Home Blog Page 1349

Ratusan Ribu Orang Teken Petisi Minta Gus Miftah Dicopot Sebagai Utusan Presiden Prabowo

0

Bogordaily.net – Gus Miftah terus jadi sorotan publik setelah mengolok-olok penjual es teh saat acara keagamaan.

Terbaru, muncul sebuah petisi yang meminta Gus Miftah dicopot.

Isi petisi itu meminta Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah dicopot dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo.

Petisi ini muncul usai viral Gus Miftah mengolok-olok penjual es teh saat acara keagamaan.

“Atas dasar peristiwa ini, saya membuat petisi agar teman-teman yang melihat petisi ini mau meluangkan waktunya untuk memberikan tanda tangan agar Bapak Prabowo Subianto mempertimbangkan kembali jabatan yang diberikan ke Gus Miftah,” ujar penggagas petisi Dika Prakasa.

Dika menilai sikap Gus Miftah tidak mencerminkan perilaku Presiden Prabowo Subianto. Dia juga mengatakan Gus Miftah tidak memberikan contoh baik untuk masyarakat.

“Dalam pidato Bapak (Presiden Prabowo), sangat jelas bahwa Bapak sangat menghormati, menghargai mereka-mereka yang bekerja sebagai pedagang, tukang bakso, nelayan, dan pekerja di lapisan masyarakat menengah lainnya. Mereka yang bekerja dan menghasilkan uang secara halal,” katanya.

Dia menilai sikap Gus Miftah itu adalah cerminan karakter aslinya. Oleh karena itu, dia meminta Gus Miftah dicopot.

“Apa yang dilakukan oleh Gus Miftah adalah gambaran karakter beliau, karena hal seperti ini sudah terjadi beberapa kali. Untuk itu, agar jajaran bapak sejalan dengan bapak, segera copot Gus Miftah!” tulisnya dalam petisi itu.

Dilihat di change.org pukul 08.08 WIB, petisi itu dimulai pada Rabu (4/12). Saat ini petisi itu sudah ditandatangani oleh 217.584 orang, untuk hari ini saja sudah 174.038 orang yang menandatangani petisi ini.***

Pemkab Bogor Pecahkan Rekor MURI, Pawai Busana Daur Ulang Terbanyak di Indonesia

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil meraih Museum Rekor Dunia (Muri) Pawar Busana Daur Ulang oleh peserta terbanyak oleh para penggiat Kampung Ramah Lingkungan (KRL) sebanyak 3.425 orang yang berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, pada Kamis (5/12/24).

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Bogor juga memberikan apresiasi kepada para penggiat Kampung Ramah Lingkungan se-Kabupaten Bogor mulai dari penghargaan tingkat pratama, mandiri, jawara juga penghargaan kepada sekolah berbasis lingkungan atau adiwiyata, yang dikemas dalam Penganugerahan Bogor Kampung Ramah Lingkungan (BKRL) Award tahun 2024 tingkat Kabupaten Bogor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengungkapkan, salah satu program di Kabupaten Bogor yang melibatkan peran serta masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara terstruktur dan berkelanjutan adalah Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

“Melalui Kampung Ramah Lingkungan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, mampu mencegah (mitigasi) dan mengantisipasi (adaptasi) dampak perubahan iklim lingkungannya,” ungkap Sekda Kabupaten Bogor.

Lanjut Sekda menerangkan, penganugerahan Bogor Kampung Ramah Lingkungan (BKRL) Award tahun 2024 adalah bentuk ungkapan terimakasih dan penghargaan Pemerintah Kabupaten Bogor kepada masyarakat dan para penggiat lingkungan yang senantiasa peduli terhadap permasalahan lingkungan dan menjaga kelestarian lingkungan. Bahkan Pemkab Bogor akan memberikan dana pembinaan dengan total sebesar Rp784.500.000, serta sarana dan prasarana yang akan diserahkan kepada masyarakat.

“Mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas hidup dengan membangun kepedulian terhadap lingkungan, dimulai dari usia dini, diri sendiri, keluarga dan lingkungan dimana kita tinggal. Selamat bagi para pemenang penghargaan KRL Award tahun 2024, semoga semakin giat dan semangat dalam mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan dan kelestarian Bumi Tegar Beriman,” imbuhnya.

Kemudian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Subiantoro menyatakan, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap RW/kampung yang secara mandiri dan berkelanjutan dalam mengelola lingkungan hidup. Juga apresiasi terhadap sekolah yang telah menerapkan dan membudayakan pengelolaan lingkungan hidup di sekolah.

“Juga sebagai sarana untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun wilayahnya sendiri yang asri, bersih dan sehat. Juga sebagai media edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Bogor,” tandas Kepala DLH Kabupaten Bogor.

Selanjutnya, Direktur Marketing Museum Rekor Indonesia (MURI) Awan Rahargo, komitmen dari seluruh warga Kabupaten Bogor dalam menginisiasi kegiatan ramah lingkungan yang hari ini dilaksanakan melalui pawai peserta daur ulang dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.

“Kegiatan pawai daur ulang busana hari ini telah memecahkan rekor MURI oleh segenap warga Kabupaten Bogor dengan jumlah 3.425. Ini sebuah kehormatan bagi pencatat rekor nasional karena tentunya pencapaian rekor ini bukan hanya meraih rekor MURI. Tetapi sebaliknya kami MURI mendorong dan apresiasi setinggi-tingginya kegiatan yang memang digelorakan kebanggan nasional di bidang lingkungan hidup,” bebernya.

Di tempat yang sama, Camat Bojonggede yang merupakan kecamatan dengan juara KRL terbaik tingkat Kabupaten Bogor tahun 2024, Tenny Ramdani menambahkan,

keberhasilan yang diraih berkat kesungguhan masyarakat dan para koordinator maupun tokoh masyarakat serta dukungan yang luar biasa dari para kepala desa maupun Pemdes masing-masing di desa se-Kecamatan Bojonggede.

Menurutnya, Kecamatan Bojonggede ini memiliki 101 Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dan ini merupakan bagian dari bukti nyata bahwa kepedulian tentang lingkungan di Kecamatan Bojonggede sangat luar biasa.Di tengah-tengah Kecamatan Bojonggede ini banyak sekali persoalan atau permasalahan terkait polusi, sampah, banjir dan sebagainya.

“Kalau tidak diimbangi dengan perilaku ataupun paradigma masyarakat yang harus berubah untuk peduli terhadap lingkungan, sangat berat. Untuk itu, saya pun sangat mengapresiasi luar biasa kepada masyarakat, kepada para kepala desa maupun pemerintah desa yang turut aktif mendukung para kelompok masyarakatnya untuk terus serta aktif dalam BKRL ini,” imbuhnya.***

Delapan Kali Berturut-turut, Pemkab Bogor Kembali Raih Penghargaan IGA Award Tahun 2024

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali meraih Penghargaan Inovatif Goverement Award Tahun 2024 atas dua inovasi yakni, inovasi LAPOR PAK dan SAUR SEPUH.

Ini merupakan penghargaan ke delapan kali yang diraih Pemkab Bogor secara berturut-turut setiap tahun. Penghargaan ini diterima langsung oleh Pj. Bupati Bogor Bachril Bakri di Kota Surabaya pada Kamis (5/12/24).

Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri mengungkapkan, penghargaan yang diraih oleh Pemkab Bogor merupakan Inovasi Government Award tahun 2024 dari Kemendagri, merupakan penghargaan tertinggi inovasi yang dilahirkan oleh 17 kabupaten terinovatif se-Indonesia salah satunya Kabupaten Bogor.

“Ini penghargaan ke delapan kali berturut-turut, ada inovasi Lapor Pak peningkatan pendapatan daerah dan inovasi Saur Sepuh, alhamdulillah kami juga mendapatkan dana insentif dari Kemendagri,” tegasnya.

Turut hadir mendampingi Pj. Bupati Bogor yakni, Plt. Kepala Bappedalitbang, Kepala Bappenda dan Dirut RSUD Cibinong.***

Jadwal CAT SKB CPNS 2024. Cek di Sini!

0

Bogordaily.net – Jadwal CAT SKB CPNS 2024 sudah dirilis pemerintah . Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 akan segera dilaksanakan pada Desember ini.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah pengumuman jadwal, lokasi dan waktu tes SKB CPNS 2024 pada 4-8 Desember 2024.

Jika merujuk pada peraturan Kemenpan RB Nomor 36 Tahun 2018 menyebutkan tes SKB meliputi antara lain computer assisted test (CAT), tes potensi akademik, tes praktik kerja, tes bahasa asing, tes fisik atau kesamaptaan, psikotes, tes kesehatan jiwa, dan/atau wawancara.

Untuk bisa mengetahui jadwal, lokasi, dan waktu tes SKB CPNS 2024 dengan CAT, pelamar bisa memantau di laman instansi masing-masing. ADVERTISEMENT Pelamar juga bisa memantau jadwal dan lokasi di laman resmi sscasn.bkn.go.id.

Namun yang perlu diketahui, pelamar akan diwajibkan membawa kartu ujian saat tes SKB CPNS 2024 dengan CAT.

Kemudian untuk kartu ujian SKB CPNS bisa dicetak secara online di portal SSCASN, https://sscasn.bkn.go.id.

Jadwal CAT SKB CPNS 2024

  • Pelaksanaan SKB CPNS Non-CAT: 20 November sampai 17 Desember 2024 Pemetaan titik lokasi SKB CPNS dengan CAT: 20-22 November 2024
  • Pemilihan titik lokasi lokasi SKB CPNS dengan CAT oleh peserta seleksi: 23-25 November 2024 Penarikan data final SKB CPNS: 26-28 November 2024
  • Penjadwalan SKB CPNS dengan CAT: 29 November sampai 3 Desember 2024
  • Pengumuman daftar peserta, waktu, dan tempat SKB CPNS dengan CAT: 4-8 Desember 2024
  • Pelaksanaan SKB CPNS: 9-20 Desember 2024 Integrasi nilai SKD dan SKB CPNS: 17 Desember 2024 sampai 4 Januari 2025
  • Pengumuman hasil CPNS: 5-12 Januari 2025 Masa sanggah: 13-15 Januari 2025 Jawab sanggah: 13-19 Januari 2025
  • Pengolahan seleksi hasil sanggah: 15-20 Januari 2025
  • Pengumuman pascasanggah: 16-22 Januari 2025
  • Pengisian DRH NIP CPNS: 23 Januari sampai 21 Februari 2025
  • Usul penetapan NIP CPNS: 22 Februari sampai 23 Maret 2025.

Demikian informasi dan ulasan mengenai jadwal SKB CPNS 2024.***

Siapa Adita Irawati? Jubir Istana yang Sebut Rakyat Jelata Saat Jelaskan Polemik Gus Miftah

0

Bogordaily.net – Siapa Adita Irawati, juru bicara kantor komunikasi Kepresidenan yang menyebutkan rakyat jelata saat menjelaskan polemik terkait permasalahan Gus Miftah jadi perbincangan publik.

Sayangnya, niat hati menyampaikan penyesalannya terhadap sikap Gus Miftah yang tak lain merupakan Utusan Khusus Presiden, Adita Irawati malah ikut blunder dengan pernyataannya.

Pasalnya saat itu, ia malah menyebut rakyat kecil sebagai rakyat jelata sehingga banyak netizen yang kembali merasa direndahkan. Sebab diksi tersebut dinilai kurang pantas diucapkan oleh seorang jubir kepresidenan.

Hal tersebut pun langsung menyita perhatian publik.

Terlepas dari tanggapan publik, berikut profil Adita Irawati.

Siapa Adita Irawati Jubir Istana yang Sebut Rakyat Jelata

Adita Irawati sebenarnya bukanlah orang baru di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai jubir Kementerian Perhubungan (Kemenhub) periode 2020-2024.

Dalam rentang waktu yang sama, Adita juga menjabat sebagai Komisaris PT Citilink Indonesia. Sebelum itu, ia juga menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi di bidang komunikasi.

Dikutip Humas Indonesia pada Kamis (5/12/2024), saat itu Adita dipercaya untuk melaksanakan pembenahan pola komunikasi dan lembaga. Di bawah kepemimpinan Jokowi kala itu, pemerintah menilai kehumasan pada sektor kementerian dan lembaga harus direvitalisasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Perjalanan karier Adita Irawati sendiri sebenarnya dimulai dari dunia penyiaran dan industri telekomunikasi pada tahun 1995. Perempuan kelahiran 1971 tersebut kemudian bergabung dengan PT Indosat Tbk pada 1996 sebagai management trainee, dan terus meniti karier hingga menjabat Corporate Communications Group Head di tahun 2009.

Setelah lebih dari satu dekade di Indosat, lulusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) ini memilih tantangan baru dengan mendirikan perusahaan konsultan komunikasi bernama Rana Communication.***

Pj Wali Kota Bogor Tinjau Tiga Titik Rawan Banjir di Dua Kecamatan

0

Bogordaily.net – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari meninjau tiga titik lokasi rawan banjir di dua Kecamatan pada Kamis 5 Desember 2024.

Dua lokasi berada di Kecamatan Tanah Sareal, yakni di RW 04 Kedung Waringin dan RW 08 Kelurahan Mekarwangi, dan satu lokasi berada di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara.

“Saya mengunjungi titik-titik yang menjadi langganan banjir, selain juga banyak titik lain yang perlu kita atensi. Tapi tadi yang saya monitor dan tinjau, memang yang berulang,” kata Hery usai meninjau lokasi rawan banjir.

Banjir yang terjadi secara berulang di Kecamatan Tanah Sareal tersebut bersebelahan dengan dataran bertanah basah yang selalu digenangi air atau yang disebut dengan rawa dengan kontur menyerupai cekungan.

Rawa tersebut menjadi jalur lintasan air dari air limpasan ataupun air hujan. Sehingga, air yang mengalir ke rawa tersebut melimpas ke rumah warga yang berada tak jauh dari rawa.

“Seharusnya lokasi-lokasi itu sudah jadi kolam retensi atau embung, sekaligus untuk menampung banjir. Nah, ternyata di lokasi itu juga ada penduduknya. Penduduk itulah yang terdampak oleh banjir,” ucap Hery.

Kondisi itu ke depan, sambung Hery, akan menjadi perhatian, baik di tingkat kota maupun untuk unsur kewilayahan, dinas teknis, serta perangkat daerah terkait, untuk menyempurnakan kembali kajian yang sudah ada agar diusulkan ke dalam Musrenbang.

Penyempurnaan kajian tersebut dilakukan sebagai upaya untuk penanganan jangka menengah maupun jangka panjang, seperti membuat kolam retensi atau embung. Sehingga, ke depan, penanganan banjir ini harus menjadi atensi bersama dari sisi urgensitas.

Sementara itu, untuk tanggap darurat, Hery menekankan agar wilayah terus memonitor kondisi warga dan membantu perlengkapan anak-anak sekolah yang rusak karena banjir sehingga, pendidikan anak-anak tidak terganggu dan tetap berjalan.

Berkaitan dengan terjadinya banjir di suatu daerah, Hery yang memiliki latar belakang keilmuan bidang tata kota menjelaskan, bahwa secara prinsip alam sejak ribuan tahun lalu tidak berubah.

Lingkungan juga tidak berubah, sehingga air mengalir dari hulu atau tempat yang lebih tinggi menuju dataran rendah atau cekungan sesuai kontur yang ada.

Walaupun muka bumi mengalami perubahan, hal tersebut disebabkan oleh bencana, seperti gunung meletus dan sebagainya.

“Sedangkan air itu melintas sesuai dengan jalur yang dilewati sejak ribuan tahun lalu. Tapi akhirnya ada lingkungan binaan, yaitu manusia, yang tinggal di situ, membangun rumah, dan sebagainya, sehingga aliran air alami ini, badan-badan air alami ini, mengecil, menyempit, terjadi sedimentasi,” jelas Hery.

Ditambah lagi, perubahan tata guna lahan di hulunya menyebabkan air banyak langsung masuk ke saluran tanpa sempat meresap di hulu, sehingga meningkatkan debit air.

Jadi, menurut Hery, gabungan antara cuaca ekstrem, debit air yang meningkat, badan air yang kapasitasnya terbatas, dan budaya masyarakat yang mungkin ikut berkontribusi seperti perilaku buang sampah sembarangan menyebabkan badan air tidak bisa menampung debit air, terutama ketika masuk cuaca ekstrem.

Solusi jangka menengah dan panjang untuk mengatasi banjir, disampaikan Hery, adalah normalisasi saluran, membuat embung, atau dengan upaya menata kembali sempadan sungai.

“Kalau untuk penataan sempadan sungai, membuat embung, atau kolam retensi, ya harus ada lahan yang dibebaskan,” ujarnya.

Sekedar informasi, setelah meninjau tiga titik lokasi tersebut, Hery langsung meninjau debit air di Pos Pantau Bendung Katulampa bersama rombongan.***

Ibnu Galansa

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari meninjau tiga titik lokasi rawan banjir di dua Kecamatan pada Kamis 5 Desember 2024.(Istimewa/bogordaily.net).

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, TPAKD Gelar Rapat Pleno

0

Bogordaily.net – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi, secara resmi membuka rapat pleno untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang digelar oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Dalam sambutannya, Hanafi menyampaikan bahwa literasi keuangan sejak dini diperlukan untuk membina masyarakat agar lebih memahami pengelolaan keuangan.

Menurutnya, keterlibatan para pihak yang hadir dalam rapat ini diharapkan dapat mensosialisasikan hasil pembahasan kepada anak, keluarga, kerabat, anak didik, maupun rekan di lingkungan kerja.

Hal ini bertujuan untuk mengubah mindset masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.

“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menyebarluaskan dan memberikan pemahaman tentang literasi keuangan kepada masyarakat di berbagai aspek. TPAKD adalah sarana untuk mengubah mindset masyarakat melalui kegiatan terprogram yang melibatkan berbagai elemen,” kata Hanafi di Hotel Grand Savero, Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, Kamis 5 Desember 2024.

Ia menambahkan, kondisi literasi digital saat ini yang tidak diimbangi dengan literasi dan inklusi keuangan sering dimanfaatkan oleh pihak atau oknum tidak bertanggung jawab.

Mereka menawarkan kemudahan akses pinjaman online ilegal, yang pada akhirnya membuat masyarakat terjebak dalam situasi yang lebih sulit.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Dewi Kurniasari, menjelaskan bahwa rapat pleno ini merupakan media untuk berkoordinasi dan berkomunikasi bagi seluruh anggota TPAKD Kota Bogor terkait program kerja yang bertujuan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Kota Bogor.

Demografi Indonesia saat ini didominasi oleh generasi Y (milenial) dan generasi Z (zilenial), yang mayoritas memiliki literasi digital tinggi. Namun, mereka cenderung rendah dalam literasi keuangan sehingga mudah terjerat pinjaman online (pinjol).

Oleh karena itu, perlu diberikan pemahaman lebih mendalam tentang literasi dan inklusi keuangan, tidak hanya terbatas pada kredit atau pinjaman, tetapi juga literasi investasi.

“Tujuan TPAKD adalah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Bogor. Semoga para peserta rapat ini dapat menyebarluaskan pemahaman tentang literasi investasi atau pasar modal, di samping literasi kredit atau pinjaman,” ujar Dewi.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi melaporkan bahwa hingga tahun 2024, TPAKD Kota Bogor memiliki tiga program kerja utama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

Program-program tersebut meliputi Tabungan Siswa (Tawa), Simpanan Pelajar (Simpel), dan Gerakan Menabung untuk Meraih Masa Depan (Gemar Mapan).

Selain itu, terdapat program pengembangan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), fasilitasi sertifikasi produk halal, pelatihan bimbingan teknis, dan pendampingan ekonomi kreatif. Ada pula program BISA, di mana Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) menjadi leading sector.***

Ibnu Galansa

Tata Kelola Unggul, BRI Raih 2 Penghargaan di Ajang Bergengsi The 15th IICD Corporate Governance Award

0

Bogordaily.net — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan prestasi dalam ajang “The 15th IICD Corporate Governance Conference and Award” yang digelar pada 25 November 2024 di Ballroom Pullman Hotel Thamrin, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, BRI mendapatkan 2 (dua) penghargaan yaitu Top 50 Big Capitalization Public Listed Company dan Best Overall Big Capitalization sebagai bentuk pengakuan atas kapitalisasi pasar yang besar dan penerapan prinsip GCG yang unggul.

Acara yang mengangkat tema “Taking Indonesia Corporate Governance to the Top ASEAN Level” ini diselenggarakan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) untuk mengapresiasi perusahaan publik yang konsisten menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap 200 emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menggunakan metode ASEAN Corporate Governance Scorecard 2023. Emiten- emiten ini dibagi menjadi dua kelompok, yakni 100 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar (Big Cap) dan 100 perusahaan dengan kapitalisasi pasar menengah (Mid Cap).

Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan konsistensi dan komitmen BRI dalam menjadikan prinsip GCG sebagai landasan utama.

“Melalui penghargaan ini terbukti bahwa BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menempatkan prinsip Good Corporate Governance sebagai inti dari seluruh kegiatan operasional di BRI. BRI percaya bahwa keberlanjutan dan kepercayaan masyarakat hanya dapat diraih melalui transparansi, akuntabilitas, dan komitmen yang tak tergoyahkan pada integritas,” ujarnya.

Solichin menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran BRI untuk terus meningkatkan standar GCG yang diterapkan.

“BRI menyadari bahwa penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas apa yang telah dicapai, tetapi juga sebuah amanah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas penerapan GCG di BRI. Tidak ada kompromi dalam melaksanakan upaya untuk menjaga kepercayaan dari pemegang saham, regulator, maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Sebagai perusahaan BUMN dengan kapitalisasi terbesar, penghargaan ini menegaskan komitmen BRI untuk terus menjaga standar GCG yang sejalan dengan praktik terbaik di tingkat nasional dan global. Dengan penerapan GCG yang baik, BRI berkomitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat, mendorong inovasi, dan berkontribusi secara berkelanjutan bagi perekonomian nasional.***

Hasil Rekapitulasi Perolehan Suara Pilbup Bogor, Rudy Susmanto Jaro Ade Unggul 1.559.328 Suara

0

Bogordaly.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor menetapkan hasil rekapitulasi suara dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati (pilbup) dan Wakil Bupati Bogor Tahun 2024.

Dalam penetapan tersebut, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor nomor urut 1 Rudy Susmanto – Jaro Ade unggul dengan meraih sebesar 1.559.328 suara.

Sedangkan, pasangan nomor urut 2 Bayu Syahjohan – Musyafaur Rahman meraih suara sebesar 599.453.

Kemudian, untuk suara sah 2.158.781 dan jumlah suara tidak sah mencapai 146.461 suara, dengan total jumlah keseluruhan suara masuk dalam Pilbup Bogor tahun 2024 mencapai 2.305.242.

Perolehan suara tersebut dibacakan langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Bogor M Adi Kurnia, usai rapat pleno rekapitulasi hasil suara Pilbup Bogor Tahun 2024 yang berlangsung sejak, Senin 2 hingga Kamis 5 Desember 2024 di Hotel Darmawan Park, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Ketua KPU Kabupaten Bogor M Adi Kurnia mengatakan bahwa dengan perolehan rekapitulasi hasil suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor tersebut menyatakan, pasangan nomor urut 1 menang dalam Pilbup Bogor tahun 2024.

“Dengan hasil itu menetapkan Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor nomor urut 1 Rudy Susmanto – Jaro Ade unggul dengan meraih sebesar 1.559.337 suara. Sedangkan, pasangan nomor urut 2 Bayu Syahjohan – Musyafaur Rahman meraih suara sebesar 599.453,” ungkap M Adi Kurnia.(Albin Pandita)

Tim Pansus DPRD Kota Bogor Bahas Raperda PPKLP dengan Disdik Kota Bogor

0

Bogordaly.net – Tim panitia khusus (Pansus) DPRD Kota Bogor melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan (PPKLP) dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Bagian Hukum Setda Kota Bogor.

Ketua tim Pansus Raperda PPKLP, Nasya Kharisa Lestari, menyampaikan maksud dan tujuan rapat adalah untuk melakukan pembahasan pasal per pasal yang ada didalam draft raperda.

Sekaligus menyamakan persepsi terhadap Raperda antara DPRD Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor.

“Secara keseluruhan, pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa rancangan Perda Perlindungan Kekerasan di Lingkungan Sekolah benar-benar efektif, aplikatif, dan dapat mengurangi atau menghilangkan kekerasan di sekolah,” kata Nasya.

Anggota tim pansus, Desy Yanthi Utami, menyampaikan bahwa penyusunan Raperda PPKLP sudah disesuaikan dengan Permendikbudristek nomor 45 tahun 2023.

Sehingga didalam Raperda PPKLP sudah mengatur pencegahan kekerasan yang dilakukan secara fisik, verbal, non-verbal dan melalui daring.

“Tentu kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita, generasi kita di masa depan mendapatkan perlindungan yang maksimal dan bisa menimba ilmu dengan aman di lingkungan sekolah,” kata wanita yang akrab disapa Teh Dea ini.

Lebih lanjut, Dea menyampaikan dari total 71 pasal yang tertuang didalam Raperda PPKLP, telah mengatur perihal segala bentuk kekerasan.

Mulai dari kekerasan fisik, psikis perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, intoleransi, kebijakan yang mengandung kekerasan dan bentuk kekerasan lain yang diatur didalam perundang-undangan.

Hal ini tentunya menjadi penting mengingat berdasarkan catatan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor, sepanjang 2023 terjadi 11 kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

“Kita sebagai kota yang menyandang predikat kota layak anak peringkat Nindya, harusnya tidak boleh lagi ada kasus yang terjadi di lingkungan pendidikan. Sehingga kami berharap dengan adanya Raperda ini nantinya menjadi payung hukum tetap untuk melindungi seluruh pelajar di Kota Bogor,” tegas Dea.

Terakhir, Dea juga menyoroti perihal kesiapan anggaran dalam melaksanakan Raperda ini saat sudah disahkan nanti tim Pansus DPRD Kota Bogor.

Menurutnya, pos anggaran 20 persen dari sektor pendidikan melalui APBD, harus bisa dialokasikan secara proporsional ke program perlindungan dan pencegahan di lingkungan sekolah dan didukung oleh anggaran dari dinas-dinas terkait.

“Tentu dengan keterbatasan anggaran, kami akan mendorong agar bisa maksimal pencegahan dan perlindungan. Dari 20 persen alokasi di APBD untuk sektor pendidikan. Kami akan memastikan bahwa program ini bisa didanai dengan jumlah yang rasional,” pungkasnya.(Muhammad Irfan Ramadan)