Wednesday, 6 May 2026
Home Blog Page 1307

Alun-Alun Leuwiliang, Tempat Rekreasi Gratis dan Ekonomi yang Terus Berkembang

0

Bogordaily.net – Alun-Alun Leuwiliang, salah satu ruang publik ikonik di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, semakin menunjukkan peran pentingnya sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Lebih dari sekadar ruang terbuka, alun-alun ini kini menjadi sentra kegiatan yang menggerakkan berbagai lapisan masyarakat.

Pengelolaan Alun-alun oleh Kecamatan Leuwiliang

Meskipun secara resmi masih dikelola oleh Dinas Pertamanan, untuk sementara waktu, pengelolaan infrastruktur alun-alun berada di tangan pemerintah Kecamatan Leuwiliang.

Endang Setiawan, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Leuwiliang menjelaskan bahwa keterlibatan kecamatan ini bertujuan untuk memastikan infrastruktur tetap terjaga.

“Alun-alun Leuwiliang masih dalam pengelolaan Dinas Pertamanan, namun untuk sementara waktu, kami bertanggung jawab atas infrastruktur yang ada,” ujar Endang dalam wawancara eksklusif pada Rabu (9/10).

Fasilitas dan Atraksi yang Menarik Pengunjung

Alun-Alun ini menawarkan berbagai fasilitas menarik sehingga membuatnya populer di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.

Saung Sudjana, kebun tanaman obat, dan beragam spot foto kekinian menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, khususnya generasi Z.

Tak ketinggalan, berbagai jajanan khas yang dijual oleh pedagang kaki lima juga turut memperkaya pengalaman berkunjung.

Namun, daya tarik alun-alun ini tidak hanya pada aspek rekreasinya. Setiap minggunya, berbagai kegiatan sosial dan kemahasiswaan diadakan di sini.

Mahasiswa dari Institut Ummul Quro Al-Islami dan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya rutin menggelar program-program sosial yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi warga sekitar.

Tempat Bermain dan Berkumpul Bagi Keluarga

Salah satu fungsi utama Alun-Alun ini adalah sebagai ruang bagi masyarakat untuk bermain dan berinteraksi.

Setiap sore, alun-alun dipenuhi tawa anak-anak yang bermain sepeda, bola, atau sekadar berkumpul bersama keluarga mereka.

Endang menambahkan, Alun-alun ini memberikan tempat bagi anak-anak untuk bermain dengan aman, sekaligus menjadi tempat berkumpul warga.

Dengan suasana yang nyaman dan aman, alun-alun ini telah menjadi ruang publik yang mengakomodasi berbagai kebutuhan warga, baik sebagai tempat rekreasi, belajar, maupun ajang interaksi sosial.

Dampak Ekonomi untuk Pedagang Kaki Lima

Tidak hanya sebagai pusat kegiatan sosial, Alun-alun ini juga berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.

Para pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar alun-alun merasakan dampak positif dari meningkatnya jumlah pengunjung.

Menurut Endang, kehadiran alun-alun ini menjadi peluang bagi para pedagang untuk meningkatkan pendapatan mereka.

“Dengan adanya alun-alun ini, kami berharap dapat membantu pedagang kaki lima untuk lebih mudah mencari rezeki. Ini juga menjadi langkah awal untuk pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah kami,” harap Endang.

Simbol Perkembangan Masyarakat dan Infrastruktur

Alun-Alun Leuwiliang telah membuktikan bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai pendorong perkembangan sosial dan ekonomi.

Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, alun-alun ini diharapkan terus berkembang dan menjadi pusat dinamika masyarakat yang lebih luas di Kecamatan Leuwiliang.

Sebagai simbol kemajuan dan tempat berkumpulnya warga, Alun-Alun Leuwiliang tak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga membuka pintu bagi peluang ekonomi baru di wilayah tersebut.***

Villa Ayah Nagita Slavina di Puncak Bogor Dibobol Maling

0

Bogordaily.net – Sebuah villa milik Luis Gideon Tengker, ayah dari artis ternama Nagita Slavina, jadi target aksi pencurian di Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Polisi berhasil meringkus dua pelaku pencurian motor dalam insiden ini.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada 5 Oktober 2024. Kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Kapolsek Cisarua, Kompol Eddy Santosa, menjelaskan bahwa laporan terkait pencurian motor dari vila itu sudah ditangani .

“Yang dicuri adalah motor penjaga vila,” ungkap Eddy dalam keterangannya pada Sabtu, 12 Oktober 2024.

Penyelidikan Pencurian Villa Milik Ayah Nagita Slavina Berkat Teknologi IT

Proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian berpusat pada analisis IT untuk mengidentifikasi para pelaku.

Usaha tersebut membuahkan hasil, dengan penangkapan kedua pelaku yang masing-masing berinisial A (32) dan A (34) di dua lokasi terpisah, yaitu Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.

Kompol Eddy juga menambahkan bahwa salah satu dari pelaku sudah memiliki catatan kriminal sebelumnya, sebagai residivis kasus pembobolan minimarket di Cianjur.

“Salah satu pelaku adalah residivis,” katanya, memperkuat pentingnya penyelidikan yang dilakukan secara menyeluruh.

Barang Bukti dan Hukuman

Saat penangkapan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang terkait dengan aksi pencurian, termasuk satu unit motor Kawasaki Ninja RR yang diduga digunakan pelaku, serta peralatan seperti tang, kunci pas, cutter, obeng, dan kabel kelistrikan motor.

Kini, kedua pelaku telah ditahan di Polsek Cisarua untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang membawa ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

“Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” jelas Eddy.

Respon Cepat untuk Menjaga Keamanan

Aksi cepat pihak kepolisian dalam menangani kasus ini memperlihatkan kesigapan mereka dalam menjaga keamanan wilayah, terutama di daerah yang menjadi tujuan wisata seperti Cisarua.

Kasus ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keamanan di kawasan vila yang seringkali menjadi sasaran empuk para pelaku kriminal.

Dengan keberhasilan menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti, masyarakat berharap kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang, dan hukuman yang diterapkan akan memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan.***

ICCN Gelar Rakornas ke-7 Perkuat Persatuan Jejaring Lintas Komunitas Kreatif

0

Bogordaily.net – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) kembali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-7 dengan tema “Terjalin Utuh Melaju Tangguh” yang dihadiri oleh jejaring dari 260 kabupaten/kota.

Rakornas ke-7 ICCN kali ini diselenggarakan secara hybrid di Smesco Indonesia dari 8-9 Oktober 2024. Dalam sambutannya, Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, menyatakan Rakornas kali ini adalah momentum untuk mengkonsolidasi seluruh jejaring setelah dinamika politik yang terjadi. ICCN adalah jejaring lintas komunitas kreatif terbesar di dunia dengan jaringan yang tersebar di lebih dari 260 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

“Kita sudah melalui pilpres, pileg, dan saat ini sedang berlangsung pilkada, pasti ada yang pilihannya berbeda, maka dari itu tema kali ini dipilih agar kita semua kembali utuh, bersatu, dan yang paling penting kembali ke rumah kita semua yakni ICCN,” kata Fiki.

Fiki juga menyampaikan pentingnya peran komunitas dalam pengambilan kebijakan strategis bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Komunitas kreatif harus menjadi rekan diskusi bagi pemerintah, latar belakang anggota komunitas yang beragam akan memberikan sudut pandang yang kompleks dalam proses penyusunan kebijakan, hal ini penting untuk memastikan program-program yang dilahirkan menjadi tepat,” katanya.

Dalam Rakornas kali ini diadakan dua sesi diskusi panel. Sesi pertama membahas skenario ekonomi kreatif Indonesia di masa mendatang dengan panel Executive Committee ICCN Dwinita Larasati, Direktur Utama SMESCO Wientor Rah Mada, Dirjen Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Prabu Revolusi, Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf Martini Mohamad Paham, dan Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves Odo Manuhutu.

Pada sesi kedua, hadir secara langsung artis Raffi Ahmad dan bergabung melalui daring Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Ketua Dewan Pengarah ICCN, Wishnutama Kusubandio. Wishnutama menjelaskan bahwa saat ini banyak orang yang masih keliru dalam memahami ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

“Ekonomi kreatif dan ekonomi digital adalah ekonomi baru, bukan ekonomi shifting yang dulunya belanja di pasar sekarang lewat online. Ekonomi digital dan kreatif seharusnya adalah ekonomi yang dulunya tidak ada sekarang ada, kalau ini yang didorong, maka akan memberikan dampak besar pada ekonomi secara keseluruhan,” kata Wishnutama.

Sementara itu artis Raffi Ahmad menceritakan pengalaman dia dan istri yang sempat memutuskan untuk beralih profesi menjadi konten kreator di media sosial, oleh karena itu ia kemudian menekankan pentingnya memiliki kekayaan intelektual.

“Industri kreatif itu terus berubah, saya dulu sudah dibayar besar oleh stasiun televisi, tapi istri meyakinkan kalau kami harus mencoba membuat konten di media sosial. Kita buat sendiri model bisnisnya, awal-awal cuma dibayar sejuta dua juta oleh produk yang masuk, tapi langkah awal kita adalah membangun RANS sebagai IP yang kami besarkan terus sampai sekarang” kata Raffi

Pada sesi terakhir Rakornas, dibacakan beberapa rekomendasi dan aspirasi dari anggota jejaring ICCN di antaranya perlunya dilakukan penyelarasan peta jalan, rencana aksi, maupun program-program strategis ICCN dengan agenda pemerintah pusat terhadap sektor ekonomi kreatif. Seiring dengan itu ICCN perlu menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam melaksanakan dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif.***

Dirut BRI Sunarso Ungkap Ketahanan Pangan jadi Kunci Agar Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

0

Bogordaily.net – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso mengungkapkan kunci agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap (perangkap pendapatan menengah).

“Berdasarkan kajian Bappenas, Indonesia diperkirakan akan keluar dari jebakan kelas pendapatan menengah pada tahun 2041 jika asumsi rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal 6% terpenuhi,” kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara Katadata Forum bertajuk Indonesia Future Policy Dialogue di Jakarta, Rabu (10/9). Untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah, menurut Sunarso, pendapatan per kapita Indonesia harus berada di atas US$ 4.465 (sumber: World Bank).

Terkait hal tersebut, Sunarso mengungkapkan dalam kajian BRI faktor yang paling menentukan pertumbuhan ekonomi 6% adalah investasi pada human capital atau nilai ekonomi dari pengalaman dan keterampilan pekerja. Pembentukan human capital  juga perlu didorong oleh tiga faktor.

Pertama, Indonesia harus fokus dalam memaksimalkan kebutuhan nutrisi dan pangan. “Maka menjadi penting, kita fokus untuk memiliki strategi yang khusus, spesifik, dan visioner untuk masalah ketahanan pangan,” ujar Sunarso.

Kedua, negara punya tugas untuk menyejahterakan rakyat dan ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan, cara terbaik untuk menyejahterakan rakyat adalah dengan memberikan mereka pekerjaan.

“Jadi semua orang pada usia produktif memang harus bekerja. Kalau begitu, pemerataan kesempatan kerja itu menjadi penting,” kata Sunarso.

Untuk mendapatkan pemerataan kesempatan kerja dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana di dalamnya juga ada unsur pemerataan serta partisipasi masyarakat untuk ikut tumbuh dan berkembang.

“Investasi yang penting adalah human capital, dan kalau mau memperbaiki human capital, perbaiki dulu nutrisi dan pangan. Dan kemudian kita tunggu, untuk pemerataan butuh inklusivitas pertumbuhan,” ujar Sunarso. ***

Rafita’s Cake & Bakery Resmi Buka Cabang Kedua di Laladon, Tawarkan Promo Spesial

0

Bogordaily.net – Toko kue ternama di Bogor, Rafitas Cake & Bakery, resmi membuka cabang kedua di Jalan Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Pembukaan gerai kedua untuk memperluas jangkauan pasar Rafita’s Cake & Bakery di wilayah Bogor.

Pembukaan gerai ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, dengan berbagai promo menarik.

Pemilik Rafita’s Cake & Bakery, Noor Rafita, mengungkapkan rasa syukur dan atas pencapaian saat ini. Dirinya juga mengaku akan membuka gerai terbaru dalam waktu dekat.

Selain itu, ia juga menyampaikan harapannya agar di tahun 2025, Rafita’s Cake & Bakery bisa terus berkembang dengan membuka cabang di lokasi-lokasi lain.

“Alhamdulillah, di tahun 2024 kami bisa membuka cabang kedua di Laladon, Ciomas, dan insyaallah akan segera membuka cabang ketiga di Jalan Raya Sindang Barang, Loji, Bogor Barat,” ujarnya kepada wartawan usai Grand Opening Rafita’s Cake & Bakery pada Sabtu 12 Oktober 2024.

Pada acara grand opening kali ini, Rafita’s Cake & Bakery memberikan promo spesial berupa kue ulang tahun yang ditawarkan mulai dari harga Rp 35 ribu.

“Kami ingin semua lapisan masyarakat dapat merasakan kue ulang tahun dari Rafita’s Cake tanpa terkendala oleh biaya atau harga yang mahal. Produk kami dibuat terjangkau untuk masyarakat luas,” katanya.

Selain itu, Rafita’s Cake & Bakery juga memperkenalkan produk terbaru mereka, yaitu kue ulang tahun Black Flores, yang dipastikan tidak mengandung alkohol dan telah bersertifikat halal dari MUI dan BPOM.

“Jadi kami tidak menggunakan alkohol dan sudah memiliki sertifikat halal mui dan BPOM. Kami menjamin bahwa produk kami halal,” tegasnya.

Rafita’s Cake & Bakery menawarkan berbagai pilihan kue dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 35 ribu.

“Kami menjual kue dari harga Rp 7 ribu sampai Rp 35 ribu,” jelasnya. (Ibnu Galansa)

KemenKopUKM Gelar Forum Diskusi dan Temu Bisnis di Bogor, Ini yang Dibahas

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) menggelar Forum Diskusi dan Temu Bisnis di Bogor, Sabtu 12 Oktober 2024.

Acara ini membahas Penguatan Rumah Berbasis Rempah Menuju Kejayaan Nusantara.

Acara diskusi menghadirkan beberapa narasumber salah satunya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sebagai keynote speaker.

Selain itu narasumber lainnya ada Corporate Social Responsibility Director PT Martina Berto, Tbk Nuning S Barwa yang membahas Rantai Nilai Rempah. (*)

Dokter Rayendra – Eka Maulana: Gambaran Anak Muda Kota Bogor Sesungguhnya

0

Bogordaily.net – Di era modern ini, anak muda Bogor tak hanya mencari sosok pemimpin yang cerdas dan berpengalaman, tetapi juga inspirasi dari mereka yang mampu membawa perubahan.

Dokter Rayendra dan Eka Maulana hadir sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang mewakili semangat kaum muda Kota Bogor.

Mereka bukan hanya penuh prestasi, tetapi juga contoh nyata kesuksesan yang diraih melalui kerja keras, komitmen, dan inovasi.

Dokter Rayendra, seorang dokter dengan dedikasi tinggi dalam dunia kesehatan, memiliki rekam jejak yang impresif dalam memberikan layanan medis terbaik.

Sementara Eka Maulana, dengan kiprah gemilang sebagai sosok yang mampu memimpin dengan strategi dan kerja tim yang solid.

Kombinasi keduanya menghadirkan perpaduan sempurna antara intelektual dan dan kerja sama tim yabg solid, cerminan ideal anak muda masa kini.

Usia muda mereka bukanlah penghalang, melainkan keunggulan. Dengan semangat yang tinggi dan visi yang jelas, Dokter Rayendra dan Eka Maulana siap membawa perubahan nyata bagi Kota Bogor.

Mereka adalah contoh bahwa sukses di usia muda bukan hanya mimpi, tapi bisa dicapai dengan fokus dan usaha.

Idaman dan Inspirasi Anak Muda
Dokter Rayendra dan Eka Maulana adalah sosok yang relatable bagi anak muda.

Mereka berhasil menunjukkan bahwa kesuksesan tidak harus menunggu tua.

Mereka idaman kaum muda, karena memiliki nilai-nilai yang relevan: kerja keras, sportivitas, dan kecerdasan.

Dengan visi yang fresh dan terarah, pasangan ini menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi dan mewujudkannya.

Kombinasi pengetahuan, semangat, dan pengalaman keduanya akan membawa warna baru bagi pemerintahan Kota Bogor.

Mereka siap menghadirkan kebijakan-kebijakan yang mendukung kemajuan anak muda dan inovasi di berbagai bidang.

Dokter Rayendra dan Eka Maulana bukan hanya sekedar pasangan calon, tapi juga representasi dari anak muda yang berani, cerdas, dan inspiratif–gambaran sesungguhnya dari anak muda Kota Bogor yang ingin maju bersama.

Sementara itu Andi Setiawan salah satu tokoh anak muda di Kota Bogor menyatakan kekagumannya terhadap pasangan Dokter Rayendra dan Eka Maulana.

“Mereka adalah sosok pemimpin yang sangat relevan dengan kebutuhan anak muda saat ini. Dengan usia yang masih muda, mereka bisa memahami betul aspirasi dan harapan generasi kita. Saya melihat mereka punya visi jangka panjang yang sesuai dengan tuntutan zaman, terutama dalam hal inovasi dan pendidikan,” ungkap Andi.

Siti Rahmawati anak muda lainnya juga memberikan dukungan penuh kepada paslon ini.

Menurutnya, Eka Maulana memberikan inspirasi nyata bagi anak muda di bidang olahraga dan disiplin diri.

“Eka Maulana adalah contoh bagaimana anak muda bisa sukses dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Tidak hanya di lapangan, tapi juga dengan perannya sebagai calon pemimpin yang peduli akan keberlanjutan dan kesejahteraan lingkungan,” ujar Siti.

Ditempat yang sama, Fajar Pratama, melihat bahwa pasangan Dokter Rayendra dan Eka Maulana akan membawa angin segar bagi dunia usaha dan kreativitas di Bogor.

“Sebagai pengusaha muda, saya butuh pemimpin yang bisa menciptakan iklim usaha yang ramah bagi inovasi dan teknologi. Saya yakin Dokter Rayendra dan Eka Maulana bisa membawa perubahan di bidang ini. Mereka paham betul pentingnya inovasi dan dukungan terhadap startup-startup lokal,” kata Fajar.

Dengan semakin banyaknya dukungan dari kalangan anak muda yang melihat Dokter Rayendra dan Eka Maulana sebagai pemimpin yang mewakili aspirasi mereka, paslon ini terus memantapkan diri sebagai pilihan favorit bagi generasi milenial Kota Bogor.

“Mereka tak hanya sekadar idola, tetapi juga sosok pemimpin yang diidamkan untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya. ***

Disnaker Kota Bogor Buka Kesempatan Kerja di Jepang Lewat Program Specified Skilled Worker (SSW)

0

Bogordaily.net – Dinas Ketenagakerjaan atau Disnaker Kota Bogor melalui Balai Latihan Keterampilan (BLK) membuka kesempatan bagi masyarakat Kota Bogor untuk bekerja di Jepang melalui program Specified Skilled Worker (SSW).

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Disnaker Kota Bogor dan Yayasan Indonesian Japan Business Network (IJB Net), yang menawarkan berbagai pilihan profesi di berbagai sektor pekerjaan di Jepang.

Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor, Gita Ratna Novi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan selain untuk mengurangi angka pengangguran juga memfasilitasi masyarakat yang ingin bekerja di Jepang.

“Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang. Selain itu, kami berharap hal ini juga dapat mengurangi tingkat pengangguran di Kota Bogor,” kata Gita kepada awal media saat acara Open House Program SSW pada Jum’at 11 Oktober 2024.

Namun, tambah Gita, masyara atau calon peserta harus melewati serangkaian seleksi dan pelatihan yang diadakan di BLK Kota Bogor sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Koordinator Program SSW, Yani M. Jaya, menyebutkan bahwa terdapat 16 bidang profesi yang tersedia dalam program ini, di antaranya keperawatan, pertanian, perhotelan, restoran, serta industri makanan dan minuman.

“Program ini terbuka bagi pemuda Indonesia berusia 18-30 tahun dengan syarat pendidikan minimal SMP untuk bidang pertanian dan SMA/SMK untuk bidang lainnya,” kata Yani.

Setelah mendaftar, lanjutnya, peserta akan menjalani beberapa tahapan seleksi, termasuk seleksi administrasi, pemeriksaan tinggi dan berat badan, kesehatan, psikotes, serta wawancara.

“Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan Bahasa Jepang dan pelatihan keahlian sesuai dengan bidang profesi yang dipilih. Proses pelatihan ini akan berlangsung selama enam bulan,” jelasnya.

Yani juga menyampaikan bahwa sektor pertanian akan menjadi bidang pertama yang diberangkatkan, dengan pendaftaran yang ditutup pada besok hari. Namun begitu, pihaknya masih membuka kesempatan bagi calon tenaga kerja yang ingin mendaftar.

“Pelatihan akan dimulai pada 28 Oktober 2024,” tambah Yani.

Hingga saat ini, sebanyak 50 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program SSW ini. Jepang sendiri memiliki kebutuhan besar akan tenaga kerja asing, dengan target lebih dari 800 ribu tenaga kerja hingga 2029.

“Vietnam saat ini menjadi negara pengirim tenaga kerja terbesar ke Jepang, menyumbang lebih dari 50 persen. Sedangkan tenaga kerja dari Indonesia masih di bawah 20 ribu orang,” tandasnya. (Ibnu Galansa)

KemenKopUKM: Mahasiswa Jadi Simpul Akselerasi Program Entrepreneur Hub

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengakselerasi program entrepreneur hub sebagai upaya mengejar target penambahan jumlah wirausaha baru hingga mencapai 1 juta di tahun ini.

Sekretaris KemenKopUKM Arif Rahman Hakim menjelaskan, mahasiswa menjadi salah satu target utama dalam upaya menciptakan wirausaha baru dari kalangan terdidik karena potensi berhasilnya sangat besar. Terlebih di tahun 2045, pemerintah mencanangkan visi Indonesia Emas sehingga rasio jumlah wirausaha harus ditingkatkan minimal menjadi 4 persen.

“Harapannya dengan kita berkolaborasi bersama mahasiswa dan alumni maka akan meningkatkan perhatian sehingga semakin banyak yang bergerak untuk menjadi wirausaha muda produktif seperti yang kita canangkan penambahan 1 juta wirausaha baru,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim mewakili Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara kuliah umum UMKM Muda Masa Depan Perekonomian Bangsa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (11/10).

Arif menambahkan, program entrepreneur hub juga menjadi ajang untuk mengembangkan ekosistem bisnis bagi pelaku UMKM dengan melibatkan berbagai stakeholder. Saat ini sudah ada 500 startup dari anak muda yang terhubung lewat entrepreneur hub yang juga dipertemukan dengan investor dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan Australia guna meningkatkan produk UMKM berdaya saing global.

“Saya berharap kita dapat terus berkolaborasi untuk mengembangkan program-program kewirausahaan yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi serta menjadi entrepreneur sukses,” kata Arif.

Arif juga mengatakan semakin banyaknya kampus atau perguruan tinggi yang tergabung dalam program Entrepreneur Hub ini akan semakin meneguhkan posisi bahwa kampus juga dapat menjadi “mesin pencetak” wirausahawan muda yang kompetitif dan inovatif.

“Di berbagai negara saya melihat program kewirausahaan di rancang secara strategis by design dari kalangan perguruan tinggi yang berbasis riset dan inovasi. Di sinilah peran besar universitas seperti UGM, mahasiswa yang memiliki bisnis harus dibimbing lewat lembaga inkubasi untuk mengembangkan bisnisnya sehingga ketika lulus mahasiswa akan siap menjadi seorang pebisnis yang andal,” kata Arif.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatangan MoU antara KemenKopUKM dengan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) dalam bidang pengembangan KUMKM berbasis digital. Dari kerja sama ini diharapkan dapat menyinergikan program dan kebijakan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Wening Udasmoro, dan Sekretaris Umum Pengurus Pusat KAFEGAMA Dodit Wiweko Probojakti.

Arif juga menyatakan, program Enterpreneur Hub yang dilakukan KemenKopUKM juga menitikberatkan penguatan SDM dan pendampingan UMKM secara berkelanjutan. Hal ini sebagai salah satu strategi agar nantinya menjadi pelaku usaha yang berdaya saing tinggi.

“Kami berharap UMKM bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan punya daya saing. Maka hari ini kita melakukan MoU dengan berbagai pihak termasuk dengan UGM dengan tujuan semakin banyak pihak yang memberikan dukungan kepada UMKM,” kata Arif.

Di tempat yang sama Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Wening Udasmoro mengungkapkan kampus mempunyai peranan penting di bidang kewirausahaan di bidang akademik dan juga ekosistem. Untuk itu UGM mempunyai Galangan Inovasi dan Kreativitas (GIK) yang menjadi pusat pengembangan inovasi dan kewirausahaan.

“UGM juga menyediakan bisnis inkubator yang merupakan program untuk mahasiswa yang punya bisnis. Saat ini sudah 50 perusahaan rintisan yang terdaftar di bawah program inkubasi UGM dan beberapa sudah berhasil mendapatkan pendanaan,” kata Wening.

Wening menegaskan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti dengan KemenKopUKM dan juga Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) untuk bisa terus mengembangkan UKM. ***

Cagub Jabar Ahmad Syaikhu Serap Aspirasi Pemuda Kota Bogor, Bahas Soal Pinjol

0

Bogordaily.net – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Ahmad Syaikhu berdiskusi dan menyerap aspirasi pemuda Kota Bogor, pada Jumat 11 Oktober 2024.

Dalam diskusi yang serius dan santai tersebut, pembahasan yang diangkat yaitu mengenai pinjaman online (pinjol) yang kerap menjadi persoalan masyarakat khususnya kaula muda.

Ahmad Syaikhu menjelaskan bahwa, saat ini para pemuda di Jawa Barat lebih mementingkan hedonisme dalam kehidupan mereka.

“Contohnya ketika teman mereka menggunakan iphone, banyak pemuda yang rela pinjol untuk membeli iphone juga demi hedonisme,” kata Ahmad Syaikhu

Musabab hedonisme terus terjadi, kata Syaikhu, alangkah baiknya jika para pemuda memanfaatkan gadget mereka untuk peluang bisnis dalam era digital seperti sekarang.

Tentunya para pemuda juga harus dibekali dengan pelatihan-pelatihan seperti literasi finansial, kemudian digitalisasi.

“Itulah pentingnya kita mengukur diri, jangan besar pasak daripada tiang, sikap hedon ini dikalangan remaja mungkin hanya untuk memuaskan diri, sehingga tidak bisa memanfaatkan peluang digital dari gadgetnya,” ujar Presiden PKS tersebut

Selain itu, diskusi tersebut juga membahas soal angka pengangguran yang dialami khusunya bagi para pemuda Jawa Barat.

“Itu tentunya harus mencari solusi dari Pemprov dan Pemkot setempat. Salah satunya adalah memperbanyak ruang-ruang anak muda untuk berkreasi,” jelasnya

Mantan Wakil Wali Kota Bekas itu menambahkan, langkah selanjutnya untuk mengatasi soal pengangguran yaitu dengan membekali anak muda sesuai dengan pendidikan serta kebutuhan.

Padahal banyak para pemuda yang memang memiliki potensi bagus dalam bidangnya masing-masing namun mereka tidak diberi ruang untuk berkreasi.

“Potensi anak muda yang di sini (Kota Bogor) saja luar biasa, dan saya yakin masih banyak potensi yang lainnya yang bisa kita kembangkan,” tutup Ahmad Syaikhu

Diskusi tersebut juga dihadiri langsung oleh Calon Wali Kota Bogor Atang Trisnanto, calon Wakil Wali Kota Bogor Annida dan para anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS. (Muhammad Irfan Ramadan)