Home Blog Page 143

Geger, Driver Taksi Online Green SM Ditemukan Tewas Tergeletak hingga Membusuk di Perumahan Cileungsi Bogor

Bogordialy.net – Geger, seorang pria driver taksi green SM, RK (46) ditemukan tewas tergeletak hingga membusuk di perumahan Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Selasa 28 April 2026.

Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengungkapkan bahwa, peristiwa penemuan mayat itu terjadi sekitar pukul 14.59 WIB.

Awalnya, ada salah satu operator dari pihak Taksi Green SM untuk diminta mengecek salah satu driver yakni RK karena mendapat info tidak beroperasi selama 5 hari.

“Ada operator driver untuk cek mobil dan drivernya karena driver infonya terakhir sakit dan sudah 5 hari mobil tidak beroperasi,” kata Kompol Edison, Rabu 29 April 2026.

Kemudian, saksi FH tiba dirumah korban yakni di perumahan untuk mengecek mobil korban dan didampingi satpam ke lokasi rumah korban.

Saksi beserta salah satu satpam kaget setelah melihat korban yang merupakan driver taksi online sudah terkapar dengan kondisi telah membiru.

“Saksi tidak berani cek kemudian satpam melihat dari pintu teralis terlihat orang terkapar, tercium bau, dan melihat dari pintu teralis ada orang terkapar di dalamnya, kondisi sudah biru,” jelasnya.

Kemudian, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cileungsi untuk segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian dan mayat berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan pemeriksaan.

(Albin)

Baru 135 Gerai Dibangun, Pemkab Bogor Targetkan Pembangunan KDKMP Capai 100 Persen di Agustus 2026

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab) melalui Dinas Koperasi dan UKM menargetkan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai 100 persen Agustus 2026 mendatang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana menyampaikan bahwa, pada hari ini pihaknya mengumpulkan sejumlah pengurus KDKMP di seluruh Kabupaten Bogor untuk membahas sejumlah hal, salah satunya terkait percepatan pembangunan.

“Pada hari ini kita mengumpulkan semua koperasi desa merah putih, yang pembangunanya sudah ada, konsep pembangunan yang sudah ada itu adalah bangunan yang prosesnya sudah 100 persen maupun yang sudah ada lahannya,” kata Iman Wahyu di Cibinong, Rabu 29 April 2026.

“Kemudian setelah itu kita undang mereka ini kaitan dengan proses perizinan nya, yang diperlukan atau yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Intinya percepatan terkait proses perizinan dengan bangunan yang terselesaikan dan dalam proses penyelesaian,” tambahnya.

Menurut Iman, saat ini baru ada 135 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang terbangun dari yang ditargetkan mencapai 189 gerai.

“Jadi Kabupaten Bogor sudah ada sekitar 135 yang gerai nya sudah tersedia yang sudah dalam proses pembangunan,” jelasnya.

Ia menargetkan, pembangunan sebanyak 189 gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat selesai hingga 1 Agustus mendatang.

“Target di Kabupaten Bogor itu ada 189, target sampai dengan 1 Agustus itu ada sebanyak 189 dan yang sudah terselesaikan ada 135 jadi ada kekurangan sekitar 51,” ujar Iman.

Menurut Iman, sejumlah gerai KDKMP yang belum terbangun saat ini dikarenakan belum adanya lahan yang tersedia.

“Karena ada lahan yang belum tersedia. Sehingga kita menyediakan lahan yang belum dilengkapi,” ungkapnya

(Albin)

 

PLN UP3 Bogor Dukung Penghematan BBM Melalui Program Clean Energy Day

0

Bogordaily.net — Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mendorong penghematan bahan bakar minyak (BBM) serta pengurangan emisi karbon, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bogor secara konsisten melaksanakan program Clean Energy Day setiap hari Jumat.

Program ini mengajak seluruh pegawai untuk tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar BBM dalam aktivitas kerja maupun kegiatan sehari-hari.

Program Clean Energy Day secara resmi dimulai pada 10 April 2026 dan diterapkan di seluruh lingkungan PLN Group. Dalam implementasinya, para pegawai PLN UP3 Bogor didorong untuk menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti kendaraan listrik, sepeda, berjalan kaki, maupun transportasi umum.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat.

“Melalui Clean Energy Day, kami ingin membangun budaya hemat energi di lingkungan kerja yang nantinya dapat menginspirasi masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam pengurangan penggunaan BBM. Ini adalah langkah kecil namun berdampak besar jika dilakukan secara konsisten,” ujar Gumelar.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung target pemerintah menuju net zero emission.

“PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Clean Energy Day diharapkan dapat menjadi gerakan kolektif yang mempercepat pemanfaatan energi bersih di Indonesia,” ungkap Sugeng.

Adapun manfaat dari program ini antara lain mengurangi konsumsi BBM, menekan emisi gas rumah kaca, meningkatkan kesadaran akan pentingnya energi bersih, serta mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat citra PLN sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan energi nasional.

Ke depan, PLN UP3 Bogor berharap program Clean Energy Day tidak hanya menjadi rutinitas internal, tetapi juga dapat diadopsi oleh masyarakat luas sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, upaya penghematan energi dan pelestarian lingkungan dapat tercapai secara optimal.

PLN UP3 Bogor Perkuat Budaya Keselamatan Melalui Safety Alignment with Leader

0

Bogordaily.net  – Dalam upaya menciptakan budaya kerja yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, PLN UP3 Bogor melaksanakan kegiatan Safety Alignment with Leader (SAWL) yang diikuti oleh jajaran manajemen, pegawai, serta tenaga alih daya di lingkungan kerja PLN UP3 Bogor.

Kegiatan SAWL ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sekaligus menyelaraskan komitmen seluruh lini organisasi dalam menjalankan pekerjaan secara aman, disiplin, dan sesuai prosedur.

Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan penguatan terkait implementasi standar keselamatan kerja, identifikasi potensi risiko di lapangan, serta pentingnya kepemimpinan yang berperan aktif dalam memastikan budaya K3 berjalan secara konsisten. Selain itu, SAWL juga menjadi wadah komunikasi dua arah antara pimpinan dan pelaksana di lapangan untuk membahas tantangan serta solusi dalam menjaga keselamatan kerja.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam melindungi seluruh insan PLN.

“Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas pekerjaan. Melalui SAWL, kami ingin memastikan bahwa seluruh pegawai dan mitra kerja memiliki pemahaman yang sama serta komitmen yang kuat untuk menjalankan pekerjaan dengan mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Gumelar.

Lebih lanjut, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa budaya keselamatan harus menjadi bagian dari DNA setiap insan PLN.

“Budaya keselamatan tidak hanya sekadar kepatuhan terhadap prosedur, tetapi harus menjadi kebiasaan yang tertanam dalam setiap individu. Dengan adanya kegiatan seperti SAWL, kami berharap dapat memperkuat peran pemimpin sebagai teladan dalam penerapan K3, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan,” ungkap Sugeng.

Melalui pelaksanaan SAWL, PLN UP3 Bogor berharap dapat meminimalisir risiko kecelakaan kerja, meningkatkan keandalan operasional, serta memastikan seluruh pekerjaan dilakukan dengan standar keselamatan yang tinggi. Komitmen ini sejalan dengan upaya PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal sekaligus menjaga keselamatan seluruh insan perusahaan dan masyarakat.***

Waspada Pinjol dan Judol, Pemkot Bogor Sasar Kelompok Rentan

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berikhtiar menghapus pinjaman online (Pinjol) dan judi online (Judol) di masyarakat. Pemkot melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor tak pernah bosan mendatangi masyarakat agar menjauhi pinjol dan judol.

Pada 2024 lalu, Bogor menjadi salah satu wilayah dengan jumlah transaksi game terlarang online atau biasa disebut Judol terbesar di Indonesia. Nilainya mencapai Rp1,1 triliun. Perinciannya, Kota Bogor Rp612 miliar dan Kabupaten Bogor Rp567 miliar.

Hal itu terungkap dalam paparan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judol, Hadi Tjahjanto, Selasa (26/6/2024) lalu. Dia mengatakan, bahwa Judol sudah merambah ke seluruh profesi dan menyasar nyaris semua usia.

Untuk itulah, sejak awal 2025, Satpol PP Kota Bogor gencar melakukan sosialisasi pencegahan judol dan pinjol secara berkesinambungan. Nah, pada 2026 ini sosialisasi ini terfokus pada kelompok masyarakat rentan dengan pola pendekatan yang diperluas.

Fungsional Pol PP Ahli Madya Satpol PP Kota Bogor, Apit Budiman, mengatakan skema sosialisasi tahun ini berbeda dibanding sebelumnya. Jika pada 2025 kegiatan dilakukan per kecamatan, kini pelaksanaannya digabung dengan melibatkan tiga kecamatan dalam satu kegiatan.

“Mulai Mei kami akan gelar sosialisasi. Tahun ini direncanakan dua kali dengan peserta lebih banyak, masing-masing menggabungkan tiga kecamatan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, pola tersebut dipilih agar penyebaran informasi lebih masif dan efisien. Dengan cakupan peserta yang lebih luas, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap risiko pinjol dan game terlarang semakin meningkat.

Tak hanya masyarakat umum, Satpol PP juga membidik kelompok tertentu yang dinilai lebih rentan terpapar. Salah satunya sopir angkutan kota (angkot) melalui rencana kerja sama dengan koperasi setempat.

“Kami ingin menyasar kelompok rentan, termasuk sopir angkot. Saat ini masih dalam tahap penjajakan kerja sama,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, materi sosialisasi akan menggabungkan dua isu sekaligus, yakni game online terlarang dan pinjaman online. Keduanya dinilai memiliki keterkaitan erat dan kerap menjerat masyarakat secara bersamaan.

Apit mengungkapkan, dari temuan di lapangan, banyak kasus bermula dari ketergantungan pada Judol yang kemudian berujung pada jeratan pinjol. Pola ini dinilai berulang dan berdampak serius bagi kondisi sosial masyarakat.

“Biasanya berawal dari game gratis, lalu diarahkan ke yang berbayar ilegal. Di awal dikasih menang, setelah itu kalah terus. Karena penasaran, akhirnya mencari pinjaman online,” paparnya.

Ia menambahkan, dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial. Berdasarkan pengalaman sosialisasi sebelumnya, sejumlah warga mengaku mengalami kerugian besar hingga konflik keluarga.

“Ada yang sampai menjual rumah, bercerai, mencuri dari orang tua, bahkan mengalami gangguan mental hingga dirawat,” ungkapnya.

Meski aktif melakukan upaya pencegahan, Apit menegaskan Satpol PP tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap praktik tersebut. Penanganan dan regulasi berada di pemerintah pusat, sehingga peran daerah lebih difokuskan pada edukasi.

“Kami tidak melakukan penindakan karena bukan kewenangan daerah. Aturannya juga bukan dalam bentuk Perda atau Perwali,” tegasnya.

Melalui sosialisasi yang diperluas ini, Satpol PP berharap masyarakat, khususnya kelompok rentan, dapat lebih waspada dan tidak mudah terjerumus dalam praktik game online terlarang maupun pinjaman online.***

GMNI Bogor Gelar Konfercab XXII, Tetapkan Muhammad Alwan Ramadhana sebagai Ketua DPC 2026–2026

0

Bogordaily.net – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bogor telah sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXII sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat cabang.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua lokasi, yakni pembukaan di Gedung DPRD Kota Bogor dan sidang pleno di Gedung KNPI Kota Bogor.

Pembukaan Konfercab dihadiri oleh Wakil Walikota Bogor Jenal Mutaqin, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata,
Ketua Umum DPP GMNI Bung Risyad Fahlevi, serta Ketua DPC GMNI Bogor periode 2024–2026 Bung Yunandra Sowakil.

Sementara itu, rangkaian sidang pleno berlangsung secara dinamis sejak tanggal 13–17 Maret 2026 dan dilanjutkan kembali pada 26 April 2026 setelah sempat mengalami penundaan pasca menimbang waktu berdekatan dengan lebaran Idulfitri.

Minggu, 26 April Jam 26.25 WIB, setelah melalui proses persidangan yang panjang, demokratis, dan penuh dinamika, forum secara resmi menetapkan Bung Muhammad Alwan Ramadhana terpilih sebagai Ketua DPC GMNI Bogor periode 2026–2028.

Pelaksanaan Konfercab XXII dipimpin oleh Ketua Pelaksana Bung Slamet Supriyanto yang secara konsisten mengawal jalannya forum hingga selesai, meskipun menghadapi berbagai tantangan yang menyebabkan agenda berlangsung lebih lama dari yang direncanakan.

Sebagai organisasi yang memiliki akar historis kuat, GMNI Bogor merupakan salah satu cabang yang berdiri sejak tahun 1957, dengan Prof. Pong Suwignyo sebagai ketua pertama dan Gunawan Wiradi sebagai bendahara.

Dalam perjalanan sejarahnya, GMNI Bogor turut mengalami dinamika politik nasional, termasuk masa pembekuan pada periode 1965–1976, yang menjadi bagian dari fase sulit bagi gerakan nasionalis dan Soekarnois di Indonesia.

Ketua terpilih, Muhammad Alwan Ramadhana, dalam pernyataannya menegaskan bahwa hasil Konfercab merupakan kemenangan kolektif seluruh kader GMNI Cabang Bogor.

“Kemenangan ini bukanlah kemenangan pribadi, melainkan kemenangan bersama seluruh kader GMNI Cabang Bogor. Kemenangan gagasan, semangat, dan harapan untuk membawa organisasi ini menjadi lebih progresif, berintelektual, demi kaum Marhaen,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Amanah ini adalah tanggung jawab sejarah yang harus dijawab dengan kerja nyata dan pembuktian,” tegasnya.

Dengan terselenggaranya Konfercab XXII ini, GMNI Cabang Bogor diharapkan mampu memperkuat peran strategisnya dalam membangun gerakan mahasiswa yang progresif, ideologis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, sesuai cita-cita Sosialisme Indonesia.***

Bogor Geulis Kembali Gelar Workshop “Berani Jadi Aku” Batch 2 untuk Pengurus OSIS SMP se-Kota Bogor

0

Bogordaily.net — Program Bogor Geulis yang digagas oleh Yantie Rachim kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda melalui penyelenggaraan Workshop Berani Jadi Aku Batch 2.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 pengurus OSIS SMP dari sekolah negeri dan swasta se-Kota Bogor, yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 27 hingga 28 April 2026.

Workshop ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang inspiratif untuk membentuk kepercayaan diri, keberanian berekspresi, serta karakter positif para pelajar.

Workshop Berani Jadi Aku merupakan bagian dari implementasi gerakan Bogor Geulis (Gerakan Lintas Generasi), yang berfokus pada penguatan hubungan dan komunikasi antara anak, orang tua, dan lingkungan pendidikan.

Program ini juga mendorong lahirnya generasi muda yang berani menjadi diri sendiri, memiliki nilai-nilai positif, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Dalam arahannya, Yantie Rachim menyampaikan bahwa generasi muda saat ini membutuhkan ruang yang aman dan positif untuk berkembang.

“Melalui workshop ini, kami ingin menanamkan keberanian kepada anak-anak untuk menjadi diri sendiri, berbicara positif, serta memiliki karakter yang kuat. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang harus kita siapkan sejak dini,” ujarnya.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi penguatan karakter, komunikasi positif, kepemimpinan, serta praktik langsung yang interaktif dan menyenangkan. Metode yang digunakan juga dirancang partisipatif sehingga peserta dapat lebih mudah memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai yang diberikan.

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain mendapatkan ilmu, mereka juga membangun jejaring pertemanan lintas sekolah yang memperkuat semangat kolaborasi di kalangan pelajar.

Program ini diharapkan mampu melahirkan duta-duta pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, empati sosial, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ke depan, Bogor Geulis akan terus menghadirkan berbagai program berkelanjutan sebagai upaya membangun generasi unggul di Kota Bogor melalui pendekatan lintas generasi yang inklusif dan kolaboratif.***

Menginspirasi Lewat Siliwangi Bowl 2026, Dua Tim Mahasiswa Bogor Jadi Pionir Flag Football Kampus

0

Bogordaily.net — Gelaran pekan ke-2 Siliwangi Bowl 2026 yang berlangsung akhir pekan lalu di Lapangan Manunggal, Minggu, 26 April 2026, menyoroti peran aktif mahasiswa dalam memajukan olahraga flag football.

Dua tim perwakilan Bogor, IPB Snipers dan Cervorion Budi Bakti, menunjukkan komitmen mereka untuk membawa identitas kampus ke dalam kompetisi regional.

Cervorion Budi Bakti menunjukkan bahwa mahasiswa Bogor mampu berbicara banyak di level nasional setelah sebelumnya berhasil mengamankan posisi juara ke-3 di ajang College Bowl.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa dengan pembinaan yang tepat, mahasiswa dapat meraih prestasi gemilang. Hal ini diakui oleh Ilham dari tim Cervorion,

Sementara itu, apresiasi tinggi patut diberikan kepada IPB Snipers atas konsistensi mereka dalam menjaga eksistensi komunitas flag football di lingkungan universitas.

Sebagai tim mahasiswa, partisipasi mereka di Siliwangi Bowl merupakan langkah nyata dalam menjalankan program kerja organisasi dan menjaga regenerasi atlet di tingkat kampus.

Secara umum, kedua tim tampil membawa semangat sportivitas dan representasi dari AAFI Regional Bogor. Kehadiran mereka di liga musim ini mengemban misi besar: memotivasi perguruan tinggi lain di Bogor dan sekitarnya untuk ikut serta membangun unit kegiatan serupa.

Dengan semakin banyaknya kampus yang memiliki tim flag football, diharapkan Kota Bogor dapat segera mewujudkan ekosistem olahraga yang lebih luas dan kompetitif, dimulai dari lapangan hijau Siliwangi Bowl.***

Menteri PPPA Minta Gerbong Wanita Pindah Jadi Ditengah, Ini Tanggapan Pengguna KRL Commuter Line di Bogor

Bogordaily.net – Sejumlah pengguna KRL Commuter Line menanggapi usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait perubahan posisi gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL menjadi di tengah.

Hal ini menyusul kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 lalu.

Dalam insiden ini, gerbong perempuan di bagian paling belakang KRL ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang.

Arifah menilai, penempatan gerbong perempuan di ujung depan dan belakang rangkaian kereta perlu dievaluasi kembali untuk meningkatkan aspek keamanan penumpang perempuan.

“Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang supaya tidak terjadi rebutan tapi dengan peristiwa ini kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah jadi yang laki-laki di ujung yang depan belakang itu laki-laki jadi yang perempuan di tengah,” kata Arifah.

Menanggapi usulan tersebut, salah satu pengguna KRL Commuter Line Astri menyambut positif usulan tersebut.

“Bagus sih, jadi kita lebih waspada lagi aja. Tetapi kalo bisa lebih ditingkatkan lagi safety nya dari KAI biar ga kejadian kaya kemarin,” ujar Astri saat ditemui di Stasiun Cilebut, Bogor, Rabu 29 April 2026.

Ditempat yang sama, pengguna KRL lainya Febri mengaku bahwa usulan tersebut bukan solusi.

Dirinya meminta agar kedepan PT KAI dapat memperbaiki sistem keamanan khususnya kepada para penumpang agar kejadian kecelakaan tak terulang kembali.

“Kalau menurut saya sih itu bukan solusi ya, karena mau wanita atau pria namanya kalo udah kecelakaan sama aja kena kena juga. Sebaiknya diperbaiki sistem keamanan nya untuk para penumpang,” ungkap dia.

(Albin)

Inspektorat Kota Bogor Dorong Deteksi Dini Penyimpangan di Lingkungan Pemerintah Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Inspektorat Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Fraud Control Plan dan penguatan integritas di lingkungan Pemkot Bogor.

Kegiatan ini digelar pada Rabu, 29 April 2026, di Hotel Royal Pajajaran, dan diikuti oleh para kepala bagian serta sekretaris dinas yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan dan administrasi pemerintahan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur sipil negara (ASN) terhadap potensi penyimpangan serta mendorong terciptanya sistem pengendalian yang efektif guna mencegah praktik kecurangan sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, Inspektorat menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta pihak terkait lainnya yang memberikan pemaparan mengenai identifikasi, deteksi, hingga pencegahan fraud di lingkungan pemerintahan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam merespons berbagai dinamika yang terjadi belakangan ini, khususnya terkait perilaku aparatur.

“Kita belajar dari kondisi belakangan di Kota Bogor, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, terutama terkait dengan sikap perilaku pegawai yang mengakibatkan terjadinya peristiwa-peristiwa seperti penyimpangan hingga ketidakdisiplinan,” ujarnya.

Dedie juga mengapresiasi langkah Inspektorat Kota Bogor dalam menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk upaya preventif dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi kepada Inspektorat untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang fraud control plan dan integritas di lingkungan Pemerintah Kota Bogor,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini, para peserta akan mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai berbagai potensi pelanggaran yang dapat terjadi, serta bagaimana langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan sejak awal.

“Dengan adanya narasumber dari BPKP dan pihak lainnya, diharapkan peserta bisa memahami bagaimana penyimpangan atau ketidakdisiplinan itu bisa dideteksi sejak dini, sehingga dapat dicegah dan ditekan potensinya,” jelas Dedie.

Lebih lanjut, Dedie menyoroti bahwa tekanan ekonomi maupun faktor eksternal lainnya juga bisa menjadi pemicu terjadinya pelanggaran oleh pegawai, sehingga perlu diantisipasi melalui sistem yang kuat.

“Misalnya ada kerugian atau persoalan kredit yang tidak sesuai, hingga adanya pihak ketiga yang terlibat, itu bisa menjadi beban bagi pegawai. Akhirnya mereka mencari sumber pendapatan lain yang tidak sah. Nah,fraud control plan ini hadir untuk mencegah hal-hal seperti itu terjadi,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Bogor berharap dapat memperkuat komitmen seluruh perangkat daerah dalam menjaga integritas, meningkatkan disiplin, serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan.

(Fikri)