yang penting adalah sensasinya.

Beginilah dunia digital bekerja. Konten sederhana bisa naik kelas menjadi topik nasional hanya karena dibungkus dengan gaya yang pas dan momentum yang tepat.

Hari ini sok imut. Besok bisa jadi sok galak. Lusa mungkin sok pintar. Polanya berulang, tapi penontonnya selalu baru.

Pada akhirnya, video sok imut viral memberi satu pelajaran kecil: di tengah berita berat dan isu serius, publik tetap butuh jeda.

Butuh tawa singkat. Butuh hiburan ringan. Dan TikTok, dengan segala keunikannya, tahu betul cara menyediakannya.***

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat, Siapa yang Bakal Dicopot?

0

Bogordaily.net – Isu reshuffle Kabinet Prabowo kembali menguat menjelang Rabu (28/1/2026) siang. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan perombakan kabinet dengan skema rotasi sejumlah posisi strategis, termasuk kursi Menteri Luar Negeri dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan parlemen dan lingkaran pemerintahan, Menteri Luar Negeri sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, disebut akan digeser ke posisi Menko PMK. Posisi tersebut saat ini masih dijabat oleh Pratikno, figur yang selama ini dikenal sebagai bagian dari lingkaran dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Sumber menyebutkan, Pratikno tetap akan dipertahankan dalam struktur Kabinet Merah Putih, namun berpotensi menempati jabatan strategis lain yang dinilai lebih selaras dengan arah kebijakan pemerintahan Prabowo ke depan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penataan ulang mesin pemerintahan untuk memperkuat agenda pembangunan manusia dan reformasi birokrasi.

Di sisi lain, isu reshuffle Kabinet Prabowo juga memunculkan nama Budisatrio Djiwandono sebagai kandidat kuat pengganti Sugiono di kursi Menteri Luar Negeri. Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu dinilai memiliki rekam jejak yang relevan dalam isu pertahanan dan hubungan internasional, serta kedekatan politik dengan Presiden Prabowo.

Respons Sugiono dan Budisatrio

Menanggapi kabar tersebut, Sugiono mengaku belum menerima informasi resmi dari Presiden. Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (27/1/2026), ia menyatakan baru mendengar isu tersebut dari media.

“Saya belum mendengar, baru sekarang ini,” ujar Sugiono singkat.

Sementara itu, Budisatrio Djiwandono memilih bersikap hati-hati dan tidak ingin berspekulasi. Keponakan Presiden Prabowo tersebut menegaskan fokusnya masih berada pada tugas di Komisi I DPR RI.

“Tidak tahu. Tanyakan ke Pak Utut. Tugas saya sekarang di Komisi I DPR,” katanya.

Sinyal Penguatan Kabinet

Pengamat menilai, isu reshuffle Kabinet Prabowo mencerminkan upaya konsolidasi awal pemerintahan baru untuk memastikan stabilitas politik dan efektivitas kebijakan. Perombakan kabinet pada fase awal pemerintahan kerap dimaknai sebagai langkah penyesuaian terhadap dinamika politik, kebutuhan teknokratis, serta prioritas program kerja nasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan terkait jadwal maupun komposisi reshuffle. Namun, sinyal kuat dari berbagai sumber menunjukkan bahwa pengumuman resmi bisa dilakukan dalam waktu dekat.***

Bupati Bogor Komitmen Hijaukan Kabupaten Bogor Melalui Penanaman Pohon di Seluruh Wilayah Kabupaten Bogor

1

Bogordaily.net — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengambil langkah strategis dan berani dalam menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan di Kabupaten Bogor. Melalui komitmen kuat untuk menghijaukan Kabupaten Bogor, dengan diterbitkannya Instruksi Bupati Nomor: 100.4.4.2/910-DLH tentang Percepatan Program Penanaman Pohon Satu Hektar Hutan Kota di Setiap Kecamatan yang ditandatangani pada 31 Desember 2025.

Terbitnya instruksi tersebut menjadi respons nyata Bupati Bogor l terhadap tantangan perubahan iklim. Kebijakan ini bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan serta mengendalikan emisi karbon secara sistematis dan berkelanjutan.

Instruksi Bupati Bogor ini bukan sekadar imbauan, melainkan kebijakan yang berpijak pada dasar hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Instrumen Nilai Ekonomi Karbon.

Langkah tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi pembangunan daerah tahun 2025, guna memastikan kesiapan penuh seluruh perangkat daerah dalam pelaksanaan program pada tahun anggaran 2026.

Dalam instruksi tersebut, Bupati Bogor memberikan mandat tegas kepada seluruh jajaran perangkat daerah untuk berperan aktif sesuai tugas masing-masing.

Sekretaris Daerah (Sekda) ditunjuk sebagai koordinator utama yang bertanggung jawab atas pengendalian, pelaporan bulanan, serta fasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan mitra strategis seperti PTPN I Regional 2 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berperan sebagai pendamping teknis dan pelaksana evaluasi lapangan, sementara para Camat diwajibkan menjadi penanggung jawab wilayah dengan menyediakan lahan minimal satu hektar hutan kota di masing-masing kecamatan serta menggalang dukungan pendanaan melalui CSR/TJSL.

Selain itu, SKPD dan BUMD ditetapkan sebagai dinas pengampu yang berkewajiban membantu penyediaan bibit, sarana, dan prasarana pendukung bagi kecamatan binaannya.

Program penanaman akan dimulai pada Januari 2026, dengan puncak kegiatan Penanaman Serentak se-Kabupaten Bogor yang dijadwalkan pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Jenis pohon yang ditanam telah ditentukan secara selektif untuk memberikan manfaat ekologis dan sosial, meliputi pohon cepat tumbuh seperti Jabon, Balsa, dan Albasia, pohon endemik sebagai identitas lokal seperti Pulai dan Kemang, serta pohon bernilai ekonomi dan konservasi, termasuk pohon buah dan pohon langka.

Untuk menjamin efektivitas pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan pola Dinas Pengampu. Sebagai contoh, Kecamatan Cisarua dikawal langsung oleh Sekda dan DLH, Parung Panjang oleh Dinas Tenaga Kerja, serta Tenjo oleh Dinas Kesehatan. Khusus wilayah Cibinong, Satpol PP dilibatkan untuk membantu penanganan lahan yang masih diokupasi warga.

“Program ini adalah gerakan bersama. Saya instruksikan seluruh elemen untuk mengedepankan prinsip gotong royong agar Kabupaten Bogor kembali hijau dan lestari,” tegas Bupati Bogor, Rudy Susmanto.***