Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 143

Menkop: Piazza Firenze Garut Jadi Bukti Koperasi Bisa Maju dan Moderen

0

Bogordaily.net – Di usianya yang baru genap satu tahun, Piazza Firenze Garut yang digagas desainer Poppy Dharsono telah mampu menjadi sentra UMKM kulit premium bergaya Italia di Sukaregang, Garut.

Bahkan, keberadaan Piazza Firenze mampu mengangkat kembali kejayaan kulit Garut bisa setara Firenze, Italia, menjadi pusat kerajinan kulit internasional dengan tenant kulit, kuliner, dan oleh-oleh, dilengkapi workshop, pelatihan, serta daya tarik wisata baru dengan arsitektur megah bernuansa Italia. 

Kesuksesan tersebut juga tidak lepas dari eksistensi dari Koperasi Kulit Artisan Indonesia dalam memberikan pendampingan dan pembinaan bagi para perajin kulit di Garut dalam meningkatkan kualitas produk dan perluasan pasar.

“Keberadaan dan peran Koperasi Kulit Artisan Indonesia ini dalam membangun dan mengembangkan Piazza Firenze, membuktikan bahwa para perajin kulit Garut bisa maju, moderen, dan kekinian dengan berkoperasi,” papar Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, pada acara perayaan HUT ke-1 Piazza Firenze Garut di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis malam (15/1).

Di acara yang dihadiri pendiri Piazza Firenze Poppy Dharsono, Hariyadi Sukamdani (Spinindo Group), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, dan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, Menkop menyebutkan, selain mampu bergaya moderen, aneka produk kulit yang ada di Piazza Firenze Garut sudah menyamai dan setara dengan standar produk kulit dunia.

“Ini merupakan hasil dari pembinaan dan pendampingan oleh koperasi, serta tentunya dukungan penuh dari Pemkab Garut,” kata Menkop.

Lebih dari itu, lanjut Menkop, keberadaan Piazza Firenze sudah mampu menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jabar, khususnya Garut. “Buktinya, Piazza Firenze sudah menjadi tempat tujuan favorit para wisatawan saat berkunjung ke Garut,” ungkap Menkop.

Bagi Menkop, kesuksesan koperasi di Garut dalam mengembangkan produk unggulan daerahnya ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk juga dapat mengembangkan produk unggulan khas daerahnya masing-masing.

“Ini juga membuktikan bahwa koperasi bisa masuk ke segala sektor, terutama sektor produksi dan industri, termasuk industri penyamakan kulit,” jelas Menkop.

Terkait pengolahan limbah dari penyamakan kulit di Garut yang masih menjadi masalah di masyarakat, Menkop mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan teknis dalam pengelolaan limbah di industri penyamakan kulit.

“Bahkan, selain akan membantu pengadaan mesin pengolahan limbah, kita juga mendorong koperasi memodernisasi mesin penyamakan kulit. Tentunya, dengan perkuatan pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi,” kata Menkop.

Sementara itu, pendiri dan pimpinan Piazza Firenze Garut, Poppy Dharsono, berharap produk kulit khas Garut bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jadi, meski kesulitan dalam menjalani proses ekspor, Poppy menyebut pasar dalam negeri yanh begitu besar bisa menjadi fokus dalam pengembangan pasar produk kulit.

“Oleh karena itu, Koperasi Kulit Artisan Indonesia terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para perajin atau artisan di Garut, sehingga mampu meningkatkan kualitas produknya,” kata Poppy.

Meski begitu, Poppy memastikan bahwa dengan semakin meningkatnya kualitas produk kulit Garut, namun dengan harga yang tetap terjangkau.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina mengungkapkan bahwa Piazza Firenze sudah menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Garut dan menjadi etalase produk kulit berkualitas khas Garut.

“Meski baru berusia satu tahun, Piazza Firenze sudah mampu berjalan dengan baik,” kata Putri.

Menurut Putri, Piazza Firenze sudah menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan, khususnya dari Jakarta, untuk berbelanja aneka produk kulit. “Maka, saya berharap agar produk-produk kulitnya dikemas lebih premium dengan kualitas premium pula,” ucap Putri.

Putri menegaskan bahwa industri kulit bisa menjadi supporting system bagi pengembangan sektor pariwisata di Garut.***

Hanif Faisol Nurofik Larang Penggunaan Insenerator Mini untuk Penanganan Sampah

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/C), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan larangan penggunaan insinerator mini dalam penanganan sampah.

Menurut Hanif Faisol, penggunaan insinerator mini justru menimbulkan emisi berbahaya yang dampaknya jauh lebih buruk dibandingkan penumpukan sampah itu sendiri.

Ia menekankan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup tidak membenarkan penggunaan insinerator mini dengan alasan apa pun.

“Mohon dicamkan kepada kita semua, Menteri Lingkungan Hidup tidak membenarkan digunakannya insinerator-insinerator mini, apa pun alasannya. Emisi yang dihasilkan lebih berbahaya daripada sampah itu sendiri. Lebih baik sampahnya menumpuk daripada menjadi emisi,” tegas Hanif saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung pada Jumat 16 Januari 2026.

Hanif menjelaskan, emisi hasil pembakaran insinerator bersifat persisten dan berbahaya bagi kesehatan. Emisi tersebut tidak dapat ditangkal dengan masker biasa.

“Kalau sudah jadi emisi, tidak ada yang bisa kita lakukan. Masker biasa tidak akan sanggup menahannya. Masker yang bisa menahan itu hanya masker N95. Selain itu, kita tidak akan bisa menahan,” ujarnya.

Ia mengatakan, zat berbahaya dari pembakaran tersebut dapat bertahan hingga 20 tahun dan berisiko langsung menyebabkan kanker serta gangguan paru-paru.

“Itu sifatnya persisten, waktu hilangnya bisa 20 tahun sejak dibakar. Dampaknya langsung ke kanker dan paru-paru,” ucapnya.

Hanif menilai penumpukan sampah masih dapat ditangani dengan pengelolaan yang tepat, khususnya dalam mengendalikan lindi atau cairan sampah.

“Kalau menumpuk, kita masih bisa menangani lindinya. Tapi kalau sudah menjadi udara, kita hanya bisa berdoa semoga Tuhan memperpanjang umur kita,” katanya.

Lebih lanjut, Hanif menyebutkan bahwa sumber sampah terbesar kedua berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk memperbanyak fasilitas Tempat Pengolahan Sampah dengan konsep TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Rumah tangga mau tidak mau, suka tidak suka, Pak Wali Kota wajib memperbanyak fasilitas penanganan sampah TPS 3R. Reduce, Reuse, Recycle harus dilakukan di tempat sampah,”jelasnya.

Hanif juga mendorong pembangunan fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) sebagai solusi di sisi tengah pengelolaan sampah. Meski prosesnya dinilai lebih kompleks, RDF disebut sebagai metode yang paling ramah lingkungan.

“RDF ini memang agak ribet, tapi paling ramah lingkungan,” pungkasnya.***

RSUD Bakti Pajajaran Cibinong Hadirkan Layanan Akupunktur Medis untuk Pasien Rawat Inap

0

Bogordaily.net – RSUD Bakti Pajajaran Cibinong menghadirkan layanan akupunktur medis sebagai terapi komplementer guna membantu meningkatkan kenyamanan serta mendukung proses pemulihan pasien rawat inap. Layanan ini menjadi bagian dari pendekatan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, dengan memadukan terapi medis modern dan metode terapi komplementer yang aman.

Akupunktur medis dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dan diberikan kepada pasien berdasarkan indikasi medis serta persetujuan dari dokter penanggung jawab pasien. Terapi ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan sekaligus meningkatkan kualitas perawatan selama pasien menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dari terapi akupunktur antara lain membantu mengurangi nyeri pasca tindakan medis, memberikan efek relaksasi yang dapat meningkatkan kualitas tidur, serta membantu mengurangi keluhan seperti mual, pusing, dan rasa tidak nyaman selama masa perawatan. Selain itu, akupunktur juga dapat mendukung pemulihan fungsi tubuh secara lebih optimal.

Layanan akupunktur medis ini tersedia bagi pasien rawat inap di RSUD Bakti Pajajaran Cibinong melalui Instalasi Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad). Untuk mendapatkan layanan ini, pasien atau keluarga dapat berkonsultasi dengan tenaga medis terkait selama masa perawatan.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan akupunktur medis dapat menghubungi Instalasi Yankestrad RSUD Bakti Pajajaran Cibinong melalui nomor 0811 86 2508. Dengan layanan ini, RSUD Bakti Pajajaran terus berupaya menghadirkan terapi yang aman, berbasis medis, serta terintegrasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.***

Terungkap Usia Istri Kak Seto Saat Menikah, Kisah Lama Deviana Mulyadi Ramai Dibahas

0

Bogordaily.net – Usia istri Kak Seto mendadak menjadi topik yang berisik di linimasa. Bukan karena prestasi, bukan pula karena karya.

Kali ini karena polemik lama yang menyeret nama Seto Mulyadi—yang lebih dikenal publik sebagai Kak Seto—terkait isu child grooming yang dialami Aurelie Moeremans.

Publik menyorot peran Kak Seto di masa lalu. Ia dituding tidak cukup membantu Aurelie ketika kasus itu terjadi bertahun-tahun silam.

Tuduhan itu segera dibantah. Kak Seto menyatakan Komnas Perlindungan Anak telah bekerja semaksimal mungkin. Tetapi, seperti api yang disiram bensin, bantahan justru membuat rasa ingin tahu publik kian menyala.

Dari isu kelembagaan, sorotan bergeser ke wilayah yang lebih personal: kisah cintanya. Netizen mulai “menguliti” jejak lama Kak Seto. Dan di situlah Usia istri Kak Seto kembali muncul ke permukaan.

Fakta yang lama tersimpan itu kembali diungkit. Kak Seto diketahui menikahi Deviana Mulyadi ketika sang perempuan masih berusia 18 tahun.

Sementara Kak Seto saat itu berada di rentang usia 36 hingga 37 tahun. Selisih usia yang cukup jauh. Di masa lalu mungkin dianggap biasa. Di era sekarang, menjadi bahan debat panjang.

Lalu siapa sebenarnya Deviana Mulyadi?

Deviana adalah istri Kak Seto yang dinikahi pada 10 Januari 1988. Pernikahan itu kini telah berjalan lebih dari tiga dekade.

Awal pertemuan mereka pun tidak datang dari ruang romantik, melainkan ruang edukasi. Pertengahan 1980-an, Deviana masih duduk di bangku SMA. Ia menjadi peserta sebuah program radio yang dipandu Kak Seto.

Dalam banyak cerita, Deviana memandang Kak Seto sebagai guru, pendidik, figur panutan. Bukan sosok yang sejak awal dibayangkan sebagai pasangan hidup.

Namun waktu punya caranya sendiri. Komunikasi berlanjut. Aktivitas sosial dan edukasi anak mempertemukan mereka lebih sering.

Kedekatan itu akhirnya bermuara pada pernikahan. Saat itulah Usia istri Kak Seto menjadi titik yang kini dipersoalkan publik.

Di luar sorotan warganet, Deviana bukan sosok sembarangan. Ia memiliki latar belakang sebagai psikolog. Ia juga aktif mendukung kegiatan sosial dan edukasi anak. Meski begitu, Deviana memilih berada di balik layar. Jarang tampil di depan kamera. Lebih sering mendampingi, bukan menonjolkan diri.

Dalam kehidupan rumah tangga, pasangan ini dikaruniai empat orang anak. Selama bertahun-tahun, keluarga mereka dikenal relatif harmonis dan jauh dari kontroversi.

Hingga nama Aurelie Moeremans kembali disebut. Hingga isu child grooming kembali dibuka. Hingga Usia istri Kak Seto kembali menjadi tajuk perbincangan.

Kak Seto sendiri belum memberi tanggapan lanjutan soal ramainya kembali kisah pernikahannya. Publik kini menunggu.

Apakah ini akan berhenti sebagai riuh media sosial, atau berubah menjadi diskusi yang lebih panjang tentang etika, batas usia, dan relasi kuasa di masa lalu.

Yang jelas, satu hal sudah terjadi: kisah lama kembali hidup. Dan sekali lagi, ia datang bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai pertanyaan.***

Nikmati Promo Kentang Sunfish di Redbox Frozen Food, Cocok untuk Stok di Rumah

0

Bogordaily.net – Redbox Frozen Food menghadirkan potongan harga menarik produk kentang sunfish 1kg.

Karyawan Redbox Frozen Food, Dila, mengatakan promo ini menjadi momen yang tepat bagi pelanggan untuk menikmati kentang dengan harga lebih hemat.

“Banyak pelanggan yang menantikan promo ini. Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa membeli produk frozen berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Dila, Jumat 16 Januari 2026.

Untuk harga promo produk kentang sunfish 1kg dari harga Rp. 29.000 menjadi Rp. 24.000.

“Promo ini berlaku untuk pembelian langsung di Redbox Frozen Food,” ujar Dila.

Redbox Frozen Food dikenal sebagai salah satu toko pilihan masyarakat Bogor yang menyediakan berbagai produk makanan dan minuman beku dari beragam merek terpercaya.

Toko ini berlokasi di Jalan Syayani, Kampung Masjid RT 03/07, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Bagi pelanggan yang ingin memesan secara online, Redbox Frozen Food juga melayani pemesanan melalui WhatsApp di nomor 0858-6000-4436.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati berbagai promo menarik serta sosis pedas siap santap dengan harga hemat, hanya di Redbox Frozen Food!
Untuk informasi terbaru, kunjungi akun Instagram resmi mereka di @redboxfrozenfood.***

Dedie Rachim Rombak Birokrasi, 12 Pejabat Pemkot Bogor Dilantik

0

Lantik 12 Pejabat, Dedie Rachim: Berikan Layanan Terbaik untuk Masyarakat Kota Bogor

Bogordaily.net – Sebanyak 12 pejabat yang terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi dilantik di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (15/1/2026).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses organisasi yang rutin dan wajar dilakukan dalam tata kelola pemerintahan, sebagai bentuk penyegaran sekaligus penguatan kinerja birokrasi.

Dedie Rachim menjelaskan bahwa dalam pelantikan kali ini terdapat sejumlah pejabat strategis yang dilantik, di antaranya yaitu Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Ini sebuah proses yang rutin dan lumrah dilaksanakan di setiap organisasi termasuk di Pemerintahan Kota Bogor. Artinya ada rotasi, ada mutasi, ada promosi itu hal yang biasa dan hari ini ada 12 yang dilantik. Salah satunya adalah Kepala BKAD dan Kesbangpol serta Kepala Dinkes dan selebihnya ada sekdis dan lainnya,” ujar Dedie Rachim.

Ia berharap para pejabat yang baru dilantik, khususnya yang menduduki jabatan eselon II, dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menunjukkan kinerja terbaik kepada masyarakat.

“Saya hanya berharap bagi mereka yang mendapatkan kesempatan untuk menjabat di eselon II ini bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, tunjukkan kepada masyarakat bahwa bapak dan ibu mampu memberikan prestasi terbaik, memberikan pelayanan terbaik, khususnya untuk masyarakat Kota Bogor,” katanya.

Dedie Rachim juga menyampaikan bahwa saat ini masih terdapat beberapa jabatan yang belum terisi dan proses pengisiannya tengah berjalan sesuai dengan mekanisme.

“Untuk kekosongan jabatan yang masih ada, itu berproses ya. Saat ini kan prosesnya agak rigid, bukan hanya ke BKN kemudian ada Kemendagri dan sebagainya. Prosesnya masih panjang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pelantikan dan pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Bogor dilaksanakan berdasarkan prinsip merit system.

“Ini salah satu dari seluruh rangkaian proses organisasi Pemerintah Kota Bogor dalam menerapkan merit system. Jadi ini semua dilandaskan pada penilaian objektif, tidak ada penilaian subjektif,” tegas Dedie Rachim.

Sebagai informasi, selain pelantikan pejabat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Bogor.***

Libur Long Weekend, Polisi Siagakan 60 Personel hingga Supeltas di Kawasan Puncak Bogor

Bogordaily.net – Polisi menyiagakan sebanyak 60 personel pengamanan lalu lintas di kawasan Puncak Bogor pada momen libur panjang long weekend mulai hari ini Jumat, 16 hingga Minggu 18 Januari 2026.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa, selain personel pengamanan, pihaknya juga turut menurunkan sejumlah Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas)

“Masih sama 60 personel, prioritas masih di Puncak sama kayak kemarin. Kita berdayakan Supeltas juga nanti,” kata AKBP Wikha Ardilestanto, Jum’at 16 Januari 2026.

Kemudian, Satlantas Polres Bogor nantinya akan terus melakukan pemantauan hingga rekayasa arus lalu lintas di kawasan Puncak.

“Selain pemantauan arus yang biasanya. Jadi kita pantau nanti arus yang masuk ke arah dari Tol Ciawi ke arah Puncak,” jelasnya.

Nantinya, jika ada kepadatan arus lalu lintas, Satlantas Polres Bogor akan memberlakukan skema one way ke arah Puncak.

“Cek hitungan per jamnya berapa. Kalau memang sudah, waktunya dilaksanakan one way nanti akan dilakukan one way ke atas,” tambah AKBP Wikha.

Selain itu, Polisi turut menghimbau kepada pengendara terutama kendaraan roda dua, untuk berhati-hati dikarenakan cuaca sedang turun hujan.

“Kemudian curah hujannya juga cukup tinggi. Durasinya panjang hujannya. Jadi silahkan berhati-hati apabila dalam perjalanan terutama melewati daerah-daerah yang rawan longsor,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Kecelakaan Dini Hari di Tol Pejagan–Pemalang, Penumpang Innova Tewas

0

Bogordaily.net – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Tol Pejagan–Pemalang dan menelan korban jiwa. Insiden tragis tersebut melibatkan sebuah mobil Toyota Innova dan truk Mitsubishi Fuso pada Jumat dini hari, 16 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB.

Peristiwa nahas ini terjadi tepat di Off Ramp Brebes Timur KM 273+500A, wilayah yang kerap dilintasi kendaraan dengan kecepatan tinggi, terutama pada jam rawan dini hari.

Akibat kecelakaan tersebut, satu orang penumpang mobil Toyota Innova dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu orang lainnya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula saat Toyota Innova bernomor polisi B-2573-ZZH melaju dari arah barat menuju timur di lajur satu dengan kecepatan sedang.

Mobil tersebut dikemudikan oleh Purwanto (43), warga Jatijajar, Tapos, Depok, yang saat itu membawa seorang penumpang bernama Drs. Budi Mustopo (58).

Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi diduga kurang mengantisipasi kendaraan di depannya, sehingga mobil Innova menabrak bagian belakang truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi B-9675-SV.

Truk tersebut dikemudikan oleh Eko Sulistiyo (34), warga Joglo, Jakarta Barat, yang juga melaju dari arah yang sama.

Akibat benturan keras, kedua kendaraan mengalami kerusakan dan berhenti di bahu luar jalan tol KM 273+600A dengan posisi akhir menghadap ke arah timur.

Korban Jiwa dan Kondisi Pengemudi

Dalam kecelakaan tersebut, Budi Mustopo dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius yang dideritanya.

Korban diketahui beralamat di Jalan Kemang No.110, RT 6/RW 10, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok.

Sementara itu, pengemudi Toyota Innova, Purwanto, mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan. Tidak terdapat korban luka berat lainnya dalam peristiwa ini.

Adapun pengemudi truk Mitsubishi Fuso, Eko Sulistiyo, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.

Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan kecelakaan. Sejumlah langkah penanganan langsung dilakukan, di antaranya:

  • Mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP)
  • Melakukan olah TKP untuk kepentingan penyelidikan
  • Mengamankan barang bukti kendaraan
  • Mengecek kondisi korban
  • Mencatat keterangan saksi dan bukti pendukung
  • Melaporkan kejadian kepada Kepala Unit 6 PJR Tegal
  • Melimpahkan penanganan perkara ke Unit Laka Galawi yang ditangani Aipda Triawan

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk faktor kelalaian pengemudi dan kondisi kendaraan.

 

UMKM Binaan BRI Kain Indonesia by Shifara, Hidupkan Nafas Wastra Nusantara Lewat Koleksi Office Wear

0

Bogordaily.net – Batik kini semakin populer sebagai busana kantor karena mampu memadukan unsur tradisional dan profesional dalam tampilan yang elegan, dengan beragam motif yang dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan pekerjaan.

Selain memperkaya penampilan, penggunaan batik di lingkungan kerja juga menjadi bentuk apresiasi terhadap budaya lokal, yang dengan sentuhan desain modern menjadikannya simbol identitas dan kebanggaan tanpa kehilangan relevansinya di dunia kerja masa kini.

Hal inilah yang mendorong Kain Indonesia by Shifara tetap semangat memproduksi Batik dalam bentuk office wear yang apik dan kekinian.

“Caranya adalah kami memproduksi baju-baju jadi atau ready to wear dengan konsep office wear dalam tema besarnya adalah from office to hangout dan memang target market utama kami adalah wanita,” kata Sinta Paramitha, pemilik dari Kain Indonesia by Shifara.

Sinta, yang tinggal di Pekalongan, jatuh cinta pada batik karena lingkungan sekitarnya yang kaya akan produksi batik. Perjalanan bersama orangtuanya ke berbagai daerah juga memperluas wawasan Sinta tentang wastra Nusantara. Dari pengalaman ini, tumbuh niatnya untuk mengembangkan wastra Nusantara.

Dorongan untuk mengembangkan wastra semakin kuat ketika Sinta melihat adanya penurunan ekspor batik sejak 2012 dan pengrajin kain Indonesia yang berkurang hampir lebih dari 100ribu pengrajin dalam masa pandemi.

Ancaman klaim dari berbagai negara turut membulatkan tekadnya untuk mengembangkan wastra dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai merek lokal, Kain Indonesia by Shifara berusaha menonjolkan keunikannya. Salah satunya dengan mengeksplor wastra Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan mencari material yang cocok dan nyaman untuk digunakan sehari-hari.

Sinta menggunakan wastra Indonesia dari berbagai daerah, seperti Endek Bali, Jumputan Palembang, Jumputan Jogja, dan Batik Pekalongan.

Ia merancang busana yang dapat dikenakan oleh perempuan dengan berbagai ukuran, memudahkan pembuatan seragam. Selain itu, Sinta juga menyesuaikan modelnya dengan tren terkini agar tetap relevan.

Terus Berkembang Berkat Rumah BUMN BRI

Kain Indonesia by Shifara semakin berkembang setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta, yang merupakan wadah kolaborasi dan pemberdayaan UMKM. Setelah melewati proses seleksi, Sinta mendapatkan pendampingan langsung dari BRI untuk mengembangkan bisnisnya melalui berbagai pelatihan, termasuk digital marketing, strategi pemasaran, operasional, dan keuangan.

“Kami bertemu dengan para coach yang, setelah pendampingan, masih bisa kami ajak berinteraksi dan bertanya. Ini sangat membantu kami, tidak hanya dalam mendapatkan ilmu, tetapi juga menyelesaikan berbagai pertanyaan yang selama ini membingungkan dalam menjalankan bisnis,” imbuhnya.

Setelah pendampingan selesai, Kain Indonesia by Shivara mengikuti beberapa event yang digelar BRI untuk mendorong potensi UMKM.

Mulai dari bazaar hingga BRI Inkubator yang memfasilitasi banyak UMKM untuk mengembangkan bisnisnya.

BRI memberikan banyak fasilitas, mulai dari ilmu yang dapat langsung diaplikasikan untuk mengembangkan bisnis hingga kesempatan pameran yang membantu memperkenalkan produk dan meningkatkan brand awareness, kata Sinta.

Hadirnya Kain Indonesia by Shifara tidak hanya membuat Sinta menjadi perempuan yang lebih produktif dan berdaya, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian para perempuan yang terlibat dalam sirkular bisnisnya.

Mulai dari penjahit hingga admin packaging, seluruhnya dikerjakan oleh perempuan dari berbagai usia dan latar belakang. Ia pun meyakini perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam menjaga dan mengenalkan batik ke dunia.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa Rumah BUMN BRI hadir sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha untuk memperoleh pembinaan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Program pembinaan UMKM ini menjadi bagian penting dari komitmen BRI untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga saat ini BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan melaksanakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu mengubah kualitas hidup masyarakat, ungkapnya.

Menteri Maman Dorong Pemulihan Terpadu Bangkitkan UMKM Terdampak Bencana di Sumatera

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong dan mengusulkan serangkaian program dan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan UMKM terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Pemulihan UMKM pascabencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Pendekatannya harus terpadu, menghubungkan kembali sisi produksi atau supply dan sisi permintaan atau demand secara bersamaan,” ujar Menteri Maman usai mengikuti Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Jakarta, Kamis (15/1).

Dari sisi supply, Kementerian UMKM mendorong agar UMKM terdampak segera diaktifkan kembali melalui berbagai skema penyelamatan usaha. Langkah ini mencakup restrukturisasi dan relaksasi kredit bagi UMKM yang memiliki pinjaman di perbankan, mulai dari penundaan pembayaran hingga penghapusan utang bagi usaha dengan kondisi paling berat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema top-up atau tambahan modal kerja dengan bunga nol persen pada tahun pertama. Pada tahun kedua, bunga direncanakan mulai diberlakukan secara ringan di kisaran 2–3 persen guna memastikan keberlanjutan usaha.

Menteri Maman juga mengusulkan pemberian Bantuan Presiden untuk Rehabilitasi dan Pemulihan Usaha Mikro bagi kelompok UMKM ultramikro yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk dana langsung yang dapat dimanfaatkan untuk membeli peralatan produksi.

“Dengan bantuan ini, UMKM bukan hanya dapat memulai kembali usahanya, tetapi juga memiliki daya beli. Supply dan demand bisa kembali bergerak secara seimbang,” katanya.

Untuk memperkuat sisi permintaan, Kementerian UMKM akan mengonsolidasikan seluruh platform e-commerce nasional agar membuka laman khusus yang menampilkan produk UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Laman ini diharapkan menjadi wadah belanja sekaligus sarana donasi publik.

“Masyarakat Indonesia dapat membantu tidak hanya melalui donasi, tetapi juga dengan membeli produk saudara-saudara kita di daerah terdampak. Ini adalah wujud nyata gotong royong jangka panjang,” kata Menteri Maman.

Ia menambahkan, pemulihan UMKM pascabencana merupakan proses berkelanjutan. Hingga Maret 2026, fokus akan diarahkan pada pemetaan dan pendataan komprehensif, yang dilanjutkan dengan intervensi langsung bagi UMKM yang datanya telah tervalidasi.

Melalui momentum ini, Kementerian UMKM juga mendorong transformasi UMKM di Sumatera agar menjadi lebih kuat, tangguh, dan berdaya saing. “Ini bukan semata memulihkan, tetapi membangun UMKM yang lebih siap menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Pelaksana Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di wilayah Sumatera menegaskan pentingnya percepatan pemulihan sektor ekonomi dan pangan di daerah terdampak bencana.

Mendagri menginstruksikan tim bidang ekonomi dan pangan yang terdiri dari Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perdagangan, Menteri UMKM, serta Menteri Ekonomi Kreatif untuk bergerak cepat membangkitkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pemulihan ekonomi daerah harus menjadi prioritas, terutama dengan mengoptimalkan kembali komoditas unggulan seperti kopi dan cabai. Jika rantai produksi dan distribusi tidak segera dipulihkan, daya beli masyarakat akan menurun sementara harga-harga berpotensi meningkat,” ujar Tito Karnavian.

Menurutnya, kebangkitan sektor-sektor produktif lokal merupakan kunci agar roda ekonomi kembali berputar dan kehidupan masyarakat pascabencana dapat pulih secara berkelanjutan.***