Home Blog Page 151

Transformasi BRIvolution Reignite Berbuah Manis, Segmen Commercial BRI Tumbuh Double Digit

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang sejalan dengan transformasi bisnis Perseroan. Arah transformasi bisnis BRI sendiri dituangkan melalui inisiatif strategis BRIvolution Reignite guna menjawab serangkaian dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif serta menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Kinerja ini ditopang oleh segmen commercial sebagai salah satu new growth engine melalui optimalisasi rantai nilai (value chain) serta penyempurnaan jaringan bisnis, yang mendorong peningkatan penetrasi pasar serta memperkuat peran BRI sebagai enabler ekosistem bisnis end-to-end.

Dalam hal ini, kredit commercial BRI mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga mencapai Rp61,4 triliun pada tahun 2025, tumbuh sebesar Rp22,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara historis, kinerja segmen commercial menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dari Rp20,8 triliun pada 2021 menjadi Rp38,7 triliun pada 2024, sebelum akhirnya melonjak pada 2025.

Dalam kurun waktu tersebut, nilai kredit Commercial tercatat meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan posisi tahun 2021.

Secara tahunan, pertumbuhan tersebut melesat 58,4% (YoY), jauh melampaui tren dalam lima tahun terakhir.

Komposisi portofolio pembiayaan turut menunjukkan diversifikasi yang solid dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor yang bersumber dari pembiayaan APBN (20%), diikuti oleh sektor Energi (12%), Konstruksi (11%), serta Perdagangan (10%) dan Pangan (10%), serta Industri Pengolahan (8%).

Sejalan dengan akselerasi tersebut, pangsa pasar segmen commercial BRI menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, dari semula 2,1% pada 2021 menjadi 5,2% pada 2025.

Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi yang semakin terarah, khususnya melalui pendekatan berbasis ekosistem yang memungkinkan BRI memperluas penetrasi pasar sekaligus memperluas basis nasabah secara lebih berkualitas.

Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan yang solid. Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan secara signifikan hingga 7,6% pada 2025, dari level yang lebih tinggi pada tahun-tahun sebelumnya.

Perbaikan ini berjalan seiring dengan penguatan fundamental bisnis, termasuk peningkatan CASA dan DPK, yang memastikan pertumbuhan kredit tetap sehat dan berkelanjutan.

Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. mengatakan bahwa salah satu fokus utama dalam transformasi ini adalah pilar Revamp Existing Core, yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis Commercial melalui penguatan value chain nasabah serta peningkatan transaksi.

“Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus mendukung usaha menengah. Segmen middle market memiliki peran penting dalam rantai pasok perekonomian nasional, sekaligus menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam suatu ekosistem,” ujarnya.

Adapun, dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan pembiayaan yang komprehensif, mulai dari kredit modal kerja (working capital loan) untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek hingga kredit investasi (investment loan) untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran operasional perusahaan sekaligus mendorong ekspansi usaha.

Khusus bagi nasabah commercial, BRI menghadirkan beragam produk pengelolaan kas yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis untuk mendukung efisiensi operasional.

Salah satunya melalui platform digital QLola by BRI yang menawarkan fitur-fitur terintegrasi guna mempermudah pengaturan dan pengendalian keuangan perusahaan.

Melalui QLola, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti pembayaran pajak, transfer online, dan pembayaran billing, sekaligus memantau kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh untuk menunjang pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.

“Melalui ekosistem perbankan bisnis yang komprehensif, inovasi digital, serta program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan pasar, BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong UMKM dan perusahaan menengah untuk tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tutup Dippo.***

Momen Imam di Irlandia Viral karena Ucapan Tak Terduga soal Donald Trump

0

Bogordaily.net – Sebuah video yang menampilkan seorang imam Katolik di Irlandia mendadak viral di media sosial setelah ucapannya dalam doa memicu perhatian luas. Dalam rekaman tersebut, sang imam terdengar menyebut nama Donald Trump saat memanjatkan doa terkait situasi dunia.

Ia memulai dengan menyampaikan keprihatinan atas konflik yang sedang berlangsung, seraya mengajak umat untuk mendoakan perdamaian.

Namun, di tengah doa itu, muncul kalimat yang terdengar janggal. Sang imam sempat mengucapkan permohonan agar Tuhan “mengambil” Donald Trump, sebelum segera menghentikan ucapannya dan memperbaikinya menjadi doa agar rasa sakit diambil.

Momen tersebut langsung memancing reaksi dari jemaat yang hadir, bahkan terdengar tawa setelah sang imam mengoreksi ucapannya.

Potongan video ini kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan mengundang beragam komentar dari warganet.

Banyak yang menilai kejadian ini sebagai contoh dari apa yang dikenal dalam psikologi sebagai Freudian slip, yaitu kesalahan bicara yang dianggap mencerminkan pikiran atau perasaan yang tersembunyi di alam bawah sadar. Istilah ini merujuk pada teori yang dipopulerkan oleh Sigmund Freud.

Respons publik pun terbelah antara yang menganggapnya sekadar kekeliruan spontan dan yang menilai ucapan awal tersebut memiliki makna tersirat.

Sejumlah komentar di media sosial bahkan menyebut kalimat pertama yang terucap justru terdengar lebih “jujur” dibanding koreksinya.

Terlepas dari berbagai interpretasi, insiden ini menunjukkan bagaimana satu momen singkat dapat memicu diskusi luas, terutama ketika menyangkut figur publik dan isu sensitif.***

Sah! El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah, Ijab Lantang Penuh Haru di Raffles Jakarta

0

Bogordaily.net – Kabar bahagia datang dari dunia hiburan Tanah Air. El Rumi resmi menikahi Syifa Hadju dalam sebuah prosesi akad nikah yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu, 26 April 2026, sekitar pukul 10.45 WIB.

Momen sakral tersebut berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh haru. Salah satu tamu undangan yang turut hadir, Habib Usman Bin Yahya, mengungkapkan bahwa prosesi ijab kabul berjalan lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi para hadirin.

Dalam prosesi tersebut, El Rumi disebut mengucapkan kalimat ijab kabul dengan tegas dan lantang, bahkan diselesaikan dalam satu tarikan napas.

Suasana semakin terasa emosional ketika momen tersebut disaksikan langsung oleh keluarga dan kerabat dekat kedua mempelai.

Habib Usman menyampaikan harapannya agar pernikahan ini menjadi awal yang baik bagi kehidupan rumah tangga keduanya. Ia juga berharap, pasangan ini dapat menjadi teladan, khususnya bagi generasi muda.

Meski demikian, detail lain terkait pernikahan ini masih belum diungkap ke publik. Informasi mengenai busana pengantin, maskawin, hingga konsep acara masih menjadi tanda tanya dan belum dibagikan secara resmi.

Perjalanan cinta El Rumi dan Syifa Hadju sendiri telah menarik perhatian publik sejak keduanya mulai terbuka mengenai hubungan mereka pada 30 Juli 2024.

Saat itu, mereka tampil bersama dalam acara perilisan film dokumenter 25 tahun perjalanan karier Rossa, yang juga dihadiri oleh Maia Estianty, Irwan Mussry, serta Tissa Biani.

Sejak saat itu, hubungan keduanya semakin mendapat sorotan hingga akhirnya berlabuh di pelaminan pada tahun 2026.***

BPJS Kesehatan dalam Tekanan: Iuran Ditahan, Defisit Membengkak

0

Bogordaily.net – Isu mengenai BPJS Kesehatan kembali mengemuka dan menjadi perhatian luas publik sejak awal hingga pertengahan 2026.

Program yang menjadi tulang punggung sistem jaminan kesehatan nasional ini kembali diperbincangkan seiring munculnya berbagai kebijakan dan wacana baru dari pemerintah.

Di tengah kekhawatiran masyarakat, pemerintah menegaskan bahwa besaran iuran BPJS Kesehatan tidak mengalami kenaikan hingga April 2026.

Kepastian ini sedikit meredakan keresahan peserta, meskipun pemerintah tetap membuka kemungkinan evaluasi berkala.

Langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional dan kemampuan masyarakat dalam membayar iuran.

Namun, situasi di lapangan tidak sepenuhnya tenang. Jutaan peserta mandiri masih dihantui ketidakpastian mengenai arah kebijakan ke depan.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, mengingat program JKN diproyeksikan mengalami defisit yang cukup besar, yakni antara Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun.

Tekanan fiskal yang meningkat ini mendorong munculnya kembali wacana penyesuaian iuran sebagai salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan.

Jika melihat perjalanan sistem jaminan kesehatan di Indonesia selama beberapa tahun terakhir, terdapat pola yang terus berulang.
Informasi yang tidak tersampaikan secara jelas sering kali memicu kebingungan di kalangan peserta.

Akibatnya, banyak masyarakat yang mengambil keputusan terburu-buru, bahkan tidak jarang salah langkah dalam menyikapi perubahan kebijakan.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah strategis berupa realokasi bantuan iuran agar lebih tepat sasaran.

Fokusnya diarahkan kepada 50 persen kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah.

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas distribusi bantuan sekaligus menjaga keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Perubahan dan penyesuaian kebijakan ini tentu tidak hanya berdampak secara administratif, tetapi juga langsung menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

Kepastian mengenai tarif iuran dan aturan baru menjadi hal yang sangat penting, terutama karena berkaitan dengan kewajiban rutin peserta.

Batas waktu pembayaran iuran tetap pada tanggal 10 setiap bulan, sehingga kedisiplinan menjadi kunci agar status kepesertaan tetap aktif.

Selain itu, peserta juga perlu mencermati kebijakan baru terkait denda yang akan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026.

Aturan ini menjadi bagian dari upaya penegakan kepatuhan sekaligus menjaga stabilitas sistem secara keseluruhan.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, tahun 2026 menjadi periode penting bagi BPJS Kesehatan.

Kejelasan informasi, transparansi kebijakan, serta kesiapan masyarakat dalam beradaptasi akan sangat menentukan arah keberhasilan program ini ke depan.***

Perumda Tirta Pakuan Edukasi Pelanggan Cara Membaca Meter Air dengan Benar

0

Bogordaily.net – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus mengedukasi pelanggan terkait pentingnya memahami cara membaca meter air secara mandiri agar penggunaan air dan tagihan bulanan dapat dipantau dengan lebih akurat.

Melalui informasi yang dibagikan kepada masyarakat, pelanggan diajak untuk mengetahui perbedaan angka berwarna hitam dan angka berwarna merah pada water meter.

Angka berwarna hitam digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan air karena menunjukkan jumlah pemakaian air dalam satuan meter kubik (m³). Sementara itu, angka berwarna merah berfungsi untuk menunjukkan satuan liter air yang digunakan, seperti 0,1 m³ dan 0,01 m³.

Sebagai contoh, jika meter air menunjukkan angka 0038 pada bagian hitam dan 99 pada bagian merah, maka angka yang digunakan untuk perhitungan tagihan adalah 38 meter kubik, sedangkan angka merah hanya sebagai indikator tambahan penggunaan air dalam skala liter.

Perumda Tirta Pakuan mengimbau pelanggan agar rutin memeriksa meter air setiap bulan. Dengan memahami cara membaca meter air, pelanggan dapat lebih mudah mengontrol pemakaian air sekaligus mengantisipasi lonjakan tagihan yang tidak terduga.

“Sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mengukur penggunaan air setiap bulannya, jangan lupa untuk membayar tagihan air ya,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Langkah sederhana ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelanggan dalam menggunakan air secara bijak, hemat, dan bertanggung jawab.***

Bupati Bogor Apresiasi Warga Bojonggede, Konsisten Jaga Warisan Budaya

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan pentingnya menjaga tradisi dan budaya sebagai identitas masyarakat di tengah pesatnya perkembangan zaman, saat menghadiri dan melepas pawai budaya Lebaran Desa Bojonggede di Perum Bambu Kuning, pada Minggu 26 April 2026.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menekankan bahwa kegiatan parade budaya menjadi pengingat akan jati diri masyarakat yang tidak boleh tergerus oleh modernisasi.

“Mengawali akhir pekan dengan mengikuti kegiatan parade budaya dalam rangka Lebaran Bojonggede. Menjaga tradisi dan budaya di tengah dinamika dan pesatnya perkembangan kota menjadi pengingat bahwa identitas dan kearifan lokal harus terus dilestarikan,” ujar Rudy Susmanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Bojonggede yang terus konsisten menjaga warisan budaya.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Bojonggede yang telah menjaga warisan budaya dengan baik. Dari Bogor untuk Indonesia,” lanjutnya.

Kemudian, Kepala Desa Bojonggede, Dede Malvina menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Bupati Bogor beserta jajaran, sekaligus menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur serta doa, seraya mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan Bupati Bogor agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah.

Ia juga menyampaikan, Parade Budaya Lebaran Desa Bojonggede telah memasuki tahun kelima pelaksanaan.

Tradisi ini diawali dengan ziarah ke makam para leluhur sebagai bentuk penghormatan, dilanjutkan dengan pawai budaya yang memadukan unsur budaya Betawi dan Jawa Barat.

Ia juga menyebutkan bahwa pawai tahun ini mengusung beberapa kategori penilaian, di antaranya dongdang terbaik, kreasi daur ulang terbaik, serta keterlibatan masyarakat terbaik.

Dengan semangat kebersamaan, Kepala Desa mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergerak maju.

“Bojonggede Maju, Mandiri, Tangguh. Jika Bojonggede maju, maka Kabupaten Bogor akan semakin istimewa,” tegasnya.

Kepala Desa Bojonggede turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap pembangunan desa, serta berharap sinergi yang terjalin dapat terus diperkuat demi kemajuan bersama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh masyarakat peduli akan pentingnya pelestarian budaya semakin menguat, didukung oleh komitmen masyarakat yang terus menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas dan kekuatan pembangunan daerah.***

Pemkot Bogor Dukung Budaya Hidup Sehat Lewat Kegiatan Olahraga

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Yantie Rachim mengikuti Warming Up RP Fun Walk and Run ke-2 dengan menempuh jarak sekitar 4,2 kilometer di kawasan Bogor Lakeside, Minggu 26 April 2026. Kegiatan warming up ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang terus mendorong masyarakat untuk aktif bergerak melalui berbagai aktivitas, termasuk olahraga.

Dedie Rachim mengapresiasi kegiatan tersebut yang secara konsisten dilaksanakan setiap tahunnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu untuk menularkan semangat berolahraga kepada masyarakat.

“Ini bagian dari membangun masyarakat Bogor yang sehat melalui aktivitas olahraga, sehingga olahraga menjadi pilihan masyarakat untuk terus bergerak,” ujarnya.

Perwakilan Alumni Regina Pacis, Riske Lusiana, mengatakan kegiatan ini menjadi awal latihan bagi para peserta sebelum mengikuti Fun Walk and Run.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menularkan semangat berolahraga di tengah masyarakat.

“Ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Bogor Sehat serta meningkatkan harapan hidup masyarakat di Kota Bogor,” ujarnya.***

Daftar Terbaru Harga Emas Antam Senin 27 April 2026, Cek di Sini!

0

Bogordaily.net – Simak daftar harga emas logam mulia (LM) Antam terbaru yang dijual pagi ini per gram Senin 27 April 2026.

Antam tetap menyediakan berbagai ukuran berat emas lm mulai dari yang terkecil, yaitu 0,5 gram, hingga yang terbesar, 1.000 gram.

Harga Emas Antam Senin 27 April 2026

Segini harga emas produksi Antam :

Harga emas 0,5 gram: Rp 1.454.500
Harga emas 1 gram: Rp 2.809.000
Harga emas 2 gram: Rp 5.558.000
Harga emas 3 gram: Rp 8.312.000
Harga emas 5 gram: Rp 13.820.000
Harga emas 10 gram: Rp 27.585.000
Harga emas 25 gram: Rp 68.837.000
Harga emas 50 gram: Rp 137.595.000
Harga emas 100 gram: Rp 275.112.000
Harga emas 250 gram: Rp 687.515.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.374.820.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.749.600.000

Manfaat Beli Emas Logam Mulia

1. Nilainya Stabil

Salah satu hal yang membuat banyak orang berminat menabung emas yaitu karena nilai emas stabil.

Walaupun terkadang mengalami penurunan nilai, namun nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Harga yang stabil membuat banyak investor emas bisa mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

2. Modal Awal Relatif Kecil

Sejauh ini mungkin banyak di antara kita yang mengira bahwa tabungan emas memerlukan modal awal yang besar. Padahal, menabung emas bisa dimulai dari nominal kecil.

Anda dapat menabung emas Antam mulai dari 0,01 gram dengan biaya fasilitas penitipan emas per tahun sebesar Rp30.000.

3. Likuiditas Tinggi

Keunggulan tabungan emas Antam lainnya yaitu likuiditasnya tinggi atau mudah dicairkan.

Anda dapat mencairkan tabungan emas dalam bentuk emas batangan atau uang tunai sesuai saldo gram emas yang dimiliki.

Lembaga penyedia tabungan emas ini biasanya menyediakan fasilitas buyback atau beli kembali emas.

Misalnya, saat Anda memiliki tabungan emas, Anda dapat menjualnya kembali dengan nominal minimal sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Bisa Menjadi Jaminan Gadai

Ketika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki.

Maka Anda bisa menjadikan emas tersebut sebagai jaminan. Hal ini dikarenakan, emas memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan.

Tak hanya itu, nilai gadai emas juga lebih tinggi dibandingkan barang lain karena harganya sudah diketahui pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan berpindah kepemilikannya.

Emas tersebut tetap menjadi milik Anda dan saat ada uang lagi, Anda dapat menebus emas tersebut kembali.

Demikian update harga emas LM Antam per gram hari ini yang dijual Pegadaian, Senin 27 April 2026***

Aktivis Lintas Generasi Rilis Maklumat Politik, Soroti Arah Demokrasi hingga Etika Kekuasaan

0

Bogordaily.net — Ratusan aktivis lintas generasi yang tergabung dalam forum BAKOR Jakarta menggelar pertemuan pada 18 April 2026 di Jakarta. Forum ini mempertemukan aktivis era 1980-an, 1990-an, hingga Generasi Z dalam satu agenda bersama: menyuarakan kegelisahan atas arah demokrasi dan tata kelola negara.

Dalam maklumat politik yang dirilis, para aktivis menilai terdapat kecenderungan penurunan kualitas demokrasi dalam satu dekade terakhir. Mereka menyoroti berbagai aspek, mulai dari etika bernegara, praktik kekuasaan, hingga dinamika ekonomi yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keadilan sosial.

Forum tersebut menyebut bahwa fenomena yang terjadi saat ini menyerupai konsep “banality of evil” atau banalitas kejahatan, di mana praktik yang dinilai menyimpang justru dianggap sebagai hal yang lumrah. Korupsi, praktik politik dinasti, hingga relasi kedekatan dalam kekuasaan disebut menjadi sorotan utama.

Selain itu, aktivis juga menilai biaya ekonomi yang tinggi telah berubah menjadi mekanisme sistematis yang berpotensi merugikan masyarakat luas. Dalam konteks kebijakan publik, sejumlah program seperti bantuan sosial dan inisiatif ekonomi dinilai perlu diawasi secara ketat agar tetap tepat sasaran dan tidak sarat kepentingan politik.

Dari sisi tata kelola negara, forum ini menyoroti adanya kecenderungan pergeseran dari konsep negara kesejahteraan (welfare state) menuju praktik yang dinilai lebih eksploitatif. Kritik terhadap kebijakan, menurut mereka, tidak selalu direspons dengan perbaikan, melainkan kerap dihadapi dengan narasi tandingan.

Para aktivis juga menggarisbawahi pentingnya menjaga ruang kebebasan sipil. Mereka menyinggung adanya kekhawatiran terkait tekanan terhadap suara kritis serta potensi penyempitan ruang demokrasi, termasuk dalam relasi antara aparat negara dan masyarakat sipil.

Dalam maklumat tersebut, masyarakat sipil diminta untuk tetap aktif mengawal konstitusi dan memastikan demokrasi berjalan sesuai prinsipnya. Aktivis lintas generasi ini juga menekankan pentingnya regenerasi melalui pendidikan politik yang inklusif dan non-partisan.

Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati konsolidasi jaringan aktivis lintas kota di wilayah Jawa dan Sumatera guna memperkuat gerakan masyarakat sipil. Selain itu, mereka mendorong penguatan pendidikan politik sebagai fondasi gerakan yang tidak hanya berbasis aksi, tetapi juga pemikiran kritis.

“Gerakan ini tidak hanya berhenti pada aksi di lapangan, tetapi juga memperkuat basis intelektual melalui pendidikan politik,” demikian salah satu poin dalam maklumat tersebut.

Forum BAKOR Jakarta menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, buruh, dan petani.

Maklumat tersebut ditutup dengan seruan untuk menjaga kesadaran kolektif dalam mengawal arah bangsa. Para aktivis menilai masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuasaan, tetapi juga oleh partisipasi aktif rakyat dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan keadilan.***

Cerita Inspiratif Mantri BRI di Sulawesi Tenggara, Kartini Modern yang Menembus Pegunungan Demi Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

0

Bogordaily.net – Perjuangan R.A. Kartini bukan sekadar cerita yang tersimpan di buku sejarah. Semangatnya masih hidup hingga kini, menginspirasi banyak perempuan Indonesia untuk terus melangkah, berkarier, dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Semangat itu pula yang tercermin pada sosok Mispa Lewi Yt, seorang tenaga pemasar mikro atau biasa disebut Mantri BRI yang bertugas di BRI Unit Ranteangin, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Bertugas di wilayah pegunungan dengan akses yang tidak mudah, Mispa justru menemukan makna baru dalam pekerjaannya. Di tengah medan yang sulit, ia menjalani perannya sebagai Mantri BRI dengan penuh dedikasi untuk memberdayakan masyarakat.

Perjalanan karier Mispa di BRI bermula dari situasi yang tidak mudah. Saat pandemi COVID-19 melanda, ia harus menerima kenyataan dirumahkan dari pekerjaan sebelumnya. Namun, dari kondisi tersebut justru muncul peluang baru.

“Saat dirumahkan, saya melihat peluang di BRI dan saya beranikan diri untuk mencoba melamar di sana meskipun saat itu sudah mencapai usia maksimal pendaftaran yaitu 25 tahun. Puji Tuhan, saya berhasil lolos dan bergabung sebagai customer service,” cerita Mispa.
Kariernya di BRI terus berkembang.

Setelah menjalani sekitar 20 bulan sebagai customer service, ia berhasil lolos seleksi dan dipercaya menjadi Mantri BRI di wilayah Ranteangin pada 2024.

Ranteangin merupakan wilayah pegunungan dengan kondisi geografis yang menantang. Jalan menuju desa-desa di kawasan tersebut sebagian besar masih berupa tanah dan batu, sehingga hanya bisa diakses menggunakan sepeda motor.

“Wilayah desanya banyak kebun cengkeh, jadi rumah-rumah warganya jauh satu sama lain, yang dipisahkan oleh kebun cengkeh yang luas. Kalau mau ketemu nasabah satu ke yang lain, kita harus jalan jauh dulu. Ada juga yang wilayahnya mendaki jadi nggak bisa diakses motor. Kira-kira bisa 1-2 km jalan kaki dari satu rumah ke rumah lain,” cerita Mispa.

Saat hujan turun, tantangan semakin berat. Jalan tanah yang licin membuat perjalanan menjadi lebih sulit. Di masa awal bertugas sebagai Mantri BRI, kondisi tersebut sempat membuatnya hampir menyerah.

“Sempat mau menyerah. Tapi setelah itu, mungkin ada jalannya sendiri. Besok paginya tiba-tiba semangat lagi untuk bekerja. Selain itu, yang bikin saya semangat juga karena nasabah-nasabahnya yang sangat baik menyambut saya. Bahkan waktu itu ada nasabah yang bilang kalau saya jangan mutasi dulu, tetap di sini saja sampai bertahun-tahun. Itu yang jadi sumber semangat saya juga,” kenang Mispa.

Sebagai Mantri BRI, Mispa tidak hanya bertugas memberikan layanan perbankan, tetapi juga menjadi penggerak inklusi dan literasi keuangan bagi masyarakat. Sebagian besar warga di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani cengkeh yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Selain melayani nasabah perorangan, Mispa juga mendampingi sebuah klaster usaha yang memproduksi minuman herbal berbahan tanaman rimpang bernama Gujames.

“Selain nasabah perorangan, saya juga membina klaster usaha minuman herbal berbahan rimpang dengan memberikan bantuan modal, edukasi pemasaran, serta pendampingan e-commerce. Saat ini, klaster tersebut telah berkembang dengan kemasan yang baik, memiliki sertifikat halal MUI, dan dipasarkan hingga ke luar wilayah desa,” jelasnya.

Selama menjadi Mantri BRI, Mispa menghadapi tantangan rendahnya literasi keuangan masyarakat, di mana masih banyak warga yang belum terbiasa menggunakan layanan perbankan digital dan menyimpan uang tunai di rumah. Baginya, peran sebagai Mantri bukan sekadar profesi, tetapi juga kesempatan untuk berkembang sekaligus memberi dampak.

“Perempuan tidak hanya menjadi ibu rumah tangga, tetapi juga bisa membantu perekonomian keluarga, memberdayakan masyarakat, dan membangun negeri. Banyak perubahan positif yang saya rasakan selama menjadi Mantri BRI, terutama dalam komunikasi, wawasan, dan kesejahteraan. Semoga saya bisa terus berkarier setinggi-tingginya di BRI,” tutup Mispa.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa mantri BRI merupakan tenaga pemasar produk mikro yang berperan penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Dengan pemahaman yang kuat terhadap karakter usaha, potensi wilayah, serta kebutuhan finansial nasabah, mantri tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga bertindak sebagai financial advisor yang mengawal pertumbuhan usaha melalui pendampingan menyeluruh sejak tahap awal hingga berkembang.

Hingga saat ini, BRI tercatat memiliki mantri sebanyak 26 ribu dan 28,2% di antaranya merupakan Mantri Perempuan.
“Kisah ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. BRI percaya bahwa kesetaraan kesempatan adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Akhmad.***