Wednesday, 6 May 2026
Home Blog Page 1348

10 Kelebihan Gelar Wedding di Sahira Group Hotel, Yuk Simak

0

Bogordaily.net – Simak ada beberapa kelebihan jika Anda ingin merayakan wedding di Sahira Group Hotel. Apa saja? simak di bawah sini.

Pernikahan adalah momen bersejarah dalam kehidupan setiap pasangan, dan memilih tempat yang sempurna untuk merayakan hari besar ini adalah salah satu langkah awal dalam perjalanan menuju kebahagiaan abadi.

Sahira Group Hotel, dengan bangga, mempersembahkan 10 kelebihan yang akan memastikan pernikahan Anda menjadi peristiwa yang tak terlupakan dan spektakuler.

10 Kelebihan Wedding di Sahira Group Hotel

1. Lokasi yang Sangat Strategis

Sahira Group Hotel terletak di Jalan Ahmad Yani No. 17-23, Bogor yang sangat strategis, memudahkan tamu Anda untuk mengakses hotel dari berbagai penjuru kota Bogor.

2. Parkir Mobil & Motor yang Sangat Luas

Kenyamanan tamu adalah yang utama. Sahira Group Hotel menawarkan area parkir yang sangat luas, sehingga tamu Anda tidak perlu khawatir tentang tempat parkir yang sulit ditemukan.

3. Masjid yang Indah

Untuk pasangan yang ingin mengadakan pernikahan dengan nuansa religius, Sahira Group Hotel memiliki sebuah masjid yang indah, sehingga tamu Anda dapat menjalankan ibadah dengan khusuk dan khidmat.

4. Cita Rasa Makanan yang Sudah Dikenal Sejak Tahun 2005

Sahira Group Hotel telah dikenal dengan cita rasa makanan yang lezat dan berkualitas sejak tahun 2005. Kami memiliki tim koki berpengalaman yang siap memanjakan lidah Anda dan tamu Anda dengan hidangan istimewa.

5. Sales dan Staff yang Sangat Ramah

Staf kami yang ramah dan profesional selalu siap membantu Anda dalam merencanakan pernikahan Anda, menjawab pertanyaan Anda, dan memastikan bahwa setiap detail tersusun dengan sempurna.

6. Harga yang Sangat Bersahabat

Kami mengerti bahwa pernikahan adalah investasi besar. Oleh karena itu, Sahira Group Hotel menawarkan paket pernikahan dengan harga yang sangat bersahabat tanpa mengorbankan kualitas.

7. Venue yang Banyak Pilihan & Ukuran

Kami memiliki berbagai venue yang dapat diatur sesuai dengan tema dan ukuran pernikahan Anda, mulai dari outdoor yang indah hingga ruang indoor yang elegan.

8. Acara di Sahira Sangat Fleksibel

Kami memahami bahwa setiap pernikahan adalah unik. Oleh karena itu, kami menyediakan fleksibilitas dalam merencanakan acara Anda sehingga Anda dapat mewujudkan impian pernikahan Anda.

9. Mudah Diakses

Sahira Group Hotel mudah diakses dari berbagai titik masuk Bogor, sehingga tamu Anda dapat tiba dengan mudah tanpa hambatan.

10. Memiliki Brand yang Sudah Terkenal

Sahira Group Hotel adalah merek yang sudah terkenal dan memiliki reputasi yang solid dalam industri perhotelan. Anda dapat mempercayakan pernikahan Anda kepada kami dengan keyakinan.

Jika Anda berminat dan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pemesanan, jangan ragu untuk menghubungi kami di nomor 0812-9479-079. (Muhammad Irfan Ramadan)

Pimpinan Definitif DPRD Kota Bogor 2024-2029 Resmi Dilantik

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor menggelar rapat paripurna dengan agenda pengucapan sumpah janji Pimpinan DPRD Kota Bogor periode 2024 – 2029, Selasa 24 September 2024.

Hal itu Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat, tentang jabatan Ketua DPRD Kota Bogor diemban oleh Adityawarman Adil dan jabatan Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor diemban oleh M. Rusli Prihatevy.

Ketua DPRD kota Bogor Adityawarman mengatakan saat ini penting untuk berkolaborasi dengan pemerintah kota Bogor dan masyarakat untuk bisa mengemban amanah aspirasi rakyat.

Terdapat beberapa program yang harus tetap mendapatkan prioritas seperti program penebusan ijazah dan bantuan rumah tidak layak huni kepada rakyat untuk bisa menyelesaikan permasalahan kehidupan.

“Untuk menjalankan program untuk rakyat maka harus ada sinergitas dan kolaborasi bersama seluruh elemen pemerintah daerah Kota Bogor dan semua pemangku kebijakan lainnya,” ujarnya.

Dalam rapat paripurna itu dilanjutkan dengan adanya pembukaan masa sidang ke-1 tahun 2024.

Berdasarkan hasil rapat pimpinan sementara DPRD Kota Bogor terdapat delapan fraksi di DPRD Kota Bogor, yakni Fraksi PKS, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi PDI-P, Fraksi PAN, Fraksi Aswaja (Gabungan PKB dan PPP), Fraksi Demokrat Solidaritas Indonesia (Gabungan Demokrat dan PSI) dan Fraksi NasDem.

Selanjutnya juga membentuk alat kelengkapan dewan berupa komisi dan badan-badan agar bisa segera melakukan tugas dan fungsi mengemban amanat aspirasi rakyat. (Muhammad Irfan Ramadan)

Praktisi Mengajar dan Quo Vadis Pendidikan Vokasi Profesi di Civitas Kampus

0

Bogordaily.net – Tidak terasa, Program Praktisi Mengajar yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI dengan menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI telah memasuki Angkatan ke-5.

Sudah dua tahunan program yang mengelaborasi profesional karir di dunia korporasi dan civitas akademika kampus ini telah terselenggara dengan baik.

Namun, apakah Program Praktisi Mengajar ini sudah berhasil melahirkan talenta baru bagi output kampus? Benarkah Praktisi Mengajar menjadi jawaban atas quo vadis Pendidikan vokasi profesi di dunia civitas?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2024, jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2024 sebanyak 149,38 juta orang, naik 2,76 juta orang dibanding Februari 2023.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,50 persen poin dibanding Februari 2023. Sementara, Penduduk yang bekerja pada Februari 2024 sebanyak 142,18 juta orang, naik sebanyak 3,55 juta orang dari Februari 2023.

Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum sebesar 0,96 juta orang. Pada Februari 2024 sebanyak 58,05 juta orang (40,83 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik sebesar 0,95 persen poin dibanding Februari 2023.

Namun, persentase setengah pengangguran pada Februari 2024 naik sebesar 1,61 persen poin, sementara pekerja paruh waktu turun sebesar 0,73 persen poin dibanding Februari 2023.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2024 sebesar 4,82 persen, turun sebesar 0,63 persen poin dibanding Februari 2023.

Angka ini sebenarnya masih sangat merisaukan mengingat jumlah output atau lulusan kampus baik yang berada di strata sarjana, master sampai jenjang doktor, setiap tahun meningkat drastis tanpa perimbangan atau linieritas
peluang pekerjaan baru.

Tidak sedikit lulusan kampus akhirnya menambah tingkat pengangguran di Indonesia. Jika melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 memperlihatkan masih ada ratusan ribu lulusan S1, S2, dan S3 rentang usia 15 sampai 24 tahun yang tidak bekerja, sekolah, atau mendapat pelatihan (not in employment, education, and training/ NEET).

Dikutip dari laman Satu Data Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), BPS mendata, pada Agustus 2023, tercatat ada 452.713 orang lulusan S1, S2, dan S3 yang tergolong NEET, sedangkan lulusan diploma ada 108.464 orang.

Sementara untuk jenjang S1, S2, S3, 452.713 orang. Sementara itu, secara total jumlah anak muda berusia 15 sampai dengan 24 tahun yang tergolong NEET ada 9,9 juta atau setara 22,25 persen dari 44,7 juta anak muda golongan Gen Z.

Lahirnya Program Praktisi Mengajar pada Tahun Anggaran 2022 sebenarnya telah sedikit banyak memberi manfaat kepada lulusan kampus-kampus di Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa bisa mengenal dan menjajaki dunia kerja lebih awal.

Tidak sedikit mahasiswa akhirnya bisa mendapatkan tempat magang dari program ini. Civitas akademika mulai dari
Rektor, Dekan dan Kaprodi juga turut menikmati efektifitas Program Praktisi Mengajar ini karena anak-anak didiknya bisa menggambarkan bagaimana kerasnya persaingan di dunia kerja.

Hal lain yang perlu menjadi interospeksi, otokritik dan overview dari Program Praktisi Mengajar ini adalah minimnya kelas praktik dan kelas bakat yang diselenggarakan di kampus-kampus di Indonesia.

Padahal, jika setiap kampus bisa membuat bank talenta atau big data mengenai bakat serta ketrampilan mahasiswa, tidak sulit bagi korporasi di Indonesia untuk merekrut menjadi professional karir.

Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebenarnya telah memulai melakukan penjaringan talenta professional karir ini dari jenjang lulusan baru (fresh graduate) melalui beberapa program diklat ODP (Officer Development Program), MDP (Management Development Program) dan MT (Management Traine).

Melalui program ini, fresh graduate ini akan mengikuti diklat berjenjang untuk menjadi calon leader di korporasi. Adanya Program Praktisi Mengajar, sebenarnya sudah menjadi bagian dari pengenalan dasar program diklat tersebut.

Profesional praktisi sudah seharusnya memberi pemahaman skill, keahlian, kompetisi dan jenjang karir di dunia korporasi bagi mahasiswa. Sehingga, mahasiswa juga terpacu untuk menambah dan mengasah ketrampilan serta bakat mereka dengan mengikuti kursus-kursus keahlian di luar mata kuliah yang diajarkan di kelas kampus.

Tantangan terbesar dunia korporasi ke depan adalah transisi dunia digital yang mengharuskan digitalisasi di semua transaksi. Baik transaksi jual beli, negosiasi hingga lelang pengadaan
barang dan jasa. Kondisi ini tentunya harus dimaknai Sumber Daya Manusia (SDM) kampus sebagai tantangan berat dan besar yang harus dihadapi. Jika tak siap mengikuti arus digitalisasi, semakin sulit lulusan kampus di Indonesia menjadi generasi yang siap kerja.

Digitalisasi tidak hanya menjadi keharusan dan dialami korporasi saja. Kita bisa lihat hari-hari ini, semua instansi pemerintah baik Kementerian/Lembaga dan Pemda telah berlomba-lomba melakukan berbagai inovasi di dunia digital pelayanan. Talenta-talenta birokrasi baru sudah tak lagi melulu dituntut untuk bisa melayani publik saja. Namun, juga dituntut untuk melek digital dan mampu mengoperasikan seluruh platform digital sebagai bagian dari
transparansi dan inovasi.

Dengan melihat kondisi tersebut, sudah sedianya Program Praktisi Mengajar harus berhasil menjadi jembatan bagi civitas akademika dengan dunia korporasi dalam menyalurkan bakat
mahasiswa. Koneksitas dan kausalitas antara dunia korporasi dengan jejaring civitas akademika juga harus terbentuk melalui program ini. Dengan begitu, Program Praktisi Mengajar bisa menjadi jawaban atas quo vadis Pendidikan vokasi di dunia kampus. ***

Penulis: Yuska Apitya Aji Iswanto, S.Sos.,M.H (Dosen Praktisi Mengajar Kemendikbud Ristek-LPDP RI)

 

Peran Generasi Muda dan Kampus Sebagai Simposium Dalam Kontestasi Pilkada 2024

0

Bogordaily.net – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 akan menjadi panggung penting, tidak hanya bagi para pasangan calon yang akan berkompetisi memperebutkan kursi kepemimpinan daerah, tetapi juga bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, yang diharapkan menjadi aktor-aktor kritis dalam menentukan masa depan bangsa.

Di tengah kemelut skeptisisme yang merajalela di kalangan mahasiswa terhadap kinerja pemerintah, tantangan yang dihadapi oleh para pasangan calon tidak hanya sebatas meraih simpati elektoral, tetapi lebih dari itu, yakni mengembalikan kepercayaan dan citra positif pemerintahan di mata kaum intelektual muda ini.

Skeptisisme mahasiswa terhadap pemerintah bukanlah fenomena baru, namun di era informasi yang begitu cepat dan tak terbatas ini, sikap kritis tersebut kian menguat. Mahasiswa, yang memiliki akses luas terhadap berbagai informasi dan sering kali menjadi penggerak opini di masyarakat, memainkan peran penting dalam menguji konsistensi, komitmen, serta visi misi yang ditawarkan oleh para pasangan calon.

Mereka bukan sekadar pemilih, tetapi juga menjadi juri sosial dan politik yang menentukan arah kebijakan publik di masa mendatang. Inilah yang menjadikan peran mahasiswa dalam Pilkada kali ini sangat strategis.

Di sisi lain, para pasangan calon dihadapkan pada tugas besar untuk merebut hati dan pikiran mahasiswa. Namun, tantangan terbesar mereka bukanlah bagaimana memenangkan suara mahasiswa, melainkan bagaimana menanamkan persepsi positif terhadap institusi pemerintah yang sering kali terdistorsi oleh berbagai kasus korupsi, ketidakadilan, dan kebijakan yang tidak pro-rakyat.

Para calon harus mampu membuktikan bahwa pemerintah bukanlah entitas yang terpisah dari rakyat, tetapi sebuah wadah yang harus selalu merespons aspirasi dan kebutuhan warganya. Mereka perlu menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki tatanan pemerintahan, dengan transparansi dan akuntabilitas sebagai landasannya.

Dalam konteks ini, kampus harus dijadikan sebagai ruang diskursus intelektual yang bebas, tempat di mana para pasangan calon diuji gagasannya tanpa terjebak dalam pola kampanye pragmatis. Kampus bukanlah tempat untuk mencari dukungan suara, melainkan arena untuk mempertarungkan ide-ide besar yang akan membentuk kebijakan di masa depan.

Kampanye politik di lingkungan kampus harus dihindari agar netralitas dan integritas akademik tetap terjaga. Alih-alih berfokus pada ajakan memilih, calon pemimpin daerah harus menjadikan kampus sebagai laboratorium pemikiran kritis, di mana setiap argumen dan rencana kebijakan mereka dapat diuji oleh mahasiswa yang rasional dan objektif.

Mahasiswa, dengan kapabilitas intelektual dan idealismenya, memiliki tanggung jawab untuk menjaga esensi demokrasi tetap hidup. Mereka harus berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis, menggugat narasi yang lemah, dan mendorong pasangan calon untuk memberikan solusi yang konkret atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kampus sebagai ruang akademik tidak boleh dijadikan alat politik, melainkan harus tetap menjadi pusat pembelajaran yang mengedepankan nilai-nilai demokrasi substantif.

Jika para pasangan calon mampu memanfaatkan ruang ini dengan baik, maka akan tercipta dialog yang konstruktif antara pemerintah dan generasi muda, yang pada akhirnya mampu memperbaiki relasi antara rakyat, khususnya mahasiswa, dengan pemerintah. Relasi ini harus dibangun di atas dasar saling pengertian, keterbukaan, dan kesediaan untuk menerima kritik. Inilah bentuk partisipasi politik yang sesungguhnya, di mana mahasiswa tidak hanya sekadar menjadi objek politik, tetapi juga subjek yang aktif dalam menciptakan perubahan yang bermakna.

Dalam proses ini, mahasiswa harus menjaga independensi dan integritasnya sebagai pengawal demokrasi. Mereka tidak boleh terjebak dalam romantisasi politik praktis, tetapi harus tetap konsisten dalam perjuangan intelektual dan idealismenya. Sementara itu, para pasangan calon harus mampu menyeimbangkan kepentingan elektoral dengan kepentingan jangka panjang membangun pemerintahan yang kredibel dan responsif.

Dengan demikian, Pilkada 2024 menjadi momentum bagi kedua belah pihak, baik pasangan calon maupun mahasiswa untuk bersama-sama mendorong perbaikan sistem pemerintahan yang lebih inklusif dan akuntabel. Mahasiswa, sebagai agen perubahan, memiliki peran sentral untuk memastikan bahwa demokrasi tidak hanya menjadi sekadar ritual politik lima tahunan, melainkan sebuah proses yang terus hidup dan berkembang demi kemaslahatan bangsa.

Penulis: Bayu Raksa Pradipa (Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital FEB Universitas Pakuan)

MenKopUKM Ajak Iwapi Dorong UMKM Perempuan Terhubung ke Rantai Pasok Global

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengajak Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), untuk terus mendorong dan memperkuat pelaku UMKM perempuan di tanah air, agar dapat semakin berkembang dan terhubung dalam kemitraan rantai pasok global.

“Sebagai organisasi perempuan pengusaha terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara IWAPI telah berhasil menjadi inspirasi bagi kaum perempuan serta berkontribusi terhadap pemberdayaan perempuan dalam ekonomi nasional dan global,” kata MenKopUKM Teten Masduki saat memberikan sambutan dalam acara Rakernas IWAPI III di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/9).

Ia menjelaskan, peran IWAPI sangat diharapkan. Sebagaimana laporan Bank Dunia terbaru (2023) yang menggambarkan semakin strategisnya peran perempuan dalam perekonomian sebuah negara.

Lebih lanjut kata Menteri Teten, secara rinci digambarkan bahwa partisipasi perempuan pada negara dengan ekonomi rendah hanya sebesar 24%; pada negara ekonomi menengah ke bawah dan ke atas masing-masing 32,5% dan 34,7%; serta ekonomi tinggi sebanyak 39,5%.

“Temuan ini sekaligus merefleksikan bagaimana formulasi kebijakan ekonomi sebuah negara yang harus mampu memfasilitasi tumbuh kembangnya perempuan baik itu sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah maupun Usaha Besar,” kata MenKopUKM.

Ia juga menambahkan, hal itu harus direlevansikan dengan konteks objektif Indonesia yang memiliki visi untuk menjadi negara maju pada 2045, dimana salah satu targetnya adalah meningkatkan pendapatan perkapita lebih dari 5 kali lipat dari hari ini.

“Maka target tersebut hanya mungkin bisa kita capai bila para pengusaha perempuan ambil bagian untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing produk UMKM di Tanah Air,” kata Menteri Teten.

Sejalan dengan laporan World Economic Forum, ujar Menteri Teten, pada sekitar 5 tahun silam yang menyebut bahwa dengan mengedepankan partisipasi perempuan pada pasar tenaga kerja maka PDB global akan bertambah 5,3 triliun dolar AS pada 2025.

“Bahkan ILO pada 2018 mengklaim bahwa untuk sektor privat, hadirnya kepemimpinan perempuan dan lingkungan kewirausahaan yang inklusif mampu meningkatkan keuntungan perusahaan hingga 10-15%,” kata MenKopUKM.

Nakmun demikian, saat ini tidak kurang dari 60% dari pelaku UMKM di Tanah Air adalah perempuan. Dimana sebagian besar di antaranya adalah Usaha Mikro.

“Di sinilah peran IWAPI yang sangat diharapkan bagaimana agar IWAPI sebagai perhimpunan dari para pengusaha perempuan dapat ambil bagian untuk menarik sebanyak-banyak pelaku usaha mikro masuk ke dalam inisiatif kemitraan rantai pasoknya,” kata Menteri Teten.

Untuk itu, MenKopUKM mengatakan pihaknya telah membuat sejumlah piloting pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) sebagai intervensi negara untuk memastikan agar pelaku UMKM terkonsolidasi ke koperasi dan usahanya menjadi berskala ekonomi.

“RPB kita gunakan untuk mendekatkan pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) agar mendapatkan akses inovasi dan teknologi sehingga mereka dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Sekaligus menjadi kekuatan dari pelaku UMK untuk terhubung ke dalam rantai pasok industri atau terhubung dengan pasar lokal dan global,” kata Menteri Teten.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan afirmasi untuk mendukung kemudahan berusaha bagi pelaku UMKM, termasuk perempuan untuk memperluas kapasitas usahanya dan naik kelas. Ini tertuang di dalam PP 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan Berusaha Bagi Pelaku UMKM dan koperasi.

“Beberapa terobosannya adalah 40% belanja pemerintah untuk beli produk UMKM; 30% infrastruktur publik untuk berjualan produk UMKM dan harga sewanya 30% di bawah harga normal. Selain itu, adanya kemudahan untuk pembiayaan dan kemitraan,” kata MenKopUKM. ***

PKBM Bakti Nusa Kota Bogor Bangun Ruang Belajar Baru bagi Anak Putus Sekolah dan Disabilitas

0

Bogordaily.net – Sekolah gratis PKBM Bakti Nusa Kota Bogor mulai menggarap pembangunan ruang baru bagi anak putus sekolah dan disabilitas.

Pembangunan yang ditargetkan rampung pada 9 Oktober 2024 mendatang itu mendapat dukungan dari berbagai pihak diantaranya DF Company sebagai donatur hingga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim – Jenal Mutaqin.

Sebagai tanda akan dimulainya pembangunan, peletakan batu pertama secara simbolis dilakukan oleh calon Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin didampingi Kepala PKBM Bakti Nusa Sumedy di Jalan Parung Banteng Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur pada Rabu, 25 September 2024.

Pada kesempatan itu, Kepala PKBM Bakti Nusa Kota Bogor, Sumedy mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta membantu khususnya kepada DF Company dan pasangan calon Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin.

“Alhamdulillah pada hari ini kita melaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan ruang belajar sekolah untuk anak anak putus setelah dan disabilitas jadi rencana kedepan PKBM Bhakti Nusa akan menjadikan sekolah PKBM ramah anak disabilitas,” ucapnya.

“Sebab, kita tahu betul bahwa banyak anak-anak disabilitas di Kota Bogor yang tidak sekolah dengan alasan tidak ada kemampuan mulai dari transportasi hingga biaya sekolah lainnya, untuk itu PKBM Bakti Nusa hadir untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka hingga mendapat ijazah dari tingkat SD sampai SMA,” tambahnya.

Sumedy menyebut bahwa selama ini PKBM Bakti Nusa melaksanakan belajar mengajar di sebuah rumah dengan mendatangkan mentor, guru hingga praktisi pendidikan untuk mengajarkan anak-anak yang ada di PKBM Bakti Nusa.

“PKBM Bakti Nusa ini sudah berjalan sejak 2020, sekarang siswa kami ada sekitar 250 orang. Alhamdulillah banyak dukungan dari masyarakat dan pengusaha juga seperti DF Company,” jelasnya.

Sumedy berharap ke depan PKBM Bakti Nusa bisa terus berkembang, maju dan terus membantu anak-anak yang putus sekolah terlebih anak disabilitas agar menjadi generasi emas pada 2045 mendatang.

“Harapan kami tentunya ingin anak-anak di Kota Bogor ini khususnya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan hingga mendapatkan ijazah, dan Insyaallah setiap anak yang kami didik di PKBM Bakti Nusa ini tidak akan dibebankan biaya apapun alias gratis,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Pimpinan DF Company, Dinna Fazjrina menuturkan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata dari DF Company untuk terus berkomitmen mendukung fasilitas pendidikan terutama bagi anak-anak putus sekolah dan anak disabilitas.

“Meskipun bantuan ini tidak besar, namun sebagai dukungan dari dunia usaha dan bentuk kepedulian kami terhadap anak-anak putus sekolah dan disabilitas melalui program sekolah gratis. Semoga dapat bermanfaat dan anak-anak khususnya di Kota Bogor tidak ada lagi yang putus sekolah,” singkatnya.

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin menyatakan kesiapannya untuk memfokuskan program Bogor Pintar dengan porsi anggaran yang ideal.

“Sebagai warga Bogor kita bersyukur bahwa mimpi selama ini dibuktikan oleh salah satu tokoh masyarakat (DF Company), yang peduli terhadap pendidikan terutama anak-anak disabilitas dan anak-anak putus sekolah,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang JM itu menekankan bahwa PKBM adalah alternatif pendidikan non-formal yang diakui oleh pemerintah.

Ia juga mengapresiasi terselenggaranya pembangunan PKBM tersebut berkat sumbangsih dari DF Company.

“Salah satu program kami salah satunya Bogor Pintar, yang nantinya memberikan subsidi PKBM yang terlibat dalam menyediakan pendidikan gratis bagi warga Bogor,” paparnya.

Kang JM berharap, hal-hal seperti ini tersiarkan lebih luas dan dicontoh oleh beberapa stakeholder yang lain yang memikiki semangat yang sama dalam mengelola pendidikan di Kota Bogor.

“Insyallah, di pemerintahan Dedie Jenal kedepan akan memaksimalkan peran PKBM sebagai alternatif pendidikan bagi masyarakat yang putus sekolah,” katanya.***

Ibnu Galansa

PKBM Bakti Nusa Kota Bogor Bangun Ruang Belajar Baru bagi Anak Putus Sekolah dan Disabilitas

0

Bogordaily.net – Sekolah gratis PKBM Bakti Nusa Kota Bogor mulai menggarap pembangunan ruang baru bagi anak putus sekolah dan disabilitas.

Pembangunan PKBM yang ditargetkan rampung pada 9 Oktober 2024 mendatang itu mendapat dukungan dari berbagai pihak diantaranya DF Company sebagai donatur hingga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim – Jenal Mutaqin.

Sebagai tanda akan dimulainya pembangunan, peletakan batu pertama secara simbolis dilakukan oleh calon Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin didampingi Kepala PKBM Bakti Nusa Sumedy di Jalan Parung Banteng Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur pada Rabu, 25 September 2024.

Pada kesempatan itu, Kepala PKBM Bakti Nusa Kota Bogor, Sumedy mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta membantu khususnya kepada DF Company dan pasangan calon Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin.

“Alhamdulillah pada hari ini kita melaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan ruang belajar sekolah untuk anak anak putus setelah dan disabilitas jadi rencana kedepan PKBM Bhakti Nusa akan menjadikan sekolah PKBM ramah anak disabilitas,” ucapnya.

“Sebab, kita tahu betul bahwa banyak anak-anak disabilitas di Kota Bogor yang tidak sekolah dengan alasan tidak ada kemampuan mulai dari transportasi hingga biaya sekolah lainnya, untuk itu PKBM Bakti Nusa hadir untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka hingga mendapat ijazah dari tingkat SD sampai SMA,” tambahnya.

Sumedy menyebut bahwa selama ini PKBM Bakti Nusa melaksanakan belajar mengajar di sebuah rumah dengan mendatangkan mentor, guru hingga praktisi pendidikan untuk mengajarkan anak-anak yang ada di PKBM Bakti Nusa.

“PKBM Bakti Nusa ini sudah berjalan sejak 2020, sekarang siswa kami ada sekitar 250 orang. Alhamdulillah banyak dukungan dari masyarakat dan pengusaha juga seperti DF Company,” jelasnya.

Sumedy berharap ke depan PKBM Bakti Nusa bisa terus berkembang, maju dan terus membantu anak-anak yang putus sekolah terlebih anak disabilitas agar menjadi generasi emas pada 2045 mendatang.

“Harapan kami tentunya ingin anak-anak di Kota Bogor ini khususnya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan hingga mendapatkan ijazah, dan Insyaallah setiap anak yang kami didik di PKBM Bakti Nusa ini tidak akan dibebankan biaya apapun alias gratis,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Pimpinan DF Company, Dinna Fazjrina menuturkan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata dari DF Company untuk terus berkomitmen mendukung fasilitas pendidikan terutama bagi anak-anak putus sekolah dan anak disabilitas.

“Meskipun bantuan ini tidak besar, namun sebagai dukungan dari dunia usaha dan bentuk kepedulian kami terhadap anak-anak putus sekolah dan disabilitas melalui program sekolah gratis. Semoga dapat bermanfaat dan anak-anak khususnya di Kota Bogor tidak ada lagi yang putus sekolah,” singkatnya.

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin menyatakan kesiapannya untuk memfokuskan program Bogor Pintar dengan porsi anggaran yang ideal.

“Sebagai warga Bogor kita bersyukur bahwa mimpi selama ini dibuktikan oleh salah satu tokoh masyarakat (DF Company), yang peduli terhadap pendidikan terutama anak-anak disabilitas dan anak-anak putus sekolah,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang JM itu menekankan bahwa PKBM adalah alternatif pendidikan non-formal yang diakui oleh pemerintah.

Ia juga mengapresiasi terselenggaranya pembangunan PKBM tersebut berkat sumbangsih dari DF Company.

“Salah satu program kami salah satunya Bogor Pintar, yang nantinya memberikan subsidi PKBM yang terlibat dalam menyediakan pendidikan gratis bagi warga Bogor,” paparnya.

Kang JM berharap, hal-hal seperti ini tersiarkan lebih luas dan dicontoh oleh beberapa stakeholder yang lain yang memikiki semangat yang sama dalam mengelola pendidikan di Kota Bogor.

“Insyallah, di pemerintahan Dedie Jenal kedepan akan memaksimalkan peran PKBM sebagai alternatif pendidikan bagi masyarakat yang putus sekolah,” katanya. (Ibnu Galansa)

Pemkab Bogor Kasih Lampu Hijau Pembangunan Kereta Gantung di Kawasan Puncak

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberi lampu hijau pembangunan kereta gantung/cable car untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak Bogor.

Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat yakni Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk merealisasi pembangunan kereta gantung dilahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

“Kalau itu (Cable Car) itu jadi kita kan ingin bisnis to bisnis saja termasuk dengan PTPN, jadi sementara digagas yang pastinya pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan itu sudah memberikan lampu hijau,” kata Asmawa Tosepu kepada wartawan, Rabu 25 September 2024.

Menurut Asmawa, pembangunan tersebut sudah mendapatkan respon positif dari PTPN selaku pemilik lahan, dan tinggal menunggu investor yang akan mendukung pembangunan tersebut.

“Silahkan investor nya ada tinggal PTPN sebagai pemilik kawasan disana itu kemudian bisa dan sudah ada respon positif dari PTPN tinggal didorong lagi untuk diwujudnyatakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Asmawa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hanya menjadi fasilitator atas rencana pembangunan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak swasta untuk terciptanya bisnis to bisnis.

“Pemkab tentu sebagai fasilitator tetapi kita ingin mendorong untuk hal hal yang bisa disediakan penyediaanya oleh bisnis maka biar sektor swasta saja, itulah bisnis to bisnis,” ungkap Asmawa Tosepu.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan pemerintah akan mengebut pembangunan kereta gantung (cable car) untuk mengatasi kemacetan parah di kawasan Puncak Bogor.

Adapun usulan proyek kereta gantung pernah ia utarakan sejak 2022. Proyek ini menjadi salah satu upaya manajemen krisis oleh Kemenparekraf dengan melibatkan kementerian/lembaga lain beserta pemda setempat.

Sementara itu, upaya lain adalah melakukan ‘penyesuaian dengan pembatasan’ kendaraan menimbang jalur menuju Puncak Bogor yang sudah mengalami kelebihan tampungan kendaraan atau overload.***

Albin Pandita

Omen, Pelaku Pencongkelan Mata di Gunungputri Bogor Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

0

Bogordaily.net – Polisi mengungkap kronologi kasus pencongkelan mata terhadap seorang pria saat acara skuter di Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Pelaku (KND) alias Omen (42) terancam hukuman 5 tahun penjara.

Kapolsek Gunungputri AKP Aulia Robby mengatakan bahwa, sebelumnya pelaku telah menyerahkan diri pada hari Jumat tanggal 20 September 2024 sekitar pukul 23.30 WIB di Polres Bogor.

Menurut Robby, awalnya pada Sabtu tanggal 14 September pelaku ke acara festival scooter berlokasi di lapangan Bina Marga Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri Kabupaten Bogor.

Kemudian pelaku Kundono alias Omen dan istrinya saksi N bersama teman-temannya berkumpul di lokasi meminum minuman keras, serta datang saudara Faisal alias Icang yaitu korban bergabung bersama dan ikut minum-minuman keras.

“Tidak lama kemudian berjoget mengikuti alunan musik yang ada di acara festival tersebut, pada saat itu saudara Faisal alias Icang korban berjoget sambil memegang botol minuman keras, lalu kemudian menyenggol saudari N saksi N yang merupakan istri dari pelaku kudono alias Omen,” kata AKP Aulia Robby saat konferensi pers di Mapolsek Gunungputri, Rabu 25 September 2024.

Kemudian lanjut AKP Robby, korban Icang saudara Faisal alias Icang memukul saudari n dengan menggunakan botol miras tersebut botol intisari ke bagian pelipis mata sebelah kiri.

Sehingga mengakibatkan luka dan mengeluarkan darah, jadi dipukul di sebelah pelipis ini matanya tertutup darah mukanya tertutup darah.

“Pelaku yang merupakan suami dari saudari n marah dan melakukan pemukulan terhadap korban Faisal alias Icang pada bagian rahang kemudian menendang sampai terjatuh, dan pada saat itu pelaku langsung mencolok kedua bola mata korban dengan menggunakan jari telunjuk, dan jari tengah tangan kanannya sehingga mengeluarkan darah dan mengakibatkan luka,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Kapolsek, pada hari Minggu tanggal 15 September 2024 unit Reskrim Polsek Gunung Putri menerima laporan tentang terjadinya tindak pidana penganiayaan tersebut, selanjutnya mengecek kondisi korban ke rumah sakit dan melakukan wawancara.

Sementara itu, pada hari Jumat tanggal 20 September 2024 jam 23.30 saudara DS yang saksi n orang tua dari saksi N KAN menyerahkan pelaku beserta dengan saksi n di kantor Satreskrim Polres Bogor.

“Penyidik telah menetapkan pelaku kudono alias Omen sebagai tersangka yang telah dilakukan gelar perkara pada hari Selasa tanggal 24 tanggal 16 sore tanggal 16 September 2024,” ungkap AKP Aulia Robby.

Atas perbuatanya, pelaku dikenakan pasal penganiayaan yang mengakibatkan Luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat 2 KUHP diancam dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun penjara.***

Albin Pandita

Rompi Putra Mulyono yang Dipakai Kaesang Diedit Netizen Jadi Adik Fufufafa

0

Bogordaily.net – Kaesang pakai rompi Putra Mulyono langsung trending dan membuat warganet di platform X geram bahkan ada yang mengeditnya jadi Adik Fufufafa.

Tak sedikit warganet yang menyebut Kaesang Pangarep bermuka tembok dan tak memiliki rasa malu.

Pasalnya, suami Erina Gudono tersebut sempat terseret kasus dugaan gratifikasi jet pribadi namun memberikan keterangan yang dinilai tak masuk akal.

Sebelumnya, Kaesang Pangarep mengaku bahwa ia menebeng dengan temannya yang memiliki jet pribadi saat pergi ke Amerika Serikat.

Oleh karena itu, rompi yang dikenakan Kaesang Pangarep pun kini menjadi bulan-bulanan warganet. Sejumlah warganet mengeditnya dengan beberapa julukan, salah satunya adik Fufufafa.

Hal itu membuat kata kunci Adik Fufufafa menduduki Trending Topic X Indonesia dengan jumlah cuitan sebanyak 13.600 tweet.

Saat ditelusuri, kata kunci tersebut berisikan cuitan warganet mengenai julukan baru untuk Kaesang Pangarep.

“Selain Putra Mulyono, berikut ide tulisan untuk rompi-rompi lainnya: Adik Fufufafa, Pelaku Gratifikasi, Keluarga Nepotisme, Anak-anak Korupsi, Cuci Uang, Muka Tembok,” tulis akun @denismalhotra.

Bahkan ada salah satu pemilik akun yang mengedit rompi “Putra Mulyono” menjadi “Adik Fufufafa”.

Sebagaimana diketahui, akun Kaskus Fufufafa yang telah lama menjadi perbincangan beberapa bulan belakangan ini diduga dimiliki oleh Gibran Rakabuming, kakak Kaesang Pangarep.

“Adik Fufufafa ini lebih bagus bro @kaesangp. Jangan nanggung kalau mau tampil elegan. Satu lagi, warna item sama pink kurang masuk deh, coba ganti warna item sama kuning,” cuit akun X @KamisamaBuzz

“Apa berani mengaku adik Fufufafa?” sahut akun X lainnya.

“Putra Mulyono nggak menarik, adik Fufufafa sedikit menarik. Ada sih sebenarnya yang lebih menarik lagi, penikmat gratifikasi,” timpal @PakarINTELek.

“Semoga dia punya nyali berkaos ‘Adik Fufufafa’,” tulis @BasirWahyu.

Di sisi lain, warganet juga menyoroti sikap Kaesang Pangarep yang dinilai sengaja muncul di publik sambil mengenakan rompi seperti itu.

“Si Adik Fufufafa putra Mulyono ini memang sejak dulu begini mainnya, ketika jadi bahan olok-olokan maka dia malah ngebranding olokan tersebut agar olokan itu berubah jadi menguntungkan bagi dia,” tambah @axe.

Aksi Kaesang pakai rompi Putra Mulyono yang Diedit Netizen jadi adik Fufufafa itupun masih jadi perbincangan di jagat maya.***