Home Blog Page 135

Heboh Pecah Ban Beruntun di Tol Jagorawi, Jasa Marga Turun Tangan Selidiki Penyebabnya

Bogordaily.net – Insiden mengejutkan terjadi di ruas Jalan Tol Jagorawi pada Kamis sore, 30 April 2026. Sejumlah pengguna jalan melaporkan kendaraan mereka mengalami pecah ban secara tiba-tiba di titik tertentu, memicu kepanikan sekaligus menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Laporan tersebut pertama kali ramai diperbincangkan di platform Threads, di mana beberapa pengguna membagikan pengalaman mereka terkait kejadian tersebut.

Dalam unggahan yang viral, disebutkan bahwa lebih dari satu kendaraan mengalami kejadian serupa dalam waktu yang berdekatan.

Jasa Marga Lakukan Penelusuran Cepat

Menanggapi laporan yang beredar, pihak Jasa Marga langsung bergerak cepat melakukan pengecekan di lapangan. Senior Manager Representative Office 1, Alvin Andituahta Singarimbun, menyampaikan bahwa laporan awal diterima sekitar pukul 17.40 WIB.

Tim gabungan dari Jasamarga Metropolitan Tollroad, Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), dan Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) kemudian diterjunkan untuk melakukan investigasi awal guna mengidentifikasi penyebab utama pecahnya ban kendaraan pengguna jalan.

Sebagai langkah penanganan awal, petugas JMTM langsung melakukan perbaikan darurat dengan menambal sejumlah titik perkerasan jalan yang ditemukan mengalami kerusakan.

Tidak hanya itu, petugas juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan adanya benda asing seperti paku atau serpihan tajam yang berpotensi menjadi penyebab pecahnya ban kendaraan.

Langkah ini dinilai penting mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan jika benda-benda tersebut tidak segera dibersihkan, terutama di jalur dengan kecepatan tinggi seperti jalan tol.

Layanan Darurat Dikerahkan

Untuk membantu pengguna jalan yang terdampak, petugas dari JMTO juga disiagakan di sepanjang ruas tol. Layanan Mobile Customer Service hingga armada derek dikerahkan untuk memberikan bantuan langsung kepada pengendara yang mengalami kendala.

“Petugas Mobile Customer Service dan derek JMTO juga terus menelusuri Jalan Tol Jagorawi untuk memberikan bantuan derek dan penggantian ban bagi pengguna jalan yang mengalami pecah ban,” ujar Alvin dalam keterangannya.

Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kemacetan serta memberikan rasa aman bagi pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.

Pihak Jasa Marga juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah aktif melaporkan kejadian tersebut. Masukan dari pengguna jalan dinilai sangat membantu dalam percepatan penanganan di lapangan.

Selain itu, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar keamanan dan kenyamanan di seluruh ruas tol yang dikelolanya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada selama berkendara, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.

Untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini, pengguna jalan dapat memanfaatkan berbagai kanal resmi yang disediakan oleh Jasa Marga, mulai dari call center 24 jam di 133, situs resmi, hingga aplikasi Travoy.***

Angkot Tabrak Dua Motor di Bogor Selatan hingga Tewas, Benarkah Sopir Sempat Kabur Usai Kecelakaan Maut Ini?

Bogordaily.net – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan RE Sumantadiredja yang mengakibatkan korban jiwa. Insiden tersebut melibatkan satu unit angkutan kota (angkot) dengan dua sepeda motor, dan terjadi pada Rabu malam, 29 April 2026.

Peristiwa nahas ini tepatnya terjadi di wilayah Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, yang dikenal sebagai jalur penghubung dengan arus kendaraan cukup padat, terutama pada malam hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut melibatkan sebuah angkot dengan dua sepeda motor, masing-masing jenis Honda Beat dan motor sport sejenis Tiger. Benturan keras yang terjadi membuat kondisi kendaraan korban mengalami kerusakan parah.

Kronologi Kecelakaan

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Robby Rachman, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB.

Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan saksi di lapangan, insiden bermula saat angkot melaju dari arah Cipaku menuju Cihideung.

Sementara itu, dua sepeda motor datang dari arah berlawanan, yakni dari Cihideung menuju Cipaku.

Kecelakaan terjadi di sekitar kawasan dekat Green Forest Hotel, saat pengemudi angkot diduga mencoba mendahului kendaraan di depannya.

Namun, manuver tersebut justru membuat angkot masuk ke jalur berlawanan dan berujung tabrakan frontal dengan dua sepeda motor yang datang dari arah berlawanan.

“Masuk ke arah yang berlawanan, sehingga menabrak kendaraan sepeda motor sejenis Tiger dan sepeda motor jenis Honda Beat,” kata AKP Robby Rachman saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Kamis (30/4/2026).

Dua Korban Meninggal Dunia, Satu Luka-Luka

Akibat benturan keras tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Korban merupakan pengendara dan penumpang sepeda motor jenis Tiger yang mengalami luka berat.

“Akibat dari kejadian tersebut pengendara serta penumpang kendaraan sepeda motor Tiger mengalami luka-luka kemudian meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu, pengendara sepeda motor Honda Beat mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.

“Dan pengendara kendaraan sepeda motor Honda Beat mengalami luka-luka dan juga kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan,” sambung AKP Robby.

Kondisi sepeda motor korban dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat kuatnya benturan, yang juga sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Sopir Angkot Sempat Kabur, Polisi Bergerak Cepat

Pasca kecelakaan, sopir angkot sempat melarikan diri dari lokasi kejadian. Hal ini sempat menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.

Namun, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku dalam waktu singkat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Iya (sopir angkot sempat melarikan diri). Sopir sudah diamankan,” ungkap AKP Robby.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam berkendara.***

 

Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Usai Pernyataan soal Gerbong Khusus Perempuan Picu Polemik Publik

Bogordaily.net – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat setelah pernyataannya terkait insiden kecelakaan kereta api menuai kritik luas.

Polemik ini bermula dari pernyataan Arifah yang mengusulkan agar gerbong khusus perempuan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah terjadinya kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo di wilayah Bekasi Timur, yang mengakibatkan kerusakan pada salah satu gerbong, termasuk gerbong khusus perempuan yang berada di posisi depan.

Usulan yang Menuai Pro dan Kontra

Dalam pernyataan awalnya, Arifah menyoroti aspek keselamatan penumpang perempuan, terutama setelah melihat dampak kecelakaan yang membuat gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan cukup parah.

Namun, alih-alih mendapat dukungan penuh, usulan tersebut justru memicu beragam respons dari publik.

Sebagian masyarakat menilai pernyataan tersebut kurang sensitif karena terkesan memprioritaskan satu kelompok penumpang, sementara aspek keselamatan seharusnya berlaku untuk seluruh pengguna transportasi tanpa pengecualian.

Kritik pun mengalir di berbagai platform media sosial, memicu diskusi panjang mengenai kebijakan transportasi publik yang inklusif dan adil.

Permintaan Maaf Disampaikan Secara Terbuka

Menyadari bahwa pernyataannya menimbulkan polemik, Arifah Fauzi kemudian menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya serta akun resmi kementerian.

“Terkait pernyataan saya pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengesampingkan keselamatan penumpang lain dalam pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan lanjutannya, Arifah juga mengakui bahwa ucapannya berpotensi menyinggung berbagai pihak, termasuk penumpang laki-laki.

Hal ini karena konteks yang disampaikan dinilai bisa menimbulkan persepsi adanya perbedaan prioritas keselamatan.

“Khususnya para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut. Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya,” jelasnya.

Permintaan maaf ini menjadi bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya meredam polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

Seperti diketahui, insiden kecelakaan yang melibatkan rangkaian kereta di Bekasi Timur menjadi perhatian nasional.

Dalam kejadian tersebut, gerbong khusus perempuan yang ditempatkan di bagian depan rangkaian mengalami kerusakan signifikan, sehingga memicu diskusi mengenai tata letak gerbong sebagai bagian dari sistem keselamatan.

Namun, para ahli transportasi menilai bahwa faktor keselamatan kereta tidak hanya ditentukan oleh posisi gerbong, melainkan juga sistem operasional, infrastruktur rel, serta standar keamanan keseluruhan.***

 

Kelurahan Babakan Jadi Pusat Ekonomi Bogor Tengah, Hadapi Tantangan PKL hingga Banjir Drainase

Bogordaily.net – Kelurahan Babakan dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi paling dinamis di wilayah Kecamatan Bogor Tengah.

Kawasan ini tumbuh sebagai sentra kuliner, jasa, hingga perhotelan yang berkontribusi besar terhadap perputaran ekonomi Kota Bogor.

Namun di balik geliat tersebut, wilayah Babakan masih dihadapkan pada sejumlah persoalan klasik perkotaan, mulai dari penataan pedagang kaki lima (PKL), pengelolaan ruang publik, hingga masalah banjir lintasan akibat sistem drainase yang belum optimal.

Lurah Babakan, Andri Junizar, memaparkan bahwa wilayahnya memiliki luas sekitar 146,2 hektar dengan karakteristik wilayah yang unik karena berbatasan langsung dengan Kelurahan Tegallega di beberapa sisi.

Menurutnya, Babakan menjadi salah satu kelurahan dengan aktivitas ekonomi paling tinggi di kawasan Bogor Tengah.

Tercatat, terdapat sekitar 17 hotel berbintang, serta puluhan kafe dan restoran yang beroperasi di wilayah ini. Kehadiran sektor usaha tersebut turut memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan total 1.953 wajib pajak.

“Kelurahan Babakan ini banyak pelaku usaha, termasuk hotel, resto, dan kafe yang jika dibandingkan dengan 10 kelurahan lain di Bogor Tengah, kita termasuk yang paling banyak. Di sektor pendidikan, kita juga memiliki aset besar seperti SD Gunung Gede, SD Papandayan, hingga SMK Negeri 3 Bogor,” ujar Andri Junizar.

1.115 PKL Jadi Fokus Penataan

Di sisi lain, tingginya aktivitas ekonomi juga berdampak pada menjamurnya pedagang kaki lima. Saat ini, tercatat ada sekitar 1.115 PKL yang tersebar di sejumlah titik strategis seperti Jalan Malabar, Sancang, hingga kawasan rumah sakit.

Keberadaan PKL ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik, terutama terkait penggunaan trotoar dan bahu jalan.

Andri menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pendekatan pembinaan secara intensif, mengingat keterbatasan lahan relokasi.

“Konsepnya adalah pembinaan dan penataan. Karena kita tidak memiliki lahan khusus untuk relokasi, maka pendekatannya adalah pembinaan agar penggunaan bahu jalan dan trotoar bisa lebih tertata,” tuturnya.

Ia menargetkan dalam tiga bulan ke depan, penataan PKL dapat berjalan lebih rapi dan sesuai dengan arahan pemerintah daerah.

Selain persoalan PKL, Kelurahan Babakan juga menghadapi masalah infrastruktur, khususnya banjir lintasan yang kerap terjadi di wilayah RW 03 dan RW 06.

Menurut Andri, salah satu penyebab utama banjir adalah tertutupnya saluran drainase oleh bangunan warga, yang menghambat aliran air saat hujan deras.

“Masalahnya seringkali karena drainase itu ditutup permanen oleh masyarakat untuk keperluan dapur atau bangunan mereka, sehingga ketika banjir besar, mereka bingung karena tidak bisa dikontrol. Kami sudah berkomunikasi dengan Dinas PUPR dan Perkim untuk normalisasi drainase serta sungai kecil di wilayah tersebut,” jelas Andri.

Koordinasi dengan dinas terkait terus dilakukan guna mempercepat proses normalisasi saluran air sebagai langkah mitigasi banjir.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan, pemerintah juga tengah menjalankan sejumlah program pembangunan infrastruktur melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah pengaspalan jalan di wilayah RW 02, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan warga.

Fokus Penanganan Stunting dan Bantuan Sosial

Di bidang sosial, Kelurahan Babakan juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kasus stunting.

Saat ini terdapat 14 anak yang masuk kategori stunting dan menjadi fokus intervensi pemerintah kelurahan.

Selain itu, program bantuan sosial juga rutin disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kepada 471 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Alhamdulillah, kami juga dibantu oleh Yayasan KBLM untuk pemberian susu dan makanan tambahan bagi anak-anak. Fokus kami adalah bagaimana angka 14 ini terus berkurang setiap bulannya,” pungkasnya.

Dengan berbagai potensi dan tantangan yang ada, Andri berharap adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antar pihak menjadi kunci dalam mewujudkan Kelurahan Babakan yang lebih tertata, nyaman, dan mandiri secara ekonomi.***

Pemmkot Bogor Bakal Rubah Sampah Jadi BBM di TPA Galuga Bogor, 15 Juta Ton Siap Diproses

Bogordaily.net – Upaya penanganan masalah sampah di Kabupaten Bogor memasuki babak baru.

Selain program pengolahan sampah menjadi energi listrik, kini TNI Angkatan Darat turut ambil bagian dengan mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di TPA Galuga.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan strategis dalam mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif yang bernilai ekonomis.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa penanganan sampah di TPA Galuga tidak hanya mengandalkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), tetapi juga diperkuat dengan program baru yang digagas oleh TNI AD.

“Selain pengelolaan sampah menjadi energi listrik, ada program juga dari dari TNI Angkatan Darat,” kata Rudy Susmanto.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi solusi komprehensif dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah Bogor.

Berbeda dengan program pengolahan sampah pada umumnya, inisiatif dari TNI AD justru menyasar tumpukan sampah lama yang telah mengendap bertahun-tahun di TPA Galuga.

“Yang diusulkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat yaitu membangun pengelolaan sampah yaitu bukan sampah baru tapi sampah lama,” jelas Rudy.

Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu mengurangi volume sampah lama yang selama ini sulit ditangani, sekaligus memanfaatkan potensi energi yang masih tersimpan di dalamnya.

15 Juta Ton Sampah Siap Diolah

Data terbaru menunjukkan bahwa volume sampah di TPA Galuga mencapai angka yang sangat besar, yakni sekitar 15 juta ton. Jumlah tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan energi alternatif.

“Hari ini terhitung kurang lebih ada 15 juta ton di TPA Galuga, untuk diproses menadi bahan bakar minyak,” tuturnya.

Jika berhasil diolah, potensi energi dari sampah tersebut diperkirakan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan bahan bakar.

Saat ini, proyek pengolahan sampah menjadi BBM tersebut telah memasuki tahap awal. Proses yang sedang dilakukan meliputi pembersihan lahan atau land clearing di area milik Kopassus yang berada di sekitar TPA Galuga.

Langkah ini menjadi fondasi awal sebelum pembangunan fasilitas pengolahan dilakukan secara penuh.

Sampah Diolah Menjadi Solar

Rudy mengungkapkan bahwa hasil akhir dari proses pengolahan sampah tersebut direncanakan berupa BBM jenis solar. Hal ini menambah alternatif pemanfaatan sampah selain menjadi energi listrik melalui program PSEL.

“Informasinya jenis solar, di luar PSEL ada juga pengelolaan sampah untuk dijadikan bahan bakar minyak,” pungkasnya.

Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahunnya. Dengan mengubah sampah menjadi energi, beban tempat pembuangan akhir dapat dikurangi secara signifikan.

Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

Ahmad Dhani Unggah Pernyataan Panjang Usai Acara El Rumi, Singgung Isu Selingkuhan Bos TV

Bogordaily.net – Musisi sekaligus publik figur Ahmad Dhani kembali menjadi perhatian publik setelah mengunggah pernyataan panjang bernada kritik di media sosial.

Unggahan tersebut muncul tak lama setelah rangkaian acara siraman putranya, El Rumi, menjelang pernikahannya dengan Syifa Hadju.

Pernyataan Dhani langsung memantik perbincangan luas karena memuat narasi personal yang menyinggung masa lalu, konflik keluarga, hingga tudingan serius terhadap sosok yang diduga terkait dengan kehidupan pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Dhani menceritakan momen emosional yang dialami putrinya, Shafeea Ahmad, saat menyaksikan adegan yang ia sebut sebagai drama sinetron dalam prosesi siraman.

Ia mengaku langsung menenangkan sang anak dengan memeluk dan memberikan penjelasan versinya terkait situasi yang terjadi.

“Yang tadi kamu lihat adalah akting yang sangat buruk dari wanita yang mentalnya perlu diperiksa. Wanita itu ditalak 3 oleh suaminya karena perselingkuhannya dengan pemilik TV swasta dan perbuatannya itu sudah diakui secara tertulis dan ditanda tangani,” kata Ahmad Dhani.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena mengandung tudingan serius yang menyentuh ranah personal.

Dalam lanjutan unggahannya, Dhani juga mengangkat kembali isu lama yang berkaitan dengan dugaan perselingkuhan, pembentukan opini publik, hingga narasi yang berkembang di media infotainment.

Ia menilai bahwa citra yang terbentuk di publik selama ini tidak sepenuhnya mencerminkan fakta yang terjadi menurut versinya.

“Tapi demi citranya, dia dibantu pemilik tv swasta itu bikin konten konten di infotainment yang isinya: Suaminya yang selingkuh dgn orang ketiga. Tidak bisa bertemu anak-anaknya, bikin Drama KDRT, hingga bikin LAPORAN PALSU KDRT. Masuk Rumah harus Lompat pagar,” katanya lagi.

Tak berhenti di situ, Dhani bahkan menyinggung dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam membentuk narasi publik selama bertahun-tahun.

“Mau tau siapa pemilik TV Swasta Tersebut? Cek di mana Wanita Drakor ini diblacklist oleh TV SWASTA tersebut hingga saat ini!. ISTRI PEMILIK TV SWASTA itupun tau siapa PELAKOR SEJATI NYA,” katanya.

Singgung Putusan Mahkamah Agung

Lebih lanjut, Dhani juga mengaitkan pernyataannya dengan aspek hukum. Ia menyebut bahwa sejumlah narasi yang beredar di masyarakat tidak sejalan dengan putusan pengadilan.

Ia merujuk pada putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang disebutnya hanya mengabulkan permohonan cerai tanpa menyertakan gugatan lain, termasuk hak asuh anak.

Pernyataan ini memperkuat sudut pandang Dhani bahwa versi cerita yang berkembang di publik tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta hukum menurut interpretasinya.

Selain menyampaikan tudingan, unggahan tersebut juga berisi pandangan personal Dhani mengenai nilai keluarga. Ia menekankan pentingnya peran seorang ibu dalam menjaga dan mengutamakan keluarga, terutama dalam kondisi sulit.

Pesan ini menjadi bagian dari narasi yang ia bangun untuk memperkuat sudut pandangnya dalam isu yang diangkat.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang diduga disinggung dalam unggahan tersebut. Namun, reaksi publik di media sosial terpantau cukup beragam.***

Perceraian di Garut Tembus 2.600 Kasus, Mayoritas Gugatan Datang dari Perempuan

0

Bogordaily.net – Fenomena meningkatnya angka perceraian kembali menjadi sorotan di Kabupaten Garut. Sepanjang awal tahun 2026, lonjakan perkara perceraian tercatat cukup signifikan dan memicu kekhawatiran berbagai pihak.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Garut, hingga April 2026 jumlah perkara perceraian yang telah masuk ke meja persidangan mencapai sekitar 2.600 kasus. Angka tersebut tergolong tinggi mengingat periode waktu yang baru berjalan empat bulan.

Humas Pengadilan Agama Garut, Asep Irpan Helmi, mengungkapkan bahwa mayoritas gugatan perceraian justru diajukan oleh pihak perempuan.

“Perceraian di Kabupaten Garut sampai saat ini sudah mencapai kurang lebih 2.600-an perkara, didominasi oleh perempuan sekitar 2.121 perkara. Sementara yang diajukan oleh laki-laki sekitar 447 perkara,” kata Asep.

Gugatan Datang dari Perempuan

Dominasi gugatan dari pihak istri ini menjadi indikasi adanya persoalan serius dalam rumah tangga yang dirasakan secara langsung oleh perempuan, terutama terkait kestabilan ekonomi keluarga.

Asep menjelaskan bahwa faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama terjadinya perceraian di wilayah tersebut. Tekanan finansial dinilai memicu berbagai konflik rumah tangga yang berujung pada perpisahan.

“Rata-rata penyebabnya ekonomi. Memang ada faktor lain seperti KDRT atau judi online, tetapi itu juga imbas dari masalah ekonomi,” tambahnya.

Selain faktor ekonomi, beberapa kasus juga dipengaruhi oleh persoalan lain seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselisihan berkepanjangan, hingga kebiasaan berjudi secara daring yang semakin marak.

Namun demikian, faktor-faktor tersebut umumnya saling berkaitan dan berakar pada ketidakstabilan kondisi finansial keluarga.

Angka Perecaraian di Garut Meningkat

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tren perceraian di Garut menunjukkan peningkatan yang konsisten. Bahkan, pada tahun 2026 ini, jumlah perkara sudah melonjak tajam meski tahun masih berjalan di kuartal pertama.

“Dari tahun 2024 ke 2025 itu sudah ada peningkatan. Dan di tahun 2026 ini, baru sampai bulan April saja sudah mencapai 2.600 lebih. Artinya, tren ini terus meningkat,” pungkasnya.

Lonjakan ini menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi lembaga peradilan, tetapi juga pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya. Diperlukan upaya kolaboratif dalam memberikan edukasi, pendampingan keluarga, hingga penguatan ekonomi masyarakat guna menekan angka perceraian.

Selain itu, peningkatan kesadaran akan pentingnya komunikasi dalam rumah tangga serta pengelolaan keuangan yang sehat juga dinilai menjadi langkah preventif yang perlu terus didorong.

Fenomena ini sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa tekanan ekonomi tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga berpengaruh besar terhadap keutuhan keluarga.***

Viral Rekaman CCTV Perampokan Berujung Pembunuhan, Nenek 60 Tahun Dianiaya hingga Tewas oleh Empat Pelaku

Bogordaily.net – Sebuah kasus perampokan disertai aksi kekerasan berujung maut menggegerkan publik setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan kejadian tersebut beredar luas di media sosial.

Peristiwa tragis itu menimpa seorang perempuan lanjut usia berusia sekitar 60 tahun yang menjadi korban penganiayaan brutal di dalam rumahnya sendiri. Aksi para pelaku bahkan terekam jelas dalam kamera CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.

Informasi mengenai kasus ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @medsoszone pada 30 April 2026. Video tersebut dengan cepat viral dan memicu reaksi luas dari warganet karena memperlihatkan detik-detik sebelum hingga saat kejadian berlangsung.

Aksi Pelaku Terekam CCTV

Dalam rekaman CCTV, terlihat situasi awal yang tampak normal ketika korban menerima kedatangan sejumlah tamu ke rumahnya. Tamu tersebut terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki yang diduga telah merencanakan aksi kejahatan tersebut.

Dua perempuan terlihat datang lebih dahulu dan berinteraksi dengan korban di ruang tamu. Korban yang tidak menaruh curiga kemudian mempersilakan mereka masuk dan duduk untuk berbincang.

Percakapan singkat pun sempat terjadi, menciptakan suasana yang seolah-olah wajar. Namun situasi berubah drastis ketika seorang pria tiba-tiba masuk dari arah pintu sambil membawa benda keras berupa bilah kayu.

Tanpa banyak interaksi, pria tersebut langsung melancarkan serangan ke arah korban. Aksi penganiayaan itu berlangsung cepat dan brutal, hingga menyebabkan korban tidak berdaya dan akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pelaku Hilangkan Jejak

Rekaman tersebut juga memperlihatkan bagaimana para pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan merusak perangkat CCTV. Meski demikian, sebagian besar aksi mereka telah terekam sebelum alat tersebut dirusak.

Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku tampak berpencar untuk memastikan situasi sekitar aman. Salah satu pelaku terlihat keluar lebih dulu untuk mengamati kondisi di luar rumah.

Tak lama kemudian, dua pelaku lainnya menyusul sambil membawa tas yang diduga berisi barang-barang berharga milik korban. Aksi tersebut menguatkan dugaan bahwa motif utama kejahatan adalah perampokan yang disertai kekerasan.

Pihak kepolisian telah turun tangan menangani kasus ini. Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Dodi Vivino, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman.

“Jumlah pelakunya sekitar 4 orang Namun bisa jadi lebih. Karena itu baru hasil pendalaman sementara berdasarkan rekaman CCTV yang kita dapatkan,” ujarnya.

Saat ini, aparat kepolisian tengah mengumpulkan bukti tambahan serta melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga telah melarikan diri setelah kejadian.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap orang asing, termasuk yang datang dengan modus berpura-pura sebagai tamu.

Selain itu, peristiwa ini juga kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan rumah tangga, seperti penggunaan CCTV yang terbukti membantu proses identifikasi pelaku kejahatan.***

Kabupaten Bogor Raih Juara 1 Kartini Challenge 2026 dari Kementerian PPPA, Angkat Kiprah Perempuan di Berbagai Sektor

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Kali ini, penghargaan diraih melalui ajang Kartini Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dalam kompetisi tersebut, Kabupaten Bogor berhasil meraih posisi juara pertama, mengungguli berbagai daerah lain di Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PPPA, Arifah Fauzi, dalam sebuah seremoni resmi di Jakarta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kartini Challenge 2026 sendiri merupakan ajang nasional yang mengombinasikan lomba esai dan video narasi pendek. Kompetisi ini mengangkat tema besar mengenai semangat Kartini modern, dengan fokus pada peran, kontribusi, serta tantangan perempuan Indonesia di berbagai bidang kehidupan.

Sussy menjelaskan, karya yang diikutsertakan oleh Kabupaten Bogor berupaya menggambarkan potret perempuan masa kini yang tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga aktif dalam pembangunan di sektor pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pengembangan kapasitas diri.

“Keberhasilan ini berkat arahan dan bimbingan Bupati Bogor serta dukungan seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa semangat Kartini yang diangkat dalam karya tersebut menjadi refleksi penting bagi perempuan masa kini untuk terus berkembang, membuka akses, dan meningkatkan partisipasi dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama dalam mendorong kemajuan sosial dan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.

“Perempuan juga didorong untuk semakin aktif berpartisipasi dalam berbagai sektor pembangunan,” katanya.

Penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga sebagai pemicu semangat bagi perempuan di Kabupaten Bogor agar terus berinovasi, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sussy menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti bahwa kolaborasi yang solid antara pemerintah, komunitas, dan individu mampu menghasilkan karya yang berdampak luas.

“Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat perempuan Kabupaten Bogor untuk terus berdaya dan berprestasi,” ungkapnya.

Dalam momentum peringatan Hari Kartini, ia juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh perempuan agar terus menjaga semangat juang dan kemandirian dalam menghadapi tantangan zaman.

“Semangat Kartini harus terus hidup dan menjadi inspirasi bagi perempuan untuk menjadi tangguh, mandiri, dan berprestasi,” tuturnya.***

Bupati Bogor Monitoring Keberangkatan 115 Bus Pekerja Dalam Rangka Hari Buruh 2026 di Monas

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor melakukan monitoring langsung keberangkatan 115 bus yang mengangkut para pekerja menuju kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat 1 Mei 2026.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid Nurul Wathon, sebagai bentuk doa dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kondusif.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum penting yang memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan para pekerja dari berbagai daerah di Indonesia.

Ribuan buruh dari berbagai organisasi dan kelompok hadir di Monas untuk bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia.

“Ini menjadi momentum yang membanggakan. Para pekerja datang dengan semangat kebersamaan untuk membangun bangsa. Kami juga tidak menyangka antusiasme dari Kabupaten Bogor begitu luar biasa, dengan kehadiran buruh dari berbagai unit dan kelompok,” ujar Rudy Susmanto.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut memastikan kelancaran keberangkatan para pekerja, yang diberangkatkan menggunakan lebih dari 100 bus menuju Jakarta.

Para pekerja tersebut akan mengikuti rangkaian kegiatan May Day dan bersilaturahmi dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Diharapkan, momentum ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan para pekerja dalam meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden. Hari ini menjadi momen yang sangat inspiratif. Kepemimpinan beliau mampu mempersatukan berbagai kelompok dan organisasi, sehingga Hari Buruh kali ini menjadi momentum bersejarah,” tambahnya.

Dengan penuh sukacita dan semangat kebersamaan, para pekerja dari Kabupaten Bogor berangkat menuju Monas untuk merayakan Hari Buruh sekaligus mempererat silaturahmi dalam suasana yang aman dan kondusif.***