Home Blog Page 1497

Maling Gasak 7 Laptop dan 2 Proyektor di SDN Bojong Sempu 2 Parung Bogor, Kerugian Capai Rp98 Juta

Bogordaily.net — Maling gasak laptop dan proyektor di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojong Sempu 02, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 9 Oktober 2024.

Diketahui, sejumlah barang berharga dari sekolah tersebut hilang, di antaranya tujuh unit laptop merek RO Comp, dua unit proyektor merek Infokus, dan satu tabung gas 3 kg. Dengan total kerugian yang dialami pihak sekolah ditaksir mencapai Rp98 juta.

Kapolsek Parung AKP Doddy Rosjadi mengatakan bahwa, kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang petugas keamanan berinisial W yang menemukan pintu ruang kantor dalam keadaan terbuka.

“Setelah melakukan pengecekan, W melihat lemari besi di dalam kantor telah dirusak dan barang-barang berharga yang tersimpan di dalamnya hilang. W segera melaporkan temuan ini kepada seorang guru berinisial E yang kemudian menghubungi kepala sekolah,” kata AKP Doddy Rosjadi, Rabu 9 Oktober 2024.

Menurut Kapolsek Parung, modus operandi yang digunakan maling adalah dengan merusak gembok dan mencongkel pintu kantor. Barang-barang yang dicuri merupakan inventaris sekolah yang disimpan di lemari besi yang kuncinya telah dirusak.

Lebih lanjut AKP Doddy Rosjadi menjelaskan, pihak kepolisian telah mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk memeriksa apakah ada CCTV di sekitar lokasi, serta menggali keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut.

“Pihak kepolisian akan segera mendapatkan petunjuk lebih lanjut untuk mengungkap pelaku di balik aksi pencurian ini dengan para pelaku yang terlibat dalam kasus ini akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” ungkapnya. (Albin Pandita)

Deklarasi Dukungan, Barraja Kabupaten Bogor Siap Menangkan Pasangan Rudy Susmanto – Jaro Ade

0

Bogordaily.net — Barisan Relawan Rudy Susmanto Jaro Ade (Barraja) siap memenangkan pasangan Rudy Susmanto-Jaro Ade dalam Pilkada Kabupaten Bogor 2024.

Hal tersebut dilakukan melalui Deklarasi dukungan yang berlangsung di Hotel Gerbera, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor pada Rabu 9 Oktober 2024.

Ketua Barraja Kabupaten Bogor, Rausan Ali Syahnurqi mengatakan bahwa, sosok Rudy Susmanto dan Jaro Ade memiliki kualitas dan kapasitas yang luar biasa dalam dunia politik.

Menurutnya, pasangan Rudy Susmanto-Jaro Ade mampu membangun Kabupaten Bogor ke arah yang lebih baik, sesuai dengan visinya untuk menjadikan daerah tersebut “gemilang dan istimewa.”

“Kami akan terus berjuang bersama pak Rudy untuk membangun Kabupaten Bogor yang gemilang dan istimewa, dan itu jadi visi misinya Rudy Susmanto,” kata Rausan, Rabu 9 Oktober 2024.

Sementara itu, Calon Bupati (Cabup) Bogor nomor urut 1, Rudy Susmanto memberikan apresiasinya kepada para relawan Barraja atas perjuangan untuk kemenangan Rudy-Jaro pada Pilkada 2024.

Ia turut memberikan apresiasinya terhadap relawan Barraja dan menganggap jika perjuangan Barraja bukan untuk Rudy Susmanto dan Jaro Ade, tetapi perjuangan mereka itu untuk Kabupaten Bogor.

“Kita bersilaturahmi lalu saya mengapresiasi rekan-rekan relawan Barraja, kita gak minta apapun tapi mereka berjuang dari hati menggunakan apa yang mereka miliki,” ujar Rudy Susmanto.

“Mereka berjuang bukan untuk Rudy Susmanto dan Jaro Ade, tapi berjuang untuk Kabupaten Bogor menjadikan kami sebagai wadah perjuangan untuk bersama-sama,” tambahnya.

Lebih lanjut kata Rudy, relawan Barraja diisi oleh kaum milenial dan Gen Z, Rudy berikan semangat kepada para relawan dan generasi muda untuk membangun bersama Kabupaten Bogor. Kemudian Ia harap anak muda selalu menyalurkan hal-hal yang positif.

“Salurkan segala kegiatan anak-anak muda untuk hal-hal yang positif, tidak ada gunanya kita pakai narkoba, tidak ada gunanya kita meminum minuman keras, lebih baik hari ini salurkan ide dan gagasan nya dalam pemilu kepala Daerah 27 November 2024,” ungkap Rudy Susmanto. (Albin Pandita)

Tingkatkan Elektabilitas, Calon Wakil Bupati Bogor Kang Mus Kampanye Door to Door

0

Bogordaily.net – Calon Wakil Bupati Bogor nomor urut 2 Musyafaur Rahman atau Kang Mus gunakan metode kampanye door to door kepada masyarakat untuk meningkatkan elektabilitasnya di Pilkada Kabupaten Bogor 2024.

Hal tersebut ia sampaikan usai mengikuti rapat koordinasi dan sosialisasi pelaksanaan kampanye di kantor Bawaslu Kabupaten Bogor, pada Rabu 9 Oktober 2024.

“Ya masih door to door tetap, karena bagi saya bertemu dengan masyarakat penting. Kita punya brosur kampanye yang isinya program-program,” kata Musyafaur Rahman atau Kang Mus kepada wartawan, Rabu 9 Oktober 2024.

Menurut Kang Mus, pihaknya ingin agar masyarakat dapat memilih pasangan calon memiliki program serta visi misi yang jelas untuk memajukan masyarakat Kabupaten Bogor.

“Saya pengin 3,9 juta pemilih ini megang brosur itu supaya mereka tau janji politik kita itu apa, kalo milih pasangan nomor urut 2 keuntungannya apa buat mereka? itu ada disana. Berikutnya klo ini dipegang oleh tiap-tiap orang mereka jadi bisa nagih kalo kami ingkar janji supaya kami tetap amanah kalo seandainya Allah izin kami jika terpilih,” jelasnya.

Dengan begitu kata dia, masyarakat juga bisa menilai dan juga menagih janji para pasangan calon jika nantinya terpilih menjadi Bupati Bogor.

“Itu tujuannya kenapa kita brosur dan kita bagi, supaya setiap orang pegang. Jarang loh, kalo sekedar cuma janji bisa lupa, berikutnya itu bisa jadi alasan untuk pemimpin jika ingkar janji,” ujar Kang Mus.

“Saya ingin semuanya pegang brosur program-program janji-janji kita supaya kita berjuang bareng. Saya nggak mau memilih saya nggak ngerti milih saya untungnya apa,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya turut menanggapi hasil lembaga survei yang menunjukan pasangan Bayu-Musya mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Alhamdulillah, kami sangat hormat dengan survei-survei yang dilakukan oleh lembaga manapun selama dia independen, hasilnya apapun ceritanya kami pasti akan jalan sampai masa kampanye berakhir,” ungkap Kang Mus. (Albin Pandita)

Dalam Ajang PLUT Award, MenKopUKM Minta PLUT-KUMKM Fokus Kembangkan Komoditas Unggulan

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menekankan bahwa setiap Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM harus mulai fokus mengembangkan produk unggulan setiap daerah sesuai dengan potensinya.

“Ini nanti yang akan kita prioritaskan,” ujar MenKopUKM, Teten Masduki, pada acara penganugerahan PLUT Award 2024 di Jakarta, Rabu (9/10).

Selain itu, Menteri Teten juga merujuk pentingnya upaya memperkuat brand produk dan akses kepada pasar luar. “Yang juga tak kalah penting adalah melakukan inovasi produk, baik melalui akses teknologi produksi yang lebih modern maupun model bisnisnya,” ujar Menteri Teten.

Bahkan, sertifikasi dan legalitas usaha juga harus terus didorong, baik sertifikasi produk halal maupun keamanan pangan. “Salah satu market terbesar UMKM adalah kebijakan belanja pemerintah 40% untuk memperkuat pasar produk lokal yang harus dimanfaatkan,” ucap Menteri Teten.

MenKopUKM, Teten Masduki, pada acara penganugerahan PLUT Award 2024 di Jakarta, Rabu (9/10).

Oleh karena itu, MenKopUKM mendorong fungsi PLUT yang penting untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan konsultan serta pendampingnya. “Ini harus betul dikelola mereka yang kompeten, karena outputnya akan diukur apakah setiap PLUT mampu menghasilkan produk yang unggul atau tidak,” kata MenkopUKM.

Bagi Menteri Teten, PLUT bukan hanya sekadar tempat Center of Excellence, tapi juga memperluas market dan jejaring. Nantinya, bisa dihubungkan dengan pembangunan Rumah Produksi Bersama, dengan mengacu data unggulan di masing-masing PLUT.

“Tidak mungkin produk UMKM kita punya daya saing global kalau hanya menggunakan teknologi produksi rumahan yang sederhana, kita mulai konsolidasi, kita bangunkan tempat maklon yang jadi bagian hilirisasi,” kata MenKopUKM.

Lebih dari itu, Menteri Teten juga mengulas peranan PLUT dengan memperkuat kolaborasi bersama lebih banyak stakeholder. “UMKM rata-rata tidak memiliki supply chain, ini harus diperkuat baik dengan lembaga keuangan, lembaga riset, swasta, komunitas, media, hingga lembaga inkubator,” ucap MenkopUKM.

Dalam kesempatan itu, MenKopUKM memberikan ucapan selamat kepada para penerima penghargaan, dan berharap mereka terus melakukan inovasi dan mencari produk yang menjadi unggulan masing-masing daerah.

“Lakukan hilirisasi sehingga ke depan desain UMKM bukan lagi sekadar ekonomi subsisten atau skala rumah tangga. Ke depan, UMKM harus jadi bagian industrialisasi hingga menjadi bagian pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar MenkopUKM.

Dalam ajang PLUT Award 2024 kali ini, Provinsi Sumbar, DI Yogyakarta, dan Sumut untuk Kategori Provinsi, masing-masing sebagai pemenang satu, dua, dan tiga. Di Kategori Kabupaten/Kota, posisi pertama diraih Kabupaten Pacitan, selanjutnya ditempati Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Bandung.

Untuk Kategori Pendamping/Konsultan PLUT Terbaik diraih Siti Deanti Amatilah (Kabupaten Tasikmalaya), Bhakti Darmawan (Jember, Jatim), dan Gina Wahyuni dari Sumbar. Sedangkan Konsultan PLUT Terfavorit diraih Nurul Qamariyah dari Kota Batam. Untuk Kategori Pemda Terkontributif diraih DI Yogyakarta (provinsi) dan Kabupaten Bangli (kabupaten/kota).

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Yulius menjelaskan bahwa
PLUT Award yang merupakan agenda dua tahunan, dilaksanakan untuk memberikan penghargaan atas kinerja dan kontribusi PLUT KUMKM dalam pemberdayaan KUMKM.

“Juga bertujuan untuk mendorong inovasi dan kolaborasi PLUT KUMKM dalam meningkatkan peran pendampingan bagi pelaku KUMKM guna mencapai kemandirian dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Yulius.

Saat ini, jumlah PLUT KUMKM sebanyak 100 unit yang tersebar di 26 provinsi dan 74 kabupaten/kota. Jumlah PLUT KUMKM yang telah berstatus UPTD sebanyak 31, sedangkan yang telah UPTD secara bertahap akan didorong untuk menerapkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Peningkatan legalitas PLUT-KUMKM menjadi UPTD dan menerapkan BLUD adalah dalam rangka menjadikan PLUT-KUMKM agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada dukungan APBN/APBD.

“Program pengembangan PLUT KUMKM tahun 2024 yang kami lakukan seperti penguatan kelembagaan, peningkatan aktivitas di PLUT KUMKM, hingga dukungan pengembangan ekosistem PLUT KUMKM,” ujar Yulius. ***

Bawaslu Gelar Rakor dan Sosialisasi Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor

0

Bogordaily.net – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor melaksanakan rapat koordinasi dan sosialisasi aturan pelaksanaan kampanye kepada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor pada Rabu 9 Oktober 2024.

Dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut digelar di Gedung Bawaslu Kabupaten Bogor, dengan dihadiri langsung Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 Bayu Syahjohan-Musyafaur Rahman.

Serta Calon Wakil Bupati nomor urut 1 Ade Ruhandi atau Jaro Ade yang datang sendiri tak didampingi oleh Rudy Susmanto.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Ridwan Arifin mengatakan bahwa, dalam rapat tersebut pihaknya membahas berbagai poin seperti pelarangan, serta apa saja yang diperbolehkan dalam pelaksanaan kampanye yang telah diatur dalam PKPU.

“Tadi ada beberapa hal yang dibahas seperti pelarangan, yang diperbolehkan. Ya disampaikan juga pelarangan (kampanye) ditempat ibadah, tempat pendidikan, sarana pemerintah yang memang diatur oleh PKPU,” kata Ridwan Arifin kepada wartawan usai kegiatan, Rabu 9 Oktober 2024.

Menurutnya, untuk saat ini kedua Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor belum terbukti melakukan pelanggaran, terlebih dengan beberapa pemberitaan yang diisukan saat ini masih ditindaklanjuti oleh Bawaslu.

“Untuk calon yang ada atau tidak, memang kan begini kemarin di salah satu Kecamatan  pada posisinya hari ini sedang pendalaman, kedua itu sudah diputuskan oleh Panwascam adapun nanti seperti apanya kita akan plenokan,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Ridwan, untuk jenis bentuk pemberian dalam kampanye diperbolehkan asalkan bukan berbentuk uang tunai, dan tidak boleh melebihi angka Rp 100 ribu.

“Terkait dengan tadi boleh tidak memberikan makan minum, boleh tetapi bukan berbentuk uang, kedua tadi transport boleh tidak, ya boleh asal bukan berbentuk uang, terus bolehkah memberikan kerudung, sticker apapun, boleh saja asal nilai barang tersebut tidak boleh dari Rp. 100 ribu,” ujar Ridwan.

Selain itu Ridwan berharap, melalui rakor aturan pelaksanaan kampanye tersebut dapat dipahami oleh kedua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor, sehingga meminimalisir terjadinya pelanggaran pelanggaran dalam kampanye.

“Banyak yang komunikasi tim kampanye ada beberapa hal, makanya kita kumpulkan  semua termasuk yang membuat regulasi KPU, jadi semua tadi mendengar mudah mudahan kedepan bisa dipahami oleh pasangan calon baik nomor 1 dan 2,” ungkapnya.***

Albin Pandita

Dokter Rayendra Dinilai Punya Pemikiran Luas untuk Umat Beragama

0

Bogordaily.net – Calon Wali Kota Bogor 2024, Dokter Rayendra, menggelar dialog dan silaturahmi bersama tokoh Katolik Keuskupan Bogor di Gereja Katedral Bogor.

Kedatangan doktor jebolan S3 IPB University itu, disambut hangat oleh Mgr. Paskalis Bruno Kardinal Syukur, O.F.M selaku Uskup Keuskupan Bogor dan Romo Mikail Indro, selaku Romo Vikep Kemasyarakatan Keuskupan Bogor.

Dialog juga diikuti para pengurus Pemuda Katolik Kota Bogor. Obrolan dilangsungkan di ruang pertemuan Katedral.

Calon Wali Kota Bogor 2024, Dokter Rayendra, menggelar dialog dan silaturahmi bersama tokoh Katolik Keuskupan Bogor di Gereja Katedral Bogor.

Dalam dialog yang begitu hangat, Dokter Rayendra menyampaikan ucapan terimakasih atas penerimaan dirinya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat untuk Mgr. Paskalis yang 6 Oktober lalu diumumkan sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus.

“Saya bersyukur diterima sangat baik di sini layaknya keluarga. Saya juga bersyukur karena Bapak Uskup terpilih menjadi kardinal. Mudah-mudahan terus sehat sampai pelantikan di Vatikan pada bulan Desember,” ucap Dokter Rayendra, Selasa (8/10/2024).

Dokter Rayendra selanjutnya menyampaikan harapan untuk kehidupan beragama di Kota Bogor. Ia menekankan, hadirnya tokoh agama turut berperan dalam menjaga budaya toleransi dan kehidupan beriman.

“Semoga harmoni keberagaman di Kota Bogor dapat terus terjaga, tentunya dengan hadirnya tokoh agama yang selalu berperan,” ujar Dokter Rayendra.

Sementara Mgr. Paskalis memberikan apresiasi tinggi untuk Dokter Rayendra. Ia menilai, Dokter Rayendra punya semangat tinggi dalam berkontribusi untuk kepentingan orang banyak, khususnya warga Kota Bogor.

“Saya ucapkan terimakasih, sebab kita perlu orang-orang berani yang mau memikirkan kepentingan bersama. Dalam konteks ini Pak Dokter yang mau mendayagunakan kekayaan pikiran dan gagasan untuk membawa kebaikan bagi umum,” ujar Mgr. Paskalis.

Lebih jauh, Mgr. Paskalis juga memuji perihal ihwal majunya Dokter Rayendra dalam Pilwalkot Bogor 2024.

“Bahwa hati adalah modal utama memang betul. Artinya panggilan jiwa untuk mengabdikan diri bagi masyarakat. Dan Pak Dokter sudah melakukan itu lebih dari dua tahun, bertemu masyarakat semua golongan. Saya kira, untuk menjadi pemimpin ya harus seperti itu,” jelas Mgr. Paskalis.

“Pemimpin bukanlah orang administratif kalo menurut saya. Pemimpin adalah orang yang memang menjumpai banyak masyarakat, dan melihat hal yang perlu dibenahi, kemudian dia menjawab tantangan itu,” lanjutnya.

Mgr. Paskalis pun menyatakan dukungannya untuk Dokter Rayendra maju sebagai pemimpin Kota Bogor.

“Jadi, saya dukung, orang-orang seperti Pak Dokter yang mau mengejar panggilan hati dalam membawa sesuatu yang baik untuk masyarakat,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Romo Indro. Ia turut mendoakan Dokter Rayendra yang membawa niat baik untuk Kota Bogor.

“Kita doakan untuk Pak Dokter dapat memimpin masyarakat. Kami mendukung dan mendoakan,” ucap Romo Indro.

Tak lupa, Romo Indro menyampaikan harapannya apabila Dokter Rayendra terpilih dalam Pilwalkot Bogor. Ia mengharapkan perhatian untuk guru-guru agama Katolik yang masih luput dari perhatian.

Selain itu, ia juga menyampaikan keluh kesah perihal sulitnya lahan pemakaman, terkhusus bagi jemaat Katolik yang kurang mampu. Hal ini disebabkan semakin sedikitnya lahan pemakaman yang ada di Kota Bogor.

Dokter Rayendra yang telah lebih dulu mengamati masah itu pun memberi jawaban.

“Itu memang menjadi program kami, yakni penyediaan lahan pemakaman. Sebab masyarakat di wilayah sudah banyak yang mengeluhkan pada saya tentang mahalnya biaya pemakaman. Maka dari itu, saya bertekad merealisasikan pemakaman gratis lewat program Bogor Tersenyum,” jawabnya.

“Lahan akan kita siapkan, jadi warga tidak usah memikirkan dan tidak usah bayar lagi 1,5 juta untuk pemakaman. Nanti tanggung jawab pemkot untuk melakukan itu,” lanjut Dokter Rayendra.

Selain itu, program Bogor Tersenyum juga menawarkan layanan gratis untuk ibu-ibu hamil yang akan melahirkan, sesuai permintaan warga.

“Saya punya mimpi bahwa nanti di Bogor ibu-ibu melahirkan bisa gratis, tapi hanya untuk istri pertama saja, soalnya saya di pesan dari ibu-ibu bikin aturan istri pertama. Istri kedua tidak boleh dibayarkan,” ujar Dokter Rayendra.

Mendengar jawaban itu, Romo Indro makin mantap. Namun ia menyampaikan satu harapan lagi untuk Dokter Rayendra.

“Kami juga menitipkan satu hal lagi dari gereja Katolik, masih ada PR gereja yang nanti mungkin bisa Pak Dokter pertimbangkan ketika menjabat, yakni kami belum ada penyelenggara Katolik sendiri di Kementrian Agama,” kata Romo Indro.

“Secara konstitusi, 6 agama diakui. Maka diperlukan juga perwakilan dari gereja Katolik untuk menjadi penyelenggara. Kami bukan bicara soal anggaran, tapi soal hak beragama,” lanjutnya.

Mendengar itu, Dokter Rayendra menyampaikan konitmen untuk memperhatikan kehidupan beragama yang masih luput dari perhatian. Salah satunya menyoal penyelenggara keagamaan.

Setelah dialog berlangsung lebih dari satu jam, tokoh Katolik yang hadir melangsungkan doa bersama untuk majunya Dokter Rayendra jadi Wali Kota Bogor. Doa berlangsung dengan khidmat sesuai cara berdoa masing-masing.

Mgr. Paskalis memimpin langsung doa yang diikuti tokoh dan pemuda Katolik.

“Mudahkanlah jalan Dokter Rayendra yang mau memikirkan dan melaksanakan kebaikan di Kota Bogor ini. Mudahkanlah Dokter Rayendra yang mau mengabdikan dirinya di kota ini. Terimakasih kepada-Mu, kami mohon berkat-Mu,” tutur Mgr. Paskalis memimpin doa.

Setelah dialog usai, Pemuda Katolik mengajak Dokter Rayendra berkeliling menengok lingkungan Gereja Katedral. Para jemaat yang menyadari Cawalkot nomor 5 itu berkunjung pun antusias.

Mereka bergantian meminta swafoto atau bersalaman langsung dengan dokter bergelar fellow kedokteran Asia itu.

Dokter Rayendra yang sedang berkeliling pun turut disambut hangat oleh Romo Paulus Haruno, Pastor Kepala Katedral Bogor.

Meski berlangsung singkat, pertemuan Dokter Rayendra dan Romo Paulus Haruno penuh makna. Romo Paulus tak mau kalah dengan jemaat untuk mengajak Dokter Rayendra berswafoto.

Setelahnya, ia mengucapkan harapan agar Dokter Rayendra sukses dalam kehidupannya. (*)

Jadi Wali Kota, Dokter Rayendra Siap Naikkan BOP Kader Posyandu

0

Bogordaily.net – Para kader Posyandu mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam hal peningkatan Bantuan Operasional Posyandu (BOP). Hal ini juga menjadi perhatian calon Wali Kota Bogor Dokter Rayendra.

Sejauh ini, BOP yang diterima oleh para kader posyandu begitu sangat minim. Menanggapi hal tersebut, Dokter Rayendra menegaskan bahwa jika ia terpilih sebagai Wali Kota Bogor, peningkatan BOP bagi Kader Posyandu akan menjadi prioritasnya.

“Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Saya akan memastikan bahwa BOP Posyandu dinaikkan agar mereka dapat bekerja lebih maksimal dalam melayani masyarakat,” ujarnya Dokter Rayendra.

Lebih lanjut, Dokter Rayendra berjanji untuk menyiapkan layanan darurat yang lebih baik.

Bahkan Dokter Rayendra berencana membentuk call center khusus yang akan dilengkapi dengan ambulans dan tenaga medis yang siap siaga.

“Dengan begitu, warga yang membutuhkan bantuan medis bisa mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat,” ucap Dokter Rayendra yang juga lulusan S3 IPB University.

Selama dialog interaktif dengan warga, Dokter Rayendra juga, banyak masukan dan keluhan yang disampaikan terkait masalah BPJS, seperti sulitnya mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran dan kurangnya pelayanan yang memadai.

Dokter Rayendra berharap dapat menyampaikan visinya kepada masyarakat bahwa perubahan di Kota Bogor bisa terwujud jika warga dan pemimpin bekerja bersama.(*)

Alasan dan Pesan Prabowo Pilih Rudy Susmanto

0

Bogordaily.net — Tak dipungkiri masih banyak yang belum mengenal lebih jauh siapa Rudy Susmanto–Calon Bupati Bogor saat ini yang berpasangan dengan wakilnya Ade Ruhandi alias Jaro Ade.

Setidaknya, rendahnya tingkat popularitas dan elektabilitas Rudy Susmanto pernah digambarkan oleh beberapa lembaga survei nasional sebelum Rudy ditetapkan berpasangan dengan Jaro Ade oleh KPU Kabupaten Bogor.

Tapi politik istimewa terjadi pada Pilkada Kabupaten Bogor tahun 2024 ini. Beragam prediksi orang mentah seketika. Rudy yang tingkat elektabilitas dan popularitasnya rendah dibandingkan Jaro Ade kini didapuk menjadi Calon Bupati Bogor. Sebaliknya Jaro Ade yang tingkat keterpilihannya paling tinggi harus rela jadi Calon Wakil Bupati Bogor.

Yang tak kalah mengejutkan, Rudy dan Jaro Ade yang semula digadang-gadang bakal berhadap-hadapan justeru bersatu. Mereka bergabung dengan tagline ‘Sinergitas Bogor Istimewa untuk Bogor Gemilang’ yang menggambarkan bahwa membangun Bogor harus dilakukan secara bersama bahu membahu, gotong royong, rukun, dan kondusif, yang melibatkan semua unsur.

Lantas siapa Rudy Susmanto dan bagaimana prosesnya hingga ia dipilih oleh Prabowo Subianto?

Rudy Sang Anak Babinsa

Rudy Susmanto merupakan putra seorang prajurit. Ayahnya, Dada Hardiana, adalah seorang prajurit Kopassus Grup 2. Sedangkan ibunya bernama Tety Tohaety.

Rudy sebetulnya keturunan asli Sunda, karena orangtuanya berasal dari daerah Majalaya, Bandung, Jawa Barat.

Namun, ayahnya yang seorang tentara mendapat tugas penempatan dan pemantapan di kawasan Solo dan pernah menjadi Babinsa di sana.

Saat ayahnya sedang bertugas, Rudy lahir pada tanggal 15 Agustus 1985 tepatnya di Wonosegoro, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.

“Jadi nama belakang saya Susmanto itu juga ada artinya, artinya Kopassus yang sedang pemantapan di Wonosegoro, yang mudah-mudahan seperti Soekarno, Soeharto, Prabowo,” ucapnya di hadapan hadirin dalam acara deklarasi Barisan Relawan Rudy-Jaro Ade (Barraja) di Hotel Gerbera, Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Pertama Kenal Prabowo

Rudy Susmanto yang saat ini berusia 39 tahun pun kenal dengan Prabowo Subianto jauh sebelum Partai Gerindra didirikan.

“Saya kenal waktu saya bekerja di Intermap, sebuah perusahaan asing asal Amerika. Saya waktu itu punya tugas di Kalimantan mengukur lahan milik perusahaan Pak Prabowo. Saat itulah saya kenal Pak Prabowo dan saya lalu diajak kerja di perusahaan milik Pak Prabowo 2007. Sejak saat itu saya tinggal di rumahnya, saya setiap hari bangun sebelum Pak Prabowo bangun,” ungkap dia.

Sejak terpilih menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy mengaku tak pernah punya niat untuk mencalonkan diri menjadi Bupati atau Wakil Bupati Bogor.

Pada Juli 2024, Rudy dipanggil oleh Prabowo. “Saya disuruh persiapan untuk jadi Bupati Bogor. Waktu itu saya sudah sampaikan bahwa masih banyak senior yang kaya akan ide dan gagasan memajukan Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Mendengar jawaban Rudy, Prabowo pun menyampaikan maksudnya atas instruksinya kepada Rudy. “Pak Prabowo kemudian menjawab, “saya perlu kepanjangan tangan di Kabupaten Bogor. Meski saya kalah dalam beberapa kali Pilpres tapi saya ga pernah kalah di Kabupaten Bogor. Tugasmu satu, saya akan tinggal di Kabupaten Bogor, halaman saya. Pastikan saya tidak ada lagi masyarakat miskin di Bogor, saya tidak mau dengar lagi anak-anak yang tak bisa melanjutkan sekolah, masih banyak warga yang tanam pisang di tengah jalan, saya mau ada perbaikan infrastruktur,” terang Rudy menirukan ucapan Prabowo Subianto.

Satu pesan yang paling tegas disampaikan Prabowo kepada Rudy, yaitu soal korupsi. “Pesan saya, kalau terpilih, jangan coba-coba korupsi, kalau korupsi saya sikat. Wujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN,” imbuh Rudy menyampaikan pesan Prabowo.

“Sehingga, ini jalan tuhan Rudy-Jaro bergabung. Kami ingin 5 tahun ke depan Kabupaten Bogor rukun, terlayani masyarakatnya, baik infrastrukturnya. Membangun Bogor tak bisa sendiri. Perlu kebhinekaan, gotong royong, kebersamaan, dan aman. Kepada Barraja pun saya ingin didampingi bukan sampai 27 November tapi seterusnya,” sambung Rudy.

Deklarasi Barraja

Sementara itu, Ketua Barraja, Rausan Ali Syahnurqi, menegaskan bahwa pembentukan Barraja adalah inisiatif dari hati hingga bertekad dan tanggung jawab untuk kemajuan Kab Bogor.

“Kami bukan sekadar kerumunan, bukan kelompok yang mudah tumbang. Tapi barisan yang tersusun kokoh dan tetap membara untuk memenangkan Rudy-Jaro Ade. Kepengurusan kami sudah ada di setiap desa. Jangan sampai Rudy-Jaro kalah,” tandasnya.

Acara deklarasi Barraja ini juga dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Golkar, Ismail; Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Gerindra Nurrunisa Setiawan dan Heri Gunawan, pengurus Partai Golkar dan Gerindra, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan, serta Karang Taruna, dan Pemuda Pancasila.

Nampak pula Pembina Barraja Abah Yayat, Ketua Relawan Bramus H Taufik, Ketua HPPMI Kab Bogor, Yusuf Bachtiar, Ketua Garda Prabowo Kabupaten Bogor RJ Limbong dan Ketua Umum HPPMI Aldi Supriyadi.
(Acep Mulyana)

Hakim Mogok Sidang di Pengadilan Negeri Mataram

0

Bogordaily.net – Hakim Pengadilan Negeri Mataram mogok sidang sebagai protes atas pengajian gaji hakim yang minim.

Koordinator Penghubung Komisi Yudisial Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Ridho Ardian Pratama menyatakan dukungan atas apa yang dilakukan para hakim terlibat gerakan hakim mogok sidang tersebut.

Pasalnya tingkat kesejahteraan para hakim belum mengalami perubahan hingga saat ini.

“Kami mendukung aksi yang dilakukan oleh teman-teman memperjuangkan haknya untuk memperoleh kesejahteraan yang lebih,” katanya.

Menurutnya Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2012 tentang hak keuangan dan fasilitas hakim yang berada di bawah naungan Mahkamah Agung. Hingga saat ini PP tersebut belum mengalami perubahan.

“Sejak 12 tahun belum ada perubahan sampai sekarang. Semestinya dengan adanya PP 94 tahun 12 posisi hakim memiliki ketegasan status,” ujarnya.

Selain persoalan kesejahteraan, hakim juga menuntut status jabatan hakim. Dimana para hakim tersebut harus dijamin kemandiriannya sebagai pilar utama peradilan.

“Kemudian terjadi PP 94 perubahan kesejahteraan hakim. Kemudian status hakim di UU kekuasan kehakiman bahwa hakim itu pejabat negara disisi lain dia juga PNS. Ini saya pikir akar masalahnya ada di status hakim,” katanya.

Pada tahun 2015-2016 Komisi Yudisial sudah mengajukan Rancangan Undang-Undang Jabatan Hakim. Namun pengajuan itu hingga saat ini namun belum diproses.

“Rupanya undang-undang ini tidak seksi bagi teman-teman di dewan, padahal penting bagi kemandirian yudikatif. Sampai pada saat ini teman-teman di pengadilan di MA memperjuangkan hak-haknya,” katanya.

Dengan peningkatan kesejahteraan hakim ini untuk mendukung kemandirian hakim bukan hanya untuk gaya-gayaan.

“Alasan tepat memang untuk mendukung. Bukan untuk gagahan. Tapi untuk kemandirian,” katanya.

Selain itu, dengan kesejahteraan yang lain diberikan oleh pemerintah maka harus bertanggung jawab memberikan loyalitas dalam pekerjaannya.

“Adanya mogok ini tidak ada persidangan. Perkara tetap bisa berjalan. Kita sudah turunkan tim,” katanya.

Jumlah hakim di NTB yaitu lebih dari 200 orang. Jumlah ini tersebar di tingkat peradilan umum, peradilan tata usaha.

“Kalau secara penghasilan itu kata teman-teman jauh dari hukum,” katanya.(suara.com)

Rena Da Frina Janji Tingkatkan Pelayanan Kesehatan dan Buka Puskesmas 24 Jam di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Calon Wali Kota Bogor, Rena Da Frina melakukan kunjungan ke warga RT03/RW08, Kelurahan Curug, Kota Bogor, Rabu 9 Oktober 2024.

Dalam kunjungannya, Rena berbincang dengan masyarakat terkait berbagai masalah keseharian, termasuk pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Salah satu isu yang mencuat dalam temu warga tersebut adalah masalah antrean panjang di Puskesmas.

Warga mengeluhkan bahwa di wilayah Barat Kota Bogor, terdapat empat Puskesmas yang harus melayani 16 kelurahan, sehingga terjadi penumpukan pasien.

Menurut Rena, warga acap kali terpaksa antre sejak pagi dan tidak jarang pelayanan baru mereka dapatkan siang hari, bahkan ada sebagian kecil tidak mendapatkan pelayanan lantaran keterbatasan jam operasional, dengan banyak Puskesmas yang sudah mulai berhenti melayani pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB.

Rena berkomitmen, bersama calon wakilnya Teddy Risandi, untuk menciptakan regulasi yang memungkinkan Puskesmas buka 24 jam.

“Dengan adanya Puskesmas 24 jam, penyakit-penyakit ringan bisa ditangani di tingkat Puskesmas tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit. Ini akan meringankan beban rumah sakit dan juga mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Rena.

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa perubahan ini bisa dilakukan selama pemerintah memiliki niat dan keberpihakan kepada masyarakat.

“Kita akan melihat kebutuhan tenaga kesehatan, jumlah dokter, dan perawat yang ada. Semua ini bisa diatur agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Sukiniawati (34) salah satu warga setempat, mengungkapkan kekagumannya atas kepribadian Rena yang dinilai energik dan dekat dengan masyarakat.

“Alhamdulillah ya, hasilnya tuh saya juga udah kenal pas beliau masih di PUPR. Beliau sangat energik dan dekat dengan masyarakat, menyatu gitu sih,” ujar Sukiniawati.

Sukiniawati juga menyampaikan harapannya terhadap kinerja Rena Da Frina, khususnya dalam memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat, terutama harga kebutuhan pokok yang kerap menjadi perhatian.

“Harapannya sih lebih ke perhatiin harga-harga pasar ya, sembako gitu deh. Kalau bisa diturunin lagi,” ungkapnya.

Selain itu, Sukiniawati juga berharap agar perhatian tidak hanya tertuju pada sektor ekonomi, tetapi juga pada pengurus RT dan RW, termasuk dalam hal penggajian serta operasional mereka.

“Untuk pengurus RT RW, harapannya gajinya dan biaya operasional (BOP) bisa lebih diperhatikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sukiniawati menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam memperhatikan pembangunan di wilayah perumahan, terutama rumah-rumah yang memerlukan perhatian khusus. Ia berharap agar proses administrasi dan pembangunan tidak dipersulit.

“Kita di wilayah banyak pembangunan, rumah-rumah juga banyak yang butuh perhatian. Jangan dipersulit lah prosesnya,” ungkapnya.***

Ibnu Galansa